BUTTERFLY (2)

IMG_20160419_231512

Tittle                : BUTTERFLY

Cast                 : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

Son Naeun

Im Yoona

Krystal Jung

Bae Irene

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Action, Romance, Adult, Friendship, 18++

Credit Pic by K.Rihyo

Series

Copyright © royalfams418.2016. Allright Reserved

This is just my imagination & don’t copy paste without permission

——————————————————————–

.

.

Part 2

.

WARNING: TIDAK UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR

.

.

BUTTERFLY

  • I don’t know what it is about you, that makes me want you so badly

.

Kupu-kupu adalah simbol dari kesempurnaan hidup dimana ia melewati banyak proses sebelum menjadi begitu mengagumkan. Dia lahir dan tumbuh dengan dikuasai nafsu dan keegoisan, namun ia begitu mengagumkan sehingga banyak orang yang menginginkannya. Tapi ia tak seindah kupu-kupu pada kenyataannya. Dia akan menjadi terlalu berbahaya jika kita bermain dalam dunianya.

.

.

.

—————————–

.

PLAAAK

.

PLAAAAK

.

Dua tamparan ia terima dari wanita berwajah dingin itu. Dengan tenangnya ia berkata. “Aku tidak segan-segan menancapkan pisau kesayanganku tepat di jantungmu, Taeng”, ucapnya.

.

Taeyeon mengusap kedua pipinya yang terasa panas. “Ouchh, Sooyeon-ah. Kau menyakiti perasaanku, hmmm”.

.

“SHUT UP, Taeng. Aku serius”, Jessica mengeluarkan amarahnya saat mereka kini hanya berdua saja. Ia masih kesal dengan perbuatan yang Taeyeon lakukan terhadap istri perdana menteri. Jika Yoong tak ada disana, mungkin Jessica sudah melayangkan satu pisaunya pada Taeyeon.

.

“I don’t fucking care if you fucked some bitches but she’s not, Taeng”

.

“Okay, aku minta maaf untuk hal itu”, suara Taeyeon melembut sesaat setelah ia melihat tatapan mata Jessica penuh luka dan amarah yang tak bisa ia sembunyikan di hadapan Taeyeon. “I am sorry, Sooyeon-ah”, Taeyeon membawanya ke dalam pelukan.

.

“Kau menyakiti perasaanku dan Yoong, Taeng”, lirihnya.

.

“I am sorry, i am sorry”, Taeyeon mengeratkan pelukan mereka.

.

.

.

.

———————

.

“Bagaimana keadaaannya, Hyung?”, Yoong bertanya sambil memperhatikan Sooyoung yang memeriksa keadaan istri perdana menteri yang masih tertidur pulas.

.

“Dia mengalami shock. Tapi tidak terlalu berat”, ucap Sooyoung. “Apa Taeyeon melakukan itu padanya?”, lanjut Sooyoung lagi.

.

Yoong tak menjawab tapi hanya menganggukkan kepalanya.

.

“Aku sudah memberinya Propranolol agar dia tidak ingat bahwa Taeyeon sudah melakukan sesuatu padanya”, Yoong mengangguk lagi.

.

Sooyoung berdiri dan mengemasi perlengkapannya. “Ngomong-ngomong, untuk apa kita menculiknya?”, tanya Sooyoung yang belum tahu rencana Taeyeon. Disana juga ada Sunny yang berdiri di dekat pintu kamar ini.

.

“Taeyeon Hyung menemukan fakta bahwa PM Hwang melakukan korupsi lebih dari 5 milliar dollar untuk kepentingan partainya. Dan dana itu adalah dana untuk anak-anak panti asuhan”, jelas Yoong.

.

“Lalu apa yang akan kita lakukan dengan istrinya?” kali ini Sunny bersuara.

.

“Sebagai tawanan. Jika dia tidak bisa mengembalikan dana itu dengan baik-baik, maka kita akan melakukan cara yang lebih buruk dari ini”

.

“Tapi bukankah seharusnya Taeyeon tahu resikonya bahwa partai yang mendukung PM Hwang adalah partai yang memegang hukum kuat di negeri ini? Tidakkah itu akan sulit?”, ucap Sooyoung.

.

“Masalah itu, Jessica Noona yang akan mengurusnya. Kita hanya bisa menunggu perintah dari Taeyeon Hyung ataupun Jessica Noona”

.

.

Hosh…hosh….

.

“Boss, pria tua itu melarikan diri”, tiba-tiba seorang namja datang dengan tergesa-gesa dan berbicara pada Sunny.

.

“OH Shit. Guys, aku pergi dulu”, dengan begitu Sunny beserta namja itu pergi meninggalkan Yoong dan Sooyoung.

.

“Kalo begitu aku akan ke bar. Apa kau akan ikut?”, tawar Sooyoung.

.

“Tidak Hyung. Jessica Noona memerintahkan aku untuk menjaganya”, Sooyoung mengikuti arah pandang Yoong kepada istri PM Hwang. “JunK yang bertindak sebagai bartender malam ini”.

.

“Baiklah, aku turun duluan Yoong”

.

“Hmmmmm”

.

.

Yoong duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur. Pandangannya tertuju pada wanita itu, dia memang masih terlihat muda untuk menjadi seorang istri. Yoong memegang dadanya yang terasa sesak saat melihat wanita itu. Bayangan tentang wajahnya yang meminta tolong terbayang lagi.

.

“Kau hanya berada di waktu yang tidak tepat”, sesal Yoong.

.

.

.

“Apa yang kau lakukan pada Ummaku? Lepaskan dia!!!”, seorang anak laki-laki berteriak kencang saat pria bertubuh besar itu memeluk Ummanya dengan kasar.

.

Pria dewasa itu tersenyum mengejek padanya. Walaupun ia bertubuh kurus, tapi keberaniannya sangat besar. “Anak kecil sebaiknya pergi saja bermain. Ummamu harus melayaniku karena ia tak bisa membayar hutangnya”

.

“Lepaskan!!”, anak laki-laki itu melempar botol kaca yang ia ambil tak jauh darinya.

.

“Shit. Beraninya kau……”, pria itu ingin memukulnya tapi sebuah tangan menahannya. Siapa lagi jika bukan sang Umma.

.

“Dasar, tidak berguna”, pria dewasa itu memerintahkan anak buahnya untuk memegang anak kecil itu, sedangkan dia kembali pada urusannya dengan sang wanita.

.

Dan disanalah anak laki-laki kecil itu melihat dengan mata kepalanya sendiri sang Umma harus melayani pria itu. Ia hanya menangis dan tak bisa melakukan apapun untuk sang Umma.

.

.

.

SHIT!!

.

Yoong baru saja membanting kursi kayu itu tanpa peduli bahwa ada orang lain disana. Beruntunglah istri PM Hwang belum terbangun. Yoong mengatur nafasnya, wajahnya yang kalem berubah penuh amarah.

.

“Aku akan membunuh pria brengsek itu tanpa ampun jika aku dapat menemukannya”

.

.

.

.

***

.

Di sebuah rumah kecil tak jauh dari pinggiran kota, terjadi keributan. Seorang wanita sekitar 30an tahun menggunakan tubuhnya untuk melindungi sang Ayah yang baru saja dihajar oleh seorang namja muda berpakaian serba hitam.

.

“Kau sudah membohongi boss kami. Kembalikan uang yang kau gunakan untuk bersenang-senang itu” ucap namja itu.

.

“Aku akan mengembalikannya, tapi tidak sekarang. Beri aku waktu”, pria paruh baya itu terlihat ketakutan dan tubuhnya bergetar hebat.

.

“Kami akan melunasinya tuan, kami mohon”, sang wanita itu ikut memohon.

.

“Omong kosong”

.

Door..Door…

.

Namja itu melepaskan pelurunya pada keduanya dan langsung tergeletak tak bergerak. Sunny yang baru datang bersama satu anak buahnya, membulatkan mata begitu menyadari bahwa ia terlambat.

.

“Apa yang kau lakukan?? Oh shit. Sica akan membunuhku”, Sunny terlihat kesal dengan kebodohan anak buahnya.

.

“Dia tidak bisa membayar hutangnya, boss”, ucap namja itu.

.

“Tapi bukan dengan melepaskan pelurumu begitu saja tanpa menggunakan otakmu”, kesalnya pada namja itu. “James, periksa seluruh rumah ini”, perintah Sunny pada namja muda yang datang bersamanya tadi.

.

Sunny kemudian mendekat kepada dua tubuh yang sudah tak bernyawa itu. Ia menghela nafasnya kasar. Dengan segera, Sunny mengambil ponselnya dan menghubungi anak buah Sooyoung untuk membawa kedua jasad itu.

.

“Boss!!”, teriakan James membuat Sunny segera menghampirinya.

.

Sunny terkejut bukan main. Seorang anak perempuan menangis sesenggukan di bawah meja makan. Sudah dipastikan bahwa anak itu mendengar dan menyaksikan apa yang dilakukan anak buahnya.

.

“James bawa dia ke markas”, James dan Sunny keluar dari rumah diikuti Yoonjae. Anak buah Sunny yang membunuh tadi.

.

.

.

—————————–

.

Suasana bar malam ini benar-benar ramai. Sebuah party memang sengaja diadakan oleh kelompok Taeyeon. Hal yang biasa mereka lakukan seminggu sekali. Semua orang menikmati suasana party dengan berbeda-beda aktivitas. Taeyeon dan Jessica memilih duduk di kursi VIP mereka dan menikmati wine bersama.

.

“Hai Taeng”, salah satu wanita berpakaian minim dan sexy menghampiri Taeyeon. Wajah imutnya terlihat tegas dan dingin.

.

Wanita itu duduk begitu saja di pangkuan Taeyeon dan mengajaknya bersulang. Taeyeon menerimanya dengan baik. Ia sedikit melirik ke arah Jessica yang menatap mereka tanpa ekspresi.

.

“Kau ingin bermain bersamaku, Taeng?”, bisik wanita itu dengan seductive. Belum sempat Taeyeon menjawab, seseorang menghampiri mereka. Lebih tepatnya ke arah Jessica.

.

Taeyeon mengerutkan keningnya melihat orang itu berbisik pada Jessica dan aura wajah Jessica berubah. Jessica pun berdiri dan meninggalkan Taeyeon tanpa kata bersama orang itu.

.

Apa ada masalah? Pikir Taeyeon.

.

“Taeng?”, suara wanita itu membuyarkan pikirannya. Taeyeon menyingkirkan tubuhnya dengan kasar. “Pergilah. Aku sedang tidak mood”, Taeyeon mengusirnya dan wanita itu pun pergi dengan kekesalan.

.

.

.

.

Tiga orang berdiri dengan perasaan penuh kekhawatiran di dalam ruangan yang sunyi ini. Tak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok namja muda berambut pirang dan seorang wanita berambut cokelat keemasan.

.

“Katakan apa yang ingin kau katakan, Lee Sunny”, ucapnya dengan nada datar.

.

Sunny menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Jessica yang baru saja mereka lakukan. Ketiganya masih menunduk karena tak berani menatap wajah Jessica yang terlihat tenang tapi mereka tahu bahwa Jessica akan marah jika mendengar hal ini.

.

“Mark”, Jessica memanggil pelan orang kepercayaannya yang berdiri tepat disebelahnya.

.

Mark menoleh dan melihat Jessica mengulurkan tangan. Mengerti maksud bossnya, Mark mengambil pistolnya dan memberikan pada Jessica.

.

Door

.

Satu peluru tepat mengenai jantung Yoonjae dan sedetik kemudian tubuhnya terbaring tak berdaya. Sunny memberanikan diri mencoba untuk protes. Jessica baru saja membunuh anak buah terbaiknya.

.

“Aku tidak butuh seseorang yang terbaik di tim ini jika dia tidak bisa membedakan siapa yang harus ia bunuh dan siapa yang tidak pantas dibunuh” ucap Jessica tenang. “Mark, singkirkan dia”, perintahnya.

.

Mark mengangguk dan membawa tubuh Yoonjae yang sudah tak bernyawa keluar dari sana.

.

“Lakukan pemakaman yang layak untuk wanita itu dan Ayahnya”, kini giliran Jessica berbicara pada James. Namja itu pun mengerti dan segera meninggalkan ruangan. Walaupun Sunny adalah bossnya, tapi perintah Jessica lebih tinggi dari Sunny.

.

Sunny tak dapat berbuat apa-apa lagi. Ia akui memang ini kesalahannya hingga Yoonjae menembak wanita tak berdosa itu. Jessica meminta Sunny menunjukkan dimana keberadaan anak perempuan yang ia katakan padanya.

.

Jessica membuka sebuah ruangan diikuti Sunny. Disana ia bisa melihat seorang gadis kecil menangis sesenggukan dengan merangkul kedua kakinya dan menutup wajahnya. “Pergilah ke party, Sooyoung sudah ada disana”, ucap Jessica sebelum masuk mendekati gadis kecil itu.

.

Merasa ada suara langkah kaki, gadis kecil itu mengangkat wajahnya dan melihat Jessica dengan airmatanya yang terus mengalir. Jessica berjongkok didepannya dan menyamakan tingginya.

.

Dengan lembut ia mengusap airmata gadis kecil itu dengan sapu tangan yang baru saja ia ambil dari saku blazernya. “Siapa namamu anak manis?”, tanyanya.

.

“K…K…Krys….Krystal”, jawabnya masih dengan sesenggukan.

.

Jessica tersenyum padanya. Senyum yang tak pernah ia tunjukkan pada siapapun kecuali pada Yuri, Taeyeon, Yoong, dan anak kecil. “Apa Krystal ingin ikut bersama aunty?”, tanyanya lagi.

.

Krystal menggeleng. “Krys….Krys ingin bertemu dengan Umma”, ucapan gadis kecil itu membuat hati Jessica ikut sedih.

.

“Krys? Apa itu nama panggilanmu?”, ia mengangguk.

.

“Krys….. Krys bisa menemui Umma, tapi sekarang Krys ikut dengan aunty dulu. Okay?”

.

“Benarkah Krys bisa bertemu Umma?”, wajah sedihnya terlihat ceria seketika saat mendengar Jessica mengatakan hal itu. “Tapi….Tapi mereka sudah dibunuh”, ucapnya lagi dan wajah mungilnya kembali sedih.

.

Akhirnya Jessica memilih memeluk Krystal dengan penuh kelembutan dan mengusap punggung gadis kecil itu untuk membuatnya tenang.

.

.

.

.

***

.

Keesokan paginya…..

.

Berita menghilangnya istri PM Hwang diberitakan diseluruh negeri. PM Hwang sendiri tengah dirawat di Rumah Sakit karena sebuah cairan racun menyerang saraf bicaranya sehingga PM Hwang saat ini dinyatakan bisu. Seluruh kepolisian mulai bergerak untuk mencari pelaku yang melakukan hal ini karena semua cctv bersih dari catatan rekam sang pelaku.

.

“Mereka adalah orang-orang professional dan terlatih, bahkan mereka tidak meninggalkan satu jejak pun. Semua pengawal di dalam kediaman PM Hwang diduga terkena cairan 14 yang mana cairan ini merupakan obat tidur sekaligus penghilang ingatan atas memori yang dialami korban beberapa jam sebelumnya. Jadi semua pengawal tidak bisa memberikan kesaksian mereka atas pelaku yang mereka lihat karena mereka tidak mengingatnya sama sekali…..—”

.

.

Klik

.

Taeyeon mematikan layar televisi itu dan bersiap pergi ke kampus. Ia keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Yoong. Dan ternyata Yoong masih berada di ruang tawanan bersama istri PM Hwang.

.

Ia membuka pintu dan melihat wanita itu sudah sadar namun tatapannya kosong dan hanya diam di atas tempat tidur. “Yoong, kau sudah siap?”, tanyanya.

.

“Sebentar Hyung”, teriak Yoong dari dalam kamar mandi.

.

Taeyeon memilih berdiri di ambang pintu dan memperhatikan wanita itu dengan seksama. Sepertinya Sooyoung memberinya obat tenang dan penghilanng memori. Pikirnya.

.

Tak berapa lama, Yoong keluar dari kamar mandi dan sudah siap dengan pakaiannya. Ia pun memanggil salah satu anak buahnya melalui interkom yang ada di ruangan ini untuk menemuinya. “Jangan lupa memberinya makan. Jika dia tidak mau, gunakan cara lain yang lebih baik”, ucap Yoong pada lawan bicaranya.

.

Taeyeon dan Yoong segera pergi dari sana. “Kau merawatnya dengan baik, Yoong”, Taeyeon mengusap rambut Yoong dan sedikit mengacaknya.

.

“Aish, aku tidak butuh pujian itu”, kekehnya.

.

Taeyeon ikut tertawa dengan ucapan Yoong. “Kau tahu, aku minta maaf soal semalam. To be honest, tamparan Sooyeon sangat menyakitkan”, kali ini giliran Yoong yang tertawa.

.

“Kau pantas mendapatkannya, Hyung”

.

“Ya ya ya, i know”, balas Taeyeon.

.

.

.

Seperti biasa, sesampai di kampus, mereka selalu mampir ke kafetaria terlebih dahulu untuk menikmati sarapan. Dan disana, Jessica sudah bersama Yuri.

.

“Hai Hyung, Noona”, Yoong menyapanya sedangkan Taeyeon hanya mengajak Yuri berhigh five dengannya dan ia hanya tersenyum pada Jessica.

.

“Kau sudah melihat beritanya?”, kali ini Jessica bersuara.

.

“Eoh, mereka sedang mencarinya. Sepertinya partai pendukung Bumsoo marah besar pada pelaku, karena mereka tidak bisa mendapatkan jejak sedikit pun. Kerja bagus Yoong”, Taeyeon mengacak rambutnya lagi.

.

“Aish! berhenti merusak rambutku”, kesal Yoong dan semuanya tertawa melihat tingkah lucu Yoong jika kesal.

.

Yuri dan Jessica sudah menyelesaikan sarapan mereka. Keduanya pun bersiap pergi menuju kelas terlebih dulu dan menyisakan Yoong bersama Taeyeon. Tak berapa lama, Yoong melihat Naeun dari kejauhan. Gadis itu baru saja datang ke kampus.

.

“Hyung, sepertinya kau makan sendiri saja ya”, ia menyengir sambil menoleh ke arah Taeyeon.

.

Taeyeon menoleh ke arah yang bersebrangan dengannya dan melihat Naeun. Ia menghembuskan nafasnya. “Kalian memang tidak setia”, ucapnya.

.

“HAHAHAHA”, kali ini Yoong menertawakannya dengan puas. “Makanya Hyung, pilih satu wanita dan setia padanya”, Yoong segera berlari sebelum Taeyeon melemparnya dengan roti yang ia pegang.

.

“Aish, teman macam apaan itu. Barusan Sooyeon, sekarang Yoong. Arggh, love is shit” gumamnya.

.

Drttt…drtttt.

.

“Halo”

.

“Boss, 10 juta won sudah saya berikan kepada Nona Jieun”

.

“Bagus. Bagaimana kabar disana?”

.

“Semua baik. Nona Jieun menanyakan kapan boss akan berkunjung”

.

“Katakan pada Jieun, aku belum bisa kesana dalam waktu dekat. Tapi aku akan berkunjung. Bagaimana dengan hadiahnya? Apa mereka sudah menerimanya?”

.

“Ya, mereka sangat senang dengan hadiahnya boss”

.

“Baiklah, kau bisa pergi dari sana”

.

Taeyeon menutup telponnya. Ada senyum kepuasaan yang ia dapatkan karena berita yang baru saja ia terima.

.

.

———————-

.

“Bagaimana makan malammu semalam, Yul?”

.

Yuri terlihat menghela nafasnya. “Tidak menyenangkan sama sekali karena kau tidak ada disampingku”, ucapannya membuat Jessica tertawa kecil.

.

“Kau memang pandai soal menggombaliku. Andai saja orang-orang tahu bahwa pria kaku ini pandai bermulut manis”, ejek Jessica.

.

“Ya~~ You’re so meannie, baby”

.

HAHAHAHAHA

.

“Aku bercanda Yul. So, apa kau mendapat tawaran bagus?”

.

Yuri menghentikan langkahnya dan memandang Jessica. “Sica, bisakah kita tidak membahas ini? Aku tidak suka”, ucap Yuri.

.

Ya, yang barusan Jessica bahas adalah pertemuan dan makan malamnya bersama salah satu pemilih klub anggar ternama di Hongkong. Jika sudah membahas anggar, Yul hanya merasa bersalah dengan Jessica.

.

Jessica tersenyum. “Kau sangat lucu jika cemberut seperti itu. Okay, aku tidak akan membahasnya. Jadi, sekarang apa yang harus kita bicarakan? Masa depan? Anak? Atau…..”, belum juga Jessica menyelesaikan kalimatnya, bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Yuri.

.

.

~~~~~~

“Naughty Yul is mode on, huh”, ucap Jessica di sela-sela ciuman mereka. Yuri mendorong tubuh Jessica hingga gadis itu merasakan punggungnya menyentuh tembok.

.

“Because you are my property, baby”, Yuri menatapnya penuh intimidasi.

.

Jessica sekali lagi tersenyum karena Yul. Ia mengalungkan tangannya di leher Yuri dan balas menatap bola mata Yuri yang berwarna hitam kecoklatan. “Sepagi ini dan aku sudah melihat beast Yul muncul dihadapanku, hmmm”

.

“Of course, beast Yul just for you”, Yuri kembali menciumnya. Saat Jessica membuka sedikit mulutnya, Yul tersenyum dalam ciuman itu. Artinya Jessica memberinya izin untuk melakukan lebih dari ini.

.

Saat ia fokus dalam ciuman itu, tangan yuri bergerak membuka jeans yang Jessica kenakan. Namun tangan Jessica menghentikannya. “Apa kau sudah mengunci pintu ruangan ini?”.

.

Yuri terkekeh. “Sudah baby, ruang kesehatan ini akan jadi milik kita beberapa menit”, dengan begitu Yuri kembali ke aktivitasnya.

.

“Yulllll……….”, Jessica’s moans because Yuri giving her seductive hands between her thighs. Yuri’s magic hand makes her wet.

.

“Don’t tease me. The class will start soon”, ucapnya ditengah kelakuan tangan nakal Yuri.

.

“Your wish is my command”

.

Yuri membawa Jessica ke salah satu ranjang yang ada di ruang kesehatan kampus. Pagi ini belum ada mahasiswa yang masuk ke dalam ruangan ini. Yuri melihat ke arah jam dinding. 15 menit lagi kelas mereka akan dimulai.

.

“I Love You”, setelah Yuri mengucapkan kalimat itu, miliknya sudah menyatu dengan Jessica.

.

“Aaaaahhhhhhh, I Love You too, Yul”

.

Yuri mencoba memulai ritme permainan mereka dengan pelan, hingga lambat laun gerakannya mulai cepat.

.

“You’re so damn tight, Sica”, Yuri mengeluarkan dirty talk nya saat bercinta dengan Jessica. Membuat gadis itu tertawa kecil dalam desahannya.

.

Yes! Yuri will become different person in that state. Thats why, Jessica love him too much because Yuri doing it JUST FOR HER.

.

“Fa….faster…Yulll….aaaaahhhhh”

.

“Oh god, You are sexyca”, Yuri merasakan Jessica akan mencapai klimaksnya. Ia semakin mempercepat gerakannya untuk membantu Jessica mendapatkan apa yang ia mau.

.

“Yul….i’m cum—”

.

Sebelum Jessica berteriak keras saat mencapai klimaks, Yuri kembali mengklaim bibir mungil itu dan memberinya sebuah ciuman, kisses full of love. Tak berapa lama, Yuri menyusulnya.

.

.

Hosh….hosh….

.

Peluh membasahi keduanya. Yuri tersenyum melihat Jessica yang mulai bernafas teratur dengan tubuh mereka yang masih menyatu. Ia mendekatkan wajahnya dan menempelkan dahinya dengan dahi Jessica.

.

“Its been long time we have our sexy time”, ucap Yuri.

.

“Yeah, its one month ago”, balas Jessica. Namun selanjutnya ia memukul lengan Yul. “But seriously Yul? Kau mengajakku melakukannya di kampus. Oh god!! Kau memang gila”

.

“Just for you baby”, Yuri menunjukkan senyum menyebalkan.

.

“Okay, now take out your little bestfriend from me, the class already started” Yuri mempoutkan bibirnya namun ia tetap melakukan yang Jessica katakan.

.

“Bisakah kita bolos saja, baby? I still can’t get enough from you” Yuri mengancingkan celana jeansnya dan berbicara seperti itu sambil memperhatikan Jessica yang tengah merapikan dirinya.

.

“Not now Yul, i’m a good student. Keep your whining for another time”.

.

Jessica menarik tangannya untuk keluar dari ruangan itu sebelum ada yang datang.

.

“You are really something, Sica”, gumam Yuri.

.

Keduanya berjalan menuju kelas, Jessica berjalan lebih dulu dan Yuri menjaga jaraknya sekitar 2 meter dari gadis itu.

.

“I heard that, Yul”

.

Yuri tertawa mendengar balasan Jessica.

.

.

.

***

.

Sunny memperhatikan kekasihnya dan tim yang Sooyoung bawa. Mereka sedang melakukan sesuatu yang tak pernah ia pahami tentang dunia medis. Yang jelas, Sunny berdoa untuk gadis kecil yang sedang kekasihnya tangani agar baik-baik saja.

.

“Apa yang Jessica perintahkan padamu, Young?”, tanyanya tanpa merusak konsentrasi Sooyoung.

.

“Membuatnya melupakan semua kenangan buruk yang ia alami”, Sooyoung menjawab seraya menatap tulisan-tulisan yang dituliskan asistennya.

.

“Gadis kecil ini sungguh malang, ia sering menyaksikan Ummanya disiksa oleh sang kakek. Mungkin aku berterima kasih pada Yoonjae untuk melepaskan pelurunya ke arah pria itu tapi sayangnya dia melakukannya juga ke sang wanita”

.

“Yeah, unfortunately”, Sunny masih kesal dengan tindakan bodoh orangnya atas kejadian semalam.

.

“Dan aku yang akan membunuh Yoonjae jika semalam bukan dia yang ditembak oleh Jessica melainkan dirimu”

.

Sunny terkekeh dengan candaan Sooyoung. “Kau manis sekali jika seperti itu Dokter Choi”

.

“Oh Shut up, baby”

.

.

.

.

Seorang pria paruh baya menghampiri Nona mudanya yang terlihat tak bersemangat. “Kenapa dengan wajah Nona Irene yang cantik ini?”, Ia menyamakan tingginya dengan sang Nona muda.

.

“Temanku tidak masuk sekolah hari ini”, ia menunjukkan wajah sedih.

.

“Oh, yang kemarin bersama kita. Krystal?” tanyanya.

.

“Huumm”, ia mengangguk. “Ahjussi, apa kita bisa ke rumahnya Krys?”, tanyanya lagi.

.

“Tidak Nona, Mommy anda tidak mengizinkan nona kemanapun hari ini kecuali ke sekolah. Mungkin kita bisa mengunjunginya besok. Setuju?”

.

Irene mengangguk masih dengan wajah sedih. Supir pribadinya pun membantunya untuk masuk ke dalam mobil.

.

“Aku merindukan Krys”, ucapnya dalam hati.

.

.

.

—————————

.

Wanita muda itu masuk ke dalam ruangannya dan membawa berkas yang baru beberapa menit lalu ia terima. Sesampai di meja kerja, ia membanting berkas itu dengan kesal.

.

“Apalagi yang dilakukan Stephani? Tidak bisakah dia membuat hidupku tenang?”, ia memaki dan mengumpat di depan asistennya.

.

“Kita bisa menyerahkan kasus ini ke pengacara lain jika anda tidak menginginkannya”, tawar sang asisten.

.

“Ya, dan kau ingin membuat karirku hancur karena aku menolaknya??”, ia menatap tajam asistennya.

.

“Bu….Bu…Bukan begitu maksud saya. Ini kasus besar dan penculikan istri PM Hwang masih menjadi teka-teki. Kita bahkan tidak memiliki bukti apapun. Nama baik anda dipertaruhkan”

.

“Aku tidak peduli dengan nama baikku, yang aku inginkan adalah menemukan Stephani dan memintanya untuk tidak mengganggu hidupku. Urrrggghhh!! Bahkan setelah menikah pun ia masih terlibat masalah” teriaknya kesal.

.

Ia memilih duduk di kursi kebesarannya dan membuka berkas itu sementara sang asisten tak berani berkata apa-apa lagi.

.

“Kau sudah mengunjungi PM Hwang? Bagaimana keadaannya?”

.

“Beliau masih dalam tahap pemeriksaan. Racun itu menyebar cukup cepat tapi yang saya dengar itu tidak akan membunuhnya. Hanya membuatnya tidak bisa bicara untuk sementara”

.

Wanita itu mengangguk mendengar penjelasan sang asisten. “Periksa rekam jejak karir PM Hwang, kemungkinan kasus ini karena ada dendam politik dari lawannya atau semacamnya”, sang asisten mengangguk dan mencatat semua yang diperintahkan.

.

“Siapa officer yang akan menemaniku dalam kasus ini?”

.

“Dia seorang wanita muda berbakat seperti anda. Baru saja pulang dari akademik kepolisian di Rusia dan ini kasus besar pertamanya tapi ia dapat dihandalkan”

.

.

.

Langkahnya tenang dan wajahnya terlihat seperti malaikat. Ia memberikan senyumnya kepada siapa saja yang ia lewati. Semua mata menatap takjub padanya. Siapa sangka dia seorang polisi dengan pangkat Lieutenant di usianya yang masih muda.

.

“Aku ingin bertemu dengan pengacara yang menangani kasus penculikan istri Perdana Menteri”, ucapnya sopan pada salah satu karyawan di kantor ini.

.

“Mari, saya akan mengantarkan anda bertemu dengannya”

.

Tidak membutuhkan waktu lama, ia sampai di tempat tujuan. Karyawan tadi membungkuk sopan dan meninggalkannya. Ia pun segera mengetuk pintu itu dan tak berapa lama seseorang membukanya.

.

Orang itu sedikit terkejut namun ia segera membungkuk lalu menjabat tangannya. “Oh, anda pasti Lieutenant Juhyun. Saya Jihyun, asisten dari pengacara Hwang”, ucapnya sopan.

.

“Senang bertemu denganmu, Jihyun”, balasnya.

.

Jihyun mempersilahkannya masuk dan ia disambut seorang wanita yang masih duduk di kursi kebesarannya. Wanita itu tersenyum dan menunjukkan senyum bulan sabit miliknya.

.

“Dia Lieutenant Juhyun yang akan menemani anda, Miss Hwang”, Jihyun memperkenalkannya.

.

“Saya Tiffany Hwang, senang bertemu dengan anda”, Tiffany mengulurkan tangannya dan diterima dengan baik oleh Juhyun.

.

“Hmmm bisakah kita berbicara informal saja? Aku tidak terbiasa, mungkin kita bisa menjadi akrab untuk beberapa waktu ke depan”, ujarnya.

.

“Its my pleasure, Lieutenant Juhyun”

.

Juhyun justru tertawa dengan ucapan Tiffany. “Panggil Hyuni saja, itu lebih baik”

.

Tiffany ikut tertawa. “Baiklah, kalo begitu i’m Tiffany or Fany, you can choose between them”

.

“Okay, Miss Hwang”, balasnya.

.

Tiffany mengerutkan hidungnya. “Aku tidak mengatakan Miss Hwang dalam pilihan sebelumnya, bukan begitu Jihyun-ah?”, ia menoleh ke arah asistennya yang membalasnya dengan mengangkat bahu.

.

“Just kidding”, Juhyun tertawa lagi. “Senang bertemu dengan anda Fany Unni”, ucapnya. “Dan Jihyun Unni”

.

Keduanya terlihat terkejut dengan panggilan Unni yang diberikan oleh Juhyun. “Apa kami terlihat tua? Well, aku 27 dan Jihyun 26. And then…..?” Tiffany memandang Juhyun dengan tatapan how-old-are-you?

.

“23 tahun”

.

Tiffany dan Jihyun menunjukkan keterkejutan mereka. Apakah ini bercanda? Mereka berurusan dengan Lieutenant yang amat sangat muda untuk menduduki jabatan itu. Well, jika dia memang special, berarti mereka tidak bisa meragukan hal itu.

.

.

.

***

.

Taeyeon baru saja menduduknya buttnya di kursi yang berada di ruang kerja miliknya. Ia melihat berkas laporan yang diberikan Yoong dan kemudian membacanya. Sambil memeriksa laporan itu, Taeyeon menikmati vanila ice krim favoritnya.

.

Baru saja ia ingin menikmati waktunya sejenak, ia mendengar pecahan dari bahan kaca yang terdengar hingga ke ruangan.

.

“What the….!!”, ia memaki. Taeyeon berdiri dari kursinya dan keluar ruangan.

.

“Apa yang terjadi?” teriaknya pada siapapun yang ada disana.

.

Salah satu anak buahnya berlari mendekat. “Wanita itu mengamuk dan membanting piring berisi makanan yang baru saja diberikan”, lapor salah satu anak buahnya.

.

“Shit”

.

Taeyeon berjalan ke ruang tawanan. Disana ada beberapa anak buah Yoong yang berdiri di luar ruangan.

.

“Minggir”, perintahnya.

.

Taeyeon masuk ke dalam ruangan dan melihat wanita itu menangis hebat dengan makanan berserakan di lantai. Di sisi lain ada Yoong di dalam ruangan ini dan wajahnya berdarah. Taeyeon dapat menebak pecahan piring itu tak sengaja mengenai wajah Yoong.

.

Melihat hal itu, Taeyeon segera mengeluarkan pistol miliknya dan mengarahkannya pada istri PM Hwang. Wanita itu semakin menangis dan ketakutan. “Hyung! Hentikan”, Yoong mencegahnya.

.

“Keluarlah Hyung, kau tidak perlu ikut campur”, Yoong memberi tanda pada anak buahnya untuk membawa Taeyeon keluar dari sana.

.

“Dia melukaimu Yoong”, Taeyeon mulai marah.

.

“Ini hanya luka kecil. Dia tidak sengaja melakukannya. Pergilah Hyung, sebelum Jessica noona juga datang kemari”

.

Taeyeon menurunkan senjatanya dan pergi dari ruangan itu masih dengan amarahnya.

.

“Tutup pintu ruangan ini”, perintah Yoong. Ia mendekati wanita itu dengan langkah perlahan. Luka diwajahnya tak seberapa, hany goresan kecil dari pecahan piring.

.

“Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu”, ucap Yoong dengan lembut.

.

Perlahan ia bergerak naik ke atas tempat tidur. Wanita itu masih menangis dan tubuhnya bergetra hebat. “Tenanglah”, ucap Yoong lagi hingga akhirnya ia bisa memeluk wanita itu.

.

Tak berapa lama, saat tangisnya mereka, Yoong tersenyum dalam pelukan itu dan tangan kanannya bergetar cepat. Sebuah jarum suntik sudah ia pegang dan dengan skillnya ia menyuntikkan obat tidur dan obat penenang ke tubuh wanita itu.

.

.

Yoong mengelap keringat di dahinya. Wanita itu ternyata memiliki kekuatan memberontak yang cukup hebat sebelumnya.

.

“Huft, akhirnya…..” Yoong bernafas lega. Ia memerintahkan anak buahnya membersihkan pecahan piring dan makanan yang berserakan di lantai.

.

“Boss, ini obat untuk luka anda”

.

“Terima kasih James”

.

Yoong duduk kembali ke kursi dan memperhatikan wanita itu.

.

“Stephani Hwang”

.

.

.

Nama yang indah.

.

.

.

.

.

.

TBC

————————————

HUWAAAAAAAAAA

“GRAVITY by Jessica Jung” makes me cry in one day

HER ANGELIC VOICEEEEEEEEEE!!!!!

Thanks God! Gue pengen meluk bias kece gue #hug

Hai guys, Jeje balik lagi.

Gue mau ngucapin thanks buat Jessica, karena dia bikin gue bisa dapat ide di chapter 2 siang ini dan bisa gue selesaiin almost 4 jam.

Karena gue lagi happy banget jadinya terciptalah chapter ini ^^ Sejujurnya gue lagi sakit beberapa hari lalu tapi lagu gravity menyembuhkan gue. Hahahaha ajaib emang.

Tapi ini juga nikmat dari sang pencipta memberi gue kesehatan lagi. Semoga chapter 2 membuat hari pertama kalian di 2016 berkesan. Hehehe

Ya, komen gak komen itu hak kalian. Gue gak akan ikut campur. Tapi gue berharap tetap respect ya sama ucapannya. Feel free sama gue bukan berarti lo bebas ngomong sesuatu yang gak berkenan. :))

BUAT READER GUE, HAPPY NEW YEAR…. Hope everything going well in this year. Amin

Udah ya.. hahahhahahah

.

.

Annyeong!

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

240 thoughts on “BUTTERFLY (2)

  1. Sumpah keren bwgd👍👍👍 cengo maqy ngebaca nie ff😊
    jujur karakter tae cowok bwgd, dingin dan tegas huff😧😧😧#elapkeringet soal sifat tae yg byun mode on ngahahhaha😁😁😁 gak ada dua nya loh😆😆😆..
    Stephanie Dgn tiffany kembar ia thor?! Msh ragu untuk nebak nie cerita akan klimak nya seperti apa, Yg pasti maqy suka dan mudah di pahami. . Thk thor^^

    Like

  2. Yg ini aku belum smpet baca pastesan aku bingung krys bisa diasuh sma sica gmna ceritanya trnyta krna kesalahan anak buahnya tohh ..
    Kyanya masa lalu yoong bkin dia jd sperti ini tp walaupun bgtu yoong masih bisa mengendalikan dirinya drpda tae bawaanya pngen ngebunuh terus

    Like

  3. hayy jeje maaf baru bisa comment di butterfly lagi…
    sica kalau udah marah serem tapi kalau udah di hadapan seobang yah beda kkkk…
    disni sica jadi wanita deawasa yang bertindak hati” dalam bertindak nice~
    selamat menjalankan misi buat fany hyunie!!

    Like

  4. Tadinya gua pikir istri PM itu si Fany ternyata stephanie. Mungkinkah Tiffany dan Stephanie kembar? Huwahh kagum sama sifatnya Yoong, baik banget dan sebaliknya gua greget ama taeng yg kejam banget hehe

    Like

  5. Jessica sadis bngt, g suka langsung tembak. Ini keren, karater taeng badboy sangat. Tegas, kejam, sama byun. Stephany and tiffany? Mereka kembar? Dan lawan taeng, sica, yoong adalah tiffany dan juhyun? Wow.. Ini keren..

    Like

  6. Mrk sprt Robin Hood modern yg terorganisir n pintar,hny sj crny slh. tp mnrtku mrk awasome.sk karskter sica yg cool bgt ampe taeng aj nurut.
    g sbr jika mrk ktm am joohyun n tiffany.oh yg mnrtku stephany n tiffany kembar, slh y…^^

    Like

  7. yulsic nc hahahaha
    jessica serem btw, tapi aku suka kalo jessica kaya gtu hahaha
    kerenlah, susah nemu genre yg action dibumbui nc kaya gini :’) pervert mode on

    Like

  8. biarpun sica nyeremin , tpi dia baik hati jga ya . dia baik sama anak2 . kasian krystal sdh gak punya ortu lagi . Irene & Krystal deket ya ? penasaran gue ,, tiffany & stephany , mereka saudara ? gue sempet bolak balik baca , gue kirain mereka orang yang sama , ternyata beda .

    Like

  9. disini keliatan bgt taengsic ketuanya ya, stephani hwang & tiffany hwang (?) awalnya agak bingung orangnya dikira sama hehehe. Hyo kgk ada ya -,-

    Like

  10. Duh yulsic ga inget tempat bett
    Krysnya kasian:( kasian irene
    Untung istrinya perdana mentri steph bukan fany hehe
    Gua sempet kocak thor Juhyun sama Jihyun wkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s