DAFTAR FANFICTION, DRABBLE

#Drabble 17

“YAA!!”

Namja itu berteriak kesal pada sahabatnya. Waktu senggang yang harusnya ia nikmati jadi terganggu.

“Oh ayolah Taeng. Aku jamin kau tidak akan menyesal”

Namja bernama Taeyeon itu kembali mendesah kesal.

“Hentikan kegilaanmu dan biarkan aku menikmati waktuku ini. For god Sake, Kim Hyoyeon. Aku baru sehari tiba di Seoul, dan kau benar-benar menjadi penggangguku”

“Aigoo~~ 4 tahun di Amerika, kau semakin tidak asyik. Aku hanya membantumu buddy”, ucapnya sembari mengejek kecil agar sahabatnya itu tak terlalu serius.

Taeyeon memutar bola matanya, pertanda ia masih sangat kesal.

“Menjauh dariku, atau aku akan membunuhmu”, jelasnya geram.

Mengerti maksud Taeyeon, Hyoyeon pun mengangkat kedua tangannya pertanya menyerah. Namun sebelum meninggalkan kafe, ia mengatakan sesuatu pada Taeyeon.

“Kau tidak akan menyesal, Taeng”

Begitu Hyoyeon menghilang dari pandangannya, ia menghela nafas kasar.

“Khaa~~~ dasar playboy Seoul”, ujarnya pelan mengingat sahabatnya itu.

Taeyeon beranjak dari kursinya dan menuju ke meja kasir untuk memesan menu. Dalam bayangannya, ia sudah menginginkan sebuah cake yang lezat dan ice machiato kesukaannya. Tak lama, suara musik mengalun merdu di dalam kafe dan ia sangat mengenal lagu itu.

.

Sunday morning, rainis falling

Steal some covers, share some skin

Clouds are shrounding us in moment unforgettable

You twist to fit the mold that I am in

But things just get so crazy

Living life gets hard to do

And I would gadly hit the road

Het up and go if I knew

That someday it would lead me back to you

That someday it would lead me back to you

Sembari bersenandung, Taeyeon hampir tiba di meja kasir. Ia pun menyapa pegawai kafe sejenak lalu mendongakkan kepalanya sedikit untuk mencari menu yang sedari tadi sudah ada dibenaknya.

“Hmmm, satu cheese cake dan—-“

Suaranya tertahan. Tatapan Taeyeon teralihkan oleh satu sosok yang hanya 3 meter berdiri darinya. Sudah dipastikan sosok itu sedang menunggu pesanannya.

OH MY GOD

Sekujur tubuh Taeyeon mendadak berdesir. Jantungnya berdegup dan matanya seakan menemukan pemandangan yang indah. Terutama indera pendengarannya, kini terasa sejuk. Gadis itu ikut menyanyikan lagu kesukaannya yang sedang diputar di dalam kafe.

That my be all I need

In darkness, she is all I see

Come and rest your bones with me

Driving slow on Sunday morning

And I never want to leave

Ya Tuhan! Kesempurnaan macam apa ini? Taeyeon tak berkedip sedikitpun. Matanya terpaku pada sosok itu. Ada keindahan dan kesempurnaan disana. Wajah yang cantik, hidung yang runcing, dan bibir tipis yang memabukkan mata. Semua keindahan itu dilengkapi dengan rambut panjang bergelombang dan senyuman menawan.

“Maaf tuan, satu cheese cake dan apa minumannya?” Suara pegawai kafe sedikit membuyarkannya. Namun mata Taeyeon tak beralih sedikitpun.

“Hot….”, ujarnya pelan.

“Maaf tuan??”, ulang si pegawai.

“Hot Caramel Machiato”, lanjut Taeyeon menyelesaikan ucapannya.

Setelah menyelesaikan pembayarannya, Taeyeon pun hendak melangkah ke sisi dimana ia harus mengambil pesanannya sama seperti gadis yang sedari tadi mencuri perhatiannya.

Namun sayang, suara lain menyadarkan situasinya.

“Jessica-ssi, ini pesanan anda”, seorang pegawai memberikan sebuah kantong plastik berisi pesanannya.

“Terima kasih”

Gadis itu pun tersenyum lalu beranjak meninggalkan tempat tersebut. Tiba-tiba Taeyeon merasa langkahnya terasa berat. Ia berniat menyapa gadis itu, namun cinta pandangan pertamanya sudah meninggalkan kafe.

“Taeyeon-ssi, ini pesanan anda”

Taeyeon mengangguk dan berterima kasih. Tapi pandangannya tetap mengarah ke pintu kafe. Ada harapan kecil di hatinya, bahwa gadis itu mungkin akan kembali. Tapi nyatanya tidak.

“Jessica”, ia teringat nama itu. Nama yang dipanggil pegawai kafe beberapa saat lalu.

“Sepertinya dia sering kemari”, batinnya. “Kalo begitu, aku akan terus datang sampai bertemu lagi dengannya”, lanjutnya di dalam hati.

Taeyeon pun tersenyum puas lalu terkekeh kecil karena ide briliannya. Tangannya meraih machiato pesanannya dan ia meneguknya.

AAWWWWWWW

Seketika, senyum di bibirnya berubah. Ia meringis karena merasakan lidahnya seakan terbakar. Ia hendak protes kepada pegawai kafe, namun struk ditangannya membuat Taeyeon membelalak.

1 cheese cake

1 hot caramel machiato

“OH DAMN!! Stupid Kim!!!”

—————————–

Hai hai everyone

Wow its been long time ago

Gue menyadari udah sekian lama nggak bisa update. :((

But gue masih belum nutup wp ini. Semoga siapapun kalian yang mampir dan masih membaca wp ini, terima kasih banyak.

Stay safe everyone. Gue lagi mencoba update FF Baru yang mungkin akan secepatnya diupdate. ^^ see youuuu

10 thoughts on “#Drabble 17”

  1. Aku menunggu kamu author nim sejak satu tahun lalu, tiap hari aku cek email sama wordpress apakah kamu update atau tidak. sampe aku baca dari awal lagi ff mu semua terutama between us sih aku nunggu banget banget. but hope you sehat sehat terus author nim

    Like

    1. Hai juga. So sorry. Setahun ini gue lagi susah ngatur waktu untuk ff karena ada prioritas yang harus dikerjakan. Thanks ya.
      Untuk between us, ff nya bakal gue lanjutin. ^^ cuma beda dari sebelumnya. :)) hope you can wait it. Hehehe
      Stay safe juga dan keep healthy buat kita semua.

      Like

  2. Lapak rasa nya berdebu tebal.. krna udh lama g update.. wkwkwk dan sking lama nya gua sampe bosan nengokin. Smpe ahir nya lupa.. but. Mlm ini kepikirian.. siapa tau aja update. Eh tryata bener ad update.. wkwkwk welcome back. Jgan lama lama ilang nya. Aku menunggu loh .

    Like

Leave a Reply to Rikaelisabeth Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s