RAIN (9)

Tittle                : RAIN

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kim Hyoyeon

Lee Sunkyu

The Others

Genre              : GirlxGirl, Friendship, BitterSweet, Romance

 

Series

—————————————————-

RAIN……

– There’s a thin line between being in love and being stupid –

.

.

Part 9

.

.

Pagi yang indah. Dua yeoja yang sudah bangun, duduk dengan santai di depan televisi menyaksikan sebuah music video. Keduanya mengikuti irama lagu itu dan menikmatinya.

.

“Akhirnya mereka official duo juga”, ucap Sooyoung dan disetujui oleh Sunny.

.

“Hmmm, tapi sepertinya tak semudah yang kita bayangkan Youngi. Mengingat sikap Taeng dan Sica”, Sunny mencoba memutar kembali moment kebersamaannya bersama RAIN.

.

Sooyoung tampak menghela nafasnya namun sedetik kemudian dia terkekeh. “Huft, kuharap Hyuni bisa mengatasi kedua orang itu dengan baik”.

.

“Yeah, i hope so. Lagian Youngi, kenapa kau meminta Hyuni? Bukankah kau memiliki banyak kenalan? Oh god, pasti Hyuni mengalami hari-hari berat menghadapi sikap keras kepala mereka”

.

“Entahlah, aku hanya memiliki feeling kalo Hyuni yang harus kupercayakan”

.

Music video itu sudah selesai diputar. “Unnie~~”, Sunny ber-aegyo.

.

“Wae?”

.

“Bisakah kita sarapan dengan sup ayam jagung dan bulgogi?”

.

“Bulgogi? Kau ingin makan daging sepagi ini?” Sooyoung kaget dengan permintaan Sunny.

.

“hmmm”, gadis itu menganggukkan kepalanya dengan imut.

.

“Kha~~ baiklah. Tapi jangan terlalu banyak, seharusnya kau makan daging bukan untuk sarapan”

.

“Hehehehe, mungkin itu bawaan kiyom” Sunny menunjuk perutnya yang mulai membesar. Mereka memanggil bayi yang belum diketahui jenis kelaminnya itu dengan kiyom.

.

“Oke young lady, tunggu disini dan aku akan menyiapkan sarapan kita”, Sooyoung beranjak dari duduknya dan menuju dapur.

.

“Kau yang terbaik Young” teriak Sunny dengan senang.

.

Sooyoung hanya tersenyum dan menuju ke dapur. “Oh god, my heart”, Sooyoung menggumam pelan sambil memegangi jantungnya yang berdegup kencang. Sedetik kemudian ia tersenyum sendiri lalu bergegas menyiapkan sarapan.

.

.

.

—————————

.

Jessica terdiam ketika presdir Han mengumumkan rencananya agar Tiffany tinggal bersama RAIN.

.

“Saya sangat puas dengan debut Taengsic, dan lagi banyak orang yang menyukai konsep MV kalian. Padahal ini baru MV yang pertama dan mereka sudah penasaran dengan lanjutan dari MV ini”, presdir Han tertawa puas dengan kinerja artisnya.

.

“Ah, Tiffany-ssi”, pria paruh baya itu menoleh ke arah Tiffany. “Mulai sekarang kau akan tinggal di dorm RAIN untuk membangun chemistry agar MV selanjutnya menjadi lebih menakjubkan. Park Hyukjae yang memberi usul dan saya menyetujui idenya. Jika kau membutuhkan sesuatu, katakan pada Jessica”

.

“Baik presdir Han, saya akan berusaha semaksimal mungkin”, balas Tiffany dengan perasaan yang tak bisa digambarkan. Antara senang tapi juga sedih karena melihat reaksi Jessica.

.

“Jessica, sebagai leader RAIN kau harus membantu Tiffany. Sekarang dia juga menjadi tanggung jawabmu, sama seperti member yang lain”, ucap presdir Han.

.

Jessica menggangguk. Tidak ada alasan dia menolak dan dia sudah memutuskan untuk mundur dari kursi CEO BCEnt. Sekarang Jessica hanya seorang leader dan salah satu investor untuk RAIN setelah putusnya hubungan Jessica dan Jaejoong.

.

“Sekarang kalian bisa pergi. Berusahalah memberikan yang terbaik”, Tiffany dan Jessica membungkuk sopan sebelum mereka keluar dari ruangan.

.

Kecanggungan terjadi di dalam mobil, mengingat Jessica pagi ini membawa mobil sendiri dan tim Tiffany sibuk memindahkan barang ke dorm RAIN. Alhasil, kini Tiffany pulang bersama Jessica. Biar bagaimanapun, Tiffany sudah jadi bagian dari timnya.

.

Jessica memilih untuk fokus pada jalanan, sedangkan Tiffany memilih untuk memandang keluar jendela. Jantungnya sedari tadi berdegup kencang ditambah aroma tubuh Jessica menyeruak di dalam mobil. Harum tubuh Jessica yang tidak pernah berubah.

.

Karena tidak menyukai suasana ini, Jessica akhirnya menyalakan musik dengan volume sedang. Sayangnya keberuntungan tak memihaknya, gadis itu semakin canggung saat channel-channel radio yang ia putar semua berisi lagu cinta yang manis dan romantis.

.

“Stupid songs”, gumam Jessica dan gadis itu tidak sadar jika Tiffany mendengarnya.

.

Dalam hati, Tiffany tertawa karena ucapan Jessica. Dari dulu Jessica memang tidak menyukai lagu-lagu manis dan romantis. Gadis itu lebih menyukai musik karena ritme dan alunan melodinya.

.

.

Sesampai di lobby, Jessica dengan kaku mengajak Tiffany turun dan menyerahkan kunci mobil pada vallet parking. Gadis bereyes smile itu hanya bisa mengikuti Jessica disampingnya. Tiba di depan dorm RAIN, muncul manajer Tiffany yang baru saja keluar dari dorm. Pria itu menyapa Jessica lalu berbicara dengan Tiffany.

.

“Semua barangmu sudah dipindahkan. Jadwalmu kosong untuk hari ini, jadi beristirahatlah dan siapkan dirimu untuk jadwal besok. Oppa ada urusan di agency, sampai bertemu besok Fany-ah”

.

“Ne, Oppa. Hati-hati” Tiffany membungkuk pada pria itu.

.

Setelah mengantar manajernya, Tiffany masuk ke dalam dorm. Ini pertama kalinya ia datang kesini, jadi perasaannya masih gugup terlebih harus bertemu dengan member RAIN yang lain. Jessica yang sudah masuk lebih dulu, ternyata menunggunya di ruang tamu.

.

“Kamarmu ada disana Tiffany-ssi”, ucap Jessica sambil menunjuk sebuah pintu yang merupakan kamar Tiffany. “Sekarang semua member ada jadwal individu, jadi aku akan mengenalkanmu pada mereka nanti malam”, lanjutnya lagi.

.

“Ah ne”, setelah berkata seperti itu, Tiffany memilih masuk ke dalam kamar. Sedangkan Jessica ada di ruang tamu dan menyalakan televisi.

.

.

Tiffany POV

.

Entah apa yang terjadi setelah ini. Rasanya sangat sulit berdekatan dengan Jessi. Itu hanya akan membunuhku perlahan-lahan karena detak jantung ini selalu berpacu begitu cepat. Perkataan presdir Park semalam, membuatku tak tidur nyenyak. Aku harus tinggal bersama RAIN hingga masa promosi duo Taengsic berakhir. Itu artinya…..akan sering bertemu dengannya.

.

Aku menyandarkan tubuhku di balik pintu kamar. Otakku masih mengingat jelas harum parfumnya yang tak pernah berubah. Orang lain mungkin mengatakanku gila, tapi aku tidak peduli. Terlalu banyak hal yang sudah kulalui bersamanya dua tahun saat kami bersama. Dan perasaanku masih tetap sama.

.

.

“Jessi~~”

.

“Hmmmmmm”, Jessica mengeram. Ia masih sibuk di bawah sana, tepat diantara kedua paha Tiffany.

.

Belum sempat Tiffany mengatakan apapun, gadis itu berteriak hebat ketika Jessica membantunya mencapai klimaks. Jessica berpindah ke atas dan mengusap peluh yang membasahi wajah kekasihnya.

.

“I love you, Tiffy”, ucapnya disertai senyuman dalam ciuman mereka.

.

Tiffany memandang wajah Jessica dengan intens. Ia menangkupkan kedua tangannya di pipi Jessica. “Can you help me? I need you, Jessi”, Tiffany berucap memohon.

.

Jessica tertawa kecil lalu mencium Tiffany lagi tepat di bibirnya. “Aku tak ingin merusakmu, Tiffy. Aku hanya membantumu untuk menghilangkan frustasi sexmu tapi tidak dengan bercinta denganmu”, balasnya lembut.

.

Tiffany mendesah. Ia selalu gagal membujuk Jessica untuk bercinta dengannya. Prinsip Jessica terlalu kuat untuk dipatahkan “sex after marriage”. Prinsip kuno yang Tiffany benci. Tapi perasaannya mulai melembut kembali ketika Jessica menciumnya lagi dengan lembut.

.

“Sex itu bukan hanya sekedar pembuktian cinta, Tiffy. Aku ingin melakukannya dengan cara yang tepat, saat kau resmi menjadi milikku. Aku tidak ingin merusakmu hanya karena nafsu semata” Jessica tersenyum lagi dan mengusap pipi Tiffany dengan penuh perasaan.

.

Tiffany yang mendengarnya, justru terisak dan menangis. Jessica berpikir jauh tentang masa depan mereka dan menghargai dirinya. Gadis itu menangis di dalam pelukan Jessica. “Mianhe”, isaknya.

.

Jessica mengecup dahinya dan tersenyum lagi. “its okay. Jangan menangis Tiffy, hmmm”

.

.

.

.

.

“Apa kau masih memikirkan tentang kita?” Aku bertanya pada diriku sendiri. Apa dia masih mengharapkanku dan memikirkan masa depan yang pernah ia inginkan? Sigh. Atau dia benar-benar melupakan semuanya? Menebak hal itu membuatku benar-benar takut, takut jika dia benar-benar tak akan berbalik ke belakang dan melihatku dengan cara yang sama.

.

.

.

.

***

.

“Oppa”, Taeyeon menyapa seorang pria yang sudah menunggunya. Taeyeon dan pria itu berpelukan sesaat dan tersenyum. “Long time no see, Oppa”, orang yang disapa Taeyeon tersenyum.

.

“Kau masih saja sama seperti dulu, tidak tinggi-tinggi”, ejeknya dengan candaan.

.

“YA!!”, Taeyeon berteriak kesal dan orang itu malah semakin tertawa.

.

“Mian cousin” ucapnya. “Bagaimana kabarmu?”

.

“Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja”, Taeyeon menatap lawan bicaranya. Ada kesedihan yang dapat ia lihat dari pria itu. “Aku sudah mendengarnya, maafkan aku Oppa”, sesal Taeyeon.

.

Pria itu mencoba tersenyum. “Its okay, Taeng. Mungkin Jessica bukan untukku. Seharusnya aku sadar dari awal”

.

Taeyeon tidak berkomentar. Keduanya pun lalu duduk di atas kap mobil dan bersulang meminum bir kaleng yang Taeyeon bawa. “Kapan kau kembali ke Seoul, Oppa?”, tanya Taeyeon membuka percakapan lagi.

.

“Tadi pagi dan besok aku harus kembali ke Jepang”, jawab pria bernama Jaejoong itu menatap lurus ke depan ke arah sungai Han.

.

Taeyeon mengangguk dan pandangan memandang arah Jaejoong. “Terima kasih Oppa, dan sekali lagi aku minta maaf. Aku yang memintanya untuk memutuskan hubungan kalian”

.

“Tak ada yang perlu dimaafkan Taeng. Aku cukup terkejut, jika kau mengetahui hubunganku dengan Sica. Selama ini aku dan dia merahasiakan rapat-rapat semuanya bahkan tentang masalah sponsor”

.

Taeyeon menggaruk tengkuknya dan Jaejoong menyipitkan matanya penuh curiga. “Jangan bilang kau menyuruh seseorang mengikuti Jessica, lalu kau mengetahui semua ini?”, tebak Jaejoong dan bamn!! Tebakannya benar.

.

Taeyeon menghela nafasnya. “Aku hanya ingin membalas kebaikannya, Oppa. Selama ini dia banyak berkorban untukku, bahkan dia tetap bersikap baik meskipun aku sering membuatnya kesal dan marah. Dan……….”

.

“Dan perasaan bersalahmu pada Jinwoon belum hilang sampai sekarang. Benar kan?”, Jaejoong memotong ucapan sepupunya itu dan Taeyeon mengangguk.

.

“Khaaa~~”, Jaejoong menengguk minumannya sejenak. “Kau tahu Taeng? Aku pernah menemani Sica mengunjungi makam Jinwoon. Disana tak ada kesedihan yang aku lihat darinya. Satu hal yang aku ingat, dia berkata di depan pusara Jinwoon”

.

“Apa itu Oppa?”, tanyanya penasaran.

.

“Aku tidak membenci siapapun dan menyalahkan siapapun atas kepergianmu, Jinwoon-ah”, Jaejeoong berucap sambil mengingat saat dimana ia mendengar dan menyaksikan Jessica mengatakan hal itu di depan pusara adik kembarnya.

.

Jaejoong menyadari Taeyeon yang terdiam. Ia menepuk punggung Taeyeon dengan pelan. “Aku juga berharap kau berhenti menyalahkan dirimu Taeng, dan mulailah memperbaiki hubunganmu dengan Sica”, saran Jaejoong.

.

“Mungkin aku bisa berhenti menyalahkan diriku, tapi untuk bersahabat dengan Sica rasanya sangat berat”

.

“Kenapa?”

.

Taeyeon mendesah, kali ini mendesah kesal. “Orang yang aku cintai, mencintai Sica. Apa aku harus bersahabat dengan musuhku?”, Tanya Taeyeon balik dan itu malah mengundang tawa dari Jaejoong.

.

“Ah, jadi ada cinta segitiga diantara kalian. Kau mencintai orang itu dan orang itu mencintai Jessica. Wah, sungguh beruntung pria itu”, kekeh Jaejoong.

.

“Maybe”, jawab Taeyeon singkat. Ia tak mau menanggapi ucapan Jaejoong karena yang mereka bicarakan adalah Tiffany Hwang, seorang yeoja, bukan namja.

.

“Ngomong-ngomong, kenapa kau mencabut sponsor untuk RAIN? Apa kau sakit hati Oppa dengan keputusan Sica?”, tanya Taeyeon lagi.

.

“Tidak. Itu sebuah kesepakatan. Jika aku tak bersama Sica lagi, maka aku harus mencabut semua sponsor yang aku berikan. Bisnis dan cinta itu dua hal yang berbeda, Taeng. Jika bukan karena kesepakatan, aku tak akan mencabut sponsorku. Tapi Jessica bukan wanita yang akan menerima sesuatu dengan mudahnya”

.

“Yeah, kau benar Oppa. Tipikal keras kepala”, ujar Taeyeon.

.

Jaejoong tertawa lagi dan kali ini mengacak rambut Taeyeon. “Apa kau sedang membicarakan dirimu, huh? Kau dan Sica sama saja, sama-sama wanita keras kepala yang pernah aku kenal”, kekeh pria itu.

.

“Ah, whatever” jawab Taeyeon cuek seraya turun dari kap mobil. “Aku harus pulang Oppa, terima kasih sudah bersedia menemuiku”

.

“Aish kau ini, kita kan sepupu. No need thanks, Taeng”, Jaejoong memberi pelukan pada gadis dingin itu. “Hati-hati di jalan”

.

Taeyeon mengangguk seraya mengancingkan coat yang dipakainya. “See you Oppa”, Taeyeon melambaikan tangan sebelum masuk ke dalam mobil.

.

.

.

.

.

***

.

Keduanya masih duduk tenang dan saling berhadapan. Cokelat hangat yang ada didepan mereka pun sudah dingin sejak 10 menit yang lalu. Salah satu dari mereka akhirnya menghela nafas dan mulai bersuara.

.

“Jika kau tidak yakin lagi dengan hubungan kita, sebaiknya kita akhiri saja”, ucapnya tenang.

.

Lawan bicaranya masih diam dan kali ini ia menundukkan kepalanya. Dengan sabar, yeoja berambut blonde itu menunggunya.

.

“Yoong”, satu kata mulai terucap dari bibir manisnya. Ia menegakkan kepalanya dan menatap mata rusa itu. “We are lose for this games”, ucap Seohyun tenang dengan menahan sekuat mungkin agar tangisnya tak pecah.

.

Yeoja blonde itu tersenyum pahit. Ucapan Seohyun sudah menegaskan semuanya, dan dia tidak bisa memaksa yeoja dihadapannya ini dengan keinginannya. Yoong berdiri dari kursinya dan Seohyun segera menahan pergelangan tangannya. “Yoong”

.

“Tenang saja Hyuni. Aku terima keputusanmu. Aku tahu kau tidak ingin menyakiti hati kedua orangtuamu. Aku tidak akan membencimu karena ini dan kita harus bersikap profesional. Aku pergi dulu”

.

Seohyun kembali duduk di kursinya begitu Yoong pergi. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan dan mulai terisak.

.

.

“Hyuni”, Kedua orangtuanya menyapa saat Seohyun pulang ke rumah. Hari ini dia libur dari tugasnya sebagai general manager dan dia pun memilih untuk pulang sebentar menemui orangtuanya.

.

“Umma, Appa”, ia memeluk kedua orangtuanya. Melepas kerinduan mereka mengingat Seohyun adalah anak tunggal.

.

.

“Bagaimana pekerjaanmu? Umma kira kau akan datang bersama Yoong”

.

Selama ini kedua orangtua Seohyun mengenal Yoong dengan baik karena Yoong sering berkunjung ke rumah Seohyun tapi bukan sebagai kekasih melainkan sebagai sahabat.

.

“Pekerjaanku lancar, Umma. Yoong sedang ada pekerjaan”, bohongnya pada sang umma karena mereka kini tengah mengalami perang dingin.

.

“Jaga kesehatanmu selalu, Hyuni”

.

Kali ini giliran sang Appa yang berbicara. Seohyun mengangguk dan memberikan senyum tulusnya pada orangtuanya.

.

“Umma, Appa”, panggil Seohyun pelan.

.

“Ada apa Hyuni?”, tanya kedua orangtuanya.

.

“Apa yang Appa dan Umma inginkan ketika aku menemukan seseorang yang aku cintai?”, ucap Seohyun.

.

Sang Appa tersenyum menanggapinya. “Kebahagiaan, nak”, senyum Appanya. “Appa hanya ingin kau bahagia bersama pria yang kau cintai dan juga pria yang taat pada Tuhan. Selain itu, Appa ingin menimang seorang cucu”, Appanya tersenyum lagi.

.

Seohyun membalas senyuman itu meskipun hatinya merasa sedih. Mana mungkin ia bisa mengabulkan keinginan ayahnya? Sedangkan yang ia cintai bukan seorang namja melainkan yeoja.

.

.

.

.

“Khaa~~ Jadi kau disini”, sebuah suara menyadarkan lamunan Seohyun.

.

“Unni??”, Kagetnya melihat Yuri yang sudah duduk disebelah Seohyun.

.

“Aku mendengarnya, dengan tidak sengaja”, ucap Yuri.

.

Seohyun tampak terkejut dengan pernyataan Yuri barusan. Pasalnya artisnya ini ia tinggal di mobil karena Yuri tadi tertidur dan Seohyun mampir sebentar ke kafe ini untuk membicarakan hubungannya dengan Yoong.

.

“Tenang saja Hyuni, ini akan jadi rahasia kita”, Yul menaikkan alisnya mencoba menghibur manajernya itu karena Yuri mendengarnya bahwa hubungan mereka sudah berakhir.

.

Seohyun tidak menanggapi ucapan Yuri. Ia menunduk dan menutupi wajahnya lagi. Gadis itu kembali terisak mengingat hubungan sudah berakhir dengan Yoong. Yuri yang melihatnya juga bingung harus berkata apa, ia tidak mengerti cara menghibur seseorang yang sedang patah hati.

.

Dengan ragu, Yuri mengusap punggung Seohyun. Setidaknya memberi sedikit kekuatan pada Seohyun.

.

“Unni, gomawo”, ucap Seohyun saat mereka sudah berada di mobil. Hanya ada Seohyun dan supir di bangku depan dan Yuri di bangku belakang.

.

Yuri hanya bisa memberikan senyumnya dan anggukan kepala ketika Seohyun memandang ke arahnya. Mobil mereka pun perlahan mulai bergerak dan mengantarkan Yuri untuk pulang ke dorm.

.

Dari kejauhan, Yoong menatap mobil itu pergi. Desahan frustasi terdengar jelas. Ia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya pada Seohyun. Sekuat apapun Yoong meyakinkan gadis itu, tapi Seohyun tetap memilih logika ketimbang perasaan.

.

“Arrrggghhhh”, Yoong memukul setir dengan kuat.

.

Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. “Hara-ya, oddiga?”

.

“……………………..”

.

“Hmmm baiklah. Tunggu disana dan aku akan menjemputmu”, ucapnya lalu menutup telpon itu.

.

“Sekali-kali have fun, tidak ada salahnya”, gumam Yoong kemudian melajukan mobilnya menuju tempat tujuan.

.

.

.

——————————-

.

“Kondisinya mulai sedikit berkembang. Sakaunya tidak terlalu parah dari sebelumnya”, dokter Yook menjelaskan kondisi Hyoyeon dan Juyeon ikut mendengarnya.

.

“Kau dengar Hyo? Kau sudah berusaha”, Juyeon menyentuh lengan Hyoyeon dan tersenyum padanya.

.

“Thanks Juyeon, ini juga berkat bantuanmu”

.

“Hahahaha, no problem Hyo”

.

Hyoyeon melirik jam dinding. Sekarang sudah jam 8 malam. Dia harus ke dorm RAIN karena Jessica memiliki pengumuman penting. “Ah aku harus ke dorm, Jessica meminta kita berkumpul”

.

“Oh ya? Pengumuman tentang apa? Sica tidak mengatakan apapun padaku”, heran Juyeon. Ia memang sibuk menghandle perusahaan Jessica dan juga mengurus Hyoyeon diam-diam.

.

“Aku tidak tahu. Sebaiknya aku pergi sekarang”, Hyoyeon segera berdiri dan mengambil jaketnya.

.

Tapi tiba-tiba, ponselnya berdering…..

.

“Iya Nic?”, ternyata itu Nichole. “Maafkan aku Nic, RAIN harus berkumpul malam ini di dorm. Ada pengumuman penting dan aku lupa memberitahumu”, sesalnya.

.

“Baiklah, aku mengerti. Sepertinya lain kali saja kita perginya”

.

“Nic, mianhe”

.

“Tidak apa-apa Hyo. Aku tidak marah. Yasudah ya, aku tutup telponnya. Bye”.

.

“Hmmmm, bye”

.

Juyeon memandang Hyoyeon penuh arti dan Hyoyeon menyadarinya. “Aish, berhentilah melihatku seperti itu. Nichole hanya sahabatku. Oke”, kesalnya dan segera pergi meninggalkan Juyeon yang tertawa puas.

.

.

.

***

.

“Hai Taeng”, sapa Yuri begitu melihat Taeyeon yang menunggu di depan lift.

.

Taeyeon hanya cuek dan tak mau menyapa balik temannya itu. “YA! Kau masih saja dingin denganku, aish anak ini”, Yuri cemberut melihat reaksi Taeyeon.

.

Ting…

.

Perdebatan mereka tak jadi terjadi ketika pintu lift terbuka. Keduanya pun masuk ke dalam lift, tapi seseorang berteriak. “Wait”, Yuri reflek menekan tombol yang menahan lift tertutup.

.

Hyoyeon tersenyum melihat kedua temannya itu. “Hai Yul, Taeng”, sapanya sambil masuk ke dalam lift. Yuri dengan senang hati memeluk temannya itu sedangkan Taeyeon hanya diam tanpa reaksi.

.

Yuri dan Hyoyeon saling bertatapan dan tersenyum penuh arti. Mereka saling memberi kode, dan detik selanjutnya……..

.

.

“YAAAA!!!”, Taeyeon berteriak kesal saat kedua teman di groupnya itu memeluknya dengan erat dan Taeyeon kalan mengingat tinggi Yuri dan kekuatan Hyoyeon.

.

“Lepaskan!!”, teriaknya masih berusaha melepaskan pelukan YulHyo.

.

Keduanya malah tertawa puas karena berhasil membuat Taeyeon tak berkutik. “Kau seharusnya beruntung Taeng, banyak fans diluar sana yang pengen dipeluk seorang Kwon Yuri dan Kim Hyoyeon”, kekeh Yuri diikuti oleh Hyoyeon.

.

“Aish”, Taeyeon berhasil melepaskan pelukan mereka karena YulHyo sengaja mengendurkan pelukannya. “Aku tidak peduli, and i’m not your fans”, kesal Taeyeon lagi.

.

Hyoyeon dan Yuri menanggapinya dengan mengangkat bahu mereka dengan cuek lalu tertawa bersama karena puas menggoda Taeyeon.

.

.

Ting..

.

Taeyeon segera melangkah keluar saat pintu lift terbuka dan menghentakkan kakinya karena kesal. YulHyo hanya menggeleng melihat kelakuan Taeyeon.

.

.

.

.

———————————

.

Jessica menatap refleksinya di cermin dan menghela nafasnya. “Huft, Jessica you can do it”, ucapnya sambil mengepalkan kedua tangan. Memberi semangat pada dirinya sendiri.

.

Ceklek…

.

Perhatiannya teralihkan ketika mendengar suara pintu dorm terbuka. Jessica bergegas merapikan dirinya dan keluar dari kamar. Ia melihat Yuri, Taeyeon, dan Hyoyeon yang datang bersamaan.

.

“Sica”, Yuri bersemangat melihat Jessica yang baru keluar dari kamar. Yeoja tanned itu langsung memeluk Jessica. Hyoyeon juga melakukan hal yang sama, kecuali Taeyeon yang seperti biasa “cuek”. Gadis dingin itu memilih langsung duduk di sofa karena dia sudah tahu apa yang akan Jessica bicarakan. Bukankah ini bagian dari rencananya? Hahhahaha

.

“Duduklah, aku ada pengumuman. Setelah itu kita makan malam bersama” ucap Jessica pada YulHyo.

.

“Wooow, apa ada pesta?”, Yuri menanggapi dengan antusias.

.

“Kkab”, Jessica memukul pelan lengannya. “Makan malam biasa Yul, tadi aku memesan makanan di tempat biasa”, Yul dan Hyo membulatkan mulut mereka membentuk huruf O dan mengangguk.

.

Ketiganya pun menyusul Taeyeon yang sudah duduk anteng dengan memainkan ponselnya. Jessica langsung permisi menuju kamar Tiffany dan mengetuk pintu kamar itu. Tak lama Tiffany keluar dan menyapa sopan, Jessica.

.

Yuri dan Hyoyeon mengerutkan dahinya begitu melihat Tiffany. Mereka benar-benar clueless tentang ini.

.

“Yul, Hyo. Kalian pasti mengenalnya”, keduanya mengangguk dan Tiffany memperkenalkan diri pada keduanya.

.

“Tiffany akan tinggal di dorm ini untuk kelanjutan project duo ku bersama Taeyeon hingga promosi Taengsic berakhir”, Jessica mulai menjelaskan maksudnya mengumpulkan RAIN. “Jadi aku harap kalian bisa membantunya dengan baik” lanjutnya.

.

“Woah, selamat datang Tiffany-ssi”, ucap Yuri dengan senyuman charmingnya. Hyoyeon juga melakukan hal yang sama.

.

“Jadi hanya ini saja”, tanya Taeyeon.

.

“Aish, kau ini”, Yuri angkat bicara melihat sikap Taeyeon.

.

“Hai Tae”, sapa Tiffany yang memang sudah mengenalnya. Taeyeon membalas senyuman Tiffany meski hanya sebentar dan itu kepergok oleh Jessica, Yuri dan Hyoyeon. Mereka cukup kaget dengan senyuman Taeyeon pada Tiffany. 5 tahun bersama Taeyeon, gadis itu tak pernah mau senyum seperti itu pada member lainnya.

.

“Oke, kurasa kalian bisa berteman dengan baik. Sekarang ayo kita makan bersama dan menyambut kedatangan Tiffany”, ucap Jessica. Yuri dan Hyoyeon menganggukkan kepalanya setuju sedangkan Tiffany dan Taeyeon hanya mengikutinya.

.

Sebelumnya, member RAIN sudah memiliki tempat duduk masing-masing di meja makan dengan Jessica duduk di tengah. Di sebelah kirinya ada Yuri dan disebelah Yuri ada Taeyeon. Sedangkan di sebelah kanan Jessica, adalah tempat duduk Sunny dan disebelahnya Hyoyeon. Karena Sunny sudah tidak ada, jadi Tiffany yang harus duduk di kursi Sunny.

.

Selama makan, Yuri mencoba mencairkan suasana dan membuat Tiffany merasa nyaman. Hyoyeon juga ikut bergabung dengan kejailan Yuri. Jessica yang melihat kelakuan tempatnya hanya bisa tertawa sedangkan Taeyeon hanya diam tanpa ekspresi seperti biasa.

.

“Aku menyukai aktingmu di serial Fame. Kau sangat menakjubkan Tiffany-ssi. Benar kan Sica?”, Yuri memuji Tiffany lalu meminta pendapat pada Jessica dan gadis itu mengangguk.

.

“Jangan memanggilku terlalu formal. Kita seumuran, Yuri”, balas Tiffany dengan senyuman bulan sabitnya. Semuanya melihat senyuman Tiffany dan mendapatkan reaksi yang berbeda dari masing-masing member.

.

“Woooah, ternyata benar kata para fans. Senyummu sangat indah Tiffany”, kali ini giliran Hyoyeon yang bicara dan Yuri menyetujuinya.

.

“Kalo begitu aku akan mendaftar jadi fansmu”, Yuri tertawa dengan idenya.

.

“Berisik”, Taeyeon menyela pembicaraan mereka. Tiffany yang tahu sifat Taeyeon hanya menggeleng melihatnya.

.

“YA!”, Yuri jadi kesal sama sikap temannya itu. Jessica segera memegang lengan Yuri dan menggelengkan kepala. Memberi tanda agar Yuri jangan mengajak Taeyeon berdebat. Yuri menghela nafasnya.

.

“Dia hanya malu mengakui bahwa senyuman Tiffany sangat indah, Yul”, Hyoyeon justru menggoda Taeyeon dan Yuri ikut tertawa bersamanya.

.

“Aku sudah selesai makan” ucap Taeyeon segera berdiri dari kursinya.

.

“Mau kemana Taeng?”

.

“Mandi”, ia menjawab singkat pertanyaan Jessica.

.

Jessica terkekeh melihat sikap cemberut Taeyeon karena menurutnya sangat lucu. Sisi berbeda dari seorang Taeyeon. “Yul, Hyo, jangan suka menggodanya”, Jessica mengingatkan dua membernya yang jail itu.

.

Hyoyeon menyengir memberikan tanda peace sedangkan Yuri mengecup pipi Jessica. “Hehehe hanya bercanda Sica. Yasudah aku mau mandi juga”, Jessica hanya dapat tertawa melihat kelakuan Yuri.

.

Tanpa ia sadari, seseorang memandang kejadian itu dengan cemburu. Siapa lagi jika bukan Tiffany. Tapi tatapan Tiffany teralihkan begitu Hyoyeon bersuara. “Kuharap kau bisa betah, Tiffany. Kami memang seperti ini setiap harinya”, ucapnya pada Tiffany dan ditanggapi senyuman oleh gadis itu.

.

“Huft, saatnya berkemas”, gumam Jessica melihat meja makan. Ia berdiri dan mulai memindahkan piring dan gelas kotor ke wastafel.

.

Tiffany yang melihat hal itu ikut membantu Jessica saat ia melihat Hyoyeon masih menikmati makanannya. Awalnya Jessica menolak tapi ia juga tidak mau bersikap kurang baik dengan Tiffany apalagi masih ada Hyoyeon di ruang makan. Tapi tak lama, Hyoyeon selesai dan ia pamit kepada keduanya mengingat Hyoyeon tidak tinggal di dorm.

.

Aura kecanggungan terasa lagi. Kali ini hanya suara air yang terdengar. Tapi pada akhirnya Jessica memecah keheningan itu. “Istirahatlah Tiff, aku bisa menyelesaikannya” ucapnya.

.

“Berdua lebih baik dan cepat selesai”, Tiffany menanggapi ucapan Jessica tanpa menoleh ke arahnya.

.

Jessica mengalah dan suasana kembali canggung lagi. Tiffany menyelesaikan piring terakhir sebelum ia mengelap tangannya diikuti Jessica yang juga sudah selesai. Tiffany menyadari bahwa suasana dorm sepi, mengingat Taeyeon dan Yuri ada di dalam kamar masing-masing untuk mandi.

.

Tanpa diduga, Tiffany memeluk Jessica dari belakang dan itu membuat tubuh gadis itu menjadi kaku seketika.

.

“A—A—Apa y…..yang ka—kau lakukan?”, ucap Jessica yang masih kaget dengan tindakan Tiffany.

.

Tiffany tak peduli. Ia tetap memeluk Jessica dan kini menenggelamkan wajahnya di punggung Jessica. Memori mereka kembali berputar di otak Tiffany. “Apa kau benar-benar membuangku dari hidupmu, Jessi?” Tiffany mencoba membuat nadanya senormal mungkin karena ia sedang menahan tangisnya.

.

“Tiff—”

.

Ia memotong ucapan Jessica “Apa aku membuat kesalahan besar hingga kau meninggalkanku?”, tanyanya lagi dan kali ini Jessica merasakan pakaiannya mulai basah di bagian punggungnya.

.

Jessica terdiam. Rasanya menyakitkan mendengar Tiffany mengatakan hal itu. Ia jadi mengingat bagaimana kacaunya Tiffany sebelum ia meninggalkan apartemen mereka malam itu. Kenangannya tentang Tiffany mulai muncul tapi sesaat kemudian Jessica mengingat Taeyeon dan perkataannya ketika di rumah sakit.

.

Perlahan, Jessica meletakkan kedua tangannya di tangan Tiffany yang berada di pinggangnya.

.

“I’m sorry, Tiff”, ucapnya lirih.

.

Belum sempat Tiffany bereaksi, mereka dikejutkan oleh sebuah suara.

.

.

.

“Sica……”

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

————————————–

Hai, Jeje is here!

Sebenarnya part ini udah selesai beberapa hari lalu, tapi gue sengaja rilisnya nunggu berita Jessica keluar. Eh ternyata pagi ini tuh berita keluar. Jadi gue update deh ^^

Kemarin waktu gue update indestructible, gue kasih manis tapi pada minta masalah biar gregetan.

Nah gue kabulin nih di RAIN. Ahahahaha *ketawa ala Yoong”

Siapa ya yang mergokin Jeti? hahahaha

.

Silahkan bergalau ria, antara sedih atau senang XD kekeke

Soosun fine2 aja, Yoonghyun masalah, Yulsic? Taeny? Jeti? Hmmmm

Hahahaha gue yakin pasti banyak yang emosi karena TBC yang super sekali munculnya ^^

*pukpukpuk* sabar ya readers2 gue tercinta.

Oke, sekian updatean gue.

.

Annyeong!!!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

155 thoughts on “RAIN (9)

  1. Dah lama gak mampir ke sini udah update beberapa ff, aah hyo udah mulai sembuh nih sakau nya , soosun belum jadian sunny suka gak yah sama soo ikh itu yg liat jeti siapa yul kah, harus yulsic n taeny ending nya.

    Like

  2. maaf thor saya lupa pke id yg mana buat koment’y,soalnya id aku ada 2,klu blh minta pw rain thor yg 10 itu,aku pnsrn couple jeti,
    Klu blh kirimin ke no aku 085659535353,td udh imael thor tp gak dibls.thx

    Like

  3. Sebenernya dpat bgt feel nya jeti tapi tapi lebih ke taeny nih. Ini locksmith akut tor jdi ga rela bgtu haha
    Apalah awak hanya pembaca yg psrah2 aja mrka jdi nya sma siapa tpi smoga taeny aja. Hahaha hwaiting toorrr 😀

    Like

  4. Tor tor. Tor. Ini gw locksmith nih. Akut pula ya hahaha brharap taeny ajeee. Trus si taeng nunjukin cueknya bgt sma org lain tpi sma si pani kagak jdi brasa bgt kliatan ada rasa feg deg aduhainya bgtu tor wkwkw
    Soalnya gw suka amat gtu liat taeng yg cuek ala2 minta d cipok haha
    Ninggalin jejak yah. Gomawooo uda bkin epep yg bkin gw geregetan sma sikap sica dan bkin gw sdikit suka sma jeti pdhalan gw suka mrka shabatan aje. Hahaha

    Like

  5. “smoga komen aku masuk bismillah*
    pliss jngan bikin yoonhyun putus…
    pliss bikin hyo sembuh dari zat adiktif..
    pliss bikin taeny jadian ga tega liat taeyeon disakitin trus… jessca ama yuri..aja aku juga ga tega yuri disakitin kalo sica blikan ma fanny ahhh”kutipan dari drma yoong LOve rain”AKU BISA GILA”Neo CHinca……
    plis..plisss comen ku masukkkk………

    Like

  6. wah bakalan ada apalagi yah selanjutnya hmm, baguslah kalo hyo sudah mulai sembuh senangnya hehe, tapi mudah-mudahan tetep jeti endinya aamiin hehe

    Like

  7. duh ini awal cerita dibuka sama soosun, thor udh resmiin aja deh hubungan mrk udh cocok lah jd keluarga
    apa yoong ama hyunnie putus? sbnr’y moment mrk kurang thor bykin kali ah bikin mrk balikan lg
    yoong awas yah jgn macem” sama hara..
    tae ama jaejoong sodaraan, ternyata dunia sempit bgt yah
    apa mngkn tae ngerencanain fany utk tinggal di dorm itu utk nebus rasa bersalah tae ke sica selama ini ya walupun sbnr’y tae jg berharap bisa dptin fany
    iya udh kita tunggu aja rencana tae selanjut’y
    fany cemburu liat adegan yulsic, taeng sikap’y lbh” dr ice princess yah..
    saat moment jeti tercipta seseorg pun mergokin mrk dan akhir’y tbc muncul disitu kadang saya suka kesel
    lg seru langsung ngenes itu baca tbc T.T

    Like

  8. dalam hati jessica pasti ‘wth satu dorm sama fany’ kyknya dia bakalan gagal move on, ditambah dia takut nyakitin taeyeon. apa sica bakalan marah kalau tau rencana pindahnya fany ke dorm karna tae ?
    yoonhyun sediiih banget putus,, kejer terus yoong semangat!!!!
    omo jaejong sepupuan sama tae dunia sempiiit chingu.
    semangat buat trapinya hyo pasti bisa sembuh dan cepet2 jadian sama nick hehe….
    gileeeee tinggal satu dorm yang pasti buat bapeerr fany, syp yang ganggu moment jeti? yul?

    Like

  9. jessica salting tuh hahha ber2an dimobil sama tiffany apalagi ditambah musik romantis hahaha
    ternyata kim jae joong sepupu tae yeon konflik nya mantep juga hahagah

    jeti jjang hahaha

    Like

  10. Yaolloohh disinilah titik pnasaran gua…..
    Siapa yg mlihat mreka ????
    Apa yg trjadi selanjutnya.
    Pkonya author kece di lrang mngabaikan ff ini.
    Hahahahahahahah #maksa
    gomawo sudah mngjinkan gua baca thor.
    Ffnya sngat nyaman di baca dan juga nyambung 🙂

    Like

  11. Suka sama duo jahil yuri sma hyoyoen hahahaha cocok bnget tuh mereka berdua. Thor knp gak d jadiin couple aja sih yuri sma hyoyeon ini 😂

    Like

  12. tuh kn jeti jd canggung krn rasa msg2,btw siapa yg td lht mrk?kykny taeng.sedih yoonhyun akhrny putus.smg uni awl yg baik bg hub jeti,syukur2 mrk bs kmbli bsm lg..

    Like

  13. Seriusly aku benar 2 penasaran. Yg memangil sica yuri atau taeyeon, ato keduanya.?.
    Akhirnya sunny bisa ceria lagi. Dan hyoyeon kondisi nya udah lebih baik. Jeti hubungan mereka sedikit lebih baik. Ide taeyeon meminta Tiffy tinggal bersama di dorm Rain memang jjang. 👍👍😉☺

    Like

  14. Sica adalah cewek keras kepala sama kayak tae. Kkkk dari awal baca udah sama karakternya, tp taeng lebib kaku dan sica lebib bisa membawa suasana. Tiffany terlalu mencintai sica, pst ada alasan kenapa dia begitu tergantung dengan sica. Yoonghyun? Ini adalah alasan umum bagi hub seperti itu. Entah kenpa saya merasa karakter yuri seperti karakter pelengkap di ff ini.

    Like

  15. Wahhh , yoonhyun beneran udahan nih ? Oo , jdi yg direncanain taeng itu adlh fanny tinggal di dorm rain ya . siapa tuh yg lihat jeti lgi pelukan ? Yul ato taeng . jgn sampai ada kesalahpahaman ..

    Like

  16. jd itu sepupunya teng?
    yoonhyun break, huft berat masalahnya klu udh urusan keluarga begini…
    yaampun jeti bikin merinding & feelnya dapet~
    oow siapa yg mergokin? .-.

    Like

  17. Ok teman teman tbc…kl author trauma sma sider kl reader trauma sma tbc…hahaha mgkn hrpn reader bs gak ya bwt ff sekali tamat gak pakek tbc jd puanjang gak usah tbcan hahaha…tiff kasian jess gak au ngjlasin apa2 soal hbunganx bnr2 ngbingungin ni chap

    Like

  18. Omaijoott apa-apaan ini ? Ini chapter yang bikin baper banget. Yoonhyun putus ? Astaga atakan ini tidak benar. Aigoo shipper gue nasibnya kok malah gini ? Dan jeti ketauan sama siapa peluk-pelukan ? Dari cara manggilnya si kayaknya Yul;(
    yang sabar yul, sama yoona aja kebetulan dianya single #plakkk author ini tidak adil :v kenapa mereka semua pada break 😦 ini membuatku kesal

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s