VOICE OF THE NU STAR (9)

Tittle                : VOICE OF THE NU STAR

Cast                 : Jessica Jung

Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

Krystal Jung

Ahn Hyojin

GUGUDAN

DIA

WJSN

I.B.I

Genre              : GirlxGirls, Idol-Life, Drama, Romance, Friendship

Credit Pic by I2NART

Series

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 9

.

.

.

“Tadaa~~~”

.

Seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Gadis itu sedari tadi fokus dengan laptopnya sehingga tidak menyadari kedatangan seseorang. Detik selanjutnya, sosok yang memberi surprise justru mempoutkan bibirnya kesal.

.

“Apa hanya itu reaksimu, Unnie?”, ujarnya sambil melepaskan pelukan dan duduk disamping gadis tersebut.

.

“Terus, apa yang harus kulakukan? Kau baru saja mengagetkanku dan membuatku salah menekan tombol”

.

Perkataan gadis itu membuatnya segera merasa bersalah dan langsung melihat ke layar laptop lalu kembali menatap gadis disampingnya. “Maaf, Unnie. Aku tidak bermaksud seperti itu. Apa filenya hilang? Apa tadi kau belum menyimpannya? Aku akan membantumu unt—”

.

Chu

.

Satu kecupan singkat menghentikan ucapannya. Ia terdiam beberapa saat sembari matanya berkedip beberapa kali karena terkejut. Sedangkan gadis yang dipanggil unnie justru sibuk mengemaskan laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas.

.

“Kajja, kita pergi sekarang”, ajaknya tanpa wajah berdosa.

.

“YA~~ UNNIE~~”

.

Gadis itu merengek begitu reaksi yang diberikan biasa saja. Padahal beberapa detik yang lalu, dirinya merasa gugup dan wajahnya memerah malu karena kecupan yang diterimanya.

.

“Wae? Wae? Kau tidak suka?”

.

“Ish”, ia tak menjawab lagi karena masih merasa malu dengan apa yang terjadi pada dirinya. Dengan begitu, ia melangkah lebih dulu meninggalkan dorm diikuti gadis yang berada dibelakangnya.

.

“Dasar, Kim Nayoung menyebalkan”, batinnya.

.

“Ya~~ Sejeong-ah, tunggu aku”

.

.

.

.

.

“Eheem”

.

Dua pasang mata memandangnya dengan tatapan mengejek begitu ia dan Sejeong tiba di gedung manajemen. Nayoung yang sudah tahu tabiat dua Unnie nya hanya bisa memutar bola matanya kesal.

.

“Akhir-akhir ini sepertinya ada yang melupakanmu, Hana-ya”, ujar Mimi sembari cekikikan.

.

“Begitulah nasib kulit yang terbuang”

.

“Aish! Unnie, hentikan”, Nayoung meletakkan jari telunjuk di bibir manisnya sambil menoleh ke arah belakangnya dimana Sejeong tengah sibuk berbicara dengan salah satu staff. Sedangkan dirinya, Mimi, dan Hana menunggu gadis itu untuk menuju ke lokasi syuting.

.

“Wae? Apa sekarang kau merasa bersalah padaku?”

.

Hana memasang wajah kesalnya dan menatap tajam Nayoung. Mimi yang mengetahui maksud Hana, hanya berusaha menahan tawanya agar tidak terlihat gadis itu.

.

“Unnie, mana mungkin aku lupa padamu. Kau kan partnerku. Sejeong sedang off beberapa hari dari kegiatan IOI, jadi aku lebih sering bersamanya”

.

“Ini alasanmu tidak punya waktu?”

.

“Ani. Bukan itu. Ayolah Unnie. Ngghh…..”, Nayoung tampak berpikir sejenak sebelum tersenyum manis pada Hana maupun Mimi. “Bagaimana jika aku mentraktir kalian saat Sejeong ada kegiatan dengan IOI?”

.

Tanpa membuang waktu, Hana langsung setuju begitu pula Mimi. Dengan begitu keduanya berdiri lebih dulu dan berjalan menuju Van yang terparkir di lobby. Mengetahui sikap Hana dan Mimi, akhirnya Nayoung mendengus pelan.

.

“Khaaa~~ mereka menjebakku. Dasar evil”, batinnya.

.

“Unnie ada apa?”

.

Suara Sejeong mengagetkannya. Wajah kesal Nayoung berubah menjadi biasa saja dan tersenyum. “Tidak ada apa-apa. Kau sudah selesai?”

.

“Hmmm”, Sejeong mengangguk. “Dimana Hana Unnie dan Mimi Unnie?”

.

“Mereka sudah lebih dulu ke Van”

.

“Yasudah, ayo kita susul mereka Unnie. Nanti kita terlambat”

.

.

.

.

.

———————————–

.

“Mau langsung pulang, Fany-ah?”

.

“Iya Oppa. Aku ingin istirahat”, jawabnya sembari menatap ke arah luar jendela mobil

.

Sepanjang perjalanan, ia tidak mengucapkan apapun dan hanya menikmati jalanan Seoul. Beberapa kali ia menghela nafasnya pelan. Tatapannya tak berubah, dan pikirannya yang bimbang terus saja bergulat dengan hatinya.

.

.

“Ini Nichkhun. Dia akan menjadi pasanganmu dalam pemotretan majalah bulan depan dan kalian juga akan menghadiri Seoul Fashion Week yang akan diadakan dua minggu lagi”, ucapan presdir membuat Tiffany tak berkata apa-apa lagi dan hanya bisa tersenyum seadanya.

.

“Hi Fany. Long time no see. Happy to see you again”, sapa pria berkulit putih itu.

.

Sepeninggal sang presdir, Tiffany bersama Leo juga langsung keluar dari ruang meeting diikuti oleh Nichkhun yang berada di belakang mereka.

.

“Hmmm, Fany… Apa kau punya jadwal setelah ini? Mungkin kita bisa minum bersama di kafetaria yang ada di depan gedung agensi”, tawar namja itu.

.

“Maaf Oppa. Tapi aku sudah ada janji” tolaknya dengan halus. “Kalau begitu aku permisi dulu”

.

Baru saja Tiffany hendak melangkah, tangan Nichkhun menahannya. Terlihat bahwa ia ingin mengatakan sesuatu tapi pada akhirnya namja itu melepas tangan Tiffany dan tersenyum. “Take care, Fany-ah. See you tomorrow”

.

.

“Masuklah ke dalam. Besok pagi, Oppa akan menjemputmu”

.

“Ne, Oppa. Gomawo dan hati-hati di jalan”

.

Setelah mobil Leo menjauh dari apartemen, Tiffany menghentikan sebuah taksi dan menuju suatu tempat.

.

.

.

.

Ceklek

.

Pintu ruangan terbuka dan muncullah sosok yeoja dengan mengenakan kaos putih yang dipadukan dengan blazer berwarna hitam. Sosok itu menyapa seseorang yang berada di dalam sambil melempar senyumnya.

.

“Kau terlihat semakin sibuk, Sica”

.

Jessica yang sedang menatap laptopnya beralih ke sosok tersebut. “Eoh, karena kau tidak membantu disini”, ujarnya tepat sasaran.

.

Sosok itu tertawa puas lalu menyengir tak berdosa. “Sekarang aku ada disini. So?”

.

Tangan Jessica bergerak ke laci meja kerjanya dan mengambil sebuah video recorder kemudian menunjukkannya pada lawan bicaranya tersebut. “Akhir-akhir ini, aku sedikit khawatir dengan media. Kehadiran Tiffany pasti membawa banyak pertanyaan, terutama siapa sosok yang diduga dekat dengannya”

.

“Apa ada yang mendekatinya saat ini?”

.

“Aku tidak terlalu yakin, Juyeon-ah. Tapi pasti ada yang mendekatinya, dari masa lalu atau pun masa sekarang”

.

“Jadi, kau ingin aku mengawasinya?”

.

“Ani. Tidak perlu. Itu hanya menunjukkan seolah aku tidak percaya padanya. Ada sesuatu lain yang harus kau kerjakan selama di Seoul. Ngomong-ngomong bagaimana perusahaan di LA?”

.

“Sudah ada yang menggantikanku untuk sementara selama aku di Seoul. Perusahaan berjalan baik. Kau tidak perlu khawatir”

.

Jessica mengangguk tersenyum. “I know, kau memang yang terbaik soal ini”

.

Saat sedang berbincang-bincang, sebuah ketokan dari arah pintu membuat keduanya saling bertatapan lalu beralih ke arah pintu.

.

“Masuk”, ujar Jessica dari dalam tanpa bertanya apapun.

.

Pintu terbuka perlahan dan sebuah kepala nongol diambang pintu. Begitu melihat wajah sang tamu seutuhnya, Jessica akhirnya tertawa kecil. “Tiffy, apa yang kau lakukan disini?”, tanyanya sembari berdiri dari kursi dan menghampiri Tiffany.

.

“Jadwalku sudah selesai tapi aku bosan jika harus di apartemen sendiri. Oh, Juyeon-ah”, Tiffany baru sadar akan kehadiran gadis itu begitu ia berjalan menghampirinya dan Jessica. Juyeon dan Tiffany pun berbagi pelukan hangat sejenak.

.

“Kapan kau tiba di Seoul?”

.

“Beberapa saat yang lalu karena seseorang mengancam akan memecatku”, jawab gadis itu santai sambil menoleh ke arah Jessica dan membuat Jessica langsung bereaksi.

.

“YA! YA! Kau mengarang cerita”

.

Juyeon segera melarikan diri begitu Jessica berusaha mendekatinya. Keduanya pun berakhir dengan kejar-kejaran dan saling mengejek. Tiffany yang melihat kelakukan itu hanya bisa ikut tertawa dan menyaksikan keduanya.

.

Tak hanya itu, wajahnya terlihat bahagia melihat suasana yang terjadi didepannya. Melihat Jessica yang selalu serius menjadi mudah tertawa dan bisa bercanda dengan orang-orang disekelilingnya. Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri bahwa tatapan itu bercampur sebuah keresahan. Keresahan yang coba ia tutupi.

.

.

.

.

.

***

.

.

Gadis itu menghembuskan nafasnya lega begitu butt nya mendarat mulut di sofa empuk yang baru saja didudukinya. Disekitarnya, semua member juga sudah duduk di tempat masing-masing dan membentuk lingkaran.

.

“Setelah promosi ini berakhir, kita akan langsung terlibat dalam mini album kedua dan rencana showcase serta konser yang sudah dipersiapkan manajemen”, ujar sang leader memberikan pengumuman sembari member yang lain mulai menyeruput minuman yang sudah tersedia dia atas meja makan.

.

“Apa kita memiliki waktu yang cukup luang untuk bersantai sejenak, Unnie?”, tanyanya pada sang leader.

.

“Memangnya apa yang mau kau lakukan Eunjin-ah?”

.

Pertanyaan itu membuat dirinya terdiam beberapa saat sebelum menunjukkan sikap santai. “Aku hanya ingin berlatih dance lebih banyak lagi. Sekalian mengasah kemapuan vokalku”

.

“Ide bagus. Aku juga akan melakukan itu”, Chaeyeon yang berada disitu ikut menimbrung.

.

“Memangnya IOI tidak punya jadwal? Bukankah setelah ini kalian akan comeback dengan 11 member secara utuh?”

.

“Tenang saja Unnie, aku bisa membagi waktuku. Benar kan Eunjin?”

.

Ia refleks mengangguk begitu Chaeyeon bertanya hal tersebut. Setelah berkata seperti itu, Chaeyeon menatap ke arah leadernya dengan sebuah senyuman tulus. Senyuman yang hanya akan ia tunjukkan pada orang tertentu meski sejujurnya Eunjin sudah tahu apa maksud dibalik senyuman Chaeyeon kepada leadernya itu.

.

Diam-diam ia menghembuskan nafasnya pelan tanpa ada yang menyadarinya dan berusaha membuat perasaannya tetap tenang.

.

.

.

.

.

“Hey”

.

Sebuah tangan menepuk pundaknya pelan. Ia menoleh dan melihat member yang ditunggunya datang dengan senyuman.

.

“Apa kau sudah tahu konsepnya, Eunjin-ah?”, tanya gadis itu.

.

“Huum, aku sudah menemukan konsep yang tepat untuk penampilan kita nanti di acara tersebut”

.

Gadis itu mengangguk paham lalu menaruh tasnya dan mulai memakai sepatu latihan. “Ngomong-ngomong, manajemen belum memberitahu kita tentang hal ini. Apa kau yakin?”

.

“Aku yakin mereka pasti akan memberitahukan secepatnya. Kita tunggu saja”

.

“Baiklah, aku mengerti”, balasnya dan tersenyum lagi. “Kajja, kita mulai latihannya”

.

“Call”

.

.

.

.

.

—————————————

.

“Tidak. Sekali tidak tetap tidak”

.

“Oh ayolah Unnie, kau harus mencobanya”

.

Seorang gadis tengah merengek pada rekannya yang lebih tua darinya. Ia berniat mengajak gadis itu untuk mengikuti audisi di salah satu manajemen baru yang masih belum terlalu populer.

.

“Suhyun-ah, sudah kubilang aku tidak ingin melakukannya”, jelasnya.

.

“Lihatlah Unnie? Setelah P101 berakhir, project dengan I.B.I juga akan berakhir dan kita kembali menjadi trainee. Tapi permasalahannya, kita belum menemukan agensi baru. Apa kau tidak bosan dengan semua ini?”

.

Mendengar ucapan Suhyun, Haein kembali menghela nafasnya. Sejujurnya ia tidak ingin berdebat, tapi apa yang dikatakan Suhyun tidaklah sepenuhnya salah.

.

“Aku juga bosan, Suhyun-ah. Impianku juga ingin melakukan debut”

.

“Itulah kenapa kita harus mencari manajemen baru. Aku tidak ingin membuang waktuku lebih banyak lagi untuk sesuatu yang tak pasti”, kini giliran Suhyun yang berapi-api mengungkapkan idenya itu.

.

“Kau yakin?”

.

“Tentu saja. Lagian kita bisa mencari agensi-agensi dan mengikuti audisi mereka”

.

Haein tampak berpikir dengan ide yang dilontarkan Suhyun. Tak lama ia pun mengangguk mengerti dan membuat gadis dihadapannya itu tersenyum. “Baiklah, kita bisa memikirkannya nanti. Setidaknya harus ada persiapan yang jelas”, ujar Haein.

.

Suhyun terlihat senang dengan jawaban yang diberikan Haein. Gadis itu segera bersiap dan pergi melakukan aktivitasnya. Begitu pula Haein. Keduanya berpisah di persimpangan dan menuju lokasi masing-masing.

.

Setiba di E-yota, Haein justru bertemu dengan Taeyeon yang terlihat duduk di lobby sambil memainkan ponselnya dengan serius tanpa menyadari kehadiran Haein.

.

“Unnie”, sapanya sekali lagi dan Taeyeon mendengarnya.

.

“Oh, kau baru datang Haein?”

.

“Ne Unnie. Aku ingin melakukan latihan vokal”

.

“Kebetulan sekali”, Taeyeon menjentikkan jarinya dan tampak senang setelah memikirkan sesuatu beberapa detik lamanya.

.

Taeyeon pun mengajak Haein untuk ikut bersamanya menuju ruang latihan vokal. “Aku baru saja berbicara dengan salah seorang kenalanku dulu melalui telpon. Saat ini dia tinggal di Jeju”, jelas Taeyeon padanya.

.

“Dia salah satu general manager yang mengurus RAIN dulu*. Ketika aku menanyakan soal beberapa kenalan aktor yang sedang bermain drama, dia cukup mengenal Nam Joohyuk. Kau tahu drama Kim Bok Joo yang rencananya akan tayang November nanti?”, tanyanya lagi dan Haein mengangguk.

.

(Note: Nggak lupa sama posisi Seohyun dulu kan? Hehehe)

.

“Good”, respon Taeyeon tersenyum puas lalu duduk di hadapan piano sebelum kembali memandang ke arah Haein. “Sekarang kita mulai latihan vokalnya”

.

Haein yang tidak mengerti maksud pertanyaan Taeyeon sebelumnya, memilih untuk diam dan mengikuti apa yang Taeyeon katakan. Keduanya pun larut dalam latihan bersama.

.

.

.

.

.

***

.

.

“Dealnya berhasil, Sica”, satu ucapan Juhyun membuat Jessica tersenyum dari bangku penumpang sembari merangkul lembut wifeynya yang berada disampingnya.

.

“See? Aku tidak pernah salah memilihmu untuk urusan ini, Juhyun-ah”

.

Ucapan Jessica tentu saja membuat Juhyun mendengus. Pasalnya gadis itu harus datang ke Korea untuk mengurusi urusan kontrak dan perjanjian dalam project yang sedang dilakukan Taengsicyul.

.

“Tolong selesaikan semua berkasnya dan kirim ke Jellyf*sh untuk Sejeong dan Nayoung”

.

Juhyun mengangguk kecil dan kembali fokus menyetir. Meninggalkan dua wanita yang sedang terlihat menikmati waktu mereka berdua dan bercengkrama hangat.

.

“Aku sudah memikirkan konsep pakaian yang akan kita kenakan di pernikahan TaeTae dan Krys”

.

“Benarkah?”, Jessica tertawa takjub mendengar pernyataan Tiffany. “Kau benar-benar yang paling bersemangat dibanding calon mempelainya, Tiffy”

.

“Aku tidak sabar melihat mereka melakukan janji suci itu. Kau lihat kan drama yang kutonton? Saat pasangan tidak memiliki ikatan suci di hadapan Tuhan dan hukum, orang lain bisa merusaknya dengan gampang”

.

Sekali lagi Jessica tertawa takjub dengan alasan wanita bereyes smile di sebelahnya ini. “Kau terlalu banyak menonton drama, hmmm. Aku yakin Taeyeon dan Krys tidak akan berpisah segampang itu lagi”

.

“Mungkin aku hanya sensitif”, balas Tiffany sembari mengendikkan bahunya.

.

“Apa perlu kita memiliki anak biar kau tidak sensitif?”

.

“YA~~~~~~!”

.

Tiffany langsung protes karena Jessica membicarakan itu secara tiba-tiba tanpa tahu akibatnya bahwa pipinya sekarang memerah seperti tomat. Sedangkan Jessica dengan santai mendekatkan wajah Tiffany dan mengecup dahinya.

.

“Aigoo, kemarilah. Kau sangat menggemaskan”

.

.

.

.

.

—————————————–

.

“Yul”

.

“Oh, Umma”, Yul merapikan sentuhan terakhirnya dan berjalan menghampiri sang Umma diambang pintu kamarnya.

.

“Sudah mau pergi?”

.

“Hmmm, aku mau menjemput Cathy di lokasi pemotretan setelah itu kami akan bertemu dengan yang lainnya untuk membahas rencana pernikahan Taeyeon dan Krystal”

.

“Kalau begitu, jangan pulang terlalu malam. Kasihan Cathy, dia pasti lelah dari kemarin melakukan pemotretan”

.

“Okay Umma, Umma jangan khawatir. Kalau begitu aku pergi sekarang”

.

Yul memberikan pelukan sekali lagi pada Ummanya dan bersiap pergi.

.

.

.

.

.

“Variety show mereka akan segera berakhir. Setelah dari China, Exy hanya akan memiliki beberapa schedule”

.

“Baiklah, aku mengerti. Terima kasih atas informasinya. Tolong kabari aku perkembangan untuk projectnya nanti”

.

Yuri mematikan sambungan telpon itu lalu menyalakan musik di dalam mobil. Tepat disaat itu, sesosok gadis cantik mendatangi mobilnya dan Yuri menyambutnya dengan sebauah senyuman.

.

“Sudah menunggu lama Yul?”

.

“Tidak. Aku baru saja menerima telpon. Bagaimana pemotretannya? Berjalan lancar?”

.

Cathy mengangguk. “Everything is okay”

.

“Good. Sica juga mengabariku jika dia dan Tiffany sudah menuju ke lokasi”

.

Sepanjang perjalanan, Yuri membiarkan Cathy beristirahat. Gadis itu sudah menyelesaikan semua jadwalnya di Seoul. Artinya, mau tidak mau Yuri harus rela bahwa Cathy akan kembali ke New York seorang diri.

.

Setibanya di salah satu restoran, ia turun lebih dulu menggunakan penyamarannya kemudian disusul Cathy. Tanpa disadari, kekehan kecil terdengar dari bibi Cathy dan itu membuat Yuri mengerutkan dahinya begitu mereka masuk ke dalam lift.

.

“What?”, tanyanya penasaran.

.

“Aku tidak bisa membayangkan jika kau begitu terkenal di Seoul, bahkan untuk masuk ke dalam restoran pun kau harus menutupi wajahmu untuk menyamar”, ucapnya sembari menatap dalam mata Yuri yang kini juga balas menatapnya. Kedua tubuh mereka saling berdekatan dan keduanya bisa merasakan hembusan nafas masing-masing.

.

“So, you are lucky to be my girlfriend”, balas Yuri dengan kekehan juga.

.

“Really?”

.

“Hmmm”, Yuri kembali mengulum senyumnya dan masih menatap Cathy. “Apa perlu kita juga menyusul Taeyeon secepatnya?”

.

Satu pukulan pelan di dada didapat Yuri. Gadis itu hanya bisa menyengir lalu merangkul Cathy dan memberikan kecupan di pipi kekasihnya. Keduanya tertawa bersama atas kekonyolan beberapa saat lalu.

.

.

.

.

***

.

.

Semua member mengangguk paham mendengar ucapan sang manajer. Setelah menyelesaikan jadwalnya, masing-masing member pun diberi waktu untuk menikmati waktu mereka. Beberapa dari mereka memilih keluar ke supermarket ditengah malam seperti ini, ada juga beberapa member memilih langsung kembali ke dalam dorm.

.

“Exy-ah”

.

“Ah, ne Unnie. Wae?”

.

Exy yang hendak masuk ke dalam lobby dorm seketika berhenti lalu memandang ke arah sosok yang memanggilnya. “Mau menemaniku?”

.

“Kemana Unnie?”

.

“Rahasia. Tapi kau pasti akan menyukainya”

.

Tanpa bertanya lebih lanjut, ia pun mengangguk. Keduanya mulai meninggalkan dorm dan menuju suatu tempat rahasia yang dibicarakan oleh sosok yang mengajak Exy pergi. Setiba disana, Exy hanya tersenyum puas tanpa berucap apa-apa. Ia berjalan lebih dulu dan duduk di bangku panjang yang berada di pinggiran sungai Han.

.

“Banyak orang yang memilih pergi kesini karena ingin merilekskan sejenak pikiran mereka dari aktivitas. Kupikir kita butuh melakukannya”

.

Sosok itu mengambil duduk di sebelah Exy dan memandang luruh ke arah sungai. “Apa ini juga mengingatkanmu tentang pertama kali kau datang kemari dan bertekad menjadi idol?”

.

“Hmmm, kau benar Unnie”

.

Gadis itu ikut tersenyum. “Waktu berlalu begitu cepat. Bahkan rasanya masih seperti kemarin kita menjadi remaja yang bebas dan masih bersama”, ujarnya lalu menoleh ke arah Exy dengan pandangan tenang yang Exy pahami artinya.

.

“Hmmmm… dan aku tidak menyesal”

.

“Aku tahu, dan aku senang diantara kita tidak ada penyesalan”, balas gadis itu. “Tangan ini…”, ia mengambil tangan Exy dan menautkan jemari mereka. “Aku melepasnya karena kita perlu melakukan itu. Dan sekarang, cukup seperti ini sudah membuat semuanya jauh lebih dari kata cukup”

.

Exy mengulum senyumnya dan menatap tulus. Keduanya pun saling berbalas senyuman dan sama-sama menatap ke arah sungai Han. “Kita sudah mulai menggenggam impian kita, Unnie. Sampai saatnya tiba dan kita memulai hidup masing-masing, kuharap Unnie tetap menjadi orang pertama yang selalu memberiku ucapan selamat”

.

“Sure. Aku akan terus melakukannya”

.

“Gomawo Unnie, gomawo… I meant it”

.

Exy kembali menatap lurus ke arah sungai Han. Pikirannya seketika melayang, namun tak lama ia mengulum senyum dalam diamnya.

.

.

.

.

.

.

.

Khaaaa~~

.

Tidak ada suara apapun. Hanya helaan demi helaan nafas yang sedari tadi terdengar didalam mobil. Raut wajahnya berubah menjadi gelisah ketika mengingat pembicaraannya dengan gadis bernama Haein.

.

Tak terasa, ia pun tiba di tempat tujuan dan langsung menuju ke sebuah ruangan. Begitu pintu terbuka, beberapa orang menyambutnya. Terlihat sahabat-sahabatnya disana, namun seseorang yang spesial belum terlihat disana.

.

“Kau sendiri, TaeTae? Kemana Krys?”

.

Pertanyaan Tiffany belum dijawabnya. Ia justru memilih duduk terlebih dahulu, namun detik selanjutnya menghela nafasnya lagi.

.

“Aku baru dari E-yota. Krys akan menyusul kemari langsung dari apartemen”, balasnya.

.

“Something happen? Kau terlihat tidak bersemangat”

.

Kali ini Jessica menimbrung mengomentari sikap Taeyeon barusan.

.

“Im fine. Mungkin hanya sedikit kelelahan”

.

“Apa kau lelah memikirkan malah pertamamu nanti?”

.

Celetukan Yuri mengundang tawa Jessica dan Cathy. Tapi tidak bagi Taeyeon, terlebih lagi Tiffany yang kini menatap tajam ke arahnya.

.

“Uppss, hehehe. Peace Fany-ah. Just kidding”

.

Jessica kembali tertawa melihat reaksi Yuri. Ia memeluk Tiffany dari samping sembari menenangkan wifeynya itu. “Yul hanya bercanda sayang”, ujarnya lalu menoleh ke arah Yuri sambil menggerakkan bibirnya tanpa suara. “Dia sedang sensitif”

.

“Hey guys”

.

Suara lain memecah suasana didalam. Dari ambang pintu, terlihat Krystal baru saja datang dengan wajah datarnya tapi ia sempat tersenyum.

.

“Hey, Taeng”, sapa Krystal pada tunangannya itu dan mengecup pipi Taeyeon dari samping sebelum duduk disebelahnya.

.

Taeyeon tersadar dari pemikirannya lalu menyapa balik gadis disebelahnya. Pembicaraan mereka yang sebelumnya pun terlupakan dan mulai membahas rencana pernikahan Taeyeon dan Krystal.

.

“Soal persiapan, kurasa tidak akan mengganggu project kalian”, komentar Krys sambil melihat draft yang ada ditangannya.

.

“Dan media disana lebih gampang diajak kerjasama. Tidak masalah jika kalian ingin acara tersebut sedikit terbuka. Aku ada beberapa kenalan dari media dan setidaknya mereka tidak akan memberitakan ini”, ujar Cathy

.

“Kurasa itu ide bagus. Aku setuju, bagaimana denganmu Taeng?”, Krystal mengangguk pelan lalu menutup draftnya dan menunggu jawaban Taeyeon.

.

“Apapun pilihanmu, aku pasti akan setuju”

.

Krystal tertawa kecil melihat raut wajah Taeyeon yang setengah menggodanya dan setengah menyebalkan. Selesai membicarakan itu, Krystal, Tiffany, dan Cathy keluar lebih dulu mengambil makanan yang mereka pesan.

.

“Seriously, Taeng. Wajahmu bermasalah. Ada apa?”, Jessica langsung to the point setelah tersisa ia, Yuri, dan Taeyeon di dalam ruangan.

.

“Kau tahu apa yang terjadi pada Haein?”

.

“Haein?”, Jessica terkejut dengan nama yang disebutkan Taeyeon.

.

“Aku baru tadi bertemu dengannya di E-yota dan memberikan project ost untuk salah satu drama yang akan tayang. Haein mengatakan padaku bahwa ia akan mencari agensi baru yang menaunginya karena project I.B.I sudah berakhir”

.

“Agensi baru? Bukankah itu membuatnya kembali menjadi trainee lagi?”, sambung Yuri.

.

“I feel bad to her, Sica. Aku tidak bisa memberi advice untuknya terutama mengenai agensi karena aku pun tidak percaya pada agensi disini”

.

Satu balasan Jessica membuat Yuri dan Taeyeon tak bisa berkomentar apa-apa lagi. Bagaimana pun, keputusan ada di Haein dan Sica hanya memberikannya bantuannya.

.

“Biarkan dia memilih apa yang ingin lakukannya. Soal agensi, biarkan Juyeon mengurus semua itu. Dia akan ada di Seoul beberapa minggu kedepan”, jelasnya. “Ngomong-ngomong, bagaimana perkembangan project Exy dan Eunjin?”

.

“Eunjin akan ikut dalam program hit the stage. Kurasa itu pilihan tepat untuk menunjukkan bakat dancenya menjadi spotlight yang tepat”

.

“Exy masih dalam proses latihan. Tapi aku sudah membuat jadwal project untuknya”

.

“Nayoung juga sudah dalam progress. Dia melakukan cover lagu dan project bersama beberapa member dari group lain. Dia juga akan melakukan beberapa aktivitas variety show”

.

“Kalau begitu, project kita berjalan baik”, balas Yuri bersemangat.

.

“Tapi kurasa kita harus segera menyelesaikannya Yul, dengan project-project yang sudah kita rencanakan. Sejujurnya perasaanku sedikit tidak tenang….”, Jessica menghentikan ucapannya sejenak.

.

“Aku mulai menikmati project ini. Jika kita terlalu jauh, kurasa apa yang terjadi pada RAIN akan terulang lagi. Kalian paham maksudku kan? Kuharap kalian bisa segera menyelesaikan semuanya dan kita kembali ke Amerika sebelum hal yang tidak kita inginkan terjadi disini”

.

Perkataan Jessica menyadarkan keduanya akan konsekuensi yang mereka pegang saat ini. Dalam diamnya, Yuri menghembuskan nafasnya pelan dan Taeyeon terlihat menutup matanya sejenak dan kembali membukanya.

.

“Sica, apa aku boleh meminta satu permintaan padamu?”

.

“Huh? Permintaan? Apa itu Taeng?”

.

.

“Lepaskan Haein dan aku yang akan memberikan project untuknya”

.

“Kau gila? Bagaimana dengan persiapan pernikahanmu? Krys pasti tidak akan setuju”

.

Taeyeon segera menoleh ke arah pintu dan berharap Krystal dan yang lainnya belum kembali ke ruangan.

.

“Sica benar Taeng. Kau akan sangat sibuk dan lagi kesehatanmu tidak dalam kondisi bagus akhir-akhir ini. Kau kan tidak boleh kelelahan”, Yuri ikut menasehatinya tapi Taeyeon tak mempedulikan itu dan kembali menatap Jessica.

.

“Kali ini saja, Sica. Aku tidak akan membuat Krys khawatir. Lagian Haein justru membahayakan posisimu. Kau punya Tiffany yang perlu kau jaga privasinya dan juga privasi kalian disini. Media akan lebih gampang menggunakan Haein jika mereka mengetahui keberadaan kita disini. Karena Haein belum memiliki agensi untuk melindunginya”

.

“Bagaimana jika Krys tahu? Dia pasti marah Taeng”

.

“Karena itulah, kalian harus merahasiakan ini. Kau bisa pegang kata-kataku, Sica. Aku sudah memikirkan keputusan ini sejak tadi diperjalanan menuju kesini”

.

Jessica memandang ke arah Yuri, meminta sahabatnya memberikan saran padanya.

.

“Bukankah kau bilang Juyeon ada disini?”

.

Ucapan Yuri akhirnya membuat Jessica setuju. “Kalau begitu project Haein kau yang pegang Taeng. Kuharap kita tetap berhati-hati”

.

“I know, Sica. Jangan khawatir”

.

.

.

.

.

——————————————-

.

“Unnie~~”

.

Sejeong memeluknya dengan sangat erat dan bahagia begitu ia mendengar Nayoung menerima beberapa project dari agensinya meskipun ia tahu bahwa semua ini tetap ada campur tangan dari Jessica yang membantu Nayoung.

.

“Aku bahagia untukmu Unnie. Really…”

.

Nayoung juga tak bisa menahan senyumnya begitu mendengar berita itu. Mulai dari Seoul Fashion Week, project girl group, hingga beberapa variety show.

.

Setelah cukup lama, Sejeong sedikit mengendurkan pelukannya dan kembali tersenyum pada Nayoung. “Aku tidak sabar melihat kegiatanmu, Unnie. Tapi…..”, suaranya berubah sedih. “IOI juga akan melakukan comeback”

.

“Kenapa dengan wajahmu, hmmm? Bukankah seharusnya kau senang bisa bertemu dengan member IOI yang lain?”

.

“Tapi tetap saja. Waktu kita kembali berkurang. Aku akan sibuk dengan persiapan solo debut dan comeback IOI. Sedangkan Unnie juga akan melakukan hal yang sama. Bisakah kita bertemu setiap hari?”

.

“Sejeong-ah, dengarkan aku. Kau harus fokus pada kegiatanmu. Ingatlah tujuanmu berada di dunia hiburan ini. Aku tidak akan kemana-mana dan mendukungmu”

.

“Benarkah?”

.

Nayoung menatap mata Sejeong dan disaat itu ia baru menyadari bahwa Sejeong meragukannya. Bukan salah Sejeong jika ia akan memiliki perasaan seperti itu. Nayoung pernah berbalik badan sekali darinya dan perasaan insecure itu pasti masih menghantui Sejeong.

.

“Kau boleh membenciku seumur hidupmu jika aku melakukan hal itu lagi”

.

“Unnie~~ Jangan katakan seperti itu. Aku tidak akan pernah mau membencimu. Maafkan aku, aku sempat meragukanmu”

.

“Kau tidak perlu minta maaf, Sejeong-ah”

.

Sejeong semakin menenggelamkan wajahnya menahan tangis dipundak Nayoung. Dengan sabar, gadis itu mengusap punggung kekasihnya dan membuat Sejeong agar tidak bersedih lagi.

.

Disaat yang bersamaan, dari kejauhan terlihat seseorang yang menatap intens keduanya. Tatapan misterius itu tak lepas beberapa detik hingga akhirnya sosok itu memilih berbalik badan dan menjauh dari sana.

.

.

.

.

.

TBC

——————————————

POSTER BARU!! YUHUUUU

Selamat membaca hehehe

FF BARU?? SABAR… Lagi proses. Secepatnya.

Gak perlu teaser kan? Langsung part 1 biar gak penasaran hihihi

See you~~

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

26 thoughts on “VOICE OF THE NU STAR (9)

  1. Jeje,,hiks jika,sudah 2 kali aku baca ini tp kok ga nyangkut jg sih je.tiba2 ditengah cerita aku nya bad mood.baca cuma baca aja gt tanpa ngerti apa2.gmn ini je😩😭.sorry je🙏🙏

    Like

    • Ulang baca lagi nih je.tiffany knp ga ngomong jujur aja sih ke sica,udh tau wataknya sica kalo lg marah nyeremin gt.eh aku ga nyangka loh kalo ada si nickhun disini, tumben bgt je,hejehhee.siapa itu je yg ngeliat nayoung n sejeong??moga aja ga berakibat buruk krn dia tau kedekatan sejeong n nayoung

      Like

  2. Kaa banyakin moment jessica x tiffany nya dong kaa. Aku uadah numggu* kelanjutannya ka. Akhirnya sekaranv dilnjut jugaa. Ka next post banyakin moments jessica x tiffany ya ka.

    Like

  3. najong lagi mesra2x..suka sama moment mreka,,tapi siapa tuh yg ngintipin najong..
    tiffany lgi galau tuh d deketin sama si khuny..takut ngomong sama sica..

    Like

  4. Jujur aj ap tujuan Sica cs kumpulin talenta2 berbakt? Klo mmg mrk serius mnding bikin agency sndri aj.. . Tunjukin klo mrk bisa sukses kmbli.
    Q jd sdkit ragu am Sica cs.. .
    Lht mrk serius ykin nayeon cs yg dikumpulin Sica cs bisa sukses.
    Wah hub JeTi bisa kacau nih krn Nichkhun klo Fany g jujur am Sica ttg keadaan skrg. N okey mgkin klo Fany ntr hamil.. . ☺

    Like

    • Nah itu dia. Bisa juga hahaha. Tapi idol2 itu udah pada punya agensi kecuali haein. Bisa gawat urusannya kalo mereka ambil idol itu untuk bikin agensi baru. Heboh lagi nanti media massa

      Like

  5. Fany mending blg ke sica tuh klu Nickhun deketin dia, drpd ntar media yg beritain lebih dulu. Kyk nya hubungan nayoung sama sejeong bakal kena badai nih hehe. Btw je sorry id gw ganti, ada sedikit masalah kmrn 😅

    Like

  6. Wah,,ad yang intipin najeong,,hati2 bintitan,,hehe 😀 bruan tae nikahin kris udh ngapain2 juga, ntr kbru dtg yang gangguin. Fany ga mungkin nengok khun, jd aman klo pun gosip dtg. Yoon ga jd kluar thor j, kemana dia ya?

    Like

  7. Bentar lagi badai jeti keknya.. Tiffy jujur aja lah sm jess lebih baik dari pd main umpet2an kek gt

    Taeng so soan mau ambil alih haein entar brtm sm krys trs gagal nikah aja hahahaha

    Btw poster nya bikin kita tau dn inget nama sm muka pemain disini ☺😊

    Like

  8. Aduhhh aduh itu si Nikon mantannya fany kan ? Kenapa mereka harus dapet project bareng coba, ntar gimana reaksi Jessica ya 😣
    Semoga keputusan taeng buat ambil alih projectnya haein gak bikin masalah sama persiapan pernikahannya sama Krystal nanti 🙏
    Dan itu siapa ya yg merhatiin sejeong dan nayoung ??

    Like

  9. Wah jeti bakal ada konfilk nih karna kemunculan nickhun
    Kayanya project taengsicyul kayanya ada kendala .
    aish si taeng, knp nambahin kesibukan untuk projectnya dibanding nyiapin acara wedding sama krys .
    Nty di batalin pernikahannya gara gara krys ngambek gmn ? itu kan butuh waktu lama untuk tae supaya krys terima lamarannya . haaha
    idol idol yg mereka seleksi dari berbagai agensi itu, mau di jadiin group ya je ?

    Like

  10. behh , muncul nickhun perusak nih . jangan sampe sica tahu . bisa berabe .. nayeong sejeong suka couple ini . serasa JeTi . Taeng kamu ambil resiko yg besar , jangan sampe taengkrys batal nikah . penasaran banget gue , siapa yg ngitipin nayeon sejeong ? rival cinta kah ato wartawan ?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s