The Heirs (13)

Tittle                : THE HEIRS

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Im YoonA

Tiffany Hwang

Choi Sooyoung

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, BitterSweet, Drama, Romance

Series

—————————————————————————-

.

.

PART 13

.

.

NOTE: Part yang diprotect kemarin adalah penanda bahwa FF ini udah berjalan 50 persen. Udah mulai tahu kan masalahnya? Kalo masih belum lebih baik dibaca ulang daripada di Part ini dan selanjutnya bingung sendiri. Hahahaha, karena cerita ini akan gue next ke 1 tahun kemudian. Baiklah, selamat menikmati ^^

.

.

—————————-

.

1 year later….

.

Waktu berjalan dengan sangat cepat. Banyak perubahan yang terjadi, sebagian menjadi lebih baik namun sebagian lagi menjadi lebih buruk. Cinta terkadang harus dipertaruhkan untuk sebuah misi mencapai tempat tertinggi, meraih sebuah kekuasaan. Tapi ada juga yang rela berkorban kehilangan kekuasaan hanya untuk mempertahankan hal yang paling dicintai. Sayangnya, kedua hal itu belum berlaku bagi Taeyeon.

.

.

Hembusan nafasnya tertahan oleh kaca mobil dan membentuk embun disana. Ini sudah beberapa bulan sejak Taeyeon menjadi stalker. Walaupun ia masih disibukkan dengan pekerjaan kantor dan segala urusan yang berbau bisnis, tapi untuk hal yang satu ini Taeyeon tak bisa mengelaknya. Setiap weekend, ia dengan rela mengikuti kemanapun Jessica pergi bahkan ketika gadis itu pergi bersama Yuri.

.

Sebuah berita tentang pernikahan Jessica dan Yuri, membuat harapannya mulai menipis. Gadis yang sanggup membuat jantungnya berdetak kencang setiap bersamanya, kini akan menjadi soon to be Mrs. Kwon. Untuk yang satu ini terdengar berlebihan, karena sesungguhnya pernikahan Jessica dan Yuri masih akan berlangsung 6 bulan lagi. Waktu yang lama menurut orang lain dan waktu yang sebentar menurut Taeyeon.

.

Matanya terlihat bersinar dan sebuah senyuman tampak dibibirnya. Setiap pagi, di hari weekend, Taeyeon dapat melihat Jessica. Berpura-pura berpapasan dengan gadis itu setiap jogging di kawasan sungai Han. Sebenarnya Jessica tidak melakukan jogging, gadis itu mulai terbiasa menikmati paginya disana setelah hari kerja yang melelahkan. Kini Jessica sudah resmi menyandang gelar dokter spesialis jantung.

.

“Kau ingin menemuinya Taeng?”, Jongsuk membuka suaranya begitu melihat Taeyeon mengancingkan jaketnya.

.

“Hmmm, Jessica sedang sendiri dan aku ingin menikmati momen berharga ini bersamanya”, jawabnya masih fokus dengan dirinya sendiri.

.

Jongsuk menatap dalam Taeyeon. Banyak perubahan yang Taeyeon tunjukkan tapi Jongsuk tak menyangka seorang brengsek seperti Taeyeon saat di Paris berubah menjadi seperti ini. Loyal mempertahankan perasaannya pada satu wanita yang belum tentu menjadi miliknya.

.

“Kau semakin berubah Taeng”

.

“Oh tidak, Jongsuk-ah. Jangan membahas hal ini lagi. Aku lelah”, Taeyeon turun dari mobilnya dan membiarkan Jongsuk menunggunya disana. “Aku pergi dulu”

.

Taeyeon mulai berlari kecil di sekitar kawasan tersebut dan mendendangkan lagu untuk menghibur dirinya.

.

“Sica?” Taeyeon berpura-pura terkejut begitu berpapasan dengan Jessica yang sedang berjalan searah dengannya.

.

Gadis itu hanya tersenyum. Bukan hal yang aneh bertemu Taeyeon di tempat itu. Kadang ia tidak habis pikir, kenapa Taeyeon selalu ada di kawasan ini. Apa itu sudah menjadi kebiasaan Taeyeon? Well, Jessica tak berniat untuk mencari tahu.

.

“Hai Taeng. Jogging?” tanyanya dan Taeyeon menganggukkan kepala.

.

Jessica mengerti dengan jawaban Taeyeon. Ia berjalan menuju bangku taman dan Taeyeon mengikutinya. “Kupikir kau akan ada di rumah sakit menunggu adikmu?”, Jessica membuka percakapan.

.

“Mungkin setelah ini aku akan kesana. Kau tahu sendiri, adikku selalu bertingkah seolah-olah dia kuat padahal dia hanya menyembunyikan kelemahannya” ucapnya.

.

“Dia hanya tidak ingin membuatmu khawatir Taeng”, balas Jessica mengingatkan Taeyeon. “Tapi kuharap adikmu mengikuti prosedur, kondisinya akan bisa memburuk kapanpun”

.

Taeyeon menatap langit. Ia sedikit menerawang disana ketika Jessica mengatakan hal itu untuk kesekian kalinya saat mereka membicarakan kesehatan Woobin. “I know” jawab Taeyeon singkat.

.

Keduanya diam sejenak. Jessica lalu memandang Taeyeon yang masih sibuk dengan pemikirannya sendiri. Entah dorongan darimana, tapi hatinya terkadang sakit melihat Taeyeon seperti itu. Karena Jessica juga pernah merasakan kehilangan orang yang paling berharga, kakaknya Jung Eunji.

.

Taeyeon merasakan sebuah tangan halus nan dingin menyentuh punggung tangannya yang ia letakkan di atas paha. Ia merasakan remasan kecil pada tangannya. Jessica menunjukkan sebuah senyum ketulusan untuk dirinya. “Aku akan berjuang untuk kesembuhan adikmu. Aku tak bisa janji, tapu aku dan timku akan melakukan yang terbaik”, ucap Jessica.

.

“Thanks Sica”

.

Jessica menganggukkan kepalanya. “terima kasih juga karena kau selalu menolongku disaat aku mabuk”

.

Taeyeon kali ini terkekeh dengan ucapan Jessica. “Yeah, dan kau sedikit berat”

.

“YA!” Jessica memukul pundak Taeyeon karena kesal dengan ejekan itu

.

“HAHAHAHA”, Taeyeon tertawa puas.

.

Tapi tiba-tiba suasana berubah menjadi serius saat Jessica mengajukan pertanyaan kepada Taeyeon. “Taeng, apa yang akan kau lakukan ketika seorang yang kau cintai tak merasakan hal yang sama?’

.

Taeyeon sangat surpise dengan pertanyaan Jessica. Ya, dia juga bingung menjawabnya.

.

“Hmmm, aku akan bertahan untuknya. Karena aku percaya dengan perasaanku”

.

Jessica tersenyum mendengarnya.

.

“Tapi…..”, Taeyeon berhenti sejenak. “Terkadang juga kita harus merelakan perasaan itu. Cinta tak bisa dipaksakan” lanjut Taeyeon.

.

Jessica hanya mengangguk menanggapi jawabannya Taeyeon. Matanya menerawang jauh ke depan. Hatinya mulai kembali resah dan perasaannya kembali campur aduk. Kadang cinta benar-benar membunuhnya.

.

.

.

———————————-

.

Jessica menjaga senyumnya dengan baik sejak tadi. Ia tak pernah melepaskan pelukannya di lengan Yuri. Namja tanned itu balik menatapnya dengan senyuman. Mereka baru bertemu lagi setelah Yuri kembali dari Hongkong untuk pertemuan bisnisnya.

.

“Aku senang akhirnya kau pulang”, ucapnya antusias.

.

Yuri mencubit pipi Jessica dengan gemasnya. “Kau segitu merindukanku, baby. huh?” Jessica mengangguk dengan ucapan Yuri.

.

Yuri membawa Jessica masuk ke dalam mobil dan mereka duduk di bangku penumpang. “Kita mampir ke tempat biasa, ahjussi”, ucap Yuri pada sopir pribadinya.

.

Mobil pun melaju meninggalkan bandara. Jessica dengan manjanya meletakkan kepalanya di pundak Yuri. Gadis itu menikmati momennya bersama Yuri. “Apa kabar Youngi, ya?”

.

“Hmmm, mungkin mereka sedang menikmati kebersamaan satu sama lain”, jawab Yuri seadanya.

.

Jessica melepaskan sandarannya dan kali ini ia duduk sambil menatap ke depan. “Dia benar-benar mempertaruhkan mahkotanya. Apa Youngi akan baik-baik saja, Yul~?”

.

“Dia bisa mengatasinya baby. Percayalah”

.

“Huum, kuharap begitu”

.

.

Setiba di restoran, seorang pelayan menyambut kedatangan mereka dan membawa keduanya menuju tempat yang sudah disediakan. Yuri menyebutkan menu yang akan mereka pesan dan pelayan itu meninggalkan keduanya.

.

“Kudengar Mr. Hwang menarik sahamnya dari Ritz. Apa yang terjadi?”

.

“Entahlah, aku tidak mengerti. Tapi seseorang yang melakukannya. Kupikir, Mr. Hwang memiliki orang kepercayaannya. Kau tahu kan, dia hanya memiliki Tiffany dan Tiffany melepas mahkota itu”

.

Jessica mengangguk. “Well, sayang sekali. Mereka terlalu tertutup untuk urusan yang satu ini”, ucap gadis itu.

.

“Ngomong-ngomong, mengenai REUS, apa mereka tak membicarakan sesuatu tentang Ritz?” tanya Yuri pelan.

.

Ini adalah hal sensitiv untuk dibahas. Setiap membahas ini dengan Jessica, biasanya akan berakhir dengan perdebatan. Tapi Yuri belum puas karena dalam pandangannya, kinerja REUS benar-benar membuat repot Ritz. Keduanya memang memiliki partner hebat, tapi untuk level Eropa, REUS masih menguasainya sedangkan Ritz hanya berada di seluruh Asia.

.

Yuri bisa melihat perubahan wajah Jessica. Dengan cepat ia menggenggam tangan gadis itu akan tidak terpancing amarah. “Maaf baby, aku tidak bermaksud seperti itu. Kau tahu? Meetingku di Jerman tidak berjalan terlalu memuaskan. REUS memenangkan 40 persen dari tender dan aku hanya memenangkan 30 persen”, Yuri mencoba menjelaskan kepada Jessica.

.

Gadis itu menghela nafasnya lagi. Inilah hal yang paling tidak ia sukai jika membicarakan bisnis dengan Yuri. Ia hanya bertanya mengenai saham, tetapi Yuri selalu membicarakan REUS. Terkadang Jessica berpikir bahwa pembicaraan mereka benar-benar tidak berguna, hanya tentang bisnis dan bisnis.

.

Jessica pernah sekali berharap bahwa Yuri bisa membawa dirinya seperti Taeyeon. Namja imut itu super sibuk tapi tak pernah membicarakan bisnis dengan Jessica kecuali mereka dalam kondisi meeting. Bahkan saat makan biasa seperti ini, jika itu Taeyeon, maka namja itu tak membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis.

.

Oh crap!

.

Jessica menggelengkan kepalanya dengan cepat begitu menyadari apa yang dia pikirkan. Ini gila! Bagaimana mungkin dia membandingkan Yuri dengan Taeyeon?

.

“Baby, i’m sorry” suara Yuri menginterupsi pikirannya.

.

Jessica tersenyum. “Aku tahu kau tidak bermaksud, Yul”, ucapnya. Jessica kemudian berdiri dari kursinya dan izin pada Yuri untuk ke toilet.

.

Yuri pun mempersilahkan tunangannya itu. Sembari menunggu Jessica, Yuri mengeluarkan ponsel miliknya dan melihat statistik saham yang bergerak dalam ponselnya. Sesekali ia mengulum senyumnya melihat indeks saham yang stabil.

.

Tiba-tiba layar ponselnya berubah, sebuah panggilan masuk menginterupsinya. “Halo”

.

Seseorang disana menyapanya. Yuri mengulumkan senyumnya begitu mendengar suara orang itu. “Hmmm, aku sedang makan siang. Apa kau baik-baik saja?”, tanya Yuri lagi.

.

Namja itu tampak menganggukkan kepalanya saat mendengar jawaban orang yang sedang menelponnya. Ia pun kembali tersenyum.

.

“Kuharap kinerja Ritz di Jepang semakin membaik. Kabari aku jika terjadi sesuatu, oke”

.

“Tentu saja. Yasudah, aku tutup telponnya. Bye”.

.

Orang itu memutuskan panggilannya dengan Yuri. Disaat yang bersamaan Jessica baru saja kembali dari toilet dan beberapa pelayan mengantarkan makanan mereka. Selesai makan siang, Yuri dan Jessica pulang menuju apartemen yang merupaka basement mereka bersama Sooyoung. Kini tempat itu menjadi tempat Yuri dan Jessica tinggal bersama ketika mereka tidak memiliki jadwal.

.

“Apa kau ingin mandi terlebih dulu Yul?”, tanya Jessica setelah keduanya masuk ke dalam kamar.

.

Yuri mengiyakan dan ia mulai melepas dasi dan kemejanya. Jessica di sisi lain menyiapkan air dingin di dalam kamar mandi untuk Yuri gunakan. Yuri tersenyum begitu melihat Jessica dengan telaten menyiapakan air untuknya.

.

“Kita seperti menikah saja”

.

Mendengar ucapan Yuri, Jessica menyipratkan air ke arah namja itu. Yuri tertawa kecil melihat Jessica yang tersipu malu.

.

Selesai menyiapkan air, Jessica buru-buru keluar sebelum Yuri menggodanya lagi. Mendengar suara air, Jessica dapat memastikan bahwa Yuri sudah mandi. Dengan hati-hati, Jessica mencari ponsel Yuri dan membukanya.

.

Ia tersenyum kecut begitu melihat pesan yang masuk ke dalam ponsel Yuri dan juga beberapa panggilan dari orang yang sama untuk Yuri. Sebelum airmatanya kembali keluar, dengan cepat Jessica mengusapnya.

.

.

.

***

.

“Hai”, Yoong tersenyum begitu melihat Krystal baru saja masuk ke dalam ruangannya. Ia sudah menunggu gadis itu beberapa menit yang lalu di dalam ruang kerja Krystal di CS Group.

.

Krystal melewatinya begitu saja dan duduk di kursi kebesarannya disusul Yoong. “Terima kasih Krys, aku mulai puas dengan hasilnya”, ucap Yoong disertai senyum charming yang ia punya.

.

“Bisakah kau segera menyelesaikan misi balas dendammu itu, Yoong? Aku mulai muak bertemu denganmu”

.

Well, sebenarnya itu bohong. Krystal bahkan tak bisa mengatur perasaannya jika harus bertemu dengan Yoong. Perasaannya masih sama terhadap namja itu bahkan sampai detik ini. Krystal hanya benci melihat Yoong dihadapannya ini karena Yoong yang sedang bersamanya adalah Yoong yang berbeda, Yoong yang penuh dengan ambisi balas dendam. Bukan Yoong yang bijaksana dan lembut seperti saat mereka bersama dulu.

.

“I will Krys, just wait for awhile. Begitu semuanya selesai, aku jamin kau tak melihatku lagi”, ucap Yoong dengan tenangnya.

.

“Bagaimana dengan makan siang bersama. Apa kau mau?” tawar Yoong pada Krystal.

.

Krystal mengiyakan ajakan tersebut. Mereka pun menuju kafetaria yang berada di depan gedung CS Group. Krystal dibuat sedikit terkejut karena Yoong masih mengingat makanan yang menjadi favoritnya. Diam-diam ia mengulum senyumnya atas perhatian tak sengaja yang Yoong lakukan padanya.

.

“Jadi, katakan padaku tentang Jessica. Aku yakin kau mengetahu sesuatu tentangnya, Krys?”

.

Krystal mengerutkan keningnya begitu nama Jessica keluar dari mulut Yoong. “Untuk apa? Bukankah kau tak tertarik dengan pemegang mahkota?”, tanya Krystal sedikit menyindir Yoong.

.

Namja itu menggelengkan kepalanya. “Yeah, aku tidak tertarik dengan hal itu. Aku hanya ingin tahu saja, lagian bukankah dia dokter yang menangani Woobin?”

.

“Eoh”, jawab Krystal. Ia menyeruput minumannya sejenak sebelum berbicara lagi. “Dia salah satu pemegang mahkota yang tak tertarik sama sekali dengan bisnis tapi dia terpaksa melakukannya”

.

“Karena silsilah keluarga?”, tebak Yoong.

.

“Bukan. Karena tinggal dia satu-satunya yang dimiliki untuk meneruskan JK Group”, lanjut Krystal.

.

“Maksudmu?”

.

“Seharusnya bukan dia yang menjadi pewaris, tapi semenjak kakaknya sudah tiada maka dia yang harus memegang kendali itu”

.

Yoong membulatkan mulutnya sambil menganggukkan kepala. “Hmmm apa kau tahu dimana makam kakaknya?”, kali ini Yoong sedikit menahan nafas karena ia takut jika Krystal menyadari bahwa ia sedang menyelidiki Jessica.

.

Melihat tatapan Krystal, Yoong dengan segera mengalihkan pembicaraan. “Ah lupakan saja. Aku tidak bermaksud bertanya hal itu”, ucapnya. Kali ini disertai senyum canggung.

.

“Di taman pemakaman Daegu”, jawab Krystal cuek tanpa berpikir yang mencurigakan tentang pertanyaan Yoong. “Lalu bagaimana dengan Woobin?”, kembali lagi ke topik sebelumnya.

.

Yoong terlihat sedang berpikir “Hmm, aku bingung menjawabnya. Tapi untuk saat ini dia masih stabil, hanya saja harus mendapatkan perawatan”

.

“Resiko yang besar untuk penderita jantung”, sambung Krystal. “Mungkin Jessica juga sedang bertarung dengan dirinya sendiri. Dia kehilangan Unninya karena penyakit serupa dengan Woobin. Kadang aku ingin bertanya, kenapa dia memilih menjadi dokter spesialis jantung. Bukankah itu akan mengingatkannya pada kejadian dimana ia kehilangan kakaknya?”, Krystal balik bertanya.

.

“Mungkin ada suatu alasan yang hanya Jessica sendiri yang tahu. Itu bagian dari privasinya” balas namja itu.

.

“Well, mungkin benar”

.

.

Yoong sudah berdiri disebelah mobilnya didampingi Krystal. Keduanya sudah berada di depan gedung CS Group.

.

“Thanks Krys, untuk waktunya”

.

“Hmm You’re welcome”, jawab Krystal. Gadis itu membalikkan tubuhnya dan bersiap masuk ke dalam tapi Yoong menahan pergelangan tangannya.

.

“Kau terlihat kurang tidur. Istirahatlah dengan baik dan jaga kesehatanmu”, Yoong berucap sambil menatap matanya. Sesaat, Krystal menemukan kembali Im Yoong yang penuh perhatian.

.

Gadis itu hanyak mengangguk lalu melanjutkan langkahnya menujuju gedung sedangkan Yoong masuk ke dalam mobil dan segera pergi.

.

.

.

***

.

“Woah ahjussi, kita mendapatkan hasil tangkapan laut yang lumayan banyak hari ini”, seorang pria berkata dengan riangnya.

.

“Yeah, dan aku yakin istrimu pasti akan senang Young”

.

“Hahahah tentu saja. Ah aku jadi tak sabar menyantap masakan buatannya” ucap pria itu dengan tawa lebarnya.

.

Ahjussi itu hanya menggelengkan kepalanya dan ikut tersenyum. “Tipikal pasangan muda, huh”, goda Ahjussi itu dan Sooyoung hanya menyengir.

.

Keduanya turun dari kapal yang khusus digunakan untuk menangkap hasil laut. Sudah hampir 1 tahun, Sooyoung membantu pria paruh baya disampingnya ini. Kang Dongwon yang biasa dipanggil ahjussi Kang.

.

“Terima kasih Young atas bantuanmu hari ini. Hasil tangkapan ini akan aku bawa ke pelelangan dan kau bisa mendapatkan gajinya besok pagi. Sekarang pulanglah, aku yakin istrimu sudah menunggumu”

.

Sooyoung memeluk ahjussi Kang sebagai ucapan terima kasih. “Aku pulang dulu Ahjussi. Sampe ketemu besok”, Sooyoung melambaikan tangannya dan segera pulang dengan membawa sedikit hasil tangkapan untuk makanannya bersama Tiffany.

.

Mendengar suara mobil, Tiffany segera keluar dari rumahnya. Ia tersenyum menyambut kedatangan Sooyoung yang baru turun dari mobil sederhana yang berhasil Sooyoung beli belum lama ini.

.

Kehidupan keduanya berjalan sangat normal selama 1 tahun belakangan ini. Tiffany menjadi salah satu dokter di puskesmas sederhana yang terletak di sebuah desa di Kwangju. Diam-diam dia berhasil lulus dari Ritz karena bantuan Jessica.

.

Sedangkan Sooyoung, dia sibuk berbisnis bersama ahjussi Kang dengan menjual hasil tangkapan laut. Kadang-kadang, jika tidak melaut, Sooyoung menghabiskan waktu di kebun kecil milik mereka. Namja ini begitu rajin menanam sayur dan buah-buahan untuk bisa mereka konsumsi sendiri.

.

Begitu masuk ke dalam rumah, Tiffany membantu Sooyoung menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi. Suasana pagi di desa ini begitu sejuk hingga menusuk tulang. Untuk itulah, air hangat dapat membantu Sooyoung untuk memulihkan tenaganya setelah pulang dari melaut.

.

Setengah jam kemudian, ia keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaian yang sudah Tiffany siapkan di atas tempat tidur mereka. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, ada sebuah pesan masuk.

.

From: Baro

Hwang Group baru saja menarik sahamnya dari Ritz. Apa ini tidak terlalu aneh, tuan muda?

.

Sooyoung melebarkan matanya begitu membaca laporan dari Baro, asistennya.

.

To: Baro

Jaga jarak, dan tetap selidiki apa yang terjadi. Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan my little girl?

 

.

Tak berapa lama, sms Baro kembali masuk.

.

From: Baro

Akan saya laksanakan tuan muda. Hmm mengenai nona Jessica, dia baik-baik saja. Tapi…. Ah, bagaimana mengatakannya?

.

.

To: Baro

Tapi apa? Katakan saja.

.

.

From: Baro

Beberapa kali saya mendapati nona muda mabuk di Bar dan berakhir dengan tuan Taeyeon yang membawanya ke hotel. Tapi tidak terjadi apa-apa, karena setelah itu, dia meninggalkan nona muda untuk beristirahat di hotel. Tuan Yuri sangat sibuk, tetapi sejauh pandangan saya, hubungan mereka baik-baik saja.

.

.

Sooyoung menghela nafasnya.

.

To: Baro

Cari tahu apa Sica sedang dalam masalah. Jaga dia dengan baik. Ah aku lupa, jangan sampai orang-orangmu membuatnya curiga. Berhati-hatilah.

.

.

From: Baro

Baik tuan, perintah akan saya laksanakan.

.

.

.

“Youngi~~”

.

Suara Tiffany menghentikan aktivitasnya. Sooyoung tidak jadi membalas lagi pesan dari Baro. Ia segera keluar kamar dan menuju ruang makan dengan membawa dasi. Mengerti apa yang dimaksud suaminya, Tiffany dengan cekatan memakaikan dasi untuk Sooyoung.

.

Keduanya berbagi senyuman. Sooyoung memeluk hangat istrinya begitu pula Tiffany. Selesai berpelukan, mereka pun duduk di meja makan. Tiffany mengambilkan makanan dan melayani suaminya dengan baik.

.

“Sarapan kita pagi ini dengan sup jamur dicampur potongan daging kepiting”, Tiffany tersenyum sambil menyerahkan mangkuk berisi sup hangat itu.

.

“Kau memang yang terbaik sayang”

.

“Ah, terima kasih pujiannya tuan Choi yang tampan”

.

Keduanya tertawa bersama setelah itu. Sooyoung dan Tiffany sama-sama menangkupkan kedua tangannya di depan dada mereka dan memejamkan mata. Sooyoung memimpin doa sebelum mereka makan.

.

“Terima kasih untuk limpahan nikmat-Mu hari ini. Semoga semua yang kami dapat tetap mendapat berkah bagi kami dan bagi calon anak kami. Amin”, Sooyoung mengakhiri doa diikuti Tiffany.

.

Tangan kanannya bergerak menuju perut Tiffany. “Calon anak appa, sehat ya nak dan jangan membuat Ummamu kesakitan”, ucapnya dengan lembut dan mengelus perut Tiffany.

.

“Dia selalu mendengar ucapan appanya dengan baik”, jawab Tiffany.

.

Ya, kini calon little Sooyoung akan segera hadir ke dunia untuk melengkapi kehidupan mereka. Tiffany sudah memasuki 7 bulan kehamilannya. Mereka kini memulai sarapan dengan senyum kebahagiaan.

.

Setelah sarapan, keduanya pergi dengan berjalan kaki dan menyapa orang-orang desa yang baru saja mereka lewati. Hanya membutuhkan waktu tak sampai 10 menit, mereka sudah tiba di tempat tujuan. Gereja.

.

“Ini sudah 1 tahun sejak pernikahan kita. Apa ada yang ingin kau minta kepadaku dihadapan Tuhan?”, tanya Sooyoung.

.

Gereja mulai sepi dan para jemaat sudah mulai. Usai beribadah, Sooyoung dan Tiffany tinggal sejenak di dalam gereja sederhana yang menjadi saksi pernikahan mereka.

.

Keduanya saling berhadapan. Tiffany membingkai wajah Sooyoung disertai crescent moon dari matanya. “Cukup bersamaku dan mencintai calon anak kita, itu sudah cukup Youngi”,

.

Sooyoung memegang tangan Tiffany yang masih berada di pipinya. Lalu ia menunduk dan mencium perut Tiffany. “Gomawo. Dan ini hadiah pernikahan kita yang paling indah”, Sooyoung tersenyum dan Tiffany membalasnya.

.

.

.

.

———————————

.

Yoong sudah menceritakan beberapa informasi yang ia dapatkan dari Krystal untuk Taeyeon. Namja itu sendiri kini sudah berada di ruangan kerja miliknya. Ah, belum sepenuhnya tapi mungkin akan menjadi miliknya.

.

Ia memutarkan kursi kebesarannya dan bermain sejenak disana. Senyum kepuasan tampak di wajah namja itu. Dukungan saham dari Taeyeon dan Krystal, cukup membuat rencanya berjalan lancar.

.

“Satu langkah lebih maju. Aha, permainan selanjutnya akan lebih seru”, namja itu terkekeh.

.

Tak berapa lama, sesosok pria paruh baya masuk ke dalam ruangan dan itu Mr. Hwang. Pria itu membawa selembar artikel yang sudah Yoong tahu isinya.

.

“Ada apa ini Yoong? Kau menarik saham Hwang Group dari Ritz? Mereka berpotensi sebagai partner kita”, Mr. Hwang tak dapat menunjukkan wajah senangnya dengan berita ini.

.

Yoong mempersilahkan pria itu duduk. “Lihat ini paman”, Yoong menunjukkan saham milik REUS dan perusahaan utama milik Krystal. “Pewaris dari kedua group ini adalah kenalan baikku. Terkadang untuk mencapai hal yang lebih besar, kita harus menyingkirkan yang lebih kecil. Benar begitu?”

.

Mr. Hwang melihat lembaran berkas itu dan melihat jelas tangan tangan yang ada. Itu artinya Yoong tak main-main dengan ucapannya. Sejak putrinya menghilang, Mr. Hwang kalut dengan sang penerus. Tapi karena niatnya menjadikan Yoong sebagai pendamping Tiffany belum pudar juga, ia akhirnya meminta Yoong menjadi pemegang mahkota Hwang Group hingga ia menemukan putrinya.

.

“Aku tak salah memilihmu Yoong”. Mr. Hwang sangat puas. REUS bukanlah group yang main-main dalam soal saham dan reputasi perusahaan Krystal sangat baik sebaik JK Group.

.

Meskipun JK Group adalah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, meskipun saham JK Group sangat luar biasa, tapi Hwang Group tak akan bisa bekerja sama dengan mereka.

.

Yeah”, ucap Yoong dalam hati melihat reaksi Mr. Hwang. “Permainan akan menuju klimaksnya” tawanya dalam hati.

.

.

***

.

.

Jessica menatap tajam namja muda yang sedang duduk di ranjang pasiennya. Tapi itu tak membuat sang namja menghentikan senyum konyolnya.

.

“Aish, bisakah kau mendengar ucapanku dengan baik, huh?” kesal Jessica.

.

“Aku kan hanya menghirup udara segar di rooftop. Apa itu salah?”, ia balik bertanya dengan wajah polos.

.

Jessica mengelus dadanya, mencoba sabar menghadapi pasien khususnya ini. “Kim Woobin, setidaknya kau memberitahu suster agar mereka tidak khawatir mencarimu. Arraseo?”

.

Woobin menggaruk tengkuknya dan masih memasang senyum menyebalkan. “Kau sangat cantik jika marah seperti itu Noona?”, ucapnya.

.

“YA! Kau!”, Habis sudah kesabaran Jessica saat Woobin tidak menanggapi ucapannya dengan serius. Tapi sebelum ia berhasil mengomeli namja ini, Woobin kembali berucap.

.

“Noona, apa kau ingin pura-pura bercinta denganku? Sepertinya sudah saatnya aku dan kekasihku putus”

.

Jessica dibuat terdiam karena ucapan itu. Nada Woobin terdengar sendu kali ini dan Jessica mulai luluh lagi. Ia tahu apa maksud dari Woobin.

.

“Kau tahu Woobin-ah, siapapun kekasihmu, aku yakin dia gadis yang baik. Jika kau benar-benar mencintainya, seharusnya kau berjuang. Huh. Ayolah, aku dan timku akan berusaha”, Jessica mencoba memberinya semangat. “Kau harus bertahan untuk Hyungmu dan Ummamu, juga kekasihmu”

.

Helaan nafas terdengar dari Woobin. “I don’t know. I just feel that i can’t make it”.

.

Jessica mendekati namja ini. Dia tahu betapa besar harapan Taeyeon dan Ibunya untuk kesembuhan Woobin. Bahkan secara pribadi, Nyonya Kim In Ha meminta Jessica untuk menangani putranya itu.

.

Jessica memeluk Woobin dan meletakkan dagunya di atas kepala Woobin karena posisi namja itu duduk di kasur dan Jessica yang berdiri. Woobin pun membalas pelukan tersebut.

.

“Aku tak bisa memberimu kepastian seperti Tuhan, tapi sebagai dokter aku akan berusaha sekuat tenaga menyembukan sakitmu”, ucap Jessica.

.

.

Dalam pelukan itu, Jessica merasakan kepala Woobin mengangguk menanggapi ucapannya.

.

Seseorang dari luar ruangan menyaksikan moment itu. Senyumnya melebar dan ia segera menghapus airmata yang hampir jatuh.

.

.

.

.

“Gomawo Sooyeon-ah”

.

.

.

.

TBC

——————————-

Hai Hai ^^

Huft, semoga antusias kalian terhadap FF ini masih ada. T.T

Yaudah deh, selamat menikmati updatean gue ini.

.

.

Annyeong!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

148 thoughts on “The Heirs (13)

  1. Ahh yoonfany lagi menunggu kelahiran little choi 😊😊😊
    Kisahnya yulsic makin gak karuan, kasian sica, yul juga tega bgt 😥😥😥

    Like

  2. Kisah cinta segitiga taengsicyul rumit banget….disini gw ngefeel sm taengsic tapi sica cintanya cuma buat yul, tae bisa apa…. Kasian deh tae mending sm gw aja haha…

    Like

  3. kehidupan rumah tangga soofany harmonis banget ya
    sebenarnya siapa sih yg menelpon yul, sampe waktu sica ngeliatnya bikin sica nangis

    Like

  4. Tadinya aku ingin bersabar dulu untuk bisa membaca part 12 … Tapi aku bukan org yg sabar untuk hal ini, jadi yasudahlah aku lewat dulu dan mencoba membaca part 13…Wuah soofany sudah menikah, mereka terlihat sangat bahagia dengan kesederhanaannya…kenpa yulsic akan menikah? Aku harus membaca part 12…aku tidak setuju jika yuri menikahi sica hanya karna bisnis, ini tidak adil…kalau begitu biarkan taengsic bersatu…yoona, dia balas dendam kepada siapa..ritz apa hwang group?

    Like

  5. Part 12 di pw jd langsung loncat ke 13 haha
    Dah satu tahun aja ye thor, gk suka sama yulsic fisini thor lebih suka taengsic , yuri keknya ada simpanan ya thor?huh ntahlah pengen sica buka hatinya sama taeng ,yoonkrys balikab dg haha
    Sooofany bikin diabetes hahaha

    Like

  6. aku semakin kesian sma taetae..her fany sma soo..bkal ad ank pulakk..sica sma yuri..forever alone teangoo..tp aku suka yoonkrys..nmpk sweet..yoong cpt hbiskn dendammu biar bisa sma krys

    Like

  7. wah q punya feeling g enak tuh sma yulsic..sica kok jd sering nangis z klow lgi mikirin si yul apa jangan2 dia udah tau klow yul tdk mencintainya..dan yg sms yul itu siapa…yejinkah atau sama orang lain ..klow sm yejinkan bsa aja yul cinlok secara selalu krja bareng n sering bersama..
    soofany jd pemanis disini..daebak lah

    Like

  8. aduh yuri mkin tngglam dlm perthnkn mahkotany,n kykny yoong ikt andil dlm hal itu.yoong msh tto pd rnc akn RITZ.
    Soofany jlni hdp lbh bhgia stlh lpskn mahkota msg2 bhkn fany lg hamil.mrk emg kuat dlm perthnkn cinta.
    Yoong trs dktin krys aj sprtny msh pd slg cinta.
    Tae cintamu ttp terjg buat sica,bhkn sica g th klo sbnrny mrk prnh ktm wktu di paris.
    sumpah mkin seru…

    Like

  9. Wah wah jadi tertarik sama strategi bisnis kaya gini, jadi pengen belajar manajemen wkwkwkwk
    Walaah yoong duri dalam daging nih hahay
    Lanjut ah

    Like

  10. Jadi selain jadi dokter dan pembisnis Taeng jadi stalker juga hahaha.. 😄😄 demi mendapat perhatian sica. taeng jjang!!. 👍
    Yul selalu saja membuat sica nangis, walau tanpa di sengaja. Jadi siapa orang yg menelpon dan sms yul yg membuat sica menangis?.
    Kehidupan baru soofany, manis banget.
    Permainan balas dendam yoong sdh di mulai. Wkwkwk…..😏

    Like

  11. ah bang taeng selalu Ada cara utk nyari kesempatan kkk jangan nyerah bang luluhkan hati neng sica hidup taengsic!! #nibeneranlama2guejdshipperdurhaka

    gue trharu part bagian sica ama adiknya tae, psti sica jd inget kakaknya dlu, and yg lg nangis dbalik pintu mesti si akang taeng sabar ye kang semoga neng sica bisa nyembuhin adek akang

    wuis soofany mau punya little baby Congrats sis!! #kataauthorsksdlu -_-
    semoga pernikahan klian langgeng gue turut bahagia plus salut ama pasangan ini rela ninggalin tahta krjaan buat bersatu 😉

    thor aku tunggu pw chap 12nya ya bye

    Like

  12. Berhubung gua blm dapet PW chap 12 jadi gua langsung loncat ke-13. Ya ampun sica kasian banget, nasib dia kurang lebih samalah kayak taeng. Yul selalu sibuk dengan bisnis ampe kasian sicanya. Yoong semakin mendekati puncak rencananya, daebak emang si Yoong

    Like

  13. yang selalu yul hubungin itu siapa sih ? trus sica lihat apa di hp nya yul ? kok dia nangis ? youngfanny dah dapat momongan nih ,, asekk … yoong bikin penasaran deh , apa sih yg direncanain yoong ? sica sdh hebat nih , dia asudah bisa jdi dokter yang hebat dan bijaksana ..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s