SERIES, WHY?

WHY? (10)

1471669406314

Tittle                : WHY?

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Im Yoong

Seo Juhyun

And the others

Genre              : Gender Bender, Drama, Romance, Mature, BitterSweet

Credit Pic by K.Rihyo

 

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 10

.

.

Lonceng pintu kafe berbunyi ketika seseorang masuk ke dalam. Beberapa pegawai yang sedang bersiap-siap pun menoleh dan memberikan salam pada orang tersebut. Tak lama, seorang namja muncul dari ruangannya yang berada di sudut kafe dan mendekat.

.

“Anda datang berkunjung, bos”, kekeh namja bernama Kai yang merupakan manajer disini.

.

Orang itu tertawa dan menepuk pundak Kai dengan pelan. “Dasar kau ini”, balasnya dan Kai menyengir.

.

Ia memperhatikan sekeliling kafe. Meskipun tidak terlalu luas, tapi ia cukup puas dengan kafe yang baru didirikannya dalam dua minggu ini. “Bagaimana antusias pengunjung dalam dua minggu, Kai?”, tanyanya

.

“Cukup positif. Meskipun belum sangat ramai. Tapi aku yakin dengan promosi yang menarik, pengunjung bisa datang kesini dan menikmati layanan dari kafe kita dengan baik”

.

Wajahnya tersenyum sembari menganggukkan kepala dan senang mendengar progres yang diceritakan Kai.

.

“Ah, dan satu lagi. Besok kafe ini sudah dibooking untuk sebuah pesta. Bukankah ini tanda yang baik untuk permulaan?”

.

“Woah, benarkah? Kerja bagus, kawan”

.

Keduanya melakukan high five sebelum akhirnya sama-sama berhenti tertawa. Orang itu kembali sibuk memperhatikan setiap detail kafenya. Itu memang sifatnya, dia tidak pernah berhenti untuk memikirkan ide.

.

“Ngomong-ngomong bagaimana soal permintaanku sebelumnya? Kau sudah mendapatkan informasi tentang Erick disini?”

.

Kai mengangguk. Ia masuk ke ruangannya lalu keluar lagi dan membawakan beberapa lembar kertas dan foto. Orang itu menerima dan langsung membacanya sembari Kai menjelaskan.

.

“Erick murid baru di Liivtt. Dia populer disana bukan karena dia melakukan sesuatu untuk Liivtt, tapi karena sebagian siswi Liivtt adalah penggemar NES. Kudengar ada seorang gadis yang digosipkan dengannya tapi tidak beredar di kalangan media. Cukup seantero Liivtt dan itu tersebar di SNS khusus kalangan mereka. Seperti yang sudah kukirimkan padamu sebelumnya”

.

“Dari mana kau mendapatkan info ini?”

.

“Salah temanku dan kebetulan dia memiliki teman di Liivtt”

.

“Ah jadi begitu”, responnya. “Lalu, apa Erick dan gadis itu berpacaran?”

.

“Tidak. Kenyataannya adalah Erick sudah memiliki seorang kekasih. Tapi hubungan mereka memang tersembunyi dari publik. Erick mencintainya dan dia tidak ingin kekasihnya terlibat dengan media”

.

“Wow this is new. Erick sebelumnya bukan orang seperti ini”

.

“Kurasa ini karena kejadian buruk yang pernah dia alami. Jadi, dia tidak ingin kejadian yang sama terulang. Makanya dia menutup diri dari hal-hal yang bersifat pribadi. Lagipula gadis itu sedang dekat dengan seorang namja yang juga murid Liivtt”

.

“Maksudmu, Erick dan gadis itu hanya berteman?”

.

Kai mengangguk mengiyakan. “Kesimpulanku seperti itu. Tapi…”, Kai tersenyum misterius dan membuat orang itu menatapnya tak sabaran. “Ada sesuatu menarik diantara Erick dan kedua orang ini. Ketiganya adalah murid Liivtt”, Kai menunjukkan sebuah foto Erick bersama seorang gadis dan satu foto lagi, seorang namja dan dua orang gadis”

.

Damn it!!

.

Orang itu menatap tak percaya dengan informasi yang didapatkannya. Kai melihat bosnya dengan cengiran menyebalkan karena senang bisa berhasil memberikan apa yang diinginkan orang itu darinya.

.

Tak lama, senyum mengembang dari orang itu. Dia memberikan high five sekali lagi pada Kai lalu berpamitan pergi.

.

“Kerja bagus Kai. Berikan aku kabar selanjutnya”, jelasnya lalu pergi menuju pintu keluar.

.

“No problem. Semoga harimu menyenangkan”

.

.

.

.

.

—————————–

.

Sepulang sekolah, Yuri langsung menuju mobilnya dan saat itu juga ponselnya berdering. Namja tanned itu menghirup nafas dan membuangnya kasar sebelum menerima telpon tersebut. Wajahnya tampak serius dan pembicaraan itu sedikit lebih lama dari yang diperkirakannya.

.

“Mom merindukanmu, sayang”

.

“Aku tahu dan aku juga merindukanmu Mom. Tapi ini masih sulit untukku dan aku belum bisa. Daddy cukup membantuku meskipun rasanya sulit namun aku akan melakukannya”

.

Ada helaan nafas dari seberang telpon. Yuri cukup tahu bahwa kini ia baru saja membuat ibunya sedih.

.

“Apa sekolahmu berjalan lancar?”

.

“Ya, cukup lancar. Ide kembali ke asrama dan sekolah, cukup membuatku melupakannya perlahan. Meskipun terkadang aku memimpikan hal itu”

.

“Sayang—”

.

“Mom, please. Don’t. Aku tahu apa yang ingin Mom katakan”

.

Tokk…tokk….

.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu mobil Yuri. Namja itu menoleh dan mendapati Jessica yang tersenyum menyapanya. Yuri membuka pintu dari dalam dan Jessica pun masuk. Namja itu tak lupa memberikan kecupan di pipi Jessica.

.

“Mom, aku akan menghubungimu lagi hmmm. Sampai nanti, i miss you too”

.

Tanpa menunggu jawaban ibunya, Yuri mematikan telpon. Ia lalu menyapa Jessica dan posisi duduknya sedikit ke samping sembari menghadap Jessica.

.

“Hi Yul. Your Mom?”, tanya Jessica karena mendengar kalimat terakhir dari Yuri sebelum menutup telponnya.

.

“Ya. Bertanya mengenai sekolahku dan juga kabar putra tampan satu-satunya ini”, kekeh Yuri dengan ucapannya sendiri.

.

“Dork. Full of yourself”, Jessica memutar bola matanya sembari tertawa kecil.

.

Yuri hanya menyengir menanggapi balasan Jessica. Tak lama, ia memperhatikan wajah Jessica sebelum ia menyadari sesuatu. Gadis itu mengikat rambutnya dengan model ponytail dan itu membuatnya berbeda. Terutama pada bagian leher putihnya yang terekspos.

.

“Ada apa?”, Jessica menatap heran Yuri saat namja itu mengerutkan hidungnya. Kebiasaan Yuri saat tidak menyukai sesuatu.

.

“Ugh, bisakah kau mengurai rambutmu saja? Aku tidak suka semua mata akan melihatmu seperti ini”

.

Yuri benci mengakuinya tapi Jessica terlihat sangat cantik dan sexy dalam waktu bersamaan dengan model rambut seperti itu. Pernyataan Yuri justru membuat Jessica menatap dengan tatapan menyelidik.

.

“Semua mata atau…..”, Jessica berhenti sejenak. “Atau matamu saja yang tidak bisa berhenti melihatnya dan mulai memikirkan sesuatu yang lain, huh?”

.

Yuri meremas rambutnya dan mendesah. “Jadi ini caramu untuk membuatku kalah?”, tanyanya dan dibalas Jessica dengan mengangkat bahunya cuek.

.

“Aku suka kemenangan”

.

Yuri berdecak sebelum akhirnya tertawa kecil. “Percayalah Sica, saat aku menciummu dengan benar dan tepat, aku tidak akan melepaskanmu meskipun kau memohon untuk berhenti”. Setelah berkata seperti itu Yuri menyengir lalu kembali tertawa tanpa menyadari perubahan wajah Jessica.

.

“Sica…”

.

Sebuah tangan menyentuhnya dan membuat Jessica tersadar dari lamunan sesaatnya. Yuri memandang dengan khawatir.

.

“Are you okay?”

.

Jessica mengangguk. Kini ia tersenyum tipis sebelum sebuah kalimat keluar dari mulutnya.

.

“Can you kiss me right now?”

.

Yuri terdiam sebelum ia mencari jawaban dari mata gadis itu. Tatapan Jessica sangat effortless, biasa namun penuh makna. Yuri tidak tahu apa yang terjadi pada gadis itu, tapi ia tak berpikir untuk menolaknya.

.

Yuri mendekatkan wajahnya dan tatapannya tetap melihat Jessica. Mungkin saja Jessica akan berubah pikiran. Tapi bukan itu yang Yuri dapat, ia justru menyadari ada yang berbeda. Namun sekali lagi, egonya melupakan itu dan pada akhirnya Yuri menciumnya dengan lembut. Tak ada perang lidah ataupun ciuman agresif. Kedua bibir mereka hanya saling bersentuhan dan Yuri menekannya sedikit namun tetap dengan kelembutan.

.

.

.

.

.

***

.

.

Dahinya mengkerut begitu ia mendapati ruang tamu rumahnya tampak kosong. Tak ada tanda-tanda keberadaan seorang pun. Ia lalu melanjutkan langkahnya ke dalam sembari membawa kopernya masuk dan memanggil orang rumah. Tapi tetap tak ada jawaban apapun.

.

“Apa semuanya masih belum pulang?”, herannya.

.

Ia mengangkat bahunya dan berjalan menuju kamar. Tujuannya hanya satu, membaringkan tubuhnya di tempat tidur karena ia cukup lelah dengan perjalanannya tadi. Belum saja sampai di depan pintu, tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan kasar dan keluarlah sosok gadis dengan tergesa-gesa hingga tubuh keduanya saling bersentuhan.

.

“Steph? Apa yang kau lakukan?”

.

Ia membantu gadis itu berdiri. Namun tangan Stephy menepisnya. Walau hanya sebentar, ia merasakan tangan Stephy berkeringat dan dingin. Merasa aneh, ia pun berusaha memegang gadis itu tapi Stephy justru mendorongnya dan membuat tubuhnya tersungkur ke lantai dan koper yang dibawanya ikut terjatuh.

.

“YA! STEPHY. Kau mau kemana?”, teriaknya begitu melihat Stephy langsung menuruni anak tangga dan pergi tanpa mempedulikannya.

.

“Ada apa dengannya? Semakin kesini dia semakin menyebalkan”

.

.

.

.

.

3 days later…

.

“APA???”, Seorang wanita paruh baya terduduk dilantai dengan tangisannya yang pecah. Sedangkan pria di sebelahnya segera jongkok untuk membantu agar wanita itu berdiri.

.

Perkataan polisi barusan membuat dunia mereka seakan runtuh dalam hitungan detik. Tubuh yang terbujur kaku dihadapan mereka mengalami overdose obat-obatan sedangkan beberapa namja di sekitar mereka merintih kesakitan karena luka pukul.

.

Bukan hanya wanita dan pria itu saja yang hancur mendengar berita ini. Seorang gadis terdiam dengan airmata yang terus mengalir. Tak mempercayai apa yang sudah terjadi padanya dan keluarganya.

.

“Stephy….why? WHY?????”

.

.

.

.

.

——————————

.

“Sudah mau pergi?”

.

Namja itu mengangguk seraya mengancingkan kemejanya. “Mungkin besok aku tidak bisa menemuimu. Tapi lusa, aku janji kita akan pergi menikmati kota Atlanta”

.

Sera mengangguk mengerti. Ia memberikan senyumnya sebelum membantu Lexy memakai dasinya. Lexy memperhatikan gadis itu dan cukup bersyukur bahwa Sera mau mengerti tentang kesibukannya.

.

“Katakan pada temanmu, tidak perlu datang menemaniku. Aku baik-baik saja Lex, dan mungkin aku hanya akan berdiam diri dan menikmati suasana di sekitar hotel”

.

“Kau yakin?”, Lexy menatap sangsi.

.

“Seratus persen yakin. Sekarang pergilah. Sebelum ponselmu kembali berdering”

.

Lexy mengangguk. Ia mengambil tas kerjanya yang harus dibawanya. Sera menunggu sembari melihat gerak gerik Lexy. Selesai dengan barang bawaannya, Lexy kembali pada Sera.

.

“Ngomong-ngomong, bagaimana dengan permintaanku? Kau mau kan kita memeriksakan kakimu lagi? Mumpung kau ada disini, aku ingin menemani pengobatanmu. Mungkin alat medis di Atlanta jauh lebih baik”

.

Lexy menghela nafasnya begitu tak mendapatkan jawaban.

.

“Aku ingin kau tak menyerah. Meskipun sulit untuk berjalan normal tapi setidaknya kau bisa berjalan tanpa tongkat, Sera-ya”

.

Sera mengambil satu tangan Lexy dan menggenggamnya. “Kita bicarakan nanti saja, hmmm. Aku janji. Sekarang pergilah sebelum kau telat.”

.

“Hmm baiklah. Aku pergi dulu. Nanti aku akan menghubungimu”

.

.

.

.

.

——————————-

.

“Maaf ya Oppa”, gadis itu menoleh ke arah namja yang sedang menyetir dengan tenang.

.

“Untuk?”

.

“Membuatmu mengantarkanku ke kafe tempat aku bekerja”

.

Yoong terkekeh. “Oh my god, Hyuni. Aku yang menawarimu untuk pulang bersama. Jadi itu tidak masalah”

.

“Tapi kau tetap mengantarku ke kafe. Kurasa itu sedikit bermasalah”

.

Yoong menggelengkan kepala seraya mengulum senyumnya. “Setelah ini, aku akan menjemput Rose. Dia sedang mengurus berkas kepindahannya. Kupikir ini bukan masalah sama sekali. Aku mengantarmu dan menjemputmu Rose. Thats it”

.

Seohyun menyerah. Ia akhirnya mengangguk. “Thank you, Oppa”

.

Yoong tersenyum sekali lagi. “Jadi….”, Yoong mencoba mencari topik lain. “Kau hanya bekerja dua hari saja?”

.

“Hmm. Seperti yang kukatakan sebelumnya setiap weekend. Hari ini aku mengambil pekerjaan dari sore hingga malam dan besoknya, aku melakukannya seharian”

.

“Terdengar menyenangkan”

.

Seohyun langsung menanggapi. “Menyenangkan?”

.

“Ya. Kupikir itu menyenangkan. Aku penasaran bagaimana rasanya. Sejak kecil aku tidak perlu susah payah untuk memikirkan uang ataupun bekerja”

.

“Jangan Oppa, kau tidak perlu melakukannya”, Seohyun tergelak dengan penjelasan Yoong. “Cukup syukuri apapun yang kau miliki sekarang. Jika kau tidak perlu bersusah payah memikirkan uang, kau bisa memikirkan yang lain yang lebih berguna”

.

“Apa itu akan membuatku dapat mendefinisikan bahagia? Atau ‘terpaksa’ nyaman karena kebutuhan?”

.

“Tergantung bagaimana kau membuat hatimu merasakan kebahagiaan itu”

.

“Lalu bagaimana dengan cinta? Apa cinta membuatmu bahagia?”

.

Seohyun terdiam dengan pertanyaan itu. Yoong menyadari perubahan wajahnya yang memerah. Jika Tiffany bukan penganut yang percaya akan happily ever after, maka Yoong adalah kebalikannya.

.

Jangan salah. Yoong memang menganggap love is bullshit. Tapi ia menerapkannya pada dirinya yang masih muda dan bebas. Ia gampang berpindah dari satu wanita ke wanita lain hanya untuk kesenangan sementara. Jauh dari itu, ia percaya tentang sebuah pernikahan yang tulus lalu bahagia setelahnya. Tapi membuktikan itu, bukanlah sesuatu yang mudah..

.

Yoong melihat Seohyun menggelengkan kepalanya, jawaban dari pertanyaannya. “Aku belum memikirkan itu”, dan jawaban Seohyun membuat Yoong tersenyum kecil.

.

“Kau tahu Hyuni? Aku sudah melihat dua orang menjadi gila karena mereka mencintai seseorang. Apa mereka yakin bahwa itu cinta sejati atau tidak, mereka sendiri tidak tahu. Bukankah lebih baik tidak terlalu memberi banyak hati sebelum tersakiti?”

.

“Bukankah itu sebuah pilihan yang mereka buat?”, Seohyun balik bertanya.

.

“Hmm, ya kau benar”, Yoong mengangguk setuju.

.

Tiba-tiba saja Yoong menepikan mobilnya di pinggir jalan dengan hati-hati. Yoong mengubah posisinya menghadap ke samping, ke arah Seohyun yang membuat gadis itu bingung menangkap maksudnya.

.

“Lalu apa yang akan kau lakukan jika kukatakan bahwa aku bukan tipikal orang yang memberi cinta seutuhnya, karena aku lebih mempercayai proses ketimbang mengatakan cinta dengan mudahnya tapi hanya untuk sesaat?”

.

“A—apa maksud….Oppa?”, Seohyun terkejut mendengar ucapan Yoong. Ditambah tatapan namja itu yang kini menatapnya serius.

.

“Aku membuat taruhan untuk menjadikanmu salah satu wanitaku. Tapi melihat Yuri melakukan sesuatu untuk Jessica ataupun Taeyeon untuk Tiffany, membuatku ingin mencari jawaban seperti apa rasanya berjuang untuk menemukan seseorang yang kau cintai dan yang nantinya akan mencintaimu”

.

“Oppa—”

.

“Apa kau mau mencobanya? Membantuku menemukan jawaban itu”

.

.

.

.

.

***

.

.

Desas desus di Liivtt tetap menyeruak. Erick telah kembali dari tournya dan berita itu masih beredar karena tidak ada satupun dari mereka yang tertarik untuk meluruskannya. Beruntunglah pemberitaan Erick tak sampai ke media massa. Mungkin karena managemen bisa menghandlenya.

.

Meskipun begitu, beberapa siswa/i masih membicarakan hubungan antara dirinya, Jessica, dan Yuri. Tentu Erick tidak menyukai kejadian ini, tapi tidak ada yang bisa ia lakukan di Liivtt selain membiarkan semuanya tetap seperti itu.

.

Di sisi lain, seseorang tengah membuka SNS dan memperhatikan pemberitaan yang telah terjadi akhir-akhir ini. Sejujurnya ia berusaha untuk tetap tenang tapi entah ada perasaan yang ia takutkan. Dan tiba-tiba sebuah suara membuatnya mengalihkan pandangan.

.

“Apa terjadi sesuatu, sayang?”, ujar Taeyeon yang sedari tadi mengamati Tiffany melamun menatap ponselnya.

.

“Aku hanya penasaran apa yang ada dipikiran Erick setelah isu ini beredar”

.

Taeyeon meletakkan barang yang sedang dipegangnya. Ia mendekati Tiffany yang sedang duduk di sofa. “Nothing change”, jelas Taeyeon. “Tapi siapa yang sangka kita bertemu lagi dengannya”

.

Helaan nafas terdengar dari Tiffany. Keduanya kemudian mengalihkan perhatian mereka ke arah sekeliling, dimana ruangan ini cukup berantakan karena ulah keduanya.

.

“Apa Yuri menunjukkan gelagat aneh?”

.

“Maksudmu?”

.

Tiffany mengendikkan bahu. “Entahlah, aku merasa cukup tidak nyaman dengan situasi sekarang. Hmmm mungkin semacam sesuatu yang tidak bisa kita hindari”

.

“Jangan berpikir seperti itu. Berikan dia waktu. Lagian Sica terlihat baik-baik saja dan mencoba tidak terpengaruh dengan isu-isu tentang Yuri ataupun tentang dirinya dan Erick”

.

“Huft, semoga yang kupikirkan tidak terjadi”, jelasnya.

.

Taeyeon menarik Tiffany agar tubuh keduanya berdekatan. Gadis itu menyandarkan kepalanya di dada Taeyeon.

.

“Kau hanya sensitive, Phany-ah. Lagipula sama seperti yang kita lakukan. Kau memilih untuk tidak menceritakan apapun tentang Jessica padaku atau Yuri sekalipun karena kau menghargai Sica sebagai sahabatmu. Dan kita tidak memberitahu pada Jessica tentang Yuri maupun Erick”

.

Tiffany mengangguk dan akhirnya ia pun mengalungkan kedua lengannya di tubuh Taeyeon. Mereka berpelukan dengan Tiffany membenamkan wajahnya di dada bidang Taeyeon. Ia mencoba menyingkirkan dugaan-dugaan dalam benaknya.

.

“Aku berharap tidak ada rahasia besar apapun diantara kita, Tae”, suara itu lirih tapi telinga Taeyeon mendengarnya.

.

Namja itu tidak menjawab apapun dan hanya mengeratkan pelukannya pada Tiffany.

.

“Sepertinya kita istirahat sejenak sebelum membereskan kekacauan yang terjadi di ruangan ini”

.

“Hmmm, aku setuju. Kha~~ Tapi seandainya Yoong ada disini untuk membantu”

.

Taeyeon terkekeh kali ini. “Dia sedang sibuk dengan teman wanitanya. Kudengar gadis itu akan pindah dari Liivtt. Kau mengenalnya? Aku bahkan tidak pernah melihatnya. Terlalu banyak teman-teman wanita Yoong”, ujar Taeyeon

.

“Kau ini”, Tiffany tertawa. “Dia teman Yuri juga, tapi dari kelas musik tahun ketiga. Mungkin kau tidak pernah melihatnya karena dia sama sekali tak tertarik mengambil kelas olahraga. Everything is music for her”

.

Taeyeon menanggapi dengan anggukan kepala. “How about you?’, sambung Taeyeon.

.

“Me? What?”, Tiffany melonggarkan pelukan mereka dan mendongakkan kepalanya melihat wajah Taeyeon.

.

“For me, everything is you”

.

Tiffany akhirnya mengerti maksud Taeyeon. Ia memutar bola matanya dan berdecak begitu mendengar ucapan Taeyeon. Namja itu tertawa puas begitu berhasil menggoda kekasihnya.

.

“Shit”

.

.

.

.

——————————

.

Rose berdiri dari kursi dan tersenyum melihat Yoong mendekat ke arahnya dari lobby gedung. “Apa kau sudah lama menunggu?”, tanya Yoong begitu sampai disana.

.

Gadis itu mengangguk. “Seharusnya aku belum bertemu dengan orangnya. Tapi tiba-tiba dia menghubungiku dan begitu aku sampai disini, dia langsung memberikan lembar pengesahan dan beberapa dokumen lainnya”

.

“Jadi, sudah selesai dari tadi?”, sesal Yoong.

.

“Eoh. Dan kali ini lebih cepat. Dia begitu baik, membantuku menyelesaikan dokumen ini secepatnya. Padahal dia baru bekerja belum terlalu lama”, komentar Rose.

.

“Mungkin dia sudah profesional”

.

Rose mengiyakan dan setuju. “Sepertinya begitu”

.

Yoong menatap dokumen-dokumen itu sebelum akhirnya menatap Rose. Ia pun lalu mengajak Rose pergi dari sana dan menuju mobil. Sepanjang perjalanan, Rose menceritakan tentang gadis yang pernah ditabraknya dan juga pria yang membantunya mengurus dokumen di kedutaan.

.

“Jadi gadis yang memakai satu tongkat itu kenal dengan pria yang membantumu ini? Siapa namanya? Lex—?”

.

“Namanya Lexy”, Yoong mengangguk mengerti.

.

“Aku tidak tahu hubungan mereka, tapi suatu hari tidak sengaja bertemu dengan mereka di hotel yang berada beberapa blok dari kantor kedutaan. Dia terlihat masih muda dan……”

.

“Tampan”

.

“YA!”, Rose terdengar kesal karena Yoong menggodanya. “Aku ingin mengatakan bahwa dia terlihat muda dan cerdas. Ish, kau ini”

.

Hahahahaha.

.

“Benarkah? Kupikir kau sudah jatuh cinta lagi dengan namja yang lebih baik dari Yuri”

.

“Jangan membahasnya”, sanggah Rose. Ia sedang berusaha melupakan namja itu terlebih ia akan pindah ke Korea dan memulai karirnya disana.

.

“Setidaknya perbaiki hubungan kalian sebelum kau pergi, Rose. Aku tidak masalah jika setelah ini kau membencinya agar perasaanmu bisa melupakannya. Tapi setidaknya hubungan pertemanan diantara aku, kau, dan Yuri masih terjaga meski dalam konteks yang berbeda. Kita tahu Yuri tidak sebrengsek apa yang dibicarakan satu Liivtt”

.

Rose tergelak dan kembali tertawa. “He is stupid…..dan mungkin belum memahami caranya bercinta yang benar dan menggairahkan”

.

Ucapan Rose membuat Yoong tertawa keras. “Mungkin alasan Yul membiarkan gosip tentang kebrengsekannya menyebar seantero Liivtt agar terlihat keren. Popularitasnya menanjak tinggi karena isu itu dan jika satu Liivtt tahu bahwa dia tidak brengsek, mungkin wanita-wanita yang memujanya beralih memujaku”

.

“ISH”, Rose memukul pundak Yoong yang kembali tertawa lagi. Namun namja itu tetap fokus menyetir.

.

Perkataan Yoong ada benarnya. Saat ini, dalam fase perkembangan remaja menuju dewasa, sesuatu yang buruk dari sudut pandang moral terkadang justru lebih menggairahkan dan terlihat keren. Dan mungkin itulah yang terjadi padanya dan Yuri.

.

.

.

.

.

***

.

.

Yuri mendengus kesal begitu keluar dari mobil dan melihat beberapa buku lagi yang dibeli oleh Jessica. Gadis itu, di lain sisi hanya tertawa melihat penderitaan Yuri. Tanpa berniat membantu Yuri, Jessica lebih dulu masuk ke apartemen sedangkan namja itu masih sibuk menurunkan kardus belanjaan.

.

“Jadi ini rasanya dekat dengan gadis baik-baik dan kutu buku?”, dumel Yuri sembari terkekeh dengan ucapannya.

.

Selesai menurunkan semua belanjaan, ia pun segera masuk ke dalam apartemen. Dengan satu tangannya, Yuri mencoba membuka ganggang pintu meskipun sedikit kesulitan.

.

.

.

Ceklek..

.

.

.

.

.

.

“Sica, tolong bantu—”.

.

.

.

.

TADAAAAAAAAAAA!!

.

.

.

Sebuah teriakan muncul dari dalam apartemen. Keributan itu disertai bunyi terompet dan conveti yang berterbangan. Perkataan Yuri sebelumnya terhenti ketika tiga suara mengejutkannya.

.

Ruang tamu apartemen Jessica dan Tiffany kini berubah menjadi tempat pesta kecil-kecilan. Keduanya bersama Taeyeon sudah memakai topi kerucut di kepala masing-masing. Salah satu dari mereka memegang kue dengan lilin angka 18.

.

“Happy birthday Yul”, suara Taeyeon membuka kehebohan yang sedang terjadi diikuti Tiffany maupun Jessica.

.

Jessica berjalan mendekat dan menarik tangan Yuri agar berdiri di depan Tiffany yang sedang memegang kue. Ketiganya sedang menyanyikan lagu ulang tahun untuk Yuri. Namja itu masih terdiam dan tak percaya. Sesungguhnya ia tidak ingat bahwa hari ini tepatnya pukul 12.01 malam, dia sudah berganti usia.

.

“Make a wish sebelum meniup lilinnya, Yul. Setelah itu kau potong kuenya”, ujar Jessica.

.

Yuri tersenyum pada gadis itu lalu beralih ke kue yang ada di tangan Tiffany. Tiffany tak mengatakan apapun, hanya mengangguk pertanda Yuri melakukan apa yang Jessica katakan.

.

“Ayo brother, pesta menunggumu”, timpal Taeyeon.

.

Dengan begitu, Yuri memejamkan mata dan membuat permohonan sebelum membuka matanya lalu meniup lilin itu. Senyum kebahagiaan tampak nyata dari wajah Yuri, namun tak bisa dipungkiri ia merasa sedikit canggung dengan perayaan ini setelah ulang tahun ke tujuh belasnya tahun lalu.

.

“Thank You”, hanya kata-kata itu yang bisa Yuri ucapkan untuk mewakili apa yang ada dibenaknya.

.

Pesta kecil-kecilan itu berlanjut di dalam apartemen Jessica dan Tiffany. Keempatnya duduk di ruang tamu sembari menikmati makanan dan minuman yang sudah disiapkan oleh Taeyeon dan Tiffany. Begitu pula dekorasi ruangan yang sebagian besar berwarna merah karena hari ulang tahun Yuri tak jauh dari christmas.

.

Bel apartemen berbunyi. Taeyeon yang bergerak untuk membukakan pintu. Ternyata itu Yoong. Namja itu menyengir sedangkan Taeyeon mendengus. “Kau telat, player”, sindirnya.

.

“Haahaha, sorry brother. Jalanan macet. Lebih dari 70 persen masyarakat Atlanta pergi keluar rumah merayakan weekend”, ujar Yoong sambil berjalan masuk dan langsung menghampiri Yuri yang menyambutnya. Kedua saling berbagi pelukan persahabatan.

.

.

.

.

——————————

.

Selesai pesta, kini tersisa Yoong dan Taeyeon di ruang tengah. Mereka sedang menyaksikan pertandingan sepakbola yang disiarkan langsung. Tiffany baru saja masuk ke dalam kamar karena dia sudah mengantuk dan kelelahan membuat kejutan untuk Yuri bersama dengan Taeyeon. Sedangkan yang berulang tahun sedang berada di kamar Jessica dan membantu gadis itu untuk menyusun buku yang tadi dibeli Jessica.

.

“Ngomong-ngomong, kapan finalmu?”

.

“5 hari lagi. Di turner field”

.
“Ah”, Yoong mengerti. “Itu alasannya lapangan baseball selalu ramai setiap sore”

.

“Yeah. Tim sedang bersemangat”, timpal Taeyeon. “Yoong”, Taeyeon memanggilnya lagi dan melihat situasi lalu menoleh ke arah Yoong yang sedang menunggunya bicara.

.

“Apa kau memberitahu pelaku yang menyebarkan rumor buruk tentang kebrengsekan Yuri?”, bisik Taeyeon dengan suara pelan.

.

“Huh? Kenapa kau jadi membahas ini?”, bingungnya.

.

“Entahlah, Tiffany sedang gelisah akhir-akhir ini. Dia merasa ada yang tidak beres, tapi kukatakan padanya untuk tidak terlalu memikirkannya”

.

Yoong terkekeh. “Tanpa kukasih tahu, Yuri sudah tahu siapa pelakunya dan dia tidak akan mempermasalahkan rumor itu. Mungkin Tiffany sedang mempertimbangkan untuk berbaikan dengan Yuri namun gengsinya masih menahan itu dan Yuri terlalu menerima perlakuan yang diberikan oleh Tiffany”

.

“Lalu soal isu tentang Yuri, Jessica, dan Erick?”

.

“Jika kau berpikir pelakunya kekasihmu, kali ini bukan dan lagi-lagi Yuri sudah tahu. Mereka hanya beberapa siswi Liivtt yang merasa kesal dengan eksistensi Jessica sebagai “nobody” di Liivtt tapi justru dekat dengan Erick dan Yuri. Mereka terlalu menggilai dua pria brengsek ini”, kekeh Yoong lagi.

.

“TaeTae, kemarilah sebentar. Bantu aku memindahkan kardus ini”

.

Suara panggilan Tiffany dari dalam kamar, membuat keduanya menghentikan percakapan mereka. Taeyeon permisi sebentar untuk mendatangi kekasihnya. Sedangkan Yoong menunggu Taeyeon kembali sembari melanjutkan menonton pertandingan sepakbola yang tengah berlangsung.

.

Drrttt…..drtttt…..

.

Saat hendak mengambil air minum di atas meja, Yoong tak sengaja melihat ponsel Taeyeon yang bergetar tak jauh darinya. Ia tidak menyentuh ponsel itu tapi tanpa sadar ia membaca pesan teks yang ada di layar ponsel Taeyeon yang menyala. Wajah Yoong tiba-tiba berubah begitu menyelesaikan kalimat yang dibacanya.

.

.

.

.

.

.

“Khaaa~~~”

.

Yuri menghela nafasnya lega dan ikut bergabung di atas kasur bersama Jessica begitu selesai menyusun buku-buku yang sudah dibeli gadis itu.

.

Keduanya berbaring dan menatap langit-langit kamar sembari satu tangan Yuri menjadi bantalan Jessica.

.

“Kau sangat menyukai bintang?”, tanya Yuri melihat tempelan bintang yang ada di langit-langit kamar Jessica yang menyala ketika malam tiba.

.

“Tidak juga. Aku hanya menempelnya agar saat tidur, kamar ini tidak terlalu gelap. Aku selalu mematikan lampu utama”

.

“Alasanmu, cukup menarik”, Yuri terkekeh. Dengan pelan, ia menggeser posisi menghadap Jessica. “Thank you, Sica. Aku tidak menyangka kau menjadi salah satu yang ada di hari yang hampir aku lupakan ini”

.

“Tiffany memberitahuku beberapa hari lalu dan dia bersama Taeyeon yang menyiapka semua ini. Seharusnya, terima kasihmu untuk mereka. Aku hanya mengalihkan perhatianmu dan membuatmu membawa buku-buku itu selama acara belanja kita tadi”

.

“Aku tidak keberatan melakukannya untukmu”, Yuri menanggapinya dengan senyuman.

.

“Kau terdengar seperti menyerah”

.

“Benarkah? Hahaha, apa kau ingin aku menyerah sekarang?”

.

Jessica menggeleng. “Jangan…Jangan lakukan itu. Aku tidak ingin membuatmu melakukan kesalahan dengan memilihku tanpa kau yakin bahwa itu benar-benar yang kau inginkan”

.

“Tapi sepertinya aku menginginkanmu”, Yuri mengambil tangan Jessica dan meletakkannya di dada bidangnya. “See? Dia berdetak berirama dan menggila”

.

Perkataan Yuri membuat Jessica tersenyum diiringi tawanya yang renyah. Tangan Jessica kini berpindah ke wajah Yuri. Menyusuri setiap inchi wajahnya dan mengabsen satu persatu mulai dari alis, mata, hidung, pipi, bibir, hingga rahang Yuri.

.

“Apa ini salah satu dari ‘kebrengsekanmu’ yang dikatakan orang-orang?”, tanyanya saat menyentuh rahang Yuri dan salah satu bagiannya ada bekas luka yang tak akan hilang.

.

“Percayalah Sica. Kau tidak akan tertarik mendengarnya. Sama seperti kau tidak tertarik dengan berapa banyak wanita yang telah menyentuh bibirku”

.

“Lalu bagaimana nantinya kau akan membuat ciuman kita spesial? The real kiss”

.

Yuri mengerang. Saat Jessica mengatakan itu, suaranya terdengar sexy dan menyebabkan tubuhnya sedikit bereaksi. “Oh shit”, erang Yuri. “Jangan bertanya apapun lagi Sica. Kau membuatku hampir melepas pengendalian diriku”

.

“Benarkah?”, Jessica menggodanya.

.

“Ketika saatnya tiba, aku akan membuatmu merasakan semuanya. The real our kiss, love, and the night”, Yuri berucap yakin.

.

“Dan…”, Yuri menahan kalimatnya. Kedua matanya bertemu dengan pandanga Jessica yang juga tengah menatapnya.

.

.

.

“Dan saat itu, aku tak akan melepasmu”

.

.

.

.

.

.

.

TBC

————————————–

HAI

Jeje is here~~

Cara gue mengakhiri satu chapter gak akan berubah. Selalu disaat klimaks dan gue jamin lo bakal nyesal kalo ngelewatin 1 chapter aja. Hahahahhaha. Sorry, can’t help. I like this way ^^

Ada yang menyadari konflik mulai muncul? Yang pengen tahu beberapa fakta yang akan diungkap, bersabarlah menunggu next part yang akan DIPROTECT. #muehehehetawajahat

See yall.
Annyeong!

.

.

by: J418

.

*bow*

146 thoughts on “WHY? (10)”

  1. Arrrrrgh greget deh Ada tulisan tbc
    Itu siapa Yang SMS Tae.. trus isi pesannya apa ya? Kok yoong mukanya langsung berubah stelh baca pesan Itu?
    Bau bay konflik mulai muncul nih

    Like

  2. Waaahhh yoong baca apa ituuu?? Yoong bagi bagi dong..pengen tau aku jugaa :v,
    Sica mulai nakal deehh, dulunya aja kek kutut buku yang polos tak berdaya eh lambat laun kayak semakin nakall (?)
    Hm uda terbiasa sama kedatangan kata TBC yang tiba tiba menghentikan imajinasiku ketika baca ff mu je😂

    Like

    1. Hahahah sms yoong aja, mgkn bakal dikasih tau XD
      Hahahah sica mulai keluar aslinya. Kira2 dia sebenarnya kutu buku atau pura2?? Hmm thats the question. XD
      Maafkan T^T imajinasinya dilanjutkan nanti lagi ya hehehe

      Like

  3. Siapa si Boss itu kakak, mencurigakan…..

    Aissss pasangan yulsic bikin orang Baper aj. …. taruhanx saling menguntung kan
    Kira2 ap yg d baca yoong pas lihat isi pesan dari ponsel tae …..

    Haisss siap2 mental klw udah berbau Diprotek….

    Like

  4. HAPPY ULANG TAHUN KWON YURI🍰🍰🍰
    Sebenarnya sebrengsek apa kwon yuri di masa lalu……,trus hubungan yulsic mau di bawa kemana…….dibilang pacaran tpi gk ada yg ngungkapin perasaan.
    Di tunggu chapter selanjutnya thor…..SEMANGAT😏😏

    Like

  5. “Jika kau berpikir pelakunya kekasihmu, kali ini bukan dan lagi-lagi Yuri sudah tahu. Mereka hanya beberapa siswi Liivtt yang merasa kesal dengan eksistensi Jessica sebagai “nobody”. Em jadi yang nyebarin isu ttg kebrengsekan yuri itu fany? (Apa gue salah nangkep). Terus yang cerita awal awal banget itu yang ngobrol sama kai itu siapa? Yang bantuin rose itu lexy sama sera kah. Lupa ama chapter sebelumnya. Dan yang flashback itu kejadian sebelum kematian steph? Apa pas steph mati salah satu cowo yang ada di situ yul? Aahhhh gue ga tau, steph mati gegara saan dah.

    Like

    1. Baca lagi aja, biar bisa mastiin salah nangkap atau nggak ^_<
      Nggak lah, lexy aja. Dia kan kerja di kedutaan kalo sera kan dtg berlibur mau ktmu lexy. XD diingat2 chap sblmnya, daripada smakin ke depan lupa dan bingung

      Like

  6. entah knp baca part ini,aku kembali yakin kalo lexy itu taeng,kmrn kan aku nebak kalo lexy itu taeng knp dia ga kenal rose ya ,secara rose itu temennya yoong??,tp dr percakapan taeng n tiffany aku bisa ngambil kesimpulan kalo emng bener ternyata taeng ga kenal sm rose begitu jg sebaliknya.dan soal kta2 yoong td yg blng kalo dia melihat dua temannya
    menjadi gila karena mencintai seseorang?yg dimaksud itu yul sm erick kan je??steph meninggal krna overdosis??apa itu gara2 yul n erick jg je?trs siapa yg jadi manager cafe td?makin seruuu nih je cerita nya,aku jg suka moment2 kecil antara yul n sica.manis bgt

    Like

    1. Fokus din fokus. Hahahahah.
      Yang gila karena mencintai seseorang itu kan taeng sama yul. Makanya dia pengen coba, apa sih artinya berjuang untuk mencintai lalu dicintai. #tsaah bahasa gue wkwkwk. #plaaak
      Jangan terjebak sama flashback sekilas. ^^

      Like

  7. Tae is lexy? Penasaran bngt sama sera dan lexy. Yoong mau mencoba cinta dengan hyuni? Kkkkk.. Aw aw aw… Yulsic makin manis saja akhir-akhir ini.. Yoong apa yg kau baca di hpnya tae sampai terkejut begitu? Pasti tae menyembunyikan rahasia dr semuanya dan kenapa saya menebak tae ada hub dengn lexy.😑

    Like

  8. komen gue dr tadi ga musuk2 ga tau kenapa.. 😌😌

    lexy dkk ini sebenernya siapa apa hubungan mereka ama yulsictaeny kenapa ama athor sampai di tutup2in banget 🤔🤔

    Like

  9. jessi tambah berani aja untuk ngegoda biar dia yg menang. yuri tambah ga nahan. 😂😂😂
    apa itu kisah nya yuri, erick dan stephy. waktu stephy OD. ??
    HAPPY BIRTHDAY URI YURI. 😃😃😃

    Like

  10. Konflik mulai akan terlihat muehehehehe 😂😂 yulsic selalu bikin senyum2 sendiri 😂 tbc nya ganggu tp ditunggu next chap thor 😁😁😁

    Like

  11. Lexy oh lexy 😂😂
    apa ekspresi yoong bisa biasa aja?? Bikin penasaran, ditambah ini lagi boss?? siapa dia??? Itu Si kai ngomong sama siapa??
    Sumpah ff ini bikin gua pusing karena penasaran wakakaka

    Like

  12. HBD uri Kwon Yul….🎉🎉🎂🎂🎈🎈

    Masih penasaran sama hubungan taeny yang sama2 punya rahasia…
    Taeng dapet sms dari siapa tuh??? Yoong kepo baca2 sms orang, tapi kenapa muka ekspresinya yoong berubah gitu aabis baca sms taeng???

    Mystery……selalu ada disetiap partnya
    Konflik mulai muncul dan di next chap apa udh mulai naik ke puncak konflik..

    Waiting for next chap thor!!!!
    Fighting!!!

    Like

  13. Adduhhhh gue mkin dibikin pusingg….
    Itu yg sma kai siapa??? Kykx niatx mreka berdua gak bagus… Trus isi SMS di hp taeyeon yg dibaca yoong it apa?? Dsini gue pnasaran bnget ama tae. Yulsic duhh greget dehhh sica mlai nakal. Yulsic bhas kiss mlulu. Kekeke

    Like

  14. Hmhmhm baca nya serius soalnya penasaran hahaha udah feeling bakal banyak banget tragedi baru..
    Dari kai muncul sm mr entah siapa itu
    Terus sifat taeng yang agak gelisah ke sifatnya fany yg gelisaha
    Terus sama sms yang dibuka yoong aduh itu sms apa hahaha
    Yoong kayanya syuka nih sama hyuni haha
    Btw tiba tiba aku mikir kalo ada krystal buat sama yoong 😂peace jee hehehe
    Dan why TBC ada disanaaaaaaa 😠😬

    Like

  15. Lexy, yak! Nugu ya ? dri awal bkin pnasran tuh orng, aing jg curiga lexy itu daddy.. humb 😓
    Duh emaaakkk, udah mulai nakal ya ma uncle yul. Gemes bgt lhatnya 😣 ih pngen nyium jg (?) Wkwkwk
    aah jd stephi OD, dan mngkn yul slah stu dri namja itu..
    Mommy calmdwn, uncle yul g bakal macam” kok ma emak..
    Baca apaan si yoong? Jgn” smsx sera.. hing😒 rasa curiga aing, mncul lgi trhdap daddy..

    Like

  16. Oiii jeje….knp masih nyimpan misteri-misteri oh la lalala #fxdracula.
    jd sbnrnya yul gk sebrengsek kt rumor” itu, so flasback dunggg….biar gk penasaran…..
    Ciahhh…sica makin dekt dg yul makin frontal skrnggg….gwe suka..gweh suka….qiqiqiqiqiqi
    Permusuhan yg nyebapin yulti , apa ada hub. Dg sthep ya???? Kok si yoong bilang rumor bredar tuh bukan dr kksih taeng?? Brti itu fanyah kan..
    Ahhhh..serius dechh gwe gk tenang nehh…pingin cpet tw akhir dr crita ini gimana…????

    Oops!!# happy b’day kwon seobangnya sicababy….moga yulsic makin bersatu ….FOREVER NEVER THE END 🙂 🙂 🙂

    Like

    1. Gak jadi misteri klo disetiap chap menangkap kode2 secret yg tertuang secara tersirat hahaha.
      Sica mah mgkn bisa frontal lebih dari itu XD lo mah pengen cepat tau crtanya, nah yg nulis cuma bisa ngerjain pas free.

      Like

  17. Jd yg nyebarin rumor Yul itu brengsek Fany toh…
    d satu sisi gw yakin Lexy itu tae, tp klu bener knp tae menyamar segala? Ah tae membingungkan hehe

    Like

  18. Oalah title “brengsek” yg didpt yul ntu trnyata dikasih ama mba fany toh haha qw smakin penasaran sbenerny dahulu kala yulti ini ada apa dan kenapa loh 😀 udah lah Tiffa gengsi nya dicut aja klo mau baikan ya baikan toh nyatany kamu diam2 masih trlalu peduli kan ama si brengsek wkwkwk,,, Cie yoong oppa cie ngomongnya jujur bner udeh hyun tebarkan pesonamu buat si player yakin klo dia ga bkalan salah ngasih hati tpi Je qw suka yoong and rose disini qw suka yoong yg kyknya slalu ada aja gtu buat si rose ga bisa aja apa gtu lu buat nih bestfriend saling jatuh hati aja??haha… and yulsic eishhhh taruhan kece kalian itu loh haha udah yul yg gentle ngalah aja sah’in aja biar rattingny makin naik XD and met hari nongol ye yul oppa haha. Qw rasa Steppy sengaja dibuat od deh yup qw bakal tunggu klimaksny di next2 chap, btw qw suka kok cara lu ngecut tiap2 chapter ff lu dibagian yg hmpir klimaks sih ya kata qw haha biar kata itu bkin sbel tpi ya u know itu jdi kenikmatan trsendiri haha gregetny lebih dapat .. Fighting buat nulis next chap!!

    Like

    1. Hahahha, yang gak jelas itu kadang lebih seru. Makanya yulsic belum jadian juga.
      Nah itu dia, yoong bakalan sama siapa kan belum tahu hihihihi. Tgntung dy maunya sama siapa. Hub yulti masih rahasia

      Like

      1. Yoyoy lah klo dah jelas ntar renyahny ilang jdi ga gigit lagi dah iya kan je hehe..jangan buru2 jdian deh klo saran qw mah ntar klo mereka jdian polos2 gemesin merekany ilang wkwkwk wlaupun sbenerny nih 2 makhluk kaga ada polos2ny sma skali apalagi qw kaget loh itu liat miss genius trnyata haha …sama qw aja yoong udah sama qw aja 😀 , yiaa yulti qw tunggu kejelasan hub. diantara kalian haha.

        Like

  19. gx suka banget klo taeng selingkuh
    pasti yg sms taeng itu selingkuhan taeng deh abis kayanya yoong marah
    klo yulsic lg pdkt’ bikin semyum2 sendiri

    Like

  20. duh siapa lg tuh yg menyelidiki kisah yul..sica..ama erick…
    rasa” nya klu yg di butuhkn dah nyebar di tiap chap hanya aj tertutupi krn author lbh sering pake kata ganti utk org ketiga stiap kli kasi tau klu nya (dia,,org itu dsb)
    jdnya makin greget buat nebak tp mgkn bakal salah tebakannya…hahaha
    tuh taeng dpt sms dr spa lg sampe yoong lgsg tercengang bgtu…
    blm lg hubungan lexy & sera ama taenyulsic…

    now playing-> misterry…misterry…mis te te terry
    lalalala lala

    Like

    1. Hahahah kenapa tiba2 pada pake lagu mystery wkwkwkwk
      Ya gue udah kasih tau di setiap chapter. Bahkan smua yg dipertanyakan udah kejawab. Mgkn ada satu atau dua yg belum gue kasih kodenya

      Like

  21. hahahah lo emg suka bikin penasaran
    hmm yoong jd nembak seo tuh ? wkwkkwk ga romantis ah
    jadi itu knp pany benci bgt sm yul, gr2 yul sodara kembarnya pany meninggal toh hmm gr2 overdosis ckcck
    pantesan pany kalo liat yul kaya mau makan org wkwkwk terang aja sih yah
    apa sih yg disembunyiin tae, gw penasaran bgt sm satu itu wkwkwkw

    Like

    1. Nggak nembak, cuma nanya aja. Jawababannya entar di next part. Heheheh jangan cepat mengambil kesimpulan dari flashback sekilas ^^ taeng bilang sabar y klo masih penasaran sama dia hihihi

      Like

  22. duh author je,,, ini bisa aja bikin penasaran kita2,, ini lexi blum klar ada bos lg. yulti musuhan,,? atau gmn,,? nah tp kok sica ama yuri pas ngobrol kok seakan yuri punya pilihan laen ya? erick juga udh kenal tiffany sblumnya? taeng,, aduh,, ? ditunggu aja dah lanjutnya ya,, mksh,, cemunguuut 😀

    Like

    1. Lexy mah gak usah dipikirin serius, entar dunia jg tahu heheh. Bos itulah yg bantu lo biar gak penasaran lg sama rahasia yg disimpan para cast. Siap2 kebongkar ^_<
      Yuri emg pnya plihan lain. Kan jess blg, jangan salah pilih dia. Jd dipikir2 dlu saat yuri memutuskan sebuah pilihan. #tsaah bahasanya

      Like

      1. yahh,, bos misterius 😀 cyahh yuri sopo itu org lainya,, ?? jgn2,,?? haha ,, ahh seraih ama author aja pertanyaan n jwbn disimpan,,kita siap tunggu dah 🙂 semangat update lg yaa

        Like

  23. Njirr gw penasaran banget ama kelanjutannya ntar, sumpah bikin greget. yulsic jga udah mulai nunjukin ketertarikan satu sama lain nih yeee… BTW yoong baca pesan apaan tuh di hpnya taeng???

    Like

  24. aaaah….. selalu begini. penuh teka teki. bikin q nebak2 dan bnyak suuzonnnya. kdang yakin, lexi itu taeyeon. tpi kdang ga jga. trus siapa lgi itu cowo yg bareng kai? satu2nya yg ga abu2 disini adlh kmanisan hubungan yulsic. yg bkin senyum2 n gemes.
    waah, yoonhyun mulai peningkatan hubungan nih.
    tpi trlalu bnyak rahasia nih. butuh pencerahan.

    Like

  25. Udh g pnsaran soal sthepy tp pnasaran soal hubungannya yuri eric tiffany. Trus taeyeon itu lexy ato bukan.mnrt gw lu byk ngasih pencerahan. Tp g lupa nambahin pnasaran -__-. Pw thor? Alamat g baca lagi. Huft. Asal ad review nya gpp mah gw thor wkwkw

    Like

  26. Gak heran sica ‘little bitchy’ orang di part7 yang dua sahabat bahas pindah-pindah tu si sica deh. Kai.. Kai muncul dia, huftt.. Ni author gak mikirin readernya gimana, disaat klimaks eh dikekgituin dasar author php
    #hidupguedikelilingiorang2PHP
    ah.. Akhirnya, teka-teki Stephy mati kejawab plis demiapa? Overdose? Dan stephy pasti salah satu ‘little bitchy’ juga mengingat banyak cowok di sekeliling mayat dia tadi.
    Kak J klo nti chap depan di protek cara biar kakak mau bagi gmna?

    Like

  27. Waduh jadi makin penasaran kan sapa tuh si lexy
    Lihat reaksi kepo siyoong mungkinkah si tae ahh jgn smpek
    Yulsic nih couple beneran ya sukanya kodekodean
    Ditunggu lanjutanya semangat

    Like

  28. Msh penasaran sm taeng n lexy, apakah mereka orang yg sama. Taeny jg msh nyimpan rahasia masing2. Mungkin hubungan mereka akn diuji.

    Like

  29. Wahh yoong bisa kali kasih tau apa itu isi sms nya taeyeon hehehee
    Lexy emang taeyeon banget deh kayanya
    Taruhan yulsic makin hari makin bikin dug dug serrr wkwkkk sica bisa aja lagi ngegodanya untung yul tahan coba kalo engga lambaikan tangan ke kamera hahahaa
    Ini semua cast nya emang penuh mystery mystery
    Duhh mudah2an pw nya engga susah yahh jee chapter depan

    Like

  30. mmakin penasaran dengan jalan cerita selanjutnya. Aku ngerasa kalo Lexy itu taeyoen ya,, hmmm. trus aku masih belum paham kenapa tiffany ga suka dengan yuri.

    Like

  31. Akhiiinya why update jg, Sriusan deh bnyak bgt part2 yg bkin pnsaran tp gak brani nebak2 tktx tebakanx slh, bnyak bgt misteri2 dichap ini, hbungan antara tiff sma yul dmsa lalu pun blm jls apa ini mlh erick kykx jg ada hbungan jg dmsalalu, blm lg msalalux jess yg dtutupin taeny, oh author skalix update mlah bkin pusing hahaha kren thor chap ini

    Like

  32. g th knp bc crt authot bth konsen tinggi,krn akn ad tokoh2 br yg pnh kjutn…
    ad org diblik yg pntau aktivitas mrk n trs adny crtny yg nntiny pst berhub tnp diduga…
    msh bnyk kisah diblk tiap tokoh yg perlu diungkpkn. tp udh mulai nih warna dr crtny alias konflik..,
    baik yulsic n taeny sm hati2 dlm bertndak krn g mw mslh tmbh ribet…
    yoong psti bljr bny akn cinta n seo org yg tpt utk bnt yoong…
    sumph pnsrn am sms yg bikin yoong heran…^^

    Like

  33. Ini pasti taeng ngerahasiain sesuatu yaaa? Apa dia yg mu ngancurin yuriii krna fany terlalu perhatian sama diaaa 😭😭 atau alasan lain. Duh kenapa yoong berubah wktu baca sms di hp taeng 😱

    Jessica mancing mancing teroooosss sampe dapet yaaa.

    Like

  34. Ah, selesai ngerjaon pr keinget wp yang sudah lama enggak dilihat dan ternyata nih chapter munculll!!!
    Tbc muncul disaat lagi panas panasnya haha

    Like

  35. Omg!!! !!! Yoona baca apa yaa d hp tatang? Kok mukanya begitu?. La ela thor…. Cepet amat tbcnya. Malah d adegan yg nggk tepat. Wkwkkwkwkwk… 😁😁😁. Oh iya thor, banyakin dong taeny momentnya. Aku jg masih penasaran nih, sebenernya apa ygvtengah d rahasiakan tatang ya??

    Like

  36. Itu TuBerCulosis minta di pites kali ya muncul di saat yg tidak tepat he..he..
    Lagi asik2nya baca sweet2an nya yulsic eh muncul si tbc ..
    Konflik mulai muncul??maybe??
    Kayaknya mulai dr sms nya tae yg kebaca yoong..maybe 😁
    N siap2 aja dg PW yg nggak kejebol lagi kalau di protect 😭😭😭

    Like

  37. Wuh jeje finally ya kembali lagi hmm dengan jalan cerita yg gue lupain sampe kudu balik chap sebelumnya di scene terakhir gomasamdo 😂😂😂😧
    Ga bakal kepolah sama itu siapa, apa yg mreka lakuin, kenapa kok gitu gini. Bodo amat 😂😂😂
    Tinggal nunggu konflik klimaks yg sebenernya sih. Kalo konflik udah keluar masalah yg asli udah keluar baru deh oh jd selama ini bla bla bla baru kebuka misteri2 di chap sebelumnya. Termasuk hubungan sera lexy itu ada kaitannya sama ateng apa engga. Sama misterinya ateng
    Gue bakal tunggu konflik itu kebuka hmm 😎
    Btw suka scenenya yuri yg begini dah ga terlalu agresif sicanya juga suka tarik ulur jd enak aja bacanya hahaha
    QUICKLY JUSEYOOO NULISNYA

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s