RAIN

Tittle                : RAIN

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kim Hyoyeon

Lee Sunkyu

The Others

Genre              : GirlxGirl, Friendship, BitterSweet, Romance

 

Series

—————————————————-

RAIN……

– There’s a thin line between being in love and being stupid –

.

.

Part 10 (Teaser and Password)

.

.

Perlahan, Jessica meletakkan kedua tangannya di tangan Tiffany yang berada di pinggangnya.

.

“I’m sorry, Tiff”, ucapnya lirih.

.

Belum sempat Tiffany bereaksi, mereka dikejutkan oleh sebuah suara.

.

.

.

“Sica……”

.

.

Jessica menoleh ke arah sumber suara begitu pula Tiffany. Keduanya terdiam dan tak ada yang berani membuka suara. Ada tatapan kecewa, tatapan penuh tanda tanya, dan ada juga tatapan ketidaksukaan. Semua perasaan itu bergelut menjadi satu.

.

“Aku bisa jelaskan ini hanya—”

.

Ucapan Jessica terpotong saat Tiffany melepaskan tangan Jessica darinya dan pergi begitu saja dari tempat kejadian.

.

“Tiff—” lagi-lagi Jessica tak bisa menyelesaikan kalimatnya karena Tiffany sudah pergi menjauh.

.

Jessica terjebak dalam situasi yang tak pernah ia bayangkan. “Aku minta maaf. Sebaiknya kita bicara di luar saja”, ia segera melangkahkan kakinya begitu mengucapkan kalimat itu.

.

.

Semuanya mulai menjadi kacau.

.

.

.

.

——————————

.

“Kupikir kau tidak akan pernah datang lagi? Apa kau sudah menyerah?” tanya orang itu dengan santainya di sofa sambil memegang wine.

.

“Love is a bullshit, You know?”

.

Orang itu tertawa sebelum meminum wine miliknya dan menjawab ucapan lawan bicaranya. “Aku sudah tahu jauh sebelum ini. Sudah kukatakan, cinta itu sesuatu yang tak bisa kau deskripsikan dan hanya akan membuatmu memiliki dua pilihan –bahagia atau tersakiti- thats it”.

.

“Fuck! I hate this situation. Do you have any ideas?”, tanyanya lagi.

.

“Maybe you should try this”, orang itu menyodorkan sebuah kotak rokok padanya. “Kalo kau mencobanya, kau akan mendapatkan jawaban”, lanjutnya.

.

“Thanks. But not now. Banyak kamera wartawan yang mengincarku”, ia tertawa kecil.

.

Tak ada pembicaraan lagi. Keduanya hanya menikmati wine yang disajikan hingga beberapa gelas, dan ia kembali berbicara lagi.

.

“Apa sekarang aku seorang pengecut?”

.

Orang itu menggeleng. “Kau bukan seorang pengecut, hanya saja kau terlalu fokus pada satu orang yang kau cintai tanpa melihat orang-orang di sekelilingmu. Mungkin sebenarnya mereka jauh lebih baik dari orang yang kau cintai”

.

“Okay, aku terima jawaban itu. Dan sekarang aku sudah menyerah”

.

“Wae?”, orang itu mengerutkan dahinya bingung.

.

“Aku tidak bisa melawan Tuhan. Sepertinya ini sudah takdir, dan untuk apa kupertahankan? Masih ada orang lain di luar sana, bukan?”

.

Lawan bicaranya tertawa mendengar jawaban itu. “Yeah kau benar, tapi apa kau tahu aku sedang memikirkan apa tentangmu saat ini?”

.

“Apa?”

.

“Kau memang bodoh soal cinta”, jawabnya dan tertawa lagi.

.

.

.

.

——————————–

.

Ia hanya memandangi gadis itu tanpa tahu harus berkata apa. Sudah sejak 30 menit berlalu, mereka masih sibuk dengan pemikiran masing-masing.

.

Ia menghela nafasnya lagi. Kepulan asap dari mulutnya terlihat, menandakan udara sangat dingin. “Apa kau ingin menyalahkanku?”, akhirnya ia buka suara juga.

.

Gadis itu menoleh dan tersenyum. “Hidup adalah pilihan. Kenapa aku harus menyalahkanmu atas pilihanku?”, ia balik bertanya.

.

“Karena aku berharap kau memarahiku atas hal ini. Terkadang aku sendiri tidak mengerti dengan perasaanku. Apa itu hanya sekedar rasa sayang terhadapmu atau sebuah cinta. Tapi yang pasti, aku ingin kau bahagia. Bahagia dengan apa yang kau pilih”, jelasnya pada gadis itu.

.

“Aku tahu, dan aku hargai perhatianmu. Kau tahu? Kau lebih berharga dari siapapun untukku. Hanya saja situasi kita berbeda. Kuharap kau memahami itu”

.

“Aku tahu, aku tak akan melanggar batas itu” orang itu tersenyum. “Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang?”

.

Giliran gadis itu yang menghela nafas. “Apa kau mau mendengar sebuah jawaban konyol dariku?”, tanyanya.

.

“Sure…tell me”

.

“Aku akan pergi ke gereja sekarang dan meminta ampun pada Tuhan karena menyakitimu, menyakitinya, dan menyakiti banyak orang”

.

Orang itu menggeleng heran tapi detik selanjutnya ia ikut tertawa kecil bersama lawan bicaranya. “Baiklah jika itu maumu. Apa perlu aku mengantarmu kesana?”

.

“Tentu saja kau harus mengantarku. Aku ingin pergi sekarang”

.

“Baiklah. Lets go”

.

.

.

.

———————————-

.

“Rokok? Why not?” ia terkekeh dengan ucapannya sendiri lalu mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusnya.

.

Ia mulai menghisapnya.

.

Fuuuuhh

.

Ia mengeluarkan asap itu dari mulut dan hidungnya lalu tersenyum puas dengan apa yang baru saja dilakukannya.

.

“Ternyata benar kata orang-orang disana, rokok bisa membuatmu merasakan kedamaian”, gumamnya.

.

.

“Yeah, kedamaian sementara”, seseorang mengejutkannya dari belakang.

.

“Ada apa?”, tanyanya dengan orang yang baru saja datang tanpa diundang.

.

“Menemanimu. Apa kau tidak mau?”

.

“Tidak. Aku tidak membutuhkan siapapun. Kau bisa pergi sekarang”, usirnya tanpa melihat orang itu.

.

“Apa kau serius?”, tanyanya sekali lagi.

.

“Ya aku serius. Menjauhlah dariku sebelum aku meluapkan kemarahanku” jawabnya dengan nada serius dan orang itu pun pergi tanpa ingin berdebat lagi.

.

.

.

.

———————————-

.

Keterkejutan tak bisa disembunyikan dari mata indah itu. Pandangannya mulai kabur karena airmata mulai menggenang di pelupuk mata.

.

“Aku tahu ini sangat cepat. Tapi bisakah kau memberiku kesempatan untuk membahagiakanmu?”

.

“Aku tidak pantas untukmu”, jawabnya.

.

“Kenapa?”

.

Ia menghapus airmatanya dan menatap lagi ke arah orang itu. “Karena aku tidak mencintaimu dan aku tidak berhak mendapatkan cinta itu”, balasnya lagi.

.

“Kalo begitu, belajar mencintaiku. Aku akan menunggu” ucapnya.

.

“Untuk saat ini aku tidak bisa. Ku harap kau mengerti”

.

“Baiklah. Tapi kuharap kau bisa memikirkannya lagi. Aku akan selalu menunggu hingga kau siap”, dengan begitu ia memilih pergi.

.

Ia hanya dapat menatap punggung itu pergi menjauh sedangkan ia masih terdiam di posisinya. Dan akhirnya ia kembali menangis, lagi.

.

.

.

.

Ternyata benar, ada perbedaan tipis antara being in love and being stupid

.

.

—————————————–

Hai Jeje datang lagi ^^

Mau kasih kabar baik nih buat siders, chapter 10 RAIN bakal gue Protect.

Hahahahaha #tawajahat

Oke, buat reader gue silahkan minta pwnya ke email atau twitter.

Caranya: Sebutkan ID dan Jawaban

(pertanyaannya: tanggal berapa MV “I” milik Taeyeon dirilis?)

FF ini bakal gue update “HARI RABU”, jadi gue bakal balas email dan twitter tepat hari rabu ya. So, terserah mau minta pwnya kapan. :))

#prepareyourheart

See you..

.

Annyeong!!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

100 thoughts on “RAIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s