INDESTRUCTIBLE (3)

Tittle                : INDESTRUCTIBLE

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Sweet, Comedy-Romance, Friendship

 

Mini-Series

——————————————————————–

.

Sorbonne, “Oh my girl”

.

.

Part 3

.

.

“Hai”, sapa Taeyeon dengan senyuman memukaunya.

.

Namun gadis yang disapa seolah tak melihatnya dan jalan begitu saja menuju kelas. “Ya~~~~ Fany-ah”, panggil Taeyeon lagi.

.

Tiffany yang dipanggil pun menghentakkan kakinya karena kesal. “Jangan sok akrab denganku, kejadian semalam bukan berarti kita sudah berteman”, teriaknya pada Taeyeon.

.

Ia pun melangkahkan kakinya lagi, meninggalkan Taeyeon yang kini mempoutkan bibirnya. Tapi detik selanjutnya, mata Taeyeon berbinar saat melihat cara jalan Tiffany yang terlihat sexy karena seragam sekolah yang digunakan gadis itu membentuk lekukan tubuhnya.

.

“Shit!! She’s so damn hot”, Taeyeon meremas tangannya karena menahan hormonnya yang sebentar lagi meledak.

.

“Urrgggh”, Taeyeon segera berlari ke kamar mandi karena keadaan semakin darurat.

.

.

.

.

“Dia pikir dia siapa huh? Cuma gara-gara menyelematkanku sudah besar kepala”, Tiffany mendumel sepanjang perjalanan dan memaki-maki Taeyeon. Gadis itu masih kesal karena kejadian semalam.

.

.

Last night…..

.

.

“Maaf dan terima kasih sudah menolongku”

.

Ucapan Tiffany cukup membuat surprise Taeyeon. Pasalnya sejak di bandara hingga beberapa menit lalu, gadis ini mengabaikan dirinya dan menunjukkan kekesalannya terhadap Taeyeon. Tapi kali ini Tiffany melembut di hadapannya. Tanpa Tiffany sadari, Taeyeon mengulum senyumnya.

.

“Musibah yang membawa berkah”, kekehnya dalam hati.

.

Detik selanjutnya Taeyeon kembali sedih mengingat gitar kesayangannya yang rusak. Tiffany yang melihatnya jadi merasa bersalah. Namun belum sempat ia berucap sesuatu, dua orang gadis menginterupsi mereka.

.

“Taeyeon?” sapa salah satu gadis.

.

“Hara-ya, Gyuri”, balas Taeyeon.

.

Kedua gadis itu ikut menyamakan posisinya dengan Taeyeon. “Apa yang terjadi pada gitarmu?”, tanya Gyuri sedangkan Hara bergelayut manja di pundak Taeyeon dengan meletakkan dagunya di pundak namja itu.

.

“Ah, hanya kecelakaan kecil”, jawab Taeyeon.

.

“Tae, apa kau malam ini free? Ayo kita ke bar lagi dan melakukan sesuatu yang menyenangkan disana”

.

Tanpa mereka sadari, Tiffany yang masih berada disana mendengarnya. Wajah Tiffany memerah karena ucapan tidak tahu malu dari gadis yang sedang bermanja dengan Taeyeon. Tanpa membuang waktu, Tiffany berdiri dan meninggalkan ketiganya dan tidak mempedulikan panggilan Taeyeon.

.

.

.

“Dasar, manusia pervert.. arrrrghhh”, kesal Tiffany. “Aish, kenapa aku harus bertemu dengan makhluk pendek seperti itu dan lagi Yuri bersahabat dengannya. Bagaimana bisa?”, herannya lagi.

.

.

“Oh, fvcking shit”, maki Tiffany begitu ia melihat dua kekasih sedang bercumbu di dalam toilet.

.

Gadis itu tak berniat melanjutkan keinginannya untuk masuk ke dalam. Ia memilih pergi ke taman sekolah dan duduk di salah satu bangku kosong disana.

.

“Boleh aku duduk disini?”, sapa seseorang. Demi apapun, ingin sekali Tiffany memaki siapa saja yang berani mengganggu ketenangannya. Namun wajahnya berubah menjadi biasa begitu melihat siapa yang menyapa.

.

“Terserah kau saja”, balasnya.

.

“YA! Kau bertemu denganku seolah aku makhluk menyebalkan”, protes Yuri terhadap sepupunya ini.

.

“Karena memang kau menyebalkan”

.

“APAAA? Bagaimana bisa?” heran Yuri.

.

“Karena aku harus bertemu namja menyebalkan dan semua itu gara-gara kau. Susah sekali menemukanmu di sekolah ini”

.

Yuri justru tertawa mendengar penjelasan Tiffany. “Kurasa kau terlalu malas untuk membaca buku panduan SA”, jelas Yuri. “Tiffany Hwang, sepupuku yang paling cantik, dengar ya, jika kau ingin mencari seorang Kwon Yuri maka aku akan selalu berada di gedung utama bagian utara”

.

“Kau sangat tidak mengasyikkan”, jawab Tiffany.

.

“Hahahahah. Ngomong-ngomong siapa namja menyebalkan? Taeyeon? Tebak Yuri dan tebakannya benar karena melihat perubahan gesture dari Tiffany.

.

“Aish, jangan membahas manusia pervert itu lagi”

.

“Oh jadi benar kau bertemu Taeyeon LAGI”, ucap Yuri dengan menekankan kata lagi dan Tertawa puas. Pasalnya semalam Taeyeon yang bercerita saat Yuri menemani Jessica menunggu Taeyeon pulang.

.

“Walaupun dia pervert, dia bahkan lebih jenius daripada guru-guru disini Fany-ah. Bukankah tipemu adalah namja yang jenius?” goda Yuri.

.

Seketika pipi Tiffany bersemu merah akibat ejekan dari Yuri. Tiffany berdiri dan menghela nafasnya sejenak. “Okay lupakan, kau benar-benar sepupuku yang menyebalkan”, ucap Tiffany.

.

“Apa dia membuatmu marah hingga kau berkata seperti itu?” Yuri menyelidik.

.

“Tidak, tidak ada”, jawab Tiffany cepat.

.

Yuri menajamkan tatapannya pada Tiffany. “Kau yakin?? Kau terlihat memiliki masalah dengannya? Kau bisa cerita padaku Tiff”

.

“Sudah kubilang tidak ada”, Tiffany menghindari pertanyaan Yuri dan pergi begitu saja meninggalkan Yuri.

.

“Fany-ah”, panggilan Yuri tak dipedulikannya. “aish, kenapa dengannya? Aneh sekali”

.

.

Tiba-tiba….

.

“Yul”, sebuah tangan halus memeluknya dari belakang. Siapa lagi jika bukan Jessica, kekasihnya. Gadis itu sudah mulai frontal setelah beberapa hari sudah menjadi kekasih Kwon Yuri.

.

“Hai”, Yuri mengecup pipi Jessica dan itu membuat gadis itu tersenyum.

.

“Siapa yang kau lihat?”

.

“Ah, dia Tiffany. Baru saja dia disini dan kami terlibat pembicaraan ringan tapi tiba-tiba saja dia marah dan pergi begitu saja”

.

Jessica melepaskan pelukannya pada Yuri dan duduk disebelah namja itu. “Benarkah? hanya mendengar cerita tentangnya saja aku jadi penasaran dengan sepupumu.”

.

“Kau akan segera bertemu dengannya. Aku akan mengenalkanmu jika kau mau”, tawar Yuri.

.

“Baiklah aku setuju”

.

“Sepertinya Oppamu menyukai sepupuku?” celetuk Yuri.

.

“Apa? Darimana kau tahu, seobang?”

.

“Hanya tebakanku saja baby. Tapi kurasa mereka sangat cocok”

.

Jessica menggenggam tangan Yuri. “Kau tahu Oppaku pernah terluka sangat dalam satu kali sebelum ini. Aku tidak mau sepupumu menyakiti Oppaku”

.

“Huum, aku tahu bagaimana hancurnya Taeyeon saat itu. Tapi kurasa Taeyeon butuh seseorang dan aku yakin Tiffany orangnya, hanya saja dia memang gadis yang susah ditaklukkan hatinya”, jelas Yuri.

.

Jessica menyandarkan kepalanya di pundak Yuri. Kedua tangan mereka masih saling menggenggam lembut. “Terima kasih, kau sudah peduli pada Oppaku”, Yuri mengangguk dan mengusap lembut rambut Jessica.

.

“Bukankah kita sudah menjadi keluarga? Itu sudah kewajibanku”, jelas Yuri

.

“APA??” Jessica menegakkan tubuhnya. “M….M…Mmak..maksudmu, kau akan menikahiku?”, ucapnya dengan nada terkejut

.

Yuri tak bisa menahan keinginannya untuk mencubit hidung mancung Jessica. “Memangnya kau tidak mau menikah denganku?”, Pipi Jessica bertambah merah karena ucapan Yuri.

.

“Yul~~ jangan menggodaku”, ucapnya tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya di leher Yuri. Namja tanned itu sangat menikmati tingkah lucu gadisnya ini.

.

.

Keduanya melanjutkan obrolan mereka dengan bercerita apa saja di bangku taman sesekali tertawa bersama. Tapi suasana mereka sedikit terganggu dengan kedatangan Sooyoung. Hahhaha kali ini dia perusak momen Yulsic.

.

“YAA! Kau malah berduaan dengan Yul dan melupakan latihanmu”, teriak Sooyoung begitu sudah berada di depan pasangan itu.

.

“Oh my god, aku lupa”, Jessica menepuk jidatnya begitu menyadari dia harus latihan untuk konsernya lusa. “Seobang maafkan aku, jika manusia tiang ini tidak mengatakannya mungkin kita masih bisa berduaan”, ucapnya dengan nada tak rela. “Aku pergi dulu, bye seobang”, ucapnya lalu mencium bibir Yuri dengan kilat.

.

Sooyoung hanya dibuat cengo dengan sikap sahabatnya itu dan ia menatap Yuri yang hanya mengendikkan bahunya.

.

“Aish” kesalnya dan berlalu meninggalkan Yuri.

.

“Kenapa dia??” bingung Yuri

.

.

.

.

***

.

Namja itu terus mengerucutkan bibirnya melihat tingkah kekasihnya yang masih cuek. “Princess, apa kau masih marah?”

.

“Menurutmu?”

.

“Aish, aku kan cuma bertanya saja. Karena yang kutahu dia sepupunya Yuri hyung.”, bela Yoong.

.

Sejak semalam Yoong masih merana karena Krystal yang mengabaikan dirinya, bahkan ia tidak mendapat jatah sama sekali dari kekasihnya itu.

.

.

Beep….

.

From: Yul hyung

Yoong!! Apa kau tidak latihan basket hari ini?

.

.

To: Yul hyung

Maaf hyung, aku izin ya.

.

.

From: Yul hyung

Ah, pasti karena Krystal. Its okay, yang penting jangan absen di pertandingan besok.

.

.

To: Yul hyung

Okay hyung, tenang saja aku tidak akan absen

.

.

.

Yoong memasukkan kembali ponselnya. Ia baru sadar jika Krystal sudah tidak ada di sekitarnya.

.

“Aish, dia benar-benar marah”, Yoong segera berlari mengejar kekasihnya. –lagi

.

Yoong melihat Krystal berjalan menuju mobilnya. Dengan cepat, Yoong menyusul Krystal. “Mau kemana?”

.

“Pulang”, kesalnya.

.

Yoong mengambil kunci mobil dari tangan Krystal dan membawa gadis itu ke bangku penumpang. Ia pun segera melajukan mobilnya.

.

“Kenapa dia semakin sensitif akhir-akhir ini?” batin Yoong. Sejujurnya selama mereka pacaran, Krystal hanya akan cemburu untuk beberapa jam saja. Tetapi sudah beberapa hari Krystal gampang marah dan Yoong juga tidak yakin alasannya. Jika masalah Tiffany, Yoong yakin bahwa Krystal tidak akan marah terlalu lama karena hal itu.

.

Dari sudut mata Yoong, ia melirik gadis disebelahnya yang sedari tadi hanya memandang keluar jendela. Helaan nafas pelan terdengar darinya. Setiba di apartemen, mereka pun masih diam tanpa kata.

.

Perlu kalian tahu, Krystal dan Yoong tinggal satu apartemen. Walaupun SA memiliki sistem asrama, tapi para anak donatur boleh menentukan pilihan untuk tidak tinggal di asrama. Hal itu terjadi pada Yoonkrys, Yulsic, dan Taeyeon. Sedangkan Tiffany memilih asrama daripada tinggal bersama Yuri, alasannya karena dia ingin mandiri. Bukan hanya Tiffany, Sooyoung juga melakukan hal yang sama.

.

“Princess, jangan diam saja. Lebih baik kau marah dan memakiku jika aku ada salah”, pinta Yoong.

.

“Kau membohongiku”, ucap Krystal tiba-tiba

.

“Mwo?? Membohongi apa? Aku tidak pernah berbohong padamu”

.

“Lalu, ini apa? Kau berusaha lari dari tanggung jawab?” teriaknya pada Yoong dan menyerahakan sebuah map.

.

Yoong membuka map itu dan ia sekarang mengerti kenapa Krystal marah padanya. Ia menyingkirkan map itu lalu mendekatkan jaraknya ke Krystal. “Huft”, Yoong menghela nafas sejenak. “Kau salah paham, princess. Dengarkan aku, itu hanya rekomendasi president SA untuk memintaku ke Chicago dan bersekolah disana setelah lulus dari SA. Disana mereka memiliki tim basket yang hebat, dan beliau merekomendasikan itu karena ia tahu impianku”, jelas Yoong.

.

“Jadi kau menerimanya?”

.

“Aigoo~ dengarkan dulu”, Yoong mengambil tangan Krystal dan menggenggamnya. “Aku belum menerimanya, aku sedang memikirkannya terlebih dahulu. Lagian aku berharap kau mau ikut bersamaku ke Chicago”

.

“Tidak mungkin Yoong, impianku di Paris”, Krystal menundukkan kepalanya begitu menyadari perbedaan yang terjadi diantara mereka. Dalam hati kecilnya, ia merasa menyesal karena marah tanpa mendengar penjelasan Yoong tapi di sisi lain, ia merasa takut Yoong meninggalkannya.

.

Yoong memeluk gadis itu dengan lembut dan mengusap punggungnya. “Iya aku tahu, itulah mengapa aku masih memikirkannya. Di Paris juga masih banyak klub basket yang terbaik, jangan khawatir hmm”

.

“Apa kau yakin? Maksudku, impianmu ada disana Yoong”

.

“Untukmu, seratus persen yakin. Khaa~ jadi kau sensitive karena ini, huh? Aigoo”, Yoong terkekeh lalu membawa gadisnya itu ke dalam pelukan. “Jangan khawatir, aku tidak akan pergi kemana-mana tanpamu”

.

Krystal tersipu malu mendengar ucapan Yoong. Ia sedikit menyikut pelan perut namjanya ini. “Dasar dork”, ucapnya pelan. “but i love you, deer Yoong”

.

“Hahaha yeah, i know”, balas Yoong.

.

Masalah terpecahkan dan ternyata ini hanya salah paham. Yoong belum mau melepaskan pelukan itu. Tiba-tiba Krystal merasakan bibir Yoong mencium lehernya dan ia merasakan sesuatu diantara pahanya. Belum sempat Krystal protes, Yoong sudah mendorong tubuhnya ke atas kasur. Kini posisinya berada di bawah Yoong.

.

Krystal tak dapat protes lagi. Ia sudah kalah jika Yoong sudah menginginkannya dan gadis itu membiarkan Yoong berbuat apapun padanya. Ciuman Yoong di leher semakin agresif dan tangannya sudah selesai membuka seluruh kancing seragam Krystal.

.

“Apa kau meminum pilmu?” tanyanya sesaat sebelum membuka kemeja seragamnya sendiri.

.

“Hmm, wae?”

.

“Baguslah, aku malas memakai pengaman”, ucap Yoong.

.

Krystal justru memukul pundak namja itu. “Just shut up, and do it. Aku harus kembali untuk latihan cheers”

.

“Hahahaha siap laksanakan”

.

.

Dengan begitu, desahan-desahan Krystal mulai terdengar dari kamar miliknya bersama Yoong.

.

.

.

.

***

.

Kalo malam minggu adalah malam yang menyenangkan buat seluruh orang terutama buat yang berpacaran, tapi tidak untuk Tiffany. Yuri menjemputnya ke asrama dan memintanya untuk ikut ke rumah Jessica. Itu artinya Tiffany akan bertemu dengan Taeyeon.

.

“Yul, kenapa kau yang berkencan aku yang ikut juga?”, Tiffany masih protes sepanjang perjalanan.

.

“Aigoo, sudah kubilang ini bukan kencan. Kita hanya akan malam bersama dengan mereka. Lagian aku ingin memperkenalkanmu dengan kekasihku”

.

“Aku sudah tahu kekasihmu siapa, lagian dia populer”, jawab Tiffany cuek seperti biasanya.

.

“Tapi kan kau belum bertemu dengannya secara langsung. Ayoklah, aku jamin kau tak akan menyesal apalagi masakan Taeyeon sangat lezat”, puji Yul.

.

Malam ini Yul dan Jessica memang tidak merencanakan kemanapun karena besok hari pertama konser Jessica dan keduanya hanya berencana untuk makan bersama di rumah kediaman keluarga Kim.

.

“Huft baiklah”, Tiffany sudah menyerah. Ia pun pasrah mengikuti keinginan Yuri kali ini.

.

Sekitar 15 menitan, mereka pun sampai di sebuah perumahan. Tiffany melebarkan matanya dan menatap takjub lingkungan perumahan itu. Deskripsi mewah dan megah sudah tergambar jelas di mata Tiffany. Namun mobil Yuri belum menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti. Kemudian mereka tiba di depan sebuah pagar besar yang tinggi.

.

Yuri membunyikan klakson mobilnya dan tiba-tiba pagar itu terbuka secara otomatis. Pandangan memukau tersaji di mata Tiffany. Belum tampak sebuah rumah, namun yang ada hanya taman luas dan lampu-lampu taman yang berwarna warni menambah keindahan pemandangan di sekitar jalan menuju rumah Taengsic. Butuh waktu sekitar 3 menit untuk mobil Yuri benar-benar tiba di parkiran.

.

“Yul kau tidak salah rumah?”

.

“Aniyo, wae?”

.

“Ah lupakan”, ucapnya dan segera turun dari mobil.

.

Tiffany masih begitu terpukau dengan rumah Taengsic. Ia tahu jika Taengsic bukan dari keluarga biasa sama sepertinya dan Yul tapi bagi Tiffany ini lebih dari luar biasa. Ia tidak menyangka seseorang yang berpakain biasa saja seperti Taeyeon ternyata berasal dari keluarga seperti ini. Well, sepertinya Taeyeon akan mendapat 1 poin dari Tiffany karena hal ini, yaitu chaebol yang tidak menunjukkan identitasnya secara terang-terangan.

.

Yuri mengajak Tiffany masuk ke dalam rumah dan mereka sudah disambut beberapa maid. “Tuan muda sudah berada di pendopo belakang sedangkan nona muda masih di kamar”, jelas maid pada Yuri.

.

Ia pun mengangguk mengerti lalu berjalan ke arah taman belakang dimana ada sebuah pendopo untuk acara makan malam mereka. Tiffany pun hanya mengikuti Yuri disampingnya.

.

“Oh hai Yul, kau sudah datang. Kemarilah”, Taeyeon bersemangat memanggil Yuri. Namja imut itu sedang sibuk memasak. Karena permintaan adiknya, Taeyeon menjadi koki malam ini. “Hai Phany-ah”, sapa Taeyeon dengan senyum charmingnya begitu menyadari kedatangan Tiffany.

.

Yuri membalas sapaannya dan Tiffany hanya tersenyum biasa. “Apa yang bisa kubantu Taeng?”, tanya Yuri yang melihat Taeyeon sibuk dengan kegiatan memasaknya.

.

“Ah, tidak perlu. Kalian duduk saja dan nikmati minumannya. Aku hampir selesai”, tolak Taeyeon. Yuri dan Tiffany akhirnya mencari tempat duduk dan mencoba mencicipi makanan kecil yang sudah tersedia.

.

.

“Youngiiiiiieeee!!!!”

.

Sebuah teriakan terdengar dari sebuah kamar yang jendelanya terbuka. Kamar itu berada di lantai 2, yang letaknya tak terlalu jauh dari pendopo di halaman belakang. Beberapa saat kemudian, sesosok namja kurus dan tinggi berlari ke arah Taeyeon.

.

Hosh…hosh…

.

Namja itu mengatur nafasnya yang masih tersengal akibat berlari.

.

“Ya, kau mengganggunya lagi saat berdandan” Taeyeon menggelengkan kepalanya. Kadang dia tidak habis pikir dengan hubungan adiknya dan Sooyoung. Mereka kadang seperti kakak adik, kadang seperti tom and jerry, kadang seperti hmmm sepasang kekasih.

.

Sooyoung hanya menyengir menanggapi perkataan Taeyeon. Ia memilih menghampiri Yuri “Hai Yul”, sapanya dan berhigh five dengan Yuri. “Oh, hai. Choi Sooyoung”, ucapnya lagi begitu menyadari kehadiran Tiffany.

.

“Tiffany”, jawab Tiffany cuek seperti biasanya. Tapi hal itu tidak menjadi masalah buat Sooyoung namun Yuri hany terkekeh melihat sikap Tiffany.

.

“Apa itu sepupumu? Dia sama menyeramkannya dengan Sica”, bisik Sooyoung pada Yul dan itu mengundang tawa keras dari Yuri.

.

“Lebih baik kau berbicara seperlunya dengan sepupuku itu”, Yuri balik membisikkan sebuah saran.

.

.

Seorang gadis dengan senyuman yang menghiasi wajahnya berjalan menuju pendopo. “Soeobang!!”, panggilnya penuh semangat. Jessica pun menghambur ke dalam pelukan Yuri dan mendaratkan ciuman di bibirnya.

.

“YA! jangan mengumbar kemesraan di depanku” omel Sooyoung namun Jessica menanggapinya dengan sebuah ejekan sedangkan Yuri hanya tertawa.

.

“Baby, kenalkan ini Tiffany, sepupuku”

.

“Oh, hai Tiffany, aku Jessica”, sapanya pada Tiffany. “Senang bertemu denganmu”

.

Tiffany kali ini tersenyum dan tanpa sadar menunjukkan senyum bulan sabitnya. Ia tidak tahu jika Taeyeon melihatnya dan namja itu terpukau. “Aku sudah mendengar cerita tentangmu Jessica. Senang juga bertemu denganmu”, ucapnya ramah.

.

Well, setidaknya Tiffany senang karena ada seseorang yang tidak menyebalkan disekitarnya dan itu Jessica.

.

.

“Tadaa….. Makanan sudah siap”, Taeyeon mengumumkannya.

.

Yuri dan Sooyoung pun membantu Taeyeon meletakkan piring-piring di atas meja. Mereka berlima mulai menyantap makan malam bersama dengan berbagai cerita konyol dari tiga namja yang ada disitu.

.

.

——————————-

Setelah acara makan malam berakhir, Sooyoung harus pergi karena ada urusan sedangkan Jessica ke studio musik miliknya yang ada di rumah ini bersama Yuri. Gadis itu ingin menunjukkan permainan biolanya terlebih dahulu kepada sang kekasih sebelum besok ia memulai konsernya.

.

Bagaimana dengan Taeny??

.

Jawabannya adalah mereka sedang berada di ruang tamu. Awalnya Taeyeon canggung duduk bersama Tiffany di sofa dan gadis itu sibuk dengan hapenya. Akhirnya ia memutuskan duduk di depan.

.

Tiffany menghentikan aksinya memainkan ponselnya. Matanya berpindah mengarah kepada Taeyeon yang menyamping dari arahnya. Ia melihat Taeyeon memejamkan mata ketika memainkan lagu itu.

.

Suara lembut Taeyeon terdengar sejuk bagi Tiffany. Ini berbeda dari suara yang ia dengan kemarin malam saat bertemu Taeyeon di Place de la Concorde. Satu poin bertambah lagi untuk Taeyeon, namja itu selain kapten basket ternyata jago memainkan beberapa alat musik dan bernyanyi dengan indah.

.

.

.
Say good-bye (bye bye), say good-bye

All the world is a stage (world is a stage)
And everyone has their part (has their part)
But how was I to know which way the story’d go
How was I to know you’d break
(You’d break, you’d break, you’d break)
You’d break my heart

I’ve always been in love with you
(I’ve always been in love with you)
Guess you’ve always known
You took my love for granted, why oh why
The show is over, say good-bye

Say good-bye (bye bye), say good-bye
Say good-bye

.

.

———————–

.

“Terima kasih”, ucap Tiffany begitu menerima minuman yang Taeyeon berikan.

.

Taeyeon berhasil membujuknya dan kini mereka sebuah mini garden milik Umma Kim. “Tempat ini bagus sekali”, puji Tiffany.

.

“Ya, ini taman favorit Umma. Beliau sangat menyukai bunga tetapi jarang dikunjungi saat Umma tidak di rumah karena aku dan Sooyeon tidak terlalu menyukai bunga”

.

“Itu terdengar aneh saat kau dan adikmu tak menyukai bunga, padahal mereka sangat indah”, balas Tiffany

.

“Kuakui bunga itu sangat indah begitu pula menurut Sooyeon tapi kami lebih menyukai musik jadi kami lebih terbiasa berada di studio musik ketimbang berkunjung ke mini garden milik Umma”, jelasnya pada Tiffany.

.

“Ngomong-ngomong soal musik, mengapa kau mengambil jurusan bisnis? Bukankah seharusnya kau mengambil jurusan musik sama seperti Jessica?”

.

Taeyeon tersenyum mendengar pertanyaan Tiffany lalu ia membalas “Bagaimana denganmu? Bukankah di Amerika kau mengambil fashion? Kenapa di SA berubah ke musik?” tanya Taeyeon balik.

.

Tiffany terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Taeyeon.

.

“Aku memilih bisnis karena akulah yang diharapkan Appa untuk meneruskan perusahaan keluarga. Aku pikir, cukup Sooyeon dapat meraih impiannya menjadi pemain biola terbaik, aku sudah ikut merasakan impianku tercapai bersamanya. Musik kini hanya menjadi sekedar hobiku saja”

.

Oke, 1 poin lagi bertambah untuk Taeyeon di mata Tiffany. Namja disebelahnya ini begitu bertanggung jawab dan menyanyangi adiknya.

.

“Lalu bagaimana denganmu yang memilih jurusan musik? Apa kau ingin berbagi cerita denganku?”, tanya Taeyeon dan itu membuat Tiffany lagi-lagi diam dengan pertanyaan itu.

.

Melihat perubahan itu Taeyeon buru-buru membuka suaranya “Hey, its okay kau tidak perlu bercerita padaku”, Taeyeon berusaha menghibur Tiffany dan gadis itu menunjukkan wajah penyesalannya. Mungkin untuk saat itu, siapapun tidak perlu tahu alasannya.

.

.

“Hmmm, apa kau ingin aku merangkaikan bunga untukmu? Mungkin kau ingin membawanya ke asrama”, Taeyeon mencari topik lain agar Tiffany tidak terlihat sedih.

.

“Maksudku, hmmm bunga-bunga Umma boleh dipetik dan aku akan mengambilkannya untukmu. Jika kau mau”, lanjutnya lagi agar Tiffany tidak salah paham. Kali ini Taeyeon menggaruk kepalanya untuk menutupi kegugupannya.

.

Entah keajaiban darimana, Tiffany tertawa kecil melihat sikap lucu dari Taeyeon. Namja imut itu seperti seorang anak kecil yang takut dimarahi ibunya. Tanpa sadar, Tiffany menunjukkan eyes smile yang begitu mempesona di hadapan Taeyeon.

.

.

.

“Oh my girl” batin Taeyeon. “So beautiful”, satu kalimat dari bibir Taeyeon terucap begitu saja tanpa ia sadari.

.

.

.

.

.

.

.

“Apa???”

.

.

.

.

.

.

TBC

————————————

Hai Hai

Gue update lagi, sebagai ganti rugi karena kesibukan gue sebelumnya.

Okay deh, sampe ketemu di RAIN.

.

.

Annyeong!!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

177 thoughts on “INDESTRUCTIBLE (3)

  1. Widihh MANTAP! itu YoonKrys udh “main” yg begituan aja nih hahaha lbh cepat dr pd yg lain yak xD
    soosica tiap ketemu bkin ngakak mulu lah. btw, si syoo disini msh ngejomblo aja nih thor hahaha lol

    Like

  2. Wah yoonkrys :0 sekarang gue tau bagaimana mesranya mereka, kekkkkeee 😀
    Yulsic mulai berani menunjukkan kemesraannya, sooyoung kaya cemburu gitu tuh..
    TaeNy ada perkembangan ^^

    Like

  3. wahhhhhhh yoonkrys aku pling sk couple yg ini
    yoongkrys sooooooo hoooottt!!
    tpi moment yoonkrys dikit skali d tambah ke thorrr (hiks hiks c ???)
    tae gk prnh jauh dr sifat byuuuunnx

    Like

  4. Kyaaaaaaaaaaaa YoonKrys,, hahahahah
    Eyyyyy panni lama lama meleleeehhhh ckckckc
    Sica Jjaaaaaaang buat tae jdi butler ngahahahahahahah,, YulSic deeuuuhhhhh

    Like

  5. Okokok….gw adem ayem bacanya….
    Serius …taeny moments sweet diabetes….
    Aih…gw kesemsem…hahahaha…
    Yulsic??no komen…
    haihaihai..thor…rajin” updet indestructible yah…hahahahha…

    Like

  6. Woohoo perlahan” taeyeon dapet poin nih dr fany
    ayo tae kumpulkan poin sebanyak mungkin dan dapatkan hadiahnya
    wkwk
    fany aja terkejut liat rumah taengsic, apalagi gue
    yulsic nih mentang” udh official makin terang”an cipok sana cipok sini sama kyk yoonkrys ntar lama”
    sepertinya ada yg terpesona nih
    di tunggu lanjutannya ya thor
    hwaiting

    Like

  7. Woohoo perlahan” taeyeon dapet poin nih dr fany
    ayo tae kumpulkan poin sebanyak mungkin dan dapatkan hadiahnya
    wkwk
    fany aja terkejut liat rumah taengsic, apalagi gue
    yulsic nih mentang” udh official makin terang”an cipok sana cipok sini sama kyk yoonkrys ntar lama”
    sepertinya ada yg terpesona nih
    di tunggu lanjutannya ya thor
    hwaiting
    annyeong

    Like

  8. wow.. yg pling muda ya yg pling hot.. haha c yoonkrys..
    thx moment yoonkrys ny thor wlw pn bkn di the heirs.. tp dikit amat.. hehe..
    ttp smngat

    Like

  9. Hahaa mantap lah yoonkrys udh hard mainannya pke pil2 segala wkakakakkakakaa
    Ahaaayy yulsic gw mkin mnis aj n mom gw mkin mnja ke dad gw suka hw suka..
    Cie kyaknya fany ad greget tuh ke tae.
    smpe ketemu di rain j haaha

    Like

  10. kesensitivan krystal prlu di curigai jgn2 krys lgi tekdung tralala tiap hari buat ank aja krja ny walaupn d bungkus pisang ny…
    youngie tuh cdangan ny sica klau gk ada yul…
    cie point taeng makin meningkat tajam

    Like

  11. Taeny bikin diabetes ue kambuh lucu beudh sihh dua unyil iniiii >//< wadaww yoonKrys maenannya ranjang cem yulsic ajeu kkkkk… #byuntae

    Like

  12. aduh yoonkris masih kecil udara gitu hahaha
    wow taetae bener-bener sosok pria idaman, lama2 ppany pastinya akan terpesona nih hihihi
    datengin sunny dong buat soo, kasian dia cemburu ke yulsic hahaha

    Like

  13. Ahhh daebak itu yoonkrys dkirain masih poloss hahaha ini yulsic kan tapi aku sukanya soosic hahaha suka aja hubungan mereka dan kayanya soo itu cemburu gak sihh waktu jess nyium yul hahaha udah lahh yaa dlanjut lahh kak fighting

    Like

  14. Yoonkrys gila ngalahin yulsic tuh mesumnya wkwkwkwk…..byuntae juga masa liat fany jalan bawaanya horny trus lari ke wc hahaha….

    Like

  15. Omo,, yulsic so sweet banget. Semoga gak terjadi apa2 sama yulsic, takutnya merusak persahabatan mereka. Apa lagi taeng sayang banget sama sica.
    Yoonkrys bikin ngiri aja. So sweet..
    Hahaha,, taeng keceplosan bilang fany cantik. Semoga cepat nyusul yulsic sama yoonkrys.
    Ok thor, semangat nulis dan berkaryanya…

    Like

  16. Awal part nyaa awww yulsic pas ditaman tu pengen meluk deh kiyut ahh mreka berdua.. akhir part dikasih taeny yangg emm absurd tapi ngegemesinn lol.. oke gw baca next part dulu ya Je

    Like

  17. Idih ko yoong di sini byun ya thor jadi agak g mana gtu wkwkwk, itu soo emang gak punya pcr yah thor ? Ciee ciee taeny tae kasih bunga sama fany , tae benar benar jatuh cinta sama fany tapi sayang fany cuek . Ah yulsic ngumbar ke mesraan ..

    Like

  18. Nah lo kenapa lagi tu Fany, kenapa marah dan sebel lagi ama taeyeon, apa karna dua gadis itu yg menyapa taeyeon dan hara yg bermanja ama taeyeon Fany jadi cemburu?. Trus taeyeon ngapain ya ke toilet setelah ngeliat butt seksi tiffany?😏. Yonkrys sexitime. Jadi yonkrys udah tinggal bersama. Soyoung sering ngejailin sica, dilihat dri chap pertama hubungan soosica kaya nya dekat banget. Apa tiffany menerima atau menolak bunga dari taeng ya ?.

    Like

  19. satu persatu nilai trs b’tmbh utk tae dimata fany. n itu bikin fany pgn trs th ttg tae. sumph konyol bgt soosica tp itu yg bikin awet mrk n tulus.
    Yul gntle bgt am sica bhkn udh mw nikahin sica…
    Yoonkrys sesuatu bgt…..

    Like

  20. Cie..yulsic moments y cute 😘
    Waa,ada dinner di rumah kim,omo itu tiffany diam” terpukau dgn taeyeon&menilai taeyeon dr sudut pandangan y,heum Je,tiffany mulai tertarik kan sm taeyeon 😃

    Cute nya taeny..

    Like

  21. huwaaa taeny ada kemajuan kkk udah gak sabar pengen liat mereka kisseu Lol
    wow yongkrystal udah ke tahap yang lebih ekstrim wkwkwkwk

    Like

  22. Buseeet itu udah main begituan sj yoonkrys ? 😲 itu kalo sica jd unnienya bisa mati si yoong hahaha
    Ciee yang udah mulai pdkt sama panul hahaha pepet terus taeng sampe nempel haha
    Hmm btw ada masalalu apa sama tae ? Dia pernah disakitin ? Peelu di selikidi nih hahaha

    Like

  23. omg , gue suka banget kata2 ini untuk Sooyoung : Mereka kadang seperti kakak adik, kadang seperti tom and jerry, kadang seperti hmmm sepasang kekasih . yulsic tambah romantis aja . dimata Tiffany , poin nya taeng terus bertambah 1 point , lama2 jdi banyak tuh pointnya , trus untuk nebus tuh point , Taeny jadian . . *itusih maunya gue* wkwkwkwkw

    Like

  24. yoonkrys marahan krn salah paham, duh gmn klu ldr-an. pasti sedih bgt tuh
    yaaakk kasian soo ga punya pasangan, emang sunny dikemanain je hehehe
    yulsic hm adem ayem
    taeny udh saling membuka diri kecuali alasan fanny yg ngambil jurusan musik

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s