Nothing Left To Lose (8)

Tittle                : NOTHING LEFT TO LOSE

Cast                 : Kwon Yuri

Jessica Jung

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Romance

Series

————————————————————————————————

Part 8

.

.

Derap langkah kaki tergesa mengiringi suasana malam di Rumah Sakit St.Petersburg. Beberapa perawat bergegas menuju ruang IGD, tampak seorang pria sedang memeluk wanita yang saat ini tengah menangis ketakutan. Tak ada pembicaraan apapaun, keduanya tampak panik luar biasa tetapi sang pria berusaha menenangkan wanita yang ad di pelukannya.

.

Setelah satu jam berlalu, akhirnya Dokter keluar diiringi beberapa perawat yang sedang mendorong ranjang pasien. Disana terlihatlah seorang wanita yang terbaring lemah dengan masker oksigen dan selang IV yang menancap di tangan kirinya.

.

“Bagaimana Dok, keadaannya?” tanya sang wanita yang sudah mulai mereda tangisannya.

.

Sang dokter menjelaskan dengan detail apa yang terjadi pada pasien yang baru saja ia tangani, kedua orang tersebut keget mendengar kenyataannya. Mereka tidak menyangka dengan apa yang terjadi. Tangisan yang mereda tadi, kembali menjadi isakan dari wanita tersebut.

.

“Pasien akan dipindahkan ke ruang VIP seperti yang kalian inginkan. Untuk saat ini dia butuh istirahat total. Saya permisi dulu” ucap sang Dokter.

.

Kedua orang tersebut mempersilahkan sang dokter pergi, mereka pun menuju ruang rawat. Wanita itu mendekati tubuh pasien. Ia sungguh tidak tahu bahwa sepupunya ini pernah mengalami penyakit seperti itu. Dan sekarang, tubuhnya terlihat lebih kurus dari sebelumnya.

.

“Apa yang harus kita lakukan oppa?” tanyanya.

.

Pria itu mendekat dan ikut duduk disebelah kekasihnya. “Dokter bilang semua masih dalam kondisi normal, kita berdoa saja penyakitnya tidak kambuh, hmm”, Pria itu berusaha menenangkan.

.

“Kau harus baik-baik saja Steph”, ucapnya.

.

.

.

———————————–

Dari lobby Rumah Sakit, tiga pria sedang melakukan percakapan.

.

“Baiklah, kalo begitu ayo kita temui dokter itu. Segera mungkin harus melapor pada komandan” ajak rekan lainnya. Mereka bergegas menemui dokter yang menjadi target mereka tadi. Setelah mengungkapkan identitas mereka kepada sang dokter, akhirnya sang dokter pun bersedia menjelaskan apa yang terjadi. Salah satu dari mereka pun melakukan panggilan kepada seseorang.

.

.

“Hallo?” ucap seseorang diseberang telpon

.

“Delta one melapor, sir” ucapnya.

.

“Ada perkembangan, Robert?”

.

“Target sudah clear kami temukan sir. Dia berada di kota St. Petersburg, sir. Tadi malam, sekitar jam 9, dia ditemukan pingsan di apartemennya dan saat ini dia sudah mendapatkan perawatan.”

.

“Kerja bagus, Robert. Tarik semua tim delta lainnya, hentikan pencarian. Awasi target  tunggu perintah selanjutnya”.

.

“Baik, sir. Akan kami laksanakan”.

.

Pria itu tersenyum dengan kinerja anak buahnya. Setelah menutup sambungan telpon, ia pun kembali dengan aktivitas yang tadi sedang ia kerjakan. Bersiap-siap untuk makan siang dengan seseorang yang spesial. Seseorang yang telah merubah dunianya, seseorang yang untuk pertama kali hadir sebagai yang terspesial di hidupnya. Tanpa menggunakan seragam kepolisiannya, ia pun melajukan Range Rover merah itu ke arah Universitas Dongguk.

.

“Hyuni…..i’m coming!!”

.

.

***

.

“Siapa kau sebenarnya dalam hidupku, Jessica???” Dalam setiap kata yang Taeyeon ucapkan terdapat penekanan. Nadanya terdengar menahan amarah, sedangkan Jessica diam dan tak berani menatap lawan bicaranya.

.

“Katakan padaku, siapa kau sebenarnya?” tanyanya sekali lagi. Tanpa sadar ia meremas pergelangan tangan Jessica. Taeyeon menyadari aksinya, ia buru-buru melepaskan cengkeramannya dan segera menuju ke sisi dimana Jessica berada.

.

“Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu terluka” ucapnya. Sejenak, amarahnya mereda dan perasaan bersalah muncul pada dirinya. “Kenapa aku jadi semarah ini? Ada apa denganku” pikirnya.

.

Sedangkan Jessica masih saja diam, ia tidak peduli dengan pergelangan tangannya yang memerah. Melihat Jessica yang diam saja, akhirnya Taeyeon memegang lembut pundak wanita di hadapannya ini.

.

“Semua orang yang mengenalku sedang mempermainkanku. Seperti ada sesuatu yang kalian sembunyikan. Di matamu terlihat jelas ada kesedihan saat bersamaku, dan itu tidak terjadi saat kau bersama Yoong. Aku dapat melihat dan merasakan itu meskipun aku tidak ingat apapun. Apa aku memiliki kesalahan besar di masa lalu padamu? Jika iya, aku minta maaf dan akan kuperbaiki kesalahanku. Tapi kumohon, jangan membohongiku” ucap Taeyeon. Nadanya mulai terlihat tenang.

.

Mendengar ucapan Taeyeon, airmatanya kembali berkhianat. Hatinya sedih mendengar Taeyeon berkata seperti itu. Taeyeon tidak pernah sekalipun menyakitinya, justru dirinya yang menyakiti Taeyeon. Bertahun-tahun ia mencoba melupakan kesedihannya atas kepergian Taeyeon dan mencoba membuka hati pada oranglain tapi justru ia tidak mendapatkan apapun. Ia menghianati perasaannya pada Taeyeon, pria yang dulu menjadi dunianya.

.

“Huft. Baiklah, tidak perlu dijawab dan lupakan pertanyaanku. Sebaiknya kita menikmati pemandangan pantai ini”, Tayeon berbalik dan bersiap melangkahkan kaki ke pasir pantai.

.

Tapi belum sempat itu terjadi, tiba-tiba Jessica memeluknya dari belakang. Hancur sudah pertahanan Jessica, ia menangis dipunggung Taeyeon. Tanpa Jessica tahu, Taeyeon juga menangis. Ia memegang dadanya, jantungnya berdetak sangat cepat tapi kali ini karena terluka mendengar tangisan Jessica.

.

Jessica tak pernah membayangkan rasa sakitnya seperti ini. 5 tahun lalu ia kehilangan Taeyeon, dan baru beberapa hari lalu perasaannya terhadap yul tak berbalas. Sekarang, dia menangisi perbuatannya. Ia membohongi Taeyeon tentang siapa dirinya, ia juga bersalah karena mengkhianati perasaannya pada Taeyeon.

.

Pria itu mulai merasakan punggungnya basah akibat tangisan Jessica, tetapi ia membiarkannya. Pada akhirnya Jessica membongkar semua jati dirinya pada Taeyeon, tentang mereka dan juga tentang Soojung.

.

Semua sungguh diluar dugaan Taeyeon. Ia juga merasa terluka atas kebenaran yang terjadi. Apa selama ini Jessica menderita karena dirinya?

.

Ia berbalik dan menatap Jessica. Mata yang ia kagumi itu kini dipenuhi airmata. Perlahan, ibu jarinya menghapus airmata itu.

.

“Jangan menangis, maafkan aku. Seharusnya aku tidak bertanya”, Jessica menggeleng cepat. Ini bukan salah Taeyeon, bukan juga salah siapapun. Hanya saja, takdir yang membuat mereka menjadi seperti ini.

.

.

——————————–

Taeyeon mendengarkan semua cerita Jessica, digenggamnya dengan lembut tangan mantan tunangannya. Matanya tak berhenti menatap Jessica, akhirnya terjawab juga apa yang ingin ia ketahui tentang Jessica. Apa dia sebegitu mencintai wanita ini? Saat amnesia pun, hatinya berdetak cepat untuk wanita yang ada dihadapannya ini.

.

Jessica menceritakan semuanya kepada Taeyeon, termasuk pernikahannya dengan Yuri. Sejujurnya Taeyeon terluka, tapi apa yang bisa ia perbuat. Semua memang sudah takdirnya seperti ini.

.

Setelah bercerita dan menikmati suasana pantai, Jessica mengajak Taeyeon ke sebuah restoran seafood yang menjadi restoran favorit mereka saat berkunjung ke busan dulu.

.

“Pemandangan dari sini indah sekali. Apa ini tempat favoritku juga?” tanya Taeyeon.

.

“Iya, kau sangat menyukai tempat ini” kata Jessica.

.

Makanan yang mereka pesan pun akhirnya datang. Taeyeon sangat menyukai seafood dan sebenarnya Jessica tidak. Banyak hal-hal yang tidak Jessica suka, tetapi Taeyeon selalu mengajarkannya untuk mencoba. Dan akhirnya beberapa hal yang tidak ia suka akhirnya ia menyukainya termasuk seafood. Tapi ada juga hal yang tidak bisa Taeyeon ubah, Jessica tetap tidak menyukai timun dan melon.

.

.

.

***

.

Restoran Perancis menjadi tujuan utama kencan seorang Kim Yoong untuk makan siang bersama seorang wanita yang baru menjadi kekasihnya 1 bulan lalu. Bunga sedang bersemi di hatinya, ia tidak menyangka bahwa cintanya akan diterima oleh Seohyun.

.

Ia turun dari mobil dan berjalan ke sisi kanan lalu membukakan pintu kekasihnya. Seohyun masih sedikit malu dan belum terbiasa diperlakukan sebaik itu oleh pria apalagi itu kekasihnya.

.

“Tadaaa” Yoong bersemangat menunjukkan restoran yang akan menjadi tujuannya mereka saat ini.

.

Berbeda dengan Seohyun yang terkejut dengan kemegahan restoran ini. Ini pertama kali dalam hidupnya melihat restoran semegah ini.

.

“O..op…oppa. Apa kita tidak salah tempat?” tanyanya pada Yoong. Pria itu tertawa kecil melihat ekspressi Seohyun. Sangat lucu menurutnya.

.

“Hahaha, tidak Hyuni. Kajja, kita masuk” Yoong menggandeng tangan kekasihnya itu tapi Seohyun menahan tanganya dan membuat langkah mereka terhenti kembali. “Ada apa Hyuni?” tanya Yoong.

.

“Oppa, aku tidak terbiasa makan di tempat seperti ini. Aku tidak ingin membuat oppa malu” jawabnya jujur.

.

“Hyuni, dengarkan oppa. Tidak apa-apa, sayang. Kita akan makan di ruang VIP, jadi tidak akan ada yang melihat kita. Hanya kita berdua, hmmm. Kajja” Mereka masuk ke dalam restoran dan langsung menuju meja yang telah di pesan Yoong,

.

Semua yang ada di dalam begitu mengagumkan. Bangunan luarnya saja sudah sangat mewah apalagi interior dalamnya. Seohyun tercengang melihat semua ini, terlebih ruangan yang dipesan oleh Yoong.

.

“Silahkan tuan, ini ruangan yang anda pesan. Jika butuh sesuatu, anda bisa memanggil saya” pelayan itu pun pergi dan membiarkan Yoong maupun Seohyun memilih menu yang tersedia.

.

“Ingin pesan apa, Hyun?” Yoong berusaha membuat Seohyun nyaman dengan suasana restoran.

.

Aku bingung dengan menunya. Aku ikut oppa saja” Yoong tersenyum mendengar jawaban Seohyun. Ia mengusap lembut tangan kekasihnya.

.

Yoong memutuskan beberapa menu untuk makan siang mereka. Walaupun hanya berdua, tetapi meja hampir penuh dengan beberapa makanan. Hyuni sudah tidak terkejut lagi jika kekasihnya itu adalah seorang shiksin.

.

Suasana makan siang sangat romantis diiringi alunan musik. Keduanya bercanda bersama, dan menceritakan hal-hal yang belum mereka bagi. Kehadiran Yoong mengubah beberapa kebiasaan Seohyun, termasuk mengobrol saat makan. Ditengah percakapan mereka, ponsel Yoong tiba-tiba bergetar.

.

drrtt….drrrt….drrtt…

.

“Yeoboseyo, Hyung?” jawab Yoong.

.

“………………..”

.

“Ya nuna, ada apa?”

.

“……………….”

.

“Apa terjadi sesuatu?” selidik Yoong.

.

“………………”

“Baik nuna, aku akan mengambil penerbangan sore ini. Hmmm, sampai ketemu nanti Nuna.” Yoong memutuskan sambungan telpon.

.

Tanpa diminta ia menceritakan semuanya pada Seohyun.

.

“Jessica nuna memintaku untuk mengantar Soojung ke Busan. Aku akan menginap semalam disana bersama mereka, sayang. Kau tidak apa-apa kan di rumah bersama umma?” tanya Yoong.

.

“Aku dan umma akan baik-baik saja, oppa. Apa yang terjadi?”

.

“Jessica nuna sudah menceritakan semuanya kepada Taeyeon Hyung, dan mereka memutuskan untuk menginap malam ini. Sepertinya nuna akan mengenalkan Soojung pada Taeyeon Hyung” jawab Yoong.

.

Seohyun dapat melihat sedikit kecemasan di wajah Yoong. Ia mencoba menenangkan pria itu. Seohyun bersyukur, Yoong mau membagi bebannya kepada dirinya. Selama mengenal Yoong, Seohyun melihat bahwa Yoong pria yang tegas yang selalu berusaha menyelesaikan masalah sendiri dibalik tingkah dork yang dimiliki Yoong.

.

Selesai makan siang, mereka menuju ke suatu tempat. Ada yang harus Yoong lakukan sebelum mengantar Soojung ke busan. Mereka akhirnya tiba di sebuah gedung tinggi dengan nama JS Jung Grup.

.

“Sayang, tunggu disini sebentar. Oppa tidak akan lama” ucap Yoong saat membuka pintu mobilnya. Ia langsung menuju ke ruangan orang yang ingin ditemuinya.

.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang wanita. Yoong belum pernah melihatnya, mungkin pegawai baru.

.

“Apa Yuri Hyung ada di dalam?” mendengar pertanyaan Yoong, wanita itu membungkuk minta maaf. Karena dia berpikir Yoong salah satu kerabat bos barunya.

.

“Silahkan masuk, tuan” ucapnya. Yoong pun bergegas menemui Yuri. Ia melihat Yuri sedang beristirahat di kursi besarnya.

.

“Siang Hyung” sapanya. Yuri membuka mata dan menemukan Yoong sudah duduk di kursi yang ada di depannya.

.

“Yoong, ada apa kemari?’ Walaupun Yuri tersenyum, Yoong bisa melihat bahwa pria itu sedang sedih.

.

“Ini tentang Sica nuna dan Soojung, dan juga Tiffany nuna” mendengar ketiga nama disebutkan Yoong, Yuri langsung menegakkan posisi duduknya.

.

“Ada apa dengan mereka? Mereka baik-baik saja? Kau tahu dimana mereka, Yoong?” Yuri tak sabar, ia membrondong namja di depannya dengan banyak pertanyaan.

.

“Tenang Hyung, aku akan menjelaskan padamu. Pertama, aku minta maaf karena selama ini aku mengetahui keberadaan Sica nuna dan Soojung. Tapi aku tidak bisa memberitahukannya karena ini permintaan Sica nuna. Yang kedua, Sica nuna memintaku untuk mencari Tiffany nuna dan timku baru saja menemukannya tadi malam” terang Yoong.

.

Penjelasan Yoong membuat Yuri murka. Ternyata selama ini Yoong tahu tentang keberadaan Sica dan Soojung tapi tidak memberitahunya. Ia langsung menarik kerah baju Yoong dan melampiaskan amarahnya. Pria yang lebih kurus darinya itu tersungkur akibat Yuri mendorongnya.

.

“Kau keterlaluan Yoong!!” bentaknya. Apa pengacara itu juga orang suruhanmu, hah?”

.

“Aku tidak bisa menolak permintaan Sica nuna, Hyung. Bukankah kau tidak memiliki perasaan apapun padanya?” tanya Yoong.

.

Yuri terdiam. Ia tidak menanggapi perkataan Yoong. Yoong berdiri dan meletakkan sebuah kertas di atas meja. Lalu mendeketai Yuri dan menepuk pundaknya.

.

“Jessica nuna dan Soojung baik-baik saja, kau tidak perlu mengkhawatirkannya Hyung. Ini permintaan Sica nuna, termasuk pengacara itu. Dan di kertas ini, ada nomor telpon bawahanku. Namanya Robert, dia menemukan Tiffany nuna berada di St Petersburg. Hubungi dia, maka orang-orangku akan menjemputmu di bandara. Sebagai informasi, Tiffany nuna tadi malam masuk Rumah Sakit tapi kondisi tidak mengkhawatirkan. Sampai bertemu lagi Hyung, maafkan aku. Aku permisi” tanpa menunggu jawaban Yuri, ia langsung meninggalkan ruangan itu.

.

Yuri kembali duduk di kursinya. Informasi dari Yoong membuatnya berpikir, apa Jessica membencinya? Sampai ia lebih mempercayakan semua ini kepada Yoong daripada membicarakan terlebih dulu dengannya.

.

Ia mengambil kertas yang diberikan Yoong tadi. Kekhawatiran jelas terlihat saat mengingat Yoong mengatakan bahwa Tiffany berada di Rumah Sakit. Ia lalu memandang dua buah frame foto. Yang satu berisi fotonya bersama Tiffany dan Jessica sedangkan foto satunya lagi berisi foto dirinya bersama Jessica, Soojung, dan juga Daddy serta Mommy Jung.

.

“Apa Fany masih mau bertemu denganku? Apa dia sudah membenciku?” pikirnya.

.

Dengan segera, Yul menyingkirkan pemikirannya itu. Ia langsung menghubungi sekretarisnya.

.

“Vic, tolong pesankan untukku satu tiket ke St. Petersburg hari ini. Dan jadwal ulang semua pertemuanku dengan beberapa kolega. Aku akan menyerahkan semuanya kepada wakilku” perintahnya.

.

Yul pun bersiap-siap meninggalkan kantor dan kembali ke rumah untuk mempersiapkan keberangkatannya.

.

.

***

.

“Uncle” Soojung berlari menghampiri uncle favoritnya yang baru saja tiba di apartemen. Sedari tadi ia hanya bermain barbie dengan babby sitternya di ruang tamu.

.

“Aigoo~ Princess uncle yang cantik, hmmm”

Chu~chu~ chu~

.

“Hahahaha, uncle….” Kebiasaan Yoong saat bertemu Soojung, ia akan menghujami Soojung dengan kecupan di seluruh wajah keponakannnya itu.

.

“Nana, tolong siapkan perlengkapan Soojung dan juga pakaian ganti untuk Sica nuna. Sampai besok kau tidak perlu bekerja. Kami akan ke Busan” perintah Yoong pada babby sitter Soojung.

.

“Baik, tuan Kim” Nana pun menyiapkan segala perlengkapan yang akan dibawa.

.

“Uncle, tidak bersama aunty Hyuni?” tanyanya.

.

“Aunty Hyuni di rumah, sayang. Sekarang Soojung dan uncle akan ke Busan menyusul umma”.

.

Beberapa menit kemudian Nana sudah kembali dengan 1 koper kecil berisi perlengkapan Soojung dan juga Sica.

.

“Terima kasih, Nana. Kalau begitu kami pergi dulu” ucap Yoong.

.

.

Dengan diantar supir pribadi dan ajudan setianya, mereka pun menuju lapangan terbang milik kepolisian Seoul. Karena jarak udara tidak terlalu jauh ke Busan, Yoong memutuskan menggunakan pesawat kepolisian agar tiba di Busan sebelum malam.

.

———————————-

Jessica dan Taeyeon sedang menikmati suasana sore di pinggir pantai. Mereka sudah mulai bisa mencairkan suasana, walau hanya pembicaraan yang ringan-ringan saja. Keduanya duduk di pasir sambil menunggu matahari kembali ke peraduannya.

.

“Apa yang biasa kulakukan disini, Sica?” Taeyeon mencoba memanggilnya Sica seperti yang dilakukan Yoong. Jessica tidak mempermasalahkan itu.

.

“Kau selalu membawa snack untuk memberi makan seagul yang ada disana” Jessica menunjuk ke sekumpulan seagul yang ada di pinggir pantai. “Dan biasanya kau mengejar mereka dan menakut-nakuti mereka tetapi mereka justru menyerangmu balik karena snack yang berada ditanganmu” jelas Jessica lagi.

.

“Apa aku melakukan hal sekonyol itu?” tanya Taeyeon.

.

“Kau selalu melakukan hal yang konyol, tidak sesuai dengan umurmu.. hahaha” ejek Jessica saat menceritakan sikap dork yang dimiliki Taeyeon dulu.

.

Tanpa sepengetahuan Jessica, Taeyeon senang akhirnya melihat Jessica tertawa lepas untuk pertama kali semenjak ia bertemu dengannya. Mereka pun bercanda bersama, dan lebih banyak Jessica yang bercerita tentang hal-hal konyol yang pernah dilakukan Taeyeon dulu.

.

Waktu tak terasa berlalu, keduanya pun bersiap pergi ke tempat penginapan yang sudah mereka pesan. Namun, ponsel Taeyeon berdering dan menampilkan ID nama Yoong. Ia pun menyerahkan ponselnya kepada Jessica, karena ponsel Jessica kehabisan baterai siang tadi.

.

“Apa kau sudah tiba bersama Soojung, Yoong?” tanya Jessica saat menerima panggilan telpon.

.

“………”

.

“Baiklah, nuna akan mengirimkan alamat penginapannya. Kami akan menunggu disana. Hati-hati Yoong”. Iapun mengakhiri panggilan telpon.

.

Taeyeon sedikit cemas, ia sebenarnya sudah siap tapi ada sedikit kekhawatiran akan reaksi Soojung bertemu dengannya. Selama ini Soojung tidak pernah mengenalnya, begitupun dengan dirinya. Sebuah tangan menepuk pundaknya lembut, siapa lagi jika bukan Jessica.

.

“Jangan khawatir, aku akan menjelaskan kepada Soojung. Dia anak yang baik, pasti kau akan menyukainya” Jessica mencoba menenangkan Taeyeon ”dan dia mirip sepertimu Taeng, sangat pintar” lanjutnya dalam hati.

.

“Terima kasih Sica, aku berharap dia tidak takut dengan luka di wajahku ini” jujur Taeyeon. Jessica sedih jika Taeyeon membahas lukanya. Itu mengingatkan ia bahwa Taeyeon mengalami masa sulit.

.

Melihat perubahan wajah Jessica, Taeyeon tersadar bahwa ucapannya malah membuat Jessica teringat kembali dengan apa yang terjadi. Jessica buru-buru bersuara sebelum Taeyeon minta maaf. Ia paling tidak suka mendengar Taeyeon berulang kali minta maaf padahal tidak ada yang salah.

.

“Ayo, sebelum Yoong dan Soojung tiba di penginapan sebelum kita” ajaknya.

.

Mereka pun mengendarai mobil yang disewa Jessica dan menuju ke penginapan yang sudah mereka sewa tadi sore. Jessica sedikit menceritakan kesukaan Soojung dan apa yang tidak disukai Soojung.

.

Taeyeon mendengarkannya dengan serius, ia tiba-tiba berpikir “pantas saja setiap Yoong menelepon Soojung, adiknya itu bahagia sekali. Mungkin Soojung memang anak yang lucu seperti yang dikatakan Yoong tentang Soojung. Ia jadi tidak sabar bertemu anaknya.”

.

Mereka pun tiba di sebuah penginapan semacam guest house yang lumayan besar. Ada 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Disamping itu, ada juga dapur dan ruang tamu yang cukup besar serta dibelakangnya terdapat halaman yang lumayan luas untuk melakukan barbeque-an.

.

Jessica dan Taeyeon memilih untuk berbelanja kebutuhan makan malam di dekat penginapan sambil menunggu Yoong dan Soojung datang. Mereka sudah bersiap-siap di halaman belakang menyiapkan makan malam. Terdengar suara mobil yang tak jauh dari halaman, hanya saja terhalangi pagar tembok.

.

“Sepertinya mereka sudah datang, aku akan membukakan pintu”, Jessica langsung menuju pintu depan. Sedangkan rasa gugup menyelimuti Taeyeon karena akan bertemu dengan anaknya.

.

.

“Ummaaaaaa!!” teriak Soojung sambil berlari menghampiri ummanya.

.

Jessica menyambut anaknya dengan pelukan dan ciuman. Beberapa jam tidak bertemu Soojung, membuatnya rindu berat kepada sang anak. Yoong berjalan ke arah keduanya. Ajudan setianya membantu membawa dua koper kecil, satu berisi perlengkapan Jessica dan Soojung, dan satunya lagi milik Yoong dan Taeyeon. Setelah itu, ajudannya pergi ke penginapan lain yang tidak jauh dari guest house ini.

.

Jessica membawa masuk Soojung dan Yoong. Ia pun menurunkan anaknya dari gendongannya. Jessica duduk dengan memangku Soojung dipahanya dengan posisi menyamping sedangkan Yoong duduk disebelah mereka. Yoong mengerti apa yang Jessica ingin katakan.

.

“Soojung sayang, umma ingin mengenalkan Soojung dengan seseorang” Jessica membuka pembicaraan.

.

“Siapa umma?” tanya gadis kecil itu. Jessica menoleh ke arah Yoong, meminta pria itu membantunya.

.

“Dia saudara laki-laki uncle, sayang. Soojung pasti senang jika sudah mengenalnya” jawab Yoong. Ia menggenggam tangan Soojung. “Soojung bisa memanggilnya Daddy Taeyeon, jadi sekarang Soojung punya Yul Appa dan Daddy Taeyeon. Apa Soojung suka?” tanya Yoong

.

Gadis kecil itu tampak berpikir, ia belum paham betul dengan pembicaraan umma dan unclenya. Jessica menginginkan Soojung memanggil Taeyeon dengan sebutan Daddy. Jessica tidak mau melukai perasaan Taeyeon, biar bagaimanapun Taeyeon ayah dari Soojung. Ia berharap Soojung mau mengikuti keinginannya dan bisa dekat juga dengan Taeyeon.

.

“Apa Daddy Taeyeon sama baiknya seperti Appa, umma?” tanyanya lagi pada Jessica.

.

“Tentu sayang. Daddy Taeyeon juga baik, nanti Daddy Taeyeon bisa mengajak Soojung bermain bersama juga” jelas Jessica. Anaknya itu tersenyum mendengarnya

.

“Berarti Soojung punya teman bermain lagi, umma?” Ia bersemangat saat Jessica bilang bahwa Daddy Taeyeon bisa mengajaknya bermain juga.

.

“Iya sayang, apa Soojung suka?” Gadis kecil itu mengangguk senang. Yoong permisi, dan menuju halaman belakang. Memanggil Hyungnya itu untuk menemui Soojung dan Jessica di ruang tamu.

.

Walaupun masih sedikit gugup, Yoong meyakinkan pada Taeyeon bahwa Soojung akan mau menerimanya. Mereka pun sampai di ruang tamu. Taeyeon melihat Jessica sedang bermain bersama seorang anak perempuan yang sangat lucu dengan boneka barbie ditangannya.

.

Jessica menyadari kehadiran Yoong dan Taeyeon, ia pun menoleh ke arah mereka. Jessica melihat Taeyeon masih berdiam di posisinya. Ia memberi anggukan dan senyum kepada Taeyeon untuk mendekat.

.

Taeyeon mulai mendekat sedangkan Yoong bediri menyandar tembok tak jauh dari situ. Ia melihat Taeyeon hampir sampai di tempat Jessica dan Soojung duduk. Ia menahan airmatanya, mencoba untuk tidak menangis.

.

Soojung juga menyadari kehadiran seseorang yang mendekat padanya. Gadis kecil itu sedikit terkejut dengan kehadiran Taeyeon, tapi dia kembali tenang saat Jessica membisikkan sesuatu padanya.

.

Taeyeon lalu mensejajarkan posisinya sama tinggi dengan Soojung yang masih berada dipangkuan Jessica dengan memegang boneka barbie favoritnya. Ia tersenyum sebentar kepada Jessica dan beralih ke Soojung. Menatap gadis kecil yang dikatakan Yoong dan Jessica sebagai putrinya.

.

.

.

“Soojung, annyeong…..”

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

——————————————————————————

ps: sorry telat update sehari ^^ ada kesibukan yang gak bisa ditinggalkan.

.

Buat reader yang susah mengakses dari google search mengenai FF ini, bisa langsung search aja ke Wpnya : royalfams418.wordpress.com

.

Salam damai ya dari gue. Kekekeke.

Semoga menikmati part ini.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

109 thoughts on “Nothing Left To Lose (8)

  1. ini couple 1 tau” udh jadian aja YoongHyun, selamat yah!!
    yul bakal prg ketemu sama pany, penasaran gmn hubungan mrk selanjut’y apalagi sica coba utk ngelepas yul ..
    ayo donk yul tentukan km pilih sica atau pny sbnr’y??
    sukses ya tae, moga PDKT ama soojung’y lancar

    Like

  2. Yul kok gitu sih. Belum teken surat cerai tapi langsung terbang ke USA buat ketemu Fany.
    Gue salut ama langkah yang di ambil Sica. Biar bagaimana pun, Soojung tuh anaknya Taeng dan Taeng berhak tahu & bertemu anaknya (andai ini terjadi dalam kehidupan gue)

    Like

  3. waahh taengsic makin dkt + soojung. Ini beneran perasaan sica udh berkurang ke taeng T.T
    Fanny semangat bertahan, yul sdg menyusul~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s