LOVE ME THE SAME (1)

2016101121581859144

Tittle                : LOVE ME THE SAME

Cast                 : Im Yoona

Krystal Jung

Tiffany Hwang

Choi Sooyoung

Jessica Jung

Kwon Yuri

Im Nayeon

Kim Taeyeon

Genre              : Gender Bender, Family, Drama, BitterSweet, Romance

Mini-Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————-

.

.

Part 1

.

.

Los Angeles, 2002

.

.

“Maaf tuan. Lagi-lagi hasilnya negatif”

.

.

Pria itu menghembuskan nafasnya pelan melihat sang istri berdiri di tepian balkon memandang ke arah pantai yang tak jauh dari rumah mereka. Ia yakin, tatapan wanita itu kosong. Yang dilakukannya hanyalah melamun. Hal yang sering dilakukan istrinya belakangan ini.

.

Dengan langkah tenangnya ia menghampiri sang istri dan memberikannya pelukan hangat dari belakang lalu menyandarkan dagunya di pundak istrinya.

.

“Hey”, sapanya lembut.

.

Wanita itu menoleh ke samping kanannya dan sedikit menoleh ke belakang untuk melihat pria yang memeluknya. “Hmmm”, balasnya lalu kembali melihat ke arah depan.

.

“Memikirkan sesuatu?”, tanyanya lagi dengan nada yang sama. Lembut.

.

Belum ada jawaban dari sang istri. Tapi wanita itu menggenggam tangan yang berada di perutnya. Helaan nafas dapat didengar oleh pria itu.

.

“Maafkan aku”, lirihnya.

.

Pria itu paham betul apa maksudnya. Ia mencium pundak istrinya beberapa kali. “Jangan terlalu dipikirkan, hmmm. Tuhan belum mempercayakannya pada kita”, ia mencoba menghibur sang istri yang terlihat sedih.

.

Pernikahan mereka selama dua tahun berjalan manis dan romantis. Sayangnya pelengkap hubungan itu belum juga hadir ke dunia ini. Berkali-kali memeriksakan diri ke dokter, hasil yang didapat masih saja negatif.

.

Tak ada yang salah dari keduanya. Mereka sama-sama sehat tapi memang Tuhan belum memberikannya. Sang suami sebisa mungkin menenangkan hati istrinya agar tidak terlalu stress memikirkan hal ini. Ia pun tak lupa meyakinkan sang istri bahwa akan ada waktu yang tepat untuk mereka.

.

“Masuklah ke dalam. Angin sore semakin dingin”

.

“Aku ingin melihat sunset”

.

Ia mengangguk mengiyakan permintaan sang istri. Pria itu masuk kembali ke dalam kamar utama mereka dan mengambil selimut hangat untuk istrinya. Mereka akhirnya melihat sunset bersama dan menikmati indahnya pemandangan pantai senja itu.

.

.

.

.

.

—————————–

.

Seoul, 2016

.

Sebuah gedung perusahaan berdiri megah di tengah kota Seoul. Salah satu gedung pencakar langit yang mempekerjaan lebih dari lima ribu karyawan. Tampak kesibukan mulai terlihat di gedung tersebut.

.

Tak berapa lama, beberapa pria berjas hitam terlihat di lobby gedung dan sebuah Maseratti hitam tiba beberapa detik setelahnya. Muncul seorang pria bertubuh tinggi yang usianya sudah memasuki kepala tiga. Pria itu tersenyum pada orang-orangnya sebelum melangkah masuk ke dalam gedung.

.

.

.

.

“Yoong”

.

Seseorang menyambutnya dari dalam ruangan dengan tersenyum lebar. Sosok itu memasukkan kedua tangannya di masing-masing saku celananya dengan tetap duduk santai di sofa yang tak jauh dari meja kerja.

.

“Hyung!”, Yoong terkejut dengan sosok itu..

.

Pria yang dipanggil Hyung itu tertawa lalu menepuk sisi kosong yang ada si sofa. Yoong pun menghampirinya dan keduanya berbagi pelukan singkat.

.

“Kau kembali ke Seoul tanpa mengabariku”, protes Yoong. “Aku bisa menjemputmu Hyung”

.

“Its okay Yoong. Kami mendadak pulang. Tiffany diminta menjadi salah satu konsultan di sebuah agensi model Korea. Jadi kami sekeluarga akan tinggal di Seoul selama satu tahun”

.

“Benarkah? Krys, Sooyeon, dan Nayeon pasti senang mendengarnya. Tapi kurasa mereka belum ada di rumah pada jam sekarang”, Yoong menatap jam tangannya yang masih menunjukkan pukul 9 pagi”

.

“Yeah, dan jagoanmu kelelahan karena selama berada di pesawat ia hanya bermain dan Tiffany ikut kelelahan mengurusnya”

.

Yoong terkekeh membayangkannya. “Aku tidak sabar bertemu dengannya dan Noona”

.

“Mampirlah ke rumah malam ini. Kita akan makan malam bersama. Sudah lama kita tidak berkumpul”

.

“Hahahah sepertinya begitu. Akhirnya rumah yang berada di sebelah kami tidak kosong untuk setahun, huh?”

.

Pria itu tertawa menanggapi ucapan Yoong. “Can’t help. Tiffany lebih menyukai Amerika”, ucapnya diakhir kalimat disertai sebuah cengiran.

.

“Kau sudah sarapan Hyung?”

.

Yoong menggelengkan kepala detik selanjutnya. Tatapan pria itu sudah memberi jawaban pasti. “Sepertinya aku salah bertanya pada shiksin sepertimu”, jelas Yoong yang langsung berdiri dari sofa.

.

“Kau sangat mengertiku, Im Yoong”

.

Keduanya tertawa bersamaan dan berjalan bersama keluar dari ruangan Yoong.

.

.

.

“Tempat ini tak berubah”, tatapan pria itu memandang ke seluruh ruangan yang ada di cafe ini. Meskipun tampilan mereka elite, tapi cafe yang mereka datangi sangat sederhana.

.

“Makanannya pun tidak Hyung. Aku yakin, kau pasti merindukannya”, Yoong tersenyum.

.

“Hmm, kau benar. sudah lama sekali aku tidak kemari. Makanan Amerika sangat berbeda”

.

Yoong tertawa lagi. “Nikmati sepuasnya Hyung”

.

Keduanya segera memesan makanan yang mereka inginkan sembari mengobrol banyak hal setelah tak lama bertemu. Keduanya merupakan sahabat sejak SMA. Namun setelah lulus, Choi Sooyoung melanjutkan kuliah di Amerika. Disana pula ia bertemu dengan Tiffany dan menikah. Sedangkan Yoong, kuliah di Seoul dan meneruskan perusahaan Ayahnya. Kedua pria itu sama-sama sudah memiliki anak dari pernikahan mereka.

.

.

.

.

.

***

.

.

Drtttt….

.

“Halo?”

.

“Mrs. Choi?”

.

“Ya saya sendiri. Dengan siapa ini?”

.

“Ah, maaf sebelumnya. Perkenalkan saya Shin Hyejeong. Asisten yang akan mendampingi anda selama menjadi konsultan di HEX agensi”, ujar orang tersebut dari seberang sambungan telpon.

.

“Senang kau menghubungiku, Hyejeong. Presdir sudah mengatakannya beberapa waktu lalu”, Tiffany tersenyum meski lawan bicaranya tak melihatnya.

.

“Terima kasih, Mrs…..”

.

“Panggil saja Unnie. Aku belum terlalu tua”, kekehnya. “Meskipun aku berasal dari Amerika, tapi suamiku asli Korea. Jadi aku cukup mengerti budaya Korea”

.

“B—Baik…Unnie. Nggh aku minta maaf karena mendadak harus menghubungimu sekarang mengingat Unnie baru saja tiba di Seoul pagi ini. Tapi ada meeting dadakan dan Unnie harus ada disini”

.

Tiffany melihat ke arah jam dinding di dalam kamar utamanya. Lalu perhatiannya fokus pada sambungan telpon. “Jam berapa meeting dimulai?”

.

Terdengar helaan nafas lega dari Hyejeong dan itu membuat Tiffany tersenyum. Mungkin gadis diseberang telpon itu benar-benar merasa tak enak menghubunginya untuk memberitahu tentang meeting ini.

.

“Masih satu jam lagi, Unnie”

.

“Baiklah. Aku akan ke agensi. Sampe bertemu nanti, Hyejeong-ah”, ucapnya ramah sebelum menutup telpon.

.

.

.

.

.

.

Sebuah gundukan selimut terlihat bergerak-gerak di atas tempat tidur. Sepertinya sosok yang berada di balik selimut itu mulai terusik tidurnya. Tak menunggu lama, pintu kamar terbuka dan muncullah Tiffany yang sudah terlihat rapi. Ia tersenyum begitu melihat apa yang terjadi di atas tempat tidur.

.

“Hei jagoan”, sapanya kepada putranya itu.

.

“Hmmmm, why mom?”

.

Sosok itu balas menyapa tapi masih berada di balik selimut dan itu membuat Tiffany menggeleng heran.

.

“I’m going to office”

.

Ucapan Tiffany membuat putranya menyingkirkan selimut dari tubuhnya dan menatap ke arah Tiffany sambil mengerucutkan bibirnya. “You should take a rest, Mom. We just arrived this morning. Are they crazy calling you out for working?”

.

Tiffany terkekeh. Ia membingkai wajah putranya yang masih terlihat mengantuk lalu mengecup bibir putranya agar tak mengerucutkan bibirnya lagi.

.

“Listen, TaeTae. Mom harus menghadiri meeting dadakan. Mungkin ada hal penting yang akan dibicarakan. Katakan pada buttler Song jika kau membutuhkan sesuatu, hmmm. Mom akan secepatnya pulang setelah meeting. Atau kau mau berjalan-jalan sekitar sini? Mencari teman baru?”

.

“I hate you, Mom”, rajuknya.

.

“I know, I love you more”, Tiffany tersenyum sekali lagi sebelum mengecup kening putranya itu dan berpamitan. Meninggalkan putranya yang kembali masuk ke dalam selimut.

.

.

.

.

———————————

.

“Siang tuan muda”, seorang maid menyapanya ketika ia menginjakkan anak tangga terakhir.

.

Tampilannya tampak segar setelah ia bangun dari tidurnya dan membersihkan diri. Taeyeon yang melihat sang maid pun mengangguk dan tersenyum sejenak. “Aku ingin pergi membeli es krim. Apa kau tahu dimana mini market terdekat?”

.

Saat Taeyeon menanyakan itu, muncul seorang pria paruh baya yang dia tahu sebagai buttler kepercayaan orangtuanya selama mereka berada di Seoul. “Saya akan meminta maid membelikannya untuk anda, tuan muda”

.

Taeyeon mengernyitkan hidungnya tanda tak suka.

.

“Kau pikir aku anak kecil, huh? Aku bisa sendiri. Katakan saja dimana mini marketnya”

.

“Tapi tuan muda, anda baru saja tiba. Bagaimana kalo anda tidak tahu jalan pulang?”

.

Taeyeon memutar bola matanya kesal. Apa mereka tidak tahu umurnya? For god sake! Dia sudah berumur 16 tahun. Seolah-olah mereka menganggapnya masih anak-anak.

.

“Aku bisa pergi dan pulang sendiri. Jangan mencoba menasehatiku apalagi memberitahu Mom soal ini” ancamnya.

.

Taeyeon segera pergi tanpa menunggu jawaban dari sang buttler ataupun maid. Dengan santainya ia melewati perumahan sekitar. Tatapannya sesekali mengarah ke jalan dan sesekali melihat ke arah ponselnya.

.

“Teknologi berkembang pesat. Apa gunanya memiliki ponsel canggih tapi tidak tahu arah?”, gumamnya kesal saat masih mengingat perlakuan buttler Song dan maid barunya beberapa menit lalu.

.

Hampir 20 menit, akhirnya Tayeon tersenyum bangga saat menemukan sebuah mini market yang tak jauh dari wilayah perumahannya. Taeyeon pun segera masuk dan mencari es krim yang menjadi favoritnya.

.

Karena tak ingin cepat pulang ke rumah, Taeyeon memilih duduk di salah satu kursi yang ada di depan mini market. Beberapa orang pun duduk disana dan menikmati makanan atau sekedar minuman yang mereka beli dari mini market tersebut.

.

.

.

.

“YA! Berhenti!”

.

Sebuah teriakan membuat Taeyeon menoleh ke arah jalan. Disana ia melihat seorang gadis berambut cokelat keemasan sedang mengejar seorang namja berkulit tanned.

.

Awww…awwww…..hentikan….awww

.

Gadis itu memukuli namja tanned itu di bagian lengannya beberapa kali hingga mengaduh kesakitan. Sang namja tampak menyengir dan meminta maaf sebelum akhirnya melarikan diri lagi dan gadis itu mengejarnya.

.

Taeyeon berdecak melihat kejadian itu. “Geez. So childish”, gumamnya.

.

Selesai menikati es krim favoritnya, Taeyeon kembali berjalan menuju rumah. Tapi karena merasa cukup jauh, ia akhirnya berhenti dan menyetop sebuah taksi untuk membawanya pulang ke rumah.

.

.

.

.

.

***

.

.

“Mooommm!!”

.

Seseorang berteriak ceria ketika memasuki pintu rumah. Beberapa maid menyambutnya dengan senyuman. Sosok itu segera menuju ke dapur, karena ia yakin bahwa sang Mommy tercinta sudah kembali dari kantornya dan sedang menyiapkan makan siang.

.

Senyumnya mengembang ketika ia melihat Mommynya sibuk di dapur bersama seorang maid yang membantunya.

.

“Hai Mom”

.

Ia memeluk sang Mommy dari belakang dan memberikan ciuman di pipi wanita itu.

.

“Aigoo~~ Kau bersemangat sekali, huh?”

.
“Tentu saja. Karena aku tidak sabar menikmati makanan terlezat buatan Mom”

.

Wanita itu membalikkan tubuhnya lalu mencubit kecil hidung putrinya dan tersenyum. “Kau selalu berlebihan, Nayeon-ah”

.

Gadis itu menyengir lalu memeluk Mommynya. “Miss you, Mom”, hal yang selalu diucapkannya setiap pulang sekolah.

.

“Miss you to, my baby squirtle”, Gadis itu tersenyum lagi. Panggilan kesayangan sang Mommy karena ia seperti kura-kura yang menggemaskan.

.

.

.

“Hai mom”

.

Suara lain membuat keduanya menoleh. Wanita itu kembali tersenyum melihat putrinya yang lain baru saja memasuki dapur dan langsung mengambil sebotol air mineral. Berbeda dengan putri sebelumnya, putrinya yang ini terlihat dingin dan tampak cuek.

.

“Kenapa bajumu kotor, sayang?”, ujar wanita itu ketika melihat ada noda minuman bersoda di baju putrinya.

.

“Yul Oppa yang melakukannya. Mereka singgah ke penjual minuman di pinggir jalan, Mom”, adu sang adik. Im Nayeon.

.

“Anak kecil, kau terlalu berisik”, balas sang kakak lalu keluar dari dapur dan menuju kamarnya.

.

“Mom~~ Unnie memarahiku lagi”

.

Wanita itu mencubit sekali lagi hidung putrinya. “Pergilah ke kamar dan ganti bajumu. Setelah itu kita makan siang bersama”

.

Nayeon menurut. Ia keluar dari dapur dan menuju kamarnya. Wanita itu tak bisa menyembunyikan senyumnya melihat kelakuan kedua putrinya yang berbeda sifat.

.

“Mereka sudah beranjak remaja. Bukan begitu, bibi?”, ujarnya lalu menoleh ke maid yang membantunya menyiapkan makanan.

.

“Nona Nayeon dan Nona Sooyeon tumbuh dengan sangat baik. Anda pasti bahagia”

.

“Hmmm. Aku sangat bahagia, bibi. Tidak terasa waktu berjalan cepat”, Krystal tersenyum lagi.

.

.

.

.

.

.

.

Di dalam kamar beraksen white and gold…

.

Ia melepas pakaiannya begitu saja dan seorang maid sudah menunggunya.

.

“Katakan pada ahjussi, aku ingin pergi ke Apgujeong”, ujarnya pada sang maid lalu mengambil ponselnya dan tampak mengetikkan sesuatu disana.

.

“Tapi nona, apa anda tidak makan siang bersama? Tuan besar akan pulang”

.

“Aku sudah ada janji. Aku akan memberitahu Mom. Keluarlah, aku mau mandi dan bersiap”

.

Tak membutuhkan waktu lama, gadis itu keluar dari kamar mandi dan langsung menuju lemari pakaiannya. Ia hanya menggunakan kaos putih dan skinny jeans berwarna biru. Mengambil ponselnya lalu tak lupa membawa salah satu kacamata koleksinya.

.

.

“Unnie, kau mau kemana? Appa akan segera pulang”, Nayeon yang baru saja keluar dari kamar tak sengaja bertemu kakaknya yang akan menuruni anak tangga.

.

“Bertemu teman”, balasnya singkat.

.

Nayeon yang sangat ceria segera mengaitkan tangannya di lengan sang kakak. Tapi wajahnya kemudian berubah sedih. “Unni tidak mau makan siang dulu?”

.

Gadis itu hanya menggeleng.

.

Sesampai di ruang tengah, keduanya menyapa Krystal yang duduk di sofa.

.

“Kau mau kemana, Sooyeon?”, tanyanya begitu melihat pakaian yang dikenakan putrinya.

.

“Bertemu teman Mom. Ada tugas kelompok yang harus diselesaikan”

.

“Apa tidak makan dulu?”

.

“Iya Unnie”, Nayeon melihatnya dengan tatapan memohon. “Aku akan menghubungi Appa supaya cepat tiba di rumah. Setelah itu Unnie bisa pergi mengerjakan tugas”

.

Sooyeon menggeleng. “Deadlinenya besok, Mom. Ada beberapa yang harus kami selesaikan. Aku akan makan siang bersama mereka”, ia memandang sang Mommy dengan tatapan menyesalnya.

.

Krystal menarik lengan putrinya dan memberikan pelukan. “Jangan pulang terlalu malam, hmmm”

.

“Ya Mom. Aku mengerti”

.

Sooyeon membalas pelukan itu lalu melepasnya. Ia menatap sang adik sembari mengacak rambutnya. “Unnie janji akan pulang sebelum makan malam, okay?”

.

“Kalo begitu jangan lupa membawakanku sebuah hadiah”, Nayeon menyengir.

.

Sooyeon terkekeh. “Tahun depan kau masuk SMA. Bersikaplah dewasa”

.

“Unnie~~~”

.

Sooyeon segera mengecup pipi Krystal dan melarikan diri dari amukan adiknya. “Bye mom, bye ugly squirtle”, kekehan terdengar darinya setelah mencapai pintu depan.

.

“YA UNNIE. Kau menyebalkan”, Nayeon mengerucutkan bibirnya saat ejekan kakaknya terdengar di telinganya. “Mom~~”, ia lalu menoleh ke Krystal dan mengadu.

.

“Ah cute”, Krystal mencubit kedua pipinya.

.

Baru beberapa menit Sooyeon pergi, muncul Yoong yang datang dengan wajah bingungnya.

.

“Apa itu Sooyeon?”, tanyanya sembari mendekat ke arah Krystal dan Nayeon.

.

“Appa” Nayeon memeluk Appanya.

.

“Dia ada tugas kelompok, jadi tidak bisa ikut makan siang bersama”, Krystal menjawab pertanyaan Yoong sambil mengambil tas kerja yang dipegang sang suami. “Sayang, duluanlah ke ruang makan, hmm. Mom akan membantu Appa sebentar”

.

Setelah memeluk Appanya, Nayeon pun mengangguk mengerti dan menuju ruang makan. Sedangkan Krystal dan Yoong menuju kamar utama mereka. Krystal membantu Yoong melepaskan dasi dan kemejanya.

.

“Apa Sooyeon marah padaku?”, Yoong membuka suaranya.

.

Tangannya Krystal berhenti sejenak. Ia lalu memandang Yoong. “Kenapa kau berpikir begitu, hmm? Dia hanya pergi untuk tugas kelompok. Sebelum makan malam dia akan pulang”

.

“Aku merasa menjadi Appa yang buruk untuknya. Sekarang, aku jarang sekali melihat Sooyeon saat di rumah. Jika dia tidak pergi, aku yang pergi atau jika aku di rumah dia akan berada di kamar saja”

.

“Berhenti berpikir yang tidak-tidak. Dia sudah beranjak remaja, mungkin Sooyeon sedang membutuhkan ruang privasinya”

.

Yoong menatap intens istrinya. Tak lama ia menghela nafas. “Apa Nayeon juga akan melakukan hal yang sama saat ia masuk SMA tahun depan?”

.

Krystal tertawa kecil melihat tatapan sedih bercampur khawatir dari Yoong. Mungkin Yoong adalah pria yang sukses dalam urusan perusahaan, tapi dalam urusan soal anak, terkadang ia tidak mengerti sama sekali.

.

“Aku merasa putri-putriku menjauh dan hanya dekat dengan ibunya”

.

“Ish, berhenti memikirkan yang aneh-aneh. Kau harus terbiasa dengan perkembangan mereka. Nayeon dan Sooyeon bukan lagi gadis kecilmu yang bisa kau ajak pergi kemana-mana, Yoong. Disinilah kita harus mengerti, cepat atau lambat mereka mempunyai jalannya sendiri dan kita hanya bisa melihat dan mendukungnya”

.

“Huft”, Yoong mempoutkan bibirnya. Persis yang sering dilakukan Nayeon, putrinya saat sedang cemberut. “Kau menyebalkan sayang. Untuk urusan ini aku benar-benar kalah darimu”

.

“Cepat mandi. Sebelum putri kesayanganmu yang sekarang berada di ruang makan berteriak dari sana”, Krystal terkekeh lagi sembari mendorong tubuh Yoong agar cepat masuk ke dalam kamar mandi.

.

“Okay, okay” Yoong tertawa. “Turun saja duluan, sayang. Aku yakin your baby squirtle sebentar lagi akan mengamuk jika kau tidak menemuinya”

.

Yoong menutup pintu kamar mandi, tapi kemudian ia membuka lagi pintunya.

.

“Aku lupa mengatakan padamu. Sooyoung Hyung dan Tiffany Noona sedang berada di Seoul. Mereka akan tinggal selama setahun. Malam ini kita akan makan malam bersama mereka di rumahnya”

.

“Benarkah? Aku tidak melihat tanda-tanda ada orang dari rumah sebelah?”, Krystal cukup terkejut dengan pemberitahuan itu.

.

“Mereka baru tiba pagi tadi, sayang. Mungkin sekarang para maid sedang membereskan rumah itu”

.

Krystal mengangguk mengerti sebelum akhirnya Yoong menutup kembali pintu kamar mandi dan Krystal keluar dari kamar untuk menuju ruang makan.

.

.

.

.

.

***

.

.

Hari menjelang sore, dan sebuah mobil memasuki pelataran rumah yang baru saja ditempati beberapa jam lalu. Seseorang membuka pintu mobil dan menyapa ramah sang tuan besar.

.

“Anda pulang cukup sore, tuan”

.

“Ya, ada beberapa yang harus aku urus termasuk kepindahan Taeyeon di sekolah barunya. Ngomong-ngomong dimana anak itu?”

.

“Tuan muda berada di kamarnya. Sedangkan Nyonya Tiffany baru saja kembali dari agensi”

.

Sooyoung menaikkan alisnya. Dengan cepat buttler Song pun menjelaskan.

.

“Ada meeting dadakan dan Nyonya diminta ke agensi”, ujarnya pada Sooyoung.

.

“Ah begitu. Terima kasih Ahjussi atas infonya”.

.

Sooyoung melangkahkan kakinya ke dalam rumah. Tidak ada tanda-tanda kehadiran Tiffany apalagi Taeyeon yang sudah dipastikan sibuk di kamarnya.

.

“Tolong siapkan makan malam dalam porsi yang cukup besar. Aku akan mengundang sahabatku beserta keluarganya datang kemari”, ujarnya pada salah satu maid.

.

Setelah selesai dengan pemberitahuan itu, Sooyoung menuju kamar utama. Namun ia kembali tidak menemukan Tiffany. Tapi ada suara percikan air dari dalam kamar mandi. Sooyoung pun tersenyum menyadari istrinya sedang berada di dalam sana. Ia lalu memilih pergi ke kamar Taeyeon, putra satu-satunya.

.

“Hey, jagoan”

.

Sapanya saat menyembulkan kepala diambang pintu. Disana Taeyeon sedang bersandar di headbed sambil memainkan ponselnya.

.

“Oh Dad, kau sudah pulang”

.

Sooyoung mengangguk. Ia mengambil kursi yang ada di meja belajar Taeyeon dan duduk disana sambil menyilangkan kedua kakinya.

.

“Jadi, bagaimana harimu Taeng? Apa merindukan kamarmu ini?”

.

“Biasa saja”, balas Taeyeon cool. “Lagian kita hanya tinggal disini selama tiga tahun saat aku berumur 6 tahun. Jadi aku cukup melupakan semuanya Dad”, Taeyeon menyengir. “And actually, i love U.S”

.

Sooyoung tertawa mendengar jawaban putranya. Typical Tiffany.

.

“Lalu apa kau melakukan sesuatu yang tidak seharusnya hari ini?”, Sooyoung menatapnya dengan tatapan menyelidik yang Taeyeon sendiri tahu maksudnya.

.

“Aku pergi membeli es krim seorang diri dan pulang dengan selamat tanpa membuat kekacauan”

.

“Hahahahahaha”, Sooyoung menggeleng heran tapi disaat bersamaan ia tertawa puas. Jagoannya benar-benar mudah ditebak.

.

“Berpakaianlah yang rapi. Malam ini uncle Yoong dan aunty Krys akan datang untuk makan malam. Apa kau mengingat Sooyeon dan Nayeon?”

.

Taeyeon memutar bola matanya menanggapi itu. “Sudah kukatakan Dad, aku melupakan semuanya. Kecuali Uncle dan Aunty yang beberapa bulan lalu berkunjung ke U.S”

.

“Arraseo arraseo. Jangan memutar bola matamu seperti itu. Jika Mom yang melihatnya, kau harus mendengar ceramahnya”, pria itu pun berdiri dari tempat duduknya.

.

“Urrghh, aku akan memberitahukan Mom soal ini”

.

“Daddy yakin kau terlalu sayang pada Dad, jadi tidak mungkin kau mengadu pada Mom”, Sooyoung tersenyum lagi kali ini senyum kemenangan sebelum akhirnya ia keluar dari kamar putranya.

.

.

.

.

.

.

Malam pun tiba…

.

Tiffany terlihat sudah berada di dapur, memberi instruksi pada para maid untuk mengatur makan malam mereka. Taeyeon yang sudah siap beberapa menit lalu, hanya duduk di ruang tengah dan menonton kartun minion.

.

Tak lama kemudian, dari dalam kamar utama, muncul Sooyoung yang sudah terlihat segar dan rapi sehabis mandi. Ia pun mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang.

.

“Biarkan para maid bekerja, kau jangan kelelahan, Fany-ah”, ujarnya lembut.

.

“Aku hanya membantu sedikit saja”, Tiffany menunjukkan senyum bulan sabitnya.

.

Sooyoung mengecup sekali lagi pipi istrinya lalu bergabung bersama Taeyeon. Namja itu menyapa ayahnya sebelum duduk bersamanya.

.

“Dad, apa aku boleh membawa mobil?”

.

“No TaeTae. Ahjussi akan mengantarmu ke sekolah barumu. Kau bisa tersesat”

.

Suara Tiffany menginterupsi pembicaraan keduanya dari arah meja makan yang memang tidak terlalu jauh dari ruang tengah. Entah sudah berapa kali Taeyeon memutar bola matanya hari ini karena kesal.

.

“Oh come on Mom. Ada gps di dalam mobil dan aku hanya tinggal mengetikkan alamat disana”, protesnya.

.

“Sekali tidak tetap tidak. Kau baru saja menginjakkan kaki di Seoul. Jangan membuat masalah”, Tiffany mengingatkannya.

.

Taeyeon mengerang, lalu menatap Sooyoung dengan tatapan puppy eyesnya seolah berkata Ayolah Dad, bujuk Mom untuk memberiku izin. Sooyoung menggeleng sembari menatapnya hangat.

.

“Dengarkan kata Mom kali ini. Kau akan membawa mobil jika sudah saatnya. Ini Seoul bukan Amerika, Taeng. Kau mengerti kan?”, ujar Sooyoung pelan agar istrinya tak mendengar.

.

“Seharusnya aku tinggal bersama Grandpa selama Daddy dan Mommy ada di Seoul”, ia mengeluh tapi selanjutnya kembali menonton kartun kesukaannya.

.

Sooyoung lagi-lagi dibuat amaze dengan kelakuan putranya. Budaya barat sudah melekat pada diri Taeyeon. Tapi Sooyoung tak pernah mempermasalahkan itu selama apa yang dilakukan Taeyeon masih berada di batas kewajaran untuk anak seusianya.

.

.

.

Ding dong…

.

Bel rumah berbunyi dan terdengar suara pintu terbuka. Mungkin buttler Song sudah membukakan pintu untuk tamunya.

.

“Berdirilah Taeng. Mereka sudah datang”

.

Taeyeon menuruti perkataan Daddynya lalu mematikan TV. Keduanya menyambut tamu mereka di ruang tamu. Tiffany yang masih sibuk di ruang makan, bisa mendengar sayup-sayup suara Sooyoung dan yang lainnya.

.

“Hey Taeng. Senang bertemu denganmu lagi”, Yoong memeluknya singkat sebelum giliran Krystal.

.

Di sisi lain, seorang gadis tersenyum senang begitu melihat Taeyeon, tetangganya yang sudah lama tidak kembali ke Seoul. Keluarga Sooyoung hanya tinggal tiga tahun saat Taeyeon berumur 6 tahun. Itupun karena urusan kontrak pekerjaan Sooyoung yang ditugaskan dari kantor pusat di Amerika untuk menjadi kepala cabang di Seoul.

.

“Hai Oppa. Lama tidak bertemu”

.

Taeyeon menaikkan alisnya begitu Nayeon menyapanya. Sooyoung yang menyadari itu, langsung tertawa kecil. “Ini pasti Nayeon, hmmmm. Maaf ya jagoan uncle sudah lupa denganmu. Karena Nayeon masih sangat kecil saat itu. Tapi Oppa ini akan menjadi temanmu selama di Seoul. Ayo Taeng”

.

Sooyoung memberi kode agar Taeyeon menjabat tangan Nayeon dan ia pun melakukannya. “Senang bertemu denganmu, Nayeon”

.

Yoong, Sooyoung, dan Krystal tertawa kecil melihat interaksi keduanya. Tapi tatapan Sooyoung berubah saat menyadari bahwa ada yang kurang.

.

“Jika Hyung mencari Sooyeon, dia sedang dalam perjalanan kemari. Biasa Hyung, tugas kelompok anak SMA”

.

Sooyoung mengangguk mengerti. Ia pun langsung mempersilahkan tamunya masuk.

.

“Krys”

.

Tiffany berjalan cepat menghampiri Krystal dan memeluknya. “Kau semakin cantih, huh? dan tampak awet muda”

.

“Hahaha, Unni bisa saja. Nayeon-ah, kemari. Masih ingat kan dengan aunty Fany?”

.

Nayeon mengangguk lalu memeluk Tiffany. “Aih, cantik seperti ibunya”, puji Tiffany.

.

“Terima kasih aunty”, Nayeon tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.

.

“Jangan lupakan aku yang tampan ini, Noona”

.

Yoong berdiri diantara Taeyeon dan Sooyoung.

.

“Geez. Ingat umurmu Yoong”, Sooyoung meledek.

.

Hahahahaha

.

.

.

Sang tuan rumah mempersilahkan tamunya menuju ruang makan. Semuanya mengobrol santai.

.

“Jadi, Taeyeon akan bersekolah di Hanlim juga?”, ujar Yoong bersemangat saat Sooyoung menceritakan rencana sekolah Taeyeon.

.

“Ya. Aku dan Tiffany menginginkan Taeyeon mencoba sekolah umum. Terlalu lama dia melakukan home schooling. Aku mulai khawatir, dia tidak bisa mengenal wanita”

.

“Aku bukan seperti Daddy yang player saat masih muda”

.

Celetukan Taeyeon membuat semuanya tertawa, sedangkan Sooyoung menunjukkan wajah “pura-pura” terlukanya.

.

“Jangan mencontoh Daddymu, Taeng”, Yoong ikut menimbrung sembari tertawa aligator.

.

.

Suara langkah kaki membuat semuanya menyadari kedatangan seseorang kecuali Tiffany dan Taeyeon yang membelakangi orang tersebut. Tapi Tiffany menolehkan kepalanya ke belakang sedangkan Taeyeon sibuk dengan makanannya.

.

Sooyoung dan Tiffany menyambut senang kedatangan sosok itu. “Ah ini dia, putri Appa. Kemarilah sayang. Masih ingat mereka bukan?”, ujar Yoong.

.
Gadis itu membungkukkan badannya sopan kepada Tiffany dan Sooyoung. Ia berdiri di samping Appanya. “Hallo aunty, uncle. Maaf aku sedikit terlambat”, ucap gadis itu.

.

“Tidak apa-apa, Sooyeon-ah. Senang bertemu denganmu lagi. Ah ini dia putra uncle. Dia akan bersekolah di tempat yang sama denganmu”

.

Saat Sooyoung berkata seperti itu, Tiffany langsung menoleh ke arah Taeyeon. Putranya itu terlihat asik dengan dunianya sendiri sehingga tidak mendengarkan ucapan Sooyoung. Dengan pelan, Tiffany meletakkan tangannya di lengan Taeyeon.

.

“TaeTae….Ayo beri salam. Dia putri pertama uncle Yoong”

.

Taeyeon tersadar lalu mengangkat kepalanya menoleh ke arah Mommynya sebelum menoleh ke arah orang yang dimaksud.

.

Detik itu juga perubahan wajah Taeyeon terlihat jelas, begitu pula dengan gadis itu. Tampak keterkejutan dari keduanya dan tanpa sadar, mereka mengeluarkan suara bersamaan.

.

.

.

.

“KAU??”

.

.

.

.

TBC

————————————————–

HAI HAI

KEJUTANNNNNNNNNNNN

FF baru XD

Nggak tahu kenapa gue pengen bikin FF genre family yang mungkin akan menguras perasaan. Wkwkwkkwk #PLAAAK

Ya seperti biasa, part awal masih pembukaan dan pengenalan cast. DAN seperti biasa juga, gue ANTI_MAINSTREAM.COM hahahah

Taeng anaknya SooFany, Jessica sama Nayeon “twice” jadi anaknya Yoongkrys. AHAI

Kira-kira umur Yoongkrys 34an lah. Masih muda. Kalo SooFany? 36-an hihihi

Ada Yuri?? Iya ada.. Next chap dia muncul kok ^^

Picnya Yoongkrys dulu ya hohoho.

Buat yang nungguin ETERNITY, udah jadi sih tapi gue rilis habis FF baru ini DAN DI PROTECT XD

Prepare your heart. See you!

Annyeong

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

166 thoughts on “LOVE ME THE SAME (1)

  1. Ga gitu suka baca yoonkrys sih, cuma karakter disini menarik gw buat baca. Taeng jadi anak soofany trus sica anaknya yoonkrys XD Good idea 😀 Yulsic nya jangan pelit” yaa hehehe

    Like

  2. woooooooo,,, SooFany py anak taeng,YoonKrys pny ank sica ama nayeon,, trus yuri anaknya sapa!???? kesian yuriii:D

    ff baru…
    cerita baru…
    peran nya antimainstream..
    SooFany umur 36 hebattt anaknya sekarang 16 tahun.. kemungkinan mereka menikah umur 20,,
    YoonKrys umur 34 , kemungkinan menikah18.. salah gk?

    Like

  3. Wahhh couple favorit qu menjadi ibu bagi taetae😐 huff banyak sekali thor perubahan ffnya^^.. tp bagus jln ceritanya qo.. taengsic apa yulsic nie thor hi hi 😊.. thk Thor

    Like

  4. Akhirnya gw bsa bca ff juga….
    haii hai dedek kece gw back wkakkakakakakakaka
    Uuhhh aneh kalo sica anak krys begitu juga tae.. hmmm tpi enjoy lah… hehehe
    Dn ttp msih bkin gw mnerka2 hahahhahaha..
    Oke di tunggu deh next partnya

    Like

  5. Lo emang paling seneng bikin pasangan yg anti mainstream J 😁😁
    But i like it, apalagi ada yoonkrys 😂😂
    Ditunggu chapter selanjutnya ya J 😉

    Like

  6. Author saya sudah ganti id dari author77 jadi soneimagination77. Tolong perhatiannya author…
    Author, ini alurnya bikin penasaran dengan berharap ini Soofany…

    Like

  7. Ya ampunnnn disini taengsic yang biasanya jada emak bapak kok jadi adek adek gemesh yaa😂 eh ngga sih..seumuran sama aku, beda tipis lah wkwk awalnya rada canggung baca ini, soalnya kebiasaan taengsic yang dewasa ‘-‘ tapi lambat laun bisa juga nerima ff ini hehe..
    Ada nayeon jugaa😍 aduh aku sekarang itu juga onces (fans nya twice) , btw di ff ini pairingnya ga mainstream yaa..aku sukaaaak😁
    Hm gimana ya kira kira kalau Je buat ff yang castnya bukan dari GG, semisal Twice (?) 😂😂 haha penasaran ajaa wkwk
    Cus mau baca chap 2..

    Like

    • Hahahah high five dlu lah kita cees nih berarti. Tapi gue bukan once sih, gue cuma ngebiasin Nayeon secara personal aja. Soalnya tahu dia sebelum debut. Jadi tahu perjalanan karirnya. ^^
      Hahahah bisa jadi, tggu aja kejutan ff lain. Hihihi

      Like

  8. Agak aneh sih.. Krystal jadi ibunya sooyeon..😂😂
    Tapi buat karakter sama jalan ceritanya bagus.. “Emang dasarnya suka genre family😀😂😄
    Thanks thor

    Like

  9. yoonkrys couple , jadi ortu yg baik ya , bisa jaga nayeon sama sooyeon . hehehe . trus SooFanny ortunya Taeng , taeng cuek banget dsini . nah lo , sooyoen sama taeng sdh sempet bertemu dan bicara pas di hari pertamanya taeng di seoul ?

    Like

  10. Karena bosen nungguin balesan pw eternity akhirnya gue baca ini dan… JEDEER soofany muncul, je lu suka banget bikin gue butthurt kemaren yoongfany sekarang soofany taeny kapaaan #nangiskejer kirain bakal incest eh malah umur tae msh 16 taun 😂
    Gue udh bisa nebak pasti ff ini bakal nyeritain kisahnya yulsic sama taengsic bener kaaan #soktaubgt

    Je please jawab email gue 😢

    Like

    • Balasan yg mana nih???

      Hahahahah taeny tuh ada kan jadi ibu dan anak XD
      Klo incest gak pernah ada dalam pikiran gue hahaha. Menurut gue kurang layak dipublikasikan.
      Nggak lah, kan ttg family bukan soal couple lagi.

      Like

  11. Hualah ini cast jd pada kebalik gini dr biasa’y Sooyeon sma Nayeon jd anak Yoonkrys trs Taeyeon jd anak Soofany
    Hah Soofany? Duh udh lama bgt gk denger couple 1 ini jd inget FF The Heirs jadi’y
    Sifat Taeyeon dsni lumayan unik beda bgt, bnr kata Sooyoung sifat turunan dr Tiffany bgt
    Nah loh itu knp Taeyeon ama Sooyeon sampe kaget gt pas pertama kali ketemu terjadi sesuatu kah, oke baca next part aja klo gt

    Like

  12. Wahwahh..ketinggalan banyak nih.. maaf ya jeje~
    Hmmm taeyeon kayaknya bocah introvert banget.. apa karna baru aja pindah?
    Suka banget sama interaksi sooyeon dan nayeon..
    Krystal memang istri idaman, sabar, perhatian,
    Semangat jeje~

    Like

  13. Taeng sok cool banget ya😄
    Jadi pengen liat ekpresinya yoong pas ngomong “jangan lupakan aku yang tampan ini, Noona” pasti lucu 😂😂

    Like

  14. Haduh, q baru komenn ini Thor… deh, btw, akun ku nggak ada bener to. Yaaa, yg pasti dari awal udah tertarik sam cerita ini. Dan yg inget, dulu malah Nggak menduga kalo ortu yg nggak bisa anak itu yoonkrys dan yg q kira, …Hihi… maaf ya baru komen,

    Like

  15. wah, pairingnya antimainstream. keren nih kayaknya, mau lanjut bacanya ya thor.
    oia, mau nanya thor, di awalkan ada cerita tentang suami istri di LA 2002, terus lanjut ke cerita di Seoul 2016, nah selisih waktunya itu kan 14 tahun. awalnya aku kira cerita di LA itu tentang SooFany, tapi kayaknya bukan deh ya thor, soalnya umur Taeyeon aja paa cerita di Seoul 2016 udah umur 16 tahun. Apa cerita di LA itu tentang pairing orang lain? atau Taeyeon itu anak angkat? hemm jadi penasaran nih, 🤔🤔🤔
    anyway, diksinya bagus thor, alur ceritanya juga jelas, dan bisa bikin penasaran pembaca trus ga manjain pembaca akan penjelasan yang berlebihan, malah membiat pembaca masuk ke dalam cerita dan menganalisis tiap kejadian yang digambarkan. keren 👍👍👍
    sekaliam aku mau belajar juga dari gaya penulisan author…

    Like

  16. Ige mwoya?😁yoongkrys jadi ortunya njess?daebak👍and soofany jadi ortunya taeng? heol daebak sagun😂 bakal banyak adegan sad2nya nih kayanya , anti-mainstream banget dah ,
    Etapi ni ff udh lama ya btw ,gue baru nemu😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s