SERIES, TWENTY SEVEN

TWENTY SEVEN (3)

Tittle                : TWENTY SEVEN

Cast                 : Kim Taeyeon

Choi Sooyoung

Krystal Jung

Seo Juhyun

Jessica Jung

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

The Others

Genre              : Gender Bender, Fantasy, Action, Mature, Friendship

Credit Pic by I2NART

Series

Copyright © royalfams418.2019. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 3

.

.

“Hey Yoong!!”

.

Yoong tidak menanggapi sapaan, tapi ia menyadari kehadiran sosok itu.

.

“Kau terlihat tidak baik-baik saja. Wae?”, tebak sosok itu lagi. Yoong masih tampak cuek dan tak mempedulikannya.

.

Melihat reaksi Yoong yang tak berubah, ia mulai mengerti apa yang terjadi pada rekannya. Tak ambil pusing ia duduk di mejanya sendiri yang tepat bersebrangan dengan milik Yoong.

.

.

.

.

———————————-

.

Tatapan penuh perhatian terlihat jelas dari wajahnya yang tegas namun sorot matanya begitu lembut. Ia kembali tersenyum pada gadis dihadapannya.

.

“Kembali lah ke asrama dan beristirahat. Hmm?”

.

“Gomawo~”, ujarnya membalas ucapan lawan bicaranya. Sebelum pergi, ia kembali memberikan pelukan. Keduanya saling mendekap erat satu sama lain.

.

“Jangan terlalu memaksakan dirimu, Sica. Aku akan memahami keputusanmu”

.

“I know. Dan itulah kenapa aku selalu lega setelah bertemu denganmu”

.

“Ahh, melihatmu seperti ini ingin rasanya aku mengurungmu disini”

.

Ia akhirnya tertawa kecil mendengar ucapan itu. “Jangan menggombaliku. Kau tidak boleh melakukannya di dalam sekolah, huh?”

.

“Hahahaha, arraseo”

.

Keduanya saling melempar senyum, lalu Jessica pun meninggalkan ruangan tersebut dan kembali ke asrama.

.

.

.

.

——————————-

.

“Jadi, Krystal akan pindah ke kelas profesor Kwon? Dan Jessica yang akan mengajaknya?”

.

“Eoh, ada yang salah?”

.

“Kau memancing perang, Yoong. Bukankah kelompok mereka tak pernah akur? Bahkan Jessica dan Krystal? Aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi”

.

“Ck, kau berlebihan. Tidak akan ada keributan. Aku jamin itu”, ujar Yoong tenang.

.

“Khaa~~ Aku tak habis pikir kau seyakin itu”

.

Yoong tersenyum penuh arti, lalu tertawa puas. Ia pun berlalu, meninggalkan sosok itu seorang diri.

.

Sepanjang koridor asrama, Yoong berjalan tenang dan sesekali menyapa siswa lain yang juga menyapanya. Ia melewati satu per satu kamar hingga berhenti di sebuah kamar yang terletak paling ujung.

.

Setelah mengetuk sebentar, seorang pria membuka pintu tersebut dan cukup terkejut dengan kedatangan Yoong. “Eoh, kau. Masuklah”

.

Yoong mengangguk sembari melangkahkan kakinya.

.

“Tak biasanya kau akan kesini. Apa kau membutuhkan bantuanku?”

.

“Kau selalu tahu tujuanku menemuimu, Hyung”, ujarnya santai tanpa peduli sosok yang diajaknya bicara mulai mengerutkan alis pertanda tidak suka. “Aku sudah meminta Sica untuk mengajak Krys bergabung di kelas profesor Kwon”

.

“Lalu, apa masalahnya denganku?”

.

“Hyung, kau yang paling bisa membantu Sica dalam hal ini. Bukankah ini bantuan mudah yang bisa kau berikan untukku?”

.

Sosok itu menghela nafas. “Semakin kau membantu Sica, semakin kau menyakitinya. Apa kau tidak sadar?”

.

“Sica akan terbiasa dan mulai melupakan rasa sakitnya. Setidaknya kau bisa mendukungnya”

.

“Kau memintaku mendukungnya? Ck..dia bahkan tidak bisa sedetik pun bertemu Krystal. Kau sudah tahu, dengan siapa aku berpihak. Permintaanmu itu keterlaluan Yoong”

.

“Aku tidak bisa menjelaskannya padamu, Hyung. Kumohon percayalah”

.

Pria itu menggeleng mantap. “Aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu terutama soal Sica. Hanya kau yang bisa mengendalikan dia. Ini terlalu berat, Yoong”

.

“Aku tunggu keputusanmu, Hyung. Aku permisi dulu”, ujarnya sekali lagi dan membuat pria itu mendesah atas permintaan Yoong.

.

.

.

.

.

***

.

.

Krystal terlihat berjalan menuju tempat latihannya dengan perasaan kesal. Sedari tadi ia terus bergumam dan sesekali memaki sosok yang hari ini membuat moodnya menjadi buruk. Siapa lagi jika bukan Jessica. Ketua kelompok roses yang menjadi musuhnya.

.

“Sepertinya kau sedang berbunga-bunga Krys”, godanya.

.

“Shut up Oppa!! Kau ingin bertarung denganku, huh?” ucapnya dengan ketus.

.

“Wooww, santai Krys. Aku hanya bercanda”, kekeh namja itu dan kini wajahnya terlihat serius. “Ada masalah?”

.

Krystal menggeleng tanpa mengatakan apapun. Ia mulai berlatih seorang diri dan itu membuat sosok yang bersamanya tak berkomentar apapun lagi selain ikut berlatih di sisi kanannya. Setelah berlatih cukup lama, keduanya kini menguji kekuatan masing-masing.

.

Beberapa kali, Krystal menghindari serangan namun kecepatannya tak lebih baik. Ia justru sering terkena pukulan lawan daripada memberi pukulan. Melihat itu, namja yang bersamanya kini memilih untuk menghentikan serangan.

.

“Pertarunganmu sangat buruk hari ini, Krys. Bagaimana mungkin kau akan lulus di ujian berikutnya?”, jelas namja itu.

.

Krystal terlihat kesal dan mengeluh. Ia pun mengistirahatkan dirinya sejenak.

.

“Apa kau benar-benar tidak punya kenalan di Kementerian, Oppa?”

.

“Mwo? Jika iya, maka aku yang akan duluan masuk kesana”, kekehnya.

.

Tangan Krystal seolah ingin memukul namja itu tapi ia menahannya. “Aish, kau memperburuk suasana”, kesalnya lagi.

.

“Kenapa kau tiba-tiba membahas itu, hmm? Apa karena kejadian akhir-akhir ini?”, tanyanya hati-hati kepada ketua kelompoknya itu.

.

Berbeda dengan kelompok roses, kelompok arkasia yang dipimpin Krystal lebih sering peduli dengan kasus-kasus kejahatan yang terjadi di lingkungan dalam maupun luar CLief. Tapi entah kenapa, kemampuan Arkasia belum sepadan seperti yang diharapkan.

.

“Aku pergi dulu, Oppa”, balasnya tanpa menjawab pertanyaan namja itu.

.

.

.

.

“Apa dengan tindakanmu seperti itu, semua akan berpikir bahwa kau hebat? Berhentilah berkhayal. Bahkan kemampuanmu masih berada di bawah levelku”

.

“KAUUU?!!!!!”, Krystal semakin geram dengan ucapan lawan bicaranya.

.

“Berhentilah membuang waktumu untuk ikut campur dalam urusanku. Aku tidak suka orang-orang lemah seperti kalian menjadi lawanku”

.

Setelah kepergian sosok itu, Krystal segera menolong seseorang yang tengah terbaring tak berdaya. Ia melupakan amarahnya dan melakukan pertolongan.

.

.

.

“Khaaaa~~~ ini benar-benar menyebalkan. Bergabung di kelas prof Kwon? No way”, gumamnya kesal. “Dia akan semakin besar kepala jika aku menuruti ucapannya. Dia pikir aku tidak bisa mengalahkannya? Arrrrghhhhh!!!!!!!!!”

.

Brugh…

.

Teriakannya terhenti saat ia mendengar bunyi sesuatu yang jatuh. Dengan perlahan namun penuh kewaspadaan, ia mendekat ke arah suara. Ternyata seorang namja merintih kesakitan sembari mengusap kepalanya.

.

“Aww, siapa yang berteriak? Membuatku kaget saja”, gumam namja itu.

.

Krystal memberanikan diri bersuara. “ngggghh kau baik-baik saja?”

.

Seketika namja itu menoleh karena kembali terkejut. Begitu ia melihat sosok yang menyapanya, ia segera berdiri dan membersihkan bajunya. “Ya, aku baik-baik saja”, jelasnya cepat.

.

Entah kenapa detik itu juga Krystal tertawa melihat namja tersebut, terutama beberapa helai rumput yang ada di kepalanya. “Kau yakin baik-baik saja? Oh my god!”, belum selesai bertanya, ia melihat darah menetes dari hidung namja itu.

.

Tanpa ragu, Krystal mendekati namja itu dan mengusap luka di hidungnya dengan sapu tangan miliknya. Awalnya namja itu ikut terkejut, tapi ia tak berani untuk menepis tangan Krystal karena akan terasa kurang sopan.

.

Suasana yang terjadi selanjutnya sangat canggung. Hingga akhirnya namja itu bersuara.

.

“Te…terima kasih atas bantuannya”, ucapnya terbata. “hhmmm…aku juga murid CLief”

.

“Ya, aku tahu. Bukankah kau sedang memakai seragam CLief?”, Ucapan Krystal membuatnya mengusap tengkuk karena malu. “Kenapa kau ada disini? Kau pergi terlalu jauh dari asrama maupun sekolah”

.

Menyadari maksud Krystal, ia menoleh ke arah sekitarnya. Ternyata benar, ia pergi terlalu jauh. Bahkan sekarang CLief tidak terlihat.

.

“Sepertinya aku terlalu asyik berjalan”, jelasnya.

.

“Apa kau murid baru itu? Hmmmmm Kim…..”

.

“Ah ne.. Kim Taeyeon. Aku Kim Taeyeon”, ucapnya lalu segera mengulurkan tangan.

.

Krystal tersenyum sejenak sebelum berjabat tangan dengan Taeyeon. “Aku Krystal”, ujarnya singkat. “Apa tadi aku mengagetkanmu?”

.

“Ah, tidak juga”, ujarnya berkilah karena malu.

.

Bukan hanya karena teriakan Krystal saja, ia terpleset dari batang pohon yang diinjaknya beberapa saat lalu.

.

.

.

.

.

———————————–

.

Taeyeon dan Krystal akhirnya berjalan bersama setelah kejadian beberapa saat lalu. Tanpa Taeyeon meminta, gadis itu sudah mulai menjelaskan tentang CLief dan sekitarnya. Taeyeon pun hanya mendengarkan dan sesekali mengangguk mengerti.

.

“Kurasa kau sangat ahli menjelaskan keadaan CLief daripada Profesor Kwon”, ujar Taeyeon dan membuat langkah Krystal terhenti.

.

“Profesor Kwon?” tanyanya sembari mengerutkan dahi. “Apa kau berada di kelasnya?”

.

Sejujurnya Krystal berharap Taeyeon mengatakan tidak. Tapi anggukan namja itu membuatnya sedikit kecewa.

.

“Ah, pantes saja aku tidak melihatmu di semua kelas yang aku ambil”, gumamnya namun terdengar oleh Taeyeon. Nada suara Krystal terdengar kesal.

.

“Apa ada yang salah dengan kelas Profesor Kwon?”, tanya Taeyeon hati-hati.

.

“Tidak. Profesor Kwon sangat terkenal dan aku tahu kemampuan mengajarnya”, ujarnya berusaha menutupi rasa kesal yang tiba-tiba hinggap dalam dirinya. “Hmmm, itu artinya kau sekelas dengan roses?”

.

Taeyeon mengangguk lagi menjawab pertanyaan Krystal. “Bahkan aku duduk dengan salah satu anggota utamanya, Tiffany Hwang”

.

Krystal semakin tak percaya dengan apa yang didengarnya. Ia menggelengkan kepalanya berkali-kali membuat Taeyeon keheranan melihat sikap gadis yang baru dikenalnya itu. Tak lama, Krystal tampak mengatur nafasnya dan menghela pelan.

.

“Ini benar-benar gila”

.

“Wae? Apa ada yang salah?”, Tanyanya lagi pada Krystal. Ada kekhawatiran pada namja itu melihat respon Krystal setelah mendengar jawabannya.

.

Krystal pun akhirnya menceritakan kebimbangannya untuk mengambil kelas Profesor Kwon. Awalnya ia hanya bercerita saja tanpa berharap apa-apa dari Taeyeon, tapi ternyata Taeyeon memberikan respon pada ucapannya.

.

“Sejauh ini, aku menyukai semua ilmu yang diajarkan Profesor Kwon. Kupikir karena sikapnya yang bersahabat dengan semua murid. Bahkan Profesor jarang terlihat marah. Dia membimbing muridnya dengan sangat bijaksana”.

.

“Benarkah???”, tanya Krystal meyakinkan.

.

“Aku tidak bisa mengatakan itu benar-benar menyenangkan secara keseluruhan. Sebenarnya semua tergantung individu tersebut terutama bagaimana seorang murid bisa menerima dengan baik para guru yang mengajarnya. Sejauh ini, jika berbicara tentangku, aku akan bilang kelas Profesor Kwon sangat menyenangkan. Mungkin akan berbeda cerita jika kau bertanya pada murid yang lain”

.

Penjelasan Taeyeon cukup membuat Krystal terkesan. Bagaimana mungkin ia bisa bertemu dengan seseorang yang pemikirannya tanpa keegoisan? Bahkan cara Taeyeon berbicara benar-benar apa adanya.

.

Krystal tiba-tiba tertawa kecil dan itu tentu membuat Taeyeon bingung. Namun tak lama, ia tersenyum ke arah namja itu dan mengajaknya melanjutkan perjalanan mereka kembali menuju asrama CLief.

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Suasana sekolah pagi ini terasa hangat. Murid-murid sudah berdatangan ke kelas masing-masing dan bersenda gurau bersama sebelum kelas dimulai. Beberapa dari mereka ada juga yang hanya duduk bersantai sembari membaca buku atau hanya mengobrol ringan.

.

“Jess, kau yakin akan melakukan hal itu?”

.

Suara Tiffany terdengar berbisik namun Jessica yang berjalan disampingnya bisa mendengarnya.

.

“Apa kau takut?”

.

“Bukan itu maksudku. Tapi bagaimana jika—”, suaranya terhenti saat mereka berpapasan dengan murid lainnya yang juga sedang berjalan di koridor.

.

“Shut up, Tiff!! Aku muak mendengarnya”

.

Tiffany menghentikan niatnya untuk bertanya lebih pada gadis itu daripada membuatnya marah.

.

Setiba di kelas, keriuhan pun terjadi saat sesosok yeoja membuat heboh atas kehadirannya. Jessica yang lebih dulu sampai ketimbang Tiffany, melihat kedatangan sosok itu dengan tatapan datar dan langsung duduk di bangkunya.

.

Di sisi lain, Taeyeon hanya tersenyum saat yeoja itu menoleh ke arahnya. Tapi senyuman Taeyeon tak berlangsung lama saat Tiffany datang dan duduk disebelahnya.

.

“Astaga, apa yang Krystal pikirkan untuk mengambil kelas ini?”, gumam Tiffany selirih mungkin sembari tatapannya mengarah ke Jessica. Ternyata gadis itu tidak bereaksi apapun atas kehadiran Krystal.

.

Taeyeon yang mendengar, hanya bisa bertanya-tanya dalam hati tanpa berani menanyakannya pada Tiffany.

.

Kelas hari itu pun berjalan lancar meskipun dengan adanya kehadiran Krystal.

.

.

.

.

.

.

.

Kehebohan yang sesungguhnya terjadi di dalam kamar asrama. Jessica akhirnya meluapkan sikap diamnya selama berada di kelas. Barang-barang di kamarnya berserakan satu per satu. Kemarahan gadis itu tak satupun ada yang berani menghentikannya. Bahkan Tiffany yang sedari tadi berada di kamar, hanya memandang dalam diam.

.

Merasa puas dengan amarahnya, gadis itu berhenti dan duduk di pinggiran tempat tidurnya. Menatap hasil kemarahan yang baru saja ia tuangkan.

.

“Apa yang ada di pikiran Yoong hingga memintaku untuk sekelas dengan Krystal? Dia benar-benar menyebalkan!!”, kesalnya dalam hati.

.

“Jessie~~ are you okay?”

.

Suara Tiffany membangunkannya dari pikirannya. Jessica menoleh dan mendapati Tiffany yang menatapnya dengan cemas bercampur ketakutan. Gadis itu pun akhirnya menghela nafas pelan.

.

“Apa aku membuatmu terkejut, Tiffy?”, ujarny lembut dan cukup membuat ketakutan Tiffany berkurang karena Jessica kembali seperti Jessie yang dikenalnya.

.

Tanpa kata-kata, Tiffany langsung memeluknya erat. “Apa kau terluka, Jessie?”, ia justru balik bertanya.

.

“Ani”, jawabnya singkat.

.

“Syukurlah….”

.

Tiffany akhirnya benar-benar merasa lega. Ia tahu bahwa menahan amarah yang berusaha dikendalikan Jessica tidaklah mudah. Kemarahan yang paling mengerikan dari Jessica adalah kemarahan yang ia pendam. Dan ada kalanya, kemarahan itu melukai tubuh Jessica sendiri karena ia harus bertarung dengan kekuatan yang bergejolak di dalam dirinya.

.

“Im sorry”

.

Tiffany menggeleng dalam pelukannya saat Jessica mengatakan kalimat itu. Ia selalu mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja dan dia mengerti dengan tindakan Jessica.

.

“Aku akan bicara dengan Krystal dan memintanya untuk keluar dari kelas Profesor Kwon”

.

“No. Jangan lakukan itu”

.

“Tapi Jess—”

.

Jessica menggeleng, lalu melepaskan pelukan Tiffany. “Aku baik-baik saja. Sekarang, aku hanya ingin beristirahat”, jelasnya dengan suara pelan.

.

Tiffany akhirnya mengerti maksud gadis itu. Ia mengangguk pelan dan membantu Jessica naik ke tempat tidurnya. “Istirahatlah, aku akan keluar sekarang”

.

Ia pun melangkah meninggalkan kamar Jessica tanpa tahu gadis itu menatap punggungnya hingga menghilang di balik pintu.

.

“I’m sorry, Tiff”

.

.

.

.

.

—————————————

.

“Gomawo atas bantuanmu, Hyung”

.

Namja itu menghela nafas. “Jika yang kau maksud adalah Krystal bergabung ke dalam kelas profesor Kwon, kau salah besar Yoong. Aku tidak melakukan apapun. Bukankah sudah kukatakan aku tidak berjanji sesuatu padamu?”

.

“Tetap saja aku ingin berterima kasih padamu”

.
“Khaaa~~ kau benar-benar keterlaluan. Aku bahkan tidak tahu apa yang membuat Krystal mengubah pikirannya”

.

“Kumohon Hyung, jangan seperti ini”

.

“Pergilah Yoong. Aku sedang tak ingin bicara apapun denganmu”

.

Yoong mendesah tapi ia juga tak bisa menyalahkan namja yang ada di hadapannya ini jika kecewa dengan apa yang baru saja terjadi.

.

Setelah keluar dari ruangan itu, Yoong berjalan menuju parkiran. Disana Minho sudah menunggunya. Keduanya pun berangkat bersama meninggalkan CLief.

.

“Kurasa sudah ada sedikit titik terangnya. Kelompok-kelompok yang terlibat saling berebut kekuasaan wilayah, Yoong”, ujar Minho dalam perjalanan.

.

“Bagaimana dengan hasil analisa di beberapa tempat kejadian?”

.

“Masih dalam proses. Tapi sebagian besar hasilnya akan keluar besok”

.

Yoong berdecak. “Benar-benar mengerikan. Apa hanya karena mereka ingin menjadi penguasa, harus saling membunuh satu sama lain?”, ujarnya pada Minho disambut anggukan setuju dari namja itu.

.

“Ego mereka sudah terkuasai oleh keinginan berkuasa, Yoong. Mungkin seperti itu yang terjadi”

.

.

Tak berapa lama, Yoong dan Minho tiba di lokasi tujuan mereka. Langit yang mulai gelap, mengiring kedua langkah namja itu menuju sebuah hutan belantara yang masih rimbun dengan pohon-pohon besar disekelilingnya.

.

“Ini lokasi terbaru, Yoong. Sebagian besar korbannya adalah bangsa penyihir”

.

Yoong segera melihat beberapa bercak yang tertinggal disana sembari mendengar penjelasan Minho. “Kau tahu apa yang mengerikan dari kejadian ini?”

.

“Apa?”, tanya Yoong serius.

.

“Kemungkinan besar, korban melawan dengan menggunakan kekuatan yang paling dilarang oleh Kementerian. Bukankah itu artinya ilmu tersebut sudah tersebar di kalangan masyarakat biasa? Atau ada kelompok yang sengaja menyebarkannya?”

.

Ucapan Minho membuat Yoong mulai terpikirkan sesuatu. “Kau ingat legenda Twenty Seven?”

.

“Bukankah itu hanya dongeng?”

.

“Aku tidak pernah berpikir bahwa itu dongeng”, ujar Yoong. “Karena aku pernah bertemu dengan salah satunya”

.

Mendengar pernyataan Yoong, tentu saja Minho terkejut. Bagaimana mungkin sesuatu yang dianggap dongeng oleh sebagian besar masyarakat, dan Yoong justru mengatakan bahwa ia bertemu salah satunya.

.

“Jangan bercanda, Yoong”, kekeh Minho.

.

Namun kekehan Minho terhenti saat ia melihat tatapan Yoong begitu serius. “Kau tahu apa yang paling mengerikan dari cerita legenda itu?”, tanyanya dan Minho hanya menggeleng. “Cukup dua dari ketujuh twenty seven melakukan hal yang menyimpang, maka kegelapan akan datang tanpa bisa dicegah”

.

“A—apa..maksudmu Yoong?”

.

“Bergegaslah, kita kembali ke CLief”, jelas Yoong seakan tidak peduli dengan reaksi Minho.

.

.

.

.

.

.

————————————

.

Teriakan dan kepanikan terjadi di asrama CLief. Sejumlah pasukan dari Kementerian datang mengobrak-abrik setiap kamar dan mencari beberapa murid yang menjadi target mereka untuk dibawa pergi.

.

“Berhenti!! Apa yang kalian lakukan?”, suara Profesor Nam terdengar menggema di koridor. Ia tidak tahan melihat beberapa muridnya dibawa dengan Paksa.

.

“Sebaiknya anda tidak melakukan apapun atau anda yang akan terluka”, jelas salah seorang petugas Kementerian.

.

“Apa hak kalian, hah?!! Mereka adalah muridku dan tanggung jawabku”

.

“Tenanglah, kita malah bisa memperburuk keadaan”, Suara seseorang menenangkannya.

.

“Apa kau tega melihat murid-murid dibawa seperti itu, Yul?”

.

Yuri melihat ke arah rekannya yang lain, Yonju. Saat ini, apapun yang terjadi di Clief adalah diluar kemampuannya. Dan ia tidak memprediksi bahwa hal seperti ini akan terjadi disini.

.

“Yonju-ah”

.

“Lihat Yul. Mereka membawa paksa murid kita seperti penjahat”

.

Yuri baru saja akan merespon, namun sebuah keributan terjadi di sisi lain koridor. Sontak, Yuri terkejut dengan apa yang terjadi. Terutama saat salah seorang muridnya membuat beberapa petugas Kementerian tergeletak karena serangannya.

.

“SICAAA, BERHENTI!!!”

.

Yuri berteriak dari kejauhan ketika melihat sosok yang dikenalnya. Jessica terlihat sangat marah dan memancing perseteruan dengan orang Kementerian. Beberapa dari mereka sudah terluka akibat serangannya.

.

Satu hal yang tidak diketahui Yuri sedari tadi, bahwa dua orang anggota roses ikut dibawa oleh Kementerian. Tentu hal yang wajar jika Jessica bersikap seperti itu.

.

Ditengah kericuhan itu, sebuah serangan mencoba menghentikannya. Sayang, kekuatannya belum sebanding dengan Jessica.

.

“Shit!! Apa yang dia pikirkan?”, gumamnya kesal. “YAAAH JESSICA. BERHENTI MEMBUAT KERIBUTAN”

.

Teriakan itu siapa lagi jika bukan Krystal. Gadis itu kesal dengan sikap Jessica di hadapan Kementerian.

.

.

.

.

“Apa yang terjadi???”

.

Salah seorang petugas Kementerian menoleh dan mendapati sosok yang ia kenal bertanya padanya.

.

“Kami sedang membersihkan bangsa serigala dari CLief. Ini perintah langsung dari Kerajaan”

.

“APAA??”
.

Yoong tak percaya dengan yang didengarnya. Ia segera berlari masuk ke dalam Clief bersama Minho dibelakangnya.

.

Pemandangan yang dilihat Yoong benar-benar kacau. Ia tidak tahu persis apa yang terjadi dan bagaimana semua ini  bisa terjadi.

.

“Yoong, lihat disana”

.

Suara Minho membuatnya menoleh ke arah yang dimaksud. “Oh Shit!!”

.

Yoong kembali berlari ke arah koridor yang berada di ujung selatan. Terlihat beberapa petugas Kementerian sudah tergeletak dengan luka yang mengerikan.

.

Khaaa~~~ khaaa~~~

.

Sementara itu…

.

Krystal sudah tergeletak dengan darah yang mengalir dari pelipisnya. Di sisi yang lain, Jessica juga terluka. Beberapa orang Kementerian berhasil menyerang gadis itu dan kini berhadapan langsung dengan Yuri.

.

“Maafkan muridku, dia sangat marah melihat temannya dibawa dengan paksa. Apa kalian tidak memahami itu? Bagaimana bisa kalian menyerang seorang siswi, huh?”, ujar Yuri dengan sikap tenang meskipun sejujurnya ia sedang berusaha menahan kemarahannya.

.

Mendengar itu, Yoong segera menimbrung. “Sebaiknya kalian semua pergi jika urusan disini sudah selesai”, pintanya pada petugas Kementerian.

.

Tak lama, seluruh pasukan Kementerian yang berada di CLief pun meninggalkan lokasi. Kepala Sekolah segera mengumumkan kondisi darurat saat ini dan meminta seluruh siswanya kembali ke kamar masing-masing. Para Profesor juga segera melakukan rapat untuk membicarakan hal yang baru saja terjadi.

.

.

.

.

.

“Kau mau kemana Yoong?”

.

“Dewan Sekolah akan melibatkan diri dalam hal ini. Aku tidak bisa tinggal diam”

.

“Kau yakin? Bagaimana jika Kementerian—”

.

“Hyuni, aku serahkan padamu beberapa murid yang terluka terutama Sica dan Krys. Aku akan kembali begitu rapat selesai”

.

Dengan begitu, Yoong pergi meninggalkan ruang kesehatan. Beberapa tim medis CLief juga sudah bersiap disana untuk melakukan pengobatan pada murid-murid yang terluka.

.

.

.

“Khaa~~ apa semua ini akan baik-baik saja???”

.

.

.

.

.

.

TBC

———————————————————–

Haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Long time no see ^^ Jeje hadir lagi

Nggak lupa sama FF ini kan? Hehehe

Sorry kalo ini jadi update terlama.

Gue update dulu yang ini. Between Us akan menyusul.

See youuuuu~~

.

by: J418

.

*bow*

8 thoughts on “TWENTY SEVEN (3)”

  1. hy Jeje…..
    lama bgt kembalinya, sampe lupa sm ni cerita. ditambah lg terlalu byk misteri bikin gw jd tambah bingung. terlalu byk “sosok itu” yg bikin jd ga fokus bacanya, krn lbh byk mikir , ini siapa si maksudnya?
    hahahaaha
    sorry Je, sekedar menyampaikan apa yg gw rasain.

    Like

  2. gue jadi mikir,, jangan jangan yg kmren ciuman sama jess itu taeng.. dan hyung yg di sebut yoong yg diminta buat nolong jess itu taeng asli nya.. filling gue nih…. ahahahaah

    Like

  3. Finally bisa baca juga, maafkan ya dek baru bisa baca sekarang, tapi kayaknya qw harus ngulang dari part pertama soalnya udah agak lupa sama jalan ceritanya hehe. Btw masih ditunggu banget next chapter buat ff yg lainnya juga, Fighting!!

    Like

Leave a Reply to Ov Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s