INDESTRUCTIBLE II (1)

1461328334699

Tittle                : INDESTRUCTIBLE II

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Krystal Jung

Im Yoona

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Sweet, Comedy-Romance, Friendship

Credit Pic by K.Rihyo

Mini-Series

——————————————————————–

“New Story”

.

.

Part 1

.

.

“Kwon Yuri…..Kwon Yuri……Kwon Yuri”

.

Begitulah gemuruh penonton yang bersorak di dalam hall basket Manchester University. Teriakan supporter dari tim tuan rumah membuat seisi stadiun bersorak heboh manakala tim kesayangan mereka terus memimping jalannya pertandingan terutama sang bintang utama mereka, Kwon Yuri.

.

“Nice Kwon. Kali ini kemenangan ada di depan mata kita”, Steve berkata dengan optimis. Sebagai kapten basket, dia memberikan semangat untuk rekan-rekannya dan tentu saja untuk partner duetnya di lapangan yaitu Yuri.

.

Yuri menggiring bola ke tengah lapangan. Disana, rekan-rekannya sudah memasuki area lawan. Detik-detik pertandingan akan berakhir, dan Yuri dengan segera mengoper bola ke jantung area lawan. Disana Steve langsung bergerak menjemput bola dan melakukan putaran badan untuk berbalik lalu melakukan shoot ke arah ring.

.

Dengan berbunyinya bel, maka berakhirlah pertandingan sengit antara kedua Universitas. Steve dan Yuri melakukan high five seperti biasanya. “Hey Yul, your girlfriend’s here”, ucap Steve seraya memberi tanda hormat dan pergi meninggalkan keduanya.

.

Yuri tersenyum menyambut kedatangan Jessica dan memeluk gadis itu dengan penuh kasih sayang. Sebulan tidak bertemu, dan sekarang semuanya rasa kerinduannya telah menguap begitu saja.

.

“Kau sendiri, baby?”

.

“Oppa dan Fany beristirahat di penginapan”

.

Jessica baru saja tiba di London dan langsung menuju Manchester untuk melihat kekasihnya bertanding basket. Ia sesekali ke London bersama Taeyeon jika Oppanya itu melakukan perjalanan bisnis. Dan kali ini mereka datang bersama Tiffany.

.

Yuri dengan senang hati membawa Jessica makan siang bersama dan menikmati kota ini. Keduanya singgah restoran untuk makan siang bersama.

.

“Bagaimana keadaan Sorbonne, hmm?”

.

“Tidak ada yang menarik”, Jessica mengerucutkan bibirnya. “Terutama tidak ada kau”, lanjutnya langit.

.

“Benarkah? Kalo begitu aku tersanjung”

.

“YA~~ keterlaluan”

.

Yuri tertawa kecil lalu mengacak rambut Jessica, membuat gadis itu semakin memajukan bibirnya.

.

Chu~~ Yuri mengecup bibir mungil itu.

.

“Aku senang kalo melihatmu seperti ini. Ah, pacarku yang manja”, godanya lagi.

.

Jessica sedikit mengeluarkan lidahnya untuk membalas ucapan Yuri lalu ia kembali fokus dengan burger dan fish & chips favoritnya. Keduanya banyak bercerita tentang hal-hal yang mereka lakukan selama sebulan ini sejak terakhir bertemu.

.

Sudah hampir 1 tahun mereka menjalani hubungan ini. Jika Yuri memiliki free time, maka ia yang akan terbang ke Paris. Begitu pula jika Taeyeon sedang melakukan perjalanan bisnis ke Inggris, maka Jessica akan mengunjungi Yuri.

.

“Ada pertunjukan Pilharmonic malam ini di Royal Albert. Bisakah kita pergi bersama, Yul?”, pinta Jessica dengan wajah menggemaskannya.

.

“Call. Aku akan menemanimu”, senyumnya kepada Jessica. Tiba-tiba Yuri terlihat memikirkan sesuatu. “Sepertinya akan menyenangkan jika kau bisa melakukan pertunjukan disana. Apa Sorbonne tidak punya rencana seperti itu?”

.

Jessica semakin tersenyum mendengar gagasan Yuri. Ia memang belum melakukan pertunjukan musik selain di Paris. Jessica tengah memperdalam ilmu musiknya dan melakukan pertunjukan di beberapa kota yang ada di Paris sebagai permulaan untuk mengembangkan kemampuan bermusiknya.

.

“Seharusnya seperti. Apa kau ingin aku melakukannya, Yul?”

.

“Eoh, tentu saja. Kau pasti akan jadi member orkestra favoritku. Kau suka?”

.

Jessica ikut tertawa dengan ide Yuri. “Kau harus menjadi fansku, tidak boleh fans dari anggotaku yang lain”

.

“Arra. Arra. You are the only one” Yuri menaikturunkan alisnya dan tersenyum penuh arti.

.

Terang saja hal itu membuat wajah Jessica memerah dan langsung menyentuh lengan Yuri. “I hate you”

.

“I know. I love you too”

.

.

.

—————————-

.

“Ah, ini begitu nyaman”, Taeyeon berbaring dan merentangkan kedua tangannya. Matanya terpejam seirining menikmati empuknya kasur yang sudah sedari tadi ia mimpikan sepanjang perjalanan.

.

“TaeTae, apa kau mau mandi dulu?” Tiffany menyembulkan kepalanya di balik pintu kamar Taeyeon.

.

“Nanti saja Phany-ah. Aku mengantuk”

.

Tiffany masuk ke dalam dan mendekatinya. Ia terkekeh melihat wajah melelahkan Taeyeon sekaligus wajahnya yang terlihat excited secara bersamaan. Ia membantu Taeyeon melepaskan sepatunya dan menyingkirkan jas yang Taeyeon letakkan disamping tempat tidur.

.

“Kau terlihat seperti om-om jika seperti ini, Tae. Benar kata Jessi, kantor dan urusan meetingmu di perusahaan membuatmu terlihat tua”

.

“Aish, aku masih 19 tahun dan wajahku seperti anak SMA. Bagaimana bisa kalian mengatakan aku om-om?” protesnya.

.

Tiffany mengendikkan bahunya. “Entahlah. Kau terlihat seperti itu”

.

Kyaaaaaaa

.

Tiffany berteriak saat Taeyeon menarik tangannya dan menyebabkannya jatuh ke tempat tidur. Dengan cepat Taeyeon memeluknya dan menjadikan Tiffany seolah seperti guling baginya. “Tapi aku lebih menyukaimu ketimbang kasur empuk ini”

.

“YA, kau pikir tubuhku seperti kasur”, kesalnya.

.

“Mwo?? Mana mungkin aku berpikiran seperti itu. Kau ini sexy dan montok, sayang. Bukan gendut”, ujar Taeyeon.

.

“Jangan macam-macam padaku Kim Taeyeon. Kau terdengar seperti berpikiran jorok terhadapku”

.

Taeyeon merenggangkan pelukan mereka dan menautkan kedua alisnya. “Apa aku boleh berpikir seperti itu?”

.

“In your dream”, Tiffany mendorongnya hingga Taeyeon terbaring sedangkan ia segera berdiri dari tempat tidur. “Sepertinya kau butuh istirahat untuk menyejukkan pikiran kotormu itu. Aku mau mandi”

.

Tiffany menoleh sejenak lalu membuang wajahnya. Tanda ia sedang kesal dengan Taeyeon, lalu berlalu pergi. Taeyeon yang melihatnya hanya bisa tertawa keras karena kelucuan kekasihnya itu yang sangat polos.

.

“Aigoo~ dia benar-benar menggemaskan”

.

.

.

~~~~~~

.

Seperti yang dijanjikan, Yuri mengajak Jessica ke Royal Albert Hall bersama dengan Taeyeon dan Tiffany. Suasana pintu masuk mulai padat, dan para penonton memasuki hall dengan tertib setelah pemeriksaan tiket.

.

“Siapa yang perfom malam ini, baby?”, ucap Taeyeon seraya menoleh ke arah kanan dan kiri untuk mencari poster yang terpajang.

.

“Pilharmonic, Oppa. Ah, aku tidak sabar melihatnya”

.

Jessica terlihat bersemangat dan itu mengundang senyum dari Yuri. Tak lama, seorang pria paruh baya menghampiri mereka.

.

“Malam tuan muda. Saya sudah memesankan bangku untuk 4 orang. Mari saya antar masuk, sebentar lagi pertunjukan dimulai”

.

Yuri belum sempat membalas ucapan pria paruh baya itu dan Jessica langsung menarik tangannya untuk segera masuk diikuti Taeyeon dan Tiffany. Berkat permintaan Yuri, mereka mendapatkan kursi di bangku tengah sehingga bisa menyaksikan pertunjukan musik dengan jelas.

.

Sepanjang permainan musik dari orkestra tersebut, Jessica benar-benar diam seribu bahasa. Ia menikmati pertunjukan itu dan menyaksikan dengan cermat bagaimana setiap instrumen beradu menjadi harmoni yang indah. Ia bahkan tidak lupa untuk merekamnya ke dalam ponsel kesayangannya.

.

Hampir 2 jam dan pertunjukkan berakhir dengan tepukan meriah dari semua penonton. Satu per satu mulai meninggalkan hall begitu pula dengan mereka berempat. Namun langkah Taeyeon berhenti saat seseorang menyapanya.

.

“Hi Taeng. Long time no see”, ucap seorang namja yang berpakaian formal.

.

“Donghae?” balas Taeyeon tak yakin.

.

“Yeah, ini aku”

.

Donghae tersenyum padanya, lalu tak lama Taeyeon ikut tersenyum. Ia memberikan pelukan kepada Donghae. “Woah, kau sudah sebesar ini. Apa kau tinggal di Inggris?”

.

“Ani, aku hanya menghadiri undangan seorang teman. Dia salah satu pengamat musik disini”

.

“Itu bagus. Ah, iya aku lupa. Perkenalkan ini Tiffany, Yuri, dan tentu saja adikku”

.

Donghae segera menjabat tangan Tiffany dan Yuri. Ia lalu beralih ke Jessica yang wajahnya terlihat sedikit muram.

.

“Hi princess. Senang bertemu denganmu”

.

Jessica tampak canggung menerima uluran tangan Donghae namun ia tetap melakukannya dan mencoba bersikap ramah. “Senang bertemu denganmu, Oppa”, balasnya singkat.

.

Donghae kembali tersenyum lalu beralih ke arah Taeyeon. “Kalo begitu, aku permisi dulu Taeng. Senang bertemu kalian”

.

“Eoh, see you”

.

Keempatnya pun melanjutkan langkah mereka menuju parkiran mobil. Selama perjalanan, Yuri merasa aneh dengan sikap Jessica yang tiba-tiba menjadi pendiam dan tak aktif seperti biasanya.

.

“Are you okay, baby?”, tanyanya pelan seraya mengusap lengan Jessica.

.

Jessica yang terlihat melamun tampak tersentak. Ia mencoba untuk tetap terlihat tenang. “Aku hanya lelah, Yul”. Ia menunjukkan senyumnya pada Yuri.

.

“Bersandarlah di pundakku. Aku akan membangunkanmu ketika kita sampai”

.

“Hmm”

.

Jessica mengangguk dan menuruti perkataan Yuri.

.

.

.

***

.

.

Yoong mengelap keringatnya dengan handuk kecil yang ia pegang. Sesekali ia tersenyum saat menatap pemandangan indah di depannya. Pemandangan apa itu? Sekumpulan mahasiswi yang tergabung dalam tim cheerleaders Universitas Sorbonne.

.

Selesai latihan basket, ia memilih beristirahat sejenak. Pandangannya terlalu fokus ke arah tim cheers sehingga tidak menyadari kehadiran Sooyoung yang baru saja selesai membersihkan diri di kamar mandi yang ada di hall ini.

.

“Jika aku jadi Krystal, aku akan membunuhmu”, jelas Sooyoung seraya mengambil duduk di sebelah Yoong.

.

“Hehehehe, kau tak akan mengadukan hal ini padanya, Hyung. Aku percaya itu”

.

Yoong membalasnya dengan cengiran dan Sooyung hanya bisa menggeleng heran.

.

“Ngomong-ngomong, bagaimana kejuaraan bulan depan? Apa kau dan pelatih sudah bicara tentang starting line dan cadangan?”

.

“Hmmm belum. Aku masih memikirkannya. Yang jelas, kau harus membantuku sebagai center utama Hyung. Aku mengandalkanmu”

.

“Andai saja Yuri dan Taeyeon masih bermain basket bersamamu, aku tak akan ikut campur dalam tim ini”, rutuk Sooyoung.

.

Yoong segera mengepalkan tangannya dan memukul bahu Sooyoung. “YA! Kau memang perhitungan jika membantuku dalam hal ini”, protesnya.

.

“Tentu saja. Aku tidak pernah tertarik satu tim denganmu. Intinya aku tidak berniat untuk ketularan sifat byunmu bersama Taeyeon. Syukurlah Taeng sudah berhenti dan Yuri sudah pindah”

.

“Aish”

.

Yoong merangkul leher Sooyoung dan keduanya terlibat aksi saling sikut ataupun saling pukul. Tentu saja semua itu hanya candaan mereka.

.

.

.

.

“Hi princess”, Yoong muncul dari balik locker Krystal dan menunjukkan deretan gigi putihnya di depan sang pujaan hati.

.

“Apa kau sudah selesai mencuci matamu dengan nuna-nuna di kampus?”, ucap Krystal tanpa melihat Yoong karena ia sibuk mengemasi buku pelajarannya di dalam locker.

.

“Mwo? Mana mungkin aku melakukannya. Sehabis latihan, aku langsung kesini”

.

Krystal menghentakkan kakinya kesal. Ia lalu menatap Yoong yang berdiri disebelahnya dan menunjukkan ponselnya pada Yoong. Seketika itu Yoong terdiam tak bisa berkelit. Seseorang mengupload fotonya yang sedang duduk di bench dan memperhatikan tim cheers.

.

“Awww, hari ini aku bertemu Yoong Oppa. Dia terlihat hot dengan keringat yang mengalir ditubuhnya. Tapi dia hanya memperhatikan tim cheers”, Krystal membacakan caption yang tertulis disana.

.

“Hehehe”, Yoong menunjukkan tanda peace dengan jarinya dan tersenyum sangat manis.

.

“Pulang sana dengan nuna-nuna itu. Aku akan meminta Ahjussi untuk menjemputku, huft”, Krystal langsung melewati Yoong dan meninggalkan namja itu.

.

“Aish, kenapa aku harus banyak penggemar”, rutuknya dalam hati.

.

“YAH Princess, tunggu aku”

.

Yoong segera berlari mengejar kekasihnya yang gampang cemburu dengan fans-fansnya di luar sana. Jangan salahkan Im Yoong jika ia populer dikalangan yeoja-yeoja cantik, tapi mau tidak mau Yoong memang bersalah. Hahaha XD

.

“Berdiri disana dan jangan coba-coba untuk menurunkan kakimu. Mengerti?”

.

“Ne”

.

Yoong menjawab dengan lesu perintah Krystal. Lagi-lagi ia dihukum karena ketampanannya. Sooyoung yang duduk di sofa hanya bisa menahan tawanya melihat penderitaan Yoong. Tak lama, Krystal ikut bergabung bersamanya dan memeluk lengan Sooyoung.

.

“Film apa yang akan kita tonton, Oppa?”, tanyanya dengan imut. Berbeda sekali dengan beberapa saat lalu terhadap Yoong.

.

“Up to you”

.

Krystal berpikir sejenak lalu ide pembalasan muncul di otaknya. Ia membisikkan sesuatu pada Sooyoung dan namja itu terkekeh tapi menyetujui permintaan Krystal.

.

Sepanjang film diputar, Yoong tak berhenti cemberut dan memaki Sooyoung dalam hati. Bagaimana bisa Sooyoung dan Krystal bermesraan tak jauh darinya sambil menikmati film romantis. Benar-benar tidak setia kawan.

.

“Sica Nuna, Fany Nuna, sekarang my princess. Bagaimana bisa shiksin seperti itu dekat dengan ketiganya? Aku harus memberitahu Taeyeon Hyung dan Yul Hyung tentang hal ini”, ucapnya dalam hati penuh kecemburan.

.

Sooyoung yang sedikit melirik ke arah Yoong, hanya bisa tertawa dalam hati dan berbisik ke Krystal. Kali ini jika dilihat dari arah Yoong, Sooyoung terlihat seperti mengecup pipi Krystal.

.

“Sepertinya Oppa yang akan terbunuh setelah ini”

.

Mendengar ucapan Sooyoung, Krystal tertawa dengan puas.

.

.

.

.

***

.

.

Suasana Sorbonne pagi ini begitu cerah. Langit biru dan berawan putih menjadi pemandangan indah yang luar biasa. Beberapa anak mulai memasuki gerbang kampus, dan diantaranya berjalan kaki karena mereka tinggal di asrama yang tak jauh dari kampus.

.

Taeyeon, Tiffany, Sooyoung, dan Jessica baru saja keluar dari mobil Taeyeon. Mereka tampak berdiri sejenak disana dan mulai mengobrol seraya berjalan masuk. Tanpa mereka sadari, sekelompok anak memperhatikan mereka dari jauh dan membicarakan tentang mereka.

.

“Lihatlah, mereka bertingkah seolah-olah sekolah ini milik mereka”, ucap seorang namja kepada teman kelompoknya.

.

“Mungkin itu karena mereka terbiasa bersama”, seseorang dari mereka terlihat berpikir positif.

.

“Terbiasa? Mereka itu Chaebol, dan orang-orang seperti mereka tidak akan bermain dengan orang-orang yang levelnya tidak sama dengan mereka”, lanjut namja itu dengan ketus.

.

“Yeah, aku setuju. Mereka bahkan memiliki spot eksklusif di kafetaria. Bukankah semua bangku sama untuk mahasiswa?” Giliran namja yang sedang mengunyah permen karet ikut berkomentar. “Ini bahkan belum tahun pertama mereka berada disini, tapi tingkah mereka seperti senior”

.

Beberapa dari mereka mengangguk setuju dengan ucapan namja itu. Terlihat jelas ketidaksukaan dari mata mereka. Salah seorang yang berpikiran positif tadi, memilih berdiri dan sedikit merapikan dasinya.

.

“Mau kemana?”, tanya sang ketua.

.

“Makan. Aku mulai lapar” balasnya.

.

Tanpa menunggu reaksi teman-temannya, ia sudah melangkah meninggalkan lokasi itu dan berjalan menuju kafetaria kampus. Setiba disana, ia melihat sekumpulan yeoja dan namja melihat ke arah yang sama dimana Taeyeon, Jessica, Tiffany, dan Sooyoung duduk.

.

Keempatnya terlihat membicarakan sesuatu yang lucu tanpa menyadari bahwa banyak mata yang memperhatikan mereka. Bukan rahasia lagi, jika mereka menjadi idola kampus meskipun belum genap 1 tahun mereka menjadi mahasiswa disini. Selain merupakan Chaebol, mereka semua memiliki prestasi yang berbeda di bidangnya masing-masing.

.

Baru saja ia ingin mengambil tempat makan, tiba-tiba seseorang menyenggol lengannya dan menyebabkan tempat makan yang ia pegang jatuh.

.

“Oh, maaf. Aku tidak sengaja”, ucap orang itu dengan tersengal.

.
Ternyata sang penabrak adalah Im Yoong. Ia terburu-buru saat memasuki kafetaria dan tak melihat ada orang yang berjalan searah dengannya. Taeyeon yang melihat hal itu langsung berdiri dan mendekati keduanya.

.

“Gwenchana, Yoong?”

.

“Eoh, gwenchana Hyung. Aku tak sengaja menyenggolnya hingga piringnya terjatuh”

.

Taeyeon yang mengerti situasinya, lalu memandang ke arah lain dan memanggil petugas kebersihan. “Maaf, tolong bersihkan serpihan ini”, ucap Taeyeon dengan sopan. Petugas itu pun mengangguk mengerti.

.

Di sisi lain, Yoong sekali lagi membungkuk meminta maaf dan orang itu membalasanya dan mengangguk. “Its okay, no problem”

.

Yoong dan Taeyeon lalu meninggalkan orang itu dan berjalan menuju bangku mereka. Terlihat jelas Taeyeon sedang memukul lengan Yoong agar namja itu lebih berhati-hati lagi. Orang itu pun sekilas melihat dan memilih melanjutkan kembali rencana sarapannya.

.

.

.

———————–

.

“Apa yang dilakukan Sica Nuna?”

.

Bisik Yoong sambil terheran melihat kelakuan Jessica yang diam namun tersenyum memandangi ponselnya. “Dia baru saja mengupload foto kencannya dengan Yuri di sns”, Sooyoung menanggapinya.

.

Yoong membulatkan mulutnya seraya mengangguk-anggukan kepala.

.

Tak lama, seorang siswi Sorbonne menegur mereka. Siapa lagi jika bukan Krystal yang ikut bergabung dalam sarapan. Dengan senang hati Yoong menyambut kedatangan kekasihnya dan itu membuat beberapa pasang mata terlihat sedih.

.

“Kau terlihat semakin cantik, Krys”, sapa Tiffany. Gadis itu tertawa lalu menunjukkan senyumnya.

.

Selesai menikmati sarapan seraya mengobrol hal-hal yang lucu, kini Taeyeon terlihat serius. “Apa kalian punya ide tentang acara tahunan Sorbonne kali ini?”, tanyanya.

.

“Aku terlalu bosan dengan party. Aku lebih setuju dengan hal lain selain itu”, Sooyoung mengungkapkan pendapatnya.

.

Krystal ikut menimbrung. “Tapi party sudah menjadi tradisi. Sulit untuk menghilangkannya”

.

“Itu benar”, tambah Jessica. “Mungkin kita bisa menjadikan party sebagai sisi lain, bukan hanya sekedar bersenang-senang. Kita bisa membuatnya menjadi berguna”, lanjut Jessica.

.

Mereka terlihat sama-sama berpikir. Tak dipungkiri semua orang pasti menyukai tradisi party namun hanya orang-orang tertentu yang menyukai party atau orang-orang yang terbiasa dengan hal itu.

.

“Apa sebaiknya festival?”

.

Semuanya memandang ke arah Tiffany. Gadis itu kembali melanjutkan idenya. “Beberapa stan untuk bazar, bakti sosial, dan party. Menyenangkan bukan?” ucapnya diakhiri senyum bulan sabit andalannya.

.

Taeyeon lalu memeluknya dan mengecup pipi Tiffany. “Kau memang pintar, sayang. Aku setuju”

.

“Yeah, tidak ada yang bisa menolak jika kau sudah setuju Taeng”, jelas Sooyoung.

.

Semuanya mengangguk setuju dengan ide Tiffany.

.

.

.

***

.

.

Di pinggiran kota Paris, seorang namja berjalan dengan membawa beberapa belanjaan yang ia beli dari market. Namja itu berjalan dengan santai dan menikmati suasana di kawasan sekitar tempat tinggalnya. Walaupun hanya kawasan sederhana, namun lingkungan ini terlihat sejuk dan asri.

.

Sesampai di persimpangan, ia mendekati sekelompok anak tengah berkumpul di sebuah kedai kecil. Ada yang sedang mengobrol, ada yang sedang bermain kartu, dan ada juga yang sedang merokok.

.

“Akhirnya kau datang juga”, sapa salah satu dari mereka. “Aku sangat lapar”, orang itu mengambil kantong belanjaan itu dan membuka makanan yang dibawa oleh temannya.

.

Seketika, semuanya berhenti dari kegiatan yang mereka lakukan dan fokus pada makanan yang dibawa. “Aku pulang dulu, ada hal yang harus kukerjakan”, ucapnya pada teman-temannya dan kemudian melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.

.

.

.

.

.

Ciittt…. braak….

.

Sooyoung dan Jessica terlihat terkejut bersamaan saat seseorang menyebrang jalan tanpa melihat mobil yang dibawa Sooyoung. Keduanya langsung keluar dan melihat apa yang terjadi di depan mereka.

.

Seorang yeoja tergeletak di aspal. Sooyoung langsung menghampiri yeoja itu diikuti Jessica. “Oppa, bagaimana ini?”, Jessica terlihat panik.

.

“Tenanglah Sica. Kita akan membawanya ke rumah sakit. Kajja”, Sooyoung membopong yeoja itu dan memasukkannya ke dalam mobil.

.

Setiba di Rumah Sakit setempat, yeoja itu diperiksa oleh dokter. Sedangkan Sooyoung dan Jessica menunggu di luar ruangan. Beberapa menit berselang, Taeyeon datang bersama buttler Hong.

.

“Bagaimana keadaannya?”

.

“Masih diperiksa, Oppa. Bagaimana ini?”, Jessica masih terlihat cemas.

.

“Apa ada yang melihat kalian disana?”

.

Jessica dan Sooyoung saling pandang lalu menggeleng ke arah Taeyeon. “Kita akan menunggunya sampai dokter memastikan keadaan korban”

.

Ketiganya pun menunggu dan buttler Hong yang mengurus semua administrasinya. Menit demi menit berlalu hingga akhirnya dokter yang memeriksa pun keluar dari ruangan.

.

“Tabrakan itu tak membuatnya terluka parah. Namun sepertinya dia memiliki luka bawaan di bagian bahu dan kondisi itu membuat lukanya serius akibat terjatuh dengan posisi yang salah”

.

“Lalu bagaimana tindakan selanjutnya, dok?”

.

“Kita harus menunggu pasien sadar dan menanyakan penyebab luka bawaannya itu. Sebab saya tidak bisa mengambil tindakan lebih lanjut karena beresiko”, lanjut sang dokter.

.

Taeyeon mengangguk mengerti dan dokter itu pun pamit. Jessica langsung memeluk Oppanya karena ia masih cemas dengan keadaan yeoja itu. Tak jauh berbeda dengan Sooyoung, pikirannya mulai terlihat kacau.

.

“Orangtuaku tidak boleh tahu mengenai kejadian ini, Taeng”, jelasnya.

.

“Apakah pemilihan akan terjadi dalam waktu dekat?”

.

“Ani. Sekitar 4 bulan lagi. Bagaimana ini?”

.

Baru saja Taeyeon akan memikirkan ide, buttler Hong sudah kembali dari urusan administrasi. Pria itu tampak memberikan pendapatnya dan berdiskusi kepada Taeyeon dan Sooyoung mengenai penyelesaiannya.

.

“Apa paman yakin soal ini?”, Taeyeon masih ragu dengan ide buttler Hong begitu juga Jessica dan Sooyoung.

.

“Sebaiknya tuan dan nona muda pulang saja. Saya akan mengurusnya”

.

Meskipun dengan keraguan, akhirnya Taeyeon beserta Jessica dan Sooyoung memilih pergi dan menyerahkan semuanya kepada buttler Hong, kepercayaan keluarga Kim. Setelah kepergian ketiganya, buttler Hong tampak menghubungi seseorang.

.

“Ada seseorang yang di rawat di Rumah Sakit pinggir kota. Tolong segera urus semua biaya kompensasinya. Jangan sampai ada yang mengetahui identitas tuan dan nona muda. Ini bisa merusak nama baik Tuan besar dan pemilihan yang akan dilakukan Tuan Choi”

.

Buttler Hong mengakhiri panggilan itu dan kemudian pergi. Tak jauh dari sana, seseorang mendengar dan melihat semuanya. Tanpa sadar, orang itu mengepalkan tangannya dan mengeratkan giginya menahan amarah.

.

.

.

.

TBC

—————————

Hai Hai ^^ DOUBLE UPDATE

Jeje kembali lagi setelah jadi orang sok sibuk dua minggu ini. XD hehehe

Kangen Indestructible??

Sesuai janji, ini pengganti The Heirs dan langsung ya mulai ada percikan api. Wkkwkwkwkw #tawajahat

Rain part Epilogue juga udah gue update. Buat yang belum berhasil nemuin PW Rain part Ending, Berjuanglah. Hwaiting!!

Penasaran sama FF pengganti RAIN?

Hahahahah tunggu aja updateannya daripada gue kasih teaser entar makin penasaran

Annyeong!

.

.

by: J418

.

.

*bow*

Advertisements

131 thoughts on “INDESTRUCTIBLE II (1)

  1. Cowo misterius itu org yg sama bukan sih sama yg berfikir positif tentang taeyeon dkk dan sama yg ngebawa makanan itu??
    Chap pertama aja mulai udh ada percikan bara2 api. Dohh kirain ini ff bakalan jd ff yg gaada badai nya wkwkwk

    Like

  2. Sukses buat yulsic walaupun mereka ldr tp mereka masih bsa jaga hati mereka sweettt banget liat mereka, tae klo udh ga tahan mah langsung lamar aja fany nya ribet bner sihhh hhhay

    Like

  3. Aww mereka semua tetep sweet sama pasangan”nya walau kadang tetep aja pecicilan terutama yoong 😁😁😁
    Aduh J udah Ada drama aja ini do chapter pertama, can’t wait for the next chapter 😉

    Like

  4. Gw bhrp yulsic dan taeny dibykin sweet momentnya thor Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡
    Yoong mmg sllu mempesona dan byk bgt fansnya hehe tp genitnya dikurangi yoong biar gk bt baby krystal hipertensi mulu hahaha…

    Author thanks udh nulis crita yg asik, mdh2n mkin smangat updatenya.

    Like

  5. wahhh
    d sini gantian yoong y perfent
    #geleng2pala
    dan kykx mr. Choi siksin bakalan ada masalah besar sm appax
    next thorr
    seharusax aku tuntaskan dl bc yg INDESTRUCTIBLE I baru yg II (?)
    tpi tk apalah yg IIx z langsung hehe
    mian ya thor 😀

    Like

  6. duh tae pervert mulu pikirannya kalau sama pphany hahaha. yoong matany jelalatan ya sampe dihukum gitu hahha

    siapa tuh orang misterius yg gasuka sama mereka? dan siapa yg tau tentang kejadian tadi?

    Like

  7. Sebenernya blm baca part terakhir indestructible season 1 gara” di protect 😢 tp gapapa setelah beberapa lama nungguin ff butterfly update akhirnya gue memutuskan baca ff ini 😂 blm apa” udah banyak masalah ini ff wkwk je gue bingung itu si taeyeon sebenernya masih sekolah di sorbone ya ?
    Terus kira” yg di tabrak sooyoung siapa ya

    Like

  8. Yuhuu gue beralih kesini dl lah thor babat indestructible dl haha
    Baru part awal udah ada yg main ga suka sama 4 sekawan haha
    Sapa tu yg denger telpnya buttler hong ? Itu pasti yg bakal jd musuhnya mreka
    Trs yg ditabrak + ngomong wktu mreka smpe di kampus siapa ? Bikin mati penasaran hoho
    Donghae siapa ? Kok sica sampe sebegitunya ? Jangan2 mantannya haha. Semua masih misteri hoho 😱😱

    Like

  9. Iih tingkahx emak njess gemesin..
    Daddy gbisa lepas dari kata pkirn kotor aka byuntae..
    Mommy hampir aj jd mangsax daddy, untng bsa mnghindr dr trkaman.. wkwkw
    Dilihat dari muka emak njess, donghe psti adalh msalalu yg mngkn prnh mnyakitix..
    Wadoh siapa tuh cwek yg dtabrak soosic dan siapa jg yg nguping pmbicraan b.hong??
    .
    .aing penasaran, next chap dulu ..

    Like

  10. gak di sma gak di universitas mereka tetep terkenal ya . tapi yoong tetep gak berubah ,, byun nya gak ketulungan … penasaran gue siapa tuh yg ditabrak ,, trus ,, mereka maunya bertanggung jawab ,, tpi karna terpaksa kali ya , jadi gak mau ngakuin klo mereka yg nabrak tuh orang . bakal jadi konflik besar nih .

    Like

  11. blm apa2 udh ada “calon musuh aja, trs siapa yg nguping pembicaraan butler Hong, pasti salah satu kelompok itu -,-
    Donghae siapa itu?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s