RAIN (7)

Tittle                : RAIN

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kim Hyoyeon

Lee Sunkyu

The Others

Genre              : GirlxGirl, Friendship, BitterSweet, Romance

Series

—————————————————-

RAIN……

– There’s a thin line between being in love and being stupid –

.

.

Part 7

.

.

A week later……

.

Pagi mulai menyapa Seoul. Seorang gadis memakai kacamata hitam dan mengenakan dress hitam selutut, tampak keluar dari mobil didampingi seseorang yang selalu setia menemaninya. Ia berjalan menuju sebuah taman pemakaman yang tak jauh dari pusat kota. Sesampai disana, ia berlutut di depan sebuah pusara dan sedikit membersihkan dedaunan yang jatuh di sekitarnya.

.

.

“Hai Dad, lama tidak mengunjungimu. Maafkan aku, kuharap kau baik-baik saja disana bersama Umma”, ia tersenyum menatap pusara itu lalu meletakkan bunga segar yang ia bawa.

.

.

Jika kalian bertanya siapa gadis itu, maka jawabannya adalah dia seorang Jessica Jung. Gadis itu diam sejenak, lalu tersenyum lagi tapi bukan sebuah senyum kebahagiaan. Ia menatap pusara itu lagi.

.

“Tiffany sudah sukses, seperti yang kau harapkan. Dia berhasil meraih impian terbesarnya dan semua orang sudah mengenalnya. Apa kalian bahagia disana? Kuharap jawabannya adalah iya”, ucap Jessica.

.

Gadis itu tertunduk sedih. Kacamata hitam yang ia pakai sangat menolongnya agar orang lain tidak melihat airmatanya bahkan asistennya sekalipun yang berdiri sedikit agak jauh dari pusara. Ini untutk pertama kalinya lagi setelah 5 tahun yang lalu ia berkunjung ke sini, ke tempat dimana orang yang berharga dari orang yang pernah menjadi bagian hidupnya.

.

“Aku tahu, kalian pasti memarahiku dari atas sana karena meninggalkan Tiffany. Tapi itu satu-satunya cara yang aku punya untuk menyelamatkan karirnya dan juga membantunya untuk meraih impian” ada jeda sejenak yang Jessica hentikan karena ia menahan isak tangisnya.

.

“Maafkan aku jika aku tidak bisa mempertahankan Tiffany pada saat itu. Aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat. Maka dari itu, aku minta maaf karena telah menyakiti putri kesayangan Daddy. Aku minta maaf Dad”

.

Dengan begitu, tangis Jessica mulai pecah dalam diamnya. Walaupun tanpa suara, namun ini untuk pertama kalinya lagi dia menangis sehebat itu. Tangisan yang sebelumnya pernah ia lakukan, saat harus meninggalkan Tiffany dan menyakitinya.

.

Jessica berdiri dan sedikit membersihkan lututnya yang habis beradu dengan rumput. Ia membungkuk sekali lagi dan tersenyum pada pusara itu —James Hwang—

.

“Aku pergi dulu Dad, sampaikan salamku pada Umma. Semoga kalian bahagia disana”, Jessica mulai berjalan meninggalkan taman pemakaman itu dengan didampingi Juyeon yang menunggunya

.

.

.

.

—————————–

.

“Bagaimana keputusanmu sekarang, Sica?”, Juyeon bertanya seraya membaca schedule Jessica hari ini.

.

Jessica memijit pelipisnya. Masalahnya dengan Taeyeon beberapa hari lalu menjadi bom yang tiba-tiba saja meledak. “Aku akan memutuskan hubunganku dengan Jaejoong. Kurasa dia tak akan sanggup menungguku lebih lama lagi”

.

“Lalu bagaimana dengan investasinya? Kau tahu kan, resikonya”, Juyeon mengingatkan.

.

“Kita gunakan saham perusahaanku untuk berinvestasi dengan salah satu entertainment di China. Kurasa, belum saatnya RAIN mengadakan konser di Amerika. Kita mulai dari Asia saja”, jelas Jessica.

.

Juyeon segera mencatat apa yang Jessica katakan padanya. “Lalu, apa kau sudah yakin dengan keputusanmu?”
.

“Entahlah aku tidak yakin. Tapi dibalik setiap keputusan akan ada resiko. Bukankah itu sudah hukum alam?” Jessica balik bertanya.

.

“Ya, kurasa begitu. Sama seperti saat kau meninggalkannya”

.

Kalimat Juyeon tepat menusuk Jessica. Bagaimana tidak? Juyeon tahu semua yang dilakukannya pada masa lalu. Hanya Juyeon yang mengetahui cerita antara Jessica dan Tiffany yang sebenarnya.

.

“Kau pasti sudah bisa melihatnya, bahwa Tiffany bukan pemakai topeng yang baik. Dia terluka, jauh lebih terluka darimu. Jika aku punya 1 permintaan yang dapat Tuhan kabulkan saat ini juga, aku hanya ingin memintanya untuk menyadarkan dirimu. Kau berhak bahagia Sica”, Juyeon mengingatkannya kembali.

.

Jessica memilih diam dan Juyeon pun tak ingin memicu perdebatan lagi. Keduanya kembali hening. Dalam perjalanan, Jessica mencoba memejamkan mata untuk menikmati waktu istirahatnya. Ancaman Taeyeon beberapa hari lalu membuat gadis itu kekurangan waktu istirahatnya.

.

.

“Hentikan usahamu itu. Aku sudah muak!!”, Taeyeon berteriak hebat saat keduanya berada di dorm. Tidak ada orang lain selain mereka berdua.

.

“Jangan kekanak-kanakan Taeng”, ucap Jessica dengan tenangnya.

.

“Oh kau menyadarinya. Bagus jika kau menganggapku kekanakan. Kalo begitu, kau punya dua pilihan. Putuskan hubungan gilamu dengan Jaejoong dan aku akan bertahan di RAIN, atau kau tetap bersamanya dan aku keluar dari RAIN”

.

Jessica tidak menduga bahwa Taeyeon akan mengatakan hal itu. Dari nadanya, Taeyeon terdengar serius. Tiba-tiba saja Jessica teringat akan karir Tiffany. Jika ia putus dari Jaejoong, maka Tiffany akan kehilangan salah satu sponsor terbesarnya yang merupakan partner dari Jaejoong.

.

Tidak ada yang tahu bahwa Jessica selama ini mendukung karir Tiffany secara diam-diam. Hanya Juyeon yang mengetahuinya. Tapi Jika Taeyeon benar-benar akan keluar dari RAIN, maka sama saja Jessica membiarkan Yuri dan Hyoyeon ikut menanggungnya.

.

Taeyeon tersenyum mengejek. “See?? Kau ternyata masih membutuhkan seorang member. Sudah kukatakan Sica, kau sedang tidak berjalan sendiri. Pikirkan itu, dan aku memberimu waktu untuk memutuskan hubungan gilamu itu”, Taeyeon berjalan melewati Jessica begitu saja tanpa tahu bahwa Jessica sedang mengalami pergulatan batin.

.

.

.

“Huft”, Jessica menghela nafas. Ia membuka matanya kembali dan menoleh kepada Juyeon yang duduk disebelahnya. “Juyeon-ah”, panggilnya.

.

“Hmmm”, Juyeon menjawab tanpa mengalihkan pandangannya pada buku agenda yang sedang ia baca.

.

“Lepaskan Corts sebagai sponsorku, dan buatlah mereka menjadi sponsor Tiffany”, walaupun Jessica berkata pelan tapi Juyeon masih mendengarnya. Gadis itu menutup buku agenda dan menatap Jessica tak percaya.

.

“Aku tidak setuju dengan pilihanmu kali ini, Sica”, tegas Juyeon yang menolak permintaan Jessica.

.

Gadis itu tahu bahwa reaksi asistennya akan seperti itu. Tatapannya mulai memohon pada Juyeon. “Ini jalan keluar jika sponsor dari partner Jaejoong menarik dukungannya untuk Tiffany”

.

Juyeon menghela nafasnya kasar. Dia akan tetap kalah walaupun sudah memberikan pendapatnya pada Jessica.

.

.

.

***

.

.

Semua kru dan para pemain sudah berkumpul. Seperti yang dijadwalkan, hari ini Yuri dan Yoona akan memiliki variety show bersama dengan Hayoung, salah satu member group papan atas juga.

.

Yuri dan Yoona terlihat mulai akrab dan Seohyun juga berada di sisi mereka dengan baik. Keduanya ternyata sama-sama dork dan suka membicarakan hal-hal yang konyol. Seohyun yang berada disitu hanya bisa tertawa melihat tingkah dua artisnya ini.

.

“Aku tidak menyangka jika kau seperti ini. Padahal fans sering membicarakan tentang Im Yoona yang anggun. Mungkin mereka akan shock melihatmu yang sebenarnya”

.

“Hahahaha, kau bisa saja unni”

.

“Bagaimana jika kita pergi ke wahana taman bermain dan mencoba hal yang menyenangkan disana”, ajak Yuri dengan antusias. “Hyoyeon juga sangat menyukai hal seperti itu”, lanjutnya lagi.

.

“Hmmm”, Yoona memegang dagunya dan mulai berpikir. “Ide yang bagus Unni”, jawab Yoong dengan antusias. “Lalu bagaimana dengan Taeyeon unni dan Jessica unni?”

.

Untuk pertanyaan Yoong kali ini, Yuri dibuat kikuk. Karena ia sendiri bingung menjawabnya. “Hmmmm, sepertinya mereka bukan orang-orang yang menyukai hal seperti itu. Kita berempat saja beserta Hyuni”, jawab Yuri sekenanya.

.

“Baiklah aku setuju. Kau juga kan Hyuni?”, Yoong memandang gadis itu dan Seohyun hanya tersenyum lalu mengangguk.

.

Tiba-tiba seorang staff menghampiri mereka untuk mengatakan syuting akan dimulai. Dalam variety show ini, mereka akan bergabung dengan 7 host tetap dalam acara tersebut. Mereka dibagi menjadi 3 kelompok. (Gary-Jihyo-Kwangsoo) (Haha-Yoona-Jaesuk) (Sukjin-Yuri-Hayoung-Jongkook).

.

Selama proses syuting, semua anggota melebur menjadi satu dan mulai akrab. Mereka juga mulai mengeluarkan candaan-candaan untuk membuat suasana selama syuting menjadi tidak kaku.

.

Tapi ada satu orang yang terlihat sangat bahagia, siapa lagi jika bukan Hayoung. Berada dalam satu tim bersama Yuri, membuat gadis itu tak berhenti memandang Yuri jika ia mendapatkan kesempatan. Apapun yang Yuri lakukan, dimata Hayoung terlihat mengagumkan.

.

“Hey, apa kau kedinginan?”, Yuri bertanya seraya membawa handuk. Mereka baru saja melakukan misi di dalam kolam berenang. Melihat Hayoung yang belum mengambil handuk, Yuri pun memberikannya.

.

Wajah gadis tinggi bongsor itu terlihat memerah akibat perhatian Yuri. Ia menundukkan kepalanya seraya menerima pemberian dari Yuri. “Terima kasih, Unni”, ucapnya.

.

Yuri tersenyum sangat manis dan memberikan handuk tersebut. Ia pun mengambil duduk di sebelah Hayoung dan melihat ke arah kolam renang, dimana anggota yang lainnya masih melaksanakan misi di kolam renang.

.

Hayoung tak melewatkan kesempatan itu untuk mengagumi Yuri dari dekat. Wajah Yuri dari samping terlihat sangat manly dengan perawakannya yang tegas. Tubuh Yuri yang basah, membuatnya menampakkan aura sexy dengan kulit kecokelatan.

.

Demi apapun, Hayoung dapat mengatakan seandainya Yuri adalah seorang pria maka banyak yeoja yang akan jatuh cinta kepadanya. Mungkin termasuk dirinya.

.

“Awas”

.

Lamunannya menjadi buyar dan digantikan dengan keterkejutan manakala Yuri baru saja memeluk tubuhnya dari depan. Bola yang seharusnya mengenai Hayoung, kini mengenai Yuri.

.

Seohyun dan beberapa staff menghampiri keduanya. “Unni, kau tidak apa-apa?”, Seohyun terlihat khawatir.

.

Yuri yang masih memeluk Hayoung, segera melepaskan pelukannya dan memandang semua orang yang ada disitu. Anggota yang lain pun sudah keluar dari kolam renang.

.

“Aku baik-baik saja Hyuni. Hanya saja kepalaku sedikit pusing”, ucap Yuri sambil memegang kepalanya yang terkena bola.

.

“Maafkan Oppa, Yuri-ah. Aku tidak sengaja melemparnya terlalu keras dan justru mengarah ke arah kalian”, ucap Jongkook sang pelaku.

.

“Yaish, makanya jangan menggunakan kekuatanmu secara berlebihan”, kritik Jaesuk yang disertai kekehan oleh Yuri.

.

“Hahaha tidak apa-apa Oppa, aku mengerti”, balas Yuri.

.

Hayoung tampak merasa bersalah, Yuri menyadari itu. Ia pun tersenyum kepada Hayoung dan meyakinkan pada gadis itu jika ia memang baik-baik saja.

.

“Kajja Unni, sebaiknya kau beristirahat terlebih dulu”, Seohyun membantu artisnya itu berdiri dan menuju ruang ganti pakaian dan beristirahat sebentar sebelum melanjutkan scene berikutnya. Yoona juga menyusul keduanya.

.

.

.

.

—————–

“Sica~~”, Yuri mempoutkan bibirnya dan berbicara pada ponselnya.

.

Yoona dan Seohyun terlihat surprise dengan attitude yang Yuri tunjukkan. Ini pertama kalinya mereka melihat seorang Kwon Yuri seperti itu. Mereka juga sudah menebak bahwa Yuri berbicara dengan Jessica.

.

“Hmmm baiklah. Kau tidak pulang kemarin malam. Aku kesepian di kamar”, lanjutnya masih dengan tampang cemberut.

.

“Aish si monkey ini. Berhenti merengek, aku sedang sibuk”, kesal Jessica diseberang sana. Namun ia tidak serius dengan ucapannya, Jessica hanya mencoba bercanda dengan Yuri.

.

“YA! Kau mulai menyebalkan seperti Sooyoung Unni dan Hyo”, ungkap Yuri dan gadis tanned itu dapat mendengar tawa Jessica diseberang telpon.

.

Yuri kemudian tersenyum begitu menyadari bahwa Jessica kembali tertawa karenanya dan itu membuatnya bahagia.

.

“Okey Yul~ aku minta maaf. Haha, kau terdengar menggemaskan, huh? Jangan mempoutkan bibirmu lagi. Aku tahu kau melakukannya beberapa detik yang lalu”, tebakan Jessica memang tepat.

.

Yuri hanya cengengesan karena perkataan Jessica. “Kalo begitu, cepat pulang. Dorm terasa sepi”

.

“Iya aku akan pulang jika syuting sudah selesai. Apa kau ingin berbicara dengan Taeyeon?”, tawar Jessica.

.

“Aish, dia membosankan. Jangan memberikan ponsel ini padanya”, ancam Yuri dan lagi-lagi Jessica tertawa karena kekesalan Yuri.

.

“Kalian benar-benar bersahabat ya”, lagi-lagi Jessica menggodanya.

.

“Kau menyebalkan. Aku akan membuang kotak rokokmu jika kau menggodaku lagi”

.

“YAH!! Kalo kau berani melakukannya, aku akan pindah kamar”, teriak Jessica.

.

Yuri mendengus kesal. “Dan terkadang kau tidak mengasyikkan. Aku hanya bercanda saja” ucapnya sambil mempoutkan bibirnya lagi.

.

.

Tak berapa lama, staff memberikan kode lagi untuk mereka memulai scene berikutnya. Yuri sedikit kesal karena itu artinya dia harus mengakhiri pembicaraannya dengan Jessica.

.

“Sica, aku harus take. Talk to you later”

.

“Eoh, baiklah. Semangat untuk syutingnya Yul”, Jessica menyemangatinya dan itu cukup membuat mood Yuri tetap terjaga dengan baik.

.

Senyum mengembang dikedua pipinya, hingga pasangan Yoonhyun terlihat takjub dengan perubahan sikap Yuri yang seperti itu.

.

“Apa dia gila?”, tanya Yoona pada Seohyun.

.

“Aww”, Seohyun baru saja menyikut pinggangnya.

.

“Jangan bicara sembarangan. Kajja”

.

.

.

———————————

.

Di tempat lain….

.

Sooyoung baru saja membuatkan bubur untuk Sunny. Gadis mungil itu mengalami morning sick hebat pagi ini dan Sooyoung terus mendampinginya. “Ayo dimakan, setidaknya sedikit saja agar perutmu merasa lebih baik”, Sooyoung meletakkan lengannya di pundak Sunny dan membantunya untuk duduk diatas kasur.

.

“Gomawo Youngi”

.

Sunny menerima suapan itu. Meskipun makanan sudah masuk sedikit demi sedikit tapi rasa mual yang dia rasakan masih terasa hingga akhirnya Sunny kembali lagi ke dalam toilet. Sooyoung dengan sabar mengusap tengkuknya dengan perlahan agar Sunny merasa nyaman.

.

Mereka kembali naik ke atas tempat tidur namun kali ini diiringi tangis dari Sunny.

.

“Ssshh, tenanglah ini hanya sementara. Semua akan baik-baik saja, hmmm”, Sooyoung mengusap pipi gadis itu dan menghapus airmatanya.

.

“Aku merasa buruk”

.

Sooyoung memeluk dan menenangkan Sunny. “Jangan berkata seperti itu lagi, aku ada disini”, ucapan Sooyoung memang membuat Sunny lega tapi terkadang rasa sakitnya terhadap pengkhianatan sungmin belum bisa ia lupakan.

.

“Gomawo Youngi~ kau selalu ada untukku”

.

“Berhenti mengatakan terima kasih. Aku akan selalu disini”, Sunny mengangguk dalam pelukan Sooyoung.

.

Mereka menikmati moment sejenak itu. Selama ini keduanya sudah seperti kakak adik, namun itu hanya bagi Sunny. Berbeda dengan Sooyoung yang jatuh cinta pada gadis itu tapi Sooyoung tidak menginginkan persahabatan mereka menjadi rusak karena perasaannya.

.

Sooyoung melepaskan pelukan itu dan kembali tersenyum. “Kau akan cantik jika tersenyum. Jadi berhentilah menangisinya. Arraso?”

.

“Hmmmm ne Unnie~~”, ucap Sunny mencoba untuk tersenyum dan itu terlihat menggemaskan dimata Sooyoung.

.

“Such a cute girl, huh?” Sooyoung menggodanya.

.

“YA!!”

.

“Hahahahhahahhahaha” gadis jangkung semakin tertawa ketika Sunny blushing karena ucapannya.

.

.

.

***

.

Gadis blonde itu terlihat menahan kesakitannya lagi untuk kesekian kalinya. Ketokan pintu terdengar dari luar. Ia baru saja pulang dari jadwal individunya dan memilih pulang ke rumahnya yang berada di Incheon bersama sahabatnya. Tetapi ia kembali mengalami sakau yang cukup hebat.

.

“Hyo, apa kau sakit?”, suara cemas Nichole terdengar dari luar kamar mandi.

.

Beberapa menit yang lalu, Nichole menyadari bahwa tubuh Hyoyeon mengeluarkan banyak keringat. Padahal mereka hanya menonton tv dan tidak melakukan dance ataupun kegiatan yang mengeluarkan keringat.

.

“Aku baik-baik saja Nick”, teriak Hyoyeon untuk memastikan keadaannya pada Nichole.

.

“Apa kau yakin?”

.

“Eoh, aku akan keluar sebentar lagi”

.

Hyoyeon masih terduduk di dekat kloset dan meringkuk memeluk lututnya. Sekuat mungkin ia menahan sakau yang menyerangnya. Hyoyeon tidak mau mengulangi kesalahannya dan resikonya dia harus menanggung kesakitan ini.

.

“Tidak Hyo, jika kau memakai barang haram itu lagi maka kau akan terjerumus lebih jauh” Hyoyeon sedang berperang batin. Tubuhnya membutuhkan obat itu tapi pikiran Hyoyeon terus menentangnya. Jatuh ke dalam lubang yang sama, sama saja dengan bunuh diri.

.

Hyoyeon berpegangan pada ujung wastafel dan mencoba berdiri. Ia kemudian menatap kaca dan merapikan dirinya. Nichole menyambut Hyoyeon dengan tatapan kekhawatiran.

.

“Apa terjadi sesuatu di dalam? ”, tanyanya.

.

Hyoyeon menggeleng dan tersenyum. “Sepertinya hanya salah makan. Tenang saja”, bohongnya

.

Nichole yang tidak memilik firasat apa-apa, hanya percaya pada apa yang Hyoyeon katakan. Mereka kembali ke ruang tamu tapi kali ini Hyoyeon dibuat shock karena Nichole mengapit lengannya dan tersenyum.

.

“N—Nick…..”, Hyoyeon tergagap.

.

“Kajja”, senyum gadis itu tanpa tahu bahwa skinship barusan membuat jantung Hyoyeon serasa ingin keluar dari tempatnya.

.

.

.

.

—————————-

.

CUT…..

.

.

Suara sutradara baru saja menghentikan akting kedua pemeran didepannya. Mereka tersenyum satu sama lain sebelum menyelesaikan adegan itu. Keduanya tampak berjalan bersama menuju kursi tempat mereka istirahat.

.

“Kupikir kau cocok bermain drama, Tae” puji Tiffany pada akting Taeyeon barusan. Gadis dingin itu hanya tertawa mendengar pujian Tiffany.

.

“Jangan membuatku merinding mendengarnya, Phany-ah”

.

Tiffany ikut tertawa dan membuat gadis itu mengeluarkan crescent moon dari mata indahnya. Taeyeon yang melihatnya pun mengagumi dalam diam. Ia begitu takjub dengan keindahan mata Tiffany.

.

“Perfect”, batin Taeyeon memandangi keindahan Tuhan disampingnya ini.

.

“Terima kasih Tae, atas kerjasamamu. Aku bersyukur kita bisa seperti ini lagi”, Tiffany menatap Taeyeon tepat dimatanya

.

Darah Taeyeon mulai berdesir. Tatapan Tiffany membuat dunianya seakan terjebak dalam dunia Tiffany. Hanya mereka berdua, tidak lebih. “A—A—Ak—Aku………”

.

Ucapannya terhenti manakala Tiffany meletakkan tangannya diatas punggung tangan Taeyeon dan membawanya ke pangkuannya.

.

“Jangan mengatakan apapun lagi. Aku bahagia jika kita tetap seperti ini”

.

Taeyeon tidak membalas perkataan Tiffany, tapi perasaannya mulai lega disaat gadis pemilik bulan sabit tersebut mengatakan hal itu.

.

“Taeng, ini makanannya”, manajer dari Taeyeon membawakan dua kotak makan siang kepada artisnya itu.

.

Tiffany menatap heran saat Taeyeon menyerahkan satu kotak makanannya untuk dirinya.

.

“Makanlah ini Phany-ah. Aku membawakannya” seperti anak kecil yang sedang senang, Taeyeon mengambil sendok dan mulai menyantap makanan buatannya.

.

Tiffany melakukan hal yang sama. Ia sangat terkesan dengan masakan Taeyeon. “Ini enak sekali Tae, aku tidak tahu jika kau pandai memasaknya”

.

“Yeah, sometimes aku memasak jika aku ingin melakukannya”, jawab Taeyeon sembari sibuk menyantap makanannya.

.

Mereka menikmati makan siang itu dengan diisi pembicaraan-pembicaraan ringan. Terkadang Taeyeon mengejek Tiffany dan Tiffany akan memukul pundak gadis dingin itu jika kesal dengan ejekan Taeyeon.

.

Selesai makan, keduanya memandangi kesibukan kru yang mempersiapkan scene berikutnya. “Tinggal 3 hari lagi dan pekerjaan ini selesai”, ucap Taeyeon memandang lurus ke depan.

.

“Hmmm, kau benar. Tidak terasa semuanya akan segera selesai”

.

“Apa kita masih bisa bertemu, Phany-ah?”, nada Taeyeon terdengar penuh harap tapi pandangannya masih ke depan.

.

“Kita masih berteman Tae dan masih akan bertemu”

.

Tiba-tiba pembicaraan mereka berhenti ketika melihat Jessica yang baru saja kembali dari mobilnya. Gadis itu tak berniat melepas kacamata hitamnya. Taeyeon yang melihat Jessica pun, kini menoleh ke arah Tiffany yang berada disampingnya. Ia memergoki Tiffany memandang ke arah Jessica tapi ia dapat melihat kerutan heran didahi Tiffany.

.

Taeyeon memusatkan kembali pandangannya pada Jessica. Ia dapat menangkap gesture Jessica yang sedang memegangi perut bagian kirinya sedangkan Juyeon yang berada disebelah Jessica sedang sibuk menatap layar ponsel.

.

.

Bruugh…….

.

Dari kejauhan, keduanya melihat tubuh Jessica terjatuh ke tanah. Teriakan Juyeon mengundang perhatian semua kru. Dengan refleksnya, Tiffany berteriak. “Jessi~~”, dia segera berdiri dan berlari ke arah Jessica begitu pula dengan Taeyeon.

.

.

.

***

.

Tampak kekhawatiran dari wajahnya saat memandang wajah cantik dihadapannya ini sedang tertidur pulas dengan selang IV yang menancap di tangan kirinya. Gadis itu terus menggenggam tangan dingin Jessica.

.

“Pabo. Kau tak pernah menepati janjimu untuk makan dengan teratur”, ada isakan disetiap kalimat yang terlontar.

.

Dokter baru saja mengatakan bahwa kondisi Jessica sangat lemah akibat kurangnya asupan di dalam tubuh gadis itu. Jessica memang sering melupakan jadwal makannya, bahkan Juyeon pun tak bisa menanganinya. Tapi sejujurnya ada satu orang yang yang bisa menghentikan kegilaan Jessica. Siapa lagi jika bukan orang yang sedang menggenggam tangannya saat ini.

.

.

“Maafkan aku Tiffy, aku tidak bermaksud melupakan makan siangku”, Jessica memohon kepada kekasihnya agar tak marah lagi. Ia benar-benar lupa jika sudah berurusan dengan sesuatu yang Jessica sukai.

.

“Tidur di sofa dan renungi kesalahanmu”, Tiffany masih saja memungginya.

.

Jessica memeluk tubuh Tiffany dari belakang. “Kau tega membiarkanku kedinginan di ruang tamu?”

.

“Aku tidak peduli”,

.

Jessica semakin mempoutkan bibirnya ketika reaksi sang kekasih yang acuh padanya. Ia tak tinggal diam begitu saja. Jessica semakin memeluknya erat dan Tiffany bisa merasakan tubuh dingin Jessica berubah menjadi hangat.

.

“Maafkan aku, aku janji tidak akan melakukannya lagi, hmmm”

.

Tiffany menghela nafasnya. Jessica selalu tahu bagaimana memenangkan hatinya yang kesal. “This is the last time. I warning you, Jessi. Jika kau melupakan jadwal makanmu, maka kau ada tidur di sofa selama sebulan. Got it”

.

Jessica tersenyum lalu mengangguk seperti anak kecil yang mematuhi perintah ibunya. “Baiklah, aku janji” dengan begitu Jessica mengecup pipi kekasihnya itu.

.

.

.

.

“Selalu saja begini. Kau melupakan janjimu padaku, Jessi”, airmata Tiffany mengalir begitu saja melihat kondisi Jessica yang seperti itu. Wajah pucat Jessica terlihat sangat jelas.

.

Tok…tok…tok…..

.

Seseorang mengetok pintu ruang inap Jessica. Setelah kejadian ini, syuting video klip mereka ditunda hingga kondisi Jessica dinyatakan stabil. Tiffany dengan segera menghapus airmatanya dan melepaskan genggaman tangan pada Jessica.

.

Orang itu menyembulkan kepalanya di balik pintu. Dan itu Taeyeon.

.

“Hai”, ia menyapa Tiffany lalu perlahan masuk ke dalam ruangan itu.

.

Taeyeon berdiri disamping Tiffany dan memandang wajah tidur Jessica. “Kemana asistennya? Aku tidak melihat diluar?”, ucapnya mencoba membuka percakapan ini.

.

“Juyeon sedang berbicara pada dokter, dan belum kembali”, jawab Tiffany.

.

Taeyeon duduk di pinggir ranjang Jessica dan posisinya sedikit menyerong sehingga dapat menatap Tiffany yang sedang duduk dikursi.

.

“Apa kau sedih melihatnya seperti ini?”, pertanyaan Taeyeon membuat Tiffany menoleh ke arahnya. Wajah Taeyeon terlihat datar, tidak ada ekpressi disana.

.

“Tae”, Tiffany mencoba memperingatkan Taeyeon. Ia tidak ingin berdebat tentang hal ini.

.

Taeyeon terlihat menghela nafasnya. “Dia bahkan tak pernah memikirkan dirinya sendiri dan kebahagiaannya”, Taeyeon tertawa pahit sambil melihat Jessica. “Aku mengenal Jessica sebelum dia mengenalmu dan aku menyadari kenapa kau begitu mencintainya. Terlebih dia memiliki sesuatu yang tidak pernah bisa aku miliki dalam diriku”

.

“Berhenti Tae, aku mohon. Jangan memulai ini lagi”, suara Tiffany terdengar tegas namun volumenya lirih agar tak membuat suasana menjadi berisik.

.

Taeyeon kembali menghela nafasnya. Terkadang ia tak dapat mengontrol emosinya terlebih ketika itu menyangkut Tiffany dan Jessica.

.

“Lupakan. Aku tidak bermaksud seperti itu” ucapnya lagi.

.

.

Tanpa meraka sadari, bahwa pintu ruangan sedikit terbuka dan disana tampak sosok Juyeon. Ia ingin masuk ke dalam ruangan Jessica tetapi langkahnya terhenti ketika mendengar pembicaraan Taeyeon dan Tiffany.

.

Juyeon mengurungkan niatnya untuk masuk dan membiarkan dirinya mendengar percakapan itu. “Semuanya menjadi semakin sulit”, Juyeon menutup matanya sejenak lalu membukanya kembali. Ia memilih menjauh dari ruangan Jessica.

.

Sayangnya, diantara semua kejadian tadi, mereka tidak pernah tahu bahwa Jessica sudah sadar dari pingsannya sejak Tiffany berbicara seorang diri maupun pembicaraan Taeyeon dan Tiffany yang baru saja terjadi.

.

.

.

.

.

TBC…..

———————————–

Hai Hai ^^

Hayoooo ngefeel sama couple yang mana?? Hahahha

“Jangan memaksakan diri untuk komen hanya karena sebuah password” kekeke

See you~~

.

Annyeong!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

170 thoughts on “RAIN (7)

  1. kalo gw mah gak perlu bingung yaaaaa gw tetep dukung YULSIC. karna bagi gw yulsic forever………..!!! yulsic yulsic yulsic yess!!! ^^ aduuuuhh yuri kamu imuttt banget siiiihh udah gitu sweet… banget pas kasih handuk ke hayoung n lindungi hayoung dari bola ^_^

    Like

  2. Makin gilaaaaa!!! Jeti lebih greget apalagi jessi ninggalin fany bukan krna gak sayang fany tapi biar fany bisa sukses. Guys dan dia gak pamer ttg pengorbanannya.
    Makin sediiihhh, awalnya gue malah bete krna jessi malah pacaran sama jaejoong pdhl fany smpe kesayat gitu setiap liat dia.
    Fanypun masih sayang sama jessi walau idh disakitin. Ya ampun thooorrr Jeee gue suka banget cerita ini dan taeng yg biasanya egois cuma bisa nahan aja sakitnya digantungin fany hhuhuhu

    Jess denger kaaannn fany tiu stuck on you jess!

    Like

      • Hahaha lo jangan pesimis thor ini ff lo favorite gueee apalagi menurut gue kalo genre yuri ini kadi lebih real ngebayanginnya 😆💪 duuuhhh nunggu banget gimana jessi ke fany abis tau ttg taeny ini. Weeehhh apa dia masih sok ngorbanin perasaannya. Pdhl dua duanya sama” saling cintaaaa huaaaaaa pengen peluk lo yg buat ff ini thor j .. Lo berhasil bgt bikin imajinasi gue bertambah parah. Hahhaa gue biasanya locksmith banget tpi disini gue dukung jeti 😭😭

        Like

  3. Cinta segitiga taenysic makin klimaks. Cerita cinta mereka selalu deh menegangkan. Penasaran sama pilihan akhir nanti siapa yg bakal bersatu dengan siapa. Semoga aja sih sesuai harapan (taeny dan yulsic) haha
    Penasaran juga sama masa lalu nya jeti. Apalagi pas sica ngunjungin makam nya james hwang…

    Like

  4. Sica bnyak bnget maslahnya.. *hiks
    Njirr gw jdi brpaling ke jeti -__- feelnya dpt bgd..
    yulsic & taeny? Lain kali aja deh..
    Trnyata yg sakau itu hyo gw kira yul.. ckckck
    aku kra jg Hyo itu suka sma cwek yg lbh tua drinya (nmanya lupa) tp trnyta sukanya sma nic.. wkwkw

    Like

  5. Maaf thor kyk nya komen gw td untk kasus (?) hyo slah deh..😓
    mngkn di ff sblah, hyo ska sma cwek yg lbih tua. bkn d ff ini.. wkwkwk
    Ah jd bingung -___-

    Like

  6. Kasiann yaa jadi tae dsini huhu yg sabar yaa aku sihh dukungnyaa jeti balikan alasannya jess buat pisahan sama tiff itu tanda bingit kalau ini bakal jadi jeti yee kann kak hahha semogaa yul udah sama hayoung tinggal nyariin buat si tae aja wkwkkk hyo jugaa gws yaa
    Dlanjut kakk fighting

    Like

  7. Gw udah nyoba baca dan geli aja baca jetinya wkwkwkwk
    Omg.. Susah sekali dapet feelnya hahahaha
    Gw komen bukan buat dapet pw ko..
    Tapi karna gw menghargai lo yg udah susah” menyempatkan nulis di tengah kesibukan lo yg segede namsan hahahahaa
    Okelah gw tunggu the heirss
    Penasaran sama romeo soo dan juliet fany wkwkwk

    Like

  8. aq pilih jeti di sni..trnyta jessi msh syng bnget sm tiffy..jessi udah bnyk brkorban utk tiffy,rain juga..
    nah kan beneran tuh si hyo yg pake narkoba..

    Like

  9. Annyeong thor, aku reader baru *bow* (yaa meskipun aku merasa udah pernah mampir kesini, tapi aku lupa #LoL )

    Jeti!! duuhh, ini kapel kaporit aku dulu nih, meskipun sekarang aku YULSIC shipper hardcore tapi ngeliat perjuangan jess dan ngeliat sikap tiff yg kayanya masih cinta ama jess, aku jadi gg rela kl mereka endingnya gg bersatu, yaa meskipun aku juga berharap yulsic bersatu juga siih. #LoL

    Ohh iya, btw aku mau izin ngubek2 chap2 sebelumnya yaa thor, gomawo. *bow*

    Like

  10. Dr awal emank lebih ngefeel sama jeti..
    Thor please jangan pisahin jeti..
    Merka masih saling cinta.. cuma keadaan aja yg nggak mendukung..

    Like

  11. Annyeong, gw reader baru ^^
    Suka banget sama RAIN. Hmm gw yulsic shipper jadi gw maunya si ending nya yulsic walaupun gw agak ragu klo ending nya ys wkwkwk
    Ijin baca ff author yg lain ya thor 😀

    Like

  12. Ya walaupun gue teny shipper tapi gue merelakan jeti bersatu, mereka terlalu sakit untuk semua ini…sudahlah akhiri saja egomu jessi…ini bukan masalah shippernya tapi masalah hati huhu

    Like

  13. ya ampun jessie tersiksa banget kyk nya kalau masalah pekerjaan di tambah dengan fany..
    hyo kasian menderita karna ulahnya sendiri semoga cepet sembuh hyo!
    please tae jangan buat masalah makin sulit jangan mojokin fany karna masa lalu dengan sica. tapi kalau diliat untuk cerita ini lebih ngefeel ke pairing JeTi thor soalnya cinta mereka masih ada satu sama lain, tp disisi lain sica ga mau nyakitin tae untuk sekarang tolong buat sica bahagia kasian dia udah banyak berjuang. kekek gomawo~

    Like

  14. soo telaten ngerawat sunny…
    sica bebannya banyak banget…dan yul selalu ngehibur sica..sebaliknya di balik keangkuhan sica disitu ada kerapuhan…
    hyoo knapa jadi pecandu ..cpat sembuhh hyooo
    nyesekk yah jadi tae..kazian tae..sabar jajh weehh yaaaa…

    next…

    Like

  15. Entah mengapa kok aku ngefeel sama taengsic..*eh, jeti juga kok..greget banget, mestinya masih ada salah paham diantara taengsicfany..hmm padahal jessica udah berkorban banyak buat tiffany..semoga suatu saat mereka bisa balikan :3

    Like

  16. Noh pen gua tabok si jessie…. Yaolloohh klau msih cinta knpa tidak mmpertahankannya.
    Lihatlah tiffany sngat mencintaimu jenong #lebay
    terkadang gua ksian sma taeyeon….
    Dia seolah di bari hrapan sama patini hufff…
    Ttep semangat nulisnya thor. Baca ff lu berasa nyata. Bneran dahhhh

    Like

  17. jeti…jeti jjang.mrk slg melngkpi bhkn in real.sesak lht ap yg dilkukn sica utk org lain bhkn abaikn driny.soo sll th ap yg dirasakn sunny.next

    Like

  18. Di cerita rain, Jessi menjadi pahlawan untuk member dan kekasih nya. Dia akan melakukan apapun agar member rain dan tiffi bisa menjadi bintang yg terang bahkan lebih terang dari dirinya sendiri. Dia begitu perduli dgn mereka sampai tidak memerhatikan kesehatannya sendiri. Jessi tetap semangat hwaiting!!! ✊✊

    Like

  19. Lu tanya ngefeel ama couple yg mana J ?(boleh kan ya mnggil author ” J” ??
    Hahaha

    Yg mana yaa,
    Ya klo gag yulsic ya taeny
    Tp djadiin cinta segi4 gpp dg
    Yurii g pernah nyatain cinta ke sica sihh

    Like

  20. brengsek jessie ini duhhhh bagi satu yg kayak jessi dong… 😂 udah yul ma hayoung aja dehhh.. ini di akhir ruwet gitu ya duhhh jeti ini *gigit bantal*

    Like

  21. Sica wonder woman. Wooww.. Semua berada disekelilingnya dan dia selalu melakukannya sendiri tnpa mau melibatkan orang lain. Melindungi orang yg dia sayangi dan dia sendiri terluka. Kesal kalo pas dia egois, apa g ada orang yg bisa bikin dia berhenti menyakiti dirinya sendiri?
    Saya sedikit penasaran saat sica berkunjung ke pusaran daddynya tiffany, tiffany menyebutkan salam pada umma, jd umma yg dimaksud ummanya tiff juga? Berrti tiffany yatim piatu saat pacaram dengan sica?

    Like

  22. Jengjengjeng , ternyata yg sakau itu hyo . hyo berjuang ya , jgn sampai terjerumus lgi ya . wow ternyata aica ngedengar semua apa yg dikatakan sama fanny dan taeng , omg , gmana ya reaksi sica ? Yul dah kesemsem aja tuh sama sica , sicanya yah masi mentok aja sama fanny . rumit ya hububgannya .

    Like

  23. kok disini feel gue malah ke jeti ya, gilak setiap cerita & tulisan thor j bikin hati gue galau… Milih couple yg mana!
    hyo sakau? yaamoun jgn blg bakal jd masalah kedepannya huhuhu
    di RS terjadi cinta segitiga taenysic

    Like

  24. ju2r thor,, napa ya aq baca adegan fany ama jessy disini,,bayanganku mlah mlayang ke taeny. haha,, gara2 keseringan liat tae moment ama ff taeny kyakna aq hehe,, maaff

    Like

  25. Aigoo jadi hyo itu pemakai ? Syukur deh dia udah mencoba berhenti :v kok taeyeon malah semakin apa ya ? Egois ? Gue malah bingung, yang hamil sebenarnya sunny apa taeyeon weleh weleh 😐 yoonhyun momentnya makin banyak ahaaayy hehehe makasih ya thor 😉

    Like

  26. disini jeti yang paling mendominasi ya, porsinya lebih banyak mungkin ending nantipun jeti bakal bersatu, sebenernya sih pingin taengsic tapi ga mungkin 😦
    kapan-kapan buat taengsic dong kak, atau udah?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s