ETERNITY (2)

1460984835083

Tittle                : ETERNITY

Cast                 : Kim Taeyeon

Kim Yujin (Uee)

Kwon Yuri

Krystal Jung

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kang Seulgi

Girls Generation, After School, Red Velvet and Others

Genre              : GirlxGirls, Fantasy, Magic, Drama, Romance, Friendship

Credit Pic by K.Rihyo

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 2

.

.

Sudah beberapa hari sejak kejadian di perbatasan Clawstar Forest, luka yang diderita Yuri mulai membaik dan yeoja itu mulai bisa bergerak dengan baik.

.

Baik Yuri, Hyoyeon, maupun Krystal kini duduk di teras depan pendopo, tempat mereka selama ini tinggal bersama Sunny, tabib di negeri Clawstar.

.

“Kupikir ini semua hanya mimpi, Unni”, jelas Krystal seraya memeluk lututnya. Memandangi hamparan hutan lebat di depan mereka.

.

“Aku tidak tahu harus berkata seperti apa, Krys. Tapi yang jelas kita mengalami hal yang tak masuk akal. Binatang buas, magic, dan para penyihir yang entah siapa mereka di negeri ini” sambung Hyoyeon dan Yuri mengangguk setuju.

.

Ketiganya sama-sama menghela nafas. Tak bisa dipungkiri jika mereka merasakan ketakutan namun juga berterima kasih karena telah menyelamatkan mereka dari binatang buas yang mengerikan.

.

“Ternyata kalian disini”, suara Sunny membuat mereka menoleh. Gadis itu berjalan mendekat bersama Seulgi.

.

“Ini makanlah. Aku tidak terlalu banyak mengetahui dunia kalian. Tapi setidaknya ini makanan yang bisa kalian makan”, jelas Seulgi dan Sunny menyerahkan pada ketiganya.

.

“Terima kasih”

.

Ketiga gadis itu mulai mencobanya, meskipun agak sedikit aneh namun makanan itu masih tak jauh berbeda dengan dunia mereka. Bedanya hanya karena tidak memiliki cita rasa yang beragam seperti di dunia manusia.

.

Selesai makan, Hyoyeon akhirnya menceritakan siapa mereka dan kenapa mereka bisa ada di ujung pintu masuk perbatasan Clawstar Forest. Sunny dan Seulgi terlihat berbisik dan keduanya saling bicara serius.

.

Wajah Sunny tampak pucat setelah mendengar ide dari Seulgi. Gadis itu ingin protes namun Seulgi menginterupsinya lebih dulu. “Perbatasan sudah ditutup magic yang kekal oleh Baginda Raja”, jelas Seulgi. “Jangankan mereka, kita bahkan tidak bisa melewatinya”

.

Penjelasan Seulgi membuat Krystal, Yuri, dan Hyoyeon ikut terkejut. Mereka mulai tidak tenang dengan hal ini. “Beberapa waktu belakangan, ada sekelompok manusia yang sering masuk ke dalam Clawstar Forest dan berusaha merusak tumbuhan disana. Bahkan mereka tidak segan-segan menebang pohon” jelas Seulgi.

.

“Tapi kami bukan peneliti seperti itu”, sanggah Hyoyeon.

.

“Aku tahu. Taeyeon sudah mengatakannya. Dia memiliki kemampuan untuk menilai sifat baik dan buruk makhluk hidup manapun bahkan termasuk manusia. Kalian bukan jenis manusia jahat”, ujar Seulgi lalu menceritakan kejadian dimana Taeyeon mengejar sekelompok manusia yang berusaha merusak hutan.

.

“Jadi, kami tidak bisa kembali ke dunia kami?”, Tanya Krystal dengan sendu.

.

Seulgi menghela nafasnya. Ia memandang Sunny sejenak lalu beralih ke Hyo dan Krys. “Untuk saat ini tidak. Kalian bisa kembali jika Raja Kim telah memutuskan sihirnya di perbatasan itu”, baik Krystal maupun Hyoyeon hanya diam mendengar jawaban Seulgi.

.

Seulgi lalu memandang ke arah Yuri “Jika kau sudah pulih dari lukamu, aku akan membawa kalian ke suatu tempat agar kalian bisa beradaptasi dengan dunia kami. Setelah itu, aku harap kalian tidak melakukan hal-hal yang buruk selama tinggal disini. Taeyeon sudah mempertaruhkan resikonya pada dirinya, dan aku sebagai sahabatnya tidak ingin Taeyeon menanggung resiko itu jika kalian melakukan sebuah kejahatan”, lanjut Seulgi lagi.

.

Yuri, Hyoyeon dan Krystal pun hanya mengangguk mengerti dan mencoba memahami situasi ini.

.

.

.

—————————–

.

Di sebuah kota penyihir bernama Raxstar, tinggallah semua rakyat Clawstar di kota ini. Jarak kota dan Clawstar Hill, tempat Istana berada cukup jauh. Namun hanya penyihir-penyihir kerajaan yang bisa bergerak cepat untuk menempuh jarak kedua tempat itu.

.

Di kota ini tinggal berbagai macam penyihir yang memiliki kekuatan berbeda-beda dan level mereka dikategorikan dalam tingkatan biasa. Karena penyihir-penyihir dengan level atas akan berada dan tinggal di istana. Namun beberapa dari mereka, akan bertugas di kota untuk menjaga kota dari serangan penyihir dengan kekuatan black magic.

.

Trang…trang….

.

Trang…..trang…..

.

Beberapa penyihir dari kerajaan yang menjaga kota sedang bertarung melawan sekelompok penyihir dengan sihir hitam. Telihat salah satu penyihir yang menggunakan pedang sihir miliknya sedang bertarung dengan penyihir lain yang diduga adalah ketua dari kelompok penyihir jahat ini.

.

Pedang itu tampak bercahaya merah, sama seperti busur milik Seulgi. Keduanya bertarung dengan sengit, namun sang pengguna pedang mulai bergerak dengan sangat cepat hingga akhirnya ia berhasil menusukkan pedang itu tepat di inti kekuatan sang penyihir. Dan akhirnya penyihir jahat itu berhasil dilumpuhkan.

.

“Mereka berhasil dilumpuhkan”, lapornya pada seorang yeoja lainnya yang duduk tenang sambil membaca buku tak jauh dari sana.

.

Yeoja itu mengalihkan pandangannya ke arah yeoja berpedang. Ia lalu melihat ke sekeliling dan tersenyum saat para penyihir jahat dimusnahkan. Mata sebelah kanannya kemudian berubah menjadi keunguan dan ia meletakkan buku itu di atas kedua telapak tangannya. Dari buku itu muncul cahaya ungu, kemudian penyihir-penyihir itu berterbangan dan masuk ke dalam buku. Ia lalu menutupnya.

.

“Kerja bagus, Unni. Aku akan kembali ke kerajaan dan melaporkan ini pada Yujin”, jelas yeoja itu.

.

“Eoh, berhati-hatilah. Sampe ketemu Yoong”, balasnya.

.

Yoong mengangguk dan akhirnya pergi meninggalkan yeoja berpedang itu. Tak butuh waktu lama, Yoong sudah tiba di Istana. Ia segera mencari keberadaan Yujin untuk menyampaikan laporan tentang keributan yang terjadi di kota tadi.

.

“Mereka penyihir dari pinggiran kota. Tidak perlu khawatir, Sooyoung Unni dan penyihir kerajaan berhasil melumpuhkan mereka. Aku sudah memasukkannya ke dalam penjara” lapor Yoong pada Yujin.

.

“Senang mendengarnya, Yoong”, ucap Yujin dengan wajah biasanya.

.

Yoong merentangkan kedua tangan dan menghirup udara segar sejenak sebelum bergabung duduk di sebelah Yujin. “Syal itu selalu cocok untukmu”, senyum Yoong.

.

Yujin hanya tersenyum kecil menanggapinya. Tak berapa lama, tiba-tiba Taeyeon dan Tiffany muncul. Mata Tiffany langsung terlihat senang dan ia segera memeluk Yoong dengan erat. “Oh god! Akhirnya kau kembali”, ucap gadis itu.

.

Yoong hanya terkekeh dan membalas pelukan Tiffany. Taeyeon yang datang bersamanya, menyapa Yujin lalu duduk di kursi yang berada di depan Yujin.

.

“Kemana Seulgi?”, heran Yoong saat melihat Tiffany dan Taeyeon datang berdua.

.

“Dia sedang bersama Sunny. Beberapa hari ini, dia akan sibuk. Jadi tidak sempat mampir ke Istana”

.

“Aish, apa dia berburu setiap hari untuk meningkatkan kekuatan busurnya?”, jelas Yoong dengan cemberut.

.

“Yeah, begitulah”, jawab Taeyeon seadanya dan berusaha terlihat normal berbicara. Tentu saja ketiganya tidak mengetahui perihal kejadian di perbatasan Clawstar Forest beberapa hari lalu.

.

“Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini”, jelas Tiffany lagi.

.

“Yeah, kurang Seulgi saja”, Yoong menanggapi. “Kudengar kalian berdua ke Hordeux? Apa terjadi sesuatu dengan Kerajaanmu, Phany-ah?”, ucap Yoong lagi.

.

“Hanya perjamuan biasa. Mereka bilang merindukan putri yang hilang”, kekeh Tiffany dan ketiganya pun ikut terkekeh.

.

Tiffany adalah seorang putri dari kerajaan penyihir Hordeux dan Yujin adalah putri dari kerajaan penyihir Clawstar Hill. Kedua kerajaan ini bersahabat baik, dan menurun juga kepada orang-orang di dalamnya. Namun beberapa tahun belakangan, Tiffany tinggal di Clawstar Hill untuk meningkatkan kemampuan sihirnya.

.

Kedekatannya dengan Yujin, Taeyeon, Yoong, dan Seulgi terjalin sejak kecil. Mereka sama-sama berlatih menggunakan sihir mereka. Dan saat ini, negeri penyihir sedang mengalami beberapa permasalahan. Penyihir-penyihir yang menggunakan black magic, mulai sering bermunculan mengganggu ketenangan rakyat di beberapa kota penyihir yang ada.

.

Kerajaan-kerajaan mulai bergerak dengan hukum mereka untuk membasmi semua penyihir yang menggunakan ilmu sihir terlarang (black magic). Begitu pula dengan Hordeux dan Clawstar Hill. Keduanya melakukan aliansi agar terus bersatu dan semakin kuat.

.

“Sepertinya penyihir black magic mulai bergerak. Kita harus berhati-hati”, Taeyeon memperingati teman-temannya.

.

Ketiganya mengangguk setuju. Setelah terlibat pembicaraan serius, mereka mulai bercanda dan bercerita banyak hal. Hanya Yujin saja yang tetap terlihat tenang dan diam seperti biasanya. Namun sesekali ia mengulum senyumnya melihat kelakuan Yoong dan Taeyeon.

.

.

.

Yujin kembali ke paviliun, sedangkan Taeyeon dan Yoong sudah tak terlihat disana. Sekeluarnya dari paviliun miliknya, Tiffany berjalan menuju suatu tempat dengan senyum mengembang di wajah cantiknya.

.

Ia tersenyum lega, saat orang yang dicari berada di tempat favorit mereka. “Kau disini”, ucapnya seraya memeluk yeoja itu dari belakang.

.

“Hmm, aku menunggumu”, balasnya singkat.

.

“Aku merindukanmu”

.

Yeoja itu tersenyum manis lalu Tiffany bergerak duduk disampingnya. “Maafkan aku, akhir-akhir ini kita jarang bertemu”, jelas Tiffany.

.

“Kau tidak salah. Dan aku berterima kasih karena kau selalu baik-baik saja ketika kita tidak bersama. Aku percaya padamu” ia tersenyum pada Tiffany.

.

Tiffany mengangguk mengerti. Ia lalu menyenderkan kepalanya di pundak yeoja itu. Mereka tertawa kecil sambil menikmati moment memandang hamparan danau yang terletak di perbatasan Clawstar Hill. Tempat rahasia yang menjadi tempat pertemuan mereka.

.

.

.

***

.

.

Cahaya-cahaya hitam mengelilingi ruangan ini. Ada beberapa penyihir di dalamnya seperti melakukan ritual khusus. Mereka tampak seram dan aura matanya tak jauh berbeda dengan cahaya hitam itu.

.

Salah satu penyihir mendekat ke arah kursi singgasana dimana ada yang mendudukinya. “Apa kita harus menyerang sekarang, Baginda?”, tanyanya pada sang Raja.

.

Raja itu tertawa sejenak lalu memandang ke arah penyihir-penyihir prajuritnya. “Sudah ribuan tahun kita tersingkir dari dunia para penyihir. Sekarang waktunya kita menunjukkan pada mereka bahwa kekuatan kita jauh lebih hebat dan kuat dari mereka”

.

Kumpulan penyihir-penyihir itu berseru menghormati Raja mereka dan mengucapkan kata-kata pujian.

.

“Sekarang serang desa itu. Kita bisa mengambil alih kekuasaan disana dan menjadikan wilayah baru untuk kita”

.

Semua penyihir mengangguk dan segera bergegas pergi. Langit malam itu menjadi lebih pekat dari sebelumnya. Dan sekumpulan cahaya hitam berhenti di sebuah desa yang terletak di ujung Utara.

.

Serangan demi serangan mulai dilakukan. Penduduk desa itu keluar dari tempat mereka masing-masing dan menyerang balik penyihir-penyihir black magic yang datang dengan sihir mereka. Pertempuran tak dapat dihindari, namun satu per satu dari penduduk desa tak mampu melawan kekuatan black magic.

.

Tak berapa lama, desa itu lumpuh dan kemenangan diperoleh oleh penyihir-penyihir black magic. Sang Raja muncul beberapa saat kemudian lalu tertawa sembari memegang tongkat berbentuk ular miliknya.

.

Dari tongkat itu, keluar cahaya-cahaya hitam yang kemudian menyelimuti penduduk desa yang terbaring tak berdaya. Lama kelamaan, penduduk desa itu kembali berdiri dan mata mereka berubah dari yang menjadi merah kini berubah menjadi hitam pekat. Seketika, semua penyihir di desa itu berubah menjadi para pengikut dari kelompok penyihir black magic.

.

“HAHAHAHAHA, INILAH AWAL KEBANGKITAN KAMI PARA PENYIHIR BLACK MAGIC”

.

Raja itu memandang ke arah langit dan membuat malam yang pekat tiba-tiba berubah menjadi hujan. Dan para pengikutnya pun kembali menyerukan suara-suara penghormatan mereka untuk sang pemimpin.

.

.

.

————————–

.

Pagi ini, Jessica diam-diam keluar dari istana tanpa siapapun yang melihat kepergiannya. Sunny memberitahu padanya bahwa Taeyeon dan Seulgi akan membawa ketiga manusia itu untuk menuju ke desa Clawstar.

.

“Oh Sica, kau disini. Syukurlah. Ayo kita pergi sekarang”, ajak Taeyeon.

.

Mereka menggunakan kereta kuda menuju desa Clawstar. Sepanjang perjalanan, tak ada satu pun dari mereka yang berniat mengucapkan sepatah kata pun. Masing-masing dengan pemikiran mereka ataupun beberapa dari mereka hanya memandang pemandangan luar melalu jendela kereta.

.

Setiba di desa, semua sudah sepakat untuk bersikap biasa saja termasuk Yuri, Hyoyeon, dan Krystal. Seulgi berjalan lebih dulu diikuti semuanya, dan menuju salah satu jalan kecil menuju sebuah dusun hingga akhirnya berhenti di satu rumah sederhana.

.

“Ini rumah yang akan kalian tempati selama berada di negeri ini. Mereka yang tinggal di daerah ini adalah keluarga para pelayan istana dan juga para penjaga. Aku harap kalian bisa beradaptasi”.

.

“Terima kasih”, ucap Yuri mewakili teman-temannya.

.

Mereka semua akhirnya masuk ke dalam rumah. Taeyeon bersama Seulgi menggunakan sihir mereka untuk membantu menata ruangan di rumah ini. Sedangkan Jessica membantu Sunny memeriksa keadaan luka Yuri dan Hyoyeon.

.

“Racun ditubuhmu sudah mulai netral, dan beberapa hari ke depan kau akan pulih sepenuhnya”, jelas Jessica saat mengobati Yuri.

.

“Apa kau yang mengobatiku?”, tanya Yuri hati-hati.

.

“Sunny yang menolongmu, dia tabib yang ahli. Aku hanya membantu karena memiliki salah satu kekuatan untuk menetralkan racun”

.

“Aku belum mengucapkan terima kasih, terima kasih telah menolong kami”

.

Jessica mengangguk tersenyum pada Yuri lalu kembali fokus pada perban yang melilit di tubuh Yuri. “Apa kau tidak takut denganku saat berbicara seperti ini?”

.

Yuri menggaruk tengkuknya dan cengengesan. “Sebenarnya aku takut. Tapi saat melihatmu tersenyum barusan, aku percaya kau termasuk yang baik. Berbeda dengan dongeng-dongeng negeri penyihir yang kubaca”, jujur Yuri.

.

“Kau lucu”, Jessica tertawa kecil karena jawaban Yuri. “Semua makhluk yang ada di dunia ini memiliki dua sisi, baik dan buruk. Sama seperti duniamu bukan? Ada manusia jahat dan ada yang baik. Begitu pula di negeri penyihir”

.

Yuri membulatkan mulutnya membentuk huruf “O” sambil mengangguk setuju. “Kau belum mengatakan namamu. Aku Kwon Yuri. Panggil saja Yuri atau Yul”, Yuri mengulurkan tangannya.

.

“Jessica” gadis itu menyambut tangannya. “Tapi mereka biasa memanggilku Sica”

.

“Terima kasih Sica, karena telah mengobatiku dan teman-temanku”

.

Keduanya lalu melempar senyum dan saling tertawa setelah menyadari kelakuan konyol mereka.

.

“Beristirahatlah dengan baik Yul. Kau dan teman-temanmu akan aman disini”, Jessica mulai merapikan alat medis milik Sunny.

.

Di sisi lain, Sunny sudah memeriksa Hyoyeon dan kondisi fisik Krystal. Sunny dan Jessica keluar menuju ruang tamu. Disana, Taeyeon dan Seulgi sudah menyelesaikan tugas mereka juga.

.

“Taeng, apa kau bisa mengantarkanku kembali ke istana?”

.

“Tentu”, Taeyeon lalu menoleh ke araha Seulgi. “Kita ketemu di tempat seperti biasa. Aku akan menemuimu setelah mengantar Sica”, Seulgi mengangguk mengerti.

.

Taeyeon, Jessica, dan Seulgi pun pamit dan menyisakan Sunny yang masih berada di rumah itu.

.

.

.

***

.

.

Setelah menyelesaikan laporannya pada Yujin, Yoong kembali melanjutkan perjalanannya. Ia merupakan pemimpin dari para penyihir patroli di Kerajaan Clawstar dan sering melakukan perjalanan untuk melihat keadaan negeri ini.

.

Berbeda dengan ketiga temannya, Yoong terlihat lebih sering bergerak seorang diri. Namun, sebenarnya ia memiliki 10 pengawal yang berada dalam tubuhnya. Para pengawal itu adalah orang-orang terpilih yang mendampinginya. Mereka akan muncul jika lawan yang dihadapi sangat kuat.

.

Jika Yujin, Taeyeon, dan Seulgi menghadapi para penyihir black magic tanpa ragu untuk memusnahkan mereka, Yoong adalah penyihir pengadil. Dia akan menghadapi para penyihir dengan bertarung dan memasukkannya ke dalam penjara sesuai aturan hukum penyihir. Ia selalu membawa buku, dimana buku itu adalah penyambung portal penjara yang berada di Istana dan menjadi tempat para penyihir yang melakukan kejahatan terkurung.

.

“Akhirnya tiba juga”, Yoong tersenyum senang saat menatap dari kejauhan ada sebuah desa yang berada tak jauh darinya.

.

Ia memutuskan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanannya lagi ke tempat tujuan. “Selamat datang”, seseorang pelayan menyambutnya.

.

Yoong lalu duduk di salah satu kursi dan memesan makanan. Sambil menunggu, ia kembali membaca-baca buku miliknya.

.

.

“Ada beberapa penyihir black magic menyerang penduduk desa di bagian barat. Mereka merampok bahkan memusnahkan jika penduduk berani melawan”

.

“Apa desa itu tak memiliki pemerintahan?”

.

“Entahlah. Kudengar para penyihir patroli dari kerajaan tetangga tak menemukan hal yang aneh. Tapi jelas-jelas beberapa penduduk desa hilang setelah terbunuh”

.

Yoong tampak duduk tenang, tanpa ada yang menyadari bahwa ia juga ikut mendengar percakapan orang-orang yang berada di tempat ini. Begitu makanan tiba, ia segera menghabiskannya dan kembali melanjutkan perjalanan.

.

“Hmmm bagian barat”, Yoong membuka selembar demi selembar halaman yang berada di buku. Setelah ia menemukan sesuatu yang dicari, ia kembali menutup buku itu. “Desa Bigglex. Aku harus memeriksanya”, gumam Yoong.

.

Yoong tiba di desa Bigglex yang berada di pinggiran kawasan Kerajaan Mardoc. Salah satu kerajaan yang cukup jauh dari Clawstar. Kerajaan ini sangat kecil dan hanya memiliki dua desa. Satu bernama Bigglex dan satu lagi bernama Maxx yang berada dekat dengan Kerajaan.

.

Suasana di desa itu sangat sepi. Tidak ada satupun penduduk desa yang terlihat di luar rumah. Namun Yoong dapat merasakan bahwa beberapa penduduk desa mengintipnya dari balik jendela rumah mereka.

.

“Benar-benar ada yang tidak beres”

.

.

.

————————–

.

“Taeng! Awas!”

.

Seulgi meluncurkan panah miliknya dan berhasil mengenai salah satu musuh yang hampir melukai Taeyeon.

.

“Thanks Seulgi-ah”, ucap Taeyeon.

.

Keduanya kembali bertarung masing-masing dengan beberapa penyihir black magic yang tiba-tiba menyerang keduanya saat Taeyeon dan Seulgi sedang berjaga di ujung perbatasan Clawstar.

.

Mata Taeyeon mulai berubah ungu dan dari tangannya muncul gumpalan cahaya. Dengan sekali gerakan, Taeyeon membuat serangan dua penyihir black magic gagal mengenainya. Ia kembali bergerak dan kali ini mengayunkan tangannya ke arah dua penyihir itu.

.

Batu-batu besar yang ada disekitar hutan tiba-tiba terangkat dan melayang cepat mengenai kedua penyihir itu. Keduanya terjatuh karena hantaman yang dibuat oleh Taeyeon.

.

Air down. Taeyeon mengarahkan tangannya ke arah tanah dan sebuah pusaran angin muncul dari atas lalu menghantam tanah. Hal itu menyebabkan tanah berguncang dan membuat tiga penyihir yang dihadapi Taeyeon kehilangan keseimbangan. Batu-batu kembali bergerak dan dengan cepat Taeyeon kembali menghantamkan batu itu ke arah para penyihir black magic.

.

Di sisi lain, Seulgi bergerak cepat menghindari serangan-serangan monster yang dibawa oleh musuh. Busurnya ia jadikan pedang untuk menangkis serangan-serangan itu. Seulgi mengayunkan busur itu ke arah langit dan kemudian muncul satu burung elang raksasa yaang terbang dan langsung menyerang monster.

.

Ia segera menarik tiga anak panah dan menembakkan ketiganya ke arah monster.

.

Tap

.

Tap

.

Tap

.

Monster itu berjatuhan dan beberapa saat kemudian lenyap tak bersisa. Taeyeon dan Seulgi sama-sama tersenyum puas karena berhasil mengalahkan musuh.

.

“Apa harus kita musnahkan?”, tanya Taeyeon saat keduanya mendekati penyihir black magic yang sudah kalah.

.

“Ide bagus”, balas Seulgi.

.

Taeyeon dan Seulgi sama-sama menganyunkan tangan mereka dan memusnahkan penyihir black magic dengan cahaya yang keluar dari tubub mereka.

.

“Keadaan mulai berbahaya. Kerajaan harus lebih waspada. Sebaiknya kita kembali berjaga”, Seulgi mengangguk setuju dengan ucapan Taeyeon.

.

Keduanya pun kembali menuju pos jaga yang berada di perbatasan Clawstar.

.

.

.

***

.

.

Setelah tiba di Kerajaan, Jessica tidak langsung kembali ke kamarnya. Gadis itu berjalan-jalan sejenak menikmati suasana Kerajaan dan menyapa beberapa pelayan disana yang sedang melakukan pekerjaannya.

.

Puas menikmati suasana sekitar, ia melanjutkan langkahnya kembali menuju kamar. Saat melewati pendopo yang dikelilingi taman, ia tak sengaja menangkap sosok Yujin duduk di salah satu pendopo.

.

“Kau tidak pergi?”, tanya Jessica seraya duduk di samping Yujin.

.

Yujin menoleh dan sedikit tersenyum pada Jessica. “Tidak. Aku menyerahkannya pada Taeyeon dan Seulgi”, jawabnya.

.

Jessica terkekeh. “Kau ini, selalu saja menyiksa Taeng dan Seulgi”

.

“Yeah, itu sudah tugas mereka”, balas Yujin disertai candaan.

.

Jessica mengayunkan kedua kakinya sambil menatap ke depan. Tak lama ia kembali menoleh pada Yujin yang terdiam. “Kau sedang dalam mood buruk?”, tebak Jessica.

.

Yujin menggeleng lalu memandangnya lagi. “Aku hanya sedikit khawatir. Berita para penyihir black magic mulai membuat resah”

.

“Kenapa khawatir? Bukankah kalian berlima dan pasukan penyihir yang lain adalah yang terbaik? Kau pasti bisa memimpin mereka. Ada Taeyeon, Seulgi, Yoong, dan juga….” Jessica menghentikan ucapannya.

.

“Tiffany”, sambung Yujin.

.

Mendengar hal itu Jessica menundukkan kepalanya sesaat lalu kembali menatap Yujin dengan wajah cerianya. Tangan Jessica terangkat dan membenarkan syal yang dikenakan Yujin. Seperti biasa ia tak lupa memegang suhu tubuh Yujin yang sudah menjadi kebiasaannya.

.

“Tubuhmu hangat”, ucapnya lalu memeluk Yujin sejenak. Beberapa saat kemudian, Jessica tampak mengerutkan keningnya melihat Yujin.

.

“Tapi aku penasaran, kenapa kau selalu memakai syal, Yujin-ah?”

.

Yujin tertawa dengan pertanyaan Jessica. Beberapa kali gadis itu menanyakan hal yang sama dan Yujin akan tetap menjawabnya dengan jawaban yang sama.

.

“Mungkin syal ini memberiku kekuatan lebih”

.

Jessica mempoutkan bibirnya kesal karena jawaban itu lagi yang ia dengar. Gadis itu memilih berdiri dan hendak menuju kamar namun Yujin menahannya pergelangan tangannya.

.

“Kau darimana? Beberapa hari ini kau seperti sering keluar Kerajaan. Apa ada sesuatu yang kau lakukan di luar sana, Sica?”

.

Ia menelan ludahnya dengan susah. Jessica tampak gugup namun ia berusaha terlihat senatural mungkin. Ia membalikkan badannya dan mencoba tersenyum. “Hanya berkunjung menemui Sunny”, balasnya cepat dan langsung melepaskan tangan Yujin darinya.

.

Yujin memandang punggung Jessica yang mulai menjauh. Tatapan seperti sedang fokus dan pikirannya tampak mencerna sesuatu.

.

“Tidak biasanya dia sering keluar Kerajaan”, batin Yujin penuh selidik.

.

.

.

———————-

.

“AH~~~”

.

Krystal merentangkan kedua tanganya memandang ke atas langit pagi yang cerah seraya menghirup udara segar. Gadis itu mulai bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Tak berapa lama, Hyoyeon dan Yuri juga keluar di teras rumah.

.

“Not bad”, ucap Hyoyeon. “Apa kalian tidur nyenyak?”

.

Yuri dan Krystal menganggukkan kepala pelan. “Syukurlah”

.

Ketiganya bersantai seraya menikmati sarapan mereka yang Hyoyeon masak. Pagi tadi Sunny membelikan bahan makanan yang sesuai untuk mereka. Gadis itu ikut menginap menemani ketiganya, namun ia pergi sebentar beberapa saat lalu.

.

“Ngomong-ngomong apa kalian menyadari ada menara tinggi yang berada di ujung desa ini?”, kini giliran Krystal yang bertanya.

.

Yuri dan Hyoyeon menoleh ke arah yang Krystal maksud. Dari tempat mereka berada, menara itu cukup keliatan karena tinggi dan besar. “Kenapa Krys?”, tanya Yuri.

.

“Entahlah Unni. Aku merasa familiar”, pandangan mata Krystal lurus menatap puncak menara itu.

.

“Mungkin hanya perasaanmu saja Krys. Atau mungkin ini efek dari buku dongeng yang selalu kau baca”, jelas Yuri.

.

“Huum, mungkin saja Unni”

.

.

“Sedang apa kalian?”, sebuah suara menyadarkan ketiganya dan ternyata itu Sunny.

.

“Hanya bersantai”, jawab Hyoyeon.

.

Sunny mendekati ketiganya dan memberikan masing-masing dari mereka sebuah mantel hitam seperti jubah dengan penutup kepala. Lalu ia mengeluarkan sebuah botol yang berisi cairan.

.

“Ini ramuan magic yang harus kalian minum. Ramuan ini memberikan kalian kekuatan sihir untuk sementara waktu selama kalian tinggal disini”, Sunny memberikan terlebih dahulu pada Yuri. “Jangan khawatir, itu bukan racun”, lanjut Sunny ketika Yuri memandangnya ragu.

.

Yuri mulai meminum ramuan itu diikuti Hyoyeon dan Krystal. Tidak ada berubahan dari tubuh mereka, namun ada cahaya terang yang menghias tubuh mereka. Sunny tampak tersenyum puas.

.

“Jika seperti ini, kalian sudah terlihat seperti bangsa penyihir. Ayo kita pergi ke kota dan mengenalkan seseorang pada kalian”

.

Ketiganya pun mengikuti perkataan Sunny. Sepanjang perjalanan, Krystal yang paling tampak takjub dengan hal-hal sekeliling yang ia lihat. Anak kecil, muda, dewasa, bahkan orang tua sekalipun memiliki sihir. Wujud mereka benar-benar seperti manusia namun memiliki kemampuan magic.

.

Keempat yeoja itu berhenti di depan sebuah rumah yang terletak di tepi sungai. Sunny mengetuk pintu itu beberapa kali sebelum akhirnya sebuah suara terdengar.

.

“Aku disini”, teriak seseorang.

.

Sunny lalu mengajak ketiganya menuju ke halaman belakang dimana halaman itu langsung berbatasan dengan hutan lebat. Seorang yeoja terlihat memainkan pedangnya yang bercahaya merah.

.

Yeoja itu menoleh dan berhenti saat melihat Sunny dan tiga orang asing lainnya. “Oh, kau Sunny-ah”, ucap Yeoja itu.

.

Ia meletakkan pedangnya lalu menghampiri mereka. “Ada apa? Dan siapa mereka?”

.

“Seulgi yang memintaku untuk mengajak mereka menemuimu. Kenalkan ini temanku, Youngi”

.

Yuri, Hyoyeon dan Krystal mengulurkan tangan mereka masing-masing dan menjabat tangan yeoja jangkung itu. Yeoja bernama Sooyoung itu tampak menginterogasi ketiganya dengan tatapan mata. Tak lama kemudian, ia mengerutkan keningnya. “Kenapa Seulgi memintamu untuk mengantar mereka kemari?”, bingung Sooyoung.

.

“Ceritanya panjang. Kupikir lebih baik Seulgi yang menjelaskannya padamu nanti. Aku hanya ingin meminta bantuan darimu”

.

“Hmmm baiklah kalo begitu. Apa itu?”

.

Sunny terlihat membasahi bibirnya sejenak sebelum menatap Sooyoung dengan yakin.

.

.

.

“Tolong ajari mereka cara menggunakan sihir”

.

.

.

.

TBC

.

————————————-

TADA~~

Part 2 yuhuuuuu ^^

Sedikit sedikit ya, semoga udah mulai memahami cerita.

Buat yang gak tau Yujin, tuh udah ada gambarnya. KIM YUJIN itu nama asli UEE AFTER SCHOOL -__-

Thanks buat reader gue yang udah mampir dan memberi semangat selalu.

Sorry juga buat yang minta pw untuk ff lain tapi telat gue balas. Karena gue masih holiday mode on.

Oke deh, semoga puas dengan chapter ini. Sampe ketemu di Butterfly, prepare your heart XD

Annyeong!

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

130 thoughts on “ETERNITY (2)

  1. Hai thor!!!
    Baru mampir dan lngsung baca part 2. Dan lngsung jatuh hati pula..eeeaaa…
    Magic??? Yoyoyoyo… udh jarang ff sistemm kerajaan. Jd pas baca dan nemu yg ini… wow… gw penasaran…
    Yeyeyeye… ijin baca yg pertama thor…
    Keep spirit… see you~~~

    Like

  2. PenasaraN sapanyg ditemuin tiffNy, yujin kah ?

    Daebak dh ff ini, brasa mbaca hary pottrr fersi kpop
    Hahaha

    Keep writing thor, cpetN update eternitynyaa yaa
    Fighting

    Like

  3. paling penasaran sama cast disini sama fany
    dia misterius disini hahaha
    terus siapa yg dia temui, taetaekah kekeke

    Like

  4. yul, hyo, krys bakal jadi peran pelindung dari kaum manusia kayaknya..
    atau krys masa lalu dari desa tempat dia tinggal sekarang?? makanya serasa familiar..

    yulsic ❤

    Like

  5. masing2 kekuatannya disini , yujin : api , sica : es , taeng : air , seulgi : panah , yoong : buku ? . hahhah tebak2 sendiri nih .
    penasaran sama seseorang yang ditemui fany , yoong kah atw yujin kah ? dan sama hubungan sica dengan yujin ? arghh pengen cepet lanjut baca lagi .

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s