LOVE ME THE SAME (9)

Tittle                : LOVE ME THE SAME

Cast                 : Im Yoona

Krystal Jung

Tiffany Hwang

Choi Sooyoung

Jessica Jung

Kwon Yuri

Im Nayeon

Kim Taeyeon

Genre              : Gender Bender, Family, Drama, BitterSweet, Romance

Credit pic: I2NART

Mini-Series

Copyright © royalfams418.2017. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————-

.

.

Part 9

.

.

.

“Wae?”, gadis itu berucap lirih sembari mengepalkan tangannya erat di atas kedua pahanya. Ia berusaha menahan kuat airmata yang tidak ingin ia keluarkan lagi. “She’s late… too late…”

.

Yoong menoleh ke arah putrinya. Yang bisa pria itu lakukan adalah mengusap punggung Sooyeon lembut. “Ada hukum yang kita sepakati, Sooyeon-ah. Dan saat itu, Daddy dan Ummamu tidak bisa berbuat apapun”

.

“Apa karena grandpa?”

.

Pertanyaan putrinya mau tidak mau membuat Yoong mengangguk pelan. “Tidak ada yang bisa Daddy sesalkan saat ini. Masa lalu kami memang menghasilkan kesalahan. Tapi kau bukan kesalahan. Kau adalah bukti kasih sayang yang Daddy dan Ummamu lakukan”

.

“Dad, berhentilah memanggilnya Ummamu. I just have Mommy”, Sooyeon masih menolak kenyataan itu.

.

“Sooyeoh-ah”

.

“Dad, aku ingin sendiri. Setelah ini aku menyusul pulang”

.

.

.

.

.

———————————-

.

Beberapa orang sedari tadi berlalu lalang. Ada menikmati waktunya sendiri, bersama teman, kekasih, ataupun keluarga. Tempat ini tempat yang menjadi tujuan orang-orang ketika ingin bersantai dan menikmati suasana sungai Han.

.

Tapi semua itu berbeda untuk Sooyeon. Gadis ini masih saja diam di salah satu kursi panjang yang tersedia sembari menatap lurus ke depan, ke arah air sungan Han yang mengalir tenang. Setenang sikapnya sekarang, tapi tidak dengan hatinya.

.

Tidak ada yang berhak menyalahkannya. Sooyeon memilih, dan ia masih belum menerima apa yang sesungguhnya sudah ia pahami. Bertemu dengan ibu kandungnya lagi, mungkin bukan pilihan yang terbaik. Semakin kesini, ia semakin terluka. Entah karena perasaan egonya atau karena kenyataan yang tak pernah diharapkan.

.

“Ouch”

.

Sebuah teriakan kecil membuatnya menoleh. Tak jauh dari gadis itu, seorang anak kecil terjatuh saat mengejar bola yang ia mainkan. Sooyeon pun refleks membantu anak kecil itu dan mendekatinya.

.

“Terima kasih Unnie”, ujar anak tersebut padanya dengan bahasa formal.

.

Kelucuan gadis kecil itu membuat Sooyeon tiba-tiba tertawa kecil dan tanpa sadar mengusap kepalanya. “Siapa namamu? Apa kakimu sakit?”, tanyanya lembut.

.

Anak itu menggeleng pelan. Tanda ia tak merasa terluka walaupun sempat terjatuh. Hal itu membuat Jessica mengulum senyumnya karena merasa lega. “Aku Luna. Siapa nama Unnie?”

.

“Hmm panggil saja Sooyeonnie. Got it?”

.

Luna mengangguk cepat dan menyengir menampakkan deretan giginya yang putih. Tak lama, gadis kecil itu mengangkat bola karet yang ia pegang dan menunjukkan kepada Sooyeon. “Apa Unnie mau bermain denganku?”

.

“Tentu saja. Tapi bagaimana dengan keluargamu? Kau pasti datang kesini tidak sendirian”, ujarnya sambil melihat ke anak itu lalu menoleh ke arah sekeliling. Berharap bisa menemukan orang yang ia maksud.

.

Tapi jauh dari ekspektasi Sooyeon. Luna justru tertawa kecil sebelum berujar sesuatu. “Aku sendiri. Setiap sore, aku akan bermain disini sambil menunggu Oppa pulang kerja. Umma dan Appa sudah pergi ke surga, dan sekarang aku hanya tinggal bersama dengan Oppa. Rumahku tidak jauh dari sini”

.

Jawaban Luna membuat Jessica tersentak. Tidak ada nada kesedihan dari gadis itu dan matanya tetap bersinar ketika mengatakan sesuatu yang seharusnya membuat seseorang merasa sedih. Tapi Luna terlihat biasa saja dan bahkan ceria.

.

“Maaf, Unnie tidak tahu jika—”

.

“Tidak apa-apa, Unnie”, Luna memotong ucapannya. “Kata Oppa, aku tidak boleh sedih walaupun sekarang hanya bersama Oppa saja. Oppa bilang, kalau aku dan Oppa bahagia, pasti Umma dan Appa juga akan bahagia melihat kami dari sana. Meskipun surga itu jauh, aku percaya bahwa Umma dan Appa akan selalu bersamaku dan Oppa. Disini”, Luna menyelesaikan ucapannya sambil menunjuk ke arah hatinya berada dan kembali tersenyum.

.

Kalimat gadis itu entah kenapa membuat Sooyeon terharu. Tanpa sadar, ia langsung memeluk Luna sejenak sebelum melepaskannya dan memandang ke arah Luna lalu mencoba tersenyum. “Unnie juga percaya, pasti Umma dan Appa mu juga pasti bahagia disana”

.

“Apa Unnie masih punya orangtua?”

.

Sooyeon mengangguk pelan sambil mengusap airmata yang hampir jatuh di sudut matanya.

.

“Aku yakin mereka pasti bahagia karena memiliki Unnie. Unnie sangat cantik dan baik hati. Kata Oppa, setiap anak lahir dari cinta dan kasih sayang kedua orangtuanya. Karena itulah seorang anak menjadi harta yang tak ternilai untuk membuat kedua orangtuanya bahagia”, ujar gadis itu sembari tersenyum lagi.

.

Luna. Seorang gadis kecil yang baru saja Sooyeon temui saat ini dan setiap kata yang dikeluarkan gadis kecil itu membuatnya terhenyak dan tak bisa berkata apa-apa lagi. Ucapan Luna telak membuat hati Sooyeon semakin sedih. Bukan karena kenyataan lagi tapi karena ia mengingat penolakan yang ia lakukan pada Ibu kandungnya.

.

.

.

.

.

***

.

.

Suara electrocardiogram masih terus berbunyi di dalam ruangan ini. Suasana terlihat tenang, meskipun belum satu pun perasaan Yoong dan Krystal merasa lega. Keduanya berada di dalam ruang rawat Nayeon. Mereka tak pernah lelah menemani putri bungsunya yang masih tertidur.

.

Krystal yang sedari tadi menggenggam tangan Nayeon, tak berhenti menciumi punggung tangan itu sembari mengucapkan kata-kata dan doa agar sang putri segera sadar dari tidur panjangnya. Disampingnya, Yoong terlihat menatap intens putrinya. Sesekali ia mengusap punggung Krystal untuk membantunya memberikan ketenangan.

.

Ceklek…

.

Pintu ruangan terbuka. Hanya Yoong yang menoleh dan mendapati Taeyeon masuk bersama dua suster dan seorang dokter. Yoong segera berdiri dan memberi salam pada dokter tersebut seraya mempersilahkan mereka mendekat.

.

“Saya akan melakukan pengecekan sekarang. Setelah ini, Tuan dan Nyonya bisa ikut saya ke ruangan. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan terkait kondisi Nayeon saat ini”

.

“Ah, Ne ssaem. Silahkan”

.

Butuh sekitar 15 menit untuk pemeriksaan Nayeon. Suasana kembali menjadi hening lagi sebelum akhirnya dokter itu selesai dan meminta Yoong dan Krystal untuk ikut bersamanya. Setelah semuanya pergi, tersisa Taeyeon yang berada di ruangan. Namja itu berjalan mendekat ke kursi yang digunakan Krystal sebelumnya, dan memilih duduk disana sambil menatap ke arah Nayeon.

.

“Hey”, panggilnya pada gadis itu meskipun tahu Nayeon tidak akan membalasnya. “Apa kau tidak lelah tidur berlama-lama, Nayeon-ah?”, ujarnya lagi mengajak Nayeon bicara.

.

“Cepatlah bangun. Kau harus mengajak Oppa berkeliling Seoul dan pergi ke namsan bersama Unniemu. Hmmm mungkin juga bersama namja tanned yang selalu bersama Unniemu itu. Ups, jangan katakan pada Unniemu jika aku barusan mengatai Yuri. Dia pasti akan protes karena mengejek sahabatnya”, lanjutnya disertai kekehan kecil mengingat wajah Sooyeon ketika marah dan Nayeon yang selalu tersenyum padanya.

.

Tak berapa lama, Taeyeon teringat sesuatu. Ia mengeluarkan sesuatu dari kantong plastik yang dari tadi ia pegang dan mengeluarkan satu cup ice cream yang dibelinya.

.

“Oppa membeli ice cream karena sangat bosan. Unniemu belum kembali juga. Kata Yoong uncle, dia ingin menyendiri. Lihatlah Nayeon-ah, kau harus bangun dan katakan pada Unniemu bahwa ia tidak boleh bersedih terus. Kau pasti setuju dengan Oppa”

.

Taeyeon menganguk-anggukan kepalanya seolah itulah jawaban dari Nayeon. Ia lalu membuka penutup cup itu dan mulai memakan ice cream favoritnya. Saat satu suapan ia lakukan, tiba-tiba pikiran Taeyeon melayang ke masa lalu.

.

.

.

“Taeng!”

.

“Oh come on, Dad. Kejar aku”, Taeyeon menyengir puas melihat Daddynya terengah-engah mengatur nafas. Keduanya tengah bermain di taman belakang rumah sedangkan sang Mommy memasak untuk dua jagoannya itu.

.

“Kenapa kau tiba-tiba jadi suka olahraga, huh?”, protes Sooyoung.

.

“Seharusnya Daddy senang. Hahaha”

.

“Aish. Sini kau anak nakal. Daddy tidak akan membelikanmu ice cream jika kau menggoda Daddy terus”

.

Sooyoung dengan sigap segera menangkap putranya dan keduanya kembali berlari. Bukan hal yang aneh jika pasangan Ayah dan Anak ini tak menyukai olahraga. Tapi permainan yang mereka lakukan jauh menghasilkan keringat yang lebih banyak.

.

.

Senyuman tipis tersungging dari bibirnya saat mengenang masa kecil itu, dimana semuanya masih terasa menyenangkan hingga akhirnya kebahagiaan sederhananya mulai tak bisa ia rasakan lagi.

.

.

“Apa kau begitu kesepian?”

.

Pria berkacamata dihdapannya kini menatapnya intens sembari memberikan sebuah cokelat hangat yang ia pesan saat pria itu menawarinya minuman.

.

“Tidak juga. Aku menikmati hidupku seperti ini”

.

Jawabannya membuat pria itu tertawa kecil dan mengangguk. “Apa kau mau menemuiku lagi setelah sesi ini? Aku siap memiliki banyak waktu untukmu dan mendengar semua kisahmu”

.

“Ssaem menganggapku menyedihkan?”, tebaknya dengan tatapan menyelidik.

.

“Hidup itu memiliki proses, Taeng. Tidak ada yang benar-benar menyedihkan dalam hidup ini. Ada kalanya kita mengalami siklus bahagia, butuh waktu sendiri, menangis, lalu tertawa, dan masih banyak perasaan lain yang akan kau temui—”

.

“Seperti kemarahan dan kesepian”, lanjutnya memotong ucapan pria itu.

.

“Ya, dan aku juga pernah mengalaminya. Seperti itulah siklus hidup manusia yang akan mengalami beraneka ragam perasaan”

.

“Apa sesi berikutnya perlu, jika aku sendiri sudah menyadarinya jauh sebelum datang menemui anda?”

.

Pria itu melepas kacamatanya dan menyandarkan punggungnya di kursi miliknya. “Akan lebih baik jika kau mengeluarkan semua perasaanmu itu dan bisa mengendalikannya, Taeng. Ini bukan soal luka yang meninggalkan bekas, tapi ini berkaitan dengan kejiwaaan seseorang dan itu tentang dirimu”

.

.

.

Tatapan Taeyeon melihat ke arah Nayeon sambil mengingat peristiwa itu. Detik Selanjutnya ia merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah gantungan kunci. Pandangan Taeyeon beralih dari Nayeon ke arah benda kecil itu. Ada yang berbeda darinya. Ia kembali mengulum senyumnya seraya menggenggam boneka kecil yang ada di gantungan tersebut.

.

“Ada yang bilang, kalo kita membuat permohonan padanya, dia akan membantu kita dengan alat ajaibnya. Sekarang Oppa ingin membuat permohonan dan kuharap kau segera bangun Nayeon-ah. Semua orang menunggumu karena kau sumber kebahagiaan mereka”

.

.

.

.

.

***

.

.

Hari mulai berganti. Suasana pagi Seoul tetap sejuk seperti biasanya. Orang-orang mulai beraktivitas dengan berbagai kegiatannya. Tak jauh dari kerumunan kota, sebuah mobil berhenti tepat di depan lobby salah satu agensi model top di Korea Selatan.

.

Beberapa karyawan yang baru juga datang, memberikan senyum dan sapaan kepada CEO mereka. Wajahnya lembut dan bersahabat seperti biasanya, meskipun tak banyak yang tahu bahwa hatinya masih terluka walau belasan tahun lamanya telah berlalu.

.

“Selamat pagi, Unnie”, sapa seorang gadis yang baru saja masuk ke dalam ruangannya. Gadis itu duduk tepat dihadapan Seohyun dan membawakannya beberapa map. “Persiapannya hampir selesai, Unnie. Tapi satu nama masih belum dikonfirmasi”, ujarnya lagi sembari memberikan selembar kertas dengan profil “Im Sooyeon”.

.

“Biarkan saja, Hyejeong-ah. Kau tidak perlu memikirkan hal itu. Bagaimana dengan model yang lain? Apa latihan berjalan lancar?”

.

“Hmmm, semuanya sesuai jadwal dari tim produksi. Beberapa pakaian yang sudah Unnie selesaikan sebelumnya juga sudah masuk ke galery. Model-model itu akan mengenakan pakaian yang Unnie buat sesuai dengan karakter mereka. Tapi Unnie—”

.

“Aku tahu Hyejeong-ah. Pakaian terakhir yang belum kuselesaikan akan segera kukerjakan. Soal siapa yang akan memakainya, aku akan memutuskannya nanti”

.

Hyejeong mengangguk mengerti. Tapi setelahnya, wajah gadis itu berubah cemas. Tanpa Seohyun sadari, tangan Hyejeong mengambil sesuatu dari saku blazernya dan menyerahkan sebuah amplop pada Seohyun.

,

“Apa ini?”

.

Melihat reaksi Seohyun, Hyejeong menundukkan kepala karena takut. “Ngh…ngg… Surat…pengunduran diri, Unnie”

.

“Wae? Kau mengundurkan diri?”

.

Hyejeong menggeleng cepat. “Bukan aku…tapi atasanku”

.

Begitu Hyejeong menyebutkan kata terakhir, raut wajah Seohyun terlihat sangat terkejut. Ia tidak menyangka akan mendapat berita seperti ini. “A…apa Tiffany Unnie yang memberikan padamu secara langsung? Berarti dia ada di kantor saat ini?”

.

Seohyun segera berdiri dari kursinya. Namun suara Hyejeong menghentikan langkahnya untuk bergerak. “Salah satu buttlernya yang memberikan surat itu. Dia menyampaikan pesan bahwa Tiffany Unnie akan segera menemuimu secepatnya untuk menjelas keputusan ini”

.

Tanpa  bertanya lebih jauh lagi, Seohyun pun kembali duduk dan menghela nafasnya kasar. Berbagai pertanyaan mulai muncul seiring dengan kedatangan surat pengunduran diri Tiffany yang membuatnya terkejut.

.

“Terima kasih Hyejeong-ah. Kau bisa kembali bekerja”, sesaat setelah Hyejeong meninggalkan ruangannya, ia tampak menghubungi seseorang dari seberang telpon sebelum akhirnya ia bersiap untuk pergi.

.

.

.

.

.

————————————

.

“Terima kasih”

.

Yoong tersenyum begitu seorang pelayan kafe mengantarkan makanan ke mejanya berada bersama Krystal. Pasangan itu beristirahat sejenak di salah satu kafe yang tak jauh dari Rumah Sakit untuk menyantap sarapan pagi ini.

.

“Makanlah sayang, ini favoritmu”

.

“Hmmm”

.

Krystal menerima mangkuk berisi sup hangat. Keduanya menikmati makanan yang tersaji di depan mereka. Tak henti-hentinya Yoong memberikan perhatian dan dukungannya untuk sang istri.

.

Sejak Nayeon masuk Rumah Sakit, Yoong meninggalkan pekerjaannya sementara waktu ini untuk lebih fokus pada keluarganya.

.

“Umma menghubungiku lagi pagi ini, Yoong”

.

“Aku akan terus memberikan penjelasan kepada mereka. Kau tenang saja, hmmm”

.

“Tapi ini salah. Kita bahkan melarang seorang kakek dan nenek untuk menjenguk cucunya”

.

Yoong memang melarang kedua orangtuanya untuk datang. Bahkan ia meminta orang-orangnya untuk mencegah kedatangan Tuan dan Nyonya Im. Ia hanya berusaha menghindarkan kemungkinan yang tidak seharusnya terjadi, ditambah lagi Seohyun berada disini dan sudah bertemu putrinya.

.

Satu-satunya hal yang ingin Yoong cegah adalah kedua orangtuanya agar tidak mengetahui kondisi yang terjadi saat ini. Tidak ada yang perlu disesali dari masa lalu. Yoong lebih memilih belajar di masa kini untuk lebih bisa bersikap dan melindungi keluarga kecilnya dari campur tangan orang lain bahkan kedua orangtuanya sekalipun.

.

Yoong menggenggam lembut tangan istrinya dengan tatapan teduh. “Tunggu semuanya kembali kondusif, aku akan mengizinkan Appa dan Umma berkunjung kesini. Ssaem bilang, Sooyeon sudah cukup tertekan dengan keadaan sekarang. Aku juga tidak ingin ia terbebani lebih dari ini”

.

Krystal mengangguk. Ia membalas genggaman tangan itu dan tersenyum kecil. Keduanya pun saling bertatapan dengan penuh pengertian. Dalam hatinya, Krystal kembali merasa tenang. Melihat Yoong mulai kembali seperti Yoong yang ia banggakan.

.

“Gomawo, Yoong”

.

Yoong menggeleng pelan lalu mengecup punggung tangan istrinya lembut. “Seharusnya aku yang berterima kasih. Kau tidak pernah lelah untuk memberitahukan sesuatu jika aku melakukan kesalahan”

.

“Apa sekarang kita impas?”, Krystal mulai tertawa kecil melihat reaksi Yoong.

.

“Ani.. Kau selalu menang satu poin dariku, Krys”

.

Kini Krystal mulai bisa sedikit tertawa melihat candaan suaminya. Hingga tanpa mereka sadari, Sooyeon yang sedari tadi melihat hal itu memilih berjalan mendekat bersama Taeyeon yang datang bersamanya.

.

“Oh, sayang. Kau sudah bangun”, Krystal yang melihat pertama, langsung berdiri dan menyambut kedatangan putrinya bersama Taeyeon. “Ayo, duduk disini. Mom akan pesankan makanan untuk kalian”

.

“Mom”

.

“Ya?”

.

Langkah Krystal terhenti saat hendak memesankan makanan. Ia menoleh dan mendapati putrinya sudah berdiri di dekatnya. “Aku ikut”, ucapan Sooyeon membuat Krystal mengangguk tersenyum lalu menggandeng tangan putrinya.

.

Keduanya pun berjalan menuju meja pemesanan dan meninggalkan Yoong dan Taeyeon yang berada disana.

.

“Apa tidurmu nyenyak, Taeng?”

.

Taeyeon hanya mengangguk menanggapi pertanyaan itu.

.

“Sudah menghubungi Daddy dan Mommy mu?”

.

Pertanyaan Yoong mendapatkan keheningan beberapa detik dari Taeyeon sebelum akhirnya namja itu menggeleng. Yoong mencoba memahaminya. Ia pun menepuk pelan kepala Taeyeon dan mengusapnya.

.

“Mind to share?”, tawar Yoong.

.

Meskipun sudah beberapa malam di Rumah Sakit bersama keluarga Im, Taeyeon belum sedikitpun mengatakan permasalahannya. Sebenarnya Yoong sudah tahu dari Sooyoung dan juga Tiffany, tapi ia juga ingin sedikit mendengar pemikiran Taeyeon. Namun sepertinya namja ini belum mau terbuka pada siapapun termasuk dirinya.

.

“Aku akan pulang siang ini, uncle. Mianhe, aku tidak bisa mengatakannya pada uncle”

.

“Good. Jika itu yang sudah kau pikirkan, Taeng. Uncle tidak mempermasalahkannya. Uncle hanya berharap kau tidak menyimpan bebanmu sendiri. Kau bisa memulai bercerita pada siapapun yang membuatmu merasa nyaman”

.

Yoong menatap namja itu intens dan kembali bersuara. “Terkadang Uncle juga tidak bisa memahami apa yang diinginkan Sooyeon maupun Nayeon. Tapi dengan mereka bercerita dengan Aunty Krys, Uncle jadi mengetahuinya. Begitulah yang terjadi pada orangtua, Taeng. Pasti memiliki sebuah kesalahan juga. Uncle yakin Daddy dan Mommymu tidak bermaksud untuk tidak mencari tahu apa yang terjadi. Mereka hanya tidak menyadarinya dan kejadian kemarin membuat mereka memahami situasi. Jika kau tidak bisa bercerita pada orang lain, cobalah lebih dulu untuk terbuka pada kedua orangtuamu, hmmm. Uncle tahu kau bisa melakukannya”

.

Taeyeon menundukkan kepalanya lalu mengangguk pelan. “Akan kucoba, uncle”

.

“Nah, begitu. Itu baru jagoannya Uncle. Setelah ini pun, kau tetap boleh datang kemari kapanpun jika ingin melihat Nayeon ataupun bertemu Sooyeon”

.
“Ne uncle”, Taeyeon menjawab sekali lagi. Namja itu kini sudah memberanikan diri menatap mata Yoong yang juga sedang melihat ke arah dirinya. Taeyeon pun akhirnya mulai tersenyum kecil. “Thank you, Uncle. Setidaknya ucapan Uncle bisa membuat bebanku sedikit terangkat”

.

“Syukurlah. Uncle senang mendengarnya”

.

Saat keduanya asyik bercerita, tak lama kemudian Sooyeon dan Krystal sudah kembali dari meja pemesanan. Mereka pun bergabung lagi dengan Yoong dan Taeyeon.

.

“Seperti ada cerita yang menarik”, ujar Krystal sembari memandang Taeyeon dengan tatapan menyelidik. Membuat namja itu tiba-tiba menjadi canggung.

.

“Pembicaraan antar pria, sayang”, Yoong menimpali dengan kekehannya karena melihat reaksi Taeyeon.

.

“Apa Daddy sekarang punya teman baru, huh?”, Sooyeon yang sedari tadi belum bersuara akhirnya ikut menimbrung.

.

“Wae? Apa kau cemburu?”

.

Uhuk…uhuk….

.

Suasana menjadi riuh manakala Taeyeon tiba-tiba terbatuk. Krystal yang berada di sebelahnya langsung memberikan minuman pada namja itu. Sooyeon yang berada di depannya, menatapnya dengan tatapan bingung sedangkan Yoong menahan tawanya saat kembali melihat reaksi Taeyeon.

.

.

.

.

***

.

.

“Uncle, Aunty, terima kasih makanannya”

.

Taeyeon membungkuk sopan pada kedua orang itu. Yoong memberikan tepukan pelan dipundaknya sedangkan Krystal memeluk sejenak tubuh Taeyeon.

.

“Hati-hati pulangnya, Taeng. Jangan mengebut. Hmmm”

.

“Ne Aunty”

.

Setelah menghabiskan waktunya bersama keluarga di Kafe, Taeyeon ikut kembali ke ruangan Nayeon sebelum akhirnya ia berpamitan untuk pulang ke rumah. Sooyeon yang berada disana pun menemaninya hingga ke parkiran.

.

“Jadi, kau sudah dibolehkan bawa mobil?”

.

Taeyeon menggaruk tengkuknya dengan canggung. “Hmmm sepertinya begitu”, balasnya seadanya. Sejujurnya ia malu jika karena situasi yang terjadi padanya.

.

“Taeng”

.

“Y—Ya?”

.

Tiba-tiba Sooyeong mengambil tangan kanan Taeyeon dan menggenggamnya dengan kedua tangannya. Hal itu tentu membuat Taeyeon terkejut tapi ia berusaha agar mimik mukanya terlihat biasa saja.

.

“Terima kasih. Untuk beberapa hari ini”

.

“Aku senang melihatnya. Kau mulai terbiasa”

.

“Ya. Meskipun perasaanku masih sedikit kacau”

.

“Nayeon sedang berjuang. Aku berharap dia segera kembali”

.

“Hmmm kuharap begitu”, Sooyeon mengangguk kecil. “Kau akan baik-baik saja?”

.

“Aku akan mencobanya. Lagian, aku sudah membuat permohonan”

.

Mendengar kalimat terakhir Taeyeon, membuat Sooyeon terkejut sebelum akhirnya ia terkekeh pelan. “Kau benar-benar membuat permohonan?”, tanyanya sedikit tak percaya.

.

Taeyeon tak menjawab. Tapi dari raut wajahnya yang seperti itu, Sooyeon sudah tahu jawabannya. Gadis itu tersenyum sekali lagi sebelum melepaskan tangan Taeyeon yang sedari tadi digenggamnnya.

.

“Apa kau mau ini?”, Taeyeon merogoh sakunya dan kembali memberikan sebuah lolipop pada gadis itu.

.

Tak lama setelahnya, kini Sooyeon mendesah pelan. “Kau benar-benar memiliki banyak cadangan”, ejeknya.

.

“Yeah, lebih baik daripada—”

.

“Gomawo”, Sooyeon segera mengambil permen itu sebelum Taeyeon melanjutkan kata-katanya karena ia mulai bosan dengan ceramah Taeyeon yang akan membahas soal kebiasannya merokok bersama Yuri.

.

“Hahaha”, Taeyeon tertawa puas lalu masuk ke dalam mobil. Sebelum ia meninggalkan parkiran, ia membuka kaca mobil dan melihat ke arah Sooyeon.

.

“Besok aku mulai masuk sekolah. Apa kau ingin pergi bersama?”

.

“Aish, seriously Kim? Kau akan membawa mobil?”

.

“Kau meragukan kemampuanku menyetir?”

.

“Ani. Baiklah, aku terima tawarannya. Yul besok juga akan pergi bersama kita. Bye”

.

“YA!”

.

Tanpa mendengarkan protesan Taeyeon, Sooyeon sudah berlari lebih dulu meninggalkan parkiran dan membuat Taeyeon mendengus kesal begitu ia tahu bahwa besok rencananya pergi hanya bersama Jessica akan gagal.

.

.

.

.

.

————————————–

.

“Kau yakin, Fany-ah?”

.

Tiffany mengangguk menanggapi pertanyaan suaminya. Ia baru saja membereskan semua berkas yang berhubungan dengan HEX dan meletakkannya di atas meja. Setelahnya ia menyandarkan punggungnya di sofa dan menatap Sooyoung yang duduk disebelahnya.

.

Keduanya baru saja membicarakan keputusan yang Tiffany ambil pagi tadi. Sooyoung yang duduk menyamping, menyangga kepalanya dengan satu tangan sedangkan satu tangannya yang bebas mengusap pipi Tiffany.

.

“Mungkin ini sudah saatnya aku berhenti bekerja dan lebih memperhatikan masa depan TaeTae. Bagaimana pendapatmu, Youngi?”

.

“Aku membebaskanmu memiliki pilihan. Jika itu yang kau inginkan, aku berharap kau tidak menyesal”

.

Mata Tiffany membentuk bulan sabit khas miliknya saat ia merasa puas dengan jawaban Sooyoung. Tangannya kini bergerak mengambil tangan Sooyoung yang berada di pipinya dan memainkan jemari Sooyoung sebelum menyatukan dengan miliknya.

.

“Itu artinya kau harus bekerja lebih keras lagi mulai dari sekarang. Aku masih ingin berbelanja dengan tenang”

.

Sooyoung tergelak. Ia tertawa sebelum menanggapi perkataan istrinya. “Okay sayang. Aku akan mendengarkan nasehatmu, hmmm”

.

“Good. We are fine”

.

Selang berapa detik, keduanya saling menoleh saat mendengar suara mobil yang terdengar jelas dari dalam ruang tengah. Tak menunggu waktu lama, Tiffany segera berdiri dan melihat ke luar. Senyumnya mengembang begitu mendapati sosok putra semata wayangnya turun dari mobil disambut salah satu maid dari depan teras.

.

“Youngi, TaeTae pulang”, ujarnya bersuara cukup keras agar Sooyoung segera beranjak dari duduknya.

.

Setelah Sooyoung menyusul, ia pun menyambut kedatangan putranya dengan senyum bahagia.

.

“Hey buddy”

.

“Hey Dad, Hey Mom”, sapa Taeyeon saat Tiffany sudah mendekapnya dan Sooyoung yang baru menyapanya.

.

“Masuklah sayang”

.

Tiffany pun membawa putranya masuk ke dalam rumah bersama Sooyoung. Suasana  mereka masih terasa kaku meskipun Taeyeon sudah mau berbicara dengan keduanya.

.

“Apa kau sudah makan, Tae?”, Taeyeon mengangguk pelan.

.

Karena merasa bahwa putranya lelah, Tiffany pun menawarkan agar Taeyeon membersihkan diri terlebih dahulu. Dengan cekatan, ia menyiapkan air hangat seorang diri tanpa memanggil maid.

.

Sooyoung yang berada di luar kamar mandi bersama Taeyeon, memilih keluar. Ia mengacak pelan rambut putranya sebelum meninggalkan kamar Taeyeon. Melihat apa yang dilakukan Mommy dan Daddynya, membuat Taeyeon menghembuskan nafas panjang.

.

Sejak ia memutuskan kembali ke rumah beberapa saat lalu, disitulah ia sudah menyadari bahwa nantinya akan ada suatu perubahan yang ia alami. Perubahan yang sebenarnya diharapkannya, tapi entah kenapa di sisi lain ia merasa sedih dengan perubahan itu.

.

“Selesai”

.

Taeyeon bisa mendengar suara Mommynya dari dalam kamar mandi miliknya. Tak berapa lama, Tiffany pun keluar dan kembali tersenyum pada putranya. “Mandilah dulu, setelah ini beristirahatlah”

.

Taeyeon hanya mengangguk sesaat sebelum Tiffany melangkah keluar meninggalkan kamar tersebut.

.

“Mom”

.

Suara Taeyeon menghentikan langkahnya. Tiffany memilih berbalik untuk menoleh ke arah putranya.

.

“This is not your fault, not Daddy’s fault. I’m just selfish. I dont like everything will changes. Not if you are being different person. I never hate you and Daddy”

.

Tiffany menggigit bibir bawahnya setelah mendengar ucapan Taeyeon. Sebisa mungkin ia tetap menunjukkan senyumnya dan membalas pernyataan itu. “I love you too, my baby boy”, ujarnya sambil menyebutkan panggilan sayangnya untuk Taeyeon dulu.

.

“Aku harap Daddy tidak memakan ice creamku dan juga cokelat favoritku”

.

Selesai berkata itu, Taeyeon masuk ke dalam kamar mandi. Meninggalkan Tiffany yang masih berada di dekat ambang pintu kamarnya. Saat keluar, ia mendapati Sooyoung yang bersandar di pembatas tepat di depan kamar Taeyeon.

.

Detik selanjutnya, Tiffany langsung mendekat dan memeluk suaminya dengan bahagia sembari mengusap sedikit airmatanya yang sudah keluar. Mengerti maksud Tiffany, Sooyoung pun ikut merasa senang dan membalas pelukan itu dengan mendekap erat wanita yang dicintainya ini.

.

Terkadang keegoisan manusia akan menutupi sesuatu yang seharusnya bisa mereka lihat dengan jelas. Hanya karena keegoisan berhasil mengarahkan pikiran yang seharusnya tepat menjadi berbanding terbalik.

.

Ini bukan soal siapa yang benar atau siapa yang salah. Ini soal bagaimana cara berpikir manusia sesuai dengan cara mereka melihat sesuatu. Sebagian dari mereka akan menyadarinya ketika saling merasa kehilangan, atau salah satu dari mereka mampu mengalahkan keegoisan yang ada.

.

.

.

.

.

TBC

—————————————

HAI HAI

Lama updatenya? Gak usah protes. Hahahaha

Reader itu cukup membaca apa yang disajikan tanpa harus tahu bagaimana seorang author menyelesaikan partnya satu per satu. Benar bukan?

Sebagai informasi, LMTS bakal double update. Tapi gak sekaligus. Tunggu aja 1×24 jam. Kkkkkkk

Yang pengen baper, entar deh gue tahan dulu XD

So, enjoy~~~

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

84 thoughts on “LOVE ME THE SAME (9)

  1. sepertinya sooyeon mulai memikirkan ibu kandungnya setelah bertemu luna,
    hubungan taeyeon sama sooyeon juga udah mulai lebih deket ya, mulai ga jutek sooyeonnya. berakhir taengsic gapapa deh haha

    Like

  2. Woootttt double update yeheeeyyyyy ditungguin pokokny sampai malem hehe.. Thanks updateny dek, Taeng~ah kalo ga punya temen cerita sini cerita aja sama noona skaliam noona mau pinjem gantungan kunciny itu loh boleh kan haha, qw suka sooyeon kyknya udah bisa sedikit nerima kenyataan that luna girl kyknya kasih pelajaran banyak buat sooyeon eh si luna punya oppa jangan2 yul oppa hehe huhu thank you loh udah bkin keluarga Im sedikit demi sedikit hangat kyk dlu gtu dong jangan bkin kita baper mulu hehe dan Nayeon yaelah betah amat nih bocah tidur dah kapan bangunny lu Nayeon…. ditungguin update susulanny dek bhe lu janjiin yg baper kan ya alamat bakal bkin nangis ga nih dek?? Haha

    Like

    • Tunggu aja 1×24 jam. Wwkwkwkkwk.
      Jiah, Noona. Ketahuan bgt umurnya. Hahahahahah. Sama gue aja Taeng. Kita sama2 anak muda. ㅋㅋㅋㅋㅋ
      Nayeon lagi bobok cantik kak. XD
      Nangis? Rahasiaa kkkk

      Like

      • Yg udah noona biasany lebih bisa ngerti taeng haha ga setua itu dedek qw baru jdi seorang noona loh blum jadi ahjuma ikh qw kan noona kece taeng jngan dengerin jeje udah sama qw aja okey 😀

        Like

  3. Keegoisan udh mulai luntur nih sprtiny.
    Dsni sooyeon udh mulai menata hatiny utk bersh trm keadaan yg trjd.thanks to tae-tae yg sll bsmny^^
    Ap yg dilkukn Fany kptsn yg bnr n udh saatny brkn yg terbaik utk Tae^^
    Kshan lht Seo yg msh terbebani,mgkin nntiny jika sooyeon mw ktm pst hatiny akn bhgia.
    Smg Nayeon bs sgr smbh n bisa mulai hdp yg lbh baik wlupn msh akn ad hal yg mngkin akn mrk hdpi.
    Keegoisan akn hlg krn adny ksh syg.

    Like

  4. huaaaaaaa rekeasi ditegah utsssssss gue senengg mana double update lagi
    hhhaaah semua sudah mulai menyelesaikan masalahnya masing masing, seneng sooyeon udah bisa bicara sama orang tuanya lagi, gara-gara luna nih thanks for lunaa, yoong udah mulai bisa ngambil sikap untuk orang tuanya, tpi ku masih sedih seohyun belum kelar masalahnya sama sooyeon belum lagi nayeon belum sadar gue masih takut kalau ortu yoong bakal turun tangan lagi 😦
    btw gue ga masalah lu mau lama update atau cepet yang penting selesai wkwkwkwkwk
    lagi pula nulis ff kan ga mudah dan lagi pekerjaan lo ga cuma nulis kaaaan jadi ga masalah lah 😀
    btw gue seneng parah updatenya sekarangggg bener bener obat ngilangin stress ini wkwkwk

    Like

  5. chapter pembelajaran.
    chapter ini penuh nasehat, aku suka.
    luna gadis kecil, tapi kata2 menyentil.
    daddy, syoo…. siap2 aja credit card akan sering panas karena di gesek di mesin terus. wkwkw.. ..😄😄
    semoga sooyeon bisa memaafkan umma nya setelah mendengar perkataan luna.
    taeng, jgn kesal, masih banyak waktu untuk berduaan ama sooyeon. hehehe….

    Like

    • Gue lagi baik nih. Gak baper hahahaha.
      Salah dan benarnya manusia, ukurannya gak mutlak. Maka dari itu, jangan sampe keegoisan memakan semua pandangan kita berubah jadi negatif. Segala sesuatu terjadi itu pasti ada alasan dan cara untuk mengatasinya.
      Hahahaha bukan panas lagi kartunya, sampe hangus saking sering digesek. XD

      Like

  6. Kyk nya sooyeon udah mulai mikirin seo, semoga ja ntar sooyeon mau Nerima seo n jadi model rancangan seo hehe
    Jd bingung gw mau komen apaan je wkwk
    Klu mrnt gw sih Fany g usah smpe berhenti kerja jg, plg g luangin waktu buat perhatiin tae. Bener kata tae dia ga mau semua nya lgsg berubah. Karena perubahan yg tiba2 malah bikin kita canggung jadinya hehe

    Like

    • Nah itu dia. Problem belum kelar. Hahaha ya tinggal gimana nantinya keluarga Choi saling terbuka termasuk taeyeon membuka diri sama ortunya.
      Gak semua org bisa menerima perubahan dengan cepat.

      Like

  7. Nayeon belum sadar2 iya bener sikap yoong ga bolehin ny sm tuan im datang ke rumah sakit nanti pasti mereka menyalahkan soyeon kasian dia udh tertekan. Soyeon jg udh mulai bs nerima ibunya, smg tayeon jg cepet sembuh dari traumanya karn ortunya udh mulai perhatian sm dia

    Like

  8. Berharap hatinya sooyeon bisa luluh dg ibu kandungnya krn udh dpt wejangan dr anak kecil,perlahan2 semua badai udh bisa dilewati.mak nyes bgt je dengar taeng ngomong gt ke mommy nya.hampir aja aku ikutan nangis je.wah hr ini si yul ga nongol ya,yul where are you?????

    Like

  9. Ok2 , di chap ini lagi ayem tentrem ya thor. Hehehe… sip Yoong, tu tg gua mau. Sikap yg bijak dan tegas.. huhuuuuu, nayeon cepet sembuh ya. Biar Soyeon nya kagak sedih sama mommy nya. Kasihan atuuhh

    Like

  10. terharu sama ucapan taeng ke fanny😢😢😢
    dan salut dia bisa menyampingan ego dia buat nyelesin masalahnya…aq padamulah ateng😂😂😂😂

    semoga ada sedikit harapan tentang hubungan sooyeon dg seo..siapa tau setelah pertemuannya dg luna sedikit membuat lunak hati sooyeon.tp seru jg sih klo sooyeon ikut seo sampe dewasa gk pulang2 ke seou gitu..kkkkkk
    etapi kasian jg ntr taeng sm yul gk ada bahan rebutan cewek lagi…

    berharap nayeon cepet sadara dan bisa kumpul lagi sama keluarganya terutama dg sooyeon

    ditunggu kelanjutany
    semangat…kkkkkkl

    Like

    • Please. Jangan goda2 taeng gue wkwkwkkwkw.
      Ya, sedikit harapan atau malah gak sama sekali? Hmmmm
      Hayooo sooyeon bakal gimana ya bikin pilihannya?
      Lol 😂 mereka tuh gak rebutan cewek secara fisik. Tapi dalam hati. Jadi kalopun mereka cuma berdua, masih bisa berantem lewat telepati .

      Like

  11. Alhamdulillah semua nya udh mulai jelas.. Dan mulai baik baik saja.. Tinggal nunggu drama bwrikut nya.. Kira kira apa ya??? Emhh… Soeyeon vs hyuni mybe?.. Or org tua yoong vs hyuni vs sooyeon??? Seperti nya semacam itu.. Iyah gak kak??

    Like

  12. dududu luna umur berapa siih kata2 nya bijak udh kyak org dewasa ☺ trs kapan nayeon bangun kasian mommy krys 😣 ciie taengsic udh mulai dekat 😁

    Like

  13. Doble update yeaay.
    Ssuasana kkluargaan sdah mulai hangat lgi, sooyeon sdah nggak jutek lgi sm taeng nayeon tdurnya lma amt nggak ksihan sm sooyeon nii. Smoga sooyeon bsa nrima seo dan yulsic aja hehe

    Like

  14. Taeyeon yang sabar ya. Tenang masih ada lain waktu kok untuk kamu sama Jessica hanya berduaan berangkat kesekolah tanpa adanya Yuri😂😂

    Like

  15. Bagus banget , sooyeon sdh deket banget sama taeng . sebenernya yulsic shipper tpi , dsini taengsic boleh jga . heheheh . moga nayeon cepet sadar dwhh , jadi semua bisa bahagia …

    Like

  16. Romamromanny taengsic nih? Hahaha
    Tapi disini yoong the best daddy banget sih dari pada sooyoung huhu jatuh hati ~ dan sooyoung lbh berpran menjadi suami yg mengerti tiffany wkwkwk suami takut istri kali ya wkwk
    Krystal kebayang terus tiap baca part doi huhu

    Like

  17. Ak gx sabar menunggu sooyoen menerima seo bnr2 sebagai ibunya. Entahlah karna bagaimanapun seorang ibu, dy akan ttp menjdai tempat paling nyaman untuk seorang anak mencurahkan semuanya.
    Dan di part ini terlihat sooyoen sedikit memikirkan seo… oooh ak bnr2 akan menunggu moment dmna sooyoen dtng menemui seo lalu mereka pelukan dan menangis, lalu hbs itu tbc hahhh #terhura
    Semangat thor nulisnya…

    Like

    • Endingnya akan terjawab di part terakhir. Kkkkkkk
      Komen yg terakhir malah bikin gue ngakak. Serius. Lucu aja ngebayangin sooyeon nangis2 di depan seohyun. Kayaknya gue gak sedrama itu deh. XD

      Like

  18. Ap nanti sooyeon bkal nrima seo sbgai ibunya,

    Akhir nya taetae pulang juga kerumah mommy nya seneng bnget, kalo ngliat mreka ber2 brasa kek bukan anak sama mommy nya,,, hehehe

    Thor plis kasih dikit moment yoongkrys nya

    Like

  19. Tae udah mulai deket sama sooyeon, udh mulai akur sama ortunya… seneng deh….
    Makin suka sama ni ff…. lanjut terus sampe tuntas, dan jgn lama2 diupdate…

    Like

  20. Perkataan Luna mulai bikin hatinya sooyeon luluh buat bisa mulai menerima soehyun, ya walaupun masih belum sepenuhnya karna rasa kecewa pasti ada.
    Taeng juga sudah mulai mau membuka diri ke soofany ortunya setelah dapat nasehat dari yoong ☺

    Like

  21. Sooyeon Itu walau dingin dan jutek sebenarnya perhatian ngelijat dia mulai rindu dengan joohyun membuatku patah hati dan galau sama sica. Huwaa

    Like

  22. Sepertinya angin segar mulai berhembus, taeng udh mau pulang dan ngomong walaupun cuma dengan kata2 singkat yg sederhana tp makna nya hampir mencakup semua. Sooyeon jg kayanya udh mulai memikirkan tindakannya yg dia lakuin ke seohyun. Setidaknya udh mulai muncul titik terang antara 2 keluarga ini😌

    Like

  23. semoga nayeon segera sadar dari komanya, dan persoalan soyeon cepat selesai agar keluarga im bisa berkumpul kembali dan bahagia seperti dulu

    Like

  24. Hmmm…sedikit ad perubahan dr sooyeon pas ketemu luna …setidaknya dia masih punya ortu yg lengkap enggak kyk luna
    (Luna ttp menganggap ortu nya hidup di hatinya)
    sooyeon juga udah mencair sikapnya ama tae 😁udah nggak jutek lagi…tp knp masih suka bawa2 si item ya ..sengaja mungkin buat manas2in tae 😂😋
    Enak ya jd tae udah nggak plng berhari hari ..pas plng enggak dimarahin cb gue mngkn 7hr 7mlm dapat materi kuliah he..he..
    Tp suka di sini sikap para ortu lbh mengedepankan komunikasi ketimbang emosi 😉😊

    Like

  25. Stlh g bs mecahin pw gw malah ketinggaln ini sebulan. Gila. Wkwkwkw. Reader g blh protes y thor.skrg gw ngrti tadi baca yg 10 dulu. Makin kesni makin sweet liay soofany. Gw makin biasa sm couple+kid anti mainstream lu thor. Choi famili ini gmn sbnrnya ank yg kdg jaim bgt sm org tua dan org tua yg sulit mngrti gmn ank. Tp gw bgung knp prubahan yg dy mau malah ngbuat tae sedih?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s