Nothing Left To Lose (Sequel)

Tittle                : NOTHING LEFT TO LOSE

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Krystal Jung

Tiffany Hwang

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Romance, Family, Love Story

 

Sequel (3 Shoot)

————————————————————————————————

.

.

PART B

.

.

Jessica terlihat menggendong putrinya yang masih menangis. Soojung kecil baru saja mengalami mimpi buruk dan dia menginginkan Taeyeon untuk datang. Yuri yang berada disamping Jessica mengusap-usap kepala Soojung.

.

“Apa Taeng belum datang?”, tanya Jessica lirih pada suaminya.

.

Yuri menggeleng lalu mengecup pipi Jessica. “Sabar baby, Taeng mgkn masih di jalan”, Yuri menenangkan istrinya.

.

.

Suara mobil baru saja terdengar di halaman rumah. Yuri segera bergegas keluar dan melihat Taeyeon yang baru saja datang.

.

“Hei Yul”, sapa Taeyeon dan mereka berbagi pelukan.

.

“Syukurlah kau sudah datang. Soojung menangis terus, Sica juga tak bisa menghentikan” Yuri menjelaskan permasalahannya.

.

Taeyeon melepas jaketnya dan meletakkan di sofa. “Apa yang terjadi?”

.

“Dia mengigau dan sepertinya bermimpi buruk”

.

Yuri dan Taeyeon berjalan bersama menuju kamar putri kecil mereka. Jessica tersenyum ketika melihat dua pria itu masuk ke dalam kamar.

.

“Taeng, kau datang. Maaf mengganggu tidurmu. Soojung menginginkanmu”, Jessica menyerahkan Soojung ke dalam pelukan Taeyeon.

.

Dengan lembut, Taeyeon mengusap punggung putrinya yang berada di pelukannya. Jessica dan Yuri keluar dari kamar untuk memberikan space buat ayah dan anak itu. Taeyeon mengucapkan kata-kata penenang untuk putri kecilnya dan menyanyikan lullaby agar Soojung bisa tidur kembali.

.

Hampir 30 menit, Taeyeon pun membawa putrinya ke atas tempat tidur dan ikut berbaring bersama. Tangannya yang besar, merapikan rambut putrinya yang berantakan karena menangis. Taeyeon mengecup pipi putrinya dan tersenyum.

.

“Tidur ya, Daddy ada disini”, ucapnya saat Soojung memandangnya dan diam tanpa sepatah kata pun. Matanya terlihat berat, menandakan dia sudah mulai mengantuk lagi.

.

“Daddy jangan pulang”, Soojung berkata pelan. Taeyeon mendekap Soojung agar putrinya bisa tidur nyenyak.

.

“Hmmm Daddy ada disini. Kalo ada monster yang mengganggu Soojungnya Daddy, akan Daddy usir. Okay?”

.

Kepala Soojung mengangguk di dada bidang Taeyeon. Gadis kecil itu mulai memejamkan matanya lagi dan tangan kecilnya memeluk Taeyeon.

.

Tak lama Jessica masuk ke dalam kamar putrinya dan membawa segelas susu coklat hangat untuk Taeyeon. Ia melihat keduanya dengan senyum yang mengembang. Taeyeon yang belum tidur, menyadari kedatangan sesorang.

.

“Taeng”, Jessica duduk dipinggir ranjang tepat di sebelah Taeyeon yang masih berbaring dan meletakkan minuman yang ia bawa di meja kecil sebelah tempat tidur. “Apa kau akan menginap?” tanyanya.

.

“Eoh, sepertinya begitu. Lihatlah, putri kita bahkan memelukku dengan erat”, Taeyeon terkekeh.

.

“Aku siapkan pakaian gantimu. Minumlah minuman hangat ini”, Jessica berdiri dan berjalan menuju lemari pakaian Taeyeon yang berada di kamar tamu. Ia menyiapkan pakaian ganti untuk Taeyeon dan membawanya kembali ke kamar Soojung.

.

Perlahan, Taeyeon melepaskan pelukan anaknya dan meminum minuman hangat yang sudah disiapkan Jessica. “Gomawo Sooyeon-ah”, ucap Taeyeon diiringi senyumannya.

.

Jessica ikut tersenyum. “Aku kembali ke kamar, istirahatlah Taeng”

.

“Eoh. Arraso”

.

.

.

——————————

.

Keesokan paginya….

.

Soojung kecil bangun dengan perasaan ceria karena semalam setelah Daddynya datang, ia tak bermimpi lagi bertemu dengan monster menyebalkan. Ia baru saja dimandikan oleh Taeyeon dan tertawa bersama Daddynya. Energi gadis kecil ini benar-benar sudah terisi penuh.

.

Walaupun dengan berkejar-kejaran di kamar, Taeyeon berhasil memakaikan seragam putri kecilnya itu. Taeyeon menggelitiki anaknya yang penuh semangat ini karena berhasil membuatnya berkeringat.

.

Taeyeon memajukan bibirnya di hadapan putrinya. Dengan cepat Soojung mengecup bibir Daddynya dan tangan kecilnya memeluk leher Taeyeon.

.

“Nah, sekarang putri Daddy sudah cantik. Turunlah, Daddy mau mandi dulu ya”, Soojung kecil mengangguk mengerti dengan ucapan Daddynya. Ia berlari keluar dan mencari Umma, Appa dan Adik kecilnya sedangkan Taeyeon segera mandi dan bersiap-siap.

.

.

“Appa, UP”, ia mengangkat kedua tangannya dihadapan Yuri yang baru saja keluar dari kamar utama.

.

Yuri mencubit gemas hidung princess kecilnya dan mengangkat tubuhnya. Soojung tertawa kecil lalu mengecup pipi Yuri.

.
“Aih, manisnya princess Appa pagi ini hmmm. Apa nyenyak tidurnya?”

.

Soojung menganggukkan kepalanya cepat dan menunjukkan senyum manisnya. “Daddy mengusir monster-monster jahat. Jadi mereka tidak bisa mengganggu Soojung”, ucapnya dengan logat anak berumur 10 tahun yang menggemaskan.

.

Yuri tak dapat menahan senyumnya melihat tingkah princess kecilnya ini. Tiba-tiba Jessica keluar dari kamar dengan menggendong Jiyoungi yang sudah rapi. Jessica menyapa suaminya dan memberikan morning kiss untuk pria di depannya itu dan tak lupa pada putrinya.

.

“Oh, jagoan Appa juga sudah tampan” puji Yuri melihat putranya. “Morning baby”, Yuri mencium kening Jessica dan bergantian mencium pipi putranya.

.

Soojung kecil juga melakukan hal yang sama dengan yang Appanya lakukan. Keempatnya tertawa bersama.

.

Keluarga kecil itu akhirnya menuju dapur. Yuri dan kedua anak mereka bercanda bersama sambil menunggu Jessica yang sedang menyiapakan sarapan pagi. Tak lama, Taeyeon muncul di dapur lengkap dengan pakaian kerjanya.

.

“Uncle” Jiyoung berteriak begitu melihat paman favoritnya ada di sini.

.

Taeyeon terkekeh melihat tingkah lucu anak laki-laki yang berusia 4 tahun ini. “Hai boy, long time no see. Huh?” ucap Taeyeon sambil berhigh five pada Jiyoung.

.

“Apa kita akan pergi bermain hari ini Uncle?”, tanyanya dengan wajah ceria diiringi ucapannya yang begitu lucu.

.

Taeyeon menunjukkan wajah sedihnya karena ini bukan saatnya mereka bermain. Yuri yang berada disebelah putranya, mengacak rambut Jiyoung. “Tidak sekarang boy, Uncle Taeng harus bekerja hari ini”, Yuri mencoba menghibur anaknya.

.

“Mian boy. Tapi uncle janji kita akan bermain bersama. Kita ajak Umma, Appa, dan Noona Jiyoungi yang cantik itu”, ucap Taeyeon sambil menunjuk Soojung.

.

“Pwomise?” Jiyoung mengulurkan kelingkingnya.

.

“Eoh, pwomis”, Taeyeon membalas ucapannya. Jiyoung ikut tertawa karena Taeyeon meniru ucapannya.

.

Jessica yang sudah selesai masak, menyiapkan makanan di meja. “Jangan lupa juga ajak tante Stephy. Benar begitu putri umma yang cantik?’, goda Jessica pada Taeyeon tetapi pandangannya mengarah ke putrinya yang sibuk mengunyah sereal.

.

Soojung kecil hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Ummanya. Taeyeon langsung mempoutkan bibirnya, “Ya! Sooyeon-ah”, ucapnya kesal.

.

Yuri hanya terkekeh melihat sikap istrinya dan Taeyeon yang membicarakan tentang Stephy. Ia pun ikut menimbrung pembicaraan itu. “hahaha, ayolah Taeng. Aku juga penasaran dengan wanita bernama Stephy itu. Iya kan baby?”

.

Jessica mengangguk cepat dan tersenyum pada Yuri. “See? Kau harus mengenalkannya padaku dan Yul. Kau curang Taeng, Soojung sudah mengenalnya sedangkan aku dan Yul belum”

.

“Aish, kalian ini. Baiklah-baiklah” ucap Taeyeon menyerah.

.

Yuri dan Jessica saling pandang dan mengedipkan mata satu sama lain karena berhasil membuat Taeyeon menyetujui permintaan mereka. Hahahah poor Taeng.

.

.

.

***

.

Seorang pria tinggi dan tegap baru saja turun dari mobil dan masuk ke sebuah kantor kepolisian yang baru pertama kali ini dia datangi sejak terakhir kali ke Seoul. Beberapa polisi menyapa dan menyambut kedatangannya.

.

Pria itu terus berjalan menuju ke sebuah ruangan yang merupakan ruangan pemimpin tertinggi kepolisian Seoul.

.

.

Tok…tok…..tok…..

.

.

“Masuk”, ucap seseorang dari dalam.

.

Pria itu membuka pintu lalu masuk ke dalam. Ia melihat seseorang duduk di kursi besarnya. Ia pun segera memberikan salam hormat untuk mantan atasannya dulu saat berada di Irlandia.

.

“Selamat Siang komandan. Lama tidak berjumpa dengan anda”, ucapnya dengan formal.

.

“Aigoo~ kau ini bukan menjadi bawahanku tetapi masih bersikap kaku. Oh ayolah Hyung, lepaskan formalitasmu”, kekeh pria yang dipanggil komandan itu.

.

“Aish, kau masih saja menyebalkan”, ketus orang itu dengan nada bercandanya.

.

Yoong berdiri dari kursinya dan memberikan pelukan persaudaraan pada Sooyoung. “Bagaimana london? Kau menyukainya Hyung?”

.

“Eoh, sangat menyenangkan. Ah tapi juga melelahkan, setiap mengawal anggota kerajaan, polisi bersiaga penuh 24 jam”, Sooyoung menceritakan pengalamannya.

.

“Wow, sangat menyenangkan. Bagaimana dengan Sunny noona dan jagoan kecilmu Hyung? Apa kau membawanya kemari?”

.

“Tidak Yoong. Mereka kuantar ke New York untuk bertemu orangtua Sunny. Besok aku harus kembali lagi ke London. Aku hanya mampir saja setelah tugasku di Incheon selesai”, jelas Sooyoung.

.

“Ya Hyung! jadi kau kemari hanya menunjukkan wajah menyebalkanmu itu saja, huh?” Yoong melemparkan protesnya dan Sooyoung hanya menyengir.

.

“Mian Komandan Kim Yoong”, kekeh Sooyoung.

.

Lagi asik-asiknya mengobrol, tiba-tiba Leo, kaki tangan Yoong masuk dengan diikuti dua orang di belakangnya dan itu Soojung dan Taeyeon.

.

Soojung meminta Daddynya menurunkannya dan berlari ke arah paman kesayangannya. Yoong pun membuka lebar tangannya untuk menyambut kedatangan gadis kecil itu.

.

“Aigoo~ Princessnya uncle sudah semakin besar” Yoong mencium pipi tembem Soojung. Taeyeon menyapa Sooyoung dan adiknya itu.

.

“Soojung ingin bertemu denganmu Yoong. Makanya Hyung membawa kesini”

.

Yoong mencubit pipi Soojung dan gadis kecil itu menyengir padanya. Taeyeon mendekati keduanya. “Tolong antar Soojung pulang Yoong, aku ada meeting setelah ini”

.

“Tenang saja Hyung, princess kecil ini aman bersamaku. Nah sekarang berikan ciuman untuk Daddy”, pinta Yoong kepada Soojung dan gadis itu mencium Daddynya.”

.

Taeyeon pun segera pamit dan meninggalkan ruangan. Sooyoung yang baru pertama kali bertemu keponakan Yoong langsung jatuh hati pada kelucuan gadis itu. Sesekali ia menggoda Soojung dan berakhir dengan teriakan kesal darinya.

.

“Uncle~~ bulgogi~~” ucap Soojung sambil memegang perutnya.

.

“Hahaha baiklah, kita pergi makan sekarang”, balas Yoong. Ia langsung menoleh ke arah Sooyoung. “Kalo makan siang, bisa kan Hyung?”, tanya Yoong penuh harap.

.

Sooyoung melihat jam tangannya dan tersenym. “Oke, aku setuju”

.

Yoong dan Soojung kompak berteriak senang saat mendengar jawaban Sooyoung. Mereka pun pergi makan siang bersama dengan kelucuan Soojung diantara dua pria berseragam polisi itu.

.

.

.

.

—————————

.

Selesai meeting, Taeyeon mengajak Stephy ke ruangannya dan mereka pun melepas rasa kangen karena semalam Taeyeon tidak kembali ke apartemen Stephy dan juga tidak bisa ikut sarapan bersama dengan calon istrinya itu.

.

Taeyeon dengan lahap memakan makanan yang Stephy bawakan untuknya. Wanita itu sesekali menunjukkan senyum bulan sabitnya saat melihat Taeyeon makan dengan semangatnya.

.

“Aish, dork”, ucap Stephy saat Taeyeon tersedak dan ia langsung memberikan minuman kepada Taeyeon

.

“Hehehe, gomawo~”

.

Selesai makan, keduanya duduk bersama di sofa. Taeyeon merangkul pundak Stephy dari samping dengan hangat. Sedangkan Stephy menyandarkan kepalanya di dada bidang Taeyeon.

.

“Steph, aku ingin mengenalkanmu pada Yuri dan Jessica”

.

“Apa kau sudah yakin?” Stephy balik bertanya.

.

“Eoh, mereka selalu menggodaku” Taeyeon mempoutkan bibirnya jika mengingat keusilan Yulsic.

.

Stephy terkekeh melihat Taeyeon yang seperti itu. “Terkadang aku berpikir, kenapa aku mencintai seorang presdir dengan wajah kekanak-kanakan seperti ini?” ejeknya pada Taeyeon.

.

“Hei Hei, nona Stephy yang terhormat. Kau harus bersyukur pria secharming aku juga mencintaimu”

.

Stephy tertawa mengejek. “Full of yourself, tuan Kim”

.

Keduanya tertawa bersama setelah saling mengejek.

.

Taeyeon kembali merangkul Stephy kali ini ia juga mendekap tubuh Stephy ke dalam pelukannya.

.

“Kau tahu? Aku bersyukur kau mau menerimaku dengan kekuranganku ini”, Taeyeon berkata lirih.

.

Stephy yang mendengarnya, langsung menatap mata Taeyeon dengan dalam. Ia merubah posisinya berhadapan dengan Taeyeon. Keduanya tangannya kini memegang wajah Taeyeon terutama satu tangannya yang mengelus lembut luka bekas di wajah kiri Taeyeon yang tak bisa hilang akibat kecelakaan itu.

.

Stephy mencondongkan wajahnya dan mengecup bagian luka itu beberapa kali. Lalu kembali lagi ke posisi semula. “Aku benci saat kau mengatakan hal itu lagi Tae. Luka ini bukan sebuah kekurangan, ini sebuah masa lalu yang sudah lewat. Jangan pernah mengatakan hal itu lagi”, nada Stephy terdengar tenang namun ada kesedihan di dalamnya.

.

Taeyeon menghembuskan nafasnya pelan dan kembali mendekap Stephy. “Maafkan aku, aku tidak akan mengatakannya lagi”, Stephy mengangguk dan tersenyum.

.

“Hmmm, kau kumaafkan. Dan jangan katakan itu lagi”, dengan begitu Stephy menempelkan bibirnya ke bibir Taeyeon. Ciuman mereka begitu lembut, walaupun ada sedikit keagresifan dari Stephy tapi Taeyeon bisa mengimbanginya.

.

Keduanya masih berbagi ciuman dan ada sebentuk senyuman yang terukir dari bibir keduanya. Tiffany mengalungkan tangannya di leher Taeyeon dan keduanya semakin berbagi ciuman liar.

.

Taeyeon mencoba membenarkan posisi duduknya di sofa, sedangkan Stephy berada diatasnya. Wanita itu meletakkan satu kakinya diantara paha Taeyeon. Tangannya mulai membuka kancing kemeja Taeyeon.

.

Baru tiga kancing terbuka, Taeyeon menghentikan aksi Stephy dan menahan pergelangan tangannya.

.

“Aku tidak mau merusakmu sebelum kau resmi menjadi Nyonya Kim” Taeyeon tersenyum dan merapikan rambut Tiffany dengan tangannya. “Cukup aku dan Sooyeon yang melakukan kesalahan seperti itu, hmmm. Walaupun aku mencintaimu”

.

Stephy menghela nafanya kasar. Dia sedang berada di puncak kegairahan tetapi ia lupa bahwa pria di hadapannya ini bukan pria seperti mantan-mantan kekasihnya terdahulu. “Huft, terkadang aku lupa jika kau bukan tuan Amerika”, Taeyeon terkekeh mendengarnya.

.

“Easy girl.. Kita bisa melakukannya  setiap hari jika kau sudah resmi menjadi milikku”, Taeyeon menaik turunkan alisnya menggoda Stephy.

.

“Isshh, kau menyebalkan jika seperti ini”

.

Taeyeon semakin tertawa keras karena ekpressi kesal dari Stephy.

.

.

.

***

.

“Makaaaaannnnnnn!!”

.

Soojung berteriak dengan semangat dan memegang garpunya. Ia segera menyantap bulgogi yang sudah matang. Yoong menggeleng melihat kelucuan keponakannya ini.

.

“Sepertinya kita memiliki anggota baru shiksin di group ini, Yoong”, ucap Sooyoung sambil menyantap makanannya.

.

“Hahahaha, yeah. Itu benar Hyung. Aigoo~ lihatlah princess ini makan”, kekeh Yoong melihat Soojung makan dengan lahapnya.

.

Ketiganya pun mencicipi makanan dengan tenangnya. Terkadang mereka tertawa jika Soojung berulah dengan menggemaskan. Tiba-tiba saja, ponsel Yoong berbunyi dan ia sedikit menjauh untuk menerima telpon.

.

Sooyoung yang sudah selesai makan, memesan potongan buah apel sebagai pencuci mulut. Bukan Sooyoung namanya jika sudah kenyak. Namja itu masih tetap makan dengan lahapnya walaupun sudah memakan 3 porsi nasi.

.

Soojung cekikikan melihat cara makan Sooyoung yang berbeda saat ada Yoong tadi. Ia pun penasaran dengan apa yang dimakan Sooyoung. Ia sedikit berdiri dan dengan tangan kecilnya ia mengambil apel itu. Sooyoung tersenyum saat melihat mata Soojung yang menatap dengan lugunya ketika meminta apel darinya.

.

Beberapa menit kemudian, Yoong kembali lagi dan melanjutkan makannya. Tapi matanya kemudian menangkap potongan apel di depan Sooyoung. Tanpa sengaja, Yoong juga melihat Soojung memakannya. Yoong melebarkan mata saat menyadari situasi yang terjadi.

.

Oh crap!

.

.

Dengan paniknya, Yoong meminta Soojung memuntahkan apel itu. Sayangnya walaupun Soojung sudah mengeluarkan kunyahan apel, tapi gadis kecil itu sudah memakan beberapa potongan sebelum Yoong kembali.

.

Tak berapa lama, wajah Soojung memerah dan bintik-bintik mulai timbul di tubuhnya. Soojung kecil langsung menangis keras begitu merasakan panas dan gatal di tubuhnya.

.

.

“Oh my god”, rutuk Yoong dan mulai panik dengan kondisi ponakannya.

.

.

.

.

———————————-

Taeyeon melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang diiringi wajahnya yang terlihat kesal. Stephy yang duduk di sebelahnya hanya menahan tawa. Momen romantis mereka dirusak oleh Jessica yang menelpon Taeyeon dan mengatakan bahwa ia dan Yuri sedang menunggunya di restoran biasa tempat mereka makan.

.

Jessica sudah tidak sabar melihat wanita yang sudah membuat Taeyeon bahagia, sedangkan Taeyeon kesal karena ia tak menduga bahwa akan secepat ini terjadi.

.

“Aku jadi penasaran, seperti apa Sooyeon-mu itu?”, ujar Stephy

.

“Tenang saja Steph, kurasa kalian akan segera akrab. Dia sangat excited ingin bertemu denganmu. Aish, dia benar-benar tidak sabaran”

.

“Hmm terdengar menyenangkan”, senyumnya.

.

.

.

Keduanya tiba di tempat restoran yang dimaksud. Taeyeon dengan lembut menggenggam tangan Stephy dan masuk ke dalam restoran. Disana Taeyeon dapat melihat Jessica duduk sendiri.

.

“Huh? kemana Yuri?”, pikir Taeyeon yang melihatnya.

.

Taeyeon dan Stephy pun menghampirinya. “Sooyeon-ah”, panggilnya dan Jessica menoleh.

.

Senyum Jessica mengembang begitu Taeyeon memanggilnya. Ia membalikkan badan dan seketika senyumnya berubah menjadi keterkejutan yang luar biasa.

.

“Tiffany????”, Jessica teriak begitu saja tanpa menyadari ucapannya.

.

Taeyeon dan Stephy mengerutkan alisnya begitu mendengar reaksi Jessica. “Tiffany??? Nuguya?? Sooyeon”, panggil Taeyeon sekali lagi.

.

Jessica menggelengkan kepalanya cepat, berusaha menghilangkan halusinasi yang menghampirinya. Sayang sekali, jika itu bukan halusinasi. Jessica pernah melihat Stephy di ponsel Taeyeon tapi wajahnya menyamping sehingga tidak bisa melihat dengan jelas.

.

Stephy berinisiatif mengulurkan tangannya dan menjabat “Stephy Lee. Senang bertemu denganmu Jessica-ssi”, sapa Stephy ramah tapi Jessica tak bereaksi karena pikirannya entah kemana.

.

Sekedar informasi, ingatan Taeyeon tidak kembali sepenuhnya tetapi ia mengingat tentang keluarganya dan Jessica. Saat dulu Taeyeon masih bersama Jessica, ia mengenal Tiffany sebagai kekasih Yuri tetapi mereka jarang sekali bertemu. Dan lagi, setelah kecelakaan itu Taeyeon tidak mempunyai memori apapun tentang Tiffany.

.

“Sooyeon-ah, gwenchana?”, Taeyeon memegang pundak Jessica untuk menyadarkan lamunannya.

.

“Eoh, aku baik-baik saja Taeng. Maaf aku hanya terkejut saja. Hmmm……”

.

“Stephy, Stephy Lee”, ucap Stephy sekali lagi saat tahu maksud dari Jessica.

.

“Ah, Jessica. Senang bertemu denganmu Stephy-ssi”, Kali ini Jessica membalasnya.

.

Ketiganya pun duduk dan Jessica mempersilahkan Taeyeon dan Stephy memesan makanannya. “Bagaimana mungkin wajahnya mirip dengan Tiffany? Ah tidak, tidak.. Dia bukan Tiffany. Sadarlah Sica”, batin Jessica sambil diam-diam menatap ke arah Stephy.

.

Tak lama Yuri datang bersama Jiyoung dan mencium pipi Jessica sebelum ia memandang ke arah Taeyeon dan wanita disebelah. Yuri yang baru saja dari toilet, berniat menyapa Taeyeon dan wanita yang masih sibuk memilih menu.

.

Belum satu kalimat keluar, Yuri memberikan reaksi yang sama dengan Jessica. Bedanya, dia diam seribu kata saat melihat wanita di sebelah Taeyeon.

.

“Oh hai Yul”, Taeyeon yang tak menyadari reaksi Yuri, memberikan namja itu pelukan pertemanan dan Stephy ikut berdiri. “Kenalkan, ini Stephy”, ucap Taeyeon lagi.

.

“………………………..”

.

Kedua pasangan itu saling pandang saat Yuri tak bereaksi. Jessica yang melihat hal itu, langsung menggenggam tangan Yuri yang masih berdiri disampingnya.

.

“Seobang”

.

Yuri langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Ah, maaf. Hmmm Kwon Yuri”, ucap Yuri sambil mengulurkan tangannya. Stephy pun menyambutnya.

.

Yuri masih canggung dengan apa yang dilihatnya sedang Jessica yang sedang memangku Jiyoung hanya bisa menatap Yuri dengan rasa cemburu. Selama pembicaraan berlangsung, Yuri masih tak percaya dengan apa yang dilihat. Sesekali ia melirik ke arah Stephy. Bahkan jika dilihat berapa kali pun, Yuri seperti melihat Tiffany di depannya.

.

Taeyeon dan Stephy yang clueless dengan situasi tidak menyadari ada kecanggungan diantara Yulsic. “Hmm Sooyeon-ah.. Aku berencana membawa Soojung ke US untuk mengenalkannya pada orangtua Stephy. Apa aku boleh membawanya?”

.

“Hmm tentu saja Taeng. Soojung juga putrimu”, Jessica mencoba tersenyum.

.

Yuri mengumpat dirinya sendiri karena sikapnya. Ia bisa melihat Jessica terlihat kesal terhadapnya. Tangan Yuri diam-diam mencapai tangan Jessica dan menggenggamnya. Namun Jessica segera melepasnya.

.

“Jiyoung sangat mirip dengan Appanya. Tampan sekali”, Stephy tersenyum ke arah anak laki-laki yang duduk dipangkuan Jessica.

.

Jiyoung menunjukkan deretan gigi putihnya dan tertawa kecil. “Aih, boy. Kau terpesona dengan aunty cantik ini?”, Taeyeon mengusap kepalanya Jiyoung.

.

“Aunty cantik sama seperti umma”, ucapnya dengan polos.

.

“Terima kasih, Jiyoungi”, Stephy tersenyum lagi dan kali ini menunjukkan eyes smilenya.

.

Taeyeon dan Stephy tertawa bersama melihat kelucuan Jiyoung. Sedangkan Jessica masih kesal dengan sikap Yuri yang ketahuan memperhatikan Stephy beberapa kali. Yuri menoleh ke sampingnya dan melihat Jessica yang terlihat tidak nyaman dengan situasi.

.

.

Acara makan mereka pun selesai. Walaupun kesal dengan Yuri, tapi Jessica mencoba bersikap biasa dan tidak ingin merusak moment pertemuan mereka dengan Stephy.

.

“Senang bertemu denganmu Jessi”, Stephy memeluknya dengan Jiyoung yang sudah tertidur digendongan Jessica. Stephy meminta izin untuk mengecup pipi Jiyoung dan Jessica mengiyakan.

.

“Senang juga bertemu denganmu Steph”, balas Jessica.

.

“Kuharap kalian tidak penasaran lagi dengan Stephy” ujar Taeyeon menyindir Yulsic.

.

Jessica hanya tersenyum dan Yuri terkekeh dengan ucapan Taeyeon. Kedua pasangan itu pun berpisah. Selama di dalam mobil, Jessica masih diam. Pikirannya kembali mengingat Stephy. Ia tidak menduga pertemuan ini sedikit diluar dugaannya. Tapi ia tak dapat memungkiri jika ia senang saat melihat Stephy karena Jessica seperti melihat sahabatnya, Tiffany.

.

“Baby”, Yul mencoba menegur istrinya yang masih diam saja.

.

“………………….”

.

“Baby, bicaralah. Apa kau kesal? Aku hanya terkejut saja. Dia benar-benar mirip….”, ucapan Yuri terpotong karena Jessica.

.

“Hmmm i know”, jawabnya datar.

.

Yuri segera menepikan mobilnya begitu melihat jalanan yang sepi. Ia mengambil tangan Jessica. “Baby, aku tidak ada maksud apa-apa tadi, hmmm percayalah”

.

“Iya Oppa, aku tahu”

.

“Tapi wajahmu mengatakan yang sebaliknya. Apa kau cemburu?” tanyanya pelan.

.

Walaupun takut dengan reaksi Jessica tapi dalam hati Yuri sedikit senang karena Jessica cemburu. Selama ini jika Yuri bertemu rekan wanitanya di party, Jessica bersikap biasa saja. Dan ini pertama kalinya Yuri melihat Jessica cemburu dengan sosok Stephy yang mirip dengan… hmm you know lah.

.

“Aish sudahlah. Cepat jalankan mobilnya, nanti Soojung sudah pulang, kita belum ada di rumah”, kesalnya karena Yuri menggodanya.

.

“Ah cute. Aku senang kalo kau cemburu. Hmmm, tapi tenang saja baby, cintaku hanya untukmu” Yuri menyengir.

.

“Aish, Shut up. Cepat jalankan mobilnya” wajah Jessica memerah karena Yuri terus menggodanya.

.

Yuri tertawa dengan bahagianya. “Siap laksanakan, Nyonya Kwon” ucapnya dengan playful.

.

“Dork”, gumam Jessica melihat tingkah konyol Yuri.

.

Diam-diam ia tersenyum menyadari sikap childishnya. “Oh god? Cemburu dengan wanita yang mirip dengan Tiffany?” dalam pikirannya, Jessica menertawai sikapnya.

.

Sambil menatap ke arah luar jendela, ia mengingat kembali masa-masa saat Tiffany masih ada. Walaupun sudah 5 tahun, tapi Jessica merasa baru kemarin ia kehilangan seorang kakak perempuan. Ia juga mengingat betapa dulu ia bahagia saat Yuri, Tiffany, dan dirinya masih bersama-sama.

.

Jessica merasakan sebuah tangan kekar menggenggamnya dan ia menoleh mendapati Yuri yang tersenyum. “Apa yang kau pikirkan, baby?”

.

Ia membalas genggaman tangan Yuri. “I miss the old time of us. You, me, and Tiffany”

.

Yuri mengecup punggung tangan Jessica. “Tiffany pasti sudah bahagia dengan dunianya, hmmm. Kita juga harus bahagia untuknya” Jessica mengangguk mengiyakan.

.

“I love you”, ucap Jessica tanpa suara. Hanya gerakan bibirnya tapi Yuri menangkap maksudnya.

.

“I know. I love you more”, senyum Yuri.

.

.

Drrtt…drtt….

.

.

Ponsel Jessica bergetar. Ia segera mengambil ponselnya dan melihat ID Yoong memanggilnya. “Sepertinya Soojung dan Yoong sudah dirumah, Seobang”, ucapnya pada Yuri sebelum menerima telpon itu.

.

“Hallo Yoong”

.

Yoong segera berbicara begitu Jessica menyapanya. Wajah Jessica terlihat sangat terkejut dengan apa yang Yoong katakan.

.

“Apa? Kenapa bisa?”

.

Yuri mengerutkan keningnya begitu nada Jessica terdengar marah.

.

“Kami akan segera kesana Yoong, jaga Soojung”, perintahnya.

.

Jessica mengakhiri telpon. Wajahnya sangat panik. “Seobang, cepat kita ke rumah sakit. Alergi Soojung kambuh”

.

.

.

“APAAA??”

.

.

.

.

.

TBC

———————————–

Hai Hai ^^ Jeje menyapa

Semoga ngefeel ya.. sorry lagi sibuk. Overload jadwal gue. kekeke

Hahahha udah tahu kan wajah Stephy kayak gimana 😀

Tunggu kejutan di part akhir!! Hohoho

.

.

Annyeong!

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

157 thoughts on “Nothing Left To Lose (Sequel)

  1. wow..taeng disini ngak byun lohh..kejutn apa ya ?? Yoonhyun ?? Hellsica or helltaeng ?? sexy time taeny ?? lanjut thor..oh ya thor mntk smua pw ff yg diprotect..dm aja di ditwitter @2t3s2y1h..nnti aq follow thor..

    Like

  2. stephy mirip tiffany. uh ini baru pertama kalai aku baca ff ini udh sequel aja
    kalo gt aku mw mulai dari awal boleh kan author?

    Like

  3. mgkn stephy itu Tiffany ya ?
    kl iya knp stephi tidak kenal kl si Yul pernah jd kekasihnya
    Stephi gadis america pantes ja agresif gt
    tumben jg Taeyeon kalah
    byunnya msh ngumpet

    Like

  4. Belum bisa koment, soale agak gk ngerti dg jalan ceritanya,.
    Hubungan antara yulsic, taeny, yulti, taengsic, jeti,.
    Karna aku baru baca, jadi rumit tuk memahaminya.

    Like

  5. Wah soojung alerginya kumat gara” makan apel yg di kasih sooyoung 😱😱😱
    Wihhh biasabya tae tuh yg main nyosor aja, eh ini malah fany yg begitu, hahahahha 😁😁😁
    Sica cemburu gara” yul merhatiin fany mulu 😉

    Like

  6. udah ketinggalan aja nih gw
    wkwk teernyata soojung butuh tae cuman bwt ngusir monster mimpi?kasian noh stephy nya sendirian
    masih belom ada konflik nih
    soojung kyk gadis tudung merah deh,makan apel bisa alergi
    cepet sembuh ya soojung-ie
    taeny klo udh deket pasti yadong deh
    disini malah si stephy yg agresif dr pd tae
    emm wajah nya stephy sama ama tiffany
    ato jgn” itu sbnrnya emg tiffany
    yul malah seneng sica cemburu ama stephy#yul gg pernah di cemburuin ama sica nih
    yah baru aja baca tbc udah nongol aja
    di tunggu kelanjutannya ya jeje
    semangat walaupun busy
    hwaiting!!!

    Like

  7. Soojung sangat lengket sama tae nangis kalo udah ada tae diem, ah tae di sini peran nya gak byun yah bosen kali yeh, cie sica cemburu yah soojung alergi ama apel .

    Like

  8. hahaha…sica baby cemburu banget lihat soebangnya curi” pndang ke stepy….poor soebang..
    but wait..stepy mirp sm.fanyah??
    apa dia 1 orng??
    tp knp gk bisa ngnalin yulsic scr masa lalunya kn pernah jd mantan…apa dia hnya pura”‘lupa or nglami incident??
    gw pnsaran thorr…
    hemm…soojung gk knp” kan…siap” tuh yoong dpt hellsica ..hahah
    next update soon…

    Like

  9. Hai hai Thor J, apa kabar?
    duh telat nih aku komen pdhl udh update lama ^^
    makin harmonis aja nih yah keluarga Yulsic
    Stephy cerita’y jd reinkarnasi dari tiffany
    stephy ternyata cewe yg agresif tp tak disangka” my byun daddy bisa menahan godaan, amazing bgt kn jarang” my dad bisa kya gt haha ^^
    yoong dlm masalah noh soojung jd sakit kn, hati” kena hellsica ya!! wkwkwkwk

    Like

  10. akhirnya taeny ktmu yulti. tp sica sempet cemburu hahahaha
    riwayat yoong diujung tanduk, bikin alergi soojung kambuh… hellsica ON

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s