VOICE OF THE NU STAR (11)

Tittle                : VOICE OF THE NU STAR

Cast                 : Jessica Jung

Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

Krystal Jung

Kim Nayoung

Lee Haein

Chu Sojung

Ahn Eunjin

Genre              : GirlxGirls, Idol-Life, Drama, Romance, Friendship

Credit Pic by I2NART

Series

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 11

.

.

Suasana tenang tampak menyelimuti seisi ruangan. Terlihat di setiap meja yang tersedia sudah dipenuhi oleh orang-orang dengan profesi yang sama. Beberapa kamera sudah siap membidik sebuah berita.

.

Namun tak selang berapa menit, suasana riuh tak terelakkan. Hari ini, dunia entertainment Korea kembali dihebohkan dengan pernyataan dari salah satu mantan member girl group ternama yang saat ini sedang duduk dengan tenang dihadapan media.

.

“Apa benar RAIN akan kembali lagi menjadi sebuah group?”

.

Satu pertanyaan terlontar dari salah satu wartawan yang hadir.

.

“Tidak. Kami tidak kembali sebagai member RAIN. Aku berada disini sebagai produser dan pencipta lagu untuk membantu idol-idol baru mendapatkan spotlight mereka”, jawabnya dengan tenang.

.

“Lalu bagaimana dengan member RAIN yang lain?”

.

“Bukankah sudah terlihat jelas jika hanya ada aku sendiri dihadapan kalian?”

.

Jawabannya membuat wartawan di dalam ruangan saling berbisik bingung. Beberapa diantara tak lupa untuk mengetik jawaban itu pada portal media mereka. Sedang beberapa lainnya, tetap memainkan kameranya yang mengarah ke arah gadis di depan mereka.

.

Merasa sudah cukup memberikan statemen, ia pun berdiri sembari melempar senyumnya dan membungkuk pelan. Tak lama, ia memberi tanda pada dua bodyguard yang bersamanya dan memilih meninggalkan ruangan setelah mengakhiri presscon.

.

Di dalam mobil, ada helaan nafas lega darinya. Ia membuka blazernya dan sedikit melakukan perengangan otot. Seseorang yang duduk disebelahnya hanya tersenyum sejenak lalu bersuara.

.

“Apa presscon tadi menyenangkan, Yul?”

.

“Khaaa~~ benar-benar membunuhku. Tidak menyenangkan sama sekali”

.

Jawaban Yuri justru membuat sosok itu tertawa kecil. “Ya, memang sangat tidak menyenangkan. Apa kau sekarang sudah tahu rasanya menjadi Sica yang dulu?”

.

“Benar-benar gila. Bagaimana bisa Sica melakukan itu? Dia banyak berhutang padaku tentang hal ini. Katakan padanya Juyeon-ah”

.

“Tentu. Dengan senang hati aku akan memberitahunya”, ujar Juyeon dengan kekehannya diakhir kalimat.

.

Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama, Yuri dan Juyeon tiba di gedung E-yota. Keduanya masuk bersama ke dalam dan langsung menuju ruang meeting. Ternyata disana sudah ada Nayoung, Haein, Eunjin, dan Exy.

.

Mereka tampak serius membicarakan project yang akan datang. Karena hal yang tidak diduga, rencana B yang dimiliki akan segera dijalankan.

.

“Masing-masing manajemen sudah setuju dengan rencana ini. Kuharap kalian bisa melakukan yang terbaik”, jelas Yuri pada keempat idol tersebut.

.

“Apa kita akan tinggal di dorm, Unnie?”, Nayoung bersuara kali ini.

.

“Hmmm. Mulai minggu depan, kalian akan tinggal bersama di apartemen yang tidak jauh dari sini dan vakum sementara dari group”

.

Ucapan Yuri tentu membuat keempatnya terkejut kecuali Haein yang memang notabene belum debut dalam group resmi.

.

“Unnie membebaskan kalian melakukan apapun tapi akan tetap ada peraturan yang tidak boleh dilanggar. Sekarang kalian bisa kembali ke dorm masing-masing dan kita bertemu minggu depan”

.

Semua kompak mengangguk karena tidak ada yang berniat menginterupsi. Yuri mengakhiri meeting itu dan satu per satu idol pun meninggalkan ruangan. Hampir setengah jam lamanya Yuri masih berada di ruang meeting bersama Juyeon untuk berdikusi.

.

Tiba-tiba, pintua ruangan terbuka dan datanglah Taeyeon seorang diri dengan wajah mengantuk bercampur kesal. Hal itu tentu membuat Yuri menyipitkan matanya heran.

.

“Kau tidak bersama Krystal?”

.

Taeyeon mendengus setelah mendapat pertanyaan dari Yuri. “Dia pergi ke Jeju menemani Tiffany karena permintaan Sica”

.

Tak lama, Yuri dan Juyeon tertawa bersama. Tentu saja keduanya menambah perasaan kesal Taeyeon yang ditinggal tunangannya ke Jeju.

.

“Kau harus ikut merasakan penderitaanku juga Taeng. Lihatlah, Cathy sudah kembali ke New York dan sekarang aku harus tampil secara publik”

.

“Aish, Shut up Yul! Aku tidak peduli dengan penderitaanmu”

.

Yuri tampak tak peduli dan kembali tertawa. Merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Yuri dan Juyeon melanjutkan diskusi mereka dan membiarkan Taeyeon yang sedang meratapi nasibnya saat ini.

.

.

.

.

.

—————————————-

.

“I’m sorry Krys”, sesalnya menatap sepupunya itu.

.

“Ck. Kau berlebihan Jess. Sudahlah, aku dengan senang hati menemaninya disini. Tapi kau yakin tidak mau membujuknya sekali lagi?”

.

“Dia benar-benar marah kali ini. Jadi aku mengabulkan keinginannya”

.

“Bagaimana dengan kontraknya? Bukankah dia baru saja menandatangi kontrak?”

.

Lagi-lagi Jessica menghela nafasnya. Tiffany sudah memutuskan untuk mundur dari tawaran iklan yang mengharuskan dia berpartner bersama Nickhun. Ia lebih memilih membayar denda dan mengambil kontrak dengan produk brand lain yang memiliki jadwal syuting di Jeju.

.

“Tiffy, penerbanganku sore ini”, jelasnya pada sang wifey yang terlihat cuek. Tiffany tengah sibuk mengobrol bersama Yoona dan Seohyun di ruang tamu.

.

“Aku akan memastikan Fany Unnie menghubungimu setiap hari, Unnie”, Suara Seohyun membuat Jessica tersenyum sedangkan Tiffany menatap tajam ke arah Seohyun.

.

“Tenang saja Unnie, aku juga akan membantu Hyuni”

.

“YAAA!!”, Tiffany langsung protes keras karena Yoong juga ikut-ikutan membela Jessica ketimbang dirinya.

.

Tidak ingin membuat wifeynya lebih marah lagi, Jessica berusaha menahan tawanya. Ia kembali tersenyum pada Yoong dan Seohyun, begitu pula pada Tiffany.

.

“Sepertinya aku harus ke bandara sekarang”, jelas Jessica sembari menatap ke arah jam tangannya.

.

Sejujurnya Tiffany sedih mendengar hal itu. Tapi karena rasa kesalnya pada Jessica, ia berusaha tetap cuek. Dengan hati-hati, Jessica mendekat ke arah wifeynya dan berpamitan. Ia juga tak lupa memberikan pelukan pada Tiffany.

.

“Unnie mohon bantuannya Yoong, Hyuni”, ucapnya menoleh ke arah Yoona dan Seohyun.

.

Selepas kepergian Jessica yang diantar Krystal ke bandara, Tiffany tampak sibuk memandangi ponselnya. Ternyata ia sedang melihat pesan singkat dan juga video yang dikirim Jessica ke sns pribadi miliknya.

.

Yoong yang masih bersamanya, hanya menggeleng melihat kelakuan Tiffany.

.

“See? Sudah kubilang, kau akan menyesal jika bersikap gengsi pada Sica Unnie tadi”

.

Tiffany memutar bola matanya kesal. Ia berdiri dari kursinya dan memilih masuk ke dalam kamar tanpa mempedulikan Yoong yang sedang mengejeknya.

.

“Dasar menyebalkan!”

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Sedari tadi, kedua gadis itu terlihat menikmati kebersamaan mereka duduk di sofa sambil menonton film dan melakukan obrolan kecil. Tak bisa dipungkiri, berita yang baru saja keluar beberapa jam lalu membuat salah satu dari mereka cukup sedih.

.

“IOI akan bubar. Kupikir saatnya bisa menghabiskan waktu bersamamu, Unnie. Tapi sekarang justru kau yang pergi”

.

“Tapi aku bebas mengunjungimu, hmmm. Jangan khawatir”

.

“Bagaimana kalau aku merindukanmu disaat kau tidak bisa datang?”

.

“Sejeong-ah”, Nayoung mencoba mengerti perasaan gadis itu. “Aku akan meminta Hana Unnie dan yang lainnya menemanimu”

.

Tak lama, Sejeong ikut-ikutan mendesah sedih. Keputusan manajemen menyetujui project Nayoung tiba-tiba membuatnya sedikit menyesal karena mendukung hal itu. Meskipun di sisi lain ia mengerti tujuannya.

.

“Mianhe, hmmm”, Nayoung kembali bersuara dan merangkul gadis itu dengan lembut. Sebisa mungkin ia mencoba menghibur Sejeong agar tidak merasa sedih.

.

Disaat keduanya mengobrol, terdengar suara pintu dorm terbuka. Ternyata itu Hana dan manajer GUGUDAN. Sejeong menoleh lebih dulu ke arah keduanya dan refleks berdiri agar sang manajer tidak curiga atas hubungannya dengan Nayoung.

.

“Oh Sejeong-ah. Kupikir kau sedang tidur”, jelas sang manajer.

.

Sejeong menggeleng.

.

“Kalau begitu kita pergi sekarang. Kau harus kembali ke dorm IOI dan mempersiapkan latihan konser terakhir kalian”

.

“Ne Oppa”, balasnya dengan suara lemah sembari menuju kamar mengambil tasnya.

.

Selesai berkemas, Sejeong pun memberi pelukan pada Nayoung dan juga Hana lalu berpamitan meninggalkan dorm. Setelah Sejeong pergi, Nayoung kembali duduk di sofa dan disusul oleh Hana yang menyadari wajah lelah gadis itu.

.

Merasa dapat mengerti situasi rekannya itu, Hana memilih diam dan memandang ke arah televisi. Sedang Nayoung, masih terlihat melamun disana dan tampak larut dalam pemikirannya sendiri.

.

Ada saatnya dimana seseorang harus merelakan sesuatu yang lebih untuk mendapatkan yang paling baik diantara semua hasil. Mungkin itulah saat dimana Nayoung harus melakukannya. Untuk dirinya sendiri maupun groupnya.

.

“Apa Unnie akan melakukannya jika berada di posisiku?”

.

Pertanyaan Nayoung tentu saja membuat Hana mengalihkan pandangannya pada gadis itu. Ia berpikir sejenak sebelum menggeleng pelan. Dan jawaban Hana, membuat Nayoung justru tersenyum.

.

“Sudah kuduga”, ujarnya pada sang leader.

.

“Setiap dari kita memiliki keinginan yang berbeda, Nayoung-ah. Kau dengan keinginanmu untuk mengeksplor kemampuan yang lebih baik lagi. Sedangkan aku, aku menginginkan diriku bisa memimpin group dengan kredibilitas yang kumiliki agar kita tetap bersama dalam waktu yang lama. Mungkin member yang lain juga punya keinginan yang berbeda juga”

.

“Ya… Aku mengerti, Unnie”, Nayoung mengulum senyumnya sembari menatap ke arah leadernya itu.

.

Hana kembali merasakan sesuatu yang paling ia benci dari dirinya, terutama lubuk hatinya yang tidak bisa berbohong jika sudah berkaitan dengan Nayoung. Apalagi saat ini Nayoung sedang menatap dirinya. Entah tatapan biasa atau ada arti lain dibaliknya. Ia tak ingin berprasangka.

.

“Ngh….sepertinya aku lupa mengecek jadwalku”, ujarnya dengan cepat dan hendak melangkah pergi ke kamar.

.

Namun sebuah tangan menahannya. Suara itu membuatnya tertegun.

.

“Kau sedang tidak menghindar dariku kan, Unnie?”

.

“A-aapa maksudmu? Aku baik-baik saja”

.

Nayoung berdiri dengan masih memegang pergelangan tangan Hana. Kini jarak diantara keduanya sangat dekat. Hana mengalihkan tatapannya ke arah lain sedangkan Nayoung tak bergeming sedikitpun dari tempatnya.

.

“Kau menghindar lagi dariku, Unnie”, lirihnya dan terdengar oleh Hana.

.

Belum sempat ada kata-kata yang keluar dari keduanya, suara pintu dorm terbuka mengalihkan suasana. Hana berusaha mencoba melepas genggaman tangan Nayoung namun gadis itu masih menahannya hingga akhirnya suara seseorang dari pintu terdengar. Dengan pelan, Nayoung melepas genggaman tangan itu lalu melangkah pergi ke kamarnya. Membiarkan Hana mematung disana sebelum sosok yang baru datang menyapanya.

.

“Oh, Hana-ya. Kau sudah pulang ke dorm”

.

Hana tak mengeluarkan kata apapun. Ia mencoba tersenyum biasa dan membalas ucapan sosok itu dengan anggukan kepala.

.

.

.

.

.

———————————

.

“Kau sedang melamun, Haein-ah”

.

“Unnie”, Haein menyapa lawan bicaranya itu sembari masih memegang script ditangannya. “Apa scene nya udah selesai?”, tanyanya lagi.

.

“Ya, aku ada break sekitar setengah jam. Kudengar kau akan memiliki group baru?”

.

“Iya Unnie. Aku terlibat dalam sebuah project bersama Yuri Unnie dan member group lainnya”

.

Sosok disampingnya mengangguk paham. “Sunhwa cukup mengenal Yuri Unnie. Semoga projectnya berjalan dengan lancar”

.

“Hmmm, kuharap begitu Unnie”, balas Haein lagi. Tak lama gadis itu hendak bersuara namun wajahnya terlihat ragu.

.

“Wae? Ada yang ingin kau tanyakan padaku?” Song Jieun, sang lawan bicara menyadari glagatnya.

.

“Ngghh… itu… tentang… Sunhwa Unnie”, ucapnya hati-hati. “Ngh… bagaimana perasaan Unnie ketika Sunhwa Unnie memutuskan keluar dari SECRET?”

.

Jieun tersenyum kecil, mengerti maksud pertanyaan Haein. Bukannya menjawab, Jieun justru melemparkan pertanyaan kepada dirinya. “Bagaimana menurutmu jika kau mengatakan pada Suhyun kalau kau memilih keluar dari agensi dan melepas kesempatan debutmu bersama dengannya?”

.

Haein terdiam. Kata-kata Jieun barusan membuatnya tersadar akan satu hal. Ia belum berkata apa-apa tetapi pandangannya melihat ke arah Jieun. Seperti mencari jawaban disana.

.

“Semua orang memiliki pencapaian dalam hidupnya, Haein-ah”, Jieun bersuara lagi. “Begitu pula Sunhwa atapun dirimu, bahkan aku juga. Itulah kenapa seseorang tidak berhak menjudge begitu saja pilihan siapapun itu. Benar atau salah, semuanya relatif”

.

“Gomawo Unnie.. Jinjja… Gomawo”

.

Jieun tersenyum sembari mengangguk. Gadis itu pun beranjak dari kursinya dan menepuk pelan pundak Haein. “Sampai ketemu di scene selanjutnya”, ujarnya lalu pergi meninggalkan Haein.

.

Senyuman kini mulai tampak di wajah gadis itu. Setidaknya apa yang menjadi beban pikirannya, mulai terangkat sedikit demi sedikit. Siapa yang tidak terbebani? Memilih jalur ini berarti sama saja dengan siap berjuang habis-habisan dengan kemampuan yang dimiliki.

.

Bukan hanya impiannya debutnya menjadi member idol group, tetapi juga harapannya memasuki karir industri hiburan. Apapun yang sudah dilakukannya selama ini, tentu saja bukan perkara yang mudah.

.

“Rupanya kau disini, Haein-ah”, seorang pria menghampirinya. “Schedulemu sudah keluar. Pelajari setelah syuting ini selesai”

.

“Eoh, gomawo Oppa”, ucapnya disertai sebuah senyuman.

.

.

.

.

.

***

.

.

Waktu terus berjalan, persiapan project idol group yang sudah ditentukan tanggalnya pun semakin mendekati waktunya. Yuri fokus membuat beberapa lagu yang ia persiapkan untuk para member idol tersebut.

.

Saat memasuki studio, tampak Jessica yang sudah berada di dalam menyambutnya dengan sebuah senyuman. Meskipun Yuri tahu, gadis itu tidak benar-benar tersenyum. “Kau tidur di studio?”, tanya Yuri basa-basi walaupun ia sudah tahu jawabannya.

.

“Eoh”

.

Yuri hanya menggeleng pelan mendengar jawaban sahabatnya itu. “Aigoo~~ Tiffany benar-benar membuat seorang Jessica Jung tidak bisa melakukan apa-apa”, ujarnya tanpa ditanggapi serius oleh Jessica.

.

“Aku sudah mendengar semua demo lagu. Kupikir untuk menentukan title dari mini album yang akan dirilis, sebaiknya kita memilih konsep yang tepat untuk mereka”

.

“Good idea”, balas Yuri menanggapi usulan itu. “Ngomong-ngomong, bagaimana soal Exy dan Eunjin? Kurasa manajemen mereka mulai cemas dengan ide kita”

.

“Soal itu, aku yang akan mengurusnya Yul. Reaksi netizen cukup mempengaruhi mental”

.

“Ya, mereka belum mampu mengatasi reaksi itu. Haters zaman sekarang memang diluar prediksi. Beberapa dari mereka bisa mengubah opini publik”

.

“Satu-satunya cara adalah membiarkan Exy dan Eunjin bertindak sesuai keinginan mereka. Manajemen paham soal membangun image. Jadi biarkan saja Yul”, lanjut Jessica. “Kau sudah tahu kemampuan keduanya, hmm?”

.

Yuri tertawa kecil. Ia masih sibuk melihat nota balok di lembaran kertas yang dipegangnya. Posisinya sedari tadi duduk di pinggiran meja dan berhadapan dengan Jessica yang duduk di kursi tak jauh dari dirinya.

.

Tatapan gadis tanned itu lekat menatap Jessica dan menelusuri gesture sang leader RAIN itu. “Aku heran, kau selalu terbaik soal hal seperti ini Sica. Tapi kau selalu kalah soal hal-hal kecil yang sensitif dan berhubungan dengan Tiffany”

.

“Kau memulainya lagi, huh?”, Jessica mendengus mengetahui arah pembicaraan Yuri.

.

Yuri kembali terkekeh. “Kau tahu kenapa aku bersedia tampil di publik? Ini bukan soal masalah lagu milikku yang terekspos. Tapi aku sedang mencoba menghentikan intensitas wartawan yang mulai menggali tentang RAIN. Kau dan Taeyeon tidak perlu melangkah lebih lanjut lagi. Tidak semua apa yang kita harapkan sebelum kembali ke Korea, harus berjalan lancar. Kau sudah tahu poin itu, Sica”

.

Braakkk…

.

Pintu studio terbuka dengan kasar. Pembicaraan keduanya tiba-tiba terhenti begitu satu sosok masuk dengan wajah kesalnya dan menatap tajam ke arah Yuri.

.

“YAH!! Kau mendaftarkan Haein masuk dalam program Idol School?”

.

Jessica menyipitkan matanya mendengar pertanyaan itu, lalu ikut melihat ke arah Yuri.

.

“Heechul Oppa yang memberitahuku. Dia juga terlibat dalam program itu”, lanjut Taeyeon lagi.

.

“Ah, soal itu”, Yuri akhirnya mengangguk. “Kurasa Haein harus tampil lagi secara publik melalui program acara pencarian idol”

.

“Kau tidak membicarakan hal ini denganku. Dan lagi, apa kau tahu Sica?”

.

Kini giliran Taeyeon bertanya pada gadis itu dan Jessica menggeleng.

.

“Kau membuat keputusan sendiri”, nada Taeyeon meninggi. “Seharusnya kau berdiskusi denganku, Yul!!”

.

“Tunggu dulu, Taeng. Kita harus bicara baik-baik”, Jessica mencoba menengahi.

.

“Shit”

.

Taeyeon memaki dengan kesal sebelum keluar dari ruang studio. Gadis itu benar-benar terlihat kesal. Di dalam studio, Jessica menghela nafasnya kasar mengetahui apa yang terjadi.

.

“Aku tahu kau mengambil tanggung jawabmu, Yul. Tapi tidak dengan cara ini. Kau sudah tahu kalau dia membenci program-program idol seperti ini”

.

“Tapi Haein juga menginginkannya Sica. Sekarang dia berdiri sendiri tanpa agensi. Bahkan dia melepas jadwal debutnya bersama Suhyun dibawah manajemen baru. Kita sudah tahu bahwa dia memiliki gangguan kecemasan. Untuk itulah dia harus belajar lebih banyak tampil di hadapan publik”

.

Jessica terdiam. Ia tahu betul apa yang dialami Haein.

.

“Haein menginginkannya, Sica”

.

Jessica tak lagi menanggapi ucapan Yuri. Gadis itu tetap diam pada posisinya. Apa yang dikatakan Yuri, memang semuanya benar. Saat merasa sudah menemukan ide, ia berdiri sembari melihat ke arah Yuri.

.

“Aku akan bicara pada Taeyeon”, jelasnya sambil melangkah keluar ruang studio.

.

.

.

.

.

.

————————————–

.

Seperti biasanya, gadis itu berada di ruang latihan. Semua member sudah kembali ke dorm, sedangkan ia memilih menambah waktu latihannya. Keringat yang bercucuran, sudah menandakan berapa lama ia berlatih banyak gerakan.

.

Saat hentakan terakhir, disaat itu juga musik berhenti. Nafas yang tersengal mengirinya berjalan menuju sisi tembok dan duduk disana sembari meneguk air dari botol minuman. Selesai mengatur nafas, ia terdiam sejenak menatap pantulan dirinya di cermin besar yang ada di ruangan tersebut.

.

“Kau berubah, Eunjin-ah”

.

Ia teringat kembali kata-kata yang diucapkan salah satu member kepadanya. Bukan tanpa alasan, baginya lebih baik menjaga jarak daripada harus menahan berbagai perasaan yang bisa menghambat konsentrasinya.

.

“Sepertinya memang harus seperti ini”, gumamnya pada diri sendiri.

.

Tak berapa lama, satu member masuk ke dalam ruang latihan dan menyapanya. “Apa kau sudah selesai latihannya?”

.

“Eoh. Aku akan kembali ke dorm setelah ini, Unnie. Mengemasi beberapa barang yang harus kubawa nanti”

.

“Syukurlah kalau kau sudah memikirkannya”

.

Eunjin mengangguk menanggapi ucapan member yang lebih tua darinya itu. Sosok itu kemudian duduk disamping Eunjin dan tersenyum ke arahnya.

.

“Jangan lupa untuk sering mengunjungi dorm”

.

“Hmm, pasti Unnie. Aku akan melakukannya”

.

Tampak helaan nafas lega dari gadis itu. Ia menatap Eunjin sebelum mengacak pelan rambut hitam milik Eunjin. “Kau sudah melakukan yang terbaik. Kuharap kau bisa lebih bersinar daripada saat ini”

.

“Ani. Bukan hanya aku, Unnie. Tapi juga group ini. Aku akan kembali secepatnya dan berjalan lebih jauh lagi bersama DIA dan AID. Bukankah seharusnya seperti itu?”

.

Sosok itu mengulum senyumnya dan merangkul Eunjin. “Aigoo~~ Kau sudah berpikir terlalu dewasa”

.

“Mungkin karena aku banyak bergaul denganmu, Unnie”

.

Keduanya sama-sama tertawa keras menyadari obrolan mereka.

.

“Kajja. Kita kembali ke dorm dan mengemasi barangnya”

.

Eunjin menyengir mendengarnya. “Kau memang yang terbaik, Unnie”

.

.

.

.

.

.

Di sebuah supermarket, tampak Yeonjung mendorong kereta belanjanya menemani sang leader yang membeli bahan makanan untuk para member. Gadis itu sesekali memberi saran pada Exy tentang apa saja yang harus di beli.

.

“Khaaa~~ Sepertinya sudah cukup. Kita ke kasir lalu pulang”, jelas Exy.

.

Setelah menyelesaikan semua pembayaran, keduanya jalan beberapa blok tak jauh dari dorm WJSN. Tampak Yeonjung terlihat asik mengobrol bersama Exy. Sesekali mereka tertawa membicarakan hal yang lucu.

.

“Beberapa variety show memang membantu ya, Unnie”, ujar Yeonjung.

.

“Eoh, tentu saja. Meskipun ada script, kita bisa melakukan improvisasi. Kupikir semua idol membutuhkan itu, disamping karena para fans yang ingin lebih sering melihat idolanya tampil”

.

Yeonjung ikut mengangguk setuju. Masih dengan suasana santai, gadis itu mencoba bertanya kepada Exy tentang project yang akan dilakukannya. Pada akhirnya semua member mengetahuinya karena presscon yang sudah diadakan oleh Yuri.

.

“Unnie sangat tertarik dengan hal ini. Mungkin, akan banyak hal-hal baru tentang musik yang bisa kupelajari dari Yuri Unnie”

.

“Apa Unnie sering berlatih bersamanya?”, tanya Yeonjung antusias.

.

“Hmmm, dia yang mengajariku semuanya bersama dengan idol yang lain”

.

“Huwaaa, daebak. Seorang member RAIN yang melegenda dan Unnie memiliki kesempatan itu”

.

Exy hanya bisa tersenyum melihat reaksi Yeonjung yang terlihat senang. Ia merangkul gadis itu sembari keduanya terus berjalan menuju dorm yang hampir sampai.

.

“Kau juga harus belajar dan menemukan referensi-referensi lain tentang musik jika kau ingin terus berkembang, hmmm”

.

“Arraseo, Unnie”

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Satu anggukan Taeyeon mengubah raut wajah Jessica dari yang cemas menjadi lega.

.

“Yuri hanya membantunya. Kau jangan terlalu bersikap keras, Taeng. Mungkin kau memang membenci hal-hal seperti itu, tapi ingatlah kembali tujuan awal kita kembali ke Seoul”

.

Taeyeon yang sudah merasa tenang emosinya, mengangguk pelan. “Hmmm, aku masih ingat. Akhir-akhir ini pikiranku cukup kacau. Media disini tidak berubah sama sekali”

.

Kini giliran Jessica yang mengangguk setuju. “Itu pekerjaan mereka, Taeng”, jawabnya sembari bisa tertawa kecil.

.

“Apa kau tidak cemas dengan Tiffany? Maksudku hubungan kalian”

.

“Itulah kenapa aku mengizinkannya untuk tinggal di Jeju bersama Yoong dan Seohyun. Setidaknya untuk saat ini, dia akan baik-baik saja disana”

.

Tiba-tiba Taeyeon tertawa mendengar jawaban Jessica dan terpikir akan sesuatu. “Kau harus berterima kasih pada Nickhun dan wartawan yang mengorek dalam tentang lagu ciptaan Yuri”

.

Berbeda dengan Taeyeon, Jessica justru memutar bola matanya kesal. “Aku tidak tertarik membicarakan itu”

.

Taeyeon mengendikkan bahunya lalu melangkah masuk ke dalam ruang studio dimana Yuri masih disana tanpa berniat mendengar omelan Jessica lebih lama soal Nickhun dan salah satu wartawan yang membuat situasi mereka seperti ini.

.

“Aku akan mendukungnya”, terang Taeyeon pada Yuri sembari mengambil duduk. “Kuserahkan padamu, Yul. Kau yang berhak soal itu”

.

“Thanks Taeng”, Yuri ikut tersenyum lega dan menatap ke arah Jessica dengan pandangan –terima kasih – pada sahabatnya itu.

.

“Baiklah, kalau begitu aku ingin membicarakan nama group dan konsep yang akan kita bangun untuk project ini”, lanjut Yuri lagi.

.

Ia pun membagikan beberapa lembar kertas pada Taeyeon dan Jessica dan memberikan waktu pada keduanya untuk membaca semuanya. Selang berapa menit, Jessica lebih dulu bersuara memberikan pendapatnya.

.

“Kurasa proses mengenai nama group akan lebih cepat selesai. Kau lanjutkan saja Yul tentang rencana kedua yang sudah kita putuskan bersama Taeyeon. Aku akan lebih fokus pada legal hukum mengenai kontrak mereka bersama manajemen dan bersama dengan E-yota”, jelas Jessica.

.

“Sebaiknya begitu saja”, Taeyeon menimbrung. “Lebih cepat lebih baik. Setidaknya setelah ini aku bisa cukup fokus pada persiapan pernikahan sebelum kita kembali ke LA”

.

“Baiklah kalau begitu. Aku sudah memutuskan nama group yang tepat dan tinggal menyempurnakan konsep untuk mereka”, lanjut Yuri.

.

Sesaat suasana tampak hening. Taeyeon dan Jessica masih menunggu Yuri yang sedang menuliskan sesuatu di atas kerta sebelum akhirnya ia menunjukkan pada Jessica.

.

Voice Of The Nu Star

.

“Venus, group Venus. Nama yang simpel dan arti yang sederhana. Voice of The Nu Star atau Suara dari kumpulan bintang baru”

.

“Sounds good. Kurasa tidak jauh berbeda saat kita setuju dengan RAIN”, Jessica mengangguk.

.

“Konsepnya fokuskan saja pada kemampuan vokal mereka dan diimbangi dengan dance. Nilai tambahnya kemampuan rap dari dua member”, lanjut Taeyeon.

.

Jawaban keduanya membuat Yuri semakin bersemangat. “Aku benar-benar tidak peduli lagi dengan rencana media yang mungkin tidak menyukai RAIN dulu. Project ini harus berjalan dan mereka mendapatkan spotlight yang tepat”

.

“Woaah, santai Yul. Kau membuatku merinding. Kita disini bukan untuk balas dendam”, kekeh Taeyeon.

.

“Ani, aku tahu. Hanya terlalu bersemangat saja” balasnya dengan kekehan juga.

.

Jessica hanya menggeleng dengan kelakuan keduanya. Tapi disisi lain ia mengulum senyum karena hubungan Yuri dan Taeyeon yang mencair.

.

“Segera mulai rekamannya Yul dan kita menentukan lagu-lagu yang cocok untuk masuk dalam album”

.

“Yeah. Dengan senang hati”

.

“YA! Seharusnya kau sudah memesan bir atau semacamnya untuk kita bersulang”

.

Yuri memutar bola matanya mendengar ucapan Taeyeon. Ia mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan memberikan satu kaleng cola masing-masing pada Taeyeon dan Jessica.

.

“Kau peminum yang buruk. Sebagai teman yang baik, aku memberikan yang berkualitas. Cheers?”, Yuri mulai mengangkat kaleng cola yang dipegangnya.

.

“YAAAHH! Kau pikir aku anak kecil”, Taeyeon tiba-tiba meradang.

.

“Cheers”, Jessica memotong pertengkaran itu dengan tenang lalu meneguk minuman dari kaleng cola yang dipegangnya.

.

Walaupun kesal, tapi Taeyeon tetap mengangkat kaleng colanya dan ikut bersulang. Melihat reaksi Taeyeon, Jessica kembali menggeleng sedangkan Yuri terlihat cuek dengan sikap gadis imut itu.

.

“Kisah tom & jerry belum berakhir”, batin Jessica menahan tawa melihat keduanya.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

——————————————

Hai…Long time no see!

Selamat membaca.

Semoga masih berkenan dengan FF ini

Selanjutnya judul FF ini akan berubah dengan singkatan VENUS

Welcome VENUS!!!

^_^

.

.

.

by: J418

Advertisements

13 thoughts on “VOICE OF THE NU STAR (11)

  1. Pagi je,, kurang banyak hehe,, 😀 lumayan ngerti arah critanya, cm msh lum apal nama
    Venus nama grup,, skalian judul ?
    Mksh,, critanya,,

    Like

  2. Babang yul emng terbaik deh pokoknya.aku kok lupa ya je knp hana selalu menghindari nayoung,apa dia pnya rasa juga ya kenayoung?tiffany mah sifatnya ga berubah,gengsian.wkwkwkwk.eh btw,ga ada ff baru pengganti why gt kah je?

    Like

  3. yahh je, masa yoonhyun cuma lewat doang…
    so, yg bakal di backing/di kontrak sama taengsicyul cuma ber 4 yg masuk grup doang je?
    trus yg laen yg mereka didik di awal gmn? perasaan ada lebih ber 4? sorry gw masih blom hapal nama sama yg mana org nya sampe skrg hehe

    Like

  4. Project yulsictaeng hmpir selesai kali ya . sdh rampung nama groupnya . VENUS? bagus banget tuh artix .. semangat buat lanjutanx authorr

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s