BETWEEN US, DAFTAR FANFICTION, SERIES

BETWEEN US (1)

 

Tittle                : BETWEEN US

Cast                 : Kim Taeyeon

Im Yoona

Kwon Yuri

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Han Yeseul

Genre              : Drama, Romance, Love-story, Bittersweet, Mature

Credit Pic by K.Rihyo

Series

 

Copyright © royalfams418.2020. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

*Note: Biasakan membaca catatan

setelah kata TBC sebagai info ^^ Thank You

.

.

Part 1

.

.

.

 

Tidak semua rahasia yang sudah dipendam harus dibuka kembali. Ada kalanya, manusia membiarkan semuanya berlalu dan tetap menjalankan kehidupannya untuk masa yang akan datang. Menerima apa yang dimiliki dan mencoba mensyukuri semua itu.

.

Masing-masing yang kita jalani di dunia ini adalah apa yang seharusnya ingin kita lakukan. Prinsip hidup, norma, dan nilai sosial menjadi beberapa hal yang dimiliki oleh mereka yang mempunyai tujuan dalam hidup.

.

.

.

.

.

Seoul, 2019

.

.

“Rupanya kau disini”

.

Namja yang tengah asyik duduk di bangku taman itu menoleh. Ia menyengir begitu sosok yang berdiri tak jauh darinya datang menghampiri.

.

“Sebentar lagi giliranmu, Kim Taeyeon”, jelasnya lalu memberi sebuah minuman kaleng.

.

“Thanks Hyung, aku akan segera bersiap setelah ini”

.

Taeyeon meneguk minumannya. Melepas sejenak dahaga yang tadi sempat ia tahan. Tatapannya tak lepas dari taman bermain yang berada di depannya. Beberapa anak terlihat bergembira bermain bersama teman-temannya. Diantara taman itu juga dikelilingi beberapa tower apartemen yang berdiri kokoh di kota ini.

.

“Ah, ponselmu sedari tadi berdering di dalam tas. Sebaiknya kau periksa, mungkin ada yang penting”

.

Setelah menghabiskan minumannya, ia berdiri dan tersenyum sekali lagi pada sosok disampingnya. “Gomawo Hyung. Kajja, kita masuk ke dalam”

.

.

.

.

.

.

———————————-

.

“Eoh, Unnie. Annyeong!”

.

“Oh, Sica. Lama tak melihatmu. Apa kabar?”

.

“Baik Unnie”, senyumnya pada wanita yang disapanya itu. “Aku menghentikan kegiatanku sementara dan menikmati waktu liburan dengan baik”

.

Wanita itu balas tersenyum senang. “Syukurlah kau bisa menikmati itu. Apa kau akan bertemu Presdir?”

.

Jessica mengangguk. “Aku akan mulai kegiatanku lagi secepatnya. Apa yang sedang Unnie lakukan disini?”

.

“Aku hanya sedang berkunjung. Sore ini aku ada pemotretan untuk salah satu brand. Mumpung kau ada disini, apa kau ada acara saat weekend nanti?”

.

“Hmm, aku tidak yakin Unnie. Jika itu sesuatu yang penting, aku akan membicarakannya dengan manajerku dan memintanya mengosongkan jadwal”

.

Wanita itu mengangguk sambil tersenyum misterius. “Kupikir ini penting. Jadi kau harus mengosongkan jadwalmu. Nanti aku akan menghubungimu lagi. Sekarang aku harus segera pergi ke lokasi”

.

“Ah, baiklah kalau begitu. Kabari aku Unnie, aku pasti akan datang”

.

Keduanya berpelukan sejenak sebelum berpisah menuju urusan masing-masing.

.

.

.

Drrtttt…..

.

“Sica, bisakah malam ini kita bertemu? Ada sesuatu yang perlu kita bicarakan kembali”

.

“Khaaa~~~ dia benar-benar keras kepala”, Jessica bergumam kesal melihat sms yang baru saja diterimanya.

.

“Oppa, berhentilah berharap. Aku menganggapmu sebagai teman, tidak lebih. Kumohon jangan membuat hubungan kita semakin memburuk dan canggung”

.

.

“Sica!!”

.

Sesosok laki-laki berkacamata memanggilnya.Jessica melebarkan senyumnya dan membalas sapaan itu.

.

“Maaf, aku sedikit terlambat”, jelas sosok tersebut.

.

“Tidak apa-apa Oppa. Masih ada beberapa menit lagi untuk bertemu Presdir. Aku baru saja mau ke kantin membeli segelas Americano”

.

“Kau belum makan, Sica?”

.

Mendadak Jessica menyengir. “Mian Oppa. Aku tidak sempat”

.

“Aigooo~~ Kau langsung saja naik ke lantai atas dan menunggu di ruang tunggu. Oppa akan membelikanmu segelas Americano dan sandwich”, jelas pria itu yang merupakan manajernya.

.

Tanpa banyak bicara, Jessica pun mengikuti instruksi manajernya menuju lantai atas. Senyumnya semakin sumringah. Ia menyusuri lorong manajemen dan melihat beragam foto terpajang disana. Termasuk salah satunya adalah foto tentang dirinya.

.

Masa-masa kejayaannya saat menjadi idola besar tentu menjadi kenangan manis, terutama bersama para penggemarnya. Tidak mudah untuk mengubah arah di tengah jalan. Terkadang memang direncanakan, tapi ada kalanya seseorang terpaksa menempuh arah lain untuk tetap berada di jalur yang ingin dicapainya.

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Pemakaman mantan idol dari girl group ternama telah usai dua minggu lalu dalam nuansa private yang hanya dihadiri oleh keluarga besar, kerabat dekat, dan para sahabat. Namun rasanya duka itu belum juga usai bagi para penggemarnya yang masih diliputi suasana duka dan rasa tak percaya—

.

Klik

.

.

“Jika kau belum sanggup menonton televisi, jangan lakukan itu Taeng. Kau hanya akan membuat dirimu kembali terluka”, ujar sang manajer yang baru saja keluar dari ruang kerja Taeyeon.

.

Sedangkan namja itu sedari tadi duduk di ruang tamu sembari menyalakan televisi. Tak disangka, berita yang harusnya dia hindari justru terpampang di layar televisi yang sedang ia tonton.

.

“Sorry, Hyung. Aku tidak tahu jika berita itu akan muncul”

.

Sejujurnya Taeyeon memang hanya ingin mencari acara hiburan. Namun kini moodnya kembali berubah. Ia mengambil ponselnya dan baru saja mengirimkan pesan kepada seseorang.

.

“Aku akan pergi sebentar, Hyung. Jika tidak, nyawaku bisa terancam”, ujarnya dengan kekehan untuk mencairkan suasana.

.

“Siapa yang akan kau temui?”

.

“Putri pemarah”, lanjut Taeyeon tanpa menoleh lagi dan mengambil kunci mobil miliknya.

.

Mengerti maksud Taeyeon, sang manajer ikut terkekeh. “Hati-hati di jalan, Taeng. Jangan lupa jadwalmu malam ini”

.

Taeyeon melambaikan tangan pertanda oke dan ia pun menghilang di balik pintu.

.

.

.

.

.

.

.

“Oppa. Kau sendiri?”

.

“Ah kau sudah datang, Phany-ah”, ia berdiri dari kursinya dan menyambut lawan bicaranya dengan wajah ceria. “Manajerku sedang sibuk dengan persiapan meeting tim”

.

Gadis bernama Tiffany itu mengangguk. “Kau mau makan apa, Oppa?”, tawarnya

.

Taeyeon tak menjawab. Ia menarik lengan Tiffany sambil mempersilahkannya duduk disampingnya. Ia tersenyum sejenak dan tiba-tiba mengelus rambut hitam Tiffany yang terjuntai indah.

.

Tiffany tersenyum.

.

“Baru satu minggu dan kau terlihat kusam, Oppa”, ujarnya dengan sedikit candaan karena melihat rambut Taeyeon yang lebat dan terkesan gondrong.

.

“Tapi aku tetap tampan”

.

Tiffany hanya terkekeh mendengar ucapan Taeyeon. “Aku tahu, Kim Taeyeon sang soloist ternama”

.

Taeyeon tahu, Tiffany sedang menghiburnya dan ia bersyukur akan hal itu tanpa merasa kesepian.

.

“Ada sedikit masalah dengan comebacknya tapi semua mulai berjalan lancar”, gumam Taeyeon namun masih terdengar oleh Tiffany.

.

“Kalau begitu, setelah ini aku akan menemanimu ke salon. Kita akan bersenang-senang hari ini, Oppa”

.

Tanpa menunggu jawaban Taeyeon, Tiffany pun memanggil pelayan dan memesan beberapa menu untuk makan siang mereka. Keduanya mulai larut dalam percakapan, dan Tiffany tampak berusaha keras untuk menghibur pria berwajah baby face disampingnya.

.

“Ngomong-ngomong, kau belum bertemu Yeseul Unnie, Oppa?”

.

“Ah, Nuna. Jadwal kita tak pernah sama. Aku hanya beberapa kali berpapasan dengan timnya tapi tidak dengan Nuna. Ada apa kau bertanya seperti itu?”

.

“Tidak apa-apa, sudah lama juga aku tidak bertemu dengannya. Kudengar Yul Oppa dan Soojung sudah kembali ke Korea”

.

Tubuh Taeyeon sejenak membeku, namun setelah itu ia berusaha bersikap biasa saja tanpa disadari oleh Tiffany. “Ya kau tahu sendiri, Nuna sangat sibuk. Soal Yul dan Soojung, aku baru mendengarnya darimu”

.

Saat itu juga, Tiffany segera mengambil ponselnya dan menunjukkan beberapa foto. “Yoong yang sudah bertemu. Sekarang Yul Oppa memimpin K Group yang berada di Korea dan menjadi atasan Yoong. Lihatlah, Soojung semakin menggemaskan”, ujar Tiffany antusias. “Aku tidak menyangka dia sudah tumbuh menjadi gadis remaja. Semoga Soojung bisa cepat beradaptasi disini”

.

Taeyeon ikut mengangguk. “Pasti sulit, tapi aku yakin gadis pintar sepertinya akan bisa melakukannya”.

.

Tiffany setujunamun tak lama raut mukanya menjadi serius. “Apa Oppa masih tidak ingin bertemu dengan Yuri Oppa?”, tanyanya hati-hati. “Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian, tapi aku berharap kita bisa berkumpul seperti dulu lagi. Saat-saat kita masih belum sibuk dengan kehidupan masing-masing.

.

“Kau bebas bertemu denganku, Phany-ah. Kau juga bisa bertemu dengan Yuri”

.

Jawaban Taeyeon tentu bukan yang diharapkan Tiffany. Tapi ia tak ingin memaksa namja itu, terlebih Taeyeon masih dalam suasana duka kehilangan teman sekaligus junior terdekatnya di industri hiburan.

.

.

.

.

——————————–

.

Sesuai keinginan Tiffany, ia pun pergi ke salon bersama Taeyeon dan membantu namja itu untuk berdandan layaknya seorang selebriti. Beberapa pegawai yang berada disana sudah cukup mengenal Tiffany karena Taeyeon sudah memperkenalkannya dengan baik.

.

“Taeyeon? Tiffany”

.

Belum berapa lama menjadi pembicaraan, suara Yeseul membuat keduanya menoleh. Tiffany yang lebih dekat arahnya dengan Yeseul berdiri, langsung memberikan pelukan. “Unnie, ya ampun. Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini”, ujar Tiffany excited.

.
“Kau sudah selesai, Nuna?”, sapa Taeyeon sembari memandangi penampilan Yeseul yang sudah terlihat rapi.

.

“Aku hanya mengunjungi seorang rekan disini”, jelasnya singkat dan cukup menjawab pertanyaan Tiffany dan Taeyeon sekaligus.

.

Tiffany mendadak lesu mendengar jawaban Yeseul. “Apa sekarang kau sudah mau pergi, Unnie?”

.

“Maafkan aku Tiff. Aku ada schedule lain dan urusanku disini sudah selesai. Next time kita bisa makan bersama, hmmm”

.

Tatapan Yeseul sudah menyiratkan penyesalan. Taeyeon dan Tiffany pun mengerti akan kesibukannya.

.

“Jaga kesehatanmu, Nuna”

.

“Terima kasih, Taeng. Kau juga dan semoga sukses untuk comebacknya”

.

“Kau harus membeli albumku, Nuna” kekeh Taeyeon.

.

Yeseul dan keduanya pun kembali berpelukan sebelum akhirnya ia meninggalkan Taeyeon dan Tiffany yang baru saja akan memulai aktivitasnya di salon tersebut.

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Di sebuah restoran private bintang lima, Jessica tampak berjalan santai namun tetap terlihat anggun. Gadis dengan tatapan mata yang sulit ditebak itu mencoba tersenyum ke arah para pelayan yang datang menyambutnya dan membawanya menuju sebuah ruangan.

.

Saat pintu terbuka, sesosok pria melebarkan senyumnya begitu melihatnya. Namun sejujurnya, dalam hati Jessica merasa kesal. Ia terpaksa datang karena bujukan dari Manajernya.

.

“Aku tak menyangka, kau setuju bertemu denganku Sica”, ujar namja itu terdengar bahagia.

.

Jessica hanya membalas ucapan itu dengan senyuman yang sedang ia tahan. Jika bukan karena sang manajer, dirinya benar-benar tidak ingin berada disini. Sayangnya, pria dihadapannya adalah salah satu investor di agensi tempatnya bernaung.

.

“Maaf Oppa, tapi aku tidak bisa berlama-lama karena besok aku ada jadwal di pagi hari”, jelasnya tetap berusaha sopan.

.

Pria itu mengangguk mengerti. “Its okay, kau datang saja aku sudah senang. Bagaimana dengan kegiatanmu, Sica? Apa semuanya lancar?”

.

“Sudah ada beberapa tawaran yang masuk”

.

Pria itu kembali mengangguk dan melanjutkan santapannya begitupun Jessica. Suasana saat ini benar-benar canggung. Selesai makan, keduanya berjalan-jalan sejenak di tepian danau yang ada di sekitar restoran.

.

“Apa sekarang kau membenciku, Sica?”, satu pertanyaan itu membuat Jessica terhenyak.

.

Tatapannya mengarah pada mata pria dihadapannya ini dengan rasa bersalah. “Aku tidak membencimu, Oppa. Tapi aku tidak bisa membalas perasaanmu padaku. Masih banyak wanita di luar sana yang terbaik untukkmu, Oppa”

.

Pria itu tak bergeming. Tatapannya masih menatap ke arah gadis yang selama ini ia kagumi dan cintai.

.

“Kau tahu? Ucapanmu barusan membuatku semakin mencintaimu, Sica. Terima kasih kau sudah menjawabnya, meskipun aku masih sulit untuk menerima jawaban itu”

.

“Jangan sia-siakan waktumu untukku Oppa. Aku berharap kau bisa menemukan kebahagiaanmu”

.

Mendadak, pria itu justru tersenyum lalu terkekeh kecil seiring ucapan Jessica. Jawaban gadis itu kembali membuatnya takjub dan mengingatkan ia satu alasan kenapa ia bisa menyukai gadis itu.

.

“Gomawo. Kalau begitu, izinkan aku untuk mengantarmu pulang. Boleh kah?”

.

“Hmmm sure”

.

.

.

.

Setiba di parkiran apartemen, Jessica keluar lebih dahulu dari mobil diikuti oleh pria itu. Belum sempat ada kata yang terlontar, sebuah ponsel bordering.

.

“Sorry”, ujar sosok pria itu pada Jessica dan ia pun segera mengangkat panggilan di ponselnya.

.

.

.

“YA!! CHOI SOOYOUNG!!!!”

.

Satu teriakan ia terima dari seberang sana yang cukup memekakan telinga.

.

“Aish, bisa kah kau lebih halus padaku Yoong?”

.

“HALUS??”, Ternyata si penelpon adalah Yoong. Ia tidak peduli dengan ucapan Sooyoung barusan. “KAU SUDAH MENGIKIS KESABARANKU, HYUNG! BAHKAN AKU SUDAH MENELPONMU PULUHAN KALI”

.

“Aish. Sorry Sorry. Wae?”

.

“Apa kau sudah menyelesaikan materi yang kuminta, Hyung? Aku ingin membacanya sebelum penerbangan besok”

.

“Akan kuselesaikan malam ini dan kukirim padamu. Kau tenang saja”

.

“Sejujurnya aku tidak tenang, Hyung. Kau mulai berulah dan aku yang harus mengurusnya”

.

Sooyoung mencoba tertawa agar namja yang lebih muda darinya itu tidak terlalu serius. “Akan kupastikan saat meeting besok, semua akan berjalan lancar. Okay?”

.

Yoong tidak menjawab tapi ia memutuskan panggilan itu dan membuat Sooyoung mengerutkan dahinya.

.

“Dasar, dia pemarah sekali”

.

Tak berapa lama, suara Jessica terdengar. “Oppa, aku masuk dulu. Terima kasih untuk semuanya. Hati-hatilah berkendara”

.

Kalimat Jessica cukup membuat perasaannya sedih. Ternyata sudah waktunya ia berpisah dengan gadis itu.

.

“Huum. Masuklah Sica, terima kasih juga untukmu”, ujarnya berusaha tenang. Jessica pun mengangguk lalu mencoba tersenyum sekali lagi dan mulai berbalik badan meninggalkan Sooyoung yang masih terpaku di sisi mobilnya. Sesaat setelah Jessica menghilang dari pandangannya, ia masuk ke dalam mobil tanpa ucapan sepatah kata pun.

.

.

.

.

.

.

TBC

————————————————–

HAAAAIIIII

LONG TIM NO SEE~~~~~

Ah finally gue balik lagi ^^

Between Us sebenarnya merupakan FF yang gue “RE-MAKE” dari FF gue dengan judul yang sama.

Alasannya karena ingin mengubah alur cerita dari sebelumnya.

CERITA AKAN DIUPDATE SETIAP HARI SENIN

Semoga berkenan ya sama ceritanya.

Kalau ada ide dan saran silahkan sharing lewat kolom komentar.

See you….

.

by: J418

.

*bow*

7 thoughts on “BETWEEN US (1)”

  1. “Aku tidak menyangka dia sudah tumbuh menjadi gadis remaja. Semoga Soojung bisa cepat beradaptasi disini” dulu yang lama soojung masih cilik hahah dan apakah tiff masih sama jadi istri yoong? hmmmm

    Like

  2. Pantes kok kaya pernah baca. Yoong dan fanny dlu suami istri. Yuri dan yesul punya anak soojong. Sica jd pengasuh .. dan sooyoung jd pcr nya sica. Taeng jdi pengagum diem diem nya fanny. Wkwkwkkw smua aq msih inget alur nya. Wkwkkwkww

    Like

  3. gatau mau komen apa, sekian lama baca ff taeny lagi rasanya masih sama kek dulu wkwk seru
    lanjut sampe tamat ya author hehe semangat!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s