ETERNITY (15)

1465486468786

Tittle                : ETERNITY

Cast                 : Kim Taeyeon

Kim Yujin (Uee)

Kwon Yuri

Krystal Jung

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kang Seulgi

Girls Generation, After School, Red Velvet and Others

Genre              : GirlxGirls, Fantasy, Magic, Drama, Romance, Friendship

Credit Pic by K.Rihyo

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 15

.

.

Suasana kelam terasa di dalam ruangan ini. Hanya sebuah cahaya yang menyinarinya dan itu berasal dari gadis berambut hitam panjang yang sedang memegang sebuah pedang dan dari tubuhnya muncul kilaun cahaya. Tampak indah tapi dalam waktu bersamaan terlihat mengerikan dengan aura hitam pekat yang bercampur dengan cahaya.

.

“Wahai sang dewa kegelapan, kami persembahkan tiga kekuatan terbesar dari para Putri negeri ini. Tuntunlah kami menemukan black magic untuk membangun era kegelapan yang akan berjaya”

.

Sang Raja memimpin ritual itu diikuti mantra-mantra yang diucapkan para petinggi. Aura-aura hitam mulai merebak ke seluruh ruangan. Tak berapa lama, muncul bayangan-bayangan yang dapat dilihat oleh seluruh orang yang berada di ruangan ini.

.

Bayangan itu menyatu menjadi satu dan langsung menuju ke arah pedang yang dipegang yeoja berambut hitam. “Pergilah dan temukan black magic”, sebuah perintah keluar dari mulut sang Raja.

.

Semua petinggi memberi hormat pada pemimpin mereka sebelum pergi bersama yeoja tersebut. Suara tawa sang Raja memenuhi sesisi ruangan. Pria itu tampak bahagia karena rencananya sebentar lagi akan terwujud.

.

Salju putih yang menyelimuti seisi negeri kini berubah warna dan bercampur dengan bias-bias cahay hitam yang membumbung di langit. Seruan-seruan untuk sang kekuatan gelap mulai terdengar. Langkah demi langkah mulai menapaki sebuah jalan menuju tempat tujuan yang mereka inginkan.

.

.

.

.

.

.

“YA! BUKA PINTU INI”

.

Yujin sedari tadi terus berteriak dan memukul kasar pintu kamarnya yang megah. Sudah 6 jam dia terkurung di dalam sini dan tak bisa mengeluarkan sihirnya lagi. Kekesalan dan amarah Yujin sudah bercampur menjadi satu.

.

“Aboeji, kumohon dengarkan aku”, teriaknya lagi.

.

ARRGGGHHHHH

.

.

.

.

Di bagian lain….

.

“Putri”

.

Seseorang memanggilnya lirih sekaligus menyadarkannya akan lamunannya yang sebelumnya tak terusik sama sekali. Ia mengalihkan pandangannya dari jendela kamarnya ke arah sosok yang memanggilnya.

.

Orang itu membungkuk sopan lalu meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja. Setelahnya ia menoleh ke arah sang putri dan menatapnya tenang.

.

“Maaf jika saya lancang menemui anda. Penjagaan di luar saat ini sangat ketat dan saya menggunakan kesempatan ini menemui anda”.

.

Gadis itu menautkan kedua alisnya saat mendengar penuturan sang pelayan istana yang datang dari wilayah paviliun. “Ada apa kau ingin menemuiku?”

.

“Saya mendengar bahwa anda dan Putri Yujin dibawa dengan paksa kembali ke Istana. Untuk itu saya ingin memastikannya dan ternyata anda benar berada disini”

.

“Eoh, aku sebenarnya tidak tahu alasan kenapa pihak istana memaksaku kembali”, jujur sang putri.

.

“Hmmmm mengenai itu, saya rasa saya cukup tahu jawabannya”

.

Gadis itu terkejut dengan pengakuan sang pelayan. Ia berdiri dan mendekatkan jarak diantara mereka. Menatap pelayan itu dengan serius.

.

“Apa maksudmu?”

.

Pelayan itu belum menjawab. Ia justru mengeluarkan sebuah mutiara berwarna biru yang dibawanya. Meskipun masih bingung, tetapi sang Putri menerima mutiara itu. “Akan ada banyak yang terluka setelah ini. Mungkin akan jauh lebih mengerikan dengan apa yang terjadi pada 900 tahun lalu”

.

“APAAAA?? Ba—bagaimana?”

.

“Saya melayani putri sudah sangat lama. Dia sangat pendiam dan tak banyak bicara tapi selalu tersenyum dan bersikap ramah padaku. Suatu hari, saya terkejut. Putri menangis dalam tidurnya dan ternyata ia bermimpi buruk. Saat itu juga Putri memintaku untuk tidak mengatakan pada siapapun. Hingga akhirnya, saat ia bermimpi buruk lagi, Putri Yujin lah melihatnya”

.

.

.

.

Pintu kamar terbuka dan muncullah sesosok wanita dengan membawa nampan berisi makanan. Wanita itu membungkuk sopan dan berjalan mendekat ke meja yang tak jauh dari kamar tidur.

.

Selesai meletakkan makanan itu, ia mendekati seorang yeoja yang merupakan Putri yang selama ini dilayaninya.

.

“Anda bermimpi buruk lagi, Putri?”, tanyanya sopan.

.

Yeoja itu hanyak mengangguk lalu menatap kosong ke arah sang pelayan. “Yujin baru saja masuk dan memberiku sebuah pelukan. Rasanya mimpi buruk itu perlahan hilang dari pikiranku. Tapi entah kenapa hatiku sakit sekali”

.

Pelayan itu tertegun. Ia diam beberapa saat karena tidak tahu apa yang harus ia katakan. Belum sempat pelayan itu menjawab, sang Putri mengeluarkan sesuatu berkilauan dari arah jantungnya dan sebuah mutiara berkilauan berwarna biru kini ada di telapak tangannya.

.

Putri itu tersenyum lalu memberikannya pada sang pelayan.

.

.

.

.

“Apa kau bisa membawaku keluar dari kamar ini? Saat ini seluruh ruangan dilindungi oleh penangkal sihir. Aku tak bisa menggunakan sihirku”

.

“Jika Putri menginginkannya saya akan membantu anda”

.

Gadis itu tersenyum. “Terima kasih”

.

Sang pelayan mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Ternyata itu salah satu ramuan.

.

“Minumlah ini Putri. Diri anda akan berubah menjadi seperti saya tapi hanya bisa bertahan selama 10 menit. Jadi saya harap anda memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mencari tahu apa yang sedang istana rencanakan. Berhati-hatilah, Putri”

.

Ia segera meminum ramuan itu setelah menerimanya dari sang pelayan. Sembari menunggu efeknya, ia menatap sang pelayang dengan penuh tanda tanya sembari melirik ke arah mutiara yang kini berada dalam genggamannya.

.

“Kenapa kau memberikan ini padaku?”

.

Pelayan itu hanya tersenyum lalu berkata “Karena saya mempercayai anda, Putri”

.

.

.

.

——————————

.

“ARRGHH!”

.

Ia menendang pintu berjeruji itu dengan kesal. Empat yeoja terus berusaha mencoba untuk menghancurkan pintu tersebut dan segera keluar dari dalam sini. Di sisi lain, gadis bekulit tanned masih bersandar di tembok dengan wajah gelisahnya. Namun gadis itu tetap melakukan sesuatu dengan membaca buku dongeng yang sedang dipegangnya, mencoba menemukan rahasia yang belum terungkap sepenuhnya.

.

“Ini tidak bisa. Mereka memasang ilmu penangkal sihir. Tak ada yang bisa kita lakukan selain mendobraknya meskipun harus kesakitan”, jelas Yoong pada akhirnya.

.

“Apa tidak ada cara lain lagi? Aish!”

.

Giliran Seulgi terlihat kesal. Baru saja kekuatan sihirnya kembali pada tubuhnya tapi saat ini ia bahkan tidak bisa mengeluarkannya di ruangan ini. Taeyeon dan Sooyoung hanya mendengus kesal.

.

Mereka pun akhirnya memilih istirahat sejenak lalu bersandar di balik jeruji besi dan mencoba memikirkan sesuatu agar bisa segera keluar.

.

“Aku tidak mengerti bagian ini”, sebuah suara membuat yang lain menoleh. Yoong yang bersigap disana segera mendekat ke arah Yuri dan melihat apa yang Yuri maksud.

.

“…..Kekuatan terbesar yang dimiliki setiap penyihir ada pada diri mereka masing-masing. Sebuah kekuataan alami yang tak pernah disadari hingga terciptalah perbedaan antara yang lemah dan yang kuat.

.

Yoong membaca kalimat itu dan membuat sahabatnya mengerutkan kening mereka bersamaan.

.

“Setiap penyihir memiliki metode pelatihan yang berbeda sejak mereka lahir. Itulah kenapa tidak semua penyihir menjadi lebih kuat”, Yoong menjelaskan maksudnya dan dibalas anggukan setuju oleh Sooyoung dan Seulgi.

.

“Tidak pernah disadari?”, ulang Taeyeon dengan wajah bingung.

.

“Kau masih belum mengerti, Taeng?”

.

Taeyeon menggeleng. “Bukan soal itu, tapi….rasanya ada yang aku lupakan”, ujarnya sembari berpikir.

.

3

.

2

.

1

.

“Astaga!! Kwon Yuri”, Taeyeon berteriak sambil mendekat ke arah Yuri. Ia meletakkan kedua tangannya di pundak Yuri. “Oh god. Thanks Yul, kau penyelamat kami”

.

HUH?

.

Semuanya bingung dengan reaksi Taeyeon. Apa hubungannya dengan Yuri? Dia bahkan seorang manusia, manusia yang tidak memiliki….WAIT.

.

“Oh shit”, Seulgi kali ini bereaksi dan sebuah senyum harapan tergambar dari wajahnya. “Yuri, Yuri punya kekuatan”, ujar Seulgi kepada Sooyoung dan Yoong.

.

Sooyoung akhirnya mengerti tapi tidak dengan Yoong.

.

“Dia punya kekuatan, Yoong. Sunny memberinya ramuan kekuatan sihir sementara”, jelas Taeyeon.

.

Tak berapa lama, Yoong pun menggeleng heran. “Tsk, kalian benar-benar banyak melanggar peraturan dan tentu saja kau berdua berada dibalik semua ini”, ujarnya sembari menoleh kepada Taeyeon dan Seulgi.

.

Keduanya saling pandang sebelum akhirnya menyengir ke arah Yoong.

.

“Kau ingat ilmu yang kuajarkan padamu?”

.

Yoong menggeleng sekali lagi begitu Sooyoung mengatakan hal itu pada Yuri. Ternyata Sooyoung juga terlibat mengajari para manusia ilmu sihir. Yuri mengangguk pada gurunya itu, dan ia pun mulai mengambil aba-aba untuk mengeluarkan ilmu sihir yang dimilikinya. Sihir yang hanya bersifat sementara.

.

“Lakukan Yul. Semoga sihirmu bisa digunakan karena itu bukan sihir alami”

.

.

.

.

.

.

“Kenapa anda memintaku melakukannya? Bukankah selama ini sebenarnya anda tidak menyukai kehadiranku di sisinya? Dulu aku tidak mengerti alasannya, tapi sekarang aku mengingatnya dengan baik”

.

Raja Kim terdiam mendengar jawaban gadis di depannya ini.

.

“Apa anda juga melakukan hal yang sama kepada Soojung Unnie? Memintanya tanpa siapapun mengetahuinya?”

.

“K—kau….?”

.

Gadis itu tertawa kecil melihat reaksi Raja Kim yang begitu terkejut. “Aku mengingat dengan jelas bahwa anda memohon padanya. Aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian dan membawa kata kebahagiaan untukku dan Yujin. Apa anda tidak menyadari kenapa aku tidak ada di istana saat kejadian itu?”

.

“Jika seseorang bisa menyelamatkan negeri ini, kenapa harus ada banyak korban nantinya? Saat seorang putri harus menghadapi pilihan, satu nyawa atau jutaan nyawa, mana yang akan kau pilih?”, tantang Raja Kim.

.

Ia tertegun mendengar ucapan pria yang dihormatinya ini. Bahkan saat Raja Kim mengatakan itu, rasanya tak ada beban apapun dalam diri sang Raja.

.

“Aku tidak akan memilih keduanya. Kehidupan adalah sesuatu yang harus dihargai sekalipun dia tidak memiliki kedudukan. Jika pun kecil kemungkinannya, sebagai seorang putri, aku akan mencari cara lain”

.

“Cara lain? Kau terlalu polos, nak. Soojung rela melakukannya untuk orang-orang yang dia cintai. Menyelamatkan negeri ini tapi pada akhirnya dia bertindak gegabah dan membuat seluruh yang ada di Kerajaan Lily musnah dalam seketika”

.

“Jangan pernah anda berkata seperti itu tentangnya. Soojung Unnie tidak pernah bertindak gegabah dalam setiap keputusannya”, ucap gadis itu marah. Ia mengepalkan kedua tangannya dengan geram. Cahaya-cahaya kekuatan miliknya mulai menyelimuti seluruh tubuh perlahan dan semakin membesar. Tatapannya penuh kemarahan.

.

Di sisi lain, Raja Kim tampak melakukan sesuatu di balik telapak tangannya. Ia memandang dengan tenang gadis itu hingga akhirnya sebuah senyuman terlukis dari wajahnya.

.
.
“Amarahnya mulai terpancing”

.

.

.

.

.

***

.

.

“Apa kalian sudah menetralisir semua wilayah?”

.

“Sudah Menteri. Seluruh anggota pertahanan keamanan istana sudah bersiap di posisi masing-masing. Kemungkinan besar, kelompok penyihir itu sedang bergerak keluar dari persembunyian mereka”

.

Menteri Kang mengangguk setuju sembari melihat kelamnya langit saat ini. Tak ada lagi matahari atau cahaya yang menyinari. Suasana mencekam dan hanya diselimuti salju-salju tebal.

.

“Pergilah dan atur semua penyerangan. Berhati-hatilah, kekuatan mereka tidak bisa diremehkan”, orang kepercayaannya mengangguk mengikuti instruksi Menteri Kang.

.

“Menteri, apa anda akan pergi sekarang ke pusat kota?”, tanya Wakil Menteri yang kini bersama Menteri Kang.

.

“Dimana Raja Kim saat ini?”

.

“Beliau berada di paviliun dan menunggu keputusan dari putri. Anda yakin bahwa putri satu-satunya yang dapat menyelamatkan negeri ini?”

.

Menteri Kang menggeleng. “Saya tidak tahu”, ujarnya lalu menghembuskan nafasnya. Pria itu kembali memandang ke arah wakilnya dengan tatapan sedihnya.

.

“Minsook-ah, apa kau akan mengabdi pada Kerajaan atau kau akan melindungi orang-orang yang terpenting dalam hidupmu?”

.

Pertanyaan itu membuat sang Wakil Menteri terhenyak. “Ke—kenapa…anda..bertanya seperti itu, Menteri?”

.

“Apa kau mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui?”

.

Tatapan Menteri Kang menyelidik. Hal itu membuat sang Wakil Menteri tiba-tiba terlihat gugup. Menteri Kang maju mendekat sedangkan sang Wakil Menteri mundur beberapa langkah hingga akhirnya tak ada lagi jalan bagi sang Wakil Menteri saat punggungnya menyentuh tembok.

.

“M…Men…. Menteri Kang…”

.

“Katakan Minsook-ah. Apa aku tak berhak tahu sebagai atasanmu? Aku tahu kita mengabdi untuk Raja, tapi selama ini kau bekerja denganku dan melaporkan sesuatu padaku. Dan sekarang kau tak menghargaiku lagi?”

.

“Bukan begitu.. tunggu…Menteri Kang”, Minsook semakin khawatir ketika ia melihat Menteri Kang sudah mengeluarkan cahaya kekuatannya. Tatapannya tenang tapi kilatan cahaya dimatanya seolah ingin membunuh siapa saja.

.

“Aku tidak menyukai ada orang yang mengkhianatiku, sekalipun kedudukannya tinggi”

.

Menteri Kang mulai mengangkat tangannya dan Minsook melihat jelas bahwa ada pusaran cahaya di telapak pria itu.

.

“Tu…Tu…Tunggu Menteri Kang….S…Saya…Saya akan mengatakannya”

.

.

.

.

.

———————————-

.

Yujin kembali mengacak kamar utama miliknya. Ia tak peduli dengan barang-barang yang berserakan. Ia terus mencari cara untuk keluar dari kamar ini dan menemui Ayahnya sebelum Ayahnya melakukan sesuatu yang selama ini Yujin takutkan.

.

“Apa yang harus aku lakukan?”, batinnya pada diri sendiri sembari berpikir.

.

Saat dengan memikirkan sebuah cara, Yujin justru mendengar keributan di luar kamarnya. Ia tidak begitu yakin dengan apa yang terjadi tapi yang jelas sedang ada perkelahian disana.

.

.

.

Braak…

.

Tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dengan paksa dan tubuh seorang pengawal tergeletak.

.

“Putri Yujin”

.

Dua orang mendekat ke arahnya dan ternyata itu adalah pengawal terbaik milik Yoong. Dan satu orang menarik perhatiannya, seseorang yang ia kenal. “Sunny?”

.

Gadis yang dipanggil hanya tersenyum canggung sembari melihat kedua pengawal yang bersamanya. “Kau baik-baik saja, Yujin-ah?”, tanya Sunny dengan nada biasa namun raut wajahnya terlihat lega begitu melihat keadaan Yujin.

.

“Eoh. Aku baik-baik saja. Ayahanda mengurungku disini. Kenapa kau bisa bersama pengawal Yoong?”, herannya.

.

“Nghhh itu….”, Sunny terdiam. Detik selanjutnya ia menundukkan kepalanya dan memainkan jarinya. Gesturenya tampak tidak tenang. “Maafkan aku Yujin-ah”, tiba-tiba Sunny menitikkan airmatanya.

.

“Ya, ada apa denganmu?”, Yujin semakin bingung dengan sikap Sunny.

.

“Kami menangkapnya, Putri Yujin. Tabib Lee diduga membocorkan kekuatan yang dimiliki Putri bungsu pada orang kepercayaan istana sehingga kini kemungkinan besar Baginda Kim sudah mengetahui semua rahasianya”, ujar salah satu dari pengawal Yoong.

.

“APA???”, Yujin berteriak tak percaya. Ia memandang Sunny dengan tatapan terkejutnya. “Tidak mungkin…Kau tidak melakukannya kan? Benar kan Sunny-ah?”

.

Yujin memegang kedua pundak gadis itu dan menatapnya dengan tatapan memohon seolah ia meminta Sunny untuk mengatakan bahwa itu semua salah. Tapi sayangnya Sunny menganggukkan kepalanya pelan dan kembali menitikkan airmata. Kali ini ia mulai terisak.

.

“Maafkan aku Yujin-ah….a…aku……”, lirih Sunny dengan isakannya.

.

“Kenapa? Kenapa kau melakukannya?”, Yujin masih tak percaya tapi reaksi Sunny menegaskan apa yang telah diperbuatnya.

.

“Maaf Putri. Kami juga baru menemukan fakta, bahwa tabib Lee Nami selama ini tewas bukan karena sebuah kecelakaan sihir dalam perjalanannya ke sebuah desa yang berada di Barat Daya Hordeux. Beliau disandera kelompok penyihir hitam dan memaksa tabib Lee Sunny untuk mengambil beberapa ranting pohon pilaterum yang ada di perbatasan Clawstar Forest. Mereka menggunakan pilaterum sebagai tongkat sihir untuk menyimpan kekuatan yang mereka miliki. Setelah mengetahui ini, kami segera mencari tabib Lee Sunny dan menangkapnya”

.

Yujin semakin terkejut dengan penjelasan salah satu pengawal Yoong. Ia menatap Sunny dengan perasaan sedih bercampur tak percaya. “Apa…apa mereka yang membunuh ibumu…setelah mendapatkan pilaterum itu? Lalu, kenapa kau memberitahu Ayahku tentang kekuatannya?”

.

“……………………………”

.

“Jawab aku, Sunny-ah….Aku mohon”

.

Yujin mengangkat tangannya dan mengusap airmata Sunny. Dia sendiri mencoba untuk tidak menangis dengan apa yang sudah terjadi bahwa selama ini Sunny menyembunyikan kesedihannya seorang diri. Kesedihan yang tak diketahui siapapun atas apa yang sebenarnya menimpa tabib Lee Nami, salah satu tabib terbaik Clawstar dan merupakan ibunda Sunny.

.

“Maafkan aku…..Aku melakukannya untuk…menyelamatkan Umma tapi… tapi mereka membohongiku. Mereka bahkan melenyapkannya sebelum aku memberikan pilaterum itu.. dan saat aku mendengar bahwa mereka mencari black magic, aku..aku sangat takut bahwa kejadian itu terulang lagi….dan akhirnya aku memberitahu pada Baginda Kim tentang kekuatan yang dimiliki oleh Putri bungsu”

.

Sunny menutup wajahnya dan menangis keras disana. Isakannya pun semakin terdengar jelas. Di sisi lain tubuh Yujin seakan hampir tak bisa berdiri jika saja salah satu pengawal Yoong tak menopangnya.

.

“Jadi…ini yang…dimaksud oleh Yuri kemarin”, lirih Yujin saat mengingat betapa marahnya Yuri padanya. Bahkan gadis itu berani menyerangnya dan berpikir bahwa Yujin mengetahui rencana istana. Padahal selama ini Yujin hanya berpikir bahwa Ayahnya ingin melibatkan sang putri bungsu untuk membantu meningkatkan kekuatan. Tapi ternyata bukan hanya itu, bahkan Ayahnya sudah tahu tentang kekuatan terbesar yang ada di Clawstar.

.

“Aku hanya ingin….negeri ini selamat dan tak perlu mengalami lagi kejadian 900 tahun lalu”, Sunny bersuara lagi.

.

“Tapi…kenapa kau menghianatinya Sunny-ah?” raut wajah Yujin berubah. Kini kesedihannya bercampur amarah. “KENAPA KAU BERPIKIR BAHWA DIA YANG HARUS BERKORBAN UNTUK NEGERI INI?!!!!”, teriak Yujin sekeras mungkin. Amarahnya sudah meledak.

.

Sunny menatap Yujin tak percaya. Gadis itu baru saja membentaknya dan ini pertama kali Yujin bertindak seperti itu padanya. Meskipun airmatanya masih mengalir, tapi Sunny menatapnya dengan pasti.

.

“Karena dia bisa melakukannya dan aku tidak ingin melihatmu menderita lagi, Yujin-ah”.

.

Yujin dibuat terdiam dengan kata-kata Sunny.

.

“Apa kau tahu betapa bersalahnya aku karena mengambil pilaterum? Apa kau tahu betapa sedihnya aku saat Ibuku terbunuh? Dan apa kau tahu betapa terlukanya aku setiap melihatmu sedang menatapnya penuh harap padahal dia tidak mengingatmu? Selama ini aku diam karena aku mencoba menerimanya. Tapi jika kejadian 900 tahun lalu kembali terjadi, aku tidak bisa membiarkan Clawstar dan negeri ini hancur. Dan lagi, dia bukan bagian dari Kerajaan ini”

.

Wajah Yujin memerah karena amarah. Kata-kata Sunny yang terakhir menghantam relung hatinya. Bagaimana bisa Sunny berbicara seperti itu tentang sahabatnya? Bahkan setiap hari gadis yang dibicarakan Sunny selalu mengunjungi Sunny dan tabib lain.

.

.

.

“YA!! KIM YUJIN!!”

.

.

Tiba-tiba sebuah serangan mengenai Yujin dan membuatnya terdorong hingga punggungnya menabrak sisi tembok. Dua pengawal Yoong terkejut dengan serangan itu, begitu pula Sunny. Mereka semua menoleh ke arah pintu dan disana muncullah Taeyeon dengan wajah marahnya.

.

“Taeng”

.

Baru saja Sunny menegurnya, Taeyeon terlihat ingin menyerang Yujin kembali. Namun dengan cepat Sunny melindungi Yujin dan dua pengawal Yoong menahan Taeyeon untuk menghentikan serangannya.

.

“Menyingkirlah, aku tidak ada urusan dengan kalian”, Taeyeon mulai kesal dengan dua pengawal milik Yoong.

.

“Anda harus berhenti. Apa anda berniat melukai sepupu anda sendiri, Taeyeon-ssi?”

.

Ia tetap memberontak meskipun kedua pengawal berusaha menahannya. Di sisi lain, Sunny membantu Yujin berdiri dan tangannya dengan cepat mengeluarkan cahaya biru lalu menempelkan pada tubuh Yujin yang terkena serangan Taeyeon.

.

“Apa yang kau pikirkan Kim Taeyeon?” Marah Sunny pada gadis itu tanpa menoleh karena ia masih mengobati Yujin.

.

“Dia mengetahui rencana istana dan merahasiakannya. Yoong dan yang lain sedang mencari keberadaan Tiffany dan Jessica”

.

“Putri Yujin tidak mengetahuinya Taeyeon-ssi”, ujar salah satu pengawal milik Yoong yang masih berada disitu. “Tabib Lee yang membongkar kekuatan Putri bungsu pada orang kepercayaan istana”

.

Penjelasan pengawal Yoong membuat Taeyeon mempunyai reaksi yang sama dengan Yujin. Antara terkejut dan tidak percaya. “Sunny-ah…..”, Taeyeon menahan suaranya dan memandang ke arah Sunny dan Yujin. “K—kau?”

.

.

.

.

.

***

.

.

Di pusat Clawstar sedang terjadi pertempuran antara anggota keamanan dan pertahanan istana dengan para pengikut kelompok penyihir hitam. Beberapa korban jiwa telah berjatuhan dari pihak istana maupun pihak kelompok penyihir hitam.

.

“Apa yang petinggi Ahn lakukan? Bahkan dia tidak becus mengurus keadaan disini”, kesal salah satu petinggi yang sudah ada disana.

.

“Kalian mencari orang ini?”, sebuah suara datang dari arah berlawanan. Dua orang berdiri dengan tenang sembari menginjak salah satu tubuh berjubah hitam yang tergeletak di tanah. Dan dia adalah petinggi Ahn yang sudah dikalahkan.

.

“Pergi bawa dia menuju black magic. Aku akan mengurusnya”, jelas petinggi Oh.

.

Keempat petinggi lainnya mengangguk mengerti. Mereka kembali melanjutkan perjalanan ditengah pertempuran saat ini.

.

“Siapa kalian? Beraninya membunuh salah satu rekanku” pria itu sudah bersiap dengan cahaya hitam miliknya.

.

“Itu sudah tugas kami sebagai perintah dari ketua Im”

.

Dua orang itu langsung bergerak dan membentuk serangan untuk petinggi Oh.

.

.

.

.

.

“Para penghianat masuk ke istana!!”

.

Salah seorang pengawal berteriak ketika melihat keempat Yeoja berlari memasuki hall utama istana. Melihat beberapa pengawal bergerak ke arah mereka, Seulgi dan Sooyoung menghentikan langkah mereka. Menyisakan Yoong dan Yuri yang tetap berlari menuju tempat tujuan mereka.

.

Seulgi bersiap dengan busur panahnya dan Sooyoung dengan kekuatan sihir yang masih ia punya. Meskipun ia tidak memiliki pedangnya, tapi Sooyoung masih bisa bertarung. Keduanya kini menghadapi para pengawal istana. Keributan terjadi di sepanjang hall utama istana.

.

Di tempat lain, Yoong dan Yuri sudah tiba di paviliun. Yoong sempat melawan beberapa pengawal yang ada di sekitar paviliun sedangkan Yuri menuju sebuah kamar.

.

-hening-

.

Tak ada siapapun disana tapi kamar itu sudah berantakan. “Yoong, dia tidak ada disini”, Yuri berteriak panik.

.

Yoong yang mendengarnya segera mengalahkan para pengawal dan menyusul ke dalam kamar. Langkahnya terhenti ketika ia tak sengaja menginjak sebuah syal tergeletak tak jauh dari pintu dan ia melihat inisial yang ada di syal itu.

.

“Menara persembahan. Pasti dia sudah dibawa kesana”, jelas Yuri. “Tapi dimana menara persembahan itu berada?”

.

Yoong memukul pintu yang ada di dekatnya dengan kasar. Keduanya kembali berlari dan mengecek ke salah satu kamar yang berada di arena utama istana. Begitu pintu terbuka, seorang yeoja yang ada disana terkejut.

.

“Apa yang kau lakukan disini?”, tanya Yoong dengan nafasnya yang masih tersengal.

.

“K—ketua Im….”, sapa orang itu. “Putri…sudah pergi dari sini” lanjutnya lagi.

.

“APA??? Kemana?”

.

Sang pelayan menjelaskan apa yang direncanakan sang putri kepada Yoong dan Yuri. Keduanya semakin terkejut dengan apa yang terjadi di dalam istana.

.

“Yoong, jangan-jangan ini…..”, Yuri menutup mulutnya setelah menyadari situasi saat ini.

.

“Gawat. Tiffany dan Jessica tidak boleh sama-sama mengeluarkan kekuatannya”, Yoong mulai menyadari maksud Yuri dan gadis itu mengangguk. “Kekuatan mereka bersebrangan karena pergerakan partikel cahaya yang berbeda. Jika keduanya mengeluarkan kekuatan mereka, maka salah satu dari mereka akan terluka”, ujar Yoong.

.

“Sama seperti yang terjadi padamu dan Putri Soojung. Kekuatan kalian tidak bisa menyatu saat itu karena pergerakan partikel cahaya yang berbeda”, Yuri melanjutkan ucapan Yoong.

.

Brukkk.

.

Sang pelayan yang bersama mereka tiba-tiba terjatuh dan memegang dadanya yang terasa sakit. Yoong dan Yuri yang hendak menolongnya, terlambat. Detik selanjutnya, pelayan itu sudah tak bernyawa.

.

“Apa yang terjadi?”

.

Keduanya menatap tubuh pelayan itu yang mulai membeku dan tiba-tiba hancur menjadi partikel cahaya berwarna putih, sama seperti butiran salju. Detik selanjutnya, Yuri memandang ke arah Yoong yang masih terdiam sesaat setelah kejadian.

.

“Yoong…”
.

Gadis itu tersadar dari pikirannya dan menatap Yuri dengan raut wajahnya yang khawatir.

.

“Ini…ini kutukan”

.

Belum sempat Yuri bereaksi, Yoong sudah menarik tangannya untuk segera pergi dari sana setelah Yoong menangkap sebuah suara dari indera pendengarannya yang tajam.

.

.

.

.

.

.

.

“Sunny!!”

.

Taeyeon hendak memarahi gadis itu setelah tahu apa yang terjadi. Tapi tiba-tiba saja Sunny terjatuh dan memegang dadanya yang kesakitan. Yujin ataupun Taeyeon terlambat menolongnya, tubuh gadis itu membeku dan hancur menjadi partikel cahaya berwarna putih, sama seperti butiran salju.

.

Dengan wajah shocknya, Taeyeon hendak memegang cahaya itu tapi sebuah suara menghentikanya.

.

“Berhenti Taeng! Jangan menyentuhnya”, semua menoleh ke arah pintu dan disana muncul Yoong dan Yuri yang tampak habis berlari. “Kau akan kehilangan kekuatanmu selamanya jika cahaya itu mengenai tubuhmu”

.

Mendengar itu, Taeyeon segera membantu Yujin berdiri dan menjauh dari cahaya itu.

.

“Ketua Im”, dua pengawal Yoong memberi hormat pada kedatangan Yoong.

.

“Itu kutukan bagi siapa saja yang menghianatinya”

 

“Maksudmu?”, Taeyeon kembali terkejut.

.

Yoong menghela nafasnya dan menatap ke arah Yujin lalu ke arah Taeyeon.

.

.

“Maukah kau berjanji satu hal padaku?”

.

Yoong tertawa kecil mendengarnya, namun tatapan gadis itu tak berubah. Ia pun segera berhenti tertawa dan balas memandangnya serius. “Apapun. Katakan saja”

.

“Yoong, kekuatannya akan terus menerus bertambah hebat. Tanpa dia melatihnya sekalipun, kekuatan alami itu akan terus berkembang. Suatu saat kekuatan itu dapat menjadi penolong sekaligus bencana baginya. Sampai saat itu tiba, aku mohon selamatkan dia jika aku tidak sanggup melakukannya”

.

.

.

Yoong menceritakan sebuah rahasia yang tak pernah diketahui siapapun selain dirinya sendiri. Yujin, Taeyeon, dan Yuri tak bisa menyembunyikan ekspresi mereka.

.

“Sama seperti pelayan itu dan Sunny. Ketika kita sudah berjanji untuk menjaganya, maka secara alami jantung yang kita miliki sudah tersambung dengan kutukan yang dia miliki”

.

“Jadi siapapun yang berkhianat, tanpa dia tahu sekalipun, orang itu akan segera lenyap. Bukan  begitu?”

.

“Eoh”, Yoong membenarkan ucapan Taeyeon. “Apa kalian menemukan yang aku minta?”, Yoong menoleh kepada dua pengawal terbaiknya.

.

“Ya, ketua Im. Raja Kim membangun kekuatan tiga cahaya di ruang bawah tanah istana. Dan ketiga cahaya itu berpusat di menara yang berada di ujung desa. Dan….”, pengawal itu menatap ragu pada Yoong sembari melirik ke arah Yujin. Yoong yang mengerti pun lalu mengangguk, meminta pengawalnya tetap melanjutkan pembicaraannya.

.

“Lanjutkan, biarkan Yujin mendengarnya”

.

“Tiga cahaya itu sudah terkumpul. Cahaya itu adalah tiga kekuatan yang berasal dari Raja, Ratu, dan Putri Sulung Kerajaan Lily yang telah tiada. Dan satu-satunya yang bisa menyerap kekuatan itu adalah sang putri bungsu. Putri harus mengorbankan dirinya agar kekuatan itu menyatu dalam tubuhnya”

.

Taeyeon terduduk lemas begitu mendengarnya. Sedangkan Yujin terlihat terdiam. Yuri yang ada disana juga terkejut dan tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Pengawal itu kembali bersuara.

.

“Kita bisa mencegahnya, jika kita dapat menghentikan kelompok penyihir itu lebih dulu sebelum mereka berhasil menemukan keberadaan black magic

.

“Kalo begitu kita harus mencari mereka”, Yujin bersuara tapi detik selanjutnya ia merintih menahan sakit akibat serangan Taeyeon. Sunny belum sepenuhnya menyembuhkan Yujin ketika kutukan itu datang.

.

Melihat keadaan Yujin, Taeyeon langsung memeluk sepupunya itu. “Maafkan aku, aku kira kau mengetahui rencana istana”, sesal Taeyeon mengingat kejadian saat ia menyerang Yujin dengan tiba-tiba.

.

Yuri yang disana juga merasa bersalah. “Aku juga minta maaf”, ujar Yuri.

.

Yujin menggeleng sembari menahan sakit tubuhnya. “Aku seharusnya berterima kasih padamu Yul. Kau sudah mencoba memberitahukan pada kami apa yang terjadi. Aku tidak menyangka Abeoji akan melakukan hal itu”, Yujin tersenyum simpul pada yeoja tanned itu.

.

“Sekarang pergilah dan temukan pengawal terbaikku yang lain lalu cari keberadaan kelompok penyihir itu. Jangan sampai mereka menemukan black magic terlebih dulu”, perintah Yoong pada satu pengawalnya.

.

“Baik ketua Im”

.

Satu dari pengawal terbaik Yoong segera pergi dan menyisakan satu pengawal lagi yang bersama mereka.

.

“Apa kau yakin menara persembahan adalah menara yang berada di ujung desa?”, Yoong kembali bertanya pada pengawal terbaiknya yang tersisa disini.

.

“Hamba yakin, ketua Im. Beberapa pengawal khusus disiagakan disana. Dan lagi, tidak ada yang boleh masuk kecuali Raja Kim dan orang-orang kepercayaannya”

.

“Kalo begitu kita harus segera kesana dan menghentikannya”

.

.

.

.

.

—————————–

.

Derap langkah tenang itu kembali menyusuri hutan belantara. Petinggi-petinggi yang bersamanya terus mengucapkan kalimat-kalimat persembahan. Cahaya yang berada di pedang semakin mengecil seiring dengan semakin dekatnya dengan lokasi yang mereka cari.

.

Awan semakin bertabrakan dan cuaca semakin tak menentu. Hingga di ujung hutan belantara, mereka pun menemukan sebuah pohon besar yang berdiri kokoh dipinggir jurang. Para petinggi membentuk lingkaran yang mengelilingi yeoja berambut hitam panjang.

.

Sebuah lingkaran hitam berada tepat di batang utama pohon itu. Aura-aura kelam juga tak luput menyelimuti sekitar pohon. Yeoja itu perlahan bergerak mendekat ke arah batang pohon. Dia mengangkat pedang yang digenggamnya dan mengarah pada lingkaran hitam itu diiringi mantra-mantra yang diucapkan oleh para petinggi.

.

.

.

.

“Bangunlah wahai sang kegelapan”

.

.

.

.

.

Jleb!!

.

.

.

TBC

——————————————–

Hai Hai

Eternity is Back ^^

Poster yang sebelumnya spesial untuk chap yang di protect. Hihihihi

Sebenarnya apa yang mereka harapkan dari kekuatan sang putri bungsu?

Ending semakin mendekat. Happy or Sad? Hmmmm lets see~~

Dua chapter lagi ya 🙂

Semoga updatean ini berkenan.. See you

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

63 thoughts on “ETERNITY (15)

  1. ya tuhaaannn je,,aku udh ga bisa koment apa2 lagi deh,krna tiap chapter nya selalu penuh kejutan,seperti sunny yg sama sekali ga prnh aku pikirkan,ternyata oh ternyata…,kalo aku mau nya sih pasti happy end ya je,tp ya disesuikan alurnya aja deh je,ngikut author nya aja gmn baiknya😊

    Like

    • Ingat aja chap dimana sunny nyuruh tiffany sma yul pergi lebih dulu. Dari sana dia gak muncul lagi. Gue gak tahu itu bakal jadi happy or sad, karena perspektif reader akan berbeda. Bisa jadi keduanya ^^

      Like

  2. ahh gw bingung mau koment apa saking bagusnya nih ff dan sekaligus ga ngerti krna blm baca part sbelumnya .. siapa putri bungsu itu dan apa yg terjadi sblumnya dan knpa tiffany n jessica ga ada ? kemanain mereka ? thior knpa dm juga blm di bls untuk mnta pw .. please laah gw pngen bgt baca yg di prokek kemaren ..

    Like

  3. Duhh kayanya ga rela deh kalo ff ini harus berakhir soalnya top banget ini ff
    Berharap sih happy ending no sad ending plis thor
    Jadi bingung mau komen apa tapi yang pasti woww banget deh pokonya makin makin seru aja
    Di tunggu ajalah next chapternya

    Like

  4. kan je, lu selalu aja bikin kejutan yg ga di sangka2.
    gw agak bingung je, sbnr nya raja kim itu pengen kekuatan black magic tp ngorbanin sica. ntar klu misalkan kekuatan itu dah d dapet siapa yg bakal ngendali in nya? emang raja kim bsa ngendaliin kekuatan itu, secara dr cerita kyk nya kekuatan sica lebih besar deh ( just my opinion)
    pengen nya sih happy ending tp kyk nya bakalan sad ending, krn ttep aja kan salah satu harus d korbanin hehe

    Like

  5. As always ya Je lu emang yg pling kece dah seriusan tiap chap qw berasa masuk aja dlm alur ceritany ampe perasaan qw ikut nano2 gini hehe, qw ga nyangka loh itu si sunny pantes aja dia main ngilang qw kira dia udah terkapar gegara ngadepin si penyihir2 jaherong ntu ternyata eh ternyata ya lu sunny tpi kasian juga sih tuh org hrus hancur kyk gtu ikh serem ikh untung qw ttp setia ma siunnie kece haha(pokokny sampai akhir qw ttp padamu dah unnie kece 😀 ) dan akhirny qw tau hub. diantara 2kim ntu pantes si tae ga ada takut2ny ma yujin haha.
    Je qw ngarepny ini happy end loh ya tpi sih serah lu aja dah gimana keceny lu aja qw mah nerima2 aja ya wlaupun qw pngen #maksa banget ini bakal happy end tpi ya begitu dah kan semua ditangan author tpi mauny qw sih klo bisa nih ff kaga End2 aja dah haha. Sbenerny bnyak yg mau qw komenin tpi qw bingung mau komen apa lagi nah loh XD qw titip salute aja dah buat itu si kwon haha banyak gunany juga dia disini ye klo bisa tuh 3 manusia jangan dibalikin lagi kedunia udeh suruh menetap diclawster aja mereka haha..Jeje pwease ini happy end aja ya haha #abaikan. Next ff Fighting!!

    Like

    • Authornya senang mau happy ending biar gak pusing lagi. ㅋㅋㅋㅋㅋ
      Gue cuma bisa bilang siapin hati aja entar baca next chap hihihi sama siap2 jawab clue buat ending.
      Iya mereka sepupuan cuma taeyeon bukan putri kerajaan

      Like

      • Authorny seneng readerny galau mana ini ff mau tamat lagi hing trus itu dibilang hrus siapin hati sama itu clue akh qw jdi agak horror deh klo dnger kata itu skrg haha Jeje sih klo ngomongin clue pasti deh kyk kmaren qw ampe bkin kosakata baru XD maluny qw 😀 gegara cluenya trlalu bheh haha but gpp itung2 harga pantas lah ya mengingat gmana keceny si author kita ini bkin tiap ff nya ya gpp lah skali2 kita yang pusing gantian ya Je haha

        Like

  6. Gak tau mau komen apa cerita semakin seru banget 👍👍👏👏
    Pengennya sih happy ending thor…!!!

    Fighting!!! Ditunggu next chapnya thor!!!

    Like

  7. Ohmygod!! Tante sunny?😱 Njirr 😒 aing g prnh trpikirkan.. Tp kshan jg, mnjadi pngkhiant untk mnyelmatkn sang bunda tp brujung kepedihan… Huhuhu
    Duh, daddy & yg lainnya cpet slmatin mommy dan emak.. Jgn sampai trjadi sprti yoong dan soojung..
    .
    Happy endong aj je*
    soalx aing udh sdih & tgang di awal smpai chap ini.. Aing g snggup jka endingx jg mnyedihkan.. Huhuhu hati aing udah g kuat 😣😣 wkwkwkw hayati lelah bang 🙇

    Like

  8. Thanks,, author j 🙂 baca tulisanmu bikin greget,, unik mikirmu hehe,, semangat thor!! cuma yg keprotek aq blum bisa buka, ya ini udh obatin baca eternity mu 😀 makasih,,

    Like

  9. tuh kan bener sica yg bakal dikorbanin ckckck
    itu yg kaya jd tumbal bawa pedang krys kah ? 😐 itu ngapain ? @.@
    buset ternyata sunny x.x ckckckck ga nyangka yah wkkwkw
    itu kekuatan sica hebat yah wkwkw kena aja bs jd batu x.x hahaha
    waduh jgn sad atuh thor x.x sedih nanti gw wkwkwkwwkwkw

    Like

  10. Harus, kudu, mesti, wajib happy ending 😉
    Masalahnya msh sad krn blm bc part sebelumnya 😂
    Krn blm bc jd bingung putri bungsu itu siapa?
    Jeti kemana? Knp yujin n tae bs salah paham …
    Itu si raja kim nggak ad cara lain..Masalahnya 900th yg lalu kan pakai cr yg sm tp “gagal” kan?
    Sunny ceritanya mati nih thor?
    Aisss…kemal akut 😩😰😭

    Like

  11. Gile luu, imajinasi lu keren lah thor. Sampe kena kutukan secara sendirinya lah klo berkhianat. Diluar ekspektasi klo bakalan ada kejadian ngilang gitu aja krn kutukan. Jadi yg dipake itu kekuatannya jessica kan?tapi kenapa tadi siapa tuh yg bilang klo kekuatan fany dan sica gabisa disatukan. Apa fany ikutan buat jadi salah satu org yg kekuatannya dipake buat nyelametin kerajaan??berharap sihh masih bisa pake cara lain, biar gaada yg terluka atau kehilangan lagi. Happy ending yaa thor, jgn sad lah pokoknya. Tak relaaa:( wkwkw

    Like

    • Maksudnya itu, tiffany atau sica jangan sampe ngeluarin kekuatan di waktu yg sama apalagi berhadapan. Kalo lo ingat semua chap sebelumnya, gak pernah kan Sica atau Fany itu barengan klo pas lagi ngeluarin kekuatan.

      Like

  12. wahhh ,, ternyata yg bisa ngeluarin mereka dri penjara , hanya yul . asekk ,, gak sia2 tuh dkasih kekuatan sementara sama sunny .. ehh , ternyata yg pengkhianat itu sunny ,, gak nyangka gue ,, tpi kayaknya untuk kebaikan .. dri chapter awal sampai skrng , pokoknya gue suka banget sama kekuatan yg dimiliki sica ,, keren banget ,, hti2 aja klo ada orang coba mengkhianti sica , langsung mati kli ya .. pokoknya gue gak bakalan berkhianat deh , wkwkwkkw *gubrak

    Like

  13. ini krn aq gk baca chap yg di protek,mkx aq bngung kok yuri n tmn2x di kurung..
    biar cm sihir smntara tapi yuri berhasil bebasin tmn2x..
    ya ampun sunny mati..

    Like

  14. Hi jejee, sorry baru bisa baca chap ini setelah sekian lama di post hehee
    Sebenernya sengaja sih, nunggu bisa memecahkan teka teki yg chap ke 14, tapi ternyata belum bisa terpecahkan jadi di lanjut baca dulu dah chap yg ini.

    Uh sebenernya apa rencana raja kim, kenapa dia memancing amarahnya sica, apa sengaja? Kalau sica marah dia akan menyerap kekuatan itu dan menyelamatkan negri? Ah will see…
    Omo sunny, kaget dia langsung meninggal gitu aja. Walaupun dia berhianat, tapi ga gitu juga je, sedih bacanya hiks…

    Like

  15. jadi sunny mati?. sunny mati bukan krn pertarungan, melainkan krn penghianatan yg sunny lakukan.
    tiffy membawa mutiara biru yg keluar dari jantung jessi? . apa yg akan dilakukan tiffy dgn mutiara itu?.
    bener2 semakin membuat penasaran dgn kelanjutan nya. seperti nya aku harus bergadang. mumpung besok libur. heheheeh….. mudah2an part selanjutnya ga ada yg mati. i wish.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s