BETWEEN US (4)

Tittle                : BETWEEN US

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Im Yoona

Choi Sooyoung

Han Yeseul

Genre              : Drama, Romance, Love-story, Bittersweet, Mature

Credit Pic by K.Rihyo

Mini-Series

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 4

.

.

“Khaa~~ Kenapa Oppa belum membalas pesannya? Apa dia sangat sibuk bekerja?”

.

Tatapan Jessica terus melihat ke arah layar ponselnya yang belum menyala. Itu artinya, belum  ada satupun balasan yang ia terima dari sang kekasih.

.

“Tidak biasanya. Apa benar-benar sibuk?”, gumam gadis itu lagi.

.

Merasa tidak ada tanda-tanda balasan dari Sooyoung, Jessica pun akhirnya bangun dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu bersiap pergi ke kampus. Seperti biasanya, gadis itu membuat sarapan sederhana untuk mengisi perutnya agar tidak kosong.

.

Sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi oleh Sooyoung. Entah kenapa ia tiba-tiba teringat pertemuannya dengan sang kekasih terakhir kali. Meskipun saat itu ada perasaan aneh, tapi ia mencoba menepisnya.

.

“YA! Kau seperti orang gila yang berjalan tanpa arah”

.

Satu suara menyadarkannya dari lamunan. Ternyata itu Sunny, salah satu teman dekatnya di kampus meskipun mereka jalan pergi bersama karena kesibukan masing-masing.

.

“Memikirkan sesuatu?”, tanya Sunny perhatian.

.

“Bukan hal yang penting”

.

Jawaban Jessica membuat Sunny berdecak. “Bukan hal yang penting seperti apa yang membuat seorang Jessica Jung seperti orang gila yang tidak tahu arah, huh?” ejek Sunny. “Ada masalah dengan kampus?”

.

“Ini tentang Oppa”

.

“Ah, kekasihmu itu?”, Sunny akhirnya mengerti. “Wae? Dia ingin membantumu lagi tapi kau menolaknya?”

.

Sudah bukan hal yang aneh bagi Sunny mendengar cerita kekasihnya Jessica yang sudah bekerja. Meskipun begitu, Jessica selalu menolak setiap Sooyoung ingin membantunya dalam hal keuangan.

.

Jessica menggeleng. “Entahlah. Dia bahkan belum menghubungiku. Padahal sudah berjanji untuk bertemu semalam tapi tidak ada satu kabar pun”

.

“Hmmm mungkin dia sibuk?”

.

“Tapi ini beda. Setidaknya, dia cukup membalas pesanku”

.

“Cobalah menghubunginya nanti setelah kelas, hmmm”, Sunny memberi saran sembari melihat ke arah jam tangannya. “Ayo, kelas hampir dimulai”, ajaknya pada Jessica dan dibalas anggukan setuju olehnya meskipun perasaannya masih belum tenang.

.

.

.

.

.

————————————

.

“Ngggghhh…”

.

Suara erangan terdengar dari balik selimut. Sesosok tubuh mulai menggeliat disana. Saat selimut sudah tak lagi menutupi tubuhnya, terlihat Taeyeon yang baru bangun dari tidurnya sembari memegang kepala. Di sekitar kasurnya terdapat banyak kaleng bir yang sudah kosong.

.

“Shit. Seharusnya aku tidak minum berlebihan”, gumamnya sembari mencoba duduk di atas tempat tidur.

.

Tatapan Taeyeon melihat ke arah sekeliling kamarnya yang masih berantakan. Tak lama, suara ketukan terdengar dari luar dan Taeyeon sudah tahu siapa yang melakukannya. Ia mengizinkan sosok itu masuk untuk melakukannya pekerjaannya sebagai maid.

.

“Apa mobilku sudah diambil?”, tanyanya pada sang maid.

.

“Sudah Tuan. Tadi pagi salah satu supir panggilan sudah mengantar mobil anda”

.

Taeyeon mengangguk, masih dengan memegangi kepalanya yang pusing. Tanpa banyak bicara lagi, namja itu segera masuk ke kamar mandi tanpa menyadari layar ponselnya yang menyala karena mode silent yang dipasangnya semalam.

.

Sehabis mandi, Taeyeon bergegas mengenakan pakaiannya mengingat ia hampir telat pergi ke kantor.

.

“Aish, Yuri bisa membunuhku”, gerutunya sembari memasang dasinya. Setelah semua selesai, ia mengambil ponsel dan langsung menuju mobil.

.

Dalam perjalanan menuju kantor, tiba-tiba ia mengingat kejadian semalam. Ucapan Tiffany dan semua kalimat yang dilontarkan wanita bereyes smile itu membuat dirinya mendesah pelan. Pikiran untuk menemui Tiffany pun sudah ada didalam rencananya sepulang kantor.

.

Tatapan Taeyeon tiba-tiba memincing. Ponsel yang ia letakkan disampingnya, menyala saat ia baru saja menghentikan mobil di perempatan lampu merah. Namja itu pun akhirnya menyadari bahwa ponselnya tidak berbunyi atau pun bergetar sama sekali.

.

“Aish, dia benar-benar akan membunuhku”, gumamnya melihat nama Yuri tertera disana.

.

Tanpa menunggu lama Taeyeon pun menjawab panggilan tersebut.

.

“Aku akan sedikit terlambat, Yul. Tunggu a—”

.

“YAA!!”, Yuri berteriak memotong ucapannya. “Cepat ke rumah sakit Seoul. Kau sangat sulit dihubungi”, ucap Yuri dari sambungan telpon.

.

“Huh? Rumah Sakit? Wae?”, bingung namja itu yang terlihat clueless.

.

Ada helaan kasar dari Yuri dan Taeyeon bisa mendengarnya sebelum satu ucapan Yuri berikutnya membuat Taeyeon terkejut.

.

“Eoh….aku akan segera kesana”, balasnya cepat dan langsung mematikan ponselnya. Bersiap melajukan mobilnya saat lampu merah akan siap berganti menjadi hijau.

.

Pikirannya kembali berkecamuk setelah berita yang didengar barusan. Taeyeon sudah tidak lagi peduli pada kendaraan yang di sekitarnya. Dengan kecepatan tinggi, ia melajukan mobilnya dan terus menyalip kendaraan-kendaraan lain.

.

.

.

.

.

.

.

“YUL!”

.

Suara Taeyeon membuat Yuri menoleh. Pria tanned itu berdiri dari tempat duduknya dan menyambut kedatangan Taeyeon dengan muka kusut.

.

“Apa yang terjadi pada Phany?”, Taeyeon tak kalah cemasnya.

.

“Seseorang menabraknya saat ia berjalan di trotoar dan melarikan diri. Tapi, pagi tadi polisi berhasil menangkapnya. Dia dipengaruhi alkohol”

.

“Apa pengacara sudah mengurus semuanya?”

.

“Eoh, kudengar Yoong sudah mengirim tim kuasa hukumnya ke kantor polisi. Tiffany juga baru sadar beberapa saat lalu dan Yoong sekarang sedang menemaninya”

.

“Bagaimana lukanya?”

.

“Ada beberapa luka di bagian kaki dan tangannya tapi dokter bilang semuanya baik-baik saja”

.

Ada kelegaan dari dalam diri Taeyeon. Tapi ia tetap mengacak rambutnya kesal karena merasa ini menjadi kesalahannya.

.

“Kupikir kalian semalam pulang bersama”

.

Ucapan Yuri membuat Taeyeon mendesah pelan dan mengangguk kecil. “Dia memang pulang bersamaku Yul. Tapi sebelum aku sempat mengantarnya pulang ke rumah, dia tiba-tiba marah dan pergi begitu saja. Aku tidak berhasil mengejarnya”

.

“MWO?”

.

Yuri tentu terkejut. Tapi selanjutnya ia tak berkomentar apa-apa dan hanya menepuk punggung Taeyeon. “Masuklah ke dalam. Aku harus pulang sekarang. Soojung sudah mencariku”

.

Taeyeon mengangguk menanggapi ucapan Yuri. Baru saja hendak melangkah ke arah ruang rawat, tiba-tiba pintu terbuka dan Yoong muncul disana.

.

“Eoh, Hyung. Kau sudah datang”, ujar Yoong sedikit kaget tapi ada nada kelegaan disana. “Kupikir Yul Hyung belum bisa menghubungimu”, lanjut Yoong lagi.

.

“Ah, mian. Aku lupa ponselku dalam mode silent dari semalam”

.

“Gwenchana, Hyung. Masuklah ke dalam. Aku mau memesan sarapan untuk kita di kafetaria lantai bawah”, ujar Yoong sembari melangkah pergi.

.

Taeyeon pun dengan hati-hati membuka pintu. Suasana ruangan tampak tenang. Tiffany yang masih terbaring, menyadari kehadirannya. Tak ada ekspresi apapun dari wajahnya, namun Taeyeon tetap mendekat dan menyapanya.

.

“Phany-ah….. Gwenchana?”

.

Tak ada jawaban. Tiffany justru mengalihkan pandangannya ke arah lain. Taeyeon hanya bisa mendesah pelan melihat reaksi itu. “Mian.. Oppa membuatmu marah”, ujarnya lagi tanpa ada jawaban dari Tiffany.

.

“Phany-ah”, panggilnya lagi dengan lembut namun tak ada sahutan.

.

Taeyeon hanya bisa pasrah dengan sikap Tiffany saat ini. Wanita bereyes smile itu benar-benar marah padanya. Pertengkaran mereka semalam masih terasa jelas. Dan kenyataannya Tiffany mengetahui obrolannya dengan Eunjung.

.

“Oppa mohon, jangan seperti ini. Bukankah kau berjanji akan—”

.

“Hentikan Oppa”

.

Dua kalimat itu akhirnya terucap dari bibir Tiffany. Dengan suaranya yang masih lemah, ia memotong perkataan Taeyeon agar namja itu tak melanjutkannya lagi. “Berhentilah mengatakan apapun. Aku tidak ingin mendengarnya”

.

Taeyeon terdiam. Ia pun menuruti keinginan Tiffany dan mengangguk pelan. Tak ingin membuat suasana jadi kacau.

.

Sembari menunggu Yoong datang, ia memilih duduk di sofa dan membaca surat kabar yang tersedia disana. Sedangkan Tiffany terlihat memejamkan matanya meskipun ia tidak tidur. Suasana ruangan kini berubah menjadi hening.

.

Tak lama, Yoong datang membawa bungkusan makanan yang ia pesan. Taeyeon membantunya mengambil bungkusan dan keduanya pun bersama-sama menyiapkan sarapan. Yoong makan disisi Tiffany sambil menyuapi sang istri. Dan Taeyeon menikmati sarapannya di sofa yang ia duduki semula.

.

.

.

.

.

.

***

.

.

“Awww, putri Appa yang cantik”, Yuri mencubit kecil kedua pipi putri kecilnya yang menggemaskan.

.

Gadis kecil itu hanya bisa tertawa melihat sikap Appanya. Tak lama, Soojung memberikan pelukan pada Yuri.

.

“Soojung masuk ya, dan jangan pergi kemana-mana saat jam pulang. Tunggu sampai jemputan datang. Paham?”

.

“Ne Appa”, balasnya dengan ceria.

.

“Appa??”

.

“Hmmm?”

.

“Soojung kangen sama Umma”

.

Yuri terdiam beberapa saat sebelum menetralkan raut wajahnya. “Umma sedang bekerja jauh dari Seoul. Setelah pekerjaan Umma selesai, Soojung bisa segera bertemu Umma”

.

“Kenapa tidak melakukan panggilan melalui video, Appa?”

.

“Ah itu. Hmmm karena waktu kita dan Umma berbeda jauh”, ia memberi penjelasan pada putrinya meskipun wajah Soojung tampak bingung dengan jawaban yang didengarnya.

.

“Apa Soojung mau melakukannya untuk Umma?”

.

Gadis kecil itu langsung mengangguk cepat.

.

“Baiklah, Appa akan menanyakan pada Umma waktu yang tepat untuk melakukan video call. Setuju?”
.

“Yeaaay. Setujuuuu”, Soojung terlihat senang dan memeluk Appanya lagi sebelum memberi kecupan di pipi Yuri.

.

Gadis kecil itu pun pamit masuk ke dalam sekolah dan membiarkan Yuri menatap punggungnya yang mulai menjauh. Saat Soojung sudah tidak terlihat lagi, tatapan Yuri berubah dan pria itu memutuskan segera berbalik menuju mobilnya.

.

.

.

.

.

.

.

Yuri memulai aktivitasnya sebagai CEO perusahaan yang ia pimpin. Hari ini beberapa klien mengunjungi perusahaan. Ia bersama tim menyambut kedatangan mereka dengan senang hati. Beberapa kerjasama yang sedang dikerjakan pun dibahas secara detail pada kunjungan tersebut.

.

“Saya harap kerjasama ini terus berjalan dengan baik”

.

“Tentu saja, Sir. Kami siap memberikan yang terbaik”, Yuri menatap yakin pada kliennya itu dan tersenyum ramah.

.

“Saya dengar, tim yang bersama anda tidak lengkap”

.

“Kebetulan salah satu dari mereka sudah keluar dari perusahaan. Dan satunya lagi sedang ada—”

.

“Selamat siang Sir. Senang bertemu dengan anda”, satu sosok tiba-tiba muncul dari arah belakang Yuri dan mengulurkan tangan pada pria yang ada dihadapan namja tanned itu. “Saya Taeyeon, Planning Director di perusahaan ini”, ujarnya memperkenalkan diri.

.

Klien tersebut tampak menyambut ramah perkenalan Taeyeon. Keduanya pun berbincang-bincang sejenak sebelum para rombongan berjalan lagi untuk meninjau proyek yang sedang mereka kerjakan.

.

“Ya! Kenapa kau datang ke kantor? Seharusnya kau menunggu di Rumah Sakit bersama Yoong”, Yuri setengah berbisik pada sahabatnya itu.

.

Taeyeon akhirnya menceritakan apa yang terjadi di rumah sakit. “Begitulah, Phany dan Yoong tidak ingin membuatku meninggalkan meeting penting ini”

.

Yuri pun mengerti.

.

Keduanya pun kembali fokus pada klien yang mereka dampingi. Masing-masing berusaha menjelaskan sesuai porsi mereka. Tampak raut serius namun santai dari Yuri maupun Taeyeon. Selaku klien, pria paruh baya itu juga terlihat puas dengan kemampuan partnernya.

.

Hampir dua jam berlalu, Mr. Samm dan tim mengakhiri kunjungannya. Ia beserta tim Yuri saling berjabat tangan sebagai tanda terima kasih sekaligus perpisahan.

.

“Saya harap minggu depan proposal kerjasama sudah bisa ditandatangani”

.

“Tentu, Sir. Kami akan menyiapkannya. Mungkin anda akan bertemu lagi dengan Planning Director kami”, jelas Yuri sembari menoleh sejenak ke arah Taeyeon.

.

“Senang bekerja sama dengan kalian”

.

Yuri dan tim nya membungkuk sopan dan mempersilahkan kliennya itu untuk meninggalkan lobby perusahaan. Setelah rombongan pergi, semua tim kembali ke ruangannya masing-masing kecuali Yuri dan Taeyeon.

.

Keduanya tampak masih berada di lobby. Yuri terlihat mengendurkan dasinya sembari menghela nafas lega.

.

“Tadi itu benar-benar menegangkan”

.

Taeyeon tertawa kecil mendengar gumaman Yuri. “Ck, kau berlebihan. Mana mungkin mereka tidak mau bekerja sama dengan kita? Apa yang ditinggalkan Sooyoung, itu luar biasa”, kekehnya.

.

Ucapan Taeyeon ikut membuat Yuri mengangguk setuju sembari terkekeh. “Dia benar-benar tiang listrik yang menyebalkan. Sudah keluar saja, masih menguntungkan perusahaan ini”

.

“Itulah namanya persahabatan Yul. Si tiang listrik benar-benar setia”

.

“Hahaha, yeah. Kuharap kita bisa bekerja sama dengan perusahaannya”

.

“Why not?”

.

Jawaban santai Taeyeon kembali membuat Yuri terkekeh. Taeyeon pun merangkul sahabatnya itu dan berjalan bersama menuju ruangan mereka dengan perasaan lega.

.

.

.

.

.

——————————-

.

Tidak hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali tatapannya tak lepas dari lembaran-lembaran dokumen yang ada ditangannya. Sedangkan satu sosok didepannya sedari tadi menunggu sebuah kepastian.

.

“Ya sudah, atur semuanya dengan baik”

.

“Baik Tuan”

.

Tak lama setelah kepergian sosok itu, ia menyandarkan kembali tubuhnya di kursi santai miliknya yang berada di beranda rumah sambil menikmati wine favoritnya. Jari jemarinya memainkan bibir gelas wine dengan perlahan diiringi pikirannya yang kini sedang melayang ke suatu tempat.

.

“Setidaknya kau lebih beruntung dari aku”

.

Kalimat itu terngiang dibenaknya. Pembicaraan beberapa waktu lalu kembali mengingatkannya.

.

“Kau mau bertaruh sesuatu denganku?”

.

“Apa itu?”

.

“Siapa yang paling bahagia diantara kita?”

.

Lawan bicaranya itu hanya menyengir sembari menggeleng pelan. “Aku tidak tertarik dengan taruhan seperti itu. Lagipula aku sendiri tidak yakin apa kebahagiaan itu benar-benar ada untuk orang sepertiku?”

.

“Kau tidak mengasyikkan”

.

“Hahahahahaha, sepertinya memang begitu”

.

“Tapi aku serius. Kau juga berhak bahagia”, ujarnya pada lawan bicaranya. “Setidaknya kau harus mementingkan dirimu terlebih dulu daripada orang lain. Kau tahu kenapa? Jika kau sendiri tidak bahagia, kau juga tidak akan bisa membahagiakan orang lain”

.

.

Sebuah senyuman tampak tersungging dibibirnya mengingat pembicaraan itu. “Yang benar saja, aku memberikan orang lain advise tapi diriku sendiri tidak bisa”, gumamnya tak percaya.

.

Khaaa~~ benar-benar melelahkan.

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Seperti hari-hari sebelumnya, Soojung tampak senang ketika melangkahkan kakinya keluar gerbang sekolah bersama Jessica. Gadis kecil itu sudah sangat akrab dengan teman barunya. Banyak hal-hal yang mulai diceritakannya pada Jessica setiap mereka bertemu.

.

“Ahjussi, apa ini tidak apa-apa?”, tanya Jessica hati-hati pada butler Lee yang juga ikut menjemput Soojung.

.

“Sejujurnya saya tidak yakin. Tapi sebaiknya kita menemui Tuan Yuri”, Jessica mengangguk setuju dengan saran dari butler Lee. Akhirnya mobil yang membawa mereka meninggalkan parkiran sekolah.

.

Setiba di perusahaan milik Yuri, ketiganya pun turun dan menuju lobby. Soojung terlihat bersemangat begitu mengetahui bahwa ia bisa menemui Appanya lebih cepat. Namun ternyata keinginan gadis kecil itu pupus.

.

“Maaf Nona, Tuan Yuri baru saja meninggalkan kantor karena ada urusan”, sesal sang resepsionis menyampaikan berita yang membuat Soojung mengerucutkan bibirnya.

.

“Kalo Uncle Taeyeon?”, tanyanya lagi.

.

Resepsionis itu mengangguk mengerti. Ia pun menghubungi Taeyeon dan tak lama setelahnya Taeyeon muncul dengan sedikit tergesa untuk menghampiri gadis kecil itu. Soojung bercerita pada Taeyeon tentang keinginannya tadi pagi terhadap sang Appa.

.

“Apa Soojung mau makan bersama Uncle? Nanti kita hubungi Appa dan menanyakannya. Karena sekarang Appa sedang ada urusan”

.

“Benarkah?”

.

“Tentu, sayang”

.

“Kalo begitu kita makan bersama ya Uncle”, jelasnya sembari menoleh ke arah Jessica dan butler Lee.

.

.

.

.

.

“Apa mereka sudah sedekat itu?”

.

Tatapan Taeyeon tak lepas dari Soojung dan Jessica saat gadis kecil kesayangannya itu asyik bersenda gurau bersama Jessica di ruang bermain yang tersedia di dalam restoran yang mereka kunjungi.

.

“Saya rasa karena pembawaan Jessica yang sangat memahami tentang anak-anak”

.

“Apa Ahjussi mengenal baik dengan latar belakangnya?”

.

“Tidak. Saya hanya mendapatkan rekomendasi dari seorang kenalan. Dan saat pertama bertemu dengannya, saya yakin nona Soojung akan menyukainya. Tapi….”

.

“Tapi????”, Taeyeon mengerutkan keningnya begitu ucapan butler Lee terhenti sejenak.

.

“Tapi tuan Yuri sangat tegas kepadanya. Saya hanya sedikit khawatir”

.

Tiba-tiba Taeyeon terkekeh mendengar perkataan tersebut. “Tenang saja Ahjussi, bukannya Yuri memang seperti itu jika menyangkut Soojung? Ini kali keempat dia mengganti orang untuk menjaga Soojung. Dan semua alasan dibaliknya, aku setuju. Tapi kurasa Jessica cukup berbeda. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kita juga sudah melihat buktinya”

.

Tatapan Taeyeon beralih kembali kepada Soojung dan Jessica. Detik selanjutnya, butler Lee ikut tersenyum memahami maksud Taeyeon.

.

.

.

.

.

———————————–

.

“Kita sudah sampai”

.

Sosok itu mengangguk sopan dan membuka pintu mobil perlahan sebelum melangkah keluar.

.

“Ah, jadi disini tempat tinggalmu”

.

“Ne, Tuan”

.

“Tuan? Hahaha, kau ini ada-ada saja. Apa wajahku terlalu tua? Panggil saja Taeyeon”

.

“Tapi…..”

.

“Pakai Oppa ataupun tidak, itu tidak masalah. Asal jangan memanggil Uncle seperti yang Soojung lakukan”, ujar Taeyeon santai dengan kekehannya.

.

Jessica hanya menatap pria itu dengan tatapan bingung. Bingung karena tidak tahu harus membalas apa.

.

Taeyeon yang tidak menyadari kecanggungan Jessica justru sedang melihat ke arah sekeliling lingkungan tempat tinggal gadis itu sebelum pandangannya mengarah ke Jessica. “Apa kau sudah lama tinggal disini? Sendiri?”

.

Jessica hanya mengangguk.

.

“Maaf, aku tidak bermaksud apa-apa”, jelas Taeyeon mengakhiri pembicaraan mereka karena takut membuat gadis itu tersinggung. Tak lama, Taeyeon pun berpamitan dan bersiap pergi.

.

Saat mobil Taeyeon sudah menghilang dari pandangannya, Jessica justru mendapatkan sebuah sms yang sudah dinantikannya. Senyuman bahagia mengembang dari bibir gadis itu. Ia masuk ke dalam apartemen sederhananya dengan sukacita.

.

Rasanya, lelah itu terbayar. Dan pertanyaannya akan keberadaan sang kekasih sudah terjawab.

.

.

.

.

.

***

.

.

“Ini sudah hari ketiga kau berada disini. Dan perkembanganmu mulai membaik. Kalau tidak ada keluhan lagi di sekitar luka, besok kau sudah bisa pulang Tiffany-ssi”

.

Penjelasan dokter membuat Yoong tersenyum lega. Ia yang berada disisi istrinya, merangkulnya dengan tenang. “Kau sudah melakukan yang terbaik, Fany-ah”, ujarnya memberi semangat.

.

“Terima kasih Dok, sudah memberitahukan kabar baik ini”, ujar Yoong lagi.

.

“Kalau begitu saya permisi dulu”

.

Keduanya mengangguk sopan dan mempersilahkan pria berjas putih itu keluar dari kamar rawat Tiffany.

.

“Kau tidak kembali ke kantor, Yoong?”

.

“Aigoo~~ lagi-lagi kau membahas pekerjaanku, hmm. Urusan kantor sudah kuserahkan pada wakilku. Sekarang aku punya waktu lebih untuk menemanimu disini sampai besok. Kau harus tetap istirahat agar besok kau benar-benar bisa pulang ke rumah”

.

“Aku juga sudah tidak betah disini, Yoong”

.

Yoong mengerti maksud sang istri,. Ia pun mengelus lembut rambut Tiffany dan membuat dirinya merasa nyaman.

.

“Maaf Yoongie. Liburan kita jadi batal”

.

“Kau masih memikirkan itu? Aigoo~~ kita bisa mengatur ulang jadwalnya, sayang. Hmmm”

.

“Tetap saja”, dengan tanpa sadar Tiffany mengerucutkan bibirnya. Yoong yang jarang melihat reaksi seperti itu hanya bisa menahan senyumnya agar sang istri tidak menyadari responnya.

.

“Kau tahu? Kita masih bisa memiliki liburan spesial setelah kembali ke rumah”

.

Kalimat Yoong membuat Tiffany mengerutkan dahinya dan berpikir sejenak. Sesaat setelah melihat Yoong menaikturunkan alisnya, akhirnya Tiffany mengerti maksud sang suami. Ia langsung memukul lengan Yoong dengan kesal.

.

“Hahahaha, kau sensitif sekali sayang”

.

Tiffany hanya mengendikkan bahunya dan menyengir puas.

.

“Ngomong-ngomong apa Taeyeon hyung tidak akan kesini lagi? Terakhir kali hanya saat hari pertama kau dirawat”, tanya Yoong.

.

Tiffany yang terkejut dengan pertanyaan itu, langsung kembali mengendikkan bahunya dan berusaha terlihat cuek. “Mungkin dia sibuk”

.

“Tapi Yul Hyung tetap datang menjengukmu bersama Soojung. Tidak biasanya Taeyeon Hyung seperti itu”

.

“Yoong, kau terlalu berasumsi. Mungkin kali ini dia benar-benar sibuk. Hmmm”

.

“Eoh, arraseo”, Yoong mengiyakan ucapan sang istri.

.

“Yoong?”

.

Panggilan Tiffany membuatnya menatap sang istri dengan lembut. Tapi moment itulah yang justru membuat Tiffany merasakan sesuatu yang tiba-tiba bergejolak dalam dirinya. Entah itu karena tatapan mata Yoong atau hal yang ingin ia ucapkan.

.

“Wae?”

.

“Ngh…ani. Aku hanya ingin memanggilmu saja”

.

“Aigoo~~”, Yoong tersenyum mendengar ucapan itu dan tangannya terulur mengusap lembut kepala Tiffany.

.

.

.

.

.

————————————

.

Senyum kebahagiaan terlihat di wajah gadis kecil yang kini sibuk memainkan boneka minnie mouse dan mickey mouse kesayangannya. Sembari duduk di sofa kecil yang ada di kamarnya, ia menunggu Jessica memasukkan beberapa pakaian miliknya.

.

“Apa Soojung sangat senang?”, suara itu membuatnya menoleh ke arah suara yang tak jauh darinya.

.

Soojung kecil mengangguk antusias. “Ne, Unnie. Soojung akan menyusul Umma”, jelasnya dengan senyum bahagia.

.

Setelah berhasil melakukan video call dengan Yeseul, Yuri memutuskan untuk menyuruh orang kepercayaannya mengantar putri kecilnya itu menemui Yeseul.

.

“Saat pulang nanti, Soojung akan bawa oleh-oleh yang banyak bersama Umma. Unnie harus ada saat Soojung pulang. Okay?”

.

“Apa Unnie akan dapat oleh-oleh juga?”

.

“Huum. Tentu saja. Soojung akan bilang pada Umma untuk membeli oleh-oleh yang banyak untuk semua orang disini”

.

Jessica hanya bisa tertawa mendengar ucapan gadis kecil itu. Kebahagiaan yang tersirat dari wajah Soojung sudah menggambarkan perasaannya. “Okay. Unnie akan menunggu Soojung pulang”

.

“Yeaayyy”

.

Soojung berteriak senang sembari kembali memainkan boneka kesayangannya. Tanpa mereka sadari, Yuri ternyata sedari tadi berdiri di ambang pintu kamar putri kecilnya dan mendengar semuanya. Melihat reaksi Soojung, Yuri mengulum senyumnya. Ia tetap menatap lekat sang putri dalam diam.

.

“Oh, Tuan. Anda ada disini”

.

Jessica yang paling pertama menyadari kehadiran Yuri. Mendengar ucapan Jessica, membuat Soojung berlari kecil menghampiri Appanya diambang pintu dan memeluk kaki Yuri sebelum Yuri mengangkat tubuh sang putri dan memeluknya.

.

“Awww, putri Appa yang cantik terlihat sangat senang, huh?”

.

“Hehehe, Soojung sangat senang”, ujarnya namun tak lama wajahnya berubah murung. “Tapi Appa tidak ikut. Pasti Soojung merindukan Appa, terus Uncle Yoong, Uncle Taeyeon, Aunty Fany, dan Sica Unnie”

.

Yuri mengerucutkan bibirnya lalu mengecup bibir putri kecilnya itu. “Appa juga pasti akan merindukan Soojung, hmm. Soojung harus mendengar semua kata-kata Umma, okay? Jangan mengganggu saat Umma sedang bekerja”

.

“Ayee Sir”, jawab gadis itu sembari memberikan penghormatan dengan tangan kecilnya.

.

Yuri tak bisa untuk tidak tertawa geli melihat sikap Soojung saat ini yang mirip dengannya. “Ini baru putri Appa”, ucapnya bangga.

.

Di sisi lain, Jessica terlihat takjub dengan pemandangan baru saja dilihatnya terutama sikap Yuri yang benar-benar berbeda. Pasalnya, ia sering mendapatkan kritikan dari Yuri, sedangkan saat ini ia melihat sosok Yuri yang sangat lembut kepada putrinya.

.

“Apa semuanya sudah siap, Jessica-ssi?”

.

Suara Yuri menyadarkannya dari lamunan. Meskipun terkesiap, Jessica refleks membungkuk sopan. “Ne, tuan. Semua perlengkapan untuk Soojung sudah siap”

.

Yuri mengangguk mengerti. Saat semua persiapan telah selesai, ia dan putrinya melangkah keluar dari kamar disusul Jessica yang membawa koper Soojung dibantu dengan butler Lee.

.

Sepanjang perjalanan, Soojung menceritakan pada sang Appa tentang rencananya saat berada di Amerika nanti. Aksen dan cara bicara gadis kecil itu membuat Yuri tak berhenti tersenyum, begitu pula Jessica yang menjadi pendengar setia di dalam mobil.

.

Suasana bahagia beberapa saat lalu, perlahan mulai berubah. Dengan langkah berat, Yuri keluar dari mobil dan membantu putri kecilnya di susul Jessica dan orang kepercayaan Yuri yang akan mengantar Soojung.

.

“Appa~~~”

.

“Aigoo”, Yuri berusaha tetap tersenyum sambil menggendong putrinya. “Kenapa putri Appa jadi tidak bersemangat, hmmm?”

.

Soojung tidak menjawab, melainkan memeluk leher Yuri dengan kedua tangan kecilnya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang Appa. Yuri sangat paham tentang putrinya. Sama seperti halnya dengan dirinya sendiri. Sejujurnya pria tanned itu juga sedang bersedih karena harus pisah beberapa waktu dengan putri kecilnya.

.

Suara pengumuman yang terdengar di area bandara, membuat Yuri tersadar bahwa itu adalah penerbangan menuju New York. Dengan kata-kata yang menenangkan putrinya, Soojung pun mengangguk dan melepas pelukan itu lalu berdiri di sebelah Jessica sembari mengusap airmatanya.

.

“Unnie, kalau Appa kesepian…. Apa Unnie mau mengajak Appa bermain?”

.

Jessica terkesiap sebelum tatapannya beralih ke Yuri lalu kembali ke Soojung dan mengangguk pelan tanpa kata-kata. Soojung pun mulai tersenyum dan memberi salam perpisahan pada teman barunya itu.

.

“Sampai ketemu lagi, Unnie”, ujarnya dengan ceria.

.

Yuri yang melihat senyum putrinya kembali, akhirnya ikut tersenyum dan melangkah dengan tenang mengantarkan gadis kecil itu menuju pintu keberangkatan. Beberapa pesan ia sampaikan kepada orang kepercayaannya. Meskipun ada kesedihan sejenak yang datang lagi dalam hatinya, tapi Yuri tetap tersenyum sembari melambaikan tangan pada Soojung yang mulai berjalan menjauh.

.

Hingga gadis kecilnya itu tak terlihat lagi….

.

.

.

.

.

.

“OH SH*T. YAA!!! CHOI SOOYOUNG!”

.

“Halo?? Halo?? YAAHHH!”

.

Pandangannya terlihat kesal begitu tak ada sahutan dari sambungan telpon beberapa detik yang lalu. Tanpa peduli dengan tatapan beberapa orang di dalam bar, Ia melangkah keluar membawa jas baby blue nya dengan terburu-buru.

.

“Aish, dia berulah lagi”

.

Tiing…

.

Satu pesan masuk membuatnya berhenti sejenak dan mengambil ponselnya. Belum selesai rasa kesalnya pada Sooyoung, kini ia justru dibuat terkejut dengan sebuah pesan yang baru saja dibacanya.

.

.

“Hyung, bisakah Fany tinggal bersamamu untuk sementara waktu?”

.

“WHAAATT????”

.

.

.

.

.

.

TBC

————————————————-

Hai…… Jeje balik lagi hehehe.

I’m truly sorry for late update

Pada nungguin FF ini? Akhirnya gue bisa mampir disini lagi.

Warning: Drama ini akan menguras perasaan kkkkkk

Dan makasih buat yang selalu nungguin updatean gue dan selalu bersedia berbagi pemikirannya di kolom komentar. Thank youuuuuuu

^_^

.

.

by: J418

.

*bow*

 

Advertisements

61 thoughts on “BETWEEN US (4)

  1. What???
    Yoong nyuruh Taeyeon tinggal sementara sm bininya?
    BIG NO……..!!!
    Ntar terjadi hal2 yg diinginkan Taeyeon…oops.. 😆😆😆

    Jessica mulai kesengsem nih sm si hot daddy.
    Mudah2an si hot daddy jg lama2 begitu yee…
    Soalnya Soojung secara ga langsung ngasi kode ke Jessica buat deketin bapaknya. Anak pinter…. 😜😜

    Like

    • Hahahahah, hal2 yang diinginkan taeyeon? Apaan? #pura2lugu

      Soojung saking baiknya sampai kayak gitu. Nggak tahu kalo kebaikannya bisa menyebabkan …….. (lanjutannya silahkan diisi sendiri) wwkkwkw

      Like

  2. Tiffany dititipin ke taeyeon? Emang yoong mau kemana mau ke luar negeri? Boleh tuh nanti pesawat yoong jatuh, yoong menghilang dan tiffany bersatu dengan taeyeon wkwkwkwk

    Like

  3. gw ngikutin ff ini je jadi gw tungguin updateannya hahaha

    gw baru sadar gada yuri di posternya, jadi cuma yoonsictaeny main castnya?

    entah knp gw inget ff gw sendiri pas moment si yoong mau nitipin fany ke taeyeon hahahaha
    apakah mereka berdua bisa ngejaga hati mereka?
    atau mereka lebih milih nafsu dan kebahagiaan mereka?
    lmao bakal dilema sih hahahaha
    kayanya bakal kecium bau bau perselingkuhan nih wkwkwkwkw

    udah a ttg ff nya segitu aja komennya
    eh je gw email aja kali ya kalau mau ngobrol ttg hal yg privat?

    Liked by 1 person

  4. Jujur aj q agk g karuan bc ff ini tkutny akn ad perselingkuhan ato phk ketiga.
    Klo mmg mslh hati berat tp ini justru pernikhn. Baik YoonFany n YulSeul udh janji dihdpn Tuhan apapun keadaannya.
    Mending yg msh single aj didkatin kyk hub SooSica yg mulai agk kendur mgkin nntiny bisa am Taeyeon.
    Tp intiny mrk hrs jg pernikahan ini.

    Liked by 1 person

  5. Sesuai judul “between us” akan ada orang ke3 diantara kita hehe
    Yoong salah orang,,kucing kok dikasih ikan..bakal diembat itu istrimu yoong..kesiaann,.
    Hmm blm ngarep moment yulsic,,kayaknya masih lama..tp klo mau ducepetin gpp sih,gk nolak 😁😁
    Udah aku isi penuh hatiku je,sok monggo klo sewaktu2 mau dikuras kekeke
    Ok,gomawo 😘😘

    Like

  6. Salpok sama bahasa tiang listrik yg mengguntungkan.. Jadi ke ingt seseorang yg nabrak tiang listrik … Wkwkwkwkwkw

    Btw prasaan gue ajjah apa emang iyah kurang panjang ini ff. Hehehe ngelunjak.. Pdhl udh updte.

    Moment yulsic nya kurang. Moment soosuc nya kurang. Dan moment semua nya kurang. Hehehehe

    Btw itu yong sengaja kali ya nitip pany kerumah taeng. Awas ajjh ntr selingkh itu dua org.

    Ya ampun jangan jadikan jessica ku pelakor di antara hub yuri dan yesul.. Jangan…. Jadikan ajjah soosica. Cz jarang” kan ad soosica jd pasangan. Hehehe.
    Banyak komen ntr ditimpuk lagi.. Kaboorr. .

    Like

  7. Entah kenapa aku masi ngarepin yulsic di drama ini..
    Dan,
    Entah kenapa lucu aja. Pas soojung minta unnie sica untuk “Apa Unnie mau mengajak Appa bermain?” kira kira maen apa yah?
    Posisi yuri disini kan tegas, serius..

    Like

  8. Huaaaa ku mau soosic 😦 wkwkwkwk udah lama jadi fans soosic dan ku jadi soosic karna lu juga, jadi harapanku ini soosica wkwkwkwk tpi bebas sihhhh, hmmm ku penasaran latar belakang jessica terus ku juga penasaran dengan yul dan istrinya mereka terlalu banyak perbedaan tpi bisa nikah dan lama gitu hmmmm itu yoong nyuruh fany ketempat tae ya??? Ku harap ga ada yang jadi perusak hubungan disini sedih aja kalau ada orang yang jadi perusak kan nanti bakal banyak yang tersakiti

    Btw ku udah minta pw butterfly tpi belum baca tu ff lagi haaahh maaf ya author j 😢😢

    Like

      • Gara2 semua ff yang ada moment soosicanya gue suka soosic kaya di the heirs disitu soonya kelihatan banget sayang sama sica, butterfly diini gue sedih karna soo ngerelain sica buat yul dan berakhir dia dgn sunny

        Like

  9. Oh my jejeeeee,akhirnya nih org nyempetin buat nulis juga😊.looohh…tiffany mau dititpkan ke taeyon??? Akankan bunga2 cinta itu muncul kembali diantara taeny??? Wkkwwkwkwk.bisa2 mereka cinlok lagi je.soojung lucu bgt sih,semoga sica unie nya mau nepatin janjinya buat nemenin yul appa nya kalo lg kesepian ya.wkwwkwk

    Like

  10. Aduuuuhhhh yoong salah nitip ppany, ntar klo selingkuh gimana, tp semoga ajj sih ngga ya,,,, taengsic ajj lah udah biarkan yoong sama ppany bahagia baiar punya anak juga

    Like

  11. Disini masih penasaran sma masa lalu taeny, apa mreka prnh ada hbungan??? Nah lo… Itu malah ppany mau dititip ke tae ya ampunnnnnnn. Tpi aku suk sihhh hahahahahha ppany ma tae aja.

    Nah nh, jessi udah dpt restu tuh… Ditunggu next nya thor

    Like

  12. nah lohh . yoong nitipin fany ke taeng . ohh no . berharap gak terjadi apa2 . sica galau terus nihh , sooyoung kemna ? ngilang nihh dipart yg ini . hehhe . yulsic dapat restu dri anak . gak kebayang , nanti pas yul kesepian , sica ajak main boneka2an sih yulnya . hahahha #efeklemot.masih abg, gak boleh pikir yg macam2.

    Like

  13. Si soojung mah polosnya kadang2 suka berlebihan dah ini bocah segala bapaknya disuruh temenin sama kakak kece klo ntar kesepian amsyong nak2 tante salut banget sama kamu ㅋㅋㅋ , si ahjussi bakalan dpt rejeki nomplok haha yoong mah istri pake mau dititip2 segala suka buka kesempatan buat org lain dah kamu mah oppa haha.. mau kmu koyak2 juga perasaan kita dgn ff ini rapopo kok dek aq udah kuat kok haha, btw thanks buat updatenya sayangkuh hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s