BETWEEN US, MINI-SERIES

BETWEEN US (2)

Tittle                : BETWEEN US

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Im Yoona

Choi Sooyoung

Han Yeseul

Genre              : Drama, Romance, Love-story, Bittersweet, Mature

Credit Pic by K.Rihyo

Mini-Series

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 2

.

.

.

“Ada apa lagi dengan wajahmu Yul?”

.

Taeyeon baru saja datang dan dan melihat sahabatnya itu terlihat merenung. Yuri mendesah pelan lalu bercerita pada namja imut itu.

.

“Akhir-akhir ini aku merasa hubunganku dan Yeseul tidak sehat. Setiap membicarakan Soojung, yang terjadi hanyalah perdebatan. Lebih dari itu, Taeng….aku merasa…..”, Yuri sempat menghentikan ucapannya. Tak sengaja ia melihat figura foto keluarganya di atas meja kerjanya.

.

“Aku merasa Yeseul seperti orang asing dan tidak menganggapku”

.

“Yul… Aku tidak paham tentang prinsip rumah tangga yang kalian bangun. Bahkan aku bukan orang yang tepat untuk memberimu advice. Tapi sebaiknya kalian membicarakan ini dengan serius. Jangan sampai Soojung terkena dampaknya”

.

“Aku sudah mencobanya Taeng, tapi dia menganggapku berlebihan”

.

“Kalau begitu kau harus lebih berusaha lagi untuk mengajaknya berbicara dan jangan sampai terpancing perdebatan”

.

Yuri kembali mendesah pelan. “Baiklah, akan kucoba lagi. Mungkin aku juga akan menemui psikolog seperti yang kau katakan”

.

“Good. Aku senang mendengarnya. Katakan padaku jika kau butuh bantuan, hmmm”

.
“Thanks Taeng”

.

“No problem, buddy”

.

Taeyeon berdiri dari kursinya dan berpamitan. “Aku akan keluar sebentar, Yul”

.

“Eoh, hati-hati Taeng”

.

Pembicaraan antara dirinya dan Taeyeon beberapa saat lalu terus terngiang di pikirannya. Mungkin ada benarnya tentang apa yang dikatakan Taeyeon. Dia dan Yeseul butuh penengah untuk membicarakan cara mendidik Soojung. Jika Yuri menggunakan pendekatan yang lembut pada putrinya, Yeseul lebih memilih menggunakan cara yang tegas.

.

Tak lama, Yuri memanggil sekretarisnya dan meminta Hara untuk mencarikan seorang psikolog ternama yang bisa membantunya dan Yeseul ketika nanti keduanya berbicara satu sama lain.

.

Selesai melakukan hal itu, Yuri pun kembali mengerjakan beberapa dokumen yang harus ia baca dan ia tandatangani. Sampai beberapa saat, pandangan Yuri tak sengaja melihat lagi ke arah figura foto keluarganya di meja kerjanya.

.

.

.

“Gomawo sayang, kau sudah berusaha sejauh ini”

.

Yuri memberikan ucapan lembut dan sebuah kecupan di dahi istrinya begitu tangisan bayi yang mereka tunggu akhirnya terdengar di ruangan itu. Peluh yang membasahi Yeseul, sebanding dengan rasa bahagia bercampur haru yang ia rasakan saat ini.

.

Beberapa detik kemudian, sang dokter mendekatkan bayi tersebut ke arah Yeseul agar bayi kecil tersebut merasakan pelukan ibunya dan mencari asi pertamanya disana. Yuri yang menyaksikan moment itu, kembali berurai airmata kebahagiaan.

.

“Yul, siapa nama putri kita?”, tanya sang istri.

.

“Aku ingin menamainya Soojung. Kwon Soojung. Apa kau suka?”

.

Yeseul langsung mengangguk setuju. “Nama yang indah, Yul”

.

“Ya, sama sepertinya ibunya. Sekarang aku punya dua malaikat cantik dalam hidupku”

.

Keduanya saling berbagi senyuman kebahagiaan itu ditengah kehadiran putri kecil mereka.

.

.

.

.

Yuri bersandar pada kursi kebesarannya sembari mengingat moment itu. Momen dimana ia menghargai perjuangan seorang wanita, seorang istri, dan seorang ibu dalam menghadapi proses persalinan.

.

Setelah berpikir sejenak, Yuri pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang disana.

.

“Yeseul-ah…”, sapanya diseberang telpon. “Apa aku mengganggu pemotretannya?”

.

“Aku sedang break. Ada apa, Yul?”

.

“Ngghhh….Apa…kau mau dinner bersama malam ini? Aku akan menjemputmu ke lokasi. How?”

.

Antara gugup dan takut Yeseul menolak ajakannya. Tapi dalam hati Yuri berharap bahwa istrinya itu menerima ajakan dinner darinya.

.

“Aku selesai jam 7, Yul. Kau bisa menjemputku di lokasi pemotretan”

.

Jawaban Yeseul membuatnya tersenyum lega. Tak ingin mengganggu waktu sang istri, Yuri pun mengakhiri pembicaraan mereka dan kembali menghubungi sekretarisnya.

.

“Hara-ya, tolong pesankan satu tempat untukku dan Yeseul di restoran favoritnya. Dan jangan lupa untuk meminta orang disana membuat dekorasi yang bagus sesuai selera Yeseul”

.

Yuri kembali mengakhiri sambungan telpon itu dengan senyum mengembang di bibirnya.

.

.

.

.

.

————————————

.

“Baik, saya mengerti”

.

Gadis itu membungkuk sopan dihadapan pria paruh baya yang menjadi lawan bicaranya. Setelah mendengarkan penjelasan mengenai tugasnya dari pria itu, ia pun mengikuti sang pria berjalan ke arah gerbang sebuah sekolah.

.

“Siang nona muda Soojung. Apa sudah menunggu lama?”, tanya pria itu dengan lembut pada seorang gadis kecil yang terlihat duduk di kursi taman tak jauh dari pintu gerbang.

.

“Butler Lee”

.

Soojung membalas sapaan itu dengan ceria dan tersenyum. Tapi tak berapa lama, tatapannya beralih ke arah gadis blonde yang berdiri di sisi butler Lee. Menyadari tatapan nona mudanya, butler Lee pun menoleh ke arah gadis itu sejenak lalu kembali pada Soojung.

.

“Nah nona muda, kenalkan. Ini Jessica Unnie, yang akan menjaga nona untuk menggantikan ahjumma yang sudah berhenti bekerja di rumah”

.

Jessica berinisiatif lebih dulu untuk berjongkok dihadapan Soojung dan tersenyum padanya. “Hai Soojung. Senang berkenalan denganmu. Apa Soojung mau gimbab? Unnie yang membuatnya”, ujarnya sembari menyodorkan kotak makanan.

.

Entah disadarai atau tidak, tapi Jessica berhasil mencuri perhatian Soojung karena gadis kecil itu sangat menyukai gimbab. Pelukan tiba-tiba dari Soojung membuat Jessica terkejut namun ia juga senang karena Soojung menerimanya meskipun ini baru pertemuan pertama mereka.

.

“Terima kasih Unnie. Soojung pasti akan memakannya”

.

Jawaban Soojung membuat Jessica dan butler Lee ikut merasa lega. Ketiganya pun bersiap pulang. Sepanjang perjalanan, sambil memakan gimbab pemberian Jessica, Soojung terus mengoceh dan menceritakan beberapa temannya di sekolah pada Jessica.

.

Ocehan Soojung cukup membuat Jessica takjub. Ini pertama kalinya ia bekerja sebagai pengasuh anak. Dalam pikirannya, setiap anak kecil pasti akan berkelakuan manja atau menyebalkan. Tapi tidak dengan Soojung. Gadis ini terlihat ceria dan sangat pintar dalam bersikap terhadap orang lain.

.

.

.

.

“Kau sudah membicarakan ini dengan Sica?”

.

Satu helaan terdengar disana. “Aku tidak tahu harus memulai darimana. Menyakitinya adalah hal yang tak pernah ingin kulakukan dalam hidupku”

.

“Bukankah dengan keadaan sekarang justru kau akan lebih menyakitinya?”

.

“Dia bahagia… Dan aku jauh lebih bahagia jika setiap saat bisa melihatnya tersenyum seperti itu. Mungkin aku terdengar egois, tapi itulah kenyataannya”

.

Lawan bicaranya kini terdiam sejenak. Tak lama, suara itu kembali menyeruak di dalam ruangan ini.

.

“Aku hanya mengingatkanmu satu hal, antara perasaan cinta atau kagum adalah dua hal yang berbeda. Kuharap kau bisa segera menemukan jawaban itu”

.

.

.

.

.

.

Soojung terus berlari mengitari taman belakang rumah sedangkan Jessica terlihat mulai kelelahan karena bermain bersama gadis kecil itu. Tapi ia merasa senang, karena pertama kali dalam hidupnya ia merasa tidak memiliki beban apapun.

.

“Unnie, apa Unnie lelah? Kita istirahat saja ya”, suara cemas Soojung terdengar ditelinganya. Tidak ada lagi yang perlu ia kagumi dari gadis kecil itu. Pada kenyataannya Soojung memiliki pemikiran yang berbeda dari anak seusianya.

.

“Orangtuanya pasti mendidiknya dengan baik” Batin Jessica sembari tersenyum ke arah Soojung.

.

Keduanya berbagi minuman yang sudah disiapkan oleh maid. Di sisi lain, butler Lee yang mengawasi mereka dari jauh, ikut tersenyum senang terutama melihat nona mudanya bisa bermain sebahagia itu.

.

“Apa Unnie akan pulang?”, tanya Soojung dengan raut wajah sedih.

.

“Nona muda, Sica Unnie harus pulang karena tugasnya hanya menjaga Nona hingga sore hari sebelum Appa dan Umma pulang”

.

Penjelasan butler Lee semakin membuatnya menunduk sedih.

.

“Soojung, Unnie janji besok Unnie akan menemui Soojung lagi. Kita bisa bertemu setiap hari, hmmm? Unnie tidak tinggal disini. Apa sekarang Soojung mengerti?”

.

Soojung tidak menjawab tapi ia langsung memeluk Jessica dihadapannya yang sedang berjongkok. “Promise?”

.

“Hmm, tentu saja. Promise”

.

Seperti yang dilakukannya pada sang Appa, Soojung melakukan hal yang sama pada Jessica. Ia meminta gadis blonde itu mengaitkan kelingkingnya sebagai tanda perjanjian mereka. Tak berapa lama, Jessica pun meninggalkan kediaman Kwon’s dan kembali ke rumahnya.

.

.

.

.

.

***

.

.

“Life is suck”

.

Namja itu baru saja mendaratkan buttnya di sofa mewah di rumahnya. Dua orang maid datang menyambutnya. Salah satu mengambil tas kerja dan jas yang dikenakannya tadi, sedangkan satu maid lagi tersenyum ramah menyapanya.

.

“Mau minum apa, tuan muda? Makan malam anda sudah siap”, ucapnya sopan.

.

Bukannya menjawab, ia malah menanyakan hal lain. “Apa Dad dan Mom sudah pergi ke Paris?”

.

“Sudah tuan muda. Sore tadi Nyonya mencoba menghubungi tuan muda tapi ponsel anda tidak aktif. Nyonya mengatakan akan berada disana selama seminggu bersama Tuan besar”

.

“Yasudah, kau bisa kembali. Aku akan mengambil minumku sendiri dan menuju meja makan”

.

“Tapi tuan…”

.

“Istirahatlah. Ini perintah dan aku tidak suka dibantah”, dengan begitu ia berlalu seorang diri menuju ruang makan yang terlihat sepi.

.

.

.

“Hai Taeng. Apa kau sibuk? Kemarilah dan bersenang-senang. Kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu”

.

Sembari menyantap makanannya, namja itu terkekeh mendengar ucapan temannya dari layar ponsel. “Lihatlah, kau bahkan sedang makan seorang diri”

.

“Damn you, Hyo. Kau terlalu berisik”

.

“Hahahaha, baiklah baiklah tuan Kim Taeyeon yang terhormat. Aku akan menunggu di tempat biasa. Jangan terlalu lama dan cepatlah kemari”

.

“Aish, aku tahu. Bye”

.

Selesai makan malam, Taeyeon langsung bergegas berganti pakaian dan pergi menuju salah satu diskotik ternama menemui temannya yang seorang DJ. Setiba disana, seperti biasa ia duduk di bangku favoritnya dan melihat pertunjukkan temannya yang kini sedang berada di atas panggung.

.

“Menunggu Hyoyeon, Oppa?”

.

Sebuah suara datang dari arah kanannya. Seorang gadis muda tersenyum lalu duduk disampingnya.

.

“Oh, Eunjung-ah”, Taeyeon balas tersenyum. “Kau masih menggodaku dengan kata Oppa, huh?”

.

“Kau terlihat sexy jika aku memanggilmu Oppa. Wae? Kau bahkan memanggil namaku”

.

“Hahaha, tidak baik jika aku membuatmu terlihat tua”

.

Awwwww

.

Satu pukulan dilengannya cukup membuat Taeyeon meringis. “Kau masih saja kasar padaku. Apa kau baru datang?”

.

“Sudah cukup lama. Aku melihatmu dari arah meja bartender. Sudah lama tidak kemari. Apa kabarmu, Taeng?”

.

“Aku baik-baik saja. Beberapa belakangan ini ada project besar di kantor. Jadi aku baru bisa kemari. Mungkin jika Hyo tidak menghubungiku, aku akan lupa tentang tempat ini”, ujarnya dengan candaan.

.

Eunjung ikut tertawa. “Tuan super sibuk”, balasnya. Eunjung pun kemudian mengangkat gelas winenya. Taeyeon yang mengerti langsung mengambil gelas miliknya dan keduanya pun bersulang.

.

“Kupikir kau akan datang kemari dengan kekasihmu”, celetuk Eunjung dan sukses membuat Taeyeon cemberut.

.

“Jangan mengejekku. Kau satu-satunya gadis dalam hidupku yang memahamiku sepenuhnya”

.

“Tentu saja. Tidak ada gadis lain yang sepengertian aku, Taeng. Apa perlu kita membuat semua orang iri?”, Enjung meletakkan gelas winenya di atas meja dan wajahnya sudah mendekat ke arah wajah Taeyeon.

.

“Kau membangunkan macan yang tertidur, Eunjung-ah”

.

.

.

.

.

———————————-

.

“Kau sudah di rumah, Yoong? Aku masih dalam perjalanan pulang. Sore ini meetingnya sedikit lama”

.

“Tidak apa-apa sayang. Apa kau mau spaghetti? Aku akan memasakkannya untukmu”

.

Senyuman Tiffany mengembang dan ia langsung mengangguk meskipun Yoong tak bisa melihatnya.

.

“Sure. Aku tidak sabar mencicipinya. See you, Yoong”

.

“Arraseo. Love you too”

.

Kekehan Yoong terdengar dari sambungan telpon. Tiffany tak sempat membalasnya karena namja itu langsung menutup telponnya. “Dork”, gumamnya sambil membayangkan kejahilan yang dilakukan Yoong beberapa saat lalu.

.

Setiba di rumah, Yoong menyambut istrinya senang. Keduanya pun menikmati makan malam mereka dengan berbagi cerita mengenai pekerjaan masing-masing hari ini. Selesai makan bersama, Yoong dan Tiffany memilih duduk santai di balkon kamar utama mereka.

.

“Yoong”

.

“Hmmm, wae?”, Yoong yang merangkul Tiffany semakin mendekatkan tubuhnya agar istrinya merasa hangat.

.

“Besok tes kesehatan kita keluar. Aku sedikit gugup”, bukan sekali ini saja Tiffany mengatakan hal yang sama.

.

“Hasilnya akan sama, sayang. Aku dan kau baik-baik saja. Kita tidak memiliki masalah. Mungkin, Tuhan memang belum memberikan kepercayaannya pada kita, hmmm”

.

Tiffany mengangguk paham. “Maaf Yoong, aku sedikit berlebihan”

.

“Ani, itu wajar. Aku tahu keinginanmu dan itu juga menjadi keinginanku. Kita hanya perlu lebih bersabar dan berusaha lagi”, tiba-tiba Yoong mendapatkan ide. “Bagaimana kalau kita berlibur ke Jeju weekend ini dan membawa Soojung?”

.

Seketika Yoong ikut senang melihat senyuman Tiffany membentuk bulan sabit yang indah. Istrinya mengangguk antusias dan langsung menghubungi Yuri untuk memberitahu namja tanned itu mengenai rencananya dan Yoong.

.

“Easy, sayang”, kekeh Yoong melihat reaksi Tiffany.

.

.

.

.

.

***

.

.

Sesuai rencana, Yuri menjemput Yeseul dan mereka pun menikmati waktu berdua di salah satu restoran favorit Yeseul.

.

“Gomawo, Yul. Bunga ini sangat indah”, Yeseul menghirup aroma buket bunga pemberian Yuri beberapa saat lalu setelah mereka tiba di restoran.

.

“Bagaimana pemotretannya? Berjalan lancar?”, ujar Yuri membuka suaranya.

.

“Karena mereka model profesional, aku tidak terlalu repot mengaturnya. Tinggal satu hari lagi dan sesi untuk bulan ini selesai”

.

“Aku senang mendengarnya. Kau jangan terlalu lelah, hmmm”, Yuri memberinya saran sembari memotongkan steak milik Yeseul agar istrinya mudah memakannya. Sudah menjadi kebiasaannya melakukan hal itu bahkan sejak mereka berpacaran dulu.

.

“Butler Lee menghubungiku. Pengganti ahjumma sudah ada dan Soojung sangat senang. Kudengar dia masih seorang mahasiswi yang sedang mencari kerja part time”

.

“Benarkah? Tapi apa kita tidak perlu melakukan interview lagi dengannya? Aku sedikit kurang percaya dengan orang lain untuk mengurus Soojung”

.

“Hanya beberapa jam, Yul. Dari saat Soojung pulang sekolah hingga menjelang sore. Aku juga sudah meminta butler Lee untuk mengawasi mereka. Aku ingin Soojung belajar bersosialisasi dengan orang lain di luar rumah”

.

“Apapun alasannya, kurasa kau harus bisa menahan untuk tidak berdebat. Seorang ibu dan seorang ayah, akan memiliki persepsi yang berbeda dalam membesarkan anak mereka. Dan semua bisa berjalan dengan baik jika ada komunikasi yang baik pula”

.

“Hmmm, aku mengerti. Semoga saja Soojung bisa bersosialisasi dengan baik”

.

Yeseul ikut tersenyum mendengar ucapan Yuri barusan. Tak lama, Yuri kembali bersuara. “Aku memiliki beberapa kontak psikolog anak. Apa kau mau pergi bersama? Kurasa itu bagus untuk kita agar bisa mempelajari tumbuh kembang Soojung lebih baik lagi. How?”

.

“Maksudmu konsultasi? Apa itu perlu?”

.

“Ya, sama seperti kau menginginkan Soojung dapat bersosialisasi dengan orang lain di luar rumah. Kurasa kita juga perlu pembelajaran untuk mengajarkan beberapa hal pada Soojung”

.

“Aku setuju denganmu, Yul. Tapi aku harus melihat jadwalku. Bulan depan, Seoul Fashion Week akan dimulai. Dan setelah sesi pemotretan, aku akan disibukkan dengan berbagai persiapan”

.

Yuri mencoba tersenyum dan memahami keinginan istrinya. “Hmmm, i know. Kuharap kau bisa meluangkan waktumu beberapa jam saja saat konsultasi. Beritahu aku jika kau sudah mengatur jadwalnya”

.

“Hmmm, pasti”

.

Setelah itu, tak ada lagi pembicaraan serius. Namun juga, tidak ada pembicaraan santai. Suasana keduanya menjadi hening dan berkutat dengan pikiran masing-masing. Saat bersamaan, tanpa mereka sadari, baik Yul dan Yeseul sama-sama menghela nafas panjang dalam diamnya.

.

.

.

.

.

———————————-

.

Tangan itu bergerilya lembut di punggung halus wanita yang ada disampingnya. Keduanya bersantai setelah melakukan aktivitas yang menguras tenaga. “Apa ini tato barumu?”

.

“Hmmm. Aku membuatnya minggu lalu. Kau mau tahu artinya, Taeng?”

.

Taeyeon menyengir sambil menggeleng pelan. “Jangan katakan apapun padaku”

.

Mengerti maksud Taeyeon, Eunjung memutar bola matanya sebal. Tak lama, Taeyeon menghentikan tangannya yang bermain di punggung Eunjung dan berbaring tengkurap, sama seperti Eunjung dan keduanya saling memandang.

.

“Apa setelah menikah, memiliki anak itu suatu keharusan?”

.

“Tergantung sudut pandang masing-masing, Taeng”, pertanyaan Taeyeon yang tiba-tiba seperti itu justru membuat dahi Eunjung mengkerut. “Wae? Apa kau sedang membicarakan Tiffany?”

.

“Khaaa~~ Aku berharap aku bisa lupa bahwa aku mencintainya. Setiap dia datang padaku dan mengatakan keresahan hatinya, setiap itu pula aku harus menahan diriku untuk tidak memeluknya”

.

Dan Eunjung pun tahu, setiap kali Taeyeon mengatakan hal itu, ia memilih diam dan tangannya menggenggam tangan Taeyeon tenang. Tidak perlu ada kata-kata manis yang harus Taeyeon dengar. Karena cukup Eunjung mendengarnya, dia sudah merasa lega.

.

“Aku akan menginap malam ini. Cuaca di luar mulai dingin”

.

“Bilang saja jika kau malas menyetir tengah malam seperti ini”

.

Taeyeon hanya tertawa kecil dengan komentar yang diberikan Eunjung. “Kau tidak menghubungi Hyoyeon? Kurasa dia mencarimu saat ini”, Eunjung mengingatkannya.

.

“Biarkan saja”

.

Eunjung tak menjawaba lagi. Ia menggeleng heran karena ucapan Taeyeon. “Aku akan membuatkan minuman hangat untukmu”

.

Setelah Eunjung keluar dari kamarnya, Taeyeon berbaring di atas tempat tidur dan terlihat memikirkan sesuatu. Cuplikan-cuplikan masa lalunya kembali teringat. Ada senyumannya disana, tak lama raut wajahnya terlihat sendu, dan akhirnya ia hanya menghela nafas.

.

.

“Mom, apa aku boleh mencintai seseorang?”

.

“Tentu saja, Taeng. Apa kau memiliki kekasih?”

.

“Ani. Dia hanya seorang teman tapi sepertinya aku jatuh cinta padanya”

.

Nyonya Kim tak bisa menahan senyumnya. Ia mengelus lembut kepala putranya. “Setiap manusia berhak dicintai dan mencintai, Taeng. Sekarang, tergantung pada individu itu. Apa dia berani melangkah saat ini atau menunggu sampai saat yang tepat. Itu pilihan”

.

Jawaban ibunya membuat Taeyeon merasa lega. Ia mengangguk paham dan memeluk sang ibu sembari menggumamkan sesuatu disana.

.

.

“Khaaa~~ pada akhirnya aku tidak melakukan keduanya”

.

.

.

.

.

***

.

.

Sabtu yang cerah. Seoul pagi ini ditemani udara sejuk yang menyegarkan. Daun-daun terlihat segar dengan embun-embun tipis yang menempel disana. Desiran angin, menambah suasana menyenangkan saat ini.

.

Soojung kecil sangat bersemangat karena weekend kali ini ia akan pergi bersama Tiffany dan Yoong, aunty dan uncle favoritnya. Yeseul sejak pagi tadi sudah membantu putri kecilnya bersiap-siap dan tinggal menunggu kedatangan YoonFany.

.

Ting…Tong…

.

Butler Lee membukakan pintu tersebut dan muncullah sosok gadis berambut blonde yang berpakaian sederhana. Pria itu mempersilahkannya masuk. Melihat kedatangan sosok tersebut, Soojung terlihat gembira.

.

“Unnie~~~~~~”

.

Gadis itu membungkuk sopan pada Yeseul dan menyapanya.

.

“Nyonya, ini Jessica. Dia yang akan menjaga Soojung selama anda dan Tuan Yuri bekerja”, Butler Lee memperkenalkannya.

.

“Senang bertemu dengan anda, Nyonya Yeseul”

.

Yeseul menjabat tangannya dan tersenyum. “Senang juga bertemu denganmu, Jessica. Kuharap kau betah bekerja disini”

.

Jessica mengangguk pelan. Disaat bersamaan, Soojung tiba-tiba memeluk kaki Jessica dan berteriak senang. Yeseul hendak mengatakan sesuatu pada anaknya, namun Yoong dan Tiffany muncul di ambang pintu.

.

“Hallo princess Uncle”, Panggil Yoong dengan kekehannya dan membuka kedua tangannya. Meminta Soojung datang ke arahnya dan memeluk Yoong.

.

“Kalian sudah datang”

.

Tiffany dan Yoong menoleh ke arah Yeseul. Tiffany melangkah lebih dulu dan memberi pelukan pada wanita itu. “Kemana Yuri Oppa, Unnie?”

.

“Yul? Dia mendadak ada urusan di kantor. Pagi-pagi sekali sudah pergi”

.

“Yasudah, kalau begitu kami pergi sekarang Nuna”, jelas Yoong.

.

“Ah, sebelum pergi aku ingin memperkenalkan Jessica pada kalian. Dia akan ikut dan membantu menjaga Soojung. Aku dan Yul berpikir kalau menginap semalam, akan membuat kalian repot membawa Soojung”

.

Mendengar ucapan Yeseul, Jessica kemudian memperkenalkan diri pada Tiffany dan Yoong. Setelah mengobrol sejenak, mereka pun berpamitan. “Soojung, jangan merepotkan Uncle dan Aunty. Okay?”

.

“Ne~~~~”

.

“Good girl. Sini peluk Umma, hmmm”, Yeseul membuka tangannya dan Soojung pun memeluk sang Ibu. “Umma akan ke Amerika selama seminggu. Nanti kalau sudah pulang, ada Appa dan Ahjussi Lee. Soojung juga bisa bermain Sica Unnie”

.

“Ne Umma”

.

Mobil Yoong sudah meninggalkan parkiran rumah. Yeseul tampak masih berdiri di teras rumah bersama butler Lee.

.

“Ahjussi, selama saya pergi, tolong awasi Soojung. Saya percaya pilihan anda memperkerjakan Jessica disini”

.

“Baik Nyonya. Anda tidak perlu khawatir”

.

Yeseul mengangguk pelan sembari menghela nafasnya dalam diam sebelum akhirnya ia berbalik badan dan masuk ke dalam rumah.

.

.

.

.

.

—————————————–

.

“Aish”

.

Makian kesal terlontar dari bibir namja itu. Ia meletakkan barangnya begitu saja lalu berbaring di atas tempat tidur. Perjalanan barusan sungguh melelahkan, tapi ada yang lebih melelahkan karena ia baru saja berdebat dengan kedua orangtuanya sebelum kembali ke apartemen.

.

Ceklek..

.

“Oppa”, sebuah suara terdengar di ambang pintu. Ia menoleh sejenak lalu meminta gadis itu masuk.

.

Baru saja duduk di tepi ranjang, namja itu sudah menyerang sang gadis. Ciuman-ciuman panas ia tujukan pada gadis itu. Tatapannya terlihat kosong dan ia tak mempedulikan erangan dan desahan disana.

.

“Shit!! Fcking Shit!”

.

.

.

.

.

“Oh damn it! Choi Sooyoung!

.

Taeyeon menggerutu kesal begitu ia menghirup bau alkohol di ruang tamu. Beberapa botol wine mahal ada di atas meja dan ada sebuah gelas yang telah dipakai. Sangat jelas bahwa Sooyoung pasti baru saja meminumnya.

.

“Eoh, kau sudah datang”

.

Sooyoung muncul dari dapur dan tertawa kecil melihat reaksi yang menggelikan menurutnya dari Taeyeon. “For god sake, Taeng. Berhentilah bersikap sok polos. Aku tahu kau lebih gila soal minuman-minuman sejenis ini jika sedang bersama Hyoyeon”

.

“Hehehe”, yang diomongin hanya menyengir sebelum ia mengambil gelas kosong dan menuangkan wine disana. “Bagaimana meetingnya? Berjalan lancar?”

.

“Tentu saja. Aku tidak akan mengecewakan Yul”, kekehnya dengan bangga. “Kau mau?”, Sooyoung menawarkan rokok padanya namun Taeyeon menggelen pelan.

.

“Soal ini, aku sangat buruk menghandlenya dan lagi—”

.

“Tiffany tidak menyukai namja yang merokok”

.

Ucapan Sooyoung membuat Taeyeon mendengus pelan. Namun ia memilih tak menanggapi kalimat Sooyoung. Sayangnya, namja kurus itu kembali bersuara.

.

“Banyak wanita di luar sana Taeng. Berhentilah memiliki perasaan tak berbalas itu. Kau terlihat menyedihkan”

.

“Aish, shut up Soo”, kesal Taeyeon lagi sembari meneguk wine miliknya.

.

“Aku tidak mengerti denganmu. Kau sudah bersahabat lama dengannya dan Yuri dari dulu. Tapi kau tak bisa sekalipun mengungkapkan perasaanmu padanya. Such a suck, Taeng”

.

“Berhentilah Soo. Aku tak ingin membahas hal itu”

.

Sooyoung menatap intens ke arah Taeyeon sebelum akhirnya ia menghentikan pembicaraan mereka. Keduanya kini sama-sama menoleh ke arah layar televisi yang baru saja dinyalakan oleh Taeyeon.

.

“Bagaimana dengan perusahaanmu di Jepang? Apa kau sudah membicarakan ini dengan Yul?”

.

“Belum. Aku ingin menyelesaikan project ini sebelum mundur dari perusahaannya”

.

“Kau akan pindah ke Jepang?”

.

Sooyoung mengendikkan bahunya. “Entahlah. Aku sendiri tidak yakin dengan pilihanku. Kau sudah tahu keadaanku, Taeng”

.

Taeyeon ikut tersenyum pahit. “Its really suck. But your life’s, better than mine”

.

“Setidaknya ada hal berharga yang bisa kau jaga, Taeng”

.

“Hmmmm”

.

Dua namja itu terdiam setelahnya. Mereka lebih fokus pada layar televisi namun siapa yang tahu bahwa pikiran mereka sedang tidak ada disana.

.

.

.

.

.

***

.

.

Seperti biasa, setiap minggu Yuri akan menikmati waktunya di taman belakang rumah sembari membaca koran yang ada dipegangnya. Ditemani beberapa makanan kecil dan minuman segar di atas meja.

.

Tak lama, butler Lee datang membawakan sebuah amplop yang baru saja diterimanya dari pengantar surat. Yuri menerimanya dengan baik dan membuka isi amplop tersebut. Ternyata di dalamnya adalah jadwal konsultasinya bersama Yeseul.

.

“Ahjussi, tolong hubungi ini. Katakan pada mereka untuk menunda jadwal konsultasi kami karena Yeseul sedang berada di Amerika”

.

Butler Lee pun menuruti perintah tersebut. Baru aja pria itu pergi, Yuri mendengar suara mobil dari halaman depan. Mengetahui siapa yang datang, perasaan kesalnya beberapa saat lalu tergantikan dengan sebuah senyuman.

.

Ia menutup koran dan langsung menuju ke teras depan. Tapi pemandangan kurang menyenangkan terlihat disana. Putri kecilnya berada di gendongan Yoong dan Yuri bisa melihat perban yang melingkar di kaki putrinya.

.

Bukan tangisan yang Yuri dapat, Soojung tersenyum lebar melihat Ayahnya. Gadis itu pun kini beralih ke dalam pelukan Yuri sebelum Tiffany bersuara.

.

“Maaf Oppa, Soojung terjatuh semalam. Tapi aku dan Yoong sudah membawanya ke dokter. Beliau mengatakan lukanya tidak serius dan akan segera sembuh”

.

Baru saja Yuri mau membalas ucapan Tiffany, suara Jessica menginterupsi. Dengan menundukkan kepalanya, ia berkata dengan sedikit terbata pada Yuri. “M—Maaf…Tuan…. Ini kelalaian saya”, ujarnya.

.

“WHAT?”

.

Melihat reaksi Yuri, Yoong langsung menengahi. “Hyung, aku seharusnya menjaga Soojung dengan benar. Dia terjatuh karena kami bermain dan ia mengejarku”, Yoong menepuk pelan pundak Yuri lalu mengusap lembut rambut Soojung.

.
“Ne, Appa. Soojung terjatuh saat mengejar uncle Yoong. Tapi uncle dan aunty mengobatiku. Sica Unnie juga menghiburku disana”

.

Perkataan Soojung membuat Yuri mengangguk paham dan tersenyum pada putrinya. Setelah mengobrol, Yuri mengajak semuanya masuk ke dalam. Ia menurunkan Soojung dan gadis kecil itu masuk bersama Tiffany disusul Yoong.

.

“Butler Lee”

.

Panggilan Yuri membuat pria itu mendekat. Yuri menatap ke arah Jessica sejenak lalu berbicara dengan pria disampingnya. “Apa anda bisa memilih penjaga Soojung dengan hati-hati?”, ujarnya dengan nada amarah yang ditahan.

.

Butler Lee terdiam. Yuri kembali melanjutkan ucapannya. “Jangan ada kesalahan lagi Jessica-ssi. Aku tidak ingin hal seperti ini kembali menimpa Soojung karena kelalaianmu”, jelas Yuri dengan memandang Jessica sebelum akhirnya ia masuk ke dalam rumah menyusul yang lain.

.

“Ne Tuan”, balasnya sopaan tapi dengan nada bergetar.

.

Jessica lalu melihat ke arah butle Lee dengan menyesal. “Mianhe, Ahjussi. Anda jadi kena marah karena kesalahanku”

.

“Jangan dipikirkan, hmmm. Sebaiknya lain kali kau lebih berhati-hati. Dan soal sikap Tuan Yuri, kuharap kau mengerti karena beliau sangat sayang pada Soojung”

.

“Hmmm, baik Ahjussi”

.

“Ayo kita masuk. Makanlah dulu sebelum kau pulang”

.
“Ne, gomawo”

.

.

.

.

.

TBC

——————————————–

Yuhuuuuuu!!!!
Cepet kan update lagi? Hehehehe. Ini udah super maksimal ngetiknya

Semoga gak ada yang typo dan updatean ini berkenan

See you~~
.

.

.

by: J418

.

*bow*

106 thoughts on “BETWEEN US (2)”

  1. Ko si soo keknya gak bener2 sayang sm jessica ya? And gue punya feeling kalo yulseul bakal cerai(?) and then yul suka sm jessica trus nikah😂 .
    Daannn keknya yoonfany bakal cerai juga(maybe)😁
    pleaseee kali ini jan ada protect2an lg thor . Gue sm sekali gak bisa kalo buat mecahin clue2 yg super duper susah itu , secara gue readers baru jadi gatau apa2 😀

    Like

  2. Jessica muncul….mungkinkah dia cinlok dgn Yuri?
    Ngomong2 soal Yuri,kok Yuri g ada terpampang di gambar itu ya? Apa Yuri cm second lead? Tp knp namanya duluan yg muncul di “para pemain”?
    Dr awal post,gw penasaran soal ini.

    Like

  3. Jadi pengem liat YulSic bersatu thor, apa jangan” ntar mreka bersatu,

    Taeyeon lupain Tiffany pliss, jan sampe hubungan YoonFany jd berantakan, biarlah YoonFany bersama ,,,

    Di tunggu chap selanjut nya thor

    Like

  4. Td diatas ada yg blng antara kagum dan cinta itu beda,apa itu ditujukan soyoung ke sica je???kalo emng bener, kasian bgt ya sica.Trs knp juga itu si tae msh mengharapkan tiffany, salah sendiri dr dulu ga prnh mau ngomong jujur ke tiffany, jadinya keduluann yoong kan.dan utk hubungan yul n yeseul kyknya emng susah ya buat di perbaiki lagi,percuma juga dipaksa in buat baik2 toh pasti ujung2 nya bakalan ribut lagi.yul inget,jgn galak2 ke sica,ntr lama2 jadi suka loh😁

    Like

  5. Heran… mungkin beda kali ya pemikiranku. Ku pikir malah ketemunya Yoong sama Sica jadi YoonSic, YoonFany cerai karena fany mandul mungkin? Ya mungkin.. tapi ndak tahu juga…. heh… gimana author aja, q dukung kok. Nggak terlalu berharap bakal Yoonfany si, karena ang arahnya kayaknya bukan kesitu.. wkwkwk… tapi tetep baca ini cerita. Cukup menarik ku pikir di klimaks nya… yuhuuuu

    Liked by 1 person

  6. maaf ya komennya langsung di chap ini🙏🙏

    pantes aja fany lebih milih yoong..
    mungkin saja fany itu tau klo taeng suka sama dia dan nunggu taeyeon buat ngungkapin perasaannya.tapi taeng gk berani ngomong sampe fany udh nikah sama yoong.cewek kan feelingnya kuat trus jg gk suka menunggu*halah
    mungkin jg sih taeng takut ditolak ato takut persahabatannya dg fany jd berubah tp kan klo gk ngomong mana tau.yg ada susah sendiri sampe sekarang😂😂
    ah lgpula taeng gk setia tuh buktinya dia mau jg sama eunjung*toyor

    kehadiran sica jd pengasuh soojung moga gk ngaruh dikehidupan rumah tangga yuri.ya meski rumah tangga yuri bisa dikatakan jauh dr kata baik tp bener deh sicca lbh cocok sama soo*dikepretAyulsicShiper
    dan cowok tuh klo udh bener2 sayang sm cwek bakal lakuin apa saja termasuk ngerubah kelakuan dia.
    *yaallahsotoybagetsaya😂😂😂

    Like

    1. Karena mungkin lo belum pernah ngalamin apa yg taeyeon alamin disini. Bilang cinta sama sahabt sendiri itu susah, ketimbang org lain yg baru datang beberapa saat ke hidup lo hehehehe
      Yaa semoga aja soosic berjodoh. Gue gak mau php, tunggu sampai ending aja hihihi

      Like

      1. AGREE! dilemanya itu loh…. hahahaha
        i hope i can say it to the person i love too but…
        yahhh kadang ga semua hal yg kita ingin itu harus kita miliki.
        kalau kaya gtu.. kapan belajar IKHLASnya?
        that’s why it became art
        ART OF LETTING GO lol

        Like

  7. Ahhh rada gak ikhlas Fany sama yoong, maunya dia sama Tae…
    Yul juga maunya sama sica..
    Jadi cerai dong cerai, trus jg badai mana badai jgn muncul disaat gk tepat terus sekali2 muncul disaat yg tepat kek

    Like

  8. aishhhh yul gini galak, blm kena sihir sicajung sich makanya galak, ntar jg klepek” kan…
    tapi masih gk rela sica am soo, aplgi cmn sexs isssssss……….
    trus smoga aj ini yulsic gk ridho dunia akhirat klo jd taengsic soosic aiisssshhhh gk redhoooo

    Like

  9. Yoonfany cerai,cerai,cerai 😁 satuin taeny.. badai di rumah tangga yoonfany kapan tiba ga sabar hahaha taetae tunjukan pesonamu fany harus jd milikmu!!

    Like

  10. Bagiku pernikahan adl hal yg sakral n disatukn Tuhan. Wlupn ini cm ff tp plg tdk ad hikmah dr crt ini.
    Stiap mslh pst ad jln keluarnya bgtu jg yg tjdi dgn klrg yoong n yul. Gmpang aj blg bubar tp ni panikan. Q hrp mrk bisa jlni khdpn klrg dgn baik.
    Utk yoonfany berhrp trs berusaha n pasrah jg yul bisa selesaikn mslh ttg soojung.
    Tae msh labil hrs mata hatinya utk desa. Ini msh part 2 msh bnyk hal yg blm kita ketahui.. .. so ditggu trs nih update ny.. .. .. ☺

    Like

    1. Yups.
      Kalo pernikahan lagi renggang, sangat disayangkan kalo mereka kalah sama ego dan nafsu belaka. Tapi sometimes, mungkin pilihan berpisah jadi satu hal yang buat hub dua orang malah jadi lebih baik

      Like

  11. yeah akhirnyaa update :D, thor kalo soo gak serius kasih sica ke yoong aja kangenn yonsic niiih wkwkkw … biar nanti fany bisa sama taeng heheheh

    Like

  12. Di ff kali nie…apakh ada moment yulsic???
    Yulsic yg biasanya saling mencintai…apa ada kemungkinan mereka bersatu??? Haaahhhh…😧😥😧 g tau knp feel lbh condong ke yulsic yak…😂😂😂
    Apa bakalan terjadi konflik perselingkuhan antara taetae ke ppany???,yuri ke jessica??? Yoong ke…???

    #sabar.menanti.jawaban

    Like

  13. Kirain soojung anak sica trus krna msih muda yul/sica gak mau nerusin hub. Karna masih muda. Eh… Baca bag. soojung nyusu pertama kali jadi pupus harapan.

    Suka ma YoonFany…

    Gegara jess yang jadi pengasuh/pembantu khusus soojung jangan nambahin sub judul ‘Jessica si pembantu seksi’ ya kak Je..

    Like

      1. Ih baca kak je.. Cuma menurutku deskripi tentang soojungkan masih abu, 100% percaya kalo soojung anak YeYul, tapi aku coba menyangkal, kecil kemungkinan adalah potensi anak yulsic. Maklum akukan shippin mereka

        Like

  14. Jeje bruan pindahin soo ke jepang biar putus sm sica dan yul cerai sm yesul biar nnti yulsic brsatu, biarin yul galak pda akhirnya bertekuk lutut sm sicababy nya 😂😂.
    Klw mslah taeny dan yoonfany gw serahin sm author jjang ini. 😂😂

    Like

  15. Jangan pisahkan yoonfany huaaaaaa~~~~ yoong manis banget kaya madu wwkwkwk yul gamau liirk jessica ? Wkwkwkwk
    Taeng tumben cupu gak berani ngmng biasanya samber aja kan wkwkwk itu istri nya yul nyebelin geh ih mending ganti sm sica aja hahahaha soojung pasti bahagia~

    Like

  16. Udh mulai kcau,, yaa itu soo kah yang ditanya kagum atau cinta? Udh bolak balik buka msh aja tanya cinta,, deuh,, Minta dikaplok soo cuma main tinggal aja gtu, ksian sica klo gitu. Tae2,, udh ama yang lain, slh sndri juga ga ngomong dluan jd ga usah nyesel klo pany diambil org.
    Sica ke tae aja, dari pd ama yoon yul, , hehe,, yang msh aman,, yoon yul sabar wee ma pasangan udah dipilih juga,trima kurang lebihnya dunk 😀 mksh udh rajin nulis wlupun sibuk thor,,

    Like

  17. hey author, new readers 🙂
    taeng sama sica aja deh mendingan, sooyoung mah ama sunny aja, yuri jangan cerai dan yoonfany tetap bersama yeay…
    jadi ga mainstreem kan ceritanya kalo kopelnya kek gitu author?😊

    Like

  18. Pasti ada alasan kenapa hubungan yulseul jd dingin gtu padahal dulunya mereka mesra2 aja,,,yoonfany terus berusaha kejar setoran tiap malem biar cepet tekdung hehehehe
    Taeng masih banyak cewek d luar sana yg lebih baik dari fany percayalah mengikhlaskan jauh lebih baik dari pada memendam rasa,,, kayak sica jg kurang serius sm soo dan begitu jg sebaliknya apa soo bakalan ninggalin sica e jepang?

    Like

  19. itu yg berantem sma ortu nya Taeng apa soo je? Knp gw panasaran ksn ya, kyk ada sesuatu hehe
    Yul jgn marah2 ke sica ntar jatuh cinta lho.
    Taeng jgn jd orang ketiga d hubungan yoonfany ya je, biarkan lah taeng couple dgn yg Laen d ff ini wkwk😅

    Like

  20. Jadi penasaran yg jadi pacar ya sica siapa sih? Kok gw ngerasa pacar ya sica itu yoong atau si soo…
    Mending mereka kembali pasangan ya masing-masing, sica sma yuri, tae sama fany… Trus si yoong biarin sma soo hahaha

    Like

  21. Itu tadi yang nanyain ibu sama ayahnya sudah pergi, terus teleponan siapa thor?

    Taeng kenapa dulu punya kesempatan ditahan tahan, semoga aja taeny bisa bersatu, dan kayanya taeng sama soo punya sesuatu yang masih jadi teka teki dipart 2 ini….

    Like

  22. Taeng kuat bngt mendam perasaannya untuk fany. Kalopun nntinya taeny ada hub pst sangat menyakiti salah satunya. Gw hapir lupa kalo sica ada hub sama soo, dan sekrng bekerja di rumahnya yul. Gw yakin lu lagi bikin konflik bertebaran untuk chapter selanjutnya je. But bagaimanapun kelanjutannya, gw masih penasaran dengan kisah cinta taeng dan rumah tangga yul yg kurang harmonis, belum lagi masalah soo dan sica. Great job je.. Gw tunggu kelanjutannya

    Like

  23. sepertinya Sooyoung habya kagum aja deh sama Sica , dia gak bener2 cinta sama sica . Potek deh hati gue . pwngen banget SooSic nya jadi reall . ehh Btw , appa yul galak ihh sma sica . awas lohh , kesemsem biar tahu rasa . kwwkkwwk .

    Like

  24. Pendukung yoonfany ceraiii hadirrrr cerai cerai ceari cerai…. Hahhhha tae pasti ssah ngomong ke ppany prasaanx Karna sudah dianggap sahabat. Kykx dy takut mrusak hbungan persahabatanx dgn rasa sukax dia..

    Like

  25. Hmm.. Entah kenapa

    Naluri ku berkata
    Kalo,

    Yoonfany ceraiii sudah!!!
    Wkwkwkw😄

    Akan kulihat sampe mana batas kesabarann mereka?untuk punya anak..
    Hm.. Aku pernah denger orang tua zaman dulu kalo uda kawin trz belum dikasi anak, disuruh cerai trz kawin lagi, sampae punya anak.. Entak itu didikan baik ato buruk

    Like

  26. Tuhaaaannn…tolonglh hambamuuuu… dr sengsaraaaa…seeengsaraaaa….karena cemburu butaaa….
    Aq pngen yulsiiiic…😢😢😢
    Taetae q syng,taetae q malang…hikhikhik😢😢😢
    Tuhan,moga yoona n ppany cerai.aaamiiin!!!
    Tuhan,moga yulsic saling jtuh cinta…Aaamiiin!!!
    Tuhan,moga yg nulis nie cerita mendapat pencerahan seterang lampu neon 12 watt…utk menyatukn taeny & yulsic.aaamiiin…

    Like

  27. Kasihan bgt si taeng, semoga dia dpt jodohnya deh. Kalu bisa jgn istri orang hahahha. Kyknya mulai berantakan hub yuri n yeseul. Kasihan soojung sihh

    Like

  28. Yaaa jejeee im back setelah lama bgt ga buka wp lo (lah padahal br 1bln doang wkwkwk)
    Dan dan kebiasaan gue lupa akan jalan cerita di ep 1nya wkwkwkw jadi balik cepet kesana 😂
    Itu yang soo di bilangin antara cinta dan kagum itu beda buat si sica ? Gue pikir antara cinta dan rahasia wkwkwk 😂😂😂

    Gue sih ga nunggu pairingnya sama siapa , gue nunggu sama misteri kasus2 yg bakal lu kluarin dari pikiran lo kesini je hahaha 😂

    Dan masak gue udah punya pikiran tersendiri masak buat pairingnya (menuju ending / ditengah2 epep) yg maybe bisa sedikit nyambung sama cerita yg u bikin 😂😂😂

    Like

  29. Hai Jeje!!!
    apa kabar ihhh
    kangen tauuu hahaha
    btw, u know me ga?
    sorry i haven’t email you yet.
    btw aku iseng nih ya liat di wp yoonfany and then there is you!
    kaget sih tapi seneng
    kan jarang” you bikin kesukaan aku hahaha

    udah baca sih chapter 1 dan 2 nya tapi gpp kan komen disini aja?

    well.. seperti biasa ya ceritamu penuh dengan hal yang patut ditunggu bagaimanan kelanjutannya.
    i hope the twist will not hurt my yoonfany
    if u want turn it into yulsic, it’s okay
    but taeny……
    let it became past Je hahahaha
    naon sih ya aku komennya wkwkwkw

    anyway,,,,, enjoy baca cerita ini.
    kadang otak ini terlalu males buat nebak teka-tekimu je.. so blm aku ubek” sih ff km yg banyak pw itu

    see you again and god bless you J

    Like

    1. Haloo juga… i’m here kkkkkk.
      Hmmm kalo dari bahasanya sih gue ngerasa ini teman gue yang dulu sering nelpon atau gue yang nelpon terus cerita sampe malam #semoga gak salah. Kalo salah, maaf ya heheh. Lagi nebak aja siapa kah gerangan.
      Tapi kalo benar, semoga gue bisa segera nerima email darinya. ^^

      Apapun yang gue bikin di ff ini, semoga nggak akan ngerusak alur dan nggak jauh dari ekspektasi siapapun yg pengen ngikutin ff ini.

      See you when i see you, friend

      Like

  30. kurang panjang updatenya.. 😁gkgkgk
    Yul sewot mulu ke sica
    Drama di mulai, fany pasti pnya prasaan buat tae di masa lalu makanya marah pas denger pembicaraan tae di taman kan😞
    PENASARAN NEXT CHAPNYA~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s