ETERNITY (11)

1465486468786

Tittle                : ETERNITY

Cast                 : Kim Taeyeon

Kim Yujin (Uee)

Kwon Yuri

Krystal Jung

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kang Seulgi

Girls Generation, After School, Red Velvet and Others

Genre              : GirlxGirls, Fantasy, Magic, Drama, Romance, Friendship

Credit Pic by K.Rihyo

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 11

.

.

“Yujin!!” Taeyeon berteriak

.

Gadis itu bersimpuh di tanah. Wajahnya terlihat jelas menunjukkan keterkejutan yang luar biasa. Bagaimana tidak? Saat Seulgi menghubungi Taeyeon melalui telepatinya, Taeyeon yang sedang bersama Yujin pun menyusul ke hutan belakang rumah Sooyoung untuk mengetahui yang terjadi. Bukan hanya Yujin tetapi Taeyeon juga, hanya saja Taeyeon bisa mengendalikan dirinya.

.

“Ulangi ucapanmu barusan….. Kang Seulgi”

.

Seulgi bersujud dihadapan sahabat sekaligus Putri Kerajaan Clawstar, Kim Yujin. Taeyeon memintanya berdiri tapi tak ia lakukan.

.

“Aku siap menyerahkan nyawaku dan menerima hukuman atas kelalaian tanggung jawabku”

.

“YA!! Berdirilah”, Taeyeon mulai kesal. “Yujin-ah, aku tahu kau kecewa tapi Sooyoung sudah menceritakan kejadiannya. Sekarang yang terpenting kita temukan Sica”, ujar Taeyeon sekali lagi.

.

Yujin seperti tidak mendengar, ia berdiri lalu menatap ke arah Yuri dan Hyoyeon yang sedang bersama Sooyoung. Tangannya tiba-tiba mengeluarkan percikan api yang perlahan mulai membesar. Seulgi dan Taeyeon menyadari apa yang akan dilakukan Yujin. Seulgi yang sudah kehilangan kekuatannya, memberanikan diri berdiri di depan Yuri dan Hyoyeon namun Taeyeon memintanya ikut menyingkir.

.

“Kau sudah tidak bisa melawannya”, ucapnya pada Seulgi. “Masuklah ke dalam bersama Sooyoung dan kalian bawa mereka”, pintanya pada Seulgi seraya melihat ke arah Yuri dan Hyoyeon.

.

Kini hanya tersisa Yujin dan Taeyeon. “Apa ini cara kalian merahasiakan sesuatu dariku? Membawa masuk tiga manusia dan sekarang mereka penyebab hilangnya Sica”, ucapnya penuh amarah.

.

Melihat api di tangan Yujin mulai membesar, Taeyeon segera mengeluarkan cahaya ungu dari tubuhnya. “Aku yang mempunyai ide itu, Yujin-ah. Jika kau ingin marah, luapkan semuanya kepadaku”
.

Wajah Yujin terlihat tidak senang. “Kau membela mereka Taeng? Jika saja gadis bernama Yuri tidak mengatakan tentang hutan ini, Sica tidak akan kemari! Apa kau bisa membayangkan wajahnya ketakutan saat ini?!!!”

.

Habis sudah kesabaran Yujin. Ia mengayunkan tangannya dan menyerang ke arah Taeyeon. Taeyeon tidak menyerang balik, ia hanya membuat pertahanan untuk dirinya meskipun ia tahu seberapa besar kekuatan Yujin.

.

Taeyeon terhempas dan tubuhnya terlempar cukup jauh. Gadis itu tampak meringis tapi ia lalu segera berdiri.

.

“Aku tahu Yujin-ah, aku tahu. Membayangkan Sica yang ketakutan dan mengeluarkan semua kekuatannya. Bisa kau bayangkan apa yang terjadi pada seisi Clawstar?”

.

Cahaya ungu kembali menyelimuti Taeyeon dan Yujin menyerangnya lagi. Sebenarnya bukan Taeyeon, tapi ia hendak memusnahkan para manusia yang kini berada di dalam rumah Sooyoung. Sayangnya Taeyeon mencegah semua niatan itu.

.

“Mereka bukan jenis manusia yang sering kita musnahkan di perbatasan Clawstar forest. Aku jamin itu”

.

.

.

Khaa~~ Khaa~~

.

Taeyeon sudah kelelahan. Ia tak bisa berdiri lagi, namun kekuatannya masih stabil untuk menghalau kemarahan Yujin. “Apa kau masih belum puas?”, tanyanya pada sahabatnya itu.

.

Yujin tak menanggapi itu. Ia menurunkan kekuatannya dan lama kelamaan cahaya merah itu menghilang dari telapak tangannya.

.

“Bersiaplah. Kita akan mencarinya. Katakan pada Seulgi, aku tidak akan lupa untuk menghukumnya. Dan suruh dia bersama Sooyoung memeriksa keadaan kota yang sudah kacau”, Yujin berbalik dan melangkah meninggalkan Taeyeon yang akhirnya tersenyum melihat sahabatnya itu.

.

Taeyeon masuk ke dalam rumah Sooyoung untuk menemui yang lain. Ia mendapati Seulgi yang duduk terdiam, dan tak jauh dari sana ada Yuri, Hyoyeon, dan Sooyoung.

.

“Dia tidak akan lupa hukumannya padamu” ujar Taeyeon sambil mendekat ke Seulgi.

.

“Kapanpun aku siap, Taeng”, Seulgi menghela nafasnya kasar. “Aku masih bisa mengingat jelas wajah Sica yang terlihat kebingungan dan takut”

.

“Aku yakin dia tidak akan menyakiti Sica. Kita juga akan mencari tahu bagaimana mengembalikan kekuatanmu”, dengan tulus Taeyeon menepuk pelan pundak Seulgi.

.

“Kekuatanmu tidak hilang, Soo?”, ia menoleh ke Sooyoung. Yeoja jangkung itu menggeleng.

.

“Bersiaplah, Yujin menugaskan kalian ke kota. Hyo, ikutlah dengan Seulgi dan Sooyoung. Aku dan Yujin akan mencari Sica dan Krystal. Kau bisa ikut kami, Yul”, jelasnya. Taeyeon lalu memandang Seulgi “Kau masih bisa bertarung?”

.

“Eoh. Selama busur panah ini masih memiliki kekuatannya, aku masih bisa bertarung walaupun tanpa sihir dari dalam tubuhku”

.

“Aku dan Yujin menunggu di luar”, jelas Taeyeon. Tak lama ia mendekati Yuri dan Hyoyeon lalu tersenyum. “Kami akan melindungi kalian. Jadi jangan khawatir”.

.

Taeyeon keluar dan menuju tempat Yujin menunggu. Ia melihat gadis itu sedang menatap ke arah hutan di depannya. Taeyeon menepuk pundaknya. “Memikirkan sesuatu?”

.

“Huft”, Yujin menghela nafasnya. “Apa benar itu Unnie? Untuk apa dia membawa Sica?”

.

“Itulah pertanyaan yang sedang kita cari jawabannya. Aku jadi penasaran dengan dongeng yang dibaca Krystal. Apa dia tahu tentang kejadian 900 tahun lalu? Bukankah itu sangat menggelikan, jika ternyata apa yang terjadi pada masa lampau di negeri ini menjadi cerita dongeng di dunia manusia?”

.

“Situasi sekarang jauh dari yang kita perkirakan. Dan sekarang Yoong belum juga memberi kabar”

.

Taeyeon mengangguk. “Bocah itu pasti mengubah rencananya sendiri”

.

.

.

.

.

.

———————————–

.

“APA???”
.

Yoong menatap tak percaya pada tubuh gadis yang terbaring didepannya bersama Tiffany.

.

“Dia memiliki kekuatan black magic tapi itu hanya pengaruh saja. Yang lebih penting adalah…..” Sunny menelan ludahnya susah payah. “Dia masih hidup namun jiwanya tidak berada dalam tubuhnya”

.

Tiffany menutup mulutnya tak percaya. Walau dia tidak mengenal secara baik gadis dihadapannya ini, tapi ia merasa kasihan.

.

“Tunggu!” Suara Yoong membuyarkannya. “Apa yang kau katakan barusan Sunny-ah? Jiwanya tidak ada? Itu artinya…..”

.

Yoong sontak berdiri. Tiffany dan Sunny baru menyadari bahwa Yoong tidak mengetahui identitas gadis ini dengan baik.

.

“Yoongi”, Tiffany menggenggam tangan Yoong. Mata mereka saling bertemu dan ia mencoba menenangkan Yoong tapi Yoong jauh lebih terkejut dengan aksi Tiffany.

.

“Fany-ah…..Kau….” Yoong menatapnya tak percaya. “Kau mengetahuinya?”

.

“Yoong, ini tidak seperti yang kau pikirkan”

.

“Apa cuma aku yang tidak tahu kalo dia manusia? Kalian mengizinkan manusia ke Clawstar?”

.

Tiffany menggeleng. Menatap Yoong dengan bersalah. Ia membawa tangan Yoong dan menggenggamnya erat. “Taeyeon dan Seulgi menemukan mereka di perbatasan Clawstar Forest dalam keadaan terluka karena racun lynx. Kau tahu kan kemampuan TaeTae? Dia tidak akan salah melihat aura seseorang”

.

“Tiffany benar. Aku saat itu juga percaya pada Taeyeon ketika dia dan Seulgi membawa mereka untuk aku obati dan Sica juga membantu.

.

“Sica?” Yoong terkejut lagi dengan fakta bahwa Jessica terlibat. Artinya Taeyeon sudah melibatkan gadis itu menentang peraturan kerajaan.

.

“Bocah itu, pantas saja Sica akhir-akhir ini sering memintanya menemaninya ketimbang aku”, gerutunya.

.

Tak lama, helaan nafas terdengar dari Yoong. Tapi senyumnya mengembang ketika melihat wajah Tiffany yang begitu polos merasa bersalah. Ia memeluk gadis itu sejenak lalu mengusap puncak kepala Tiffany. “Jangan lagi merahasiakan sesuatu sepenting apapun itu dariku, hmmm?”

.

Tiffany mengangguk dan tersenyum.

.

“Khaa~ sudah terlanjur. Sebaiknya kita pergi dari sini dan mencari pendopo peristirahatan”, jelas Yoong seraya mengangkat tubuh gadis itu.

.

.

.

.

.

Sesampai disana, ketiganya masih diam. Mereka duduk bersebrangan. Yoong bersama Tiffany dan Sunny berada di depan keduanya.

.

“Dia tidak akan bisa sadar jika jiwanya belum kembali”, jelas Sunny.

.

“Itu artinya kita harus menemukan siapa yang mencuri jiwanya”, timpal Yoong. “Yang jelas, ini cukup sulit karena kita belum menemukan petunjuk. Black magic baru saja memanfaatkannya, tapi apa mungkin mereka tahu kalo dia manusia?”

.

“Sebaiknya kita menghubungi Yujin dan yang lainnya. Aku khawatir ada sesuatu yang lebih besar terjadi dari sebelumnya”, saran gadis bereyes smile itu.

.

Tiffany memeluk lengan Yoong kuat. Ia tidak ingin membayangkan apapun.

.

“Tenanglah, hmmm”, Yoong meyakinkannya. Ia tampak memikirkan sesuatu hingga tak sengaja pandangannya tertuju pada gadis yang terbaring tak jauh dari sana. Tiba-tiba mata Yoong menangkap sesuatu di kaki bagian kanan gadis itu.

.

“Ada apa?”, Tiffany mengikuti pergerakan Yoong.

.

Yoong belum menjawab dan mengamati sebuah luka yang beraura biru kelam. “Sepertinya aku sudah menemukan pelaku perusakan beberapa gereja”

.

“Huh? Maksudmu dia yang melakukannya?”

.

“Secara tidak langsung iya”, Yoong menganggukkan kepalanya. “Tapi dia dibawah pengaruh sihir hitam, jadi aku tidak mempermasalahkan itu”

.

Tiffany terdiam. Ia memandang Yoong penuh selidik. Apa kekasihnya itu tidak menyadari sesuatu atau memang hanya dia yang terlalu berpikir berlebihan? Tidak. Tiffany menggelengkan kepalanya cepat. Berusaha menyingkirkan pikiran negatifnya tapi saat menoleh ke arah gadis itu, ia bisa merasakan dengan jelas.

.

“Fany-ah. Kau tidak apa-apa?”

.

Tangan Yoong menyentuh lengannya dan Tiffany segera tersadar. Ia langsung menggeleng cepat. “Mungkin hanya lelah”, jawabnya bohong seraya menyunggingkan senyumnya.

.

“Kemarilah”, ia mengajak Tiffany duduk di sebelahnya seraya merangkulnya erat. “Itu karena kau belum pulih dari lukamu. Setelah ini, Sunny akan mengobatimu”

.

“Sebaiknya kita beristirahat disini dulu”, timpal Sunny.

.

.

.

.

.

***

.

.

Didalam sebuah bangunan yang tak jauh dari stadion tempat diadakannya magic battle, puluhan penyihir dari berbagai tingkatan kekuatan, berkumpul disini. Para tabib yang bertugas disini masih disibukkan untuk mengobati anggota dari tiap kelompok yang mengalami luka-luka saat babak penyisihan ataupun saat grand final yang harus tertunda secara paksa.

.

Tampak seorang namja duduk bersama rekan-rekannya yang masih berada diatas tempat tidur dengan bekas-bekas luka yang baru pulih.

.

.

“Apa maksudmu?”

.

Ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, dimana lawan bicaranya baru saja mengatakan sesuatu.

.

“Jika kau ingin selamat, pergilah sejauh mungkin dari kota ini”

.

.

.

.

“Jadi, ketua dari tim Raigo mengatakan itu padamu?”

.

“Eoh. Saat aku hendak membawa Yemi keluar dari hutan pertandingan, ia mengatakan hal seperti itu. Apa ini yang dimaksud olehnya? Clawstar sedang kacau bahkan Hordeux sudah bersiaga”

.

“Mungkin gadis bernama Nana itu tahu sesuatu”, timpal Leo.

.

“Tapi kita tidak bisa percaya begitu saja. Bahkan dia dan timnya baru kali ini mengikuti magic battle. Kita tidak tahu tujuan mereka mengikuti pertandingan ini, bukan?”

.

Ken mengutarakan pendapatnya yang berbeda dan disetujui anggukan oleh Linzy.

.

“Semua pengawal kerajaan bersiaga dimanapun tapi tidak ada yang memberi keterangan pasti. Yang jelas di beberapa wilayah mengalami kerusakan”

.

“Apa rencanamu, Ravi?”

.

Ravi memandang satu per satu temannya kecuali Yemi yang masih belum pulih dan tak sadarkan diri.

.

“Aku ingin mencari tahu apa yang terjadi pada negeri ini”

.

.

.

.

.

.

Arrrggghh!

.

Di sebuah pinggiran wilayah hutan tak jauh dari pusat kota, Sungkyu mengerang kesal. Ia lagi-lagi mendapatkan serangan dari lawannya yang merupakan seorang yeoja.

.

“Cih, keinginanmu terlalu menggelikan untuk mengalahkanku”, ejek yeoja itu.

.

“Diam kau Nana”, umpatnya. Ia berdiri dan memandang gadis itu penuh kebencian. “Sekarang aku tidak peduli kau adalah kesayangan ketua. Yang ingin aku lakukan sekarang yaitu menyingkirkanmu”

.

Sungkyu menyerangnya lagi tapi Nana ternyata sudah mempersiapkan serangan yang jauh lebih besar. Dalam satu ayunan tangannya, ia menghalau serangan Sungkyu dan membuat namja itu terkena oleh serangan balik miliknya. Tubuh Sungkyu hangus, dengan asap-asap yang masih keluar dari tubuhnya dan jubah hitamnya.

.

Gadis itu berjalan dengan tenang mendekati namja itu. “Seharusnya kau tak perlu lelah melawanku karena pada akhirnya aku harus memusnahkanmu. Kau membuat salah satu Putri Kerajaan ini lepas dari pengawasanmu. Dan aku muak karena sekarang aku harus mencarinya akibat kelalaianmu”

.

Dengan begitu, Nana melangkahkan kakinya seraya tangannya kembali mengayun dan mengeluarkan kekuatan ke arah tubuh Sungkyu. Dalam hitungan detik, namja itu musnah menjadi serpihan debu hitam.

.

.

.

“Pergilah. Musnahkan Sungkyu. Dia kehilangan jejak gadis itu dan sekarang giliranmu mencarinya”

.

“Untuk apa mencarinya?”

.

“Dia sudah berhasil membuka segel menara, dan aku masih membutuhkannya untuk satu misi lagi”

.

.

.

.

.

Matanya kini tertuju ke sebuah arah jalan dimana tempat itu adalah tujuan yang akan ia datangi nantinya jika menemukan gadis yang dicari. Nana berbalik dan meninggalkan tempat itu.

.

.

.

.

.

.

———————————

.

Wajah cantik itu tersenyum. Tangan halusnya menyingkirkan anak-anak rambut dari gadis yang tengah tertidur nyaman. Senyumnya terpancar indah, matanya menelusuri setiap bagian tubuh dari gadis dihadapannya.

.

“Kau telah tumbuh dewasa dan sangat cantik”, gumamnya sambil tak berhenti tersenyum.

.

Ia menggeser posisinya. Aura biru kelam yang sedari tadi mengelilinginya sudah menghilang tak berbekas digantikan dengan cahaya biru muda yang sangat indah. Cahaya itu kini terserap kembali pada tubuh sang pemiliknya, gadis yang masih tertidur itu.

.

Tak lama setelah cahaya itu hilang sepenuhnya, kini tubuhnya dikelilingi tiga cahaya dengan bias-bias berwarna merah, ungu, dan biru yang menyatu menjadi satu.

.

Ia tersenyum lagi. Tangannya terangkat mengusap pipi gadis itu. Bulir-bulir cairan crystal di sudut matanya mulai jatuh. Ia menangis tapi wajahnya tak berhenti tersenyum. “Jika saja waktu bisa berubah, kau tak perlu merasakan kesedihan itu. Tak ada yang berhak melukaimu, siapapun itu”

.

Tiba-tiba, gadis itu membuka matanya secara penuh. Ia seperti tersentak dalam tidurnya. Orang itu tersenyum dan tak henti-hentinya mengusap pipi gadis itu.

.

“Kau sudah bangun, hmmm”

.

Gadis itu justru mundur beberapa langkah menjauh dan melepaskan tangan asing itu dari pipinya. Wajahnya terkejut melihat orang dihadapannya yang dikelilingi tiga cahaya asing yang tak pernah dilihatnya.

.

“S….Si…Siapa kau?” ucapnya dengan suara bergetar. “Yujin! Taeng! Yoong! Seulgi!” Ia meneriakkan beberapa nama seraya melihat ke arah sekeliling. Tempat ini tidak terlalu terang tidak juga gelap dan disinari cahaya-cahaya kecil di beberapa sudut.

.

“Jangan takut, kau akan aman disini”

.

Gadis itu menggeleng cepat. Ia hendak pergi tapi tangan dan kakinya terlilit oleh tiga cahaya yang membentuk seperti sebuah rantai. Wajahnya mulai ketakutan dan akhirnya ia menangis. “Hiks…Yujin….Taeng…..Yoong….aku takut”, ia menangis sesenggukan.

.

Lama kelamaan tangisnya semakin keras dan aura biru yang dimilikinya perlahan keluar dalam jumlah besar. Yeoja dihadapannya itu menyadari apa yang akan terjadi. Dengan tenang ia mengeluarkan ketiga cahaya miliknya dan meredam kekuatan gadis itu.

.

“Percuma mengeluarkan kekuatanmu. Itu tidak akan ada gunanya terhadapku”

.

Tak lama yeoja itu berdiri, memberi senyum sejenak sebelum pergi dari sana. Setelah keluar dari tempat tersembunyi itu, ia menoleh ke belakang sejenak. Memegang dadanya yang terasa sakit. “She’s forget everything”

.

.

.

.

.

***

.

.

“Yoong”, Tiffany memandang kekasihnya khawatir. Gadis itu sedang bersiap-siap untuk pergi.

.

Yoong meyakinkannya beberapa menit lalu tapi hatinya tetap saja gelisah.

.

“Aku akan segera kembali setelah bertemu dengan yang lain. Beristirahatlah disini, kau masih belum pulih, hmmm” Yoong mengecup kedua pipi itu dan tersenyum.

.

“Kau akan baik-baik saja. Promise?”

.

“Hmmm, promise” keduanya mengaitkan jari kelingking mereka.

.

Pandangan Yoong beralih ke Sunny. “Sunny-ah jaga mereka dengan baik sampai aku kembali. Buatlah perlindungan semampumu di tempat ini. Aku akan menyamarkan arah jalan kemari agar sulit ditemukan oleh siapapun”

.

“Arraseo. Kau berhati-hatilah Yoong. Aku akan menjaga mereka berdua”

.

Yoong pamit meninggalkan tempat itu. Di ujung jalan ia membuat sebuah segel cahaya dan mengelilingi arah sekitarnya. Selesai dengan itu, Yoong mengeluarkan 10 pengawal terbaik dalam tubuhnya.

.

“Temukan yang lainnya dan ceritakan apa yang terjadi disini. Jika salah satu dari kalian menemukan keberadaan Taeyeon dan Yujin, kabari aku secepatnya. Berhati-hatilah”

.

“Baik ketua Im”

.

10 pengawal itu menjawab dengan kompak dan langsung membubarkan diri untuk melaksanakan tugas yang diberikan. Yoong sendiri bergegas menuju ke tempat yang ingin dia kunjungi jauh sebelum ia bertemu Tiffany dan Sunny.

.

“Aku akan menghabisi siapapun mereka, bahkan jika mereka adalah bagian dari 900 tahun lalu. Aku tidak akan kalah untuk kedua kalinya”, mata Yoong kini berubah menjadi keunguan.

.

.

.

.

.

.

.

.

Yuri mengalihkan pandangannya dari Yujin, berusaha tidak terlihat ketakutan. Hal itu justru membuat Taeyeon memelototi sahabatnya.

.

“YA!! Bisakah kau berhenti melihatnya seperti itu?” omel Taeyeon.

.

Yujin seperti tak terpengaruh. Ia terus memperhatikan Yuri yang sedang mencari buku cerita yang dibaca Krystal di rumah tempat mereka tinggal di negeri ini.

.

“Kau bahkan menyediakan rumah untuk mereka, huh”, Tatapan Yujin beralih ke Taeyeon. Sejujurnya ia masih kesal dan marah karena Taeyeon maupun Seulgi merahasiakan sesuatu seperti ini padanya.

.

“Setidaknya ada kebaikan dalam hatiku”, ujar Taeyeon.

.

“Ketemu!”
.

Suara Yuri membuat keduanya menoleh. Yujin lebih dulu beranjak dan mengambil buku itu dari Yuri. Taeyeon yang melihatnya hanya menggeleng heran sedangkan Yuri sedikit takut karena aksi Yujin barusan.

.

“Tenanglah Yul, dia memang menyebalkan”, bisik Taeyeon pelan dan menepuk pundak Yuri lalu tersenyum.

.

Yujin tak terusik, dia membaca buku itu dengan cepat dan teliti. Tak lama, tiba-tiba Taeyeon dan Yuri tersentak karena Yujin membanting buku itu dengan kesal.

.

“Wae?”, protes Taeyeon.

.

“Beraninya para manusia itu menjadikan cerita 900 tahun lalu seperti sebuah dongeng lucu pengantar tidur”

.

Tatapannya mengarah ke Yuri. “Ak…Aku…tidak tahu…soal itu”, jelas Yuri tergagap.

.

Taeyeon segera mengambil buku itu dan melihatnya. Dan benar, apa yang terjadi pada 900 tahun lalu ada dalam buku itu. Tapi yang lebih penting, Taeyeon menangkap satu kalimat yang menyita perhatiannya.

.

Mysterius, Classic, and Elegant…. The tree element of eternal

.

.

Reaksi Taeyeon berbeda dari Yujin. Gadis itu menjatuhkan bukunya bukan karena kesal tapi karena terkejut dengan kalimat yang baru saja dia baca. Seketika itu pikirannya tiba-tiba teringat sesuatu.

.

.

.

“Kenapa setiap penyihir dilahirkan dengan kekuatan dan aura yang berbeda Abeoji?” tanya gadis kecil itu pada Ayahnya.

.

Sang Ayah tertawa kecil mendengar pertanyaan putrinya yang terdengar dewasa untuk anak seusianya.

.

“Jika semua penyihir memiliki kekuatan yang sama, maka dunia ini akan hancur atau bahkan seharusnya tidak pernah ada. Karena, tidak ada keseimbangan di dalamnya”

.

“Kenapa begitu?”

.

“Suatu saat kau akan mengerti nak”, balas sang Ayah lagi seraya mengusap kepala putrinya.

.

.

.

.

.

Taeyeon memandang ke arah Yujin dengan tatapan ketakutan. Ia kini baru mengerti apa maksud dari ucapan Ayahnya dulu. Jika semua penyihir memiliki kekuatan yang sama, maka tidak akan ada yang kuat ataupun yang lemah. Semuanya sama, tapi hal itulah yang menciptakan sebuah kehancuran. Sama seperti halnya dunia ini, jika tidak ada perbedaan siang dan malam maka berakhirlah semua elemen kehidupan.

.

“Yujin-ah”, lirih Taeyeon menahan tenggorokannya yang tercekat.

.

“Ya! Ada apa denganmu?” Yujin mulai khawatir dengan raut wajah Taeyeon yang berubah drastis.

.

“Kau……” Taeyeon menatapnya serius seraya menelan ludahnya dengan susah.

.

“Wae?”

.

“Kekuatanmu dalam bahaya”

.

Taeyeon terduduk di lantai. Tubuhnya lemas setelah mengatakan itu dengan susah payah. Ketakutan di wajahnya sangat jelas. Yuri yang berada di dekat gadis itu ikut merinding mendengarnya. Dan Yujin terlihat terkejut.

.

.

.

.

.

————————————-

.

Bammmmm……. Bammmmm

.

Bammmmm

.

Bammmmm

.

.

Satu per satu bangunan di bagian Selatan meledak dan hancur. Tak ada kehidupan disana karena semua penduduk di wilayah ini sudah dilarikan ke tempat yang lebih aman oleh pada pengawal kerajaan dari Hordeux maupun Clawstar.

.

Enam orang berjubah hitam berjalan dengan tenang melewati daerah itu. Aura hitam terasa jelas di sekitar mereka. “Baginda menginginkan para putri negeri ini. Cepat temukan mereka dan bawa ke tempat tujuan terakhir”, ucap salah satu dari mereka dan dibalas anggukan oleh yang lain.

.

Setelah mencapai perbatasan, mereka semua berpisah mengambil jalan masing-masing.

.

.

.

.

.

.

.

“Uhuk…Uhuk…”

.

Di bagian lain, seseorang menegakkan tubuhnya. Ia melihat ke sekeliling dan hanya ada semak belukar disana. Satu tangannya memegang dadanya yang terasa nyeri.

.

“Ini pasti karena serangan itu”, batinnya.

.

Dengan sisa tenaga yang ia punya, ia berdiri dengan pelan dan mulai melangkahkan kakinya. Tatapannya miris begitu keluar dari semak-semak belukar dan menemukan banyak jasad pengawal yang datang bersamanya tergeletak disana

.

Ia duduk sejenak, menatap kerusakan yang telah terjadi disini. Tangannya meremas rambutnya yang pendek. Matanya memancarkan kesedihan yang luar biasa.

.

“Apa kejadian 900 tahun lalu harus terulang lagi?”

.

Ia menutup matanya dan menghela nafas. Tapi, sesuatu mengusiknya. Ia tidak mendengar sebuah langkah tapi ia merasakan desiran angin yang berbeda. Ia segera membuka mata dan saat itu seseorang sedang berjalan ke arahnya.

.

Ini kali keduanya ia terkejut. Melihat wajah yang begitu mirip tapi auranya berbeda. Jika yang pertama ia temui memiliki aura biru kelam bercampur kehitaman, kini tiga cahaya indah mengitari orang tersebut.

.

“Menteri Kang”, ia tersenyum menyapa pria dihadapannya ini.

.

“P….Pu…Putri!”

.

Menteri Kang segera berlutut dan membalas sapaan orang itu seraya memandang ke bawah. Ia tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya lagi. Tanpa sadar, matanya melihat ke arah kaki wanita dihadapannya ini. Kaki itu menyentuh tanah, namun ada sebuah cahaya putih disekitarnya yang belum pernah ia lihat selama ini.

.

“Berdirilah paman, aku bukan seorang putri lagi”, ucapnya masih dengan tersenyum.

.

Menteri Kang berdiri lalu perlahan menatap ke arah mata itu. Tak terasa, sebuah airmata jatuh membasahi wajahnya yang sudah tidak muda lagi. Tangannya menggapai wajah yeoja itu dan saat sentuhan itu terjadi, ia melebarkan matanya karena tak percaya.

.

.

“Ba….Bagaimana….mungkin?”

.

.

.

.

.

***

.

.

Taaakk…. Taaakk….

.

Taaakk….

.

Taaakk…. Taaakk….

.

.

.

Kekacauan terjadi di salah satu sudut kota. Sooyoung, Seulgi, dan Hyoyeon yang baru saja tiba di wilayah tersebut langsung bertarung dengan beberapa penyihir yang sudah dipastikan adalah pengikut black magic.

.

“Gunakan saja semua ilmu yang sudah aku ajarkan padamu, Hyo”, teriak Sooyoung pada muridnya itu.

.

Sedari tadi, dia dan Seulgi sudah melawan beberapa musuh. Sedangkan Hyoyeon masih ketakutan dan terus berdiri di sekitar Sooyoung ataupun Seulgi agar melindunginya.

.

“Kau pasti bisa. Fokus dan konsentrasilah pada kekuatanmu”

.

Mendengar ucapan Sooyoung, Hyoyeon segera memantapkan hatinya. Ia memandang ke arah sekitar sebelum akhirnya sebuah cahaya muncul dari tangannya. Sihir sementara yang diberikan Sunny melalui ramuan khusus buatannya untuk dirinya, Yuri, dan Krystal.

.

Sooyoung melirik dari sudut matanya dan tersenyum bangga. Hyoyeon memiliki keberanian dalam dirinya dan itu patut Sooyoung hargai. Di sisi lain, Seulgi sedikit kewalahan karena ia tidak bisa menyerang secara bersamaaan dengan kekuatan dari dalam tubuhnya dan dengan senjata andalannya.

.

“Shit! Andai saja kekuatanku tidak terambil”, umpatnya seraya bersiap lagi menyerang musuhnya dengan busur beserta anak panah yang akan berubah menjadi elang yang mengerikan.

.

Taaakk…. Taaakk….

.

Taaakk….

.

Sooyoung menghindar dari kekuatan yang hampir mengenai tubuhnya. Sekitar 10 penyihir menyerangnya bersama dan salah satu dari mereka menyerang Sooyoung dari belakang. Hal itu membuat tubuhnya sedikit kehilangan keseimbangan dan pedang yang Sooyoung pegang terangkat sedikit dari tempatnya.

.

Mata kiri Sooyoung langsung berwarna merah, detik selanjutnya ia menutup pedang itu. Mengembalikannya ke posisi semula agar tidak terbuka dari tempatnya.

.

.

Blatttzzzz………….

.

.

Saat itu juga, kilatan cahaya merah mengenai semua penyihir yang mengerumuninya dan musnah seketika. Mereka tidak pernah tahu apa yang akan terjadi jika pedang itu terangkat sepenuhnya dari tempatnya. Sedikit terbuka saja sudah menimbulkan kekuatan yang besar. Apa jadinya jika pedang itu keluar seutuhnya dari tempatnya? Hanya Sooyoung yang tahu jawabannya.

.

Seulgi mendekat ke arah Sooyoung begitu pula dengan Hyoyeon yang terlihat mengatur nafas lelahnya. Mereka baru saja memenangkan pertarungan kecil di wilayah ini.

.

“Sepertinya mereka menyebar di seluruh wilayah untuk pengalihan sesuatu. Tapi aku belum yakin sepenuhnya”, ucap Sooyoung. “Perbatasan, gereja, dan juga menara”

.

Tiba-tiba saja, empat orang muncul menghampiri mereka. Sooyoung memandang salah satunya sedikit tidak suka dan Seulgi bersiap dengan busurnya.

.

“Aku tidak berniat meladenimu, Ravi”, ujar Sooyoung dengan nada tak bersahabat saat Ravi dan ketiga anggota timnya berdiri di hadapan mereka.

.

“Aku juga tidak tertarik bertarung denganmu. Apa yang sedang terjadi sekarang? Aku yakin kau mengetahuinya. Pihak kerajaan menutup rapat kejadian ini dari seluruh penduduk”

.

“Kembali ke tempat aman yang sudah mereka siapkan”

.

Seulgi bereaksi saat Ravi mengeluarkan sihirnya dan kekuatan itu terhenti di depan tubuh Sooyoung. “Kami salah satu penduduk Clawstar, jadi kami berhak tahu apa yang terjadi”

.

“Pemaksa”, Ujar Sooyoung dan Seulgi pun segera menyingkirkan tangan Ravi dari hadapan Sooyoung.

.

Sooyoung memandang namja itu dan teman-temannya dengan tenang. Namun tidak dengan Ravi dan yang lain saat Sooyoung menceritakan semuanya. Wajah mereka sangat terkejut.

.

“Sebuah kekuatan hitam menyerang negeri ini”

.

.

.

.

.

——————————–

.

Nana tertawa kecil dan berjalan ke arah seseorang berjubah hitam disana.

.

“Aku tidak menyangka jika akan bertemu salah satu petinggi disini”, ujarnya pada orang itu.

.

“Sedang apa kau disini? Bukankah tugasmu menemukan seseorang yang kita butuhkan?”

.

“Apa anda tidak bisa melihatnya? Arah jalan ini disegel oleh kekuatan Suci dan aku tidak bisa menghancurkannya. Mungkin ada sesuatu yang tersembunyi disana. Berhubung anda ada disini, mungkin anda bisa menghancurkannya mengingat kekuatan anda jauh lebih tinggi”

.

Orang itu melihat ke arah yang dimaksud Nana. Ada cahaya-cahaya ungu yang mengelilingi tempat ini.

.

“Kau belum menemukannya?”, tanya orang itu pada Nana.

.

Ia sedikit terlihat kesal. “Ketua baru saja memberitahuku beberapa saat yang lalu. Dan aku baru tiba di tempat ini setelah menghancurkan Sungkyu yang sudah tidak berguna”

.

Orang itu menatap Nana dan menggeleng heran melihat sikap Nana yang tidak takut pada petinggi sepertinya.

.

“Jika kau ingin mencari seseorang yang menjadi tanggung jawab Sungkyu disini, kurasa jawabannya akan kita ketahui. Mungkin benar yang kau katakan, ada sesuatu didalamnya.

.

Dengan mengambil aba-aba, kedua tangannya membentuk lingkaran cahaya hitam yang cukup besar lalu diarahkannya pada cahaya ungu yang berada tak jauh dari sana.

.

.

Baaammmmm….

.

.

Kedua cahaya itu saling bentrok dan tercipta percikan besar. Nana menatap kekuatan itu dengan takjub tapi ia melebarkan matanya begitu melihat bahwa cahaya ungu itu masih berada kokoh disana.

.

Tak lama ia tersenyum mengejek. “Sepertinya kekuatan anda tidak sekuat kekuatan sang pemilik cahaya ungu itu”

.

“Benarkah?” Ia memandang Nana dengan senyum yang lebih menyebalkan. “Mungkin kau harus melihatnya dari dekat di sudut sana”, ia menunjuk ke arah yang dimaksud.

.

Nana melakukannya dan benar saja, ada sedikit retakan pada cahaya pelindung itu. Ia menoleh ke arah petinggi yang berdiri dibelakangnya dengan senyum menyebalkan menurut Nana.

.

“Cih, sombong sekali dia”

.

Walaupun segel itu belum rusak, tapi retakan itu membuat satu langkah bagi sang misterius berjubah hitam untuk kembali menyerang dan menyerang agar segel pelindung itu hancur.

.

.

.

.

.

.

.

“Fany-ah”

.

Tiffany menoleh dan meletakkan telunjuknya ke bibirnya sendiri. Meminta Sunny untuk diam dan dia sedang fokus pada indra pendengarannya.

.

“Ada orang lain yang berdiri di luar lingkaran pelindung yang dibuat Yoong”

.

“Apa? Bagaimana ini? Aku tak percaya ada yang bisa menemukan daerah ini secepat itu”

.

Sunny memandang ke arah cahaya biru yang dibuatnya untuk melindungi pendopo peristirahatan tempat mereka berada. Ia menambahkan lagi kekuatan pelindung itu dengan miliknya.

.

Di sisi lain, Tiffany keluar dari pendopo lalu melihat ke arah sekitar. Tangannya mulai mengeluarkan percikan air bercahaya ungu dan membentuk partikel-partikel yang saling bertabrakan.

.

Dengan satu ayunan tangannya, ia menghentakkan ke arah tanah dan percikan air dalam jumlah besar dari dalam tanah mengelilingi daerah itu. Tak lama, Sunny keluar menyusul Tiffany.

.

“Air-air ini akan membantu cahaya pelindung yang Yoong buat. Kita bisa bertahan cukup lama disini sebelum Yoong kembali”

.

“Apa ini akan baik-baik saja?”

.

Tiffany mengangguk. “Kita bisa bertahan sedikit lebih lama disini. Tunggulah hingga Yoong datang, dia pasti segera kembali”, ucapnya meyakinkan Sunny meskipun hati kecilnya sedikit berbeda dari ucapannya.

.

.

.

“Baiklah. Kita akan bertahan semampunya hingga Yoong kembali” Akhirnya Sunny mengangguk setuju.

.

.

.

.

.

TBC

———————————————-

Hai ^^ Hai

Ssssttt, yang udah baca Part yang diprotect pasti udah mulai paham.

KALO BELUM???

Gue gak tahu harus balas komennya gimana. Hahahhaha. Kalo belum, “baca dengan teliti” udah sedikit jelas gue kasih kode2 di part ini sebagai sambungan dari part sebelum2nya.

Seperti yang gue bilang, akan ada lagi yang di Protect tapi gue belum tahu part berapa itu. Ini FF paling susah, jadi gue juga susah kasih pwnya. Gak ada lagi kompensasi. Mau pw, ikutin aturannya dengan utuh. Jangan setengah2 XD

See you di next update…..

Annyeong!

.

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

67 thoughts on “ETERNITY (11)

  1. Benar Je,udah ada titik terang dr penyerangan ni author Je beri tau..
    Takut bayangin kekuatan yujin bener” jd ancaman tuk nya.. takut jg klo 3 element cahaya tu jd di pakai menyebabkn harus mengorban salah satu lagi..

    Iiya ttg krys bkn black magic tp dia dibawah pengaruh ,. Iri gue bs masih sweet bget yoong fanny dlm situasi begitu..😢 yoong cepat kembali ..
    bersyukur gue je,,si yujin tau yuri&hyo manusia tp ga sampai buat hal yg mengerikan ke mereka

    Jessica,,belum ada tanda keberadaannya Je,.seulgi itu la kena marahkn dgn yujin..semoga jessica baik” saja ..bkn mereka ja yg panik cemas tp gue jg laa 😊😄

    Like

    • Pasti paham kalo fokus bacanya kan?? ㅋㅋㅋㅋㅋ satu cahaya kekuatan aja bisa bikin geger Clawstar, gmana klo ada lebih dari satu cahaya yang bisa bikin geger satu negeri. 6 petinggi black magic sedang mencari itu. Hmmm siapa ya target mereka?? 🤔🤔🤔
      Hahaha yoonfany lagi sweet, sekarang. #eh

      Like

  2. deg2 an kira2 bakalan terjadi apa sih sm kekuatan nya yujin?? kyknya beneran deh raja kim bakalan jalanin rencana nya walopun yujinnya tersiksa, jiwa nya krystal hilang?? apa yg ambil putri sooyeon ya je?? ada apa sm sica kok dia bisa lupa semua nya??

    Like

  3. Putri misterius terlihat sedih karna jessi melupakan segalanya.
    mentri kang mengenal nya?., itu berarti apakah itu Putri soojung?.
    bagaiman kalau yoong dan yujin bertemu dgn putri soojung?.
    seperti nya Raja kim belum bertindak dgn kekuatan yg rencana nya akan di gunakan untuk melindungi kerajaan?.
    tiffany menyadari sesuatu tentang krystal?.
    hahaha…… seperti biasa masih banyak cetakan tanda tanya dalam komentar. 😄😄 :v

    Like

  4. aissshh gw kepo sama org yang bawa sica .. apa si chap kemaren udh di kasih tau ya ? gw lupaa hahhhaha
    mudah2an aja pelindung yg yoong buat ga hancur ..
    mulai seru .. penyerangan n perperangan akan di mulai lagii .. selalu ga sabar nunggu chap selanjutnya ..
    klo mau di protek lagi clue pw nya jgn susah2 ye thor j haha

    Like

  5. Aduhhh setiap chapter ada gregetnya sendiri sendiri, jadi inget sama drama W..hm jadi kangen sama drama itu :3 padahal baru aja tamat..😂
    Semoga pelindung yang dibuat itu gak hancur, berabe dong kalau hancur..
    Selalu semangat nunggu semua karya karyamu je!!
    Fighting!!!

    Like

  6. Wah Daebak!!!!

    Peperangannya semakin seru dipart ini, walaupun blm baca part sebelumnya 😢😢
    Jadi masih agak kurang paham sama dipart ini

    Like

  7. Duhh mudah2an yoong cepet balik kek jangan sampe si nana sama si misterius itu nemuin fany sunny sama krys, yoonfany walopun lagi kacau keadaannya masih aja bisa sweetan hohoo😀 yoong cepet balik nak lindungi fany mu kekekee😊
    Kekuatan yujin bakal jadi bahaya yaoloh apa yujin yg bakal jadi korban kekuatan rahasia super raja kim itu??
    Jiwanya krystal paling yg ngambil soojung kayanya
    Okelah di tunggu next chapternya jejeee

    Like

  8. si yoong mdh”n keburu blik. .
    jng” yg ngmbil jiwa’y krystal si soojung tpi gmn mna cara’y scra kn dy uda meninggal??
    smga aj mereka pd bsa nemuin sica

    Like

  9. Knp sica lupa?? Mngkn sm putri misterius itu aja x ya…makin greget liat yoonfany biarpun lg keadaan gini msh smpat aja sweet2an😊
    Fany liat apa??cemburu ka??😁
    Sebahaya apa kekuatan yujin😱 ..udah marah aja taeng digebukin😭

    Like

  10. Klo fokus baca pasti ngeh ye Je ma kode2nya hehe, untungny chap kmaren qw bisa baca jdi lumayan bisa paham juga dgn chap ini,,hadeh itu si yoong kaga dikasih tau klo sica ngilang bhe klo nih makhluk tau mungkin reaksiny bkal separah yujin ye dan yoong coba deh sepeka fany buka mata lebar2 liat tuh si krys baek2 biar lu ngeh knapa fany bisa jdi baper gtu haha dan qw berharap qw  juga bisa sepeka fany 😀 qw cuma bisa nyimpulin klo kemunculan soojung itu pasti ada hub. nya sama krys iye kan Je hehe.
    Mysterius,classic and elegant..the three element of eternal woahh reaksiny tae sama kyk reaksi krys wktu ntu hmm anehny kok qw ga bereaksi kyk mereka yak XD #abaikan haha ini udeh jdi tanda ya klo krys ntu emang ada keterkaitanny ama smua ini mungkin hehe.
    Si soojung atau siapapun die huhu kasian bnget pasti nyesekny bnget deh dilupain ama org yg berharga banget buat dia dan ada untungny juga kli ya sica dicilok mudah2an dia aman dri tangan black magic.
    Hadeh qw sebel dri tdi qw pngen baca tpi blum smpet balik kerja langsung buru2 buka email ga pake mandi dlu haha yg penting baca ini dan lgi2 qw puas dgn update’n si author kece ini thanks buat updatenya Je Fighting! Lanjutkan ye tulisan keceny ini hehe.

    Like

    • Soojung muncul pasti ada sebab dan akan menghasilkan akibt. Nah akibat positif atau negatif?? Biarlah waktu menjawabnya. Kekekekeke.

      Yoong belum ngeh itu, klo Yoong ngeh dengan kepekaan Tiffany, siap2 ada yg baper 😂😂😂

      Like

  11. gw masih blum faham je itu putri soojung bagian dri black magic atau dia bertindak sendiri? klu liat pas dia bareng sica sih kyk nya niat nya baik. atau yg ngincar kekuatan yujin itu soojung soalnya kan shbs ketemu sica aura nya jd beda? penasaran gw gmn reaksi yoong n yujin klu ketemu soojung secara mereka bertiga punya hubungan d masa lalu..

    Like

  12. Haduh, ternyata dan ternyata….
    Krys dan orang itu beda ya, apa mungkin krys adalah rengkarnasi sojung? Karna mereka pasti saling berkaitan. Dan sica, dia lupa (hilang ingatan) akan semua yang terjadi di 900 tahun yg lalu kah je? Makannya dia kaget gitu.
    Hadehhh tbc nya bikin khawatir nih sama fany, sunny dan krys. Semoga mereka bisa bertahan di pendopo itu sampe yoong kembali.

    Like

  13. gw msh blm paham ttg krys sama soojung ._.
    jiwanya krys ga ada yah 😐 ada di soojung kah ? :O
    sica ga ngenalin apa ? sica hilang ingatan yah ? x.x
    haisss manah yujin sm yoong tau lg kalo yul,hyo, krys itu manusia ckckck
    wah jgn sampe pany sm sunny itu ketangkep
    ini black magic maksudnya bakal nyatuin ketiga kekuatan ? jadi 1 kekuatan yg ga akan dikalahkan ? :O
    jadi ga akan ada siang dan malam, ga ada keseimbangan lg
    oooooo jadi bgtu yah. hmm apa soojung itu ga ada hubungannya sama black magic ? soojung dateng lg buat ngejaga sica ? biar ga diambil sm black magic ? 😐 hahaaha gw cm nebak :p
    ditunggu aja kelanjutannya thor

    Like

  14. Semoga Yujin dapat menahan dirinya kekuatannya benar – benar bagus kalau dia bisa mengendalikannya..
    Yoong kau harus balik untuk tipa dan Krys dipengaruhi padahal dia kan baik… Lanjut author…

    Like

  15. Ktinggalan part ini thor sbnrnya ini jg ff yg slit dcerna mnrut ku kdg sengaja baca komen biar dpt masukan klo mnrt reader lain apa yg bs mreka tangkap. Udh mlai kbuka smua crita tae jg udah sdr kalo yujin dlm bhya

    Like

  16. Apa pedang yg sama syoung itu ada hubungannya sama black magic??curiga si nana salah satu member black magic
    Putri soojung kah yg di liat ituu, nasib krystal sama sica gimana dohh, belom ada tanda2 keberadaan sica dan blm ada tanda2 krystal sadar. Moga aja kekuatannya pany bisa bertahan sampe yoong balik jgn sampe dah terjadi sesuatu sama fany&sunny

    Like

  17. karna aq blem baca chap yang di kunci jdi blum ngerti..yang di selamatin yoong itu pasti krystal..trus yang nangkap sica itu putri yang hilang..

    Like

  18. Kekuatan yujin emang sangat berbahaya, semoga yujin nggk terpancing emosinya untuk gunakan kekuatannya takutnya akan mengorbankan orang yg dia sayank.

    Like

  19. Aduhh yoong harus cepet balik, kalo gak Tiffany, sunny dan Krystal visa dalam bahaya nih 😭😭
    Wahh apa yg akan terjadi sama yujin nih ?

    Like

  20. kayaknya emang bener deh itu berhubungan dengan masa lalunya sica . sica gak inget dengan soojung , siapa sih sebenarnya si soojung . soojungnya kirain krystal , tpi mungkin bisa jga bener , jiwa nya krystal diambil seseorang yg ngakunya soojung . hahhaha gue bingung . gue gak ngerti pas taeng bilang klo kekuatan yujin dalam bahaya , thor kasi dong pencerahan dikit buat gue di chapter selanjutnya ya . thanks

    Like

  21. Jessica melupakan semuanyaa , memang udh d jlaskan d chap brapa lupa …

    Dan emnk kryst yg ancurin bbrapa bngunan tp dipengaruhi sma black magic , dan d mna arwahnya dia ???

    Soojung yg nemuin mentri kang , kmungkinan gak yaa itu arwahnya krys hihii

    Mau otw next chap y semangat jee

    Like

  22. Gue kyk nemuin titik terangnya thor, yujin sama soojung or krystal itu saudaraan kan thor? Dan yoona sama soojung itu pasangan makanya tiffany kalo liat krystal itu baper cuma yoong gak peka. Yoong, yujin, krystal itu pernah ngalamin kejadian 900 thn lalu, mereka kyknya sama sama aura yg menyeramkan deh gw baru sadar yoong matanya bisa ungu gitu, dan mungkin jika rencana terjadi yujin paling menderita thor, feeling gue dari kejadian ini mereka kyk pengen salah satu dari yoong dan yujij itu tewas dengan cara memakai kekuatan sica gitu. Wkwkwk gak jelas gue ya thor

    Like

  23. Disaat emak diculik ma unnix sendiri.. Aing cman iri lihat keromntsn yoong dan mommy..
    Njirr dsaat gnting gni, mereka mlah brmesraan..
    Klo tau emak hilang, bakal khawatir stngah mati pasti terutama yoong..

    Like

  24. semakin seru, pertarungan ga bnyk dlm hal kekerasan. Tp bikin gue kayk kebawa suasana kehidupan sihir mereka, rasanya gue pgn masuk ke ff author buat bantuin mereka ._.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s