ETERNITY (3)

1460984835083

Tittle                : ETERNITY

Cast                 : Kim Taeyeon

Kim Yujin (Uee)

Kwon Yuri

Krystal Jung

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kang Seulgi

Girls Generation, After School, Red Velvet and Others

Genre              : GirlxGirls, Fantasy, Magic, Drama, Romance, Friendship

Credit Pic by K.Rihyo

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 3

.

.

“Unnie”

.

Sesosok gadis remaja berlari riang ke arah seorang yeoja yang duduk di taman favoritnya. Yeoja itu tersenyum dan menyambut kedatangannya dengan suka cita seraya memeluk gadis muda itu.

.

“Kau pulang sendirian?”

.

“Eoh. Aku kan sudah besar”, jelas gadis itu tersenyum bangga.

.

“Kau ini. Biar bagaimanapun biarkan pengawal mengikutimu. Mereka harus menjaga adik unnie yang paling cantik ini”, Gadis itu menyengir lalu mengecup pipi Unnienya.

.

.

.

.

Seluruh kerajaan tiba-tiba panik karena putri bungsu kerajaan menghilang. Raja memerintahkan seluruh pengawal dan rakyat untuk mencari putrinya. Berhari-hari mencari keberadaan sang putri, tak satupun yang menemukannya.

.

Sang putri pertama terus menangis sepanjang hari mengingat keberadaan adiknya yang entah dimana. Ia ikut menyalahi dirinya atas hilangnya sang adik. Seharusnya ia menemani sang adik, bukannya sibuk dengan urusan kerajaan yang mengharuskannya tak memiliki banyak waktu untuk bermain..

.

“Anda mau kemana putri? Anda tidak boleh pergi”, cegah salah satu maid kerajaan.

.

“Aku juga akan mencarinya. Jangan katakan pada Ayahanda dan Ibunda Ratu, atau aku akan mengusirmu dari istana” ancamnya.

.

.

Suatu hari, semua kebahagiaan itu berubah dalam sekejap. Sebuah wabah yang mengerikan menyerang dan semua rakyat tak bisa diselamatkan hingga muncullah tiga cahaya misterius di atas istana dan memusnahkan seluruh anggota kerajaan.

.

.

.

.

Hosh…..Hosh…..

.

Nafasnya tercekat dan peluh membasahi seluruh tubuhnya. Pikirannya berkecamuk dan hatinya terasa terluka hingga merasakan sakit yang luar biasa. Ia berusaha menahannya namun pada akhirnya ia menangis sekeras mungkin untuk meluapkan semua rasa yang menyakitkan itu.

.

Tiba-tiba sebuah tangan mendekapnya hangat dan memeluknya dengan lembut. Dalam pelukan itu ia menangis sekaligus merasa lega dalam waktu bersamaan ketika merasakan kehangatan yang ia rasakan di dalam tubuhnya.

.

“Menangislah, aku ada disini untukumu”, jelas orang itu padanya.

.

Ia memejamkan mata dan mencoba mengingat moment ini, sebuah moment aneh yang selalu ia rasakan ketika berada di dekatnya. Tangan tegar itu terlihat protektif padanya, bahkan usapan lembut di punggungnya membuat ia merasakan sebuah kedamaian dan rasa nyaman yang luar biasa.

.

Tubuh ini, tubuh asing ini selalu membuatnya merasakan sebuah perasaan yang aneh tapi juga bahagia. Tubuh asing yang selalu ada untuknya setiap saat ketika ia merasakan luka yang begitu besar. Dan suara lembut yang mengalun indah di telinganya, suara yang selalu membuatnya merasa tenang.

.

“Gomawo~”

.

.

.

—————————

.

Sooyoung mengerang frustasi melihat tiga murid barunya yang hampir merusak rumahnya. Sudah beberapa hari ini ia mengajari ketiganya menguasai ilmu sihir mereka. Di sisi lain, Sunny tertawa melihat kelakuan teman-teman barunya itu. Hyoyeon terlihat berusaha namun yeoja itu terlihat tidak biasa mengendalikan ilmu sihir yang baru saja diperoleh.

.

Sedangkan Yuri, ia tampak menikmati latihan itu namun yeoja itu tampaknya lebih suka mencoba-coba sendiri ilmu sihirnya dan itu membuat Sooyoung mendengus kesal. Dan terakhir, Krystal. Gadis itu tampak tak tertarik sama sekali dengan ilmu sihir. Ia hanya melakukan sihirnya ketika diminta Sooyoung namun setelahnya ia memilih duduk dan bersantai.

.

“YAH!! LEE SUNKYU. Bisakah kau katakan pada Taeyeon dan Seulgi untuk mengurus mereka saja? Kenapa harus aku?”, kesalnya.

.

Sunny mengayunkan tangannya dan mengarahkan ke Sooyoung. Ia menghindar sebelum akhirnya salah satu pohon yang berada di hutan belakangnya terbelah menjadi dua. “Katakan sekali lagi nama itu, aku tidak segan membunuhmu”

.

Sooyoung segera menunjukkan tanda peace dengan jarinya. Hal yang paling membuat Sunny marah adalah ketika seseorang menyebutkan nama aslinya. Sooyoung berdehem, mencoba membuat ketiga muridnya barunya mengalihkan perhatian ke arah dirinya.

.

“Ehem. Bisakah kalian lebih serius?”

.

“Aku bahkan sudah sangat serius”, gumam Yuri namun didengar Sooyoung. Sooyoung lalu memelototinya.

.

“Serius! Bukan coba-coba”, kesal Sooyoung pada muridnya yang paling hitam ini.

.

“Ah, aku ingin pulang. Bisakah kita pulang saja, Unnie?”, tanya Krystal pada Yuri dan Hyoyeon lalu menatap ke arah Sunny tanpa pedulikan tatapan horor dari Sooyoung.

.

Sunny tertawa kecil melihat wajah polos Krystal yang seolah tidak menyadari bahwa seseorang siap menerkamnya. “Hahaha, baiklah Krys. Kita bisa pulang sekarang”, wajah Krystal tampak berbinar saat Sunny mengabulkan keinginannya.

.

Langkah Yuri dan Hyoyeon terhenti saat Sunny memberikan gesture dari tangannya untuk berhenti. “Kalian berdua, masih tetap latihan bersamanya karena Taeyeon dan Seulgi akan kemari. Berhubung Krystal yang paling muda, aku memberinya keringanan”, ujar Sunny dan membuat Yuri dan Hyoyeon mengerucutkan bibirnya.

.

“Aish, aku berharap aku yang paling muda”, gerutu Hyoyeon.

.

Sunny dan Krystal meninggalkan kediaman Sooyoung. Keduanya berjalan santai melewati kota Clawstar. Krystal sudah terbiasa melewati daerah ini setiap pergi ke rumah Sooyoung.

.

“Unnie, apa semua penduduk menggunakan sihir?”, bisik Krystal pelan pada yeoja itu.

.

“Huum. Mereka menggunakannya, hanya saja tingkatannya berbeda”

.

Krystal menganggukkan kepalanya mengerti. Saat mereka akan berjalan ke arah yang menuju rumah penginapan, seseorang memanggil Sunny dan keduanya menoleh ke arah orang itu. Ternyata Tiffany besarta beberapa pengawal kerajaan.

.

“Oh, Selamat siang Putri”, sapanya sopan seraya membungkuk. Krystal yang tidak tahu apa-apa, hanya mengikuti apa yang dilakukan Sunny.

.

Tiffany tersenyum membalas sapaannya. “Kau darimana? Hmm, dan siapa gadis ini?”, pandangan Tiffany mengarah pada Krystal.

.

Krystal yang sedikit takut, lalu berpindah ke belakang Sunny. “Aku baru saja berkunjung ke rumah Sooyoung. Ia beberapa hari ini ada di rumah karena Yoong sedang pergi bertugas”, Sunny lalu menggenggam tangan Krystal dan membawa gadis itu berdiri di sebelahnya. “Dia temanku dan  merupakan penduduk baru disini”

.

Tiffany tersenyum lagi dan mengulurkan tangannya pada Krystal. “Senang bertemu denganmu….”

.

“Krys….Krystal”, ucap Krystal sedikit gugup.

.

“Senang bertemu denganmu Krystal. Aku Tiffany”

.

“N….Ne”

.

“Ah, kalo begitu aku permisi dulu Sunny-ah, Krystal”

.

“Ya tuan Putri”, Sunny membungkuk lagi diikuti Krystal.

.

Tiffany mendekat ke Sunny dan memberikannya pelukan lalu berbisik. “Kau lucu sekali jika memanggil tuan Putri, huh”, yeoja itu terkekeh seraya menahan tawanya agar tidak meledak.

.

“Thanks. Aku memanggilmu seperti itu karena ada pengawal-pengawalmu. Salahkan aturan Kerajaan kalo begitu”, bisik Sunny.

.

Tiffany akhirnya tertawa meskipun tidak terlalu keras. “See you soon, you two”, ujar Tiffany sebelum akhirnya melangkah pergi bersama pengawal-pengawalnya.

.

“Dasar, gadis menyebalkan”, gumam Sunny.

.

Krystal yang berada disebelahnya mengerutkan kening saat melihat Sunny mendumel. Ia menyadari tatapan Krystal. “Ah, dia temanku. Tapi lebih dekat dengan Taeyeon dan Seulgi. Dia suka sekali menggodaku, kau tahu aturan Kerajaan? Walaupun berteman, kami harus saling menghormati kedudukan. Dia seorang putri dari Kerajaan Hordeux”

.

“Ah begitu, Unnie”

.

“Hmm, Kajja kita pulang”

.

.

.

.

***

.

.

Yujin membawa beberapa pengawalnya beserta Taeyeon, karena Seulgi diam-diam pergi ke rumah Sooyoung untuk menemui yeoja itu beserta Yuri dan Hyoyeon yang sedang berlatih sihir.

.

“Apa kau yakin kita tidak perlu membawa Seulgi?”, tanya Yujin tidak yakin.

.

Taeyeon merangkul yeoja itu dan terkekeh. “Sejak kapan kau merasa khawatir, huh? Seulgi sedang ada urusan. Tenang saja, aku akan menghabisi semua musuh yang berani menyentuhmu”, ujarnya santai.

.

“YAH! Bukan itu yang kumaksud. Akhir-akhir ini Seulgi jarang terlibat dalam pertempuran. Apa dia baik-baik saja?”

.

Beberapa hari ini Seulgi memang jarang bertugas karena ia membantu Sooyoung melatih Yuri, Hyoyeon, dan Krystal agar bisa menggunakan sihir sementara di tubuh mereka dengan baik agar terlihat seperti penduduk Clawstar pada umumnya.

.

Taeyeon berpikir cepat mencari alasan. “Ah, itu. Dia sedang meningkatkan kekuatan busurnya. Kau sudah tahu Seulgi, Yujin-ah. Dia tidak akan puas jika kekuatan busurnya melemah”, jelasnya lagi.

.

Yujin yang clueless akhirnya hanya bisa mengangguk mengerti. Mereka sedang dalam perjalan ke desa Bigglex tempat Yoong berada. Setiba disana, suasana desa sangat sepi. Hanya ada suara angin yang berdesis.

.

Pandangan Taeyeon mengarah pada seorang yeoja yang sedang duduk dibawah pohon dengan santainya sambil membaca buku. Ia menggeleng heran dan terkekeh. “Dasar kutu buku. Dia ada disana Yujin-ah”, tunjuk Taeyeon dan akhirnya mereka menghampiri Yoong.

.

“Yoong, apa yang terjadi?”, tanya Yujin sesaat tiba di dekat temannya itu.

.

“Ah, kalian sudah datang” Ia menutup bukunya. “Kekuatan black magic itu sangat terasa di sekitar sini”, jelas Yoong.

.

“Huh? black magic? Dimana?”, Taeyeon mengedarkan pandangan ke sekeliling.

.

“Bukan itu yang kumaksud. Tapi aura kegelapan sudah mendekat hingga kemari”, jelasnya lagi.

.

Yujin dan Taeyeon terkejut. “Maksudmu….itu?”, ujar keduanya bersamaan.

.

Yoong mengangguk. “Aku sudah memeriksanya. Beberapa hari ini penduduk desa tak melakukan aktivitasnya. Mereka menutup diri di rumah masing-masing dan ternyata mereka semua sudah musnah. Kudengar, desa sebelah utara sudah hancur berantakan. Tapi Kerajaan Mardoc menutupi kejadian ini”

.

“Itu artinya kekuatan gelap itu sudah bangkit lagi”, sambung Yujin.

.

“Jika kita tidak segera mencegahnya, Clawstar bahkan Hordeux mungkin akan diserang juga”

.

Mendengar ucapan Yoong, Taeyeon segera berdiri dan mengayunkan tangannya. Cahaya ungu keluar dari dirinya dan Taeyeon mulai mengarahkan tangannya ke atas langit lalu membuang cahaya itu.

.

Beberapa saat kemudian, tampak cahaya-cahaya tipis berwarna hitam yang sedang menyelimuti desa tempat mereka sekarang berada. Taeyeon baru saja mengeluarkan kekuatannya untuk membuka aura yang ada di desa itu.

.
“See? Mereka mulai muncul”, ucap Yoong. “Kita harus memperingatkan Kerajaan tentang hal ini dan meningkatkan kekuatan”

.

“Aku akan berbicara dengan Abeoji soal ini lalu kita bisa bertanya pada Kerajaan Mardoc. Mereka yang lebih dulu diserang, setidaknya mereka paham mengenai kekuatan itu”

.

Yoong menggeleng tidak setuju dengan ide Yujin.

.

“Mereka bahkan tidak peduli dengan penduduk desanya. Mardoc sudah menutup diri soal ini. Kemungkinan terbesar, mereka hanya diam saja dan membiarkan kekuatan black magic untuk bangkit lagi”

.

“Apa mereka sudah gila? Itu namanya bunuh diri. Jika black magic bangkit dengan kekuatan besar, seluruh Kerajaan di pulau ini akan hancur. Bukan hanya Mardoc, tapi Hordeux dan juga Clawstar”, ucap Taeyeon.

.

“Yang jelas saat ini, penduduk Clawstar dan Hordeux tidak boleh tahu mengenai hal ini. Beberapa penyihir yang menggunakan black magic sudah masuk ke pulau tapi kekuatan yang mereka gunakan masih dalam tingkatan rendah”, lanjut Yoong.

.

Ketiga Yeoja itu tampak berpikir dengan pemikiran masing-masing. Hingga akhirnya Yujin mengambil satu keputusan sebagai pemimpin mereka.

.

“Semua pengawal berpencar dan bentuk circle magic mengelilingi desa ini”, perintah Yujin pada para pengawal kerajaan yang ia bawa.

.

“Taeng, keluarkan semua aura hitam yang ada di desa ini. Karena tidak ada penduduk yang selamat, maka kita harus melenyapkan desa ini dan menghentikan aura hitam agar tidak menuju ke dua Kerajaan yang tersisa, Hordeux dan Clawstar”

.

Taeyeon mengangguk mengerti lalu mengambil posisinya. Sedangkan Yujin dan Yoong juga mulai bersiap dengan kekuatan mereka. Taeyeon mulai mengambil aba-aba, detik selanjutnya ia memejamkan mata dan kemudian cahaya ungu keluar dari tubuhnya. Mulai dari ujung kaki hingga kepala.

.

Perlahan-lahan tubuh Taeyeon terangkat ke atas dan ia merentangkan kedua tangannya. Tubuhnya berhenti ketika menyentuh cahaya putih yang merupakan circle magic yang sudah dibentuk oleh para pengawal.

.

Cahaya ungu itu mulai membesar lalu mulai menyebar menyelimuti circle magic yang menutupi seluruh desa Bigglex. Tampak cahaya-cahaya hitam mulai terlihat jelas menyelimuti desa itu.

.

Yujin memandang Yoong yang kemudian menganggukkan kepala mengerti. Yoong menyatukan kedua telapak tangannya dan cahaya ungu keluar dari tubuhnya. Selain itu, terlihat 10 orang yang berada di belakang Yoong. Yeoja itu baru saja mengeluarkan para penjaga dari tubuhnya.

.

Sebelas garis cahaya ungu berpencar ke segala arah yang berada di dalam circle magic dan memusnahkan aura-aura hitam yang menyelimuti desa. Taeyeon dan Yoong menambah kekuatan mereka untuk menyingkirkan aura hitam itu.

.

Di sisi lain, Yujin mulai beraksi dengan kekuatannya. Tubuhnya mulai mengeluarkan api dan dengan satu hentakan, api itu sudah membakar seluruh desa. Cahaya ungu milik Taeyeon dan Yoong perlahan-lahan mulai menyingkirkan aura hitam hingga tak tersisa.

.

Taeyeon kembali menyentuh tanah dan membuka matanya. Ia terlihat kelelahan, begitu juga dengan Yoong yang baru saja mengembalikan 10 penjaga masuk ke dalam tubuhnya. Dan yang terakhir adalah Yujin yang masih tampak mengeluarkan kekuatannya.

.

Lama kelamaan, cahaya api itu mulai memudar dan memudar hingga akhirnya Yujin berhenti bersamaan dengan menghilangnya circle magic yang menyelimuti desa.

.

Jeng…jeng….

.

Kini di sekitar mereka hanya ada hamparan tanah kosong yang terlihat luas. Tak ada tanda-tanda kehidupan disana. Ketiganya baru saja memusnahkan satu desa dari peta pulau yang sudah diserang black magic. Sehingga penduduk desa di semua Kerajaan tidak akan pernah menyadari bahwa desa Bigglex pernah ada di dalam pulau ini.

.

Hosh…Hosh…Hosh.

.

Taeyeon berbaring di atas tanah seraya mengatur nafasnya yang kelelahan. “Akhirnya aku mengeluarkan kembali seluruh kekuatanku”, ucapnya dengan terengah.

.

“Kerja bagus, Taeng”, Yoong yang berada tak jauh darinya mengangkat tangannya dan memberikan jempol untuk Taeyeon.

.

“Kau juga Yoong dan kau…”, Taeyeon menoleh ke arah Yujin yang terlihat bisa berdiri “Kau dan Tiffany berhutang padaku soal ini”, Taeyeon menyengir. Setidaknya mereka baru saja menghentikan aura hitam menuju ke Clawtar ataupun Hordeux.

.

Yujin tertawa kecil melihatnya. “Yeah, setidaknya Clawstar dan Hordeux masih aman. Kita harus lebih barhati-hati lagi”, jelas Yujin dan mendapat anggukan dari Taeyeon dan Yoong.

.

.

.

.

—————————

.

Seperti biasa, jika memiliki waktu luang, Jessica akan berkunjung ke Raxstar, kota dimana penduduk Clawstar tinggal. Ia memasuki jalanan kecil hingga akhirnya tiba di sebuah rumah.

.

“Oh, anyeonghaseyo”, sapa Krystal dengan sopan saat membuka pintu dan mendapati Jessica berdiri di depan.

.

“Siapa Krys?”, suara Sunny menggema dan gadis itu muncul dari ruang tamu. “Oh, kau datang Sica”, sapanya pada Jessica. Keduanya pun mempersilahkan Jessica masuk.

.

“Aku ingin berkunjung dan melihat kalian”, jelas Jessica tersenyum ke arah Krystal lalu Sunny.

.

Jessica tampak mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan dan Sunny menyadari maksudnya. “Jika kau mencari Yuri dan Hyoyeon, mereka masih berlatih bersama Sooyoung dan Seulgi”

.

“Ah, begitu”, Jessica menganggukkan kepalanya. “Lalu?”, ia memandang Krystal heran karena gadis itu ada disini. Bukankah seharusnya dia berlatih sihir juga.

.

“Hehehe”, Krystal menyengir canggung menyadari tatapan Jessica padanya. “Aku selesai lebih dulu karena…. hmmm…. itu karena….”

.

“Panggil unnie, Krys. Kau bisa memanggilnya unnie sama seperti yang kau lakukan padaku”, Sunny menginterupsi Krystal yang masih canggung setiap bertemu Jessica.

.

Bukan karena takut, tapi Jessica terlihat elegan dan anggun dimatanya. Berbeda dengan Sunny yang ceria dan asik diajak bercanda. Oleh karena itu, Krystal gampang dekat dengan Sunny ketimbang Jessica.

.

Jessica terkekeh lalu mengusap rambut Krystal karena ekspresi gadis itu sangat menggemaskan di mata Jessica. “Ya, kau bisa memanggilku unnie, Krys”, ucap Jessica.

.

Krystal menunduk malu namun tetap menganggukkan kepalanya mengerti.

.

“Ngomong-ngomong, apa tidak apa-apa kau kemari sendiri? Seharusnya kau meminta Seulgi atau aku untuk menjemputmu, Sica”

.

“Tidak apa-apa. Aku sudah mengatakannya pada Taeyeon. Dia bilang, aku bisa kemari sendiri dengan jalan yang sudah dia buatkan untukku sebelum pergi”, Jessica tersenyum meyakinkan temannya itu.

.

Sunny mengusap dagunya. “Hmm aku mengerti. Apa Yujin tidak ada di Istana juga?”

.

Jessica menggeleng. “Dia pergi bersama Taeyeon dan pengawal lain. Kudengar Yoong menemukan sesuatu di desa Bigglex”, jelasnya.

.

Tiba-tiba pintu depan terbuka dan muncullah Seulgi bersama Yuri dan Hyoyeon. Keduanya tampak kelelahan, kelihatan dari wajah mereka. Yuri dan Hyoyeon menyapa mereka bertiga dan ikut duduk di ruang tamu sedangkan Seulgi berdiri tak jauh dari tempat Jessica duduk.

.

Krystal memandang kedua unnienya itu dengan kekehannya. “Sepertinya kalian sudah ahli bermain sihir unnie”, ujarnya dengan polos.

.

“YA~~ Kau curang, menggunakan teknik kepolosanmu untuk membuat gadis tiang itu membiarkanmu pulang begitu saja”, protes Yuri saat mengingat kejadian tadi.

.

“Sooyoung akan menggunakan pedangnya jika dia mendengarmu sedang mengejeknya, Yul”, jelas Seulgi dan membuat semuanya tertawa.

.

“Tapi aku akan memilih Sooyoung daripada Yujin”, celetuk Jessica yang menahan tawanya dan itu membuat Seulgi dan Sunny mengangguk setuju. Sedangkan ketiga manusia yang bersama mereka memandang dengan tatapan bingung.

.

Sooyoung dan Yujin sangat ahli dalam mengajarkan seseorang menggunakan ilmu sihir mereka dengan baik. Meskipun terkadang galak, tapi Sooyoung masih bisa bercanda dengan para muridnya. Sedangkan Yujin, sangat disiplin dan dingin meskipun setelahnya, setiap murid yang diajarkan oleh Yujin akan menguasai kekuatan sihir mereka dengan luar biasa.

.

“Aku ingin istirahat di dalam kamar”, izin Hyoyeon pada semuanya.

.

“Silahkan Hyo”, Sunny mempersilahkannya.

.

Untuk mengisi waktu, mereka akhirnya bercerita banyak hal. Namun Yuri dan Krystal yang lebih banyak bercerita. Mereka akhirnya menceritakan tentang kehidupan mereka di dunia manusia.

.

Jessica yang serius mendengarnya, tampak ikut tersenyum. Yuri terlihat dewasa dan bijak meskipun terkadang ia bertindak kkab seperti anak kecil. Sedangkan Krystal, benar-benar masih lugu dan polos. Berbeda dengan Hyoyeon yang terlihat paling kuat diantara mereka dan membimbing keduanya.

.

“Tapi aku masih tidak mengerti, kenapa kami bisa tersasar ke dunia ini. Yang ku tahu, hutan yang kami datangi berada di ujung pulau, seharusnya setelah hutan berakhir adalah lautan”, jujur Yuri pada ketiganya.

.

“Pulau ini tidak terlihat, Yul”, jelas Seulgi. “Dunia kalian dan dunia kami berbeda dimensi meskipun sebenarnya pulau kita bersebelahan. Aku juga tidak mengerti kenapa kalian bisa berada di perbatasan Clawstar. Bahkan jika kami bisa ke dunia kalian, kami tidak akan bisa kembali karena itu sudah merupakan hukum alam. Baginda Raja akan menghukum penyihir manapun yang berani melangkahi perbatasan dunia manusia”

.

“Apa benar-benar ada kerjaaan yang dikutuk oleh Dewa?”

.

….Hening…..

.

Pertanyaan Krystal yang tiba-tiba membuat Sunny dan Seulgi terdiam. Sedangkan Jessica terlihat tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan gadis muda itu. Yuri menyadari suasana tak nyaman ini.

.
Ia tertawa dan mengacak rambut Krystal dengan sayang. “Kau ini Krys, terlalu banyak membaca buku dongeng”, ujar Yuri. “Dia sering membaca buku dongeng dan salah satunya menceritakan kerajaan yang dikutuk Dewa, Bukankah itu hanya dongeng?”

.

Sunny dan Seulgi berpandangan lalu mengangguk. “Ah jadi itu maksudnya”, kekeh Sunny saat berusaha mencairkan suasana.

.

“Yeah itu hanya dongeng”, sambung Seulgi.

.

.

.

.

***

.

.

Tiffany bersama pengawalnya terlihat di gerbang Kerajaan Hordeux. Mereka seperti sedang menunggu. Tak berapa lama, Tiffany mengulum senyumnya begitu melihat yang ditunggu akhirnya datang. Tapi ia mengerutkan kening, begitu merasa ada yang hilang.

.

Seseorang melambaikan tangannya dengan dork seraya berjalan cepat ke arah Tiffany. “Hai Phany-ah, maaf menunggu lama”, sapa Taeyeon dan Yoong juga ikut menyapanya.

.

“Syukurlah kalian sudah datang. Kemana Yujin?”, heran Tiffany tak melihat gadis itu.

.

“Dia kembali ke Clawstar lebih dulu untuk melaporkan pada Baginda Raja. Kami disini karena ada sesuatu yang harus disampaikan ke Raja Hwang”, Yoong menjelaskan maksud tujuan utama mereka.

.

“Aku sudah mendengar laporan dari salah satu pengawal yang dikirim Yujin. Apa kalian baik-baik saja?”, Ada kekhawatiran Tiffany terhadap dua sahabatnya ini.

.

“Hanya sedikit kelelahan dan sepertinya kami lapar”, Yoong terkekeh dengan ucapannya.

.

“Dasar, tukang makan”, dumel Taeyeon.

.

“Biarin saja. Aku yang lebih banyak mengeluarkan kekuatanku”

.

“Mwo?? Ya! Siapa suruh membawa 10 pasukan terbaik ke dalam tubuhmu?”

.

Tiffany hanya menggeleng melihat keduanya mulai berdebat hal yang tidak penting. Sebelum ada keributan, ia segera melerai keduanya. “Sudah sudah, hentikan. Yoong sebaiknya kau masuk dan menemui Ayahku. Pasti beliau ingin mendengar laporan yang ingin kau sampaikan”

.

“Ah benar juga. Aku pergi dulu”, Yoong pamit kepada keduanya untuk menemui Raja Hwang sedangkan Taeyeon dan Tiffany menunggunya di salah satu paviliun untuk bersantai.

.

“Tae, tadi aku bertemu dengan Sunny di Raxstar bersama penduduk baru. Sepertinya dia gadis yang baik, tapi aku merasakan ada aura yang berbeda”, jelas Tiffany saat menceritakan pertemuannya dengan Sunny dan Krystal.

.

“Apa yang berbeda? Aku juga mengenalnya, Phany-ah. Dia gadis yang baik”

.

“Ada yang berbeda Tae, tapi aku tidak tahu apa itu”

.

Taeyeon menelan ludahnya dengan susah. Dia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya dengan pertemuan Tiffany bersama Sunny dan Krystal. Tapi yang jelas, Tiffany tidak boleh tahu soal keberadaan ketiga manusia itu. Bahkan Yujin juga belum mengetahuinya.

.

“Mungkin karena dia penduduk baru di Raxstar, makanya kau masih merasa asing, Phany-ah”, Taeyeon berdoa dalam hati agar Tiffany menerima jawabannya.

.

“Ah benar juga. Mungkin seperti itu”

.

Khaa~~ Diam-diam Taeyeon menghela nafas lega. Tiba-tiba angin sedikit berhembus kencang sehingga membuat daun-daun kering di taman bertebaran dan hampir mengenai wajah Tiffany. Taeyeon yang memilik refleks bagus, segera memeluk gadis itu.

.

Begitu angin kembali tenang, Taeyeon melepaskan pelukannya dan membantu Tiffany merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Tiffany menunjukkan senyum bulan sabitnya itu pada Taeyeon. “Terima kasih, Tae”, ujarnya.

.

Taeyeon menyengir. “No problem”, ia mendekatkan wajahnya ke arah Tiffany tapi sebuah suara mengagetkan mereka.

.

“Khaa~~ Akhirnya selesai juga”, ternyata itu Yoong. “Maaf menunggu lama”

.

Tiffany terkekeh melihatnya. Ia menepuk tempat kosong di sebelahnya dan mempersilahkan Yoong duduk disana. Kini ia berada diantara Taeyeon dan Yoong.

.

“Bagaimana tanggapan Raja Hwang?”, tanya Taeyeon yang penasaran dengan hasilnya.

.

“Beliau akan menemui Raja Kim. Sepertinya memang kemunculan black magic sangat mengancam”

.

“Kita harus lebih waspada”, Yoong dan Taeyeon mengangguk setuju dengan Tiffany.

.

Usai berbincang serius, mereka pun akhirnya menuju ke ruang perjamuan yang berada di dekat paviliun. Selesai menyantap hidangan, Tiffany pamit kepada Ayahnya untuk kembali ke Clawstar bersama Yoong dan Taeyeon.

.

Sepanjang perjalanan ketiganya bercanda satu sama lain terlebih sikap dork Taeyeon dan Yoong yang terkadang berdebat satu sama lain.

.

“Kau harus menjauhinya, Phany-ah. Terkadang dia berpikiran pervert”, Yoong menggandeng tangan Tiffany dan menjauh dari Taeyeon.

.

“Ya, apa maksudmu?”, Taeyeon protes.

.

Tiffany tertawa kecil melihat wajah cemberut Taeyeon. Gadis itu lalu menyengir dan dengan cepat mengecup pipi Tiffany.

.

“Lihatlah, dia tertawa karena aku”, ujar Taeyeon sebelum melarikan diri.

.

Yoong dibuat cengo oleh kejadian barusan yang membuat matanya berdosa. Namun detik selanjutnya ia bereaksi.

.

“YA Kim Taeyeon! Kau berani menciumnya, akan kulaporkan pada Yujin”, kesal Yoong sembari mengejar Taeyeon yang mulai menjauh.

.

Tiffany hanya bisa tertawa melihat kelakuan keduanya yang sometimes benar-benar seperti anak kecil.

.

“Dork”

.

.

.

.

—————————

.

“Ini”, Yuri tersenyum pada gadis itu.

.

“Apa?”

.

“Hadiah. Karena kau sudah menyelamatkan hidupku”

.

Yuri menyematkan gelang kesayangannya pada pergelangan tangan gadis itu. Jessica tersenyum membalasnya. “Seharusnya tidak perlu, Yuri”

.

“Tidak apa-apa. Aku senang bisa membalas kebaikanmu”

.

Karena tidak ingin menyinggung perasaan Yuri, Jessica pun menerimanya. Ia lalu pamit pulang bersama Seulgi yang akan mengantarnya. Sepanjang perjalanan, Seulgi berjalan di belakang dengan posisi yang siap melindungi gadis itu.

.

Tuukk…

.

Seulgi tak sengaja menabrak punggung Jessica saat gadis itu berhenti tiba-tiba. Seulgi mengerutkan keningnya, sedangkan Jessica menatapnya. “Berjalanlah di sampingku. Aku tidak suka kau berjalan di belakangku”

.

“Tapi—”

.

“Ini perintah”, jelasnya lagi.

.

Seulgi pun menurut dan berjalan di sebelah Jessica. Gadis itu bersenandung sembari menyusuri jalanan menuju istana. Seulgi yang ada disitu hanya diam dan membiarkan Jessica melakukan apapun yang dia inginkan.

.

“Seharusnya kau tidak perlu mengantarku, Seulgi-ah. Aku bisa pulang sendiri, lagian Taeyeon sudah membuatkan jalan untukku”

.

Seulgi menggeleng. “Aku tidak akan membiarkanmu berjalan sendiri dan itu sudah tugasku”

.

“Ish. Kau, Taeyeon, dan Yujin sama saja. Kalian pikir aku tidak tahu jalan pulang?”, gadis itu mengajukan protes namun Seulgi hanya tertawa menanggapinya.

.

“Itu sudah peraturan, Sica”

.

.

Sesampai di istana, Seulgi mengantarkan Jessica hingga ke kamarnya. Gadis itu terlihat kelelahan. Seulgi mengambilkan air minum untuk Jessica yang sudah duduk di tepi tempat tidur.

.

“Jangan terlalu banyak keluar istana, kau tidak boleh kelelahan”

.

“Hmmm, aku tahu”

.

Jessica menyerahkan gelasnya kepada Seulgi. Saat hendak meletakkan gelas di atas meja, Seulgi dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang tiba-tiba muncul di dalam kamar Jessica.

.

“Astaga! YAH! Bisakah kau lewat pintu dan tak menggunakan ilmu-mu itu”, kesalnya seraya memegang dadanya karena terkejut.

.

Orang itu memasang wajah datar dan biasa saja lalu mengambil kursi dan duduk di hadapan Jessica. Seulgi hanya bisa menggeleng dan memilih berdiri di posisinya.

.

“Kau pergi keluar istana lagi, hmmm?”, tanyanya.

.

“Aku hanya mengunjungi Sunny”

.

Ia tampak tak puas dengan jawaban Sica, namun memilih menerima daripada berdebat. Tatapan matanya tiba-tiba mengarah ke arah gelang yang melingkar di pergelangan tangan Jessica lalu kembali menatap mata biru gadis itu.

.

“Jangan terlalu sering keluar istana. Keadaan di luar sedang tidak kondusif”

.

“Aku hanya ingin menikmati suasana kota. Apa itu salah?”, Jessica mulai tidak suka dengan pembicaraan ini.

.

Ia menghela nafas dan berdiri dari kursinya lalu mengusap kepala Jessica lembut. “Istirahatlah dan jaga kondisimu”, Jessica hanya diam saat melihat yeoja itu keluar dari kamarnya bersama Seulgi.

.

Di luar kamar, keduanya berjalan menjauh dari sana.

.

“Black magic mulai bangkit. Aku, Yoong, dan Taeng sudah memeriksanya”, jelas Yujin.

.

“Lalu apa tindakan istana tentang hal ini?”

.

“Kita sedang memikirkan cara terbaik”, ucapnya lagi. “Ngomong-ngomong apa Sica pulang sendiri?”

.

“Tenang saja, aku tadi yang menjemputnya. Dia pergi ke tempat Sunny dengan jalur yang Taeyeon buat”

.

Yujin mengerutkan keningnya. “Taeyeon tidak mengatakan tentang ini”

.

“Mungkin dia lupa mengatakannya padamu. Kau tenang saja, aku dan Taeyeon tidak akan melupakan tugas menjaga Jessica”, Yujin mengangguk mengerti.

.

.
“Yujin-ah! Seulgi-ah”,

.

Keduanya menoleh ke arah suara, dan ternyata Taeyeon, Tiffany, dan Yoong memanggil mereka. Ketiganya baru saja tiba di Istana setelah dari Kerajaan Hordeux.

.

“Syukurlah kalian sudah pulang”, ucap Yujin. Ia lalu memandang ke arah Tiffany. “Aboeji sudah menunggu. Apa kita bisa pergi sekarang?”

.

“Hmm sure”, Tiffany tersenyum dan Yujin mengulurkan tangannya sehingga Tiffany menggenggamnya.

.

“Kalian beristirahatlah di tempat biasa. Aku dan Tiffany akan menyusul setelah ini”, Yoong, Taeyeon, dan Seulgi mengangguk mengerti.

.

Ketiganya memandang punggung Yujin dan Tiffany yang mulai menjauh dengan bergandengan tangan. Tiga pasang mata itu memandang keduanya dengan tiga tatapan yang sama.

.

Tatapan sendu.

.

.

.

.

.

TBC

——————————-

^_^

Yuhuuuu~~~ JeJe hadir

Masih kepo?? Hahaha i like it!

Sorry mood gue lagi ngaco akhir-akhir ini karena kesibukan yang semakin makin. Ya semoga updatean ini berkenan.
Okey, move ke Butterfly.

Untuk password part 12, silahkan minta ke email atau twitter. Kali ini nggak ada pertanyaan TAPI ADA SYARAT.

ID YANG DIGUNAKAN UNTUK KOMEN HARUS ADA DARI PART 1 – PART 11

Hingga Part 12 gue rilis dan email atau twitter belum gue balas, artinya ID yang lo gunakan waktu komen tidak lengkap di salah satu part atau lebih.

See you, di Part 12 Butterfly ^^

Annyeong!

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

125 thoughts on “ETERNITY (3)

  1. Scene pertama itu org yg dimaksud sica kah makanya skrg dia mau kemana2 selalu diawal ketat?
    Masih kepoo antara fany dan yujin, mereja berdua sebenernya kenapa. Ditambah lagi tatapan yoong, tae, seulgi pas ngeliat mereka gandengan tangan. Yesss nyempil moment taeny, walaupun dikit tetep aja itu jd pemanis di chap ini mueheheh☺️☺️

    Like

  2. Hubungan yujin sama jessica sama tiffany itu apa si? Jessica kaya harus diperhatiin dan kenapa yoona bilang mau laporin ke yujin pas tae cium pipi? Ciee ada benih2 nih yulsic

    Like

  3. klo dikerajaan hubungan sica itu jadi apa ya ? kok sica selalu dihormati , di perhatiin , dijaga selalu dan disayang sama mereka ya ? ada sempat kejadian apa disana , yg sudah sica alami ? masih bingung sama couplenya tiffany ,, mungkinkah yujin ?

    Like

  4. Kenapa taeyeon gak ngasih tau tentang krystal? Something’s wrong? Hahaha tapi suka taeyeon disini lucu hahaha mudah mudah my prince tae sama tiffany deh jgn sama yoona, yoon hanya miliku seorang hahaha

    Like

  5. Njirr.. Masih abu” ceritanya..
    Yg mimpinya sma dgn mmpinya krystal spa?? Huh pensaran..
    Adiknya spa yg hilang?? Iih bkin greget jj ni ff 😣
    Apa jgn” kerajaan yg di ktuk yg krystal blng adalh kerajaan yg daddy, mommy, emak DKK tempati skrg??
    Ciee uncle yul kykx udh mulai suka sma emak..
    Knapa dgn Yujin dan mommy??

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s