DRABBLE #15

Tittle                : DRABBLE #15

Drabble

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————-

.

.

.

“Maaf Sica, sebaiknya hubungan kita berakhir disini. Aku tidak bisa mengenalkanmu pada orangtuaku”

.

.

.

Hosh….hosh…

.

Ia terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengal. Sesaat setelah menegakkan tubuhnya, gadis itu berusaha menenangkan detak jantungnya yang berpacu berkali-kali lipat. Ingatannya kini mulai kembali kepada mimpi barusan. Mimpi yang sebenarnya adalah sebuah kenyataan pahit.

.

Tetesan airmata, perlahan mengalir di wajah cantiknya. Tak ada lagi isakan atau tangisan keras yang bisa ia keluarkan. Mungkin, karena ia sudah lelah dan airmatanya sudah hampir habis selama beberapa bulan untuk menangisi pria yang selalu muncul dalam mimpi buruknya.

.

“Sicaaa….”

.

Satu suara lembut bercampur kekhawatiran menyapanya. Detik berikutnya, kini ia merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagu di pundaknya. Ia bisa merasakan deruan nafas halus terasa beraturan.

.

“Gwenchana…hmm….gwenchan….”, sebuah kalimat yang selalu pria itu katakan setiap pagi ketika ia mendapati gadis itu mengalami hal yang sama. “Aku disini..jangan khawatir..”

.

Ia tak membalas ucapan itu. Namun satu yang pasti, tangan lembutnya kini balas menggenggam tangan pria itu, lalu ia memejamkan mata sejenak untuk melupakan mimpi buruk itu.

.

.

.

.

.

————————————–

.

“Apa dia bermimpi lagi?”

.

“Eoh”, satu helaan nafas kasar terdengar disana. “Mungkin ini karma atas kesalahanku”

.

“Jangan berkata seperti itu. Manusia tidak bisa luput dari kesalahan”

.

“Tapi melihatnya seperti itu, membuat dadaku terasa sakit dan seolah-olah hendak membunuhku. Apa sebaiknya aku berterus terang padanya?”

.

“No…Jangan lakukan itu. Kau tahu resikonya? Rumah tanggamu akan berantakan jika kau mengatakan itu padanya”

.

“Sampai kapan aku membohonginya? Sampai kapan aku harus menghiburnya padahal akulah penyebab kenapa dia bisa bermimpi seperti itu?”

.

Suasana mendadak hening. Lawan bicaranya mulai kehilangan kata-kata untuk menanggapi pertanyaan itu. Satu helaan ia lakukan sebelum menatap ke arah pria itu dengan serius.

.

“Bertahanlah dan perbaiki kesalahanmu. Itu saranku”

.

.

.

.

***

.

.

“Selamat datang!!”

.
Sebuah senyuman tersungging di bibir manisnya. Wanita muda yang tampak cantik nan anggun dengan dress putihnya, menyapa seseorang yang baru saja datang ke dalam panti asuhan.

.

“Apa Unnie ingin mengunjungi anak-anak lagi?”, tanyanya dengan ramah dan sopan.

.

Sosok itu mengangguk kecil sembari tersenyum. Keduanya pun akhirnya berjalan bersama menuju sebuah taman bermain yang berada di panti asuhan tersebut. Tampak anak-anak kecil berlarian dan bermain dengan gembira dengan teman-temannya.

.

Pemandangan itu selalu menjadi pemandangan favoritny. Entah kenapa, tapi rasanya menyejukkan perasaan. Kenyataannya, sosok itu tidak menyukai anak kecil.

.

“Mereka sangat senang menerima hadiah yang Unnie kirimkan beberapa hari lalu. Terima kasih, aku bersyukur akan hal itu”, ucap sang wanita muda yang menemaninya.

.

“Syukurlah jika mereka menyukai hadiah dariku”, balasnya tenang tanpa bergeming menatap ke arah depan dimana anak-anak panti sedang bermain disana.

.

“Kudengar kau akan keluar dari panti ini. Kenapa?”

.

Wanita itu tersenyum tipis. “Sejujurnya berat bagiku untuk meninggalkan panti. Tapi orang sepertiku tidak punya pilihan. Siapapun yang berada disini, suatu saat harus pergi dengan keluarga barunya. Dan aku tidak punya hak untuk menolak”

.

Pernyataan gadis itu membuatnya tertegun. Ucapan tenang itu terasa begitu memilukan. Apa iya, seseorang yang terlahir tanpa keluarga tidak berhak untuk bahagia dengan pilihan mereka? Bukankah itu terlalu kejam?

.

Sesaat, ia merasakan kepalanya berputar dan pandangannya mulai buram. Hanya suara wanita muda disampingnya yang masih bisa ia dengar dengan jelas.

.

“Unnie…..Unnie…..”

.

Kemudian semua terasa hening. Kini dalam benaknya muncul bayangan-bayangan hitam yang tampak kabur. Semakin ia mencoba melihat ke dalam, ternyata bayangan-bayangan hitam itu semakin dekat. Bayangan yang selama ini muncul di dalam mimpinya tapi tidak bisa ia lihat, dan sekarang semuanya terasa begitu jelas.

.

.

.

.

.

—————————————

.

Jantungnya berpacu dengan cepat hingga rasanya akan meledak. Jam dinding yang berdetak nyaring di ruangan ini pun, juga tak membantu sama sekali untuk meredam kegugupannya saat ini. Momen dimana ia sudah menantikan semuanya tiba.

.

Ceklek..

.

Suara pintu terbuka perlahan hingga akhirnya seseorang melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam. Lampu di ruangan mulai menyala terang. Tampak hiasan-hiasan cantik tertata rapi di dinding-dinding dan sebuah pemandangan romantis bisa tergambar dari ruangan ini.

.

Saat suaranya hendak terucap, tiba-tiba lidahnya menjadi kelu dan jantungnya kembali berpacu cepat. Bukan karena ia gugup, tapi kali ini sosok di depannya membuat ia berhenti mengeluarkan suaranya.

.

“Krys…tal…”

.

Tak ada suara lagi dari pria itu. Tubuhnya kini meluruh ke lantai dan waktu seakan berhenti. Ketakutan terbesarnya kini menjadi kenyataan yang menghancurkan dunianya.

.

Ada isakan dari gadis itu sesaat sebelum ia mengeluarkan kata-katanya.

.

“Dia mengingatnya…. Dia mengingat semuanya dan sekarang dia memilih pergi”

.

Dan berita yang disampaikan Krystal, bagaikan petir yang menyambar hidupnya.

.

.

.

“Maaf Sica, sebaiknya hubungan kita berakhir disini. Aku tidak bisa mengenalkanmu pada orangtuaku”

.

“Kenapa? Kenapa kau berkata seperti itu, Oppa? Apa salahku?”

.

“Orangtuaku ingin bertemu dengan orangtuamu, tapi…. a… aku….”

.

“Apa salah jika seseorang sepertiku yang berasal dari panti tidak bisa mengabulkan itu? Kau sudah tahu Oppa, kalau aku…”

.

“Sica, dengarkan aku”

.

Gadis itu menepis tangan yang hendak menggenggam tangannya. Ia memilih berbalik badan dan berlari menjauh tanpa sadar sebuah mobil melaju ke arah.

.

.

“SICAAAAAAAAAAAAA!!!!”

.

.

“Dia mengalami amnesia dan kondisi psikisnya tidak terlalu baik. Cara yang bisa kau lakukan sebagai kekasihnya adalah tetap berada disampingnya dan mensupportnya”

.

.

.

.

“Mianhe Sica….i’m so sorry”

~~~~~~~~~~~~~~~

.

Manusia memang tidak bisa luput dari kesalahan.

.

Tapi terkadang manusia telat menyadari untuk memperbaikinya.

.

Hingga mereka kehilangan KESEMPATAN KEDUA.

.

.

.

.

.

—————————————

Hai Hai

Jeje Menyapa ^^

Semoga berkenan ya drabble ini. Sebagai pengganti gue belum bisa update FF series

Kenapa cuma ada nama Jessica dan Krystal aja?

Karena gue membiarkan kalian berimajinasi siapa pria yang menjadi pemeran utama di atas. (Yuri? Taeyeon? Yoong? Sooyoung? atau Hyoyeon?)

Hehehehe

Okay deh, sekian sapaan gue. Sampe ketemu di updatean FF Series.

P.S.: SABAR YA Kesibukan lagi super padat xoxoxoxo

.

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

34 thoughts on “DRABBLE #15

      • Bukan sama sih, cuma pas yg cewe nya mimpi buruk, tp dia g inget apa2, trus yg cowo nya merasa bersalah. Itu doang kok je , gw jg g inget baca dmn hehe. Maaf kalau ngerusak ide sma inspirasi nya je, karena blg pernah baca

        Like

  1. Memilukan n bikin sedih…
    Klo bisa memilih tentunya kita plh yg terbaik. Hny status sosial hny bikin hdp mrs berat. Apkh mmg g blh bhgia?
    Tuhan pst pny jln yg kdg kita g mngerti….
    Berhrp Sica bhgia n temukan org yg tpt…

    Like

  2. Malem je,, drabble nya ganjel bener tumben, bkin yang baca pkirany kmn2. Emank itu kok bisa putus gara2 cm sica anak panti? Gmn crita, Dr kmrn ya banyak yang nulis,, amnesia2 ya,,

    Mksh udh sempetin nulis,,

    Sabtu, 07 Oktober 2017, royalfams418 menulis: > MYImagination posted: “Tittle : DRABBLE #15 Drabble Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved This is just my imagination & don’t copy paste without permission

    Like

  3. milih laki2nya soo aja deh lebih aman😂😂
    klo taeng nikahnya mungkin sama tiffany kemudian merasa bersalah sama sicca trus rumahtangganya jd hambar*sotoy
    klo yuri..sicca jarang bgt manggil yul dengan sebutan oppa trus jg masa yuri tega sih sama jessica😂😂

    oke ditunggu full versinya…😆😆

    Like

  4. It’s yoong oppa right??? Iyalah yoong oppa buat qw secara qw ga pernah berpaling dari dia haha pwease jeje~nim ^^ qw nungguin versi fullnya.. yoonsic!! Yoonsic!!! Haha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s