RAIN (11)

Tittle                : RAIN

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kim Hyoyeon

Lee Sunkyu

The Others

Genre              : GirlxGirl, Friendship, BitterSweet, Romance

 

Series

—————————————————-

RAIN……

– There’s a thin line between being in love and being stupid –

.

.

Part 11

.

.

.

Maaf, aku tidak membangunkanmu. Manajer Oh sudah tahu keberadaanmu, jadi tunggu dia untuk menjemputmu. Ada sesuatu yang terjadi dan aku harus menyelesaikannya. Jaga dirimu, See you :))

.

.

Ia tersenyum melihat note itu lalu mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu disana. Setidaknya, kejadian semalam membuat beban di hatinya mulai terangkat meski tak sepenuhnya. Ia memilih ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya sebelum beraktivitas seperti biasanya.

.

“Oppa”, ia memanggil sang manajer yang sudah menunggunya di lobby hotel. Manajer Oh Ray membalikkan badannya dan melihat artisnya berjalan mendekatinya.

.

“Kau sudah siap?”, ia mengangguk.

.

“Hmmm, kajja Oppa. Sebelum kita terlambat”

.

.

.

 Di dalam mobil, ia sibuk membaca script yang harus ia pelajari saat menjadi bintang tamu di salah satu acara talkshow nanti. Saat sibuk membaca script, Ray menyerahkan lembaran kertas dalam map kepada artisnya itu.

.

“Bacalah ini. Kau akan ikut dalam showcase duo Taengsic besok malam. Pastikan setelah jadwal hari ini berakhir, kau harus beristirahat Phany-ah. Jadwal mereka sangat padat”

.

“Hmmm, oke Oppa” ucapnya sebelum fokus kembali pada script ditangannya.

.

Tapi sang manajer menangkap gelagat Tiffany yang berbeda dari biasanya. “Kau terlihat bahagia sekali hari ini”

.

“Benarkah Oppa?”

.

Ray mengangguk. “Eoh, kau sedari tadi tidak lelah menunjukkan senyum bulan sabitmu itu”

.

Tiffany tertawa mendengarnya. “Mungkin hanya perasaan Oppa saja”, ia tetap fokus pada scriptnya. Sang manajer pun tidak mengganggunya lagi dan kembali pada aktivitasnya. Ray menyandarkan tubuhnya di kursi mobil dan menatap ke arah jendela.

.

.

.

——————————-

.

“Sica, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud menyembunyikan ini darimu”, perkataan Juyeon menghentikan langkah Jessica.

.

“Lalu kenapa kau lakukan ini Juyeon-ah? Ini bukan masalah kecil. Bagaimana jika publik tahu duluan, huh?”

.

Juyeon terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa, sedangkan Jessica melanjutkan langkahnya menuju ruang latihan dance RAIN untuk menemui seseorang yang membuat amarahnya meledak pagi ini.

.

Pintu terbuka kasar dan disana ada seseorang yang ikut terkejut karena suara pintu yang cukup keras. Jessica mendekati salah satu membernya itu dan menunjukkan selembar kertas hasil pemeriksaan kesehatan.

.

“Apa yang kau perbuat kali ini, Hyo?”, suara Jessica terdengar lantang dan tegas. Menyadari apa yang Jessica pegang, Hyoyeon menundukkan kepalanya.

.

“Mianhe”

.

Jessica menghela nafasnya kasar. Ini bukan kasus yang bisa diselesaikan dengan mudah terlebih akan bersangkutan dengan hukum.

.

“Katakan padaku siapa yang mengedarkan barang itu padamu”

.

“…………………….”

.

“…………………….”

.

“Hyo”, Jessica mulai tak sabaran.

.

“………………………”

.

“Katakan saja Hyo”, Juyeon kali ini bersuara.

.

Hyoyeon mengangkat kepalanya dan menatap Jessica lalu ke arah Juyeon. “Dia…dia salah satu teman latihan danceku”, jawabnya lirih namun masih bisa didengar Jessica.

.

“Kau dengar itu, Juyeon-ah? Siapkan tim pengacara dan laporkan masalah ini pada kepolisian. Dan kau Hyo, setelah showcase ku dan Taeyeon berakhir, kita adakan presscon. Akui kesalahanmu”

.

“Tapi Sica, ini akan bahaya untuk karir RAIN”, Juyeon menolak ide Jessica.

.

“Membahayakan RAIN? Bagaimana jika media yang terlebih dulu tahu? Apa itu tidak lebih berbahaya? Sudah cukup kita berbohong karena kehamilan Sunny. Jika fans membenci RAIN, itu sudah resiko yang harus ditanggung”

.

“Bagaimana dengan presdir, Sica?”

.

“Itu urusanku. Aku akan berbicara pada jajaran CEO sebagai investor RAIN. Jika mereka mendukungku, maka presdir Han tidak akan bisa berbuat apa-apa.”, ucapnya pada Juyeon.

.

Jessica lalu beralih pada Hyoyeon yang masih saja diam. “Saat aku tidak sengaja mengetahui ini, aku sangat marah atas tindakanmu Hyo. Tapi Juyeon sudah mengatakan bahwa kau sedang dalam tahap penyembuhan. Aku mendukungmu dan jangan khawatir soal presscon. Kejujuran lebih baik daripada sebuah kebohongan”

.

Hyoyeon kali ini berani menatap Jessica balik. Matanya mulai berkaca tapi sebisa mungkin ia tidak menangis. Gadis itu memeluk Sica. “Maafkan aku Sica, maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi”

.

“Hmmm, aku percaya padamu”, Jessica balas memeluknya dan mengusap punggung Hyoyeon dengan lembut.

.

Keduanya melepas pelukan. “Lanjutkan latihanmu Hyo, aku pergi dulu. Kita pikirkan langkah selanjutnya nanti”, Hyoyeon mengangguk dan Jessica beserta Juyeon meninggalkan ruangan itu.

.

.

.

.

“Lakukan seperti apa yang kukatakan. Hati-hati Juyeon-ah, sekarang aku bertemu Yuri dulu”

.

“Baiklah”, Juyeon melambaikan tangannya dari dalam mobil dan meninggalkan Jessica yang sudah berdiri tak jauh dari kafe untuk bertemu dengan Yuri.

.

Jessica masuk ke dalam dan mencari sosok yang ia cari. Tak lama ia tersenyum saat melihat Yuri sudah duduk di dalam kafe private ini. Gadis itu sibuk membaca lembaran-lembaran kertas yang Jessica yakini adalah sebuah script.

.

“Hai Yul”

.

Yuri mengalihkan pandangannya dari kertas ke Jessica dan ikut tersenyum. Ia mempersilahkan gadis itu untuk duduk.

.

“Maaf aku sedikit terlambat”

.

“Tidak apa-apa Sica, apa kau sendiri?”

.

“Eoh, Juyeon mengantarku tetapi ada urusan yang harus dia lakukan”

.

Yuri mengangguk mengerti. Sesaat, keheningan melanda keduanya. Suasana terasa canggung. Jessica memainkan jari-jarinya. Ia sangat gugup karena harus menceritakan masa lalunya yang ia sembunyikan selama ini. Jessica mengatur nafasnya sejenak untuk tenang dan saat matanya bertemu dengan Yuri, ada ketenangan disana. Yuri menatapnya dengan lembut dan Jessica tahu bahwa semua akan baik-baik saja jika dia jujur.

.

“Yul, sebenarnya………………….”

.

Dan disitulah Jessica menceritakan semua hal yang harus Yuri ketahui tentang masa lalunya. Selama Jessica bercerita, tatapan Yuri tetap sama dan itu memberikan ketenangan dan keberanian padanya untuk memberitahu yang sejujurnya pada Yuri.

.

“Kupikir selama ini kau—”

.

“Aku sudah putus beberapa waktu lalu”, Jessica memotong ucapan Yuri.

.

Yuri menganggukkan kepalanya lagi. Pandangan mereka tak pernah lepas.

.

“Butuh pelukan?”, Yuri membuka kedua tangannya dan tersenyum. Jessica dengan senang hati menerima pelukan itu.

.

“Lagi-lagi aku cengeng”, ucap Jessica dalam pelukan itu.

.

Hal itu justru mengundang tawa renyah dari Yuri. “Jadi kau mengakuinya, huh?” goda Yuri dan mendapat pukulan pelan di lengan Yuri.

.

Tak lama, Yuri memandang Jessica dengan sangat intens dan itu membuat Jessica sedikit menjauhkan kepalanya dari pelukan Yuri dan memandang balik Yuri dengan sebuah pertanyaan.

.

“Wae?”

.

“Kau jelek jika menangis”, dan lagi, Jessica memukul lengan gadis itu lalu ikut tertawa bersama Yuri seraya mengusap airmatanya.

.

“Ish, monkey yang menyebalkan”, ucap Jessica.

.

Yuri menaik turunkan alisnya dan menyengir. Keduanya masih dalam posisi berpelukan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, mereka saat ini berada di ruang private. Tidak ada yang mendengar apapun yang Jessica katakan kecuali Yuri.

.

“Aku senang kau mulai membuka dirimu. Jangan terlalu memikirkan perasaan orang lain, kau harus memulainya lebih dulu dengan mengikuti kata hatimu. Seseorang terluka atau tidak, itu tergantung bagaimana mereka menerimanya dengan ikhlas” Wajah Yuri kembali ke mood serius dan tersenyum padannya lagi.

.

“Terima kasih Yul”

.

.

.

Flashback.

Setelah Jessica menceritakan rencana mundurnya dia dari CEO BCEnt, keduanya kembali terdiam dengan pikiran masing-masing. (Ingat Part 8)

.

Tak lama berselang, Jessica menatap Yuri dan mengeluarkan sebuah kalimat yang membuat Yuri terkejut. “Yul, maafkan aku. Selama ini aku tidak peduli dengan perasaanmu. Aku takut hubungan kita berubah menjadi asing”

.

“Sica…….” Yuri lalu menghela nafasnya. Bingung harus berkata apa lagi..

.

“Aku tahu Yul. Tanpa kau menyadarinya, aku berusaha membalas perasaanmu tapi ternyata perasaanku padamu tetap sama. Aku menyayangimu Yul, but i think i can’t love you in that way”

.

Yuri menggeleng pelan dan tersenyum tulus. “Its okay, i love the way we are”

.

.

.

—————

.

“Yul”

.

“Hmmmm”

.

“What should i do then?”

.

“Ikuti kata hatimu Sica. Setiap orang bahagia dengan cara yang mereka pilih. Kita tidak perlu saling memiliki untuk terus seperti ini” Yuri meyakinkannya.

.

“Kau memang monkey yang menyebalkan karena terlalu bijaksana”, Yuri lagi-lagi hanya tertawa karena ucapan Jessica.

.

“Kuanggap itu pujian, Sica. Hahahaha. Ngomong-ngomong seperti apa Tiffany? Kau tahu kan jika aku mengidolakannya sejak ia bermain dalam serial FAME?”

.

Jessica mengerutkan dahinya dan memandang Yuri dengan tatapan apa yang sedang kau bicarakan.

.

“Kajja, antarkan aku pulang ke dorm” Jessica menghindari pertanyaan itu dan segera beranjak dari kursinya.

.

“Ya Ya Ya, Jessica Jung… Ya, kau belum menjawab pertanyaanku”, Jessica tak menghiraukannya dan itu membuat Yuri tertawa lagi.

.

“Aigooo~ lucu sekali dia”, gumam Yuri dan mulai berlari mengejar gadis itu.

.

.

.

.

***

.

Gadis berambut merah panjang itu masih berbaring di kasurnya dan memandang gadis yang ada di sebelahnya. Mereka saling tersenyum dan menggenggam tangan.

.

“Sica bisa membunuhku jika ia tahu aku tidur dengan sepupunya”, ia tertawa karena ucapannya sendiri.

.

“Dia mungkin juga akan membunuhku jika tahu bahwa alasanmu memutuskan Jinwoon karena kau mulai menyukaiku”, balas gadis berambut merah.

.

Ia terdiam sesaat begitu nama Jinwoon keluar dari mulut lawan bicaranya. Gadis itu mengeratkan genggamannya. “Kau tak perlu bersedih tentang Jinwoon, Taeng. Semua orang tahu itu kecelakaan yang tidak disengaja dan kita bisa menyebutnya sebagai takdir. Kau hanya terjebak dalam situasi yang tidak tepat”

.

“Aku tidak tahu Krys, rasanya semua masih terasa hingga saat ini. Detik-detik aku melihatnya untuk terakhir kali saat ia mengantarku pulang ke rumah setelah keputusanku”, Taeyeon kembali mengingat peristiwa itu.

.

“Aku mengerti perasaanmu, Taeng. Biar bagaimanapun Jinwoon termasuk sepupu yang paling dekat denganku”

.

“Gomawo Krys”, Taeyeon tersenyum.

.

Krystal ikut tersenyum. “So, How your feeling right now? Better?”

.

“Better than last night because you are here” Krystal kembali tersenyum namun sedetik kemudian ia memukul dada Taeyeon.

.

“Kita sudah putus sebelum kau menjadi idol dan dua tahun ini kau tak menemuiku. Sekarang kau tiba-tiba datang padaku lalu pandai menggombal. Kemana Kim Taeyeon yang dingin itu, huh?”

.

Taeyeon hanya mengendikkan bahunya lalu menyengir pada Krystal. “Mungkin karena kau membuat tubuhku panas jadinya aku tidak dingin lagi”, ucap Taeyeon dengan cengiran menyebalkannya.

.

Krystal yang tahu maksud Taeyeon, lagi-lagi memukulnya dan kali ini lengannya menjadi sasaran. “Oh god, you are so pervert. Andai saja fans-fansmu itu tahu”, Krystal turun dari kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal lalu menuju kamar mandi.

.

“YA~~ Kau tak perlu menutupinya. Aku sudah melihat semuanya” teriak Taeyeon dan Krystal balik berteriak dari dalam kamar mandi.

.

“SHUT UP KIM”

.

Well, sejujurnya mereka friend with benefit setelah putus dan keduanya kadang bertemu ketika Taeyeon tak mempunyai schedule. Tapi gadis dingin itu menghentikan pertemuan mereka saat ia mulai mengenal Tiffany dan akhirnya menjalin persahabatan dengan model papan atas itu.

.

.

.

.

.

Sambil menunggu Krystal selesai mandi, Taeyeon memilih keluar kamar dan menyiapkan sarapan untuk mereka. “Semoga makanan favoritnya tidak berubah”, pikirnya seraya mulai menyiapkan sarapan.

.

Setengah jam berlalu dan Taeyeon masih sibuk dengan kegiatannya. Saat serius memasak, ia tak menyadari sesorang dibelakangnya yang kemudian memeluknya.

.

“Baunya sedap sekali. Like the old time”, ucapnya pelan dan Taeyeon menyetujuinya.

.

“Duduklah, sebentar lagi sarapan akan siap”

.

Krystal menurutinya dan memilih duduk sambil menunggu Taeyeon selesai memasak. Tak berapa lama Taeyeon beteriak senang karena masakannya sudah selesai. Keduanya pun menyantap sarapan bersama sambil berbincang-bincang.

.

“Kau ada jadwal setelah ini?”

.

“Tidak ada, aku akan ke manajemen untuk membahas persiapanku. Besok aku dan Sica mengadakan showcase. Kau bisa datang Krys, jika kau mau”, Taeyeon melanjutkan makannya.

,

Krystal melirik kalender yang terpajang dekat ruang makan. “Aku tidak bisa. Besok jadwalku penuh”

.

“Sayang sekali. Padahal aku masih ingin bertemu denganmu”, jujurnya pada Krystal.

.

“Kau mulai menggombal lagi, Kim Taeyeon”, Krystal hanya menggelengkan kepalanya dan terkekeh.

.

“Aku berbicara kenyataan”

.

“So, bagaimana dengan model bernama Tiffany? Apa kau butuh bantuan untuk hal itu? Ya walaupun Jessica adalah sepupuku, tapi aku menyayangimu”, Taeyeon menggeleng, menolak tawaran Krystal.

.

“Well, kau terlihat sudah baik-baik saja. Berbeda dengan keadaanmu semalam”, sindirnya.

.

Taeyeon nampak memegang dagunya seraya meletakkan kedua sikunya di meja. “Mungkin karena seseorang membantuku dengan baik semalaman ini”, Taeyeon berdiri dari kursinya dan mendekat ke arah Krystal lalu membisikkan sesuatu.

.

“Servicemu sangat menyenangkan, sayang”

.

Sebelum Krystal meneriakinya, Taeyeon sudah melarikan diri dari ruang makan menuju ruang tamu.

.

“YAAHHH. Aish kau sangat menyebalkan. Aku jadi menyesal membantumu”, kesalnya dan mengumpat Taeyeon yang mana sang pelaku hanya tertawa puas melihat reaksi Krystal.

.

.

.

.

—————————

.

Yuri melambaikan tangannya dari dalam mobil. Ia melihat gadis bermata rusa itu baru keluar dari apartemennya. Setelah Yuri mengantar Jessica ke dorm, dia menjemput Yoona karena mereka ada jadwal bersama hari ini.

.

“Menyedihkan. Kenapa kau yang menjemputku unni?” ucap Yoona saat sudah di dalam mobil. “Apa kita tidak punya manajer?”

.

“Hahahaha, aku hanya ingin membawa mobil hari ini Yoong. Lagian karena kita satu lokasi jadi sekalian saja aku menjemputmu dan manajer kita menunggu di lokasi syuting”.

.

“Baiklah baiklah, aku mengerti”

.

.

.

.

Salah satu manajer RAIN, melihat mobil Yuri tiba di lokasi. Ia mendekat ke arah dua artis itu karena mereka sebentar lagi akan melakukan syuting bersama lagi.

.

“Oh Oppa, dimana stylistku?”, tanya Yuri.

.

“Sudah ada di lokasi, kau bisa bersiap-siap sekarang Yul”, Yuri mengerti dengan ucapan manajernya. Dia pun bergegas ke tempat stylistnya berada dan meninggalkan Yoona bersama manajer Hae

.

“Yoong, aku juga akan menjadi manajermu hari ini sehingga kau tanggung jawabku”

.

“Ah ne, aku mengerti Oppa”, Yoona membungkuk sopan.

.

“Kajja, kau juga harus bersiap-siap”, Manajer Hae mengajak Yoong menuju ruangan yang sudah disiapkan untuk Yoong.

.

.

Beberapa saat kemudian, Yuri dan Yoona sudah siap pada posisi mereka. Hari ini keduanya akan melakukan photoshot untuk sebuah majalah Korea ternama. Keduanya memakai dress yang membuat mereka menakjubkan.

.

Yuri terlihat sexy dengan rambutnya yang sedikit berantakan di tambah make up Yuri yang membuat matanya terlihat tegas namun terpancar aura kedewasaannya. Sedangkan Yoona terlihat lebih menawan dan cantik dengan dress itu dan tatanan rambut serta make up nya.

.

“Kalian bisa melakukannya dengan santai. Anggap saja kalian sedang membicarakan hal-hal yang menyenangkan”, ucap asisten fotografer memberikan arahan pada keduanya.

.

Yuri dan Yoona mencoba terlihat santai dan keduanya berhasil melakukannya dengan baik. Bahkan adegan tawa mereka menjadi bonus untuk para staff yang ada disana. Keduanya sangat kompak dan terlihat akrab. Hal itu membuat sang fotografer tidak mengalami kesulitan dan sangat senang dengan hasilnya.

.

“Thanks Yoong, untuk kerjasamanya hari ini”, ucap Yuri.

.

“No problem unni, aku senang. Kau memang menyenangkan dan aku jadi ikut menikmatinya”

.

“Kenapa hari ini banyak yang memujiku?”

.

Yoong memukul lengan Yuri. “Full of yourself”, keduanya tertawa bersama. Setelah mengobrol dan bercanda bersama, Yuri dan Yoona bersiap-siap meninggalkan lokasi.

.

“Apa tidak merepotkan, unni? Aku bisa meminta Hae oppa yang mengantarku pulang”

.

“Its okay Yoong, aku hanya ingin mengajakmu makan daripada aku makan sendiri”, kekeh Yuri.

.

Yoong mengalah, ia tak ingin kasar dengan menolak ajakan Yuri. Akhirnya ia menerimanya dan mereka pergi makan malam bersama.

.

“Kenapa kau memilih menjadi idol daripada profesi lain, unni?”, Yoong memulai obrolan sambil menikmati makanannya.

.

“Aku senang memainkan instrumen musik dan menciptakan lagu, mungkin itu alasanku memilih jalur ini. Bagaimana denganmu? Kupikir kau cocok menjadi seorang idol juga”, ujar Yuri.

.

“Entahlah, aku hanya lebih senang berdiri sendiri dan memutuskan apa yang aku inginkan tanpa harus berdebat dengan orang lain. So, aku memilih jalur artis daripada idol”, jujurnya. “Ngomong-ngomong, siapa teman dekatmu di RAIN? Setiap aku bertemu kalian, kalian itu seolah-olah sedang berada di dunia masing-masing”

.

“Benarkah?” Yuri tertawa kecil. “Ya mungkin seperti itu tapi hanya terjadi di luar saja. Sebenarnya aku dekat dengan semua member hanya saja cara kami bersikap memang sangat berbeda terutama Taeyeon. Dia sangat peduli pada member yang lain, tapi terlalu gengsi untuk mengakuinya. Hyoyeon dan Sunny sangat menyenangkan untuk diajak mengobrol dan bercanda. Sedangkan Jessica, hmmm aku sulit menggambarkannya. Dia terlalu unik tapi aku sangat nyaman bersamanya”

.

“Ceritamu menarik juga. Khaa~~ aku jadi ingin minum. Apa kau mau, unni?” Yoong menawarinya minum bersama.

.

“Okay, why not”

.

Mereka menyelesaikan makan malamnya dan meninggalkan restoran untuk menuju ke diskotik favorit Yoong.

.

.

.

.

***

.

Tiffany memberikan salam pada manajernya sebelum keduanya berpisah. Setelah manajer Oh pergi, Tiffany segera masuk ke dalam lift dan menuju lantai dimana dia tinggal bersama RAIN.

.

Sesampai di dalam dorm, ia hanya mendapati kesunyian. “Apa dia belum pulang?” Tiffany bergumam. Ia melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar yang ia tahu itu bukan miliknya.

.

Ia memutarkan knop pintu dengan perlahan dan melihat ke dalam kamar. “Apa yang kau cari?”

.

Sebuah suara mengejutkannya. Tiffany segera menutup pintu dan menoleh ke arah suara. “TaeTae???”, ia melihat Taeyeon berdiri tak jauh darinya seraya kedua tangannya masuk ke dalam kantong jeansnya.

.

“Yups ini aku. Kau seperti terkejut melihatku, kau mencarinya?”

.

Taeyeon berjalan ke arah sofa dan duduk disana. Di lain sisi, Tiffany menundukkan kepalanya seraya memainkan jari-jarinya. “TaeTae……”, suara Tiffany tercekat.

.

“Sudahlah Phany-ah. Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Jangan merasa terbebani dengan perasaanku”, ucap Taeyeon dengan tenang. Gadis itu mengambil remote tv dan menyalakannya.

.

“Tae….Apa kita masih berteman?”, tanyanya hati-hati pada Taeyeon. Sejujurnya Tiffany tak ingin kehilangan gadis itu. Ia cukup senang bisa mengenal Taeyeon sedekat itu. Selama ini Taeyeon memberinya banyak hal yang menyenangkan. Tapi siapa yang harus disalahkan jika hatinya terus meneriakkan nama Jessica?

.

“Aku tidak se-childish itu Phany-ah”, Taeyeon mengatakan itu tanpa melepaskan pandangannya pada layar tv. “Bukankah sekarang kita memang berteman?”, mendengar jawaban Taeyeon, Tiffany tersenyum.

.

Ia pun berjalan ke arah Taeyeon dan memeluk gadis itu dengan senang. “Thank you Tae…..Thank you…….”

.

“Pha—Phany-ah”, Taeyeon mulai sulit bernapas karena gadis bereyes smile itu memeluknya dengan erat.

.

“Upps, sorry TaeTae. Aku hanya bahagia. Sebelumnya aku sangat takut jika kau membenciku”, Tiffany mengatakan yang sebenarnya tentang perasaan yang ia rasakan.

.

“Happiness is a choice, Phany-ah”, ucap Taeyeon. “Ya setidaknya itulah yang seseorang katakan padaku. Tapi jangan memintaku untuk melupakan perasaan itu. Aku hanya butuh waktu”

.

Tiffany mengangguk

.

.

.

.

—————————–

.

“Happiness is a choice”, Sooyoung tersenyum pada gadis itu dan mengusap rambutnya dengan lembut.

.

Sunny membalas senyuman itu. Perasaannya mulai lega setelah kejadian semalam. Ia berpikir pagi ini semua akan berubah tapi ternyata dugaannya salah. Sooyoung tetaplah Sooyoung yang seperti biasanya.

.

“So, apa kita jadi ke pantai hari ini?”, tanya Sooyoung mengenai rencana mereka pagi ini.

.

“Sure, aku ingin makan abalone dan gurita yang lezat milik kakek Song”

.

“Okay, kita berangkat sekarang”, Sooyoung mengulurkan tangannya.

.

“Dork”, Sunny terkekeh.

.

Mereka berjalan dengan santai di pinggiran pantai Jeju. Pagi ini masih sepi pengunjung dan mereka ingin melihat matahari yang baru saja terbit.

.

“Ternyata tidak menjadi idol bukan hal yang buruk”, ucap Sunny.

.

“Benarkah?? Hmmm lalu sekarang bagaimana perasaanmu?”

.

“Aku merasa bebas dan tidak perlu memikirkan bagaimana cara membahagiakan orang lain terlebih dulu”

.

Sooyoung membenarkan kalimatnya. “Kau benar Sunny-ah. Terkadang untuk bahagia, kita harus memiliki pilihan. Apakah itu dirimu yang bahagia terlebih dahulu atau orang lain yang ingin kau bahagiakan?”

.

“Yeah, aku setuju”

.

Setelah mengobrol dan menikmati pemandangan pantai, mereka pergi ke sebuah kedai sederhana yang menjadi langganan mereka selama di Jeju. Sang pemilik adalah seorang kakek yang memiliki cucu perempuan yang lebih muda satu tahun dari Sunny. Mereka mengenal Sunny, tapi beruntunglah jika kedua orang itu merahasiakan tentang Sunny.

.

“Hai unni”, Jieun menyapa Sooyoung dan Sunny bersamaan. “Apa kalian sudah merindukan menu favorit disini?”

.

“Hahahahaha, tentu saja Jieun-ah. Kau tahu, Sunny dan Kiyom sudah memimpikan masakan Kakek Song dari kemarin”

.

“Oh tenang saja unni-unni. Kalian duduklah, dan aku akan menyiapkan menu favorit kalian” ucapnya penuh semangat pada keduanya. Dia pun membungkukkan badannya dan tangan Jieun memegang perut Sunny. “Sabar ya Kiyom, unni akan segera kembali”, lanjutnya lalu pergi ke arah dapur.

.

“Aku seperti punya adik jika seperti ini”, kekeh Sunny melihat sikap Jieun.

.

“Yups kau benar”

.

.

.

.

***

.

“Pergilah ke rooftop, dia pasti ada disana jika kau mencarinya. Itu tempat favoritnya”

.

“Terima kasih Tae, aku menyusulnya dulu”, Tiffany beranjak dari sofa dan menuju tempat yang Taeyeon sebutkan.

.

Saat Taeyeon sudah mendengar pintu dorm tertutup, ia bernafas lega sambil memegang dadanya. “Huft, fighting Kim Taeyeon. Kau bisa melakukannya”, gumam Taeyeon tanpa siapapun mendengarnya.

.

.

.

Tiffany memutar knop pintu besi itu dengan pelan dan mendorongnya. Seketika angin malam menyeruak dan membuat rambutnya tertiup tapi ia tak mempedulikan tentang itu. Ia melangkahkan kakinya mendekati ujung pagar pembatas dan disanalah orang yang ia cari.

.

Jeans berwarna hitam dengan sweater putih yang ia kenakan, membuat gadis berambut cokelat keemasan itu terlihat fashionable. Mendengar suara langkah kaki, ia membalikkan badannya dan mendapati Tiffany mendekatinya.

.

“Tiff”, Jessica terkejut dengan kedatangan gadis itu. Buru-buru ia mematikan rokok yang ia hisap dan menyingkirkan kotak rokok beserta pemantiknya yang ia letakkan di pagar pembatas lalu membuangnya ke sembarang arah.

.

“Taeyeon yang memberitahuku kemungkinan kau ada disini”, ucap Tiffany tanpa ekspresi.

.

Jessica mengusap tangannya yang mulai terasa sejuk. Sejujurnya itu hanya pengalihan karena ia gugup bukan main. Ia tak menyangka jika malam ini ia kepergok Tiffany sedang merokok. Benda yang paling Tiffany benci. –Rokok beserta asapnya.

.

“Hmmm kau sudah pulang”, Jessica merutuki dirinya karena pertanyaan bodoh yang baru saja ia katakan.

.

“Ya, seperti yang kau lihat”, pandangan Tiffany beralih pada puntung rokok yang tadi Jessica buang. “Sejak kapan kau mulai merokok?”, nadanya sedikit terdengar kesal dengan tindakan Jessica.

.

“Hmmmm……itu…..hmmm” Jessica tak berkutik

.

“Sudahlah aku tidak butuh jawaban” Ia membalikkan badannya dan bersiap pergi namun sebuah tangan menahannya.

.

“Mau kemana?”

.

“Turun. Aku tidak suka berada dekat dengan asap rokok”, Tiffany menyingkirkan tangannya dari Jessica.

.

“Sudah aku matikan, dan lagi…..” Jessica menghentikan ucapannya lalu merogoh saku celananya dan mengambil sebuah perment mint dan memakannya. “Mianhe”, lirihnya.

.

Tiffany dalam hati tertawa puas karena ia berhasil membuat Jessica tak berkutik. “Okay kali ini kumaafkan. Sekali lagi aku melihatmu merokok, jangan bicara padaku”, Tiffany membalikkan badannya dan menatap Jessica dengan memasang wajah datarnya.

.

“Baiklah”

.

Tiffany memicingkan matanya karena jawaban Jessica. “Baiklah? Apa itu sebuah jawaban?”, tanyanya pada Jessica.

.

Ia tampak berpikir dengan pertanyaan Tiffany yang membuatnya bingung. Tapi detik selanjutnya ia mengerti apa yang Tiffany inginkan.

.

“Okay, baiklah. Aku janji aku tidak akan merokok lagi. Kau puas sekarang?”

.

Tiffany menunjukkan senyum puasnya beserta bulan sabit yang ia miliki. “Tentu saja”, ia menghambur ke arah Jessica dan memeluknya.

.

“Aku benci benda itu, Jessi”

.

“Hmmmmm aku tahu”

.

Angin malam membuat keduanya mengeratkan pelukan mereka untuk menikmati momen ini dengan baik. Untuk Tiffany, gadis itu merasakan ledakan kembang api dalam perutnya. Betapa bahagianya dia memeluk tubuh ini. Baru saja kehangatan mendekap, tiba-tiba sesuatu merusak momen itu.

.

Drrttt…drtt….

.

Ponsel Jessica bergetar dan itu membuatnya harus melepaskan pelukan mereka.

.

“Halo Yul”, Jessica menjauh sedikit dari Tiffany untuk menerima panggilan itu.

.

Arrgghhh, aku melupakan Yuri. Dia sangat dekat dengan Jessiku. Pikirnya dan itu membuat Tiffany mengerucutkan bibirnya menyadari Jessica menerima telpon dari Yuri dan sedikit melupakan keberadaannya.

.

“Menyebalkan”, gerutunya dan berjalan meninggalkan rooftop dengan menghentakkan kakinya kesal.

.

.

Braakk

.

Tanpa sengaja pintu dorm tertutup dengan kasar. Taeyeon yang asik menonton pun terganggu. “Ada apa dengan wajahmu? Apa Sica tidak ada di rooftop?”, tanya Taeyeon yang sibuk memakan popcornnya.

.

“Katakan pada temanmu itu untuk tidak melupakan seseorang yang sedang berada bersamanya”, ucapnya kesal dan masuk ke dalam kamar.

.

Taeyeon membuka mulutnya dan dibuat clueless. “Oh god! Apa aku harus menyaksikan pertengkaran anak SMA?”, Taeyeon bicara pada dirinya sendiri lalu mengendikkan bahu dan melanjutkan aktivitas menontonnya.

.

Jessica yang baru saja menutup telpon dari Yul, segera pergi dari rooftop karena ia tak mendapati Tiffany ada disana. Ia pun kembali ke dalam dorm.

.

“Dia ada di kamar dan membanting pintu dengan cukup keras”, Taeyeon berbicara seolah ia sudah tahu apa yang ingin ditanyakan Jessica padanya.

.

Jessica menghela nafasnya dan mencoba menyusul Tiffany ke kamar. Ia menyembulkan kepalanya, dan melihat sebuah gundukan selimut. “Dia tidak berubah”, gumamnya.

.

Ia menutup pintu dengan perlahan dan mendekati pinggir ranjang. “Hey~ kau sudah mau tidur?”

.

“Hmmm pergilah”, ucapnya.

.

Jessica berusaha menahan tawanya melihat kelakuan Tiffany. Hal yang selalu gadis itu lakukan jika ia sedang kesal atau marah.

.

“Yuri hanya memberitahuku bahwa ia sedang ada urusan”, Jessica mencoba menjelaskan.

.

Tidak ada reaksi dari Tiffany dan itu membuat Jessica memilih menyerah.

.

“Baiklah, aku akan keluar”, Tiffany merasakan bahwa pinggir ranjangnya bergerak. Itu artinya Jessica sudah berdiri. “Jangan lupa janji kita besok pagi, Goodnight”, Jessica menundukkan badannya dan membisikkan kalimat itu.

.

Merasa pintu kamar tertutup, Tiffany menyingkirkan selimutnya dan betapa kagetnya dia melihat Jessica yang berdiri tak jauh dari pintu. Dengan cepat ia menutup seluruh tubuhnya kembali dengan selimut tebalnya.

.

“Okay Tiff, kau belum tidur, huh?” Jessica kembali mendekat ke arah ranjang. Tiffany menggigit bibir bawahnya karena tertangkap basah oleh Jessica. “Yuri, dia hanya teman dekatku”

.

“Aku tahu” balasnya cuek dan masih pada posisinya.

.

“Hmmm apa aku harus meminta Yuri yang menemaniku?”

.

“YAAA!!”, Tiffany menyingkirkan selimutnya dan menegakkan tubuhnya tanpa lupa memberika tatapan tajam pada Jessica. “KAU MENYEBALKAN” ia mengerang frustasi karena Jessica hanya tertawa.

.

“Aku senang melihat wajahmu sebelum tidur. Okay, Goodnight Tiff” Jessica pergi dari sana dan kali ini ia benar-benar keluar dari kamar Tiffany.

.

Tiffany mengerucutkan bibirnya. “Apa tidak ada ciuman selamat malam atau semacamnya?” pikirnya. “Oh my lord! Apa yang kau pikirkan Tiffany Hwang? Bahkan kita belum kembali bersama. Huft, setidaknya itu yang terjadi”

.

Sesaat Tiffany memandang ke arah pintu “Goodnight Jessi”gumamnya

.

Ia tersenyum lalu mengenakan selimutnya dan tidur dengan nyenyak.

.

.

.

***

.

Seorang pria berkacamata menatap layar laptopnya dengan senyuman yang tak bisa diartikan, but its in a bad way. Dia membaca kata perkata yang ada di hadapan layar berbentuk persegi panjang itu.

.

Tiba-tiba saja, pintu ruangan terbuka dan muncul seorang namja muda yang membawa kameranya dan sebuah map.

.

“Apa kau dapat yang kucari?”

.

“Hmmm, tapi belum yakin seratus persen”, ia menyerahkan kameranya dan map yang ia bawa.

.

“Kerja bagus, ini akan jadi penghasilan terbesar kita”, pria berkacamata itu tertawa puas. “Cari bukti lebih banyak lagi agar kita bisa meyakinkan publik. Ini akan menjadi berita besar” lanjutnya lagi.

.

“Akan saya laksanakan”, namja muda itu undur diri dari ruangan.

.

Pria berkacamata meletakkan map itu lalu mengambil wine nya dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya.

.

.

.

.

“Bersiaplah untuk sebuah kejutan, RAIN”

.

.

.

.

.

.

TBC

————————————————–

HAHAHAHAHA JEJE IS BACK

*tawa jahat*

Ciyeeee, masih baper??? Seharusnya nggak tapi kalo masalah iya XD hahaha

Hmmmmm kayaknya udah ada yang bisa senyum-senyum. Tapi hubungan mereka masih belum jelas semua. Wkwkwkwkw sengaja. Apalah arti sebuah status??? #EH

Oh ya, sebelumnya thanks ya buat readers yang komennya tuh banyak dan biasanya menganalisa ff gue. Gue berterima kasih karena itu membantu gue untuk dapetin feel dari cerita yang gue bikin. #terharugue

Pokoknya buat semua readers lah, komen kalian bikin gue semangat terus ^^

Oke deh tanpa berlama-lama, selamat menikmati.

Gue serahin sama kalian, gimana mau bereaksi setelah baca chapter ini.

KEKEKEKEKE

.

.

Annyeong!!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

143 thoughts on “RAIN (11)

  1. Krystae gw suka couple ini ya udahlah tae balikan aja ama krystal daripada terus ngarepin fany yang jelas2 masih ngejar jessi wkwkwk….

    Like

  2. jadi krystal akku pikir siapa gitu…
    taeyeon mengalah tapi …….hehehe
    jadi jes sama yul gmna ngegantung ya truz si fany ma sica gmna..
    yoong sama soehyun balikan lagi dong….
    suny ama so udah offical..
    ahhh sorry tor baru baca ff.y….

    Next…~~~~~~~

    Like

  3. Semuanya masih belu ada status yg jelas
    gw gak nyangka yg di temuin tae itu krys OMG,gw kira tuh siapa kek tp ternyata perkiraan gw salah hehe
    jeje emg paling top kalo suruh bikin org penasaran
    but gw tetep happy coz jeti akhirnya baikan juga

    Like

  4. Suka sama quote yg ini “Seseorang terluka atau tidak, itu tergantung bagaimana mereka menerimanya dengan ikhlas” ngena banget hahahahah

    Like

  5. awl yg bgs bwt jeti,smg tmbh sweet aj jeti ny.wow new couple krystae.krys yg tryt sepupu sica jg yg dicintai tae,q rasa hub mrk akn tetep lnjut krn tae g ad lg coupleny.

    Like

  6. Wahh thor baru lanjutin baca lagi hahaaa..
    Kelihatany yulsic g ad harapan ya , Oh God baiklah. anw ada kejutan apa buat rain thor? Penasaran hahaaa,

    Like

  7. awwww jeti kenapa makin so sweet!!!
    taestal ? awas sica bisa marah sama kalian berdua jadi berhati-hati lah.
    yultae sekarang udah iklas melepas jeti yang sabar yah para seobang kkk…
    siapa itu di scene terakhir ?

    Like

  8. Lom dapet pw chap 10 jf ggbtau apa yg terjadi sebelumnya,
    But kyknya ada berita baguss ttg hubungab para member rain

    Matiii, sapa tu org yg mau ngasih ” kjutan” ke RAIN

    Like

  9. baru lanjut baca setelah puasa *cryyyy*
    senyum senyum sendiri lhat jeti ini wkwkwkwk soojung ma tae kekeke jarang nih liat couple ini ><

    Like

  10. Aigoo, author j bikin kepala gw mumet. Sica dengan yul aja masih ngambang sekrang tambah sica dan fanny, yah walaupun sica jatuh pada fanny. Gw ngakak baca apalah arti status. Kkkkkkkk… Kayaknya ff ini semuanya hub tanpa status. Gw ketinggalan baca part 10 mudah-mudahan ntar bisa baca. Nunggu pw dr author.

    Liked by 1 person

  11. sica dah mulai buka hati lgi tuh sama fanny , biar belum kembali pacaran , tpi sica sdh nunjukin langsung perhatiannya sama fanny . asekkk … trus siapa lgi tuh namja2 itu ? dia mau bikin rain hancur ? informasi apa yg dia dapat ya ?

    Like

  12. krystae? waw ….. Tae sllu dkt sama keluarga atau org terdekat sica ya hehe
    Hahaha fanny lucu bgt dah disini tingkahnya sama sica.
    Huft bakal ada badai lg buat RAIN… HMMMM

    Like

  13. OMO, tae sama krys ? Hahaha

    Ah kasian yuri .. Perasaanya bertepuk sebelah tangan, sama kaya juyeon .
    Gue suka sama sikap peduli dn perhatiaan mereka sama sica, walaupun dengan cara yg berbeda . mereka selalu berusaha buat sica bahagia

    Apalagi yul .. Dia berlapang dada bgt sama kenyataan akan cintanya .

    Like

  14. Ciee malah jeti yang jadian. Gak apalah yang penting mereka bahagia. Dan what the what Krystal Jung ? With Taeyeon ? Adoh apa kagak ada cast lain thor. Nanti yang ada taeyeon digebukin sama amber ilama sampai bonyok hahahaha 😀 sebenarnya gue udah nyampe pada kesimpulan kalau yang bakal jadian nati adalah yoonyul hehe

    Like

  15. wahhhhh ternyata yg sama taeyeon itu krystal, hehehehe
    Wahhhh jeti nya lucu, dan akhirnya hyo ketahuan juga sama jessica.
    Hmm siapa lagi itu yg pegen mengjancurkan rain, ckckcckckckc

    Like

  16. jiah wkwkwk ternyata tae sama krystal, keren kak, beneran ga ketebak hahaha
    senyum” sendiri pas tau mantan tae itu krystal, wah ga sabar ini kalau semisal jessie tau, bakal gimana ya
    jeti nya udah rujuk ya, cuma belum ada status tapi gapapa lah
    terus yuri yang dibikin bingung kok kesannya pada jatuh cinta ke dia semua ya ckck
    nanti bakal ada kejutan apalagi ya?
    btw, boleh dong kalau semisal request ff tae sama krystal jadi pairing (´∀`) kan jarang tuh hehe

    Like

  17. untung juyeon, yul, tae mreka nrimo bnget ya,, aman damai jadinya n semoga ntr dpt pasangan yg cocok dehh 😀
    tuhh ad yg punya niat jahat yakk,, siapa kira2 ? digetok aja klo nakal,,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s