RAIN (15)

Tittle                : RAIN

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kim Hyoyeon

Lee Sunkyu

Girls Generation Member and Others

Genre              : GirlxGirl, Friendship, BitterSweet, Romance

Series

——————————————————————————-

RAIN……

– There’s a thin line between being in love and being stupid –

.

.

PART 15

.

.

Sepanjang perjalanan Sunny tampak diam dan tak mengeluarkan kalimat sedikit pun. Hal itu membuat Sooyoung khawatir dengan keadaannya. “Jangan terlalu stress, Sunny-ah. Itu akan mempengaruhi bayimu”

.

Sunny menghela nafasnya dan memandang Sooyoung. “Aku hanya berpikir, apa kau yakin dengan ini Youngi?”

.

“Aku yakin. Bertahun-tahun aku bekerja di industri hiburan, setidaknya aku bisa memilih siapa yang harus aku dukung. Percayalah pada presscon yang akan berlangsung besok”

.

Sunny menyenderkan kepalanya di bahu Sooyoung. Keputusan Sooyoung mengajaknya ke Amerika adalah keputusan dari Jessica. Sunny sebenarnya masih takut dan meragukan presscon yang akan berlangsung. Tapi ucapan Sooyoung setidaknya membuatnya merasa tenang.

.

“Kau memang pandai sekali dalam menenangkan perasaanku, huh”

.

Sooyoung tertawa dengan ucapan Sunny. “Itulah kemampuan seorang manajer”, kekehnya.

.

“Yeah kurasa seperti itu”

.

Tiba-tiba saat mereka mengobrol, seorang pramugari mendatangi keduanya. “Maaf, apa ini yang anda butuhkan?”, tanyanya pada Sooyoung.

.

“Ah, anda benar. Terima kasih”, Sooyoung menerimanya.

.

Sunny mengerutkan keningnya melihat sesuatu yang dipegang Sooyoung. “What?”, tanya Sooyoung.

.

“Seriously Choi Sooyoung?” Sunny menatapnya tak percaya.

.

Sooyoung menyengir. “Sekali-sekali mengkonsumsi obat tidur tidak ada salahnya. Aku ingin tidur, perjalanan ke Amerika sangat panjang dan melelahkan”

.

Sunny menggeleng heran. “Terserah kau sajalah”

.

.

.

————————–

.

“Apa benar disini?”

.

Hyoyeon tampak ragu dengan sebuah gedung yang mereka lihat. Tapi ponsel miliknya menunjukkan bahwa pesan Jessica memang benar. Pertemuan mereka ada di gedung ini.

.

“Kita coba saja”, Yuri mendahuluinya dan melangkah masuk.

.

Dari luar gedung itu tampak sepi, namun betapa terkejutnya mereka ketika melihat ada sisi lain dalam gedung ini. Yuri dan Hyoyeon berjalan mendekati pintu kaca yang berjarak 30 meter dari mereka. Pintu otomatis itu terbuka dan keduanya pun disuguhi oleh pemandangan lalu lalang orang-orang yang sibuk dengan pekerjaannya.

.

“Tempat apa ini?”, Yuri dibuat bingung begitu pula Hyoyeon.

.

Tak lama kemudian, seseorang mendekati mereka dan tersenyum. “Kalian pasti member RAIN”, tanyanya pada Yuri dan Hyo.

.

“Hmmm, kami ada pertemuan disini. Tapi kurasa—”

.

“Ya saya tahu, mari saya antarkan ke ruang pertemuan”, orang itu memotong ucapan Yuri. Mereka saling pandang lalu mengangguk dan mengikuti orang tersebut.

.

Yuri dan Hyoyeon dipersilahkan masuk. Disana sudah ada Jessica dan Taeyeon yang serta beberapa orang berpakaian rapi. Di depan mereka ada plakat nama yang menunjukkan jabatan. Jessica yang paling pertama menyadari kedatangan keduanya. Ia berdiri dan mendekati keduanya.

.

“Syukurlah kalian sudah datang”, ia tersenyum lalu bergantian memeluk mereka. “Mari duduk, pertemuan ini segera dimulai”, ajaknya pada Yuri dan Hyoyeon yang tampak masih bingung.

.

Salah seorang pria berjas maju ke depan dan memulai pertemuan ini. Pembicaraan mereka semakin serius ketika memasuki inti topik. Yuri dan Hyoyeon benar-benar dibuat terkejut dengan semua penjabaran yang dibahas dalam rapat ini. Selama ini mereka hanya pernah mendengar, tapi tak pernah mengetahui kenyataan.

.

Taeyeon yang melihat reaksi keduanya, hanya menggeleng heran dan tanpa sadar ia tertawa kecil. Rapat berjalan hampir 4 jam dan akhirnya semua sudah selesai. Semua orang meninggalkan ruangan kecuali Jessica, Taeyeon, Yuri dan Hyoyeon.

.

“Jangan terlalu terpesona, Yul. Ekspresimu menggelikan”, ejek Taeyeon.

.

Yuri mengerutkan hidungnya dan menatap Jessica dengan tatapan tak percaya. Ia tak mempedulikan ejekan Taeyeon. “Sica, ini…….”

.

Jessica tersenyum padanya. “Jangan khawatir Yul, jika presscon nanti menghasilkan hasil yang buruk bagi publik, karirmu akan tetap aman” Jessica beralih kepada Hyoyeon. “Kau juga, Hyo”

.

“Sica, maksudku bukan seperti itu. Tapi apa benar dia yang melakukannya?” tanya Yuri tak percaya.

.

“Aku dan Taeyeon cukup yakin, tapi kita harus mengumpulkan bukti yang lebih akurat untuk membuktikannya”

.

Penjelasan Jessica membuat Yuri dan Hyoyeon menghembuskan nafasnya kasar. Industri hiburan tak selamanya memberikan kepuasan tapi terkadang justru memanipulasi mereka untuk menjadi lebih baik di depan publik tapi menjadi leih buruk di belakang publik karena sebuah permainan dan kebohongan.

.

“Selama ini karir RAIN didukung oleh orang-orang tadi. Mereka yang menopang kita dan BCEnt hanya sebuah label untuk kita berkarir”, Taeyeon ikut menimbrung dalam percakapan. .

“Nikmatilah karir kalian. Masih banyak yang ingin kalian lakukan, bukan?”, lanjut Taeyeon lagi. Gadis itu lalu berdiri. “Sica, aku pulang dulu. Persiapkan dirimu untuk presscon”

.

“Hmmm, hati-hati Taeng”

.

Taeyeon sudah pergi. Yuri dan Hyoyeon masih tampak tak percaya. Mereka kembali membaca lembaran dokumen yang tadi dibagikan saat rapat. Sedangkan Jessica masih menunggu reaksi kedua temannya.

.

“Ini benar-benar gila”, Hyoyeon mulai bersuara. “Aku mendukung presscon dan mendukung apapun yang akan kau putuskan, Sica”, ucap Hyoyeon pada akhirnya.

.

“Lalu, apa pilihanmu, Hyo?”

.

“Mengikuti aturan mainmu”, Hyoyeon segera mengambil bolpoin dan menandatangi dokumen itu lalu menyerahkannya pada Jessica.

.

Di sisi lain, Yuri masih dilema. Antara iya dan tidak, karena kedua jawaban itu tidak akan mempengaruhi karirnya. “Bisakah aku memiliki waktu untuk berpikir, Sica? Ini….Ini terlalu mengejutkan untukku. Tapi kau tahu kan jika aku selalu mendukung keputusanmu?”

.

Jessica mengangguk tersenyum. “Aku tahu Yul, kau yang terbaik. Aku minta maaf merahasiakan ini. Aku hanya tidak ingin menciptakan jurang perbedaan diantara kita. Pilihan itu menentukan jalanmu ke depan, dan lakukanlah sesuai kata hatimu”

.

“Eoh. Aku akan membawa dokumen ini. Secepatnya akan kukembalikan”

.

Yuri dan Hyoyeon lalu berpamitan, meninggalkan Jessica seorang diri di ruangan itu. Tak lama, seseorang masuk ke dalam dan itu sekretaris barunya Shin Hyejeong.

.

“Presdir, nona Tiffany sudah datang”, ucapnya.

.

“Terima kasih Shin. Aku akan ke ruanganku sekarang”

.

Jessica membuka pintu ruangannya dan tampak Tiffany duduk di kursi yang ada di meja kerjanya. Gadis itu menyadari kedatangan Jessica walaupun ia duduk membelakanginya.

.

“Hey”, Jessica memback hug nya dan memberikan kecupan di pipi kanan.

.

Tiffany menggenggam tangan Jessica yang berada di depannya dan meremasnya sedikit kuat. “Aku cemas”, jujurnya.

.

“Remember what i say? Everything will be alright”, Jessica mengeratkan pelukannya. “Kau siap?”, tanyanya lagi.

.

“Hmmm”, Tiffany menolehkan kepalanya ke samping dan bertemu dengan wajah Jessica. Gadis itu tak tahan untuk tidak mengecup bibir Jessica agar perasaannya lebih tenang.

.

“Kajja…Daddy sudah menunggu”, ajaknya dan mereka pun segera keluar.

.

“Shin, aku akan keluar sebentar. Tolong atur semua dokumen yang akan didistribusikan kepada para sponsor dan investor”, ucap Jessica pada sekretarisnya.

.

Shin Hyejeong tersenyum dengan sangat manis pada Jessica dan menganggukkan kepalanya. Jessica membalasnya sebelum ia membawa Tiffany pergi dari sana.

.

“What was that?”, Jessica dibuat bingung oleh sikap Tiffany yang tiba-tiba melepas genggaman tangan mereka setelah di parkiran. Gadis bereyes smile itu bahkan melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap sebal Jessica.

.

“Apa harus tersenyum manis seperti itu?” kesalnya mengingat perbuatan Jessica yang membalas senyuman Shin dengan tak kalah manisnya.

.

“What?”

.

Tiffany menghentakkan kakinya kesal. “Urrggh! Whatever… I prefer Juyeon than her”, ujarnya lalu masuk ke dalam mobil tanpa menunggu jawaban Jessica.

.

Detik selanjutnya Jessica mulai mengerti apa maksud Tiffany. “Aigoo~ She’s cute whenever got jealous”, Jessica terkekeh sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil.

.

.

.

.

***

.

“Foto-foto mesra Im Yoona dan manajernya beredar luas. Netizen dibuat terkejut”

.

.

Publik Korea kembali digemparkan dengan berita dari salah satu agensi ternama dengan beredarnya foto-foto kemesraaan Yoona dan Seohyun. Hingga berita ini diturunkan, media terus mencari keberadaan Yoona untuk mengkonfirmasinya. Sedangkan BCEnt menolak berkomentar.

.

“Kau yakin ini akan berhasil?”

.

“Aku bukan penentu sebuah keberhasilan, tapi aku ingin mencobanya. Tidak ada yang salah bukan?”

.

“Resikonya adalah popularitasmu. Banyak yang mengagumimu, tapi kau malah ingin merusaknya”

.

Yeoja itu menghela nafasnya. “Setidaknya kebenaran yang kudapatkan lebih menyakitkan”

.

“Untuk apa?”

.

“Itulah permasalahannya. Kupikir, aku tidak mengenalnya sedalam itu”

.

“Jika begitu, kau harus mencari tahu daripada kau bertindak seperti ini”

.

“Berita sudah dirilis, kupikir ini akan memancingnya untuk menemuiku. Aku butuh sebuah penjelasan darinya. Setidaknya aku ingin dia membela dirinya lalu mengatakan semua itu hanyalah kebohongan”

.

“Yoong! Berita ini tidak main-main. Bisakah kau serius?”, yeoja itu terdengar frustasi menasehati sahabatnya.

.

“Hara-ya, aku tidak mempedulikan popularitasku lagi. Yang aku butuhkan adalah sebuah kejujuran bukan sandiwara seorang Im Yoona yang terlihat sempurna di mata publik. I am gay, thats it”

.

Hara mendengus kesal. “Jika Seohyun yang membuatmu seperti ini, aku menyesal pernah mendukungmu”

.

“Setidaknya aku tahu kau akan berdiri disampingku sampai akhir”, Yoong menepuk pundaknya pelan.

.

Keduanya kembali terdiam dan menikmati pemikiran mereka masing-masing.

.

.

.

Braaakkkk…..

.

.

“Berita gila apa lagi ini!”, presdir Han tak dapat menyembunyikan amarahnya. Berita artis barunya, Im Yoona dan Seohyun membuatnya meradang.

.

“Yoona tidak bisa dihubungi, tuan. Tapi Seohyun dalam perjalanan kemari”, jelas asistennya.

.

“Apa media massa masih dibawah?”

.

“Sangat padat tuan. Saya sudah mengatakan pada Seohyun untuk lewat jalan belakang”

.

Tak berapa lama, pintu ruangannya terbuka dan tampak Seohyun yang tergesa-gesa. Ia mengatur nafasnya sebelum berbicara. “Apa yang anda lakukan, presdir?”, gadis itu tampak marah.

.

“Mwo? Aku tidak melakukan apa-apa. Seharusnya kau yang bertanya pada penyebar beritanya. Bahkan sekarang Im Yoona saja tidak bisa dihubungi”

.

Mendengar hal itu, Seohyun segera mengambil ponselnya. Namun seperti yang presdir Han katakan, nomor Yoona tak bisa dihubungi. Wajah tenangnya terlihat panik.

.

“Seharusnya kau tahu dimana Yoona berada. Temuilah dia dan konfirmasi bahwa berita tentang kalian itu tidak benar. Setelah itu, BCEnt akan membuat official statement. Ini berita menggelikan yang pernah aku dengar”, ucap presdir Han.

.

“Maafkan saya. Saya permisi dulu presdir”, Seohyun bergegas pamit dan mencari keberadaan Yoona.

.

Asisten presdir Han kembali masuk ke ruang dan menyerahkan tablet padanya. “Mereka akan mengadakan presscon besok siang, tuan”, ucapnya.

.

“APA? Jessica bahkan tidak memberitahuku. Dia hanya mengatakan akan menyelesaikan secepatnya. Kenapa harus ada presscon?”

.

“Saya tidak mengerti tuan. Berita ini sudah menyebar ke seluruh stakeholder. Sepertinya anda harus segera mengadakan rapat dengan mereka”

.

Presdir Han memijat pelipisnya dan mulai mengendurkan dasinya. “Siapkan rapat dan cari tahu apa yang Jessica rencanakan”

.

“Baik, tuan”

.

.

.

—————————-

.

Taeyeon kembali ke apartemen Krystal dan mendapati kekasihnya terlihat serius dengan laptopnya. Taeyeon berpikir bahwa itu menyangkut pekerjaannya. Tapi tebakannya salah saat ia melihat apa yang Krystal lihat.

.

“Ada apa?”

.

Krystal sedikit kaget karena tidak menyadari kedatangan Taeyeon. Ia bergeser sedikit agar Taeyeon dapat melihatnya. “BCEnt sedang diujung tanduk”, komentarnya.

.

“What?”

.

Taeyeon segera melihatnya dan betapa terkejutnya dia saat membaca berita tentang Yoona dan Seohyun, general manajer RAIN. “Oh sh t”, hanya itu yang keluar dari mulutnya.

.

“Kupikir berita ini semakin mempengaruhi reputasi agensi”

.

“Apa jadinya jika berita itu tentang aku?”, tanya Taeyeon pada kekasihnya.

.

Krystal mengendikkan bahu. “Entahlah. Mungkin fans-fans yeoja yang menggilaimu akan senang karena kau gay. Dan fans-fans namja ataupun idol-idol namja yang menyukaimu jadi illfeel”, balas Krystal cuek.

.

“Kau terdengar cemburu pada statement pertama dan terdengar senang pada statement kedua”, Taeyeon bukannya tersinggung justru tertawa senang menggodanya.

.

“Whatever”, Krystal memutar bola matanya kesal.

.

“Kau terlihat sexy seperti itu, huh”

.

“Urrgh, not again Kim Taeyeon. Jangan terlalu bermulut manis di depanku. I’m not in good mood”, ucapnya pada Taeyeon saat gadis itu ingin menciumnya.

.

“Wae?”, Taeyeon merengek dan tak percaya bahwa ia baru saja ditolak kekasihnya.

.

Krystal memutar bola matanya kesal. Jika sudah begini, Taeyeon terlihat kekanakan. Ia mendekatkan jarak mereka dan mengecup singkat bibir Taeyeon. Tentu saja Taeyeon cengegesan setelah itu saat mendapatkan hadiahnya.

.

“Kau tahu? Aku bepikir sebaiknya kita menemui Sica dan mengatakan hubungan ini”, saran Taeyeon.

.

“Wow, kau terlihat percaya diri, huh? Apa hubungan kalian kembali manis lagi?”

.

“Mwo? Andwe…. She’s still my enemy”, ujar Taeyeon dan mendapat tatapan are-you-kidding-me dari Krystal.

.

“Whatever”, balas Krystal. “So, apa kau jadi menepati janjimu malam ini?”, tanyanya dan memandang Taeyeon.

.

“Sure, why not. Kita akan berkencan tengah malam nanti di Namsan Tower. Aku akan meminta Jay mengosongkan tempat itu. Jadi kita bisa berduaan”, Taeyeon mengangkat kedua tangannya dan menggerakkan dua jarinya sebagai tanda kutip.

.

Krystal menggeleng heran. “Oh damn it. Jernihkan pikiran mesummu itu dan fokus pada presscon besok. Malam ini kita akan berkencan, tidak lebih”, Krystal berdiri dan membawa laptopnya.

.

“Mau kemana?”

.

“Menyelesaikan pekerjaanku” jawab Krystal dan berjalan menuju kamar mereka. Sebelum masuk dia berbalik memandang Taeyeon lagi.

.

“Jangan menggangguku, atau tidak ada skinship selama seminggu penuh”

.

Blaamm….Pintu kamar pun tertutup dan meninggalkan Taeyeon yang tertawa puas berhasil membuat kekasihnya kesal.

.

.

.

.

***

.

Setelah pertemuan RAIN, Yuri kembali ke rumahnya. Pikirannya masih dipenuhi banyak tanda tanya terutama saat ia dan Yoong tak sengaja bertemu di rumah sakit. Perkataan Jessica sebelumnya, membuat Yuri sedikit tidak tenang karena ia merahasiakan apa yang dia lihat. Namun ternyata, Jessica sudah mengetahui siapa penyebar beritanya.

.

“Apa Yoong baik-baik saja?”, Yuri menatap ponselnya. Ia ingin menghubungi Yoong tapi masih terlihat ragu-ragu.

.

Yuri kembali menghela nafasnya. Tatapannya kini beralih pada dokumen yang tadi Jessica berikan padanya. Ia kembali membaca lembar per lembar dokumen itu. Sejujurnya dokumen itu membawanya pada sebuah masa depan yang cerah tapi disaat bersamaan juga bisa membawa kehancuran jika Yuri salah melangkah.

.

Itulah sebabnya ia masih ragu, apakah ia benar-benar membutuhkan sebuah popularitas semata atau sebuah pencapaian prestasi di industri ini. Yuri begitu mencintai musik dan instrumen-instrumen yang dimainkan. Bahkan lagu-lagu yang ia ciptakan untuk RAIN selalu diterima publik dengan baik.

.

Satu pertanyaan yang masih membayanginya. Apakah dia siap untuk melangkah lebih jauh lagi? Atau haruskah dia puas dengan apa yang dia capai hingga hari ini? Jawabannya masih samar. Yuri berada dalam dilema keputusannya sendiri.

.

Sigh..

.

.

“Kenapa kau mengatakan hal itu padaku, Yoong?”, tanya Yuri saat keduanya duduk di taman yang tak jauh dari Rumah Sakit.

.

“Entahlah. Aku merasa perlu mengatakannya. Mungkin agar unni tak akan terkejut jika berita itu keluar”

.

“Kau tahu, agensi bisa membahayakan posisimu jika berita itu membuat publik membencimu. Pikirkan baik-baik, Yoong”, saran Yuri.

.

Yoong tertawa kecil lalu menoleh ke arah Yuri. “Apa arti popularitas menurutmu, unni?”, ia mengajukan pertanyaan.

.

Yuri terdiam. Pertanyaan Yoong telak menusuknya. Ia sendiri bahkan tidak pernah memikirkan apa itu popularitas. Baginya, popularitas adalah hal yang membuat publik mengenalnya. Thats it.

.

“Aku bahkan tak mengerti apa arti popularitasku selama ini. Apa karena aku berasal dari agensi ternama? Atau karena publik menerimaku? Atau karena sebuah prestasi yang aku ciptakan? Semuanya terasa samar. Bahkan apa yang kita lihat barusan di dalam rumah sakit, menyadarkan aku bahwa popularitas tak selamanya membuatku bahagia. Aku sekarang sangat terluka”, ujar Yoong.

.

Yuri menyadari bahwa Yoong menangis. Ia segera memeluk gadis itu. Tak ada kata-kata lagi yang ia ucapkan. Lidah Yuri kelu. Ucapan Yoong benar-benar menghantam pikirannya. Jadi, apa arti popularitas yang dia dapatkan selama ini? Apa dia bahagia? Itulah yang saat ini berkecamuk di dalam pikirannya.

.

.

.

Yuri menutup matanya sejenak. Berusaha menenangkan hati dan pikirannya. Ikuti kata hatimu, Yul. Kalimat Jessica kembali terngiang. Yuri menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan. Kemudian membuka matanya.

.

Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

.

“Hai Yul, ada apa?”

.

“Hmmm, apa kau sibuk Oppa?”

.

“Tidak. Aku hanya bersantai di rumah. Kau terdengar lelah. Apa ini karena berita membermu?”, tebak orang itu.

.

“Maybe”, jawabnya tidak yakin.

.

“Apa yang mengganggu pikiranmu, Yul? Katakanlah, aku akan mendengarnya”

.

Yuri terdiam sejenak. Ia masih berpikir dan pada akhirnya ia mengatakannya juga. “Apa kau bahagia dengan popularitasmu, Oppa?”

.

Tanpa Yuri tahu, orang itu tersenyum mendengar pertanyaannya. “Happiness is a choice, Yul. Populer atau tidak, kebahagiaan itu diukur dari hatimu. Bukan dari orang lain. Jika aku menjawabnya, jawaban itu tidak akan memuaskanmu”

.

“Terima kasih Oppa”

.

“No need thanks. Kau bisa datang menemuiku kapan pun”

.

“Ne”

.

Yuri menutup telponnya. Happiness is a choice. What is a popularity? Dua kalimat itu kini yang sedang dipertanyakannya. Ia membaringkan tubuhnya di atas kasur dan memilih tidur. Berusaha menenangkan pikiran dan hatinya sebelum memutuskan sebuah pilihan.

.

.

.

.

***

.

.

Jessica terus menggenggam tangannya. Tiffany tak berhenti menunjukkan perasaan cemasnya. Tubuhnya mulai berkeringat dan tangannya terasa dingin. Gadis itu memang memiliki tingkat kecemasan pada hal-hal tertentu. Dan bertemu Mr. Jung adalah tingkatan level lainnya dalam kecemasan Tiffany sebelum tingkatan level teratas, berpisah dengan Jessica.

.

“Jessi”, Tiffany menahannya. Mereka kini berdiri di depan pintu ruangan milik Ayah Jessica.

.

Jessica menghadapnya, melepaskan genggaman tangannya lalu membingkai wajah Tiffany. “I love you”, hanya kata itulah yang ingin Jessica ucapkan untuk menenangkan tunangannya itu. Ia tersenyum pada Tiffany lalu menggenggam tangannya lagi.

.

Pintu ruangan Ayahnya terbuka. Disana ada Mr. Jung sedang terlibat pembicaraan dengan sekretarisnya dan ada Juyeon juga disana.

.
Juyeon menyadari kedatangannya dan mendekati keduanya. “Hai”, sapanya pada Jessica dan Tiffany. “Bagaimana harimu, Sica?”, tanyanya.

.

“Lebih baik. Senang melihatmu, Juyeon-ah”

.

“Hmmm aku juga. Ada beberapa hal yang masih harus aku kerjakan di luar sesuai permintaanmu. Kuharap Shin dapat membantumu dengan baik”

.

“Dia membantuku dengan sangat baik. Tapi sepertinya ada yang lebih berharap kau yang mendampingiku daripda Shin”, jelas Jessica.

.

Juyeon mengerutkan keningnya tak mengerti. Namun setelah Jessica melirik ke arah Tiffany, Juyeon membulatkan mulutnya mengerti seraya mengangguk. “Ah i got it”, ia terkekeh. “Kalo begitu, aku permisi dulu Sica”

.

“Hmmmm, take care Juyeon-ah”

.

Jessica dan Tiffany kembali melangkah dan mendekati Mr. Jung. Pria paruh baya itu memberikan tanda pada sekretarisnya untuk meninggalkan ruangan. Ketiganya kini saling berhadapan dan bertatap muka.

.

“Senang bertemu denganmu, Dad”, sapa Jessica.

.

Tiffany membungkukkan badannya dan memberi salam hormat pada Mr. Jung. “Sa—saya Tiffany Hwang. Senang bertemu dengan anda”.

.

Mr.Jung melepas kacamata bacanya dan memandang intens keduanya. Pria itu berdiri dan duduk di pinggiran meja. Masih membiarkan putrinya dan Tiffany berdiri. “Kupikir kau mengerti dengan apa yang Daddy katakan, Sica”

.

“Aku tahu, dan aku sangat mengerti Dad. Tapi hubunganku dan Jaejoong Oppa tak bisa diteruskan. Aku tidak mencintainya”

.

Tiffany menundukkan kepalanya karena takut memandang Mr. Jung. Genggaman tangan Jessica padanya bahkan tak mampu membuat jantung Tiffany berdetak dengan tenang. Perasaannya mulai kalut ketika Mr. Jung membahas hubungan Jessica dan Jaejoong.

.

Mr. Jung menghela nafasnya. “Jaejoong sudah menghubungi dan menjelaskan tentang berita itu. Dan lagi, bagaimana bisa berita Jinwoon dan Taeyeon terbongkar seperti itu? Bisa kau jelaskan pada Daddy?”

.

“Aku tidak tahu harus memulainya darimana Dad. Aku akan menyelesaikannya besok bersama Taeyeon dan Oppa. Daddy tidak perlu khawatir”

.

“Sebaiknya seperti itu. Daddy sudah cukup memberimu kebebasan untuk bersenang-senang di industri ini. Sekarang fokuslah pada perusahaan”

.

“Aku mengerti Dad. Aku akan melakukan yang terbaik”, jawab Jessica.

.

“Dad, ada yang ingin kukatakan” Jessica kembali terlihat serius menatapnya.

.

“Kau bertunangan dengan Tiffany? Daddy sudah tahu”, ucapnya tenang. Di lain sisi, Jessica dan Tiffany dibuat terkejut dengan pengakuan Mr. Jung.

.

“Dad….”

.

“Juyeon memberitahuku dan menceritakan semuanya”, Mr. Jung melanjutkan kalimatnya. “Apa selama ini permintaan Daddy padamu sangat keterlaluan?”, tanyanya pada sang putri.

.

Jessica dapat menangkap jelas mata lelah dari Ayahnya. Pria paruh baya itu hanya menginginkan pendamping hidup untuk Jessica kelak adalah pria yang mampu membawanya kepada kebahagiaan.

.

“Maafkan aku Dad. Aku tak bisa mengabulkan permintaan Daddy. Menikah dengan Jaejoong Oppa adalah hal yang tak pernah terpikirkan olehku. Aku tidak ingin menyakitinya”

.

“Lalu, apa kau bahagia dengan pilihanmu?”

.

Jessica mengangguk mantap. Ia memandang ke arah Tiffany dan tersenyum padanya lalu beralih kepada Ayahnya. “Kebahagiaanku ada padanya, Dad”, ucapnya penuh keyakinan.

.

“Jadi, apa pilihan Daddy memintamu untuk meninggalkan Tiffany saat itu adalah pilihan yang salah?”

.

Jessica menggeleng. “Aku belajar untuk tidak membuat kesalahan lagi. Jika Daddy sekarang memintaku kembali meninggalkan Tiffany, jawabanku tidak”

.

Mr. Jung tertawa mendengar jawaban putrinya. Pandangannya beralih pada Tiffany dan meminta gadis itu menatapnya. “Kau sudah mendengar jawaban putriku, bukan? Kalo begitu aku yang memintamu untuk meninggalkannya. Apa kau bersedia?”

.

Gadis itu membeku, pandangannya mulai kabur karena ia siap menangis. Tapi Tiffany sadar, ada seseorang yang berdiri disampingnya, ada tangan yang akan selalu menggenggamnya. Tiffany mulai berperang melawan kecemasannya. Pandangannya terlihat lemah namun aura matanya sangat kuat. Ia tak boleh kalah lagi dengan keadaan.

.

“Saya mencintai putri anda dan saya tidak akan meninggalkannya”, setiap kalimat Tiffany menggambarkan sebuah ketegasan.

.

Tak lama, Mr. Jung terkekeh lalu kembali tersenyum. “Kemarilah, biarkan aku memelukmu”

.

Detik itu juga Jessica tak dapat berkata apa-apa lagi. Ia melepaskan genggaman tangannya pada Tiffany dan membiarkan gadis itu berjalan mendekati Ayahnya. Kebahagiaannya terlalu lengkap, ia dapat melihat sebuah pemandangan yang indah. Tiffany berada dipelukan Ayahnya, dan kini Jessica melangkah maju untuk ikut memeluk keduanya.

.

.

.

.

***

.

.

Malam semakin larut. Cuaca dingin kian menusuk, namun tak membuat keduanya berhenti. Krystal memeluk Taeyeon dari samping dan keduanya berjalan bersama, memulai private date mereka di Namsan Tower yang terlihat sangat sepi.

.

“Kau menghabiskan banyak uang hanya untuk mengencaniku disini, huh?”, ucap Krystal

.

“Apapun untukmu, itu tidak seberapa sayang”, Taeyeon tersenyum manis padanya.

.

“Oh god. Kau menyebalkan”

.

Krystal melepas pelukannya dan berjalan lebih dulu. Taeyeon dengan cepat mengikutinya. Dan akhirnya ia memeluk Krystal dari belakang.

.

“YA!!”

.

“Jangan berteriak. Tidak ada siapapun yang mendengarnya” Taeyeon berbisik di telinga gadis itu dan semakin senang menggodanya.

.

“Ish”

.

Mereka kini berjalan menaiki tangga dan mencari cable car untuk menuju ke atas. Taeyeon tak melepaskan pelukannya dan mulai bercanda dengan Krystal. Gadis itu banyak menceritakan hal-hal konyol yang ia lakukan dulu saat kecil ketika mengunjungi namsan tower.

.

Sepanjang perjalanan, mereka terus bercanda dan saling menggoda satu sama lain. Keduanya pun bebas berlari kemana saja tanpa takut ada siapun yang melihat mereka. Saat Krystal ingin memakan snack yang dibawanya, Taeyeon dengan jail merampasnya dan segera melarikan diri.

.

Bukannya marah, tapi Krystal justru tersenyum melihat Taeyeon yang tertawa lepas seperti anak kecil. Karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama, akhirnya Krystal kembali melihat Taeyeon yang dulu. Taeyeon yang hangat dan selalu tertawa.

.

“Kau menikmati waktumu, huh?”, ucap Krystal yang kini duduk disampingnya.

,

Mereka sudah berada di bagian atas dimana disana terdapat berbagai macam gembok yang terpasang dipinggir pagar pembatas. Setelah beberapa lama mengeksplorasi kawasan ini, mereka memilih beristirahat.

.

“Aku menikmatinya. Apa kau juga?”, Taeyeon merapatkan jarak mereka dan melingkarkan lengannya di sekitar pinggang Krystal.

.

“Hmmm, ini menyenangkan. Hanya ada kita berdua”, Krystal tak lupa memberi senyum pada kekasihnya.

.

“Syukurlah kau menikmatinya. Kuharap Jay tidak menggerutu kesal, karena menunggu kita di mobil”

.

Krystal ikut terkekeh dengan ucapan Taeyeon. Keduanya kembali tertawa lagi. Beberapa menit mereka menikmati waktu istirahat, Taeyeon tampak mulai penasaran dengan apa yang dilihatnya. Ia berdiri dan mendekati pinggiran pagar pembatas dan menatap gembok-gembok yang terkunci disana.

.

Pandangannya lalu beralih ke Krystal. “Apa kau mempercayainya?”, tanya Taeyeon pada Krystal sambil memegang sepasang gembok yang terkunci disana.

.

“Entahlah. Kau ingin mencobanya?”, Krystal balik bertanya.

.

“Tapi kita tidak membeli gemboknya” Taeyeon mengerucutkan bibirnya.

.

Melihat kelakuan Taeyeon semakin membuat Krystal tertawa. Ia kemudian mengambil sesuatu dari tasnya dan mengangkatnya untuk menunjukkan ke Taeyeon. Gadis itu tersenyum lebar begitu melihat apa yang dilihatnya.

.

“Oh, kau yang terbaik sayang”, Taeyeon mengecup pipinya dan mengambil sepasang gembok dari tangan Krystal. “Kau sudah berniat memasang ini, huh?”, goda Taeyeon.

.

Krystal mengendikkan bahunya. Ia mengambil gembok berwarna biru muda dengan list putih dan Taeyeon mendapatkan gembok berwarna putih dengan list biru muda. Keduanya mulai menuliskan sesuatu disana.

.

“Aku tidak percaya, aku melakukan ini”, Taeyeon menatap takjub tulisan yang baru saja dibuatnya sedangkan Krystal memilih menutupinya.

.

Hal itu tentu saja mendapatkan protes dari Taeyeon. Ia penasaran dengan apa yang ditulis Krystal tapi gadis itu tetap menolak memberitahunya. Akhirnya mereka sepakat untuk mengunci gembok itu dengan tidak saling melihat tulisan.

.

“Udara semakin dingin”, Taeyeon mengeratkan jaket yang digunakan Krystal lalu mengeratkan miliknya. “Kajja, kita pulang”, ajaknya pada Krystal.

.

Taeyeon merangkulnya dengan protektif sebelum akhirnya keduanya meninggalkan Namsan Tower. Kebahagiaan terlihat jelas dari wajah mereka. Kencan sederhana namun sangat berkesan, terlebih untuk Taeyeon. Ini adalah langkah awal yang paling membahagiakan dalam hidupnya dan itu pilihannya.

.

.

.

“Let me be Yours, now and forever” –KRY

.

“Everyday is love, with you” TY

.

.

.

.

.

.

————————–

.

Kilatan blitz mulai memenuhi ruang presscon. Taeyeon, Jessica, dan Jaejoong sudah berada di tempat duduk masing-masing. Media massa mulai mengambil foto mereka dan beberapa jurnalis siap menuliskan sesuatu di laptopnya.

.

Wajah ketiganya terlihat tetap tenang dan tersenyum beberapa kali saat media meminta foto mereka. Salah satu perwakilan Jaejoong, menjadi moderator dalam presscon kali ini. Ia mulai mengambil micnya dan membuka presscon. Moderator lalu memandang Jaejoong dan memintanya untuk berbicara terlebih dulu.

.

“Selamat siang semuanya. Kupikir akhir-akhir ini media rajin mencari tahu berita tentangku”, ucapnya disertai tawa kecil. “Seperti yang kalian lihat, aku disini hanya ingin membenarkan satu berita. Aku merasa menyesal karena harus mengatakan hubunganku dengan Taeyeon. Sejujurnya ini hanya menjadi rahasia kami dan keluarga. Tapi karena kalian terus bertanya, maka aku akan menjawabnya”

.

Jaejoong memberi kode kepada asistennya untuk mendekat. Ia menerima lembaran kertas dari asistennya itu dan mengangkatnya di depan media. “Foto-foto yang tersebar, bukan sebuah rekayasa. Itu kenyataan dan memang benar aku bertemu Taeyeon saat itu. Dan hubungan kami adalah sepupu”

.

Pernyataan Jaejoong membuat media yang hadir tampak terkejut. Bagaimana tidak, jika pengusaha ternama Kim Jaejoong ternyata adalah sepupu dari idol populer Kim Taeyeon. Gen yang luar biasa.

.

Jaejoong melanjutkan ucapannya. “Dan disini aku ingin mewakili Taeyeon untuk mengatakan berita kedua yang melibatkannya bersama adik Jessica. Keduanya pernah berpacaran jauh sebelum Taeyeon debut dan hubungan mereka berakhir dengan baik-baik. Kecelakaan yang dialami Jinwoon tidak ada sangkut pautnya dengan hal itu. Benarkan, Jessica-ssi?”

.

“Semua itu benar”, kini giliran Jessica yang bicara “Sejujurnya aku tidak mengerti kenapa hal ini bisa terungkap ke publik. Itu hanya masa lalu jauh sebelum kami debut bersama sebagai member RAIN. Untuk masalah hubunganku dengan Taeyeon, kami hanya memiliki pemikiran yang berbeda walau tujuan kami tetap sama, berkarir atas nama RAIN”, Jessica menutup statemennya dengan senyuman.

.

Pernyataan Jessica dan Jaejoong membuat sebagian yang hadir dalam ruangan mulai berbisik-bisik dan sebagian dari mereka mengangguk mengerti. Tak lama, Taeyeon mengambil mic nya dan mengucap sebuah kalimat.

.

“Kurasa aku tidak perlu lagi menjelaskan banyak hal, karena semuanya sudah terwakilkan”, ucap Taeyeon dan kembali meletakkan mic nya.

.

Dalam hati, Jessica dibuat tertawa oleh kelakuan Taeyeon yang menurutnya sok cool. Tapi itulah Taeyeon, masih saja bersikap dingin di depan publik. Diam-diam Jessica menggelengkan kepalanya heran. Ia kembali mengatur nafasnya dan mengambil mic.

.

“Ada satu lagi yang ingin kusampaikan dalam presscon hari ini”

.

Semua media kembali fokus dan mendengarkan ucapan Jessica. Mereka sudah mulai bertanya-tanya dengan hal yang ingin Jessica katakan.

.

“Secara pribadi, aku meminta maaf. Sebagai leader, mungkin aku belum bisa memberikan sepenuhnya yang terbaik sesuai keinginan fans dan juga dihadapan publik. Sebagian orang mungkin membenci teori kejujuran yang menjadi prinsipku”

.

Jessica menghentikan sejenak kalimatnya lalu memandang Taeyeon. Tatapan mereka bertemu beberapa detik sebelum akhirnya Taeyeon mengangguk. Jessica kembali menatap media.

.

“Melalui presscon ini, aku mengundurkan diri dari semua kegiatanku bersama BCEnt”

.

Respon media dua kali lipat terkejut dari yang sebelumnya. Statement Jessica membuat semua blitz kini mengarah padanya. Netizen bahkan fans RAIN yang menonton presscon ini secara live pun sangat terkejut. Siapapun yang menonton presscon ini, bahkan tak akan menyangka dengan statement barusan.

.

Media yang berada di ruangan mulai menyerbu Jessica dengan berbagai pertanyaan. Taeyeon tak luput dari sasaran mereka. Namun keduanya tidak bereaksi dan suasana kembali terkejut saat Jessica memegang mic nya dan membuat satu statement lagi.

.

.

.

“Dan sebagai leader, aku akan membawa semua member RAIN bersamaku”

.

.

.

.

.

TBC

.

——————————–

JEJE IS HERE ^^

Wooow, kayaknya ini chapter yang paling panjang dari semua chapter RAIN

Bagaimana nasib RAIN? Semua ada ditangan gue. wkwkwkwkkw PEACE V^^

Sekedar selingan aja, buat readers baru atau siders baru tobat, nggak harus punya wordpress kalo mau komen sama ngikutin blog ini.

Bisa tinggal isi ID dan surel. Dan buat yang pengen ikutin updatean di wp ini, bisa follow aja. Ada di menu paling bawah wp ini. Oke, sekian.

Happy Wednesday!

Annyeong~~

.

.

.

by: J418

.

.

*bow*

Advertisements

149 thoughts on “RAIN (15)

  1. Wuih.. bubar bubar bubar.. RAIN bubar gpp deh dari pada masalah melulu yang ada mending bubar. Cieeeeeee yang udah di restui … iri sama taekrys romantis bngt.

    Like

  2. Kyk na aq ktggln chapter ini thor. Waw panjang bgt. Nd puas bgt bc chapter ini. Smoga cpt ktmu bukti yg kuat siapa dalang smuanya

    Like

  3. Jujur ya sebenernya gw BAPER pas liat pairing nya.. Ngenes juga sih liat Taeyeon gk jadian sama Fanny ..
    But setelah tau Taeyeon kembali ke Krystal dan mereka berdua so Romantic gw jadi gk ngenes lagi deh..

    Like

  4. Kenapa jessica nyuruh soosun ke amerika? Biar jauh gitu ya? Trus sunny juga belom tau apa masalah yg di alami member RAIN? 😥
    Aww my yoongie feeling? Apa yg akan dilakuin hyuni ya tentang scandal ini? 😭😢
    Wah akhirnya hubungan Jeti di restuin juga sama Appa Jung 😊
    Krystae sweet bgt sih, dan cute bgt kalo bickering gitu, hahhhaahaa 😁😁😁
    So semua member RAIN udah keluar dari BCent ..
    Semoga keputusan jessica ini yg terbaik 😇

    Like

  5. Krystae lama-lama bikin diabet aja wkk tapi suka momentnya dapat banget
    Ciyeee jess akhirnya hubungannya direnstuin juga sama fany
    Keputusannya jess diluar dugaan yaa semoga aja RAIN bisa tetap jalan
    Kakak fighting terus^^

    Like

  6. krystae favorit gw yeayyy…..makin daebak hehehe….
    industri hiburan memang kejam kayaknya itu yang bisa gw tarik dari kesimpulan cerita ini haha…tp gw suka quote yang dikatakan oppanya yuri “happines is a choice” setuju banget sama ini quote

    Like

  7. Nah udah sadar belum komen disini wkwkwk, yoonyul nya sweet nya perlahan tapi pasti kaya nya … sebenernya aneh sih kalo seohyun yg melakukan, yoong kena tepu tepu face angel nya seohyun. Sica disini smart people ya kaya nya, emg pinter sih di dunia asli jg wkwkwk tor jd binggung komen gini huehehe yg penting AUTHOR NYA SEMANGAT BUAT RAIN JETIDAL hahaha

    Like

  8. ciiiyeee.. ciyeeee.. dady jung ngerestuin Jeti 🙂
    dah lamaran paniah masih ajah cemburu ckckckx
    lho thor RAIN nya kok bubar sih?
    ini soosun kenapa pindah2 mulu ya hahaha

    Like

  9. sorry thor baru baca rain part 15 nya hahaha
    akhirnya jeti direstuin juga hahaha
    trus kira” kelanjutan rain gimana tuh tor ????

    Like

  10. wah ini chap bikin merinding, mulai dr rencana sica dan RAIN yg mau keluar dr agensi dan tersebar’y berita yoong yg pacaran ama seohyun
    supaya bisa ketemu seo, yoong sampe seekstrim itu sebarin berita dia sendiri
    sempet deg”an pas jeti mnt restu appa jung syukur semua berjalan lancar tinggal merried’y aja klo gt
    klo soal tae sama krys mh udhlah gk ada mati’y ini couple biar kata berantem mulu adu mulut kerjaan’y tp selalu berakhir dgn romantis, kencan mrk so sweet bgt hehe
    baiklah lalu gmn yah nasib RAIN setelah mrk keluar dr agensi?? lanjut baca lg klo gt, next…

    Like

  11. kepo sebenernya apa yang diliat sama yoonyul pas di rs ? taengsic tau syp pelakunya ?
    krystae duuuh so sweet banget dah…
    jeti chukkae udah di restui sama daddy jung!
    apa ini termasuk dalam rencana sica mengundurkan diri dari agency trs bawa mamber RAIN kelua? jgn-jgn sica buat agency untuk RAIN daebak!!

    Like

  12. finally jeti di restuin, keren tuh fany brani ngomong gt hhahaha. ngajak smua member? brarti smua member brenti dr dunia hiburan? msh abu” tentang sunny nya

    Like

  13. Oh my godnessssssss…
    Jessicaaaaaaa jjaaaaaaang!!!!!!!!!
    What happen with you ice princess…
    Youre so soo sooo damn good

    Haha
    Sukaaa bgt chap ini
    Smoga langgeng jetiii,
    Dan smoga aku tau sapa perusak rain!!

    Like

  14. Soo knp ngonsumsi obat tidur?.-
    Duh jessi wa klepek2 nih.. jeti aman deh yeee fah cepet2 nikah sono..
    rain bubar????!!!! siapasih nih yg hancurin rain-_-

    Like

  15. Yoong kenapa? Siaoa yg nyebarin beritanya? Hyuni?
    Sica memang cewek penuh kejutan, jdi ide gilanya adalah keluar dari manajemen dan membawa groupnya bersamanya. Wow.. Jadi ini yg dibilang sica pada taeng kalo BCEnt hanya sebagai cover agensi mereka? Yyaakkk makin penasaran.

    Like

  16. taekrys momentnya lucu. Hahahha taeng ttp ye sok cool tp kekanakan hahaha
    boyong aja sica boyong semua member, bawa pergi mereka wkwkwk
    Daebaaakkkkkkkkkkkkkkkkk

    Like

  17. Ciee jeti yang direstuin. Selamet juga buat taekrys. Dan selamat menderita kapel kesayangan gue huhuhu ;( yoong jadi orang yang berbeda dan itu nyesek banget

    Like

  18. wahwahwah apa maksudnya itu, apa yg terjadi dgan rain????
    Wahhh krystae sweat bget dan jeti akhirnya direstui sama mr.jung
    wahhhh yoona nekat ama lu neng, hehehehe
    Apakah penghianatnya hyuni

    Like

  19. dikira jessica mau jujur soal hubungannya sama tiffany di presscon 😀
    krystae (●´∀`●) pingin banyak moment mereka, pairing yg ga biasa tapi feelnya dapet jadi suka sama mereka setelah taengsic 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s