VOICE OF THE NU STAR (5)

Tittle                : VOICE OF THE NU STAR

Cast                 : Jessica Jung

Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

Krystal Jung

Ahn Hyojin

GUGUDAN

DIA

WJSN

I.B.I

Genre              : GirlxGirls, Idol-Life, Drama, Romance, Friendship

Credit Pic by I2NART

Series

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 5

.

.

.

“Kau yakin membawa MB* dalam project ini?”, Sunny bertanya pada temannya itu dari sambungan telpon. Beberapa saat yang lalu, Taeyeon menghubunginya dan mengucapkan terima kasih atas bantuan Sunny.

.

“Aku sudah bertemu dengan Eunjin. Kurasa aku benar-benar menyukai bakatnya”

.

“Ya, aku paham alasanmu memilihnya. Tapi agensi tersebut cukup bermasalah. Bukan karena skandal artisnya, tapi manajemen yang kurang konsisten. Aku hanya khawatir mereka bersemangat diawal untuk DIA, tapi untuk beberapa tahun kemudian? Lihatlah apa yang terjadi pada T-ara. Mereka seolah dilupakan di Seoul tapi justru paling populer di China dan beberapa negara Asia lainnya”

.

Taeyeon mendesah pelan tanpa Sunny harus mendengarnya. Ia sudah cukup tahu resiko yang akan dihadapi jika tetap melibatkan agensi dimana Eunjin bernaung. Tapi kali ini, gairahnya sangat besar untuk membawa Eunjin memiliki spotlight.

.

Disaat yang bersamaan, seseorang yang duduk tak jauh darinya hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi Taeyeon.

.

“Apa Hyo tidak bisa datang ke Seoul?”, tanya Sunny lagi.

.

“Kurasa akan cukup sulit mengingat jadwalnya di sekolah dance. See? Inilah satu alasan kenapa aku membawa Eunjin. Dia sang dancer berbakat. Jangan tanya soal prestasinya di bidang ini. Aku tidak meragukannya”

.

“Baiklah, aku menyerah. Kau benar soal Eunjin”

.

Merasa tak ada yang perlu dibicarakan lagi, ia pun mengakhiri pembicaraannya dengan Sunny lalu menoleh ke arah sosok yang bersamanya.

.

“What? Seharusnya kau memelototi Sunny, bukan aku”

.

“Kau lebih menyebalkan dari Sunny”, omelnya.

.

“Sunny mungkin memiliki pemikiran yang lain. Dia hanya memberi saran”

.

Taeyeon mendesah lagi. “Dia bicara seperti itu karena dekat dengan Hyomin dan mengetahui kondisi agensi mereka”

.

“Thats the point”, balas sosok itu yang tak lain adalah Jessica. “But its your choice, Taeng. Aku tidak akan mempermasalahkannya. See? Nayoung juga cukup bermasalah. Kita impas”, kekeh Jessica melanjutkan kalimatnya.

.

“Huh?”

.

Jessica kembali terkekeh mendengar respon Taeyeon. “Kau akan mengerti setelah nanti bertemu dengannya”, jelasnya

.

“Lalu bagaimana dengan gadis dari I.B.I itu? Kau sudah menghubunginya?”

.

“Hmmm, Hyejeong yang sudah mengatur semuanya. Group itu hanya sementara didebutkan oleh LO*N. Aku tertarik padanya, dia ingin bernyanyi tapi tidak seambisius trainee-trainee pada umumnya”

.

“Yeah, akan selalu ada orang-orang seperti itu. Tapi aku cukup penasaran dengan idol yang dibawa Yuri. Kudengar LE memberikan rekomendasi dari salah satu peserta Unpretty Rapstar. Dia seorang leader dari idol group”

.

Jessica mengangguk kecil sembari tertawa. “Kurasa Cathy memberikan influence yang besar pada selera musik Yul. Dia akhir-akhir ini menggemari genre Rap”

 

“Jess, TaeTae, sarapan sudah siap”

.

Sebuah suara teriakan dari dalam rumah membuat keduanya yang sedang mengobrol di halaman belakang saling menatap. Setelahnya mereka tersenyum sembari Taeyeon berdiri lebih dulu dari duduknya disusul oleh Jessica.

.

“Kuharap kita tidak menyesal karena menyerahkan urusan dapur pada keduanya”, lanjut Taeyeon dan mendapatkan kekehan dari Jessica.

.

“Setidaknya aku lepas dari ancaman tidur di sofa, Taeng”

.

Taeyeon kembali terkekeh. “I know”

.

Setiba di ruang makan, keduanya melihat Tiffany dan Krystal yang tampak menyelesaikan susunan terakhir di meja makan. Jessica mendekat ke arah wifey nya dan merangkul hangat wanita bereyes smile itu.

.

“Wow”, Jessica menatap takjub beberapa makanan khas korea yang tersaji dihadapannya. “Apa kau diam-diam les masak, sayang?”

.

Tiffany menyengir lalu menoleh ke arah Krystal. “Ini rahasia diantara aku dan Fany. Jadi kalian tidak usah ikut campur”, nimbrung Krystal

.

“Sebaiknya kau duduk saja Sica. Kita sudah kalah telak”

.

Jawaban Taeyeon membuat Krystal tersenyum ke arahnya. Sedangkan Jessica yang tidak banyak protes, hanya mengangguk setuju. Keempatnya mulai menikmati sarapan bersama. Kini mereka sedang berada di rumah orangtua Jessica yang sudah lama tidak dikunjungi. Namun rumah itu tetap terawat dan dijaga oleh beberapa asisten rumah tangga yang tinggal disana.

.

“Jam berapa manajer baru akan menjemputmu, Tiffy?”

.

Tiffany melirih ke arah jam dinding. “Jam 11 nanti. Irene Unnie yang merekomendasikannya. Dia banyak membantuku mengenai kontrak dan peraturan manajemen. Tapi setelah itu aku memintanya untuk tidak terlibat lagi. Aku ingin berusaha sendiri”

.

“Good. Thats my wife. Sampaikan salamku untuk Irene Unnie jika kau bertemu dengannya di agensi”, Jessica tersenyum. “Ngomong-ngomong, Krys. Kau sudah menelpon ahjussi?”

.

“Ya, dia sudah tahu kalo kita akan mengunjungi makam Jiwoon. Aku juga sudah memesan bunga terbaik. Kuharap dia memaafkanku”

.

“Kau dan Taeyeon buatlah permohonan maaf yang tulus sebelum kalian menikah nantinya”, kekehnya lagi.

.

“Kurasa Jiwoon sedang memakiku saat ini”, lanjut Krystal.

.

“Dia tidak akan melakukannya, jika kau tidak membuat Taeyeon menunggu hingga rambutnya berubah putih”, timpal Tiffany yang ikut mengejek keduanya.

.

“Geez”, Taeyeon mendengus. “Aku jauh lebih bosan, Sica-ah, Phany. Seandainya gadis disebelahku ini tidak membuat persyaratan yang sulit, aku tidak akan setua ini menunggu”

.

“Wae? Seorang Kim Taeyeon kesulitan memenuhi syaratnya?”, ledek Krystal

.

“Aish, kau yang mempersulitnya sayang. Ini sudah gaun ketiga yang kau tolak. Padahal aku mendesignnya dengan sepenuh hati”

.

“Itu salahmu. Kau gagal membuatku terkesan”

.

Taeyeon mempoutkan bibirnya. “Sepupumu lebih menyebalkan daripada kau, Sica”, ucapan itu jelas membuat Jessica dan Tiffany tertawa puas dan Krystal hanya memasang tampang cuek.

.

“The Power of Jung’s, Kim”

.

.

.

.

.

***

.

.

Suasana Incheon siang ini cukup ramai dengan aktivitas yang terjadi di dalam bandara. Tak jauh dari pintu kedatangan, beberapa kelompok orang membelok menuju arah kedatangan VIP. Seorang gadis tanned berkacamata hitam berjalan seorang diri sedangkan beberapa meter di depannya ada seorang gadis lain yang pura-pura tidak dikenalinya dengan didampingi oleh beberapa orang yang membentuk tim.

.

Sesampainya di parkiran, ia membuka kacamata dan mengobrol pada seorang gadis yang sudah ada di dalam mobil dari luar kaca jendela. Tampak senyum kebahagiaan dari gadis tanned itu karena untuk pertama kalinya ia kembali ke Seoul dengan membawa sang pujaan hati.

.

“Aku akan menyusulmu ke hotel setelah urusanku selesai”

.

“Hmmm, its okay Yul. Selesaikan urusanmu terlebih dahulu”

.

Yuri mengangkat tangannya dan mengusap pipi kekasihnya. Keduanya pun saling berbalas senyum. “See you later”, dengan begitu Yuri pun berpamitan pada Cathy dan mereka berpisah tujuan.

.

.

.

.

.

Cuaca cerah menyinari Seoul siang ini. Meskipun matahari sudah naik, namun kondisi suhu masih terasa sejuk. Tepat di kawasan Yeoksamdong, Gangnam, terlihat sebuah gedung minimalis dihiasi design interior yang berkelas dan hanya memiliki 2 lantai.

.

Di lantai 1 ada sebuah ruang tamu, meeting room, dan di sisi lain ada ruangan yang bertuliskan “vip room”. Sedangkan di lantai 2, terdapat sebuah ruang latihan dance dan vocal yang cukup besar dan disampingnya terdapat ruangan lain yang merupakan studio rekaman.

.

Yuri yang baru saja tiba, langsung turun dari mobil. Tak jauh darinya, ada sebuah Van yang baru saja berhenti. Sesaat kemudian, muncul seorang gadis dengan pakaian casualnya dan mendekat untuk menyapa Yuri.

.

“Annyeonghaseyo sunbaenim”, sapanya pada Yuri dan membungkuk sopan.

.

“Exy?”

.

Gadis itu mengangguk menanggapi ucapan Yuri barusan. Setelahnya Yuri pun tersenyum dan menjabat tangan gadis itu sebelum mempersilahkannya masuk ke dalam gedung.

.

“Bagaimana promosi groupmu? Apa semua berjalan lancar?”, tanya Yuri membuka topik pembicaraan sambil keduanya duduk di ruang tamu.

.

“Ne, sunbaenim. Manajemen sudah melakukan promosi dengan baik dan member-member mulai menikmati schedule meskipun cukup melelahkan”

.

Yuri tertawa kecil lalu menepuk pelan pundaknya. “Jangan terlalu formal. Panggil saja Unnie”

.

“Ah, ne….Unnie”

.

Kali ini Yuri mengangguk senang. “LE merekomendasikanmu padaku. Apa kau sudah tahu projectnya?”

.

“Ya Unnie. LE sunbaenim sudah menceritakannya”

.

“Good”, Yuri menganggukkan kepalanya sembari berpikir sejenak. “Kalo begitu, bagaimana jika sekarang kita ke studio rekaman. Aku ingin mendengarnya”

.

Exy menyanggupi ucapan Yuri. Keduanya pun naik ke lantai 2 dan menuju ruang recording. Yuri sudah bersiap pada posisinya begitu pula Exy. Sepanjang gadis itu menyanyi, Yuri tampak serius sembari tangannya menggerakkan pena di atas kertas.

.

“Ba—bagaimana Unnie?”, tanya Exy begitu keluar dari ruang rekaman. Ia sedikit gugup karena melihat ekspresi Yuri yang berbeda dari sebelum mereka ke ruangan ini.

.

“Duduklah”, Yuri mempersilahkannya. Ia kemudian menggerakkan kursor yang ada pada layar komputer dan menyetel ulang lagu-lagu yang barusan dinyanyikan Exy.

.

“Aku menyukai caramu bernyanyi, Exy-ah. Kau sangat ekspresif. Hanya saja di beberapa nada yang sulit, kau sedikit kehilangan tempo karena pengucapan liriknya. Carilah referensi lebih banyak lagi soal tekniknya”

.

“Ne, Unnie. Aku akan berusaha lagi”

.

Yuri tersenyum dan memberinya semangat. “Kau bisa melakukannya selama proses berjalan dan belajar berimprovisasi saat tampil di panggung bersama membermu”, jelas Yuri. Tak lama, Yuri pun memberi sesuatu pada Exy berupa sebuah key card khusus untuk masuk ke dalam gedung ini.

.

“Datanglah kapanpun kau menginginkannya. Akses ini sudah sepenuhnya menjadi milikmu. Sebentar lagi kita akan bertemu yang lain”

.

“Gomawo Unnie”

.

“Yups. No problem”

.

.

.

————————————

.

“Oh, kau sudah datang Yul”, sebuah suara membuat Exy dan Yuri menoleh. Ternyata itu Taeyeon yang baru saja masuk ke dalam gedung.

.

“Taeng”, Yuri menyambut gadis itu. “Kenalkan, ini Exy. Idol pilihanku”, Yuri menyengir, menunjukkan rasa puasnya.

.

Taeyeon yang mengerti pun langsung mengajak Exy berkenalan. “Eunjin juga bisa bernyanyi Rap, Yul”

.

“Wow, itu bagus. Mereka bisa berlatih bersama”, jawab Yuri excited. “Apa kau mengenal Eunjin DIA?”, ujar Yuri pada Exy.

.
“Sebatas perkenalan biasa dan beberapa kali bertemu di music show. Salah satu trainee STARSH*P pernah ikut ajang P101 dan kebetulan DIA juga. Jadi aku sedikit tahu nama member yang lain.

.

“Kebetulan sekali. Jadi kalian bisa berlatih bersamaku”, terang Yuri dan Taeyeon ikut menyetujuinya. “Oh ya Taeng, bukankah kau bersama Sica?”

.

“Dia lagi di kafe sebelah. Sepertinya ada yang harus diselesaikannya lebih dulu”

.

.

.

.

.

.

Dua sosok yeoja terlihat saling duduk berhadapan dengan ditemani segelas americano dihadapan masing-masing. Sedari tadi gadis berambut hitam menundukkan kepala sedangkan seorang lagi melihatnya intens.

.

“Maaf, Unnie”, ujarnya lirih tanpa memandang sosok itu.

.

“Bukan padaku kau minta maaf, tapi seharusnya pada Sejeong. Bukankah begitu, Kim Nayoung?”

.

Gadis itu kembali terdiam. Ia tidak bisa mengelak perkataan tersebut. Tapi jauh didalam lubuk hatinya, ia juga merasa sedih.

.

“Aku tidak akan mengizinkanmu masuk ke studio jika kau seperti ini terus”, ancam orang itu yang tak lain adalah Jessica.

.

“Tapi aku bisa menghandlenya, Unnie. Masalah itu tidak akan mengganggu dan aku bisa menyelesaikan jadwalku dengan baik”

.

“Benarkah?”, tantang Jessica dengan pandangan datarnya. “Tapi kau tidak menyelesaikan apa yang kuminta, Nayoung-ah. Apa kau lupa?”

.

Nayoung akhirnya menggeleng pelan dan menghela nafasnya. Di sisi lain, Jessica mengambil americano dihadapannya dan menyeruputnya. Tak lama ia berdiri dan menatap ke arah jam tangan yang dikenakannya.

.

“Selesaikan semua ini dalam waktu seminggu sebelum Unnie memberimu project. Habiskan americano mu setelah itu kita ke studio bertemu dengan yang lainnya”, ujarnya lalu berbalik menuju meja kasir.

.

Nayoung pun segera melakukan apa yang dikatakan Jessica dan menyusulnya. Keduanya berjalan bersama ke gedung sebelah, dimana tempat itu akan menjadi basecamp para idol yang bergabung dengan project TaengSicYul.

.

Sesampai di dalam gedung, keduanya dapat melihat ada dua gadis yang baru saja datang. Ternyata itu Eunjin, pilihan Taeyeon dan satu lagi gadis yang Jessica pilih selain Nayoung. Di sisi lain, Nayoung tampak terkejut sekaligus ada perasaan lega karena ada sosok yang ia kenal disana.

.

“Akhirnya lengkap juga”, ujar Yuri.

.

Melihat idol lain pilihannya, Jessica pun tersenyum pada gadis itu. “Kau sudah memperkenalkan dirimu, Haein-ah?”, tanyanya lembut, dibalas anggukan oleh Haein.

.

“Good. Sebaiknya sekarang kita semua mengobrol di ruang meeting saja”

.

.

.

.

.

***

.

.

“Tiffany??”, seorang pria menyapanya dengan ragu. Namun saat ia menoleh, pria itu terlihat tersenyum lega karena dugaannya tepat. “Aku tidak percaya, siapa yang kulihat ini”, ujarnya sembari tetap tersenyum.

.

“Oh, Oppa”, balasnya begitu menyadari siapa sosok pria dihadapannya ini.

.

“Kau kembali lagi ke dunia modeling? Wow, ini berita bagus. Setelah kau vacum, beberapa kenalan tidak mengetahui kontakmu. Kudengar kau ke Amerika dan melanjutkan study disana”

.

Sudah lama Tiffany menjalani profesi ini dan tentu saja dia akan memiliki banyak kenalan dari berbagai kalangan terutama yang profesinya berkaitan dengan dunia modeling. Namun, banyak yang tidak tahu bahwa sejujurnya Tiffany ingin sedikit menghindari orang-orang yang pernah dikenalnya terutama sesama model.

.

“Ya, aku kembali ke LA dan menjalani beberapa kegiatan disana, menyelesaikan study, dan menikmati kehidupan disana”, jelasnya tenang.

.

Tak lama, pria itu terlihat akan pergi karena schedulenya. Tapi ia melihat Tiffany lagi sembari mengeluarkan ponselnya. “Aku ingin menghubungimu, Fany. Setidaknya mungkin kita bisa minum bersama dengan yang lain”

.

Tiffany tampak ragu memberikan nomor ponselnya. Sedari tadi, Leo, sang manajer baru yang berdiri disebelahnya hanya mendengarkan pembicaraan keduanya. Hingga akhirnya Tiffany menoleh ke arah Leo dan tampak meminta izin.

.

Menyadari glagat Tiffany dan manajernya, pria itu kembali bersuara. “Oh, ayolah Tiffany. Apa bertukar nomor sekarang menjadi privasi?”

.

Karena tak ingin menimbulkan pertanyaan orang-orang disekeliling, Tiffany akhirnya memberikan nomor ponselnya. Setelah itu, mereka pun berpisah dan Tiffany beserta manajernya kembali melanjutkan langkah menuju lift untuk ke arah lokasi pemotretan.

.

“Ada apa, Fany? Kau merasa tidak nyaman?”, tanya Leo perhatian.

.

“Aku sudah lama tidak merasakan suasana seperti ini, Oppa. Jadi rasanya agak sedikit aneh jika memberikan nomor ponselku begitu saja pada orang lain meskipun aku mengenalnya”

.

Leo terlihat mengangguk paham dengan maksud gadis itu. “Lain kali, berikan saja nomor ponselku. Mereka yang memiliki keperluan, bisa berbicara denganku terlebih dahulu”, terang Leo menenangkannya.

.

“Gomawo Oppa”

.

Leo kembali tersenyum. Setiba di lokasi, beberapa staff menyambut kedatangannya. Diantara mereka, sudah ada yang pernah bekerja sama dengan Tiffany saat dulu ia masih aktif di dunia modeling.

.

Selesai dengan makeup dan pakaian yang dikenakan, sang fotografer pun mulai memberikan beberapa penjelasan dan arahan kepada dirinya. Tak membutuhkan waktu lama, proses pemotretan berjalan dengan lancar.

.

.

.

.

.

————————————–

.

Meeting berjalan lebih dari satu jam. Semua idol mendengarkan dengan serius rencana yang disusun oleh TaengSicYul untuk mereka. Setelah menjelaskan detailnya, keempat idol itu pun diberi dokumen untuk menandatangi kontrak yang sudah dibuat.

.

Selesai meeting, Eunjin dan Exy memilih ke ruang latihan dance yang ada di lantai 2. Berbeda dengan Haein dan Nayoung yang memilih masuk ke studio rekaman. Sedangkan Jessica dan yang lain masih berada di ruangan meeting.

.

“Aku yakin setelah ini, akan ada agensi-agensi yang memperhitungkan kehadiran kita. Mungkin ada yang tidak senang dengan project ini”, Yuri memandang kedua sahabatnya itu.

.

Sembari mengemaskan barangnya, Jessica mengangguk setuju. “Aku ada meeting dengan tim manajemen. E-yota juga sudah menduga beberapa hal akan terjadi dengan kembalinya kita ke Seoul. Untuk saat ini, kita hanya perlu fokus pada project ini dan kemungkinan akan ada presscon”

.

“Wow. Kembalinya member RAIN ke Seoul?”, komentar Taeyeon dengan sedikit candaan. “Aku tidak sabar melihat reaksi orang-orang terutama BCEnt”

.

“Dan kurasa Krys akan membunuh semua penggemar maniakmu”, kekeh Yuri menanggapi ucapan Taeyeon.

.

“Oh shit. Kau benar Yul”, Taeyeon menepuk jidatnya.

.

Melihat sikap Taeyeon, Yuri hanya bisa menggeleng. Ia lalu menoleh ke arah Jessica yang masih fokus dengan ponsel ditangannya. “Kudengar Tiffany kembali ke modeling. Apa itu tidak akan jadi masalah, Sica?”

.

“Aku tidak bisa menolak keinginannya. Meskipun dia bilang dia baik-baik saja jika aku tidak mengizinkan, tapi aku tahu dia menginginkan itu, Yul”

.

“Jangan meragukan Sica, Yul. Mungkin saat ini sudah ada beberapa bodyguard khusus yang menyamar untuk mengawasi Tiffany”, celetuk Taeyeon dan mendapat tatapan tajam dari Jessica. Sedangkan Yuri akhirnya tertawa karena mengerti situasinya.

.

“Oke. Soal ini, aku tidak meragukan kredibilitasmu terkait Tiffany”, jelas Yuri pada sahabatnya itu.

.

“Just shut up, guys”, rutuk Jessica. “Aku harus pergi sekarang. Oh Yul, jangan lupa soal LE. Kau harus mendapatkan jawabannya. Bulan depan, aku akan membawa beberapa member gugudan untuk recording disini”

.

“Okay, aku akan menghubungi LE”, ujar Yuri terlihat pasrah karena belum mendapatkan jawaban dari gadis yang ditunggunya.

.

Tak lama, Jessica pun pergi dan menyisakan Yuri dan Taeyeon disana. Keduanya masih terlibat pembicaraan mengenai idol yang sudah terpilih.

.

“DIA memiliki banyak jadwal, dan kurasa itu kesempatan Eunjin memperlihatkan spotnya”

.

“Ya, kurasa itu benar. Sama seperti GUGUDAN dan WJSN. Soal reaksi k-netz, tidak ada masalah yang besar. Hanya saja mereka belum terlalu mengglobal. Kau sudah membuat rencana untuk Eunjin?”

.

“Ya, sudah beberapa ide kupikirkan. Aku harus melihat jadwal Eunjin terlebih dulu”

.

“Ngomong-ngomong, bagaimana dengan gadis bernama Haein itu? Aku mengkhawatirkannya. Dia hanya berada di group temporer”

.

“Aku sedang mencoba mengenal karakternya, Yul. Sejujurnya aku sempat melihat street perform mereka. Haein terlihat berbakat, hanya saja mungkin faktor x belum ada dalam dirinya. Haein berbeda. Dia akan melakukan banyak hal seorang diri. Bukan hanya spotlight, tapi soal karir pilihannya”

.

“Ya, aku paham jika itu yang akan kita lakukan. Tapi, apa waktunya akan cukup? Kita tidak akan berlama-lama di Seoul”

.

Taeyeon memandang Yuri dengan tatapan are-you-kidding-me? Gadis itu lalu menepuk kesal pundak Yuri dan menyebabkan gadis tanned itu merintih kesakitan. “Oh god. Kau tidak harus memukulku, Kim”

.

“Itu yang akan kau dapatkan jika kau berkata hal demikian sekali lagi”, jelas Taeyeon dengan tampang cueknya dan memilih keluar dari ruang meeting. Meninggalkan Yuri yang mendengus kesal dan merutukinya.

.

“Aish, dia selalu menyebalkan”

.

.

.

.

.

.

***

.

.

Nayoung menganggukkan kepalanya beberapa kali setelah mendengar Haein bercerita. Sehabis latihan bersama dan mengenal idol lainnya, keduanya meluangkan waktu mengobrol sejenak di salah satu cafe yang tak jauh dari Jellyf*sh, agensi yang menaungi Nayoung.

.

“Setelah dari P101, aku memang jarang mendengar kabar yang lain terlebih aku dan member GUGUDAN tidak menggunakan SNS. Meskipun memiliki ponsel, kami tidak boleh sembarangan berkomunikasi”

.

“Sepertinya itu sudah menjadi aturan bagi idol yang baru debut”, Haein menanggapi hal tersebut. “Bagaimana kabar Sejeong dan Mina?”

.

Nayoung sedikit kaget dengan pertanyaan itu. Ada keraguan tapi akhirnya ia menjawabnya karena tidak ingin Haein memiliki kecurigaan. “Hmmm, mereka baik-baik saja Unnie . Sejeong dan Mina sedang menikmati dua hal dalam bersamaan. Kurasa mereka bisa menghandle hal tersebut”

.

“Aku senang mendengarnya. Setelah acara berakhir, nama mereka memang mulai diperhitungkan. Tak heran jika wajah IOI sering muncul”

.

Nayoung kembali mengangguk setuju disertai senyuman dibibirnya. “Tapi aku tidak menyangka kita akan bertemu seperti ini”, ujar Nayoung mengalihkan pembicaraan tentang Mina maupun Sejeong.

.

“Sejujurnya ini sangat mengejutkan. Maksudku…kita bekerja sama dengan member dari RAIN. Mereka idol yang luar biasa di usia mudanya. Tapi aku senang mencoba sesuatu yang baru. Saat Hyejeong sunbaenim mendatangiku dan menceritakan semuanya. Aku hampir tak percaya jika saja ia tak menyodorkan dokumen profilku yang sudah dipelajari oleh Jessica Unnie”

.

“Apa member I.B.I tahu, terutama Suhyun?”

.

Pertanyaan Nayoung membuat Haein tersenyum kecut lalu menggeleng. “Tidak ada dari mereka yang tahu. Aku masih bingung memulai semuanya, terutama pada Suhyun. Kau sudah tahu, kami seperti paket bersama. Dari Jellyf*sh, SSEnt, hingga sekarang berada di bawah naungan label LO*N”

.

“Aku mengerti Unnie. Mungkin ada perasaan yang tidak ingin kau sampaikan padanya agar ia tidak terluka”

.

“Hmm. Seperti itulah, Nayoung-ah. Suhyun sangat ingin melakukan debut, dan keinginan itu sudah terwujud meskipun tidak permanen. Hanya saja, mungkin aku lebih baik menyembunyikan hal ini darinya”

.

Nayoung mengangguk paham. Ia mengerti bagaimana rasanya berada di posisi Haein. Ia menggenggam tangan gadis itu, memberinya kekuatan. “Aku tidak baik dalam memberimu advice, Unnie. Tapi kuharap, kau bersedia cerita padaku disaat kau membutuhkan seseorang. Aku akan mendengarkannya”

.

“Gomawo”

.

Keduanya saling melempar senyum. Mereka pun kembali mengobrol hingga akhirnya manajer Nayoung menjemput gadis itu untuk jadwal bersama GUGUDAN.

.

Sesampai di dorm, Nayoung melihat teman-temannya sedang bersiap-siap untuk fansign album debut mereka malam ini di salah satu department store. Begitu masuk ke dalam kamar, ia justru mendapati Sejeong yang tertidur tepat di atas tempat tidur miliknya.

.

Helaan nafas keluar dari gadis itu. Sejauh apapun dia mencoba untuk biasa, rasanya sangat sulit mengingat betapa dekatnya ia dan Sejeong. Bahkan ia merasa, kemanapun dia pergi, dia akan selalu kembali di tempat yang sama.

.

“Khaaaa~~”

.

“Jangan mendesah seperti itu. Sebaiknya kau juga bersiap sebelum aku membangunkan Sejeong”, suara mimi tiba-tiba membuatnya menoleh ke arah pintu.

.

“Ini pasti idemu, Unnie”, kesalnya pada gadis yang lebih tua itu.

.

“Jika kau tidak menyukai ideku, segera selesaikan masalahmu. Kau membuat Hana terus diceramahi oleh Sica Unnie agar bisa membantumu menyelesaikan persoalan kalian”

.

“Dasar, pengancam”

.

Mimi mengangkat bahunya tak peduli lalu meninggalkan kamar tersebut. Sekali lagi Nayoung menghela nafasnya perlahan, mengatur semua perasaannya yang belum membaik. Saat hendak menuju kamar mandi, tak sengaja ia menoleh ke arah Sejeong yang masih tertidur.

.

Dari raut wajahnya, ia sangat yakin bahwa Sejeong kelelahan dengan jadwal ganda yang sedang dilakukan gadis itu. Meskipun IOI melakukan comeback dan Sejeong tidak terlibat, tapi gadis itu memiliki sejumlah jadwal individu yang harus ia jalani.

.

.

.

.

“Mianhe”

.

Tangisan Sejeong malam itu membuat hatinya sakit. Bukan hanya kesedihan yang ia rasakan, tapi amarah dan kekecewaan pada dirinya karena gagal masuk ke dalam 11 besar. Hal yang paling diinginkannya agar bisa debut bersama Sejeong dan juga Mina.

.

Terkadang ia merasa bahwa apa yang ia lakukan selama ini bukan karena tuntutan untuk memenangkan hati penonton di luar sana. Nayoung telah melakukan banyak hal, dari segi apapun itu, dia melakukannya sesuai keinginannya.

.
Namun, industri ini tidak berkata demikian. Belum tentu semua yang dilakukan dengan tulus dan sesuai keinginan dapat memberikan kesan yang mendalam. Kadang ia berpikir, apa untuk menjadi populer harus mengubah dirinya sendiri secara total? Bukankah itu justru membohongi dirinya sendiri? Pada akhirnya, Nayoung tidak menemukan jawaban itu.

.

“Masuklah ke dalam. Aku harus pulang sekarang. Manajer Unnie mungkin sudah ada di parkiran”

.

Sejeong menggeleng pelan. Ia masih memeluk kekasihnya itu dengan erat tanpa berniat membiarkan Nayoung pergi. Jika ia melakukan itu, ada perasaan dalam dirinya bahwa setelah ini mereka mulai menjauh karena perbedaan jadwal yang begitu signifikan.

.

“Sejeong-ah… Aku harus pulang, hmmm. Masuklah dan beristirahat bersama member IOI yang lain. Kita akan bertemu di manajemen”, suara Nayoung sekali lagi membuatnya merasa bersalah.

.

“Apa Unnie mau berjanji satu hal padaku?”

.

“Hmmm. Katakanlah”

.

Selanjutnya, Sejeong melepaskan pelukan itu dan menatap mata Nayoung dengan mata sembabnya.

.

“Luangkan waktumu untuk mengunjungiku. Aku pasti akan merindukanmu”

.

Tanpa berpikir panjang, Nayoung mengangguk menyanggupi permintaan gadis itu. “Pasti. Kita masih punya banyak waktu bersama. Hmmm”

.

Dan malam itu, tangisan Sejeong berubah menjadi sebuah senyuman tanpa gadis itu sadari, bahwa akan ada konsekuensi dari apa yang sudah ia dapatkan. Tidak selamanya, sesuatu bisa kita miliki tanpa mengorbankan sesuatu yang mungkin paling berharga.

.

.

.

.

Setelah membenarkan selimut yang menutupi tubuh Sejeong, ia pun tak lupa merapikan rambut-rambut kecil yang menghalangi wajah gadis itu. Sembari menatap sekali lagi, Nayoung pun segera menjauh dan masuk ke dalam kamar mandi.

.

Pada kenyataannya, Nayoung tak menyadari bahwa Sejeong sudah tersadar dari bangunnya. Hanya saja, gadis itu memilih untuk tak membuka matanya. Dan yang Nayoung lakukan beberapa saat lalu, membuat Sejeong meneteskan airmatanya dengan posisi terpejam saat ini.

.

Kata-kata Nayoung saat mengakhiri hubungan mereka, kembali berputar diingatannya. Dengan sangat jelas, Nayoung terlihat tegar dan tak merasa bersalah sama sekali dengan semua ucapannya kala itu.

.

“Pikirkan tentang Umma dan adikmu. Mereka adalah alasan kau berada disini, bukan aku. Jika kau mengatakan aku egois, kau jauh lebih egois Sejeong-ah. Apa kau pikir gampang mendapatkan semua yang kau miliki saat ini? Aku berusaha tiga kali lebih darimu pun, belum tentu aku mendapatkan hal yang sama seperti kau kau capai”

.

“Unnie!!”, Sejeong tak begitu saja membiarkan gadis yang lebih tua darinya itu pergi. “Apa yang kau katakan barusan, semua hanyalah alasan untuk mengakhiri ini. Katakan padaku, apa itu juga berasal dari hatimu?”

.

Bukannya jawaban yang Sejeong dapatkan, melainkan sebuah excuse yang tak ingin dia dengar dari Nayoung.

.

“Kau sudah menyetujuinya, dan jangan mengubah keputusan itu begitu saja”, setelah mengucapkan kalimat tersebut, Nayoung mulai menjauh dan menghilang dibalik tatapan mata Sejeong yang sudah dipenuhi airmata.

.

.

.

.

.

Sejeong bangun dari tidurnya. Gadis itu masih duduk di pinggiran tempat tidur dan memandang ke arah kamar mandi dimana Nayoung berada disana. Ada sebuah senyuman di bibirnya, tapi tak berlangsung lama, matanya dipenuhi kembali oleh perasaan sedih.

.

.

.

“Aku menyetujui keinginanmu, Unnie. Bukan karena aku menginginkannya, tapi karena janjiku untuk selalu mendukung keputusan apapun yang kau inginkan”

.

.

.

.

.

.

TBC

*note: Yang gak kenal idolnya, lihat pic dibawah ^^

—————————————————-

HAIIIIIIIIIIIIIIIIII

^_^

Hohohoho JeJe is here~~

Silahkan berbagi pemikiran disini tentang idol yang gue bahas kkkkkkk

Gue gak tahu, apa ini FF yang diharapkan update atau nggak. Yang jelas gue disini melakukan tugas gue untuk update sesuai tulisan yang udah jadi.

Suka dan gak suka, itu pilihan lo. Gue selalu menerima siapapun yang ingin membaca FF ini, FF yang couplenya ANTI MAINSTREAM XD Sekian!

by: J418

.

*bow*

                           

EXY (CHU SOJUNG) = Leader and main rapper of WJSN

LEE HAEIN and I.B.I

 

Advertisements

47 thoughts on “VOICE OF THE NU STAR (5)

  1. Baru tau nih yg nama nya exy dan haein,ternyata cantik jg ya mereka,wkwkwk.oo kisah nya sejeong n nayoung hampir mirip dg kisah nya jeti kyk nya je.oh iya je,kalo mereka ikut dg project nya taesicyul berarti mereka mundur donk ya dr grup mereka masing2??ato gmn je?aku msh kurang ngerti nih.hehehhe

    Like

    • Halo din hehehe. Ketemu lagi disini ^^
      Hahahahah gak salah dong pilihan yang direkomendasikan LE untuk babang yul. XD
      Nayoung sama Sejeong? Mgkn kejadian putusnya sama tapi beda kok sama Jeti klo entar lo lihat karakter Nayoung di ff ini.
      Lo blm ngeh din??? Bukan disuruh keluar dari group. Untuk saat ini, taengsicyul itu jadi ace buat idol yang mereka pilih. Terus mereka bikinin jadwal untuk kegiatan idol tsb. Bisa project individu atau group. Tapi kalo someday tiba2 mereka bikin group baru. Who knows? Heheh

      Like

      • Emng agensi mereka ngebolehin ya je buat ikutan project gt,pastinya kan nanti bakalan ngeganggu aktifitas grup mereka ga sih je?aku udh was was aja nih td pas ada notif masuk,kirain yg update LMTS,udh siap2 aja mau cari pw nya,puasa2 hrs putar otak😂

        Like

      • Gampangnya mereka cariin kerjaan buat idol tersebut. Boleh dong, kan dapat duit hahaha. Coba aja lihat idol dari satu manajemen bisa punya schedule sama bareng idol yang beda manajemen. Nah itulah yg terjadi di ff ini. Beda2 kan manajemennya dan semua dinaungi sama E-yota (anak manajemen dari agensi taengsicyul di Amerika). Masih ingat kan sama cerita ending Rain? Hehehe
        Nggak, gue belum sempat bikin LMTS. Entar diupdate barengan why aja ^^

        Like

  2. Aku masih kurang ngudeng. Wkwkwk…
    Personil gugudan dan twice itu nama nya emang sama ya thor, atao gimana?. 😁😁😁*sambilgarukkepalabelakang.
    Moment jeti dan taengkrys sweet bikin senyam senyum.
    Complicated untuk nayoung dan sejeong.

    Like

  3. Rpny Taengsicyul udh bnr2 nekad utk projecny. Krn pnglmn mrk bisa dgn mudh n th akn talenta berbkt msg2.
    Cmn klo project mrk tnyt sukses ap nntiny akn sulit utk mrk plh. Hrs ttp di grup yg lm ato yg br?
    Jujur q kaget th sistar hrs bubar sdkit shock krn mrk jg popular.
    Sprtiny bny GB yg berush naik tp g dkg pnh oleh agensiny ato cmn numpng dgyr aj jd idol. Ampe g th talenta2 yg terpndam.
    Ini bnr2 bkm pndangn aku ttg K-POP.

    Like

    • Semua idol yang udah debut, sebenarnya bertalenta. Cuma faktor X dan rezeki aja yg kadang belum tentu semua yg debut akan sukses dan dikenal publik.
      Nah itu dia, ini kan masih basic project. Gak tahu deh ke depannya bakal ada kejutan untuk kelanjutan project. Kalo pun ada, pasti punya resiko.
      Kalo gue gak kaget dgr group bubar. Karena realistis aja sih, suatu saat mereka punya jalan masing2 untuk kehidupan masa depan. Industri entertainmen kayak gini, gak akan bertahan terlalu lama. Pada dasarnya mereka yang menjadi partner, pasti akan berpisah nantinya karena “kontrak kerja” yang udah berakhir

      Like

  4. Yuhuuu update dan ini salah satu ff yang ditunggu hahaha, sebenarnya gue nunggu semua ff lo, ku baru tau exy donggg, penasaran penasaran dengan project nya semuanya masih misterius hahahha

    Like

  5. Hei kamu yg akhirnya bisa update juga hehe gomawo 🙂 , maaf ya qw blum bisa komen soal ff nya qw masih mumet hehe seriusan kyknya qw harus konsen pake banget dlu baru baca lagi nanti hehe qw mau konek’in lagi sama chap belakang kemarin mklum sperti yg lu bilang faktor u haha, btw ini double update kan ya??oke nanti dibaca dan thanks buat updateny . Fighting!!

    Like

  6. Woah,,updatemu dua,, dan ku dah lumayan mudeng skrg jee,, bkin talent2 td tambah dikenal dg proyek baru tuh. Moment jeti, taekris pas breng gini lucu gemes. Cuma cathy na yuri aku yang lum tau sp je, hehe..
    Nambah lg nih yang kudu ditengok exy haein dll nih. 😀 kasian nayoung, sejeong juga jee kudu pisah dlu, ntr balikan kagak tuh, sica nyuruh selesaiin kayak gmn maksudnya tuh? Lanjut jee, , semangat yaa,, mksh dah nyempetin nulis.

    Like

    • Yuhuuuuu. Hahahah thanks, ternyata ada yg mulai paham. ^^
      Klo mau kenal cathy, jawabannya ada di RAIN.
      Nyuruh nyelesaiin masalah nayoung sama sejeong. Soalnya gara2 masalah mereka, nayoung menjauh gitu. Kan gak enak, satu group berantem. Cukup taengsic waktu di RAIN kkkkk

      Like

      • Kyak taengsic berantem rebutan fany juga gara2 masa lalu, trz nay ama sejeong sama jg mslhnya blum jls bnget, apa gara2 soal mereka pacaran trz putus itu aja y,,
        Yah Rain akhir aku lum temu negaranya kurang dua wkt tuh, eh aku sela kerjaan. Besoknya kertas oret2 lupa kebuang,dah deh nyari2 lg, tapi blum jd kirim ke jeje minta pw,,ampe skrg jadinya. hehe aku cuma bayangin aja endingnya dari komentar2 klian. 😀 hehe,, Dah ni wkt nya tdr aku

        Like

      • Yups. Masalahnya entar dijelasin deh kenapa nayoung kayak gitu heheheheh
        Oh belum baca endingnya? Wah sayang sekali. Kalo gak salah ada 12ribu kata. Hehehe

        Like

      • Ya aku lum dpt pw Rain akhir jee, cm kira2 doank,, tapi aku msh cri kok disela2,ntr aku krim. Aku jg msh penasaran,,haha,, pw mu luar biasa bkin mumet gemes. Moga bsok why jgn susah ya, itungan2 kyk kmrn aja. 😀

        Like

  7. Kek ngarep moment jeti gitu wkwkwkw tp ga ada huhu
    Pas baca bagian part nayoung sm sejeong agak sedii yaaa kaya temenan tuh begini amat wkwkwk
    Exy yuhuu emang demen am wjsn kaget juga sih ada exy disini hahahaha tp rapper doi aduh ga kuat deeeh..
    Btw je ksh bumbu jeti dong di part next nya huhu :’ tp keknya ada badai nih kalo laki iti ngebuhungi tiff pas lg sm jessie wkwkwkwk
    Btw pa kabar? Sehat lah ya je.. Sukses terus

    Like

    • Wkwkwkwk baca aja part 6 nya. Silahkan dilihat ada gak tuh yg lo cari.
      Emang susah ya kalo masih peduli sama mantan #plaaak Nayoung & Sejeong
      Oh suka wjsn atau exy nih ceritanya??
      Kabar gue baik. Sok sibuk aja hehehe alias jadwal padat merayap 😅

      Like

      • Baru mau baca nih je yang part 6..
        Duh ilah mantan wkwkwkwk
        Wjsn nya wkwkwk suka sm bona eunseo seola sih dari pada exynya tp dia rapnya aduh luar biasa bagus.. Kek mau mau tauran itu gb wkwkwkwk
        Kemacetan jakarta kali merayap.. Tp padet bkn merayap lg 😂😂😂

        Like

  8. Jd maksud project nya TaengSicYul, idol yg mereka pilih di cariin job d luar grup mereka je? Apa klu gitu g masalah sma agensi yg menaungi mereka je? Kan jd nya mereka double kontrak dong?
    Klu soal idol2 nya gw masih g terlalu kenal je hehe

    Like

    • Mereka punya kontrak sama taengsicyul tapi itu kan kontrak kerja, bukan kontrak di manajemen. Mereka semua ada izin dari manajemen idol tsb. Masalahnya adalah member2 lain gak ada yg tahu project salah satu dari member mereka kecuali gugudan yg udah tahu semua.
      Soal manajemen, mrka mah suka2 aja. Kan dapat duit dari project idol itu hehehe

      Like

  9. Gue udah suka exy dari pertama dia muncul di unpretty rapstar, nge rap nya keren dia 👍👍👍
    Kalo haein baru tau gue 😅😅
    Aduhhh kisah cintanya sejeong sama nayoung bikin baper 😢😢😢

    Like

  10. Wow.. cerita yg keren. Ijin baca yak 😊
    Jarang2 gue nemu ff yg plot ceritanya idol life begini dan cast nya crack ship, kek nayoung sejeong yg terakhir mungkin gue liat momennya di PD101 S1. Dan ff yg cast nya bias gue semua… TY, Jessica, Exy mereka idol favorit gue.. dan gue lg suka sm Exy #curhat

    Oke sekian… Semangat. Sekali lg ijin baca

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s