THE HEIRS (14)

Tittle                : THE HEIRS

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Im YoonA

Tiffany Hwang

Choi Sooyoung

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, BitterSweet, Drama, Romance

 

Series

————————————————————

.

.

PART 14

.

.

Yuri berjalan memasuki koridor kampus. Ini pertama kalinya dia kembali ke kampus setelah sibuk dengan segala hal yang berbau tentang bisnis. Ia tertawa kecil saat melihat Yejin begitu serius membaca buku di taman kampus.

.

“Woow, kau memang mahasiswi yang rajin”, kekeh Yuri pada gadis itu dan duduk disebelahnya.

.

“Yeah, ini semua gara-gara kau”, protesnya tanpa menoleh ke arah Yuri.

.

Yuri semakin tertawa begitu mendengar nada jutek dari lawan bicaranya ini. Ia pun merangkul Yejin dan mulai mengganggunya. “Dengarkan aku Yejin-ah. Kau tidak perlu khawatir, kampus ini bisa membantumu dengan baik”, ucapnya sambil memainkan alis.

.

Awwww.. Yejin memukul kepalanya dengan buku.

.

“Kau pikir aku butuh bantuan kampus? Aku bisa sendiri”, ia berkata dengan cuek lalu membaca bukunya kembali. Yuri hanya bisa menunjukkan tampang cemberutnya.

.

.

“Yejin-ah”

.

Keduanya refleks menoleh ke arah seseorang yang berdiri tak jauh dari mereka dengan menggunakan seragam putih khas kedokteran. Orang itu mendekat ke arah Yejin dan Yuri, tapi ia lebih fokus memandang Yejin.

.

“Kim Taeyeon?” tanya Yejin memastikan.

.

Orang itu mengangguk. “Eoh. Apa kau melihat Hyuni?”, tanyanya dengan sopan.

.

Yejin segera menggelengkan kepalanya, menandakan ia belum bertemu Sohyun. “Kupikir, kau bertemu dengannya di Rumah Sakit” balas Yejin.

.

Taeyeon menghela nafasnya. Terlihat wajah kelelahan dari namja imut itu. “Sudah tiga hari Hyuni tak menjenguk adikku. Woobin terus menanyakan keberadaannya. Maka dari itu aku kemari dan bertanya padamu mengingat kau yang paling tahu keberadaannya”

.

“Tapi aku juga tidak bertemu Hyuni. Bahkan di rumah pun, aku tak dapat menemukannya”, jelas Yejin.

.

Taeyeon cukup kaget dengan berita ini “Baiklah, kalo begitu terima kasih. Maaf mengganggu waktumu” Taeyeon menatap Yejin, lalu menatap namja disampingnya yang sedari tadi diam saja dan mendengar percakapan mereka.

.

Yejin menyadari situasinya. Ia segera mengenalkan Yuri pada Taeyeon, dan keduanya pun bersalaman. Seperginya Taeyeon dari sana, Yuri menatap Yejin dengan kerutan yang terlihat di dahinya.

.

“Wae?”, Yejin balik menatap Yuri.

.

“Kau mengenal anak kedokteran? Wow, itu terlihat sedikit aneh” jujur Yuri.

.

“YA! Kau pikir aku seculun itu”, Yejin bersiap memukul kepala Yuri dengan bukunya lagi tapi Yuri segera melakukan pertahanan.

.

“Hehehe, kau lucu sekali jika semarah itu”, Yuri menunjukkan tanda peace dengan jarinya. “Kajja, kita makan. Aku lapar”, ajak Yuri.

.

Namja itu pun membantu Yejin mengemasi bukunya dan mereka pun pergi berdua. Tak jauh dari sana, sepasang mata melihat mereka dari kejauhan dan mengepalkan tangannya melihat kedekatan Yuri dan Yejin.

.

.

—————————-

.

“Yul”

.

“Ya?”

.

“Kupikir ini semua salah. Kau tak seharusnya denganku. Bagaimana dengan Jessica?”

.

Yuri meletakkan sendoknya. Matanya lekat memandang Yejin. “Apa yang salah? Aku hanya berteman denganmu. Apa kau takut Sica melihat ini dan salah paham?”, Yejin menganggukkan kepalanya. Terkadang ia merasa harus menolak ajakan Yuri karena mempertimbangkan status namja itu.

.

“Dengarkan aku Yejin-ah. Ada hal yang tak bisa kau pahami dan aku tak bisa mengatakannya. Tapi aku dan Sica sepakat untuk menjalin hubungan ini tanpa harus terbebani. Jadi Sica tak akan marah lagi”

.

Yejin menghela nafas. “Sejujurnya aku bukan ingin menjauhimu Yul, tapi kau tahu kan kita ini berbeda?”

.

“Hmmm dan kenapa jika kita berbeda? Apa itu suatu dosa?” Yuri mengerutkan keningnya tak mengerti dengan pikiran Yejin.

.

“Huft, sudahlah. Aku tak ingin membicarakan ini lagi”, Yejin melanjutkan makannya begitu juga dengan Yuri yang hanya mengendikkan bahunya.

.

.

.

***

.

“Minggir”, ketusnya saat seseorang menghalangi jalannya menuju ruangannya.

.

“Sica-ah, kenapa kau marah? Apa aku punya salah?”

.

Jessica menghentakkan kakinya karena kesal dengan ulah namja ini yang terus menghalangi jalannya. “Dengar ya tuan, siapapun namamu aku tidak peduli. Sekarang minggir dari jalanku”, gadis itu sedikit meninggikan suaranya.

.

“Kau tak mengingatku? Lagi? Wae? Kau selalu bersikap seperti ini. Kadang mengingatku kadang tidak. Apa kau sedang mempermainkanku?”, Taeyeon mulai terpancing emosinya. Dia menjadi sangat kesal dengan sikap Jessica. Padahal baru 2 hari yang lalu mereka bertemu dan bercanda bersama.

.

“Aish, minggirlah”, Jessica menabrak pundak kanan Taeyeon dan melewati namja itu tanpa mempedulikan Taeyeon lagi.

.

.

Taeyeon yang tidak mengerti, ikut menjadi kesal. “What the……? Argghhhh. Ada apa dengannya?” Wajah Taeyeon terlihat sangat kesal.

.

Dia baru saja dipusingkan dengan Hyuni yang menghilang dan sekarang dengan Jessica yang seperti itu. Tak ingin berlama-lama, Taeyeon segera pergi dari Rumah Sakit.

.

.

.

.

Di sisi lain,

.

Tubuh Jessica meluruh di balik pintu ruangan miliknya. Jantungnya berdegup kencang dan kepalanya sangat pusing. Ia memegang kepalanya dan meringis.

.

“Arrghh, siapa pria itu? Apa aku mengenalnya?”, Jessica berbicara pada dirinya sendiri.

.

Namja itu terasa familiar, tapi Jessica tidak mengingatnya. Gadis itu segera berdiri dan berjalan menuju laci untuk mencari obat yang harus dikonsumsinya. Setelah meminum obatnya, Jessica mengistirahatkan tubuhnya di kursi dan mengambil ponsel miliknya.

.

.

“Yul….”, sapanya setelah sebuah suara menyahut panggilannya.

.

“Baby, ada apa?”

.

“Oddiga?”

.

“Aku masih di kampus. Kau terdengar tidak sehat. Are you okay, baby?”, Nada Yuri terdengar cemas dan Jessica tersenyum mendengarnya.

.

“Aku baik-baik saja Yul. Hmmm, ngomong-ngomong…. apa kita mempunyai seorang teman, namja berkulit putih dan sedikit lebih tinggi dari aku?”

.

“Tidak ada, baby. Wae?”

.

Jessica diam untuk berpikir. Tapi belum sempat ia membalas pertanyaan Yuri, namja itu berbicara dengan nada yang lebih khawatir dari sebelumnya. “Sica, apa yang terjadi? Apa kau melupakan sesuatu?”, tanya Yuri dengan panik.

.

Jessica memegang kembali kepalanya yang masih pusing. “Eoh, aku sepertinya melupakan sesuatu” ujarnya.

.

“Apa kau sudah meminum obatmu?”

.

“Sudah Yul. Tenanglah, aku baik-baik saja. Aku harus ke kamar pasien, sampai nanti Yul”,

.

“Eoh, hati-hati baby”

.

Jessica segera mematikan ponselnya, tak ingin membuat Yuri khawatir. Ia menatap ke langit-langit ruangannya dan mendengus pelan. Sejenak terdiam, lalu ia mengambil peralatan dokternya dan keluar ruangan untuk mengunjungi pasien-pasiennya.

.

.

.

.

.

—————————

.

Seorang gadis tersenyum menyambut kedatangan orang yang ditunggunya. Ia merentangkan tangannya dan orang itu memeluknya. Namun detik selanjutnya, dia menautkan alisnya melihat wajah kesal orang itu.

.

“Wae, Oppa?”

.

Namja itu belum menjawabnya. Ia memilih duduk terlebih dahulu diikuti gadis itu. “Aku sedang kesal dengan seseorang”, adunya pada gadis itu.

.

“Nugu?”

.

“Jessica”, ucapnya sambil mendengus kesal.

.

“Apa yang terjadi?” heran gadis itu.

.

“Molla.. Hari ini aku berniat mengajaknya pergi tapi saat aku menemuinya, dia bersikap tidak mengenalku dan bersikap sangat ketus”, jelas Taeyeon yang masih terlihat kesal.

.

“Apa kau berbuat salah, Oppa?”

.

Taeyeon menggeleng. Ia kemudian menopang dagunya dan sedang memikirkan sesuatu. “Ini aneh Krys”, ucapa Taeyeon. “Ini bukan pertama kalinya Jessica seperti ini. Beberapa minggu lalu dia juga seperti ini”, Taeyeon menceritakan kejanggalan yang dia rasakan.

.

“Maksudnya, Oppa?”

.

“Dia seolah melihatku seperti orang asing dan tatapannya kosong. Jadi kupikir dia tidak sedang bercanda. Apa kau tahu sesuatu tentang Jessica, Krys?”

.

“Selama kami berteman, aku tidak terlalu sering bertemu dengannya Oppa. Jika kami bertemu pun, hanya di business party. Jadi aku tidak mengenalnya secara dekat”

.

Jawaban Krytsal membuat Taeyeon hanya bisa menganggukkan kepalanya. Tak lama berselang, seorang namja datang menghampiri mereka dengan rokok yang belum menyala di mulutnya.

.

“Apa kau punya rokok satu lagi, Yoong?”, tanya Taeyeon begitu namja itu duduk disebelahnya.

.

Krystal memelototi keduanya yang dengan polosnya mulai merokok didepannya. “Aish, apa harus merokok sekarang?: kesalnya dengan melipat kedua tangan di dada dan menatap tajam dua namja didepannya.

.

“Just one Krys”, ujar Yoong yang baru saja menyembulkan asapnya di bawah meja. Walaupun ia merokok, tapi Yoong masih punya tata krama untuk menghargai orang lain yang tidak merokok. Sedangkan Taeyeon bukan perokok, hanya saja dia bisa merokok.

.

Krystal hanya tersenyum melihat kebiasaan Yoong satu ini yang tak berubah. Taeyeon yang baru saja melakukan hal yang sama, memandang penuh arti kepada dua orang ini.

.

“Apa aku terlihat seperti nyamuk disini?” tanyanya.

.

“Wae?” Yoong balik bertanya.

.

“Kalian terlihat baik-baik saja. Apa aku melewatkan sesuatu?”

.

Yoong tertawa begitu menyadari maksud Taeyeon. “Apa aku dan Krys harus terlihat bermusuhan? Tidak kan Hyung?”, Taeyeon mengendikkan bahunya sedangkan Krystal menggelengkan kepala melihat reaksi Taeyeon.

.

“Jadi, kita akan membicarakan apa?”, Krystal mencoba kembali ke topik pertemuan mereka.

.

Taeyeon ikut mengalihkan pandangannya ke arah Yoong karena dialah sumber dari terjadinya pertemuan ini. Merasa dipandangi, Yoong pun segera menyembulkan asap rokoknya ke bawah meja lagi dan mematikan puntung rokok itu ke dalam asbak.

.

“Aku akan segera melaksanakan rencana ini, setelah itu sesuai janji, aku tidak akan membalaskan dendamku. Hanya memberinya sebuah pelajaran”, jelas Yoong.

.

“Keputusan yang bagus Yoong”, Taeyeon menepuk pelan pundak Yoong dan tersenyum.

.

Krystal menatap namja di depannya dan menganggukkan kepalanya sebagai respon. “Kapan aku harus mencabut sahamku di perusahaan itu?”

.

“Sehari setelah artikel mengenai saham Ritz dikeluarkan”, Yoong berucap lalu memandang Taeyeon. “Dan Reus bisa mencabut sahamnya 3 hari setelahnya. Perusahaan itu tidak akan bangkrut, aku hanya membuatnya goyah. Aku ingin melihat seperti apa usahanya mengembalikan kekacauan itu”, Taeyeon dan Krystal mendengar penjelasan Yoong dengan serius.

.

“Apa ide ini bisa diterima?”, tanyanya lagi.

.

“Aku setuju Yoong, yang penting kau tidak membuatnya hancur seperti yang pernah dilakukannya pada perusahaan kakekmu”, Taeyeon memberikan pendapatnya.

.

“Aku akan menepati janjiku Hyung”, Yoong tersenyum.

.

Tiba-tiba……

.

.

“Hai Kryssie”, seorang namja dengan rambut blonde menghampiri ketiganya dan menuju ke arah Krytsal. Memberikan kecupan di pipi gadis itu. Awalnya Krystal kaget tapi begitu melihat siapa orang itu, dia tersenyum.

.

Krystal memeluk orang itu. “oh my god, Josh. Long time no see”, ucap gadis itu senang. Namja bernama Joseph itu tertawa kecil melihat reaksi Krystal.

.

“Kau semakin cantik dan dewasa Krys”. Jujurnya.

.

Perkataan Joseph membuat Yoong dan Taeyeon mengerutkan keningnya karena mereka tidak tahu siapa namja ini. Krystal yang sadar dengan pandangan mereka lalu mengenalkan Joseph pada keduanya.

.

Tatapan mata Yoong sangat panas ketika melihat Krystal dan namja itu tertawa bersama saat membicarakan kesibukan masing-masing. Ia pun mengambil rokoknya dan mulai menyalakannya lagi.

.

Taeyeon tertawa puas dalam hati melihat reaksi Yoong yang menurutnya sangat lucu. Ia pun menyenggol lengan Yoong dan memainkan alisnya untuk meledeknya.

.

“Shut up Hyung!”, bisik Yoong dengan kesal dan Taeyeon terkikik menahan tawanya.

.

“Krys, apa kau mau berjalan-jalan denganku? Aku bisa mengajakmu mengenal Seoul?”, tawar namja itu.

.

Sebelum Krystal menjawab, Yoong sudah berdiri dan memegang pergelangan tangan Krystal. “Kajja, kita pulang”, ajaknya. Dan Krystal tak sempat bereaksi karena Yoong sudah menariknya lebih dulu.

.

“Bye Hyung”, pamitnya pada Taeyeon dan membawa Krystal bersamanya.

.

Josh memandangi Taeyeon dengan penuh tanda tanya karena kejadian barusan. Taeyeon menunjukkan senyumnya sebelum berbicara pada Josh.

.

“Sepertinya mereka sedang ada urusan penting”, ucapnya pada Josh. “Kecemburuan anak muda” kekeh Taeyeon dalam hati.

.

.

.

————————-

“Yoong, lepaskan”, kesal Krystal saat Yoong membawanya menuju mobil. “Kau ini kenapa?”, ucapnya lagi.

.

Bukan menjawab, Yoong justru menciumnya tepat di bibir gadis itu. Krystal yang terkejut, langsung memberontaknya tapi kekuatan Yoong jauh lebih kuat darinya. Yoong memperdalam ciumannya dan tak lama Krystal dapat merasakan cairan asin dalam ciuman mereka.

.

Yoong melepas ciuman itu dan mengusap wajahnya dengan tangannya. “Ayo, aku antar pulang. Masalah mobilmu, biar orangku saja yang mengantarnya”, jawab Yoong seperti biasa. Seolah-olah tidak ada hal yang terjadi barusan.

.

Sepanjang perjalanan, Krystal hanya memandang ke arah luar jendela, sedangkan Yoong memakai headset di telinga kirinya dan mendengarkan lagu. Mereka diam tak ingin mengatakan apapun.

.

Sesampai di hotel Reus, Yoong membukakan pintu untuk Krystal dan mempersilahkannya turun dari mobil. Yoong memandang wajah Krystal dengan aura sendu. Ia menggerakkan ibu jarinya untuk mengusap pipi Krystal lalu tersenyum padanya.

.

“Benar kata orang. Kau semakin cantik dan dewasa”

.

“Yoong”, Krystal memegang tangan Yoong yang berada di pipinya. Gadis itu belum mengatakan apapun dan Yoong menggeleng agar Krystal tak mengatakan apa-apa. Ia lalu tersenyum lagi.

.

“Masuklah, terima kasih untuk hari ini”, Yoong mengecup kening Krystal sebelum masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Krystal yang sedang menatap kepergian mobilnya menjauh dari sana.

.

Krystal menghela nafasnya kasar. “Apa sesusah itu mengungkapkan perasaanmu?”

.

.

.

.

.

***

.

“Hi.. are you Korean?”, tanya gadis kecil itu.

.

Lawan bicaranya hanya mengangguk karena sebenarnya ia tidak bisa berbahasa inggris. Gadis kecil itu terlihat senang dengan teman barunya dan memeluknya dengan excited.

.

“Do you wanna play with me?” tanyanya dengan tatapan puppy eyes. Lawan bicaranya hanya bisa mengerutkan dahi karena tidak mengerti.

.

Tiba-tiba seorang gadis yang lebih besar tubuhnya dari mereka menghampiri keduanya. “Speak in France, sweety. He doesn’t understand”, ucapnya pada gadis kecil itu dan membelai rambutnya yang mulai terlihat panjang. Lalu ia tersenyum pada seseorang lainnya yang sedari tadi diam.

.

Setelah diajak berbicara bahasa Perancis, akhirnya ia pun mengerti dan tersenyum senang dengan ajakan gadis kecil itu. Mereka pun bergandengan tangan dan mulai bermain bersama dengan penuh keceriaan.

.

.

.

.

Hosh…..Hosh…..Hosh……….

.

Ia memegang dadanya yang berdetak kencang saat ia kembali bermimpi tentang hal itu. Kepalanya sedikit pusing dan ia segera mengambil air minum. Nafasnya masih tercekat dan ia memanggil nama seseorang.

.

“Oppa~~”

.

“Opaa~~”

.

.

Berkali-kali ia memanggil Oppa tapi tak ada satupun yang masuk ke kamarnya. Ia menjadi sedih dan menangis. Tak ingin berlama-lama, ia segera mengambil jaketnya dan kunci mobil untuk menuju ke suatu tempat.

.

.

.

Ting tong…Ting tong…

.

Ia memencet bel dengan tidak sabar dan tidak menyadari jika ini sudah pukul 3 pagi. Tak lama, suara serak terdengar dari dalam. Dari nadanya, orang itu terdengar kesal.

.

“Sia——pa…..” ucapannya melemah saat melihat orang dihadapannya. “Jessica??”, herannya.

.

Jessica segera menggenggam tangan orang itu yang bisa merasakan tangan Jessica sangat dingin. “Apa kau bisa mengantarku menemui Oppaku?”

.

Orang itu telihat menautkan alisnya. “Kau mengenalku?” ia bertanya balik pada Jessica.

.

Jessica mengangguk cepat. “Bukankah kau Taeyeon?”, jawab Jessica.

.

Taeyeon segera melepaskan tangan Jessica darinya. “Kau sangat aneh Sica, tadi siang kau tidak mengenalku. Sekarang kau datang jam segini untuk meminta bantuanku. Are you kidding me?”, Taeyeon terlihat masih kesal dengan sikap Jessica.

.

“Aku minta maaf Taeng, aku……”, kalimatnya terhenti. Ia bingung harus mengatakan apa pada Taeyeon.

.

“Aku….???”, Taeyeon menunggu jawabannya.

.

Jessica menghela nafasnya. “Aku…. mungkin saat itu aku sedang tidak menjadi diriku”, ucapnya pelan.

.

Taeyeon tidak mengerti dengan ucapan Jessica.

.

“Apa sekarang kau bisa mengantarku menemui Oppaku?”, tanyanya lagi dengan tatapan memohon. Taeyeon bisa melihat bahwa Jessica baru saja menangis karena matanya memerah. Ia pun mendesah pelan dan mengalah.

.

“Baiklah, aku akan mengantarmu. Masuklah, aku akan menghubungi orangku untuk menjemput kita”, Taeyeon membukakan pintu kamar hotelnya dan mempersilahkan Jessica masuk.

.

Tak lebih dari 5 menit, dua pria dengan pakaian rapi menjemput Taeyeon dan Jessica. Keempatnya menuju lantai paling atas dari hotel Reus. Disana sebuah helikopter sudah menunggu mereka dan mereka pun berangkat ke Kwangju, daerah tujuannya.

.

Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit, helikopter milik Reus sudah tiba di sebuah bukit yang dijadikan tempat mendarat. Jessica segera mengeluarkan ponselnya dan mengubungi seseorang. Tak lama sebuah mobil menghampiri mereka dan seorang pria keluar dari dalam mobil dengan jaket tebalnya.

.

.

“Youngi!!”, Jessica berlari ke arah pria itu dan memeluknya. Taeyeon memberikan kode untuk kedua orangnya agar menunggu disini.

.

Taeyeon menghampiri keduanya dan membungkukkan badan menyapa orang itu. “Lama tidak bertemu, Choi Sooyoung”, sapa Taeyeon dengan ramah.

.

Sooyoung membalas sapaan Taeyeon dan tersenyum. “Thanks Taeyeon-ssi, sudah mengantarnya kemari. Kajja, kita ke rumahku”, ajak Sooyoung yang merangkul Jessica. Gadis itu kembali menitikkan airmata saat akhirnya bertemu lagi dengan Sooyoung.

.

Sesampai di rumah, Tiffany menyambut kedatangan mereka dan menyeduhkan minuman hangat. Karena Jessica kelelahan, Sooyoung menemaninya di kamar dan Tiffany menemui Taeyeon di ruang tamu.

.

.

Taeyeon mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan dan rumah ini. Walaupun hari masih gelap, tapi ia dapat menebak bahwa rumah ini sejuk dan asri. “Woow, jadi ini kehidupan seseorang setelah menikah?”

.

Ucapannya membuat Tiffany tertawa kecil. “Ya, begitulah”, jawabnya singkat. “Taeyeon-ssi, terima kasih sudah mengantar Jessica kemari. Kami tidak tahu apa yang terjadi padanya”

.

Taeyeon mengangguk setuju. “Tapi kupikir, suamimu jauh lebih tahu tentang hal ini”.

.

“Hmm kau benar”, balas Tiffany. “Sekarang beristirahatlah, kau bisa tidur di kamar tamu”, Tiffany berdiri dan mengantarkan Taeyeon.

.

“Terima kasih, Tiffany-ssi”, balas Taeyeon sopan.

.

.

Setelah mengantar Taeyeon, Tiffany masuk ke dalam kamar. Ia melihat Sooyoung bersandar di headbed dan mengusap rambut Jessica. Sedangkan gadis itu sudah menuju alam mimpinya.

.

Sooyoung tersenyum dan meminta istrinya untuk duduk dipinggir ranjang disampingnya. “Apa yang terjadi?”, bisik Tiffany.

.

Dengan satu tangannya yang bebas, Sooyoung mengusap pipi Tiffany. “Akan kuceritakan nanti. Sekarang kembali lah tidur. Kau pasti lelah juga, sayang”, pinta Sooyoung dan Tiffany menurut. Ia pun tidur disamping Jessica dan Sooyoung yang menjaga mereka hingga pagi.

.

.

.

.

***

.

“Hyuni!!”, teriak Yejin begitu melihat Seohyun baru saja masuk ke dalam kelas pagi-pagi begini.

.

“Eoh Unni”, jawab Seohyun singkat dan duduk di bangkunya.

.

“Kau kemana saja? Taeyeon mencarimu karena Woobin”, tanyanya pada Seohyun.

.

“Ada beberapa meeting yang tak bisa kutinggalkan. Appa memintaku untuk mengurusnya”

.

“Syukurlah aku bertemu denganmu. Kau tahu Woobin mencemaskanmu. Kondisinya juga belum stabil” Seohyun mengangguk menanggapi perkataan Yejin.

.

“Aku tahu unni, aku akan menemuinya nanti dan meminta maaf. Unni tahu sendiri, perusahaan sedang terlibat banyak kerjasama” jelasnya.

.

Yejin simpati dengan ucapan Seohyun. Ia tahu bagaimana Seohyun belajar bertanggung jawab untuk mengurus perusahaan orangtuanya. Memang tak dapat disangka bahwa kehidupan seorang pewaris tak jauh dari beban yang begitu besar dipundak mereka.

.

Yejin memeluk gadis itu untuk memberinya semangat dan Seohyun menerimanya dengan senyuman.

.

“Woow, ada pemandangan bagus”, seseorang merusak momen mereka dengan menujukkan deretan gigi putihnya.

.

“Aish, anak ini”, ucap Yejin.

.

“Hahahahahaha”, orang itu tertawa dan masuk ke dalam kelas. Tanpa disangka oleh Yejin dan Seohyun, orang itu tidak datang sendiri tetapi bersama seseorang yang ia gandeng tangannya.

.

“Krystal?”, ucap kedua yeoja itu bersamaan.

.

Krystal melambaikan tangannya dan menyapa keduanya. Tatapan Yejin dan Seohyun beralih dari Krystal ke Yoong. Lalu Seohyun menatap Yejin dengan sebuah pertanyaan.

.

“Unni, apa aku sedang berhalusinasi?”

.

“Sepertinya tidak”, balas Yejin.

.

“YA! Kalian pikir kami abstrak”, kesal Yoong yang mengerucutkan bibirnya.

.

Krystal tak mempedulikan itu. Ia mendekati Seohyun dan Yejin “Hai Unni, Hai Hyuni”, Krystal melepas genggaman tangan Yoong dan memeluk kedua yeoja itu.

.

Ketiganya pun berpelukan dan melupakan kehadiran Yoong yang tiba-tiba menjadi invisible. “Ehem ehem”, Yoong berdehem dan membuat ketiganya memandang ke arahnya.

.

“Sorry boy, we’re busy”, ucap Yejin tanpa dosa.

.

“Aish, aku menyesal membawanya kemari bertemu kalian”, Yoong masih mengerucutkan bibirnya.

.

Ketiganya hanya bisa tertawa dengan sikap Yoong.

.

“Ngomon-ngomong, apa yang kau lakukan di Seoul Krys? Apakah kalian…….”, Seohyun tidak melanjutkan kalimatnya dan hanya menatap Yoong lalu ke Krystal.

.

“Aku ada beberapa urusan disini, dan sedang ada project bersama Yoong”, Krystal menjelaskannya dengan cepat. Ia tidak ingin Yejin dan Seohyun salah paham.

.

Keduanya mengangguk mengerti.

.

“Berhubung kalian sudah lama tidak bertemu, jadi aku mengajak Krys ke kampus kita”, Yoong memamerkan senyum dorknya.

.

Keduanya mengangguk lagi.

.

.

.

.

.

——————————–

.

“Dia bersamaku, tenanglah jangan khawatir Yul”, Sooyoung menenangkan sahabatnya yang baru saja ia beritahu mengenai kondisi Jessica.

.

“Soo, apa kita harus mengakhirinya? Kau tahu, cara kita ini salah Soo”, ucap Yuri diseberang telpon.

.

Sooyoung mendesah. Tatapannya menatap langit pagi yang terlihat cerah. Ia menelpon Yuri dan menjauh dari pekarangan rumah agar tak ada yang mendengar ucapan mereka. Kedua namja ini sedang dalam pembicaraan serius dan rahasia.

.

“Aku tahu, tapi kita belum menemukan cara lain Yul. Sangat susah menemukannya. Untuk saat ini, kita jangan membahas tentang hal itu dulu”

.

“Tapi Soo, bagaimana jika ayahku tahu? Kau tahu sendiri sikap ayahku. Dia tak menyukai Sica tapi dia menginginkan Sica menikah denganku. Tujuanku menggenggam dunia, tapi bukan untuk menyakiti Sica”, Nada Yuri tak kalah gelisahnya dari sebelumnya. Sooyoung dapat mendengar helaan nafas Yuri dari ponselnya.

.

“Aku mengerti. Maaf Yul, tujuanmu jadi terhambat karena hal ini” sesal Sooyoung.

.

“Apa yang kau katakan Soo? Kita ini kan saudara, kau dan Sica berarti dalam hidupku. Jangan mengatakan itu lagi”

.

Sooyoung mengangguk walaupun Yuri tidak dapat melihatnya. “Sepertinya aku harus kembali ke Seoul”. Lirih Sooyoung tapi Yuri bisa mendengarnya.

.

“YA! Jangan gila. Bagaimana jika Mr.Hwang menemukan fakta jika kalian menikah dan lagi Tiffany tengah mengandung anakmu”, Yuri memperingatkan sahabatnya itu.

.

Sooyoung mengusap pelipisnya sambil memikirkan sesuatu. “Tidak ada pilihan lain Yul. Mungkin aku akan membicarakan hal ini dengan Daddy Jung dan Mommy Jung. Sepertinya mereka belum tahu”, jelas Sooyoung.

.

“Apa kau yakin? Mereka pasti akan cemas. Sica satu-satunya yang mereka harapkan memakai mahkota JK”

.

“Untuk urusan itu, aku akan mengurusnya. Aku akan meminta Baro untuk mengurus tempat tinggalku dan Fany”

.

“Apa Eunji akan senang dengan hal ini?”

.

“Entahlah, tapi ini termasuk permintaan Eunji. Walaupun terkadang aku sedih jika Sica membencinya”, balas Sooyoung.

.

Yuri terdiam sesaat sebelum membalas ucapan Sooyoung. “Huft, Andai kita bisa merubah keadaan tapi semua sudah tidak bisa”

.

“Kita tidak bisa mengubahnya Yul, tapi kita bisa mencegahnya”

.

“Hmmm, aku setuju. Huft, baiklah. Hubungi aku jika kau akan kembali ke Seoul, Soo”

.

“Hmm pasti. Sekarang aku harus masuk ke dalam. Takut Sica dan Fany mencariku”

.

“Oke. Sampaikan salamku pada mereka” ucap Yuri sebelum mengakhiri panggilannya.

.

.

.

.

Di ruang tamu….

.

Taeyeon tertawa mendengar cerita-cerita Tiffany saat menceritakan pengalaman uniknya ketika bekerja di puskesmas desa. Keduanya tengah bersantai di ruang tamu, sedangkan Jessica masih di kamar mandi.

.

“Ternyata orang-orang di desa ini sangat menarik dan ramah tamah”, ujar namja imut itu.

.

“Eoh, kau pasti akan terkesan dengan mereka” Tiffany menunjukkan eyes smilenya. “Aku senang bisa menolong mereka. Rasanya aku merasakan kebahagiaan lebih karena melakukannya” lanjut Tiffany.

.

“Dari caramu bercerita, aku dapat melihatnya”

.

“Benarkah?” Tiffany tertawa kecil. “Padahal sebelum ini aku…….hmm mungkin terlihat arogan dan tak menyukai hal-hal seperti ini. Tapi dari seseorang aku belajar banyak hal untuk sadar bahwa masih ada orang-orang di bawah kita yang membutuhkan bantuan” jelas Tiffany sambil mengingat Yoong yang mengajarinya banyak hal saat namja itu menjadi partnernya di panti asuhan.

.

Taeyeon memegang dagunya dan tersenyum. Namja itu juga terlihat mengingat sesuatu. “Aku juga memiliki dua orang sahabat yang sangat menyukai kegiatan kemanusiaan. Dulunya mereka sepasang kekasih, tapi sekarang sudah tidak lagi”

.

“Sangat disayangkan. Jika mereka masih bersama, pasti akan menyenangkan” balas Tiffany.

.

Namja imut itu terkekeh ketika membayangkan sikap cemburu Yoong kemarin pada Krystal. “Sepertinya akan terus menyenangkan karena sekarang mereka sudah bertemu lagi”, kekehnya.

.

Tiffany ikut tertawa mendengar cerita Taeyeon. “Hubungan dua sahabatmu terdengar menarik”

.

“Eoh, begitulah”, Taeyeon masih tertawa.

.

.

Tanpa sengaja, pandangan Taeyeon mengarah ke meja hias yang berada di pojokan ruang tamu. Disana ada beberapa bingkai foto yang terpajang. Taeyeon menikmati teh hangatnya sambil memandang satu per satu foto yang ada. Seketika matanya melebar ketika melihat satu wajah pria paruh baya bersama Tiffany.

.

Ia pun tersedak dan Tiffany membantunya mengusap punggung Taeyeon.

.

“Pelan-pelan minumnya, Taeyeon-ssi”, ujar Tiffany.

.

Taeyeon tersenyum canggung pada Tiffany. Ia mengelap bibirnya dengan tisu sebelum menatap Tiffany lagi.

.

“Apa aku boleh bertanya?” tanyanya hati-hati.

.

“Apa?”

.

“Siapa pria itu?”, Tiffany mengikuti arah telunjuk Taeyeon dan tersenyum saat melihat apa yang Taeyeon maksud

.

“Ah, dia ayahku” jawab Tiffany

.

.

.

.

.

.

“WHAAAATTT???”

.

.

.

———————————-

Hai Hai ^^

Terima Kasih sudah membaca dan meninggalkan komennya

.

See you di the next update.

Annyeong!!

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

141 thoughts on “THE HEIRS (14)

  1. kenapa sica kadang ingat kadang lupa ama taeng, apa sica punya penyakit yg serius
    kok reaksi taeng kaya gitu waktu melihat foto appanya pany, ada hubungan apa taeng dengan appanya pany

    Like

  2. sica kadang inget kadang lupa jangan2 yuri sm soo udah ngeracunin sica yaa hehe…. Gw br baca part ini lanjut lg ah ke next part…

    Like

  3. yaelah yoong mh gt org’y, klo krys mulai dideketin cowo lain aja baru deh nunjukin cemburu’y
    susah amat tinggal mnt krys balik lg jg, keburu direbut josh baru tahu rasa deh haha
    Yoonkrys couple unyu” bikin gemes pengen cubit pipi mrk
    aku rasa yg hadir di mimpi itu eunji, sica, sma taeng yah thor?
    jujur aja aku gagal paham thor J
    sica pny penyakit yg bikin diri’y kadang lupa sma org disekitar’y, sica lupa ama taeng tp msh inget sma soo atau yul #bingung
    dan seperti’y hanya soo dan yul yg tau soal penyakit sica
    belum lagi mksd yul, yg blg klo appa yul benci dgn sica tp dia tetep pengen sica jd menantu’y
    apa coba mksd’y tambah pusing kn diriku 😦
    duh kya’y inti semua masalah ini hanya yul, soo, dan eunji yg tau #mngkn
    secara sica kepaksa jd pewaris tahta krn meninggal’y eunji
    lah ini kenapa lg si taeng pake kaget ngeliat foto mr. hwang??
    iya udhlah klo gt biar kata bikin gagal paham tetep aja ini FF bikin gatel pengen cpt semua rahasia kebongkar biar jelas
    ngomong” THOR J MISS U #pelukcium
    akhir’y aku sempet jg baca ff dirimu
    buset ketinggalan byk kn gua, maapin yah aku telat baca + komen lg hbs mulai sibuk ama kerjaan
    Indestructible kpn? buruan update yah!!!

    Like

    • hai juga ^^ hahah long time no see. beda ya anak sekolahn sama anak yang udah kerja. gue sibuk sama tugas lo sibuk sama kerjaan. hahahhaha
      indestructible udah gue update kk, tuh udah sampai ending lagi. Tapi kalo RAIN makin galau chapternya #tawa jahat. hahahhaa

      welcome back deh kak, semoga ff gue bisa jadi penghibur lo selesai bekerja. hehehehe ^^

      Like

      • udh update aishh ya ampun utang aku tambah byk nih ke thor J
        iya udh klo gt skrg lanjut dulu ke Rain baru ke Indestructible
        yaelah thor J lg galau yah ini the heirs ama rain cerita’y makin menguras hati dan pikiran haha
        pasti’y donk ini adalah hiburan yg bikin otak aku refresh lg ^^
        Semangaf selalu yah kuliah dan bikin FF’y ^^

        Like

  4. Taeyeon kaget gara gara yoong tuh hahaha
    Sica knapa coba kadang lupa kadang ingakan kasian taeyeon
    Yoonkrys progressnya dah mulai keknya
    Sooyul punya rahasia mengwnai sica hum makin menarik thor

    Like

  5. eh knpa sica tba2 jdi lupa sma taeng pdahalkan taengsic udah ada kemajuan..apa sica punya penyakit atau lainnya..kok dia bsa lupa begitu..dan saat sica mimpi itu kenapa dia nangis dan nyari soo memang siapa anak kecil itu dan sica jg tiba2 udah inget lagi sama taeng..ini aneh ini aneh…penasaran

    Like

  6. ap yg sbnrny trjdi dgn jessica? n ap ug lg disembnyikn soo n yuri?
    tae knp trkjut lht foto ayah fany?
    yoonkrys udh baikn,smg tmbh sweet.lanjut..

    Like

  7. Dih jessica kenapa amnesia sementara? Haha tapi cuma sama taeyeon doang
    Yuri sama soo apa lagi ini
    Yoong gw suka gaya lo *tepukdadaalahiphop wkwkwk

    Like

  8. Sebenarnya apa rencana soo dan yuri? . Kenapa sica bisa tersakiti dgn rencana mereka?. Dan sica sebenarnya dia punya penyakit apa?.
    Taeng jadi bingung dgn sicap sica yg sering lupa padanya. Kenapa hanya pada taeyeon sica sering lupa?. Hmmm….. banyak banget pertanya’annya?. 😃☺😄

    Like

  9. sica sakit apa sih thor dia bipolar gtu punya dua kepribadian? trus knpa soo ama yul nutupin sakitnya sica? apakah ada hbunganya ama jung eunji? #readrbnyaknanya

    tp gue suka wktu sica mnta tolong ke taeng kesanya taeng selangkah lebih maju gtu kkk hidup taengsic!!

    cie yoong kebakar nih cie…makanya klau masih punya rasa mbokya bilang jangan cuman dbatin emang krystal cenayang #knpeloygsewot *emotmatayoongmuter2

    lah lah lah knpa taeng trkoa2 liat fotonya papah hwang gek gek?!!

    jd g sabar baca lanjutanya dah gue langsung cuss ajeu deh thor

    Like

  10. Kayaknya ada sesuatu deh sama sica, yakali kadang dia lupa sm Taeng kadang ingat lagi. Emmh ada apa yah sama ayahnya fany? kenapa taeng kaget gitu. Ciee yoonkrys kembali mesra meski hubungannya skrg sebagai rekan kerja kekeke

    Like

  11. kayaknya sica punya penyakit kepribadian ganda deh . yoong cemburu aja lu ,, cepetan ungkapin perasaan lo ke krystal , ntar diambil orang loh ..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s