BUTTERFLY, SERIES

BUTTERFLY (8)

IMG_20160419_231512

Tittle                : BUTTERFLY

Cast                 : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

Son Naeun

Im Yoona

Krystal Jung

Bae Irene

Seo Juhyun, Song Jieun, Nam Jihyun, Mark Tuan, James, and others

Genre              : Gender Bender, Action, Romance, Adult, Friendship, 18++

Credit Pic by K.Rihyo

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————–

.

.

Part 8

.

WARNING: TIDAK UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR

.

.

BUTTERFLY

  • I don’t know what it is about you, that makes me want you so badly

.

Kupu-kupu adalah simbol dari kesempurnaan hidup dimana ia melewati banyak proses sebelum menjadi begitu mengagumkan. Dia lahir dan tumbuh dengan dikuasai nafsu dan keegoisan, namun ia begitu mengagumkan sehingga banyak orang yang menginginkannya. Tapi ia tak seindah kupu-kupu pada kenyataannya. Dia akan menjadi terlalu berbahaya jika kita bermain dalam dunianya.

.

.

.

—————————–

.

“Sudah kau bereskan, Joo?”

.

“Sudah tuan. Markas mereka hancur berantakan dan beberapa anak buah mereka tewas”

.

“Lalu apa kau menemukan pemimpin mereka?”

.

Pertanyaan berikutnya membuat Joo menelan ludahnya. “Pemimpin mereka tidak ada disana, tuan”

.

.

Bugh…

.

.

Pria itu tersungkur saat sebuah kaki menendang perutnya. “Kerjamu belum becus Joo. Jika kelompok Rusia sudah habis, kau bisa mencari kelompok lain. Partaiku bisa terancam jika mereka terus menekan PM Hwang”

.

“Baik Tuan, maafkan saya. Saya akan berusaha lagi”,

.

Setelah orang kepercayaannya pergi, pria itu kembali ke ruangan kerjanya dan mendapati seseorang duduk disana.

.

“Oh, kau selamat, Key”, ucapnya tenang.

.

“F ck it! Mereka membunuh semua anak buahku”, ia terlihat kesal. “Aku kemari untuk meminta perlindungan darimu. Kau pasti bisa melakukannya”

.

Pria itu justru tertawa. “Bukankah kelompokmu adalah yang hebat di Rusia? Tapi kalian kalah dengan kelompok seperti itu” ejeknya.

.

“Apa kau bilang?”

.

Key terpancing emosi. Ia mengeluarkan pistolnya namun seseorang lebih cepat membunuhnya hingga suara tembakan terdengar. Pria itu berdiri dan menendang tubuh tak berdaya Key lalu menjatuhkan sebuah kalung di atas mayatnya. “Tidak ada lagi kelompok Rusia dalam permainan kita”, jelasnya.

.

Sang penembak menundukkan kepalanya memberi hormat. “Akan saya bereskan mayatnya, tuan”, ia pun segera pergi dari sana.

.

“Dengarkan aku, Butterfly tak akan tinggal diam. Ini saatnya perang melawan mereka. Aku tak ingin ada kata kekalahan dari kita” ucapnya pada orang itu lagi.

.

Tiba-tiba, seorang wanita masuk ke dalam ruangan dan hanya menyisakan mereka berdua. Ia mendekati pria itu. “Pengacara Hwang berhasil selamat dari bom itu dan sekarang tak ada yang mengetahui keberadaannya”

.

“Bagaimana dia bisa lolos?” Pria itu kembali geram dengan berita kegagalan timnya.

.

“Seseorang menyelamatkannya tapi mereka tak berhasil melihat si penolong. Kau bisa segera menemui PM Hwang dan melakukan rencana”, saran wanita itu.

.

“Eoh, aku akan menemuinya”

.

.

.

—————————–

.

“Bagaimana situasinya Yoong?”

.

“PM Hwang semakin dikelilingi banyak pengawal. Sepertinya mereka sudah membaca tujuan kita, Hyung”

.

“Eoh sepertinya begitu. Tapi mereka belum menyadari tujuan utama kita”, Yoong mengangguk menanggapi ucapan Taeyeon. “Sekarang lakukan rencana yang sudah kita bicarakan, Yoong”

.

“Baik, Hyung. Serahkan padaku, kau tunggu saja disini”

.

Yoong keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam sebuah gedung yang padat dipenuhi oleh orang-orang yang sibuk bekerja. Yoong dengan tenang melangkahkan kakinya dan menyapa beberapa karyawan. Ia membaur layaknya sebagai karyawan disana.

.

Di sisi lain, Taeyeon menunggu di dalam mobil seraya mencari sesuatu di ponselnya. Pandangannya serius beberapa menit sebelum akhirnya ia tersenyum. “Tanpa menunggu Mark sadar, aku lebih menyukai cara ini”, ucapnya pada diri sendiri sebelum akhirnya mengirimkan sebuah perintah pada seseorang.

.

Aku menemukan yang kau cari. Tak ada yang boleh menghalangi rencana kita. Habisi mereka!

.

.

.

“APA YANG KAU LAKUKAN?”, teriak seorang pria paruh baya saat melihat semua karyawannya di lantai 5 tak sadarkan diri.

.

“Memberi mereka racun yang akan membuat mereka tidak akan bisa bernafas lagi dalam hitungan 10 menit”

.

“KAU?? KAU PEMBUNUH!!”

.

Yoong hanya tertawa mendengarnya. “Aku lebih senang menghabisi para pengacau seperti kalian yang sudah menyengsarakan rakyat. Bukan begitu, Tuan Lee dari Partai Kerakyatan?”

.

Pria itu menelan ludahnya saat melihat senyuman mengerikan dari Yoong. Bagaimana bisa ada orang yang bisa mengatakan hal itu dengan mudah. “Bi—Bicara apa kau?”

.

“Kuberi waktu 10 detik untuk berpikir, apa kau mau mengikuti permainanku atau kau akan berakhir dengan rasa malu?”

.

“1”, Yoong memulai hitungannya.

.

“A—Apa maksudmu?”

.

“10… waktumu habis Tuan terhormat”

.

Yoong bergerak cepat dan menusukkan sebuah jarum suntik di leher Tuan Lee. Dalam hitungan tiga detik, pria paruh baya tak sadarkan diri. Yoong tersenyum smirk “Pekerjaan yang mudah, mari kita liat reaksi masyarakat”, ucapnya lagi.

.

Yoong membawa Tuan Lee ke atas pundaknya lalu menggunakan lift menuju lantai paling atas sebelum akhirnya menaiki satu tangga ke rooftop. Ia meletakkan tubuh itu di sebuah kursi dan mengikat tubuh Tuan Lee.

.

Selesai dengan tugasnya, Yoong meletakkan sebuah handycam dan mengarahkannya ke pemimpin Partai Kerakyatan itu. Kemudian Yoong berjalan ke arah pagar pembatas dan melihat seutas tali menyambung ke arah gedung sebelah. Dari seberang gedung seseorang sudah menunggunya.

.

“Huft, aku benci ketinggian”, gumamnya sesaat sebelum mengambil potongan kayu.

.

Yoong naik ke pagar pembatas dan menggunakan keahliaannya bermain skateboard. Ia meluncur menyebrangi gedung dengan tenang. Saat hampir mendekati gedung sebelah, sebuah ledakan terjadi di lantai 5 dan asap mulai keluar dari arah sana.

.

“Permainan yang sebenarnya baru dimulai”, ia tersenyum saat tiba di sebelah gedung.

.

.

.

Keadaan gedung Partai Kerakyatan dilanda kepanikan besar. Ledakan menyebabkan kaca-kaca gedung pecah dan menewaskan orang-orang yang berada di lantai 5 meskipun sebenarnya mereka semua sudah tewas karena racun yang diberikan oleh Yoong.

.

Mobil-mobil polisi dan ambulan mulai memenuhi sekitar gedung. Taeyeon tersenyum dengan apa yang ia lihat tak terlalu jauh dari mobilnya terparkir. “Kerja bagus, Yoong”, ujarnya. Taeyeon segera menjalankan rencana berikutnya dengan menghubungi Sunny.

.

“Giliranmu, Sunny-ah”

.

“Okay Taeng! Perintah dilaksanakan”

.

Taeyeon mematikan sambungan telponnya dan memandang ke arah gedung. Merasa puas, ia menyalakan mesin mobil dan segera meninggalkan gedung itu dengan senyuman yang tak bisa diartikan.

.

.

.

***

.

.

Keduanya saling menatap tanpa mengatakan satu kalimatpun. Tatapan namja itu terlihat lebih sendu sedangkan sang yeoja menatapnya dengan datar. Diantar mereka, tergeletak sebuah mayat yang baru saja mengalami tusukan parah. Dan pelakunya adalah yeoja berambut cokelat keemasan itu.

.

“Taeng mengubah keputusannya. Dia tidak ingin menunggu Mark sadar karena itu akan membuang waktu. Aku harus menghabisi pengkhianat di tim ini. Apa ada yang ingin kau katakan, Youngi?”

.

Sooyoung berusaha menahan kekesalan sekaligus amarahnya. Ia tak dapat berbuat banyak. Bukti yang baru saja Jessica dapatkan dari Taeyeon sudah menjawab semuanya. Namja yang tak bernyawa di depannya ini adalah salah satu pengkhianatnya dan satu pengkhianat lagi ada di balik pintu apartemen ini.

.

“Aku tak bisa membantah perintahmu, bos”, Sooyoung membungkuk memberi hormat pada Jessica. Ia lalu memilih menekan bel apartemen dan bersiap menerima apapun yang akan terjadi.

.

Jessica sedikit menjauh saat Sooyoung menekal bel apartmen. Tak berapa lama, seseorang menyahutnya. Langkah kaki seseorang dari dalam apartemen semakin mendekat.

.

Ceklek..

.

.

Pintu terbuka dan munculnya sosok namja dengan handuk dilehernya seperti ia baru selesai mandi. Saat ia membuka pintu apartemennya lebih lebar lagi ia terkejut melihat rekannya terbunuh.

.

Belum sempat ia bereaksi untuk menutup pintu, Jessica sudah bergerak masuk dan mendorong tubuhnya ke dinding lalu menusukkan pisaunya tepat di jantung namja itu. Sooyoung langsung menutup matanya karena tak kuasa melihat kejadian itu.

.

“Hy—Hyung”, lirih namja itu dan tangannya terangkat dengan pelan ke arah Sooyoung. Ia meminta pertolongan dari Sooyoung namun Sooyoung hanya diam di tempat.

.

ARRGGHH! Jessica semakin memperdalam tusukannya. Sooyoung berusaha sekuat mungkin untuk menahan sakit hatinya mendengar hal ini.

.

.

Aku tahu dia satu-satunya keluarga yang kau punya, Youngi. Tapi ingatlah, bahwa keluarga tak pernah berkhianat. Jika ia melakukannya, berarti dia sudah bukan bagian dari kita, bukan keluarga kita dan bukan bagian dari butterfly.

.

Perkataan Jessica membuat Sooyoung tak bisa membela. Inilah kehidupan Butterfly, sekali berkhianat, tak akan termaafkan.

.

“Hy—Hyung…..to…to..long.. ak…u”

.

Sooyoung menahan airmatanya lalu membalikkan tubuhnya. Teriakan panjang dari namja itu menandakan bahwa Jessica telah menghabisinya dan membuatnya tak bernafas lagi. Suara tubuh seseorang tergeletak dapat Sooyoung dengar. Jessica menepuk pundaknya.

.

“Tak ada pemakaman yang layak untuk seorang pengkhianat. Ini pesan dari Taeyeon” Jessica melangkah pergi dan mulai berjalan menjauh.

.

Sooyoung membalikkan badannya melihat kedua namja tak bernyawa lagi. Namun pandangannya tertuju pada namja yang terbaring di depan pintu apartemen. Ia mendekati namja itu dan mengambil kalung yang dipakai.

.

“Mianhe”, Setelah mengucapkan itu, Sooyoung melangkah pergi dan menyusul Jessica.

.

.

.

Sepanjang perjalanan, keduanya diliputi keheningan sebelum akhirnya Jessica yang memecahkannya. “Kau partner terbaikku, Youngi. Kuharap kau masih berjalan di jalan yang sama denganku dan juga butterfly”

.

“Aku tahu dan jalanku masih sama denganmu”

.

“Kau boleh membenciku karena membunuh James, adikmu sekaligus orang kepercayaan Sunny”

.

Sooyoung menggeleng dan tatapannya masih fokus melihat jalanan. “Dia pantas menerimanya karena pengkhianatan ini”, jelas Sooyoung masih dengan suara sendunya.

.

Jessica menoleh ke arahnya lalu menggenggam tangan Sooyoung dengan lembut. Kemarahan sudah mereda. “Yoong dan Sunny telah menyelesaikan tugasnya. Kita akan bertemu dengan mereka dan juga Taeyeon di markas baru”

.

“Hmmm, siap laksanakan Bos”

.

.

.

—————————-

.

“Syukurlah kau sudah sadar”

.

Tiffany membukanya matanya agar lebih jelas memandang ke arah sekeliling. Seorang wanita muda duduk di samping tempat tidur dan tersenyum menyapanya.

.

“Di—dimana aku?”

.

“Kau ada di rumahku. Taeyeon yang mengantarmu kesini dan kau tertidur selama 2 hari. Dokter mengatakan kau mengalami shock yang cukup berat hingga menahan kesadaranmu”, ujarnya.

.

Tak berapa lama, Tiffany kembali mengingat kejadian yang menimpanya. Bayangan menakutkan itu kembali menghantuinya. Melihat tubuh Tiffany mulai berkeringat lagi, Jieun memberikannya minuman.

.

“Tenanglah, apapun yang menimpamu jangan khawatir. Kau berada di tempat yang aman”, jelasnya seraya menenangkan Tiffany.

.

“Terima kasih. Tapi dimana Taeyeon dan siapa kau?”

.

“Taeyeon kembali ke Seoul dan kau bisa memanggilku Jieun”

.

“Sekali lagi, terima kasih Jieun-ssi. Tapi aku harus kembali ke Seoul juga. Ada seusatu yang harus aku kerjakan”, Tiffany hendak turun dari tempat tidur namun Jieun menahannya.

.

“Kau tidak boleh kemanapun Tiffany-ssi. Taeyeon mengatakan padaku bahwa keselamatanmu dalam bahaya”

.

Gerakan Tiffany terhenti saat mendengar suara televisi yang ada di kamar ini sedang menyiarkan berita.

.

.

Siang ini seorang pria tak dikenal masuk ke gedung Partai Kerakyatan dan diduga membunuh semua karyawan yang merupakan anggota partai yang berada di lantai 5. Ledakan yang terjadi memicu kerusakan yang cukup parah. Namun yang lebih mengejutkan adalah ditemukannya pemimpin Partai Mr.Lee Kanggun yang terikat di kursi dan berada di rooftop. Ada sebuah kertas yang melekat ditubuhnya dengan tulisan “Kami Partai Yang Menggunakan Uang Rakyat Untuk Bersenang-senang”. Selain itu juga, sebuah handycam yang menunjukkan bahwa anggota partai dan tak lupa pemimpinnya tengah berpesta di sebuah diskotik mewah di kawasan Gangnam.

.

.

Beberapa saat kemudian, peliput berita mewawancarai seorang letnan muda yang Tiffany kenal. Siapa lagi jika bukan Lieutenant Juhyun. Tanpa Tiffany tahu, Jieun juga cukup terkejut dengan berita ini terlebih adanya Juhyun yang menangani kasus.

.
“Aku harus kembali ke Seoul”

 

.

Tiffany bergegas berdiri dan tak menghiraukan teriakan Jieun yang berusaha menghentikannya. Jieun yang berlari mengejar Tiffany pun kehilangan jejaknya saat Tiffany berhasil mencegah taksi beberapa detik sebelum Jieun tiba di tempatnya. Jieun segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Taeyeon perihal mengenai ini.

.

.

.

.

***

.

.

“Dewan kehormatan untuk penyelidikan kasus korupsi sudah menjalankan tugasnya. Partai Kerakyatan terancam kehilangan kepercayaan dari publik dan jika mereka terbukti bersalah maka hukum siap menjerat para oknum yang terlibat”

.

Penjelasan asistennya membuat pria yang baru saja menikmati santainya menjadi terusik. “Brengsek! Siapa yang melakukan ini?”

.

“Kami sedang mencarinya, Tuan. Tapi besar kemungkinan adalah Butterfly”

.

Pria itu menggebrak meja dengan sangat keras. “Bagaimana bisa kerja kalian tidak becus. Mereka sudah hancur dan sekarang mereka melakukan hal ini? Omong kosong”

.

“Ciri-ciri orang yang menyerang gedung partai sama dengan orang yang terlibat dalam penyerangan di rumah PM Hwang”

.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Putuskan segera koneksi dengan Partai Kerakyatan dan jangan sampai kita terlibat dalam masalah ini”

.

“Baik Tuan. Apa ada yang anda perlukan lagi?”

.

“Siapkan rapat besar dengan 3 partai pendukung yang tersisa. Kita harus segera membungkam kelompok liar itu”

.

“Baik Tuan”

.

.

.

———————–

.

“Wine?” tawar Yoong pada Sooyoung yang masih tampak diam sepulang dari apartemen adiknya.

.

“No, thanks Yoong”

.

Yoong mengangguk menerima penolakan Sooyoung. Sunny yang berada di sana juga tak dapat berbuat banyak untuk menenangkan perasaan Sooyoung karena ia juga kehilangan James sebagai orang kepercayaannya.

.

Penyelidikan Yoong diperkuat oleh orang yang Taeyeon perintahkan untuk segera menangkap pengkhianat. Meskipun Sunny terekam dalam cctv itu, namun ia bersih dari tuduhan karena penyerangan terjadi 30 menit setelah Sunny menemui Mark dan sebelum ia menjalankan tugas dari Taeyeon. Dan ia tak menyangka jika James dan rekan anak buahnya melakukan penyerangan itu.

.

“Hey”

.

“Hmmm”

.

“Sebaiknya kau beristirahat, Young. Kau dan Sica akan melaksanakan rencana malam ini”, pinta Sunny.

.

“Aku baik-baik saja, sayang”, Sooyoung membawanya ke dalam pelukan. Memeluk Sunny mungkin salah satu cara untuk menghilangkan kekecewaannya pada sang adik yang telah berkhianat.

.

“Jangan membencinya, James tetap adikmu”

.

“Hmm aku tahu”

.
Yoong yang berada tak jauh dari pasangan itu merasa kasihan dengan Sooyoung. Biar bagaimanapun, rasanya kehilangan keluarga memang akan sangat menyakitkan. Dengan cara apapun itu tetap meninggalkan luka.

.

.

.

“Kau sudah menghabisinya?”, tanya Taeyeon seraya duduk disamping Jessica.

.

“Hmm… Dan Sooyoung menyaksikannya”

.

“Kuharap Sooyoung akan tetap bekerja dengan baik malam ini”

.

“Tenang saja Taeng. Aku mempercayai kinerja Sooyoung. Bahkan jika ia berniat membunuhku karena hal ini, dia tak akan melakukannya”

.

“Yeah, i know. Kau mengenal Sooyoung lebih dari siapapun”

.

“Kau terdengar cemburu, Yuri saja tidak”

.

“YA~~ so meanie” Jessica tertawa melihat Taeyeon yang terlihat cemberut dan kesal karena ucapannya.

.

Beberapa menit kemudian, Yoong dan Sunny masuk ke dalam ruangan baru milik Taeyeon. Setelah penyerangan markas mereka, Taeyeon memutuskan membawa anggotanya yang tersisa dengan membeli diskotik baru yang berada di pinggiran kota. Untuk menghindari kecurigaan, ia sengaja membeli diskotik yang sederhana agar keberadaan mereka tak diketahui.

.

“Membosankan. Pengunjung masih sedikit”, keluh Yoong.

.

“Kita baru dua hari disini Yoong, bersabarlah”, ucap Jessica.

.

Taeyeon tampak berpikir sebelum akhirnya bersuara. “Aku punya pekerjaan untukmu dan Sunny. Kupikir kalian cocok untuk membentuk tim”

.

“Apa itu Hyung?”

.

Taeyeon menyerahkan sebuah alamat kepada Yoong dan Sunny. “Ini salah satu tempat penyimpanan uang milik pemimpin Partai Liberal. Kalian bisa mengosongkan uangnya saat Sooyoung dan Sica beraksi nanti malam. Tolong sisakan untuk Jieun, besok aku akan menemuinya”

.

“Terdengar sangat menarik”

.

Yoong mengangguk menyetujui ucapan Sunny. “Noona, kali ini kita akan bekerja sama dalam satu tim. Mohon bantuannya”

.

“Tenang saja Yoong, kau bisa mengandalkanku dan aku mengandalkanmu”

.

“Baiklah kalo begitu, kami pergi dulu Hyung, Noona”, pamit Yoong pada Jessica dan Taeyeon.

.

“Youngi sedang beristirahat, Sica. Dia butuh waktu”

.

“Aku tahu. Berhati-hatilah. Jaga diri kalian”

.

“Eoh, kami pergi dulu”

.

Kini tinggal Taeyeon dan Jessica yang tersisa. “Bagaimana dengan Tiffany?” tanya Jessica.

.

“Mengenai itu, Jieun mengatakan bahwa ia sudah kembali ke Seoul. Sepertinya dia sudah mulai mencurigaiku karena aku berniat membawanya ke markas tempo hari. Tidak kusangka penyerangan markas dan ledakan mobilnya membawa sedikit keuntungan untuk kita”.

.

“Dia seorang pengacara handal. Kurasa dia akan segera mengetahuinya, Taeng”

.

“Yeah, dan itu yang kuharapkan. Sekarang giliranmu di Partai Sosialis, Sica”

.

“Tentu saja. Serahkan padaku, ini saatnya kita menyerang mereka secara terbuka”

.

Keduanya saling melempar senyum. Its SHOWTIME.

.

.

.

***

.

.

Setiba di apartemennya, Tiffany kembali sibuk dengan laptop dan data-data yang ia dapatkan di dalam tasnya. Ia sudah menghubungi Juhyun untuk menemuinya dan membicarakan bukti baru yang ia dapat.

.

Namun saat menyelidiki data, pikiran Tiffany tak berhenti memikirkan Taeyeon. Setelah kejadian ledakan itu, ia merasa ada yang janggal pada diri Taeyeon. Tiba-tiba ia merasa Taeyeon sangat misterius dan bukanlah seorang mahasiswa sembarangan.

.

Tiffany menjentikkan jarinya saat ia baru mengingat sesuatu. Dugaannya diperkuat saat Taeyeon terlihat emosi melihat sebuah gedung yang rusak berantakan dan akhirnya Taeyeon membatalkan untuk menuju gedung itu. Tiffany segera mencari berita tentang kerusakan gedung tiga hari lalu.

.

“Ada empat gedung yang mengalami kerusakan di hari yang sama, tapi gedung itu berada di kota berarti…..”

.

Tangan Tiffany berhenti saat ia menemukan satu gedung yang dimaksud. Tiffany mengarahkan kursor ke arah link yang berkaitan dengan gedung itu dan membaca headline yang tertera.

.

Sebuah diskotik dan penginapan yang berada dalam satu gedung mengalami kerusakan parah. Penyebab kerusakan ini masih diselidiki dan hingga saat ini pemilik diskotik diskotik berada dalam pemeriksaan polisi.

.

“Kenapa Taeyeon terlihat marah saat itu?”, pikir Tiffany saat membaca berita tersebut.

.

Belum sempat ia berpikir lagi, suara bel apartemen menyadarkannya. Ia bergegas melihat dan mendapati Letnan Juhyun dengan pakaian lengkapnya. “Silahkan masuk, Hyuni”, ucapnya.

.

Tiffany tak membuang waktu, ia segera menunjukkan bukti-bukti yang baru saja ia dapat kepada Juhyun.

.

“Aku menemukan usb ini di dalam tas dan tidak tahu siapa yang meletakkan ini. Dan lagi, aku mengenal seseorang akhir-akhir ini. Dialah yang menyelamatkanku saat mobilku meledak” jelasnya.

.

“Siapa dia, Unni?”

.

“Seorang mahasiswa yang bekerja part time dengan salah satu anggota Partai Sosialis. Tapi sepertinya ada yang janggal”

.
“Apa itu?”

.

Tiffany tampak mencari sesuatu di dalam lacinya dan ia menemukan kalung yang terbungkus rapi di dalam plastik. “Aku menemukan ini di tubuh salah satu kelompok yang menyerang Rumah Sakit tempat PM Hwang berada”

.

Juhyun mengambil kalung itu dan melihatnya. “Kupu-kupu?”, tanyanya bingung.

.

“Kurasa ini lambang kelompok mereka atau semacamnya”, jelas Tiffany lagi. “Tapi….”, ucapannya terhenti saat mengingat sesuatu lagi. “Aku melihat gambar yang sama dipergelangan tangannya, di tangan namja ini”

.

Tiffany terdiam dan memikirkan sesuatu begitu pula dengan Juhyun. Mendengar penjelasan Tiffany, ia ikut melihat bukti-bukti baru dan berusaha mencari tahu.

.

“Nyawamu dalam bahaya, Unni. Ada yang mengincarmu”

.

Kalimat Juhyun jelas membuat Tiffany tersentak. Dua orang sudah mengatakan hal yang sama, Taeyeon dan kini Juhyun. Tapi, Tiffany merasa ada yang tidak beres dengan Taeyeon. Namun ia belum menemukan apapun.

.

“Juhyun-ah, bisakah kau meretas usb ini milik siapa?”

.

“Aku akan meminta timku untuk memeriksanya”

.

“Tolong temukan segera. Aku harus meyakinkan sesuatu. Aku mohon bantuanmu”, ucap Tiffany.

.

Juhyun menggenggam tangan Tiffany agar berjabat tangan dengannya. “Mari kita bekerja sama dengan baik, Unni”

.

“Terima kasih Juhyun-ah, terima kasih”, ucap Tiffany dengan senang dan Juhyun membalasnya dengan tersenyum.

.

.

.

——————–

.

.

“Kelompok liar itu berulah lagi. Kita harus lebih waspada”, jelas Taecyeon selaku pemimpin dari Partai Republik yang menjadi pemimpin rapat malam ini.

.

Para partai pendukung PM Hwang mengadakan rapat besar dan semua anggota eksekutif hadir beserta asistennya. Jessica tampak tenang saat mendengarkan ucapan itu. Sesekali ia mengulum senyumnya.

.

“Bagaimana dengan Partai Kerakyatan?”, tanya salah satu anggota.

.

“Lupakan mereka. Kita jangan sampai terlibat karena kasus yang menimpa Partai mereka saat ini”, jelas Taecyeon. “Ini akan sangat berbahaya untuk koalisi kita. Hingga kondisi PM Hwang membaik, kita harus lebih waspada”

.

“Bagaimana dengan kepolisian dan pengacara yang terlibat? Kudengar ada polisi yang tidak bisa bekerja sama dengan kita dan pengacara yang bernama Tiffany sepertinya cukup sulit untuk kita kendalikan”

.

Taecyeon dan semua mata beralih ke arah Jessica. Ya, ia yang baru saja mengatakan hal itu.

.

“Kita sudah mengendalikan polisi yang berada di jajaran atas, tidak ada yang bisa membantah perintah. Untuk masalah pengacara, kita memang memiliki penghalang dan itu adalah orang yang baru saja disebutkan”, jelas Taecyeon.

.

“Asistenku sudah menceritakannya. Lalu apa yang akan anda lakukan, Mr. Ok?”, kali ini giliran atasan Jessica, yaitu Mr. Park dari Partai Sosialis.

.

“Masalah itu biar saya yang mengurusnya, Tuan Park. Secepatnya pengacara Hwang tidak akan terlibat dalam kasus ini. Dia terlalu bersih dan tidak mudah disuap”

.

Tuan Park mengangguk menyetujuinya. Di sisi lain, Jessica ternyata mengaktifkan ponselnya dan tersambung panggilan pada seseorang. Apa kau mendengarnya, Taeng?

.

Rapat berjalan dengan baik. Para anggota sudah merencanakan langkah-langkah yang akan mereka tempuh untuk melindungi privasi partai. Namun sesuatu mengejutkan semua yang berada disana.

.

Bruk..

.

Beberapa anggota partai terjatuh dari kursi dan dari mulutnya keluar buih-buih putih setelah meminum wine yang baru saja disajikan. Mata Taecyeon langsung mengarah kepada namja yang beberapa saat lalu mengantarkan minuman.

.

“Tangkap dia” perintahnya pada para bodyguard.

.

Namja itu membalikkan badannya dan menembak ke arah bodyguard yang berlari ke arahnya. Suasana rapat menjadi kacau dan para bodyguard dari masing-masing pemimpin segera mengamankan atasannya.

.

“Selamat menikmati hari kalian”, ejek namja itu dan segera melarikan diri. Jessica yang melihatnya, hanya tertawa dalam hati melihat kelakuan namja itu yang tak lain adalah Sooyoung.

.

Salah satu dari anggota segera mengambil ponselnya dan menghubungi ambulans. Taecyeon memerintahkan asistennya untuk mengecek keadaan anggota partai yang terkena racun. “Mereka semua tewas, Tuan”

.

Semua anggota terkejut dan menunjukkan wajah tak senang mereka. “Kita harus bertindak lebih ekstrim lagi untuk menghentikan kelompok liar itu. Jika seperti ini, mereka bisa merusak rencana”, ujar pemimpin dari partai Liberal, Jang Woohyun dan semua yang tersisa mengangguk setuju.

.

Tiba-tiba seseorang mendekatinya dan menyerahkan ponsel miliknya. Wajah Mr. Jang berubah drastis saat mendengar laporan dari orangnya. “APA?? Cepat temukan mereka!” ucapnya sambil berteriak marah.

.

“Kelompok itu baru saja merampok uangku”, ujar Mr. Jang. Ia segera pamit dan meninggalkan ruangan.

.

“Mari Tuan, sebaiknya kita pulang juga”, jelas Jessica pada atasannya.

.

Mr. Park mengangguk dan memberi tanda pada para anggota partainya untuk meninggalkan ruangan. “Jalankan rencana yang sudah disetujui koalisi”, Taecyeon mengangguk seraya memberi hormat pada pria paruh baya itu.

.

.

.

.

~~~~~~

.

“Mungkin Tuhan akan sulit mengampuni perbuatanku hari ini, Noona”, ucap Yoong menatap sebuah rumah yang baru saja meledak. Siang tadi ia meledakkan gedung Partai Kerakyatan dan sekarang ia meledakkan salah satu rumah yang milik pemimpin Partai Liberal.

.

Sebelum mengambil semua uang Mr. Jang dari dalam rumah, Yoong sudah mengotak-ngatik aliran listrik rumah itu agar mengalami gangguan. Percikan api sedikit demi sedikit mulai terlihat.

.

“Tapi Tuhan mengerti kenapa kita melakukannya, Yoong”

.

“Hmmm, kuharap begitu”

.

.

.

***

.

.

Suasana bandara Incheon tampak cukup ramai walau waktu menunjukkan pukul 01.00 KST. Seorang namja bertubuh atletis baru saja keluar dan disambut oleh pria yang lebih tua.

.

“Selamat datang, nak. Selamat untuk kemenanganmu. Appa bangga padamu”, ucap Mr. Kwon pada Yuri.

.

“Ini semua berkat dukungan serta doa Appa dan Umma”, jelas Yuri. Dan juga Sica beserta kedua putriku. Lanjutnya dalam hati.

.

Yuri mendorong kopernya diikuti sang Appa. Mereka berjalan sambil membicarakan turnamen yang baru saja Yuri lakukan. Banyak cerita yang ia bagikan kepada Appanya, mulai dari kekuatan lawannya hingga negara-negara yang berpartisipasi.

.

Sesampai di parkiran, Yuri terlihat bingung karena ia tak melihat mobil Appanya melainkan ada seorang pria yang menyambut mereka dan mempersilahkan masuk. Sepanjang berjalanan, Yuri dipenuhi tanya tanya namun sang Appa menjawab bahwa mereka akan bertemu seseorang.

.

“Tenang saja Yul, beliau merupakan teman dekat Appa. Dia memiliki pengaruh di Seoul dan bisa membantumu untuk mendapatkan link yang lebih baik lagi”

.

Yuri hanya bisa diam tak berkomentar. Ia selalu malas untuk membicarakan hal ini terlebih ia tak ingin berdebat dengan sang Appa. Setelah beberapa saat kemudian, mobil yang membawa mereka memasuki halaman luas dari sebuah rumah layaknya istana.

.

Saat mobil berjalan masuk, dari arah berlawanan Yuri dapat melihat sebuah mobil bmw bergerak ke arah mereka dan keluar. Yuri langsung menolehkan kepalanya melihat mobil itu namun ia terlambat melihat plat mobilnya.

.

“Terasa familiar” batin Yuri.

.

“Yul ayo, kita sudah sampai”, suara Appanya membuat Yuri tersadar dari pikirannya.

.

Ia mengikuti sang Appa masuk dan dapat melihat betapa megahnya rumah ini. Meskipun rumahnya dan Jessica seperti istana, tapi ini jauh lebih menakjubkan. Beberapa pelayan memberi hormat pada keduanya dan mempersilahkan masuk.

.

Seorang pria yang merupaka butler pun mengantarkan Yuri dan Appanya menemui teman Mr. Kwon.

.

“Appa benar-benar mengenal pemiliki rumah ini?”, tanya Yuri yang masih dibuat kagum dengan design rumahnya.

.

“Dia kenalan Appa sewaktu Appa menjadi atlet. Dia salah satu politikus yang memiliki link banyak dan mempunyai beberapa sponsor untuk bisa mendanai kegiatan atletikmu, Yul. Dulu dia mensponsori Appa”

.

Yuri mengangguk mengerti dengan maksud Appanya. Tak lama, suara sang butler menyadarkan mereka bahwa keduanya telah sampai di ruang kerja politikus tersebut. “Silahkan masuk, Tuan sudah menunggu anda”, ucapnya sopan.

.

Mr. Kwon dan Yuri membungkuk mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya masuk ke dalam.

.

“Oh, Mr. Kwon. Lama tak berjumpa denganmu, huh?”

.

Seseorang yang tak jauh usianya dengan Mr. Kwon menyambutnya dengan akrab dan Mr. Kwon menerima pelukan itu dengan senang hati. Pandangan pria itu beralih pada Yuri yang berdiri di belakang Ayahnya.

.

“Dia putraku yang pernah kuceritakan. Dia baru saja pulang dari Rusia dan memenangkan turnamen disana”

.

“Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, ucap orang itu.

.

Yuri membungkuk memberi salam sejenak sebelum mengulurkan tangannya.

.

“Salam kenal, Tuan. Saya Kwon Yuri”

.

“Senang bertemu denganmu Yuri. Saya Park Haesu, pimpinan dari Partai Sosialis”

.

.

.

.

.

TBC

——————————

Hai Hai ^^

Long time no see, Butterfly.

Sekarang resmi gak ada moment sweet ya. Kekekeke. Soalnya udah masuk ke bagian aksi.

Kenapa bukan Sunny pengkhianatnya? Jawabannya gampang. Karena Jessica, Taeyeon, Sunny, dan Yoong itulah yang membentuk kelompok ini dari awal. Ingat lagi di Part-Part awal. Jadi nggak mungkin Sunny pengkhianatnya. XD

Next chap bakal update Butterfly lagi karena RAIN sama The Heirs akan Tamat. Jadi urutan update berubah “Butterfly”, “The Heirs”, “RAIN”, setelah itu FF BARU. YEAY

.

NOTE: Bagi yang belum bisa nemuin PW RAIN, berusahalah. ^^ Buat READER BARU ATAU SIDERS TOBAT, ikutin aturan main. Tolong jangan seenaknya minta bantuan gue. Reader gue aja pada berusaha. ^^

.

Udah ah cuap-cuapnya. Kepanjangan XD

See you, annyeong!

.

.

by: J418

.

*bow*

179 thoughts on “BUTTERFLY (8)”

  1. Ahahahahaa makin seruu nihhh
    Wkakakakkaa
    Kcau fany curiga sma tae tuh
    Wkwkwk
    Trnyta adik sooyoung penghianat nya
    Lanjut thorr wkwk
    Mslh pw lom pecah 😂😂
    Tpi lgii usahaa
    Wooohoo

    Like

  2. hhhmmm, nih author emng keren, mengarahkan seseorang seolah2 dia yg jadi tersangkanya,eehhh ternyata itu cuma tipuan aja, salah semua deh tebakan para reader kalo sunny yg jadi pengkhianat nya.yg diliat yul
    itu mobil nya sica ya je? kalo tuan park ini jahat juga sih je? kyk nya si taecyeon sangat melindungi pm hwang ya, pasti hubungan nya jg deket secara dulu tiff prnh panggil taec oppa.part ini aku ga ketemu sm baby krys n irene, kangen nih

    Like

    1. wkwkkwkw gue banget ya din. authornya emang nyebelin. suka bikin orang suudzon sama cast lain XD
      yups, kalo yang ini pasti gak perlu tebak2an. Udah ketebak pasti, mobil siapa yang dilihat Yuri.
      Baby Irene sama Krys, liburan dulu ya

      Like

  3. serius makin seru 😀 makin geregetan wkwk
    kasian soo tp salah james sih siapa suruh berhianat, tiff mulai tanda tanya sama taeng.
    jgn bilang park haesu itu atasannya jes? wowo
    oh buat pw rain masih 2 lg yg mendatar blm ketebak -,- wkwk tenang bakal berusaha kok 😀
    kay~ see u in next update author J 😀

    Like

  4. Hallo,,, jeje author ku sayang,, hehee chap ini moment yulsic nya gk ada kn udah mulai masuk bagian aksi, tp moga chap selanjut nya ada,,, tapi itu yg bagian akhir mencurigakan alasan nya appa yuri kenalin yuri sm temen nya appa kwon, jangan2 yuri mo di jodoh kan lg

    Like

  5. Gw udah nyanka sunny bukan pengkhianat nya je. Emang td nya gw jg curiga sma sunny tp Lo kan emang sering bikin orang curiga sma stu orang tp ujung2 nya malah yg g d sangka2 yg pengkhianat nya. Hehe…
    Fany dah mulai curiga tuh sma tae, tp knp tae malah pengen fany curiga ya?
    Wah bakalan sica bakalan serba salah dong klu mau ngehabisi mr park, klu dia tau yg mau jd sponsor nya yul i tu mr park…

    Like

    1. hahahhaha lo mengerti gue banget ya ^^ syukurlah lo gak nuduh Sunny. Mereka kan dari awal barengannya. jadi gak mungkin berkhianat. XD
      nah taeng ada alasan tuh kenapa kayak gitu. tggu aja ^^

      Like

  6. Moment taeny nya mana Thor? Kok ga ada.
    Yang di bunuh sama jessica itu james sama siapa?
    Iiss Tae, fany udh mulai curiga tuh. Fany bakal benci ga ya sama Tae, kalau tau Tae itu siapa. Hmhmhm lanjut Thor 👍

    Like

  7. Wahhh itu yang terakhir partai sosialis yang di dateng yuri bukannya partai bernaung nya jessica juga ya thor? Terus mobil yang di liat yuri mobil jessi kah? Makin brutal makin liar makin makin aja lah ini mah ff wkwkwkwk. Clue pw saya lupa Thor ntr baca lagi lah wehehehe

    Like

  8. Okeww makin ga sabar nunggu lanjutanya akhirnya terbukti bkan sunny yg berkhianat juga nunggu lanjutanya semangat author

    Like

  9. huhuhuh…more action..no sweet moments..nsib baik bkn sunny yg khianatnya..why mr kwon knlkn yul nge tuan park ?? yuls bakal trlibat ke ?? gak sabar tnggu lnjutnnya..fighting thor..aduuhhh RAIN aku belum baca lgi..

    Like

  10. yuhuuu update,dan gue seneng sunny bukan pengkhianat ,jadi pengkhianat nya adik soo toh gue pikir soo sebatang kara disini.Sumpah ya ini kelompok sangat mengerikan cuma modal 5 orang udah bisa ngancurin gedung rumah bunuh orang sama curi orang ckckck itu makanannya apaan sampai bisa sehebat itu 😀 nah lo yuri berhubungan dengan partai sosialis gue jadi takut dengan hubungan yulsic nantinya,dan gue masih dilanda rasa penasaran dengan masa kelang taengsic berasa terlalu kelam lah sampai segini dendamnya
    and gpp banyak action gue suka kok

    Like

  11. Ihhh, yoong kelakuan dork benci dgn ketinggian tp aksi nya keren banget 😂😄 dia,emg pantas js kprcayaan di bagian meracik bom,pa lg soal meracuni mgkn paling jago nya ye😂😊 yoong dh buat aksi cool 2x kyk y lg suka bermain ledak ledakkan nih si yoong 😂
    Sadis bener jessica kalo dah main dgn senjata tajam.youngi nya kasian😢 ntah pa sih si james jd pengkhianat,kn jd gitu nasib nya mati kyk ayam dibuat 😔 youngi nya jgn sedih anggota butterfly itu pun keluargamu skrg.(sadis bayangi acyion jessica pembunuh berdarah dingin ) 😂😂😂

    Woaa,tiff mulai curiga dgn taeyeon.😯 Je mobil yg dilihat yuri itu apa mobil nya sica ?! di landa penasaran terus nih lo buat Je,😄😆 fighting je action” mereka lo buat bener” daebak😁

    Like

      1. bagus jg kalo di curigai kan makin seru 😂
        je luar binasa bener partai mafia pemakan uang rakyat nya,dan skrg dh nyahok tuh mrka 😂😂 duit dh di bobol yoong dan sunny 😄 hmm bagi cincai deh buat beli gorengan 😄

        Like

  12. Butterfly beraksi…tumpas tu partai yg makan duit rakyat😠😀 (berasakampanye😄)
    kira2 fany marah nggak tu klu tau tae anggota butterfly??
    moga2 soo nggak jd penghianat jg krn adiknya..
    kira2 mobil sp tu??

    Like

  13. Tiffany mulai curiga… sooyoung kasihan babget dikhianati dengan adiknya sendiri… lanjut author dan please jangan protek cukup sekali mataku keseleo jangan kedua kalinya…
    yang satu laginya itu pr…ya ya author… padahal udah banyak ngasih klue aku tetap enggak ngeh… sorry author… reader mu ini rada lola wkwk

    Like

  14. akhirnya yg ditunggu2 update juga…..

    part ini bikin tegang apalagi pas sica ngebunuh adiknya sooyoung….
    tebakan gue salah deh kemarin gue kira sunny yg berkhianat…

    tiffany udah mulai curiga nih sama taeyeon moga2 fany gk ngejauh deh dari taetae klo dia tahu tae yg bikin mr.hwang maksud rumah sakit…

    gue khawatir nih sama yuri kok bapakny tiba2 ngajak ketemuah sama tuh orang jangan2 entar yul mau dijodohin lgi….

    ditunggu next chapter thor…

    Like

  15. wowwww….
    makin seru bangetttt,,,,
    kirain sunny penghianat.y….
    wowww bener2 g bs ketebakkkkk,,,
    daebak authooorrrr

    apa yuri bakal dijodohin sama sica??? asisten partai sosial,

    Like

  16. wkwkwkkw ud ngira rumah yg dikunjungi yul itu pasti salah 1 pemimpin partai. hmm dan siapa tau yul kmtu sica gr2 pemimpin partai, trus appa yul setuju sm sica XD trus trus dia ga tau ud pny 2 anak XD hahahaha
    hmm kasian soo 😦 kecewa dan sedih bgt dia. tp mau gmn lg, bahaya bgt kalo ada penghianat
    pany ud mulai curgia nih, rusak deh hubungan taeny ntar xD ato jgn2 malah mereka kerja sama ? hahahha

    Like

  17. Yaaaa tebakan gw salah… maaf ya mba sunny, saya sdh memfitnah anda… hahaha….
    Chap kali ini pure action… seru dan menegangkan… satu per satu mulai kebuka rahasianya….

    Like

  18. Its show time. Permainan baru di mulai, sekarang aksi ledakan yg banyak terjadi.
    Kita semua udah tau kalau uri sica, ice princess sangat kejam dan sadis pada musuhnya dan juga pada penghianat, tapi ga gitu juga kan harus membunuh james di depan mata syoo, yg mana dia adalah adik soyoung, aku sampai sepeechless.
    Hmmm tiffany udah mulai mencari tentang taeyeon, apa jieun mengenal juhyun?, kenapa reaksi jieun seprti dia mengenal juhyun saat melihatnya di tv.
    Mobil siapa yg di liat yuri di rumah tuan park, apa itu mobil jessica?. Apa yg akan di lakukan jessica kalau tau ternyata tuan park akan menjadi pendukung karir atlit nya yuri nantinya?. Apa sica akan tetap menghabisi tuan park atau tidak?. Hmmmm semakin seru aja, ga sabar untuk NC nya. #next chap # 😃😉

    Like

    1. Jieun kenal Juhyun???? kekekeke berarti lo kudu pelan2 bacanya biar ga kelewat. udah dibahas di 2 part sebelumnya XD
      kan sooyoung udah tau prinsipnya sica, jadi mah harus siap ngeliatnya

      Like

  19. ternyata perkiraan gw salah soal sunny
    yoong hebat satu hari aja bisa meledakkan gedung ama rumah dan entah berapa nyawa yg melayang
    tim butterfly emang gx bisa di anggap remeh oleh musuh, karena mereka lebih sadis dari lawannya klo di ganggu

    Like

  20. aduuh, lega. kirain sunny penghianatnya.
    action semua yah ini. ga da sweet2nya. jessica emang sadish, tp manis.
    ow ow, ada apa ini yul dknalin sama Mr Park. itu papasan sama mbilnya jessica ya.

    Like

  21. gue curiga fany bkal deketin tae buat cari tau semuanya
    dan tae bakal takluk gtu aja sama fany
    kejem bener sica, tak ada ampun
    next ff taeny ya thor, tapi harus yg manis2, kan disini jarang ff taeny

    Like

  22. Daebakkkk,,gw suka tim butterfly biarpun marksnya dserang ttp msh bnyak cara buat hancurin partai” yg gk bermoral haha…
    Kasian tuh fanyah gimn klo tw yg nyerang ayahnya adalh taeyoen,,psti gk akn termaafkn tuh si taengg…hufftt..
    Yoong keren bbgett..gw jg mw dungg duitnyaa ..#tepokjidat, hahaha.
    So yg berpapasan mobil dg yuri td itu psti sica kn???

    Knp yul mw di sangkut pautkn dg mslh politik sichh..?? Mnding jngan dech jeee??
    Nt sica gk bisa focus ma kerjnya…

    Well , update soon okeyy,,,gw smngat nunggu, n luh jee jg hrs smangat nuliss,,haha…

    Like

    1. hahahha gampang, jawabannya karena tim nya Taeyeon banyak duit. Markas hancur? nyantai, masih banyak gedung yang bisa doi beli. wwkkwkwk
      kalo yang itu pasti udah ketebaklah mobil siapa yang dilihat Yuri XD

      Like

  23. tuh kaaan awalnya nyangka sunny yg jadi pengkhianat, tapi mikir lagi ga mungkin, kan dia juga salah satu atasan masa iya berkhianat..
    makin keren aja thoor.. kudu pelen2 bener baca ff ini, biar nyantil di otak apa. otak guenya aja yg lemot hahaha
    waduh posisi yul kayanya bakalan susah banget ya *pelukyul*

    Like

    1. yups.. kalo ingat part-part awal pasti gak bakal nuduh Sunny. Soalnya mereka berempat udah bareng dari awal.
      emang kudu pelan, gue aja nulisnya pelan biar gak keplecok. wkwkwkkw

      Like

  24. hayoloh taeyeon tiffany udah mulai2 curiga tuh…
    ohh ternyata james toh penghianatnya, yg sabar ya sooyoung
    makin seru nih ceritanya jadi ga sabar nunggu chapter selanjutnya

    Like

  25. show time!!!
    wow… sadis tp wow…
    hmmm ppany dah mulai curiga sama keberadaan nya taeng,,,bakal epic klo ppany tau spa taeng…daaan gw penasaran gmna reaksi ppany ntar,,secara disatu sisi butterfly baik amat mau membongkar smua kebusukan partai tp kaga bgtu baik nya mreka jg killing people…
    “Mungkin Tuhan akan sulit mengampuni perbuatanku hari ini, Noona”-Yoong
    “Tapi Tuhan mengerti kenapa kita melakukannya, Yoong”-Sunny
    hahaha ntah knp gw ngakak pas bagian ini….
    u ow,,,yul bakalan di ajak ke dunia politik kah??? ato hanya sekedar mencari “bantuan”…
    apapun itu moga aja kaga bakal menjerumuskan yul dlm dunia kelam politik…

    Like

  26. . Udah minum soju , udah minum winè , udah minum kopi ttp aje kgk nemu PW RAIN nyaa -@ ya emang blm Beruntung kali ya thor . .
    . Ni Chapter Ane puas thor -/ next chap Hrus Lbh ‘muasin’ rèaders yakKk . . *smirk
    ..

    Like

  27. Aaaah makin seru dan bikin penasaran terus
    Masa takut yuri juga kena nih gara-gara appanya ngenalin ke mr park buat jadi sponsornya
    Buat pw rain msh bingung dan puter otak juga ini wakakak tapi tetep semangat buat nyarinya 😆

    Like

  28. Sbnrny pas bca ni ff gue udh ngantuk, tpi krna gue pnsrn ama critny jdi gue lnjut bca dan trnyta critny bkin mata gue melek smpe TBC muncul..
    Kereen bangt critny thor..

    Like

  29. Gak ada TAENY momment n yulsic pun GAK ada😧 tp gpp ada soony pengganti couple ter kece 😁😁😁😁.. slh nebak kn, kira sy sunny n ternyata James toh😞 adek yoongie.. SEMOGA tae gak di ketahui identitas asli sebenernya.. makin gereget sm nie ff😆😆 GOMAWO thor

    Like

  30. chap ini aga sdikit ngebosenin tp lumayn lah hihihihi btw itu pas yg trakhir tuan park yg atsan nya jessica bkn sih

    Like

  31. pagi pagi baca ini mata langsung ga sirip lagi haha =D ea full action eaaa wkwkwk cerita nya teka teki bangeeuutt.. jadi pengen baca lagi dari awal ada bagian yg ga paham, jeje nya kelamaan sih updatenya pan engga lupa haha

    cek email je 😀

    Like

  32. Kyaaaa yoong kesayangan gw kereenn binggo……
    Mkin seru aja niihhh apalgi fany mulai curiga sma tae.. tinggl nunggu wkt fany tau semua dn ga tau nasib hub taeny…
    Wow npa daddy gw mlah nyangkut2 ke partai skrang?? Jgn blang mr.kwon ikut menikmati uang partai?????? Wadoouuuuuuw
    Yaaahh itu mobil yg di liat yul psti mobil sica.. ga ketemu dehh

    Like

    1. kkkkkk kesayangan lo kak?? Kalo Yul gmana kak? XD
      nasib Taeny akan ditentukan oleh seberapa jauh Tiffany menyelidiki Taeng. hahhaa
      iya dong. pasti udah ketebak kan itu mobil siapa ^^

      Like

  33. Start action its showtime wkwkw semangat butterfly basmi habis habis partai tersebut dan jgn bilang mobil yg dilihat yul mobil butterfly yg ingin menghancurkan rumah tersebut

    Like

  34. yeah akhirnya jessi dan sooyoung beraksi lagi.
    dan jessi masih memukau saat membunuh hehe
    penasaran kalau tiffany beneran tahu tentang taeyeon yg sebenernya nah

    Like

  35. baca chap yg ini berasa nonton film ya banyak action’nya,ternyata pengkhianatnya si adeknya Soo ya gg kepikiran bgt,jangan”mobil yg diliat Yul itu pasti mobilnya Jessica #sok tau bgt
    next Thor

    Like

  36. Gw masih ngerasa takjub banget sama peran jessica di ff ini dia keren banget sumpah,
    tpi itu atasannya jessica jangan sampai punya anak perempuan bisa” dijodohin lagi sama kwon yuri klo dia punya.

    Like

  37. Tegang banget bacanya, aplg pas aunty njess nusuk adik youngi tepat di jantungnya.. anjayyy aing mpe merinding !! Sedih tp kesel jg tuh ma james yg udh brkhianat -,-
    Ngemeng” itu orng yg tergeletk dgn kalung siapa ya?? Key? o.O
    Ngakak, yoong yg ketjeh takut ma ketinggian ><
    Itu mobil aunty sica kan yg uncle yul lhat?? Psti tbakan aing udh benar, soalnya kan mr park atasnnya njess.. ciee yg penasaran ma daddy..
    Thor aing kangen ma anknya njess, kok g d mnculin sih?? -,-
    Hanya dgn 5 orang udh bsa ngancurin bangunan, bunuh org, curi uang.. wew power rangers wkwkwkw

    Like

    1. anjaaayy mantap kan Jessi nusuknya. wkwkkwkwkw
      setiap manusia pasti ada kelemahan. begitu pula Yoong. ahay kkkkkk
      ya udah pasti, kalo ini mah pasti ketebak itu mobil siapa ^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s