ETERNITY (4)

1460984835083

 

Tittle                : ETERNITY

Cast                 : Kim Taeyeon

Kim Yujin (Uee)

Kwon Yuri

Krystal Jung

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kang Seulgi

Girls Generation, After School, Red Velvet and Others

Genre              : GirlxGirls, Fantasy, Magic, Drama, Romance, Friendship

Credit Pic by K.Rihyo

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 4

.

.

Siang itu, tengah terjadi keributan di kota Clawstar. Sekumpulan kelompok membuat onar disana dengan menakut-nakuti penduduk sekitar. Beberapa dari mereka bahkan merusak dagangan yang dijual penduduk.

.

“Ada apa?”, tanya Sunny bingung ketika Sooyoung tiba-tiba terlihat serius dan memandang ke arah sekeliling.

.

Krystal dan Yuri yang ada disitu juga tidak mengerti dengan reaksi dari guru sihir mereka itu. Sooyoung meletakkan telunjuk jarinya di bibir, meminta ketiganya untuk diam sedangkan ia fokus pada sesuatu dan memegang telinganya.

.

Detik selanjutnya, dengan gerakan cepat, sekumpulan kelompok tadi sudah mendekat ke arah dimana Sooyoung, Sunny, Yul, dan Krystal berada. “Menjauhlah”, Sooyoung memperingati ketiganya.

.

Krystal tampak ketakutan dan Yul berusaha menenangkannya. Sooyoung ikut terlibat perkelahian. Beberapa dari mereka tumbang, namun karena jumlah yang cukup banyak, Sunny membantu Sooyoung dengan menggunakan sihirnya.

.

Kyaaaakk

.

Yul refleks berteriak saat sebuah cahaya melayang dan mengarah ke arah dirinya dan Krystal. Dengan cepat, Yuri membawa Krystal menunduk untuk menghindari cahaya itu dan mengenai barang dagangan milik penduduk yang berada di belakang mereka.

.

Kedua manusia itu jadi takut manakala cahaya itu dapat menghancurkan sesuatu. Sunny yang menyadar itu, langsung meminta Yuri dan Krystal untuk berlari dan bersembunyi di tempat yang aman.

.

Perkelahian terus terjadi. Sooyoung mulai menggunakan pedangnya walaupun pedang itu tak keluar dari tempatnya. Sunny mengerti kenapa Sooyoung melakukan itu. Artinya musuh yang mereka hadapi tidak terlalu bahaya. Karena jika Sooyoung sudah mengeluarkan pedang itu dari tempatnya, maka kekuatan besar dari pedang itu akan keluar.

.

Taaak…

.

Ujung sarung pedang mengenai dagu orang terakhir dari sekumpulan orang itu. Mereka semua berhasil dijatuhkan Sooyoung. “Apa yang kalian lakukan disini huh? membuat onar?”, geram Sooyoung.

.

Sebuah tepukan tangan terdengar dari arah belakang. Muncul 3 namja dan 2 yeoja dengan senyum menyebalkan menurut Sooyoung. “Waw waw, inikah kekuatan Choi Sooyoung. Salah satu orang kepercayaan dari Im Yoong”, ujar namja yang berada di tengah yang diduga ketua kelompok mereka.

.

“Ciih. Mau apa kau Ravi? Tidak puas kau membuat onar dimana-mana?”

.

“Oh tenang Soo, kami hanya ingin mengunjungi teman lama sebelum magic battle dimulai”, jelas namja bernama Ravi itu.

.

Sooyoung mengerutkan dahinya. “Magic battle? Apa pertandingan itu tetap berlangsung?”, bingungnya.

.

“Kau tidak tahu? Kerajaan sudah menyebarkan undangan magic battle itu ke seluruh pelosok. Kurasa setelah ini akan muncul banyak kelompok untuk mengikuti ajang bergengsi itu. Dan kami berniat menjadi pemenangnya”, ucap Ravi dengan penuh keyakinan.

.

Tiba-tiba, apa yang dibicarakan Ravi memang benar terjadi. Sekumpulan kelompok lain dari masing-masing daerah mulai berdatangan ke kota Clawstar. “Yoong belum mengatakan ini padaku”, jelas Sooyoung dan Ravi mengangguk.

.

“Hmmm menarik. Mungkin dia sedang menyiapkan anggota kelompok terbaik dari Clawstar untuk mengikuti magic battle itu”, Ravi mengungkapkan pendapatnya.

.

“Aku tidak bisa banyak berkomentar soal itu, karena keputusan bukan diambil olehku. Sebaiknya kami pergi. Kajja, Sunny”, ajak Sooyoung pada Sunny dan meninggalkan kelompok Ravi.

.

Tatapan Ravi terus memandang ke arah keduanya yang lama kelamaan mulai menghilang. Salah satu dari temannya yang bernama Tran menginterupsinya. “Apa kau yakin kelompok Yoong akan ikut dalam magic battle? Bahkan orang kepercayaannya saja tidak tahu”

.

“Aku yakin, Yoong pasti akan ikut dalam magic battle itu dan kelompok kita yang akan memenangkan pertarungan itu”

.

Keempat temannya lalu mengangguk mengerti.

.

.

.

————————–

.

“Kita tersesat”, Krystal merengek pada Yuri.

.

Bukannya kembali ke rumah, tapi mereka justru berada di sebuah jalan yang kanan dan kirinya adalah hutan yang sunyi. Bayangan saat mereke diserang binantang buas membuat Yuri mulai takut namun ia berusaha kuat di depan Krystal agar gadis itu tak ikut ketakutan.

.

“Mungkin jika kita terus jalan ke depan, akan menemui jalan. Kajja”

.

Yuri mengajak Krystal melanjutkan langkah mereka. Hampir 15 menit berjalan, wajah keduanya berbinar ketika melihat beberapa bangunan yang berada tak jauh dari mereka. Langkah keduanya terhenti saat sebuah lingkaran putih menjadi penutup jalan dan ternyata mereka sudah mencapai jalan buntu.

.

“Jangan!”, Krystal menahan tangan Yuri saat gadis tanned itu hendak melewati lingkaran putih.

.
“Wae? Ini pasti jalan keluarnya Krys. Lihatlah tidak ada jalan lagi dan saat ini kita berada di dunia para penyihir. Hal semacam ini harus pasti akan kita hadapi”, Yuri meyakinkan gadis muda itu.

.

Akhirnya Krystal mengangguk dan mengikuti langkah Yuri melewati lingkaran putih. Saat menembus lingkaran itu, keduanya terkejut karena tiba di sebuah taman dengan dikelilingi paviliun.

.

“Unni, dimana ini?”

.

Belum sempat Yuri bereaksi, sebuah suara dari salah satu paviliun mengejutkan mereka. “Yul? Krystal?”

.

Keduanya menoleh saat nama mereka disebut dan disana muncullah Jessica yang terlihat menutup mulutnya karena terkejut. Ia segera mendekati keduanya untuk memastikan. Dan ternyata itu benar, Yuri dan Krystal.

.

“Kenapa kalian bisa ada disini?”, ucapnya pelan sambil melihat ke arah sekitar lalu balik menatap keduanya lagi.

.

“Ada perkelahian di kota saat kami ingin berbelanja. Sooyoung Unnie dan Sunny Unnie melawan sekelompok orang. Kami berusaha pulang ke rumah tapi tersesat”, Krystal menjelaskannya.

.

“Kalian muncul dari sana?”, tunjuk Jessica pada lingkaran putih itu dan keduanya mengangguk. “Astaga, itu jalan rahasia milikku yang dibuat oleh Taeng dan sekarang kalian berada di Kerajaan”, Jessica ikut panik menyadari situasi yang terjadi.

.

“Maafkan kami Sica, aku tidak tahu jika jalan yang kami ambil menuju kesini”, ujar Yuri diikuti tatapan maaf juga dari Krystal.

.

“Tidak apa-apa Yul, kalian tidak salah. Sebaiknya ayo kita pergi sebelum ada yang melihat. Aku akan mengantar kalian kembali pulang”

.

Jessica mengajak keduanya menuju lingkaran putih itu lagi, namun tiba-tiba lingkaran putih itu menghilang karena sebuah cahaya merah menghancurkannya.

.

“Mau kemana kau Sica?”

.

Jessica menghentikan langkah begitu suara yang dia kenal datang dari arah belakang. Bukan hanya Jessica, tapi Yul dan Krystal ikut membalikkan badan. Disana Yujin memandangnya intens dan hanya ada Seulgi bersamanya. Seulgi tampak terkejut dengan kehadiran Yuri dan Krystal di tempat ini.

.

Melihat Jessica mulai terpojok, Seulgi langsung mengambil inisiatif memeluk Yuri dan Krystal. Menyapa keduanya layaknya seorang teman. Well, mereka memang saling kenal. Yujin yang ikut melihat apa yang dilakukan Seulgi menjadi semakin bingung.

.

“Mereka salah satu murid Sooyoung, Yujin-ah. Sica juga mengenalnya”, Seulgi mencoba menjelaskan dengan biasa saja tanpa membuat Yujin banyak bertanya. “Mereka temanku”

.

“Bukankah kau tidak memiliki teman selain kami?”, heran Yuri dengan tatapan penuh selidik.

.

“Ya~~ apa Seulgi tidak boleh punya teman selain kalian?”, sambung Jessica untuk membela Seulgi.

.

Krystal dan Yuri tersenyum canggung pada Yujin, namun keduanya tetap menyapa dan memberi hormat saat Seulgi menjelaskan siapa Yujin pada keduanya. Karena bantuan Seulgi, akhirnya Yujin membiarkan keduanya disini bersama Jessica sedangkan ia dan Seulgi pergi ke hall dimana semua pasukan kerajaan berlatih disana.

.

“Sica, sebaiknya kami pulang saja. Tatapan putri Yujin membuatku bergidik ngeri”, jelas Yuri sambil memperagakan tubuhnya yang merinding.

.

Jessica tidak bisa menahan tawanyaa dan memukul pelan lengan Yuri. “Ya~~ jangan berkata begitu. Yujin memang seperti itu tapi dia baik”, jelas Jessica. “Disini saja dulu, lagian Seulgi yang akan mengantar kalian pulang. Aku sudah menyuruh salah satu pengawal kerajaan menemui Sunny dan Sooyoung untuk mengatakan kalian disini”

.

Yuri mengangguk mengerti. Keduanya pun saling melempar senyum. Krystal yang sedari tadi terpana dengan keadaan sekitar, ikut menimbrung dalam percakapan mereka. “Apa kau seorang putri kerajaan, Unnie?”, tanyanya.

.

Jessica tersenyum lalu berkata “Apa kau ingin melihat istana? Kita bisa berkeliling sambil menunggu Seulgi selesai dengan urusannya”

.

“Benarkah? Apa tidak apa-apa?”, tanya Krystal lagi dengan mata berbinar. Ketimbang memikirkan sihir, sepertinya gadis itu lebih suka dengan hal-hal menakjubkan yang dilihatnya. Berada di sebuah istana kerajaan yang megah dan ia tak menyiakan kesempatan itu. Biasanya ia hanya melihatnya lewat koleksi buku dongeng tapi sekarang ia benar-benar berada di istana kerajaan.

.

“Hmmm kajja”, Jessica menarik tangan Yuri dan Krystal.

.

.

.

.

.

***

.

.

Taeyeon menghirup udara segar dengan ekspresi menggemaskan. Ia menengadah ke atas langit biru sambil menggoyangkan kakinya di air. Gadis berwajah imut itu sedang menikmati suasana santai di salah satu danau yang ada di Clawstar.

.

“TaeTae, jangan bermain air”, tegur Tiffany yang baru saja duduk di sebelahnya.

.

“Ini menyenangkan Phany-ah. Kau harus coba”, ujar Taeyeon dan mendapatkan pukulan ringan di lengannya.

.

Taeyeon tertawa diikuti Tiffany yang baru saja memasukkan kedua kakinya di air sesuai ajakan Taeyeon. Mereka menikmati waktu santai dan mengobrol bersama.

.

“Apa kau yakin Phany-ah jika kita tetap melakukan magic battle tidak akan membahayakan para penyihir-penyihir hebat yang ada?”

.

“Aku dan Yujin sudah memikirkan itu Tae. Baginda Raja setuju dengan idenya ini. Tujuan kita bukan hanya mencari pemenang saja Tae, mengumpulkan semua para penyihir hebat itulah yang kita butuhkan. Lagipula kita tidak tahu pasti kapan black magic akan menyerang”

.

Taeyeon mengangguk menyetujui ucapan Tiffany. “Tugasku dan Seulgi untuk menjaga Sica harus benar-benar waspada”, ujarnya.

.

Tiffany menoleh ke arah Taeyeon sejenak untuk melihat ekspresi gadis itu. Ia lalu menyandarkan kepalanya di pundak Taeyeon sedangkan tangannya bergerak terangkat untuk mengeluarkan sebuah cahaya ungu dan membuat air di danau bergerak ke atas lalu turun ke bahwa layaknya sebuah air mancur.

.

“Yujin juga mengkhawatirkannya. Tapi kurasa ia tidak salah jika memintamu dan Seulgi yang turun tangan. Kekuatan kalian sudah lebih dari cukup untuk menjaganya. Kau tahu bagaimana keras kepalanya Sica” Tiffany terkekeh pada kalimat akhirnya dan Taeyeon jadi ikut terkekeh.

.

“Yeah, sampai sekarang pun dia masih keras kepala. Jessica gadis yang bebas, ia ingin melakukan apapun tanpa aku ataupun kita melarangnya. Tapi terkadang dia polos dan menggemaskan”

.

“Ya itu benar”

.

“Hey”, suara Yoong membuat keduanya menoleh. Ia berjalan mendekati ke arah sahabatnya itu dan duduk di sebelah Tiffany.

.

“Kau sudah menentukannya Yoong?”, tanya Tiffany.

.

Yoong menggeleng. “Belum sepenuhnya. Aku ingin meminta pendapat Sooyoung terlebih dulu. Kudengar, dia baru saja berkelahi dengan kelompok Ravi”

.

“Ravi? Apa mereka sudah mulai berdatangan ke kota?”, kali ini Taeyeon yang penasaran.

.

“Eoh, mulai hari ini hingga tiga hari ke depan, kelompok-kelompok penyihir mulai datang kemari. Mungkin mereka ingin bersenang-senang sebelum magic battle dimulai”

.

Tiffany tertawa ketika tiba-tiba mengingat sesuatu. “Kurasa Ravi dan kelompoknya adalah pengecualian. Dia masih marah karena kita mengalahkannya di magic battle tahun lalu”, ujarnya dan Taeyeon lagi-lagi tertawa.

.

“Kau benar Phany-ah. Aku jadi ingat ketika Yujin dan Sica menggabungkan kekuatan mereka. Itu sungguh gila, satu stadion hampir hancur karena mereka”, sambung Taeyeon.

.

“Bicara tentang Sica, aku tidak akan melibatkannya kali ini termasuk aku”

.

“APAAA?”, Taeyeon terkejut dengan keputusan Yoong. Tak jauh berbeda dengan Tiffany yang ikut terkejut.

.

“Jangan bercanda, kau pemimpin kelompok Clawstar”, Tiffany mulai protes.

.

“Kita belum tahu situasinya. Magic battle kali ini pasti berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan lagi kekuatan black magic yang kita tidak tahu apa rencana mereka sebenarnya” jelas Yoong. “Dan kau Taeng, bertarunglah dengan seluruh kemampuanmu. Aku yang akan menjaga Sica saat magic battle berlangsung”

.

Taeyeon akhirnya mengangguk setuju. Tidak ada pilihan selain melakukan apa yang diperintahkan Yoong. Biar bagaimana pun, Yoong adalah pemimpin dari pasukan mereka.

.

Yoong memandang Tiffany lalu tersenyum. “Apa kau siap terlibat dalam magic battle?”, tanyanya dan membuat mata Tiffany berbinar.

.

“Benarkah? Apa kali ini aku boleh ikut?”

.

“Eoh, kau boleh ikut Fany-ah. Persiapkan dirimu dan jangan sampai terluka atau aku tidak akan pernah mengizinkanmu terlibat magic battle lagi”

.

Tiffany langsung bangkit dari duduknya dan berdiri di atas danau, diantara air mancur yang dibuat dengan kekuatannya. Gadis itu bermain air dengan riang dan mulai basah karena cipratan air mancur di tubuhnya. Dengan eyes smile andalannya dia tersenyum pada Taeyeon dan Yoong. “Tenang saja, kalau perlu aku akan menenggelamkan semua musuh dari tim Clawstar”

.

Taeyeon dan Yoong tertawa bersama menyetujui ucapan Tiffany. Tiba-tiba Taeyeon ikut berdiri dan menggunakan kekuatannya untuk bergabung bersama Tiffany. Sedangkan Yoong membaringkan tubuhnya di pinggir danau dan melihat ke atas langit.

.

“Ah sebaiknya aku tidur saja sebelum hari yang melelahkan akan terjadi”

.

.

.

.

———————————-

.

“YA! Singkirkan wajah cemberutmu itu. Berlatihlah dengan benar”, omel Sooyoung pada murid satu-satunya hari ini. Karena Yuri dan Krystal masih di istana, terpaksa Hyoyeon berlatih sendiri dan hanya ditemani Sunny.

.

“Ini tidak adil”, gumam Hyoyeon seraya melakukan apa yang diperintahkan Sooyoung.

.

Dari ketiganya, memang Hyoyeon yang memiliki kemampuan lebih diantara dua temannya. Sepertinya dia memahami sihir yang diberikan Sunny dan mulai menggunakannya dengan baik.

.

“Bagaimana jika kalian melakukan battle? Pasti akan menyenangkan”, celetuk Sunny tiba-tiba.

.

Jelas saja Hyoyeon melebarkan matanya karena terkejut sedangkan Sooyoung tertawa evil dengan ide Sunny. “Aku suka dengan idenya, bagaimana Hyo? Kau takut huh?”, pancing Sooyoung.

.

Hyoyeon bukanlah orang yang senang jika diremehkan. Ucapan Sooyoung membuat semangatnya membara. Sebelum menjawab, ia sudah lebih dulu menyerang Sooyoung yang dengan gampang menghindari serangan Hyoyeon.

.

“Lumayan juga. Tapi kau harus lebih konsen dan gunakan sihirmu dengan bijak Hyo”, jelas Sooyoung sebelum menyerang Hyoyeon.

.

Keduanya terlibat pertarungan yang cukup sengit. Hyoyeon masih dengan kekuatan penuh menyerang Sooyoung meskipun belum ada satupun serangannya yang mengenai gadis jangkung itu.

.

Di sisi lain, Sooyoung hanya menyerangnya dua atau tiga kali namun semuanya mengenai Hyeyeon. “Ayolah Hyo, lebih konsen lagi dan serang aku”, Sooyoung memberinya semangat.

.

Hyoyeon masih berhenti sejenak dan mengatur nafasnya yang mulai kelelahan. Ia memandang ke arah Sooyoung sambil mengatur strateginya. Sihir itu digunakan bukan untuk membuat seseorang merasa hebat tapi gunakanlah sihir sebagaimana kau membutuhkannya untuk melindungi hidupmu.

.

Hyoyeon bergerak menyerang Sooyoung lagi setelah mengingat kata-kata yang diucapkan Sooyoung kala itu. Dengan pedang yang masih tertutup di tempatnya, Sooyoung menangkis serangan-serangan Hyoyeon. Di sisi lain, gadis itu ternyata sedang mengincar kaki kiri Sooyoung karena ia baru menyadari bahwa Sooyoung tidak bisa menggunakan kaki kirinya dengan baik.

.

“Ini saatnya” pikir Hyoyeon dan langsung menyerang ke sisi kiri.

.

Taaakk…

.

Hyoyeon terengah di saat serangannya berakhir. Ia tersenyum penuh bangga karena berhasil menyerang Sooyoung. Namun ia melebarkan matanya saat melihat Sooyoung berdiri dan tersenyum padanya dengan posisi menancapkan pedangnya ke tanah dan berada di depan kaki kirinya.

.

“Pelajar penting lainnya, pahami dan kalahkan kelemahanmu sebelum orang lain yang mengalahkannya”, ujarnya pada Sooyoung dan menepuk pundak Hyoyeon. “Aku senang kau sudah bisa menguasainya sejauh ini. Setidaknya kau punya rencana menyerang kelemahanku, tapi sayangnya aku sudah mengalahkan kelemahanku lebih dulu Hyo. Istirahatlah, latihan kita cukup untuk hari ini”

.

Sooyoung pamit pada Hyoyeon dan Sunny. Setelah Sooyoung masuk ke dalam rumahnya, Sunny mendekati Hyoyeon dan mengangkat jempolnya. “Woah, kau benar-benar bisa mengendalikan sihir yang kuberikan”, ujar Sunny dengan pelan agar tak ada yang mendengar percakapan mereka termasuk Sooyoung.

.

“Terima kasih Sunny-ah”, ucapnya masih dengan nafas terengah.

.

“Kajja, kita pulang. Mungkin Yuri dan Krystal sedang dalam perjalanan ke rumah juga”

.

Hyoyeon mengangguk dan keduanya meninggalkan halaman belakang rumah Sooyoung.

.

.

.

.

***

.

.

Yujin didampingi Seulgi tampak serius mendengarkan penjelasan salah satu prajurit kerajaan yang sedang bersiap menjaga seluruh wilayah Clawstar. Pihak kerajaan mempersiapkan prajurit-prajuritnya saat magic battle berlangsung.

.

“Laporkan setiap kelompok yang masuk ke kota. Kita belum tahu seberapa banyak kelompok yang terlibat. Kemungkinan masih kelompok-kelompok sebelumnya atau bahkan ada kelompok baru”, perintah Yujin.

.

“Baik Putri, saya juga akan mengerahkan seluruh pasukan untuk bersiap di setiap sudut Clawstar”

.

Yujin mengangguk dan mempersilahkan prajurit itu pergi dari hadapannya. Seulgi yang sedari tadi diam, lalu mengikuti langkah Yujin.

.

“Jadi, bagaimana? Kau akan ikut magic battle?”, tanya Seulgi.

.

“Entahlah. Aku menunggu keputusan Yoong, setidaknya dia yang berhak menentukan. Aku tidak ingin ikut campur mengenai pilihannya”

.

Seulgi mengerucutkan bibirnya. Sebenarnya dia sedikit kesal karena beberapa hari yang lalu Yoong mengambil keputusan bahwa ia tidak akan ikut dalam magic battle. “Aish, aku berharap aku bisa ikut. Ingin sekali menguji kekuatan busur panahku yang semakin meningkat pesat”, keluhnya dan membuat Yujin menahan tawanya.

.

“Kau bisa menggunakan busur panahmu untuk menghancurkan musuh yang mengganggu kedamaian Clawstar ataupun pulau ini Seulgi-ah”, ucapnya menenangkan.

.

“Kalo soal itu, serahkan padaku”, ia terkekeh. “Ngomong-ngomong, baru Taeyeon dan Tiffany yang akan ikut. Tapi kurasa Sooyoung juga akan diikutsertakan oleh Yoong”

.

“Hmm kalo Sooyoung sudah pasti. Dia kepercayaan Yoong soal ini”

.

.

.

.

.

“Huwaaaa~~ indah sekali Unnie”, Krystal terkesima dengan apa yang dilihatnya. Jessica baru saja menggunakan sihirnya agar mereka bertiga bisa naik ke menara utama istana untuk melihat pemandangan seluruh negeri dari atas sini.

.

Yuri yang berada di sana masih terdiam, bukan karena kagum seperti Krystal tapi ia takjub dengan sihir yang dimiliki Jessica. Cahayanya begitu indah berwarna biru, bahkan aura dingin yang mengelilingi Jessica terasa mengagumkan. Walaupun ia pernah melihat Sunny mengeluarkan sihir dengan cahaya yang sama, tapi menurutnya keduanya memiliki aura berbeda.

.

“Bagaimana? Kau suka?”, suara Jessica yang bertanya pada Krystal membuyarkan lamunan Yuri.

.

“Eoh, ini menakjubkan Unnie. Lebih bagus daripada gambar-gambar yang kulihat di buku dongeng”, jelasnya.

.

Krystal mulai berjalan mengelilingi menara itu sambil melihat sekelilingnya. Gadis itu terlalu asik menikmati pemandangan. Sedangkan Yuri dan Jessica berhenti di satu titik. Keduanya melihat pemandangan sambil mengbrol ringan.

.

“Apa ini tempat favoritmu, Sica?”

.

“Tidak. Aku jarang kemari, hanya sesekali jika ingin. Apa kau menyukai pemandangannya sama seperti Krystal?”

.

“Hmmm kurasa begitu”, Yuri meletakkan kedua tangannya di pinggiran pagar menara.

.

Tak lama kemudian, Yuri menghela nafasnya. Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu lalu ia ungkapkan pada Sica. “Sejujurnya ini masih aneh untukku. Kau tahu? Dunia sihir, memiliki kekuatan, dan entah apalagi yang harus kulihat”

.

Jessica memandangnya dengan serius, namun tatapannya berubah menjadi sedih. “Maaf Yul, aku belum bisa melakukan apapun untuk menolong kalian keluar dari sini. Tapi kupikir butuh waktu hingga baginda raja menarik semua sihirnya di perbatasan hutan Clawstar”

.

Gadis itu tampak mengusap punggung Yuri lalu memberinya senyum. “Bersabarlah, kalian hanya perlu menunggu”

.

“Terima kasih Sica, dan maaf jika ucapanku menyinggungmu”

.

Jessica tertawa. “Jika aku tersesat di duniamu, dunia manusia, aku juga pasti akan merasa aneh. Sama seperti yang kau rasakan saat ini”, Yuri kali ini tersenyum dan mengangguk mengerti.

.

“Yul”

.

“Hmmmm”

.

“Apa kau pernah bertanya pada Sooyoung untuk memasuki hutan yang berada di belakang halaman rumahnya?”

.

“Aku tidak pernah berpikiran ke arah sana. Wae?”

.

Jessica mendekatkan bibirnya ke telinga Yuri dan membisikkan sesuatu. Keduanya tertawa setelahnya.

.

“Oke baiklah, aku setuju”, Jawab Yuri dengan kekehannya.

.

Saat mereka sedang asik mengobrol, suara Krystal kembali menginterupsi namun kalo ini karena dia melihat sesuatu yang menarik di bawah. Jessica dan Yuri mendekati gadis itu, ternyata Seulgi dan Yujin sedang menguji kekuatan satu sama lain.

.

“Sepertinya urusan Seulgi sudah selesai. Ayo kita ke bawah, kalian akan diantar pulang olehnya”, keduanya mengikuti Jessica dan dengan sihirnya mereka tiba di bawah dalam sekejap.

.

“Kekuatanmu benar-benar meningkat Seulgi-ah”, Puji Yujin.

.

Mereka berdua terlihat mengatur nafas selesai bertarung satu sama lain. Yuju yang pertama kali melihat kedatangan Jessica bersama Yuri dan Krystal. Seulgi yang menyadari, langsung ikut menoleh dan tersenyum pada kedua temannya.

.

“Kalo begitu aku pergi dulu. Mereka seperti sudah ingin pulang”, jelas Seulgi.

.

Yuri dan Krystal berpamitan pada Jessica dan juga pada Yujin meskipun mereka masih agak sedikit takut dengan yeoja itu. Jessica menatap kepergian temannya lalu berbalik badan. Yujin mengikuti gadis itu di sebelahnya.

.

Baru jalan beberapa langkah, tubuh Jessica hampir saja ambruk jika Yujin tidak sigap menangkapnya. Yujin langsung menggendongnya dengan ala bridal style.

.

“Sudah kukatakan kau tidak boleh terlalu capek”, ucapnya dengan tenang.

.

Jessica tidak menjawab, ia hanya tersenyum lagi lalu merapikan syal yang digunakan Yujin. “Kau hangat, aku suka sekali dengan suhu tubuh ini”

.

“Jangan mengalihkan pembicaraan, huh”, Yujin masih menatapnya lekat.

.

“Aku tidak ingin membahasnya”, Jessica mempoutkan bibir. “Hari ini aku tidak melihat Taeyeon. Apa dia tidak kesini?”

.

“Mungkin dia sedang berlatih. Taeyeon akan ikut magic battle

.

“Oh ya? Aku senang mendengarnya. Dia pasti bisa mengalahkan lawan-lawannya. Apa aku boleh pergi menonton?”

.

Yujin menghela nafasnya. “Tergantung kondisimu. Untuk itulah, dengarkan kata tabib. Kau terlalu banyak menyembuhkan orang hingga lupa dengan kondisimu”

.

“Aku senang melakukannya. Jika sihirku bisa menyelamatkan hidup orang lain, aku bahagia”

.

“Ya aku tahu itu”

.

Yujin membaringkan Jessica dengan hati-hati dan menyelimutinya. “Istirahatlah dan mulai besok kau akan sering bertemu Yoong daripada Taeyeon”, Jessica mengangguk.

.

Saat Yujin hendak berdiri, Jessica menahan lengannya. Ia menggeser posisinya dan menepuk sisi kosong disebelahnya. “Tinggal lah dulu dan temani aku sampai terlelap, setelah itu kau boleh pergi”, pintanya.

.

“Baiklah”

.

Yujin mengusap puncak kepala Jessica sebelum menuruti keinginannya.

.

.

.

.

***

.

.

“YAH KIM TAEYEON!!”

.

“WAE???”
.

Kedua yeoja itu saling berteriak. Yang satu kesal karena yeoja imut itu tidak serius, yang satu lagi kesal karena yeoja kurus itu terus mengomelinya.

.

Tiffany menghela nafasnya melihat keduanya kembali bertingkah childish. “Kim Taeyeon, Im Yoona, hentikan! Berlatihlah yang serius”, Taeyeon dan Tiffany sudah memulai latihan mereka di tepi danau ditemani Yoong.

.

“Aish, Taeng yang tidak serius Fany-ah”

.

“Mwo?? Aku sudah serius tapi kau yang marah-marah”

.

“Just shut up!”, timpal Tiffany lagi.

.

Melihat Tiffany ikutan kesal, Taeyeon lalu menatap Yoong dengan tatapan yang Yoong mengerti. Keduanya sama-sama tersenyum evil sebelum akhirnya berlari ke arah Tiffany dan menjatuhkan diri mereka ke danau bersama gadis bereyes smile itu.

.

“YAH!”

.

Kedua sahabat jail itu tertawa puas karena melihat Tiffany basah kuyup. “Aish, menyebalkan”, lanjut Tiffany dan naik ke atas.

.

Saat mereka puas bercanda, datanglah Sooyoung yang sedikit telat karena dia baru saja melatih Yuri, Krystal, dan Hyoyeon di halaman belakang rumahnya. Ia memberi hormat pada Tiffany dan juga Yoong yang notabene adalah putri dan pemimpinnya.

.

“Tidak biasanya kau telat Unnie”, ujar Yoong.

.

Gadis itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu melirik ke arah Taeyeon yang mengerti kenapa Sooyoung terlambat. “Ada sedikit urusan sebelum kemari Yoong”

.

Yoong yang tidak curiga sama sekali hanya mengangguk menerima alasan Sooyoung.

.

“Khaa~~ kalian bertiga berlatihlah. Aku ingin melihatnya”, ujar Yoong.

.

Baik Tiffany, Taeyeon, dan Sooyoung mulai menyerang satu sama lain dengan kekuatannya. Taeyeon seperti biasa dengan ketepatannya berhasil menyerang titik-titik lemah lawannya. Sedangkan Sooyoung menyerang dan menangkis serangan dengan pedang andalannya tanpa harus membuka sarung pedang tersebut.

.

Di sisi lain, Yoong tersenyum puas melihat kemampuan Tiffany yang mulai meningkat. Gadis itu memainkan serangannya menggunakan air. Berbagai bentuk yang terbuat dari air, berhasil mengenai Taeyeon dan Sooyoung.

.

Gletz

.

Tiffany tampak mengucapkan sesuatu dan itu didengar oleh Yoong. Ia terkejut karena Tiffany akan mengeluarkan kekuatan yang tak seharusnya ia lakukan. Tapi Yoong sudah terlambat karena Tiffany selesai mengucapkan mantranya.

.

Yoong segera bertindak. Ia mengeluarkan 10 prajurit terbaik dalam tubuhnya dan membentuk circle magic agar siapapun yang berada di sekitar danau ini tidak melihat kekuatan yang akan Tiffany keluarkan. Taeyeon dan Sooyoung yang mengetahui rencana Tiffany, segera membentuk pertahanan diri.

.

Gumpalan air mulai mengudara di sekitar mereka dan saling bertabrakan yang menghasilkan cahaya-cahaya berwarna ungu. Tiffany menghentakkan tangan kanannya dan gumpalan itu berubah menjadi hujan lebat yang setiap butirannya sangat tajam seperti pedang. Tidak hanya itu, air yang menghantam Taeyeon dan Sooyoung mengandung sengatan listrik yang sangat kuat.

.

Hosh….hoshh…

.

Hoshh…..hoshhh….

.

Taeyeon dan Sooyoung kelelahan karena serangan Tiffany. Mereka serempak berbaring di atas rumput dan merentangkan kedua tangannya, seraya mengatur nafas.

.

“Kau terlalu bersemangat Fany-ah”, ujar Yoong yang baru saja mengembalikan 10 prajurit ke tubuhnya.

.

“Maaf Yoong, aku hanya ingin mencobanya. Sudah lama aku tidak menggunakan itu” ia lalu memandang ke arah Sooyoung dan Taeyeon. “TaeTae, Youngi”, panggilnya.

.

“Its okay Phany-ah, aku berhasil menghalaunya”, balas Taeyeon.

.

“Yeah, same here”, ucap Sooyoung.

.

“Are you okay?”, Yoong memperhatikan setiap bagian tubuh Tiffany.

.

“Tidak ada luka, i’m okay”

.

Yoong menggeleng heran dan terkekeh. Ia dan Tiffany lalu mendekati Taeyeon dan Sooyoung yang masih mengatur nafas mereka.

.

.

.

.

.

Di bagian lain…..

.

“Apa aku bisa bermain sekarang?”, tanya yeoja itu pada seorang pria yang tengah duduk di kursi kebesarannya.

.

“Kau tidak sabaran, huh?”

.

“Aku hanya ingin menghancurkan penyihir-penyihir itu terutama mereka yang lemah. Itu membuatku kesal saja”

.

Pria itu mengeluarkan tawanya yang cukup besar dan menyeramkan. “Tahanlah keinginanmu sebentar. Lagipula magic battle akan berlangsung lusa. Kau bisa menghabisi mereka semua di arena pertarungan”

.

“Aku tidak suka aturan, pertarungan itu pasti membosankan”

.

“Kalo begitu buatlah menjadi menyenangkan”, celetuk salah satu temannya yang berada disana.

.

“Aish, aku benar-benar bosan”, ia berdiri dari duduknya ditemani gagak hitam yang berada di pundaknya. “Aku ingin berjalan-jalan melihat wilayah ini sebelum kita menghancurkannya”

.

“Tunggu”, panggil pria itu.

.

“Wae?”

.

“Jangan gunakan kekuatanmu pada siapapun. Mereka sudah mewaspai kedatangan kita. Aku tidak ingin rencana ini hancur karena sikapmu yang susah diatur itu”

.

“Tenang saja ketua. Aku hanya berjalan-jalan saja, tidak lebih”

.

Yeoja itu keluar dan berhenti sejenak di depan pintu. “Apa kau lapar?” tanyanya pada sang gagak dan ditanggapi dengan anggukan.

.

“Baiklah, kita akan mencari penyihir lemah dan kau bisa menghisap darah mereka”, gagak itu bersuara dengan mengepakkan sayapnya.

.

Yeoja itu tersenyum puas. Ia kembali berjalan dan mulai mencari target tanpa peduli dengan peringatan ketuanya. Yang terpenting bagi yeoja itu adalah kebahagiaan sahabatnya, sang gagak hitam.

.

“Tidak ada satupun dari kalian yang akan lolos dari black magic”, gumamnya.

.

.

.

.

.

TBC

.

—————————————-

HAIIIIII ^^ HEHEHE

Gimana? Udah mulai mengenal kan karakter para cast.

sabar ya gue sukanya step by step biar alurnya gak kecepatan atau gak kelambatan

Musuhnya entar keliatan di Magic Battle dan setelahnya.

Huhuhuhu black magic mulai datang ke Clawstar T^T Hiks.

Oke deh, cukup itu cuap-cuap gue. Annyeong!

.

.

.

by: J418

.

.

*bow*

Advertisements

119 thoughts on “ETERNITY (4)

  1. Tdi hubungan yujin & mommy, skrg hubungan emak & yujin..
    Si emak sakit”an y Je? Knp mesti d jaga ketat??
    Omo~ emak bsikin apa ke yul??
    Duh mommy, latihan sih latihan tp jgn smpe melukai daddy & si tiang dong.. Kan kasihan 😅
    Aarghh pkokx aing penasaran bgt ma hubungan JeTiJin 😣

    Like

  2. sica dr lahir fisiknya lemah atau emang krn kejadian tertentu? huaaahh semakin kesini semakin menarik. apa yg dibisikin sica ke yul tntng hutan diblkg rumah soo? Siapa tokoh yeoja yg sama gagak itu ._.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s