VOICE OF THE NU STAR (7)

Tittle                : VOICE OF THE NU STAR

Cast                 : Jessica Jung

Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

Krystal Jung

Ahn Hyojin

GUGUDAN

DIA

WJSN

I.B.I

Genre              : GirlxGirls, Idol-Life, Drama, Romance, Friendship

Credit Pic by I2NART

Series

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 7

.

.

.

Taeyeon menghempaskan tubuhnya di kursi kerja sembari memegang beberapa berkas di tangannya. Ia mempoutkan bibirnya sambil mendengus kesal karena Jessica yang tiba-tiba pergi bersama Tiffany padahal ia belum sempat meminta tanda tangan sang pewaris Jung Group itu.

.

Setelah melihat berkas terakhir, Taeyeon pun merapikan berkas-berkas tersebut. Meletakkannya di dalam laci meja kerja dan bersiap pulang. Namun saat ia membuka pintu ruangan, gadis itu justru menemukan sosok Nayoung yang baru saja masuk ke dalam gedung.

.

“Oh, Nayoung-ah”, sapanyanya pada gadis itu. “Kau tidak ada jadwal hari ini?”, lanjutnya lagi dengan tatapan heran.

.

“Hmmm, sebenarnya aku hanya mampir sebentar Unnie. Aku ingin bertemu dengan Sica Unnie”

.

“Sica? Dia tadi ada disini tapi sekarang sudah pulang. Apa kau tidak menghubungi ponselnya?”

.

“Itu masalahnya Unnie. Aku tidak bisa menghubungi ponselnya”

.

“Really? Hmmm sebentar”, Taeyeon mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Tiffany dan menelpon ke apartemen.

.

“Aneh. Tidak ada satupun yang bisa dihubungi”, batinnya. Ia pun memasukkan ponselnya kembali dan memandang ke arah Nayoung.

.

“Sepertinya dia sedang sibuk, Nayoung-ah. Apa ada yang mendesak?”

.

Nayoung tampak berpikir. Ia masih belum terlalu bisa terbuka pada siapapun namun setidaknya ada sesuatu yang hendak ia sampaikan pada Jessica. Melihat reaksi Nayoung seperti itu, Taeyeon tidak memaksanya. Gadis itu pun memilih memberikan alamat Jessica pada Nayoung.

.

“Kuharap tidak ada siapapun yang melihat kedatanganmu disana. Sica sangat menjaga privasinya”, Taeyeon memperingatkannya.

.

“Ne Unnie. Aku akan berhati-hati”

.

.

.

.

.

.

.

“Akkkhhh…..”

.

Teriakan panjang itu mengakhiri intensitas yang berlangsung cukup lama. Nafasnya yang tersengal tak mampu ia kendalikan. Merasa tak bertenaga lagi, ia memilih tetap berbaring pada posisinya dan memejamkan mata.

.

“Next round?”

.

Sebuah suara membuatnya mengerang dan ia langsung menggeleng cepat dengan sisa-sisa tenaganya. Rasa penyesalan kembali muncul saat ia mengingat rencana jahilnya kini menjadi boomerang baginya.

.

“Jessie~~~”, jurus terakhir ia keluarkan dan merengek mendengar pertanyaan Jessica. “Forgive me”, lanjutnya dengan menyesal sambil mempoutkan bibirnya.

.

“Wae? Bukankah kau yang menginginkannya?”

.

Jessica kembali bersuara. Kini ia berada di sisi Tiffany dan tangannya siap bergerilnya.

.

“Aku hanya menggodamu, tapi tidak seperti ini”, ujar Tiffany lagi dengan suara rengekan.

.

“Belajarlah untuk tidak menggodaku”

.

Satu gerakan membuat beban di atas tempat tidur berkurang. Jessica sudah berdiri sembari mengenakan jubah tidur yang menutupi tubuhnya.

.

“Kau menyebalkan”, rengek Tiffany lagi dengan memasang wajah puppy eyes nya.

.

Di sisi lain, Jessica berusaha menahan senyumnya dan memasang muka datar. Ia pun bergerak ke arah Tiffany dan mengecup dahinya lembut. “Aku akan menyiapkan air hangat untukmu”, selanjutnya ia melangkah pergi dan masuk menuju kamar mandi.

.

Tiffany masih berbaring. Tak berapa lama, helaan nafas terdengar darinya. “Sejak kapan dia agresif seperti itu?” dengusnya sembari mendesah kesal. “Aish, aku tidak akan menggodanya lagi. Dia benar-benar menyebalkan”

.

Rencananya kini gagal. Awalnya ia hanya berniat menggoda Jessica agar Jessica tidak terlalu tenggelam dalam kesibukannya. Tapi semua perkiraannya meleset dan ia harus melayani keinginan Jessica. Ia kembali mempoutkan bibirnya dan mendengus lagi tanpa siapapun melihatnya.

.

.

.

.

.

————————————-

.

Pintu kamar mandi terbuka. Dengan wajah sumringah, Jessica melangkahkan kaki menuju tempat tidur dimana wifeynya berada. Tapi senyuman itu menghilang dan berganti dengan kerutan di dahinya.

.
“Kemana dia?”, herannya.

.

Saat hendak mencari Tiffany di luar kamar, tiba-tiba saja pintu terbuka dengan kuat dan mengejutkannya.

.

“JESSIE!!”

.

Suara teriakan Tiffany membuatnya kembali terkejut. Tiffany segera mendekat ke arahnya dan terlihat cemas.

.

“Wae? Wae?”

.

“Ada seorang gadis di depan pintu apartemen kita. Apa dia wartawan?”, ujarnya mulai panik.

.

Jessica yang merasa kaget pun, segera bertindak. Ia keluar dari kamar utama dan menuju ke interkom yang berada tak jauh dari pintu depan. Saat tatapannya sudah berada di kotak persegi tersebut, sesosok gadis dapat ia lihat dalam interkom tersebut.

.

“Nayoung?”, gumamnya sembari melihat Tiffany.

.

“Who?”

.

Jessica tersenyum ke arah Tiffany dan merangkulnya lembut. “Masuklah ke dalam dan bersihkan dirimu. Aku akan bicara dengannya. Dia salah satu idol yang menjadi projectku”

.

“Tapi, bagaimana dia bisa ada disini?”

.

“Aku akan mengurusnya, sayang. Sekarang masuklah dan tetap di kamar, hmmm”

.

Tiffany pun melakukan apa yang diminta oleh Jessica meskipun kekhawatiran dibenaknya belum menghilang. Tapi ia tetap mendengarkan ucapan Jessica dan maduk ke dalam kamar.

.

.

.

.

“Maaf Unni, jika aku mengganggu waktumu”, ujar Nayoung begitu ia sudah dipersilahkan duduk oleh Jessica. “Aku mengetahui alamat ini dari Taeyeon Unnie. Dan aku jamin tidak ada yang melihat kedatanganku kemari”, lanjutnya lagi karena tidak ingin membuat Jessica marah.

.

Mendengar ucapan gadis itu ternyata membuat Jessica menghela nafas pelan. Sejujurnya ia juga sudah waspada dengan kedatangan Nayoung. Bukan karena ia tidak menyukai kunjungan gadis itu, tapi status yang ia miliki bersama Tiffany harus membuatnya berhati-hati.

.

“Apa ada sesuatu yang mendesak?”, tanyanya to the point.

.

Nayoung akhirnya menceritakan tujuannya datang kemari. Jessica membiarkan gadis itu bercerita tanpa menginterupsinya hingga selesai. Tak lama, Jessica mengangguk pelan lalu menatap serius pada Nayoung.

.

“Kau adalah sumber masalahnya, Nayoung-ah. Memilih melarikan diri karena tidak ingin merusak sesuatu yang berarti bagi orang lain. Tapi nyatanya kau justru merusak apa yang paling berharga bagimu. Aku sudah mengalami sesuatu yang sampai detik ini tidak ingin kuingat lagi. Sebuah penyesalan terbesar. Tapi aku bersyukur, Tuhan memberiku kesempatan kedua untuk memperbaikinya”

.

“Aku tidak tahu, Unnie. Aku hanya tidak ingin hubungan ini terekspos. Sejeong sudah hidup bersama Umma dan Adiknya sejak kecil. Mereka melalui banyak masa-masa sulit dan aku tahu impian terbesar Sejeong. Menjadi idol dan memberikan kebahagiaan untuk keluargnya”

.

“Lalu, apa sekarang kau merasa lega dengan melakukan itu?”

.

Nayoung tidak menjawabnya. Ia tampak diam dan memikirkan sesuatu disana hingga akhirnya ia kembali berani menatap ke arah Jessica.

.

“Unnie”

.

“Ya??”

.

“Apa janji yang Unnie katakan waktu itu padaku masih berlaku?”

.

“Tentu saja. Aku akan mengabulkan keinginanmu, apapun itu”

.

Sebuah senyuman tersungging dari bibirnya. Entah apa itu artinya, yang jelas hanya Nayoung sendiri yang mengetahui artinya.

.

.

.

.

.

***

.

.

“Eunjin-ah, kau mau makan bersamaku dan Huihyeon Unnie?”

.

Gadis yang baru saja keluar dar kamarnya itu mendadak diam sejenak. Lalu selanjutnya ia menggeleng pelan. “Aku ingin pergi menemui temanku”, jawabnya seadanya.

.

“Yah, sayang sekali. Padahal aku berharap kita bisa meluangkan waktu bersama ditengah jam istirahat DIA dari jadwal perform”

.

Eunjin menatap lawan bicaranya itu dengan tatapan menyesal sebelum ia segera keluar dari dorm. Ada helaan nafas dari gadis itu tanpa siapapun disana. Ia berjalan sepanjang koridor dorm sembari menggumamkan sesuatu.

.

“Lebih baik seperti ini, daripada mendekat tapi akhirnya terluka juga”

.

.

.

.

.

Sejak beberapa detik yang lalu, matanya terus melihat ke arah sekeliling untuk mencari seseorang. Hingga tak berapa lama, ia melihat sosok itu.

.

“Taeyeon Unnie”

.

“Ah, Eunjin-ah”, Taeyeon balas menyapa gadis yang lebih muda darinya itu. Keduanya saling berbalas sapa dan keduanya pun duduk di salah satu bangku taman.

.

“Apa kau tidak lelah dengan promosinya?”

.

“Ani. Aku baik-baik saja, Unnie”, jawabnya tenang. “Hari ini kita mau kemana?”

.

Taeyeon mengeluarkan sesuatu dari saku blazernya. Ia memang meminta Eunjin menemuinya disini karena mereka akan melakukan sesuatu yang menyenangkan. Dan harapan Taeyeon terbayar karena reaksi senang yang ditunjukkan oleh Eunjin.

.

“Apa tidak apa-apa Unnie? Bagaimana jika ada yang mengenali kita?”

.

Taeyeon menyengir dengan pertanyaan Eunjin. “Aku lebih ahli menyembunyikan jati diriku jauh sebelum kau menjadi member DIA”, ujarnya disertai kekehan dan langsung mengajak Eunjin menuju mobilnya.

.

Setiba di lokasi, Eunjin dibuat terperangah. Perjalanan 1 jam mereka tidak sia-sia. Gadis itu menatap lurus ke depan dimana tidak ada siapapun disana kecuali dirinya dan Taeyeon.

.

“Kajja. Pakailah perlengkapanmu. Kita akan bermain ice skating sepuasnya disini”

.

Taeyeon lebih dulu menuju loker untuk memakai perlengkapannya sedangkan Eunjin masih terdiam disana. Menatap sekeliling dan akhirnya gadis itu tersenyum lebar.

.

“MENAKJUBKAN!!”

.

.

.

.

.

———————————–

.

“Kalian tidak berkencan?”

.

“Kau pikir aku masih anak abg yang sedang jatuh cinta. Kemana-mana harus bersama”

.

Tawa renyah keluar dari bibir cantik gadis berambut hitam panjang yang sedang berdiri diambang pintu apartemennya. “Kau tidak berubah, Jung Soojung”

.

“Aish, jangan banyak protes. Cepat ambil jaketmu dan kita pergi”

.

Gadis itu mendengus mendengarnya tapi ia berbalik badan dan masuk ke dalam apartemen. Tak berapa lama, ia sudah keluar dengan pakaian casual. Kedua gadis itu pun berjalan bersama menuju parkiran yang berada di basement apartemen.

.

“Kemana Taeyeon Unnie?”

.

“Sedang bersenang-senang bersama idol pilihannya”

.

Mata Seulgi memicing aneh lalu menatap Krystal penuh pertanyaan. “Apa maksudmu bersenang-senang? Kukira dia sedang mengerjakan project dengan gadis bernama Eunjin itu”

.

“Itu bagian dari rencananya mengembangkan bakat Eunjin. Dia memberitahuku kalau mereka akan bermain ice skating”

.

“Ah”, Akhirnya Seulgi mengangguk mengerti. “Salah satu cara melatih keseimbangan seorang dancer. Sama seperti yang pernah kau lakukan di KISS & CRY beberapa tahun lalu”

.

“Yeah”

.

Tanggapan Krystal membuat Seulgi kembali menyadari sesuatu. “Wait! Jangan bilang kau sedang cemburu?”

.

“WHAT?”

.

Tuuuk.

.

Satu pukulan kecil mendarat di dahi Seulgi dan membuat gadis itu mengaduh pelan. “Kau benar-benar menganggapku abg labil”, kesalnya pada sahabatnya itu.

.

“Astaga. Bahkan dari tadi aku tidak mengatakan hal itu sama sekali. Kau saja yang berpikir seperti itu. Aish, Jung Soojung. Dahiku”, dumelnya sembari mengusap dahinya.

.

Krystal tidak mempedulikan itu dan ia berjalan lebih dulu meninggalkan Seulgi yang masih berdiri disana.

.

“Dia memang sedang cemburu tapi gengsi mengakuinya. Dasar”

.

.

.

.

.

.

“Woohooooooooo”

.

Dua teriakan gadis itu menggema dan hanya mereka sendiri yang bisa mendengarnya. Keduanya sedari tadi saling beradu kemampuan sambil menikmati waktu dengan saling mengobrol.

.

Merasa sudah cukup lelah, Taeyeon pun berhenti dan berdiri di pinggiran area ice skating.

.

“Sudah lama aku tidak bermain ini. Cukup melelahkan”

.

Eunjin yang sudah menyusul Taeyeon pun membenarkan ucapan gadis itu. “Melelahkan tapi juga sangat menyenangkan. Entah kenapa, perasaanku jadi lega. Terima kasih Unnie”, ujarnya tulus.

.

“Jadi, aku tidak sia-sia menyewa tempat ini?”, Eunjin mengangguk pelan menjawab pertanyaan itu.

.

Taeyeon yang ikut merasa puas pun akhirnya tersenyum.

.

“Syukurlah jika begitu. So..?”, Taeyeon menghentikan sejenak ucapannya sembari menatap serius Eunjin. “Setelah ini berarti aku bisa melihatmu berlatih dan perfom dengan lepas”

.

Ucapan Taeyeon membuat Eunjin tiba-tiba menjadi bingung. “Latihan sebelumnya kau terlihat seperti menahan sesuatu dari dalam dirimu. Tarianmu tetap menakjubkan tapi aku tidak bisa merasakan energi bahagia disana. Apa kau punya masalah?”, tanyanya to the point dan tentu saja membuat Eunjin terkejut karena tidak menduga Taeyeon menyadarinya. Padahal ia sudah berusaha tenang untuk menyembunyikan semuanya.

.

“Aku hanya bingung, Unnie”

.

“Tentang?”

.

“Tentang DIA. Kami sudah debut sejak tahun 2015. Manajemen banyak melakukan upaya untuk membuat group ini terlihat eksis. Meskipun cukup berhasil, tapi kami belum menjadi apa yang diharapkan. Sebagian member bahkan tidak memiliki tingkat popularitas yang baik. Mungkin termasuk diriku”

.

“Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?”

.

Eunjin terlihat diam. Pandangannya tampak menerawang sesuatu. Setelahnya ia pun menghembuskan nafasnya pelan sebelum kembali berucap. “Setiap melakukan comeback dan promosi di music show. Aku selalu berpikir, apa lagu yang kami miliki belum cukup berkualitas untuk disukai semua orang?”

.

Kini Taeyeon mengerti apa yang dimaksud gadis disampingnya ini. Ia menepuk pelan pundak Eunjin. “Lihatlah ini”, ujarnya sambil menunjukkan sebuah video rekaman dimana Eunjin sedang melakukan koreografi dari beberapa group.

.

“Kau tahu, apa alasanku memilihmu Eunjin-ah? Karena ekspresimu. Kau terlihat bebas dan menikmati semua itu. Jika kita terlalu memikirkan apa yang orang lain mau, kita sendiri yang akan terluka. Mencoba membuat orang lain bahagia tapi diri sendiri tidak merasakan kebahagiaan itu. Apa itu yang kau mau?”

.

Eunjin menggeleng. Detik selanjutnya ia mengerang kesal pada dirinya sendiri lalu membuang nafasnya kasar. “Maafkan aku Unnie. Entah kenapa tiba-tiba aku mulai merasa lelah. Bahkan comeback kali ini pun aku rasa kami tidak akan menjadi yang pertama.

.

“Aku tahu rasanya. RAIN pernah mengalami itu di masa debutnya. Bahkan aku sebagai leader tidak bisa melakukan apapun yang memuaskan fans atau pun pihak lain. Aku terjebak dalam situasi yang membuatku berubah, membenci orang-orang disekitarku bahkan aku tidak dekat dengan member lain. Tapi saat waktu berjalan, aku menyadari satu hal yang seharusnya kulakukan sejak awal”

.

“Apa itu, Unnie?”

.

“Sekeras apapun komentar orang yang tidak menyukai musik RAIN, yang perlu kulakukan hanyalah percaya pada member-memberku. Menjadi pertama bukanlah tujuan utama, tapi bisa memberikan kebahagiaan pada orang lain melalui musik RAIN, itulah tujuan sebenarnya. See? Jessica menjadi leader dan vokalis utama yang mendampingiku, Yuri menjadi salah satu penulis lagu yang paling diandalkan di RAIN, Hyoyeon menjadi dancer utama, dan Sunny paling bisa diandalkan soal talk show ataupun variety show. Setiap member punya porsi untuk kelebihannya. Jika itu bisa disatukan, kurasa menjadi yang pertama atau tidak bukanlah sesuatu yang penting”, Kalimat Taeyeon akhirnya membuat gadis itu mengulum senyumnya dan mengangguk paham.

.

“Tiba-tiba aku menyesal, aku tidak pernah menjadi fans RAIN sebelum debut bersama DIA”

.

Ucapan Eunjin membuat Taeyeon tertawa. Tak lama Eunjin pun ikut tertawa bersama gadis berwajah baby face tersebut. Setelah kembali bermain ice skating, keduanya pun mengakhiri kegiatan mereka hari itu dan bersiap pulang.

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Sudah kesekian kalinya Tiffany tersenyum bersama namja dihadapannya ini. Meskipun perasaannya sedang tidak nyaman, tapi ia harus bersikap professional. Keduanya melakukan pemotretan untuk sebuah produk iklan minuman yang mengharuskan keduanya berakting menjadi sepasang kekasih.

.

Cut!

.

Suara sutradara membuat Tiffany segera menjauhkan diri dari namja yang bersamanya dan bersikap normal sembari berjalan ke arah Leo, sang manajer.

.

“Oppa, apa ponselku berbunyi?”

.

“Sepertinya hanya sebuah pesan masuk”, ujar Leo dan menyerahkan ponselnya Tiffany.

.

Setelah membaca beberapa kalimat yang tertulis disana, ia pun membalas pesan tersebut lalu mengembalikan ponselnya kepada Leo. “Oppa, tolong pesankan satu tempat di sebuah kafe. Setelah jadwal ini berakhir, aku ingin bertemu dengan teman lama”

.

Leo memberikan tanda oke padanya. Tak lama ia pun kembali melanjutkan syutingnya.

.

.

.

.

.

“Buru-buru pulang, Fany. Mau makan bersamaku?”, tawar namja yang menjadi partnernya.

.

“Maaf Oppa, aku sudah memiliki janji dengan seorang teman”

.

“Kalo begitu, bagaimana jika lain kali? Aku akan memesankan tempat yang nyaman”

.

“Hmmm, akan kupikirkan Oppa”

.

Setelah kepergian namja itu, Leo mendekat dan berjalan bersama Tiffany ke arah parkiran. “Jika kau tidak suka, tolak saja Fany-ah. Tidak ada salahnya”

.

“Aku ingin melakukannya, Oppa. Tapi mungkin setelah syuting berakhir. Aku tidak mau merusak kinerja karena urusan pribadi”

.

“Baiklah, Oppa mengerti. Hanya mengingatkan saja, kau harus lebih berhati-hati. Media sedang memperhatikan gerak gerikmu. Mereka pasti sangat haus akan beritamu setelah kembali berkarir”

.

“Gomawo Oppa. Aku akan berhati-hati”, ujarnya tanpa Leo sadari bahwa Tiffany tersenyum pahit.

.

“Seharusnya aku memikirkan akibatnya. Tapi aku justru terbutakan oleh keinginan yang membuncah”

.

“Hey”, Jessica menangkupkan tangannya di wajah Tiffany lalu mengusapnya lembut. “Kenapa dipikirkan, Tiffy? Kau akan baik-baik saja, hmmm”

.

Bukannya menjawab, Tiffany langsung memeluk Jessica dan menyembunyikan wajahnya di pundak Jessica. “Aku merasa, aku mulai membenci akting friendzone yang kita lakukan”

.

“Publik hanya akan melihat kita bersahabat. Jika disaat seperti ini, tidak ada yang akan tahu kisah kita. Aku tahu kau menginginkannya, jadi majulah terus. Aku mendukungmu”

.

.

.

“Unnie!!”

.

Sapaan seorang gadis bertubuh kurus membuatnya senyum bulan sabitnya terlukis di wajah. Keduanya berbagi pelukan kerinduan beberapa saat sebelum saling melepaskan diri. “Kau semakin cantik, Unnie”, puji gadis itu.

.

“Kau bisa saja Yoong”

.

Yoong menyengir sembari masih menunjukkan tatapan menggoda Tiffany. “Aku tidak menyangka bisa melihatmu disini dan lagi sekarang kau kembali meniti karir di Seoul”

.

“Hanya sementara Yoong. Lagipula tanggung jawabku ada di LA. Aku menikmati hidupku disana”

.

“Aku senang mendengarnya. Ingat saat kau mabuk? Aku dan Hara sampai bingung harus berbuat apa. Untunglah aku berhasil menghubungi Jessica Unnie”

.

“Itu adalah masa yang paling menyedihkan untuk kuingat lagi”

.

“Ya, dan sekarang kau bahagia Unnie. Untuk apa diingat lagi”

.

Yoong dan Tiffany saling melempar senyum.

.

“Bagaimana hubunganmu dan Seohyun? Berjalan lancar?”

.

“Kami memilih untuk menjalaninya pelan-pelan. Saat aku memutuskan berhenti dari industri hiburan, kupikir aku akan menyesalinya tapi ternyata tidak. Jeju memang pilihan yang tepat”

.

Tak lama setelah mengatakan itu, Tiffany memeluk Yoong dengan cukup erat. “Tapi terkadang aku merindukan momen ini, Yoong. Dimana kita sering terlibat schedule bersama. Hanya saja kita harus menyadari bahwa kehidupan tetap berjalan”

.

“Yeah. Masa depan dan kebahagiaan kita, itulah yang lebih penting”

.

.

.

.

——————————

.

“Sejeong-ah”

.

Suara itu membuatnya sedikit tersentak. Satu gadis lagi yang sedang bersamanya ikut terkejut hingga akhirnya keduanya pun menoleh ke arah suara.

.

“Unnie”

.

“Nayoung”

.

Ujar keduanya bersamaan begitu melihat Nayoung ada di ambang pintu kamar hotel tempat Gugudan istirahat sejenak setelah perform mereka di Manila dan sebelum penerbangan kembali ke Seoul.

.

Meskipun tidak tahu maksud kedatangan Nayoung, tapi Hana memilih untuk keluar. Meninggalkan keduanya untuk memiliki ruang berdua. Setelah Hana pergi, Nayoung mendekat dan duduk di tepi tempat tidur tepat di sebelah Sejeong.

.

“Apa aku mengganggu waktumu?”

.

“Tidak Unnie. Aku dan Hana Unnie hanya sedang mengobrol saja”

.

Detik selanjutnya keheningan tercipta beberapa saat. Namun Nayoung kembali membuka suaranya memberanikan diri mengutarakan maksud tujuannya.

.

“Aku minta maaf. Tidak seharusnya aku berbuat seperti itu dan membuatmu terluka”

.

Ucapan Nayoung membuat Sejeong terdiam. Gadis itu tidak menyangka bahwa kata-kata itu akhirnya keluar dari mulut Nayoung. Terlebih, orang yang diharapkannya kini ada disampingnya. Tanpa sadar, airmatanya menetes perlahan.

.

“Jangan menangis, Sejeong-ah”, Nayoung mengangkat satu tangannya dan mengusap airmata itu dengan ibu jarinya. “Kau berhak memakiku apa saja karena sudah melukaimu. Maafkan aku”

.

Belum ada satu kata pun yang keluar dari mulut Sejeong. Namun tiba-tiba gadis itu malah menangis dan memeluk Nayoung dengan sangat erat. Tumpah sudah semua kata-kata penyesalan Nayoung. Ia juga tak bisa menyembunyikan airmatanya yang perlahan jatuh dan tak terbendung. Tidak perlu ada kata lagi, yang mereka lakukan hanya saling melepas perasaan terluka itu bersama-sama.

.

.

“Aku takut menyesal, Unnie. Satu-satunya yang aku benci di dunia ini adalah penyesalan”

.

Kalimat Nayoung membuat Jessica tersenyum mendengarnya. “Lalu, apa yang kau inginkan?”

.

“Aku sudah memutuskannya”, Nayoung menyerahkan sebuah map berisi dokumen perjanjian. “Aku akan meneruskan project ini dan membangun karirku menjadi lebih baik. Untuk diriku, keluargaku, dan juga member yang bersamaku”

.

“Dan untuk Sejeong?”

.

“Unnieee~~”

.

Jessica justru tertawa mendengar rengekan tersebut. Ia hanya sedikit menggoda Nayoung tapi gadis itu terlihat malu dan salah tingkah.

.

“Aku tidak mau menyesal”, ujar Nayoung lagi.

.

“Unnie mengerti”, Jessica membuka kedua tangannya dan memeluk Nayoung sejenak sebelum melepaskan pelukan tersebut. Setelahnya ia mengusap kepala Nayoung lembut dan sedikit mengacaknya.

.

“Kau dan Sejeong masih muda. Jika hal seperti ini terjadi lagi pada hubungan kalian nantinya, Unnie harap tidak saling menyakiti. Tidak ada yang tahu, apa kau dan Sejeong akan terus bersama atau tidak. Tapi setidaknya, jagalah hubungan persahabatan kalian yang sudah terjadi sebelum hubungan spesial ini”

.

.

.

.

.

Hari menjelang malam. Sebuah Van hitam berhenti tak jauh dari pintu keberangkatan di bandara Manila. Sembilan gadis muda baru saja keluar dari sana dan bersama-sama masuk ke dalam gate keberangkatan diiringi teriakan para fans.

.

Senyum dan lambaian tangan mereka berikan sebagai salah satu fan service. Tak hanya itu saja, beberapa member menerima bingkisan dari fans mereka.

.

“Sekembalinya ke Seoul, kurasa dorm akan kembali membaik”

.

Suara Mimi hanya terdengar di telinga Hana, Sejeong dan Nayoung yang memang kebetulan keempatnya duduk di satu tempat yang sama. Sedangkan member lainnya ada di sisi depan namun sibuk dengan kegiatan masing-masing.

.

“Syukurlah, kita tidak perlu repot-repot pindah kubu”, sambung Hana diiringi tawanya yang khas.

.

Nayoung diam-diam mendengus kesal karena ia tahu maksud kedua member tertua di Gugudan tersebut. Tatapannya yang serius melihat ponsel, kini beralih ke Sejeong yang berada di sebelahnya lalu kedua tangannya menutup telinga Sejeong sembari bergumam pelan.

.

Reaksi Nayoung justru memicu tawa keduanya. Baik Hana dan Mimi saling berhigh five sebelum Hana kembali meledeknya.

.
“Akhirnya aku bisa tidur tenang tanpa ada yang mengusikku dan merengek karena merindukan Sejeong”

.

“UNNIEEEE!!”

.

Hana dan Mimi kembali cuek dan pura-pura sibuk dengan apa yang mereka kerjakan”. Disisi lain, Sejeong yang mendengar ucapan Hana hanya bisa menyengir sembari menatap Nayoung yang mendesah pasrah.

.

.

.

.

.

***

.

.

Beberapa gadis terlihat mengelompok sambil berjalan masuk menuju sebuah manajemen. Sesampai disana, mereka semua tampak menyapa dua sosok yang baru saja keluar dari ruang latihan.

.

“Hari ini jadwal kalian latihan? Semangat. Sampai ketemu di Shanghai”, ujar salah satu dari dua sosok tersebut.

.

“Terima kasih Bora sunbaenim”, jawab semuanya dengan kompak.

.

Bora yang mendengar jawaban itu terlihat kagum karena reaksi para juniornya. Gadis itu tertawa kecil sebelum melambaikan tangan dan pergi bersama Dasom yang berada disampingnya.

.

“Tiba-tiba mereka mengingatkanku saat kita pertama debut”, celetuk Bora sembari berhenti sejenak dan menoleh ke arah belakang.

.

“Ya. Tapi jumlah mereka tiga kali lipat dari Sistar, Unnie”, Dasom menanggapi hal itu juga dengan candaan.

.

“Kau benar. Kajja, kita pergi makan”

.

Setelah kedua senior itu meninggalkan gedung manajemen, para junior yang tadi menyapanya sudah berada di ruang latihan. Mereka semua bekerja keras untuk menyiapkan penampilan mereka bersama Sistar saat tampil di Shanghai nanti.

.

“Pembagiannya sudah jelas saat meeting kemarin. Sebaiknya sekarang kita lanjut ke latihan selanjutnya”

.

Semua member mengangguk setuju mendengar instruksi sang leader. Beberapa member memisahkan diri dan mulai melakukan latihan mereka secara terpisah. Usai latihan, tampak satu gadis memilih pergi dan menjauh dari rombongan.

.

“Oppa akan membuat alasan apa pada mereka?”, tanyanya dengan sedikit gelisah.

.

“Tenang saja, tidak akan ada yang menyadarinya. Sekarang kita pergi, kau masih punya satu jadwal lagi”

.

Ia pun mengangguk paham dan mengikuti sang manajer menuju mobil yang sudah menunggu mereka. Setiba di lokasi, gadis itu masuk ke dalam gedung dan langsung menuju setudio rekaman yang ada di lantai dua.

.

“Halo Unnie. Maaf aku sedikit terlambat”

.

Terlihat Yuri yang sedang menunggunya menggeleng santai dan tersenyum. “Tidak apa-apa, duduklah. Aku punya sebuah lagu untukmu”, ujarnya sambil menyerahkan sebuah kertas. “Hari ini kita akan latihan dengan recording. Aku ingin mengumpulkan suaramu dalam lagu-lagu rap yang sudah kupersiapkan. Anggap saja mereka sebagai music library milikmu untuk referensi”

.

Dalam beberapa menit ia mempelajari lirik itu. Yuri yang ada disana pun membantunya dengan memberikan demo pada lagu tersebut.

.

“Apa ada kesulitan?”

.
“Nghh…”, ia sekali lagi melihat lirik tersebut dan menggumamkannya kembali sebelum menatap ke arah Yuri. “Bagian ini sedikit berat untukku, Unnie. Apa aku boleh menggantinya dengan lirik yang lebih ringan?”

.

“Sure. Kau bisa menyesuaikannya dengan kemampuanmu”, Yuri mengangguk lalu membiarkan idol pilihannya itu melakukan sesuatu dengan lirik yang tadi ia berikan.

.

Sambil menunggu, Yuri pun turun ke bawah. Namun ternyata disana ia melihat Jessica dan Haein terlihat baru saja masuk ke dalam gedung.

.

“Oh Yul. Kau disini juga”, tegur Jessica pada sahabatnya itu.

.

“Exy sedang latihan untuk lagu rap yang sudah kubuat. Sekarang dia lagi mengubah beberapa lirik sesuai keinginannya”

.

“Kalau begitu aku dan Haein masuk ke ruanganku dulu, Yul. Ada yang ingin kami bicarakan”

.

“Oke”

.

.

.

.

————————————–

.

Sudah setengah jam lebih Jessica mendengarkan cerita Haein dengan seksama. Sesekali ia mengangguk menanggapi perkataan gadis itu tanpa memotong sedikitpun ucapan Haein.

.

“Sejujurnya Unnie tidak terlalu mengerti maksud dan tujuan LO*N membentuk I.B.I dan menjadikan kalian hanya group permanen. Terlepas dari sejarah kalian yang merupakan trainee yang pernah ikut dalam P101”

.

“Aku tidak terlalu banyak berharap pada I.B.I. Kami semua berbeda agensi, hanya aku dan Suhyun yang bersama-sama. Tapi akhir-akhir ini hubungan kami terasa jauh”

.

“Apa kau punya masalah dengannya?”

.

“Tidak Unnie. Aku yakin aku tidak melakukan kesalahan. Tapi jika mengingat sifat Suhyun dan aku, kami memiliki perbedaan soal debut yang kami inginkan”

.

“Dan itu cukup menganggu pikiranmu?”, tebak Jessica dan Haein mengangguk pelan. “Jadi, sekarang kau ingin berlatih saja tanpa berniat melakukan schedule off air ataupun on air?”

.

“Kurasa itu lebih dari cukup, Unnie. Aku ingin berlatih lebih baik lagi dan mengisi waktu dengan kegiatan disini setelah I.B.I nanti berpisah”

.

“Kalau itu keputusanmu, Unnie akan mendukungnya. Unnie juga sedang mencari sesuatu yang cocok untukmu. Jadi, Unnie harap kau bersabar dan terus melakukan keinginanmu dengan sebaik mungkin”

.

“Pasti Unnie. Aku akan melakukannya sungguh-sungguh”

.

Jessica mengangguk seraya melempar senyumnya. “Yasudah, sekarang naiklah ke atas kalau kau ingin latihan. Yuri bisa membantu dalam referensi lagu”

.

“Ne Unnie”

.

Sepergian Haein, Jessica segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Keduanya terlibat pembicaraan serius dan raut wajah Jessica terlihat lega begitu mendengar jawaban yang diinginkannya.

.

“Aku menghargai bantuanmu. Kuharap akan ada kabar baik untuknya. Dia gadis yang berbakat dan aku yakin publik tidak akan kecewa”

.

Jessica mengakhiri panggilan itu dengan senyum kepuasan. Tak lama berselang, ia pun kembali berkutat dengan laptop dan beberapa berkas yang ada di meja kerjanya untuk ia selesaikan secepatnya.

.

.

.

.

———————————

.

Selesai latihan, Exy memilih singgah di kafe yang berada di sebelah gedung E-yota dan menikmati beberapa menitnya disana. Saat hendak mencari tempat duduk, tatapannya terhenti pada satu sosok dimana ada seorang gadis duduk disana dengan menyembunyikan wajahnya di atas meja.

.

“Haein Unnie?”

.

Gadis yang dipanggilnya tidak menjawab tetapi mengangkat perlahan wajahnya dan menoleh ke arah suara. Exy tersenyum padanya begitu menyadari bahwa ia tidak salah orang. “Kukira kau sudah pulang setelah latihan vocal tadi” ujarnya. “Boleh duduk disini?”

.

“Hmm. Silahkan”, Haein mempersilahkannya duduk.

.

“Apa Unnie menunggu jemputan?”

.

“Tidak. Aku pulang sendiri. Aku hanya ingin bersantai sejenak disini”

.

Exy pun membulatkan mulutnya sambil mengangguk. Tak lama, gadis itu menyadari wajah lelah Haein. Karena merasa khawatir, Exy pun memberikan botol vitamin yang dibawa di dalam tasnya.

.

“Unnie, aku bisa mengantarmu pulang nanti bersama dengan manajerku”

.

“Aku baik-baik saja, Exy. Kau tidak perlu khawatir”

.

“Kalo begitu, kita kembali saja ke gedung E-yota. Sepertinya Jessica Unnie dan Yuri Unnie masih ada disana”

.

Haein menolak dengan alasan tidak ingin membuat orang lain khawatir. Exy pun memaklumi hal itu dan ia akhirnya mengobrol dengan Haein sambil menunggu mobil jemputannya.

.

“Aku minta maaf, Unnie. Aku tidak bermaksud membuatmu jadi mengingat hal itu”

.

Ekpresi Exy berubah menyesal ketika ia menanyakan tentang rencana Haein dan juga group yang kini bersamanya. Terutama saat ia membahas tentang P101. Niatnya ingin mengenal Haein tapi justru sedikit membuat masa lalu gadis itu terungkap.

.

“Tidak semua orang menyukai kita, Exy-ah. Bukankah member lain dan kau juga mengalami hal seperti itu? Aku sudah terbiasa. Terkadang orang-orang salah memahami ucapan dan tindakan kita. Bahkan saat di P101, tidak sedikit netizen menganggapku ambisius dan tidak menyukaiku”

.

Exy menghela nafasnya. “Kau tidak seperti itu, Unnie”

.

“Kau bisa mengatakan itu karena sudah mengenalku. Sedangkan mereka tidak”

.

Exy terdiam. Ia tidak bisa menyangkal karena kebenarannya seperti itu. Bukan hanya Haein saja, tapi dirinya dan member-member lain pun merasakan hal itu. Karena pada dasarnya, sekali haters tetaplah haters dan akan terus membenci apa yang akan kita lakukan meskipun itu sesuatu yang benar.

.

Dan begitulah dunia hiburan berputar.

.

.

.

.

.

TBC

———————————————

See you again~
.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

21 thoughts on “VOICE OF THE NU STAR (7)

      • Aku hadiirrr kembali je,niatnya mau baca malam kok malah ketiduran, heheehe.aku suka dg cara pendekatan taeyeon ke eunjin,pelan2 n dari hati ke hati.utk masalah hubungan nayoung n sejeong sih berharap nya jgn kyk sica n tiffany ya,tp kyk nya susah ya selama mereka msh tinggal n berkarier di korea.

        Like

      • Kalo Taeyeon sekarang mainnya pake hati wkkwkwkw. Mgkn karena apa yg terjadi sama Krystal dulu. Kan dari luar baik2 aja tp trnyata Krystal kayak gitu. (Masih ingat Crta Krys di Rain kan) hehe.
        Kalo Jessica lebih realistis pendekatannya tapi friendly sama kayak yul. Ciyeeee yulsic. #eh

        Like

  1. Utk sukses n raih tujuan kita mmg hrs selesaikn ap yg mngjnjal di hati, ap yg dilkukn Nayeon udh tpt.
    Skrg hrs bnr2 dipersiapkn n mmbuat kptsan yg tepat utk trs lnjutkn project Jessica cs.
    Mgkin akn bnyk hmbtn tp ttp hrs hati2 krn mgkin akn ad yg ggu project rahasia Jessica cs.
    Wah sexy time Jeti bikin geleng kpl😊

    Like

  2. Ganas sica klu lg gitu,,tiff kasian tpi mnikmati juga haha,, mkx jgan godain sica,,
    Akhirx nayoung baikan juga sama sejeong, pake malu2 di godain lagi,,
    😊😊😊😊😊

    Like

    • Hahahahaha macan yg dipancing akhirnya kayak gitu kalo udah ganas.
      Nayoung itu antara gengsi atau gak berani, beda tipis. Makanya Sejeong yg paling aktif. Kalo soal ngegodai, hana sama mimi jagonya

      Like

  3. Selalu ada sedikit pengorbanan untuk meraih kesuksesan.
    Dan semoga project mereka sukses walau nanti pasti ada masalah.

    Well, jadi yoonhyun tinggal di jaeju?.
    Terus apa pekerjaan mereka?.

    Krys bilang nya ga cemburu tapi bawaan kesel mulu. Wkwkwk….

    Ckckckc…. Sexytime jeti bikin tiffany Ga sanggup lagi.
    Jessi jjang!! 👍😂😂😂

    Like

    • Wkwkwkw melaut kayaknya atau buka restoran biar yoong bisa makan banyak. XD
      Dalam kamusnya mgkn emang bukan cemburu, tapi kezellll wkwkwkwk
      Ya ampun, tiffany sampe gak sanggup. Diapain Sica sih #mukapolos

      Like

  4. Buset jeti in love nya hahahahaha tdk sweet tp sexy. Huahahahaha
    Cara pendekatan jessie bersama para member seperti pendengar yg baik, kalo keliatannya sifat yg ingin di tunjukan seperti pemimpin memiliki sifat pembawaan yg pendengar baik dan di ending ketika harus mengambil keputusan dgn baik. Keliatannya sih gt. Taeng.. Pendekatannya ice sketing.. Modus kali itu mah wkwkwkwkwkwk
    Gue lupa sm yoong dan seohyun wkwkwkwk mereka masih bersama toh

    Like

  5. Sica knp jd ganas gitu, kasian Fany wkwk
    Nayoung akhirnya baikan sama sejeong, mending dijalanin dlu skrg drpd ntar nyesel.
    So, Yoong sma Seohyun di Jeju skrg??

    Like

  6. Ahhh,,ngapain ya jeti,, kekeke 😉
    Akhirnya baca jg ff pas judul ini yang bikin aku senyum ndri bacanya, n bkin semangat. Ttg projek,,semangat,,gmn jd panutan,, nah manis nih 😀
    Ice skating,, aku dejavu,, perasaan kmrn aku bru crita ama org kata ini diingetin disini.
    Najeong lucu jg kliatan nya,, hehe,, dah baikn yak,, yoon muncul jg wlupun bntr.

    “..Menjadi pertama bukanlah tujuan utama, tapi bisa memberikan kebahagiaan pada orang lain melalui musik RAIN, itulah tujuan sebenarnya..” pemikiranmu yang ini aku setuju, Memberikan efek bg org lain,, persembahan terindah maknai hidup,, bukan ngalahin org lain,, tapi mengalahkan diri sendiri. 🙂 semangat pagi,, thor J,,

    Like

  7. wohuu . baru sempetin baca lagi . gegara ngambek , pass LMTS ending sampe skrng belum terpecahin . wkwkwk . *curhat nih gue:D
    asekk . baru baca aja dah disuguhin kelakuannya JeTi . wkwkkw . ngapain dia ya .
    wkwkw . krystal cemburu nih , taeng sihh ngajarinnya pake hati , ntar kesemsem tuh anak .. nayeong sejeong sdh baikan .. berkas sica tuh . hehehe ..

    Like

  8. Ternyata untuk sukses itu. Butuh banyak pengorbanan dan usaha,
    Semangat jestaeyul untuk dapet mewujudkan impian nya.. lebih Jeti dikit pleaseeee😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s