BETWEEN US, SERIES

BETWEEN US (5)

Tittle                : BETWEEN US

Cast                 : Kim Taeyeon

Im Yoona

Kwon Yuri

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Han Yeseul

Genre              : Drama, Romance, Love-story, Bittersweet, Mature

Credit Pic by K.Rihyo

 

Series

Copyright © royalfams418.2020. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 5

.

.

Senyuman lebar terpancar dari wajahnya begitu tiba di pintu kedatangan bandara Incheon. Tak lama menikmati udara Seoul, ia melemparkan pandangan ke sekelilingnya seolah-olah melihat pemandangan yang luar biasa mengagumkan.

.

“Selamat datang di Seoul, Miss”

.

Seorang pria berjas menyapanya. Ia mengangguk dan membalas sapaan itu dengan tenang kemudian berjalan menuju arah mobil sedan hitam yang sedang menunggunya.

.

“Bagaimana dengan jadwalku hari ini?”

.

“Semua meeting sudah saya batalkan sesuai permintaan anda”

.

“Apa kau sudah menyiapkan yang kuminta?”

.

“Sudah Miss. Semuanya sudah saya siapkan untuk anda”

.

“Hmmm, gomawo”, ia melemparkan senyumnya lalu memakai kacamata hitam favoritnya.

.

Selama perjalanan, wanita itu tak sekalipun melepaskan pandangannya dari suasana kota Seoul. Bibirnya tampak tersenyum dan matanya terus disajikan segala sesuatu yang ia rindukan selama ini tentang Seoul.

.

Hampir 1 jam ia menghabiskan waktu, sebelum akhirnya mobil sedan hitam itu mulai memasuki jalanan pedesaan yang masih sangat asri dan berada di pinggiran kota Seoul. Mobil perlahan melambat, menandakan bahwa mereka akan segera tiba di tujuan.

.

Pandangannya kini beralih ke arah buket bunga yang ada di sisi kiri. Ada helaan nafas dari wanita itu sebelum ia mengambil buketnya.

.

.

.

.

.

Langkah kakinya yang sedari tadi ringan, perlahan mulai melambat. Tatapannya tampak gugup dan detak jantungnya mulai berdegup cepat. Buket bunga yang ia pegang kini digenggamnya dengan erat. Tak lama berselang, ia menyadari ada satu sosok yang lebih dulu berada di tempat tujuannya.

.

“Kau sudah sampai Unnie”

.

Sosok yang dipanggil menoleh, lalu tersenyum menatap ke arahnya meski airmata menetes membasahi pipinya.

.

Ia meletakkan buket bunga tersebut tepat disamping bingkai foto dimana seseorang tersenyum disana. “Mungkin ini caranya dia bahagia. Dengan meninggalkan segala beban yang ada di dunia ini”

.

Sosok itu tak berkomentar. Ia hanya diam memandang ke arah pusara. Keduanya larut dalam pikirannya masing-masing.Kehilangan seseorang untuk selamanya akan selalu menjadi momen paling menyakitkan.

.

“Berapa lama kau akan berada di Seoul?”

.

“Entahlah. Aku belum memikirkannya. Ngomong-ngomong, selamat atas comeback-mu Unnie. Kau baik-baik saja?”

.

“Hmm, tentu”, Gadis itu berdiri dan merapikan sejenak rambutnya yang tertiup angin. “Khaaa~~ mian aku harus segera pergi ke lokasi syuting”

.

Lawan bicaranya tertawa. “Kau sedikit keterlaluan menyambutku kali ini. Belum 10 menit kita bertemu dan kau sudah harus pergi”

.

“Aku tahu kau tidak akan marah. Hubungi aku jika kau ingin bertemu, hmmm”

.

Senyuman tersungging di bibirnya sembari menatap sosok itu pergi menjauh. Ia kembali menatap bingkai foto yang ada di pusara lalu dengan tenang mulai memejamkan mata sembari berdoa.

.

.

.

***

.

.

.

“Life is suck”

.

Ucapan Taeyeon barusan membuat manajernya hanya tersenyum. Taeyeon baru saja menyelesaikan urusan di studio miliknya. Kini sang manajer sudah bersiap pulang, namun ia tak lupa untuk mengurus artisnya itu.

.

“Ini makanan pesananmu, Taeng. Habiskan dan pulanglah untuk istirahat. Aku akan menjemputmu besok”

.

“Hhmmm, gomawo Hyung. Sampai ketemu besok”

.

Setelah sang manajer pergi, Taeyeon mulai menikmati makanannya sembari memainkan ponsel karena ia merasa bosan.

.

Tak lama, suara kekehan Taeyeon terdengar  manakala seorang namja di layar ponsel baru saja mengejeknya. “Lihatlah, kau bahkan makan seorang diri”

.

“Damn you, Hyo”

.

“Hahahaha, baiklah baiklah tuan Kim Taeyeon yang terhormat. Apa kau baik-baik saja Taeng?”

.

“Seperti yang kau lihat sekarang”

.

“Datanglah kemari, aku ingin merayakan comebackmu”

.

“Hmmm, arraseo”

.

Selesai makan, Taeyeon langsung bergegas pergi menuju salah satu diskotik ternama menemui temannya yang seorang DJ. Tempat itu sangat sepi karena memang belum waktunya untuk buka. Setiba disana, seperti biasa ia duduk di bangku favoritnya dan melihat temannya sedang berlatih untu pertunjukkan malam nanti.

.

“Menunggu Hyoyeon?”

.

Sebuah suara datang dari arah kanannya. Seorang wanita tersenyum lalu duduk disampingnya.

.

“Oh, Sunny-ah”, Taeyeon balas tersenyum. “Kau makin terlihat sexy, huh?”

.

“Berhentilah menggodaku, Taeng”

.

Taeyeon kembali menyengir dan Sunny memukul lengan namja itu dan ikut tertawa.

 

“Sudah lama tidak kemari. Kau baik-baik saja?”

.

Sunny adalah orang kesekian yang bertanya padanya kau baik-baik saja?. Taeyeon sendiri tidak bisa menyalahkan orang lain untuk mengatakan kalimat itu.

.

“Hmmm jauh lebih baik. Mungkin jika Hyo tidak menghubungiku, aku akan lupa tentang tempat ini”, ujarnya dengan candaan.

.

Sunny ikut tertawa. “Tuan super sibuk”, balasnya. “Tapi aku senang melihatmu disini Taeng. I mean it. Kau tahu? Baik aku ataupun Hyo akan selalu ada saat kau butuh ataupun tidak”

.

“Gomawo Sunny-ah”

.

Keduanya saling melempar senyum. Sunny yang seorang bartender disitu, hendak memberikan segelas wine tapi Taeyeon menolak. “Mian. Aku ada schedule besok pagi”, jelasnya.

.

“Ah, sorry. Kau mau minum cocktail? Aku akan membuatkannya tanpa alkohol”

.

“Sure. Dengan senang hati”

.

Sembari mengobrol dan menunggu Sunny menyelesaikan minuman buatannya, Hyoyeon yang sudah selesai latihan bergabung dengan keduanya. “Ouch, kau tidak minum Taeng?”

.

“Aku ada schedule”

.

“Kudengar jadwal comebackmu seminggu lagi”

.

“Eoh,dan sekarang tawaran banyak yang berdatangan. Aku sedikit kerepotan untuk menolak”

.

“Come on, Taeng! Jika kau tidak sanggup, kau tidak perlu menerimanya. Jangan mengorbankan dirimu jika kau tidak menyukainya”

.

“Hyo benar, Taeng. Masa-masa comeback adalah yang paling sibuk. Waktu tidurmu berkurang dan kau akan lebih sering beraktivitas di lokasi syuting. Sebaiknya kau memilah dan menolak schedule yang tidak kau inginkan”, sambung Sunny yang sedari tadi mendengar percakapan keduanya.

.

“Aku hanya tidak ingin mengecewakan para penggemarku”

.

“Aku mengerti maksudmu, Taeng. Tapi aku berharap kau juga berpikir tentang dirimu dan juga hidupmu. Kau yang lebih tahu daripada aku, Sunny, atau siapapun itu. Harusnya manajemen juga lebih memikirkan hal tersebut”

.

Taeyeon mengangguk pelan diikuti Hyoyeon yang menepuk pundaknya dan memberikan sebuah senyuman.

.

“Semoga comebackmu kali ini juga sukses, Taeng”

.

Sunny mengangguk setuju sambil memberikan cocktail yang sudah ia buat untuk Taeyeon. Ia pun mengambil gelas dan menuangkan wine ke dalamnya. Mengajak kedua namja yang sedang bersamanya untuk bersulang.

.

“CHEERSSSSS!!”

.

.

.

.

.

—————————————–

.

.

“YOONG????”

.

Suaranya terdengar memekakkan telinga dan matanya melebar tak percaya. Pria yang sedang membuatnya kesal baru saja menampakkan diri. “YA!! Kau keterlaluan”, ujarnya dengan nada kesal tapi terdengar bahagia.

.

“Tidak seru jika aku memberitahumu. Surprise!”

.

Yoong merentangkan kedua tangannya bangga sembari menyengir dengan wajah menyebalkan. Tapi itu tidak penting buat Tiffany. Yang jelas ia senang karena kekasihnya sudah pulang.

.

“Kau sangat menyebalkan!”

.

“I know. Kau juga sangat menggemaskan”

.

Awwwwwww.

.

Satu tamparan di lengan kanannya cukup membuat namja itu menerima balasan atas kata manisnya barusan.

.

“Aku mau pulang”

.

“MWOOOO???”, Kali ini Yoong merengut.

.

“Dengar Tuan Im. Aku punya banyak urusan besok pagi. Jadi jangan berharap apapun. Salah sendiri kau merahasiakan jadwal kepulanganmu”, ia tampak puas menyelesaikan kalimatnya dan membuat bibir Yoong makin mengerucut.

.

Sepanjang perjalanan, ia sudah membayangkan sweet time bersama sang kekasih. Namun harapannya tak seindah kenyataan.

.

“Istirahatlah. Perjalananmu pasti sangat melelahkan. Hmm”, Tiffany kembali mengecup bibir kekasihnya. “Jangan lupa menjemputku, besok ada charity di Grand Seoul.”

.

“Tentu saja sayang”

.

Yoong membawa Tiffany ke dalam pelukannya. Men-charge tenaganya sejenak sebelum berpisah dengan gadis ber-eyes smile itu. Selesai menghabiskan waktu singkatnya, pasangan itu berjalan bersama menuju lobby apartemen Yoong sembari mengobrol santai.

.

“Aigoo, kau benar-benar harus pulang Fany-ah?”

.

Yoong tiba-tiba kembali mengeluh. Ia benar-benar merindukan Tiffany.

.

“Yoong, weekend ini aku akan menginap. Jadi bersabarlah” kali ini Tiffany yang memeluk kekasihnya dengan erat. Sejujurnya ia merasa bersalah, tapi ia harus bersikap profesional terutama jika itu menyangkut pekerjaannya.

.

Tak lama, sebuah taxi berhenti di depan keduanya. Menandakan sudah saatnya bagi Tiffany untuk pulang. “Kabari aku jika kau sudah sampai”

.

Tiffany mengangguk lalu masuk ke dalam taxi. Namja itu tetap berdiri disana memandang taxi yang membawa kekasihnya hingga menghilang dari pandangannya. Ia pun kembali ke apartemen miliknya dengan langkah malas.

.

“Ah, ne Hyung. Aku sudah ada di Seoul. Sooyoung Hyung masih menyelesaikan pekerjaannya disana”, jelasnya begitu mendaratkan butt-nya di sofa setelah Yuri menghubunginya.

.

“Apa partner di Osaka masih belum menyetujui kerjasama kita?”

.

“Aku minta maaf soal itu Hyung. Ada sedikit perubahan manajemen dari mereka. Tapi aku akan mengusahakan tidak ada masalah dengan perjanjian sebelumnya. Kau masih di kantor, Hyung?”

.

“Ani. Aku sedang dalam perjalanan menjemput Yeseul dan Soojung untuk makan malam. Datanglah bersama Tiffany jika kalian senggang”

.

“Tidak usah Hyung. Lagipula kita akan bertemu besok di Grand Seoul. Sampaikan salamku untuk Noona dan Soojung”

.

Yoong mengakhiri percakapan itu kemudian meletakkan ponselnya sembarang dan lagi-lagi ia menghela nafas. Beberapa saat yang lalu ia merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Sebuah perasaan yang tak nyaman. Mungkin karena efek jetlag.

.

“Sepertinya aku benar-benar butuh istirahat”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Drttttt…..drrttt…….

.

“Yoong”

.

“Eoh Fany-ah”

.

Suara serak Yoong membuat Tiffany tertawa kecil di seberang sana. Ia yakin, telponnya barusan menjadi alarm menyebalkan untuk mengusik tidur kekasihnya.

.

“Aku sedang berada di restoran favoritmu. Apa kau mau sesuatu untuk kupesankan, Yoong?”

.

Pertanyaan Tiffany membuatnya menoleh ke arah jam dinding. Karena kelelahan, ia bangun kesiangan. Mungkin jika Tiffany tidak menelponnya, ia masih berada di alam mimpi.

.

Tak lamaYoong kembali bersuara “Ah, satu set lunch seperti biasanya”

.

“Okay Tuan Im. Pesananmu akan diantarkan secepatnya dan selamat menikmati”

.

“Aigooo”, Yoong tertawa mendengar Tiffany menirukan suara ahjumma pemilik restoran langganannya.

.

Setelah menutup telponnya, giliran Tiffany yang tertawa karena kelakuannya.

.

“Kau benar-benar aneh”, komentar temannya dan membuat Tiffany mengendikkan bahunya sembari menyengir.

.

“Kajja, aku harus segera menyelesaikan urusan hari ini sebelum Yoong protes”

.

“Kalian tidak tinggal bersama?”

.

“Kau gila!”, Tiffany terkejut dengan pertanyaan temannya sedangkan gadis itu menatap Tiffany dengan aneh.

.

“Apa itu pertanyaan yang aneh?”

.

“Aish, jangan samakan aku dan Yoong dengan kebanyakan pasangan lainnya”

.

Tiffany bergidik ngeri. Kadang ia tak habis pikir bagaimana bisa pasangan kekasih tinggal bersama? Bagaimana kalau hubungan mereka berakhir? Apa akan ada pembagian harta? Bukankah itu sia-sia?

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Yuri berjalan santai sambil bersenandung menuju kamar putrinya. Pria itu terlihat bersemangat, ditambah style pakaiannya yang membuatnya semakin menawan.

.

“Apa kau sudah siap, sayang?”, ujarnya ceria sembari membuka pintu kamar sang putri.

.

Soojung yang masih duduk di kursi rias, memandang Appanya dari pantulan cermin. “Sebentar lagi Appa”

.

Yuri tersenyum. Ia melangkahkan kakinya ke dalam kamar sang putri dan duduk di tepian ranjang putrinya. “Aigoo, putri Appa sudah besar”, ujarnya dengan perasaan sedih dan bangga bersamaan. Sedih karena ia tak percaya Soojung kecilnya kini sudah remaja. Dan bangga karena Soojung mulai perlahan menikmati kehidupannya di Seoul.

.

Ayah dan anak itu jalan beriringan menuju ruang tamu sembari mengobrol. Disana, Yeseul terlihat sedang mengobrol melalui ponselnya. Menyadari kehadiran sang suami dan putrinya, ia tersenyum dan segera mengakhiri percakapannya.

.

“Apa terjadi sesuatu?”, sapa Yuri.

.

“Ani. Aku hanya meminta Oppa untuk mengatur ulang jadwalku besok dan lusa”

.

“Ah, aku jadi tidak sabar. Setelah charity, weekend ini kita bisa berlibur bersama walaupun masih sekitaran Seoul. Kajja, kita pergi sekarang”

.

Yuri dan keluarga kecilnya meninggalkan kediaman mereka menuju Grand Seoul untuk acara charity yang dihadiri oleh berbagai kalangan, baik dari para pebisnis, selebriti, hingga orang-orang berpengaruh di Korea.

.

“Selamat datang Tuan dan Nyonya Kwon”

.

Yuri dan Yeseul menyapa sang butler hotel yang menyambut kedatangan mereka. Di samping keduanya, tampak Soojung yang tidak tertarik untuk menegur siapapun. Ia dengan tenang hanya mengikuti orangtuanya yang sesekali menyapa tamu undangan yang datang bersamaan dengan mereka.

.

Tak lama, seorang pria paruh baya menegur Yuri dan mengajaknya bicara. Ia pun sedikit menjauhkan diri dari Yeseul dan Soojung.

.

“Kau bosan sayang?”, tanya Yeseul melihat sikap putrinya.

.

Soojung tidak menjawab, tapi tatapan matanya jelas mengisyaratkan bahwa dia tidak tertarik berada di acara ini.

.

“Bertahanlah, hmmm. Setelah Appamu memberi sambutan nanti, Soojung bisa pergi lebih dulu. Appa sudah memesan kamar untuk kita”

.

“Ne, Umma”

.

Yeseul tersenyum sembari merangkul putrinya dan keduanya berjalan menuju hall utama dimana acara charity akan berlangsung.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Khaaa~~~~”

.

“Berhentilah menghela nafas, Taeng”, tegur sang manajer melihat kelakuan Taeyeon yang tampak masih kesal.

.

“Kau seharusnya menolak permintaan presdir, Hyung”

.

“Aigoo~~ aku tidak mungkin menolaknya. Lagipula ini mendadak dan beliau tidak bisa hadir. Setidaknya kau tampil dua lagu, sudah cukup mewakili kehadirannya. Setelah itu, kita pulang. Okay?”

.

Taeyeon tak menjawab. Ia keluar dari mobil dan pergi begitu saja meninggalkan parkiran mobil tanpa menunggu sang manajer.

.

Satu per satu anak tangga ia lalui. Taeyeon memilih lewat jalur emergency dibanding melalui jalur depan. Setiba di ruang tunggu untuknya, seorang pria menyapanya.

.

“Kim Taeyeon-ssi?”, tanyanya memastikan dan ia mengangguk.

.

“Acaranya akan segera dimulai. Sebaiknya anda ikut bergabung karena kami sudah menyiapkan kursi untuk anda”

.

Taeyeon hendak menolak tapi pria itu menatapnya dengan penuh harap. Mau tidak mau, akhirnya ia mengangguk. Biar bagaimana pun ia sudah dipilih untuk mewakili sang presdir agensinya. Keduanya kini berjalan bersama menuju tempat berlangsungnya acara.

.

.

.

.

.

.

————————————–

.

Beberapa flash kamera terus berkedip memainkan cahayanya menuju salah satu gadis yang menarik perhatian pemburu berita yang hadir. Gadis itu pun tersenyum ramah menanggapi permintaan para awak media yang ingin mengabadikan fotonya.

.

Setelah mengucapkan terima kasih, ia pun undur diri bersama sang manajer dan tak lupa menyapa para tamu undangan yang berpapasan dengannya.

.

“Wae?”, Sang manajer mengerutkan dahinya manakala gadis itu mendadak menghentikan langkahnya tak jauh dari pintu masuk.

.

“Sica???”

.

“Ah mian, Oppa”, ia tersentak begitu sang manajer menepuk pundaknya.

.

“Masuklah, aku akan menunggumu di lobby. Hubungi aku jika sudah selesai”

.

Sang manajer membukakan sebuah pintu besar sebelum akhirnya gadis itu masuk. Sayup-sayup mulai terdengar suara yang cukup berisik. Menandakan bahwa di dalam ruangan itu, beberapa orang terdengar berbincang satu sama lain dan membentuk kelompok-kelompok kecil.

.

Dengan seorang diri, ia berjalan memasuki ruangan dan melemparkan senyum ke arah tamu undangan. Beberapa dari mereka merupakan rekan sesama selebriti, para pengusaha, dan pejabat-pejabat penting juga hadir disana.

.

Tak berapa lama ia memutuskan untuk mengambil segelas anggur yang tertata rapi di sisi kanannya dan mulai menyesap minumannya sembari melemparkan pandangannya ke sekeliling ruangan.

.

Tiba-tiba, waktu seakan berhenti berputar di dunianya manakala ia menatap seseorang yang membuatnya darahnya berdesir hebat. Sosok itu terlihat sempurna dengan dikelilingi beberapa orang yang mengobrol bersamanya.

.

“Jika kau bersikap seperti ini, seluruh orang akan menyadari kau menjadi patung Unnie”

.

Satu suara menyadarkannya. Ia menoleh begitu mengenal suara itu. Tapi tatapannya tampak heran dengan kehadiran sosok itu. “Apa yang kau lakukan disini?”

.

Sosok itu tertawa kecil mendengar pertanyaan Jessica. “Unnie, sepertinya kau hilang ingatan”, jelasnya masih tertawa. “Aku ada sedikit urusan bisnis dengan partnerku disini” lanjut sosok itu.

.

Jessica seakan ingin memukul kepalanya begitu ia menyadari kekonyolan dari pertanyaannya. “Sesaat aku berpikir kau tinggal di Korea. Bukan seseorang yang sedang melakukan perjalanan bisnis”

.

Sosok itu kembali tertawa sejenak. Lalu ia mengangkat gelas anggur yang dipegangnya dan Jessica memahami maksudnya. Cheers! Keduanya pun saling tersenyum.

.

.

.

.

.

.

Deg……

.

.

.

Tanpa mereka sadari, seseorang menatap salah satu dari keduanya di kejauhan dengan tatapan terkejut. Namun lama kelamaan, tatapan itu mulai melembut hingga yang tersisa hanya tatapan kesedihan.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

———————————————–

.

Semoga update-an ini berkenan ^^

.

See you~~

.

by: J418

.

*bow*

5 thoughts on “BETWEEN US (5)”

  1. Akhirnya update juga thor. Masih kebayang sih sama yg sebelumnya apakah si tae masih suka sama tiff hmmmn penasaran setidaknya jangan pisah yoonfany thor 😭😭😭

    Like

Leave a Reply to FabiianKwon Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s