ETERNITY (5)

1460984835083

 

Tittle                : ETERNITY

Cast                 : Kim Taeyeon

Kim Yujin (Uee)

Kwon Yuri

Krystal Jung

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kang Seulgi

Girls Generation, After School, Red Velvet and Others

Genre              : GirlxGirls, Fantasy, Magic, Drama, Romance, Friendship

Credit Pic by K.Rihyo

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 5

.

.

“Sudah kau putuskan, Yoong?”

.

Yoong mengangguk. “Eoh. Taeyeon, Tiffany, Sooyoung, Seulgi, dan kau yang akan menjadi tim inti dari Clawstar”, jawabnya mantap.

.

“Aku?”, Yujin mengerutkan keningnya karena sedikit tidak setuju.

.

“Tenang saja, Sica akan bersamaku. Bertarunglah seperti biasa, aku memilihmu lagi dalam magic battle tahun ini”

.

“Baiklah kalo itu mau mu”, akhirnya Yujin setuju. Karena biar bagaimana pun dalam hal ini Yoong yang lebih mempunyai kuasa untuk menentukan tim dari Clawstar.

.

“Unnie”, Yoong kini memandang ke arah Sooyoung yang berdiri mendengarkan dirinya berbincang dengan Yujin. “Keluarkan semua kemampuanmu, jangan membuatku menyesal karena memilihmu”

.

Sooyoung mengangguk mantap dan memberi hormat pada pemimpinnya itu.

.

“Taeng, kau bersama Tiffany. Dan kau Seulgi, jangan lupakan tugasmu untuk memperhatikan semua tim. Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan pada pengawal terdekat dengan arena pertandingan”, jelas Yoong lagi.

.

“Oke. Serahkan padaku”, Seulgi tersenyum. Taeyeon ikut mengangguk mengerti.

.

Mereka akhirnya berpisah setelah rapat bersama. Yoong berjalan bersama Taeyeon, Seulgi, dan Tiffany. Sedangkan Sooyoung kembali ke rumah dan Yujin kembali ke kamarnya. Gadis itu duduk di tepi ranjangnya dan melamun sambil menggenggam syal yang melingkar di lehernya.

.

“Aku merindukanmu, baby”, gumamnya pelan. Tatapannya mengarah ke arah syal yang dikenakannya dan juga ke arah syal yang tersusun rapi di tempat khusus.

.

Tok..tok…tok

.

“Ya?” sahutnya.

.

“Yujin-ah, ini aku Tiffany”

.

Yujin segera berdiri dan membukakan pintu kamar. Tiffany diambang pintu tersenyum lalu memeluknya. Gadis bereyes smile itu tertawa kecil dalam pelukan mereka.

.

“What?”, Yujin terlihat bingung.

.

“Tidak apa-apa”, Tiffany lalu melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam kamar Yujin. Gadis itu melihat sekeliling kamar dan kembali tersenyum lagi. “Kamarmu tidak pernah berubah, selalu membuatku hatiku nyaman melihatnya”

.

Kali ini Yujin yang tertawa. “Kau sebegitu senangnya sampai memuji kamarku, huh?”

.

“Tentu saja, kau kan sudah tahu” ucapnya seraya terkekeh. “Bolehkan aku melakukannya?”, ia kembali bertanya.

.

“Asal kau jangan lupa bahwa kita besok berkumpul di dekat taman kota”

.

Tiffany mengangkat jempolnya sebagai tanda oke. Gadis itu pun duduk di salah satu kursi yang ada di kamar Yujin. “Yujin-ah”

.

“Hmmm, wae?”

.

“Sejujurnya aku khawatir”

.

“Tentang black magic?”, tebak Yujin dan Tiffany mengiyakan.

.

Yujin juga tak menyembunyikan rasa khawatirnya. Gadis itu pun tampak menghela nafas sejenak. “Andai saja kita sudah menemukan cara untuk menghancurkan menara yang ada di kota, pasti ini tidak akan terjadi”

.

“Yujin-ah”, Tiffany jadi memandang sedih gadis itu.

.

“Aku merasa tidak bisa menyelamatkan hal yang paling berharga dalam hidupku, Fany-ah. Bahkan pertunangan—”

.

Tiffany segera menghentikan ucapan Yujin dan menggeleng. “Jangan Yujin-ah, jangan pernah memikirkan hal itu. Kita, Yoong, Taeyeon, dan Seulgi sudah sepakat tentang ini, oke?”

.

“Huft, okay. Maaf aku tak sengaja”

.

“Sudahlah. Aku memutuskan mampir kesini untuk melihatmu sebentar. Yoong, Taeyeon, dan Seulgi sudah menungguku”

.

“Hmmmm, maaf aku akan berada di istana sampai besok pagi”

.

“Mereka sudah mengerti. Aku pergi dulu ya”

.

Setelah Tiffany pergi, lagi-lagi Yujin hanya bisa menghela nafasnya. Ia kembali memandang kumpulan syal itu.

.

.

.

“Aku membuatnya untukmu, pasti syal ini bisa melindungimu dari udara di luar”

.

Gadis yang lebih tinggi itu tertawa kecil lalu meletakkan telapak tangannya di atas puncak kepala gadis yang berada di hadapannya. “Aku tidak bisa merasakan apapun, kau tahu itu kan?”

.

“I know. Tapi aku ingin kau tetap memakainya”, ia mempoutkan bibirnya karena ucapan itu.

.

“Iya, akan selalu kupakai karena ini buatanmu”, ia tersenyum dan gadis itu menyunggingkan senyum manisnya.

.

“Kau suka? Jika begitu, aku akan membuatkan yang lebih banyak lagi agar kau bisa berganti-ganti syal”, ucapnya dengan antusias.

.

“Baiklah, aku akan terus memakainya”

.

.

.

.

——————————

.

“Kau kenapa Krys?”, sebuah suara menyadarkan lamunannya.

.

“Oh, Unni”, ia memandang lawan bicaranya sebelum menatap ke arah semula. “Aku sedang berpikir sambil melihat ke arah menara itu”, jelasnya.

.

“Menara? Ada apa dengan menara itu?”

.

“Apa Unni tidak menyadarinya? Dari hari ke hari aku terus memperhatikannya. Awan kecil yang berada di sekitar menara lama kelamaan semakin pekat dan banyak”

.

Yuri menatap ke arah menara itu sambil memfokuskan penglihatannya. Memang benar jika ada awan di sekitar puncak menara. “Tapi bukankah itu wajar? Mungkin hari ini akan turun hujan”, ujarnya.

.

“Aku tidak hanya melihat awan itu hari ini saja, tapi sebelum-sebelumnya juga dan aku berfikir sama seperti yang Unni katakan. Tapi sekarang aku menyadari ada yang aneh”

.

“Krys, jika itu bukan karena hujan, mungkin ada seseorang yang menggunakan sihir. Hmmm, seperti latihan? Mengingat kita berada di dunia sihir”, Yuri mengungkapkan pemikirannya.

.

Krystal tidak bereaksi. Gadis itu masih mengamati menara dengan serius. “Kau terlalu banyak membaca dongeng, hmm”, Yuri mengusap kepalanya lembut.

.

Akhirnya Krystal berhenti memandang menara itu lalu memeluk Yuri yang berdiri di sebelahnya. “Mungkin hanya perasaanku saja”, ujarnya.

.

“Hmmm, mungkin” Yuri mengulum senyumnya.

.

Yuri lalu membimbingnya duduk di kursi yang berada di teras rumah. Keduanya sedang menunggu Sunny dan Hyoyeon yang sedang pergi ke kota untuk membeli bahan makanan. Sedangkan Yuri dan Krystal telah menyelesaikan tugas mereka membereskan rumah.

.

“Unni”

.

“Ya?”

.

“Aku merindukan rumah”

.

“Kita akan pulang, Krys. Bersabarlah, hmm. Kita pasti akan pulang”

.

Krystal tertawa kecil seraya memandang Yuri. “Unni memang pandai menenangkan aku, huh”

.

“Hahaha, always Krys”

.

“Dork”, Krystal tertawa lagi dan memukul lengan Yuri. Keduanya kembali tertawa bersama.

.

Tidak berapa lama kemudian, Hyoyeon dan Sunny telah kembali dari kota. Gadis berambut blonde itu tersenyum melihat keduanya sedang bercanda di teras rumah. “Terjadi sesuatu, huh?”, tanyanya.

.

“Kalian sudah pulang”, Yuri berdiri menyambut keduanya dan membantu mengambil barang yang dibawa Sunny. “Kami hanya mengobrol saja”, lanjutnya.

.

“Ini persediaan selama seminggu”

.

“Terima kasih Sunny-ah”, ujar Yuri.

.

Mereka berempat masuk ke dalam rumah dan menata bahan makanan ke tempatnya. Setelah itu, Sunny mengajak ketiga manusia itu mengobrol di ruang tamu.

.

“Besok kita akan menyaksikan magic battle dan mendukung Sooyoung bersama tim nya”, jelas Sunny.

.

Magic battle?” Krystal penasaran.

.

“Eoh, pertarungan antar kelompok penyihir di negeri ini”

.

“Itu pasti akan sangat menyenangkan”, sambung Hyoyeon dengan antusias.

.

Sunny tertawa melihat reaksinya. “Kau benar-benar menikmati dunia kami, huh?”, ejeknya.

.

“Daripada tidak ada yang kulakukan disini”, Hyoyeon menyengir sedangkan Yuri dan Krystal hanya terkekeh melihat rekan mereka itu.

.

“Yasudah kalo begitu kita akan pergi besok. Sekarang aku ke pendopo para tabib dulu”, pamit Sunny dan mendapat anggukan ketiganya.

.

.

.

.

***

.

.

Gagak itu mengeluarkan suara khasnya dengan lantang. Hal itu membuat yeoja yang bersamanya tertawa puas.

.

“Kau sudah kenyang?”

.

Lagi. Gagak itu mengeluarkan suara khasnya dan dimengerti oleh sang yeoja.

.

“Baiklah. Kita sekarang kembali ke markas”, jelas gadis itu.

.

Mereka pun meninggalkan gang sempit yang ada di kota. Beberapa penyihir tergeletak tak berdaya karena perbuatan yeoja itu dan gagaknya.

.

Setiba di pasar yang terletak di pusat kota, ia berjalan santai dan menikmati suasana ini sambil melihat sekeliling pasar. Berbagai aktivitas dilakukan penduduk Clawstar seperti biasanya. Saat akan menuju jalan yang mengarah ke markasnya, ia tak sengaja ditabrak oleh seorang gadis yang berlari dan tidak melihatnya.

.

“Maaf, maafkan aku. Aku tidak sengaja”, ucap gadis itu padanya berkali-kali.

.

Yeoja itu tidak mengatakan apapun. Ia berdiri dan sedikit membersihkan debu di pakaiannya.

.

“Kau tidak apa-apa?”, tanya gadis itu sekali lagi. Tangannya menyentuh lengan sang yeoja.

.

Detik selanjutnya, yeoja itu tersentak karena aura dingin dari tangan gadis itu yang benar-benar seperti es. “Oh maaf aku tak sengaja”, lagi-lagi gadis itu berkata karena ia menyadari bahwa tangannya telah menyentuh yeoja itu.

.

Ia memandang tangannya sejenak dan menetralkan kekuatan es yang muncul dari telapaknya. Setelah itu, sang gadis memandang yeoja itu dan tersenyum lalu mengulurkan tangannya. “Aku Jessica. Maaf ya, aku terburu-buru jadi tidak sengaja menabrakmu”, jelasnya lagi.

.

“Nana”, balasnya singkat. “Tidak apa-apa, aku mengerti” lanjutnya lalu segera berlalu dari hadapan Jessica tanpa menerima uluran tangan gadis itu.

.

Jessica sempat berteriak memanggil namanya dan meminta maaf lagi. Namun Nana tak berminat membalikkan badannya. Ia hanya mengangkat tangannya, pertanda ia tidak mempermasalahkan itu.

.

Sesampai di persimpangan, Nana berpegangan pada sebuah tembok bangunan dan memegang dadanya. Gadis itu tiba-tiba terlihat lemas dengan nafas yang tersengal. “Kha…khaa…. Kekuatan apa yang gadis itu miliki? Bahkan dia tidak melakukan apapun tapi tenagaku seperti hilang”, keluhnya di hadapan si gagak.

.

Gagak itu hanya mengepakkan sayapnya sebagai jawaban.

.

“Apa gadis itu juga akan terlibat magic battle?” pikirnya lagi.

.

Nana menyandarkan tubuhnya di tembok tersebut untuk beristirahat sejenak sebelum kembali ke markas.

.

“Aku tidak boleh kalah dari siapapun”

.

.

.

.

——————————

.

Yoong dan Tiffany berdiri menyaksikan pertarungan Seulgi dan Taeyeon di Clawstar Forest, tempat mereka latihan bersama sebelum magic battle yang akan digelar besok. Baik Taeyeon ataupun Seulgi tak mengurangi intensitas pertempuran mereka.

.

Taeyeon bergerak ke arah barat, bersebrangan dengan Seulgi yang berada di timur. Gadis itu mengeluarkan cahaya ungu dari tubuhnya dan melemparkannya ke langit. Sedetik kemudian sebuah cahaya besar menghantam tanah dan membuat gumpalan berbentuk bebatuan besar melayang di udara.

.

Dengan satu hentakan, Taeyeon mengarahkan gumpalan-gumpalan itu ke arah Seulgi.

.

Gadis itu tersenyum. “Oh, kau ingin bermain dengan yang lebih besar, Taeng?”, batinnya. Ia segera menarik 3 anak panah sekaligus dengan busur panahnya yang mengeluarkan cahaya merah.

.

Seekor elang tiba-tiba muncul dari udara dan menukik tajam menuju arah busur panah yang dipegang Seulgi. Gadis itu menarik 3 anak panah sekaligus dan membuat elang tadi terbelah menjadi beberapa ekor elang yang terbang menabrak gumpalan bebatuan hingga menghantamnya dan menghancurkan semuanya.

.

“Enough!”

.

Yoong menghentikan pertempuran keduanya dan tersenyum puas. Sesekali ia menggeleng heran. “Baru latihan saja kalian sudah seperti ingin membunuh satu sama lain, huh?” kekehnya seraya berjalan mendekati kedua sahabatnya itu.

.

“Itulah yang akan aku lakukan di pertarungan nanti, Yoong. Siapapun akan kukalahkan”, Taeyeon menaik turunkan alisnya.

.

“Dasar, kau terlalu cepat puas”, timpal Seulgi. “Lagipula anak panahku berhasil menghancurkan bebatuan itu”

.

“Aish, aku tidak mengeluarkan semua kemampuanku barusan” protes Taeyeon.

.

Keduanya berdebat kecil. Hal yang biasa Seulgi dan Taeyeon lakukan jika mereka berbicara tentang kekuatan mereka.

.

“Kekuatan kalian masih berada di bawahku”

.

Baik Taeyeon dan Seulgi kompak memandang Yoong yang menyengir setelah mengatakan itu. Keduanya pun menyerang Yoong dan mereka bertiga saling menyerang satu sama lain hingga berguling di tanah.

.

Tiffany hanya bisa menggeleng melihat kelakuan childish ketiganya dan terkekeh. Ketiga yeoja di sekitarnya itu memang tak pernah bercanda dalam soal latihan. Namun mereka akan sangat childish jika berbicara tentang kekuatan yang mereka miliki.

.

Melihat ketiganya selesai bercanda, Tiffany berjalan mendekati salah satu dari ketiga yeoja itu dan memeluknya dari belakang.

.

“Sudah kan latihannya? Aku mulai bosan. Bagaimana kalo kita ke kota dan berpesta di bar sebelum magic battle besok?”, ia mengeluarkan idenya.

.

“Dasar kau ini”, timpal yeoja yang dipeluknya itu.

.

“Ayolah~~”, bujuk Tiffany.

.

“Kekasihmu benar-benar party girl”, ejek salah satu dari mereka.

.

“YAH!!”

.

Ketiganya tertawa melihat Tiffany mengembungkan pipi karena kesal. Kemudian salah satu dari mereka berceletuk. “Aku setuju dengan idenya, lagipula Yujin tidak akan datang. Jika dia tahu kita berpesta, ada yang bisa kita jadikan tumbal” ia tertawa dengan puas setelah menyelesaikan kalimatnya.

.

“YAH!”, kali ini yeoja yang dipeluk Tiffany yang berteriak karena salah satu sahabatnya baru saja menjadikan Tiffany sebagai umpan jika mereka ketahuan berpesta di bar.

.

Dua yeoja itu tertawa puas, sedangkan Tiffany terkekeh melihat kekasihnya yang sangat lucu jika marah. “Tenang saja, Yujin tidak akan memarahiku”, ucapnya.

.

Yeoja itu akhirnya mendesah pelan, tanda menyerah. “Oke, sekarang kita ke bar”

.

“YEAY”

.

Kedua yeoja itu dan Tiffany berteriak senang.

.

“Its party time!!”

.

.

.

***

.

.

“Sica, apa tidak apa-apa?”, tanya Yuri sedikit berbisik dan agak takut karena hari sudah malam.

.

Gadis itu beberapa saat lalu mengunjunginya di rumah dan mengajak Yuri untuk menemaninya pergi ke hutan yang berada di belakang rumah Sooyoung.

.

“Ssshh, pelan-pelan Yul. Jangan berisik”, jelas Jessica.

.

Yuri yang pasrah, hanya mengangguk dan mengikuti gadis itu di belakangnya dengan berjalan mengendap-endap menuju hutan melalui perkarangan rumah Sooyoung.

.

Sesampai di pinggiran hutan, Jessica melepas penutup kepala dari jubahnya. Ia memandang Yuri dan tersenyum puas. “Akhirnya aku bisa ke hutan ini. Terima kasih Yul sudah menemaniku”, ucapnya tulus.

.

Yuri ikut mengangguk dan balas tersenyum. “Kajja, kita masuk”, ajak Jessica seraya memegang pergelangan tangannya dan menarik Yuri masuk ke dalam hutan.

.

Baru saja melangkah beberapa meter ke dalam hutan, Yuri dibuat takjub untuk kedua kalinya setelah sebelumnya melihat pemandangan indah negeri ini dari atas menara istana. Berbagai jenis tanaman indah berwarna-warnai membuat hutan ini tak menyeramkan seperti saat melihatnya dari luar. Bahkan suasana di dalam hutan kontras berbeda dengan di luar yang sudah gelap. Di dalam hutan ini, suasananya seperti pada siang hari, cerah, dan berawan.

.

“Seperti taman bunga?”, tanya Yuri.

.

“Bukan, ini hutan liar. Jangan menyentuh tanaman-tanaman itu Yul. Semuanya beracun”

.

Penjelasan Jessica sontak membuat Yuri melebarkan matanya karena terkejut. Bagaimana bisa? Pikirnya lagi.

.

“Wae?”, herannya.

.

“Aku juga tidak tahu kenapa mereka beracun. Kau ingat saat Krystal mengatakan negeri yang dikutuk?”

.

Yuri lagi-lagi terkejut. Ia lalu menepuk jidatnya dan menghela nafas. “Kau termakan oleh ucapan Krystal? Dia hanya membaca buku dongeng, Sica. Itu hanya khayalan belaka”, ujarnya.

.

Jessica menundukkan kepalanya lalu memandang Yuri dengan tatapan yang sulit Yuri artikan. “Aku tidak sengaja membaca sebuah buku di perpustakaan istana, memang berbeda dengan yang Krystal katakan”

.

“Lalu?”

.

“Di dalam buku itu diceritakan sebuah negeri yang indah, namun diselimuti kekuatan gelap yang mengerikan”

.

Yuri semakin tidak mengerti apa yang dibicarakan Jessica. Apa gadis itu juga penyuka dongeng seperti Krystal? Entahlah.

.

“Jadi kau berbohong kepadaku tentang kau ingin mengajakku kesini karena ada hal yang lebih indah dari pemandangan di menara istana waktu itu?”, tebak Yuri dengan nada kecewa.

.

“Aku tidak berbohong”, gadis itu segera menepisnya. “Yang aku katakan padamu itu benar Yul. Itu sebagai hadiah karena kau mau menemaniku kemari. Kita akan melihatnya nanti setelah kita masuk hingga ujung hutan ini”

.

“Lalu apa tujuanmu kemari?”

.

Jessica memandang Yuri penuh harap namun sepertinya Yuri mulai terlihat waspada dengan idenya. Akhirnya Jessica menghela nafasnya dan memutuskan untuk mengatakan sebuah hal yang sebenarnya ingin dia sembunyikan.

.

“Hutan ini mengingatkanku pada cerita tentang negeri yang kubaca itu. Lihatlah, pemandangan disini indah tapi kenapa mereka semua beracun?”, ujarnya lagi. “Tapi ada satu bagian di dalam hutan ini yang benar-benar indah sesuai apa yang kita lihat. Dan itulah hadiah yang ingin kutunjukkan padamu. Aku juga ingin melihatnya, karena aku belum pernah melihatnya ”

.

“Kenapa kau mengajakku?”

.

Jessica terdiam dengan pertanyaan Yuri. Kenapa? Kenapa dia mengajak Yuri?

.

“Kenapa?” tanya Yuri lagi karena Jessica belum menjawabnya.

.

“A—aku ….aku….”

.

Ia menarik nafasnya dalam dan membuangnya perlahan agar tetap tenang. Jessica lalu mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Yuri yang juga sedang memandangnya.

.

“Saat aku menyembuhkanmu dulu, aku mendengar suaramu berbicara dalam tidur. Aku…aku….aku menggunakan kekuatanku untuk melihat apa yang kau mimpikan”, Jessica melanjutkan lagi kalimatnya.

.

“Aku melihat seorang anak kecil berlarian di sebuah taman bunga yang indah, dan aku menyadari bahwa itu kau saat masih kecil. Aku…aku menyadari bahwa suatu saat kau akan kembali ke duniamu dan….dan aku hanya ingin memberimu hadiah sebelum kau pergi. Karena kau—“

.

Ia tak berani meneruskan kalimatnya dan kembali memandang ke arah tangannya dimana gelang yang Yuri kasih melingkar disana.

.

“Karena kau……?” Yuri meminta Jessica menyelesaikan kalimatnya.

.

“Karena kau—”

.

“SICAAAA!”

.

Keduanya terkejut dengan suara seseorang yang memanggil Jessica dari arah luar hutan. Jessica segera mengajak Yuri untuk melanjutkan langkah mereka ke dalam, namun tiba-tiba muncul beberapa pengawal yang menghalangi jalan mereka. Keduanya terjebak dan tak bisa bergerak kemanapun.

.

.

.

.

——————————-

.

Yoong menatap yeoja di depannya ini dengan intens. Sedangkan yeoja disebelahnya hanya diam karena tidak tahu harus berkata apa. Ditambah lagi ada Sooyoung bersama Yoong. Kedua yeoja itu baru saja dibawa keluar dari hutan bersama beberapa pengawal.

.

“Yoongie”, Jessica menatapnya dengan lembut. Ia tahu bahwa Yoong saat ini sedang marah padanya.

.

“Bagaimana jika Yujin yang tahu? Salah satu pengawalku melaporkan bahwa kau tidak di istana. Dan benar, kau ada disini”

.

“Aku hanya ingin melihat apa yang ada di dalam hutan ini”, jelasnya.

.

“Hutan itu berbahaya, Sica. Tidak ada apapun disana”

.

“Tapi Yoongie, aku membaca sebuah buku yang—”

.

“Tidak ada apapun disana, Sica”, Yoong menarik pergelangan tangannya dan mendekap Jessica ke dalam pelukannya. “Kau membuatku khawatir”, jelas yeoja itu.

.

Sedangkan di sisi lain, Yuri tidak berani memandang gurunya itu karena Sooyoung terus menatapnya. “Kau mengenalnya, Unni?”, tanya Yoong yang menyadari gelagat Sooyoung.

.

Jessica yang ikut mendengar, lalu melepas pelukan Yoong. “Dia temanku, aku yang mengajaknya. Dia tidak salah apapun, Yoong”, gadis itu segera menjelaskannya mengingat bahwa Yoong dan Sooyoung tidak menyadari bahwa Yuri adalah manusia.

.

“Dia yang waktu itu, Taeng dan Seulgi juga mengenalnya”, lanjutnya lagi.

.

“Kajja Yul, aku akan mengantarmu pulang”, Sooyoung mengajak Yuri setelah Yoong memberinya tanda.

.

“Yul~~”

.

Jessica tampak bersalah karena melibatkan Yuri. Ia hanya bisa memandang Sooyoung dan Yuri yang sudah berjalan menjauh dari sana.

.

“Sooyoung Unnie akan mengantarnya pulang”, Yoong menenangkannya.

.

“Yoongie”

.

Yoong tersenyum, lalu melepas coatnya yang tebal untuk dipakaikan ke tubuh Jessica. Sebelum melangkah pulang, Yoong mengeluarkan kekuatannya untuk mengembalikan para pengawal ke dalam tubuhnya lagi.

.

“Kau hampir membuatku dan Taeyeon terkena serangan jantung, huh. Jangan keluar seorang diri lagi, Sica. Caramu terlalu berbahaya”, kali ini ia menatapnya teduh. Tidak ada kemarahan seperti sebelumnya.

.

Jessica mengangguk dan menatap Yoong dengan menyesal. “Maafkan aku”

.

“Apa kau mengeluarkan sihirmu hari ini?”

.

“Tidak a…….da”, kalimatnya memelan diakhir ketika ia mengingat bahwa ia hampir mengeluarkan sihirnya saat di kota tadi.

.

“Ngomong-ngomong dimana Taeng?”, Jessica segera mengalihkan pembicaraan mereka.

.

“Dia bersama Seulgi dan Tiffany di bar. Mereka akan ikut dalam magic battle besok. Jadi aku yang akan menemanimu selama Taeyeon dan Seulgi bertarung”

.

Jessica mengangguk sekali lagi. Yoong pun segera mengantar Jessica kembali ke Istana sebelum Yujin menyadari bahwa Jessica tidak ada di istana.

.

“Kau membutuhkan sesuatu?”, tanya Yoong ketika keduanya sudah berada di balkon kamar Jessica.

.

“Tidak. Aku hanya ingin menikmati suasana ini sebentar”

.

“Yoongie”

.

“Hmmm?”

.

“Apa buku cerita yang ada di perpustakaan istana itu benar-benar hanya sebuah cerita belaka?”

.

“Apa yang kau bicarakan, hmm?”

.

Jessica menceritakannya. “Aku membaca sebuah buku. Tapi ceritanya sangat aneh. Ada negeri yang indah tapi diselimuti kekuatan gelap”

.

Yoong tersenyum sambil menggesekkan kedua telapak tangannya yang mulai dingin karena cuaca malam ini. “Itu hanya cerita saja. Jangan terlalu dipikirkan, hmmm”

.

Jessica memandang Yoong dengan serius. Namun Yoong tidak bereaksi dengan tatapannya sehingga membuat gadis itu membalas senyumnya. “Benar juga. Mungkin itu hanya cerita”

.

Yoong tertawa setelah Jessica berkata itu dan mengangguk setuju.

.

“Hmm, mungkin hanya sebuah cerita”

.

.

.

.

.

***

.

.

Suasana hiruk pikuk sudah memenuhi seluruh isi stadiun yang akan menjadi tempat pertarungan para kelompok penyihir hebat di negeri ini. Sorak-sorai penduduk Clawstar bergemuruh untuk mendukung tim kesayangannya mereka.

.

Satu per satu kelompok yang baru saja lolos dari tahap eliminasi memasuki stadiun. Teriakan-teriakan para pendukung semakin menggema. Hanya ada 7 kelompok yang berhasil sampai babak ini.

.

“Bagaimana lenganmu Taeng?”, tanya Yujin.

.

Tim Clawstar sebelumnya mengalami sedikit kendala karena pertempuran mereka dengan kelompok lain hampir membuat serangan Taeyeon mengenai Seulgi, namun Yujin dengan cepat membantu menghalangi serangan itu. Tapi sayangnya, Taeyeon sedikit mengalami luka di bagian lengannya.

.

“Its okay, Yujin-ah. Ini hanya luka memar yang tidak terlalu menyakitkan”, balas Taeyeon.

.

Saat ini ada dua kelompok lain yang sedang bertarung di arena magic battle. Sedangkan tim yang belum bertarung, bisa menyaksikan pertandingan tersebut dari bangku peserta yang khusus ditempati oleh tim yang berada diantara area penonton.

.

Tim Clawstar kini berada di bangku peserta menyaksikan jalannya pertarungan. Yujin dan kawan-kawan akan bertarung melawan kelompok Fiorza yang berasal dari barat daya Hordeux setelah pertarungan dua tim lainnya selesai.

.

“Seulgi, jangan lengah. Perhatian seluruh isi stadiun. Black magic bisa saja berada di sini”, jelas Yujin dengan pelan.

.

Seulgi mengangguk dan melakukan tugasnya. Saat hendak fokus kembali dengan pertandingan, suara Taeyeon menginterupsinya. Yujin menoleh dan mendapati Taeyeon dan Sooyoung sedang berbicara serius.

.

“Apa yang kalian bicarakan?”

.

Keduanya menoleh. “Tim Ravi sempat membuat onar di kota. Kau tahu kan mereka berharap mengalahkan kita? Tapi sekarang Yoong tidak ada, terlebih lagi Sica tidak dilibatkan”, jelas Sooyoung.

.

“Namja itu masih niat mengalahkan Yoong?”, Yujin tertawa kecil.

.

Taeyeon menimpalin dengan kekehan. “Mereka masih kesal karena tahun lalu tim kita mengalahkannya, Yujin-ah”

.

“Tapi aku sedikit mencurigai mereka”

.

Perkataan Sooyoung membuat Yujin dan Taeyeon menoleh serius ke arahnya. “Mereka tipikal kelompok pembuat onar dan kekuatan mereka bertambah kuat. Mungkin mereka bisa menjadi bagian dari black magic

.

“Tapi tidak segampang itu menuduh mereka Soo. Lagian, black magic tipikal memusnahkan”, Yujin mengangguk setuju dengan pendapat Taeyeon.

.

Saat sedang mendengarkan ketiganya berbicara, mata Tiffany menangkap ke arah satu kelompok yang baru saja ia lihat dalam magic battle. “Apa mereka kelompok baru dalam magic battle?”, tanyanya.

.

Taeyeon, Sooyoung, dan Yujin menoleh ke arah yang Tiffany maksud. “Burung gagak itu memiliki aura yang tidak biasa”, lanjutnya lagi.

.

“Apa yang kau lihat Taeng?”, Yujin meminta pendapat Taeyeon tentang yang Tiffany bicarakan.

.

Dengan kekuatannya, mata Taeyeon berubah ungu dan melihat ke arah gagak itu yang bertengger manis di pundak seorang yeoja. “Aku baru melihat aura ini. Tapi aku belum bisa memastikan apa ini aura kejahatan yang biasa atau black magic

.

“Kita harus lebih waspada. Black magic bisa saja ada di stadiun ini”

.

Ketiganya mengangguk mendengar instruksi Yujin.

.

.

Di sisi lain, beberapa yeoja berada dua tingkat dari bangku peserta milik tim Clawstar. Disana ada Sunny, Krystal, Hyoyeon, dan Yuri. Sesuai ajakan Sunny, mereka datang menonton untuk mendukung tim Clawstar.

.

“Unni, kenapa seramai ini?”, Tanya Krystal pada Sunny. Gadis itu sedari tadi agak canggung karena melihat banyaknya orang yang ada di stadiun.

.

“Jangan khawatir, Krys. Suasana seperti ini sudah terjadi setiap tahunnya”

.

Yuri ikut menoleh ke arah sebelahnya dimana Krystal duduk. Ia menggerakkan lengannya dari arah belakang dan merangkul pinggang Krystal. Membantu Krystal agar tetap tenang karena Yuri tahu Jessica tidak menyukai keramaian seperti ini.

.

“Unnie~~” lirihnya.

.

Yuri memamerkan senyumnya. “Tenanglah, ada aku disini”, timpalnya tenang.

.

Krystal balas tersenyum. Setidaknya ia tidak perlu merasa takut. Saat sedang asik berbincang-bincang dengan Yuri, tiba-tiba Krystal mengingat sesuatu.

.

“Sunny Unni, aku tidak melihat Jessica Unni. Apa dia tidak akan datang kemari?”

.

“Ah soal itu, aku tidak yakin. Tapi mungkin saja dia akan datang mengingat saat ini Sica bersama Yoong, pemimpin dari tim Clawstar”, jelasnya.

.

“Yoong?? Ah, yeoja yang tingginya hampir sama dengan Sooyoung Unni?”

.

“Hmmm, dia pemimpin dari tim Clawstar” lanjut Sunny.

.

.

.

——————————

.

“Kau sudah bangun?”

.

Jessica tersenyum dan mengangguk. Rambutnya yang sedikit berantakan membuat Yoong tertawa karena kelucuannya. Yoong mengacak rambut Jessica dengan usil dan membuat gadis itu kesal.

.

“YAAA~~!”

.

“Hehehehe, peace”, Yoong mengangkat dua jarinya dan menyengir. “Bersiaplah, kita akan berangkat sebentar lagi”

.

Jessica lagi-lagi mengangguk. Setelah itu Yoong keluar dari kamar dan menunggunya di depan Paviliun. Beberapa saat kemudian, Jessica sudah siap.

.

“Kau tidak lupa tentang hari ini Yoongie?”

.

“Tentu saja tidak. Aku akan mengantarmu kesana. Tapi—”, Yoong menghentikan ucapannya.

.

“Tapi apa??”

.

“Tapi kau harus berjanji padaku, untuk menuruti semua perkataanku. Setuju?”

.

Jessica mempoutkan bibirnya. “Kau lebih menyebalkan dari Yujin. Dia tidak pernah memintaku seperti itu”

.

“Hahahah, kan itu Yujin. Kalo denganku kau harus menuruti semua perkataanku. Jika kau tidak setuju, kita hanya akan berada di istana saja”

.

“Iya iya, aku janji”. Jessica dengan cepat menurutinya. Ia tidak suka jika seharian berada di istana. Untuk itulah terkadang Jessica diam-diam keluar dari istana untuk melihat suasana luar.

.

Yoong tersenyum penuh kemenangan. “Kajja, kita berangkat sekarang

.

.

.

.

Di sisi lain…..

.

“Maaf baginda, hamba ingin melapor. Baru saja beberapa pengawal melaporkan bahwa pedesaan di timur laut Clawstar hancur berantakan. Dan beberapa pengawal yang berada di sana terluka parah”

.

“Siapa yang melakukan itu?”

.

“Salah satu pengawal yang berhasil kembali ke istana mengatakan bahwa ada sekumpulan penyihir berjubah hitam datang ke desa dan awan hitam menyelimuti desa itu. Sepertinya black magic semakin mendekat”

.

Raja Kim terkejut dengan laporan orang kepercayaannya. Ia berdiri dan memanggil salah satu menteri yang mendampinginya.

.

“Ministry Lee, apa Yujin putriku mengikuti magic battle?”

.

“Iya Baginda. Kami mendapat laporan seperti itu, karena pemimpin Im tidak ikut dalam pertarungan”

.

“Dimana Im Yoong sekarang?”

.

“Dia sedang bersama putri Jessica. Keduanya meninggalkan istana beberapa saat yang lalu”

.

“Perketat semua penjagaan di stadiun dimana magic battle berlangsung. Dan kerahkan semua petinggi istana beserta pengawal suci ke menara kota. Black magic mulai datang ke Clawstar”

.

“Baik Baginda, akan saya laksanakan”

.

Setelah kepergian Ministry Lee, Raja Kim beserta orang kepercayaannya keluar dari ruangan Raja dan menuju ke pintu bawah tanah. Disana ada sebuah ruangan rahasia. Saat membuka pintu, ada tiga cahaya yang berkilauan dari sebuah batu permata yang besar.

.

“Suruh pengawal mencari Yoong dan Jessica, aku ingin Jessica segera kembali ke istana”, perintahnya.

.

“Tapi Baginda, putri Yujin sedang bertanding.”

.

“Biarkan Yujin fokus dengan pertandingannya. Sekarang pergilah dan bawa Jessica kembali ke istana”

.

“Baik Baginda”

.

Dengan begitu, kepercayaan Raja Kim meninggalkan ruangan bawah tanah. Di dalam ruangan ini, Raja Kim terus memperhatikan tiga cahaya yang berkilauan dengan indah itu. Tangannya menggapai tiga cahaya. Ia tersenyum, namun tersenyum dalam raut kesedihan.

.

Black Magic tidak boleh menghancurkannya untuk kedua kali”, gumamnya

.

.

.

.

.

TBC

——————————————–

Hai Hai

Tadaaaa, Eternity is Back

Karena lagi senang habis semalam liat Jess yang super kece, jadinya gue memutuskan untuk update.

Gue ngetik ini super ngebut, jadi semoga gak banyak typo ya. Kalo typo mohon dimaafkan.

Selamat membaca ^^

Annyeong!!

.

.

.

by: J418

.

.

*bow*

Advertisements

124 thoughts on “ETERNITY (5)

  1. Aduhhh makin seru dan bikin penasaran aja nih sama kelanjutannya 😁😁
    Trus itu siapa pula kekasihnya Tiffany coba? Kalo taeyeon or yoona gue masih bisa diterima tapi kalo seulgi kayanya agak aneh, hahahahhaaa 😝😝😝

    Like

  2. -yujin :menyelamatkan hal yang paling berharga dalam hidupku? apa itu? dan syal itu ?
    karena kau? karena apa sicaaaa???

    gw jdi penasaran,, gimana reaksinya si baginda raja kalo
    di clawstar ada 3 manusia? hmm
    apa mrka akan dimusnakan? ato dipenjara? ato hmm..

    Like

  3. gue degdegan pas baca part fany sama yujin hahaha kalo mereka couple disini aduh, hahaha jadi yoong yang menegrti peperangan disini, kenapa semua nya kaya nya worry banget sama jessica? krystal pengen pulang mulu padahal yulsic belum tumbuh cinta tuh hahaha, penasaran sama couple nya toor, semangat ya tor.

    Like

  4. Kenapa hidupnya sica terkekang sekaliiiii????? Kasian itu anak orang pengen bebas, lol
    Eh kekasihnya tiffany siapa thor? Kok nggak jessica???? Nangis darah ane T_T

    Like

  5. siapa kah ini kekasih nya fanny diantara taeng , seulgi dan yoona ? dan ad hubungan apa fanny dengan yujin ? penasaran euy .. dan ad crita apa dulu yang menimpa kerajaan , sehingga sica selalu dijaga ketat ……

    Like

  6. Klo kekasihnya mommy mah, daddy tae..
    Tunangan yujin??
    Ahh, masih bingung ma critax 😰
    Emak nakal ih, main kabur” j.. Ngjak yul lg..
    3 cahaya itu apaan sih je?
    Bca lg chap slnjtx biar g pusing 😅

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s