TWENTY SEVEN (1)

Tittle                : TWENTY SEVEN

Cast                 : Kim Taeyeon

Choi Sooyoung

Krystal Jung

Seo Juhyun

Jessica Jung

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

The Others

Genre              : Gender Bender, Fantasy, Action, Mature, Friendship

Credit Pic by I2NART

Series

Copyright © royalfams418.2018. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 1

.

.

Malam ini tampak lebih gelap dari malam-malam sebelumnya. Hanya suara riuh dari dedaunan kering dan hembusan angin malam yang terdengar sayup-sayup diantara pohon-pohon yang lebat.

.

Dari pantulan sinar rembulan, tampak sebuah bayangan yang ada diantara pepohonan. Bayangan itu terlihat diam tanpa ada tanda-tanda pergerakan. Hingga suara daun kering yang terinjak, membuat suasana tenang mulai lenyap. Suara itu semakin lama semakin terdengar keras dan kini terlihat jelas bahwa ada dua bayangan disana.

.

“Kau sudah menerima suratnya?”

.

“Eoh”

.

“Lakukan apa yang harus kau lakukan”

.

“Hanya itu?”

.

“Hmmm… Apa sekarang kau meminta lebih?”

.

Sosok yang ditanya itu berdecak. “Kau menyebalkan seperti biasanya. Aku pergi”, sosok itu melangkahkan kakinya tanpa perlu menunggu reaksi lawan bicaranya.

.

Kini hanya ada satu bayangan disana. Setelah lawan bicaranya pergi, ia masih berada diantara pepohonan itu dan menyandarkan tubuhnya di salah satu pohon terdekat.

.

“Ck.. Beraninya dia bersikap sombong seperti itu padaku”, gumamnya mengingat pembicaraan beberapa saat lalu. “Sekali pelayan tetaplah pelayan”.

.

.

.

.

.

———————-

.

“Tunggu Krys, dengarkan aku dulu”

.

Di salah satu koridor sebuah asrama, berlari seorang namja berambut pirang mengejar sosok gadis yang terlihat kesal.

.

“Wae?? Alasan apa lagi yang akan kau bikin Josh? Aku sudah muak mendengarnya”

.

“Aku sedang tidak membuat alasan. Tapi itulah kenyataannya. Kau tidak melihat dan hanya mendengar disaat timingnya tidak tepat”

.
“Tidak tepat katamu? Apa perlu kuperjelas dengan apa yang kudengar, huh? Bahkan gadis itu mendesah”

.

“Oh god!! Baby aku sungguh-sungguh tidak melakukan apapun. Apa perlu sekarang aku membuka pakaian bawahku untuk membuktikannya?”, tantang sang namja karena sudah kehabisan akal.

.

“You stupid”, maki Krystal dengan geram tanpa peduli lagi.

.

“Oh oh…. sepertinya ada kejadian menarik disini”

.

Satu suara menginterupsi perdebatan keduanya. Sosok namja bermata rusa itu terlihat antusias sembari merangkul seorang gadis yang terlihat pendiam disampingnya.

.

“Shut up, Im Yoong. Pergi atau aku akan membunuhmu!”

.

“Wow Krys. Kau barusan sedang mengancamku”, Namja bernama Yoong itu menunjukkan wajah terkejutnya meskipun itu hanya candaan.

.

“Apa kau tidak lihat kami sedang ada urusan?”, Josh menimbrung dan menatap tajam ke arah Yoong yang mengganggu pembicaraan mereka.

.

“Well, aku tidak melihat apapun kecuali seorang gadis sedang ingin membuang sampah di sepanjang koridor ini”

.

“K—kau!!”, Josh terpancing omongan kasar Yoong dan langsung melayangkan tangannya yang sudah mulai bercahaya kemerahan ke arah Yoong. Namun sebuah cahaya putih menghentikan gerakan tangannya.

.

“Kembali ke tempat kalian dan jangan membuat keributan”, suara itu milik sang profesor yang sudah berdiri di ujung koridor.

.

“Shit!”, Josh dengan kesal pergi begitu saja tanpa kata-kata lagi dan detik selanjutnya Yoong hanya tertawa puas.

.

Yoong melambaikan tangannya santai ke arah profesor yang menegur mereka dan mulai melangkah pergi bersama gadis yang masih dirangkulnya. Saat melewati Krystal, Yoong kembali bersuara.

.

“Singkirkan sampah seperti itu secepatnya, sebelum aku yang menyingkirkannya”

.

Krystal tak membalas ucapan itu. Ia masih diam sembari mengepalkan tangannya karena emosi yang sedang ia tahan.

.

.

.

.

“Kau terlalu kasar padanya”

.

Gadis yang bersama Yoong akhirnya buka suara saat mereka sudah tiba di satu ruanganya yang menjadi tujuan mereka.

.

“Huh? Krystal? Aku tidak suka dia melakukan hal yang sia-sia termasuk berkencan dengan jenis makhluk seperti itu yang levelnya tidak sebanding dengannya”

.

Jawaban Yoong membuat gadis itu menggeleng heran. “Kau sedang cemburu?”

.

“Oh come on. Jangan mulai mengatakan hal yang tidak-tidak”

.

“Arraseo. Aku hanya bercanda”

.

Yoong akhirnya menyengir senang. “Kau tahu jika hanya kau yang spesial untukku?”, ujarnya dengan nada childish.

.

“Aku tahu dan sekarang hentikan niatmu untuk mengatakan gombalan selanjutnya karena aku harus menyelesaikan tugasku sebelum pagi datang”, jelas gadis itu yang kini terlihat sibuk mengambil beberapa botol yang berisi cairan berwarna-warni.

.

“Kau memang ahli dalam memahamiku”, kekeh Yoong dan selanjutnya ia hanya duduk di salah satu bangku lalu membiarkan gadis itu melakukan pekerjaannya.

.

.

.

.

.

————————————–

.

Teriakan keras terdengar di lapangan kosong yang sangat sepi dan hanya beberapa lampu yang tersisa menyala. Sedangkan di beberapa sudut lapangan, terlihat pecahan-pecahan lampu yang berserakan.

.

Tak lama, muncul dua sosok yang sedang berjalan ke arah lapangan dan menyaksikan kejadian tersebut.

.

“Kau bisa membunuhnya, Krys. Hentikan itu”, ujar salah satu dari keduanya.

.

Krystal masih terlihat penuh emosi dengan nafasnya yang mulai tersengal akibat terlalu keras mengeluarkan kekuatannya. Merasa bahwa Krystal tidak akan mendengarkan nasehat itu, satu lainnya bergerak mendekat sembari mengayunkan cahaya putih untuk meredam cahaya merah yang sedang mengelilingi Krystal.

.

“Aku yakin kau marah bukan karena Josh. Jadi, hentikanlah”, pintanya saat sudah berdiri dekat dengan gadis itu.

.

Di sisi lain, seseorang sedang tergeletak dengan darah yang mengalir dari sisi kanan dan kiri wajahnya. Pecahan-pecahan kaca itu membuat sosok itu mengalami luka.

.

“Hyuni, sebaiknya kau membawanya ke ruang kesehatan”, gadis yang berdiri jauh dari Krystal dan sosok yang meminta bantuannya itu pun mengangguk pelan. Tanpa banyak bicara, ia mendekat ke arah tubuh yang tergeletak beberapa meter darinya dan membantu sosok itu.

.

“Apa kau gagal kali ini, Krys?”, tanya sosok yang berada disebelahnya. “Jangan terlalu dipikirkan. Kau bisa melakukan tugas lainnya dengan sempurna”.

.

Krystal terkekeh. “Apa kau pikir aku tidak terlalu hebat untuk menyelesaikannya? Sesempurna apapun yang kukerjakan, kenyataannya aku tetap berada di peringkat kedua”

.

“Soal itu, aku tidak ingin banyak berkomentar”

.

Krystal berbalik badan dan menuju salah satu sudut bangku yang ada di area lapangan. Namja yang sedang bersama kini, juga mengikutinya. “Kementerian sedang melakukan uji coba. Seharusnya aku bisa ikut terlibat jika saja dia tidak ikut terlibat. Kemampuannya sungguh menyebalkan”

.

“Kadang realitas memang menyakitkan”

.

“Tapi aku akan tetap berusaha mengalahkannya”

.

“Kau tidak tertarik mengikuti kelas dari profesor Kwon?”

.

“No way. Aku tidak akan mengambil kelas yang sama dengannya”

.

Namja itu tertawa pada akhirnya. “Gengsimu masih terlalu tinggi”, ucapnya tanpa dipedulikan oleh Krystal. “Kudengar, akan ada murid baru yang datang besok. Mungkin kau bisa mempertimbangkannya untuk masuk ke dalam kelompokmu Krys”

.

“Apa dia memiliki kekuatan yang sepadan?”

.

“Entahlah, aku juga tidak yakin. Tapi jika di pertengahan semester saja dia bisa masuk kesini, kurasa ada sesuatu lebih yang membuatnya diterima”

.

“Kalau begitu, kau saja yang pergi Oppa. Lalu katakan padaku seperti apa kekuatan murid baru itu”, pintanya dengan tatapan teduh. Matanya kini terlihat sangat tenang dibandingkan beberapa saat yang lalu.

.

“Aigoo~~ Kau benar-benar menggunakan keahlianmu untuk membuatku mengatakan iya”

.

Namja itu mengusap rambut Krystal dengan lembut.

.

.

.

.

Di sudut lain, di suatu tempat….

.

Tiga tubuh tergeletak dan tak bernyawa dengan seekor serigala hitam terlihat disana. Bukan hanya itu saja, diantara taring-taringnya yang tajam terdapat sisa-sisa darah yang baru saja dinikmatinya.

.

.

.

.

.

***

.

.

Suasana pagi ini terlihat riuh. Beberapa siswa terlihat mengobrol santai di koridor, dan beberapa lainnya terlihat bersenda gurau. Satu dari sekian kelompok, terdapat satu kelompok yang sangat tenang. Pembicaraan mereka tidak terlalu keras seperti yang lainnya, sehingga tidak ada yang mendengarnya jelas.

.

 

“Ayolah Jessie~~ Kau harus mengabulkannya, pwease”

.

“Hentikan rengekanmu Tiffy. Aku tidak tertarik”

.

“WAEE??? Profesor Kwon bisa menghukumku jika dia tahu aku tidak mengerjakan tugasnya hari ini. Kau tidak mau menolongku?”

.

“Aku sekarang mengerti, kenapa tidak ada satu pun namja yang betah berlama-lama denganmu Fany-ah”

.

“YAH!!”, satu celetukan dari seseorang lainnya yang ada disitu membuatnya berteriak jengkel. “Dasar rambut jagung. Sebaiknya kau pergi menemui Krystal daripada berada disini”

.

Seketika Tiffany tersadar bahwa ucapannya salah. Ia sudah tahu apa yang terjadi pada temannya itu dan kekasihnya. “Sowry Josh”, ucapnya dengan aegyo yang membuat Jessica menahan tawa dan satu sosok lainnya hanya terkekeh.

.

“Aih, aegyomu buruk sekali”, Josh berdecak kesal. “Aku mau pergi ke kantin. Apa kalian ikut?”

.
Tidak ada satupun dari mereka yang mengangguk. Hal itu membuat Josh melangkah pergi seorang diri.

.

“Ayolah Jessie~~ bantu aku”, Tiffany kembali merengek.

.

“Jess, kabulkan saja permintaannya. Kupingku rasanya akan meledak mendengar rengekannya”

.

Kali ini Tiffany tidak bereaksi terhadap ucapan itu dan tetap berusaha membujuk Jessica agar memenuhi permintaannya.

.

“Dengan satu syarat”, ucap Jessica pada akhirnya.

.

“What?”

.

“Berikan aku satu botol darah lion king yang kau miliki dan aku akan membantumu berbicara dengan profesor Kwon. Deal?”

.

“MWOOO? Ya~~ kau keterlaluan. Apa tidak bisa meminta yang lain? Aku memiliki banyak persedian darah dari berbagai jenis binatang buas. Tapi jangan yang itu Jessie”

.

“Aniyo~~ Ya atau tidak sama sekali, babe”

.

Jessica melongos pergi begitu saja menuju kelasnya. Membuat Tiffany speechless lalu menoleh ke arah yeoja yang sedari tadi bersama mereka. “Apa dia memperlakukan pacarnya seperti itu juga?”

.

Yeoja itu mengendikkan bahunya cuek. “Jangan tanya padaku. Dan aku yakin kau pasti akan mengabulkan syaratnya”, ujarnya dengan cekikikan karena puas melihat reaksi sahabatnya itu.

.

“YA LEE SUNKYU!!”, Tiffany menghentakkan kakinya begitu melihat sahabatnya berlari menyusul Jessica yang sudah hampir tiba di kelas. “Aish, dia memanfaatkan perasaanku. Tapi aku tidak bisa menolaknya. Hiks”, gumam gadis itu seorang diri sembari akhirnya menyusul keduanya ke dalam kelas.

.

.

.

.

Lonceng penanda kelas pertama dimulai menggema di seluruh gedung. Murid-murid sudah berada di dalam kelasnya masing-masing dan beberapa profesor sudah ada di dalamnya untuk mulai mengajar. Tapi ada satu kelas yang cukup berisik karena baru saja satu sosok memasuki kelas mereka dan memperkenalkan dirinya secara singkat.

.

“Taeyeon, kau bisa menempati bangku yang ada di sudut sana”, ujar sang profesor mempersilahkan sang murid baru untuk duduk.

.

Kim Taeyeon. Namja berwajah imut yang baru saja membuat seisi kelas heboh, menganggukkan kepala dan mengucapkan terima kasih kepada profesor di kelasnya sebelum duduk menuju bangku miliknya.

.

Baru saja akan duduk, Taeyeon justru dibuat terkejut oleh teman sebangkunya. Bagaimana tidak? Teman sebangkunya sedang meletakkan kepala di atas meja dan terisak pelan. Yang membuatnya sangat terkejut karena tatanan make up gadis yang menjadi teman sebangkunya ini terlihat berantakan.

.

“Duduk saja, jangan pedulikan aku. Aku baru saja merelakan sebotol darah lion king untuk gadis kejam yang memerasku”, ujarnya dengan nada sesedih mungkin.

.

Taeyeon yang bingung harus bereaksi apa, memilih tersenyum kikuk lalu mengambil tempat duduknya.

.

“Taeyeon. Kim Taeyeon”, ucapnya menyapa teman barunya itu meskipun Taeyeon tidak yakin apakah hal itu tepat mengingat kondisi teman barunya.

.

“Ya, aku tahu. Aku mendengar perkenalanmu”, balasnya tak bersemangat. “Tiffany. Hwang Miyoung. Kau bisa memanggilku Tiffany, Fany, Miyoung or whatever. Asal jangan Tiffy. Karena hanya satu orang yang boleh memanggilku seperti itu”

.

“Hmmm o—okay… Phany-ssi”

.

“YAH!! Fany. TIFFANY.”

.

Ya. Tiffany. Satu dari sekian murid yang paling sensitif jika soal namanya. Jadi jangan tanya kenapa reaksinya berlebihan ketika Taeyeon salah mengucapkan kata-kata dari namanya.

.

“Tiffany, apa ada yang salah?”

.

“Nggh…ani prof. Nothing”, balasnya cepat begitu menyadari suaranya membuat seisi kelas menoleh termasuk profesor Kwon yang sedang serius mengajar.

.

“Kau dimaafkan karena tidak membuat tugasmu bukan berarti kau boleh membuat keributan. Apa kau paham, Tiffany Hwang?”

.

“Ne, prof. Mian”, dengan senyum terbaiknya ia membuat profesor Kwon tidak mengomelinya lebih panjang lagi.

.

Sebelum tatapannya kembali ke arah Taeyeon, ia tak sengaja bertemu pandang dengan Jessica yang menoleh ke arahnya dari bangku paling depan. Tatapan Jessica yang tidak bisa diartikannya.

.

“Maaf, aku tidak bermaksud mengejanya dengan salah”, ucap Taeyeon sesal.

.

“Its okay. Reaksiku berlebihan”, balas Tiffany dan kini fokusnya benar-benar mendengarkan penjelasan profesor Kwon dan seolah tidak mempedulikan Taeyeon yang masih hendak ingin bicara padanya.

.

“Kepribadiannya benar-benar aneh”, batin Taeyeon begitu melihat sikap Tiffany yang tiba-tiba berubah.

.

.

.

.

.

————————————

.

Selesai mengikuti kelas, Taeyeon memilih untuk mengelilingi area gedung dan mempelajari lingkungan barunya. Beberapa ruang kelas ia kunjungi dan beberapa laboratorium sempat menarik perhatiannya.

.

Saat hendak memasuki salah satu lab, Taeyeon tidak sengaja bertemu dengan professor Kwon. Dengan sedikit ragu, ia tetap melangkah masuk dan menyapa pria berkacamata itu.

.

“Oh, Taeyeon. Kau kemari?”, tanyanya dengan nada bersahabat.

.

“Aku sedang mencoba berkeliling dan akhirnya sampai disini”

.

Professor Kwon mengangguk mengerti. Ia dengan santai mengajak Taeyeon mendekat ke arahnya dan menunjukkan sebuah eksperimen. Tiba-tiba wajah Taeyeon berubah pucat menyaksikan eksperimen nyata yang berada di dalam sebuah kota kaca.

.

“Kau tahu apa ini?”

.

Taeyeon mengangguk pelan dan terbata menjawabnya. “K—kutukan…Prof”, jawab Taeyeon.

.

“Ya, kau benar. Sebuah kekuatan yang sangat mengerikan yang hanya digunakan untuk siapa saja yang berbuat kejahatan”

.

Meskipun takut, Taeyeon memperhatikan eksperimen itu dengan seksama sembari mendengar penjelasan dari sang professor.

.

“Beberapa murid sedang mempelajari ini karena Kementerian mulai cemas dengan munculnya kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh bangsa penyihir atau pun bangsa dari makhluk lainnya” jelas sang profesor dan memperhatikan reaksi Taeyeon. “Apa kau sudah pernah mempelajari hal ini sebelumnya?”

.

“Aku hanya mengetahuinya sedikit saja Prof”

.

“Hmm kalau begitu, karena kau berada dalam kelasku kau bisa mempelajarinya”

.

Terang saja, ucapan professor Kwon disambut baik oleh Taeyeon. Keduanya pun mulai masuk ke dalam pembicaraan serius hingga seseorang masuk ke dalam lab dengan tergesa.

.

“Yul… beberapa siswa mu membuat keributan”

.

“Oh, Yonju-ya”, kagetnya. “Bertengkar? Siapa?”

.

“Sebaiknya kau lihat sendiri. Professor Nam juga sedang menuju kesana”, jelas wanita bernama Yonju tersebut.

.

“Kajja”

.

Professor Kwon pun bergegas pergi diikuti Yonju dan Taeyeon.

.

.

.

.

“S—sica…hen-hentikan..”, seorang pria meringis kesakitan dengan nada memohon.

.

“Wae? Kau tidak bisa melawanku? Ck…dasar makhluk lemah”

.

Jessica tidak mempedulikan ringisan lawannya. Dengan arogan ia meletakkan kakinya diatas punggung namja yang sekarang terbaring kesakitan. Tatapan gadis itu sangat datar dan dingin. Bahkan beberapa siswa yang berada di koridor tidak berani melerai keributan itu.

.

“Seharusnya makhluk lemah sepertimu tidak pantas berada disini. Kau bahkan tidak bisa mengalahkan salah satu anggota kelompokku”

.

Tiba-tiba seseorang datang dan berteriak dengan geram.

.

“Jessica, lepaskan muridku atau kau akan kuadukan ke Dewan Keamanan karena membuat keributan”

.

Disaat bersamaan, Yuri sudah berada di sana dan melihat situasinya. Kedatangan Yuri membuat sosok yang baru saja meneriaki Jessica menoleh ke arahnya.

.

“Oh, kau sudah datang Yul. Katakan pada muridmu ini untuk tidak membuat keributan dan melukai seseorang”, ucapnya dengan marah dihadapan Yuri.

.

“Wae? Dia yang memulainya dan aku hanya meladeninya”, jawab Jessica santai sembari menatap cuek ke arah Yuri yang notabene professor nya.

.

“Jessie benar. Dia yang datang duluan pada kami, Prof”, Tiffany ikut membuka suaranya.

.

Yuri mendesah pelan melihat kejadian itu. Bukan sekali dua kali ia harus menghadapi kejadian seperti ini, terutama kelompok Jessica. Tanpa ingin memperkeruh keadaan, Yuri menatap ke arah rekannya itu dengan tatapan maaf.

.

“Namji-ya.. Aku minta maaf. Akan kupastikan murid-muridku mendapatkan skor peringatan yang layak”

.

“WHAT??”

.

Jessica tidak terima dengan sikap Yuri. Sebelum Tiffany, Sunny, dan Josh yang juga berada disana bisa menghentikan Jessica, gadis itu membuat namja yang tergeletak dilantai berteriak semakin kesakitan sebelum ia melangkah pergi tanpa peduli dengan panggilan Yuri.

.

“Tidak ada yang bisa menghentikan – roses ­–”, bisik salah satu siswa yang menyaksikan kejadian itu pada temannya. “Jessica benar-benar mawar berduri yang mengerikan”

.

“Sssshhh. Jangan berkata seperti itu. Jika salah satu dari anggota mereka mendengarnya, kau tidak akan bisa tenang berada disini”, ujar temannya memperingati.

.

Tak jauh dari mereka, Taeyeon yang sedari tadi menyaksikan kejadian itu hanya diam dan mendengarkan dengan seksama ucapan yang barusan ia dengar.

.

“Sepertinya – roses – menyebabkan keributan lagi”

.

Taeyeon tersentak karena seseorang berada disampingnya. Namja bertubuh jangkung itu terlihat santai sembari menikmati makanan yang ada ditangannya. Tentu saja Taeyeon bingung dan belum mengerti dengan ucapan barusan.

.

“Mereka kelompok – roses –, satu dari sekian kelompok hebat yang ada disini. Tapi jangan membuat masalah dengan mereka karena hal itu termasuk pengecualian”, jelas namja itu seolah mengerti kebingungan Taeyeon.

.

“Kau lihat, gadis berambut pendek itu namanya Lee Sunkyu atau Sunny. Dia terlihat yang paling biasa, tapi kekuatan yang dimiliki sangat menyeramkan. Dan gadis bereyes smile itu, yang paling ceria dan mau bersahabat dengan kelompok lain. Tapi tidak ada seorang pun bisa memahaminya kecuali Jessica, gadis yang tadi pergi merupakan leader dari – roses – dan gadis yang paling angkuh dan kejam”

.

Taeyeon yang mendengar penjelasan itu akhirnya mulai sedikit mengerti. Tapi kebingungan diwajahnya masih belum hilang dan sosok itu menyadarinya. “Ah, soal namja berambut pirang itu? Dia memang kelompok Jessica, tapi bukan kelompok inti dan – roses – memiliki banyak anggota”, namja itu mengakhiri penjelasannya dengan bangga.

.

“Aku Choi Sooyoung. Siapa namamu?”, lanjutnya lagi begitu menyadari bahwa mereka belum saling mengenal.

.

“Kim Taeyeon”

.

“Ah, siswa baru itu?”

.

Taeyeon mengangguk. Tiba-tiba saja, Sooyoung tersenyum ke arahnya sambil menepuk pelan pundak Taeyeon dengan santai.

.

“Senang bertemu denganmu, Taeyeon. Ngomong-ngomong aku dari kelompok – arkasia –. Apa kau sudah memiliki kelompok?”

.

“Aku belum menentukannya. Professor Kwon memberiku waktu untuk memilih”

.
Sooyoung tampak mengangguk mengerti dan tak lama, ia tersenyum ramah. “Aku akan menemui kelompokku. Apa kau mau ikut?”

.

“Apa tidak mengganggu?”

.

“Ani. Kau tenang saja. How?”

.

Taeyeon akhirnya setuju dan mengikuti Sooyoung menemui kelompoknya.

.

.

.

.

.

***

.

.

“3 orang ditemukan tewas mengenaskan semalam. Apa kau sudah melihat laporannya?”

.

“Eoh. Pagi ini Sooyoung Oppa memberitahuku. Dari bangsa mana mereka?”

.

“Semuanya penyihir dari level C”

.

Gadis bernama Krystal itu menghela nafasnya kasar. “Beberapa kelompok sepertinya mulai saling menyerang”, jelasnya pada lawan bicaranya.

.

“Semakin banyak kekuatan baru yang bisa dipelajari, semakin banyak juga pertarungan tak terduga seperti ini. Bahkan Kementerian sudah membuat beberapa hukum baru pun tidak ada gunanya”

.

“Tapi Krys, kurasa ada bangsa yang ingin memetakan kekuasannya dengan cara menciptakan situasi seperti sekarang ini”

.

Disaat bersamaan, Sooyoung datang bersama sang anak baru. Krystal mengernyitkan dahi tanda tidak mengenal sosok yang bersama Sooyoung dan pandangannya mulai mengintimidasi sosok itu.

.

“YA~~ jangan menakutinya. Dia anak baru”, jelas Sooyoung begitu melihat reaksi Krystal.

.

Satu namja yang sedari tadi bersama Krys ikut terkekeh. Dengan santainya ia menyapa Taeyeon dan memperkenalkan dirinya. “Aku Hyoyeon. Kau bisa memanggilku Hyo”

.

“Taeyeon. Kim Taeyeon”

.

“Ah, Kim Taeyeon”, Hyoyeon menganggukkan kepala lalu mendekatkan diri ke arah Taeyeon dan berbisik. “Namanya Krystal. Dia memang gadis yang mengerikan. Tapi kupastikan hatinya tidak semengerikan itu” lanjutnya lagi masih terkekeh.

.

Krystal memutar bola matanya sebal. Ia pun tidak terlalu mempedulikan keduanya dan berfokus ke arah Sooyoung yang sedari tadi ditunggunya.

.

“Sudah dipastikan itu bangsa Serigala. Tapi polisi menyembunyikan fakta agar tidak memicu perkelahian yang lebih besar lagi”, jelas Sooyoung.

.

“Ini konyol, Oppa. Seharusnya mereka melakukan sesuatu”

.

“Tenanglah Krys. Mereka juga memikirkan cara terbaik untuk menghindari masalah besar. Akan lebih gawat jika bangsa penyihir mengetahui hal ini”

.

“Aku setuju dengan Sooyoung, Krys. Walaupun sekarang kita tahu siapa pelakunya, tidak akan menyelesaikan masalah jika investigasi dilakukan secara terbuka. Hal yang harus kita redam sekarang adalah jangan sampai ada yang memicu penyerangan lagi”, Hyoyeon ikut menengahi pembicaraan itu.

.

Krystal akhirnya setuju dengan dua namja itu dan melanjutkan kegiatannya. Sedangkan Sooyoung dan Hyoyeon mencoba mengakrabkan diri dengan Taeyeon. Meskipun masih kurang nyaman, tapi Taeyeon mencoba mengenal teman-teman barunya itu dengan baik.

.

Ketiga namja itu larut dalam obrolan mereka. Hyoyeon yang paling aktif dan banyak menceritakan hal-hal konyol dan aneh. Sedangkan Sooyoung dan Taeyeon lebih banyak tertawa dan hanya menjadi pendengar yang baik.

.

“Ck, dasar pria-pria aneh”, gumam Krystal sembari sesekali melirik ke arah ketiganya.

.

Dengan raut wajahnya yang serius, Krystal terus membolak balikkan lembaran kertas yang ia terima hasil dari laporan timnya. Sekali berurusan dengan pekerjaan, gadis itu akan larut dalam dunianya sendiri.

.

Tanpa semuanya menyadari, sepasang mata memperhatikan mereka dari luar jendela namun tepatnya ke arah Krystal. Pandangannya yang tadi biasa saja, berubah mendung dan terlihat khawatir.

.

Hanya helaan nafas pelan yang keluar dari sosok itu melihat Krystal.

.

.

.

.

.

————————————-

.

“Khaa~~ udara disini menyejukkan”

.

Taeyeon merebahkan tubuhnya di salah satu taman yang jauh dari gedung asrama maupun sekolah. Taman itu memang sangat asri karena jarang didatangi.

 

.

“Arkasia…roses…. kelompok hebat lainnya seperti apa ya?”, gumamnya pada diri sendiri.

.

Sembari mengistirahatkan tubuhnya, pikiran Taeyeon melayang ke satu peristiwa yang kembali dipikirkannya.

.

.

“Kau yakin memilih sekolah disana, Taeng? Mereka sedikit berbeda dari kita”

.

“Aku tahu, dan itulah yang membuat rasa penasaranku muncul. Aku ingin tahu seperti apa orang-orang disana mempelajari suatu kekuatan”, balas Taeyeon tenang.

.

Sosok yang bersamanya itu pun mengangguk mengerti dan ia tidak ingin menghentikan keinginan Taeyeon. Sosok itu sangat tahu apa yang Taeyeon inginkan.

.

“Jika kau membutuhkan bantuanku, aku akan siap. Meskipun kita akan berbeda perguruan, kita tetap berteman, Taeng”

.

“Gomawo”

.

Taeyeon tersenyum pada temannya itu. Disaat yang bersamaan, keduanya sedang menonton sebuah berita yang baru saja ditayangkan.

.

…Kementerian hukum kembali dikejutkan dengan penyerangan yang terjadi diantara dua bangsa berbeda. Kejadian ini semakin lama semakin sering terjadi di pinggiran kota Seoul. Sampai detik ini, pihak kementerian belum mengetahui motif dibalik penyerangan…

.

Taeyeon mengepalkan tangannya menyaksikan berita itu. Tatapan amarah terlihat jelas dari matanya.

.

“Berhati-hatilah Taeng. Kuharap kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan di perguruan tersebut”

.

“Eoh. Pasti”

.

.

.

.

.

“Seandainya Joonki ada disini, aku ingin meminta pendapatnya”

.

Taeyeon menghela nafasnya kasar. Namun tiba-tiba suara keras mengejutkannya. Ia segera terduduk dan menatap ke sekeliling taman. Dari kejauhan ia melihat dua sosok ada di pinggiran hutan yang tak jauh dari taman.

.

Tapi yang membuat Taeyeon terkejut adalah kedua sosok itu sedang terlibat perkelahian.

.

.

.

.

“J—Jess—iee…hen…tikan…”

.

Ucapan gadis itu semakin terbata disaat satu tangan lainnya mencekik lehernya dengan kuat.

.

“Kau tahu apa yang paling kubenci, Tiff?”

.

“A…aaku…ta..tahu… ku..mohon… henti…kan Jess”

.

“Aku benci melihatmu lemah seperti ini. Apa kau ingin mengecewakanku?”

.

Tiffany kali ini menggeleng karena ia sudah sangat kesakitan. Tak lama, satu teriakan membuat keduanya menoleh. Tiffany terkejut dengan kedatangan sosok itu. Ia tidak menyangka bahwa ada orang lain yang berada di sekitar sini.

.

“YAAH!! Kau bisa melukainya”, teriak sosok itu yang tak lain adalah Taeyeon.

.

Tiffany tampak memberikan isyarat pada namja itu untuk tidak ikut campur. Tapi tenaganya semakin lemah karena perbuatan Jessica. Terlambat sudah. Taeyeon baru saja terpental karena satu hentakan dari Jessica yang membuat namja itu merintih.

.

Shit…Kekuataan apa yang dimilikinya?”, batin Taeyeon sembari menahan rasa sakit ditubuhnya.

.

“Bukankah dia anggotamu? Dia bisa terluka”, ujar Taeyeon mencoba berbicara lagi.

.

Bukannya jawaban, Taeyeon kembali mendapatkan serangan dari Jessica yang masih tetap tenang ditempatnya tanpa melepaskan Tiffany.

.

Aarrrrgggghhhh…

.

Taeyeon tak bisa menahan sakit dari serangan kali ini. Tubuhnya serasa hampir remuk.

.

Dari kejauhan, tanpa mereka sadari sebuah cahaya dengan cepat menuju ke arah Jessica dan Tiffany. Serangan itu berhasil membuat Jessica melepaskan Tiffany dari cengkramannya. Sosok itu berlari mendekat ke arah ketiganya. Ia membantu Taeyeon terlebih dahulu baru melihat ke arah Jessica.

.

“Hentikan, Sica-ya… Kau bisa melukai orang lain”

.

“Apa peduli anda, prof?”

.

“Kita bicarakan ini dengan baik-baik”

.

Tatapan Jessica tak berubah. Ia masih marah dengan Yuri karena sikap professornya itu dihadapan siswa lain beberapa saat lalu. Dan Tiffany yang harus menerima kemarahannya karena gadis itulah satu-satunya yang cukup mampu mengimbangi kekuatan Jessica.

.

Yuri tampak mengacak rambutnya frustasi dengan sikap Jessica. Tapi, biar bagaimanapun Yuri dikenal sebagai professor yang sabar dan bijaksana. Ia juga salah satu professor terbaik yang dimiliki di perguruan ini.

.

“Baiklah. Kalau begitu bertarunglah denganku dan kau bisa menggunakan seluruh kekuatanmu”

.

Yuri memberinya penawaran. Salah satu cara untuk menghentikan kemarahan gadis itu.

.

Di sisi lain, Taeyeon tampak tak percaya. Namun belum sempat ia mengeluarkan pertanyaanya, satu tangan menarik dirinya menjauh dari taman dan meninggalkan Jessica bersama Yuri.

.

“Lupakan kejadian barusan dan jangan katakan apapun pada orang lain”, suara Tiffany terdengar tegas meskipun raut wajahnya masih tampak kesakitan.

.

Setiba di asrama, Tiffany baru menyadari sedari tadi ia memegang lengan Taeyeon. Gadis itu tampak canggung, dan setelah memilih pergi. Namun Taeyeon dengan segera menahannya.

.

“Kau belum menjelaskan padaku dan kenapa kita harus pergi? Apa yang akan terjadi jika Jessica bertarung dengan professor Kwon? Bukankah itu suatu pelanggaran?”

.

Tiffany terlihat tidak senang dengan pertanyaan yang diajukan Taeyeon.

.

“Dengar, Kim Taeyeon. Tutup mulutmu dan jangan bertanya apapun lagi. Kau tidak perlu tahu!!”

.

Dengan begitu Tiffany berbalik melangkah pergi tanpa mempedulikan Taeyeon.

.

“Arrgghh!! Ini benar-benar gila”, kesalnya dengan makian tanpa siapapun mendengarnya.

.

.

.

.

.

***

.

.

“Bacalah ini”, sosok bertubuh jangkung memberikan sebuah map dihadapan sosok lain yang sedang duduk santai di ruangannya.

.

“Sebagai Dewan Keamanan, kau harus melakukan sesuatu Yoong”, ujar sosok itu lagi.

.

Namja bernama Yoong itu mengambil map tersebut dan membacanya dengan seksama sebelum tatapannya mengarah ke sosok yang bersamanya.

.

“Apa kali ini parah?”

.

“Krys melukai salah satu murid semalam dan kondisinya kritis. Jessica menimbulkan tiga masalah dalam satu hari ini termasuk anggota lainnya. Arkasia dan roses benar-benar bermasalah”

.

Yoong mengangguk mengerti. Ia menatap sejenak lembaran dalam map itu dan merobeknya. “Minho-ya… Tutup matamu dan anggap saja hal ini tidak terjadi”

.

“YOONG!!!”, Minho terkejut dengan keputusan rekannya itu. “Keadaan di luar sedang kacau dan disini mereka berulah. Apa kata perguruan yang lain jika mereka tahu dua kelompok terbaik di CLief membuat masalah?”

.

“Kondisi di CLief masih baik-baik saja. Kau jangan berlebihan. Lagipula mereka tidak sampai membunuh seseorang, bukan?”

.

Minho masih tidak terima dengan keputusan itu.

.

Yoong berdiri dari kursinya dan menepuk pundak Minho pelan. “Ada saatnya kita diam untuk tidak menimbulkan masalah lain. Jika Dewan Keamanan bertindak gegabah hanya karena masalah seperti itu, justru CLief tidak akan tinggal diam”

.

Minho menghela nafasnya kasar. “Baiklah, aku mengerti”

.

Namja itu kemudian keluar meninggalkan Yoong seorang diri di ruangannya. Yoong tampak masih tenang dan memilih duduk dipinggiran meja. Tak lama, seseorang kembali masuk dan mendekat ke arahnya.

.

“Temukan Sica dan bawa dia kemari”

.

.

.

.

.

.

TBC

————————————————–

Haiiiiiii

JeJe is back… xoxoxoxo

FF baru? Yups.

Nggak usah bingung, dibawa enjoy aja bacanya. Lama-lama entar ngerti kok. Hehehehe

Nungguin Between Us? Sabar ya.

Semoga update-an gue berkenan ^^

See you~~

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

49 thoughts on “TWENTY SEVEN (1)

  1. masih bingung dengan ceritanya heheh , waw yul jd profesor 😍 sepertinya yoong ada rasa ya sama krys ? Tae kira2 masuk klompok mana ya? Smoga masuk klompok pany hehehe
    Pairing utamanya siapa nih thor? Bikin penasaran .. Jangan lama2 ya up.nya .. Hehehe

    Like

  2. Yeeeyyy…epep baruuuu….🎉🎉🎊
    Tp…epep Beetwen Us yg d tunggu2…😳😳😳
    But,it’s ok…sprtinya kali nie beda dr epep yg lain wlw…brasa nonton harry potter feat. Twilight…hohoho😋😝😜
    Cemunguuut n sht cllu bwt qm d cna ea plend…😄😄😄

    Like

  3. Baca FF ini berasa ky nonton Harry Potter rasa Twilight. 😆
    Masi bingung sm pairingnya. Tapi Kali ini ga mau ketipu lg sm gambar yg di poster.
    Sekilas si analisis gw, Jessica suka sm Prof Yul, Yoona suka sm Krys cm doi jaim…semoga tebakannya bener.

    Like

  4. yuhu.. crita baru nihh . genre supernatural nih kykx . ketemu lgi yg sperti fanfic eternity. masihh tahap perkenalan sihh . tpi spertix sangat2 butuh eps 2 nya dehh . mantap author . mkshh sdh slalu nulis fanfic2 yg bgus. semangat author !!

    Like

  5. Eaaakk, nih ff fantasy kedua setelah eternity ya je. Hrs hati2 n penuh konsentrasi mah kalo baca ff yg genre nya kyk gini. Krn msh part 1 jadinya masih blm ngerti n nebak2 nih. Aku ganti id ya je, udh emak2 soalnya. Hehhehe

    Like

  6. Yeayyyyy ff baru, baca ini jadi inget Eternity uhhh sukaaaaaa, tapi maaf baru bisa baca setengah lagi ditempat kerja belum bisa baca sambai abis hufftttt lu udah update 2 hari lalu eh qw malah baru liat notifnya hari ini hing. Btw thanks buat ff barunya dek qw yakin bakalan suka baru baca setengah aja qw udah jatuh hati hehe. Fighting!!! Ditunggu updatenya

    Like

  7. Suka banget sm ff di wp ini . kata2nya selalu bagus dan ceritanya selalu mengandung mistery kaya lagunya hyoyeon :D. Semoga gak lama2 ya updatenya. Di tunggu ❤

    Like

  8. author Jeje… miss you a lot… it has been a long time I never go through FF world.. I don’t know if you remember me or not.. but I am your reader since 1 years ago.. I read all of your FF.. hopefully author masih ingat akunya.. huhu

    Like

  9. Lama ga baca ff Skali baca langsung Nemu yg main sihir²an 😁 nice story, lanjut thor!!

    Smoga pairingnya TengSic (ngarep) wkwkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s