THE HEIRS (16)

Tittle                : THE HEIRS

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Im YoonA

Tiffany Hwang

Choi Sooyoung

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, BitterSweet, Drama, Romance

 

Series

—————————————————————————-

.

.

PART 16

.

.

Soooyoung tersenyum mendapati istrinya yang baru saja bangun dan memilih duduk di tepi ranjang. “Morning, sayang”, ucapnya mengecup kening Tiffany lalu berjongkok dan mengecup perut Tiffany yang membesar.

.

“Morning Daddy”, Tiffany mengubah suara seperti anak bayi.

.

Sooyoung tertawa melihat kelucuan istrinya. How’s your first day in here?”.

.

“Everything is good and i like this house”, Sooyoung ikut senang mendengar jawaban Tiffany. Ia kembali mendekatkan wajahnya pada perut Tiffany “Ini rumah baru kita nak, semoga kau juga menyukainya”, Sooyoung berbicara pada perut itu dan membuat Tiffany terkekeh.

.

“Dia pasti menyukainya, Young. Karena aku juga menyukainya”, ucap Tiffany seraya membingkai wajah suaminya.

.

“Hmmm, tidak ada yang berubah dari kota ini. Tetap sibuk. Aku jadi merindukan rumah kita yang lama”

.

“Kita bisa mengunjungi kesana lain waktu” Tiffany terkekeh melihat suaminya mempoutkan bibirnya.

.

Chu~

.

Sooyoung memicingkan matanya. “Hanya kecupan saja?”, ucapan Sooyoung membuat Tiffany memukul pundaknya.

.

“YA~~ Kau baru saja memakanku semalam. Seharusnya ibu hamil yang mengalami horny, tapi kenapa akhir-akhir ini kau jadi bersemangat, huh?”

.

HAHAHAHHAHA
.

Sooyoung tertawa menanggapinya. “Kau terlihat semakin sexy, mungkin itu yang membuatku terus bersemangat”

.

Tiffany justru semakin mengerucutkan bibirnya. “Kau bilang aku sexy? Apa kau sedang mengejekku karena tubuhku gendut seperti ini?”

.

Aigoo, mood ibu hamil tiba-tiba berubah. “Aku tidak mengejekmu, sayang. Kau memang terlihat semakin sexy. Aku tidak bohong”, Sooyoung menempelkan bibirnya di bibir milik Tiffany dan menciumnya beberapa saat.

.

“My sexy wife, saranghae”, Sooyoung tersenyum.

.

“Love you too, handsome Daddy”, Tiffany terkekeh dengan ucapannya.

.

“Okay, Lets start our new day in Seoul” Sooyoung mengecup punggung tangan Tiffany dan keduanya tersenyum. “Nikmatilah suasana baru ini. Aku akan pergi, ada urusan yang harus aku selesaikan”

.

Tiffany mengangguk menuruti keinganan Sooyoung. “Kau semakin tampan jika seperti ini” pujinya sambil merapikan rambut Sooyoung dengan tangannya.

.

“Benarkah?” Sooyoung terkejut. “Kau jadi mengingatkanku dengan Sooyeon”, Sooyoung lalu tertawa kecil.

.

“Sampaikan salamku pada Daddy”

.

“Hmmm tentu saja”

.

Kedua mata mereka berpandangan lagi. “Apa kau yakin dengan rencana ini, Young?”

.

“Seratus persen aku yakin. Aku tidak ingin menundanya lagi atau itu akan lebih menyakitkan untuknya”

.

“Kalo begitu, hati-hatilah. Aku mendukungmu”, mereka berbagi senyuman.

.

Setidaknya untuk saat ini Sooyoung merasa tenang karena Tiffany mendukungnya.

.

.

.

.

—————————

.

“APA-APAAN INI!!!!”

.

Pria paruh baya itu membanting laporan yang dibawa salah satu asistennya yang kini mulai ketakutan dengan reaksi atasannya.

.

“Perusahaan itu menarik investasi dari Hwang Group, tuan. Keadaan kita semakin krisis. Kini hanya tinggal REUS sebagai investor terbesar dan bagaimana jika REUS juga menarik sa—”

.

Braaakk

.

Mr. Hwang memukul meja kerjanya dengan amarah yang begitu besar. Baru kemarin Ritz pergi dari Hwang Group dan sekarang salah satu perusahaan asing ikut menarik sahamnya.

.

“Siapkan rapat besar-besaran siang ini dan panggilkan Im Yoong di hadapanku. Kau mengerti?”

.

“Ba—Ba—Baik tuan. Akan saya laksanakan”, dengan begitu ia segera pergi dari ruangan itu dan menyisakan Mr. Hwang yang masih terlihat marah di bangku kerjanya.

.

“Beraninya anak itu mempermainkanku”, geramnya sambil mengepalkan kedua tangannya.

.

.

.

.

.

Di tempat lain,

.

Senyumnya mengembang sedari tadi, sejak ia selesai membaca artikel yang baru terbit beberapa menit lalu melalui media online. Ia merangkul pundak kekasihnya yang kini sibuk menonton sebuah acara di televisi.

.

“Gomawo, sayang”, ucapnya pada sang kekasih.

.

“Hmmmmmm” jawabnya yang masih fokus pada layar televisi.

.

“YA~~ Jawabanmu terdengar tidak ikhlas”, ia mempoutkan bibirnya kesal.

.

Gadis itu mengalihkan pandangannya dari televisi dan menatap namja itu. “Aish, aku sedang menonton. Jangan berisik”, ia memukul pundak namjachingunya.

.

“Apa televisi lebih menarik daripada aku?”, tanyanya dengan childish.

.

“Eeoh”

.

Yoong kembali mempoutkan bibirnya. Tak berapa lama ide jail muncul dibenaknya. Dengan cepat Yoong mengangkat tubuh kekasihnya dengan bridal style.

.

“YAH Im Yoong, lepaskan!!”, Krystal berusaha turun tapi kekuatan Yoong jauh lebih besar darinya.

.

“Aku lapar sayang. Kita makan dulu ya”, ucapnya membawa Krystal menuju restoran yang berada di sekitar apartemen Yoong.

.

Sesampai di restoran, Yoong baru mau menurunkan Krystal. “Menu seperti biasa”, ucap Yoong pada pelayan.

.

Yoong kembali ke meja dimana Krystal berada dan tak lupa mengecup kening Krystal sebelum duduk. Yoong tersenyum memandang kekasihnya yang terlihat masih kesal. Ia menggenggam tangan gadis itu lalu menatap cincin yang dikenakan di jari manisnya.

.

“Cincin ini kembali bersinar”, ucapnya dengan nada bahagia. Cincin yang kembali dipakai Krystal setelah pertunangan mereka putus 2 tahun lalu.

.

Krystal ikut tersenyum mendengarnya. Ia mengangkat tangannya dan membingkai wajah Yoong lalu mengecup pipinya. “Dasar, tukang paksa”, kekehnya. Ya, memang Yoong yang memintanya memakai cincin itu lagi.

.

Yoong hanya menyengir. Tak berapa lama, ponselnya bergetar dan ia segera mengangkat panggilan itu. Wajahnya terlihat serius saat menerima panggilan itu.

.

“Nugu?”, tanya Krystal setelah Yoong menutup telponnya.

.

“Asistenku. Dia memberitahuku jika pria tua itu sudah tahu semua ini rencanaku”

.

“Apa ini akan baik-baik saja?”, Krystal mulai cemas apalagi Yoong memang membuat masalah dengan Hwang Group..

.

“Tenang saja sayang, mereka tidak akan bisa berbuat macam-macam. Sekarang Hwang group hanya memiliki investor-investor kecil. Tinggal REUS yang menjadi investor terbesar mereka dan besok Taeyeon hyung akan menyelesaikan ini”

.

“Kau yakin mereka tidak akan hancur?”

.

“Hmmmm, aku memegang janjiku pada Taeyeon hyung untuk tidak menghancurkan mereka”

.

Krystal tersenyum lega. “Syukurlah. Aku mohon jangan membuatku khawatir lagi Yoong”, pintanya.

.

“Aku janji, aku tidak akan melakukannya lagi” Yoong pun membalas senyuman itu dan mengecup punggung tangan Krystal. “Hanya kali ini dan ini untuk grandpa”

.

.

.

.

***

.

(The truth of Flashback in part 10)

.

.

Seperti biasa, Jessica kecil mengadu pada Sooyoung.

.

“Yul selalu menjahiliku sedangkan dengan Eunji Unni, dia lebih sering bermain bersamanya”.

.

Sooyoung tertawa mendengar ucapan Jessica. “Mana mungkin ada yang bisa menolak kecantikan my little girl. Yul sering bersama Eunji karena mereka sering bermain alat musik bersama. Dia menjahilimu karena dia suka melihatmu kesal”, hiburnya pada Jessica.

.

Jessica lalu menjauhkan kepalanya dari punggung Sooyoung. “Kalo aku sudah besar nanti, aku akan menunjukkan pada Yul kalo aku lebih menawan dari Eunji unni dan menjadi istrinya”, ucap Jessica dengan penuh semangat. Hal itu mengundang tawa Sooyoung.

.

“Tapi……”, Jessica kecil menghentikan ucapannya lalu tersenyum sesaat. Ia mendekatkan bibir mungilnya pada pipi Sooyoung dan mengecupnya. “Tapi aku lebih menyukai oppa daripada Yul”

.

Sooyoung ikut tersenyum pada gadis kecil yang ada dipunggungnya saat ini. “Woah, jjinja?”

.

“Hmmm”, Jessica menganggukkan kepalanya. “Because oppa is my ………” kata terakhir yang ia ucapkan hanya Sooyoung yang tahu karena Jessica membisikkan kata itu sepelan mungkin.

.

.

.

.

Jessica membuka matanya dengan sentakan. Nafasnya sedikit memburu karena mimpi yang barusan ia alami. Ia mulai mencoba tenang dan mengatur nafasnya lalu kembali mengingat mimpi barusan.

.

“Apa mungkin……?”, Jessica memegangi dadanya. Ia menatap jam dinding dan sekeliling kamarnya. Hanya keheningan yang ia dapat karena Yuri sudah pulang sejak pagi tadi.

.

Ia kembali menghela nafasnya. Tak sengaja matanya menangkap note di meja kecil disamping tempat tidurnya.

.

To. Sica

.

Baby, maaf aku tidak membangunkanmu. Aku akan mengunjungimu ke Rumah Sakit sore ini. See you :)) –Kwon Yul

.

.

Jessica tersenyum membacanya lalu turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk bersiap pergi.

.

.

.

—————————–

.

“Dad”, seseorang menyapanya

.

“Soo!!”, ia segera menyingkirkan korannya dan memeluk Sooyoung. “Aigoo~ nak. Lama tak bertemu”, ia melepas pelukannya dan menatap wajah Sooyoung.

.

“Maaf Dad, aku tak sering menghubungimu”

.

“Kemana Tiffany?” tanyanya

.

“Fany sedang istirahat Dad, ada Baro yang menemaninya. Kami baru tiba di Seoul, kemarin pagi”

.

Ia mengangguk menanggapi jawaban Sooyoung. “Daddy mengerti. Kau terlihat sedikit gemukan huh? Apa ini efek akan menjadi seorang Ayah?”

.

“Hahahahaha, Daddy bisa saja. Fany sangat pandai memasak, jadinya aku banyak makan”, Sooyoung tertawa dengan gayanya.

.

“You are shiksin. I know. Kajja, kemarilah”, ajaknya pada Sooyoung untuk duduk di sofa.

.

“Daddy sudah tahu apa yang terjadi pada Sooyeon?”, tanyanya lalu menyerahkan sebuah map bertuliskan Jung Sooyeon.

.

“Hmmm, sepertinya dia mulai menginginkan ingatan masa lalunya dan Daddy dengar dia mempertanyakan Alain padamu dan Yul”, balas pria itu masih dengan suara tenang.

.

“Eoh. Beberapa hari lalu Sica menemuiku dan menceritakan mimpinya. Oleh sebab itu aku memutuskan untuk kembali ke Seoul. Kita harus siap jika Sooyeon kembali mengingatnya. Tapi Dad, bagaimana dengan Mommy? Bukankah Mom yang paling menginginkannya untuk mengenakan mahkota?”

.

Daddy Jung mengambil map yang tadi diberikan oleh Sooyoung. “Apa kau berniat mengatakan yang sebenarnya?”, kini Daddy Jung balik bertanya.

.

“Aku tidak punya pilihan, Dad. Meskipun aku tahu aku akan melukainya tapi aku akan berusaha membuatnya untuk mengerti. Kemungkinan terbesar, Sooyeon akan membenciku”

.

“Inilah yang Daddy katakan padamu nak, ingatan Sooyeon sangat kacau setelah Eunji pergi. Dia bahkan tidak mengenali dirinya, sekarang alam bawah sadarnya menginginkan kebenaran”, pandangan Daddy Jung mengarah pada foto yang terletak tak jauh dari meja kerjanya. “Kau tahu nak, kau terlihat tampan di foto itu”

.

Sooyoung mengikuti arah pandang Daddy Jung dan tertawa melihat dirinya bersama Eunji dan Jessica. “Daddy mengatakan itu karena hanya aku anak laki-laki yang ada di foto itu”, Daddy Jung ikut tertawa bersama Sooyoung.

.

Tak lama, Sooyoung menghela nafasnya lagi. Ryan Jung menyadari dan menepuk pelan pundak Sooyoung. “Apa kau butuh bantuan Daddy untuk mengatakannya?”

.

“Tidak perlu Dad. Aku dan Yuri sudah sepakat untuk mengatakannya. Sooyeon harus tahu kebenaran itu. Cepat atau lambat, hasilnya akan sama saja”

.

“Daddy percaya padamu nak”, Ryan meyakinkannya. “Ada satu hal yang perlu kau tahu. Daddy sudah menemukan orang yang selama ini kau cari”

.

Sooyoung membulatkan matanya tak percaya. Berita ini cukup membuatnya terkejut. “Dimana dia, Dad?”

.

“Dia ada di Seoul, tapi Daddy tak bisa memberitahumu. Suatu saat kau akan mengetahuinya sendiri”

.

“Kenapa Dad? Apa Daddy mulai kecewa padaku?”

.

“Tidak nak. Daddy ingin membiarkan Sooyeon menemukannya dengan caranya sendiri. Untuk itulah Daddy tak ingin melibatkanmu. Biarkan Sooyeon membuat pilihannya sendiri”

.

“Aku mengerti Dad. Aku akan mendukung apapun pilihannya”, Ryan Jung merangkul Sooyoung dan memeluknya.

.

“Daddy bangga padamu nak. Appamu dan Mommy Natasha juga pasti bangga, kau sudah dewasa sekarang. Terima kasih sudah menjadi Oppa yang baik untuk Sooyeon”, Daddy Jung menitikkan airmatanya.

.

“Itu sudah menjadi bagian janjiku pada Eunji, Dad. Dan terima kasih juga karena Daddy dan Mommy membuat hidupku dan Appa tidak terpuruk terlalu dalam sejak Umma mengkhianati Appa”, Sooyoung kembali mengingat masa kelamnya dimana sang Umma meninggalkannya dan Appanya untuk pria lain.

.

Daddy Jung mulai tersenyum dan merangkul Sooyoung lebih erat lagi. Keduanya sama-sama memberikan senyuman mereka.

.

.

.

.

***

.

PLAAKK!!

.

“Katakan sekali lagi apa yang barusan kau ucapkan!!” teriaknya lelaki tua itu pada namja yang lebih muda darinya.

.

“Aku sudah membuat kesalahan, dan aku tidak ingin menghancurkan persahabatanku dengan Sica dan Sooyoung, Appa. Aku sudah muak menuruti semua ambisimu”, namja itu tak kalah emosi dengan sang Appa.

.

“Ini semua untuk kebaikanmu dan masa depanmu, Yul. Kau bisa menggenggam dunia”

.

“Tapi tidak dengan cara ini, Appa. Aku akan menggenggam dunia, tapi tidak dengan memanfaatkan JK Group” Yul menggebu. Amarahnya tak terbendung lagi. Ia sudah cukup menyadari kesalahannya. Memanfaatkan perasaan Jessica bukanlah sesuatu yang harusnya ia lakukan. Dan melihat Jessica yang sekarang, Yuri semakin menyesal.

.

Masa-masa kecil mereka adalah masa dimana mereka terlalu polos untuk mengenal kejamnya dunia. Mereka bahkan tak pernah berpikir jika saat mereka beranjak dewasa, mereka dituntut untuk menjadi seorang pewaris. Yuri, Jessica, dan Sooyoung hanyalah korban dari semua ambisi dan tuntutan yang harus mereka tanggung saat mahkota tersebut melekat di diri mereka.

.

“Pergi ke kamarmu dan jernihkan pikiran bodoh itu”, Mr. Kwon semakin emosi mendengar pernyataan Yuri.

.

Yuri tak peduli dengan peringatan tersebut. Ia terlihat semakin kesal dengan pikiran Appanya. Lebih baik ia memilih keluar dari ruangan itu dan pergi dengan mobilnya.

.

.

Tak lama berselang, mobil Yuri sudah sampai di JK Hospital dan disana sudah ada Sooyoung yang bersandar di pintu mobil. Yuri keluar dari mobilnya dan mendekati Sooyoung.

.

“Kenapa dengan wajahmu?”

.

“Appa”, hanya satu kata dan Sooyoung tahu maksud dari ucapan Yuri.

.

“Soo?”

.

“Hmmm”

.

“Kenapa kau tak memukulku saja. Kau sudah tahu aku berniat buruk pada JK Group, tapi kau masih mau berdiri disebelahku dengan baik”

.

Sooyoung tertawa mendengar penuturan Yuri. “Yul, itu kan hanya niat saja. See? Kau tak melakukan hal yang buruk pada JK Group?” Sooyoung berbicara sesuai fakta.

.

Yuri terlihat tidak puas dengan jawaban Sooyoung dan itu membuat Sooyoung menghela nafasnya kasar.

.

“Dengar Yul, kita hanya terjebak dalam pilihan yang salah. Semua orang membuat kesalahan, bukan? Dan sekarang kita akan memperbaiki kesalahan itu. Untuk apa aku membencimu? Tidak ada gunanya Yul. Aku mengenalmu bukan setahun dua tahun tapi lebih dari 10 tahun. Ayo kita menemui Sooyeon dan mengatakan kebenarannya” Sooyoung menepuk pundak Yuri dan berjalan terlebih dulu.

.

.

Tok….tok…tok….

.

Pintu itu terbuka dan tampaklah sosok Yuri diambang pintu. “Hey, Sica”, Yuri masuk dan menyapa tunangan itu sebaik mungkin meskipun perasaannya bercampur aduk.

.

Jessica tersenyum padanya dan berdiri dari kursi kerja miliknya. “Hai Yul. Baru saja aku ingin menghubungimu. Kupikir kau tidak jadi mengunjungiku”, ucapnya sambil membimbing Yul ke sofa santai yang ada diruangannya.

.

“Mianhe, aku ada sedikit pembicaraan dengan Appa terlebih dulu”, Jessica mengerutkan alisnya. Ia nampak tak senang ketika mendengar Yul membicarakan ayahnya terlebih karena kejadan beberapa waktu lalu dimana Mr. Kwon menamparnya dan Taeyeon.

.

“Apa kau ingin membicarakan hal yang penting denganku?”, perasaan Jessica mulai tak tenang.

.

“Hmmm. Ada yang perlu kita bicarakan” Yuri mencoba tenang.

.

“Baiklah, tentang apa Yul?”

.

“Hubungan kita”

.

Mulut Jessica terkunci rapat saat Yur mengatakan hal itu. Beberapa saat kemudian Yuri memecahkan keheningan itu.

.

“Kau tahu, Sica? Aku bahagia mengenalmu, Eunji, dan Sooyoung dalam hidupku. Sejak kecil kita bersama dengan segala perbedaan sikap dan sifat. Tapi membohongimu sejak kepergian Eunji adalah pilihan yang salah dan aku tetap melakukannya”

.

Jessica menatap Yuri dengan ekspresi biasa. “Kau berhak membenciku untuk semua ini. Ambisi sudah menguasaiku dan aku terlalu lemah untuk mengalahkannya”, lanjutnya lagi.

.

“Yul, aku mohon jangan katakan itu” pintanya dan Yuri menggelengkan kepalanya.

.

“Itu kesalahanku, dan aku membiarkanmu mencintaiku terlalu dalam” Yuri menggenggam tangan Jessica dan membawanya ke arah detak jantung Jessica berada. “But this heart doesn’t belong to me”

.

Yuri diam dan menunggu reaksi Jessica. Gadis itu masih menatapnya dan sedetik kemudian Jessica meneteskan airmatanya. Ia mulai menangis tanpa suara. Yuri menggenggam tangannya lalu mendekap Jessica dan memeluknya.

.

“Kau tidak pernah mencintaiku, Sica. Kau terjebak dalam ingatan yang hilang” lirih Yul.

.

.

.

.

“Sooyeon mengalami memory syndrome yang menyebabkan ia “sengaja menghilangkan” sebagian kenangan buruk yang tidak ingin ia ingat. Ada nama Alain yang ia lupakan, seorang anak laki-laki, penyebab kematian Eunji, dan beberapa kenangan buruk yang tak ia inginkan”, Dokter Yoon menunjukkan statistik ingatan Jessica yang baru saja ia teliti dengan alat pendeteksi ingatan. “Dia akan terus mengalami hal ini ketika dia merasa tertekan dan sedih”, lanjut Dokter Yoon. (Gue pernah nonton sebuah film dan disitu ada alat yang bisa mendeteksi ingatan yang ada di pikiran manusia)

.

“Daddy dan Mommy tenang saja, aku dan Yul akan terus berusaha menjaga Sooyeon dengan baik”

.

.

Sejak saat itu, Yuri dan Sooyoung terus berada di sisi Jessica dan ketiganyan menjalani kehidupan mereka dengan baik. Hingga suatu saat, kepulangan Jessica dari perjalanan bisnis di Paris membuat gadis itu berubah menjadi Jessica yang lebih baik. Semua orang-orang terdekatnya sangat senang dengan perubahan itu.

.

“Yul, aku tahu kau selalu menganggap Sooyeon sebagai seorang sahabat. Tapi bisakah kau mencoba mencintainya? Ia sangat bahagia saat kau berada di dekatnya”

.

“Tapi Soo……”

.

“Aku tidak menyuruhmu untuk berbohong, aku hanya berharap kau bisa mencoba mencintai Sooyeon. Sama saat kau mencintai Eunji”

.

“Akan kucoba”.

.

.

.

“Maaf atas pukulanku beberapa hari lalu. Seharusnya aku tak marah padamu Yul. Aku sudah tak berharap lebih dan memaksamu lagi untuk mencintai Sica. Aku minta maaf untuk itu” (Ingat part dimana Sooyoung memukul Yuri saat Yuri membentak Jessica dan membela Yejin dari kemarahan Jessica)

.

.

.

.

***

.

Taeyeon keluar dari ruangan Woobin dan membawa sebuket bunga yang ia siapkan untuk Jessica. Ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan gadis itu dan mengajaknya untuk dinner malam nanti. Beberapa perawat JK Hospital tersenyum menyapanya. Mereka sudah mengenal Taeyeon karena kerjasama yang terjalin antara JK dan REUS.

.

“Apa kau melihat Dokter Jung?” Taeyeon bertanya pada salah satu perawat yang ia temui.

.

“Dokter Jung ada di ruangannya”

.

“Terima kasih”

.

Taeyeon berjalan menuju ruangan Jessica sambil bersenandung dengan riang. Langkahnya terasa ringan hari ini setelah kondisi Woobin mulai membaik. Belum sempat ia sampai, sesosok namja tinggi dengan rambut pirang membuka pintu ruangan Jessica dan itu membuat Taeyeon dengan hati-hati berjalan mendekat.

.

.

.

Jessica dan Yuri masih berpelukan. Tiba-tiba pintu ruangan Jessica kembali terbuka. Jessica sedikit menjauhkan tubuhnya dan melihat sosok yang baru saja masuk ke ruangannya.

.

“O—Opp—Oppa?”, Jessica terkejut karena ia tidak tahu bahwa Sooyoung sudah ada di Seoul. Tapi lebih dari itu, ia terkejut dengan penampilan Sooyoung.

.

Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan lagi, airmatanya kembali jatuh. Dadanya juga semakin sesak melihat kenyataan di depannya. Jadi……..Selama ini Alain yang ia mimpikan selalu ada di dekatnya.

.

.

.

(The truth of Flashback in part 10)

.

“Tapi aku lebih menyukai Oppa daripada Yul”

.

“Because oppa is my……..Alain” lanjut gadis kecil itu. Ia tersenyum “Aku menyukai rambut oppa yang berwarna pirang, oppa sangat tampan”

.

“Benarkah? Gomawo baby”, balas Sooyoung yang ikut tersenyum.

.

.

.

“Oppa”

.

“Hmmmm”

.

“Apa Oppa akan terus disampingku dan tidak meninggalkanku seperti yang Unni lakukan?”

.

Sooyoung mengusap rambut Jessica dengan lembut. “Oppa akan selalu berada disampingmu, hmmm”

.

Jessica tersenyum mendengar jawaban Sooyoung.

.

.

.

———-

.

“Ti—Tidak mungkin” ucapan Jessica melemah saat kenyataan menyadarkannya. “Oppa, kau—”, Jessica menggelengkan kepalanya berusaha menolak kenyataan ini. Ia tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Bayangan mimpi itu sangat jelas dalam benaknya. Selama ini, Alain yang ia mimpikan tak lain adalah Sooyoung.

.

Yuri sedikit menjauh dan Sooyoung mendekat ke arah Jessica dan mencoba menenangkannya. “Mianhe”, Sooyoung memeluknya dan Jessica kembali menangis.

.

Jawaban yang Jessica dapatkan hari ini adalah jawaban yang akan mengubah banyak hal. Mulai dari hubungannya dengan Yuri dan segala perasaannya terhadap Alain. Alain yang selalu ia mimpikan ternyata adalah Sooyoung, Oppa yang selalu menjaganya sejak mereka masih kecil. Detik ini, waktu mulai membebaskan Jessica dari kehilangan jati dirinya.

.

Yuri mengusap airmatanya melihat apa yang baru saja terjadi. Jessica menangis hebat dalam pelukan Sooyoung. Waktu dan keadaan mempermainkan mereka selama ini. Apa yang Sooyoung lakukan hanyalah untuk membuat Jessica bahagia tapi membohongi gadis itu adalah kesalahan besar yang Sooyoung lakukan.

.

Sooyoung dan Yuri terjebak dalam situasi dimana keduanya ingin menepati janji pada Eunji untuk membuat senyuman Jessica tak pernah hilang sejak kepergian Eunji. Jika Yuri tetap berada pada ambisinya, namja itu hanya ingin mempertahankan persahabatannya sekalipun pilihan Yuri adalah salah. Ia menggunakan kepercayaan Sooyoung untuk mewujudkan ambisinya dan ternyata Yuri justru membuat Jessica terjebak dalam perasaannya.

.

Dan Jessica hanyalah korban dari semua pilihan yang salah. Orang-orang yang ia percayai justru menutupi semua kebenaran dan menjadikan memory syndromenya sebagai alasan untuk membuatnya bahagia. Tapi disinilah puncak kesalahan itu berada, pada akhirnya Jessica tidak bahagia dengan kisah cintanya. Setidaknya tidak dengan Yuri ataupun Sooyoung karena faktanya, Sooyeon tidak pernah mencintai satupun dari mereka.

.

.

.

Tanpa ketiganya tahu, ada satu sosok yang baru saja meninggalkan tempat itu dengan menahan sesak yang sedari tadi membuatnya sulit bernapas. Ia segera menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya. Ia menggenggam setir dengan sangat kuat lalu memukul dan berteriak dengan keras.

.

“Aarrrrrggggggghhhh”

.

Nafasnya memburu. Pembicaraan yang baru saja ia dengar, tak ada satupun yang ia mengerti. Yang dirinya ingat adalah suara tangisan luka dari Jessica.

.

“Memory syndrome?”, Kalimat itu yang terus ia ingat sejak beberapa saat lalu. “Apa karena ini, Sooyeon tak pernah mengingatnya jika aku dan dia pernah bertemu?”

.

.

.

Flashback 5 years ago (Lanjutan yang ada di part 7)

.

.

Setelah business party semalam, Taeyeon terus memikirkan gadis bernama Sooyeon yang ia lihat bersama Ryan Jung. Tapi sepertinya takdir berpihak pada Taeyeon. Ia tertawa melihat Sooyeon dari kejauhan sedang terlihat kesal. Taeyeon pun mendekatinya.

.

“Hai”, Taeyeon menyapanya dengan sopan.

.

Gadis itu membalasnya tapi pandangannya masih sibuk melihat ke sekeliling jalan. Mereka berada tak jauh dari Kathedral yang terletak di ile de la cite.

.

“Aku Kim Taeyeon”, Taeyeon mengulurkan tangannya.

.

“Jessica, Jung Sooyeon”, balasnya. “Apa kau asli sini?”

.

“Yeah. Aku lahir dan besar disini. Tapi kedua orangtuaku asli Korea Selatan. Kau telihat kesal, apa yang sedang kau cari?”

.

“Entahlah, aku hanya bosan berada di hotel. Sedangkan Daddyku sibuk dengan para koleganya. Aku ingin melihat-lihat Paris, tapi aku tidak tahu mau kemana”

.

Taeyeon tersenyum lebar. “Ini kesempatanku mengenalnya”, pikir Taeyeon.

.

.

.

.

“Kita akan kemana?”, Jessica tampak bingung. Mobil Taeyeon kini berhenti di stasiun.

.

“Berpetualang”, jawab Taeyeon sambil menunjukkan senyum charmingnya. Jessica tidak protes, karena memang tujuannya untuk bersenang-senang dan bosan berada di kamar hotel saja.

.

Mereka kini berada di dalam kereta api tercepat di Eropa. Pengumuman yang baru saja menggema, membuat Jessica menoleh ke arah Taeyeon. “Interlaken?” tanyanya memastikan pada Taeyeon.

.

“Yups, kita akan ke Swiss. Salju disana sangat indah, aku jamin kau pasti menyukainya”

.

Dan begitulah perkenalan mereka terjadi. Selama beberapa hari, Taeyeon menjadi tour guide Jessica dan membawanya berkeliling ke kota-kota indah yang ada di Eropa. Mulai dari interlaken, melihat Alpen, berkunjung ke Venice, dan tentu saja berkeliling ke seluruh Paris.

.

Taeyeon merasakan hari-harinya begitu bahagia saat mulai mengenal Jessica lebih dekat lagi. Gadis itu memang sangat dingin, tapi ia memiliki tawa dan senyum yang indah. Dan Taeyeon terus menerus tergoda untuk membuat gadis itu tertawa dan tersenyum.

.

Berbeda dengan Jessica. Gadis itu tidak menyangka bahwa ia bisa sedekat ini dengan seseorang yang baru saja ia temui beberapa hari lalu. Dan kini mereka seolah-olah sudah berteman lama. Tapi Jessica tak ingin mempersoalkan masalah itu. Apa salahnya ia bersenang-senang selama di Paris sekaligus menemani Daddynya melakukan perjalanan bisnis.

.

“Kau mau kemana Sooyeon-ah?”, Daddy Jung baru saja keluar dari kamarnya dan melihat putrinya sudah bersiap untuk pergi.

.

“Mencari udara segar, Dad”, balasnya lalu mendekat ke arah Ryan dan memberikan Daddynya sebuah kecupan. “Aku pergi dulu Dad”

.

Belum sempat Ryan menanyakan lebih lanjut, Jessica sudah meninggalkan kamar hotel. “Aneh, kenapa anak itu jadi bersemangat? Kupikir dia membenci perjalanan bisnis ini”

.

.

.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
.

Jessica berteriak sekencang mungkin. Tidak akan ada yang mendengar teriakan dolphinnya kecuali Taeyeon.. Lagi-lagi Taeyeon mengajaknya pergi ke Interlaken dan sekarang keduanya sedang berada di udara melakukan paralayang berdua dan menikmati kota Interlaken dari atas langit.

.

“Wohoooooooooooooooo, apa ini sangat menyenangkan?”, Jessica mengangguk menyetujui perkataan Taeyeon.

.

AAAAAAAAAAAAAA “Ini sangat menyenangkan. Interlaken!!! We are back!”, Jessica berteriak lagi dan ia pun tertawa diikuti Taeyeon.

.

.

“Lelah?”, tanya Taeyeon seraya memberikan air dingin untuk Jessica. Mereka sekarang sedang beristirahat di rerumputan dan memandang danau yang ada di hadapan mereka.

.

“Eoh, tapi ini sangat menyenangkan. Aku menikmatinya, terima kasih Taeng untuk semuanya”, Jessica tersenyum ke arah Taeyeon dan namja itu membalasnya. Namun ada yang berbeda dari tatapan mata Jessica, masih ada kesedihan di mata indah itu meskipun Jessica menikmati perjalanan ini.

.

“Apa yang kau pikirkan, Sooyeon-ah?”, suara Taeyeon menyadarkan lamunannya.

.

Jessica menggeleng. “Tidak ada apa-apa”

.

.

.

.

“Taeng, besok pagi aku dan Daddy akan kembali ke Korea. Terima kasih kau sudah menemaniku selama disini”, keduanya sedang menikmati makan malam tak jauh dari hotel tempat Jessica menginap.

.

Ucapan Jessica menghentikan gerakan tangan Taeyeon. Ia memandang Jessica dengan sendu. “Apa kau akan kembali mengunjungi Paris lagi?”, tanyanya penuh harap.

.

“Aku tidak tahu. Minggu depan aku memulai kehidupan baruku di kampus dan aku harus fokus untuk meraih gelar spesialis jantung”

.

“Aku yakin kau bisa melakukannya. Jika kau datang ke Paris, hubungi saja aku. Aku akan siap menemanimu lagi”, Taeyeon mencoba tersenyum.

.

Jessica ikut tersenyum. “Hmmm, pasti. Terima kasih banyak Taeng”

.

.

.

Flashback end

.

Taeyeon memijit pelipisnya mengingat kebersamaan yang pernah ia lakukan bersama Jessica. Tapi ada satu kebenaran yang sampai saat ini menjadi pertanyaannya. Kenapa Jessica tak mengingatnya? Apa ini karena syndrome yang dialami gadis itu ataukah ada alasan lain? Huft… lagi-lagi Taeyeon menghela nafasnya kasar. Ia benci situasi ini.

.

Taeyeon mengetikkan sesuatu disana dan segera mengirimkannya.

.

To: Jongsuk

.

Jongsuk-ah, tolong carikan aku rekam medis Sooyeon sejak kematian Jung Eunji hingga saat ini. Aku sangat membutuhkannya, ada sesuatu yang harus aku ketahui. Aku mengandalkanmu, Jongsuk-ah.

.

.

.

“Aku harus menemukan jawaban tentang apa yang terjadi pada Sooyeon”

.

.

.

.

TBC

.

—————————————-

Hai Jeje is Back.

WOAAAH, SPEECHLESS

Ngomongin Butterfly, tuh FF ratingnya jadi yang paling tinggi di WP gue. OMG!!

Ini karena ceritanya atau karena ada adegan 18++ ya??? wkwkwkkwk ketahuan byunnya XD

.

Okay, back to The Heirs

Hidup adalah pilihan, semua tergantung dengan apa yang kita pilih dan bagaimana menanggung resikonya. Well, itu yang terjadi pada Yuri, Jessica, dan Sooyoung. YulSoo memilih menutupi kebenaran dan Jessica memilih melupakan kebenaran. Dan pada akhirnya, kebenaran itu kembali lagi dan mengubah pilihan mereka.

Nah, sekarang udah tahu kan siapa Alain? Yups, Jessica itu lebih suka Sooyoung daripada Yuri karena Sooyoung selalu ada untuknya sedangkan Yuri seringnya bareng Eunji (Bisa dilihat dari flashback masa kecil mereka)

Udah tahu juga kan masa lalunya Taengsic?? Ya seperti itulah yang terjadi ^_^

Soofany kembali ke Seoul??? Hmmmm serunya bikin moment sweet atau sedikit drama ya buat pasangan kece ini? Next lah, Soofany akan hadir lebih banyak. Gue pastiin itu. Hehehe

.

.

Sekian, annyeong!!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

136 thoughts on “THE HEIRS (16)

  1. kebenaran telah terungkap satu per satu mulai yulsic tidak saling menyukai,soo ternyata adalah alain dan terungkap jg masa lalu taengsic…jessica tidak menyukai salah satunya karena dia mencintai taeyeon HAHAHA hihi..

    Like

  2. Yuri&soo memang yg kalian lakukn daebak,mengatakan yg sebenar y,.ikut terluka sedih dgn yg di alami sica,tp syukur lh pencerahan tuk y ada yulsoo sahabat terbaik sica,selalu akn menjaga y 😊

    Like

  3. sbnrny udh bs ditbk yulsic g slg cint,tp emg sica sukany am soo krn mrk dkt. g th y q kok blm nggeh,ap krn terpklny sica akn perginy eunji so dia jd sprt itu.n hal itu yg bikin yulsoo hrs berskp sprt itu.
    ff ini keren bgt..👍👍👍

    Like

  4. Laah Alain Sooyoung hehe salah nebak, harus baca lanjut ini mah ga bisa di tunda” haha
    Itu film yg pernah di tonton apa je? Filmnya sci-fi bukan? Aku suka film” sci-fi hee

    Like

  5. Jadi Allain itu sooyoung. Heheh…. salah nebak gue. Hmmmm trus siapa orang yg di maksud appa jung dan syoo?. Dan apa maksud dari percakapan appa jung dan syoosyoo, agar sica yg mengenali orang itu dgn sendirinya.?. Apa yg di maksud “orang itu ” adalah taeyeon?.
    Yuri akhirnya sadar dia lebih memilih persahabatan dari pada menggenggam dunia dgn cara menyakiti sahabatnya. Yuri jjang!!👍
    Taeng terluka dan marah mendengar tangisan sica yg penuh dgn luka.
    Soofany selalu sweet.😃

    Like

  6. sekali lagi teka teki nya trpecahkan sooyeon udah tau kbenaranya, dan yg g dsangka2 si alain trnyata soo oppa XD gue bayangin soo rambutnya pirang wkwkwk

    si taeng jg skrang udah tau klau sica punya sakit di ingatanya, semoga aja sica nanti bakal inget sama si taeng hidup taengsic!! #lah

    Like

  7. wohooo ini diluar dugaan,,, jadi alain itu sooyoung dan faktanya jess gak cinta sama yul ataupu soo/alain. Dan yg membuat jess berubah sejak dari paris adalah taeng,,, wohooo itu sangat menyenangkan. Gua emang payah dalam hal tebak-menebak. Enak yeh jadi taeng, perlu sesuatu tinggal hubungin jongsuk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s