BETWEEN US (5)

Tittle                : BETWEEN US

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Im Yoona

Choi Sooyoung

Han Yeseul

Genre              : Drama, Romance, Love-story, Bittersweet, Mature

Credit Pic by K.Rihyo

Mini-Series

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 5

.

.

“Berhenti disini?”

.

“Ne Tuan”

.

Jessica keluar dari mobil milik Yuri diikuti sang pemiliknya. Sesaat, pandangan Yuri melihat ke arah sekeliling area sebelum tertuju pada bangunan bertingkat yang terlihat sederhana dari luar. Jauh berbeda dari apartemen-apartemen mewah yang selalu ia lihat.

.

Saat Yuri sedang serius dalam diamnya, Jessica justru terlihat bingung. Ia hendak mengeluarkan suaranya tapi tertahan karena sikap Yuri. Tak lama kemudian, pria tanned itu melirik ke arah jam tangannya dan menoleh ke arah Jessica.

.

“Sudah waktunya makan malam. Apa kau tahu tempat yang enak di sekitar sini, Jessica-ssi?”

.

“Huh?”, Jessica terkesiap dengan pertanyaan Yuri dan merasa semakin kikuk karena hal tersebut sangat tiba-tiba baginya. Terlebih karena ia selalu berpikiran bahwa Yuri tidak menyukai kehadirannya.

.

“Sebaiknya kita makan malam terlebih dulu. Kau sudah membantuku dengan menyiapkan segala perlengkapan Soojung”, lanjut Yuri. “Kajja, tunjukkan jalannya”

.

Gesture Yuri yang mengintimidasinya membuat gadis itu akhirnya mengangguk dan mulai melangkah menuju tempat makan yang tak jauh dari lingkungan apartemennya dengan berjalan kaki.

.

“Apa putriku pernah kesini?”, Yuri kembali membuka suaranya.

.

“Ne, Tuan. Beberapa kali”

.

Setelah mengatakan itu, Jessica menundukkan kepalanya karena merasa bersalah. Soojung memang sudah beberapa kali kemari, terutama saat Jessica menjemputnya sepulang sekolah. Yuri sempat melihat reaksi Jessica yang berjalan disisinya. Tanpa sadar, ia tertawa kecil tanpa suara.

.

“Soojung sudah menceritakan padaku. Katanya dia senang sekali makan es krim yang ada di persimpangan depan”

.

“Ah, ne. Maafkan saya Tuan, jika lancang membawa Soojung membeli es krim pinggir jalan”, kali ini Yuri tak dapat menahan tawanya melihat reaksi Jessica.

.

“Gomawo, Jessica-ssi”

.

Lagi-lagi Jessica dibuat terkejut oleh sikap Yuri. Karena penasaran, akhirnya Jessica mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Yuri yang ternyata sedang melihat ke arahnya juga.

.

“Nggh.. itu—”

.

“Gomawo, sudah mau menjadi teman Soojung”

.

Untuk pertama kalinya Jessica melihat Yuri tersenyum untuknya. Selama ini, ia merasa selalu melakukan kesalahan dalam menjaga Soojung sehingga ekspresi yang Yuri tunjukkan selalu diliputi ketidakpercayaan dan rasa amarah saja.

.

“Dan aku juga minta maaf karena sikapku yang terlalu berlebihan jika berkaitan dengan Soojung”, jelas Yuri sembari memainkan kakinya untuk menghilangkan rasa canggung yang ia rasakan saat ini.

.

.

“Appa?”

.

“Hmmm”

.

“Apa Appa tidak menyukai Jessica Unnie?”, pertanyaan putrinya membuat Yuri mengerutkan dahinya.

.

“Ani..Kenapa Soojung bertanya seperti itu?”

.

“Karena Appa satu-satunya yang tidak bersikap baik pada Sica Unnie. Tidak seperti Uncle Taeng, Uncle Yoong, dan Aunty Fany”

.

Yuri tiba-tiba menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tidak merespon ucapan putrinya barusan. Disaat itulah Soojung menceritakan hal-hal menyenangkan yang sudah dilakukan Jessica saat menemaninya ketika Yuri dan Yeseul sedang sibuk.

.

.

“Saya mengerti Tuan Yuri”, suara Jessica menyadarkannya dari lamunan. Merasa tak yakin seutuhnya dengan yang didengar, Yuri mengerutkan dahinya. “Saya mengerti kenapa anda melakukan itu”, jelas Jessica sekali lagi.

.

Yuri tidak mengatakan hal lain lagi selain maaf dan terima kasih. Suasana diantara keduanya pun perlahan mulai mencair.

.

Setiba di salah satu cafe sederhana, Jessica memesan menu sesuai permintaan Yuri.

.

“Jadi, ini menu favorit disini?”, tanyanya begitu makanan mereka tiba.

.

“Ini yang terbaik, Tuan”

.

Yuri mulai mencoba makanan yang belum pernah ia makan ditempat seperti ini. Sembari menunggu reaksi Yuri, Jessica tampak was-was. Namun ada kelegaan dalam dirinya begitu Yuri mengangguk sambil menunjukkan wajah puasnya.

.

Setelah melihat Yuri menikmati makanannya, Jessica pun mulai menyantap makanan miliknya dengan senyum kelegaan sebelum getaran ponsel miliknya menginterupsi.

.

Drrttt…drtttt…

.

……(1 pesan baru)……

.

.

.

.

.

——————————————

.

Tiffany tentu terkejut dengan keputusan sang suami beberapa saat lalu. Ia tak menyangka Yoong akan melakukan hal itu. Antara kesal dan marah, ia pun meluapkan ketidaksetujuannya pada Yoong.

.

“Fany-ah, aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri disini. Tapi aku juga tidak bisa membawamu. Kau pasti lebih tidak suka dengan ide keduaku, bukan?”

.

“Tapi kenapa harus Tae—”

.

Suara Tiffany terpotong begitu pintu ruang inapnya terbuka. Taeyeon muncul dengan deru nafasnya yang tersengal.

.

“Hyung”, Yoong menghampiri namja itu dengan tatapan cemas. Namun Taeyeon memberikan isyarat baik-baik saja.

.

“Maaf aku sedikit terlambat. Aku baru saja menemui seorang teman”, jelasnya sembari mengatur nafas. “Ngomong-ngomong apa yang terjadi? Kenapa mendadak sekali?”

.

Pertanyaan Taeyeon membuat Yoong melihatnya dengan wajah menyesal. “Sesuatu terjadi di perusahaan yang berada di New York. Salah satu direktur disana melakukan penggelapan uang dan sampai saat ini belum tertangkap. Aku harus kesana untuk mengisi posisi tersebut”.

.

Sebetulnya Taeyeon tidak bisa menolak. Tapi saat tatapannya beradu dengan Tiffany, ia tahu bahwa wanita bereyes smile itu masih menatapnya kesal.

.

“Aku minta maaf Hyung atas permintaan ini. Kedua orangtuaku juga sedang tidak berada di Seoul”

.

“Aku mengerti, Yoong”, jelasnya singkat. “Selesaikanlah urusanmu, hmmm?”

.

“Gomawo Hyung”

.

Keduanya melakukan pelukan sejenak sebelum Taeyeon menjauh dari pasangan suami istri itu dan membiarkan Yoong mengobrol beberapa menit bersama Tiffany karena pria bermata rusa itu harus mengejar penerbangan malam ini juga.

.

.

“Fany-ah, mianhe”, Yoong tak henti-hentinya menunjukkan penyesalannya. Ia saat ini sedang berada di antara dua hal, tanggung jawabnya pada perusahaan yang menyangkut ribuan pegawai atau tanggung jawabnya pada Tiffany.

.

Meskipun Tiffany ingin mengatakan tidak, tapi ia jauh lebih tahu bagaimana Yoong harus melakukan tugasnya sebagai pimpinan perusahaan. Dengan berat hati, ia pun berusaha memahami semuanya walau sejujurnya……..ada satu hal yang membuatnya merasa tidak tenang.

.

“Aku usahakan agar secepatnya pulang. Jaga kesehatanmu, sayang”, ucap Yoong mengakhiri perkataannya dan memeluk sang istri cukup lama sebelum memberi kecupan pada Tiffany.

.

Yoong akhirnya berpamitan dan dengan diantar Taeyeon, keduanya menuju lobby rumah sakit. Sedangkan Tiffany tetap stay di kamar agar kondisinya tidak kelelahan. Saat berada di lift, tiba-tiba Yoong melontarkan pertanyaan yang mungkin sudah diantisipasi oleh Taeyeon.

.

“Apa kalian bertengkar lagi, Hyung?”

.

Taeyeon menghela nafasnya, lalu mengangguk pelan. “Aku akan mencoba berbaikan dengannya. Jangan khawatir, hmmm”

.

“Aku mengerti, Hyung. Kuharap Fany tidak membuat banyak masalah denganmu. Aku tidak tahu harus meminta tolong siapa lagi mengingat Yul Hyung juga sedang sibuk”

.

“Aih, kau tenang saja Yoong”, jelas Taeyeon menenangkan.

.

Yoong pun akhirnya terlihat lega.

.

“Bukannya kau tadi bilang baru saja menemui seorang teman? Ada apa Hyung? Wajahmu sebelumnya terlihat cemas”

.

Taeyeon kembali menghela nafasnya kasar sebelum bercerita. “Kau ingat Sooyoung? Kau pernah bertemu dengannya saat pesta ulang tahun Yuri tahun lalu”

.

“Ah, partnermu di perusahaan Yul Hyung?”

.

“Eoh. Sebetulnya bukan masalah besar, tapi mungkin bagi orang lain akan terlihat sebagai masalah besar apalagi jika itu melibatkan orang yang paling dicintai”

.

Yoong tidak berkomentar lagi karena ia tak berniat menggali masalah orang lain yang tidak ada hubungan dengannya atau orang terdekatnya. Disamping itu juga pembicaraan mereka terhenti lantara pintu lift sudah terbuka dan di lobby rumah sakit, dua orang pria berjas sudah menunggu Yoong.

.

“Jaga dirimu baik-baik Yoong”

.

“Huum, gomawo Hyung. Aku pergi dulu”

.

Taeyeon mengangguk dan Yoong pun mulai berjalan meninggalkan lobby. Saat punggung Yoong sudah menghilang, hanya helaan nafas kasar yang keluar dari Taeyeon.

.

“Khaaa~~ what a bad day”

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Pagi ini, pewaris dari Choi Group mengumumkan rencana pernikahannya bersama putri tunggal dari salah satu rekan bisnis yang menjadi pemegang saham di perusahaan tersebut. Pernikahan ini diduga sebagai penguatan hubungan bisnis diantara keduanya dan rencana pengembangan Choi Group yang lebih besar lagi. Dalam pertemuan para CEO yang akan diadakan pekan ini, juga akan menjadi momen pertunangan keduanya…..—

.

.

Namja itu menekan tombol off pada remote yang dipegangnya. Berita barusan hanya membuatnya menghela nafas kasar. Tak jauh darinya, sesosok gadis yang duduk di salah satu kursi mini bar yang ada di ruangan ini menatap ke arahnya.

.

“Kau yakin tidak akan menyesali keputusan ini? Kau dan aku sama-sama tahu bahwa ini pernikahan bermotif bisnis. Well, aku sedang memberimu kesempatan untuk berubah pikiran”

.

Namja itu berdecak sembari menyunggingkan senyuman mengejek kepada sosok yang berbicara padanya.

.

“Jangan berkata padaku seolah kau tidak menderita, Eunjung-ah. Kau baru saja melepas kesempatanmu untuk bisa bersama lebih lama dengan Taeyeon. Seharusnya aku yang bertanya, apa kau yakin?”, tantangnya.

.

“Well, aku tidak melepasnya. Aku hanya membiarkan Taeyeon menjalani hidupnya sesuai keinginannya. Aku masih bisa bertemu dengannya sebagai partner kerja”

.

“Ck.. Kau tidak berubah”

.

“Cinta tidak akan mudah berubah bagiku, Soo. Begitu pula dengan semua rasa yang aku miliki untuk Taeyeon. Setidaknya dia tahu itu, dan kami hanya berusaha menjalani takdir”

.

Sooyoung tertawa kecil. Tatapannya sedari tadi tak lepas dari lawan bicaranya. “Kalian berdua sama saja. Sama-sama pengecut”

.

Ucapan Sooyoung sama sekali tidak menyinggungnya. Eunjung justru mengulum senyumnya dengan tenang sembari pikirannya melayang pada satu sosok yang kini sedang ada dalam bayangannya.

.

“Aku hanya ingin melindunginya, agar ia tidak terluka lebih dalam. Setiap ia menyebut nama Tiffany, aku selalu berharap bahwa seharusnya mereka tidak pernah bertemu. Tapi ternyata, takdir benar-benar mempermainkannya”

.

Sooyoung mengangguk setuju sembari membenarkan ucapan Eunjung. “Dan mereka lebih dari sekedar bertemu. Life is suck, right?”

.

Eunjung memilih tidak menjawabnya. Ia hanya tersenyum kecil lalu mengambil kunci mobilnya yang tergeletak tak jauh dari gadis itu.

.

“Aku pulang dulu. Sampai bertemu lagi di hari pertunangan kita, Soo”

.

Setelah Eunjung pergi, Sooyoung tetap pada posisinya dan tak melakukan apapun. Ia hanya duduk dengan pandangan kosong sembari memainkan ponselnya yang sama sekali tak dilihatnya.

.

“Apa yang harus kulakukan, Sica? Bahkan aku tidak tahu bagaimana caranya mempertahankanmu”

.

.

Tok..tok..

.

“Masuk”

.

Pintu terbuka dan muncullah seorang pria berjas hitam yang masuk ke dalam lalu membungkuk sopan padanya.

.

“Wae?”

.

“Tuan besar baru saja menghubungi saya, Tuan. Beliau meminta anda segera menemuinya. Dan lagi, beliau meminta anda untuk tidak mematikan ponsel anda disaat penting seperti ini”

.

“Ck… Banyak sekali aturannya. Apa dia pikir aku anak kecil?”

.

Sembari menggerutu, Sooyoung tetap beranjak dari duduknya. “Katakan pada Appa aku akan menemuinya saat makan siang. Sekarang aku ingin membersihkan diriku dan beristirahat sejenak”

.

Dengan begitu, ia memberi tanda agar pria itu segera keluar dari kamarnya dan Sooyoung pun melanjutkan aktivitas yang akan dilakukannya.

.

.

.

.

.

———————————-

.

“Wooow, Choi Sooyoung. Si tengil itu akhirnya mau menikah?”, Yuri yang baru saja menyaksikan berita di ruangan kerjanya tak berhenti menatap tak percaya pada apa yang dilihatnya.

.

“Yeah, dia akan menikah Yul. Bukankah itu berita bagus?”

.

“Aku hanya terkejut saja, Taeng. Dia belum lama meninggalkan perusahaan ini dan sekarang dia akan menikah? Seorang Choi Sooyoung akhirnya berhenti bermain-main”

.

Melihat reaksi Yuri, membuat Taeyeon ikut tertawa kecil. Meskipun sejujurnya dalam hati kecilnya ia cukup terkejut dengan siapa Sooyoung akan menikah.

.

“Kudengar, Eunjung pernah menjadi partner kita dalam perjanjian bisnis di China. Apa benar begitu?”

.

“Eoh, 5 tahun lalu sebelum dia akhirnya kembali ke Korea”

.

Yuri hanya mengangguk mengerti tanpa menyadari reaksi yang diberikan oleh Taeyeon. Tak lama, Yuri baru menoleh ke arah Taeyeon tapi dengan tatapan serius. “Lalu bagaimana denganmu?”, tanyanya tiba-tiba.

.

“A—Apa maksudmu?”, Taeyeon yang tidak menduga pertanyaan itu, mendadak jadi was-was karena pikirannya langsung mengingat Eunjung. “Apa Yuri tahu?”

.

“Maksudku? YA~~ Seharusnya kau juga cepat menikah. Lihatlah, kau lama-lama menjadi Ahjussi single”

.

Taeyeon yang merasa lega dengan jawaban Yuri lalu tertawa geli mengingat dugaannya yang salah dengan pertanyaan Yuri.

.

“Aku akan menikah jika sudah waktunya, Yul”, jawabnya santai.

.

“Aish, kau ini”

.

Taeyeon sekali lagi tertawa karena respon Yuri yang terlihat kesal dengan jawabannya. “Kau seharusnya memikirkan bagaimana caranya membangun kembali hubunganmu dengan Yeseul Noona daripada menasehatiku tentang pernikahan”, balas Taeyeon.

.

Kali ini Yuri terdiam beberapa saat sebelum dirinya mencoba tersenyum dihadapan Taeyeon. “Kuharap, ide mengirim Soojung ke New York bersama Ummanya akan membuat waktunya bersama Soojung lebih banyak”, jelas Yuri dengan tatapan yang sulit ditebak.

.

“Yeseul Noona hanya butuh waktu, Yul. Kau tahu? Waktu bisa mengubah pemikiran seseorang”

.

“Kuharap begitu”

.

Sebagai sahabat, Taeyeon memberinya semangat. Bukan hal mudah menjadi Yuri ataupun Yeseul setelah apa yang mereka alami dalam setahun ini. Tidak ada yang bisa mengerti bagaimana perasaan mereka sebenarnya kecuali diri mereka sendiri.

.

“Oh, ngomong-ngomong bagaimana dengan Jessica setelah Soojung pergi?”

.

“Jessica?”, Tanya Yuri memastikan lagi. “Hmmm dia bisa kembali jika Soojung juga sudah kembali. Wae?”

.

“Ani. Aku hanya bertanya saja mengingat dia terlihat bisa akrab dengan Soojung ataupun Tiffany”

.

“Dan Yoong”, sambung Yuri sebelum Taeyeon akhirnya ikut setuju. “Berbicara tentang Yoong, apa tidak ada yang bisa kita bantu?”, tanya Yuri setelah ia tahu tentang kondisi Yoong.

.

“Kita hanya bisa mendukungnya dari jauh. Harga dirinya sangat tinggi untuk meminta bantuan seperti ini pada kita”, jelasnya dengan kekehan.

.

Yuri mengerti maksud Taeyeon. Diantara mereka, Yoong lah yang paling berusaha memulai dari nol meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa dia juga merupakan pewaris dari perusahaan milik Ayahnya.

.

“Hmm kau benar. Dia pasti bisa menyelesaikannya dengan baik”

.

Taeyeon tergelak. “Ya, tidak diragukan lagi”

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Setelah beristirahat beberapa hari, Tiffany akhirnya mulai beraktivitas seperti biasa meskipun tidak ada pekerjaan berat yang ia lakukan. Rutinitasnya yang paling utama adalah keluar rumah dari pagi hingga menjelang malam.

.

“Selamat pagi, Nyonya. Anda berkunjung lagi kemari”

.

Tiffany membalas sapaan itu dengan hangat sembari melempar senyum terbaiknya. Ia mengulurkan tangan pada sosok yang menyapanya dan memberikan beberapa tas belanjaan. “Semoga anak-anak menyukainya”, ujarnya.

.

Dengan senang hati, wanita yang diketahui sebagai pengurus panti itu menerima dengan rasa terima kasih. Ia pun mempersilahkan Tiffany masuk ke dalam ruangan miliknya dan mengobrol sejenak.

.

“Setiap anda datang, mereka sangat senang”, ujar sang pemilik panti.

.

“Syukurlah, saya juga senang mendengarnya. Lagipula semua anak-anak disini mengajariku untuk terus bersyukur”, Pemilik panti ikut tersenyum mendengar kalimat yang dilontarkan Tiffany.

.

“Bagaimana kabar Tuan Yoong? Apa beliau baik-baik saja?”

.

“Dia baik-baik saja, Ahjumma. Hanya saja untuk beberapa waktu ke depan, aku tidak akan datang bersamanya. Dia sedang sibuk”

.

Saat sedang berbincang-bincang, sebuah suara menginterupsi keduanya. Tampak dari ambang pintu terlihat sosok gadis kecil yang cantik bergaun pink muda dengan bando putih menghiasi kepalanya.

.

Tiffany tersenyum lebar menyambut kedatangannya. Sosok yang membuatnya beberapa hari belakangan merasa bahagia.

.

“Come here, sweety”, ucapnya lembut dan dibalas anggukan oleh gadis kecil itu.

.

Tiffany dan gadis kecil itu pun saling berpelukan sejenak dan menyapa. Sang pemilik panti ikut senang melihat pemandangan ini.

.

“Bagaimana sekolahmu? Apa menyenangkan?”

.

Gadis kecil itu kembali tersenyum.

.

“Irene sudah mau pergi ke sekolah, meskipun dia masih menjaga jarak dengan anak-anak lainnya”, jelas si pemilik panti.

.

“Syukurlah Ahjumma. Setidaknya dia mau melakukannya dan kuharap lambat laun Irene mau menyapa teman-temannya”, sambung Tiffany sembari masih tersenyum kepada Irene.

.

“Ngomong-ngomong, aunty punya hadiah spesial untuk Irene. Apa Irene mau melihatnya?”

.

Mendengar ucapan Tiffany, mata gadis itu terlihat berbinar dan bibirnya kembali menyunggingkan senyumnya. Tiffany pun mengajak Irene beranjak dari tempatnya dan keduanya berjalan ke arah mobil Tiffany.

.

Saat membuka bagasi mobil, ada sebuah kotak yang berukuran lumayan besar. Tiffany membuka penutup kotaknya dan terlihatlah beberapa helai gaun dengan aksen putih dan pink didalamnya.

.

“Nah, ini semua buat Irene. Tapi Irene juga boleh memberinya kepada anak-anak yang lain. Hmmm, kepada teman dekat?”, ujar Tiffany.

.

Irene justru mempoutkan bibirnya dan menggeleng pelan. “Teman Irene, cuma Aunty. Irene tidak mau berteman dengan yang lain”, meskipun Irene berkata seperti itu tapi Tiffany lah yang merasa sedih karena baru saja melihat ekspressi gadis itu.

.

“Shhh, mianhe. Aunty tidak akan mengatakan hal itu lagi, hmm?”

.

Tiffany dengan cepat memeluknya dan membuat perasaan gadis kecil itu merasa nyaman. Dalam pelukan tersebut, pikiran Tiffany tiba-tiba melayang jauh. Tampak ia memikirkan sesuatu dan ekspresinya berubah tanpa siapapun memahami artinya.

.

.

.

.

.

————————————

.

“Oh, Phany-ah. Kau sudah pulang”

.

Taeyeon beranjak dari sofa ruang tamu dan menyambut kedatangan Tiffany yang lagi-lagi pulang cukup malam. Ia berusaha tersenyum pada wanita bereyes smile itu meskipun tak ada balasan darinya.

.

“Aku meminta maid memasak makanan kesukaanmu. Kau pasti belum makan”

.

Tiffany tak mengatakan apapun tapi ia melangkah ke ruang makan. Benar ucapan Taeyeon, salah seorang maid sudah berdiri di sisi meja makan dengan semua makanan yang sudah tersaji disana.

.

“Silahkan Nyonya”, ujar sang maid dengan sopan.

.

“Aku tidak akan makan disini. Tolong bawakan secukupnya ke kamarku”

.

Baru saja hendak bersuara, Tiffany sudah melangkah pergi terlebih dahulu dan berpapasan dengan Taeyeon yang baru saja datang ke ruang makan. Taeyeon ingin memanggilnya lagi, namun ia mengurungkan niatnya dan menghela nafas.

.

“Bawakan saja apa yang Phany minta”

.

“Ne Tuan”

.

.

.

Sekembalinya ke kamar, Taeyeon menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. Pikirannya masih mengingat kejadian beberapa saat lalu. “Khaa~~ dia benar-benar marah besar”, gumamnya.

.

Tiba-tiba ponselnya berdering dan membuyarkan lamunannya.

.

“Eoh, wae?”

.

“Ya, kau benar-benar keterlaluan jika tidak datang pada pertemuan CEO besok. Apa kau marah soal perjodohanku dan Eunjung?”

.

“Aish, kau semakin merusak moodku Choi Sooyoung”

.
“MWO?”

.

“Sudahlah, aku tidak marah dan aku tidak ingin datang ke pertemuan itu. Bukan karena pertunganannya dan Eunjung. Tapi aku tidak tertarik bertemu dengan para CEO yang akan datang besok”

.

“Oh, ayolah Taeng. Ada Yuri juga. Setidaknya kau datang agar membuat perasaanku dan Eunjung tidak bersalah”

.

“Ck, seharusnya kau merasa bersalah pada kekasihmu itu dan bukan padaku. Aku dan Eunjung akan tetap baik-baik saja”

.

Ada helaan nafas kasar dari Sooyoung. Namja itu pun menceritakan pada Taeyeon bahwa mungkin saat ini kekasihnya sudah melihat berita pertunangan itu.

.

“Aku bahkan memutus semua komunikasiku agar dia tidak bisa menghubungiku. Aku benar-benar gila, Taeng!”

.

“Ani, kau tidak gila. Tapi kau benar-benar brengs*k”

.

Sooyoung tidak marah dengan ucapan Taeyeon, karena dia pantas mendapatkannya. Tidak ingin berlama-lama mengganggu waktu Taeyeon, akhirnya ia pun segera mengakhiri pembicaraan mereka.

.

.

.

.

.

***

.

.

Saturday night. Momen yang paling ditunggu oleh banyak orang karena menandakan weekend, waktu yang tepat untuk melepaskan sejenak semua kegiatan yang sudah dilakukan saat weekdays.

.

Berbagai kegiatan mereka lakukan untuk sekedar berkumpul bersama keluarga, sahabat, atau bahkan orang yang spesial. Sama seperti yang terjadi di Seoul malam ini. Kendaraan terlihat ramai lalu lalang di jalan raya. Restoran, taman kota, bahkan pusat perbelanjaan pun tampak ramai.

.

Tak terkecuali dengan apa yang terjadi di salah satu hotel mewah di pusat Seoul.

.

Mobil-mobil mewah terlihat berdatangan satu per satu dan berhenti di lobby hotel. Petugas hotel pun tampak sangat sibuk dari hari biasanya. Beberapa tamu yang sudah hadir, dipersilahkan masuk ke hall utama. Berbagai aneka hidangan tersaji di berbagai sudut ruangan.

.

Beberapa saat lalu, sebuah mobil baru saja memasuki lobby hotel. Saat pintu dibuka, petugas hotel membungkuk sopan dan menyapa sosok tersebut.

.

“Selamat datang, Tuan”

.

Sosok bertubuh tanned itu tersenyum sembari mengangguk.

.

“Tuan muda sudah menunggu anda”, ujar petugas itu lagi karena mengenal sosok yang disapanya.

.

“Apa kau sudah melihat Taeyeon?”

.

“Sejauh ini saya belum melihatnya, Tuan”

.

“Aish, apa dia benar-benar tidak datang?”, batinnya.

.

Sosok itu pun melangkah masuk menuju hall. Tapi sebuah pemandangan membuat langkahnya terhenti dan tatapannya fokus pada keributan yang terjadi di pos security di depan gerbang masuk hotel.

.

“Maaf, anda tidak bisa sembarang masuk. Hanya orang-orang yang menjadi tamu undangan yang diperbolehkan”, ujar seorang pria dengan tegas dan dua pria lainnya mengusir gadis itu keluar pintu gerbang.

.

“Aku ingin bertemu dengan Choi Sooyoung. Pasti kalian mengenalnya. Aku mohon”, pinta gadis itu.

.

Sekilas melihatnya, sudah dipastikan bahwa ia menangis semalaman dan wajahnya tampak berantakan dengan airmata yang tidak kunjung berhenti. Belum lagi ditambah perasaannya yang semakin kacau ketika ia tidak bisa menemui seseorang yang ingin ia temui.

.

“Pergilah! Sebelum kami mengusirmu dengan lebih kasar”, teriak salah satu security disana.

.

“YA!! Apa yang kalian lakukan?!!”, Satu teriakan amarah membuat ketiga security itu menoleh dan mendadak ketakutan.

.

“Jessica-ssi?”

.

Tatapan tak percaya Yuri akhirnya membuat pria itu segera berlari menghampiri Jessica yang terduduk di aspal dengan airmatanya yang terus mengalir.

.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN HUH?”, Yuri meradang melihat pemandangan itu.

.

“Kka—kami hanya menjalankan tugas, Tuan”

.

“JESSICA-SSI”

.

Yuri tak lagi mempedulikan ucapan para security karena ia lebih terkejut dengan Jessica yang sudah tak sadarkan diri. Dengan cepat ia membopong tubuh mungil itu dan memanggil supir pribadinya.

.

“Ayo kita ke Rumah Sakit”

.

“Tapi Tuan, bukankah anda ada pertemuan penting dengan beberapa CEO di dalam?”, Hara sang sekretaris yang baru saja datang, ikut terkejut.

.

“Hara-ya, aku serahkan ini semua padamu. Katakan pada Sooyoung, aku minta maaf karena tidak bisa menghadiri acara pertunangannya”

.

“Tapi Tuan—”

.

Hara tak bisa menghentikan Yuri saat pria itu sudah masuk ke dalam mobil dengan masih membopong Jessica.

.

Sepanjang perjalanan, ada kecemasan yang luar biasa. Tubuh gadis yang sedang bersamanya sangat panas, ditambah tubuhnya yang terlihat kurus dari terakhir mereka bertemu. Dengan nada cemas bercampur amarah, Yuri memerintahkan supirnya untuk menambah kecepatan laju mobil.

.

“Ya Tuhan…. apa yang terjadi padanya?”

.

.

.

.

.

———————————-

.

“Perhatikan kesehatanmu, Taeng. Jangan memaksakan dirimu untuk sering minum. Kau sangat buruk dalam hal itu”

.

“Ssaem, aku baik-baik saja. Jangan khawatir”

.

Dokter yang berada dihadapannya mendesah pelan. “Kau benar-benar keras kepala. Jika Umma mu tahu, dia pasti sedih Taeng”

.

“Umma tidak akan tahu, Ssaem. Percayalah, aku hanya sedikit minum. Dan lagi, ini hanya kelelahan karena beberapa hari ini aku sibuk dengan pekerjaan di kantor”, sergah Taeyeon yang  berusaha menyakinkan sang dokter.

.

“Aigoo~ kau sangat mirip dengan Daddymu”

.

Taeyeon hanya menyengir lalu berdiri dari kursinya dan mengambil jas yang tadi dilepasnya.

.

“Kau terlihat rapi. Apa akan pergi ke sebuah acara?”

.

“Entahlah. Aku juga tidak begitu yakin”, jelas Taeyeon tanpa menceritakan perihal pertemuan CEO yang sedari tadi sedang dipikirkannya. “Terima kasih untuk hari ini, Ssaem. Aku pergi dulu”

.

“Eoh, hati-hati dan jangan abaikan saranku”

.

Taeyeon tertawa kecil sembari berlalu begitu saja. Sepanjang berjalan di koridor Rumah Sakit, pikirannya terus berkecamuk. Sedari tadi ponselnya terus menyala. Taeyeon tahu siapa yang menghubunginya. Tapi namja itu memilih men-silent ponselnya.

.

“Tuan muda”

.

Langkah Taeyeon terhenti saat seorang pria muda berjas kedokteran datang dari sisi kanannya dan menyapa dirinya.

.

“Ya~~ kau ini. Sudah kukatakan panggil aku Hyung. Aku tidak suka dengan panggilan barusan”

.

Pria itu tersenyum kikuk lalu mengangguk. “Arraseo, Hyung”, ujarnya membuat Taeyeon senang. “Apa kau baru saja bertemu dengan Dokter Jun?

.

“Eoh. Dan seperti biasa dia mengomeliku”

.

Pria itu kini tertawa kecil mendengar jawaban kesal Taeyeon. “Kau memang pantas diomelin, Hyung. Sudah kukatakan, berhentilah pergi ke klab. Kau itu peminum yang buruk tapi masih saja mencobanya”

.

“Aish. Diamlah. Aku sangat bosan mendengar kata-kata itu”, kesalnya lagi. “Ngomong-ngomong kau sedang tidak bertugas?”

.

“Wae? Kau mau mentraktirku Hyung?”, tanyanya dengan senang.

.

Baru saja akan menjawab, Taeyeon justru tak sengaja melihat beberapa petugas medis yang terburu-buru membawa seorang pasien ke unit emergency. Tapi yang membuatnya terkejut saat ia melihat pria yang sangat dikenalnya.

.
“Yuri??”

.

“Ada apa Hyung?”, pria muda yang bersamanya ikut menoleh ke arah dimana Taeyeon sedang melihat kesana.

.

“Aku harus pergi. Lain kali aku akan mentraktirmu”, ujar Taeyeon dan segera berlari mengejar ke arah Yuri.

.

Yuri yang terlihat panik, saat itu juga merasa lega dengan kehadiran Taeyeon yang tidak diduganya. Pria itu memeluk erat Taeyeon. Tampak jelas wajah Yuri berkeringat dan nafasnya masih tersengal.

.

Taeyeon menyadari sesuatu, bahwa detik itu Yuri benar-benar sedang panik. Seketika, sebuah kenangan terlintas dalam benak Taeyeon. Hal yang sama yang pernah ia lihat dengan apa yang terjadi sekarang. Sebuah kejadian yang membuat Yuri sangat panik.

.

“J—Jessica-ssi…dia ada… di dalam…sana”

.

Mata Taeyeon membulat begitu Yuri mengatakan itu.

.

“Jessica????”

.

.

.

.

.

TBC

—————————————-

Hai Hai

Jeje balik lagi ^^

Semoga chapter ini berkenan.

DINIKMATI BACAANNYA, DI KOMEN JUGA BOLEH LOH.

BIAR AUTHORNYA TERHIBUR

Hehehehe

See you~~~
.

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

60 thoughts on “BETWEEN US (5)

  1. Alhamdulillah Jeje is back again. God i miss u 😊
    Agk ribet ya mslhny. Yg q pkrkn brtpa hncurny hati Sica th Soo tunangan. Klo Soo td blg Tae pengecut justru Soo jg yg g mw jujur am Sica.
    Q berhrp situasi ini bisa bikin pertemanan anr TaengSic. Klo Yuri yg perhatian mlh kurang afdol krn Yuri udh berklrg.
    Jujur aj pgnny TaengSic krn mrk msh sndri. Mgkin g akn mudah tp plg tdk mrk bisa move on n slg ksh support.
    Smg g ad perselingkuhan dlm crt ini, krn jd igt yg lg hits soal Pelakor he. he…
    Ditggu utk next crtny…. Fighting…

    Liked by 1 person

  2. Ya ampuun kasihan sicaa 😥 , untungnyaa yuri sudah gak dingin lagi sama sica ..
    Tiffany kok masih marah sama taeng sih, bicara baik2lah sama taeng biar tau alasan dari sikapnya selama ini ..

    Liked by 1 person

  3. Akhirnyaaa…setelah lama menanti epep ini up jugaaa…😑😑😑
    Apakah sica cm demam??? Atw jgn2 sica lg hamil anak youngie???😲😲😲😒😞
    Semoga aja itu tak terjadi…
    Coz aq pengennya sich jd Yulsic… 😧😧😥
    Llu…,apa yg akan terjadi dengan yoontif??? Apakah akan menjadi taeny???
    Khaaahhh…aq greget bngt ma epep qm ini plend…author jjang!!! Daeeebaaak!!!

    Liked by 1 person

  4. Knp perasaan jd ga enak ya mikirin Yoong disana,moga aja dia kembali dg selamat.duuhh sicca ditinggal nikah Sooyoung nih,kasian sampe ngedrop gt kondisinya.soojung kpn plng ya,kangen sm celotehannya dia.eh btw knp kok yuri sampe panik gt liat sicca pingsan ya?hhmm

    Liked by 1 person

  5. Baca nya kaya naik turun di rolecoster… Apalagi pas part jessica. .

    Huhuhu…. Kira” gimana ta reaksi yuri tau jess pcar soo .

    Penasaran sama hub rumah tangga yuri sama yesul.. Pasti ad sesuatu yg udh membuat hub mereka berubah.

    Intinya gue baca in fokus nya sama jess 🙂

    Jangan lama lama comeback nya kk.. Entar gue lumutan

    Liked by 1 person

  6. adyh thor kemna ja lu thor ud di tungguin ini bru nongol ya ga papalah dr pd kg ad sm skali
    wah yulsic ud mulai dket mih gw curiga yoong ntu ke amrik bnr ga urus prusaan scara bonyok yoong ud minta ank n sica lu knp ud lpsin soo ja mending ma yul ja n fany lu jgn gitulah ma tae kasian atu dianya jg
    lanjut thor mkin penasaran gw

    Liked by 1 person

  7. Baru kembali author emang dari mna ?😅 udh nunggu momen yulsicc ny, udh terbengkalai gw ny nunggu momen yulsic bersatu. Wah si sooyoung tunangn bagus lah mungkin taeny aja yg semakin….semakin ku mencoba *apaansihgwny 😅

    Liked by 1 person

  8. uhh jeje ingin dihibur lol
    sini ak hibur je wkwkwk
    i’ll let you lead the flow je
    gakan nebak” ahh
    i love the secret you have for us kekekekekee
    tapi yoonfanynya sedikit yaaa
    yaaa nasib suka sesuatu yg minor hahhhaa
    but overall i like your story
    well done
    love u jeje 😦

    Liked by 1 person

  9. Yoonfany momentnya seiprit doang. 😭
    Yes, Yuri pelan2 ud mulai peduli ama Sica. Paniknya ampe segitunya….rela ninggalin kliennya demi nolongin Sica… Jempolan dah. Moga cpt2 bersatu dah. Tp jgn satukan Taeny & jgn pisahkan Yoonfany yaa…
    Taeyeon sama yg lain aja. Ama lu jg boleh kok Je….wkwkwk

    Liked by 1 person

  10. yoona blm tau kah kalo taeyeon suka sama fany.taunya mereka udh sahabatan dari lama.maka dari itu dia santai saja menitipkan tiffany ke taeng.malahan dia seakan menyesalkan taeny berantem lagi.
    aku harapsih fany begini aja terus ke taeng.klopun fany sudah tdk marah lagi tp ttp biasa aja gitu seperti biasa.tp namanya jg hati orang yah mana ada yang tau.apalagi hati wanita.ttp jaga hati yoona ya fan.

    yuri segitu panik ketika sicca kenapa-napa.padahal dekat aja blm🙊🙊🙊.jangan2 kepegen ada hubungan ya om yul*halahngomongapa

    Liked by 2 people

  11. “sebuah kejadian yg membuat yuri sangat panik” wow apakah itu???
    Yeeyyy kapal yulsic mulai belayar yeeyy…
    Tp belum tentu jg sih..terlalu banyak persimpangan..blm lg pasti ada kejutan tak terduga dr dirimu thor..

    Liked by 1 person

  12. Fany knp jadi marah sama taeng padahalkan taeng cuma ikutin ke mauan yoong buat jagain dia…
    Eunjung sama taeng statusnya apa ya thor??… flasback taeng yang dulu, gimana asal usul, dan hubungannya sama fany seperti apa ya thor??…
    Aku penasaran banget sama mereka thor🙏🙏…
    Yulsic sudah mulai deket, sampai panik gitu sih yul…😊😊

    Liked by 1 person

  13. Lah lah soo kok gini 😦 sedih gue biasanya dia yang paling sering perjuangin orang yang dicintainya tpi kok sekarang gini 😦 eh emang soo cinta sama sica?? Atau jangan2 cuma sica doang yang cinta??
    Nah yul mulai baik nih sama sica seneng sih lihat moment mereka tpi jangan sampe sica jadi orang ke tiga kan ga lucu dia jadi pelakor, entar di labrak bu dendy lagi wkwkwkwk
    Ku jadi pengen taengsic soalnya sama2 ditinggal nikah mereka walau disini soo belum nikah sih
    Ah ngelihat sica masuk rumah sakit ku juga jadi pengen sica punya sakit keras atau apa gitu dan diakhir ceritanya sicanya pergi ke dunia lain wkwkwk soalnya dari ff yg gue baca sampe habis disini ga ada yang sad ending wkwkwkwk

    Liked by 1 person

  14. Berharap yulsic bisa bersatu sih meskipun sepertinya rada susah karena sudah berkeluarga. Tapi soojung lebih dekat dengan jessica daripada mama nya sendiri.. jangan jadikan jessica pelakor please 😭😭 dan jangan pisahin yoong dan tiffany! Di tunggu lanjutan nya thor! Fighting! 💪🏼

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s