BUTTERFLY (8)

IMG_20160419_231512

Tittle                : BUTTERFLY

Cast                 : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

Son Naeun

Im Yoona

Krystal Jung

Bae Irene

Seo Juhyun, Song Jieun, Nam Jihyun, Mark Tuan, James, and others

Genre              : Gender Bender, Action, Romance, Adult, Friendship, 18++

Credit Pic by K.Rihyo

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————–

.

.

Part 8

.

WARNING: TIDAK UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR

.

.

BUTTERFLY

  • I don’t know what it is about you, that makes me want you so badly

.

Kupu-kupu adalah simbol dari kesempurnaan hidup dimana ia melewati banyak proses sebelum menjadi begitu mengagumkan. Dia lahir dan tumbuh dengan dikuasai nafsu dan keegoisan, namun ia begitu mengagumkan sehingga banyak orang yang menginginkannya. Tapi ia tak seindah kupu-kupu pada kenyataannya. Dia akan menjadi terlalu berbahaya jika kita bermain dalam dunianya.

.

.

.

—————————–

.

“Sudah kau bereskan, Joo?”

.

“Sudah tuan. Markas mereka hancur berantakan dan beberapa anak buah mereka tewas”

.

“Lalu apa kau menemukan pemimpin mereka?”

.

Pertanyaan berikutnya membuat Joo menelan ludahnya. “Pemimpin mereka tidak ada disana, tuan”

.

.

Bugh…

.

.

Pria itu tersungkur saat sebuah kaki menendang perutnya. “Kerjamu belum becus Joo. Jika kelompok Rusia sudah habis, kau bisa mencari kelompok lain. Partaiku bisa terancam jika mereka terus menekan PM Hwang”

.

“Baik Tuan, maafkan saya. Saya akan berusaha lagi”,

.

Setelah orang kepercayaannya pergi, pria itu kembali ke ruangan kerjanya dan mendapati seseorang duduk disana.

.

“Oh, kau selamat, Key”, ucapnya tenang.

.

“F ck it! Mereka membunuh semua anak buahku”, ia terlihat kesal. “Aku kemari untuk meminta perlindungan darimu. Kau pasti bisa melakukannya”

.

Pria itu justru tertawa. “Bukankah kelompokmu adalah yang hebat di Rusia? Tapi kalian kalah dengan kelompok seperti itu” ejeknya.

.

“Apa kau bilang?”

.

Key terpancing emosi. Ia mengeluarkan pistolnya namun seseorang lebih cepat membunuhnya hingga suara tembakan terdengar. Pria itu berdiri dan menendang tubuh tak berdaya Key lalu menjatuhkan sebuah kalung di atas mayatnya. “Tidak ada lagi kelompok Rusia dalam permainan kita”, jelasnya.

.

Sang penembak menundukkan kepalanya memberi hormat. “Akan saya bereskan mayatnya, tuan”, ia pun segera pergi dari sana.

.

“Dengarkan aku, Butterfly tak akan tinggal diam. Ini saatnya perang melawan mereka. Aku tak ingin ada kata kekalahan dari kita” ucapnya pada orang itu lagi.

.

Tiba-tiba, seorang wanita masuk ke dalam ruangan dan hanya menyisakan mereka berdua. Ia mendekati pria itu. “Pengacara Hwang berhasil selamat dari bom itu dan sekarang tak ada yang mengetahui keberadaannya”

.

“Bagaimana dia bisa lolos?” Pria itu kembali geram dengan berita kegagalan timnya.

.

“Seseorang menyelamatkannya tapi mereka tak berhasil melihat si penolong. Kau bisa segera menemui PM Hwang dan melakukan rencana”, saran wanita itu.

.

“Eoh, aku akan menemuinya”

.

.

.

—————————–

.

“Bagaimana situasinya Yoong?”

.

“PM Hwang semakin dikelilingi banyak pengawal. Sepertinya mereka sudah membaca tujuan kita, Hyung”

.

“Eoh sepertinya begitu. Tapi mereka belum menyadari tujuan utama kita”, Yoong mengangguk menanggapi ucapan Taeyeon. “Sekarang lakukan rencana yang sudah kita bicarakan, Yoong”

.

“Baik, Hyung. Serahkan padaku, kau tunggu saja disini”

.

Yoong keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam sebuah gedung yang padat dipenuhi oleh orang-orang yang sibuk bekerja. Yoong dengan tenang melangkahkan kakinya dan menyapa beberapa karyawan. Ia membaur layaknya sebagai karyawan disana.

.

Di sisi lain, Taeyeon menunggu di dalam mobil seraya mencari sesuatu di ponselnya. Pandangannya serius beberapa menit sebelum akhirnya ia tersenyum. “Tanpa menunggu Mark sadar, aku lebih menyukai cara ini”, ucapnya pada diri sendiri sebelum akhirnya mengirimkan sebuah perintah pada seseorang.

.

Aku menemukan yang kau cari. Tak ada yang boleh menghalangi rencana kita. Habisi mereka!

.

.

.

“APA YANG KAU LAKUKAN?”, teriak seorang pria paruh baya saat melihat semua karyawannya di lantai 5 tak sadarkan diri.

.

“Memberi mereka racun yang akan membuat mereka tidak akan bisa bernafas lagi dalam hitungan 10 menit”

.

“KAU?? KAU PEMBUNUH!!”

.

Yoong hanya tertawa mendengarnya. “Aku lebih senang menghabisi para pengacau seperti kalian yang sudah menyengsarakan rakyat. Bukan begitu, Tuan Lee dari Partai Kerakyatan?”

.

Pria itu menelan ludahnya saat melihat senyuman mengerikan dari Yoong. Bagaimana bisa ada orang yang bisa mengatakan hal itu dengan mudah. “Bi—Bicara apa kau?”

.

“Kuberi waktu 10 detik untuk berpikir, apa kau mau mengikuti permainanku atau kau akan berakhir dengan rasa malu?”

.

“1”, Yoong memulai hitungannya.

.

“A—Apa maksudmu?”

.

“10… waktumu habis Tuan terhormat”

.

Yoong bergerak cepat dan menusukkan sebuah jarum suntik di leher Tuan Lee. Dalam hitungan tiga detik, pria paruh baya tak sadarkan diri. Yoong tersenyum smirk “Pekerjaan yang mudah, mari kita liat reaksi masyarakat”, ucapnya lagi.

.

Yoong membawa Tuan Lee ke atas pundaknya lalu menggunakan lift menuju lantai paling atas sebelum akhirnya menaiki satu tangga ke rooftop. Ia meletakkan tubuh itu di sebuah kursi dan mengikat tubuh Tuan Lee.

.

Selesai dengan tugasnya, Yoong meletakkan sebuah handycam dan mengarahkannya ke pemimpin Partai Kerakyatan itu. Kemudian Yoong berjalan ke arah pagar pembatas dan melihat seutas tali menyambung ke arah gedung sebelah. Dari seberang gedung seseorang sudah menunggunya.

.

“Huft, aku benci ketinggian”, gumamnya sesaat sebelum mengambil potongan kayu.

.

Yoong naik ke pagar pembatas dan menggunakan keahliaannya bermain skateboard. Ia meluncur menyebrangi gedung dengan tenang. Saat hampir mendekati gedung sebelah, sebuah ledakan terjadi di lantai 5 dan asap mulai keluar dari arah sana.

.

“Permainan yang sebenarnya baru dimulai”, ia tersenyum saat tiba di sebelah gedung.

.

.

.

Keadaan gedung Partai Kerakyatan dilanda kepanikan besar. Ledakan menyebabkan kaca-kaca gedung pecah dan menewaskan orang-orang yang berada di lantai 5 meskipun sebenarnya mereka semua sudah tewas karena racun yang diberikan oleh Yoong.

.

Mobil-mobil polisi dan ambulan mulai memenuhi sekitar gedung. Taeyeon tersenyum dengan apa yang ia lihat tak terlalu jauh dari mobilnya terparkir. “Kerja bagus, Yoong”, ujarnya. Taeyeon segera menjalankan rencana berikutnya dengan menghubungi Sunny.

.

“Giliranmu, Sunny-ah”

.

“Okay Taeng! Perintah dilaksanakan”

.

Taeyeon mematikan sambungan telponnya dan memandang ke arah gedung. Merasa puas, ia menyalakan mesin mobil dan segera meninggalkan gedung itu dengan senyuman yang tak bisa diartikan.

.

.

.

***

.

.

Keduanya saling menatap tanpa mengatakan satu kalimatpun. Tatapan namja itu terlihat lebih sendu sedangkan sang yeoja menatapnya dengan datar. Diantar mereka, tergeletak sebuah mayat yang baru saja mengalami tusukan parah. Dan pelakunya adalah yeoja berambut cokelat keemasan itu.

.

“Taeng mengubah keputusannya. Dia tidak ingin menunggu Mark sadar karena itu akan membuang waktu. Aku harus menghabisi pengkhianat di tim ini. Apa ada yang ingin kau katakan, Youngi?”

.

Sooyoung berusaha menahan kekesalan sekaligus amarahnya. Ia tak dapat berbuat banyak. Bukti yang baru saja Jessica dapatkan dari Taeyeon sudah menjawab semuanya. Namja yang tak bernyawa di depannya ini adalah salah satu pengkhianatnya dan satu pengkhianat lagi ada di balik pintu apartemen ini.

.

“Aku tak bisa membantah perintahmu, bos”, Sooyoung membungkuk memberi hormat pada Jessica. Ia lalu memilih menekan bel apartemen dan bersiap menerima apapun yang akan terjadi.

.

Jessica sedikit menjauh saat Sooyoung menekal bel apartmen. Tak berapa lama, seseorang menyahutnya. Langkah kaki seseorang dari dalam apartemen semakin mendekat.

.

Ceklek..

.

.

Pintu terbuka dan munculnya sosok namja dengan handuk dilehernya seperti ia baru selesai mandi. Saat ia membuka pintu apartemennya lebih lebar lagi ia terkejut melihat rekannya terbunuh.

.

Belum sempat ia bereaksi untuk menutup pintu, Jessica sudah bergerak masuk dan mendorong tubuhnya ke dinding lalu menusukkan pisaunya tepat di jantung namja itu. Sooyoung langsung menutup matanya karena tak kuasa melihat kejadian itu.

.

“Hy—Hyung”, lirih namja itu dan tangannya terangkat dengan pelan ke arah Sooyoung. Ia meminta pertolongan dari Sooyoung namun Sooyoung hanya diam di tempat.

.

ARRGGHH! Jessica semakin memperdalam tusukannya. Sooyoung berusaha sekuat mungkin untuk menahan sakit hatinya mendengar hal ini.

.

.

Aku tahu dia satu-satunya keluarga yang kau punya, Youngi. Tapi ingatlah, bahwa keluarga tak pernah berkhianat. Jika ia melakukannya, berarti dia sudah bukan bagian dari kita, bukan keluarga kita dan bukan bagian dari butterfly.

.

Perkataan Jessica membuat Sooyoung tak bisa membela. Inilah kehidupan Butterfly, sekali berkhianat, tak akan termaafkan.

.

“Hy—Hyung…..to…to..long.. ak…u”

.

Sooyoung menahan airmatanya lalu membalikkan tubuhnya. Teriakan panjang dari namja itu menandakan bahwa Jessica telah menghabisinya dan membuatnya tak bernafas lagi. Suara tubuh seseorang tergeletak dapat Sooyoung dengar. Jessica menepuk pundaknya.

.

“Tak ada pemakaman yang layak untuk seorang pengkhianat. Ini pesan dari Taeyeon” Jessica melangkah pergi dan mulai berjalan menjauh.

.

Sooyoung membalikkan badannya melihat kedua namja tak bernyawa lagi. Namun pandangannya tertuju pada namja yang terbaring di depan pintu apartemen. Ia mendekati namja itu dan mengambil kalung yang dipakai.

.

“Mianhe”, Setelah mengucapkan itu, Sooyoung melangkah pergi dan menyusul Jessica.

.

.

.

Sepanjang perjalanan, keduanya diliputi keheningan sebelum akhirnya Jessica yang memecahkannya. “Kau partner terbaikku, Youngi. Kuharap kau masih berjalan di jalan yang sama denganku dan juga butterfly”

.

“Aku tahu dan jalanku masih sama denganmu”

.

“Kau boleh membenciku karena membunuh James, adikmu sekaligus orang kepercayaan Sunny”

.

Sooyoung menggeleng dan tatapannya masih fokus melihat jalanan. “Dia pantas menerimanya karena pengkhianatan ini”, jelas Sooyoung masih dengan suara sendunya.

.

Jessica menoleh ke arahnya lalu menggenggam tangan Sooyoung dengan lembut. Kemarahan sudah mereda. “Yoong dan Sunny telah menyelesaikan tugasnya. Kita akan bertemu dengan mereka dan juga Taeyeon di markas baru”

.

“Hmmm, siap laksanakan Bos”

.

.

.

—————————-

.

“Syukurlah kau sudah sadar”

.

Tiffany membukanya matanya agar lebih jelas memandang ke arah sekeliling. Seorang wanita muda duduk di samping tempat tidur dan tersenyum menyapanya.

.

“Di—dimana aku?”

.

“Kau ada di rumahku. Taeyeon yang mengantarmu kesini dan kau tertidur selama 2 hari. Dokter mengatakan kau mengalami shock yang cukup berat hingga menahan kesadaranmu”, ujarnya.

.

Tak berapa lama, Tiffany kembali mengingat kejadian yang menimpanya. Bayangan menakutkan itu kembali menghantuinya. Melihat tubuh Tiffany mulai berkeringat lagi, Jieun memberikannya minuman.

.

“Tenanglah, apapun yang menimpamu jangan khawatir. Kau berada di tempat yang aman”, jelasnya seraya menenangkan Tiffany.

.

“Terima kasih. Tapi dimana Taeyeon dan siapa kau?”

.

“Taeyeon kembali ke Seoul dan kau bisa memanggilku Jieun”

.

“Sekali lagi, terima kasih Jieun-ssi. Tapi aku harus kembali ke Seoul juga. Ada seusatu yang harus aku kerjakan”, Tiffany hendak turun dari tempat tidur namun Jieun menahannya.

.

“Kau tidak boleh kemanapun Tiffany-ssi. Taeyeon mengatakan padaku bahwa keselamatanmu dalam bahaya”

.

Gerakan Tiffany terhenti saat mendengar suara televisi yang ada di kamar ini sedang menyiarkan berita.

.

.

Siang ini seorang pria tak dikenal masuk ke gedung Partai Kerakyatan dan diduga membunuh semua karyawan yang merupakan anggota partai yang berada di lantai 5. Ledakan yang terjadi memicu kerusakan yang cukup parah. Namun yang lebih mengejutkan adalah ditemukannya pemimpin Partai Mr.Lee Kanggun yang terikat di kursi dan berada di rooftop. Ada sebuah kertas yang melekat ditubuhnya dengan tulisan “Kami Partai Yang Menggunakan Uang Rakyat Untuk Bersenang-senang”. Selain itu juga, sebuah handycam yang menunjukkan bahwa anggota partai dan tak lupa pemimpinnya tengah berpesta di sebuah diskotik mewah di kawasan Gangnam.

.

.

Beberapa saat kemudian, peliput berita mewawancarai seorang letnan muda yang Tiffany kenal. Siapa lagi jika bukan Lieutenant Juhyun. Tanpa Tiffany tahu, Jieun juga cukup terkejut dengan berita ini terlebih adanya Juhyun yang menangani kasus.

.
“Aku harus kembali ke Seoul”

 

.

Tiffany bergegas berdiri dan tak menghiraukan teriakan Jieun yang berusaha menghentikannya. Jieun yang berlari mengejar Tiffany pun kehilangan jejaknya saat Tiffany berhasil mencegah taksi beberapa detik sebelum Jieun tiba di tempatnya. Jieun segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Taeyeon perihal mengenai ini.

.

.

.

.

***

.

.

“Dewan kehormatan untuk penyelidikan kasus korupsi sudah menjalankan tugasnya. Partai Kerakyatan terancam kehilangan kepercayaan dari publik dan jika mereka terbukti bersalah maka hukum siap menjerat para oknum yang terlibat”

.

Penjelasan asistennya membuat pria yang baru saja menikmati santainya menjadi terusik. “Brengsek! Siapa yang melakukan ini?”

.

“Kami sedang mencarinya, Tuan. Tapi besar kemungkinan adalah Butterfly”

.

Pria itu menggebrak meja dengan sangat keras. “Bagaimana bisa kerja kalian tidak becus. Mereka sudah hancur dan sekarang mereka melakukan hal ini? Omong kosong”

.

“Ciri-ciri orang yang menyerang gedung partai sama dengan orang yang terlibat dalam penyerangan di rumah PM Hwang”

.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Putuskan segera koneksi dengan Partai Kerakyatan dan jangan sampai kita terlibat dalam masalah ini”

.

“Baik Tuan. Apa ada yang anda perlukan lagi?”

.

“Siapkan rapat besar dengan 3 partai pendukung yang tersisa. Kita harus segera membungkam kelompok liar itu”

.

“Baik Tuan”

.

.

.

———————–

.

“Wine?” tawar Yoong pada Sooyoung yang masih tampak diam sepulang dari apartemen adiknya.

.

“No, thanks Yoong”

.

Yoong mengangguk menerima penolakan Sooyoung. Sunny yang berada di sana juga tak dapat berbuat banyak untuk menenangkan perasaan Sooyoung karena ia juga kehilangan James sebagai orang kepercayaannya.

.

Penyelidikan Yoong diperkuat oleh orang yang Taeyeon perintahkan untuk segera menangkap pengkhianat. Meskipun Sunny terekam dalam cctv itu, namun ia bersih dari tuduhan karena penyerangan terjadi 30 menit setelah Sunny menemui Mark dan sebelum ia menjalankan tugas dari Taeyeon. Dan ia tak menyangka jika James dan rekan anak buahnya melakukan penyerangan itu.

.

“Hey”

.

“Hmmm”

.

“Sebaiknya kau beristirahat, Young. Kau dan Sica akan melaksanakan rencana malam ini”, pinta Sunny.

.

“Aku baik-baik saja, sayang”, Sooyoung membawanya ke dalam pelukan. Memeluk Sunny mungkin salah satu cara untuk menghilangkan kekecewaannya pada sang adik yang telah berkhianat.

.

“Jangan membencinya, James tetap adikmu”

.

“Hmm aku tahu”

.
Yoong yang berada tak jauh dari pasangan itu merasa kasihan dengan Sooyoung. Biar bagaimanapun, rasanya kehilangan keluarga memang akan sangat menyakitkan. Dengan cara apapun itu tetap meninggalkan luka.

.

.

.

“Kau sudah menghabisinya?”, tanya Taeyeon seraya duduk disamping Jessica.

.

“Hmm… Dan Sooyoung menyaksikannya”

.

“Kuharap Sooyoung akan tetap bekerja dengan baik malam ini”

.

“Tenang saja Taeng. Aku mempercayai kinerja Sooyoung. Bahkan jika ia berniat membunuhku karena hal ini, dia tak akan melakukannya”

.

“Yeah, i know. Kau mengenal Sooyoung lebih dari siapapun”

.

“Kau terdengar cemburu, Yuri saja tidak”

.

“YA~~ so meanie” Jessica tertawa melihat Taeyeon yang terlihat cemberut dan kesal karena ucapannya.

.

Beberapa menit kemudian, Yoong dan Sunny masuk ke dalam ruangan baru milik Taeyeon. Setelah penyerangan markas mereka, Taeyeon memutuskan membawa anggotanya yang tersisa dengan membeli diskotik baru yang berada di pinggiran kota. Untuk menghindari kecurigaan, ia sengaja membeli diskotik yang sederhana agar keberadaan mereka tak diketahui.

.

“Membosankan. Pengunjung masih sedikit”, keluh Yoong.

.

“Kita baru dua hari disini Yoong, bersabarlah”, ucap Jessica.

.

Taeyeon tampak berpikir sebelum akhirnya bersuara. “Aku punya pekerjaan untukmu dan Sunny. Kupikir kalian cocok untuk membentuk tim”

.

“Apa itu Hyung?”

.

Taeyeon menyerahkan sebuah alamat kepada Yoong dan Sunny. “Ini salah satu tempat penyimpanan uang milik pemimpin Partai Liberal. Kalian bisa mengosongkan uangnya saat Sooyoung dan Sica beraksi nanti malam. Tolong sisakan untuk Jieun, besok aku akan menemuinya”

.

“Terdengar sangat menarik”

.

Yoong mengangguk menyetujui ucapan Sunny. “Noona, kali ini kita akan bekerja sama dalam satu tim. Mohon bantuannya”

.

“Tenang saja Yoong, kau bisa mengandalkanku dan aku mengandalkanmu”

.

“Baiklah kalo begitu, kami pergi dulu Hyung, Noona”, pamit Yoong pada Jessica dan Taeyeon.

.

“Youngi sedang beristirahat, Sica. Dia butuh waktu”

.

“Aku tahu. Berhati-hatilah. Jaga diri kalian”

.

“Eoh, kami pergi dulu”

.

Kini tinggal Taeyeon dan Jessica yang tersisa. “Bagaimana dengan Tiffany?” tanya Jessica.

.

“Mengenai itu, Jieun mengatakan bahwa ia sudah kembali ke Seoul. Sepertinya dia sudah mulai mencurigaiku karena aku berniat membawanya ke markas tempo hari. Tidak kusangka penyerangan markas dan ledakan mobilnya membawa sedikit keuntungan untuk kita”.

.

“Dia seorang pengacara handal. Kurasa dia akan segera mengetahuinya, Taeng”

.

“Yeah, dan itu yang kuharapkan. Sekarang giliranmu di Partai Sosialis, Sica”

.

“Tentu saja. Serahkan padaku, ini saatnya kita menyerang mereka secara terbuka”

.

Keduanya saling melempar senyum. Its SHOWTIME.

.

.

.

***

.

.

Setiba di apartemennya, Tiffany kembali sibuk dengan laptop dan data-data yang ia dapatkan di dalam tasnya. Ia sudah menghubungi Juhyun untuk menemuinya dan membicarakan bukti baru yang ia dapat.

.

Namun saat menyelidiki data, pikiran Tiffany tak berhenti memikirkan Taeyeon. Setelah kejadian ledakan itu, ia merasa ada yang janggal pada diri Taeyeon. Tiba-tiba ia merasa Taeyeon sangat misterius dan bukanlah seorang mahasiswa sembarangan.

.

Tiffany menjentikkan jarinya saat ia baru mengingat sesuatu. Dugaannya diperkuat saat Taeyeon terlihat emosi melihat sebuah gedung yang rusak berantakan dan akhirnya Taeyeon membatalkan untuk menuju gedung itu. Tiffany segera mencari berita tentang kerusakan gedung tiga hari lalu.

.

“Ada empat gedung yang mengalami kerusakan di hari yang sama, tapi gedung itu berada di kota berarti…..”

.

Tangan Tiffany berhenti saat ia menemukan satu gedung yang dimaksud. Tiffany mengarahkan kursor ke arah link yang berkaitan dengan gedung itu dan membaca headline yang tertera.

.

Sebuah diskotik dan penginapan yang berada dalam satu gedung mengalami kerusakan parah. Penyebab kerusakan ini masih diselidiki dan hingga saat ini pemilik diskotik diskotik berada dalam pemeriksaan polisi.

.

“Kenapa Taeyeon terlihat marah saat itu?”, pikir Tiffany saat membaca berita tersebut.

.

Belum sempat ia berpikir lagi, suara bel apartemen menyadarkannya. Ia bergegas melihat dan mendapati Letnan Juhyun dengan pakaian lengkapnya. “Silahkan masuk, Hyuni”, ucapnya.

.

Tiffany tak membuang waktu, ia segera menunjukkan bukti-bukti yang baru saja ia dapat kepada Juhyun.

.

“Aku menemukan usb ini di dalam tas dan tidak tahu siapa yang meletakkan ini. Dan lagi, aku mengenal seseorang akhir-akhir ini. Dialah yang menyelamatkanku saat mobilku meledak” jelasnya.

.

“Siapa dia, Unni?”

.

“Seorang mahasiswa yang bekerja part time dengan salah satu anggota Partai Sosialis. Tapi sepertinya ada yang janggal”

.
“Apa itu?”

.

Tiffany tampak mencari sesuatu di dalam lacinya dan ia menemukan kalung yang terbungkus rapi di dalam plastik. “Aku menemukan ini di tubuh salah satu kelompok yang menyerang Rumah Sakit tempat PM Hwang berada”

.

Juhyun mengambil kalung itu dan melihatnya. “Kupu-kupu?”, tanyanya bingung.

.

“Kurasa ini lambang kelompok mereka atau semacamnya”, jelas Tiffany lagi. “Tapi….”, ucapannya terhenti saat mengingat sesuatu lagi. “Aku melihat gambar yang sama dipergelangan tangannya, di tangan namja ini”

.

Tiffany terdiam dan memikirkan sesuatu begitu pula dengan Juhyun. Mendengar penjelasan Tiffany, ia ikut melihat bukti-bukti baru dan berusaha mencari tahu.

.

“Nyawamu dalam bahaya, Unni. Ada yang mengincarmu”

.

Kalimat Juhyun jelas membuat Tiffany tersentak. Dua orang sudah mengatakan hal yang sama, Taeyeon dan kini Juhyun. Tapi, Tiffany merasa ada yang tidak beres dengan Taeyeon. Namun ia belum menemukan apapun.

.

“Juhyun-ah, bisakah kau meretas usb ini milik siapa?”

.

“Aku akan meminta timku untuk memeriksanya”

.

“Tolong temukan segera. Aku harus meyakinkan sesuatu. Aku mohon bantuanmu”, ucap Tiffany.

.

Juhyun menggenggam tangan Tiffany agar berjabat tangan dengannya. “Mari kita bekerja sama dengan baik, Unni”

.

“Terima kasih Juhyun-ah, terima kasih”, ucap Tiffany dengan senang dan Juhyun membalasnya dengan tersenyum.

.

.

.

——————–

.

.

“Kelompok liar itu berulah lagi. Kita harus lebih waspada”, jelas Taecyeon selaku pemimpin dari Partai Republik yang menjadi pemimpin rapat malam ini.

.

Para partai pendukung PM Hwang mengadakan rapat besar dan semua anggota eksekutif hadir beserta asistennya. Jessica tampak tenang saat mendengarkan ucapan itu. Sesekali ia mengulum senyumnya.

.

“Bagaimana dengan Partai Kerakyatan?”, tanya salah satu anggota.

.

“Lupakan mereka. Kita jangan sampai terlibat karena kasus yang menimpa Partai mereka saat ini”, jelas Taecyeon. “Ini akan sangat berbahaya untuk koalisi kita. Hingga kondisi PM Hwang membaik, kita harus lebih waspada”

.

“Bagaimana dengan kepolisian dan pengacara yang terlibat? Kudengar ada polisi yang tidak bisa bekerja sama dengan kita dan pengacara yang bernama Tiffany sepertinya cukup sulit untuk kita kendalikan”

.

Taecyeon dan semua mata beralih ke arah Jessica. Ya, ia yang baru saja mengatakan hal itu.

.

“Kita sudah mengendalikan polisi yang berada di jajaran atas, tidak ada yang bisa membantah perintah. Untuk masalah pengacara, kita memang memiliki penghalang dan itu adalah orang yang baru saja disebutkan”, jelas Taecyeon.

.

“Asistenku sudah menceritakannya. Lalu apa yang akan anda lakukan, Mr. Ok?”, kali ini giliran atasan Jessica, yaitu Mr. Park dari Partai Sosialis.

.

“Masalah itu biar saya yang mengurusnya, Tuan Park. Secepatnya pengacara Hwang tidak akan terlibat dalam kasus ini. Dia terlalu bersih dan tidak mudah disuap”

.

Tuan Park mengangguk menyetujuinya. Di sisi lain, Jessica ternyata mengaktifkan ponselnya dan tersambung panggilan pada seseorang. Apa kau mendengarnya, Taeng?

.

Rapat berjalan dengan baik. Para anggota sudah merencanakan langkah-langkah yang akan mereka tempuh untuk melindungi privasi partai. Namun sesuatu mengejutkan semua yang berada disana.

.

Bruk..

.

Beberapa anggota partai terjatuh dari kursi dan dari mulutnya keluar buih-buih putih setelah meminum wine yang baru saja disajikan. Mata Taecyeon langsung mengarah kepada namja yang beberapa saat lalu mengantarkan minuman.

.

“Tangkap dia” perintahnya pada para bodyguard.

.

Namja itu membalikkan badannya dan menembak ke arah bodyguard yang berlari ke arahnya. Suasana rapat menjadi kacau dan para bodyguard dari masing-masing pemimpin segera mengamankan atasannya.

.

“Selamat menikmati hari kalian”, ejek namja itu dan segera melarikan diri. Jessica yang melihatnya, hanya tertawa dalam hati melihat kelakuan namja itu yang tak lain adalah Sooyoung.

.

Salah satu dari anggota segera mengambil ponselnya dan menghubungi ambulans. Taecyeon memerintahkan asistennya untuk mengecek keadaan anggota partai yang terkena racun. “Mereka semua tewas, Tuan”

.

Semua anggota terkejut dan menunjukkan wajah tak senang mereka. “Kita harus bertindak lebih ekstrim lagi untuk menghentikan kelompok liar itu. Jika seperti ini, mereka bisa merusak rencana”, ujar pemimpin dari partai Liberal, Jang Woohyun dan semua yang tersisa mengangguk setuju.

.

Tiba-tiba seseorang mendekatinya dan menyerahkan ponsel miliknya. Wajah Mr. Jang berubah drastis saat mendengar laporan dari orangnya. “APA?? Cepat temukan mereka!” ucapnya sambil berteriak marah.

.

“Kelompok itu baru saja merampok uangku”, ujar Mr. Jang. Ia segera pamit dan meninggalkan ruangan.

.

“Mari Tuan, sebaiknya kita pulang juga”, jelas Jessica pada atasannya.

.

Mr. Park mengangguk dan memberi tanda pada para anggota partainya untuk meninggalkan ruangan. “Jalankan rencana yang sudah disetujui koalisi”, Taecyeon mengangguk seraya memberi hormat pada pria paruh baya itu.

.

.

.

.

~~~~~~

.

“Mungkin Tuhan akan sulit mengampuni perbuatanku hari ini, Noona”, ucap Yoong menatap sebuah rumah yang baru saja meledak. Siang tadi ia meledakkan gedung Partai Kerakyatan dan sekarang ia meledakkan salah satu rumah yang milik pemimpin Partai Liberal.

.

Sebelum mengambil semua uang Mr. Jang dari dalam rumah, Yoong sudah mengotak-ngatik aliran listrik rumah itu agar mengalami gangguan. Percikan api sedikit demi sedikit mulai terlihat.

.

“Tapi Tuhan mengerti kenapa kita melakukannya, Yoong”

.

“Hmmm, kuharap begitu”

.

.

.

***

.

.

Suasana bandara Incheon tampak cukup ramai walau waktu menunjukkan pukul 01.00 KST. Seorang namja bertubuh atletis baru saja keluar dan disambut oleh pria yang lebih tua.

.

“Selamat datang, nak. Selamat untuk kemenanganmu. Appa bangga padamu”, ucap Mr. Kwon pada Yuri.

.

“Ini semua berkat dukungan serta doa Appa dan Umma”, jelas Yuri. Dan juga Sica beserta kedua putriku. Lanjutnya dalam hati.

.

Yuri mendorong kopernya diikuti sang Appa. Mereka berjalan sambil membicarakan turnamen yang baru saja Yuri lakukan. Banyak cerita yang ia bagikan kepada Appanya, mulai dari kekuatan lawannya hingga negara-negara yang berpartisipasi.

.

Sesampai di parkiran, Yuri terlihat bingung karena ia tak melihat mobil Appanya melainkan ada seorang pria yang menyambut mereka dan mempersilahkan masuk. Sepanjang berjalanan, Yuri dipenuhi tanya tanya namun sang Appa menjawab bahwa mereka akan bertemu seseorang.

.

“Tenang saja Yul, beliau merupakan teman dekat Appa. Dia memiliki pengaruh di Seoul dan bisa membantumu untuk mendapatkan link yang lebih baik lagi”

.

Yuri hanya bisa diam tak berkomentar. Ia selalu malas untuk membicarakan hal ini terlebih ia tak ingin berdebat dengan sang Appa. Setelah beberapa saat kemudian, mobil yang membawa mereka memasuki halaman luas dari sebuah rumah layaknya istana.

.

Saat mobil berjalan masuk, dari arah berlawanan Yuri dapat melihat sebuah mobil bmw bergerak ke arah mereka dan keluar. Yuri langsung menolehkan kepalanya melihat mobil itu namun ia terlambat melihat plat mobilnya.

.

“Terasa familiar” batin Yuri.

.

“Yul ayo, kita sudah sampai”, suara Appanya membuat Yuri tersadar dari pikirannya.

.

Ia mengikuti sang Appa masuk dan dapat melihat betapa megahnya rumah ini. Meskipun rumahnya dan Jessica seperti istana, tapi ini jauh lebih menakjubkan. Beberapa pelayan memberi hormat pada keduanya dan mempersilahkan masuk.

.

Seorang pria yang merupaka butler pun mengantarkan Yuri dan Appanya menemui teman Mr. Kwon.

.

“Appa benar-benar mengenal pemiliki rumah ini?”, tanya Yuri yang masih dibuat kagum dengan design rumahnya.

.

“Dia kenalan Appa sewaktu Appa menjadi atlet. Dia salah satu politikus yang memiliki link banyak dan mempunyai beberapa sponsor untuk bisa mendanai kegiatan atletikmu, Yul. Dulu dia mensponsori Appa”

.

Yuri mengangguk mengerti dengan maksud Appanya. Tak lama, suara sang butler menyadarkan mereka bahwa keduanya telah sampai di ruang kerja politikus tersebut. “Silahkan masuk, Tuan sudah menunggu anda”, ucapnya sopan.

.

Mr. Kwon dan Yuri membungkuk mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya masuk ke dalam.

.

“Oh, Mr. Kwon. Lama tak berjumpa denganmu, huh?”

.

Seseorang yang tak jauh usianya dengan Mr. Kwon menyambutnya dengan akrab dan Mr. Kwon menerima pelukan itu dengan senang hati. Pandangan pria itu beralih pada Yuri yang berdiri di belakang Ayahnya.

.

“Dia putraku yang pernah kuceritakan. Dia baru saja pulang dari Rusia dan memenangkan turnamen disana”

.

“Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, ucap orang itu.

.

Yuri membungkuk memberi salam sejenak sebelum mengulurkan tangannya.

.

“Salam kenal, Tuan. Saya Kwon Yuri”

.

“Senang bertemu denganmu Yuri. Saya Park Haesu, pimpinan dari Partai Sosialis”

.

.

.

.

.

TBC

——————————

Hai Hai ^^

Long time no see, Butterfly.

Sekarang resmi gak ada moment sweet ya. Kekekeke. Soalnya udah masuk ke bagian aksi.

Kenapa bukan Sunny pengkhianatnya? Jawabannya gampang. Karena Jessica, Taeyeon, Sunny, dan Yoong itulah yang membentuk kelompok ini dari awal. Ingat lagi di Part-Part awal. Jadi nggak mungkin Sunny pengkhianatnya. XD

Next chap bakal update Butterfly lagi karena RAIN sama The Heirs akan Tamat. Jadi urutan update berubah “Butterfly”, “The Heirs”, “RAIN”, setelah itu FF BARU. YEAY

.

NOTE: Bagi yang belum bisa nemuin PW RAIN, berusahalah. ^^ Buat READER BARU ATAU SIDERS TOBAT, ikutin aturan main. Tolong jangan seenaknya minta bantuan gue. Reader gue aja pada berusaha. ^^

.

Udah ah cuap-cuapnya. Kepanjangan XD

See you, annyeong!

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

176 thoughts on “BUTTERFLY (8)

  1. assshaaaa,, it showtime ,
    daebak,, sica klauu sudah brhubungan dengan penghianatan,, pasti bakaln tiada ampun,,
    soo smpe ng bisa bebuat apa2,,
    nona sexy udah mulai curiga tu sma tae..
    aahhhh yoong oppa keeeeren bgt,, tenang yoong tuhan pasti selalu mengampuni hamba Nya,,
    ada motif apalagi appa kwon memperkenlkan yul sama Mr park ??

    Like

  2. sica sadis amat main tusuk2 ja
    si Ketua Geng Taeyeon enak main perintah2 ja
    Yoong actionnya keren banget
    gmn kl Fany th siapa Taeyeon
    ndk bisa dong Taeyeon byun ke noona seksi

    Like

  3. melihat adik dibunuh teman…..posisi soo sangat sulit,biar adiknya tapibakalu berkhianat berarti nereka slah!taeny moment😢

    Like

  4. untung bukan sunny penghianatnya tapi saudara Soo.. syukur bgt Soo bisa berlapang dada mau dibunuh saudaranya.. panny mulai curiga sama tae ini hmmm kira2 apa yang akan dilakukan panny kalau sampai tahu kalau tae yang telah menculik appanya… ngapai juga Yul ke partai belum sempat ketemu sica..

    Like

  5. wah, keren yah stlh mrk beraksi ! q kirain itu sunny penghianatnya! tapi untung deh bkn sunny ke ke
    itu yul jngn2 mw d jodohin sama anaknya mr park ?? duh makin konflik deh klo gt

    Like

  6. Tuh kan bukan sunny pada suudzon sma sunny sih yaampun kesian tuh bocah udah di tuduh2 😀 ,gpp yoong tenang aja dosa udah ditanggung author kok XD ,jdi ga sabar nungguin aksi yg lebih jedaarrr dri ini ayo Jeje semangat!.
    Ditunggu ff baruny dan qw masih puyeng pala balby nih ngutak-atik clue buat pw Rain hiks..je ada clue tambahan ga?hehe

    Like

  7. Woww mkin nambah part mkin seru sama permasalahan’y, sica ngeri bget dlam ngebasmi penghianat’y tpi emang hrus’y gitu sih, tpi moga ja bukti yg fany ksih tu bisa diambil ma tae yar gx terbongkar dulu sbelum smua penjahat ditangkap.

    Like

  8. Woaaaaaaaa keren,selama ini gw selalu jadi reader yg gk pernah ninggalin jejaknya tapi pas gw baca fanfic lu ys satu ini gw bener2 ngerasa harus ninggalin jejak di sini. Seriusan gw beneran suka dengan cara lu nulis, dari pemilihan kata,hide & seek karakter,sama alur y beneran ngalir bisa diterima sama akal gw. Poko y lanjutkan lahhhhhhhhh haha

    Like

  9. wewww…syukurlah bukan sunny penghianatnya, kalo nggak sooyoung bisa nangis darah kkkk….tp kasian jg ternyata james adiknya yg jd penghianat huuft…gak ada taeny moment nya nih beneran gak ada manis2nya action semua tp seru sih je…. gw blm nemu nih pewe rain nya hihi..

    Like

  10. huaahhh gila keren eui aksi yoong pas di gedung partai kerakyatan, apalagi pas nyebrang ke gedung sebelah pake tali gt asik gila pasti
    di otak kebayang bgt yoong kya gt ala” slowmotion
    wah gk nyangka, james ternyata adik soo sekaligus si penyusup pula sempet mikir mungkin sunny ternyata salah
    nah metongkan dia dibunuh sica, sabar ya soo itu udh hukum alam’y di dunia butterfly
    Mommy fany mulai curiga nih sama daddy taeng,
    ditunggu deh kelanjutan Taeny
    halah itu yuri ketemu bos’y sica donk, scr sica kan nyamar di partai sosialis
    wah FF baru, apakah itu indestructible season 2?
    ditunggu klo gt Thor j

    Like

  11. Ohh gue ikut sedih buat sooyoung 😥😢 Tapi sooyung masih tetep bisa melakukan tugasnya dengan baik ☺😉
    Wah fany udah mulai curiga ke taeyeon 😧
    Pas yoong ngomong “Mungkin Tuhan akan sulit mengampuni perbuatanku hari ini, Noona” itu serius kesannya polos banget gitu 😁😁😁
    Wah ternyata yg ditemuin sama Yuri dan Mr. Kwon itu ketua partai sosialis partainya sica kan ? Berarti mobil yg diliat Yuri tadi mobilnya sica makanya Yuri bilang “Terasa familiar” 😆

    Like

  12. Ah annyeong ka jeje! Sorry baru baca mian mianhaeeee aku sibuk banget akhir2n ini ampe gak sempet komen dichap sebelumnya. Seperti sebelumnya nice chapter wkwk udah mulai masuk aksi niw, si yuri ngapain ketemu sama pimpinan partai sosialis wah penasaran wkwk udah mulai curiga juga si tipani sama taeng, seperti biasa jessica selalu kejam kalo ngebunuh wkwk sooyoung adeknya ternyata hah ngecewakan haha bye ka jeje!^^

    Like

    • halo ^^ hahha gpp.. gue juga sibuk.. ciyee kita berdua orang sibuk ya. wkkwkwk peace XD
      ya bacanya hati2 aja biar gak salah, soalnya banyak banget ini castnya. gomawo udah nyempetin mampir

      Like

  13. Author-nim apa gak terlalu cepet penyerangan yang dilakukan kelompoknya taeyeon? Karena biasanya di ff action, kalau mau nyerang pasti nyusun strategi dulu, dan penyerangannya gak secepet itu. Apa emang sengaja, karena mau cepet2 ngekuak kasusnya, makanya dibuat cepet gini?
    Kayanya bakalan ada drama baru buat yulsic nih. Jangan sedih2 author-nim, aku udah miris banget liat yulsic;(
    Yeay… Ff baru!! Pairing yoontiff boljug kali author-nim>.< wkwkwk
    Okei ditunggu ff barunya, semangat;)

    Like

  14. Nahloh itu kan atasannya jessica. Gimana jadinya nanti._.
    Mulai menegangkan nihh, action nya mulai banyak. Takut yg malah ngebocorin soal butterfly itu malah fany, tapi semoga aja sih engga…pemikirannya fany tentang taeyeon udh mulai mengarah soalnya. Duhh jangan dulu dehh. Tunggu rencana taeng kelar dah baru fany tau semuanya wkwk

    Like

  15. Eh bkn sunny ternyata yg jdi pengkhianat ya, james ternyata adik ya youngi…. Gmna tuh perasaan ya youngi pas liat adik sendiri dibunuh sama sica pas dhadapan lgi 😦

    Like

  16. Di chap ini si yoong keren banget demi apa dan sayangnya kenapa yuri bekerjasama sama partai sosialis coba pasti ntar bakal banyak drama di keluarga kwon secara itu partai bermasalah dan asisten ketuanya jessica

    Like

  17. Its show time, keren thor. Sica sadis gila, kalo udah penghianat langsung mati g ada tawar menawar. Konflik makin keren, partai yg bergabung akan semakin ketakutan karna teror dr kelompok taeng. Tiffany dan juhyun? Mereka ikut juga dalam rencana taeng. Saya salah tebak, tak kira sunny yg penghianat ternyata james adiknya young. Yuri diajak ayahnya bertemu dengan bossnya sica, wow ini akan jadi konflik yg baru.

    Like

  18. mnrt q ini crt action yg keren bgt,pdhl utk ff lainny g prnh q bc. g th y klo pny J sk bgt bcny^^
    otk mrk emg brilian bgt, tp yg lbh cool adl rasa persdraan mrk.
    btw yul g th klo sica adl asisten tn park tmn mr kwon? hhmm g mgkin deh …
    fany mulai curiga nih am taeng….siap2 fany tggu kjtn drny…

    Like

  19. antara pengen bilang keren sama ngeri liat sica main tsuk tusuk aja ;’))
    ah makin seru, bersyukur bukan sunny, dan itu yul ngapain dibawa ke rumah tn. park sama ayahnya, jadi curiga hmmm

    Like

  20. Tifanny sdh mulai curiga nih sama taeng . gue respect banget sama sica dsini , sica keren banget , ngurus anak bisa ,, jagain taeng bisa , jadi anggota partai bisa . apa coba yg sica gak bisa . hehehhe . appanya yul kenal sama ketua partai sosialis , atasannya sica ,, pasti ada sangkut pautnya jga , sama hal2 yg sedang sica dan taeng kerjain deh ,, ntah baik atau buruk .

    Like

  21. IT’S SHOWTIME !!!
    Ini keren bgt deh bagian actionnya, soal obat2annya, cara berpikir pemainnya, jjang!!!
    Oow, yul dikenalkan ketua partai sosialis. Jgn sampe berujung sica yg dilema .-.

    Like

  22. Gua kasian sama sooyoung adek nya harus mati:( tapi kalo udah jadi penghianat wajar sih kalo dapet itu
    Show time mereka keren bett thor👏
    Tampaknya tae udah mulai ketauan
    Nah loh yul bakal deket dong sama atasan sica;(

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s