INDESTRUCTIBLE II (5)

1461328334699

 

Tittle                : INDESTRUCTIBLE II

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Krystal Jung

Im Yoona

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Sweet, Comedy-Romance, Friendship

Credit Pic by K.Rihyo

 

Mini-Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

“Dramas”

.

.

Part 5

.

.

“HYUNG!!”

.

Yoong berteriak seraya mendekati namja yang baru saja memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Taeyeon yang tidak mengerti hanya mengerutkan keningnya. Baru saja Yoong akan mengomeli namja itu, seorang wanita keluar dari sisi kanan pintu penumpang. Sosok yang sangat Yoong kenal.

.

“Tumben kau ke rumahku Yoong”, ujar Taeyeon dengan santai.

.

“Astaga Hyung!!!”, Yoong berteriak frustasi. “Kau kemana saja tidak bisa dihubungi, huh? Traumanya Sica Noona kambuh dan sekarang dia ada di rumah sakit”, lanjutnya lagi.

.

Taeyeon melebarkan matanya begitu mendengar ucapan Yoong. Ia bahkan tak segan-segan menggenggam kerah baju Yoong karena panik. “Ayo cepat kesana Yoong!”

.

Taeyeon langsung kembali ke dalam mobil, namun langkahnya terhenti pada sosok wanita itu. “Noona, istirahatlah di kamar tamu. Kau pasti lelah”, tahan Taeyeon saat wanita itu hendak masuk ke dalam mobil.

.

“Nanti saja Taeng. Aku juga ingin melihat Sooyeon, hmmm”

.

Taeyeon tidak ingin mencegah dan ia pun mengangguk. Namja itu segera melajukan mobilnya mengikuti mobil Yoong yang berada di depan. Sesampai di rumah sakit, mereka bertiga berlari secepat mungkin untuk tiba di ruang rawat Jessica.

.

Langkah Taeyeon terhenti begitu melihat sosok kekasihnya yang terlihat baru saja duduk di bangku yang berada di depan ruang rawat Jessica. Sepertinya Tiffany juga baru tiba di Rumah Sakit.

.

“Taeng!!” Sooyoung yang menyadari kedatangan Taeyeon, langsung memanggilnya.

.

Baik Yuri maupun Tiffany menoleh. Begitu melihat wanita yang bersama Taeyeon, Tiffany tampak berfikir sejenak sebelum menyadari siapa wanita itu. Yoong mendekat lebih dulu diikuti keduanya.

.

“Kau kemana huh!! Sica terus memanggil namamu”, ucap Sooyoung dengan nada cemas.

.

“Maaf Youngi, Taeyeon tadi—”, wanita itu hendak bersuara tapi Taeyeon segera memotongnya.

.

“Apa aku bisa masuk sekarang?”, tanyanya.

.

“Sekarang dia sedang tidur karena efek obat penenang. Sebaiknya kau temui dokter terlebih dulu. Beliau mencarimu”, jelas Sooyoung.

.

Taeyeon hendak mengajak Sooyoung bersamanya, namun Sooyoung menolak. “Ajaklah Noona, mungkin dia bisa jadi pengganti orangtuamu”, saran Sooyoung mengingat semua yang ada disana masih dibawah 20 tahun.

.

Taeyeon memandang Tiffany sejenak, hanya mereka berdua yang mengerti tatapan itu. Begitu keduanya pergi, Yul menoleh ke arah Tiffany lalu tersenyum padanya. “Tenang saja”, jelasnya.

.

“HUH?” Tiffany terlihat bingung.

.

“Kau tidak pandai berbohong di depanku Fany-ah. Bahkan ketika Taeyeon menatapmu untuk meminta pengertian, aku tahu kau sedang cemburu”

.

“Sok tahu”, Tiffany segera sibuk mengalihkan perhatiannya dan fokus pada ponselnya. Hal itu membuat Yuri terkekeh.

.

.

“Kapan Seohyun Noona datang?”, heran Sooyoung.

.

“Aku tidak tahu. Saat aku ke rumah, mereka baru saja datang dari luar. Mungkin Hyung menjemput Noona”

.

“Aish, kau ini. Berita apa saja yang kau baca Yoong? Apa kau hanya membaca majalah dewasa?”, ucap Sooyoung.

.

“MWO?? YAH!! Enak saja, walaupun sebagian koleksiku tentang itu tapi aku tetap membaca berita”, kesal namja kurus itu.

.

Yuri terkekeh melihat kelakuan dua temannya itu. “Kau memang tidak membaca berita, Yoong”, sambung Yuri. “Seohyun Noona keluar dari groupnya dan media menduga bahwa ada masalah dalam pernikahannya”

.

“APAAAA???”

.

Sooyoung segera menutup mulut Yoong karena namja itu berteriak cukup keras dan membuat beberapa orang di koridor Rumah Sakit menoleh ke arah mereka. Yoong segera memberi tanda peace dengan tangannya.

.

“Kenapa aku bisa melewatkan berita sepenting itu?”, gumam Yoong yang didengar oleh ketiganya termasuk Tiffany. “Tapi aku tidak menduga jika Noona akan menemui Hyung lagi”, lanjutnya.

.

“Yeah, kupikir untuk saat ini hanya Taeng dan Noona yang tahu permasalahannya”, Yuri berucap sambil melirik ke arah Tiffany yang “sibuk” dengan ponselnya. Gadis itu tak tertarik dengan pembicaraan para namja yang ada disitu.

.

.

.

.

——————————–

.

“Sooyeon belum bisa mengatasi traumanya dengan baik, Taeng. Saya akan memberitahukan hal ini kepada kedua orangtuamu jika mereka sudah kembali. Jangan terlalu jauh dari Sooyeon karena dia masih bergantung padamu”

.

“Maaf Ssaem, aku tidak menyangka jika traumanya kambuh di saat seperti itu”

.

“Dia sudah mulai tenang. Kalau kau ingin menemuinya, temuilah. Tolong jauhkan dia dari semua hal yang membuatnya marah atau mengingat kejadian itu”

.

“Baik Ssaem. Nasehat anda akan saya kerjakan”

.

Sebelum meninggalkan ruangan, Taeyeon menunggu Seohyun untuk menandatangani semua dokumen perawatan Jessica.

.

“Aku menunggu di luar saja”, ucap Seohyun tiba-tiba. “Sooyeon masih marah padaku soal perpisahan kita. Ingat kata dokter, aku tunggu disini saja”

..

Taeyeon mengangguk. Ia masuk bersama Tiffany, Yuri, dan Sooyoung. Sedangkan Yoong memilih menemani Seohyun di depan ruang rawat Jessica.

.

“Aku tidak melihatmu bersama Krys. Kemana dia, Yoong?”, tanya Seohyun membuka percakapan mereka.

.

“Kami break, Noona”, jelasnya singkat dengan nada sedih.

.

“Break? Bukankah kalian tidak bisa jauh satu sama lain?”

.

“Ada masalah menyebalkan yang terjadi. Entahlah Noona, sejujurnya aku tidak mau tapi Krys marah besar dan memutuskan ini”

.

Seohyun hanya mengusap punggung Yoong dan tersenyum. Mencoba membuat namja itu tenang meskipun sebenarnya perasaannya juga sedang kacau. Keduanya terdiam. Yoong hanya memandang tembok dengan sejuta lamunannya, sedangkan Seohyun melihat ke arah jari tangannya dan memainkan cincin yang melingkar di jari manisnya.

.

Di dalam kamar, Jessica sudah bangun. Taeyeon memeluknya dengan erat sedangkan Yuri yang berada di sisi lain, mengusap lengan Jessica agar kekasihnya itu merasa lebih baik.

.

Trauma Jessica bukan perkara mudah. Bahkan mereka sudah beberapa kali membuat Jessica ditangani oleh ahli psikolog, tetapi hasilnya tidak sebaik perkiraan. Masih ada Jessica kecil yang sangat trauma yang tertinggal di dalam tubuh Jessica yang sudah menginjak remaja.

.

Jessica melepaskan pelukannya. Ia beralih ke Yuri dan memandang wajahnya intens. Lalu tangannya terangkat dan mengusap wajah Yuri yang masih terlihat khawatir. “Syukurlah, kau tidak terluka”, ucapnya.

.

Yuri balas tersenyum dan menggenggam tangan Jessica yang berada di wajahnya. “Aku baik-baik saja. Jangan dipikirkan, hmmm”, Jessica mengangguk.

.

“Maaf”

.

“Tidak apa-apa. Kau pasti bisa, baby”, Yuri mengecup punggung tangannya. Memberinya semangat.

.

Sooyoung mengangguk setuju dengan ucapan Yuri. “Aku lebih suka melihat ice princess yang galak”, Sooyoung terkekeh dan mendapatkan pukulan di lengannya dari Jessica.

.

Hal itu mengundang tawa semua yang berada di ruangan.

.

.

.

.

***

.

.

“Apa ini?”, tanya pemuda itu.

.

“Bayaran untukmu dan teman-temanmu. Itu masih setengahnya. Jika kalian bisa mengalahkan tim basket Sorbonne dan mempermalukan mereka di final champion tahun ini, maka sisanya akan kuberikan”

.

“Tawaran yang menarik. Tapi katakan satu alasan, kenapa kami harus membantumu?” tantang pemuda itu.

.

“Aku tahu kau membenci kapten Basket Sorbonne, begitula pula denganku dulu. Tapi karena Taeyeon sudah tidak berada di tim lagi, tidak masalah jika namja bernama Yoong yang menjadi tumbalnya. Jadi bisa kukatakan bahwa musuh kita sama”

.

“Oke, deal”

.

Keduanya bersalaman. Namja itu segera pergi dari sana dan menyisakan si pemuda bersama teman-temannya.

.

“Kau yakin? Bagaimana caranya? Kita bahkan tidak memiliki tim basket”, ucap salah satu temannya.

.

“Apa kau tidak pernah mendengar bahwa ada Tim B di Sorbonne. Kita kalahkan Tim A, dan membuat Tim B berjaya”, jawab pemuda itu dengan mantap dan tersenyum penuh arti.

.

“Kalian tampak serius? Apa yang sedang dibicarakan?”, suara seorang yeoja tiba-tiba menginterupsi pembicaraan mereka.

.

“Nothing. Hanya urusan namja”, balasnya.

.

Yeoja itu mengangguk menerima jawaban temannya. “Ngomong-ngomong, kemana Josh? Aku tidak melihatnya disini?”

.

“Mungkin sedang latihan. Dia belum ada datang kemari”

.

“OH”, balas yeoja itu singkat. Ia lalu mengambil duduk di bangku yang kosong dan menyilangkan kakinya.

.

“Akan ada festival tahun ini. Apa kalian ingin ikut? Kita bisa membuat sesuatu untuk menghasilkan uang”, jelas yeoja itu.

.

“Yeah, aku sudah mendengarnya. Bukankah itu ide dari kumpulan anak-anak chaebol itu?”

.

“Aku juga mendengarnya seperti itu. So, apa kalian tertarik?”

.

“Apa yang ingin kau lakukan Hara-ya?”, salah seorang temannya berucap.

.

“Hmmmm masih belum kupikirkan. Tapi kurasa kita harus membuat sesuatu yang menyenangkan”

.

“Aku setuju”

.

Pemuda itu mengangkat tangannya dan diikuti semua temannya yang lain yang juga mendukung ucapan Hara.

.

.

.

.

——————————

.

Taeyeon dan Tiffany berjalan di koridor Rumah Sakit yang masih terlihat sepi di pagi hari. Keduanya memilih pergi sarapan bersama di kafetaria di sekitar Rumah Sakit sebelum Taeyeon mengantar Tiffany ke kampus.

.

Setiba di kafe, mereka memesan makanan dan minuman masing-masing. Belum ada pembicaraan keduanya bahkan setelah pelayan mencatat pesanan mereka. Karena tidak ada yang memulai, akhirnya sang namja memberanikan diri.

.

“Kau tidak salah paham kan tentang Seohyun Noona?”, tanyanya hati-hati.

.

“…………………”

.

“Phany-ah~~”, panggilnya lagi karena tak mendapat jawaban.

.

Pandangan mata Tiffany yang semula datar berubah melembut. Ia mendesah pelan sebelum akhirnya bersuara.

.

“Aku tidak tahu harus menanggapi hal ini seperti apa. Tapi aku tak ingin berdebat, bahkan saat aku tahu kalo Unnie akan tinggal di rumahmu”

.

“Maaf, aku tidak menduga jika permasalahannya serumit ini. Dan lagi, Seohyun Noona tak punya siapa-siapa. Percayalah, aku tidak ada perasaan apapun pada Noona”

.

“Tapi kita tidak tahu perasaan, Unnie” batin Tiffany. Ia memilih tersenyum dan memegang tangan Taeyeon. Mencoba berpikir jernih dan percaya pada namja itu. “Eoh, aku percaya padamu. Tolong jangan kecewakan aku Tae”

.

Taeyeon menggeleng cepat lalu tersenyum. “Tidak akan. Kau satu-satunya. Gomawo, sudah mengerti”, jelasnya dan langsung mengecup punggung tangan Tiffany.

.

Tak berapa lama, pesanan mereka datang. Sekarang Taeyeon bisa menikmati makanannya dengan perasaan lega karena Tiffany tidak marah kepadanya. Keduanya menikmati sarapan itu dengan obrolan-obrolan ringan sebelum akhirnya Taeyeon mengantar Tiffany ke kampus.

.

“Disini saja Tae, sebelum Sica bangun”, Tiffany mengingatkannya.

.

“Yul baru saja mengabariku jika Sooyeon masih tidur. Tidak apa-apa, sebentar saja. Setelah aku mengantarmu sampai di kelas, aku akan segera pergi”

.

Tiffany tak bisa menolak karena Taeyeon menatapnya dengana tatapan puppy eyes andalah namja itu. Taeyeon menyengir begitu Tiffany mengangguk.

.

Mereka berjalan bersama menuju kelas Tiffany. Saat melewati koridor kampus, Taeyeon tak sengaja melihat Sooyoung bersama seorang gadis yang tidak pernah ia lihat. Karena penasaran, ia pun mengajak Tiffany mendekat ke arah mereka.

.

“Youngi!”, panggilnya.

.

Sooyoung beserta gadis itu menoleh ke arah suara. “Taeng, Fany”, Sooyoung menyapa keduanya. “Kau ke kampus Taeng? Bagaimana dengan Sica?”

.

“Tidak, aku hanya mengantar Fany. Yul yang menjaga Sooyeon dan dia masih tidur”

.

Sooyoung membulatkan mulutnya. Tiba-tiba Taeyeon memainkan alisnya dan melirik ke arah gadis yang masih diam disamping mereka. Mengerti maksud Taeyeon, Sooyoung lalu mengenalkannya.

.

“Dia Sunny, teman dari Sulli Noona. Dia salah satu anggota dewan yang akan menjadi pengawas untuk festival tahun ini” jelasnya. “Dan kami baru saja rapat”, Sooyoung memperjelas kalimatnya karena ia tahu arti dari tatapan menyebalkan milik Taeyeon yang mulai menggodanya.

.

Tiffany mengulurkan tangannya lebih dulu diikuti Taeyeon. Sebelum Taeyeon menggoda Sooyoung lagi, Tiffany menarik tangan kekasihnya dan mengingatkannya soal Jessica.

.

“Lihat wajah Sooyoung, dia lucu sekali sayang. Thanks god, akhirnya sahabatku yang satu itu dekat dengan wanita”, kekehnya.

.

Tiffany hanya menggeleng melihat kelakuan dork kekasihnya. Ia mencubit pipi Taeyeon dengan gemes, dan membuat namja itu mengeluh.

.

“YA~~~”

.

Kini giliran Tiffany yang tertawa. “Jangan berpikiran aneh-aneh tentang Sooyoung dan gadis itu. Bersihkan pikiranmu”

.

“MWO?”

.

“Aish sudahlah. Kembali lah ke Rumah Sakit sebelum Sica bangun”, Tiffany mengusirnya namun tetap mengecup pipi Taeyeon yang sudah ia cubit.

.

“Baiklah nyonya Kim”, Taeyeon menyengir menyebut panggilan itu sedangkan wajah Tiffany memerah. Gadis itu memukul lengannya.

.

“Sudah, pergi sana”

.

Taeyeon tak bisa menahan tawanya. Ia memeluk Tiffany dan mengecup singkat bibir Tiffany sebelum akhirnya pamit dengan wajah sumringah.

.

“hehehe, Nyonya Kim? Sounds good” ucap Taeyeon dalam hati.

.

.

.

.

***

.

.

Yoong mendesah frustasi. Dari dalam mobil ia melihat Krystal keluar dan dijemput oleh sopir pribadinya. Matanya sedih melihat pemandangan itu. Ini pertama kalinya dia jauh dari Krystal. Baru 3 hari saja sudah membuatnya menjadi stalker setiap hari.

.

Setiap Yoong selesai kelas ataupun sedang tidak ada kelas, ia akan selalu mengikuti kegiatan Krystal dari kejauhan. Bahkan saat di sekolah Krystal pun ia dengan bebas masuk ke sana dan mengamati Krystal dari kejauhan.

.

“Selamat sore, tuan muda Im”, sapa penjaga sekolah yang baru saja membukakan pintu mobilnya. Namja itu bahkan membeli mobil baru agar Krystal tidak mengenali mobilnya.

.

“Sore Ahjussi”, sapanya dengan sopan.

.

“Ingin melihat pertandingan basket hari ini?”

.

Yoong mengangguk lalu menepuk pelan pundak pria itu. “Kalo begitu saya permisi dulu ahjussi”

.

“Ya, silahkan tuan muda Im”

.

Yoong berjalan melewati jalan belakang. Setiap kemari, ia akan melalui jalan itu karena tidak ingin terlihat oleh siswa-siswi disini terutama para fansnya. Sebelum tiba di hall, Yoong merapikan jaket yang dikenakan dan memakai topi. Ia juga memakai syal agar tak dikenali.

.

Sepanjang pertandingan, Yoong tidak tertarik sama sekali dengan pertandingannya. Ia terus menatap Krystal yang sedang memberikan dukungan untuk tim sekolahnya. Sesaat, Yoong mengalihkan pandangannya ke sekeliling hall. Ia tiba-tiba teringat semua hal-hal yang pernah terjadi disini.

.

.

.

ARRGHHH…

.

Ia melempar bola basket itu dengan sangat keras ke arah ring basket namun membentur bagian board. Namja itu terus menerus melakukan hal yang sama hingga ia kelelahan dan mengatur nafasnya.

.

“Bukankah tanganmu akan sakit jika terus melempar bola tak berdosa itu dengan amarah yang tak berguna?”

.

Seseorang membuatnya menoleh ke belakang. Gadis itu tampak cuek dan melipat kedua tangannya di depan dada.

.

“Berhentilah melakukan hal yang tidak berguna. Amarahmu tidak akan menyelesaikan masalah”

.

Namja itu terkekeh. “Kau sedang menceramahiku, huh?”

.

“Aniyo, aku hanya mengatakan fakta. See? Kau kelelahan sedangkan bola basket dan board itu tidak merasakan apa-apa”

.

Namja itu tidak menjawab lagi. Ia memilih duduk di lapangan dan meneguk air minumnya. Sedangkan gadis itu berjalan ke arahnya dan mengambil salah satu bola basket yang tergeletak. Ia mendribblenya dengan baik meskipun terlihat tidak professional. Dengan hati-hati ia melakukan shoot ke arah ring dan masuk.

.

“Bukankah menyenangkan jika kau bermain dengan baik dan mencetak poin daripada marah dan membuat dirimu sendiri lelah?”, ucap gadis itu.

.

Namja itu berdiri lalu mengambil bola basket lainnya dan melakukan shoot three point dan masuk dengan mulus.

.

“Kau benar-benar menceramahiku”, balas namja itu. “Ayo one on one, yang kalah harus mengabulkan permintaan sang pemenang.

.

Gadis itu mengangguk setuju. Mereka bertanding satu lawan satu dan dimenangkan oleh sang namja. Tentu saja, dia pemain basket sedangkan gadis itu bukan.

.

“Oke, apa permintaanmu?”

.

Namja itu mengulurkan tangannya. “Aku ingin tahu nama seorang gadis yang sudah menceramahiku beberapa saat lalu”

.

Gadis itu tertawa kecil lalu menggeleng heran. Ia pun menerima uluran tangan sang namja. “Krystal Jung” (ingat kan? disini marga Jessica itu Kim ^^)

.

Ia mengangguk setelah mendengar ucapan gadis itu. Saat hendak membuka suaranya, Krystal memotong ucapannya.

.

“Aku tahu kau Im Yoong, anggota basket di tim Sorbonne”

.

Yoong tampak terkejut dengan pengakuan Krystal. “Aku kapten cheers yang baru, dan berita tentang kepopuleranmu sudah kudengar”, lanjut Krystal.

.

“Menarik. Senang berkenalan denganmu, Krystal”

.

.

.

.

————————–

.

“Kau melanggar kesepakatan kita, Yoong?”, Yoong tersadar dari lamunannya. Seseorang berdiri di samping mobilnya dengan melipat kedua tangannya di dada. Sedari tadi kaca mobilnya belum tertutup sejak Yoong berada di dalam.

.

Ia keluar dari dalam mobil untuk mendekat. “Princess”, Yoong hendak memeluknya namun Krystal menolaknya.

.

“Bukankah kau boleh menemuiku setelah kau menyadari apa yang kau perbuat? Mengikutiku bukan menyelesaikan persoalan”, ujar Krystal dengan datar.

.

“Aku merindukanmu”, balas Yoong lirih.

.

Krystal menghembuskan nafasnya kasar. “Kau yang mempersulit keadaan kita, Yoong!”, kesalnya. “Apa susahnya meminta maaf pada seseorang yang sudah kau pukul begitu saja, huh?”

.

Saat hendak berbalik badan, Yoong segera menahan pergelangan tangannya. “Krys, wait”, pintanya.

.

“Aku tidak suka caramu meluapkan emosi. Mungkin suatu saat, aku membuatmu marah dan kau juga akan memukulku. Begitu?”

.

Yoong segera menggeleng cepat. “Itu tidak mungkin, Krys. Aku tidak akan memukulmu”

.

“Tidak sekarang Yoong, tapi mungkin suatu saat”

.

“Please baby. Berhentilah seperti ini, aku tahu aku salah. Tapi bisakah kita jangan break? Aku tidak tahan”

.

“Minta maaf lah pada Josh”, Krystal melepaskan tangan Yoong darinya dan pergi meninggalkan parkiran. Membuat Yoong membuang nafasnya kasar.

.

.

.

.

***

.

.

“aaaaaaaa”, Yuri meminta Jessica membuka mulutnya dan gadis itu menurut.

.

Hari ini Jessica sudah dibolehkan pulang dari Rumah Sakit. Keduanya makan bersama di kanti Rumah Sakit sedangkan Taeyeon pergi menemui dokter.

.

“Kau masih cemberut, hmm?”

.

Yuri mencubit kecil hidung mancung kekasihnya. Jessica sudah mengetahui keberadaan Seohyun yang menetap di rumahnya untuk sementara waktu. Gadis itu terlihat tidak suka dengan ide Oppanya tapi mengingat kondisi Seohyun, ia pun mengalah.

.

Jessica melipat kedua tangannya dan semakin mempoutkan bibirnya. Yuri dengan cepat mengecup bibir kekasihnya itu lalu menyengir. Jessica kembali mempoutkan bibirnya dan Yuri kembali mengecup bibirnya lagi.

.

“Ah yeppuda”, Yuri mengecup lagi.

.

“Seobang~~ dilihat orang”

.

“Wae? Wae?” Yuri menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

.

Jessica terkekeh melihat wajah Yuri yang sangat lucu. Yuri lalu menyadari kejailan kekasihnya. “Aigoo~ so naughty, huh?”

.

“Kau lucu Seobang”, Jessica menyengir.

.

“For you baby”, Yuri mengikuti permainan Jessica.

.

“Jangan menggombal”

.

“Iya iya, Sica baby. Sekarang habiskan makanan ini”

.

Jessica membuka mulutnya agar Yuri menyuapinya hingga makanan itu habis. Namja itu tersenyum senang melihat kebahagiaan Jessica. Keduanya tetap bercanda satu sama lain sambil menunggu Taeyeon.

.

“Seobang hentikan…hahahahha….”, Jessica berusaha menghindari tangan Yuri dari pinggangnya.

.

“Baby”

.

Keduanya menghentikan candaan mereka dan menoleh ke arah Taeyeon yang baru saja kembali dari ruangan dokter. “Kajja kita pulang”, ajak Taeyeon.

.

Sepanjang perjalanan Taeyeon melirik ke arah adiknya yang terus diam. Gadis itu lebih memilih berbicara dengan Yuri dan tak menghiraukan setiap ucapan Taeyeon. Setiap dia ingin bicara, Jessica akan mengalihkan perhatiannya ke Yuri.

.

“Huft”

.

Yuri menepuk pundaknya begitu Taeyeon keluar dari mobil, sedangkan Jessica sudah masuk ke dalam rumah. “Tiffany berhenti marah, sekarang adikku”

.

“Sica hanya kaget dengan kedatangan Seohyun Noona. Sabar Taeng”, saran Yul.

.

.

.

“Kau sudah pulang, Si…..ca”, ucapannya menjadi lirih.

.

Jessica jalan begitu saja tanpa mempedulikan Seohyun yang menyambutnya. Taeyeon dan Yuri melihat kejadian itu. Yuri memilih menyusul Jessica dan Taeyeon mendekati ke arah Seohyun.

.

“Noona”, panggilnya pelan. “Maaf Noona, Sooyeon tidak bermaksud begitu”

.

Seohyun menggeleng. “Aku mengerti Taeng”, jelasnya. “Aku yang salah”

.

Taeyeon tidak setuju dengan ucapan wanita itu. Taeyeon lalu membantunya untuk duduk di sofa ruang tamu. Ia mengusap lengan Seohyun dengan hati-hati. “Apa kau sudah minum vitaminnya, Noona?”

.

“Huum. Gomawo Taeng”

.

Ada nada kesedihan dari Seohyun. Taeyeon dengan perlahan mengusap perut Seohyun yang masih terlihat datar. “Kandungan muda masih sangat rentan. Aku harap Noona jangan banyak berpikiran berat. Katakan apapun padaku, aku akan membantu”

.

“Terima kasih Taeng. Maaf aku merepotkanmu”

.

“Tidak, tidak.. Itu tidak benar. Yang penting sekarang Noona jaga kesehatan. Buttler Hong sudah meminta beberapa pengawal untuk menjaga Noona. Kemanapun Noona akan pergi, aku pastikan tidak ada kamera wartawan yang mengikutimu”

.

Seohyun mengangguk dan keduanya tersenyum.

.

.

.

.

—————————

.

“Terima kasih Soo, sudah mengantarku pulang”

.

Sunny menunduk sedikit untuk berbicara dengan Sooyoung yang berada di dalam mobil. “No problem. Jadi ini apartemenmu?”

.

“Hmmm, aku tinggal berdua. Kedua orangtuaku berada di Jepang”

.

“Ah begitu”, Sooyoung mengangguk-anggukkan kepalanya. “Baiklah, aku pulang dulu”

.

“Eoh. Lain kali mampir lah kemari jika kau sempat”

.

“Okay. Terima kasih tawarannya”

.

Sooyoung kembali melanjutkan perjalanannya. Sekitar 10 menitan, ponselnya berdering dan ia menerima sebuah pesan. Tanpa membuang waktu, Sooyoung membanting setir mobilnya dan berputar arah menuju suatu tempat.

.

Sesampai disana, ia melihat ke sekeliling taman dimana ia sedang mencari seseorang. Butuh waktu untuk menemukan orang yang ia cari di taman sebesar ini. Sooyoung bernafas lega saat melihat orang yang dicarinya.

.

“Ada apa lagi, Krys?”

.

Sooyoung langsung bertanya seraya duduk di sebelah gadis itu. “Masih kesal dengan Yoong?”, tanyanya lagi dan dijawab anggukan oleh Krystal.

.

“Dia bahkan tidak mau meminta maaf pada Josh. Kupikir kami hanya break 1 atau 2 hari. Tapi Yoong benar-benar keterlaluan kali ini, Oppa”, adunya pada Sooyoung.

.

“Mungkin ini pertama kalinya dia benar-benar cemburu padamu Krys. Selama ini kau tidak pernah bergaul dengan namja manapun selain aku, Yuri, dan Taeyeon”

.

“Meskipun begitu, apa aku salah jika memintanya meminta maaf pada Josh, Oppa?”

.

“Tidak, kau tidak salah. Yoong hanya butuh waktu Krys. Kau pasti tahu betapa gilanya dia 3 hari ini”

.

“Yeah, dia menjadi stalker”

.

Sooyoung tertawa renyah. Sejujurnya masalah Yoong dan Krystal akan menjadi gampang jika Yoong menurunkan sedikit rasa gengsinya dan meminta maaf pada Josh. Atau Krystal yang seharusnya mau memaafkan perbuatan Yoong yang begitu saja memukul orang.

.

“Ngomong-ngomong Oppa, bagaimana keadaan Jessica?”

.

“Sudah lebih baik. Hanya saja dia tidak boleh teringat lagi soal kejadian penculikan itu”

.

“Aku berharap traumanya bisa segera sembuh”

.

“Yeah i hope so. Tapi sekarang Sica sedang kesal dengan Taeng karena membawa Seohyun Noona tinggal sementara disana”

.

“Oh ya? Aku baru membaca berita itu kemarin. Tapi aku tidak menyangka jika Unni berada di Paris”, Krystal terkejut dengan kabar ini.

.

“Eoh, wartawan sedang mencari keberadaannya. Tapi aku yakin mereka tidak bisa menemukan Noona jika Taeng sudah meminta buttler Hong turun tangan”

.

“Mengenai itu, aku mendengar dari Yoong jika mobil yang Oppa kendarai menabrak seseorang dan buttler Hong menyelesaikannya”

.

“Yeah, tetapai Appaku marah besar soal ini”

.

Krystal tampak berpikir beberapa saat sebelum akhirnya ia bersuara lagi. “Tapi aku merasa ada yang aneh, Oppa”, ujarnya.

.

“Wae?”

.

“Jika dipikir-pikir, kita tidak pernah mengalami kejadian-kejadian yang menimbulkan masalah yang berlarut-larut seperti ini. Dan lagi, jika buttler Hong sudah menyelesaikan masalah Oppa, kenapa Appa Choi bisa mengetahui kejadian ini? Bukankah itu aneh?”

.

“Maksudmu ada seseorang yang mengetahui kejadian itu selain kita?”

.

Krystal mengangguk mengiyakan pertanyaan Sooyoung. “Berarti kemungkinan besar ada saksi mata yang mengetahui hal ini. Apa ada seseorang yang memerasmu, Oppa?”

.

“Sejauh ini tidak ada, hanya saja Appa marah besar. Beliau ingin aku menyelesaikan ini dan tidak menyebar di publik. Pemilihan Appa juga akan berlangsung sebentar lagi”

.

“Sepertinya kau harus segera bertindak Oppa. Jika memang ada saksi mata, jangan sampai dia membocorkan peristiwa itu ke publik”

.

Sooyoung menghela nafasnya lagi. “Itulah yang sedang aku pikirkan, Krys”

.

.

Tak berapa lama kemudian, keduanya mendengar suara keributan dari arah yang agak jauh di depan mereka. Karena penasaran, keduanya pun berjalan mendekat ke arah kerumunan orang.

.

Baik Krystal maupun Sooyoung benar-benar shock dengan apa yang mereka lihat. Tidak ada satupun dari mereka yang menyangka akan melihat kejadian ini. Seorang namja baru saja diserang oleh sekumpulan orang tak dikenal. Beberapa luka pukulan ia terima di wajah dan sekujur tubuh.

.

Yang paling histeris adalah Krystal. Airmatanya seketika mengalir deras. Ia bersimpuh di dekat namja itu dengan Sooyoung yang segera membantu namja itu bangun dan meminta bantuan orang-orang disekitar taman untuk membantunya.

.

“Yoong!! Yoong!! Kau dengar aku?”, Sooyoung berusaha membuat Yoong tersadar agar namja itu tidak memejamkan matanya.

.

Yoong terbatuk dengan menahan kesakitannya. “Bertahanlah Yoong”, Sooyoung dibantu dengan beberapa namja mengangkat tubuh Yoong diikuti Krystal yang berada disampingnya.

.

.

Dari kejauhan beberapa orang melihat hal itu dan tersenyum penuh arti. “Seharusnya kita hanya mempermalukannya sebagai kapten tim Sorbonne di ajang Campus League”, ujar namja itu.

.

“Itu memang bagian utama dari tugas kita. Tapi aku tidak puas jika namja itu belum terluka”

.

“Kalian memang gila. Aku tidak ikut campur soal ini”, jelas namja lainnya yang segera berlalu dari sana tanpa mempedulikan panggilan temannya.

.

“Biarkan saja. Dia tidak tertarik soal ini, dia lebih tertarik jika itu berhubungan dengan Taeyeon”

.

Temannya itu pun mengangguk mengerti.

.

.

.

.

TBC

.

—————————————-

Sore

Jeje is here ^^

Masih berminat dengan FF ini?? Semoga updatean gue berkenan

Karena gue lagi sibuk cari kampus lain, jadi kesibukan bertambah.

Oh ya, buat yang email gue, sorry baru gue baca dan sekedar informasi, bagi reader yang punya nomor telkomsel gue, udah nggak bisa gue pake lagi karena roaming.

So, kalo ada yang mau minta pw atau nanya2 lewat email ya. Gue usahain fast respond T_T

Sekian cuap-cuapnya, see you di ETERNITY

Annyeong!

.

.

by: J418

.

.

*bow*

Advertisements

146 thoughts on “INDESTRUCTIBLE II (5)

  1. see???*ala ppany
    tuh sekumpulan org memang berencana jahara ke taeng cs dan sepertinya yoong mgkn tau sedikit ttg itu makanya dikeroyok…pan rencana aawal hanya bikin malu di acara kampus,,,
    hadeh drama nya bakal banyak nih,,terus setiap couple punya drama masing”,,,

    Like

  2. duhh.. c yoong kasian babak belur bgtu.. tega amat. siapa yg gebukin dy thor J ??
    pnasaran gue siapa dalang di smua mslh mrka..
    gue ttp nungguin next chap ny thor J.. ttp smngat

    Like

  3. Yah yahh yahhh.. wae? Yoong ga apa” kan?
    hiksss kapan yoonkrys bisa bersatu lagi.. huhuhu.
    Smga yoong baik” aja dan sica trauma bakal ilang perlahan” huhuhy

    Like

  4. Errrr… drama selalu menati… dan taeny bakalan kena badai nih… aduh baru satu episode gw kesem-sem udh d tampar badai aja.
    Aduh akang yoonggg???
    yuhhhuuuu gw ikut sama semua rencana lo akan drama ini aja dah thor…
    Huffttt drama~~~~
    Okay see u thor n hwataenggg!!!

    Like

  5. Ih itu si seohyun knp hrus balik lgi coba kan kasian fany…. Kapan yoongkrys ya balik lagi? Udah kangen sma mereka. Mdhan aja hbis digebokin yoong sma krystal balikan. Yg benci sama taeng siapa? Donghae bkn sih?

    Like

  6. makin penasaran ane sama orang” yang ngegebukin yoong hem……
    hidup mereka banyak masalah nya kqkwkwk

    mantappp
    next chapt update nya jangan lama” ya thor kwkwkw

    Like

  7. TaeNy udah baikan yeaaayyy.
    Sica nggak mau ngomong gegara Seo disuruh tinggal di rumah mereka.
    Eehhh, siapa tuh yang mukulin Yoong? Nah Krys, masih ga mau ngomong ama Yoong biar Yoong udah salah? Kasian Yoong, liat keadaannya sekarang

    Like

  8. Masih sangat berminat dengan ff ini, ceritanya ituu makin kesini bukannya bosen ato apa malah makin seru krn banyak misteri2 yg belum terpecahkan haha. Tuh gerombolan siapa sih ihh, khusus nya yg ngincer teyon. Emng teyon dkk pernah ngelakuin apa sampe mereka segitu bencinya-_-berharap josh gak terlibat jadi salah satu diantara mereka…
    Wow seohyun datang, yahuuu ini yg gue tunggu2. Drama nya taeny, rasanya badai masih terlalu baik buat taeny makanya masih baik2 aja wkwk. Gatau knp selalu suka sama drama nya taeny apalagi klo berurusan sama org ketiga, krn habis drama mereka bakalan lebih manis dr sebelum2nya wkwkwk

    Like

  9. Rada sebel sma Seo disini dulu aja ninggalin Tae giliran ada masalah nyari Tae mana sekarang dia tinggal dirumah Taengsic lagi smoga aja gabakal ada kesalahpahaman khususnya buat hubungan Taeny

    Like

  10. Mereka tuh salah satunya yg tahu kalu soo yg nabrak hara, n penasaran siapa yng benci sm taeng, seo hamil ya, siapa tuh pelakunya. Pernikahannya batal krn ini kah

    Like

  11. Kocak” meski situasi di RS tp kejahiln sooyoung terang” bener laa blgi yoong suka baca majalah dewasa 😂 yoong 😂😂😂😂 kejujurn bener
    Ehm,,taeny lg hangat” nya,sica diami taeng,😂poor taeng dilanda kebingungan
    Huhuh😭 yoong terluka,,tu pasti semacam gangster di kampus ya je yg ga demen dgn taeyeon cs jd bgtu yoong dilukai mereka,,ihh ngeselin y tu org #koq yoong da didekat taman sooyoung dan krys bertemu yaa,,pa yoong masih jd stalker juga,duhh yoong😓 menarik Je,masih tetap penasarn y da nano” emosi gue 😂 fighting je ff nya daebak slalu

    Like

  12. aish….siapa sih sebenernya orang yg jadi dalang pengen ngancurin taeng and the gank, bikin gw makin penasaran pengen cepet kebongkar jg kalo nggak bikin dia jera gitu dong je……next lah

    Like

  13. Aigoo ternyata yg dateng nemuin tae itu seohyun toh, dan dia juga hamil juga ternyata 😱😨😱
    Trus itu siapa yg nyerang yoong ?

    Like

  14. hmm,, yoonkrys? blum kelar juga badai nya?
    emg susah y, klo orang uda punya gengsi tinggi, minta dituruni dikit aja kagak bisa,,
    hmm,, yulsic gk kuat bacanya.. sweet bgt :*

    btw, pengamatan krys hebat juga, gw hampir sedikit lupa?
    apa orang” freak itu salah satu genk hara?
    tunggu, hara? kakak nya josh yg dirumahsakit? dan orang”freak yg mao balas dendam ma taeyeon? adeeehh,, banyak tanya kan jadinya ^0^

    Like

  15. msg2 psgn akn hdpi kerikil nih utk cinta mrk. taeny bgt siap akn yg udh terjd aplg seo dtg n bth org2 yg dkg dia. yulsic tetep sweet bikin mupeng.
    soosun mkin dkt aj nih. tp sprtiny ap yg dirasakn krys n soo udh mulai ggu pikiran mrk bgmn scr bertubi-tubi mslh hadang mrk. yg bikin miris yoong hrs terluka krn renc jahat.smg tae cs bisa atasi semua ini.
    mkin oke crtny \^^

    Like

  16. Jadi seohyun keluar snsd ? *lol :v lumayan aneh di sini seohyun di panggil eonni sama noona 😂, untung sica udah mendingan dan tiffany ga marah sama tae. Nasib yoona gitu amat ya udah di tinggal krystal eh sekarang di kroyok orang 😂 *pooryoong. Siapa si orang ngeroyok yoong ? Jangan” hara josh dkk nih

    Like

  17. Ini sumpah ya siapa sih mereka sampe belum ketahuan org2 yg pada ga suka sm f4 haahah
    Taeyeon ? Pasti ntr bakalan brabe juga nih mreka smua pd baku hantam ntr haha
    Elah si seo hamil ternyata makanya pindah ke paris ? Bakalan badaikah habis ini taeny ?
    Yoong babak belur pasti gegara kimpulan josh td deh
    Msh blm ngerti motif mereka apa sbnernya sampe mau hancurin dia org
    Author bisakah kau memberi kami pencerahan lg ttg crita ini haha

    Like

  18. Soe kembali lagi dengan keadaan hamil, ini pst akan berpengaruh pada hub taeny. Siapa yg memukuli yoong? Apakah ada hub dengan hara? Dan musuh taeng. Cerita ini sungguh komplit, author emanh top.

    Like

  19. Siapa sih yg msuhin daddy tp mlah yoong yg kena batunya.. Huhuhuh kasian, udah break ma krys eh dapat musibah lagi..
    Kasihan mommy jd gegana grgr seo tinggal d rmh daddy..
    Hbungn Yulsic sprti air lemineral kyk ada manis”nya gitu.. Hihihi damai sejahtera sentose (?) XD

    Like

  20. seohyun dateng , fanny sama sica ngambek ,, wkwkwkkw . gue penasaran siapa yg benci yoong ? siapa yang benci taeng ,, yoong yg kena deh imbasnya …

    Like

  21. siapa sih yang bikin onar ??? makin penasaran gw dri daddy choi tau kejadian soo young sampe yoong di pukulin ????

    sumpah makin penasaran……

    nice chapter

    Like

  22. Aduh semoga tiffany gk mikir macem” soal keberadaan seohyun yg balik lg, keliatan’y tiffany sedikit dibikin cemburu
    Aduh sbnr’y siapa sih org” yg pny niat jahat mrk tuh dendam bgt ama taeyeon jg yoong, trs blm lg skrg yoong digebukin
    Makin seru nih konflik mulai berdatangan, jd bikin penasaran kan ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s