INDESTRUCTIBLE II (3)

1461328334699

Tittle                : INDESTRUCTIBLE II

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Krystal Jung

Im Yoona

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Sweet, Comedy-Romance, Friendship

Credit Pic by K.Rihyo

 

Mini-Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

“Problem”

.

.

Part 3

.

.

Jessica memeluk Yuri dengan erat saat namja itu baru saja tiba di bukit pertemuan mereka. Sooyoung yang melihatnya, hanya tersenyum. Sebelum Yuri datang, ia sudah mencoba menenangkan Jessica. Tapi Sooyoung tahu bahwa kedatangan Yuri lah yang paling berhasil membuat perasaan gadis itu lega.

.

“Hai Soo”, sapa Yuri saat keduanya duduk di sebelah Sooyoung dengan Jessica yang berada di tengah kedua namja itu.

.

“Senang melihatmu, Yul”, ucap Sooyoung seraya menepuk punggung Yuri beberapa kali dengan pelan.

.

Ketiganya menikmati pemandangan malam Paris dari atas bukit dan mengenang setiap moment mereka dengan baik. Jika Taeyeon paling dekat dengan Yuri dan Yoong, maka Sooyoung paling dekat dengan Jessica dan Yuri.

.

Kedekatan ketiganya lebih ke arah lembut dan emosional secara bersamaan. Tidak perlu mengatakan sesuatu yang panjang lebar, namun mereka bisa memahami satu sama lain.

.

“Aku dan Sica beberapa kali kemari setiap dia merindukanmu. Tapi kali ini sepertinya dia membutuhkanmu, bukan hanya sekedar perasaan rindu”, jelas Sooyoung dan tiba-tiba Jessica mempoutkan bibirnya.

.

“Sometimes kau memang mengerikan, Youngi. Bisa membaca pikiran orang lain”

.

Sooyoung dan Yuri tertawa bersamaan. Yuri dengan gemasnya mengusap kepala Jessica lembut dan tersenyum pada gadis itu. “Itulah mengapa kau menyayangi Sooyoung daripada Taeyeon, baby”, Sooyoung mengangkat jempolnya setuju.

.

“Yeah yeah, mungkin”, Jessica menyengir.

.

“Bagaimana soal gadis yang kau tabrak itu, Soo? Apa sudah diselesaikan?”

.

Sooyoung mengangguk. “Sepertinye keberuntungan masih berpihak padaku. Gadis itu kenalan Taeyeon dan Yoong setiap mereka ke bar”

.

“Oh god, berapa banyak gadis yang mengelilingi Taeng dan Yoong, huh? Sepertinya mereka ada dimana-mana”, Yuri tertawa.

.

“Kau benar. Tapi kau yang lebih banyak penggemar menakjubkan Yul”, Upss.. Sooyoung segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya begitu menyadari apa yang diucapkan.

.

Di sisi lain, Jessica mendelik padanya lalu beralih ke arah Yul dan menatap tajam namja tanned itu. Menyadari bahwa memang benar Yuri memiliki penggemar yeoja yang menakjubkan, bahkan dari kalangan model sekalipun. Tak dapat dipungkiri ia cemburu hanya karena memikirkannya saja.

.

“Ya~~ baby, itu kan hanya masa lalu. Kau masa depanku”, Yuri berusaha membuat perasaan kekasihnya tidak meledak karena kecemburuan.

.

Mendengar pernyataan Yuri, cukup membuat Jessica mengulum senyum. Ia lalu mengecup bibir Yul kilat dan Sooyoung hanya bisa memutar bola matanya. “I know”, ucapnya dengan kesan angkuh namun terlihat cute bagi Yuri.

.

“Okay, enough”, Sooyoung berdiri dari tempatnya. “Sebaiknya aku pulang dan tidur”

.

“YA!! Oppa~”, Jessica protes dengan Sooyoung.

.

“Wae? Sudah ada Yul”, Sooyoung memainkan alisnya.

.

“Pervert”

.

“Mwo? Bahkan aku tidak berpikiran apapun” Sooyoung menggeleng heran dan membuat Jessica menyadari bahwa dialah yang berpikiran pervert.

.

“Ish, pulang saja sana” usirnya kali ini.

.

Sooyoung menatap takjub perubahaan mood Jessica tiga kali dalam waktu bersamaan. Ia terkekeh lalu memeluk Jessica kemudian Yuri dan berpamitan pada keduanya. Menyisakan Yuri dan Jessica disana.

.

Jessica mengaitkan lengannya dan Yuri. “Aku bertemu dengan Donghae Oppa lagi hari ini saat makan siang bersama Mom and Dad”, jelasnya.

.

Kini Yuri mengerti kenapa Jessica tampak terlihat kacau saat video call tadi. “Ah, namja yang kita temui waktu itu di London?”, Jessica mengangguk.

.

“I just feel bad everytime he’s around me”

.

Yuri tersenyum dan merangkul gadis itu dengan penuh perhatian. “Thats the point, baby. You need to accept it and face the truth. You know? People had mistake in their life”

.

Jessica mengangguk lagi dan keduanya tersenyum. “I will try”, ujar Jessica dan membuat Yuri mencubit hidung mancungnya. “Thats my baby. Kajja, aku antar pulang. Taeyeon bisa mengomeliku, bahkan Mom and Dad”

.

“Silly”, Jessica tertawa dengan ucapan Yuri.

.

“YAH!”, ia berteriak lagi saat Yuri tiba-tiba berlari dan memperlebar jarak mereka.

.

“Kau butuh olahraga juga, Sica”

.

Yuri tersenyum childish dari kejauhan. Terlihat sangat puas saat menjahili Jessica dan gadis itu menghentakkan kakinya kesal namun tetap berlari mengejar Yuri.

.

“I hate running”

.

.

.

Taeyeon berhigh five dengan Yuri begitu melihat sahabatnya itu tiba di ruang tamu. Disana juga ada Tiffany.

.

“Where’s Mom and Dad, Oppa?”

.

“Mereka baru saja pergi. Ada meeting dadakan dengan parlemen”, Jessica menganggukkan kepalanya. “Apa kau menginap disini, Yul?”, tanya Taeyeon.

.

“Sepertinya begitu”, Yuri menyengir.

.

“Good. Bagaimana jika kau menginap disini juga, sayang?”, ujar Taeyeon  pada Tiffany dengan tatapan evilnya.

.

Tiffany yang mengerti maksudnya Taeyeon, memandangnya aneh. Tapi tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya. Ia mendekat ke wajah Taeyeon dengan menggigit bibir bawahnya lalu menuju arah telinga Taeyeon.

.

“Baiklah kalo itu maumu”, jelasnya dengan suara husky.

.

Belum sempat Taeyeon bereaksi, Tiffany mendorong tubuhnya hingga punggung Taeyeon menyentuh punggung sofa. “Ide bagus TaeTae. Ayo Jess, kita ke kamarmu”, ajaknya pada Jessica yang tertawa puas melihat apa yang terjadi.

.

“Good night Seobang”, Jessica mengecup pipi Yuri lalu menggandeng tangan Tiffany. Kedua gadis itu tertawa bersama sambil berjalan menuju lantai atas.

.

“Kau benar-benar om-om kurang kasih sayang”, ejek Yuri dengan melempar bantal sofa ke arah Taeyeon.

.

“Oh god. Tolong salahkan ketengilan Im Yoong”, gerutunya.

.

“Hahahahahaha”, Yuri tertawa seraya merangkulnya.

.

Kedua sahabat itu berjalan menuju mini bar yang ada di pojok ruang tamu. Meluangkan waktu untuk mengobrol dan berbagi cerita.

.

“Ada apa dengan Sooyeon, Yul? Pasti ada alasan kenapa kau ada di Paris malam ini”, tanya Taeyeon.

.

“Dia membahas pertemuannya dengan Donghae siang ini bersama kedua orangtuamu”

.

“Kau sudah tahu hubungan seperti apa yang terjadi antara adikku dan Donghae?”

.

Yuri menggeleng. “Tidak. Sica tidak menceritakannya secara detail saat pertama kali kami berpacaran. Dia hanya memberitahuku beberapa poin dari semua ceritanya dengan Donghae”

.

“Seharusnya kau bertanya Yul”, Taeyeon cukup terkejut jika adiknya belum menceritakannya secara detail.

.

“Aku ingin membiarkan Sica menceritakannya itu tanpa beban. Setiap kali dia mengingat Donghae, itu hanya membuat tatapan matanya menjadi sendu. Kau tahu apa artinya Taeng”

.

Taeyeon mengangkat gelas wine nya dan Yuri melakukan hal yang sama. Mereka saling melempar senyum sebelum meneguk wine masing-masing.

.

“Aku menghargai pengertianmu Yul. Terima kasih sudah memahami adikku”

.

“No need thanks. Itu sudah tugasku Taeng. Bersulang?”, Yuri mengisi gelasnya lagi dan mengangkatnya.

.

“Bersulang”

.

Kedua sahabat itu menghabiskan malam mereka yang panjang dengan tawa dan canda bersama.

.

.

.

.

***

.

.

Yoong duduk bosan seraya mendengarkan penjelasan salah satu mahasiswa yang menggantikan Sooyoung yang berperan sebagai penanggung jawab kegiatan festival yang akan mereka adakan dalam waktu dekat. Disana ada Tiffany dan Taeyeon yang juga ikut mendengarkan.

.

“Aku tidak suka hal yang terlalu rumit. Bisakah kau menjadikan rangkaian acara menjadi lebih simpel namun berkesan? Sooyoung Hyung pasti setuju”, ucap Yoong saat mengajukan keberatan di depan forum.

.

“Itu akan lebih sulit karena kami harus bermain dengan dana lagi, Yoong. Dan lagi, Sooyoung memberiku hak untuk memutuskan dalam rapat ini”, jawab namja bernama Hyoyeon itu.

.

“Ini soal festival dan charity. Kau dan timmu hanya tinggal menyebutkan nominal yang diperlukan. Disini, kita memiliki banyak donatur dan Sooyoung Hyung juga mengerti mengenai hal itu. Benar begitu, Hyung?”, Yoong memandang ke arah Taeyeon.

.

Namja itu sedikit terkejut namun ia tersenyum dan mengangguk setuju. “Sebaiknya kita fokus pada kegiatan. Kalian tahu? Maksudku, benar yang dikatakan Yoong. Dana adalah nomor sekian dan kita sebaiknya memikirkan kegiatan yang menarik perhatian”

.

“Tapi lebih baik jika semua kegiatan mengeluarkan dana seminimal mungkin dan hasil keuntungan akan lebih besar sehingga semuanya bisa kita berikan untuk yang membutuhkan”, Jiyoung, salah satu mahasiswa yang menjadi panitia ikut bicara di depan forum.

.

“Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya kalian inginkan. Kami memilih konsep ini bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi berbagi banyak hal. Kenapa kalian harus terpaku pada dana? Sudah kukatakan, katakan berapapun nominalnya. Itu tidak akan menjadi masalah”

.

Brak…

.

Jiyoung memukul meja dan menatap kesal pada Yoong. “Kau pikir semuanya hanya soal dana, huh? Kau bisa mengatakan hal segampang itu? Apa kau tidak lihat, tidak semua mahasiswa yang kuliah disini adalah orang-orang berada sepertimu?”

.

“Aku tidak mengatakan hal itu gampang. Yang ingin kukatakan adalah, pilih kegiatan sesimpel mungkin namun berkesan. Dan kegiatan ini pasti akan didukung oleh donatur”, Yoong ikut terpancing emosi.

.

Taeyeon meminta izin pada Tiffany untuk pergi dan segera mendekati namja itu lalu memintanya untuk keluar ruangan. Sedangkan Jiyoung ditenangkan oleh Joseph. Suasana tegang itu mulai mereda beberapa menit sebelum akhirnya dilanjutkan tanpa Yoong dan Taeyeon.

.

Yoong menendang kesal udara karena emosinya yang masih memuncak. Keduanya memilih ke lapangan basket dan Taeyeon membiarkan Yoong mengeluarkan emosinya disana dengan bermain basket.

.

Namja itu duduk di bench seraya melihat Yoong di tengah lapangan. Tak berapa lama, Krystal muncul dengan seragam sekolahnya dan mendekati Taeyeon.

.

“Ada apa, Oppa?” ia terlihat habis berlari.

.

“Aku harus kembali ke ruang rapat. Tiffany masih disana. Tolong tenangkan dia, seseorang baru saja merusak moodnya”

.

Krystal mengangguk mengerti lalu membiarkan Taeyeon bersiap pergi. “Terima kasih Oppa”

.

Setengah jam berlalu, Yoong mulai terengah dan duduk di lapangan basket. Sepertinya ia sudah selesai mengeluarkan semua amarahnya pada bola basket itu. Krystal mulai mendekat dan memberikannya sebotol air dingin.

.

“Kau sudah puas marahnya, huh?”, tanya Krystal yang tampak kesal.

.

Bukan kali pertama ia melihat Yoong mengeluarkan amarahnya. Namun sepertinya ini lebih parah dari sebelumnya. “Entahlah, aku hanya kesal saja”, jelas Yoong.

.

“Siapa kali ini yang membuatmu marah?”

.

Yoong menggeleng. Ia lalu mendekatkan tubuhnya ke Krystal lalu memeluk kekasihnya dan menyandarkan dagunya di pundak Krystal. “Mian, aku hanya dalam mood buruk, princess”

.

“Kalo kau tidak suka kalah, belajar lah menerima kekalahan Yoong. Sometimes, aku membenci sikapmu yang seperti ini. Kau tidak suka kalah dari seseorang”

.

“Iya aku tahu. Aku salah. Khaa~~ aku tidak ingin membahasnya”, Yoong berdiri dan tak lupa membantu Krystal. “Aku ingin pulang. Apa kau ada latihan hari ini?”

.

“Eoh, telpon lah ahjussi untuk menjemputmu. Aku tidak mengizinkan kau pulang dalam keadaan marah seperti itu”, ujar Krystal.

.

“Hmmm”, Yoong menurut dan akhirnya keduanya menunggu kedatangan supir pribadi Yoong di lobby kampus.

.

Yoong mengandeng tangan Krystal dan menggenggamnya lembut. Mereka berjalan tanpa mempedulikan pandangan orang-orang di sekitar. Toh pada kenyataannya, Krystal memang sudah dikenal mahasiswa kampus karena merupakan kekasih Im Yoong.

.

“Hari ini kami akan berkumpul di resto seperti biasanya. Apa kau ingin ku jemput?”

.

“Aku meminta ahjussi saja yang menjemputku”

.

Yoong mengangguk mengerti. “Apa kau masih kesal, hmm? I’m sorry princess”, sesal Yoong.

.

Krystal tertawa kecil lalu menyentuh pipi Yoong dan mendorongnya pelan. “Aku bukan hanya sekali melihatmu seperti ini Yoong. Kita hanya butuh waktu untuk belajar lebih dewasa. Itu kekuranganmu, dan aku menerimanya”

.

Akhirnya Yoong tersenyum lepas mendengar ucapan Krystal. Terkadang kekasihnya itu jauh lebih bijak dan dewasa darinya. Terlebih, sifat Krystal yang selalu mengingatkannya jika ia berbuat salah”.

.

“Kau kekasihku yang paling paling pengertian”, Yoong memeluknya cukup erat.

.

“YA!”, Krystal melepaskan pelukan itu. “Apa maksudmu dengan yang paling pengertian? Kau punya perempuan lain, Im Yoong?”, Krystal menunjukkan death glarenya.

.

“MWOO?!! Aniyo~, mana mungkin aku selingkuh”, jelas Yoong dengan wajah terkejutnya dan ketakutan.

.

Detik selanjutnya tawa Krysta meledak karena berhasil menjahili Yoong. “Aku lebih suka melihatmu seperti ini. Menggemaskan”, ia mencubit pipi Yoong yang mana namja itu malah cemberut kesal.

.

“Aish”

.

.

.

.

————————–

.

PAAK

.

Sooyoung mengusap kepalanya yang baru saja dipukul oleh seseorang yang berada di depannya yang sedang menatapnya tajam.

.

“Aku tahu kau salah satu anggota tertinggi di dewan kampus sekaligus koordinator kegiatan ini. Tapi apa perlu kau melibatkan teman-temanmu itu tanpa tahu tujuan dari sebuah organisasi. Kalian pikir ini hanya permainan anak SMA?”

.

Orang itu tersulut emosi setelah mendengar kejadian rapat yang menyebabkan dua orang berseteru di depan forum, Yoong dan Jiyoung.

.

“Ouh”, Sooyoung masih mengaduh kesakitan.

.

“Pukulan itu untuk menyadarkanmu bahwa organisasi kampus bukan untuk main-main dengan melibatkan teman-temanmu yang populer” kesalnya pada Sooyoung.

.

“Aku minta maaf Noona. Lagipula hanya mengeluarkan pendapat, Yoong mungkin saat itu tidak sengaja melakukannya”, jelasnya pada wanita yang berada di depannya.

.

Choi Sulli. Wanita dengan marga Choi yang merupakan sepupu Sooyoung dan menjadi Ketua dari Dewan Kampus Sorbonne. Mahasiswi tingkat akhir yang mengambil jurusan Psikologi. Karena sibuk dengan tugas akhir, Sulli jarang mengikuti rapat. Namun semua laporan akan ia terima dari Wakil Ketua ataupun Sekretaris Dewan Kampus.

.

“Aku mengenal kalian dengan baik. Aku tidak marah dengan keinginan kalian mengajukan ide festival dan charity itu. Tapi ingat Youngi, anggota dewan ataupun panitia yang terlibat, mereka memutuskan sesuatu dengan voting suara terbanyak. Bukan karena soal dana ataupun kegiatan yang tidak menarik”

.

Belum sempat Sooyoung menjawab, seorang yeoja menghentikan pembicaraan mereka. “Ternyata kau di sini, Sulli-ah”, ucapnya.

.

“Oh, Sunny-ah. Maaf, aku sedang menemui sepupuku” jelas Sulli. Yeoja bernama Sunny itu lalu melihat ke arah Sooyoung. Keduanya sama-sama terkejut.

.

“Kalian saling mengenal?”, heran Sulli.

.

“Ah, tidak Noona. Aku tak sengaja menabraknya beberapa hari lalu”, Sooyoung menjelaskannya pada sepupunya itu. Ia lalu berinisiatif mengulurkan tangannya pada Sunny. “Waktu itu kita sama-sama terburu-buru. Aku Choi Sooyoung”, ucapnya tersenyum.

.

“Lee Sunny. Panggil saja Sunny”

.

Sooyoung membulatkan mulutnya lalu mengangguk. “Nama yang bagus”, lagi-lagi Sooyoung tersenyum.

.

EHEM…

.

Sulli berdehem menginterupsi Sooyoung yang tak tampak lupa bahwa ia sedang dimarahi oleh sepupunya. “Hehe, sorry Noona”, Sulli hanya menggeleng heran.

.

“Ada apa kau mencariku, Sunny-ah?”

.

“Mengenai keributan yang terjadi di forum. Aku berniat menemui koordinator kegiatan, karena ku dengar sudah dua kali rapat namun dia tidak datang. Jadi aku ingin membicarakan hal ini. Kau tahu? Beberapa panitia, ikut terpancing emosi dengan keributan di ruang rapat tadi”

.

Sulli mendelik ke arah Sooyoung saat mendengar penjelasan Sunny. Yeoja itu adalah Sekretari Dewan Kampus, yang secara langsung selalu melaporkan apapun hal yang terjadi saat Sulli tidak berada di ruang rapat.

.

“Kau tepat menemuiku, Sunny-ah. Orang yang kau cari ada di depanmu”, jelas Sulli dan itu membuat Sooyoung menyengir tak jelas dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

.

Sunny sedikit terkejut namun detik selanjutnya ia tersenyum pada Sooyoung. “Aku akan pergi sekarang. Kau bisa berbicara dengannya. Laporkan saja padaku jika dia merepotkanmu”

.

“YA~~ apa-apaan itu. Memangnya aku akan berbuat apa?”, protes Sooyoung dan Sulli hanya mengendikkan bahunya lalu berlalu meninggalkan keduanya disana.

.

“Hmmm, Sooyoung-ssi. Apa kita bisa bicara sekarang?”, tanya Sunny.

.

“Sepertinya terdengar aneh jika kau terlalu formal, Noona. Kau boleh memanggilku Sooyoung atau Youngi”, jelasnya lagi. Ia baru tahu bahwa Sunny ternyata lebih tua darinya.

.

“Okay, call”

.

Mereka memilih ruang kesekretariatan milik Sunny dan duduk di sofa tamu untuk membicarakan rencana kegiatan kampus akhir tahun.

.

“Ini event terbesar setiap tahunnya. Sebelumnya hanya sebuah party semalam, namun kali ini kita memiliki festival dan variety. Aku senang dengan ide ini, tapi permasalahannya memang bukan didana atau jenis kegiatan. Masalahnya adalah minat seluruh mahasiswa karena ini melibatkan seluruh jurusan”, Sunny mengeluarkan pendapatnya. “Kurasa, masih banyak mahasiswa yang lebih memilih untuk party saja”

.

Sooyoung mengangguk. “Aku setuju dengan hal itu. Sebenarnya kami hanya ingin membuat sesuatu yang berbeda. Mereka bukan hanya sekedar bersenang-senang, tapi juga untuk berbagi antar sesama. Masalah minta, kami akan memikirkannya dengan baik bagaimana agar rencana ini tetap berjalan”, jelas Sooyoung dengan yakin.

.

“Kau terlihat bersemangat, huh? Berbeda dari cara bagaimana kau bolos dari rapat”

.

Sooyoung cengengesan. “Soal itu…..hmmm, aku ada urusan lain. Hehehe”, ujarnya malu-malu.

.

“You are so funny”, Sunny tertawa melihat tingkah namja yang lebih muda darinya itu.

.

Keduanya pun kembali melanjutkan pembicaraan mereka dengan santai.

.

.

.

.

***

.

.

Yuri keluar dari kamar tamu dan berjalan menuju ke kamar Jessica. Ia menyembulkan kepalanya dari balik pintu dan mendapati Jessica yang sedang didandani oleh stylist pribadinya.

.

“Yul”, gadis itu tersenyum senang saat melihat Yuri masuk ke kamarnya.

.

Yuri membalas senyumannya dan memilih duduk di sofa tak jauh dari meja rias. Ia menunggu Jessica hingga selesai berdandan. Beberapa kali Yuri mengambil gambar kekasihnya itu. Ia sangat suka jika melihat Jessica selalu berdandan secara natural sesuai usianya.

.

“Kajja”, Jessica tersenyum memeluk lengan Yuri. Mereka bersiap pergi menemui Taeyeon dan yang lainnya yang sudah berada di restoran milik Yoong.

.

“Aku senang kau ada disini”, jujur Jessica.

.

“Aku juga senang, baby”, Yuri merapikan anak-anak rambut Jessica dan tersenyum manis.

.

Yuri memutuskan untuk menetap beberapa hari di Paris karena Jessica yang memintanya. Meskipun mereka tidak kesulitan dalam bertemu, namun biasanya tidak terlalu lama.

.

“Kita merencanakan festival dan charity, Yul. Kau harus ikut”

.

“Oh ya? Wow, ini berbeda dari yang pernah kudengar di Sorbonne”

.

“Ini ide sepupumu”, jelas Jessica.

.

“Hmm sepertinya sepupuku sudah mulai dewasa”

.

Keduanya tertawa saat membayangkan wajah Tiffany. Beberapa menit kemudian, mereka tiba di restoran milik Yoong. Disana sudah terlihat mobil Sooyoung, Taeyeon, dan Yoong.

.

“Hey ma bro”, Yoong terlihat senang menyambut kedatangan Yuri dan memberi pelukan persahabatan. Hanya Yoong dan Krystal yang belum bertemu dengan Yuri.

.

“Yoong, apa yang kamu lakukan itu sama Yul, norak”, celetuk Sooyoung saat melihat reaksi Yoong bertemu Yuri.

.

Karena ekspresinya, semua tertawa terbahak dengan tingkah konyol Sooyoung menirukan adegan di AADC 2. #Plaak. Abaikan.

.

.

“Kemana Krystal, Yoong?”

.

“Dia masih latihan cheers, Noona”, jawab Yoong membalas pertanyaan Jessica.

.

Beberapa pelayanan mulai membawakan hidangan untuk mereka. Seperti biasa, Sooyoung paling cepat dalam hal ini. Dia sudah mulai bersiap-siap menyantap. Taeyeon dan Yul melempar tisu bersamaan ke arah Sooyoung namun namja itu terlihat cuek.

.

“Shiksin”, ujar Yuri.

.

Di sisi lain, Jessica asyik mengobrol dengan Tiffany. Tetapi saat bersamaan, tiba-tiba ponsel mereka bergetar. Keduanya pun memeriksa ponsel masing-masing. Ternyata notifikasi dari media sosial mereka.

.

Baik Tiffany dan Jessica sama-sama terkejut. Mereka saling berpandangan lalu menatap ke arah Yoong dengan cemas. Namja itu juga hendak memeriksa ponselnya. Sebelum sempat mencegah, Yoong sudah berhasil mengecek ponselnya.

.

Yoong berdiri dari kursinya dengan kesal dan mengambil kunci mobil lalu pergi begitu saja. Sontak, Yuri, Taeyeon, dan Sooyoung terkejut karena tidak tahu apa-apa.

.

“Yoong!”

.

“Oh god! Kejar Yoong, Taeng. Dia baru saja melihat ini”

.

Tiffany menunjukkan ponselnya pada Taeyeon. Detik itu juga Taeyeon menepuk keningnya sendiri. “Aish, baru saja tadi emosinya mereda. Ada apa lagi ini?”, gerutu Taeyeon yang melihat foto Krystal tampak berciuman dengan namja lain.

.

“Yul, bawa Phany bersamamu”, jelas Taeyeon. “Kajja Soo”

.

Yuri melajukan mobilnya dengan hati-hati karena membawa Jessica dan Tiffany. Sedangkan mobil yang dikendarai Sooyoung dan Taeyeon sudah tak kelihatan.

.

“Tadi pagi Yoong berseteru dengan salah satu panitia, dan sekarang?

.

“Mungkin hanya salah paham, Tiff. Krystal tidak mungkin melakukan itu”, sanggah Jessica.

.

“Ya, apapun itu ku harap Yoong meminta penjelasan lebih dulu daripada menggunakan emosinya. Pagi ini dia terlihat sangat marah, aku khawatir jika kali ini amarahnya lebih meledak”

.

“Huft, semoga Taeng dan Youngi berhasil menahannya”, Yuri ikut cemas.

.

Diantara mereka, sebenarnya Yoong adalah type yang paling easy going. Namun namja itu bisa berubah menjadi sangat emosional ketika ada orang lain yang membuatnya kesal terlebih lagi jika hal itu berhubungan dengan Krystal.

.

.

.

———————–

.

“Ouch”

.

“Maaf, aku tak sengaja”, Joseph sedang mengobati siku Krystal yang terluka karena jatuh dari formasi cheers. Untung saja tidak terlalu parah karena Joseph lebih cepat menolongnya.

.

“Terima kasih. Mungkin kalo tidak ada kau, lukanya lebih dari ini”

.

“No problem. Aku hanya kebetulan melihatnya dan refleks. Syukurlah aku bisa menolongmu meskipun badanku sedikit remuk tertimpa olehmu”

.

Krystal mendelik kesal. “Kalo bukan kau yang menolongku, aku sudah menendang kakimu karena mengatakan aku berat”

.

“What? Aku tidak mengatakan itu. Kau sendiri yang mengatakannya”, bela Joseph.

.

“Ah whatever”, balas Krystal sambil menyembunyikan pipinya yang memerah karena malu dengan ucapannya.

.

“Kau anggota baru? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya saat latihan di hall ini”, Krystal memilih bertanya untuk mengalihkan pembicaraan sebelumnya.

.

“Eoh, aku bergabung dengan tim ini beberapa hari lalu. Karena hari ini tidak ada latihan tim, aku berlatih sendiri saja karena tidak ada kegiatan lain selesai kuliah”

.

“Ah, aku ingat sekarang. Berarti kau setim dengan Yoong”

.

“Yeah, kau benar”

.

.

Buggh..

.

Josh jatuh dari kursi dan tersungkur ketika mendapatkan sebuah pukulan diwajahnya. Krystal berteriak kaget sedangkan petugas ruang kesehatan terkejut dengan keributan itu.

.

“YOONG!”

.

Yoong hendak memukul Joseph lagi, namun seseorang merangkulnya dari belakang dan ternyata itu Sooyoung, sedangkan Taeyeon menolong Josh dan membantunya berdiri.

.

“Apa-apaan kau ini Yoong?”, Krystal marah dengan kekasihnya yang tiba-tiba memukul orang.

.

“Kau yang apa-apaan. Berciuman di belakangku”

.

PLAAK

.

Krystal menampar pipi Yoong karena ucapannya. “Apa yang sedang kau bicarakan, huh?”

.

“Kalau kalian membuat keributan, bukan disini tempatnya”, seorang petugas kesehatan mencoba meredam keributan itu.

.

Taeyeon meminta maaf dengan segera dan meminta semuanya keluar dari sana. Setiba di luar koridor, Yoong yang sudah meledak emosinya, melepaskan rangkulan Sooyoung dan memilih pergi lagi. Tanpa mereka tahu, beberapa pasang mata tersenyum senang melihat kejadian itu.

.

“Yoong, tunggu”, Sooyoung mencoba menahannya namun Yoong tak mau mendengar.

.

“Josh, are you okay?”, sesal Krystal karena melihat luka memerah di pipi Joseph.

.

Joseph menggeleng. “Sebaiknya aku pergi saja”, jelas namja itu dan melangkah pergi ke sisi berlawanan dengan Yoong.

.

Yuri, Jessica, dan Tiffany yang baru saja tiba, ikut terkejut dengan peristiwa itu.

.

“Ada apa dengan Yoong hari ini? Dia benar-benar tidak bisa mengendalikan diri” marah gadis itu.

.

Jessica dan Tiffany berusaha menenangkannya. Mereka memilih duduk di bangku koridor kampus sedangkan ketiga namja tampak berbincang dengan pelan.

.

“Apa dia ada masalah, Taeng?”, tanya Yuri.

.

“Kupikir tidak, tapi sejak pagi tadi ia gampang terpancing emosi”

.

“Sebaiknya kita menyusulnya. Aku mengkhawatirkan Yoong”

.

“Aku setuju dengan ide Yul. Sebaiknya kau dan Yul yang menyusulnya, Taeng. Kalian berdua lebih memahaminya”

.

Taeyeon dan Yuri memberi kode pada kekasih mereka untuk berpamitan dan akhirnya menyisakan Sooyoung yang masih menunggu Krystal ditenangkan oleh Jessica dan Tiffany.

.

“Aku tidak ingin membela Yoong, Krys. Tapi biarkan dia memiliki waktunya untuk berpikir. Ya, mungkin dia hanya termakan oleh cemburunya”, jelas Sooyoung.

.

“Tapi aku tidak berciuman dengan Josh, Oppa. Itu kejadian yang tidak disengaja karena Josh menolongku. Yoong benar-benar menyebalkan hari ini”

.

Krystal tampak begitu marah dengan sikap Yoong. Mau dengan alasan apapun, Yoong tidak seharusnya begitu. Dia sudah melupakan kejadian tadi pagi, tapi perbuatan Yoong yang sekarang benar-benar diluar dugaannya.

.

“Sebaiknya kita pulang saja. Kau pasti butuh istirahat”

.

“Benar kata Youngi. Ayo Krys”, ajak Jessica dan disetujui oleh Tiffany juga. Mereka berempat pun meninggalkan kampus.

.

.

.

.

“Ouh, foto yang bagus”, ucap namja itu saat melihat foto Krystal dan Joseph.

.

“Ternyata kita menemui kelemahan Im Yoong. Bocah tengil itu memang butuh pelajaran. Dia sudah membuatku muak dengan tingkahnya yang sok tampan dan populer”, sambung seorang temannya.

.

“Mereka itu cuma kumpulan anak chaebol yang hanya menggunakan kekayaan orangtuanya”

.

“Yeah, kau benar”

.

.

.

.

TBC

—————————

YoongKrys badai YoongKrys badai kkkkkkk.

Semoga updatean ini bisa menghibur. Selamat membaca

Annyeong!

.

.

.

by: J418

.

.

*bow*

Advertisements

145 thoughts on “INDESTRUCTIBLE II (3)

  1. annyeong ka jeje^^ lagi ada badai banget yaa, penasaran sica ama donghae kenapa. Badai bangettt masalahnya yoong, siapa sih tuh orang bikin ribut aja-,- ah seperti biasa great chapter ka haha^^

    Like

  2. Yoong sma krys baru aja seneng” ya eh udah ada masalah aja. Semoga mereka cepat baikan deh soal ya gue suka sma couple inih hahahahahaha

    Like

  3. Aww yulsic tetep sweet 😍
    Tae nakal aja nih fikirannya, hahahahaaha 😁😁
    Youngi kayanya bakal punya pacar nih sebentar lagi, ehm sunny datang di saat yg tepat 😝😁
    Aduh padahal YoongKrys itu tuh yg paling jarang punya masalah, eh sekalinya ada badai menerpa 😥😢😭

    Like

  4. Hub yoonkrys lgi ada badai nie..
    Ada yg gk suka ama yoong ini..
    Semoga yoonkrys bsa baikan lagi..
    N hub yulsic n taeny juga semakin so sweet..
    N soo jga kyaknya mlai timbul nie rasa suka ama sunny..
    Ditunggu kelanjutannya..
    Semangat..
    Gomawo..

    Like

  5. Annyeong je^^
    Mianhae gw tlat komen dimari heheh..
    Thanks je ats kerja keras lo, gw excited bgt pas baca ni ff.

    Gw sedih napa yoongkrys msti ngalamin badai hiks..hikss..hiksss..(╥﹏╥)
    Mdh2n chap dpn yoongkrys baikkan lg dan cpt ketahuan pelakunya.
    Moga oppa youngie cpt2 jadian ama sunny bunny.

    Gw penasaran bgt ama next chapnye je, gw bhrp lo updatenya dlm wkt dekat.

    Like

  6. maap thor bru baca nih ff hahahaha
    seru” wkwkkww
    penasaran ane sama masa lalu donghae sica trus sama yang photo krys joseph mwmmw
    jempolll dah buat lu thor kwkwkwkwk
    NC (Nice Chapter) abis fah di chapt kwkwk

    Like

  7. Curiga yg foto itu si jiyoung-_-
    Badai menerpa yoonkrys, pasangan pertama. Sepertinya masih ada badai lain yg bakal menimpa tiap pasangan, apakah seperti itu thor??hmm
    Makin menarik ajaa alur ceritanya, makin kesini drama mulai bermunculan~~

    Like

  8. Mulai ada badai d hbg yoongkrys.. Yoong tempramen bgt Yah pantesan krystal marah.. Tapi Yah namanya org cemburu pasti akan gelap mata.. Dasar tae pervert tapi syg bgt udh kebaca sama Fanny maksudnya…😅😅😅😅

    Like

  9. kayaknya org misterius itu adalah org yg sama yg nyebarin foto salah paham kryber itu

    badai menerpa yoonkrys, yoon tempramen dan itu yg gadisukain krys :v ayo baikannnnn

    Like

  10. Jadi josh itu bukan mantannya krystal ya
    Kalo yoongkrys lagi marahan nakutin amat ya 😂 ngga kays taeny sama yulsic cowonya lebih sabar wkwk kayanya ada yg mau ngadu domba yoongkrys nih

    Like

  11. Badai pasti apa ya ? Hahaha akhirnya badai juga. Hmm maybe si yoong lagi dapet hahaha
    Apa yg mau dikomentari crita udah sempurna ini bingung komen apa di part ini
    Cuman penasaran sama itu yg NN sapa tu org keknya dendam banget sm f4 haha
    Soo udah ada yg diincar tinggal umpannya aja yg nunggu dicaplok *ikan kali ah 😂😂*

    Like

  12. Josh orang yg ada dirumah sakit dan yg membuat emosi yoong meluap? Kasihan yoong.
    Akhirnya soo bertemu dengan sunny, mereka pasti akan banyak mendapat waktu bersama. Kkkkk…

    Like

  13. Badai pasti berlalu..
    lg PMS x tuh yoongie, dari td emosian mulu..
    Josh yg g slah apa” kena tonjokan.. Ksian 😥
    Spa sih yg ngrim ftox, belum prnh makan sabun tuh orang makanya mulutx kotor aka bicara smbrng blng chaebol kyk gnilah itulah apalah (?) wkwkw

    Like

  14. yoong mah lagi sensi kali ,, bawaannya emosi mulu .. mungkinlgi ada masalah ya . trus siapa tuh yg adu domba ya , bikin masalah tuh anak ..

    Like

  15. yaampun yoong emosian bgt disini, kasian krystal …. yoong tobat nak tobaatttt~
    bangke tuh kelompok ga tau diri, bikin masalah aja isshhhh!!!!

    Like

  16. Yaaahh Thor J kenapa couple yadong YoonKrys yg kena badai? Wah bakal rumit deh soal’y mrk pst dijebak
    Hemm udh hrs mulai siapin hati nih badai satu muncul pst ada badai” berikut’y lagi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s