NOTHING LEFT TO LOSE (Sequel)

Tittle                : NOTHING LEFT TO LOSE

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Krystal Jung

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Romance

 

Sequel (3 Shoot)

————————————————————————————————

.

.

PART A

.

.

4 years later…

.

Hidup mengajarkan kita untuk menjadi orang yang berjiwa besar menerima sesuatu yang tak pernah kita harapkan menjadi sesuatu yang harus kita biasakan. Dia menyerah pada cinta hanya sekali dalam hidupnya dan itu hanya untuk merelakan Sooyeon, mantan tunangannya yang hampir saja menjadi istrinya.

.

Tapi lebih dari itu, Taeyeon menyadari kebahagiaan yang sebenarnya. Bahkan ia tak peduli dianggap sebagai pecundang yang rela menyerahkan wanita yang paling dicintainya kepada pria lain yang lebih mencintai wanitanya. Tak sedikitpun ia merasakan kekalahan ataupun rasa kehilangan, karena sekarang semuanya menjadi lebih bermakna.

.

.

.

“Daaaadddyyyyyyyyy!!!”

.

Taeyeon merentangkan kedua tangannya dengan posisi sedikit merunduk menyambut putri kecilnya yang sedang berlari ke arahnya dengan riang.

.

hop…

.

“Aigoo~ anak Daddy sudah besar”, ucap Taeyeon dan menghujami putrinya dengan ciuman di seluruh wajah.

.

Ini hari pertama Soojung di tahun ajaran baru dan sedari tadi Taeyeon menunggu putrinya hingga selesai sekolah. Taeyeon harus meninggalkan pekerjaannya untuk mengabulkan keingin putri semata wayangnya itu.

.

Soojung tertawa geli karena ciuman Daddynya. Sedetik kemudian, Soojung mengerucutkan bibirnya. “Daddy, Soojung lapar~~”, rengeknya. Taeyeon terkekeh karena sikap putrinya.

.

“Umma sudah menyiapkan makan siang untuk kita. Nah sekarang kita pulang, okay?”

.

Soojung menganggukkan kepalanya cepat dan itu sangat menggemaskan di mata Taeyeon. Putrinya ini sudah menginjak usia 10 tahun. Kehadiran Soojung membuat hidup Taeyeon menjadi sempurna.

.

.

.

.

—————————–

.

Sepasang tangan melingkar sempurna di perut Yuri dan membuatnya tersenyum karena tanpa melihat orang tersebut, ia sudah tahu siapa pelakunya. “Apa Jiyoungi sudah tidur, baby?”

.

“Hmmm, dan hanya tinggal kita berdua”, jawab Jessica masih sibuk mencium aroma tubuh Yuri yang membuatnya nyaman.

.

Yuri membalikkan tubuhnya untuk menatap sang istri. Yuri memicingkan satu matanya. “Kalo kita berdua, lalu kenapa?”, Tanya Yuri jail.

.

“Ish, kau tidak asik Seobang”

.

Yuri tertawa kecil karena sikap istrinya itu. “Kajja, kita ke ruang tengah sambil menunggu Taeng dan Soojung pulang”, Yuri merangkul pundak Jessica dan membawanya ke ruang tengah.

.

.

.

.

“Ummaaaa, Appaaaa!!!!”, suara teriakan putri kecil mereka terdengar dari pintu depan. Yuri dan Jessica saling pandang dan tersenyum.

.

Soojung kecil berjalan memasuki rumah dengan menggandeng tangan Daddynya. Yuri cemberut melihat hal itu. Lagi-lagi ia merasa terlupakan. Jessica merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan putrinya sedangkan Taeyeon langsung ke dapur mengambil air minum.

.

Jessica tertawa bersama anaknya. Ia sedikit mengelap peluh yang ada di dahi Soojung lalu membisikkan sesuatu pada putri kecilnya. Soojung mengangguk mengerti kemudian ia berpindah duduk di pangkuan Yuri dan menghadap ke arahnya.

.

Chu~~ Chu~~ Chu~~

.

Soojung memberikan kecupan di seluruh wajah Yuri. Jessica yang melihatnya tersenyum ketika Yuri tidak cemberut lagi. Ia mendekap Soojung seutuhnya ke dalam pelukannya. “Hmm, princess Appa ternyata masih ingat, eoh?”, Yuri masih pura-pura marah.

.

“Hehehehehe, saranghae Appa”, Soojung berbicara dengan bahasa yang menggemaskan dan itu membuat Yuri luluh.

.

Yuri mengangkat tubuh Soojung dan membawanya ke kamar untuk berganti pakaian yang lebih nyaman. Soojung tertawa keras karena Yuri membuatnya seperti sedang terbang di udara. Jessica hanya menggeleng melihat kelakuan keduanya

.

Jessica merasakan dingin di pipi dan ia menoleh, ternyata Taeyeon memberinya segelas air putih dingin. “Thanks Taeng”, Taeyeon hanya tersenyum dan duduk di sebelahnya.

.

“Aku bisa menjemput Soojung jika kau sedang meeting Taeng”, ucap Jessica.

.

Taeyeon masih meminum minumannya lalu tersenyum ke arah Jessica. “Pekerjaanku tidak terganggu, Sooyeon-ah. Lagian aku kan bosnya”, Taeyeon tertawa dan Jessica memukul lengan pria di sebelahnya ini.

.

“Aish kau terlalu memanjakannya”

.

“Putri kita begitu menggemaskan. Kau tahu, aku tidak bisa mengatakan tidak”, Taeyeon kembali meminum minuman sambil tersenyum mengingat kelucuan Soojung.

.

Jessica menyerah, ia tidak bisa menang soal ini jika Taeyeon sudah membicarakan putri mereka. Kini ia memiringkan badannya menghadap Taeyeon. “Ngomong-ngomong, kapan kau mengenalkan Stephy padaku dan Yul? Soojung selalu bersemangat membicarakannya”

.

Taeyeon menggaruk kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya “Hmmm belum waktunya”, senyumnya disertai kekehan kecil.

.

“YA!! Kau sudah berani main rahasia-rahasiaan”, tangan Jessica seolah-olah hendak memukul Taeyeon tapi semua itu hanya bercanda

.

“Lagian, dia hanya teman. Just a partner in bussiness, Sica”, jelas Taeyeon.

.

Jessica lalu mengerti dan tersenyum lebar. “Lebih dari teman, aku lebih setuju. Dia sangat cantik. Kau tidak pandai berbohong di depanku Taeng”, ucap Jessica lalu segera berdiri dan menuju ke dapur menyiapkan makan siang.

.

Taeyeon tidak mengerti, namun setelah Jessica tidak ada di ruang tengah ia baru menyadari maksudnya. “YA!!, Kau memeriksa ponselku, Sooyeon-ah”, teriak Taeyeon dan Jessica terkekeh saat Taeyeon baru menyadari perbuatannya.

.

.

.

————————

.

Setelah makan siang, Taeyeon menemani putrinya yang asik bermain barbie sedangkan Jessica sedang membantu Yuri untuk menyiapkan keperluan yang akan suaminya bawa ke kantor.

.

Tak berapa lama, Soojung merasa bosan. Ia merengek ke Daddy Taeyeon dan meminta pria itu untuk memangkunya. “Wae?”, heran Taeyeon melihat putrinya tampak tak bersemangat.

.

“Soojung bosan main barbie terus”, adunya dan Taeyeon tak bisa menahan kegemasannya untuk mencubit pipi putri kecilnya.

.

“Tidur siang sayang, ini sudah waktunya untuk tidur”, suara Jessica muncul dari arah kamar dengan membawa tas kerja milik Yuri. Soojung mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Ummanya.

.

Taeyeon memandang sepasang suami istri yang tak jauh darinya itu saling berpelukan dan mengucapkan beberapa kalimat. Keduanya kemudian tersenyum pada Taeyeon, mereka menghampirinya dan Soojung.

.

“Aigoo~ anak Appa kalo cemberut seperti ini semakin menggemaskan”, Yuri mengangkat tubuh Soojung dan menggendongnya. “Akan ada hadiah ice cream buat yang tersenyum”, bujuk Yuri.

.

Detik itu juga, Soojung langsung tersenyum lebar menampakkan deretan gigi putihnya. Yuri mengecup pipi Soojung dan meletakkannya kembali ke pangkuan Taeyeon. “Taeng, aku pergi dulu”, ucap Yuri pada Taeyeon dan Jessica pun mengantar Yuri hingga ke depan rumah.

.

.

“Nah, sekarang waktunya Soojungnya Daddy tidur siang. Kajja”, Taeyeon menggendong putrinya menuju kamar pribadi Soojung. Taeyeon dengan hati-hati membaringkan putrinya dan ikut berbaring di sebelah Soojung, menepuk-nepuk buttnya agar Soojung cepat tertidur.

.

“Daddy”

.

“Hmmmm”

.

“Soojung sayang Daddy”, Taeyeon yang sudah memejamkan matanya kembali membuka mata lalu mendekap putrinya ke dalam pelukannya. Keduanya tertawa bersama..

.

.

.

.

***

.

Taeyeon POV

.

Suara dering ponsel membangunkan tidurku. Aku melihat seseorang yang sedang kupeluk sudah tertidur nyenyak dengan wajah polosnya. Ya, dia putriku. Kehadirannya selalu membawa keceriaan bagiku.

.

Aku segera bangun dan memeriksa ponselku. Ternyata itu dari Stephy, seseorang yang juga membuat hidupku menjadi lebih berarti. Kalian ingin tahu siapa Stephy? Baiklah, aku akan menceritakannya secara singkat.

.

Stephy Hwang adalah partnerku dalam kerjasama yang sudah terjalin 1 tahun yang lalu. Hubungan kami sejak saat itu mulai dekat dan menjadi seorang teman. Kehadirannya membuat perasaanku menjadi nyaman dan setiap melihat matanya, jantungku berdetak tak beraturan. Hingga suatu hari aku menyadari perasaan berbeda padanya dan entah dorongan darimana aku mengatakan perasaanku pada Stephy. Ternyata dia juga merasakan hal yang sama.

.

Tapi kami tidak berpacaran atau memiliki status sebagai pasangan kekasih. Aku dan Stephy sepakat untuk menikmati pertemanan kami ini dulu, ya bisa dibilang teman tapi mesra. Hubungan kami tidak diketahui siapapun, hanya Soojung yang mengenal Stephy secara langsung. Tujuanku agar Soojung mengenal terlebih dahulu tentang Stephy, dan aku berharap Soojung bisa menerima kehadiran Stephy.

.

Semuanya berjalan sesuai rencana, setiap kali ku ajak Soojung bertemu Stephy, putriku terlihat bahagia dan senang bermain bersama Stephy. Tapi sepertinya Sooyeon mulai mengetahui keberadaan Stephy. Aish, padahal aku ingin memberikan kejutan pada semua orang. Mungkin aku terlalu sembarangan meletakkan ponselku jika aku berkunjung ke rumah ini.

.

Sekarang aku harus menjemput Stephy. Kami memiliki janji bertemu. Kulihat sebentar putriku lalu merapikan selimut yang ia gunakan. Saat aku berjalan ke luar kamar, aku melihat Sooyeon sedang sibuk membaca majalah.

.

“Taeng, kau sudah bangun. Aku tadi ingin membangunkanmu, tapi kau terlihat nyenyak bersama Soojung”, ucap Jessica padaku. Aku duduk di sebelahnya dan mengambil gelas miliknya dan meminumnya.

.

“Tidak apa-apa, Sooyeon-ah. Sekarang aku harus pergi”

.

“Bertemu Stephy?”, tebak Sooyeon dan tebakannya itu sangat tepat. Menyebalkan.

.

Aku menghindari tatapannya dan hanya menyunggingkan senyum lalu berlalu begitu saja keluar rumah. Kudengar Sooyeon berteriak kesal karena aku belum mau menceritakan siapa Stephy padanya.

.

Sepanjang perjalanan aku bersenandung beberapa lagu. Saat berhenti di lampu merah, aku melihat sebuah toko bunga. “Hmmm, sekali-kali menjadi pria romantis tidak ada salahnya”, aku tertawa kecil saat membayangkan memberi bunga pada Stephy nanti. Seperti anak muda saja.

.

Tapi aku tetap melangkahkan kakiku menuju toko bunga. Seorang ahjumma yang terlihat awet muda melayaniku dengan baik. Aku masih menatap bunga yang kubeli khusus untuk Stephy.

.

.

Hanya membutuhkan waktu 15 menit, aku tiba di apartemennya. Beberapa orang menyapaku karena aku sering terlihat disekitar sini. Setiba di pintu apartemennya, aku memencet bel. Sebenarnya dia sudah memberitahuku soal passkey, tapi aku tidak ingin melanggar batas privasinya.

.

Ceklek…

.

.

Stephy berdiri di depan pintu dengan senyuman khasnya yang mampu membuatku menyunggingkan senyum hangat. Tapi detik berikutnya kulihat ia sedikit terkejut atas kejutan yang kuberikan.

.

“Indah sekali, Tae”, ucapnya senang. Aku hanya terkekeh melihat reaksinya yang seperti anak kecil. “Ayo masuk”, ucapnya lagi.

.

Dia mengapit lengan kanannya di lengan kiriku. Kami langsung menuju dapur dan ia memintaku untuk duduk di kursi yang ada di meja makan. Aku menatap takjub deretan makanan yang sudah ia siapkan. Rasanya kami seperti sudah menikah.

.

Stephy dengan cekatan melayaniku. Ia mengambilkan makanan mulai dari nasi, lauk pauk, hingga sayurnya. Kami menikmati makanan yang kami cicipi dengan bercerita banyak hal.

.

“Taeyeon-ah”, suara Stephy tiba-tiba berubah menjadi serius. Aku mengerti akan hal itu setiap kali ia memanggil namaku seperti itu.

.

“Wae?”, tanyaku penasaran.

.

“Apa kau sudah memimpikan untuk membangun sebuah keluarga?”, keheningan menyelimuti kami. Aku masih diam dan sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang diajukan padanya.

.

Sesaat, aku membayangkan hal itu akan terjadi. Memiliki sebuah keluarga di masa depan sudah aku impikan sejak dulu, sejak saat bersama Sooyeon. Aku memimpikan indahnya keluarga yang akan kubangun bersamanya. Memikirkan kembali hal itu, ternyata membuat perasaan aneh dalam diriku. -terluka dan kecewa

.

.

Taeyeon POV END…

.

.

—————————

Stephy, wanita itu menyusuri setiap perubahan yang terjadi di wajah Taeyeon. Pertanyaan yang ia ajukan karena ia hanya ingin meyakinkan dirinya bahwa Taeyeon memang satu-satunya pria yang ia cintai.

.

Tidak dapat dipungkiri, Stephy sedikit kecewa karena Taeyeon terlihat berpikir lebih lama atas jawabannya.

.

Taeyeon menatap wajah Stephy. Tatapan tenang namun sarat akan ketegasan yang dapat terlihat di bola mata kecoklatan miliknya. “Jika jawabanku iya, apa kau bersedia menjadi wanita yang akan menemaniku berjalan menuju altar?”, Dengan tenangnya Taeyeon mengambil tangan Stephy dan menggenggamnya.

.

Stephy tak kalah membalas tatapan Taeyeon. Ia ingin mencari kebenaran disana. 1 tahun mengenal Taeyeon, sudah cukup baginya. Stephy masih diam dan Taeyeon menunggu jawaban balik atas pertanyaannya.

.

“Maaf, jika tidak ada cincin atau semacamnya. Semua akan menyusul saat pernikahan kita nanti”, Taeyeon mencoba mencairkan suasana saat melihat Stephy menitikkan airmatanya.

.

“Awww”, sebuah tepukan Taeyeon rasakan di lengan kanannya. Yang Taeyeon lakukan benar-benar tidak romantis menurut Stephy.

.

Stephy melepaskan genggaman tangan Taeyeon. “Katakan itu lagi setelah kau benar-benar yakin ingin menikahiku”, jawab Stephy.

.

Detik itu Taeyeon mengerti. Ia tersenyum dan memberikan anggukan kepala pada wanita di depannya ini. Bagi Taeyeon, mungkin inilah saat yang tepat untuk benar-benar melupakan masa lalunya dan bergerak menuju masa depan yang lebih pasti. Tidak bersama Sooyeon, tapi bersama Stephy.

.

.

.

.

“Kita mau kemana?”

.

“Kau sudah tahu jika aku pria penuh kejutan, jadi lihat saja nanti”

.

Stephy sedikit mengejeknya. “penuh kejutan tapi tak romantis”

.

Hahahaha, Taeyeon tertawa mendengar “pujian” itu. Senyum keduanya mengembang. Stephy meletakkan tangannya diatas punggung tangan Taeyeon. Keduanya menikmati waktu berharga ini.

.

“Ngomong-ngomong, apa Soojung akan setuju dengan pernikahan kita Tae?”

.

“Tentu saja.. Putriku juga menyukaimu, hmmm”, Taeyeon mengambil tangan Stephy dan mengecupnya. Senyum bulan sabit Stephy memancarkan keindahan dan Taeyeon ikut tersenyum karenanya.

.

.

Tak berapa lama, mereka sudah tiba di tempat tujuan dan ada sebuah yacht yang menunggu mereka. Kapal pesiar mini itu sudah Taeyeon siapkan untuk memberikan kejutan kepada Stephy.

.

“Kau mau membawaku kemana tuan Kim yang terhormat?”, Stephy berucap seraya memainkan dasi Taeyeon. Mereka saat ini sedang berhadap-hadapan.

.

“Menikmati malam Seoul dengan romantis”, Taeyeon menaik turunkan alisnya dan itu membuat Stephy tertawa.

.

“Dasar, sok romantis”

.

Stephy berjalan duluan menuju yacht disusul Taeyeon disampingnya. Keduanya disambut oleh orang-orang yang akan melayani mereka selama perjalanan mengelilingi sungai han.

.

Dari atas yacht, keduanya menikmati suasana malam sungai Han diiringi musik jazz klasik yang mengalun indah. Taeyeon tersenyum seraya memback hug tubuh Stephy. Sesekali mereka tertawa karena jika mengingat bagaimana hubungan mereka ini terjadi. Semuanya datang begitu saja.

.

“Kau tahu tuan Kim? Diantara mantan-mantanku, kau yang paling tidak romantis” Stephy menggodanya.

.

“Hahahaha really? tapi mereka tidak punya ide secemerlang aku. Mengajakmu ke tempat yang indah seperti ini. Benar begitu?”

.

Stephy memegang dagunya dan pura-pura berpikir. “Hmmm, mungkin benar”

.

Taeyeon mengeratkan pelukannya. “Kalo begitu, aku unggul 1 poin dari mereka”

.

Taeyeon terkekeh dengan ucapannya dan Stephy juga ikut tertawa bersamanya

.

.

.

.

.

.

***

.

“Eunngghh”, Soojung terbangun dari tidurnya dan melihat sekeliling kamar. Sepi.

.

“Daddy~~”,

.

“…………………”

.

“Daddy!!!!”

.

Soojung terus berteriak memanggil Taeyeon tapi pria itu tak kunjung datang juga.

.

“Daddy~~~”, akhirnya Soojung menangis keras.

.

Tak berapa lama, Yuri masuk ke dalam kamar. “Ada apa princess?”, Yul mendekati ranjang putrinya dan melihat putrinya menangis.

.

“Soojung mau Daddy”, rengek gadis kecil itu.

.

“Daddy Taeyeon sudah pulang. Besok lagi ya bertemu Daddy”, bujuknya pelan kepada sang anak.

.

Soojung menggelengkan kepalanya dan mengusap airmatanya dengan punggung tangan miliknya yang masih kecil. “Soojung mau Daddy”, isaknya lagi.

.

Jessica yang baru saja menemani putranya tidur pun masuk ke dalam kamar Soojung. Ia ikut mendekat ke arah Yuri dan Soojung lalu memeluk putrinya.

.

“Soojung bermimpi buruk?”, tanya pelan dan Soojung menggeleng.

.

“Soojung mau Daddy”, jawabnya.

.

“Ini sudah malam sayang, besok ya ketemu Daddy”, kali ini giliran Jessica yang membujuk.

.

Selama ini, Soojung seringkali menginap di rumah Taeyeon karena ia benar-benar sangat dekat dengan ayah kandungnya, walaupun Soojung juga sayang dengan Jessica dan Yuri, juga adik kecilnya.

.

Tapi seiring pertumbuhan usianya, Soojung sudah mulai bisa mengerti dengan kenyataan bahwa Taeyeon adalah Ayahnya dan Jessica adalah Ibunya. Meski begitu, Soojung tetap menerima Yuri sebagai Appanya juga.

.

Sejak lahirnya Jiyoung, Jessica dan Yuri memang sibuk mengurus Jiyoung yang masih kecil dan sekarang pun meski Jiyoung sudah berumur 3 tahun, tapi keduanya masih melakukan pengawasan ketat pada Jiyoung. Kasih sayang Jessica dan Yuri tak pernah berkurang untuk Soojung, namun karena Soojung lebih sering bersama Taeyeon maka tidak heran bahwa gadis kecil itu terbiasa dengan kehadiran Daddynya.

.

“Bagaimana kalo kita telpon Daddy?”, Yuri mengeluarkan idenya kepada putrinya ini.

.

“Tidak mau, Soojung mau Daddy” tolaknya halus

.

Jessica mengusap peluh yang menghiasi wajah putrinya. Sudah dapat ditebak bahwa Soojung terbangun karena ia memimpikan sesuatu yang buruk sehingga ia terbangun karena terkejut dan seperti inilah hasilnya. Ia terus merengek meminta Taeyeon ada disini.

.

“Umma temani ya tidurnya, besok baru ketemu Daddy”, ucap Jessica.

.

“Tidak mau! Soojung mau Daddy”, ia kembali terisak dan mulai menangis.

.

Jessica yang kesabarannya mulai habis pun mengeluarkan emosinya. “Kwon Soojung!! Dengarkan Umma, ini sudah malam. Daddy akan datang besok. Mengerti? Sekarang ayo tidur”, Yuri segera memegang lengan istrinya agar tidak membentak Soojung.

.

Soojung kecil turun dari tempat tidurnya. “Soojung mau Daddy”, teriaknya lagi dan berlari keluar kamar dengan menangis keras.

.

Jessica juga ikut menitikkan airmata karena ia baru saja membentak putrinya. Yuri dengan sabarnya mengusap punggung istrinya. “Ssshh, tenanglah baby. hmmm. Sekarang hubungi Taeyeon, aku akan membujuknya. Mungkin Soojung baru saja ngelindur akibat mimpi buruk”

.

Jessica menganggukkan kepalanya dan Yuri menghapus airmata Jessica dengan ibu jarinya. Yuri keluar dan menemui anaknya. Ia melihat Soojung ada di kamar tamu, tempat Taeyeon biasanya menginap saat berkunjung ke rumah ini.

.

“Princess Appa”, ucapnya mendekati sang anak. Putrinya itu sedang memeluk dookong milik Taeyeon yang sengaja ditinggal disana.

.

Yuri dengan pelan mengangkat tubuh anaknya ke pangkuannya seraya membenarkan rambut Soojung yang berantakan. “Soojung ingin bertemu Daddy ya”, gadis kecil itu mengangguk, masih dengan matanya yang sembab karena menangis.

.

“Umma tidak sengaja berkata seperti itu, hmmmm. Umma tetap sayang Soojung, Appa juga. Sekarang Umma sedang menghubungi Daddy, biar Daddy datang kemari”, Yuri menjelaskan kepada anaknya secara pelan agar Soojung mengerti.

.

“Benarkah?”, tanyanya menunjukkan mata polosnya yang menggemaskan.

.

“Huum”, Yuri menyisir rambut anaknya dengan jarinya. “Jadi princess Appa tidak boleh menangis lagi. Sekarang, temui Umma dan berikan Umma ciuman spesial. Appa princess Appa mau melakukannya?”

.

Soojung membalikkan tubuhnya menghadap Yuri dan memeluk leher Yuri dengan tangan kecilnya. Ia mencium bibir Appanya dan tersenyum. Yuri pun membalasnya. Setelah itu Yuri menggendong putrinya kembali menuju kamar Soojung untuk menemui Jessica.

.

.

.

———————————

.

“Maaf Taeng, aku tak bisa membujuknya. Dia menginginkanmu sekarang”, nada Jessica terdengar bersalah. Ini sudah jam 1 malam dan ia meminta Taeyeon untuk datang.

.

“Tidak apa-apa Sica, aku akan segera datang. Hmm, jangan khawatir”, Taeyeon meyakinkannya.

.

Sambungan telpon terputus. Taeyeon bangkit dari kasurnya dan ternyata itu membuat seseorang disebelahnya ikut terbangun.

.

“Mau kemana Tae?”, tanya Stephy dengan suara seraknya.

.

Taeyeon kembali ke kasur lagi dan mengecup kening Stephy. “Maafkan aku Steph, aku harus pergi. Sooyeon baru saja mengatakan padaku bahwa Soojung menangis”, Stephy menyentuh tangan Taeyeon yang sedang membingkai wajahnya.

.

Chuu~~

.

Ia mengecup bibir Taeyeon dan tersenyum. “Pergilah Tae, hati-hati di jalan”, ucapnya penuh pengertian.

.

Taeyeon membalas kecupan itu dan ikut tersenyum. Ia bersyukur bahwa Stephy menerima keadaan ini dengan baik-baik saja. Bahkan wanita ber-eyes smile itu selalu mengerti dirinya.

.

“Aku akan datang ke apartemenmu lagi besok pagi. Aku tidak bisa janji, tapi semoga kita bisa sarapan bersama”

.

Stephy mengangguk. “Huum, kabarin aku. Sekarang pergilah”

.

Taeyeon segera memakai celana panjangnya dan kaos lengan pendek. Setelah mencuci mukanya, Taeyeon kembali ke kamar Stephy dan mengambil kunci mobil. “Aku pergi dulu, Steph”

.

“Hati-hati Tae”, balasnya.

.

Taeyeon segera keluar dari kamar dan Stephy bersiap kembali tidur. Namun pintu kamarnya, tiba-tiba terbuka dan Taeyeon menyembulkan kepalanya.

.

“Ada apa Tae?”

.

Pria itu hanya menjawab dengan cengiran. “Aku lupa sesuatu”

.

“Apa?”, Stephy mengerutkan dahinya begitu mendengar ucapan Taeyeon.

.

.

.

“I Love You”

.

.

Taeyeon meneriakkan tiga kata itu dan segera menutup kembali pintu kamar. Stephy terkekeh dengan sikap dork Taeyeon.

.

Andai saja Stephy tahu, bahwa dulu Taeyeon adalah pria yang sangat kaku bahkan terlampau serius. Namun kali ini semuanya berubah sejak Taeyeon bertemu dengannya.

.

.

.

“Dasar, tidak romantis”

.

Dan Stephy pun kembali tidur dengan senyum yang menghiasi wajahnya.

.

.

.

.

TBC

———————————–

HAIIIII SEMUANYA ^^

NLTL HADIR KEMBALI… Ciyee ciyeee

Semoga ngefeel ya. hahaha

Btw, berbicara mengenai pw the heirs. Emang susah banget ya? perasaan gue itu pertanyaan paling mudah. Hohoho

.

Okay see you again

.

Annyeong!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

137 thoughts on “NOTHING LEFT TO LOSE (Sequel)

  1. Sebenarnya udah lupa sama ff ini, pas baca agak bingung dikit hahaha soojung manja banget sama tae kasian tuh appa yg satu lagi, tae udah ada pedamping sekarang .

    Like

  2. Yeaayyy taeyeon ketemu jodoh juga akhirnya. Engga forever alone lah seengga nya wkwkwk
    Ga romantis2 gitu tapi klo diajak berduaan kemana aja stephy juga mau kan :p
    Tae baik yaa mau nyusul si soojung walaupun itu dini hari sekalipun, bahkan lagi tidur. Daddy tae jjang!! XD

    Like

  3. hii thorr…dah lama neh gk muncul,,
    cerita ini bener ngefeel bangett…
    tp gw pnsran sm stephy itu spa??? knpa marganya sm kyak almarhum fanyah….
    apa dia kembarannya or orng lain…uhggg gw bener” pnsaran…
    lanjut dahhh…

    Like

  4. duh dari awal udh seneng bgt liat soojung super lengket bgt sama taeng sampe yulsic aja kadang dilupain tuh sama soojung ^^
    omg daddy gue akhir’y ketemu jodoh jg dsni
    hmm stephy hwang anggap aja bentuk reinkarnasi dari tiffany hehe…
    yg penting TaeNy forever!! ^^
    daddy tae buruan resmiin mom pany jd istri ya!!

    Like

  5. Soojung deket bener sama appa taeng hehehe yulsic malah yg di lupain idih appa taen gak romantis banget umma jess jangan bentak uri soojung dong kasian next chap fighting

    Like

  6. Eeh takdirnya tae msih hidup toh alias reinkarnasi nya fany yah thor? Wkwkwk
    Tae gak romantis tp bisa meluluhkan hati seorang stephy hwang.. hohoho
    Next chap bnyakin taeny yah.. 🙏🙏

    Like

  7. Gpp taengsic gak bersatu, yang penting taeng dan sica tetap rukun. Dan yang pastinya taeyeon tetap sayang sama soojung.
    Daddy taeng emang jjang biar udah malam tetap utamain soojung..
    Semoga taeng dan stephi cepat ke altar. Hehe
    Mf thor gak komen yulsic soal nya di sini blum ngefeel sama yulsic.. Hehe
    Ok thor semangat nulisnya..

    Like

  8. jeng jenggg… gw balik lagi entah uda berapa abad nggak kemari.. klo baca ni ff jadi ilang deh sedih2nya di sequel awal.. sebenernya ya agak lupa hehe … taenyyyy!!!! ada adek soojung kesayangan disini.. gw suka kedeketan tae ama jungie disini, duhh bapak anak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s