Nothing Left To Lose (Sequel)

Tittle                : NOTHING LEFT TO LOSE

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Krystal Jung

Tiffany Hwang

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Romance

 

Sequel (3 Shoot)

————————————————————————————————

.

.

PART C

.

.

Semuanya bernafas lega saat dokter mengatakan bahwa Soojung mengalami alergi yang tidak parah sehingga gadis kecil itu tidak perlu dirawat di Rumah Sakit. Sepanjang perjalanan, Soojung kecil manja kepada Ummanya dan tidur dipangkuan Jessica.

.

“Umma, uncle Yoong mana?”, tanyanya saat ia sadar bahwa Yoong tak ada.

.

Jessica yang masih mengusap rambut anaknya, langsung mengecup kening Soojung. “Uncle Yoong menjemput aunty Hyuni dan Ilhoon hmmm”, jelas Jessica.

.

“Asiiik, Soojung bisa bermain bersama Ilhoon” teriaknya senang dan Jessica ikut tertawa. “Kalo Daddy?” tanyanya lagi.

.

“Daddy ada di mobil belakang bersama aunty Stephy”

.

Soojung tertawa senang saat mendengar Daddynya bersama aunty Stephy. Ibu dan anak itu mengobrol sepanjang perjalanan, sedangkan Yuri bersama putra kecilnya sedari tadi diam di bangku depan karena keduanya tertidur.

.

Sesampai di rumah Yulsic, Jessica membangunkan Yuri dengan pelan. Taeyeon yang juga sudah sampai, membantu membuka pintu mobil. Disana Soojung sudah merentangkan tangannya untuk digendong sang Daddy.

.

Soojung bersama Daddynya dan aunty Stephy masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Sedangkan Jessica membuka pintu mobil untuk Yuri. “Seobang, sini aku yang menggendongnya”, tawar Jessica karena ia tahu Yuri sangat lelah.

.

Jiyoungi yang sudah terbangun sedikit terisak karena tidurnya terganggu. Jessica dengan sabar mengusap punggung putranya agar kembali tenang. Yuri merangkul Jessica dan ketiganya masuk ke dalam rumah.

.

.

“Baby, ingin bermain bersama Daddy Taeng dan Soojung noona?”, tanya Jessica pada putranya yang sudah berhenti menangis. Jiyoungi pun mengangguk dan Jessica menurunkannya. Setelahnya Jessica bersama Yuri masuk ke dalam kamar mereka.

.

Jessica berdiri berhadapan dengan Yuri dan membantu suaminya melepas dasi dan kemeja yang dipakai Yuri. Pria itu hanya tersenyum melihat keseriusan Jessica. Yuri pun tidak tahan untuk mengecup kening istrinya.

.

“Aish, jangan bergerak Seobang”, perintah Jessica.

.

“Kau semakin cantik jika serius seperti itu, hmmm” Yuri langsung memeluk tubuh kecil Jessica begitu istrinya sudah selesai melepas kemeja dan dasinya.

.

Jessica menerima pelukan itu dan ikut tersenyum. Kulit Yuri yang bersentuhan secara langsung dengannya, membuat Jessica dapat menghirup aroma mint dari tubuh Yuri. Namja itu tetap wangi meskipun Yuri seharian tadi bekerja dan harus langsung bertemu dengan Taeny.

.

“Mandilah sekarang, air hangatnya sudah siap. Aku akan turun ke bawah dan menyiapkan makanan. Rumah kita malam ini akan benar-benar ramai” Jessica melepas pelukan Yuri.

.

Yuri mengangguk setuju. “Sepertinya putra kecil kita dan uri princess akan susah diajak tidur”, Jessica terkekeh mendengar ucapan Yuri. Memang benar yang dikatakan Yuri, jika sudah ada Taeyeon ditambah Yoong, maka kedua malaikat kecil mereka akan bermain hingga puas bersama Yoong dan Taeyeon serta putra YoonSeo, Ilhoon.

.

Yuri masuk ke dalam kamar mandi dan Jessica turun ke bawah. Disana sudah terjadi keributan, dan ternyata Yoong, Seohyun, dan Ilhoon sudah datang. Mereka semua sedang bermain bersama sedangkan Jessica menyusul Stephy dan Seohyun yang ia tebak sudah ada di dapur.

.

“Hyuni”

.

Seohyun yang baru pertama kali bertemu dengan Stephy, terlihat sedang bercerita dan keduanya menoleh ketika Jessica memanggil Seohyun. “Unni”, Seohyun menyapanya dan memeluk Jessica.

.

“Unni, maaf ya Oppa ceroboh sampai alergi Soojung kambuh lagi”, sesalnya saat mendengar cerita Yoong tadi ketika menjemputnya.

.

“Tidak apa-apa Hyuni, alerginya tidak parah. Yoong juga tidak sengaja”, Jelasnya. “Apa kau sudah mengenal Stephy?” Keduanya menoleh ke arah Stephy.

.

“Kami baru saja bertemu dan mengobrol, Jess”, jawab Stephy dan didukung anggukan setuju dari Seohyun.

.

“Bagaimana selera Oppa kesayanganmu, Hyuni?” bisik Jessica pada Seohyun.

.

“hahahahaha Unni~~”, Seohyun tertawa karena pertanyaan Jessica sedangkan Stephy bingung karena tidak dengar apa yang mereka bicarakan. Jessica merangkul Seohyun dari samping dan ikut tertawa.

.

Selesai mengobrol dan bercerita beberapa hal, ketiga wanita itu pun mulai membagi tugas. Jessica dan Seohyun menyiapkan makan malam sedangkan Stephy menyiapkan cemilan dan minuman untuk Taeyeon dan yang lainnya.

.

.

.

———————————-

.

“UNCLEEE!!!”, Soojung berteriak saat Yoong mengambil biskuit dari tangannya ketika gadis kecil itu ingin memakannya.

.

Yoong berlari mengelilingi ruang tamu untuk menghindar. Ilhoon dan Jiyoungi ikut membantu Soojung mengejar Yoong. Taeyeon yang berada disitu hanya tertawa melihat kelucuan mereka. Sebuah tangan halus meremas tangannya dan tersenyum padanya.

.

Taeyeon yang tahu siapa orang itu, merangkulnya dan mengecup keningnya.

.

“Aku seperti melihat keluarga yang bahagia”, ucapnya pada Taeyeon.

.

“Hmmm dan kita akan menyusulnya. Apa kau siap sayang?”

.

“Always for you Tae”, Taeyeon mencium keningnya lagi tapi kali ini lebih lama.

.

“I Love You Steph”

.

“I love you too”

.

Keduanya saling melempar senyum dan terkekeh bersama dengan kalimat mereka.

.

“So, apa kita akan secepatnya menikah?” Taeyeon memainkan alisnya menggoda Stephy.

.

Stephy membalasnya dengan memainkan kancing kemeja Taeyeon dan balik menggodanya. Jarinya membentuk lingkaran di dada Taeyeon dengan menggigit bibir bawahnya. “Anytime TaeTae. Apa kau ingin malam ini kita ke gereja dan mengikat janji disana?” Stephy mendekatkan bibirnya di sebelah telinga Taeyeon dan membisikkan sesuatu. “Dan aku siap jika kita bercinta malam ini”

.

“Ouh”, Taeyeon membuat ekspresi terkesannya karena kalimat Stephy. “I will wait for our sexy time” kekehnya

.

.

“Ehem”

.

Yuri tiba-tiba muncul dan duduk disamping pasangan itu. Stephy langsung menyingkirkan tubuhnya dan duduk normal di sebelah Taeyeon.

.

“Terdengar seperti ada yang ingin menikah?” tanyanya pura-pura polos dengan senyum menyebalkan menurut Taeyeon.

.

Taeyeon melempar kacang ke arah Yuri dan itu membuat Yuri semakin tertawa.

.

“Shut up Yul”, kesalnya.

.

“Hahahaha, I can’t Taeng. Oh my, you two give sex stare each other in my sofa”, Stephy yang mendengar ucapan Yuri langsung menyembunyikan wajahnya di pundak Taeyeon karena malu.

.

“YA! Stop it”, Taeyeon memelototinya.

.

“Apa yang harus dihentikan Taeng?”, Jessica menghampiri mereka dengan apron yang masih menempel ditubuhnya.

.

“Nothing baby”, bukan Taeyeon yang menjawab tapi justru Yuri. Ia meminta istrinya duduk di paha kirinya dan Jessica menurut.

.

“Makanan sudah siap. Kemana yang lain?” Jessica mengedarkan pandangannya di sekitar ruang tamu tapi suasana sangat sepi.

.

“Yoong membawa ketiga malaikat kecil itu ke halaman depan”

.

Jessica mengangguk dengan ucapan Taeyeon. “Ayo, kita makan malam. Aku akan memanggil mereka”, ketiganya mengiyakan ucapan Jessica dan bergerak menuju ruang makan.

.

Candaan demi candaan mengiringi makan malam. Yoong menjadi populer diantara tiga malaikat yang sedari tadi tak lepas darinya. Semuanya hanya bisa tertawa senang melihat keempatnya. Diantara semuanya, Stephy yang paling bahagia karena sebelum menikah dengan Taeyeon, ia bisa bertemu dengan orang-orang spesial dalam hidup Taeyeon

.

Selesai makan, Taeyeon mengutarakan niatnya dan Stephy untuk menikah. Semua menyambut gembira berita bahagia itu dan yang paling senang adalah Jessica. Biar bagaimanapun, hubungan Taeyeon dan Stephy akan berpengaruh pada Soojung sehingga Jessica bersyukur bahwa Taeyeon sudah melanjutkan masa depannya.

.

.

.

.

“Terlihat sangat bahagia, hmmmm”, Taeyeon menatap mata indah Stephy.

.

Setelah makan malam, semuanya beristirahat dan menginap di rumah Yulsic. Begitu pula dengan Taeny. Keduanya tengah asik berbincang di atas tempat tidur dan membicarakan rencana pernikahan mereka yang sebelumnya tadi dibahas di meja makan.

.

Stephy tersenyum dan memegang wajah Taeyeon. “Very Tae. I’m happy about this. Thanks for everything you’ve done to me”

.

“Nothing. You deserve this happiness and love from me”, Stephy merapatkan tubuhnya dan memeluk Taeyeon. Airmatanya jatuh karena ia sangat terharu dengan ucapan Taeyeon. Dia terlihat sangat bahagia dan Taeyeon mengeratkan pelukan mereka.

.

Dan malam itu, Taeyeon menunjukkan senyum paling membahagiakan miliknya.

.

.

.

.

***

.

Months later,

.

.

Hari bahagia yang ditunggu oleh Taeyeon akhirnya tiba. Ini saatnya dia memulai semua yang baru bersama Stephy Lee, wanita spesial yang membuatnya belajar untuk mengikhlaskan masa lalu dan berani membuka masa depan yang lebih baik.

.

Senyuman Taeyeon tak pernah lepas dari wajahnya sejak ia terbangun tadi. Kini ia berdiri di depan cermin dan mulai melihat refleksi dirinya. Pintu kamar terbuka dan disana muncul Jessica dengan gaun indahnya dan Yoong yang sudah siap menjadi best men untuk Taeyeon.

.

“Wow. Kau sangat tampan Hyung”, puji Yoong.

.

Taeyeon hanya menyengir dengan ucapan Yoong.

.

Jessica yang membawa dasi untuk Taeyeon, segera memakaikannya dan membantu Taeyeon bersiap-siap. “Kemana putri kecil kita, Sooyeon-ah?”, Taeyeon berharap bahwa Soojung ada disini.

.

“Dia melupakanmu untuk saat ini dan sibuk bersama Ilhoon dan Jiyoungi”, Taeyeon mempoutkan bibirnya begitu Jessica berkata seperti itu dan mendapatkan pukulan di dada bidangnya.

.

“Aish, berhentilah menunjukkan wajah childish itu. Kau akan menikah dalam beberapa saat lagi”, ucap Jessica.

.

Yoong menertawakan Taeyeon yang terkena omelan Jessica. “Serve right”, ejek Yoong dan Taeyeon melakukan merong untuk membalas adiknya.

.

Jesssica memukul lengan Taeyeon karena bergerak. Ia membantu merapikan pakaian Taeyeon agar terlihat rapi.

.

“Selesai”, ucap Jessica senang.

.

“Thanks Sooyeon-ah”, Taeyeon tersenyum dan Jessica membalasnya.

.

Tak lama, Yuri datang ke kamar Taeyeon. “Apa sudah siap buddy?” tanyanya saat melihat Taeyeon.

.

“Yups”

.

“Kajja, semua tamu sudah datang. Kau harus segera berdiri di altar”

.

“Okay Yul. Lets go Yoong”, Taeyeon dan Yoong segera keluar dan meninggalkan ruangan.

.

Yuri tersenyum melihat istrinya yang terlihat sangat cantik. “Ada apa dengan tatapan itu Mr. Kwon?”

.

Yuri tertawa lalu mengecup bibir Jessica. “Seperti kita yang menikah. Kau terlihat menakjubkan” jujur Yuri.

.

“Okay thanks Seobang. Sekarang bukan waktunya kau menggombal. Kita harus segera pergi”, Jessica mengapit lengan Yuri dan berjalan berdampingan menuju tempat pemberkatan.

.

.

.

Taeyeon tersenyum sambil mengedarkan pandangannya menatap seluruh tamu. Ia terpesona dengan konsep pernikahan yang Stephy inginkan dan ia berhasil mengabulkannya. Langit begitu cerah pagi ini dan tampak sangat dekat karena pernikahannya berada di atas Namsan tawar. Alasannya karena Stephy berharap bahwa Ummanya dan kedua orangtua Taeyeon dapat menyaksikan pernikahan mereka dari atas surga.

.

Band pengiring mulai memainkan musiknya. Pandangan Taeyeon tertuju pada sosok lucu yang baru saja masuk menaburkan bunga. Siapa lagi jika bukan putrinya, Soojung dan keponakannya, Ilhoon. Dibelakang mereka Stephy masuk dengan didampingi sang Ayah, Mr. Lee dan diikuti oleh Seohyun sebagai best women Stephy.

.

Mata Taeyeon tak berhenti menatap lurus ke arah Stephy yang juga tersenyum melihatnya. Begitu sampai di atas altar, Mr. Lee menyerahkan tangan putrinya dan disambut oleh Taeyeon. Yoong dan Seohyun ikut saling melempar senyum bahagia.

.

Taeyeon dan Stephy kini berdiri di hadapan pastur dan siap mengucapkan janji suci mereka. Keduanya mengikuti arahan pastur dan mengucap janji dengan fasih. Pastur pun mengumumkan bahwa keduanya resmi menjadi sepasang suami istri.

.

Yoong memberikan cincin kepada Taeyeon, dan Seohyun memberikan cincin pada Stephy.

.

Taeyeon memegan tangan Stephy sebelum memakaikan cincin. “Remember our first meeting?” Stephy mengangguk sebagai jawaban. “To be honest, i never felt anything at that time but after we get closer, you gave me many best moment and i realized, how much i love you and needed you in my life” Taeyeon menyematkan cincinnya di jari manis Stephy. “I Love You”, Stephy tersenyum.

.

Kini gilirannya menyematkan cincin di jari manis Taeyeon. “Thanks for everything Tae. You make my life complete”, Taeyeon mengulum senyumnya untuk Stephy.

.

Tepuk tangan meriah dari tamu undangan mulai terdengar. Pastur memberi isyarat pada Taeyeon untuk bisa mencium istrinya. Senyum keduanya tak pernah lepas dari wajah masing-masing. Kebahagiaan tampak terpancar dari wajah Taeyeon dan Stephy. Taeyeon mulai menatap bibir Stephy dan bergerak untuk menciumnya. Tapi……

.

“DADDYYYYY”, Putri kecilnya berteriak dan menghampiri keduanya.

.

Taeyeon terkekeh dan menatap Stephy lalu mengecup bibirnya cepat. Taeyeon mengangkat tubuh Soojung dan berhadapan dengan Stephy. Gadis kecil itu memberikan senyum tulusnya pada Stephy dan memberikannya sebuah bunga yang indah.

.

“Gomawo, princess”, Stephy mencium pipi Soojung yang sekarang akan menjadi anaknya juga.

.

Taeyeon mengacak rambut putrinya dan ikut mencium pipi chubby Soojung. Yulsic dan YoonSeo juga ikut menghampiri mereka dan memberikan ucapan selamat pada pengantin baru.

.

.

.

——————————

.

Jessica dan Yuri beserta kedua malaikat kecil mereka tiba di rumah. Soojung yang berada digendongan Yul sedari tadi diam dan wajahnya masih terlihat sedih karena dia habis menangis.

.

Selesai acara, Taeyeon dan Stephy segera pergi untuk bulan madu mereka mengingat jadwal keduanya sangat sibuk. Soojung yang ingin ikut Dadddynya, dilarang oleh Jessica walaupun Taeny sebenarnya tidak mempermasalahkan hal itu.

.

Keluarga kecil itu duduk di ruang tamu. Jiyoungi sibuk dengan mainannya dan duduk di sebelah Jessica yang masih memandangi Yul dan Soojung. Yuri masih berdiri dengan menggendong Soojung yang tidak mau turun.

.

Jessica terus memanggil putrinya agar mau turun. Ia berusaha agar tidak marah pada putri pertamanya ini karena sikap Soojung yang rewel sedari tadi. Yuri menurunkan Soojung dan gadis kecil itu segera mendekat ke arah Ummanya.

.

“Why are you crying?”, tanya Jessica pada putrinya.

.

Soojung yang tidak berani melihat ke arah Jessica, mengalihkan pandangannya pada Yuri yang kini menjajarkan tingginya dengan putrinya di sebelah sofa dimana Jessica duduk. Yuri tersenyum pada princess kecilnya dan memberikan tanda agar ia menjawab pertanyaan Umma Sica.

.

“Soojung….. Soojung ingin ikut Daddy”, ia menyelesaikan kalimat itu sambil menundukkan kepalanya.

.

Jessica memegang pergelangan tangan putrinya itu dan menariknya ke dalam pelukan. Jessica mengecup puncak kepala putrinya lalu sedikit menjauhkan diri agar bisa melihat putrinya. Dengan lembut ia mengusap airmata malaikat kecilnya. “Daddy pergi karena ada urusan dengan Mommy Stephy, hmmmm. Soojung bisa bermain lagi saat Daddy pulang”, Jessica menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti anaknya.

.

“Tapi….biasanya Soojung boleh ikut”

.

“Daddy cuma pergi tiga hari, baby. Kalo udah pulang, Soojung boleh pergi bersama Daddy lagi”, Jessica berusaha menjelaskan.

.

Yuri yang melihat princessnya masih tidak puas dengan jawaban Jessica, ikut turun tangan. “Hmmm Appa punya es krim dan bulgogi yang enak di dapur. Apa ada yang mau?”, Yuri bersuara sedikit keras. Jiyoungi yang mendengarnya, langsung meletakkan mobil-mobilannya dan mendekati Yuri.

.

“Jiyoungi mau, Appa”, ucapnya bersemangat. Jessica dan Yuri tak dapat menahan tawanya melihat reaksi Jiyoung. Yuri segera memeluk putranya dan berdiri.

.

Yuri melihat ke arah princessnya dan menunggu jawabanya agar Soojung melupakan sejenak kejadian barusan. Sedetik kemudian Soojung mengangkat kedua tangannya pertanda ia minta digendong juga oleh Appanya. Yuri tertawa kecil dan merunduk untuk mengangkat putrinya dengan tangan kanan sedangkan Jiyoung berada di tangan kirinya.

.

“Lets go~~”, Teriak Yuri dan keduanya ikut berteriak juga. Yuri sedikit berlari kecil dengan membawa kedua malaikat kecilnya yang berteriak kesenangan karena mereka melayang di udara.

.

Jessica hanya bisa menggeleng melihatnya. Ia pun ikut menyusul ketiganya, harta yang berharga dalam hidupnya itu.

.

“Appa lagi lagi”, Soojung dan Jiyoung meminta Yuri berlari lagi. Alhasil, Yuri menurutinya dan Jessica yang menyiapkan es krim dan juga bahan-bahan untuk membuat bulgogi.

.

Selama menyiapkan makanan untuk keluarga kecilnya, Jessica tak berhenti tersenyum ketika suara tawa Yuri beserta anak mereka terdengar hingga ke dapur. Kebahagiaan yang Jessica rasakan sangat lengkap dan ia bersyukur karena hal itu.

.

.

“Wooooooo”, baik Yuri, Soojung, dan Jiyoung serempak menatap takjub makan malam mereka kali ini. Jessica memasak bulgogi dengan tofu spicy stew dan tak ketinggalan es krim favorit ketiganya.

.

Yuri duduk di tengah sebagai kepala keluarga. Sedangkan di kanannya ada Soojung dan di kirinya ada Jessica dan Jiyoung duduk di sebelah Jessica. Yuri kemudian memimpin doa untuk keluarga kecilnya sebelum mereka menyantap makanan.

.

Soojung sudah kembali ceria dan sepertinya sudah melupakan sejenak Daddynya yang pergi bersama Mommy Stephy. Jiyoung yang ketularan semangat Noonanya, ikut menyantap makanan dengan lahap. Jessica yang berada disampingnya terlihat kewalahan tapi juga senang melihat cara makan putranya yang menggemaskan menurutnya. Sedangkan Yuri yang bertugas mengurus Soojung karena ia paling dekat duduknya.

.

“Appa, aaaaaaaa~”, Soojung menusukkan daging ke garpunya dan meminta Yuri menerimanya. Tentu saja Yuri Appa dengan senang hati memasukkannya ke dalam mulut.

.

“Auu, princess Appa. Gomawo, baby”

.

Soojung menyengir karena ucapan Yuri Appa.

.

Keluarga kecil itupun menikmati makan malam hari ini dengan penuh suka cita dan canda tawa. ^^

.

.

.

.

***

.

Langit pagi New Zealand menyapa pasangan yang baru beberapa jam lalu resmi menjadi sepasang suami. Sepasang mata tengah menyaksikan keindahan Tuhan yang sedang tertidur pulas. Sedangkan dirinya belum tidur sedetik pun setelah moment sexy time mereka.

.

Bagi Taeyeon, rasanya belum cukup untuk menyadari bahwa Stephy kini benar-benar menjadi miliknya. Dengan senyumannya, ia memandangi wajah tidur Stephy bak malaikat yang tenang. Matanya, hidungnya, bibirnya, semua yang ada di diri Stephy baru saja menjadi miliknya.

.

Taeyeon mengambil posisi berbaring dengan tangan kirinya menopang kepalanya agar ia bisa tetap memandangi Stephy dari dekat. Tangannya yang bebas, perlahan mengusap rambut Stephy dan membenarkan anak-anak rambut yang sedikit berantakan.

.

Merasa ada sentuhan, tubuh Stephy bereaksi. Perlahan ia membuka matanya dan mendapati Taeyeon yang tengah tersenyum. Butuh beberapa detik sebelum Stephy benar-benar terbangun. Ia memicingkan matanya begitu melihat aura wajah Taeyeon yang masih sama seperti semalam.

.

“Apa yang kau lakukan Tae? Apa kau tidak tidur?”

.

Taeyeon menggeleng. “Aku belum puas melihat keindahan disampingku”

.

Stephy tidak berkomentar, tapi ia merapatkan tubuhnya pada Taeyeon dan mengecup bibir pria itu. “I am not going anywhere, Tae”, ia mengusap pipi Taeyeon dan mengecup bibirnya lagi.

.

Taeyeon memeluk tubuh Stephy ke dalam pelukannya. Ia bisa merasakan hangatnya tubuh Stephy yang membuatnya mulai kecanduan. Mereka hanya diam dan menikmati moment tatap menatap itu. Seluruh perasaan keduanya tersampaikan.

.

Tiba-tiba tubuh Stephy sedikit terkejut ketika merasakan milik Taeyon mulai menegang. Taeyeon yang tahu arti gesture Stephy hanya tertawa canggung. “Oh god, You’re so pervert”, Stephy memukul pundak Taeyeon.

.

“Sayang, kau yang menggodaku”, Taeyeon melayangkan protesnya.

.

“Mwo????”, Stephy tentu tak terima dengan ucapan Taeyeon. Dia baru saja bangun tidur dan tidak melakukan apapun. Taeyeon saja yang berlebihan. lol

.

Taeyeon segera memeluk Stephy tapi wanita itu menolak dan segera turun dari tempat tidur. Stephy yang sedang mengikat rambutnya tidak menyadari bahwa Taeyeon menatap tubuhnya yang tidak tertutup sehelai benang pun. Dengan sekuat tenaga Taeyeon menelan ludahnya tapi sahabat kecilnya terus bereaksi.

.

“Sayang, just one round. Please”, pintanya pada Stephy sambil membuka selimut yang menutupi tubuhnya untuk menunjukkan pada Stephy betapa menderitanya tubuh bagian bawah milik Taeyeon.

.

“You can play alone, Tae. Aku mau mandi dan setelah itu kita menikmati pemandangan New Zealand”, ucapnya cuek, lalu masuk ke kamar mandi meninggalkan Taeyeon yang speechless.

.

“Oh my god!”rutuknya memarahi sang adik kecil. Taeyeon dengan terpaksa menggerakkan tangan kanannya dan mulai bermain sendiri. Desahan Taeyeon lama kelamaan semakin keras seiring kecepatan tangannya bermain disana, hingga akhirnya memaksa pintu kamar mandi terbuka.

.

“YAA!! KIM TAEYEON. WHAT THE—”  ucapannya melemah berganti dengan keterkejutan melihat Taeyeon benar-benar melakukannya sendiri.

.

Stephy mendengus pelan.”oh god, my husband”, ucapnya dalam hati. Stephy pun menyerah karena merasa kasihan pada suaminya. “Okay, just one round. NO MORE” Tiffany berkata seperti itu lalu masuk ke dalam kamar mandi tanpa menutup pintu.

.

Mendapat sinyal Yes, Taeyeon segera menyingkirkan tangannya dan berlari menuju kamar mandi. Jeritan keduanya dari dalam sana pun tak terelakkan lagi. Pagi yang sangat berisik. Hahaha.

.

.

.

.

.

————————————

.

Stephy berteriak kegirangan seraya menyambut suasana New Zealand yang begitu menyejukkan pagi ini. Taeyeon yang menyetir disebelahnya ikut tersenyum melihat kebahagiaan istrinya.

.

Keduanya kini berada di Lake Tekapo, salah satu daerah yang dikelilingi pemandangan gunung yang mempesona. Tujuan mereka adalah Church of The Good Shepherd, gereja yang menjadi bagian masa kecil Stephy ketika ia tinggal di New Zealand.

.

“Finally, i am back Tae”, Tiffany menatap gereja indah didepannya dengan Taeyeon yang sedang memeluknya dari belakang.

.

Taeyeon mencium pundak Stephy yang terekspos karena gaun simple yang ia kenakan. “Jadi, apa masa kecilmu terulang lagi?”

.

“Eoh. Mommy yang mengenalkanku tempat ini. Disini aku menemukan ketenangan”, jelas Stephy.

.

“Kalo begitu, ayo kita buat kenangan yang baru”, Taeyeon melepaskan pelukannya dan kini berdiri disamping Stephy lalu menggenggam tangannya.

.

Stephy mengangguk setuju dan keduanya berjalan masuk ke dalam gereja. Karena masih terbilang pagi, hanya mereka berdua saja yang berada di dalamnya. Taeyeon yang baru pertama kali masuk, dibuat terpesona oleh konsep gereja ini. Tidak salah, banyak orang yang menyebut gereja ini sebagai salah satu gereja yang indah di dunia.

.

“Tidak ada yang berubah”, ucap Stephy. Ia berjalan hingga ke depan dan mengajak Taeyeon berdiri disana.

.

“Tae”

.

“Hmmmm”

.

“Terima kasih sudah mengabulkan permintaanku. Aku ingin memberitahukan alasannya kenapa aku ingin kita kemari”

.

“Apa itu?”, tanyanya.

.

“Sebelum aku pindah ke LA, aku pernah berdoa untuk bisa kembali suatu saat nanti dengan seseorang yang spesial. Dan ternyata Tuhan mengirimmu. I Love You Tae”, Taeyeon tersenyum mendengarnya.

.

Perlahan Taeyeon mengangkat tangan Stephy yang digenggamnya dan mencium punggung tangannya. “Kalau begitu aku harus berterima kasih pada Tuhan karena Dia mempercayakanmu padaku. I Love You more, Steph”

.

Keduanya tersenyum dan saling berpelukan. Kebahagiaan mereka setiap detiknya terus bertambah. Sebelum pergi, Taeyeon dan Stephy berdoa terlebih dahulu. Masing-masing dari mereka berdoa membuat permohonan tanpa saling diketahui.

.

Selesai mengunjungi gereja itu, keduanya menikmati pemandangan gunung yang ada berada di sekitar gereja. Stephy dengan semangat mengambil ponselnya dan foto bersama Taeyeon. Keduanya membuat berbagai gaya dan pose yang sangat lucu dan berlari-lari diatas padang rumput yang menakjubkan.

.

“WOOHOOOOOOOOOOOO” Taeyeon berteriak sangat kencang. Ia seperti anak kecil yang tertawa lepas.

.

Setelah melakukan banyak hal disana, kini mereka duduk diatas kap mobil dan menatap hamparan gunung.

.

“Tiba-tiba aku merindukan putri kecilku”, jujur Taeyeon sambil mempoutkan bibirnya. Hal itu memancing tawa Stephy.

.

“Lain kali kita bisa membawa Soojung kemari, Tae. Sayang sekali, Jessica tidak mengizinkannya”

.

“Eoh. Sooyeon mengultimatumku agar tidak terlalu memanjakan Soojung”, ia mengingat omelan Sica kala itu.

.

Stephy tertawa lagi tapi kali ini ia menyandarkan dagunya di pundak Taeyeon dan memeluk suaminya dari samping. “Poor my TaeTae”, kekehnya.

.

Taeyeon menolehkan kepalanya menghadap Stephy dan mencubit hidung mancung istrinya itu. “Ya~~ Kau harus membelaku di depan Sooyeon, sayang” protesnya.

.

“Hahahah, just kidding Tae”,

.

Tiba-tiba Taeyeon mendapatkan sebuah ide cemerlang. “Sayang, jam berapa kita melakukan Scuba Diving?”, tanyanya pada Stephy.

.

“Hmmm sekitar jam 1”

.

Taeyeon segera melihat jam tangannya. Sekarang jam 10 dan mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menuju kesana dengan mobil sebelum menggunakan kapal kecil menuju ke tengah laut.

.

“Wae?” firasat Stephy mulai tidak enak saat melihat senyuman evil dari wajah Taeyeon.

.

“Kalo Soojung sudah mulai tumbuh besar, berarti dia butuh seorang adik”

.

“And then?”, tanya Stephy penasaran.

.

.

Kyaaaaaaaaaakkk

.

.

Belum juga Taeyeon menjawab, dia sudah mengangkat tubuh Stephy dengan bridal style menuju ke dalam mobil.

.

“Kita coba tempat yang baru, sayang”

.

Ucapan Taeyeon menyadarkan Stephy apa maksud dari suaminya. Ia melebarkan mata begitu mengerti maksud Taeyeon.

.

“ANDWEEEEEEEEE”

.

.

Taeyeon hanya tertawa puas melihat reaksi istrinya. Hahahah hormonnya mulai bereaksi lagi dan kali ini Stephy dibuat speechless dan tak bisa menghindar lagi.

.

.

Dan begitulah program pembuatan little Kim terus dimulai bahkan di mobil sekalipun. Indeed, si byuntae.

.

.

.

.

.

.

END

——————————————–

Oke gue hadir ^^ HAI GUYS

HAHAHA semoga puas sama endingnya

NEXT: ff baru COMING SOON!!

Gue gak mau kasih teasernya, daripada lo pada protes karena penasaran. Kekeke

Jadi tunggu aja chapter 1 dengan judul baru yang akan nongol.

THANKS buat yang udah suka sama NLTL

SEE U di next update ^^

Annyeong!!!

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

124 thoughts on “Nothing Left To Lose (Sequel)

  1. Ga berasa yaa ff ini udh bener2 end, perasaan kaya baru kemaren deh mau dibuatin sequel nya haha
    Dan gue puas krn berakhir dengan happy ending. Semua menemukan kebahagiannya masing2😊😊
    Ga heran deh sama taeng. Tiap saat juga gabisa ditahan hormonnya dia mah klo didepan fany wkwkwk

    Like

  2. Ini taeny acara lamarannya cuman segitu doang ato sebelumnya tae emg udah ngelamar fany?
    yah yang penting mereka semua udah happy family semua gw juga ikut bahagia#bahasa gw knp jadi begini
    yahh tuh udh maen sexy time aja
    wg ketinggalan nih kekeke

    Like

  3. semua dpt kebahagian masing2. Yulsic selalu ya jd keluarga andalan dgn anak2nya. Tae ngebut biar ga kalah saing sama couple lain yg udh dpt anak wkwkwkwkwkwkwn
    Happy end, happy family, happy happy happy hehehehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s