TWENTY SEVEN (2)

Tittle                : TWENTY SEVEN

Cast                 : Kim Taeyeon

Choi Sooyoung

Krystal Jung

Seo Juhyun

Jessica Jung

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

The Others

Genre              : Gender Bender, Fantasy, Action, Mature, Friendship

Credit Pic by I2NART

Series

Copyright © royalfams418.2018. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 2

.

.

CLief adalah satu dari 10 perguruan yang memiliki kemampuan sihir terbaik. Sistem kelompok yang terbentuk di CLief, menjadikannya sebagai kekuatan utama Dewan Keamanan dari Kementerian Sihir.

.

Kelompok-kelompok yang ada di Clief dibuat untuk membantu Kementerian menyelesaikan perkara kejahatan. Mereka dilatih sedemikian rupa untuk menjadi tembok pertahanan sehingga tidak ada yang berani menentang Perdamaian.

.

Namun banyak juga diantara kelompok-kelompok itu justru membuat keributan antar sesama kelompok. Sudah menjadi hal biasa bahwa kelompok seperti Arkasia dan Roses selalu bertindak arogan. Terutama kelompok yang diketuai oleh Jessica.

.

.

.

.

“Lukamu cukup parah dari sebelumnya. Apa kau bertengkar?”

.

Gadis yang ditanya itu menggeleng. “Kau tidak perlu tahu. Sebaiknya lekas obati lukaku agar aku bisa segera pergi dari sini”, pintanya.

.

“Fany-ah, jika kau terus membiarkan tubuhmu terluka seperti ini—”

.

“Hyuni, aku tidak sedang ingin membahas hal ini”, ia memotong ucapan itu dan memilih diam.

.

Seohyun hanya menatapnya pasrah dan tetap membantu mengobati luka gadis itu. Setelah selesai, Tiffany pun pergi meninggalkan ruang kesehatan tanpa banyak berbasa-basi.

.

“Kau terlalu baik, Hyuni. Apalagi pada siswa-siswa yang datang kemari. Bukankah itu sudah jelas jika mereka yang datang adalah para pembuat onar?”, sosok wanita lain yang ada di ruangan ini tiba-tiba bersuara

.

“Biar bagaimana pun itu sudah menjadi tugasku”

.

“Khaa~~ kau benar-benar sulit ditebak”

.

Rekannya itu memilih untuk tidak berbicara lagi. Seohyun tertawa kecil sebelum tersenyum saat wanita yang bersamanya tadi meninggalkan ruangan.

.

Seohyun kembali fokus pada pekerjaannya. Ia membuka beberapa file yang ada di atas mejanya sembari menikmati alunan musik klasik yang sangat disukainya.

.

.

.

.

.

.

“Eoh, Fany-ah. Darimana saja? Aku mencarimu”

.

Suara Sunny membuat gadis itu menoleh dan mengulum senyumnya tenang.

.

“Ada sedikit urusan. Ada apa mencariku?”

.

Sejenak Sunny melihat ke arah sekeliling untuk memastikan tidak ada orang yang berada disana. Dengan hati-hati ia mendekatkan bibirnya ke telinga Tiffany dan membisikkan sesuatu.

.

“Kau yakin Sunny-ah?”, Tiffany tak percaya mendengarnya.

.

“Aku tidak sengaja melihat salah satu anggota Dewan Keamanan mencari Sica. Sejujurnya aku tidak berpikir terlalu jauh, tapi aku mengkhawatirkannya”.

.

“Aku yakin tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Jessi pasti menanganinya dengan baik”, ujarnya sebelum menarik tangan Sunny yang masih meragukan jawaban Tiffany.

.

“Jika ini karena tim—”

.

“Tidak akan terjadi apa-apa padanya maupun roses. Kau tidak sedang meragukan Jessi, bukan?”
.

“Mwo?”, Sunny sedikit gelapan lalu menggeleng dengan cepat. “Mana mungkin aku meragukannya? Dia yang terbaik diantara kita”

.

“Thats it. Sekarang jangan berpikir apapun lagi mengenai hal itu. Sebaiknya kita kembali ke asrama”

.

Sunny mengangguk setuju dengan ajakan Tiffany. Keduanya pun berjalan bersama menuju asrama mereka.

.

.

.

.

.

————————————-

.

Kesunyian sangat terasa di dalam ruangan tertutup ini. Belum ada satu suara pun yang tercipta. Dua orang yang sedang berada di dalamnya, hanya saling menatap dengan dua pandangan berbeda.

.

“Apa perlu kau bertindak seperti itu?”, Suara tegas baru saja memecah keheningan.

.

Sosok yang diajak bicara justru masih menatapnya dengan kesal tanpa memberi jawaban.

.

“Situasi di luar sedang tidak stabil dan kau malah bersenang-senang dengan tim-mu. Apa kau pikir nyawa-nyawa yang melayang itu tidak penting?”

.

“Kau berlebihan Yoong”

.

“Apa? Tsk…”, Yoong berdecak sembari menahan kesabarannya. “Aku berlebihan? Apa kau pikir aku sedang main-main, Sica? Lihat ini!!”, Yoong melempar satu kumpulan dokumen yang membuat kertas-kertas didalamnya berjatuhan di lantai.

.

“Aku membiarkanmu selama ini bukan berarti aku tidak tahu apa yang kau lakukan. Jadi, siapa yang berlebihan disini? Yang tidak bisa sedikit saja menahan emosinya dan tidak menyebabkan masalah, huh?”

.

Yoong menantang jawaban dari gadis itu. Tapi Jessica justru memilih diam dan menatapnya penuh dengan amarah yang tertahan.

.

“Jangan buat aku terpaksa menggunakan kekuatanku dihadapanmu, Sica”, jelas Yoong dengan tegas.

.

Tiba-tiba sebuah cahaya melesat ke arah Yoong. Namun dengan cepat, namja itu menghindarinya. Siapa lagi jika bukan Jessica yang menyerangnya.

.

Berkali-kali gadis itu memberikan serangannya pada Yoong tapi Yoong tetap bertahan tanpa melakukan serangan balik. Disaat ada kesempatan, ia menghentikan serangan Jessica dan membuat gadis itu tak lagi bisa menyerangnya.

.

“Khaaa~~ khaaa~~~”, Yoong mengatur nafasnya dengan masih menahan tangan Jessica untuk mengeluarkan kekuatannya.

.

“Kau menantangku, huh?”

.

“Lepaskan… Kau membuatku muak!!”, Jessica tak kalah kasarnya. Ia memaki Yoong dengan lantang.

.

Karena Jessica sudah berada dalam puncak kemarahannya, Yoong memberikan sebuah gelang di tangan kiri gadis itu. Gelang yang tidak bisa dilepaskan oleh siapapun kecuali dirinya.

.

“Kau benar-benar keras kepala, Sica”, jelas Yoong sembari berdiri dan membiarkan Jessica terbaring lelah disana. “Mulai sekarang aku tidak peduli apapun cara yang akan kau gunakan. Yang jelas aku memintamu untuk membawa Krystal bergabung di kelas Prof. Kwon. Kau mengerti, hmmm?”

.

Jessica tampak semakin marah karena kekuatannya melemah akibat perbuatan Yoong. Ia tidak bisa melawan namja itu karena gelang yang ada ditangannya.

.

“Kau boleh menggunakan semua amarahmu padaku untuk melampiaskan kebencianmu atas perpisahan kita, Sica. Tapi aku tidak akan membiarkanmu melupakan tanggung jawabmu sebagai ketua dari kelompok terbaik di CLief. Kau paham itu, baby?”

.

Jessica semakin mengerang kesal karena ucapan Yoong meskipun dia tidak bisa membalas perbuatan namja itu.

.

“Aku mengizinkanmu berada di ruanganku beberapa saat sebelum gelang itu hancur dengan sendirinya. Renungkanlah ucapanku barusan dan pikirkan cara terbaikmu untuk membawa Krystal masuk ke dalam kelas Prof. Kwon”

.

Dengan begitu Yoong meninggalkan gadis itu sendirian di dalam ruangannya. Jessica hanya bisa berteriak marah karena ia tidak bisa melakukan apapun. Sehebat apapun kekuatannya saat ini, yang perlu disadari adalah bahwa dirinya berhadapan dengan Ketua Dewan Keamanan, Im Yoona.

.

.

.

.

.

***

.

.

Taeyeon tak bergeming dari tempatnya berada. Tatapannya lurus ke arah depan, melihat luasnya hutan belantara yang tertutupi ribuan pohon didalamnya. Pikirannya sedari tadi dipenuhi berbagai pertanyaan.

.

“Jika gadis itu rekan se-timnya, kenapa dia menyerangnya seperti ingin membunuhnya? Dan lagi…tidak ada perlawanan apapun?”, gumamnya sembari mencari jawaban yang tak kunjung didapatkannya.

.

“Khaa~~ ini sangat membingungkan”

.

Helaan nafas kasar keluar dari bibirnya.

.

“Gotcha!! Aku menemukanmu, Kim Taeyeon”

.

Taeyeon terkejut. Ia segera berdiri dan menyambut sopan sosok yang baru saja menyapanya.

.

“Profesor Kwon. Bagaimana anda bisa disini?”, herannya melihat profesor barunya itu mencari dirinya.

.

“Insting. Aku hanya menebak-nebak dimana keberadaanmu”, ujar Yuri santai. “Ternyata kau sudah menemukan spot terbaikmu, Taeng?”

.

“Hahahaha, anda bisa saja prof. Aku tidak sengaja kemari dan kupikir disini sangat tenang dan sepi”

.

Yuri mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasan muridnya itu.

.

“Berarti kau beruntung”, kekeh Yuri lagi. “Apa yang kau lakukan disini, hmmm?”

.

“Anu…nggg…. itu…” Taeyeon tergagap menjawab pertanyaan itu dan Yuri justru kembali terkekeh.

.

Tak lama, ia mengulurkan tangannya ke pundak Taeyeon dan menepuk pelan namja itu. “Kau pasti kaget dengan apa yang terjadi tadi. Aku minta maaf”

.

Taeyeon mengerutkan dahinya. “Anda tidak bersalah apapun padaku, Prof”

.

“Ya… Aku tahu. Tapi setidaknya, sebagai seorang guru aku bisa menenangkanmu. Kau pasti benar-benar terkejut”

.

Taeyeon mengangguk pelan. Mengiyakan pernyataan Yuri barusan. “Apa anda baik-baik saja, Prof?”, tanyanya hati-hati.

.

Kali ini Yuri tersenyum sembari menatap balik Taeyeon dengan tatapan heran. “Tentu saja. Kau pikir aku tidak akan baik-baik saja setelah menahan salah satu muridku untuk tidak mengamuk?”

.

Taeyeon menggaruk kepalanya dan menyengir.

.

“Khaaa~~”, Yuri menghela nafasnya sejenak. “Kuharap kau bisa melupakan kejadian tadi, Taeng. Apa yang Sica lakukan, bukanlah yang pertama kali. Dia salah satu murid terbaikku, meskipun sikapnya mungkin tidak bisa dipahami banyak orang”

.

“Tapi prof, murid yang diserangnya…”

.

“Maksudmu Tiffany? Dia akan baik-baik saja setelah menemui Hyuni. Kau jangan khawatir”

.

Taeyeon mengangguk mengerti. Namun tatapannya terlihat ragu dan Yuri menangkapnya dengan jelas.

.

“Katakanlah sesuatu yang ingin kau katakan. Aku akan mendengarnya”

.

“Benarkah?”

.

“Hmmm. Tentu..”

.

Taeyeon berpikir beberapa saat sebelum ia mengajukan satu pertanyaan yang membuat Yuri tersenyum karena memandang takjub pada murid baru nya ini.

.

“Kau tahu, Taeng? Kau satu-satunya murid disini yang berani mengajukan pertanyaan seperti itu padaku.”

.

“Ngghh… maafkan aku prof”

.

“Aigoo~~ aku hanya bercanda”, kekehnya sembari menepuk pelan pundak Taeyeon lagi.

.

“Mengenai pertanyaanmu, aku tidak bisa menjawabnya Taeng. Aku minta maaf”, jelas Yuri. “Tapi mungkin suatu saat, jika kau sudah mengenal Sica kau akan menemukan jawabannya”

.

“Ma—maksud profesor?”, Taeyeon mencoba mencerna jawaban itu tapi ia tidak mengerti.

.

“Bukankah kau belum punya kelompok? Aku menyarankanmu untuk bergabung dengan roses”

.

Ucapan Yuri tentu membuat Taeyeon terkejut. Yang benar saja, satu kelompok dengan Jessica? Melihatnya mengeluarkan kekuatan seperti tadi saja sudah membuat Taeyeon merinding dan kesakitan akibat ulah gadis itu.

.

“Wae? Kau tampak tidak senang?”, tebak Yuri.

.

Taeyeon tidak mengiyakan ucapan Yuri. Ia menggaruk tengkuknya sembari mengutarakan niatnya.

.

“Aku masih memikirkannya dan tidak ingin terburu-buru menjadi anggota salah satu kelompok, prof”

.

“Aku mengerti”, Yuri tersenyum mengerti. “Aku tidak memaksakan pilihanmu Taeng. Tapi melihat kemampuanmu yang sekarang, kupikir bergabung dengan roses akan membuatmu menemukan kemampuan yang lebih dari ini. Ini hanya saranku, jangan diambil pusing. Kau berhak menentukan yang terbaik untuk dirimu sendiri”

.

“Ne… Gomawo prof”

.

Yuri mengangguk tersenyum. Keduanya pun bersantai beberapa saat disana sembari mengobrol banyak. Taeyeon tentu menggunakan kesempatan ini untuk bertanya pada profesornya itu mengenai berbagai jenis ilmu sihir yang dikuasainya.

.

Tanpa mereka sadari…. seseorang mendengarkan percakapan itu.

.

.

.

.

.

———————————

.

“Oh, Krys. Kau kemari?”, Sapa Seohyun saat melihat Krystal masuk ke dalam ruangannya. “Apa kau terluka lagi?”

.

“Ani.. Gwenchana. Hanya terkena pukulan kecil. Tapi aku baik-baik saja”, jawab gadis itu sembari duduk di salah satu kursi di dekatnya.

.

Tanpa bertanya lagi, Hyuni menyeduhkan sebuah minuman untuknya. “Ini akan membuat tubuhnya kembali fit”

.

Krystal menerimanya dengan senang hati dan langsung meneguknya hingga habis.

.

“Kau yang terbaik soal ini, Hyuni”

.

Seohyun hanya tertawa mendengar pujian itu.

.

“Jadi, kasus apa yang kau hadapi kali ini?”

.

“Hanya sekumpulan bangsa penyihir level menengah yang membuat ulah dengan orang-orang lemah”, jawabnya tanpa antusias. “Tapi mereka merepotkan dan membuang waktuku”

.

Seohyun hanya bisa tersenyum sembari mengejek. “Bukankah motto mu adalah demi kemanusiaan? Menolong bangsa yang lemah?”

.

Krystal langsung memutar bola matanya mendengar ucapan Seohyun. Ia tak peduli dengan gadis itu dan memilih melihat file yang sedari tadi ada ditangannya.

.

Saat serius membaca file tersebut, tiba-tiba Seohyun menyerahkan sebuah dokumen yang sudah tersusun rapi dalam satu file.

.

“Lihatlah. Kurasa ada sesuatu yang bisa kau lakukan, Krys”, ujar Seohyun dengan nada serius.

.

“Apa ini?”

.

“Data korban yang tewas akibat diserang dan beberapa sample darah dari lokasi kejadian korban yang tidak bisa ditemukan. Aku memintanya dari tim forensik”

.

“Apa hanya kau yang tahu?”

.

“Hmmm. Dan aku memberitahukan hal ini padamu karena kau harus tahu”

.

Krystal menerimanya dan membaca data-data tersebut sembari mempelajarinya. “Kupikir, mereka memang berkelompok dan menyerang bangsa-bangsa tertentu. Tapi jika itu benar, apa motifnya?”

.

“Aku juga belum bisa menemukan jawabannya. Tapi sebaiknya kau mulai bergerak. Kementerian mulai geram dengan kejadian ini”

.

BRAAAAK….

.

Tiba-tiba pintu ruang kesehatan terbuka kasar. Satu sosok berdiri diambang pintu dan langsung membuat Seohyun bahkan Krystal berdiri terkejut.

.

“YAH!! APA KAU PUNYA SOPAN SANTUN?”, Krystal meradang begitu melihat siapa yang membuat keributan.

.

Sosok itu berjalan mendekat ke arah Seohyun dan Krystal namun tatapannya fokus tertuju pada Krystal.

.

“Aku tidak tertarik untuk berdebat denganmu, Krys. Sebaiknya kau segera bergabung ke dalam kelas Profesor Kwon”

.

“Huh? Cih…”, Krystal menujukkan wajah tidak senangnya. “Kau pikir kau siapa bisa menyuruhku seenaknya? Lebih baik kau mengurus anggota roses lainnya agar bisa lebih diandalkan”

.

“Krys….Unnie….”, Seohyun bersuara. Ia menoleh ke arah Krystal lalu ke arah Jessica dengan tatapan memohon. “Hentikan semua ini”

.

“Hyuni, dia yang memulainya”, Krystal melayangkan protesnya.

.

“Sebaiknya kau melakukannya Krys. Aku sudah memintamu secara baik-baik sebelum aku menyeretmu”

.

“APAAA??????”

.

Perkataan Jessica justru memancing amarah Krystal. Dengan sigap, Seohyun berdiri diantara keduanya dan mencoba meredam keributan ini.

.

Tanpa Seohyun dan Krystal tahu, Jessica sedang menahan amarah dan kekesalannya. Kekuatannya belum benar-benar pulih akibat perbuatan Yoong. Tapi ia tidak akan membiarkan siapapun tahu mengenai kondisinya saat ini.

.

“Aku tahu kau gagal dalam ujian terakhirmu Krys. Sampai kapanpun kau tidak akan bisa mengalahkanku jika kau tidak bergabung dalam kelas profesor Kwon. Pikirkan itu baik-baik”

.

“Unnie~~~”

.

Ucapan Jessica justru akan menambah ledakan amarah Krystal. Seohyun berusaha memberi peringatan pada gadis itu untuk tidak terpancing dengan ucapan itu. Tak lama, Jessica berbalik meninggalkan keduanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

.

“Aaarrggghhhh!!!!”, Krystal berteriak kesal setelah kepergian Jessica. “Dia benar-benar menyebalkan”, umpatnya lagi.

.

Seohyun mengajak Krystal duduk dan menenangkan amarahnya. “Aku akan membuatkan minuman untukmu. Sebaiknya kau tenang dulu disini Krys”

.

Krystal tak mengatakan apapun dan membiarkan Seohyun meninggalkan dirinya untuk beberapa saat. Setelah ia sendiri disana, hanya helaan nafas yang keluar dari bibirnya.

.

.

.

.

.

.

***

.

.

“Minho-ya… Bagaimana?”, Yoong yang baru saja tiba di lokasi kejadian segera menghampiri rekannya itu.

.

“Satu pelaku tertangkap dan satu lainnya masih dalam pengejaran. Mereka membunuh dua orang bangsa serigala”

.

Yoong tampak kesal mendengar jawaban itu. Pandangannya kemudian beralih ke kedua korban yang sudah tewas mengenaskan.

.

“Keempatnya terlibat perkelahian beberapa saat yang lalu dan berakhir seperti ini”, ujar Minho menjelaskan kejadiannya.

.

“Jadi, pelakunya juga bangsa serigala?”

.

Minho mengangguk sebagai jawabannya.

.

“Apa alasan perkelahian mereka?”

.

“Kami belum menemukan jawabannya. Tersangka sampai saat ini masih bungkam. Saksi mata pun tidak banyak membantu. Dari pengakuannya, ia melihat dari kejauhan dan langsung menghubungi polisi”

.

Yoong mendesah tak puas. Ia kemudian melihat-lihat sekitar lokasi dan tampak berpikir sebelum memberikan instruksi pada Minho.

.

“Mintakan laporan semua bukti pada polisi, dan tolong kumpulkan data profil masing-masing korban dan pelaku yang sudah tertangkap”.

.

“Eoh… aku mengerti”

.

Selesai memeriksa lokasi, Yoong pun pamit dan pergi menuju kantor kepolisian pusat. Disana ia disambut salah satu polisi yang membawanya ke sebuah ruangan.

.

“Kau sudah datang, Yoong. Silahkan duduk”

.

Pria paruh baya di dalam ruangan menyambutnya hangat. Keduanya duduk saling berhadapan.

.

“Timku sedang menyelidikinya dengan hati-hati. Kuharap kau sabar menunggu hasilnya, Yoong”, ujar lawan bicaranya.

.

Yoong mengangguk kecil menanggapi ucapan itu.

.

“Kami berharap bisa mendapatkan hasil terbaik dari Kepolisian. Pembunuhan yang terjadi beberapa waktu belakangan ini cukup mengusik Dewan Keamanan maupun Kementerian. Sesama bangsa ataupun antar bangsa lain jadi saling menyerang. Apa yang anda pikirkan soal ini, Sir?”

.

Pria paruh baya itu menggeleng tak bisa menjawab pertanyaan Yoong.

.

“Untuk mendapatkan jawaban yang tepat, kurasa kita memang perlu menggali lebih dalam setiap kasus yang terjadi”

.

“Ya…anda benar, Sir”

.

Keduanya saling mengangguk menyetujui perkataan satu sama lain. Ada keheningan sejenak disana, sebelum Yoong kembali bersuara.

.

“Ngomong-ngomong, apa Krys membantu dengan baik disini?”

.

“Ah, Krys? Ya. Dia cukup tangguh melakukan pekerjaan ini. Aku pikir dia akan ditempatkan untuk membantu Kementerian”

.

Yoong menggeleng pelan sembari tersenyum. “Aku minta maaf pada anda karena belum bisa membantu memenuhi keinginan anda untuk Krys. Kemampuan individunya saat ini belum benar-benar dibutuhkan Kementerian. Tapi jika bicara secara kelompok, Arkasia cukup dibutuhkan disana”

.

“Jangan minta maaf padaku, Yoong. Aku tahu kau bisa menentukan orang-orang terbaik yang dibutuhkan untuk menjaga perdamaian dan keamanan negara ini”

.

“Terima kasih Sir, atas kerendahan hati anda”

.

Pria itu tersenyum lalu tertawa kecil mendengar ucapan Yoong. “Kau ini bisa saja”, kekehnya.

.

“Yoong?”

.

“Yes, Sir”

.

“Bagaimana Krystal di CLief? Apa dia membuat keonaran?”

.

Yoong tertawa kecil. “Itu hal yang wajar, Sir. Krystal pasti akan melakukannya. Tapi anda tidak perlu khawatir”

.

“Khaa~~~ Aku berharap putriku bisa lebih dewasa dan benar-benar memikirkan tanggung jawabnya agar bisa mewarisi posisiku saat ini”

.

“Anda hanya perlu bersabar, Sir. Sebentar lagi mungkin dia akan bergabung di kelas Profesor Kwon”

.

“Benarkah?”, Pria itu tampak terkejut sekaligus senang. Yoong mengangguk membalasnya. “Aku jadi tidak sabar mendengar berita itu. Jika profesor Kwon, aku tidak akan meragukannya. Dia benar-benar bisa diandalkan. Sebelum Krys menggantikan posisiku, setidaknya kemampuan sihirnya sudah berkembang dengan pesat. Aku tidak ingin nantinya dia terluka dan orang-orang menyerangnya karena lemah dan berusah mengambil posisinya dengan paksa”

.

“Anda jangan khawatir. Aku jamin itu tidak akan terjadi”

.

“Gomawo Yoong”, Pria itu tersenyum lega.

.

“Sama-sama, Sir”

.

.

.

.

.

.

—————————————

.

“Jessie~~ Apa kita akan bolos di kelasnya Profesor Kwon?”

.

Tiffany sedari tadi memandang ke arah Jessica yang masih terlihat diam seribu bahasa di dalam kamarnya sembari melihat keluar jendela. Tidak hanya Tiffany saja, tetapi Sunny juga ada disana.

.

Tidak mendapatkan jawaban dari Jessica, Tiffany memandang ke arah Sunny yang juga memandangnya bingung karena tidak tahu harus berbuat apa.

.

Apa-yang-harus-kita-lakukan?

.

Begitulah arti dari pandangan mereka, namun tidak ada satupun yang mendapat ide. Karena tidak ada pilihan lain, baik Tiffany maupun Sunny memilih diam dan menunggu sahabatnya itu bicara.

.

.

.

“Aku muak dengan sikapmu itu, Yoong. Kau pikir aku mau menerimanya?”

.

“Kau kekanak-kanakan, Sica. Aku tidak mengerti apa yang kau pikirkan”

.

“Tidak mengerti? Kau yang tidak mengerti. Aku sangat-sangat membencimu. Kuharap kau tidak pernah ada dalam hidupku”

.

Jessica berbalik badan meninggalkan namja itu dengan tangisan yang sebisa mungkin tidak ia keluarkan saat itu juga.

.

.

.

Tiba-tiba suara jendela kaca yang pecah membuat Tiffany dan Sunny terkejut. Jessica baru saja menghancurkan kaca itu dengan kekuatannya.

.

Baru hendak bersuara, Jessica sudah pergi lebih dulu meninggalkan keduanya tanpa ada satupun yang bisa menahan gadis itu.

.

Dengan langkah tergesa dan nafas yang memburu karena amarah, ia meninggalkan asrama dan menuju ke suatu tempat. Sesampainya disana, ia membuka pintu sebuah ruangan dan mencari sosok yang dicarinya ada disana.

.

Tatapan sosok itu terlihat bingung sekaligus kaget dengan kedatangannya. Tanpa mengatakan apapun, Jessica mendekat ke arah sosok itu dan menciumnya. Dorongan Jessica membuatnya hampir kehilangan keseimbangan.

.

“Ada apa?”, ia berhasil melepaskan ciuman mereka dan menatap Jessica cemas.

.

Tapi Jessica tidak menjawab. Ia kembali menyatukan bibirnya dengan sosok itu. Deru nafas Jessica semakin terdengar kasar. Pria yang bersamanya itu pun membiarkannya bertindak seperti itu.

.

Lama-lama ciuman itu menjadi panas tatkala Jessica mendapatkan balasan dari pria itu. Nafas mereka saling menyatu dan desahan-desahan dari bibir Jessica semakin jelas memenuhi ruangan ini hingga akhirnya mereka mengakhirinya.

.

Hosshh….hoshhh……

.

Jessica mengatur nafasnya yang masih tersengal sedangkan pria itu menatapnya dan tampak menunggu Jessica bicara padanya.

.

“Mianhe”, ujarnya masih dengan tersengal tapi lawan bicaranya bisa menangkap nada kesedihan pada gadis itu.

.

“Apa kau akan terus meminta maaf padaku setiap kau bersikap seperti ini, baby?”

.

Airmata lolos begitu saja dari mata indahnya. Ia berteriak memaki dirinya sendiri dan berkali-kali meminta maaf pada pria itu. Dengan lembut, sosok itu menariknya pelan ke dalam pelukan dan mengusap punggung Jessica agar gadisnya itu tenang.

.

“Its okay, baby… Its okay…”

.

Meskipun berkata demikian, ada kesedihan yang terpancar jelas dari mata pria itu.

.

“Its okay….I’m here”

.

.

.

.

.

TBC

————————————————

HAI ^^

Jeje Kembali.

Ada yang nungguin FF ini?

ACTION ALA-ALA. Hehehe Yang jelas mereka manusia semua.

Hanya dibeda-bedakan bangsanya. Ada yang asli manusia tapi bisa punya ilmu sihir, ada yang asli bangsa penyihir, dan ada manusia yang bisa berubah wujud jadi serigala.

Nah loh, tinggal tebak deh kira-kira cast utamanya dari bangsa mana aja ya? Dan apa yang sedang terjadi disini? Hmmmm…..masih rahasia wkwkwk.

Cukup sekian deh cuap-cuapnya. Hohoho. See you~~

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

30 thoughts on “TWENTY SEVEN (2)

  1. Masih bingung sama alurnya 😁 tapi keseluruhan ceritanya keren👍 .
    Itu yoong kah yg di cium njess?? Kayanye iye deh 😄

    Like

  2. Ya kenapa si TBC muncul, hadeh lagi seru2nya Jeje mah akh, itu siapa yg manggil unnie kece qw baby? Yoong oppa kah? Atau someone yg cuma jadi pelarian doang? Huhu qw udah Seneng aja kalo yoonsic jadi di ff ini tpi lu bikin mereka jadi mantan ya dek? Trus si Krys wah kayaknya dia punya peran penting banget di dunia persihiran ini dan dia ama sica musuh bebuyutan dek haha, apa gara2 si Krys ini hub yoonsic jadi kandas🤔, btw thanks updatenya serius ini qw ngarepnya next update cepet ya haha qw udah jatuh hati sama nih ff soalnya. Fighting!!

    Like

  3. Yahhhh harapan TengSicku kandas sudah..😢

    Tp ceritanya makin bkin penasaran, ditunggu lanjutannya thor, fighting!!!

    Like

  4. Gw yakin yg dicium Jessie itu Yoong. Soalnya di part sebelumnya Yoong manggil dia “baby”. Hehehehe…. Mudah2an instingku bener.
    Knp Yoong pen bgt Krystal gabung di kelas prof Kwon? Knp jg dia hrs nyuruh Jessica yg bujuk Krystal? Apa krn Yoong suka sm Krystal dan Jessica cemburu makanya dia sebel bgt sm Krystal?
    Updatenya jgn lama2 ya Je…..

    Like

  5. Masih blom ngerti juga sama jalan ceritanya, to makin seru, dan ternyata disini yoonsic mantan, berharap nya sih mreka masih menjadi pasangan kekasih,,, itu jessica nyium sapa lg, yoong aoa bukan ya,

    Like

  6. Taeng kyknya manusia bisa jd serigala deh hhaha. Sica mantan yoong, tp yoong kykny perhatian sm sica. Fany kok ngalah dgn soca ya

    Like

  7. Sedih bgt baru kmrn bisa buka email, ternyata ada update an ff. Dan bertambah sedih aku lupa cerita sebelumnya je, harus baca lg dg penuh penghayatan nih, semoga kali ini sikecil bisa diajak kompromi, nyenengin emak nya.

    Like

  8. jeng2 . bru ngerti kalau yoongsic itu mantanan. trus sica masihh suka sma yoong. yoongx skrng sdh suka sama krystal, makax sica sma krystal gak saling suka dan hrus saling ngalahin bgitu kah? hahaha dan yg sica cium terakhir itu si prof kwon. hahahha. imajinasi sesaat🤣🤣

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s