VOICE OF THE NU STAR (8)

Tittle                : VOICE OF THE NU STAR

Cast                 : Jessica Jung

Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

Krystal Jung

Ahn Hyojin

GUGUDAN

DIA

WJSN

I.B.I

Genre              : GirlxGirls, Idol-Life, Drama, Romance, Friendship

Credit Pic by I2NART

Series

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 8

.

.

.

“Terima kasih Unnie, untuk hari ini”

.

“Eoh, masuklah dan istirahat. Sampai bertemu beberapa hari lagi”

.

“Ne Unnie”

.

Eunjin melambaikan tangannya pada Taeyeon lalu berbalik badan dan berjalan masuk ke dalam dorm yang ditempatinya bersama member DIA. Saat hendak masuk ke dalam kamarnya, sebuah suara membuatnya menghentikan langkah dan menoleh.

.

“Akhir-akhir ini kau sering pergi sendiri saat DIA memiliki waktu break”

.

“Oh, Unnie. Hmmm aku hanya bertemu seorang teman”, ujarnya beralasan. “Apa member lain belum kembali?”, ia bertanya sembari mengalihkan pembahasan sebelumnya ketika menyadari dorm terasa sepi.

.

“Hanya ada aku dan Jenny sedang berada di kamar”, balas gadis yang usianya lebih tua darinya itu. “Sejujurnya aku tidak mempermasalahkan urusan pribadimu pada waktu break. Tapi beberapa member mulai bertanya-tanya perihal kau sering pergi tanpa berniat menghabiskan waktu bersama yang lain”

.

Eunjin menghela nafasnya. Ia berbalik badan dan melanjutkan tujuannya masuk ke dalam kamar diikuti oleh member tersebut.

.

“Aku minta maaf jika hal itu menimbulkan kesalahpahaman”

.

“Jangan meminta maaf. Kau tidak melakukan kesalahan. Aku mengatakan ini agar tidak ada sesuatu yang menganggu hubungan diantara para member. Kau mengerti maksudku kan, Eunjin?”

.

“Aku tahu Unnie”

.

“Yasudah, beristirahatlah. Besok kita mulai memiliki jadwal lagi”

.

Setelah member tersebut pergi, Eunjin bukannya beristirahat melainkan menyalakan beberapa lagu dari ponselnya dan dia mulai melakukan gerakan-gerakan dance seperti yang dilakukan penyanyi aslinya.

.

Gadis itu tampak serius menggerakkan seluruh tubuhnya dengan tepat dan menikmati setiap part dari lagu tersebut.

.

.

“Unnie, apa ini serius?”

.

Eunjin menatap tak percaya dengan apa yang Taeyeon tunjukkan padanya. Gadis itu terlihat senang tapi merasa gugup dalam waktu bersamaan.

.

“Banyak dancer-dancer terbaik dari idol group yang mengikuti acara ini, Unnie”

.

“Wae? Kau takut pada mereka?”

.

“Ani. Tapi, ini….”, Eunjin masih sangat terkejut namun ia tak bisa memungkiri perasaan excited yang tiba-tiba membuncah pada dirinya.

.

“Berlatihlah dengan serius. Aku yakin, kau bisa menunjukkan penampilan terbaik di acara tersebut”, jelas Taeyeon sembari memberikan semangat padanya.

.

“Gomawo Unnie. Aku akan berlatih serius dan menampilkan yang terbaik”

.

.

.

Saat musik berhenti, ia mengatur nafasnya yang terengah lalu meneguk air mineral yang dipegangnya. Wajah lelahnya tidak memudarkan senyum yang sedari tadi mengembang saat ia mengingat pembicaraannya dengan Taeyeon.

.

“Unnie benar-benar berusaha memberiku jadwal di luar group. Aku tidak akan mengecewakannya”, ujarnya sambil mengepal kedua tangan. Menyemangati dirinya sendiri.

.

.

.

.

.

————————————–

.

“Berhentilah mengikutiku Unnie”, sebuah rengekan terdengar di dalam ruang tamu yang berada di dorm GUGUDAN.

.

“Kau belum menjawab pertanyaanku”

.

“Aish”, dumel gadis itu pada akhirnya. “Iya. Aku sudah berbaikan dengan Sejeong. Puas?”

.

Satu senyuman akhirnya terlukis di wajah Hana begitu mendengar pengakuan Nayoung. Gadis berkulit susu itu pun segera memeluk Nayoung sembari merangkulnya erat. Hana lah yang paling senang mendengar kabar tersebut.

.

“Syukurlah. Saat kelulusan nanti, setidaknya kau tidak jomblo”, goda Hana.

.

“Memang apa hubungannya? Lagian Unnie dan yang lainnya juga akan datang pada kelulusanku”

.

“Tapi tetap saja Sejeong akan datang dan suasana hati kalian dalam keadaan baik”, ujar Hana dengan reaksi antusiasnya. Seperti seorang fangirl. Hahaha.

.

Nayoung menggeleng heran sebelum akhirnya ia menjatuhkan dirinya di sofa lalu mengambil ponselnya untuk melihat updatean berita disana. Hana yang melihat hal itu pun ikut bergabung bersama.

.

“Reaksi fans untuk acara seri-tv GUGUDAN cukup memuaskan”, komentar Hana memberitahukan kabar tersebut pada Nayoung. “Kau harus membaca semua komentarnya. Ya meskipun selalu ada haters yang menyelip disana”

.

“Hmmm, hampir semuanya menyukai konsepnya dan juga Hanayoung. Untuk haters, aku tidak terlalu peduli karena itu sudah menjadi bagian dari resiko”

.

“Tiba-tiba kau jadi dewasa”, celetuk Hana dan selanjutnya tertawa kecil dengan ucapan Nayoung. “Tapi aku bersyukur manajemen dengan terbuka menerima ide itu. Kupikir dengan project Sica Unnie, kita bisa lebih banyak belajar hal-hal baru setelah debut”

.

Nayoung kembali mengangguk setuju.

.

“Setelah ini jadwal kita akan mulai padat bersama group. Bagaimana dengan projectmu? Apa kali ini lebih menyenangkan daripada saat ikut kompetisi P101?”

.

“Lebih menyenangkan. Aku tidak perlu merasa harus menjadi yang terbaik dan mengalahkan orang-orang disekitarku. Dan kehadiran Haein Unnie membantuku untuk tidak terlalu canggung dengan Exy ataupun Eunjin”

.

Tak lama, raut wajah Hana berubah sedih ketika mendengar nama Haein. Meskipun Haein tidak terlalu lama menjadi trainee di Jellyf*sh, tapi Hana cukup mengenalnya dengan baik.

.

“Aku berharap Haein segera menemukan member yang tepat untuk debut bersamanya. Jika mengingat apa yang terjadi saat masa trainee kita, aku selalu merasa bersalah. Kita harus melihat teman-teman yang berjuang bersama kita, satu per satu pergi dengan alasan yang berbeda dan meninggalkan manajemen. Meskipun aku tahu itu sebuah pilihan”

.

“Ya, aku juga berharap begitu. Tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa. Kuharap Haein Unnie bisa memilih apa yang diinginkannya tanpa rasa menyesal”

.

Hana setuju dengan ucapan Nayoung barusan. Kedua gadis itu pun tanpa sadar berbagi pelukan ketika mengingat masa-masa susah mereka sebelum debut.

.

“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah menghargai apapun yang kita dapatkan. Secara individual ataupun bersama GUGUDAN”, jelas Hana diakhir percakapan mereka.

.

.

.

.

.

***

.

.

Siang ini, Seoul tampak cerah. Secerah wajah Taeyeon saat ini. Ia tidak berhenti menatap ke arah depan tepat dimana Krystal baru saja mengenakan gaun hasil rancangannya yang paling baru.

.

“Ini rancangan keempat, sayang. Bagaimana? Kau menyukainya?”

.

Dengan wajah memohon ia menatap dalam Krystal, berharap jawaban yang ia harapkan keluar dari bibir indah tunangannya.

.

“Kukira kau akan mengulur waktu membuat gaun ini karen kesibukanmu dengan idol pilihanmu”

.

“Eyyy, mana mungkin aku mengulur waktu. Aku tidak akan pernah sabar untuk bisa cepat mengubah Jung menjadi Kim”, ujarnya disertai cengiran yang menggoda.

.

“Dasar, tukang rayu. Yasudah aku pikirkan nanti”

.

“WHAT???!!!!”

.

.

.

.

.

“Ada apa dengan wajahnya Krys?”

.

Pertanyaan Jessica akhirnya keluar. Sedari tadi, ia menahan rasa penasarannya. Tapi tidak untuk saat ini. Sudah setengah jam ia dan Tiffany bertemu dengan Taeyeon dan Krystal. Keempatnya merencanakan makan siang bersama di salah satu restoran milik keluarga Jung.

.

“YA! Kim Taeyeon. Berhentilah membuat wajah seperti itu”

.

Taeyeon yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri tersadar ketika suara keras Krystal dan tepukan di lengannya menyadarkannya.

.

“Kau baik-baik saja TaeTae?”, Tiffany ikut menimbrung.

.

“Tanyakan saja pada gadis yang berada disebelahku”

.

Reaksi Taeyeon membuat Tiffany maupun Jessica menatap bingung lalu menoleh ke arah Krystal. Dengan wajah cueknya, Krystal menjawabnya santai. “Aku menolaknya lagi”

.

“Again?”, sambung Jessica sembari menatap heran. “Kau menolak gaunnya?”

.

“Ani. Bukan gaunnya, tapi caranya mengatakan ingin menikah. Sangat tidak romantis”, kali ini Krystal mempoutkan bibirnya karena kesal mengingat kejadian tadi.

.

“Tapi kan syarat yang kau berikan hanya gaun, sayang?”, protes Taeyeon.

.

“Lihatlah. Dia hanya bersikap romantis saat berpacaran denganku. Bukan saat sudah bertunangan atau mau menikah”

.

Jawaban Krystal membuat Taeyeon menepuk jidatnya sedangkan Tiffany menatap prihatin pada sahabatnya itu. Lain dengan Jessica yang hanya memutar bola matanya sebal karena kelakuan sepupunya dan juga Taeyeon.

.

“Kalau begitu, kau tinggal melamarnya kembali dengan cara romantis”, ujar Jessica.

.

“Aish, baiklah….baiklah. Aku akan melakukannya”

.

Ketiganya langsung tertawa melihat reaksi pasrah Taeyeon saat menyadari bahwa Jessica dan Krystal hanya mengerjainya saja. Sedangkan Tiffany baru tahu saat Jessica memberikan kode padanya.

.

“Aku tidak sabar membantu persiapan pernikahan kalian nanti”, jelas Tiffany antusias.

.

Tiba-tiba Jessica teringat sesuatu. “Ah, ngomong-ngomong dimana kalian akan merencanakan pernikahannya?”

.

Krystal dan Taeyeon saling menatap, sama-sama mempertanyakan hal tersebut. Namun pada akhirnya Taeyeon yang mengambil keputusan itu. “Mungkin kami akan membicarakannya lagi”

.

“Sounds good. Katakan saja padaku jika kalian membutuhkan apa-apa”

.

Ddrrrtttt…drrrttt…

.

Suara ponsel Tiffany menginterupsi pembicaraan mereka. Jessica yang tepat berada di samping wifeynya tiba-tiba berubah ekspresi saat melihat sebuah nomor tak dikenal menghubungi Tiffany.

.

Belum sempat Jessica bersuara, Tiffany sudah lebih dulu menjauh dari sana dan mengangkat telpon itu dengan terburu-buru.

.

“Sica? Wae?”

.

Taeyeon menyadari glagatnya.

.

“Huh?”

.

“Reaksimu barusan. Apa kalian ada masalah?”

.

“Tidak ada apa-apa Taeng. Aku dan Fany baik-baik saja”, ujarnya disertai senyuman kecil diakhir kalimat.

.

.

.

.

.

***

.

.

Di dalam ruang rekaman, tampak Yuri dan Exy sedang melakukan latihan vokal dengan Yuri yang terus membantu Exy mempertajam kemampuannya. Keduanya sangat menikmati latihan tersebut terutama Exy yang paling bersemangat.

.

“Sudah jauh lebih baik dari sebelumnya”, komentar Yuri memuji gadis itu. “Dan Unnie lihat moodmu sangat baik. Apa terjadi sesuatu setelah kembali dari Shanghai kemarin?”

.

“Tidak apa-apa, Unnie. Aku hanya senang. Sebagai leader, rasanya bebanku sedikit terangkat saat melihat reaksi fans disana yang cukup banyak mendukung WJSN. Mungkin karena ada tiga member kami yang berasal dari China. Tapi tetap saja, aku senang melihatnya”

.

“Ya. Itu perasaan alami. Bukan hanya kau sebagai leader, tapi Unnie yakin member-member yang lain pasti senang melihat kehadiran fans ditengah-tengah mereka. Meski tidak semua orang akan menyukai kita, tapi kita harus tetap berusaha untuk orang-orang yang mendukung kita”

.

“Hmmm, apa aku boleh bertanya Unnie?”

.

“Sure. Apa itu?”

.

“Bagaimana rasanya menghadapi orang-orang yang tidak menyukai kita? Aku sedikit mengetahui tentang apa yang terjadi pada RAIN dulu. Meskipun banyak penggemar, tapi tidak sedikit yang membenci RAIN”

.

“Unnie sangat sedih dan terkadang merasa depresi karena komentar-komentar buruk yang dilayangkan padaku ataupun RAIN secara keseluruhan. Lalu lama-kelamaan Unnie sadar bahwa yang bisa menghilangkan rasa sedih dan depresi itu adalah diri kita sendiri. Jadi sebenarnya, musuh terbesar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. Apa kau pernah merasa tidak puas dengan apa yang kau lakukan Exy?”

.

Gadis itu mengangguk.

.

“Disaat itulah, sebenarnya kau sedang bertarung melawan dirimu sendiri. Seiring berjalannya waktu, suksesnya WJSN sesuai keinginanmu ataupu tidak, yang paling penting kau harus menyadari seberapa besarnya kau bahagia dengan apa yang dirimu lakukan”

.

Exy kembali mengangguk dan sebuah senyuman terlukis di wajahnya. Ia terlihat senang mendengar apa yang Yuri katakan padanya. Setidaknya disaat seperti ini, ada seseorang yang membantunya menjadi lebih baik. Gadis itu merasa berterima kasih mendapat pembelajaran yang berharga.

.

“Oh ya, apa kau ingin menulis lagu? Setelah itu kita bikin mini album sebagai referensi untukmu agar lebih mengenal karaktermu dalam vokal rap”

.

“Serius Unnie? Aku mau”, jawabnya antusias.

.

“Oke, kalau begitu kita akan atur jadwal agar tidak mengganggu jadwal individumu ataupun group. Mungkin Unnie akan meminta bantuan LE untuk membantu kita”

.

Exy semakin antusias ketika mendengar nama LE. Selesai latihan, Exy pun berpamitan dan kembali ke dorm sebelum jadwal lainnya bersama group yang sudah menunggu. Begitu memasuki dorm, ia menyapa beberapa member yang terlihat di ruang tamu lalu melanjutkan langkahnya ke kamar.

.

“Kau sudah pulang”

.

Exy tersenyum menanggapi ucapan SeolA yang melihat kedatangannya. Gadis itu sedang duduk di atas tempat tidurnya sembari memainkan ponselnya.

.

“Apa ada member yang keluar dorm, Unnie?”, tanyanya sambik

.

“Luda, Dawon, dan Bona sedang ke supermarket bersama manajer Unnie”, Exy menganggukkan kepala lalu ikut mengambil duduk di sebelah SeolA. “Habis dar E-yota? Bagaimana latihanmu?”

.

“Berjalan baik, Unnie. Apa member lain mencurigaiku?”

.

“Tidak ada yang menyadarinya. Kau jangan terlalu memikirkan itu, hmmm”

.

“Aku hanya masih khawatir saja Unnie. Ditambah sekarang, ada beberapa haters yang menyerang komentar buruk pada Dawon karena dia ikut kompetisi Girls Spirit”

.

“Soal itu, kita tidak bisa melakukan apapun. Semua sudah menjadi resikonya”

.

“Ya, aku setuju. Sama seperti yang Yuri Unnie katakan padaku. Yang terpenting Dawon melakukannya karena ia merasa senang”

.

SeolA tersenyum mendengar hal itu. Tangannya terangkat dan mengusap kepala Exy. “Kau sudah tumbuh semakin dewasa. Unnie yakin manajemen tidak salah memilihmu sebagai leader”

.

Perkataan SeolA membuat Exy balas tersenyum. Kedua gadis itu akhirnya tertawa bersama. Tak lama setelahnya, Exy tiba-tiba mengubah posisinya dan meletakkan kepalanya di pangkuan SeolA.

.

“Kau pasti lelah, hmmm”

.

“Sangat Unnie. Tapi sekarang aku bisa istirahat sebentar”

.

“Sure. Tidurlah sejenak”

.

Akhirnya ia memejamkan matanya dan mengistirahatkan diri. SeolA yang menunduk melihat wajah tidur Exy, hanya bisa tersenyum lega.

.

.

.

.

—————————————

.

“Oh my my, siapa ini huh?”, suara seorang namja terdengar berdecak kagum sekaligus terdengar mengejek begitu ia melihat seseorang yang dikenalnya menemui dirinya.

.
“YA! Kau keterlaluan Oppa. Seenaknya saja mengancam Seulgi”

.

“Wae? Dia yang keceplosan mengatakan kau ada di Seoul. Tidak ada salahnya kita bertemu. Apa kau sudah melupakan orang yang paling tampan ini?”

.

“Aish. Berhentilah mengatakan hal yang tidak penting”

.

Wajah shock ditunjukkan oleh namja itu begitu mendengar tanggapan lawan bicaranya. Namun yang diajak bicara sudah memahami kelakuan namja itu yang terkadang berlebihan.

.

“Ya ya ya, kau memang tampan setelah keluar dari wamil. Itu sebabnya aku tidak meragukanmu sebagai laki-laki tulen, Oppa”

.
“Yaish! Kim Taeyeon”

.

Tawa khas terdengar dari Taeyeon begitu namja itu akhirnya menunjukkan reaksinya kesalnya. Setelah saling mengejek, keduanya berbagi pelukan sejenak lalu mencari tempat duduk di salah satu kafe private di pinggiran Seoul.

.

“Tidak kusangka kau akan kembali, Taeng. Apa yang sedang kau lakukan disini?”

.

“Aku hanya mencari udara segar dan mencoba melihat group-group baru yang bertebaran”, ujarnya dengan cengiran.

.

“Kau ini”, ujar namja itu sambil menggeleng.

.

“So, apa kesibukan Kim Heechul yang terkenal ini? Kudengar dia banyak sekali menghiasi variety show”

.

Ucapan Taeyeon membuat Heechul balik tertawa dan menyengir bangga. “Ya, kau bisa melihatku dimanapun”, kekehnya.

.

Taeyeon memutar bola matanya mendengar tingkat kepedean namja di hadapannya ini. Namun ia sudah mengenal Heechul cukup lama dan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

.

“Akhir-akhir ini, banyak group baru muncul karena sebuah kompetisi”, komentar Taeyeon.

.

“Ah soal itu. Ya, itu benar. Ada beberapa group yang terlahir dari kompetisi. Tapi dari sekian banyak, aku lebih memilih Twice. Coba saja kau dengarkan lagu mereka Taeng. Mungkin kau berniat kembali dan melakukan duet”

.

“Aku tidak tertarik melakukannya. Menjadi idol dan harus sempurna sangat melelahkan. Sebaiknya seperti ini saja”

.

Heechul sedikit kecewa mendengarnya. Tapi ia menghargai keputusan Taeyeon.

.

“Sayang sekali. Padahal beberapa bulan lagi, aku akan terlibat dalam sebuah kompetisi untuk idol baru. Aku berniat mengajakmu terlibat disana”

.

Taeyeon tersenyum dan memahami maksud tawaran Heechul. Tapi tak lama, ia menggeleng pelan. “Mungkin ada yang lebih baik dariku untuk melakukannya Oppa. Aku berterima kasih atas tawarannya”

.

“Its okay, aku mengerti Taeng. Tapi jika nanti kau berubah pikiran, jangan sungkan menghubungiku”

.
“Tentu Oppa. Sekali lagi terima kasih”

.

.

.

.

.

***

.

.

Setelah sang manajer berpamitan pulang, semua member DIA masuk ke dalam dorm. Helaan nafas kelegaan keluar dari mereka semua. DIA memiliki jadwal yang padat hari ini dan berakhir tengah malam.

.

Meskipun merasa lelah, tapi semua member terlihat senang bisa menyelesaikan jadwal mereka dengan baik terutama bisa bertemu dengan AID, sebutan fans mereka. Setelah berbincang-bincang dengan member yang lain, sebagian dari mereka memilih masuk ke dalam kamar dan sebagian lagi mulai membersihkan diri.

.

“Kudengar IOI akan comeback dengan 7 member”

.

“Eoh, mereka akan melakukan itu”

.

Eunjin dan Chaeyeon terlihat mengobrol. Member yang sama-sama termasuk paling muda ini memang bisa lebih klop dalam berbagi cerita.

.

“Konsep mereka akan lebih mirip girls crush”, lanjut Chaeyoung lagi.

.

“Bukankah itu konsep yang kau minati?”

.

“Ya, tapi mau bagaimana lagi. Prioritasku ada disini”

.

Eunjin ikut tersenyum bangga mendengar jawaban Chaeyeon. Tak lama, ia teringat sesuatu dan kini menatap serius pada Chaeyeon.

.

“Apa jadwal individumu banyak, Chaeyeon-ah?”

.

“Mungkin hanya beberapa variety show dan drama saja. Wae?”

.

Eunjin tampak berpikir sejenak untuk mengatakan sesuatu pada Chaeyeon hingga akhirnya ia pun yakin.

.

“Aku ingin mengajakmu latihan dance bersama saat kita memiliki waktu free. Manajemen pasti setuju jika kita menggunakan waktu latihan di luar aktivitas DIA”

.

“Apa kau yakin akan disetujui?”

.

“Tentu saja. Bukankah itu baik? Kita berlatih untuk mengasah kemampuan kita. Manajemen pasti setuju”, ujarny lagi dengan antusias.

.

Chaeyeon yang tadinya terlihat ragu, kali ini mengangguk setuju dan ia pun tersenyum menerima tawaran Eunjin. Setelah mengobrol cukup lama, Chaeyeon pun keluar dari kamar dan bersiap membersihkan diri sebelum tidur.

.

Di sisi lain, Eunjin tampak sibuk dengan ponselnya dan menuliskan sesuatu disana. Setelah menyentuh layar send, gadis itu pun tersenyum puas.

.

.

.

To: Taeyeon Unnie

Unnie, kurasa aku sudah mendapatkan partner yang cocok untuk ikut dalam “Hit The Stage”. Aku yakin manajemen akan menyetujuinya.

.

.

.

.

.

—————————————

.

“Khaaa~~~”

.

Tiffany menghembuskan nafasnya lega. Setelah jadwal pemotretan selesai, ia memilih bersantai sejenak di kursi khusus yang sudah disiapkan untuknya sambil melihat beberapa kru yang sibuk mengemaskan perlengkapan syuting.

.

Tak lama, dari arah kanan, muncul Leo sang manajernya yang baru saja kembali dari parkiran. Leo melempar senyumnya sejenak sebelum menyerahkan ponsel Tiffany yang ia pegang selama pemotretan tadi.

.

“Nomor yang sama masih menghubungimu”, ujar Leo dengan nada sesal. “Dia juga mengirimkanmu beberapa pesan”, lanjut Leo lagi dan melihat perubahan wajah Tiffany.

.

“Dia benar-benar menyebalkan. Bertingkah sok akrab setelah lama tidak bertemu. Padahal kami hanya terlibat kerjasama hanya dua kali”, Tiffany terlihat tidak suka saat mengingat orang yang dimaksud.

.

“Sebaiknya dihindari saja, Fany. Jika kalian tertangkap kamera saat jalan bersama, itu akan jauh merepotkan”

.

“Aku inginnya seperti itu Oppa. Media terlalu ikut campur dan membesarkan masalah. Setidaknya, saat aku masih memiliki tanggung jawab disini, aku tidak tertarik terlibat dengan awak media dan segala gosipnya”

..

“Yasudah kalo begitu Oppa akan pikirkan caranya agar kalian tetap jaga jarak dan professional”

.

Tiffany mengangguk setuju. Setelah beristirahat, Tiffany dan sang manajer pun meninggalkan lokasi syuting.

.

“Hari ini aku mendapatkan tawaran drama untukmu dan juga iklan produk baru”, Leo menyerahkan beberapa berkas pada artisnya itu.

.

“Sepertinya aku menolak drama, Oppa. Aku tidak tertarik waktuku jadi berkurang. Aku ingin lebih banyak  memiliki waktu menginjakkan kembali kaki di Seoul”

.

“Kau yakin? Kesempatan ini bagus untukmu, Fany. Apalagi kau juga mendapatkan tawaran iklan”

.

Aku mengambil tawaran iklan saja, Oppa”

.

“Baiklah kalau begitu. Oppa akan mengaturnya untukmu”

.

“Gomawo Oppa”

.

Setelah menempuh beberapa menit, mobil yang membawa Tiffany berhenti di gedung manajemen yang menaunginya selama di Seoul. Ia beserta Leo turun dari mobil yang berhenti di lobby.

.

Dengan sigap, Leo membantu artisnya itu dan keduanya berjalan masuk ke dalam gedung. Baru beberapa meter, tiba-tiba sebuah suara memanggil nama Tiffany. Antara terkejut dan tidak menyangka apapun, Tiffany menutup mulutnya tak percaya.

.

.

“Oh my god”

.

.

.

.

.

.

TBC

————————————————

Yuhuuuuu ini Updatean yang kedua setelah part kemarin.

Enjoy!

And See yoouuuuuu

.

By: J418

.

*bow*

 

Advertisements

25 thoughts on “VOICE OF THE NU STAR (8)

  1. Ya tiff lg d gangguin namja tuh,, sica pasti marah bnget tuh kalu tau,,
    Gak ada momen sejeong nayoung nih,
    😏😏😏😏😏

    Like

  2. Ngapain itu si tiff je??awas ntr kalo sica tau bisa gawat urusannya. Hana itu karakternya seperti yoona di snsd ya je,ceria n dorky gt ga sih?setelah kmrn aku suka am taeyeon,skrg aku suka dg si babang yul,dewasa bht sih kata2 nya.makin cinta sm dia.

    Like

    • Hahahhaha maklum, model cantik banyak penggemar.
      Nggak sih, lebih dorky si Yoong. Hana itu lumayan jayus tapi dia kalo ngomong sama bertindak tetap calm. Kalo yoong kan petakilan. Wkwkwk #plaaaak
      Udah din, lepaskan babang yul. Kalo lo gitu terus entar dia gagal move on hihihih

      Like

  3. Situasi mkin baik ato bisa diblg satu mslh tratasi nayoung n sejeong.
    Mrk mkin serius n makin PD akn bakat mrk itu jg Tae CS sll kash motiv trainer project mrk.
    G sbr tggu TaeKrys merid😊
    Aduh mw ad konflik nih Fany, tp q ykin kok Sica udh th duluan. Kan sica sll awasin Fany. Utk Je ksh yg romantis sing😊✌

    Like

  4. Untuk para idol asuhan jess cs masalahnya mulai teratasi satu persatu nah ini tinggal masalah jess cs walaupun kayaknya cuma tae yang bermasalah dengan lamarannya hahahaha
    Entah mengapa ku ingin jeti ada badai tpi si jessnya ga marah marah sampe bertengkar ke fanny, ku cuma ingin ada badai tanpa ada yang hancur hahahahah banyak minta ya gue
    Btw gue belum baca chap sebelumnya nih entar deh gue baca chap sebelumny ya 😁😁😁😁

    Like

    • Wkwkwkkwkwk emang ada ya, badai yang bikin orang gak marah2 atau sampe gak bertengkar?? Badai lembut judulnya hehehehe
      Tujuan mereka kan biar idol itu masuk spotlight dan dikenal. Tapi secara individu dan di group, pasti mereka juga punya problem yg harus bisa diselesaikan.

      Like

  5. taeng ditolak lagi . wkwkkw . gegara sicakrystal ngerjain orang mulu ihh . wkwkwk
    siapa tuh berani2 gangguin fanny . belum tahu dia , macan cantik alias sica . tungguin aja . belum dapet murka kali ya dia . wkwkwk
    part ini dikit banget ya kata2nya ? ato cuma perasaan gue ya ..

    Like

  6. Aduhh Krystal maumu apa toh nak, tinggal terima aja and get married with Taeyeon 😂😂
    Aduhh itu siapa yg gangguin Tiffany lagi? 😟😟
    Hana ngeledekin nayoung mulu nih 😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s