BETWEEN US, MINI-SERIES

BETWEEN US (3)

Tittle                : BETWEEN US

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Im Yoona

Choi Sooyoung

Han Yeseul

Genre              : Drama, Romance, Love-story, Bittersweet, Mature

Credit Pic by K.Rihyo

Mini-Series

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 3

.

.

Jessica menghempaskan tubuhnya ke sofa yang ada di apartemen kecilnya. Beberapa kali ia hanya menghela nafas kasar dan beberapa kali juga pikirannya terganggu karena sikap Yuri yang seperti tidak menyukainya.

.

Belum lama bekerja dengan keluarga Kwon, ia mulai mengenal karakter keluarga itu. Soojung berbeda 180 derajat dengan sang Appa. Sedangkan Jessica sendiri hanya sekali bertemu dengan istri Yuri, ibu dari Soojung. Itupun hanya pertemuan singkat.

.

“Mungkin Soojung menuruni sifat Ummanya”, batin gadis itu.

.

Baru hendak memejamkan matanya, suara bel apartemen membuatnya refleks berdiri dan segera menuju pintu. Begitu terbuka, raut lelah diwajahnya berubah bahagia saat melihat sang kekasih datang dengan membawa bunga favoritnya.

.

“Oppaaaa”, ia segera memeluk Sooyoung dengan erat karena kerinduannya pada namja itu. “I miss you”, lanjutnya lagi.

.

Sooyoung tersenyum lalu mengecup bibir kekasihnya sebelum masuk ke dalam apartemen bersama-sama.

.

“Kapan kau kembali dari perjalanan bisnis, Oppa?”

.

“Kemarin baby. Tapi maaf, aku baru bisa datang sekarang. Urusan di perusahaan cukup padat”, sesalnya.

.

“Ani… Aku mengerti Oppa. Tunggu sebentar, aku buatkan minuman dingin untukmu”

.

“Hmmm, gomawo”

.

Jessica pergi menuju ke arah dapur sedangkan Sooyoung duduk di sofa sambil mengeluarkan ponselnya. Satu pesan terpampang di layar dan ia segera membacanya. Ada helaan nafas kasar dari Sooyoung setelah membaca pesan itu.

.

Tak berapa lama wajahnya berubah tenang ketika Jessica keluar dari dapur dan membawakannya segelas minuman dingin dan makanan kecil. Dengan lembut, Sooyoung menariknya tangan gadis itu dan membuatnya duduk disampingnya sembari merangkulnya.

.

“Bagaimana kabarmu, baby? Kau terlihat baru pulang. Darimana saja?”

.

Jessica menyengir. “Aku baru pulang bekerja”, jujurnya.

.

Mendengar jawaban Jessica membuat Sooyoung merasa sedih. Biar bagaimanapun ia tidak tega melihat kekasihnya bekerja. Tapi ia juga tahu bahwa Jessica adalah gadis yang mandiri dan cukup keras kepala dengan harga dirinya.

.

“Jaga kesehatanmu dan jangan sampai sakit, hmmm”

.

“Arraseo. Aku mengerti”

.

“Good. Thats my girl”

.

Jessica mengangguk. Tangannya kemudian beralih ke punggung Sooyoung. Ia pun menghadap ke arah namja itu sembari melempar senyum dan memeluknya.

.

“Lelahku rasanya terbayar karena kau ada disini, Oppa”

.

Sooyoung tersenyum membalasnya.

.

.

.

.

.

————————————

.

“Masuk”

.

Pintu ruangan itu terbuka dan muncul seorang pria berkulit tanned disana.

.

“Oh, Yul”

.

Yuri membalas sapaan sahabatnya itu lalu duduk di hadapan Taeyeon.

.

“Ada apa ke ruanganku? Tumben sekali. Biasanya kau akan menyuruh sekretarismu”, tanyanya heran.

.

“Bukan hal yang besar. Tapi aku ingin memberitahumu sesuatu. Pekan depan akan ada pertemuan para CEO dari seluruh perusahaan Korea. Kupikir ada bagusnya jika kau ikut bersamaku sekaligus menemaniku”

.

Taeyeon meletakkan bolpoin yang dipegangnya dan memandang Yuri dengan tatapan menyesal.

.

“Kau pasti sudah tahu jawabannya Yul. Aku tidak akan pergi”

.

“Oh, ayolah Taeng. Kali ini saja. Mungkin kau bisa membangun koneksi lebih luas. Siapa yang tidak mengenalmu, huh?”

.

“Aku merasa tidak pantas melakukannya. Meskipun aku seorang Kim dan kedua orangtuaku orang ternama tapi tetap saja kenyataan tidak akan bisa berubah. Lagipula aku tidak tertarik membangun koneksi itu. Alasanku terjun ke bisnis karena aku ingin membuat orangtuaku bangga. Aku minta maaf, Yul. Kau bisa mengajak Sooyoung. Kudengar dia sudah pulang”

.

Yuri terlihat sedikit sedih dengan penolakan itu. Namun ia tidak bisa memaksa Taeyeon karena ia sangat tahu alasan Taeyeon melakukan hal itu.

.

“Its okay Taeng. Anggap saja tadi aku sedang mencoba peruntunganku. Mungkin kau akan menerimanya, tapi ternyata jawabanmu selalu sama”

.

Jawaban Yuri membuat suasana tidak canggung dan justru Taeyeon tertawa mendengarnya. “Thanks buddy, you know me so well”

.

“Yeaah, i know i know”

.

.

.

.

.

***

.

.

Gadis kecil itu selalu terlihat bersemangat. Ia berlari kecil kesana kemari bersama beberapa teman lainnya di taman yang tak jauh dari perumahannya. Tawanya yang riang, membuat yang mengenalnya ikut tersenyum.

.

“Soojung-ah”

.

Seseorang memanggil namanya dengan antusias sembari melambaikan tangan dan mata indahnya membentuk bulan sabit. Soojung yang menyadari siapa yang memanggilnya, langsung menghampiri sosok tersebut.

.

“Aunty~~~”

.

Tangan kecilnya kini berada di leher Tiffany dan tubuhnya sudah berada di pelukan aunty kesayangannya.

.

“Aigoo… Soojung baru saja sembuh dan sekarang sudah bersemangat bermain, huh?”

.

“Soojung bosan main di rumah. Disini bisa ketemu banyak teman-teman. Kan ada Sica Unnie yang menemani Soojung”, ujarnya dengan ceria lalu menoleh ke arah Jessica yang berdiri disana kemudian kembali lagi menatap Tiffany.

.

Tiffany yang memahami keinginan gadis itu ikut mengangguk senang. “Aunty datang kesini karena ingin mengajak Soojung makan siang. Nanti kita juga akan pergi bersama Uncle Taeng”, ia menjelaskan maksud kedatangannya pada gadis kecil itu.

.

“Uncle Yoong kemana?”

.

“Uncle Yoong? Uncle Yoong masih di kantor, sayang”

.

Meskipun Uncle favoritnya tidak ikut, tapi Soojung tetap senang karena ia juga mengenal dekat Uncle Taeyeon. Bedanya, Taeyeon jarang berkunjung ke rumah Yul karena urusannya. Tidak seperti Tiffany dan Yoong yang setiap weekend mengunjungi gadis itu.

.

“Hmm, kalo begitu sebaiknya saya pulang duluan Tiffany-ssi. Karena Soojung sudah bersama Aunty nya”, tiba-tiba Jessica bersuara disamping keduanya.

.

Mendengar ucapan Jessica, Tiffany justru tertawa. “Astaga, Jessica. Apa perjalanan kita bersama beberapa waktu lalu belum bisa membuatmu memanggil namaku dengan santai saja?”, ujarnya dengan kekehan.

.

“Maaf, sa—saya….belum terbiasa”

.

Tiffany berdiri dan satu tangannya sudah menggandeng Soojung. “Kalau begitu, mulailah membiasakan diri dari sekarang. Selama Yeseul Unnie masih di Amrik, aku akan lebih sering mengunjungi Soojung dan tentu kau akan bertemu denganku. Hmmm”

.

Jessica mengangguk pelan. “Akan saya….m—maksudku akan aku coba, Tiffany…”

.

Tiffany tersenyum puas dengan reaksi Jessica. “Khaa~~ baiklah. Kalo begitu ayo kita makan bersama. Kau juga harus ikut. Benar kan Oppa?”, pandangan Tiffany beralih ke sosok yang baru saja datang dari arah belakang Jessica sehingga ia baru menyadari ada seseorang disana.

.

“Sure. Soojung pasti setuju kan?”, tanya Taeyeon pada gadis kecil itu.

.

Soojung berteriak senang. Ketiga orang dewasa disana ikut tertawa melihat tingkah gadis kecil itu. Tak membuang waktu, mereka pun segera beranjak pergi menuju mobil Taeyeon dan pergi ke salah satu restoran di pusat kota.

.

.

.

.

.

———————————

.

“Belum juga ada hasilnya, Yoong?”

.

“Maaf, Appa.. Umma… Aku dan Fany belum bisa memberi kabar baik”, sesal Yoong begitu menjawab pertanyaan sang Appa yang tiba-tiba berkunjung ke perusahaan bersama sang istri.

.

“Sabar Yoong. Mungkin memang belum”, ujar Ummanya memberi ketenangan. “Kau juga sayang”, lanjutnya pada sang suami.

.

“Aku mengerti. Hanya saja aku berharap cepat menimang cucu dari putra semata wayang kita”

.

“Aku dan Fany terus berusaha Appa. Aku juga berharap akan ada kabar menggembirakan secepatnya”

.

“Sudah sudah. Sebaiknya kita akhiri pembahasan ini, hmmm. Lagipula, bukankah kita kesini karena ingin melihat perusahaan? Jangan mempertanyakan itu terus menerus pada Yoong”, sang Umma menengahi pembicaraan mereka.

.

Yoong dan Appa Im pun mengangguk mengerti dan melupakan pembicaraan mereka.

.

“Kinerja perusahaan meningkat cukup pesat. Apa Appa mau mengadakan meeting dadakan? Aku bisa mengumpulkan semuanya di ruang utama sekarang”.

.

“Tidak usah, Yoong. Biarkan mereka bekerja. Appa kesini hanya ingin melihat-lihat saja. Oh ya, Appa ingin bermain bowling denganmu. Apa kau sibuk?”

.

Yoong terkekeh. “Bagaimana mungkin aku sibuk karena permintaan Appa? Mau pergi sekarang?”, tawarnya.

.

“Call”, balas sang Appa dengan kekehannya. “Kalau begitu kita kembalikan Nyonya Im terlebih dahulu ke rumah. Beliau pasti bosan jika harus menemani pria-pria tampan ini bermain”

.

Yoong kembali terkekeh dengan ucapan sang Appa sedangkan Ummanya memukul lengan sang Appa karena ucapannya yang membuat Umma Im tersipu.

.

Setelah mengantarkan Ummanya, Yoong bersama sang Appa menuju salah satu tempat bowling ternama di Seoul. Kedua pria itu terus berbincang-bincang banyak hal selama perjalanan.

.

Tak terasa, mereka pun tiba di tempat tujuan. Yoong lebih dulu mengurus tempat dan membayar biaya administrasi lalu menyusul sang Appa yang sudah duduk di tempat yang dipilihnya.

.

“Sudah lama sekali kita tidak bermain ini. Terakhir Appa masih ingat sebelum kau dan Tiffany menikah. Saking stresnya, kau mengajak Appa bermain sampai satu hari sebelum pernikahan kalian”

.

“Ne, Appa. Kalau dipikir-pikir, aku berlebihan saat itu. Sudah berpacaran dengan Fany tapi masih saja gugup”, ujarnya mengingat kenangan lalu.

.

“Tapi Appa bangga padamu, hmmm. Kau berani memutuskan menikah saat karirmu sedang berkembang”

.

“Fany yang membuatku seperti itu, Appa. Aku bersyukur bisa bertemu dengannya”

.

Tuan Im ikut tersenyum sembari menepuk pundak putranya. “Omongan Appa di kantor tadi, jangan terlalu dipikirkan, hmmm. Appa tidak berniat memaksakan keinginan pada kalian. Cukup kau dan Fany hidup bahagia, Appa dan Umma ikut bahagia. Mungkin seorang anak, adalah anugerah yang tepat suatu saat nanti”

.

“Hmmm, aku mengerti Appa. Gomawo. Aku akan mencintainya dengan baik sampai kapanpun”

.

“Thats my son”, bangga Tuan Im. “Kajja, kita main. Yang kalah harus mentraktir makan setelah ini”

.

“Okay, tantangan diterima”

.

Kedua pria beda generasi itu pun tertawa dengan cara yang sama sebelum mereka kembali ke mode serius untuk bermain bowling.

.

.

.

.

.

***

.

.

Yuri menatap tak percaya pada sosok dihadapannya. Ia baru saja hendak bernafas lega setelah project besar selesai, namun kini ia harus mendengar sesuatu yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya.

.

Begitu sosok itu undur diri, seseorang masuk tak lama setelahnya. Pria jangkung yang memakai setelan formal dipadukan dengan kacamata hitam, masuk dan menyapa Yuri dengan santai lalu duduk di kursi yang ada dihadapan Yuri.

.

“Kau terlihat tidak senang, huh? Apa hasil dari project besar ini kurang membuatmu puas?”, ujar sosok itu padanya.

.

“Ani. Kau sudah bekerja dengan sangat baik Soo. Meskipun kita sempat memiliki kendala tapi kau menyelesaikannya. Aku puas”

.

Sooyoung mengangguk menerima jawaban Yuri tanpa bertanya lebih lanjut lagi. Ia pun kemudian melepaskan kacamata hitamnya sembari tatapannya menatap ke arah sekeliling ruangan Yuri dan tersenyum.

.

“Perusahaan ini sudah berkembang sangat pesat. Bahkan setiap aku masuk ke ruanganmu, rasanya tetap sama. Menakjubkan”.

.

Yuri yang mendengarnya ikut tersenyum senang. “Kalian juga yang membantuku hingga bisa seperti ini”

.

“Ya, aku tidak meragukan kualitas karyawan yang ada di perusahaan ini”, ujar Sooyoung sebelum ia diam beberapa saat sambil menata pikirannya.

.

Yuri yang masih menikmati obrolan santai itu, tidak menyadari kegugupan Sooyoung. Ia justru memainkan bolpoin yang dipegangnya sembari tersenyum. “Sepertinya kita butuh mengadakan pesta, Soo”

.

“Maaf Yul, soal itu aku meragukannya”

.

“Wae?”

.

Sooyoung terlihat canggung. Ia membasahi sudut bibirnya yang kering dan menatap Yuri dengan pandangan bersalah. “Aku menemuimu untuk menyerahkan ini”, jelasnya sambil meletakkan sebuah amplop di atas meja Yuri.

.

Tanpa membuka isi amplop tersebut, Yuri sudah bisa membaca tulisan depan yang ada ada amplop dan itu membuatnya terkejut.

.

“Soo….k—kau….”

.

“Maafkan aku Yul. Aku harus menyerahkan surat pengunduran diri padamu”

.

“Kenapa? Bukankah project kita berhasil?”, Yuri masih terkejut dengan apa yang barusan dilihat dan didengarnya.

.

“Ayahku memintaku untuk pergi ke Jepang dan mengurus perusahaannya. Dia mulai sakit-sakitan dan aku harus menggantikannya Yul”

.

“Kau punya perusahaan?”, tanya Yuri sekali lagi dengan nada terkejutnya.

.

“Hmmm, beberapa perusahaan keluargaku semuanya ada di Jepang. Aku minta maaf jika harus merahasiakan ini padamu Yul. Kondisinya cukup rumit untuk dijelaskan. Kuharap kau mau mengerti”

.

Tak bisa dipungkiri bahwa Yuri sangat sedih. Ia tahu kemampuan Sooyoung dan kontribusinya pada perusahaannya. Tapi siapa sangka ia harus kehilangan salah satu orang terbaiknya.

.

“Kau akan pindah ke Jepang, Soo?”

.

Sooyoung tidak menjawab. Namun ada helaan nafas disana. Menyadari glagat temannya itu, Yuri merasa Sooyoung tidak ingin berbicara lebih lanjut.

.

“Kau tahu? Kau bisa kembali kapan pun ke perusahaan ini. Aku akan terima surat ini tapi berjanjilah kau akan menemuiku lagi saat kau sudah mau berbagi ceritamu padaku, hmmm”

.

“Gomawo Yul. Kuhargai itu”

.

Yuri mengangguk dan menerima pelukan persahabatan dari namja jangkung itu.

.

.

.

.

.

———————————

.

“Unnie~~ ayo kejar Soojung”

.

Gadis kecil itu asyik bermain bersama Jessica. Taeyeon dan Tiffany yang ada disana pun ikut tersenyum senang melihat keceriaan Soojung.

.

“Setiap melihat Soojung, aku jadi iri pada Yul Oppa dan Yeseul Unnie. Mereka punya malaikat kecil yang sangat cantik dan menggemaskan”, ujar Tiffany pada Taeyeon yang berjalan disampingnya.

.

“Siapapun akan iri, Phany-ah. Aku juga”

.

Tiffany mengangguk mendengar balasan Taeyeon. Tak berapa lama ia ikut bergabung bersama Jessica dan Soojung. Membiarkan Taeyeon berdiri tak jauh dari mereka sembari memperhatikan ketiganya.

.

Tatapan Taeyeon sesekali melihat ke sekeliling taman tempat mereka berada. Beberapa orang berlalu lalang di depannya dengan membawa kantong belanja. Tidak heran, karena di sekitar taman terdapat daerah perbelanjaan.

.

“Taeng!”

.

Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang. Taeyeon hampir kehilangan keseimbangan namun tangannya sudah refleks terlebih dulu.

.

“Eoh, Eunjung-ah”

.

Gadis itu tersenyum begitu pula Taeyeon yang ikut tersenyum membalasnya.

.

“Apa yang kau lakukan disini, Taeng?”

.

Taeyeon tidak menjawab, melainkan melihat ke arah dimana Soojung terlihat jelas menghadap ke arah mereka dan sedang asyik bermain bersama Jessica yang membelakangi pandangan keduanya. Sedangkan Tiffany tidak ada disana karena ia baru saja membeli minuman.

.

“Siapa wanita yang bersama Soojung, Taeng?”

.

“Ah itu. Dia babysitter yang menjaga Soojung setelah pulang sekolah sampai sore hari”

.

Eunjung kemudian mengerti dan membicarakan hal lain padanya. Disana asyik sedang mengobrol, tiba-tiba Eunjung menanyakan sesuatu pada Taeyeon. Pertanyaan yang biasa menurutnya, tapi ia tidak menyangka jika Eunjung yang mengatakannya.

.

“Apa ini bagian dari keseharianmu untuk bisa melihatnya dan berada disampingnya, huh?”

.

“Ani. Aku ingin bertemu Soojung, dan kebetulan Tiffany juga. Lalu ia mengajakku”, jelas Taeyeon.

.

“Benarkah?”, Selidik Eunjung ragu.

.

“YA!! Kau jadi mencurigaiku”, kesal Taeyeon pada akhirnya.

.
Eunjung tertawa melihat reaksi Taeyeon yang berlebihan menurutnya. Ia pun menghentikan candaannya. Tak lama wajahnya berubah serius namun tampak seperti sedang sedih. “Aku akan menikah”, ujarnya pada Taeyeon. “Khaaa~~ dunia memang menyebalkan”

.

“Wae? Bukankah itu baik untukmu?”

.

“Apa itu bisa dianggap sebuah pernikahan jika hanya untuk bisnis?”

.

Taeyeon sudah mengerti arah pembicaraan gadis itu. Namun ia masih diam dan mendengarkan Eunjung yang tiba-tiba bercerita sambil sesekali Taeyeon melihat ke arah Soojung dan Jessica berada.

.

“Yang membuatku sedih, apa aku bisa bertemu denganmu lagi?”

.

Taeyeon mengulum senyumnya dan mengangguk menenangkan gadis itu. “Kapanpun, Eunjung-ah. Kau akan tetap menjadi teman terbaikku. Aku tidak akan bersikap egois padamu, karena aku yakin ada orang lain yang tepat untukmu. Mungkin pria yang akan menikahimu nanti”

.

“Ini menyebalkan”, balas Eunjung diiringi kekehannya meskipun wajahnya masih terlihat sedih. “Mendengarkanmu bicara seperti itu, seolah-olah rasa cintamu pada Tiffany terlalu besar”

.

“Apa terdengar seperti itu?”, kaget Taeyeon.

.

“Hu’um”

.

Hahahahahaha

.

Taeyeon justru tertawa lalu mendekat ke arah Eunjung dan mengacak rambutnya. “Sok tahu”

.

“YA! Jangan merusak dandananku”

.

“Arraseo Arraseo. Kajja, kukenalkan kau pada yang lainnya mumpung kita bertemu disini”, Taeyeon lalu merangkul pundak gadis itu dan berjalan mendekati Jessica dan Soojung.

.

Tanpa keduanya tahu…..

 

.

Seseorang mendengar semua percakapan itu dan membuat tubuhnya mematung beberapa saat sebelum mencoba terlihat biasa saja.

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Yuri baru saja pulang ke rumahnya. Ia disambut sang butler rumah dan memilih bersantai di sofa yang ada di ruang tengah sembari menyalakan televisi. Beberapa saat kemudian, ponsel Yuri berdering dan itu datang dari asisten pribadinya.

.

“Saya sudah mengatur jadwal anda. Sepertinya Tuan Sooyoung juga akan ada dalam daftar tamu yang hadir”, jelas pria diseberang telpon. “Tapi dengan nama perusahaan yang berbeda”, ucapnya dengan ragu.

.

“Sooyoung sudah tidak menjadi Direktur di perusahaanku. Mungkin dia juga hadir disana sebagai CEO dari perusahaannya yang baru. Kapan kau akan kembali? Apa Yeseul baik-baik saja?”

.

“Lusa, Tuan. Hmmm, Nyonya Yeseul baik-baik saja. Beberapa hari ini ada acara yang harus ia hadiri di LA”

.

Yuri menganggukkan kepalanya mengerti meskipun sosok yang diajaknya bicara tidak bisa melihat hal itu. Tak lama, ia pun mengakhiri pembicaraannya dengan asistennya. Tatapan Yuri kini beralih sepenuhnya ke acara televisi sekaligus mengisi waktu istirahatnya sejenak.

.

Saat sedang menikmati tontonannya, tiba-tiba suara teriakan Soojung yang ceria terdengar dari pintu depan. Derap langkah gadis kecil itu membuat Yuri tersenyum dan ia tetap pada tempatnya sambil menunggu sang putri menghampirinya.

.

“Appa!!!”, ia berlari kecil dengan begitu senang. Dibelakangnya disusul Taeyeon dan Tiffany yang ikut masuk k dalam.

.

Soojung kecil memeluk Appanya dengan sangat senang. Lalu gadis itu berceloteh tentang apa yang dilakukannya saat bermain di taman tadi. Yuri mendengarkan cerita itu dengan seksama sesekali memberi reaksi.

.

“Kemana Jessica?”, tanyanya pada Taeyeon dan Tiffany saat keduanya sudah mendarat duduk di sofa.

.

“Kami mengantarkannya pulang. Bukankah kau sudah pulang dan itu artinya dia juga pulang?”, Taeyeon balik bertanya.

.

“Seharusnya dia ikut mengantar Soojung. Itu sudah tugasnya Taeng. Dan lagi, kenapa kau mengantarnya?”

.

Taeyeon langsung menggeleng heran. “Tidak ada bedanya, dia kesini atau tidak. Lagipula dia memang harus pulang. Hitung-hitung, aku membantunya menghemat ongkos”

.

“Soojung yang meminta Uncle Taeng, Appa”, tiba-tiba Soojung menimbrung. “Soojung juga ingin tahu dimana Sica Unnie tinggal”

.

Ucapan putrinya membuat Yuri tak lagi protes. Taeyeon menyengir ke arah Yuri yang dibalas dengan tatapan kau memang menyebalkan dari namja tanned itu.

.

“Aunty~~ Soojung sudah mengantuk”, ujarnya pada Tiffany yang sedari tadi hanya mendengarkan mereka.

.

Tiffany segera berdiri dan mendekat ke arah Soojung. Ia menggendong gadis kecil itu dan keduanya pun berlalu ke kamar utama karena Soojung tidur bersama Appanya selama Ummanya tidak ada di rumah.

.

Di ruang tengah, Yuri membuka suara lagi. Kali ini mengenai kepindahan Sooyoung.

.

“Kau sudah tahu?”

.

“Hmmm. Aku yang memberinya saran untuk segera keluar dari perusahaanmu. Jika dia terus disana, pekerjaannya akan terganggu. Lagipula dia sudah menjadi pimpinan di perusahaan yang diwariskan Ayahnya”

.

“Kudengar begitu. Dia juga akan hadir dalam acara CEO yang kuceritakan padamu”

.

“Ya, dia berhak melakukannya”, komentar Taeyeon sembari mengunyah kacang yang baru diambilnya di atas meja. “Jangan terlalu serius di depanku, Yul. Kau sudah tahu itu dan aku tidak tertarik”, Taeyeon kembali membicarakan ajakan Yuri tentang acara yang dihadiri para CEO.

.

“Seandainya aku bisa sesantai sepertimu”, jelasnya dengan candaan.

.

“Jangan Yul. Kau tetap lebih baik dariku”

.

“Kau selalu berlebihan, Taeng”

.

Kedua pria itu tertawa setelahnya saat menyadari kekonyolan mereka untuk saling memuji. Bahkan Taeyeon menunjukkan wajah ilfeel nya pada Yuri.

.

“Yul”, Taeyeon kembali bersuara dan tatapannya berubah tenang.

.

“Wae?”

.

Tak berapa lama kemudian, Taeyeon pamit pada Yuri setelah mengucapkan beberapa kalimat dan Yuri menyanggupinya.

.

.

.

.

.

——————————-

.

Tiffany keluar dari kamar utama dan menuju ruang tengah. Matanya menyipit begitu ia hanya melihat Yuri duduk seorang diri disana.

.

“Oh, Fany-ah. Soojung sudah tidur?”, tanya Yuri begitu melihat Tiffany menghampirinya.

.

“Sudah Oppa. Kemana Taeyeon Oppa?”

.

Pandangan Tiffany mencari namja itu di sekitar sudut rumah tapi tidak melihat kehadiran Taeyeon.

.

“Dia baru saja pulang duluan. Aku dimintanya untuk mengantarmu. Apa kau mau pulang sekarang?”, lanjut Yuri lagi.

.

Mendengar ucapan Yuri, Tiffany segera mengambil tasnya lalu pergi begitu saja dan membuat Yuri terlihat bingung.

.

“OPPAAA!!”

.

Suara Tiffany menghentikan langkah Taeyeon memasuki mobilnya. Melihat hal itu, Tiffany berjalan cepat ke arah Taeyeon dan tanpa mengatakan apapun, dia masuk ke dalam mobil dengan wajah kesalnya.

.

“Taeng! Fany-ah”

.

Yuri yang ikut menyusul, cukup terkejut melihat Taeyeon yang masih berada di halaman rumahnya. Ia lalu melihat ke arah Taeyeon dengan pandangan apa yang terjadi dan Taeyeon hanya tersenyum tenang.

.

“Aku pulang dulu, Yul. Istirahatlah, biar aku saja yang mengantar Tiffany”

.

Yuri pun akhirnya mengangguk dan membiarkan keduanya pergi meninggalkan halaman rumah.

.

Sepanjang perjalanan, tidak ada suara apapun. Taeyeon fokus menyetir dan Tiffany hanya melihat ke arah luar jendela. Suasana mereka terasa canggung. Bahkan Taeyeon tidak menyadari bahwa gadis itu sedang menahan amarah padanya.

.

Hal tersebut terus terjadi hingga mobil Taeyeon berhenti di lampu merah terakhir sebelum menuju perumahan milik Tiffany dan Yoong.

.

“Aku belum ingin pulang. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Oppa”, Tiffany mendadak bersuara. Dari nadanya, sudah terdengar penuh amarah.

.

“Ini sudah malam Phany-ah”

.

“Sekarang atau aku akan turun disini”

.

Ancaman Tiffany membuat Taeyeon mendesah pelan. Pasalnya keadaan jalan raya masih ramai dan jika Tiffany nekat untuk turun, sudah dipastikan kendaraan yang lain akan membunyikan klakson mereka.

.

Taeyeon pun menyerah dan mengikuti keinginan yeoja disampingnya itu. Ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan di sekitar daerah yang tidak terlalu ramai kendaraan. Selesai menetralkan kendaraannya, ia menoleh ke arah Tiffany yang masih diam.

.

“Apa yang ingin kau bicarakan, hmm?”, tanyanya lembut namun Tiffany masih diam dan wajahnya masih memandang keluar jendela.

.

“Phany-ah~~” panggil Taeyeon sekali lagi.

.

“Dasar pengecut”

.

Taeyeon tersentak. Meskipun Tiffany mengatakannya dengan pelan, tapi ia bisa mendengarnya.

.

“Oppa adalah pria paling pengecut di dunia ini”, ucapnya lagi kali ini dengan suara yang jelas.

.

Tak lama, pandangan Tiffany beralih ke arah Taeyeon. Betapa terkejutnya namja itu melihat wajah Tiffany yang sudah berurai airmata. Ucapan Taeyeon sempat terbata karena ia bingung dengan apa yang terjadi.

.

“Pha—Phany-ah… W—w—wae?”

.

Saat itu Taeyeon hendak menyentuh pundak Tiffany, tapi reaksi Tiffany lebih cepat dan ia menolak sikap Taeyeon itu.

.

“Apa benar yang diucapkan gadis itu pada Oppa?”, tanyanya dengan nada marah bercampur isakan tangisnya.

.

“Apa maksudmu?”

.

“Di taman. Saat di taman tadi dan kau bicara pada seorang gadis”

.

Wajah Taeyeon terlihat terkejut. Namun sebelum dia menanggapi ucapan Tiffany, Tiffany sudah lebih dulu membuka pintu mobil dan pergi begitu saja. Tiba-tiba tubuh Taeyeon seperti membeku dan ia belum melakukan apapun bahkan untuk mengejar Tiffany yang pergi.

.

Selang berapa menit, akhirnya ia memukul setir mobilnya dengan keras begitu memflashback apa yang terjadi di taman tadi saat bertemu Eunjung.

.

“Oh Sh*t!!!!”

.

.

.

.

.

***

.

.

Seseorang memasuki ruangan berkaca itu. Tampak seorang pria serius dihadapan laptopnya. Begitu menyadari siapa yang datang, pria itu mengulu senyumnya.

.

“Bagaimana?”

.

“Semuanya sudah sudah diurus. Tiket penerbangan beserta akomodasinya”

.

“Gomawo. Aku sangat terbantu”, ucap pria itu.

.

“Apa ini termasuk paket bulan madu romantis yang kau siapkan, Yoong?”

.

Pria yang ternyata Yoong, hanya tertawa kecil pada sosok dihadapannya. Suasana kantor terlihat sepi dan itu menyebabkan keduanya berbicara dengan bahasa santai.

.

“Termasuk paket pekerjaan yang paling manis yang bisa kuberikan padamu”, jelasnya lagi dengan kekehannya tapi tidak dengan sosok yang menjadi lawan bicara Yoong.

.

“Ya, kau memang bos yang paling baik sedunia. Meninggalkan pekerjaanmu dan menjadikan aku sebagai tumbal”

.

“Oh, ayolah. Aku akan menaikkan gajimu dua kali lipat untuk ini”, Yoong kembali menyengir.

.

“Ya, dan semoga saja pengorbananku tidak sia-sia. Kau dan istrimu membawa kabar baik. Aku benar-benar penasaran bagaimana wajah anakmu saat lahir nanti”

.

Yoong kembali mengulum senyumnya. Ucapan itu cukup membuatnya merasa senang. “Aku mengandalkanmu, Lee Sunkyu”, ujarnya dengan tenang dan tanpa sadar mengundang kekesalan pada sosok didepannya.

.

“YA!! Bocah ini. Aku lebih tua darimu, dan bersikaplah sopan padaku meskipun kau adalah bosku”

.

Tak berhenti disitu, Yoong justru menyengir lebar dan tidak mempedulikan omelannya. Ia berdiri dari kursinya dan menutup laptop dihadapannya sebelum menoleh ke arah gadis yang bersamanya.

.

“Gomawo, Nuna. Aku berhutang padamu” ucapnya tulus sebelum berpamitan pulang.

.

Sedangkan gadis yang bersamanya hanya bisa melihat Yoong pergi menjauh sembari menggelengkan kepalanya melihat kelakuan atasnnya itu.

.

.

.

.

.

Sesampai di rumah, Yoong masuk ke dalam dengan senyuman bahagianya. Ia tak sabar memberikan hadiah kejutan pada Tiffany. Namun, perasaan aneh justru muncul disaat itu. Yoong tak menemukan keberadaan Tiffany dimanapun bahkan ia sudah memeriksa seluruh ruangan.

.

“Apa mungkin masih di rumah Yul Hyung?”, pikirnya.

.

Tapi saat menghubungi Yuri, pria tanned itu tidak mengangkat telponnya sama sekali. Kali ini Yoong mencoba lagi untuk menghubungi nomor Tiffany. Beberapa kali berdering namun tiak diangkat juga. Hingga deringan terakhir dan disaat ia akan menutup ponselnya, terdengar suara berisik dari seberang telpon.

.

“Fany-ah”, Yoong merasa lega ketika telponnya diangkat oleh sang istri.

.

“Halo”

.

Kerutan terlihat jelas di dahi Yoong begitu suara orang lain menyapanya. “Apa ini suami dari pemilik ponsel?”

.

Mendengar pertanyaan orang itu, seketika Yoong dilanda kebingungan tapi ia tetap menjawab suara orang asing tersebut.

.

“Ya, saya suaminya. Kenapa ponsel istriku bisa ada pada anda?”, tanya sopan meskipun masih bingung dengan situasi yang terjadi.

.

“Maaf, saya menemukan ponsel ini tergeletak di jalan. Jika anda suaminya, berarti anda harus segera ke Rumah Sakit. Istri anda baru saja menjadi korban tabrak lari”

.

Seketika darah Yoong berdesir hebat. Tenggorokannya tiba-tiba terasa kering dan jantungnya berdegup kencang. Kalimat yang baru saja ia dengar, rasanya seperti petir yang menyambarnya dengan keras.

.
“Anda bisa menyusulnya ke Rumah Sakit Seoul. Halo?? Haloooo??”

.

Yoong hanya mendengar ucapan orang tersebut tapi tak lagi menanggapinya. Tubuhnya meluruh ke lantai dan ponselnya ia biarkan tergeletak begitu saja. Airmatanya hampir menetes tapi Yoong segera menyekanya. Tanpa membuang waktu, ia berlari keluar rumah dan segera menuju Rumah Sakit dengan perasaan yang tidak karuan.

.

.

.

.

.

Andwe, Fany-ah… Andwe…. Aku mohon sayang, jangan membunuhku seperti ini”

.

.

.

.

.

TBC

————————————————-

YUHUUUUU

JEJE hadir lagi.

Terbayar sudah janji gue untuk TRIPLE UPDATE.

See you di update-an selanjutnya.

Diusahakan rajin update kok, tapi lo juga pada rajin berbagi pikiran dengan gue.

Authornya senang banget kalau ada yang mau ngajak ngobrol. Biar dia bisa rileks sejenak, saking banyaknya berteman sama tugas project yang menumpuk. Hehehe

.

.

.

by: J418

.

.

*bow*

79 thoughts on “BETWEEN US (3)”

  1. pengennya yulsicc T_T gk mau soosica
    pengennya yulsic biar baby kwon soojung betah dirumah sica umma juga cantik sexoohhh pula hehehehehe
    fany korban tabrak lari? pasti tadi pas kabur dari taeng kan??

    Like

    1. Haiiiiiiiiiii. Thank you udah datang lagi ^^
      Hahahaha i know what you want. Tapi semoga aja ceritanya mendukung. Kalau nggak, jangan marahin authornya yang suka bikin rusuh couple ya. Hihih

      Like

  2. Sepertinya dulu fany jg suka sma taeng nih tpi taeng.nya gak ngungkapin,
    Fany kecelakaan? Bikin fany lupa ingatan aja thor, dia ingatnya suka ssma taeng n gak inget kalo udah nikah sama yoong wkwkwkw

    Like

  3. Sepertinya dulu fany jg suka sma taeng nih tpi taeng.nya gak ngungkapin,
    Fany kecelakaan? Bikin fany lupa ingatan aja thor, dia ingatnya suka ssma taeng n gak inget kalo udah nikah sama yoong wkwkwkw

    Like

  4. Itu Ppany nya suka sama taeng juga apa gimana ini dooohhh jan pisah kan yoonfany thor, biarkan mreka bahagia

    Apa soosica bkalan end, secara sooyoung bkalan pindah ke jepang tp blom tentu end juga sih. Ku berharap jd Yulsic ya

    Like

  5. Epep yg lain dr pd yg lain…
    D tunggu klnjutn kisahnya….
    Omooo…apa mungkin yg bkalan nikah krna bisnis itu eunjung n choi sooyoung???
    klo bnr…,gmna nasib sica???

    Like

  6. Itu fany bilang gitu karna kecewa krn tae itu sahabatny? atau kecewa karna dia jg cinta sama tae?
    Sooyoung mau pergi? Sica gimana??

    Like

  7. Ahhhh setelah baca ulang fanfic fanfic mu ku jadi mau soosicaaaaa,soo pria idaman,
    Yuri biar aja sama istrinya kan ga etis kalau sica jadi orang ketiga wkwkwkwk *ditabok yanglaingue . itu fany kenapa????? Ga mati kan je??? Pengen taeny tapi yoonfany lucu juga ahhh ga bisa menebak pasangannya kalau di ff mu terlalu diluar dugaan. Sekarang gue pikirnya yulsic atau ga soosica tpi nanti tiba2 bisa jadi taengsic , jadi kuserahkan semuanya pada mu je ku nunggu aja wkwkwkwk

    Like

  8. Aku masih penasaran sma taeny, apa mereka
    Pernah ada hubungan????? Kok ppany sampai kyk gitu. Terus yg nabrak ppany siapa?????

    Like

  9. Wah taeny kayaknya ada apa2 nya ini.klo gitu yoong sama gw aja sinih 😂😂
    Berharap nya sih yulsic,cepetan dong thor comblangin yul sama sica nya #maksa 😁😁
    Tp apapun itu,gw pasrah aja sama kehendak author 😉😉

    Like

  10. Kok gw curiga ama Fany, kayanya dia suka jg ama Taeyeon.
    Huaaaaaaaa…. Ga mau!!!
    Pokoknya hrs Yoonfany thor…..pliiiiisss
    Jgn biarin Fany berpaling dan ninggalin lakinya, gw ga rela. Mereka kan lg program mau pny anak, ga boleh direcokin.

    Like

  11. Sepertinya dulu fany jg suka sma taeng nih tpi taeng.nya gak ngungkapin,
    Fany kecelakaan? Bikin fany lupa ingatan aja thor, dia ingatnya suka ssma taeng n gak inget kalo udah nikah sama yoong wkwkwkw

    Like

  12. Pagi,, wah udh abis kurang nih,, kykna fany pernah ada rasa ama si tae ya, trz ini ntar gmn sica klo soo pergi, si soo kykna syang sica sih tapi kok milih pergi?
    Gmn nasib tae dan sica ntar, yoon sabar deh ya,, hehe
    mksh,, jeje 🙂

    Like

  13. Drama di mulai… Ahahaha
    Duh kok agak ga enak nih perasaan soal hub soosica… Jangan” ntr soo ninggalin sica gtu ajjah… Trus sica cinlok sama yull yg galak itu.. Tp gpplah.. Asal yulsic ..

    Trus gue ga suka klo taeny jadian..
    Jangan sampe ya krn fany kecelakaan trus amnesia.. Lupain yoong… *biasa nya bgtu soal nya.. Gara” fany udh tau klo taeng itu sbnrnya cinta sama fany… Apalagi mereka udh kenal dr kecil.. Udh pasti sblom nikah sama yoong.. Famy suka juga sama taeng. Tp mungkin krn taeng ga ungkapin.. Makanya keduluan sm yoong… Apalagi juga fany perhatian bgt sama taeng.. Huftt ga rela klo taeny. Mau nya yoongfany 😀

    Like

  14. Q deg-degan lo tggu ko konfliknya…
    Sejauh ini utk couple ny oke…
    Q SK SooSica, YoonFany…. Tp klo emg konfliknya didlm sndri g bisa kbyang…
    Ini udh diksh pemanasan am authornya….
    Utk mslh Fany smg Yoong bisa lbh sbr kala th yg sbnrnya n smg cpt diksh momongan….
    Klo mmg sblmnya Taeny ad rasa smg jg g ad perselingkuhan didlm….

    Like

  15. kurang panjang updatenya gkgkgk😁
    Yul kesel mulu sma sica
    Drama di mulai, fany pasti punya prasaan di masa lalu sma tae makanya dia marah pas denger pembicaraan tae di taman kan😞
    PENASARAN NEXT CHAPNYA~

    Like

  16. Apa mungkin masih di rumah Yul Oppa?”, pikirnya.ada sedikit typo je.maaf bgt baru bisa baca skrg je,lg ribet persiapan acara 7 bulanan soalnya.kalo Sooyoung pindah kejepang,berarti soosic bakalan LDR donk ya,ada kemungkinan juga buat Sooyoung selingkuh,hehehehe.wah tiffany tau perasaan taeng yg sebenernya,takut nya kalo perasaan tiff ke Yoong bakalan berubah

    .

    Like

  17. Kalau ff nya berkiblat pada sinetron India dan Indonesia pasti Tiffany nya ilang ingatan
    Btw Yoong kok manggil yuri oppa.. lol

    Like

  18. Fany kok marah ke tae?apa fany jg suka sma tae? Ntar yoong mau di kemanain 😢
    Je lu jangan sampe ngorbanin yoong biar taeny bersatu ya😒😒
    Soo pake pindah ke jepang segala, jd kesempatan dong yulsic pdkt wkwk

    Like

  19. hi J!
    btw how are u?
    i hope you’re always fine
    greget bgt sama bagian yoontaeny sih
    kaya gini tuh sering kejadian di dunia nyata
    bahkan yg skrg lagi nulis komen ini juga gtu😂😂,😂
    uppssssss
    gimana yaaa suka gaenak kalau udah sahabat trus pacaran trus tiba” ada masalah
    kan sinetron jadinya wkwkwkkww
    sikap Taeyeon itu bikin greget
    dan Tiffanynya juga
    disini pasti nanti Yoong yg jadi korban😂😂😂
    mudah”an Jeje gakan nulis kaya sinetron atau film india ama drakor yg pernah si aku tonton yaaa 😂😂😂😂
    atau you wanna make it like the vow?
    boleh tuh hahhha

    Like

    1. Hi juga Ris. Kabar baik. Lo gimana kabarnya??
      Kejadian yoontaeny emang banyak di kejadian nyata. #eh, yang nulis komen ngalamin apa nih?

      Hahahah iya, smoga gue nggak nulis kaya sinetron aja. XD

      Like

      1. YEAYYYY!!!!
        ketahuan juga nih gw hahahaha
        kabar gw baik setelah lo notice gw Je hahahaha
        ehhh jangan” kejadian yoontaeny berdasarkan kisah nyata lo ya Je?
        #mengalihkanpembicaraan lmao
        lol gpp sih lo nulis kaya di sinetron asal jangan sampai season 7 aja wkwkwkwkw

        lanjut email aja nih Je?
        long time no talk
        kangen nih hahahaha

        Like

  20. Apa cuma gw yang disini skip soosic klau di ada percakapan ? Hahahah sumpah gw bingung sendiri soal ny sica for yul always and taeny too

    Like

  21. Klau jodoh ma ngk kemane” yulsic atau taeny Sama aja ngk bisa jauh” dari pasangan ny sica atau yul, fany atau taeng. Couple banget da tu couple ber2 😍😁

    Thor pleasee kurangin moment soosica rada gimna ya klau gw baca tu scene 🤔
    …….thnks thor fight

    Like

  22. Rasanya aneh yaa klo Yul bukan ama Sic, ane juga kalo panny bukan ama tae,
    Lebih ane lagi couple soosic? Berasa gimana gitu.. Susah ketemu ama fans fanatik kek gini ini
    Tp gpp, ini pandangan baru..
    Sica unnie hebad dapetin ceo jangkun, tar kalo bosen masi ada ceo tanned😄

    Ow ia, selamat taon baru y.. Gk nyangka uda lama,sangattt lama sampe lupa berapa taon ya..wkwkwk

    Like

      1. Iya si bener juga, kenapa ya?
        Woyyy, ini kamar nya jeje bukan?? Kok km yg muncul..wkwkw
        Tunggu aku ama jeje uda selesai uda kelar, baru lu bole muncul.. Nanggung ne😄

        Like

      2. Hm.. Apa aku terlihat sedang ngomel? Kalopun aku ngomel barti itu aku sayang, aku peduli..ok😀
        ihh, senang nya didengerin dengan seksama pula..😄

        Like

  23. belum ada romance nya nih yulsic 🤔. penasaran gue sma taeny . mreka dulu saling suka ,kali ya ? #cie main tebak2an🤣🤣. d tgglah kelanjutanx . terserahh lahh sica mo dipasangin sma siapa sja . yg penting d critax selalu ada sica , ya cukup . lebih suka couple selingkuhan sihh sebenernya . wkwkwk 🤣🤣🤣

    Like

  24. Aku penasaran deh. Sebenernya Pany ada perasaan jg nggk sih ke Taeng? Klo nggak trus knp dia malah seperti itu saat tau klo Taeng menyukainya? Apa jgn2 sblm nikah sama yoong Pany emg udh ada perasaan sama Taeng? Tp krn berpikir Taeng tdk pny perasaan yg sama ke dia makanya Pany milih nikah dgn Yoong guna utk memudarkan rasa cintanya ke Taeng?? Ah… Sudahlah itu hny sebatas praduga ku saja. Yg jelas aku pgn endingx Taeny. Wkwkwk…

    Like

Leave a Reply to Kwon jung Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s