Protected: BUTTERFLY 17 (EPILOGUE)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

BUTTERFLY (16) Teaser and Clue Password

Tittle                : BUTTERFLY

Cast                 : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

Son Naeun

Im Yoona

Krystal Jung

Bae Irene

Seo Juhyun, Song Jieun, Nam Jihyun, Mark Tuan, James, and others

Genre              : Gender Bender, Action, Romance, Adult, Friendship, 18++

Credit Pic by K.Rihyo

 

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

————————————————————

.

.

Part 16

(ENDING TEASER)

Selanjutnya…

BUTTERFLY (15)

IMG_20160419_231512

 

Tittle                : BUTTERFLY

Cast                 : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

Son Naeun

Im Yoona

Krystal Jung

Bae Irene

Seo Juhyun, Song Jieun, Nam Jihyun, Mark Tuan, James, and others

Genre              : Gender Bender, Action, Romance, Adult, Friendship, 18++

Credit Pic by K.Rihyo

 

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

————————————————————

.

.

Part 15

Selanjutnya…

BUTTERFLY (14)

IMG_20160419_231512

Tittle                : BUTTERFLY

Cast                 : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

Son Naeun

Im Yoona

Krystal Jung

Bae Irene

Seo Juhyun, Song Jieun, Nam Jihyun, Mark Tuan, James, and others

Genre              : Gender Bender, Action, Romance, Adult, Friendship, 18++

Credit Pic by K.Rihyo

 

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

————————————————————

.

.

Part 13

Selanjutnya…

BUTTERFLY (13)

IMG_20160419_231512

Tittle                : BUTTERFLY

Cast                 : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

Son Naeun

Im Yoona

Krystal Jung

Bae Irene

Seo Juhyun, Song Jieun, Nam Jihyun, Mark Tuan, James, and others

Genre              : Gender Bender, Action, Romance, Adult, Friendship, 18++

Credit Pic by K.Rihyo

 

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

————————————————————

.

.

Part 13

.

WARNING: TIDAK UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR

.

.

BUTTERFLY

  • I don’t know what it is about you, that makes me want you so badly

.

Kupu-kupu adalah simbol dari kesempurnaan hidup dimana ia melewati banyak proses sebelum menjadi begitu mengagumkan. Dia lahir dan tumbuh dengan dikuasai nafsu dan keegoisan, namun ia begitu mengagumkan sehingga banyak orang yang menginginkannya. Tapi ia tak seindah kupu-kupu pada kenyataannya. Dia akan menjadi terlalu berbahaya jika kita bermain dalam dunianya.

.

.

.

————————-

.

Sunny berlenggang dengan bebas sepanjang koridor kediaman PM Hwang sedangkan puluhan pasang mata sedang melihatnya dan tak tanggung-tanggung menyodorkan pistol ke arah gadis itu. Namun Sunny tetap tersenyum.

.

Satu tangannya menodongkan pistol tepat di kepala Stephany. Wanita itu berjalan dengan tangan terikat dan mulut tertutup. Tak ada satu pun penjaga yang berani menyerang Sunny karena gadis itu bersama sang Nyonya besar, istri dari Bumsoo Hwang.

.

“Well, aku ingin bertemu dengan Perdana Menteri yang terhormat. Apa kalian bisa memanggilkan untukku?”, ujarnya dengan santai sambil memainkan penarik pelatuk di pistol yang sedang mengarah ke Stephany.

.

Salah satu pengawal yang merupakan ketua mereka terlihat menahan kegeramannya melihat tingkah Sunny yang biasa saja namun menantang. Dengan terpaksa ia membuka pintu yang berada di depannya.

.

Sunny dan Stephany berjalan masuk menuju sebuah koridor dan tepat diujung sana ada pintu yang masih tertutup. “Sebentar lagi kau akan bertemu suamimu. Ingat Stephany, aku tidak main-main soal pembicaraan kita selama perjalanan. Now, its your choice. I give you a chance to live”

.

Dengan tendangan kakinya, Sunny membuka pintu itu dengan kasar. Disana Bumsoo Hwang sedang duduk di kursi kebesarannya bersama beberapa pengawal yang berada di dekatnya. Begitu melihat suaminya, mata Stephany berbinar meskipun ada airmata. Ingin rasanya ia berlari dan memeluk pria yang sudah menikahinya itu.

.

PM Hwang sudah mengetahui kedatangan mereka karena komunikasi dengan para penjaga di luar. Sunny mendorong Stephany agar sedikit berada di depannya.

.

“Pasti anda merindukannya, Perdana Menteri yang terhormat. Atau bisa kupanggil Tuan Hwang”, ujar Sunny dengan senyuman mengejek.

.

PM Hwang meletakkan dagunya di kedua tangan yang ia taruh diatas meja lalu menatap ke arah Sunny. “Mungkin penjaga di luar sana tidak menghentikanmu karena mereka ingin melindungi istriku. Well, di dalam ruangan ini berbeda ceritanya. Aku bisa membunuhmu saat ini juga. Atau mungkin kalian bisa terbunuh berdua”

.

Saat itu juga 6 pengawal yang berada di ruangan ini menodongkan pistol ke arah Sunny. Di sisi lain, Stephany benar-benar terkejut dengan ucapan suaminya. Tangisnya kembali mengalir dalam diam saat menyadari bahwa sang suami tidak mempedulikan nyawanya atau mungkin dirinya.

.

.

.

“Berhentilah menangis. Kau membuang tenaga untuk sesuatu yang belum kau pahami”, ujar Sunny pada wanita yang sudah berstatus sebagai Nyonya Perdana Menteri.

.

Sunny melanjutkan kalimatnya. “Aku tidak mengerti seberapa besar rasa cintamu untuk pria tua itu. Tapi kupikir, menikah dengannya adalah suatu kesalahan besar. Kau bahkan tidak mengenal latar belakang suamimu dengan baik. Kau beruntung karena aku yang membawamu. Jika anggota yang lain, mungkin mereka tidak akan kasihan denganmu terlebih Taeyeon. Tinggalkan dia dan hiduplah dengan bahagia di luar sana. Itu pilihan yang ingin kuberikan padamu”

.

.

.

Sunny terkekeh mengejek. Ia melepaskan todongan pistolnya pada Stephany dan memainkan pistol itu dengan tenang. Lalu melirik Stephany sejenak kemudian kembali ke Bumsoo. “See? Aku sudah memberimu pilihan yang tepat, bukan?”, ujarnya memandang pria itu namun sebenarnya kalimatnya ditujukan untuk Stephany.

.

“Silahkan bunuh aku sekarang. Tapi kusarankan kalian tidak melakukan itu. Karena…..”, Sunny menghentikan kalimatnya lalu menggulung lengan baju di bagian kirinya. Disana ada sebuah tali tipis yang mirip dengan kabel dan berhenti di ujung nadinya. “Sekali aku tidak bernafas, maka bom-bom yang ada di gedung ini akan menghancurkan kalian seketika”, lanjutnya lagi disertai senyuman.

.

Sontak PM Hwang menggebrak mejanya dengan keras karena geram dengan ucapannya Sunny. Pengawal yang mendengar ucapan gadis itu, kembali menurunkan pistol yang mengarah ke Sunny. Gadis itu ternyata jauh lebih berbahaya dari dugaan mereka.

.

.

“Pakai ini, dan jalankan misimu”, jelas Taeyeon pada Sunny.

.

“What?”, bingungnya.

.

“Salah satu shadowku telah menyusup dan memasang beberapa bom di kediaman PM Hwang. Meledakkan gedung itu atau tidak, itu pilihanmu”, jelas Taeyeon.

.

“Okay, i know what you mean Taeng. Okay, aku akan melaksanakannya dengan baik”, jawabnya enteng tanpa takut dengan yang Taeyeon katakan.

.

.

.

“Woow, kenapa? Apa anda mulai menyerah, Tuan Hwang?”, senyum mengejek Sunny benar-benar menyebalkan dimata PM Hwang. Ia mengepalkan tangannya geram.

.

Door.

.

Sunny menembak salah satu pengawal dengan gampangnya karena tidak ada yang berani mengarahkan pistol ke arah dirinya. Ia kembali menembak satu pengawal lagi dan tersisa empat pengawal beserta PM Hwang.

.

Suara gedoran pintu menggema di ruangan. Para pengawal yang berada di luar dapat mendengar jelas suara tembakan.

.

“Jangan masuk ke dalam”, perintah PM Hwang melalui interkom yang berada di dekatnya. “Brengs*k!! Apa mau kalian huh?”, maki Bumsoo di depan Sunny.

.

Sunny tertawa renyah lalu memilih melepas bungkaman kain di mulut Stephany dan ikatan di tangannya.

.

“Sangat sederhana, tuan Hwang. Akui perbuatanmu di depan publik dengan apa yang kau lakukan 15 tahun lalu. Bukankah itu hal yang gampang?”, Ujar Sunny seraya memainkan ujung pistolnya dan diam-diam memasang peredam suara tembakan di pistol miliknya.

.

“Jangan seenaknya memerintahku. Tahu apa kau tentang hal itu huh?”

.

Door…Door….

.

Sunny menembak dua pengawal sekaligus. “Owww, anda terlalu kasar bicara di depanku Tuan Hwang”

.

Door….Doorr…

.

Sunny menembak dua pengawal lagi. Karena kejadian itu tiba-tiba, PM Hwang salah memperkirakan yang terjadi. Pengawal yang berada di luar tak bisa mendengar 4 tembakan itu karena pistol Sunny tak mengeluarkan suara. PM Hwang hendak memanggil pengawal yang di luar dengan interkom namun Sunny dengan cepat menembak alat itu hingga hancur.

.

“Kau terlalu bermain lama denganku, Tuan”

.

Sunny melompat ke arah PM Hwang dan menyerangnya. Dengan ahli bela dirinya, Sunny memukul tengkuk Bumsoo hingga pingsan. Dia segera mengeluarkan suntikan dari sakunya dan menyuntikkan cairan ke tubuh PM Hwang.

.

Stephany diam seribu bahasa. Ia terlalu shock melihat 6 pria dalam hitungan menit, sudah tak bernyawa karena ulah Sunny. Sedangkan sang suami, pingsan tak sadarkan diri. Belum usai shocknya, Sunny menarik tangan Stephany dan membawanya masuk ke dalam kolong meja kerja PM Hwang yang cukup untuk mereka bertiga.

.

“Tutuplah telingamu dan jangan mencoba melakukan hal yang konyol”, ancam Sunny.

.

Gadis itu mencabut kabel yang menempel dikulitnya dan berhasil mengeluarkan darah segar.

.

One two three”, gumam Sunny dan detik selanjutnya terdengar ledakan yang keras dari arah luar. Bahkan pintu ruangan PM Hwang yang kokoh dibuat hancur berantakan. Meja kerja PM Hwang menyelamatkan ketiganya dari efek ledakan itu.

.

Sunny segera keluar dan duduk di kursi kebesaran milik PM Hwang. Ia mengeluarkan sebuah sapu tangan dan mencoba mengikat lukanya agar darah tak terus mengalir. Saat Sunny kesulitan mengikat, sebuah tangan menolongnya. Siapa lagi jika bukan Stephany.

.

“Aku tidak mengerti apa tujuan kalian, tapi kalian benar-benar gila”, ujar Stephany seraya menguatkan ikatan di luka Sunny.

.

“Thanks”, kekeh Sunny. “Sejujurnya kau punya kesempatan membunuhku jika mau. Mereka juga, sayangnya mereka terlalu pengecut”, lagi-lagi Sunny terkekeh.

.

Pemicu bom yang ada di tubuh Sunny akan bekerja jika kabel yang menancap di kulitnya dicabut dan sebenarnya PM Hwang beserta pengawalnya bisa saja membunuh Sunny. Hanya saja mereka tertipu oleh ucapan Sunny, setidaknya Taeyeon tidak memberi Sunny pilihan untuk menghidupkan pemicunya dan menggantinya dengan nyawa milik Sunny.

.

“Aku bukan pembunuh. So, no thanks”, balas Stephany.

.

Sunny tersenyum. “Ternyata tebakanku tidak salah. Kau memang wanita yang sedikit angkuh, tapi aku menyukainya. Terlebih saat kau menentukan pilihan hidupmu”, ujar Sunny. “Sebaiknya kita pergi sekarang sebelum polisi tiba disini”, lanjutnya lagi dan membawa tubuh PM Hwang. Tentu saja dengan bantuan Stephany.

.

.

.

.

***

.

.

“Apa?”, Taeyeon terlihat clueless saat Yoong menyengir ke arahnya sesaat setelah Yoong menerima pesan dari ponsel miliknya.

.

“Sunny Noona baru saja menghancurkan kediaman PM Hwang”, kekehnya. “Mungkin sebentar lagi pemerintah akan memikirkan cara membangun kembali kediaman untuk Perdana Menteri selanjutnya”, lanjut Yoong lagi.

.

“Dia benar-benar gila”, Taeyeon ikut tertawa setelah mendengar ucapan Yoong.

.

“Sepertinya pria tua itu telah memancing amarah Noona”, balas Yoong lagi.

.

“Yeah, dia gadis yang sensitif”

.

“YAA!! Aku mendengar ocehan kalian tentang kekasihku”

.

Sooyoung berteriak. Namja itu sedang bersama Jessica di dekat jendela di arah barat sedangkan Yoong dan Taeyeon berada di jendela di arah timur. Mereka berempat sedang bersembunyi di gedung apartemen tua yang tak terpakai dan memantau sebuah gedung mewah yang jaraknya sekitar 500 meter dari gedung itu.

.

Yoong dan Taeyeon justru tertawa puas karena teriakan Sooyoung. Jessica yang sedang duduk, hanya menggeleng heran melihat kelakuan keduanya sebelum menegur dua namja itu.

.

“Yoong, Taeng”

.

Yoong dan Taeyeon langsung menutup mulut mereka dan menahan tawanya. Kemudian melanjutkan pengintaian mereka menggunakan teropong masing-masing ke arah gedung mewah. Sedangkan Jessica dan Sooyoung membicarakan strategi mereka.

.

“Apa bahumu sudah membaik?”, ujar Sooyoung disela pembicaraan mereka.

.

“Hmmm. Dan ini semua berkatmu”, Jessica tersenyum padanya.

.

Sooyoung yang melihat hal itu ikut tersenyum lalu meletakkan tangannya di atas kepala Jessica dan mengusap pelan rambut Jessica sehingga agak sedikit berantakan.

.

“Aku senang melihatmu yang seperti ini. Sica, aku serius dengan perkataanku sebelumnya. Setelah ini hiduplah dengan baik dan bahagia, hmmm”

.

Jessica menghela nafasnya lalu menatap mata Sooyoung yang penuh ketulusan. Keduanya saling terdiam, memandang satu sama lain. Tak terasa, Jessica mengeluarkan cairan krystal dari mata indahnya lalu ia segera mengusapnya agar tak menetes.

.

“Kau memang Choi Sooyoung yang menyebalkan”, jawab Jessica pada akhirnya. “Kalo begitu kau juga harus berjanji padaku untuk keluar dari misimu hidup-hidup. Kau dengar aku Choi Sooyoung?”

.

Sooyoung melebarkan senyumnya dan sedikit menyengir lalu mengusap kembali kepala Jessica dan mengacaknya. “Arraseo. Thats my promise”, balas Sooyoung dan keduanya tersenyum.

.

Derap langkah kaki dari arah tangga membuat keempat orang itu memfokuskan pandangan ke sudut tangga hingga akhirnya munculnya seorang wanita dari arah sana. Taeyeon memanggil wanita itu dan tanpa sadar tersenyum padanya.

.

“Kemarilah Phany-ah”, panggilnya agar mendekat ke arah dimana ia dan Yoong berada.

.

Baik Yoong ataupun Jessica dan Sooyoung yang berada di arah berlawanan serempak mengerutkan dahi mereka begitu mendengar panggilan Taeyeon untuk Tiffany. Namja itu langsung menyadari tatapan ketiganya.

.

“YAH!” kesalnya. “Aish, namanya terlalu susah untuk ku eja”, jelas Taeyeon.

.

Ketiganya langsung menutup mulut mereka dan menahan tawanya. Jessica dan Sooyoung menggeleng heran sedangkan Yoong tertawa puas walau tidak bersuara.

.

“Aish, jangan pedulikan mereka”, ucap Taeyeon pada Tiffany. “Lalu apa yang kau dapat Phany-ah?”

.

Tiffany mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan beberapa foto pada Taeyeon. “Di setiap sudut gedung, mereka memiliki 5 penjaga bertubuh kekar. Di setiap lantainya, mereka meletakkan kamera pengintai yang bergerak 5 detik sekali. Jika di total, ada 100 penjaga dan 20 kamera pengintai”, jelas Tiffany.

.

Yoong menatap takjub mendengar ucapan Tiffany. Gadis di hadapannya ini tak diragukan lagi mengenai kemampuan analisanya dan bisa membaca situasi dengan baik. Ternyata tittle pengacara terbaik memang pantas menempel padanya. Sedangkan Taeyeon mulai berpikir setelah mendapatkan informasi dari Tiffany.

.

“Kudengar lantai 5 hanya berisi ruang meeting ketika partai mengatakan pertemuan”, ujar Yoong.

.

“Ya, tapi mereka tidak ada jadwal pertemuan untuk hari ini”, balas Tiffany.

.

“Apa seseorang sempat mengenalimu?”, kali ini Taeyeon yang bertanya.

.

“Aku yakin tidak ada. Saat masuk ke gedung partai Republik, aku menyamar sebagai cleaning service”

.

Yoong dan Taeyeon mengangguk bersamaan.

.

“Terima kasih Phany-ah. Sekarang istirahatlah sejenak. Kita akan menunggu kelanjutan kabar dari Sunny”, jelas Taeyeon dan gadis itu pun menganggukkan kepalanya.

.

Di arah berlawanan, Jessica dan Sooyoung juga tampak serius mendengarkan percakapan mereka bertiga. Tiba-tiba Jessica memandang ke arah Sooyoung dengan mengerutkan keningnya.

.

“Kau benar-benar genius doctor, huh?” ujar Jessica ketika ia tadi menyaksikan gerak gerik Tiffany.

.

Sooyoung tertawa kecil. “Mungkin kau bisa menyebutku seperti itu, sayang”

.

Awwwww

.

Sooyoung mendapatkan pukulan di lengannya yang cukup keras karena candaannya. “Jangan sekali-kali kau melakukannya pada Sunny”, ucapnya serius namun Sooyoung mengerti maksud Jessica.

.

“Tidak akan”, namja itu menyengir. “Ah aku jadi merindukannya”, lanjut Sooyoung lagi dan Jessica langsung memutar bola matanya karena aneh melihat partnernya itu.

.

.

.

.

.

***

.

.

“APAAA?”

.

Ok Taecyeon terkejut dengan laporan kaki tangannya yang baru saja memberitahu bahwa kediaman PM Hwang hancur berantakan karena penyerangan dan ledakan bom.

.

“Stupid! Bagaimana bisa semua pengawal disana tewas? Apa dia tidak pandai memilih pengawal?” Kesal Taecyeon.

.

“Tapi PM Hwang menghilang, Tuan. Saya pikir beliau diculik oleh kelompok itu”

.

“Damn it! Mereka benar-benar sudah membuatku habis kesabaran. Perketat semua penjagaan di gedung ini dan segera laporkan pada polisi-polisi yang sudah kau bayar”, perintah Taecyeon.

.

Pria itu pergi dari ruangan. Taecyeon mengendurkan dasinya dan memandang ke arah pria paruh baya yang merupakan rekannya dari partai koalisi.

.

“Mereka benar-benar membuat masalah dengan kita, Tuan Park”

.

Tuan park memainkan gelas whiskey miliknya. Ledakan 2 hari lalu masih membuatnya selamat karena ruangan tuan Park di bangun dengan pondasi yang kuat sehingga ruangan itu tidak sampai hancur. Hanya mengalami kerusakan sedikit.

.

“Aku sedang memikirkan sebuah cara”, jelasnya. “Saat ledakan itu aku sedang bertemu dengan Kwon dan putranya. Tapi putranya menghilang dari gedung itu setelah ledakan terjadi, dan salah satu kamera cctv menangkap bahwa putra Kwon terlihat mengejar seseorang yang masuk ke arah emergency exit”

.

“Jadi maksud anda, kemungkinan besar namja itu melihat pelaku ledakan?”

.

Tuan Park mengangguk. “Eoh. Dia salah satu atlet anggar yang akan aku sponsori di New York. Jika kita menemukan Yuri, kita bisa menanyakan padanya”, jelas Tuan Park diakhiri helaan nafas.

.

“Lalu?”
.

“Sayangnya sampai saat ini keberadaannya tidak diketahui. Aku sudah memerintahkan beberapa orang untuk mencari keberadaan Yuri. Bahkan Kwon saja tidak tahu anaknya dimana. Jika dia menjadi korban ledakan itu, kemungkinan tewas akan sangat besar mengingat daya ledaknya. Namun polisi tidak menemukan mayatnya. Tapi jika dia selamat, kemungkinan akan mengalami luka sedang atau bahkan luka berat. Dan yang dipertanyakan adalah siapa yang membawanya keluar?”

.

“Apa anda memikirkan bahwa kelompok itu yang membawa namja bernama Yuri itu?”

.

“Kemungkinan iya tapi mungkin juga tidak”

.

Taecyeon menengguk whiskey nya sebelum berbicara kembali. “Kurasa Yuri ada di suatu tempat. Dan kita membutuhkan dia untuk mengatakan tentang pelaku peledakan gedung parta Sosialis”

.

“Aku rasa begitu. Sekarang kita tinggal menunggu hasil penyelidikan anak buahku. Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? PM Hwang menghilang dan kelompok itu bisa saja menyerang gedung ini”

.

Taecyeon meletakkan sikunya di atas meja kerjanya dan menopang dagunya lalu tersenyum penuh keyakinan.

.

“Jika mereka ingin datang kemari, maka kita harus menyambutnya dengan baik”, ujarnya disertai seringaian misterius yang tidak dimengerti oleh Tuan Park. Namun pria paruh baya itu percaya dengan kinerja Taecyeon.

.

.

.

.

***

.

.

Seorang gadis berusia 14 tahun berteriak meminta pertolongan agar tetangga sekitar mendengarnya. Namun daerah itu terlalu sepi untuk waktu selarut ini bahkan tak ada kendaraan yang melintas.

.

Karena tidak ada yang menolong, ia beserta Ummanya berusaha untuk membawa sang Appa yang sedang sakit dengan menuntun pria itu sambil berjalan di kedua sisi agar menopang beban Appanya. Sekitar 20 menit, akhirnya mereka tiba di ujung gang dan sudah keluar ke arah jalan raya.

.

Ia mencoba menghentikan taksi yang melintas namun tak ada satupun yang berhenti. Hingga terpaksa ia melambaikan tangan pada mobil ataupun kendaraan lain yang lewat.

.

Uhuukk….uhukkkk…

.

Ia memandang ke arah Appanya yang sedang terbatuk dengan cairan merah. Airmatanya sudah tak terbendung hingga akhirnya ia menangis. Tak lama, ia memutuskan cara terakhir agar segera mendapatkan tumpangan.

.

Langkahnya tergerak ke arah tengah jalan dan ia merentangkan kedua tangannya. Keduanya orangtuanya terkejut dengan yang dilakukan sang putri. Ummanya berteriak untuk menghentikannya namun gadis itu tak kunjung bergerak.

.

Sebuah cahaya menyorotnya dengan sangat terang dan dari kejauhan sebuah mobil melaju ke arahnya. Ia berteriak, berharap pengemudi mobil itu berhenti dan menolongnya. Doanya terkabul dan seorang namja keluar dari dalam mobil disusul seorang wanita berpakaian sexy yang menempel erat pada namja itu bahkan tak segan-segan mencium bibir pria itu.

.

“Kau ingin mati di depan mobilku, huh?”, ujar sang namja.

.

“Tolong kami…Kumohon, Appaku harus dibawa ke rumah sakit”, mohonnya dengan airmata yang semakin deras.

.

“YA. Gadis jalang! Kau menghalangi jalan kami”, Wanita sexy itu menanggapi ucapan gadis itu.

.

“Aku mohon”, ia berlutut di depan sang namja agar menolongnya. “Aku akan melakukan apapun, tapi kumohon tolong kami”

.

“YAH”, wanita itu hendak mendorong tubuh sang gadis dengan kakinya namun yang ia terima dorongan keras dari sang namja hingga ia terduduk di aspal. Gadis itu kaget melihat kejadian itu.

.

“Pergilah, sebelum aku menembak kepalamu”, namja itu melempar beberapa lembar uang pada wanita itu.

.

Tanpa banyak bertanya, ia menghampiri Umma dan Appa dari sang gadis dan membawa mereka masuk ke dalam mobil.

.

.

.

“Kami harus melakukan operasi. Kondisinya semakin melemah, namun sebelum itu uruslah biaya administrasi terlebih dahulu”, jelas sang dokter.

.
“Saya mohon dok, selamatkan suami saya lebih dulu. Saya akan membayarnya nanti, kami belum memiliki uang sebanyak itu”, mohonnya.

.

“Tidak bisa Nyonya jika anda belum—”

.

Kalimatnya tak selesai saat seseorang meraih kerah jasnya dan ternyata itu namja yang mengantar mereka. Tatapan mata namja itu penuh amarah. “Apa aku harus menyuapkan segenggam uang ke mulut anda agar anda puas huh? Kau tak melihat bagaimana ia memohon? Apa yang ada di otakmu sebagai dokter hanya uang saja daripada keselamatan pasien?”, ia mendorong sang dokter dengan kasar.

.

“Akan kubayar 10 kali lipat dan selamatkan pria itu atau aku yang akan membunuhmu”, ucapnya lagi. Dokter itu ketakutan dan segera memerintah pada timnya untuk segera menjalankan operasi.

.

“Terima kasih nak, terima kasih”, ucap sang Umma. Namja itu hanya mengangguk dan membantu wanita itu untuk berdiri. Ia lalu memandang ke arah gadis itu dan tersenyum.

.

.

.

1 month later.

.

“Kalian bisa tinggal di rumah ini lagi. Aku sudah membeli rumah ini dan membayar semua hutang kalian. Dan ini…”, ia menyerahkan sebuah kunci pada wanita paruh baya itu. “Rumah makan di pinggir jalan gang ini adalah milik kalian. Umma bisa memulai usaha dan menghasilkan uang”, ia tersenyum.

.

“Tapi nak…”

.

Namja itu menggeleng. “Aku akan sedih jika Umma menolaknya. Terimalah, masakan Umma sangat enak. Aku yakin rumah makan itu akan banyak pengunjung”

.

Sejak kejadian sebulan lalu, namja itu menjadi dekat dengan keluarga gadis itu. Melihat kebersamaan keluarganya, membuat sang namja ikut senang walaupun ada kesedihan mendalam yang ia rasakan karena merasa iri. Ia rindu memiliki kedua orangtua yang lengkap.

.

Sang Umma memberinya sebuah pelukan hangat yang ia terima dengan baik, begitu pula sang Appa yang terlihat sudah sehat kembali. Namja itu meminta keduanya masuk ke dalam rumah untuk beristirahat, meninggalkan namja itu dengan sang gadis.

.

“Oppa, kau terlalu banyak membantu. Bahkan aku tidak tahu bagaimana caranya membalas kebaikanmu”, jujurnya pada namja yang lebih tua darinya.

.

Ia mengusap airmata gadis itu. “Itu tidak sebanding dengan kebahagiaan yang aku dapat karena kedua orangtuamu memperlakukanku layaknya anak mereka. Aku sangat bahagia, terima kasih Naeun-ah”

.

“Seharusnya aku yang berterima kasih Oppa. Kau menyelamatkan hidup Appa dan keluargaku”, gadis itu justru menangis dan memeluk namja itu. “Apa yang harus kulakukan untuk membalasmu? Katakanlah, aku akan melakukannya bahkan dengan nyawaku”

.

Namja itu melepaskan pelukan mereka dan menepuk pelan puncak kepala Naeun dengan sayang. “Cukup menjadi Naeun yang kuat, cantik, dan baik hati”, godanya.

.

“OPPA~~”

.

“Hahahaha”, namja itu justru tertawa puas.

.

.

.

—————————–

.

“Memikirkan sesuatu?”

.

Naeun menoleh dan mendapati temannya itu duduk di sebelahnya. “Eoh, hanya mengingat masa lalu sejenak”, balasnya.

.

“Aku sudah bisanya menebak apa yang kau pikirkan”

.

Naeun terkekeh “Kau sok tahu, miss perfect”, ejek Naeun.

.

“Terima kasih pujianmu”

.

Keduanya tersenyum kecil menyadari candaan mereka. Gadis itu memberikan sebungkus permen kepada Naeun. “Rasa caramel, seperti ice cream favoritmu. Mungkin itu bisa sedikit membantu saat kau melakukan tugasmu”, Naeun menerimanya lalu tersenyum.

.

“Terkadang kau bisa bersikap manis seperti ini, huh? kupikir kau tidak akan memiliki sikap itu”

.

“Dont judge book by the cover”

.

“Yeah yeah. I know miss perfect”

.

Gadis itu berdiri dan menepuk pakaiannya sejenak. “Aku pergi dulu, sampe bertemu lagi Naeun-ah”, pamitnya dan mulai melangkah pergi namun Naeun memanggilnya hingga membuatnya menoleh lagi.

.

Naeun mengangkat bungkusan permen yang tadi diterimanya. “Terima kasih untuk ini. Semoga sukses dengan tugasmu. See you soon miss perfect”, Naeun terkekeh.

.

“Yeah, see you soon”

.

.

.

.

***

.

.

From: B-one

To: Big Boss

Angel 1, sudah berada pada posisi di Selatan gedung partai. Angel 2, sudah berada di dalam gedung di lantai paling atas. Dan aku sudah berada di daerah utama loby gedung.

.

.

From: Big Boss

To: B-one

Kami akan bergerak sekarang. Tunggulah tanda perintah dariku.

.

.

.

“Yoong, kau bisa bergerak sekarang”, perintah Taeyeon. “Aku dan Tiffany akan menunggu tanda darimu untuk masuk ke gedung”

.

Taeyeon memandang Jessica dan Sooyoung bergantian. “Kembali lah dan jangan sampai terluka”, ujarnya.

.

Sooyoung memberi tanda oke sedangkan Jessica memeluknya. “Jaga dirimu, hmmm”, balas Jessica.

.

“Lets go Hyung”, Yoong sudah bersiap dan segera pergi dari sana diikuti Taeyeon dan Tiffany yang akan menunggu di posisi yang aman sebelum menjalankan misi mereka. Sedangkan Jessica dan Sooyoung masih berada di tempat yang sama.

.

“Berapa menit yang kau butuhkan, Sica?”, tanya Sooyoung seraya mengatur waktu di jam tangannya.

.

“30 menit. Kita harus menyingkirkan 50 pengawal yang berada di lantai 1 dan 2”

.

Sooyoung mengangguk. “Taeyeon mengatakan tentang three shadow padaku sebelumnya. Apa yang dimaksud Taeng adalah bagian dari kita?’

.

“Eoh, mereka ada di sekitar kita. Kalo bisa aku menebak, kupikir mereka adalah para sniper handalan atau bisa jadi para fighter hebat. Yang jelas mereka lebih berbahaya karena mampu melindungi Taeyeon. Well, dia pandai memilih soal ini daripada wanita”  Jessica terkekeh dengan ucapannya sendiri

.

“Wow, aku tidak tahu soal ini. Taeyeon benar-benar sesuatu, huh?”

.

“Yeah”, balas Jessica singkat. “Kau siap Soo?”

.

“Sure. Aku akan mengambil sisi kiri, dan kau bisa mengambil sisi kanan”

.

“Oke, kajja”

.

.

.

.

——————————

.

From: Sunny Noona

Yoong, lakukan giliranmu. Fighting ^^

.

.

Yoong terkekeh saat mendapat sms dari Sunny. Namja itu memasang earphone di telinganya sebagai alat komunikasi dengan yang lain. Selesai dengan segala amunisi, Yoong berjalan santai menuju gedung partai Republik layaknya anggota partai.

.

Saat tiba di depan pintu utama, seorang pengawal mencegahnya dan Yoong segera menunjukkan ID palsu yang bisa diakses. Saat pengawal itu sibuk dengan ID nya, Yoong menyuntikkan sesuatu di lengan kiri pengawal itu dengan sebuah alat kecil yang memiliki jarum tanpa disadari oleh pria itu.

.

“Jika anda ingin menemui sekjen partai, beliau ada di lantai 3. Namun sebelum itu, anda harus ke resepsionis”, ucapnya sopan.

.

“Baiklah, terima kasih”

.

Yoong tersenyum sejenak sebelum melangkah masuk melewati pintu kaca otomatis tersebut. Ia tak lupa menekan tombol di jam tangannya, memberitahu pada anggota lain bahwa ia sudah masuk ke dalam gedung.

.

Namja itu menyapa sang resepsionis dan menunggu di sofa yang telah disiapkan. Yoong mulai menscan semua suasana yang ada di sekitar gedung, mulai dari cctv, posisi para pengawal, dan akses gedung.

.

Beberapa saat kemudian, resepsionis mempersilahkannya naik ke lantai 3 melalui lift. Namun Yoong tidak menuju lantai itu melainkan lantai 5 dimana pusat operator cctv dan alarm berada. Namja itu sudah berganti pakaiannya.

.

“5 menit sebelum prediksi aku tiba di ruang sekjen”, gumamnya melihat jam tangan.

.

Yoong mulai berpacu dengan waktu sebelum mereka menyadari siapa dirinya. Ia bergegas ke pusat operator. Disana ada 4 penjaga dan semuanya tewas karena timah panas yang Yoong tembakkan tepat di kepala. Ia baru saja menggunakan pistol dengan peredam suara.

.

Begitu duduk di kursi, Yoong segera mengirimkan sinyal kepada Jessica dan Sooyoung yang akan menyerang melalui pintu belakang.

.

“Hyung, Sica Noona dan Soo Hyung sudah bergerak. Mereka mengatakan 30 menit, bersabarlah selama itu”, ujarnya melalui earphone yang dikenakan.

.

“Okay, got it”, balas Taeyeon.

.

Tidak membutuhkan waktu lama ketika Yoong mengetikkan sesuatu di komputer sebelum akhirnya menekan tombol enter. “No cctv, no alarm”, kekehnya lagi sebelum akhirnya meninggalkan ruangan itu.

.

Di bagian pintu belakang….

.

Beberapa pengawal sudah terbunuh. Jessica menggunakan pisaunya untuk menghabisi musuh sedangkan Sooyoung dengan pistol tanpa suaranya. Mereka bergerak perlahan demi perlahan agar tidak terjadi keributan.

.

“Berapa yang kau dapatkan Soo?”

.

“11 Sica. Bagaimana denganmu?”

.

“Good. Aku baru saja menyelesaikan yang ke 14”, jelasnya tanpa Sooyoung tahu bahwa Jessica berkomunikasi dengannya seraya membunuh satu pengawal lagi. “Sisa 25 Soo, jangan gegabah”, Jessica mengingatkannya

.

“Arraseo, akan ku selesaikan secepatnya”

.

Jessica kembali ke titik point pertamanya dan keluar meninggalkan gedung, menyisakan 25 pengawal untuk Sooyoung hadapi. Sedangkan ia begerak ke arah bangunan sebelah utara untuk melakukan misi lain disana.

.

.

“Aish, kenapa 30 menit? Biasanya mereka akan menyelesaikan lebih singkat dari ini”, Taeyeon menggerutu sambil melihat jam tangannya. Sudah 15 menit sejak Sooyoung dan Jessica bergerak. Namun namja itu mulai tak sabaran untuk masuk.

.

Taeyeon menoleh ke arah samping dan mendapati Tiffany yang tampak diam namun serius menatap ke arah gedung partai. Meihat hal itu, lagi-lagi Taeyeon menghela nafasnya merasa sedih.

.

“Dia benar-benar seperti robot” pikir Taeyeon sambil menatap Tiffany dengan intens meskipun gadis itu tak menyadarinya.

.

.

.

“Kau tahu apa yang sedang kau libatkan, Taeng? Jangan bertindak di luar batasmu”, Jessica memperingatkannya. Taeyeon tahu apa yang dimaksud Jessica.

.

Taeyeon tidak menjawab, ia memilih untuk diam dan hanya bisa menghela nafasnya.

.

“Kau bisa mengubah keputusanmu kapanpun itu. Tapi setelah kau menentukan pilihan itu, maka menjauhlah dari misi ini dan jangan ikut terlibat”

.

Taeyeon menggeleng cepat. Sejujurnya ia kesal dengan pilihan itu. “Tidak, aku tidak akan mengubah keputusan itu”, ucapnya dengan yakin.

.

Jessica tersenyum. “Semuanya akan selesai setelah ini, Taeng”

.

.

.

Huft.

.

Ia menghela nafasnya lagi dan mengalihkan pandangannya dari Tiffany ke arah gedung partai. .

.

“Mianhe”, lirihnya.

.

.

.

.

TBC

.

——————————–

Good Morning

Gue update nih. wkwkwk

Semoga nggak bosan menunggu Butterfly nya tamat hehehe

Selamat Membaca ^^

See you di Indestructible XD kekekeke

Annyeong

.

.

by: J418

.

.

*bow*

Teaser…. (BUTTERFLY Part 12)

BUTTERFLY (TEASER Part 12)

.

.

.

.

WARNING: TIDAK UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR

.

.

BUTTERFLY

  • I don’t know what it is about you, that makes me want you so badly

.

Kupu-kupu adalah simbol dari kesempurnaan hidup dimana ia melewati banyak proses sebelum menjadi begitu mengagumkan. Dia lahir dan tumbuh dengan dikuasai nafsu dan keegoisan, namun ia begitu mengagumkan sehingga banyak orang yang menginginkannya. Tapi ia tak seindah kupu-kupu pada kenyataannya. Dia akan menjadi terlalu berbahaya jika kita bermain dalam dunianya.

.

.

.

————————-

.

“Sica aku mencintaimu”

.

.

.

“Aku ingin menjaga perasaan Appamu, Yul. Kau satu-satunya putra yang dia harapkan”, jelas Jessica.

.

Yuri menatap Jessica yang mengangguk padanya. Berharap Yuri mengerti dengan situasi mereka. “Aku tahu, maafkan aku Sica”

.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Yul. Aku juga mencintaimu”

.

Jessica tersenyum lagi begitu pula dengan Yuri. Jika dunia tidak boleh melihat mereka bersama, maka mereka akan membuat dunia sendiri. Hanya ada seorang Jessica dan Kwon Yuri.

.

.

.

.

—————————–

.

“Hentikan!”

.

Gadis itu mendorong kaki namja muda yang menginjak tubuh wanita paruh baya itu. Ia berusaha menyelamatkan wanita yang sudah menjadi Ummanya itu.

.

Namja muda itu terpancing emosi dan balik berbuat kasar pada gadis kecil itu hingga tubuhnya merasakan kesakitan.

.

“Bawa mereka semua”, perintahnya pada anak buahnya.

.

Sebelum namja itu keluar dari rumah sederhana itu, ia memandang tubuh pria paruh baya yang beberapa saat lalu ia bunuh dengan pistolnya dan tertawa mengejek sebelum akhirnya meninggalkan tubuh tidak bernyawa itu.

.

.

.

.

————————

Taeyeon menghela nafasnya. Ada guratan kesedihan yang tak bisa dia singkirkan saat ini. Rasanya ia ingin lenyap saja, tapi memikirkan itu membuatnya terlihat seperti pengecut.

.

“Dimana Sooyoung?”, pandangannya lebih tepat mengarah pada Sunny.

.

Sunny tersenyum. “Kau pasti sudah tahu jawabannya Taeng”

.

.

———————

.

“Hey”

.

Namja itu menghampirinya. “Bagaimana tidurmu?”

.

“Cukup nyenyak”, balasnya singkat.

.

Keduanya sama-sama terdiam. Sibuk dengan pemikiran masing-masing.

.

“Mungkin misi terakhir ini, tidak semuanya dari kita akan selamat. Tapi aku akan pastikan kau bertahan hingga akhir. Setelah itu, berjanjilah padaku. Tolong hiduplah dengan bahagia” ujar namja itu dengan tulus.

.

“Kita semua akan selamat dan kembali bersama. Jangan katakan itu”

.

“Aku hanya memikirkan yang terburuk yang bisa terjadi”, ia berdiri dan menampar namja itu dengan cukup keras.

.

Tatapannya penuh amarah. “Tidak akan ada lagi korban dari pihak kita!”, ucapnya dengan tegas.

.

Pandangan namja itu semakin melembut. “Kalo begitu akhiri dendam ini dan hiduplah dengan baik. Aku membiarkanmu pergi karena aku ingin kau bisa hidup dengan pria yang tepat dan memiliki masa depan”

.

.

.

.

———————–

.

“APA?? Kenapa? Ada apa?”

.

“Sepertinya dia—”

.

“Jatuh cinta. Ya aku tahu tentang itu”

.

“Tapi aku khawatir padanya”

.

.

.

.

————————

HAI ^^

Udah siap buat #FlyWithJessica ??? XD Eh maksudnya Butterfly hihihi

Teaser di atas adalah sebagian kecil gambaran kasar untuk chapter 12 yang akan diprotect.

BUTTERFLY PART 12 akan gue rilis hari Rabu jam 5 sore XD Soalnya hari ini sama besok, gue sibuk.

Buat reader yang udah email atau twitter, gue udah terima. Gue bakal balas sebelum Part 12 dirilis. Jika sampai part 12 sudah dirilis dan gue gak balas email, artinya ID lo gak memenuhi syarat.

Syaratnya seperti yang udah gue bilang sebelumnya: ID yang lo pake buat komen harus ada di part 1-11.

Gue gak mempermasalahkan lo siders tobat atau reader baru. Gue udah bilang berkali2, jadi reader atau siders itu pilihan. Dan lo gak harus baca semua ff gue. Terserah mau ngikutin ff yang mana, yang jelas kalo mau minta pw di ff tersebut, berarti ikut aturan.

See you.~~

Annyeong!!

.

.

by: J418

.

.

*bow*

BUTTERFLY 11

IMG_20160419_231512

Tittle                : BUTTERFLY

Cast                 : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

Son Naeun

Im Yoona

Krystal Jung

Bae Irene

Seo Juhyun, Song Jieun, Nam Jihyun, Mark Tuan, James, and others

Genre              : Gender Bender, Action, Romance, Adult, Friendship, 18++

Credit Pic by K.Rihyo

 

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————–

.

.

Part 11

.

WARNING: TIDAK UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR
Selanjutnya…

BUTTERFLY (10)

IMG_20160419_231512

Tittle                : BUTTERFLY

Cast                 : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

Son Naeun

Im Yoona

Krystal Jung

Bae Irene

Seo Juhyun, Song Jieun, Nam Jihyun, Mark Tuan, James, and others

Genre              : Gender Bender, Action, Romance, Adult, Friendship, 18++

Credit Pic by K.Rihyo

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————–

.

.

Part 10

Selanjutnya…