DRABBLE

#Drabble 18

.

.

Dibalik jendela kamar, salju-salju putih tampak menari dengan leluasa dan membuat jalanan desa mulai tertutup olehnya.

.

“AH~~~~ kopi hangat memang yang terbaik di pagi hari”

.

Namja itu tersenyum puas menikmati sarapannya yang sederhana. Dengan sweater putih yang dikenakannya, ia mengambil coat cokelat yang tergantung di sisi lemari. Sembari bersenandung, ia bersiap memulai harinya.

.

“Taeng Hyung!!! Apa kau akan pergi ke balai desa?”, sesosok anak laki-laki menyapanya dari sepeda yang tengah ia kendarai tanpa berniat berhenti.

.

“Eoh. Pergilah dan hati-hati. Aku akan berjalan kaki”

.

Anak laki-laki itu mengerti. Taeyeon mulai melangkahkan kakinya di jalanan desa. Sesekali ia menoleh ke arah hamparan sawah kering yang telah tertimbun salju.

.

.

Desember bersalju

Bulan yang selalu dinanti setiap tahunnya

Jalanan putih ini menjadi saksi

Jejak-jejak langkah kaki yang tertinggal

Dengan ringan tanpa beban seperti musim-musim lainnya

Bagiku, musim ini terlalu sempurna

Sesempurna dia yang berjalan melewati jalan yang sama dengan menarik koper miliknya

Karena saat musim salju

Dia akhirnya datang kembali

.

.

.

.

.

.

“Biarkan aku membantumu”

“Oh, Taeyeon-ah”

Senyumnya kini tampak ia sembunyikan dan tak berniat menunjukkan perasaan bahagianya saat ini.

.

“Apakah tahun ini sebulan lagi?”, Taeyeon bertanya.

.

“Eoh, aku akan menikmati liburanku disini. Berlibur di rumah nenek adalah hal yang terbaik”

.

“Katakan jika kau membutuhkan bantuanku. Kita tetangga”

.

Kalimat yang sama berulang terus menerus setiap tahunnya.

.

“Gomawo. Aku menghargainya”

.

.

.

.

Kini langkah itu terasa semakin ringan. Percakapan kaku tak menyurutkan keduanya untuk tetap mengobrol hingga tempat tujuan.

.

Mereka hanya bertemu setahun sekali, itupun jika sang gadis pergi berlibur akhir tahun di desa ini.

.

Salju selalu terasa hangat. Begitulah benak Taeyeon berbicara sembari melirik kecil ke arah gadis sempurna disampingnya.

.

.

“Kuharap salju tidak begitu tebal. Aku ingin berjalan-jalan mengelilingi desa “

.

Anggukan Taeyeon cukup membuat gadis itu paham akan reaksi yang diberikan Taeyeon kepadanya.

.

“Apa Yuri tidak datang ke tokomu?”

.

“Dia tidak akan datang hari ini. Dia sibuk menyiapkan acara di balai desa. Aku akan ke sana untuk bertemu dengan yang lainnya”

.

“Apa aku tidak diperbolehkan datang?”

.

“Tentu saja kau boleh ikut” jelas Taeyeon

.

“Tidak mau”

.

“Huh? Wae?”

.

“Karena kau tidak mengajakku dan aku yang bertanya lebih dulu”

.

“Ah ani… maksudku…. a–aku aku bermaksud—“

.

Kalimat Taeyeon terputus begitu saja sebuah tangan meraih koper yang dipegangnya. Gadis itu berjalan lebih dulu darinya dan memasuki pekarangan rumah sang nenek.

.

Sesampai di pintu masuk, ia menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.

.

“Aku akan mengganti pakaianku. Jangan berpikir untuk pergi duluan”, pintu rumah terbuka dan gadis itu masuk tanpa ragu. Dalam sekejap, punggungnya menghilang dari pandangan.

.

.

Taeyeon mengangguk tanpa ada siapapun yang melihatnya. Senyumnya kini tampak lebar dan sekali lagi, tak ada siapapun yang melihatnya. Menunggu gadis itu keluar dari rumahnya.

.

.

.

.

Hari ini aku kembali melihatnya

.

Menunggu setiap tahun, tak selalu menjadi masalah

.

Wajahnya, suaranya, dan mata indahnya akan tetap sama.

.

Cantik dan sempurna

.

.

.

.

.

.

.

“Oh Tiffy, kau sudah kembali”, suara teriakan gadis yang bersama Yuri berhasil mencuri perhatian.

.

Semua orang di balai desa kini menoleh ke arah yang sama, dimana ada dua sosok yang baru saja menampakkan diri.

.

“Hai Jess”, sapanya balik kepada gadis berambut blonde yang saat ini memeluknya.

.

“Wah, kukira hanya kau yang akan telat Taeng. Barusan aku memikirkan cara untuk menghukummu”

.

Taeyeon mengendikkan bahunya saat mendengar ucapan Yuri. “Aku sedang menjadi tour guide. Jadi kau tak bisa seenaknya”, ujarnya sembari tertawa kecil dan Yuri pun ikut tertawa atas jawaban konyol temannya itu.

.

“Baby, jangan membuat Fany berdiri disitu saja. Kemarilah, sebentar lagi acara dimulai”

.

Jessica dan Tiffany saling memandang dan melempar senyum. Keduanya pun ikut bergabung bersama warga desa lainnya yang sudah berkumpul.

.

.

.

Tawanya yang lugu

.

Suaranya yang merdu

.

Terus menerus mengusik batin selama bertahun-tahun

.

Tanpa perlu ucapan manis untuknya

.

Salju-salju yang turun akan selalu tahu bahwa aku menyukainya

.

Ani, aku mencintainya. Selalu dan selalu.

.

Phany-ah…

.

Tetaplah bahagia seperti itu

.

Entah suatu saat aku yang bersamamu

.

Atau kau menjadi milik orang lain

.

Satu yang ku tahu saat ini

.

Jelas bahwa aku mencintaimu

.

.

.

.

.

———————————————-

Hai Haiiiiii

Semoga Drabble ini berkenan ^^

See y~~~

.

by: J418

.

*bow*

DAFTAR FANFICTION, DRABBLE

#Drabble 17

“YAA!!”

Namja itu berteriak kesal pada sahabatnya. Waktu senggang yang harusnya ia nikmati jadi terganggu.

“Oh ayolah Taeng. Aku jamin kau tidak akan menyesal”

Namja bernama Taeyeon itu kembali mendesah kesal.

“Hentikan kegilaanmu dan biarkan aku menikmati waktuku ini. For god Sake, Kim Hyoyeon. Aku baru sehari tiba di Seoul, dan kau benar-benar menjadi penggangguku”

“Aigoo~~ 4 tahun di Amerika, kau semakin tidak asyik. Aku hanya membantumu buddy”, ucapnya sembari mengejek kecil agar sahabatnya itu tak terlalu serius.

Taeyeon memutar bola matanya, pertanda ia masih sangat kesal.

“Menjauh dariku, atau aku akan membunuhmu”, jelasnya geram.

Mengerti maksud Taeyeon, Hyoyeon pun mengangkat kedua tangannya pertanya menyerah. Namun sebelum meninggalkan kafe, ia mengatakan sesuatu pada Taeyeon.

“Kau tidak akan menyesal, Taeng”

Begitu Hyoyeon menghilang dari pandangannya, ia menghela nafas kasar.

“Khaa~~~ dasar playboy Seoul”, ujarnya pelan mengingat sahabatnya itu.

Taeyeon beranjak dari kursinya dan menuju ke meja kasir untuk memesan menu. Dalam bayangannya, ia sudah menginginkan sebuah cake yang lezat dan ice machiato kesukaannya. Tak lama, suara musik mengalun merdu di dalam kafe dan ia sangat mengenal lagu itu.

.

Sunday morning, rainis falling

Steal some covers, share some skin

Clouds are shrounding us in moment unforgettable

You twist to fit the mold that I am in

But things just get so crazy

Living life gets hard to do

And I would gadly hit the road

Het up and go if I knew

That someday it would lead me back to you

That someday it would lead me back to you

Sembari bersenandung, Taeyeon hampir tiba di meja kasir. Ia pun menyapa pegawai kafe sejenak lalu mendongakkan kepalanya sedikit untuk mencari menu yang sedari tadi sudah ada dibenaknya.

“Hmmm, satu cheese cake dan—-“

Suaranya tertahan. Tatapan Taeyeon teralihkan oleh satu sosok yang hanya 3 meter berdiri darinya. Sudah dipastikan sosok itu sedang menunggu pesanannya.

OH MY GOD

Sekujur tubuh Taeyeon mendadak berdesir. Jantungnya berdegup dan matanya seakan menemukan pemandangan yang indah. Terutama indera pendengarannya, kini terasa sejuk. Gadis itu ikut menyanyikan lagu kesukaannya yang sedang diputar di dalam kafe.

That my be all I need

In darkness, she is all I see

Come and rest your bones with me

Driving slow on Sunday morning

And I never want to leave

Ya Tuhan! Kesempurnaan macam apa ini? Taeyeon tak berkedip sedikitpun. Matanya terpaku pada sosok itu. Ada keindahan dan kesempurnaan disana. Wajah yang cantik, hidung yang runcing, dan bibir tipis yang memabukkan mata. Semua keindahan itu dilengkapi dengan rambut panjang bergelombang dan senyuman menawan.

“Maaf tuan, satu cheese cake dan apa minumannya?” Suara pegawai kafe sedikit membuyarkannya. Namun mata Taeyeon tak beralih sedikitpun.

“Hot….”, ujarnya pelan.

“Maaf tuan??”, ulang si pegawai.

“Hot Caramel Machiato”, lanjut Taeyeon menyelesaikan ucapannya.

Setelah menyelesaikan pembayarannya, Taeyeon pun hendak melangkah ke sisi dimana ia harus mengambil pesanannya sama seperti gadis yang sedari tadi mencuri perhatiannya.

Namun sayang, suara lain menyadarkan situasinya.

“Jessica-ssi, ini pesanan anda”, seorang pegawai memberikan sebuah kantong plastik berisi pesanannya.

“Terima kasih”

Gadis itu pun tersenyum lalu beranjak meninggalkan tempat tersebut. Tiba-tiba Taeyeon merasa langkahnya terasa berat. Ia berniat menyapa gadis itu, namun cinta pandangan pertamanya sudah meninggalkan kafe.

“Taeyeon-ssi, ini pesanan anda”

Taeyeon mengangguk dan berterima kasih. Tapi pandangannya tetap mengarah ke pintu kafe. Ada harapan kecil di hatinya, bahwa gadis itu mungkin akan kembali. Tapi nyatanya tidak.

“Jessica”, ia teringat nama itu. Nama yang dipanggil pegawai kafe beberapa saat lalu.

“Sepertinya dia sering kemari”, batinnya. “Kalo begitu, aku akan terus datang sampai bertemu lagi dengannya”, lanjutnya di dalam hati.

Taeyeon pun tersenyum puas lalu terkekeh kecil karena ide briliannya. Tangannya meraih machiato pesanannya dan ia meneguknya.

AAWWWWWWW

Seketika, senyum di bibirnya berubah. Ia meringis karena merasakan lidahnya seakan terbakar. Ia hendak protes kepada pegawai kafe, namun struk ditangannya membuat Taeyeon membelalak.

1 cheese cake

1 hot caramel machiato

“OH DAMN!! Stupid Kim!!!”

—————————–

Hai hai everyone

Wow its been long time ago

Gue menyadari udah sekian lama nggak bisa update. :((

But gue masih belum nutup wp ini. Semoga siapapun kalian yang mampir dan masih membaca wp ini, terima kasih banyak.

Stay safe everyone. Gue lagi mencoba update FF Baru yang mungkin akan secepatnya diupdate. ^^ see youuuu

DRABBLE

#Drabble 16

Tittle                : DRABBLE #16

Copyright © royalfams418.2019. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————-

.

.

.

Suatu sore, di taman penuh bunga yang bermekaran. Seorang anak laki-laki berjalan dengan langkah ringannya sambil bersenandung lagu favoritnya.

“Yoong~~”

Lambaian tangan dari gadis kecil yang sedang duduk di kursi taman membuyarkan aktivitasnya. Dengan senyuman lebar, ia pun membalas panggilan itu dengan manis.

“Hai Hyunie~~ Apa kau sudah lama disini?”

“Lumayan, Yoong. Aku datang bersama Yul Oppa”, jelas sang gadis kecil.

“Ah, kau bersama Oppamu. Lalu kemana dia?”

“Lagi main bebek air disana”, Hyunie menunjuk ke arah yang dimaksud.

Di tengah danau yang luas, beberapa bebek air terlihat mengapung disana. Artinya ada beberapa orang yang sedang menikmati danau itu sambil mengayuh si bebek air dengan santai.

“Kenapa kau tidak ikut Yul Hyung? Bukankah menyenangkan jika bermain bebek air?”

Hyunie menggeleng pelan. “Aku tidak mau mengganggu waktu kebersamaan Oppa dan Sica Unnie”

“APAAAA? Jadi Nunaku ada disini? Sedang bersama Oppamu?”

Yoong tiba-tiba meradang. Ia kesal karena teringat kejadian beberapa saat lalu sebelum pergi dari rumah. Ia bahkan sampai merengek kepada Jessica agar bisa ikut dengan kakaknya itu. Tapi alih-alih mengajak, Jessica malah memarahinya dengan alasan ingin kerja kelompok dengan temannya dan Yoong dianggap akan mengganggu aktivitas mereka.

“Keterlaluan. Nuna tidak mengajakku dan malah membohongiku”, sungut Yoong menjadi-jadi.

“Yoong”, sebuah tangan meraih tangannya dengan lembut. “Tidak baik mengomel pada Sica Unnie. Mungkin dia butuh waktu bebas bersama Oppaku”

Ucapan Hyunie membuatnya terdiam. Gadis itu kemudian tersenyum sembari melanjutkan kalimatnya.

“Tadi aku sedikit kesepian, sekarang tidak lagi karena kau sudah datang kesini. Gomawo~~”

Terang saja, ucapan Hyunie dan respon gadis itu membuat kekesalan Yoong berubah menjadi kegembiraan yang membuncah di dalam diri. Hatinya sangat berbunga-bunga, sama seperti mekarnya bunga-bunga di sekitarnya.

“Hyunie~~ Apa kau menyukai bunga-bunga itu?”

“Hmmm. Aku sangat suka dan mereka sangat indah. Jadi, aku menikmatinya sedari tadi”

Dengan ide briliannya, Yoong pun melangkah menuju salah satu kumpulan bunga-bunga itu. Ia menoleh sebentar ke arah Hyunie sebelum melanjutkan langkahnya.

“Tenang saja Hyunie, setelah ini kau akan semakin tertawa bahagia” batinnya.

Yoong pun bersiap mengambil beberapa ikat dari kumpulan bunga yang menjadi targetnya. Tangannya berhasil dan ia bersiap mencabutnya.

Namun……

ARRRRGGGGHHHHHHHHHH!!!!!!!

Teriakan Yoong kontan mengagetkan hampir seluruh orang-orang yang berada di taman. Bahkan Yuri dan Jessica mendengar teriakan itu dari danau.

Yoong berlari kesetanan dan menangis keras. Sekumpulan lebah mengejarnya karena mengganggu ketentraman mereka yang sedang berkumpul untuk menikmati sari bunga.

Antara cemas dan menahan tawa, Hyunie pun mengejar namja itu untuk mencoba membantunya.

Begitulah sore yang indah dan kemalangan bagi Yoong.

Sekian.

_____________________________________

Haiiii ^^

Jeje Hadir dengan Drabble!!!

Semoga Berkenan. Hehehe

See you guys

DRABBLE

DRABBLE #15

Tittle                : DRABBLE #15

Drabble

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————-

.

.

.

“Maaf Sica, sebaiknya hubungan kita berakhir disini. Aku tidak bisa mengenalkanmu pada orangtuaku”

.

.

.
Selanjutnya…

DRABBLE

DRABBLE #14

Tittle                : DRABBLE #14

Cast                 : Im Yoong

Jessica Jung

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

Genre              : Gender Bender, Family, Comedy-Romance

Drabble

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————-

.

.

The Story

Part 2

Selanjutnya…

DRABBLE

DRABBLE #13

Tittle                : DRABBLE #13

Cast                 : Im Yoong

                          Jessica Jung

                          Kwon Yuri

                          Tiffany Hwang

Genre              : Gender Bender, Family, Comedy-Romance

Drabble

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————-

.

.

Missing You

Part 1

Selanjutnya…

DRABBLE

Drabble #12

Tittle                : DRABBLE #12

Cast                 : Im Yoong

Seo Juhyun

Choi Sooyoung

Lee Sunkyu

Kim Hyoyeon

Nicole Jung

Genre              : Gender Bender, Drama, Romance, Friendship

Drabble

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Jealous Wifey

Selanjutnyaa…

DRABBLE

Drabble #11

DRABBLE #11

OH MY….

.

.

Seperti biasa, Jessica keluar dari kamarnya dengan senyum ceria dan gaya bak seorang putri. Ia berjalan dengan santainya sambil merapikan seragam sekolahnya. Taeyeon yang melihatnya hanya bisa menggeleng. Ia sudah kalah telak dengan sang adik. Puluhan juta won yang melayang dari credit cardnya beberapa bulan lalu, menjadi saksinya.

.
Selanjutnya…