Butterfly (7)

IMG_20160419_231512

Tittle                : BUTTERFLY

Cast                 : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

Son Naeun

Im Yoona

Krystal Jung

Bae Irene

Seo Juhyun, Song Jieun, Nam Jihyun, Mark Tuan, James, and others

Genre              : Gender Bender, Action, Romance, Adult, Friendship, 18++

Credit Pic by K.Rihyo

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

—————————————————————–

.

.

Part 7

.

WARNING: TIDAK UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR

.

.

BUTTERFLY

  • I don’t know what it is about you, that makes me want you so badly

.

Kupu-kupu adalah simbol dari kesempurnaan hidup dimana ia melewati banyak proses sebelum menjadi begitu mengagumkan. Dia lahir dan tumbuh dengan dikuasai nafsu dan keegoisan, namun ia begitu mengagumkan sehingga banyak orang yang menginginkannya. Tapi ia tak seindah kupu-kupu pada kenyataannya. Dia akan menjadi terlalu berbahaya jika kita bermain dalam dunianya.

.

.

.

—————————–

.

Di sebuah gedung bekas showroom mobil, terdapat sekelompok orang yang terlihat berbincang serius. Salah satu dari mereka memberikan instruksi dan yang lain mendengarkannya. Tak jauh dari mereka, seorang wanita terlelap dengan tangan terikat dan mulut yang dibungkam.

.

Beberapa saat kemudian, muncul seorang pria berjas dengan didampingi dua orang di sisi kanan dan kirinya. Satu pemimpin dari kelompok itu menyambut kedatangan ketiganya. “Anak buahku sudah mendapatkannya”, lapor orang itu.

.

“Apa kau tidak menyakitinya?”

.

“Tidak tuan. Dia aman bersama kami, tapi aku dan anak buahku belum melakukan sesuatu hingga menunggu perintah anda”

.

“Tahan dia dan jangan sampe terluka”

.

“Baik tuan”

.

Pria berjas itu memilih duduk dan menyalakan rokoknya. Ia memandang kedua orang kepercayaannya. “Cari tahu apa yang diinginkan kelompok Butterfly. Rencana mereka bisa saja merusak rencanaku dan partaiku”, ucapnya dan dibalas anggukan.

.

“Kita bisa menyerang markas mereka, tuan”

.

“Kalo begitu, temui kelompok Rusia dan bawa mereka bersama kalian. Aku tidak ingin ada kelompok lain yang masuk dan merusak permainanku”

.

Kedua orang itu mengangguk dan kemudian pamit pergi untuk melaksanakan tugasnya. Mereka berdua menuju ke arah pelabuhan pinggiran yang sudah jarang terpakai. Saat memasuki tempat persembunyian, mereka dibuat terkejut dengan kondisi orang-orang di kelompok Rusia yang terbaring tak bernyawa.

.

Salah satu dari mereka bergerak ke salah satu mayat, dan mengeceknya. Tidak ada tanda-tanda kekerasan disana, namun orang itu sudah tak bernafas lagi. Tanpa mereka sadari, di sisi lain ada dua orang namja yang tengah mengobrol.

.

“Obat itu sangat mengerikan, Hyung”, ucap salah satu namja yang bertubuh kurus.

.

“Ini penemuan terbaruku Yoong. Sayang sekali, kita menghabisi mereka dengan cairan ini tapi kita belum mendapatkan siapa pemimpin kelompok mereka. Jessica memberi waktu hingga besok”

.

“Anak buahku juga belum menemukan mereka”, Sooyoung mengangguk mengerti.

.

“Take easy, Yoong. Kita pasti menemukan mereka” jelasnya.

.

Yoong menatap ragu pada Sooyoung. Ada yang ingin dia tanyakan tapi Yoong masih belum memberanikan diri. Ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman diantara mereka mengingat kondisi Mark yang belum sadar juga.

.

“Ada apa kau memandangku seperti itu?”, Yoong terkesiap saat Sooyoung menyadarinya.

.

“Nothing. Kajja hyung, kita pergi dari sini”

.

Sooyoung tak bertanya lagi dan memilih mengikuti Yoong. Saat mereka sudah pergi, dua orang dari kelompok tadi tiba di tempat Yoong dan Sooyoung berada sebelumnya.

.

“Tidak ada yang tersisa, Joo. Mereka semua terbunuh”, jelas salah satunya.

.

“Sh t!! Tuan akan marah besar jika tahu akan hal ini”

.

“Jangan khawatir, partai kita bisa membeli lebih banyak orang-orang untuk membantu kita menyerang markas Butterfly dan polisi akan dengan sangat mudah mengarah ke mereka”

.

“Kau yakin kelompok itu yang masuk dan menyerang PM Hwang?”

.

“Belum yakin, tapi kemungkinan mereka. Lihatlah orang-orang yang tewas tanpa bekas luka itu. Belasan tahun aku hidup dalam dunia seperti ini, tidak ada satupun kelompok yang bisa menggunakan obat sebagai pembunuh kecuali kelompok mereka”

.

“Lalu kemana kita sekarang?”, ucap Joo

.

“Menyerang markas butterfly dengan anak buah yang tersisa”

.

.

.

————————-

.

.

“Mau kemana Taeng?”

.

“Bertemu noona sexy”, jawabnya seraya menyengir lebar.

.

“Huh? Secepat ini?”, Jessica terlihat heran.

.

“Aku berniat mengajaknya jalan. Dia masih terdengar sedih karena kehilangan asistennya dan aku masih tidak tenang dengan dugaanku terkait kelompok lain dari kita yang mengincarnya”

.

Jessica mendekat. Ia membantu Taeyeon membuka kemejanya biru mudanya. Tubuh bagian atas Taeyeon terekspos dan di belakang punggungnya terlihat jelas bekas masa lalu yang mengerikan.

.

“Kau tahu? Jangan bermain api terlalu besar, itu akan membahayakanmu. Aku tak selamanya bisa melindungimu Taeng”, jelas Jessica sembari menyelusuri luka di punggung Taeyeon dengan tangannya. Mengusapnya dengan lembut agar luka itu tak terasa sakit.

.

Taeyeon berpikir mengenai pelapis nyawanya yang tersisa 6. Ia memahami arah pembicaraan Jessica dan membalikkan tubuhnya lalu memeluk Jessica. Jika di dunia ini ada yang memahami jalan pikiran Taeyeon, hanya Jessica lah orangnya.

.

Taeyeon kecil hidup dalam dunia yang tak seharusnya. Penuh ambisi, kejahatan, dan ketamakan orang-orang dewasa di sekitarnya. Jessica selalu ada disana, selalu menemaninya dan selalu melindunginya. Mereka hidup dan besar dilingkungan kejam dimana penghianatan akan menghantui. Namun tidak dengan Jessica dan Taeyeon, mereka saling mempercayai.

.

“Aku ingin secepatnya keluar dari lingkungan yang memuakkan ini”, lirihnya.

.

“Kita akan segera keluar setelah ini, setelah dendammu terselesaikan, hmmm”

.

Taeyeon mengangguk lalu tersenyum pada Jessica. “Aku pergi dulu”

.

“Hmmm, hati-hati Taeng”

.

.

Taeyeon mengendarai mobil Porsche hitam miliknya dengan style memakai jaket kulit favoritnya dan kacamata hitam. Ia menuju kantor Tiffany dan menunggu tak jauh dari sana. Tak lama, seseorang mengetuk kaca mobilnya dan itu adalah salah satu pelindung nyawanya.

.

“Ken, mulai sekarang awasi pemilik mobil cooper berwarna pink kemanapun dia pergi selama 24/7. Jika kau menemukan hal yang mencurigakan, laporkan padaku”

.

“Baik boss”, Ken mengangguk mengerti lalu melaksanakan tugasnya dan mulai menjaga jarak untuk bersembunyi selama pengawasan.

.

Taeyeon turun dan meninggalkan mobilnya. Akan sangat aneh jika ia sebagai supir Jung Sooyeon tetapi memiliki mobil sport mewah. Ia membuka pintu kaca itu dengan hati-hati. Seseorang menyapanya dan Taeyeon bisa melihat keseksian wanita tersebut dari caranya berpakain.

.

Rok mini ketat, dengan blouse putih dipadukan blazer hitam membuat wanita itu menampakkan lekuk tubuhnya. Taeyeon menelan ludahnya, berusaha untuk tidak bersikap konyol.

.

“Ada yang bisa saya bantu?”, tanya wanita itu dengan sopan tanpa menyadari tatapan Taeyeon yang sulit diartikan.

.

“Nng….hmmm… saya ingin bertemu Nona Tiffany. Apa dia ada disini?”

.

Wanita bernama Hyuna itu tersenyum lalu mempersilahkan Taeyeon menuju ruangan Tiffany dan meninggalkannya seorang diri di depan pintu. “Oh god!, andai dia lebih sexy dari Noona sexy, aku tak akan segan-segan menyerangnya”, gumam Taeyeon dalam hati seraya memperhatikan langkah hyuna yang mulai menjauh.

.

Taeyeon mengetuk pintu dan kemudian mendengar suara Tiffany mempersilahkannya masuk.

.

“Taeyeon??”, Tiffany mengerutkan keningnya melihat bocah playboy ini datang ke kantornya.

.

Namja imut itu menggaruk tengkuknya dengan senyum malu. “Nggh… aku hanya ingin berkunjung. Apa Noona tertarik untuk makan siang?”, tanyanya seraya melirik jam tangan.

.

Tiffany tertawa kecil saat melihat kelakuan Taeyeon yang sangat gugup. Wanita itu menggeleng heran lalu kembali melihat berkasnya kemudian kembali menatap Taeyeon. “Baiklah. Kau bisa menungguku 10 menit dan kita akan pergi makan siang”

.

Taeyeon berteriak dalam hati begitu mendengar persetujuan Tiffany. Ia duduk dengan senyuman lebar miliknya di sofa yang ada di ruangan Tiffany sambil menunggu wanita itu menyelesaikan pekerjaannya.

.

.

“Apa sekarang perasaan Noona lebih baik?”, tanya Taeyeon seraya fokus menyetir mobil milik Tiffany. Keduanya sedang dalam perjalanan menuju tempat makan yang Taeyeon rekomendasikan.

.

“Hmm lumayan, meskipun cukup sulit untuk menerima kenyataan tapi aku belajar untuk mengikhlaskannya”, ujar Tiffany dengan tenang.

.

“Pasti dia asisten terbaikmu”

.

“Dia bukan hanya asisten, tapi sudah seperti saudara bagiku”, Taeyeon mengangguk mengerti. Dia sedikit melirik Tiffany yang terlihat fokus ke arah jalan.

.

“Aku yakin, dia bahagia mendengarmu mengatakan hal itu”

.

Tiffany tersenyum atas perkataan Taeyeon. Keduanya hanya mengobrol biasa dan saling berbicara mengenai hal-hal random. Taeyeon mulai memperlambat mobil saat mereka sudah memasuki tempat yang Taeyeon katakan.

.

Tanpa sadar, Tiffany menatap takjub tempat itu seolah-olah ia mengulang masa kecilnya. Disana ia bisa melihat berbagai jajanan pasar khas Korea yang dijual di salah satu daerah yang terletak di pinggiran Seoul.

.

Taeyeon lebih dulu turun diikuti Tiffany. Ia tak bisa menyembunyikan rasa excitednya saat mengunjungi tempat itu setelah sekian lama.

.

“Kau bisa mengetahui tempat semenarik ini?”, Tiffany mengajukan pertanyaan padanya.

.

“Saat kecil, aku pernah tinggal tak jauh dari kawasan ini”.

.

Entah kenapa, tiba-tiba Taeyeon terlalu bersemangat dan memegang tangan Tiffany. Ia menariknya dan sedikit berlari kecil untuk melihat stan makanan yang ada disana. Mulai dari kue beras yang sangat pedas, fish cake, pancake, serta ramyun yang super lezat dengan isi-isi seafood yang menggugah selera.

.

Tiffany mulai terlihat rileks dan ikut menikmatinya. Sesekali mereka tertawa bersama karena hal-hal konyol yang mereka lakukan seraya mencicipi makanan. Saat Tiffany menyodorkan sesendok es krim miliknya ke Taeyeon, seorang pria yang lewat tak sengaja menyenggolnya hingga es krim itu mendarat di pipi Taeyeon.

.

“Mianhe”, ucap pria itu dan segera pergi dari sana tanpa menunggu reaksi keduanya.

.

Jika tidak ada Tiffany, Taeyeon dapat memastikan pria itu akan merasakan peluru dari pistol miliknya. Tiba-tiba, sebuah tangan halus menyentuh pipinya dan itu berhasil membuat darah Taeyeon berdesir. Siapa lagi jika bukan Tiffany yang membantunya membersihkan es krim di wajah Taeyeon dengan ibu jarinya.

.

Baru saja Tiffany ingin menjauhkan tangannya, Taeyeon justru menahannya. Ia menatap tepat di kedua bola mata Tiffany yang indah. Keduanya terdiam, namun tak ada satupun yang mengeluarkan kalimat sebelum akhirnya Taeyeon yang mengakhiri.

.

“Terima kasih, Noona”, senyumnya pada Tiffany dan kemudian dibalas oleh wanita bereyes smile itu.

.

.

.

.

***

.

.

Yoong kembali mengecek rekaman cctv yang ia dapat untuk mencari tahu siapa yang menyerang Mark dan mengambil Stephany dari ruang sekap. Ia mulai terus melakukan penyelidikan, dan ada sedikit keraguan pada dirinya mengingat ia tidak yakin jika pelakunya adalah orang yang ia kenal.

.

Dugaan sementara Yoong masih ia pendam karena ia takut jika dugaannya itu benar terlebih jika Jessica mengetahuinya maka orang itu tak akan bisa selamat dari kemarahan Jessica. Yoong menghela nafasnya lagi dan memijat pelipisnya.

.

Drrtttt…drrttttt…..

.

.

“Yoong”

.

“Oh Naeun-ah.. Wae?”

.

“Apa kau bisa menjemputku? Aku masih di kampus. Ada beberapa hal yang akan kukerjakan hingga malam nanti. Aku takut jika harus pulang larut seorang diri”

.

“Eoh, baiklah. Aku akan menjemputmu nanti malam”

.

“Gomawo Yoong”

.

“Its okay. See you”

.

Yoong mengakhiri telpon itu dengan senyuman lebar. Sudah seminggu ia tidak bertemu Naeun dan malam ini akhirnya mereka bisa bertemu lagi. Seperti yang sudah-sudah, Naeun adalah obat dari semua obat yang bisa menyembuhkan kesedihannya dan gadis itu yang selalu mempercayai dirinya.

.

Yoong menatap wajah seorang anak kecil di frame dengan seorang wanita yang memeluknya hangat. Ia merindukan ommanya, namun semua hal yang sudah Yoong lewati adalah kenangan buruk yang mengerikan. Ia hanya berharap, bahwa sang Umma bisa segera sembuh dan kembali menjadi Ummanya yang hangat dan menyayanginya.

.

“Yoong”

.

Sebuah suara membuyarkan lamunannya. Sunny berdiri di ambang pintu ruang kerjanya. “Oh Noona, masuklah”, ucapnya sopan seraya menyimpan frame itu dan mematikan video yang sedang ia tonton.

.

“Aku ada urusan sebentar di luar. Apa kau bisa mengawasi bar selama aku pergi?”

.

“Eoh, tentu saja Noona. Ngomong-ngomong apa kau memiliki tugas dari Taeng Hyung atau Sica Noona?”, tanyanya

.

“Tidak. Hanya bertemu dengan teman lama”. Aku pergi dulu Yoong”, Yoong mengangguk menanggapi ucapan Sunny.

.
Sekitar 15 menitan ia melihat jam dinding, Yoong berdiri dan mengambil jaketnya. Tak lupa ia menghubungi salah satu anak buahnya. “Siaga di markas dan berhati-hatilah”, ucapnya melalui ponselnya pada orang kepercayaannya.

.

.

.

.

——————————–

.

.

“Mommy!”

.

Gadis kecil itu berlari ceria menyambut kedatangan Jessica yang hampir 4 hari tak bersamanya. Jessica membuka kedua tangan dan memeluk putrinya. Di belakang gadis kecil itu, masih ada gadis kecil lain yang terlihat berjalan tenang sambil membawa boneka minnie mouse miliknya.

.

“Aigoo~ my sweety”, Jessica memberikan ciuman di seluruh wajah Irene dan sang putri tertawa kegirangan. Ia lalu memandang ke arah putri satunya dan merentangkan tangan kembali. “Apa Krys ingin memberi Mommy sebuah pelukan?”

.

Gadis kecil itu mengangguk pelan. Jessica mengayunkan tangannya agar ia mendekat dan memberi pelukan pada Jessica. “Cantiknya putri Mommy, hmmm. Apa Daddy Yul membeli boneka baru?”, tanyanya pada Krystal.

.

Krystal kecil mengangguk dan terlihat berbinar saat matanya menatap boneka minnie pemberian Yuri yang ia pegang. Sedangkan Irene berjingkrak senang dan memeluk leher Jessica.

.

Senyum Jessica mengembang tak lama setelah melihat Yuri yang baru saja masuk ke dalam rumah. Namja itu mengenakan kemeja pemberiannya dan sudah terlihat rapi. Yuri menghampiri ketiganya dan memberikan pelukan.

.

“Sudah siap?”, tanyanya.

.

Irene yang menjawab paling kencang karena dia memang sudah menunggu datangnya hari ini. Yuri dan Jessica hanya bisa tertawa melihat kelakuan menggemaskan putri mereka. Yuri mengangkat tubuh kecil Irene sedangkan Jessica menggandeng tangan Krystal.

.

Sebelum Yuri pergi untuk turnamennya sore ini, ia menyempatkan diri untuk mengunjungi kedua putrinya dan Jessica. Mereka akan pergi ke Everland untuk menikmati waktu bersama. Sesampai disana, Irene sudah tak sabar untuk mencoba berbagai wahana yang ia inginkan.

.

“Daddy, Mommy, Irene pengen itu”, ia menunjuk sebuah bandana yang sangat lucu.

.

Yuri dan Jessica menuruti keinginannya. Irene memilih bandana rabbit untuknya dan memberikan satu untuk Krystal. Keduanya tersenyum melihat keakraban kedua putrinya. Setelah membeli minuman, Yuri dan Jessica memilih mengajak kedua putrinya untuk naik kereta Thomas mengelilingi wilayah European Adventure yang ada di Everland.

.

Irene tak berhenti bertanya pada Jessica mengenai nama-nama bunga yang ia lihat. Sedangkan Krystal duduk tenang sambil sesekali tertawa melihat hal-hal yang ia lihat bersama Yuri karena Yuri duduk sambil memangkunya.

.

“Mommy, Irene ingin bunga seperti itu di rumah kita”, pintanya pada Jessica. “Irene dan Krys bisa merawatnya, iya kan Krys?”, tanyanya kali ini pada Krystal agar mendukung keinginannya.

.

Krystal memandang Jessica yang tersenyum menunggu jawabannya. Akhirnya ia menganggukkan kepalanya dan menyetujui ucapan Irene. “Apa Krys dan Irene boleh memilikinya, Mom?”

.

“Tentu saja, sayang”, Kali ini Yuri yang menjawabnya dan Jessica mengangguk.

.

“Asyiiiiiiiiikk”, Irene berteriak dan memeluk Krystal sehingga membuat Yuri dan Jessica saling pandang dan tersenyum.

.

.

Selesai menikmati kawasan European Adventure, Yuri dan Jessica membawa kedua putri mereka menuju ke kawasan Magic Land yang memiliki banyak sekali wahana permainan untuk anak-anak. Mulai dari wahana lily dance, flying rescue, taman bermain anak-anak yang luas, magic swing, dan masih banyak lagi.

.

Yuri dan Jessica mengikuti kemanapun yang diinginkan putri-putrinya dan kedua gadis kecil itu sangat menikmati wahana-wahana yang ada disana. Yuri tak pernah lupa mengabadikan momennya bersama putrinya dan Jessica. Ia selalu membawa kamera dan sesekali merekam ke dalam video.

.

Wahana terakhir yang mereka datangi adalah taman bermain yang cukup luas. Disana Jessica dan Yuri membiarkan putrinya bermain sesuka hati. Jessica memilih duduk bersama Yuri di bangku yang tak jauh dari tempat kedua putri mereka berada.

.

Yuri melirik jam tangannya dan Jessica menyadari itu. “Jam berapa Yul?”, tanyanya.

.

“Masih ada 4 jam lagi, Sica”, Yuri melingkarkan tangannya di pinggang Jessica dan Jessica memeluknya dari samping.

.

“Aku sudah meminta Youngi menghentikan pemberian obat pada Krys. Dia sudah terlihat lebih baik dan mulai melupakan semua kenangan pahitnya”, jelas Jessica.

.

“Aku senang mendengarnya. Kau Mommy terbaik, Sica”, Yuri mengecup keningnya.

.

“Tapi aku bukan manusia yang terbaik, Yul”, ucapan Jessica membuat Yuri menoleh kepadanya. Tatapan mereka bertemu dan ada kesedihan disana.

.

Yuri tahu apa yang Jessica maksudkan. Ia memeluk wanita yang ia cintai itu dengan sepenuh hati. “Kau melakukannya karena keadaan Sica. Aku tidak peduli, yang aku kenal adalah Jessicanya Kwon Yuri yang hebat dan sangat mencintai kedua putrinya dan pria bernama Kwon Yuri”

.

Jessica tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya, Yuri selalu tahu apa yang ia butuhkan. Sebuah kehangatan yang membuatnya merasakan arti “rumah” yang sebenarnya walau hubungan mereka tak semudah yang dibayangkan.

.

“Mommy”, sebuah tangan menarik ujung blouse yang Jessica kenakan. Keduanya melepaskan pelukan mereka dan mendapati Krystal yang menatap keduanya.

.

“Yes, baby. Ada apa?”

.

“Krys mengantuk”, ucap gadis kecil itu.

.

Jessica tersenyum melihatnya. Ia lalu menggendong tubuh kecil Krystal dan mulai mengusap punggungnya agar Krystal tidur di dalam dekapannya. Sedangkan Yuri mengusap kepala Krystal sebelum berjalan menghampiri satu putrinya yang masih terlihat bersemangat untuk bermain.

.

Hampir menunggu 30 menit, Irene mulai terlihat lelah. Yuri dan Jessica memutuskan untuk mampir ke restoran. Yuri membantu putrinya untuk memilih makanan dan sesekali menyuapinya. Ia juga tak lupa menyuapi Jessica karena masih menggendong Krystal yang sudah terlelap.

.

Dalam perjalanan ke airport, akhirnya Irene ikut terlelap di bangku depan. Melihat kedua putrinya yang sudah tidur, Yuri memutuskan untuk menghubungi supir pribadi Jessica agar menjemput Jessica dan kedua putrinya di airport.

.

“Ini kunci mobilnya, ahjussi”, Yuri menyerahkan kunci mobil lalu menunduk ke dalam mobil. “Sica, aku pergi dulu”

.

“Hati-hati Yul. Kabari aku jika sudah sampai. Jaga kesehatanmu dan semoga menang. Aku dan putri kita terus mendukungmu”

.

“Hmmm, pasti. Love you”, Ia mengecup bibir Jessica lalu mengecup kening Krystal yang masih tidur di pelukan Jessica.

.

Yuri berpindah ke bangku depan untuk mengangkat tubuh Irene dan memindahkannya di bangku belakang. Ia tak lupa mencium pipi putrinya yang sudah terlelap itu.

.

“Ahjussi, tolong bawa mobil dengan hati-hati”

.

“Baik Tuan”

.

Yuri melambaikan tangannya dan tersenyum pada Jessica sebelum mobil itu pergi menjauh dari pandangannya dan iapun segera bergegas masuk ke dalam ruang tunggu keberangkatan.

.

.

.

***

.

.

“Kau tak seburuk yang kuduga”, ucap Tiffany pada Taeyeon. Berjalan menuju parkiran dimana tempat mobil Tiffany berada.

.

“Benarkah? Kalo begitu, Noona tak sesexy yang kukira”

.

Tiffany tergelak dengan candaan Taeyeon yang membuatnya tertawa. “You are so funny. Apa semua wanita yang kau tiduri hanya kau lihat dari sexy atau tidaknya? Jika iya, maka jangan bermimpi mendekatiku”

.

“Owhh, so means” ucap Taeyeon disertai wajah pura-pura kesakitan.

.

“Dork”, Tiffany memukul punggungnya tak terlalu kuat.

.

Saat memasuki parkiran, ponsel Taeyeon bergetar dan ia berhenti sesaat untuk mengecek pesan masuk. Sedangkan Tiffany berjalan lebih dulu ke arah mobilnya. Taeyeon membulatkan matanya saat membaca pesan singkat itu dan matanya segera mengarah ke Tiffany yang sudah berjalan beberapa meter darinya menuju mobil.

.

“NOONA!!!!”
.

Taeyeon berlari sekuat tenaga dan mendorong Tiffany ke samping dan keduanya terjatuh dengan Taeyeon yang memeluk Tiffany.

.

.

Duuuarrr!!!

.

.

.

Sebuah ledakan baru saja terjadi tak jauh dari sana, tepatnya mobil bmw mini cooper milik Tiffany dan menyebabkan beberapa mobil di sekitarnya ikut meledak dan terbakar. Tiffany yang mendengarnya langsung shock seketika. Ia tak peduli dengan posisinya dan Taeyeon saat itu. Wanita itu terdiam dan tak bisa berkata apa-apa lagi.

.

“Oh f cking sh t!!!” ia mendengar Taeyeon mengumpat. Taeyeon segera berdiri dan membawa Tiffany menjauh dari sana. Beberapa warga mulai terlihat panik dan sirine polisi dan ambulan mulai terdengar dari jauh beberapa saat setelah ledakan.

.

Sebuah mobil berhenti di depan Taeyeon dan Tiffany. Taeyeon segera membawa Tiffany masuk dan pergi dari sana. Tak ada sepatah kata pun yang terucap. Tiffany masih terlihat shock dan hanya diam di pelukan Taeyeon.

.

Baru saja mobil memasuki kawasan yang tak jauh dari lokasi markasnya, Taeyeon menangkap sesuatu yang tidak beres dari kejauhan. Pandangannya mulai fokus dengan apa yang dilihat dan Taeyeon mulai merasakan hal yang buruk sedang terjadi.

.

“Putar balik!!”, perintahnya pada sang sopir yang langsung melaksanakan perintahnya.

.

Taeyeon segera mengirimkan pesan kepada Yoong dan Sooyoung untuk memeriksa keadaan markas.”Kita ke Chonju sekarang”, ucapnya lagi.

.

Hanya butuh 2 jam, Taeyeon dan Tiffany sudah tiba di Chonju dan masuk ke sebuah kawasan. Saat turun dari mobil, seorang wanita terkejut dengan kedatangan Taeyeon dan seseorang yang tak ia kenal.

.

“Taeng” ia mendekati keduanya.

.

“Jieun-ah, bantu aku. Siapkan kamar istirahat untuk Noona ini. Dia temanku”

.

Jieun mengangguk dan keduanya mengikuti Jieun masuk ke dalam gedung. Jieun membawa mereka ke dalam kamar tamu dan Taeyeon membantu Tiffany untuk duduk di pinggir kasur. “Minumlah air putih ini”, ucapnya pada Tiffany.

.

Tiffany masih diam, tapi ia segera meminum air yang diberikan Taeyeon. Jieun masih berada di sana dengan berbagai tanda tanya yang masih tak ia pahami.

.

“Aku tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi sekarang. Tolong jaga dia dengan baik, Jieun-ah. Aku harus kembali ke Seoul lagi”

.

“Tapi Taeng, kau baru saja datang”, Jieun terlihat sedih saat Taeyeon mengatakan hal itu.

.

“Tidak sekarang, Jieun-ah. Aku mohon, jagalah dia. Aku akan menjelaskannya nanti, hmm”, Taeyeon memeluknya dan mengecup pipi Jieun. Ia kemudia menatap Tiffany dan merunduk menatap matanya. “Noona akan aman disini. Aku akan segera kembali”

.

Tanpa menunggu jawaban Tiffany, Taeyeon segera kembali ke Seoul bersama sopirnya. Ia langsung menemui Yoong dan Sooyoung yang sudah memberitahukan bahwa mereka ada di markas.

.

Begitu Taeyeon tiba di markas, ia tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya. Tak jauh darinya, sebuah mobil baru saja tiba dan itu adalah mobil Jessica. Ia terburu-buru keluar dari mobil dan mendekati Taeyeon.

.

“Astaga!!”, Jessica menatap tak percaya pada yang dilihatnya. Taeyeon masih diam dan menatapi gedung di depannya yang terlihat rusak dan kaca-kaca yang pecah disertai api-api kecil dari serpihan kayu yang ada disana.

.

Taeyeon segera masuk diikuti Jessica. Kondisi di dalam tak kalah buruknya. Meja-meja bar rusak berantakan bahkan botol-botol minuman keras yang ada di meja bartender hancur berkeping-keping. Ada beberapa tubuh manusia yang tergeletak berdarah dan tak bernyawa.

.

Mereka langsung menuju lantai paling atas dimana markas kelompok Taeyeon berada. Disana ada Yoong dan Sooyoung yang sedang memadamkan api dengan menggunakan tabung APAR. “What the hell?”, maki Taeyeon dan membuat keduanya menoleh.

.

“Taeng, Sica”

.

“Hyung, Noona”

.

Yoong dan Sooyoung mendekat. “Aku dan Yoong terlambat datang. Markas kita diserang, Taeng”

.

Duuarrrr!!

.

.

Ledakan dari bawah mengagetkan mereka lagi. Jessica segera meminta mereka meninggalkan tempat ini melewati pintu rahasia yang ada di ruangan Taeyeon. Hampir 10 menit, akhirnya mereka keluar dan berhenti di sebuah gudang yang terletak tak jauh dari markas.

.

Belum sempat bernafas lega, tiba-tiba saja Yoong memukul wajah Sooyoung dengan sangat keras. Hal itu membuat Jessica dan Taeyeon terkejut.

.

“Yoong!”, Jessica berusaha melerainya dan Taeyeon menjauhkan Sooyoung dari Yoong.

.

“Apa yang kau lakukan Yoong?”, ucap Sooyoung tak terima. Ia ingin membalas tapi Taeyeon menahannya.

.

“Ini semua gara-gara kau Hyung! Kau membawa penyusup ke kelompok ini”, teriak Yoong yang mulai diliputi emosi yang membara.

.

“Apa maksudmu Yoong?”, Jessica ikut angkat bicara, dan tak mengerti maksud pembicaraan Yoong.

.

“Orang yang kau percayai yang menghianati kita!!”, teriaknya lagi.

.

Jessica, Taeyeon, dan Sooyoung jelas terkejut dengan pernyataan Yoong barusan. Jika berkata mengenai orang yang Sooyoung percayai maka jawabannya hanya satu orang. Sooyoung yang tak terima dengan ucapan Yoong, tiba-tiba mendorong keras Taeyeon lalu beralih memukul Yoong.

.

Keduanya terlibat saling pukul. Jessica yang sudah tidak tahan melihatnya, tak segan mengeluarkan pisau miliknya. Ia mendekati keduanya dan mendorong Yoong menjauh dari Sooyoung. Pisau miliknya tepat menacap di bahu kanan Sooyoung. Meskipun tak terlalu dalam, tapi itu cukup membuat Sooyoung mengeluarkan darah.

.

“Berhenti atau pisau ini akan beralih ke jantungmu, Soo”, ucapnya tenang pada Sooyoung. Namja itu mengatur nafasnya yang tersengal dan pandangannya mengarah ke pisau lalu mengarah ke mata Jessica yang terlihat marah.

.

Mengerti dengan ucapan Jessica, Sooyoung tak melawan. “Maafkan aku”, ucapnya. Dan detik itu juga, Jessica mencabut pisaunya dari bahu Sooyoung.

.

“Apa kalian ingin saling membunuh, HAH?” kali ini Taeyeon yang mulai meradang melihat kelakuan dua sahabatnya. “Kita sedang diadu domba, f ck it!”, kesal Taeyeon lagi.

.

Tak ada yang berani bersuara. Yoong terduduk di lantai, dan Jessica masih berdiri dekat dengan Sooyoung yang menyandarkan tubuhnya di dinding dan memegang bahunya yang terluka akibat tusukan Jessica. Sedangkan Taeyeon menatap ketiganya dengan pandangan yang sudah tersulut emosi.

.

Akhirnya Yoong memilih berdiri dan berjalan ke arah Sooyoung lalu mengulurkan tangannya. “Maafkan aku Hyung, itu hanya dugaanku saja”, ucapnya dengan sesal.

.

Sooyoung mengangkat wajahnya dan memandang Yoong. Tak lama, ia tersenyum pada Yoong. “Its okay, pukulanmu belum seberapa”, balasnya seraya menjabat tangan Yoong.

.

Jessica menghela nafasnya begitu suasana tegang diantara mereka mulai mereda. Ia memberikan sapu tangannya pada Sooyoung. “ikat lukamu dengan ini agar darahnya berhenti”

.

“Yeah, aku tahu. Aku seorang dokter, Sica”, ucap Sooyoung dan mendapati kekehan dari Jessica.

.

Taeyeon ikut bergabung. “Markas kita setengahnya hancur. Kerahkan orangmu yang tersisa Yoong dan mulai jalankan rencana kita ke partai pendukung PM Hwang. Aku yakin, salah satu dari mereka yang menyerang kita. Tidak mungkin sebersih ini, bahkan tak ada satu pun polisi yang berniat datang kemari. Siang tadi, seseorang meledakkan bom di mobil Tiffany. Ken sedang mengejar pelakunya. Dia yang bertugas mengawasi Tiffany mulai saat ini”

.

Yoong dan Sooyoung yang belum mengetahui ini, ikut mengerutkan keningnya. “Apa ada yang coba membunuhnya?”, tanya Yoong

.

“Sepertinya iya. Dan kurasa, kelompok lain sudah mengetahui tentang kita. Berhati-hatilah”

.

Yoong dan Sooyoung mengangguk.

.

“Lalu dengan Mark, di sudah tidak ada di markas. Tadi pagi, timku memindahkannya ke ruang rawat rahasia. Kita akan menunggu dia hingga sadar” giliran Sooyoung bersuara.

.

“Hmm, Mark kunci kita untuk mengetahui penyusup di kelompok kita. Apapun yang dia katakan, berarti itu kebenarannya”, jelas Jessica dan ia memandang Sooyoung. “Jika dugaan Yoong benar, tak ada kata ampun dariku, Soo. Kau tahu itu kan?”

.

Pandangan Sooyoung cukup lama menatap Jessica. Ia sudah mengenal Jessica sangat lama dan Sooyoung memahami apa yang membuat Jessica memiliki prinsip yang tak bisa ia ubah jika seseorang menghianatinya.

.

“Hingga saat itu tiba, kau berhak melakukan apapun Sica. Aku menghargai itu”, ujar Sooyoung.

.

Taeyeon memperhatikan keduanya. Ia bisa mendengar jelas suara Sooyoung meskipun ia mengatakan dengan lirih. Siapapun yang berada dalam posisi Sooyoung, pasti akan berat menerima keputusan yang akan membuatnya kehilangan hal yang berharga dari hidupnya.

.

Jessica dan Yoong membantu Sooyoung berdiri dan mereka berempat mulai merapat membentuk lingkaran. “Semuanya akan dimulai. Apapun yang terjadi, kita akan melakukannya sampai akhir. Aku tak akan segan-segan membunuh siapa saja yang menghalangi rencanaku”, ucap Taeyeon dengan tegas.

.

Taeyeon mengulurkan tangannya diikuti Jessica, Yoong, dan Sooyoung. Mereka melakukan janji satu sama lain sebelum akhirnya melakukan toss.

.

.

.

“Untuk sebuah pembalasan, dan kemenangan Butterfly!”

.

.

.

.

.

TBC

.

——————————

Note: Baca FF ini harus penuh dengan ketelitian ^^

Hai Hai

Jeje is Back!

Hehehehe, baru bisa update Butterfly. Sorry banget, gue akan sibuk bulan ini tapi tenang aja, gak ada kata hiatus atau apalah itu. Gue akan tetap nulis dan update. Semuanya tergantung waktu free aja.

Buat readers2 yang baru komen di ff gue, makasih dan maaf kalo belum dibalas komennya. Tapi gue udah baca. Ya selamat datang di wp gue, semoga betah XD kekekeke

Okay, cukup ini yang mau gue sampaikan. See you di The Heirs!

.

Annyeong~~
.

.

by: J418

.

.

.

*bow*

Advertisements

192 thoughts on “Butterfly (7)

  1. Gw mah gak mau sbutin msuh dlam slimtnya butterfly, gw tnggu updtan slnjtnya aj.. wkwkwk
    Wadoh mommy gw kasihan amat, udah asistnnya d bnuh. Eh skrg dia yg jdi ssrannya.. untng aja ada daddy yg siap siaga lndungin mommy dri mara bahaya.. #plakk
    Mommy gw shock bnget, sini peluk dulu… *modus XD
    Tegang bgt bcanya, sumvah!! aplg pas aunty sica nncapin pisaunya d pnggungnya soo, njirrr jantng ane kyk mau copotttt -,-
    Keluarga ilegal lagi bahagia tuh ><

    Like

  2. ohh jd dia toh musuh dlm kemulnya pantesan bersih banget
    dah curiga dr awal kq tiap ad kehadian ntu orng psti kagak ada
    basmi ja jes serang yg brani ngusik sarang semut

    Like

  3. Kasian amat nasibnya pany pany tippany….pastinya syok banget skrg untungnya tae masih bisa nyelamatin pany
    Gw jd gak sabar pengen liat balas dendamnya butterfly apakah bakalan lebih mengerikan hmmn….hanya jeje yang tau kkkk….

    Like

  4. org kepercayaan soo???hmmm ga mau nebak ahhh nunggu si mark sadar aj skalian hehe
    itu hanya sepersekian detik stlh yoong ama soo kluar dr gang sempit trus org” suruhan partai muncul..o m G!
    bgtu pula dgn meledak nya mobil ppany,,,ckckck selangkah telat aj hilang sudah noona sexy nya taeng…

    Like

  5. Kebersmaan keluarga yulsic..akhirnya yul ngajak sica,irene n kry jalan2..

    Duh tae byun bued sih..ngebndingin ke sexyan fany n seo

    Jangan2 pengkhianat nya sunny lagi..duh klo bener kashn soo bkln kehlgn yg org yg plg berharga

    Mark cpt sdar n ungkp syp yg org yg berkhianat..

    Like

  6. wah, makin asyik j neh crita ! penuh teka teki…. msh penasaran sama orang yg dcurigai yoong, jangan2 sunny neh !

    seneg liat keluarga yulsic, harmonis bngt ! moga2 g ad yg beeniat jahat ke irene ataupun kry

    Like

  7. Tae always byuntae, untung hyuna gak langsung di terkam di TKP kalo khilaf gak jadi jalan tae sama fany.. hahhhhahaa 😁😁😁
    Aww Yulsic family is so sweet, apalagi Irene yg hyper bgt Dan Krystal yg udah mau ngomong walau masih irit 😁😝
    Wah kaco juga itu yg nyerang fany, untung Ada tae 😊 masih penasaran siapa jieun itu 😓😫
    Beuhh itu yg dimaksud yoong penyusup itu sunny ya? Wah parah juga kalo bener mah 😥😱😑

    Like

  8. Feeling gw kayanya pengkhianatnya Sunny deh. Hadeeeehhh…kasian Sooyoung..sabar y pak dokter…
    Baca pas bagian part nya Kwon family jd pgn ke everland. Hahaha

    Like

  9. Duhhh fany hidupnya pun terancam. Kira2 siapa yaa yg berusaha ngebunuh fany…
    Penyusup nya org terdekat sooyoung…hmm apa sunny??dipikiran gue cuma terbesit satu nama itu doang. Tapi ya semoga aja bukan…
    Taeny moment nya duhh manis sekali sih kalian;3

    Like

  10. Author-nim kapan flasback taengsicnya terkuak? Aku sudah sangat geregetan wkwkwk
    Butterfly team fighting, kalian pasti bisa!
    Btw author-nim ff ini long chap kan? Long chap dong, sampe taeng nikah dan punya anak sama noona sexy>.<
    Okeh deh, semangat author-nim;)

    Like

  11. Jadi tmn nya jess mesti hati hati salah dikit main tusuk eh hahaa
    Banyak dugaan dugaan yg muncul tapi simpen aja dulu takut salah 😅
    Itu kayaknya yg ngebom mobil fany sma yg ngebom markas butterfly beda klompok kan kak
    Makin seru ahhh haha dlanjut deh kakak fighting

    Like

  12. Ahhh baru nemu wp ini :””) aku baru mulai menjelajah semua ff yang ada disini untuk kubaca :”D dan untuk ff butterfly ini keren bgt, aku paling suka genre action soalnya haha. Keep writing ;))) i’ll wait for the next chap 🙂

    Like

  13. Kaya’x penyusupnya ini sunny deh dia kya’ aneh gitu gelagatnya, gw masih penasaran hubungan jieun sama taeyeon itu sebenarnya apaan.

    Like

  14. aku jd makin suka sama FF Butterfly, soal’y udh mulai lebih kerasa action’y dan mulai bisa ngerasain feel sica, soo, sama yoong jd gangster tinggal taeyeon nih di otak aku masih nempel’y Byuntaeng mulu masa #gubrak 🙂
    ishh my daddy byuntaeng menang byk eui, sebelum’y dpt no hp trs skrg jalan” bareng ama mommy sexy pany pany tiffany cihuy..
    buat yulsic family udh gk bisa komen walaupun hubungan mrk rumit tp tetep selalu bahagia bareng kedua anak mrk krys dan irene
    parah ini sebener’y siapa penyusup di butterfly, kasian soo udh kena tonjok yoong ditusuk pula sama sica
    mom tiffany jg makin dlm bahaya untung daddy taeng jd superhero
    seru” mari kita lanjut baca, cus…

    Like

    • wkwkwkwk taeng gak berasa actionnya soalnya dia kan gak bisa kelahi kayak Yoong Sica sama Sooyoung. XD
      Daddy lo kayak menang lotre, banyak dapat bonus walaupun gak enak di tiffany karena doi diincar. hihihi

      Like

  15. Yg jdi pengkhianat siapa? Please jngam blng itu sunny ….. Sweet bnget keluarga ya yulsic, irene sma krys tambah deket 😍😍

    Like

  16. Org kepercayaan skaligus yg berharga buat sooyounh ??
    Sunny kah ?

    Critanya smakin seru..

    Sica mmg bukan org baik tp ibu terbaik buat irene dn krys
    Hehe

    Like

  17. Hampir 2bulan g on. Wp sama sekali sampe lupa dmna crta nya 😀 hahaha

    Gue suka bgt scene sica dsni.. Diem” galak…
    Penasaran siapa yg ngejar fanny???
    Yg nyerang kelompok taeng… Masih abu” klo gue bilang mah.. :p

    #sepertinyaPERANGbarudimulai 😀

    Lanjuttt….

    Like

  18. Tadinya gua pikir si penghianat yg dimaksud Yoong itu sunny tapi setelah gua baca part8 ternyata bukan Sunny. hadeh maafkan daku yg udh seudzon sama lo yah sun

    Like

  19. Wow, penyerangan dimulai. Tp masih janggal, kalo dr pm hwang kenapa menyerah panny? Bukankah dia anaknya? Apa sekejam itu mr. Hwang membunuh anaknya demi kekuasaan? Mengenai orang dalam yg berkhianat dr segi yoong dan soo bisa ditebak itu sunny. Makin penasaran baca ffnya, saya sangt terlambat tahu cerita ini.

    Like

  20. bnr kata Sica ini adl adu domba utk pecahkn klmpok Taeng.tp dsini justru taeng cs slngkh lbh maju,tp mrk g mw gegabah krn bgmn pn mrk udh siap klo ad penghianat dlm klmpok mrk.terbkti g bs lngsung tngkp taeng cs. w rasa klo fany th ttg tujuan klmpk taeng, q rasa pst lngsung gbung.so diikutin trs nih n hrs mlh next..partny…

    Like

  21. penghianat………… orang dalam……. sunny? ah jangan sampai ;(
    btw taeng lakuin ini semua buat bales dendam oh ;'(((( cepat selesai bales dendamnya supayaaa kalian bahagia tanpa ada pertumpahan darah lagi ;(

    Like

  22. keluarga nya yulsic asekk banget sih ,, lucu lucu banget si irene sama krystalnya , gemesin deh . wkwkwkwkkw . ceritanya taeng dulu pernah mengalami luka lama ya , trus dia mau balas dendam , tpi sama siapa ya , Mr.Hwang kah ?
    siapa sih yg dicurigain yoong , orang kepercayaan nya soo , siapa ya yg jadi mata2 di kelompok “butterfly” ?

    Like

  23. Ahh seneng bett gua kwon family momment😍
    Yakk TaeNy feels
    Untung mereka lagi ga dimarkas
    Orang dalem yg dimaksud yoong sunny thor?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s