Drabble #11

DRABBLE #11

OH MY….

.

.

Seperti biasa, Jessica keluar dari kamarnya dengan senyum ceria dan gaya bak seorang putri. Ia berjalan dengan santainya sambil merapikan seragam sekolahnya. Taeyeon yang melihatnya hanya bisa menggeleng. Ia sudah kalah telak dengan sang adik. Puluhan juta won yang melayang dari credit cardnya beberapa bulan lalu, menjadi saksinya.

.

“Hai Oppa sayang”, Jessica mengecup pipi oppa tersayangnya. Well, bagi Taeyeon itu adalah hal yang mengerikan. Karena setelah ini, Taeyeon sudah menduga ada hal yang diinginkan adiknya itu.

.

“Oppa~~~, kita jemput Yul dulu ya. Hari ini sepupunya baru saja pindah ke sekolah kita”

.

Dan Taeyeon hanya mengangguk. Ia sudah tahu “akan ada permintaan dari sang adik”.

.

.

.

Setelah menjemput Yuri dan sepupunya, Yoong, mereka pun tiba di sekolah. Dari depan gerbang sekolah, wajah Taeyeon berubah ceria kembali saat melihat bulan sabitnya menunggu kedatangannya.

.

Ia pun segera memarkirkan mobilnya dan pergi menemui sang kekasih, membiarkan adiknya bermanja dengan Yuri dan menemani Yoong untuk ke kelas barunya.

.

“Ada apa dengan wajahmu TaeTae?”, Tanya Tiffany.

.

Taeyeon mempoutkan bibirnya. “Ah, semalam aku menemani Sooyeon shopping dan seperti biasa, credit cardku melayang”, ucapnya dengan nada sesedih mungkin agar Tiffany menghiburnya.

.

Well, sejujurnya Jessica hanya minta dibelikan satu buah tas channel limited edition terbaru dengan harga fantastis. Tapi Taeyeon berkata seolah-olah Jessica berbelanja banyak. Hal itu dia lakukan agar….

.

.

Chu~ Chu~

.

.

Ia kini tersenyum gila karena Tiffany baru saja mengecup kedua pipinya. “Poor my TaeTae. Kajja kita masuk ke kelas sebelum terlambat”, Tiffany tersenyum lagi sebelum mengapit lengan Taeyeon dan berjalan bersamanya.

.

Namja itu masih dengan senyum gilanya. Level pacaran mereka masih tetap pada tahap ciuman pipi, belum lebih dari itu. Maklum saja, Taeyeon terlalu polos untuk berpikiran ke arah yang lebih intens. *kekekeke gue gak percaya.

.

.

.

————————

.

“Hmmmm….”

.

Tangan nakalnya mulai aktif ke dalam baju sang kekasih. Desahan dari gadis itu mulai tak tertahan. Ia semakin mendesah manakala namjachingunya mulai memainkan kedua dadanya di balik bra.

.

“Aaaaahh~~….Hnnggg”

.

.

.

Braaaak

.

Pintu ruang kesenian terbuka lebar dan sesosok namja sedang menatap keduanya dengan pandangan horror. Ia segera berjalan menghampiri pasangan itu.

.

‘YAAAH, tengil. Apa kau memperkosa adikku?”, umpatnya kesal pada namja tanned itu yang masih belum menyingkirkan tangan dari dalam baju sang adik.

.

“Mwoooo?? YA! We are just making lo—”

.

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, telinga kirinya sudah ditarik oleh namja yang merupakan sang Oppa.

.

“Oppa~~ lepaskan Yul”, Jessica protes sambil membela kekasihnya dan berusaha melepaskan tangan Taeyeon dari telinga Yul tapi gagal.

.

“No baby! Bocah tengil ini beraninya meraba tubuhmu. Kalian tidak boleh bertemu hari ini”, kesalnya pada Yuri dan menyeretnya keluar ruangan.

.

Jessica yang melihatnya terlihat kesal dan mempoutkan bibir sambil menghentakkan kaki ke lantai karena Oppanya membawa Yuri pergi dan merusak moment manisnya bersama Seobang tercinta.

.

“Urrggghhh!! Oppa menyebalkan. Kuno. Cupu. Tidak tahu tentang making love. ARRRGGHH” teriaknya kesal tanpa siapapun mendengar.

.

.

.

————————

.

Saat jam istirahat tiba, Yoong keluar dari kelas barunya dan mencoba mengelilingi sekolahan seorang diri. Sebenarnya, beberapa anak perempuan di kelas menyerbunya dan bersedia menjadi tur guide. Tapi mereka justru berebut dan saling berantem memperebutkan Yoong hingga akhirnya namja itu segera kabur dari kelas.

.

Murid-murid perempuan yang melewatinya mulai berbisik-bisik, ada juga yang terpesona karena ketampanan dan tubuhnya yang tinggi. Ia pun membalas senyuman para gadis-gadis dengan senyum charmingnya. Mata rusa miliknya seolah memancarkan aura yang tak bisa membuat yeoja manapun menolak.

.

Selesai berkeliling, Yoong mencari sepupunya. Namun ia tak dapat menemukan Yuri. Akhirnya ia pun bersantai di bangku taman yang tak jauh dari kantin.

.

Saat menikmati suasana taman, tak lama matanya tertuju pada seorang gadis dengan kacamata bacanya dan asik membaca seolah-olah kebisingan dari kantin tak pernah ada. Yoong memperhatikan gadis itu dengan seksama.

.

Entah dorongan darimana, matanya mulai memperhatikan satu per satu dari gadis itu. Mulai ujung sepatu, kaki jenjangnya yang terekspos, lekukan pinggangnya, bibirnya yang terlihat polos, tatapan wajahnya yang begitu serius dengan buku, dan rambut hitamnya yang sangat berkilau.

.

“Oh god!”, semuanya terlihat indah di mata Yoong.

.

Belum selesai ia memandangi gadis itu, seseorang menginterupsi momennya. Seorang namja duduk di sebelahnya dan memberikannya segela jus. Mereka terlihat mengobrol dan bercanda hingga Yoong melihat keduanya tertawa.

.

Perasaan jealous mulai menghinggapinya. Ia berharap bahwa yang duduk disamping gadis itu adalah dirinya. Namun apa daya, bahkan tahu nama gadis itu saja tidak. Selang beberapa menit, namja itu kemudian berdiri dan pergi meninggalkan gadis itu.

.

Setelah ia sendiri, gadis itu melepaskan kacamatanya dan menutup buku yang dibaca lalu bersiap pergi dari sana. Yoong pun ikut berdiri dan mengikuti gadis itu sepanjang koridor kelas.

.

Kyaaaaaa!!! Gadis itu berteriak ketika ia merasakan keseimbangannya mulai terganggu karena kakinya tersandung sesuatu. Teriakannya mengundang beberapa siswa yang juga ada di koridor termasuk Taeyeon dan Tiffany.

.

Pasangan itu segera menghampirinya begitu tahu siapa yang berteriak. Belum sempat mereka mendekat, seseorang menahan tubuhnya agar tidak terjatuh dan wajahnya mencium lantai. Taeyeon dan Tiffany sempat menahan nafas melihatnya.

.

Baru saja mereka ingin bereaksi, tiba-tiba gadis itu berteriak lagi dan membuat sang penolong tersadar akan perbuatannya. Untuk menolong gadis itu, ia mengambil posisi dari samping kanan dan menahan tubuh sang gadis dengan lengannya. Sayangnya, lengan kanannya tak menahan di perut melainkan di dada gadis itu hingga ia dapat merasakan keduanya.

.

Taeyeon melihat dengan jelas apa yang terjadi dan wajahnya memerah begitu menyadari sesuatu. Ia memandang sang penolong yang tak lain adalah Kwon Yoona, sepupu kekasih adiknya.

.

.

.

3

.

.

.

2

.

.

.

1

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Dan Taeyeon pun kehilangan kesadarannya….

.

———————————–

DRABBLE IS BACK ^^

Sebelum gue mendapatkan inspirasi untuk Butterfly, iseng-iseng bikin Drabble. Ini Lanjutan dari Drabble sebelumnya. Masih ingat?? Ya kalo nggak, gak papa. #pasangmukasedih

Emang nggak terasa udah Drabble yang ke-11 dan nggak terasa juga udah lama gak bikin Drabble. XD

Ya semoga berkenan deh dengan updatean gue malam-malam gini.

FYI, TAEYEON SOK POLOS. Hahhahahahaha

.

See You

.

Annyeong!!

.

.

by: J418

.

*bow*

 

Advertisements

107 thoughts on “Drabble #11

  1. hhahahah ,, kebanyakan ketawa nih gue . yulsic nya byunnya gak ketulungan . taeng cemburu tuhh , dia gak bisa kayak yulsic klo sama fanny , hahaha , pura2 polos , wkwkkwkw . yoona ketemu hyuni tuh kayaknya ,, trus yg jatuhh siapa ? kok taeng yang pingsan ?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s