ONLY ONE (3)

Tittle                : ONLY ONE

Cast                 : Kwon Yuri

Jessica Jung

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

The Others

Genre              : Gender Bender, Comedy Romance, Family

Series

—————————————————————————————————————-

.

Part 3

.

“Woow, boy. Kau tampan sekali” ucap Yuri saat melihat anak pertamanya sedang merapikan jas putihnya dengan dibantu sang istri.

.

“Appa~ berhenti memanggilku boy” rengek Yoong. Yul hanya tertawa melihat Yoong memasang tampang cemberutnya. Namun tawanya mereda saat Jessica memberikan tatapan andalannya.

.

“Serve right, umma” Yoong mengecup pipi kanan ummanya. Ia berterima kasih karena ummanya membelanya daripada Yul appa. Jessica membalas dengan senyuman.

.

“Aish, baby. Kau selalu membela Yoong” protes Yul. Yoong menjulurkan lidahnya, mengolok Yuri yang selalu kalah telak darinya dihadapan Sica.

.

“Lebih baik temui tamu-tamu yang sudah datang daripada kau mengganggu Yoongi, seobang” jawab Sica.

.

Kalo sudah begini Yul tidak bisa protes, akhirnya iya keluar dari ruangan ganti Yoong dan mulai menemui para undangan yang sebagian sudah berada di pinggir pantai tempat berlangsungnya acara pertunangan Yoong dan Seohyun.

.

“Nah, sudah selesai. Anak umma semakin tampan” Jessica sudah selesai merapikan setelan yang dipakai Yoong. Dia sangat senang untuk urusan seperti ini. Kadang Yuri dan Soojung juga menjadi sasaran fashionnya.

.

“Terima kasih, umma” mereka pun berpelukan sesaat. Yoong melepaskan pelukannya dan meminta izin Jessica untuk menemui Sooyoung dan Hyoyeon, sahabatnya yang sudah datang. Jessica sendiri menyusul Yuri ke tempat dimana acara akan berlangsung.

.

.

——————————————

.

Di sudut lain, dekat acara berlangsung, Yoong dan sahabatnya sedang terlibat pembicaraan serius. Salah satu dari mereka, terlihat sangat marah. Namja yang tingginya sedikit melebihi Yoong sedang meluap-luap emosinya.

.

“Apa wanita itu sudah gila?? Itu bukan salahmu Yoong, lagipula dia menjebakmu. Benar kan Hyo?” tanya namja tinggi itu meminta pendapat teman satunya.

.

“Tapi darimana ia mendapatkan alamat emailmu, Yoong? Bukankah kejadiannya sudah 1 tahun lalu saat kita ke bar di LA” sambung teman satunya lagi.

.

“Aku tidak tahu Hyo, kurasa aku tidak kehilangan identitas ataupun kartu namaku” jawab Yoong.

.

Ia sedikit frustasi, beberapa hari ini ada seorang wanita yang menerornya lewat email. Ia tidak tahu siapa wanita itu, tapi saat wanita itu menyebutkan peristiwa 1 tahun lalu disebuah bar di LA, Yoong menjadi takut. Ia tidak ingin mengingat kejadian itu.

.

“Apa yang harus aku lakukan, Hyo, Young?” tanyanya kepada dua sahabatnya itu.

.

“Kau yakin tidak ingin menceritakannya kepada Seohyun? Atau setidaknya kepada orangtuamu, Yoong?” ucap Sooyoung. Namun saran dari Sooyoung justru membuatnya mendapat pukulan di kepalanya.

.

paaaak

.

“YAAA!!! Kau mau cari mati?” marahnya pada namja berambut blonde disebelahnya.

.

“Kau ini bodoh atau apa sih. Kalau orangtuanya Yoong tahu kita pernah ke bar saat berlibur ke LA, itu hanya akan menambah masalah. Kau tahu kan Yoong dilarang ke bar terutama oleh ummanya” kesal Hyoyeon. Ide namja yang lebih tinggi darinya ini selalu tidak menyelesaikan masalah.

.

“Aishh” sebelum kedua sahabatnya bertengkar, Yoong berusaha melerai keduanya.

.

“Kenapa kalian malah bertengkar. Berikan aku solusi” Yoong mulai frustasi. Sahabatnya ini malah belum bisa memberikannya ide yang baik.

.

Ketiganya pun larut dalam pemikiran masing-masing. Sepertinya mereka belum menemukan jalan keluarnya. Mereka mulai tersadar ketika suara MC dari tempat berlangsungnya acara sudah terdengar. Menandakan acara sudah dimulai.

.

Hyo mendekati Yoong dan menepuk pundaknya pelan. “Kami akan membantumu menyelesaikan ini Yoong, tapi sebaiknya lupakan sejenak dan nikmati pesta pertunanganmu. Kau harus terlihat bahagia malam ini”.

.

“Aku setuju dengan Hyo, kau nikmati pesta ini dulu buddy. Seohyun sudah menunggumu untuk menyematkan cincin. Mungkin saja kau akan mendapatkan first kissmu darinya malam ini” Sooyoung malah menggodanya.

.

paaak!

.

.

“YAAA!!!! Aish, awas kau Kwon Yoona” umpat Sooyoung saat ia mendapatkan pukulan kedua di kepalanya. Dan si pelaku tanpa wajah berdosa sudah pergi menuju ke pinggir pantai.

.

“Dasar tiang listrik mesum” sambung Hyoyeon dan berlari menyusul Yoona yang sudah berjalan lebih dulu.

.

“Aish, sahabat macam apa kalian meninggalkanku disini. Hah! andai saja bunny tadi bisa ikut, pasti aku tidak akan kesepian di pesta Yoong malam ini” gerutunya. Ia pun berlari sedikit lebih cepat untuk menyusul dua sahabatnya itu.

.

.

.

Pesta pertunangan Yoong dan Seohyun berlangsung meriah meskipun tidak terlalu banyak yang diundang. Hanya rekan dan kerabat dekat dari kedua keluarga saja, tetapi kesuksesan acara berlangsung sesuai keinginan kedua pihak.

.

Pasangan yang baru saja bertukar cincin itu sedang bergoyang bersama dengan teman-temannya baik dari Yoong maupun Seohyun. Para anak muda sedang menikmati alunan musik yang energik, sedangkan para orangtua duduk di meja sambil menikmati hidangan yang disediakan.

.

“Ah, akhirnya acara ini hampir selesai. Badanku pegal sekali” ucap Taeyeon sambil membenarkan posisi duduknya dan menyantap steak kesukaannya.

.

“Kim Taeyeon… jangan meletakkan sikumu di atas meja. Ingat manner!” perintah wanita bereye smile itu.

.

“Kau ini Steph, hanya dihadapanku dan Yuri saja masih mempraktekkan table mannermu” Jessica menggeleng heran. “Makanlah sesantai mungkin Taeng”.

.

“Benar apa yang dikatakan Sooyeon, phany~aa. Aku sudah sangat lapar” Taeyeon memberikan senyum handalnya kepadanya Sica. Berterima kasih karena membelanya. Yul langsung melempar tisu ke Yuri.

.

“YAA!! dia istriku, Kim midget” cemburu Yul. Bagaimana ia tidak cemburu? Jessica adalah mantan Taeyeon.

.

“Black monkey. Kau masih saja cemburu. Sica itu sahabatku dari kecil. Aish kau ini, sudah tua tapi childish” protes Taeyeon. Yul langsung menoleh ke istrinya, menunjukkan puppy eyes andalannya.

.

Jessica menjepit gemas hidung suaminya itu “Aku hanya mencintaimu, seobang” ucap Jessica lalu mengecup singkat bibir Yuri.

.

“Hentikan PDA kalian” marah Taeyeon. Sedangkan sang istri kembali sibuk dengan ipad yang dipegang. Ia merasa sendirian, tapi pasangan Yulsic tidak memperdulikannya. Mereka saling pandang dan tersenyum lalu sibuk mengobrol berdua tanpa melibatkan Taeyeon.

.

Merasa dicuekin, ia pun melihat-lihat sekeliling. Mungkin saja ada rekan kerjanya yang bisa diajak berbincang. Namun matanya menangkap salah satu wanita yang memakai dress selutut. Taeyeon ingat bahwa wanita itu adalah salah satu karyawan di bagian marketing. Tanpa ada yang menyadari, Taeyeon sudah melesat menemui wanita itu.

.

.

“Orange juice yang manis, untuk wanita yang manis juga” wanita itu menoleh dan mendapati salah satu wakdir di perusahaannya menmberikannya segelas orange juice.

.

“Terimakasih wakdir Kim” ucapnya sedikit malu-malu. Mungkin ia tak menyangka bahwa salah satu orang tertinggi di perusahaan menghampirinya.

.

“Hahaha, tidak perlu seperti itu, hmmmm” Taeyeon tampak berpikir.

.

“Kang Jiyeon” ucap wanita itu.

.

“Ah, iya iya.. Jiyeon~ssi. Maaf, faktor umur” candanya..

.

Mereka mulai terlibat percakapan ringan namun lebih banyak Taeyeon yang bicara, sedangkan lawan bicaranya tertawa sesekali karena lelucon yang dibuat Taeyeon. Tiba-tiba saja angin pantai bertiup sedikit kencang, menyebabkan wanita itu hilang keseimbangan karena high heelnya yang cukup tinggi.

.

Melihat Jiyeon sedikit oleng, Taeyeon dengan refleks menangkap tubuhnya membantu Jiyeon agar tidak terjatuh ke belakang.

.

.

.

1 detik

.

.

.

.

.

2 detik

.

.

.

.

3 detik

.

.

.

.

.

.

“Ehem” satu suara mengembalikan kedua orang tersebut ke alam sadarnya. “Apa kau menikmati malam ini, Kim Taeyeon?” tanya suara itu.

.

“Habislah aku” ucapnya dalam hati. Ia melepaskan tangannya dari pinggang Jiyeon, sedikit berbisik kepada wanita itu untuk pergi dari sini. Rasanya kerongkongan kering, ia mempersiapkan mentalnya sebelum berbalik menghadap seseorang yang berada di belakangnya.

.

“Mushroom… Kau disini sayang? Akhirnya aku tidak sendirian..” ucapnya seceria mungkin. Tapi itu tidak akan mempan dengan HellFany yang sudah aktif. Tanpa basa basi, wanita itu menarik telinga Taeyeon tanpa ampun dan menyeretnya pergi dari situ.

.

“Aw aw aw aaw, sayang maafkan aku” Taeyeon berusaha membujuk Tiffany. Walaupun beberapa tamu sudah pulang dan posisinya dari anak-anak muda yang sedang berpesta sedikit jauh, tetap saja ia malu dilihat beberapa pasang mata. “Mushroom sayang, maafkan aku”

.

Bukannya melemah, tetapi tarikan Tiffany di telinga Taeyeon semakin menguat. Pasangan itu menghampiri Yulsic yang masih asik dengan dunia mereka. Yulsic pun melihat kedatangan Taeny.

.

“Hahahahaha, apa yang telah kau lakukan buddy?” tanya Yuri sambil tertawa puas. Namun tiba-tiba ia merasakan kakinya diinjak Jessica.

.

“Jessie, Yul, kami akan pulang duluan” pamit Tiffany. Tanpa menunggu jawaban Yulsic, keduanya berlalu. Yulsic hanya bengong melihat Taeyeon yang pasti menderita karena siksaan Tiffany.

.

“Sepertiny kita harus menghubungi Kang ahjussi untuk mengantar Seohyun pulang, baby” kata Yuri dan mendapat anggukan dari Jessica. “Sebaiknya kita pulang juga, biarkan anak-anak masih menikmati pestanya” lanjut Yul.

.

Jessica menyetujui ajakan Yul, mereka pun menghampiri kedua anaknya bersama pasangan masing-masing. Setelah itu keduanya menuju mobil dimana Leo sudah menunggu. Dalam perjalanan pulang, baik Yuri maupun Jessica menikmati moment kebersamaan mereka yang sempat berkurang 1 minggu ini karena Jessica sibuk menyiapkan pesta untuk putra pertamanya.

.

“Akhirnya Yoong sudah mulai membuka langkah pertama dengan wanita yang akan menjadi istrinya kelak” ucap Yul. Ia bahagia, putra pertamanya itu sudah resmi bertunangan dengan anak sahabatnya.

.

“Hemmmm” hanya itu jawaban Jessica. Ia masih sibuk memainkan jari tangan Yuri dengan kepalanya bersandar di dada Yul. “Seobang….Terima kasih” ungkap Jessica.

.

“Huh? Untuk apa, baby?” tanya Yuri bingung.

.

“Untuk semuanya. Menjadi suami dan ayah yang luar biasa” jawab Jessica. Ia melepaskan diri dari dekapan Yul dan menatap suaminya itu. Ia mengecup bibir Yul lalu memeluknya kembali.

.

“Terima kasih juga, baby. Bersedia menjadi pendampingku dan juga menjadi ibu dari anak-anakku” balas Yul. Ia semakin mengeratkan pelukannya kepada sang istri. Tiba-tiba pikirannya melayang ke 21 tahun lalu……..

.

.

———————————–

Jalanan kota Seoul tak pernah sepi meski hari sudah larut malam, kendaraan masih hilir mudik namun tidak dengan kendaraan umum. Seorang namja sedang melajukan motornya diatas rata-rata sambil sesekali menoleh ke arah belakang. Ada tiga motor yang sedang mengejarnya, ia pun semakin menambah kecepatan laju motor tanpa peduli dengan kendaraan lain.

.

Tak berapa lama, ia menemukan jalan pintas dan berhasil meloloskan diri dari kejaran itu. Tak jauh dari sana, beberapa meter di depannya ia melihat minimarket yang masih buka. Ia pun kesana dan memarkirkan motornya.

.

Saat ia membuka helm, wajah pria itu ternyata terdapat luka dan lebam. Sepertinya ia habis terlibat perkelahian. Ia pun masuk ke dalam minimarket untuk membeli obat dan beberapa makananan.

.

.

“Aw aw aw YA!!!” marahnya saat ahjumma penjaga toko memukulinya dengan sapu.

.

“Tokoku tidak menerima berandalan sepertimu. Pergi dari sini” ucap ahjumma itu.

.

“Aku bisa membeli tokomu ahjumma!! Aish. Kenapa orang suka sekali hanya melihat dari penampilannya saja. Apa dia tidak tahu aku ini siapa” kesalnya. Ia melihat kaleng kosong didekatnya lalu menendangnya sekeras mungkin, meluapkan kekesalannya. Ia pun duduk di kursi yang tak jauh dari minimarket tersebut.

.

“Awas saja, aku akan memberikan pelajaran pada manusia tengil itu. Tunggu saja pembalasanku Lee Donghae” gerutunya saat tahu siapa bahwa orang-orang yang memukulinyaa tadi adalah anak buah Donghae, musuh besarnya.

.

“Ini untukmu. Pasti luka itu perih sekali” namja itu menoleh ke arah suara.

.

Ia mendapati seorang gadis bersyal dengan rambut cokelat keemasan. Matanya cokelat dan hidungnya mancung. Gadis ini pasti bukan asli Korea. Namja ini berani bersumpah, siapapun laki-laki yang melihat gadis ini pasti akan jatuh cinta saat melihat matanya.

.

“Kau sedang berbicara denganku?” tanyanya pada gadis itu sambil menoleh ke belakang. Siapa tahu ada orang lain disana, bukan dirinya.

.

“Tentu saja, tidak ada siapapun disini” Meski nadanya terdengar dingin, tapi bagi namja itu suara seperti bidadari. Ia pun duduk di sebelah namja itu dan mulai membongkar plastik belanjaan yang ia bawa.

.

Namja itu terus memperhatikan gadis itu, ternyata ia mengeluarkan beberapa kapas dan obat merah. Tanpa bertanya terlebih dulu, gadis itu langsung menyentuh wajah namja itu dan mulai membersihkan lukanya. Namja itu kaget bukan main, ini pertama kali seseorang berani memegang wajahnya tanpa izin.

.

Bukannya marah, dalam hati ia begitu tersentuh. Gadis ini sungguh berbeda. Tidak! Tidak! Bukan berbeda tapi sangat berbeda. Bahkan ahjumma di minimarket tadi pun tahu bahwa ia pantas dikatakan berandalan dari caranya berpakaian. Bahkan di tangan kirinya terdapat tatto yang sangat jelas dapat dilihat orang lain karena ia hanya menggunakan kaos lengan pendek. Dan gadis ini tidak takut sama sekali justru menolongnya.

.

Tak ada sepatah katapun, gadis itu sibuk membersihkan luka sedangkan namja itu sibuk memandangi wajah gadis penolongnya. Ia tidak tahu kenapa, tapi jantungnya berdetak lebih kencang. Gadis itupun selesai mengobati sang namja lalu mengambil minuman hangat yang tadi juga ia beli.

.

“Ini, minumlah. Udara sangat dingin tetapi kau memakai kaos pendek dan tipis seperti itu” ucap gadis bersyal itu. Ia pun segera membereskan kantong belanjaannya dan bersiap pergi tetapi namja itu menahannya.

.

“Tunggu, hmmm, terima kasih sudah membersihkan lukaku dan memberikanku minuman ini. Apa kau tidak takut padaku?” tanyanya.

.

“Kenapa aku harus takut? Kau kan manusia, bukan hantu atau semacamnya” balas sang gadis.

.

Jleeeb!

.

.

Namja itu terdiam, ini pertama kalinya seseorang berkata seperti itu padanya. Gadis ini benar-benar sesuatu. Tanpa menunggu lebih lama, gadis itupun berlalu. Namja itu tidak ingin melepaskan gadis penolongnya begitu saja.

.

“Tunggu!” ia mensejajarkan langkahnya. “Hemmm, bolehkah aku mengantarmu pulang? Ini sudah malam, pasti akan sulit mencari taksi” tanyanya.

.

“Tidak perlu, terima kasih” sebelum gadis itu melangkah, namja itu memegang pergelangan tangannya.

.

“Kumohon, izinkan aku mengantarmu” ia tampak berpikir lalu tersenyum “sebagai ucapan terima kasih karena menolongku” ucapnya. Ia menatap gadis itu, memohon. Dan lagi-lagi ini pertama kali dalam hidupnya memohon kepada oranglain terlebih gadis yang baru ditemuinya beberapa menit lalu.

.

“Baiklah, aku terima tawarannya” balas sang gadis. Namja itu tersenyum lebar mendengar jawaban gadis penolongnya. Iapun segera mengambil motornya.

.

Perjalanan terasa lama bagi sang gadis tetapi bagi namja itu sangat cepat. Mereka sudah tiba di depan rumah gadis bersyal itu. Ia pun menolong gadis itu turun dari motor yang sedikit tinggi.

.

“Terima kasih atas tumpangannya, hmm………”

.

“Yuri.. Kwon Yuri, tapi kau bisa memanggilku Yul” jelasnya.

.

“Terima Kasih, Yul” gadis itu tersenyum.

.

“Boleh aku tahu siapa namamu?” tanya Yul.. Entah kenapa dalam hatinya ia masih belum ingin berpisah dari gadis ini.

.

“Jessica…Aku Jessica Jung” balas gadis itu. Ia pun melepaskan syalnya dan melilitkannya di leher Yuri. “Udara semakin dingin, berhati-hatilah di jalan dan jangan sampai terluka lagi” lanjutnya.

.

Mendengar itu, Yuri semakin tidak ingin berpisah. Ia ingin bersama gadis itu lebih lama. Entah apa yang terjadi pada dirinya malam ini. “Bisakah kita bertemu lagi, Jessica-ssi?” tanyanya lagi. Sejujurnya ia takut ditolak, tetapi ia masih ingin bertemu dengan gadis ini lagi.

.

“Tentu saja”

.

.

.

Semenjak pertemuan itu, keduanya mulai dekat. Ini pertama kalinya dalam hidup seorang Kwon Yuri mencintai seseorang dan itu cinta pada pandangan pertama. Ternyata saat bertemu pertama kali dengan Jessica, ia baru beberapa hari di Seoul. Setelah lulus sekolah di LA, Jessica memutuskan kembali ke Seoul dan kuliah disini mengambil jurusan design.

.

Yuri selalu berpikir, mengapa Jessica seperti tidak pernah takut pada dirinya? Tapi sepertinya Jessica tidak pernah melihat itu sama sekali. Yuri sangat bahagia Jessica tidak pernah sedikitpun risih saat bersamanya.

.

Di kampus, Yuri sering menimbulkan masalah baik kepada dosen dan juga teman-temannya. Hampir setiap hari pula ia terlibat perkelahian dan setiap hari pula Jessica selalu ada untuk mengobati lukanya. Tanpa peduli omongan teman-teman kampusnya tentang Yuri yang notabene adalah kakak tingkat Jessica tetapi beda jurusan.

.

Entah apa yang ada dipikiran Jessica, gadis dingin itu benar-benar tidak peduli apapun. Yang Jessica tahu, ia merasa nyaman dan terlindungi saat bersama Yuri, dan baginya, Yuri tidak seburuk yang oranglain pikir.

.

Pada akhirnya, Yuri nekat menyatakan cinta pada Jessica. Ia tidak peduli jika ia ditolak tetapi ia berharap Jessica tidak membencinya setelah ini. Pertama kali Yuri ingin seseorang bersama dengannya dan itu Jessica.

.

Siapa sangka bahwa gadis dingin itu menerimanya. Hubungan mereka semakin dekat, dan Jessica lebih sering tinggal bersama Yuri di apartemen Yuri mengingat Jessica hanya sendiri di Seoul dan keluarganya di LA.

.

Namun suatu hari, Yuri melakukan kesalahan besar. Setelah pertengkarannya dengan Ayahnya, dia pergi ke bar dan meluapkan semua emosinya. Ia tidak suka ayahnya mengatur hidupnya, ia ingin menjadi pembalap motor tetapi sang ayah menyuruhnya meneruskan perusahaan keluarga.

.

Dibawah pengaruh alkohol, dia mengajak siapa saja disana berkelahi. Hingga akhirnya pemilik bar menelepon Jessica yang hanya merupakan satu-satunya nama yang berada di kontak ponselnya. Besoknya Jessica marah besar, kali ini tindakan Yuri benar-benar keterlaluan. Ia tidak suka melihat seseorang melukai orang lain, dan Yuri semalam menyebabkan beberapa orang terluka dan masuk Rumah Sakit akibat ulahnya.

.

Yuri menyesal dan merutuki dirinya yang tidak bisa mengontrol emosinya. 1 minggu ia berusaha mendapatkan maaf Jessica dan menjelaskan semuanya. Meski Jessica marah tetapi ia sedih saat mendengar cerita Yuri. Ia tidak menyangka kekasihnya itu sangat rapuh didalam dirinya. Mungkin Jessica mulai memahami, kenapa selama ini Yuri bersikap seperti berandalan. Meski begitu, Jessica sangat membenci orang-orang yang memanggil Yuri seorang berandalan.

.

Saat ulangtahun Yuri yang ke-20, Jessica menyerahkan harta berharga seorang wanita kepada Yuri. Ia percaya sepenuhnya bahwa laki-laki ini akan membawanya melihat dunia yang lebih luas lagi. Dugaannya tepat, Yuri bertanggung jawab saat ia dinyatakan hamil 2 bulan oleh dokter di usianya yang masih 18 tahun. Dan akhirnya Yuri bersama Jessica membuka lembaran baru dalam hidup mereka melalui ikatan suci pernikahan.

 

Flashback end…..

—————————————-

“Kau melamun lagi, seobang?” Yuri tersadar kembali saat merasakan kedua telapak tangan Jessica membingkai wajahnya. “Memikirkan Yoong?” tanya Jessica.

.

Jessica menyadari akhir-akhir ini Yuri sering melamun. Ia tahu bahwa Yuri yang paling sedih saat melepas putra pertamanya kini berstatus tunangan oranglain. Sedih bukan karena tidak rela, tapi karena waktu bersama Yoong pasti akan berkurang.

.

“Aku memikirkan kita, baby” ia tersenyum lalu mengecup puncak kepala Jessica. Lagi dan lagi, ia tak pernah berhenti bersyukur memiliki Jessica dalam hidupnya dan juga dua anak yang sangat ia cintai.

.

“Menggombaliku?” ucap Jessica.

.

“Hahahaha tidak baby. Tapi kalau kau ingin memberiku sexy time malam ini, aku pasti akan sangat bahagia” Yuri berkata sambil menaik turunkan alisnya.

.

“Oh god, kenapa aku bisa mencintai pria tua yang pervert ini” kata Jessica. Yuri tertawa melihat ekspresi lucu istrinya itu. Keduanya benar-benar seperti anak muda yang baru saja berpacaran.

.

.

***

.

Berbeda jauh dengan keromantisan pasangan Yulsic, Taeyeon malam ini harus menderita. Pasalnya, tiffany menghukumnya tidur di pendopo kecil yang ada di dekat kolam renang. Hanya berbekal 1 bantal dan 1 selimut yang diberikan Tiffany, ia pun memulai malam panjang tanpa kehangatan istrinya.

.

“Huhuhu, sial sekali nasibku malam ini” umpatnya. Tak berapa lama ia melihat lampu ruang tamu hidup kembali karena ruang tamu mereka tidak jauh dari posisi ia berada saat ini. Taeyeon tahu, pasti itu Yoong dan Seohyun yang baru saja tiba di rumah. Tapi ia tidak ingin mengganggu waktu putri kesayangannya itu dengan pria yang resmi menjadi tunangannya beberapa jam lalu.

.

Sedangkan di ruang tengah…..

.

“Kau terlihat lelah oppa, apa sebaiknya beristirahat disini? Aku akan menyiapkan kamar tamu untukmu.” ucap Seohyun.

.

Jarak rumah mereka agak jauh, menempuh perjalanan hampir 45 menit. Seohyun melihat wajah kurang sehat Yoong. Entah itu hanya pikirannya saja atau memang benar. Tadi, dalam perjalanan, ponsel Yoong berbunyi menandakan ada 1 pesan masuk.

.

Sehabis melihat ponselnya, Seohyun memperhatikan ada perubahan wajah terkejut dari tunangannya itu. Tetapi Seohyun tidak ingin bertanya, mungkin saja itu masalah pekerjaan Yoong di Rumah Sakit. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa ia khawatir dengan Yoong.

.

“Tidak usah, sayang. Oppa besok akan ada jadwal pagi, jadi sebaiknya oppa pulang. Jangan khawatir, oppa baik-baik saja. Sampaikan salamku untuk Fany umma dan Taeyeon appa” pamit Yoong. Lelaki itu mencium kening Seohyun sebagai tanda perpisahan malam ini sebelum menuju mobil.

.

“Hati-hati oppa” ucapnya. Ia menatap punggung pria itu hingga masuk ke dalam mobil. Yoong tersenyum dan membuka sedikit kaca mobil. Ia melambaikan tangannya kepada Seohyun.

.

Setelah tunangannya pergi, Seohyun langsung berniat masuk ke kamar namun dilihatnya pintu menuju kolam renang terbuka. Ia kesana dan terlihatlah appanya sedang sibuk dengan raket yang ia tahu raket pengusir nyamuk.

.

“Appa, kenapa disini?” tanyanya menghampiri sang ayah.

.

“Eoh, kau sudah pulang sayang. Tidurlah ini sudah malam” ucap Taeyeon yang masih sibuk mengusir nyamuk.

.

“Appa yang apa perbuat malam ini hingga umma menghukum appa?” tanyanya to the point dan hanya dibalas Taeyeon dengan cengiran. Seohyun sudah terbiasa dengan situasi ini. Ia pun memberikan ciuman selamat malam pada appanya dan menuju ke kamarnya.

.

.

“Aish, mushroom. Tega sekali kau, sayang. Membuat Taetae mu ini tidur dengan nyamuk malam ini. Hiks hiks T.T” keluhnya sebelum bersiap menuju alam mimpi.

.

.

—————————————

Baru saja merasakan bahagia yang luar biasa, ia sudah mulai diliputi rasa cemas dan takut. Berkali-kali Yoong melihat ponselnya dan membaca email yang baru ia terima beberapa menit lalu.

.

From: xxx

“Aku menunggumu untuk bertemu denganku, atau aku sendiri yang akan datang ke rumahmu dan menemui kedua orangtuamu”

.

ps: kau tidak akan lupa kejadian 1 tahun lalu kan? Aku menunggumu, Kwon Yoona.

.

.

.

Ia menghela napasnya, bagaimana bisa ia lupa kejadian itu? Tapi benar apa yang dikatakan Hyo dan Sooyoung. Ini bukan salahnya, saat itu ia dijebak dan tidak tahu apapun yang terjadi malam itu.

.

“Wanita ini benar-benar gila” kesalnya. “Kang ahjussi, tolong antarkan aku ke rumah pengacara Oh. Kita akan kesana sebelum pulang” perintahnya.

.

Laki-laki berusia 50 tahun itu pun memutar arah mobil dan menuju ke tujuan yang diinginkan sang majikan.

.

.

.

“Aku tidak akan membiarkan wanita itu mengganggu hidup keluargaku”

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

———————————————————————————

Alohaaaaa!!! Xoxoxoxo

Gue semakin cinta deh ama Yul appa, kyaaaaaaaaa!!

Hahahhaha, kasian Taeng appa tidur sama nyamuk XD

.

Hmmmmm, apa ada yang disembunyikan oleh Yoong??

Tunggu aja next chapnya.. kekekeke ^^

Sampai ketemu lagi.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

113 thoughts on “ONLY ONE (3)

  1. sini sini taeng aku temenin tidur, wkwkkwwk, masaah udh mulai muncul nih, penasarn jg emng nya yoong pernah ngelakuin apa setahun yg lalu, tidur sm cewek kah? hhmmmm, itu flashback nya yulsic bikin gimana gitu ya,,, makin cinta deh sm yul appa,ikut2 an jeje. hahhahaha

    Like

  2. akhirnya yoonhyun tunangan juga.. woahaha poor taeng tidur sama nyamuk 😀 hahaha flshbcknya yulsic ~ siapa yg neror yoong? apa yg yoong lakuin 1 tahun lalu? penasarannn -,-

    Like

  3. woah yoonhyun akhirnya tunangan juga 😀 hahaha kasian banget taeng tidur sama nyamuk 😀 wkwkwk itu siapa sih yg neror yoong? uh penasaran banget sebenernya apa maunya -,-

    Like

  4. YulSic so sweet. Apalagi pas adegan flashback hehehehe
    Itu akibatnya kalo berani-beraninya main mata di acara pertuangan anak sendiri. Poor Taeng wkwkwkwk
    Siapa pula tuh yang mau ngerusak kebahagiaan YoonHyun?

    Like

  5. Wkwkwkwkwk….. hahahaha….. poor Taeng apa, mangkanya jangan jelalatan. Hihihihihi…. pertemuan yulsic kyaaaaa… romantis banget.
    Sebenarnya apa yg terjadi pada yoong 1thn lalu, dan siapa wanita yg selalu meneror yoong?. Syukurlah aku ga harus menunggu lama untuk baca kelanjutannya. 😀😀

    Like

  6. badai i’m coming, yup emg hrs ad sesuatu biar lbh berarti n smkin mantapkn hati msg2, yup ini ujian utk khdupn yoong. smg yoong bs kuat dlm hdpi badai hidupny.
    wah emg yg dgn ketulusan n kykinan jessica sikap yul bs berubh total n mnjdi pria yg sbnrny.

    adfuh kasihn tae kena hukumn am fany, alhasil musik2 dr nyamuk deh yg tmni tae…..

    Like

  7. Sebenernya ada kejadian apa sama yoong 1thn lalu ? Hmm bikin mati penasaran hahaha
    Kyaaa suka banget sama moment yulsic bikin diabet berkepanjangan wkwkwk
    Paling demen dah kalo liat tae kesiksa sama panul 😂😂😂 pasti part2 selanjutnya ada banyak kelucuan dah di kim family hahaha

    Like

  8. Ohhh apa yg dilakukan yoong 1 tahun yg lalu? Kisah yulsic romantis bngt, sica bisa ngubah yul yg berandalan jd orang yg bertanggung jawab. Poor tae, byuntae kelewatan, g bisa lihat butt sexy sedikit aja. Hhhhh.. Pantar saja panny menghukumnya. Kkkkkk..

    Like

  9. Siapa tuh yg neror si yoong oppa ? Pdhl lgi bahagia nya aja sdh tunangan sama seohyun .. keep fighting yoong ,mudah2an gak terjadi apa2 antara hbungan yoong dengan hyunie ..

    Like

  10. yaampun yul melow bgt deh kku ush urusan kisah dia ama sica :’)
    Taeng -,- ga inget umur masih aja genit ckckckck… Malu ama anak muda ah~
    Siapa yeoja yg ngusik yoong, jgn blg yoong ngapa2in sama yeoja itu di LA
    ini awalnya adem, tiba2 bakal syok kali ya klu ktmu part selanjutnya ._.

    Like

  11. Njirr apa lagi ini ? Paling kesel pas awal cerita udah bahagia tetiba muncul nenk sihir pembawa petaka (-..-) memangnya yoong nyembuiin apa coba ? Yakin deh part berikutnya bikin nyesek 😦 tapi, selamat buat pertunangannya, yoong jagain maknae baik-baik 🙂

    Like

  12. Sendiri sih sendiri tapi ga usah ngobrol ama cewe lain taeng wkwk
    Duh yulsic masa lalunya penuh perjuangan banget😍
    Thor jangan bikin yonnhyun pisah dong:(

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s