THE HEIRS (11)

Tittle                 : THE HEIRS

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Im YoonA

Choi Sooyoung

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Son Yejin

Girls Generation Member and Others

Genre               : Gender Bender, BitterSweet, Drama, Romance

Series

—————————————————————————-

PART 11

.

.

Note: Yeay!! DOUBLE UPDATE…….. MTM dan THE HEIRS. Well, gue kangen sama readers2 gue.. HAI SEMUANYA ^^ Maaf ya, seminggu ini gue sibuk persiapan debat jadi gak sempat update. Ingat!! Jalan The Heirs masih panjang hahaha, Semoga update-an ini membuat kalian senang ^^ Selamat membaca

.

.

.

“Eunji-ah”

.

“Wae?”

.

“Aniyo”

.

Awwwww

.

“YA!! Kenapa memukulku?”, protes Yuri

.

“Salah sendiri, kau sangat aneh hari ini. Ada apa?”, tanya Eunji.

.

“Ah, hanya perasaanmu saja” elak Yuri.

.

Ia pun langsung duduk di bangku panjang yang berada di taman. Mereka baru saja pulang sekolah bersama karena sekolah Yuri dan Eunji berdekatan jaraknya. Sebelum pulang, biasanya mereka akan mampir ke taman itu.

.

Keduanya diam menikmati udara segar yang ada di taman. Sesekali Yuri melirik ke arah Eunji yang sedang tersenyum seraya memejamkan mata.

.

“Kau selalu cantik dimataku, Eunji-ah”, batin Yuri. “Tapi apa mungkin jika kau memiliki perasaan yang sama denganku?” lanjutnya dalam hati.

.

Yuri menghela nafas mengingat hal itu. Ia sangat takut perasaan sukanya pada Eunji justru menghancurkan persahabatan mereka.

.

“Yul”, suara Eunji mengagetkannya.

.

Eoh.. Wae?”

.

Eunji tiba-tiba memegang dadanya, ia merasakan sesak dan sulit bernapas. Yuri kaget dengan ekspresi Eunji. “Eunji-ah, kau kenapa?”

.

“I….i….ini sa…sa..sakit seka…sekali Yul”

.

Yuri panik seketika, ia segera berteriak meminta bantuan pada orang-orang disekitar taman. Beberapa orang mulai berdatangan mendekat ke arah keduanya. Dan detik itu juga, Eunji segera dibawa ke Rumah Sakit.

.

.

Yuri kecil menangis sesenggukan di depan ruang emergency. Beberapa derap langkah terdengar mendekat dan ternyata itu adalah orangtua Eunji yang datang bersama orangtua Sooyoung, Mrs. Kwon, dan Jessica.

.

Mrs. Kwon yang melihat anaknya menangis langsung menghampirinya dan memeluk anak semata wayangnya itu. Sedangkan orangtua Eunji bertanya kepada dua orang pria dewasa yang membawa Eunji ke Rumah Sakit ini.

.

“Apa yang terjadi dengan anak saya, tuan?”, tanya Ayah Eunji dengan sopan.

.

“Kami menemukannya di taman sedang memegang dadanya dan mengeluh kesakitan. Tadi dokter sempat mengatakan bahwa jantung putri anda melemah”, jelas pria itu.

.

Ibu Eunji mulai menangis dan suaminya berusaha menenangkannya. Jessica kecil yang juga berada tampak sedikit bingun dengan situasi saat ini. Ia pun menarik ujung baju Appa Choi. “Appa, kenapa kita kesini dan Yul menangis? dimana unni?”

.

“Unni sedang berada di ruangan itu, dia sedang diperiksa dokter, hmm”, ucap Appa Choi.

.

“Apa unni sakit?”, tanyanya polos.

.

Appa Choi sedikit terhenyak mendengar pertanyaan Jessica. Dia masih belum mengerti tentang hal ini. Appa Choi mengangguk “Eunji unni pasti akan sembuh”, ucapnya pada Jessica kecil.

.

.

.

.

Yuri menutupi wajahnya dengan kedua tangan, deru nafasnya terdengar cepat dan tersengal. Tiba-tiba bayangan itu muncul lagi dalam benaknya. “Eunji-ah”, lirih Yuri. Matanya tertuju pada sebuah frame kecil yang selalu ia bawa kemanapun. Foto dirinya bersama Eunji, Jessica, dan Sooyoung.

.

.

Eunji masih harus mendapatkan perawatan intensif dari pihak Rumah Sakit. Selama ini, gadis itu memang memiliki lemah jantung dan ini puncak keparahannya. Orangtua Eunji tak henti-hentinya berdoa untuk sang anak, begitu pula dengan Mrs. Kwon dan Appa Choi yang datang menemani mereka.

.

Dokter keluar dari ruangan dengan wajah lelah. “Kami belum mendapatkan donor jantung untuk Eunji. Ia sudah berada dalam masa krisis dan kemungkinan untuk bertahan hanya sedikit”, jelas sang dokter.

.

“Apa tidak ada cara lain? Lakukan sesuatu!! Saya akan membayar berapapun yang anda minta”, teriak Ibu Eunji.

.

“Natasha, tenanglah”, Ayah Eunji ikut bersuara.

.


“Kami minta maaf tuan Ryan, nyonya Natasha, jantung Eunji semakin lemah. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Kini kita bergantung pada pertolongan Tuhan”

.

Penjelasan dokter membuat Natasha tak mampu menopang tubuhnya sendiri. Tangisan wanita paruh baya itu terdengar di lorong rumah sakit. Mendengar ibunya menangis, Jessica kecil ikut menangis. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada kakaknya tapi hati kecilnya mengatakan semua tidak baik-baik saja.

.

.

.

.

Yuri meneguk minumannya dan mengendurkan dasi yang ia kenakan. Dadanya ikut merasakan nyeri ketika mengingat hari kelam itu, peristiwa yang sudah terjadi 10 tahun lebih tapi Yuri masih mengingatnya dengan jelas.

.

“What should i do?”, gumamnya..

.

.

.

“Ingat Yul, J&K Group adalah jalanmu menggenggam dunia. Bertunangan dengan Jessica akan membuatmu mudah untuk menatap kesuksesan”, ucap Mr. Kwon

.

“Sica sahabatku, Appa. Mana mungkin aku bertunangan dengannya”, marah Yuri. Ia tidak mengerti jalan pikiran Ayahnya.

.

“Ritz tidak boleh kalah dari siapapun. Ingat Yul, Appa menggenggam dunia dengan cara yang tidak mudah dan Appa akan memberikan semua ini padamu. Belajarlah untuk menjadi Raja dari semua Raja. Ingat itu!!”

.

.

.

 Yuri menatap cincin pertunangannya dengan Jessica. Perasaannya diliputi kecemasan, bagaimana jika Jessica tahu apa yang sedang Yuri rencanakan? Bagaiman jika kali ini dia akan benar-benar kehilangan Jessica dan Sooyoung sebagai sahabatnya?

.

Ia mengusap kasar wajahnya. Kelelahan tampak terlihat dari wajahnya. Yuri mencoba menghirup nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia ingin merilekskan hati dan pikirannya.

.

Tiba-tiba salah satu karyawan masuk dan memberikan beberapa berkas. Yuri melihat berkas-berkas yang baru saja diterimanya. Ia menghela nafasnya saat melihat laporan yang diberikan salah satu karyawannya.

.

“Arrrrggghh!!!!”, Yul melempar berkas-berkas itu hingga berserakan begitu tidak ada orang di ruangannya.

.

.

“Ada apa Yul?”, sesosok pria masuk ke dalam ruangannya.

.

“Apa saja kerja karyawanmu, hah!! Kau lihat, saham RITZ turun 1 persen dan yang menguasai pasar di Jepang adalah anak perusahan dari REUS. Siapa mereka?”, marah Yuri pada salah satu manager kepercayaan disini.

.

Orang itu segera memungut berkas-berkas yang berantakan dan menyusunnya kembali. “Aku minta maaf Yul. Untuk itulah, bukankah tuan Kwon memintamu memimpin rapat saham selama sebulan ini?”, jelas orang itu.

.

“Khaa~~ pergilah. Aku ingin sendiri, tunda rapat selama 30 menit”, perintah Yuri.

.

Ia kembali menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran. Yuri segera membuka laptopnya dan mencari semua data tentang Echo Group, anak perusahan REUS yang menjadi saingan RITZ di Jepang. Yuri melebarkan matanya begitu ia melihat daftar perusahaan milik Seohyun dan Yoong ada di jajaran atas sebagai partner utama REUS.

.

“Shit!!!”, Yuri kesal dan marah dengan apa yang baru saja dilihatnya.

.

“Kenapa aku terburu-buru mengambil keputusan? Arggghh!!! Kenapa kau ceroboh, Yul?”, ucapnya pada diri sendiri.

.

“Jaga Sooyeon untukku Yul, dia sangat berharga bagiku”

.

Ucapan Eunji kala itu terngiang kembali. Yuri menatap sendu pada frame itu. Ia mengambilnya dan menatapnya sejenak lalu meletakkan kembali di atas meja kerjanya. Kali ini ia menutup frame itu terbaring, agar fotonya tidak terlihat sama sekali.

.

.

“Mianhe Eunji-ah, tapi impianku menggenggam dunia”

.

.

Yuri mengambil jasnya dan keluar dari ruangan untuk menuju ruang meeting, tempat dimana semua pemegang saham sudah berkumpul untuk rapat.

.

.

.

***

.

Seoul, Korea Selatan…

.

.

Yoong tersenyum puas di kursi kebesaran Taeyeon sambil bermain game. Sudah 30 menit ia menunggu kedatangan Taeyeon yang tak kunjung datang.

.

Ceklek…

.

Pintu ruangan terbuka dan tampaklah sosok Taeyeon berjalan masuk ke dalam.

.

“Aish, Hyung. Kemana saja kau? Aku ingin memberikanmu kabar gembira”, ucap Yoong sedikit kesal. Karena sedari tadi ia sudah berapi-api ingin menceritakan sesuatu pada Taeyeon.

.

“Wae? Aku harus bertemu Jessica untuk mengunjungi proyek baru kami”

.

“Who’s Jessica?”, herannya. Ini pertama kali ia mendengar Taeyeon menyebut nama itu.

.

“Dia partner baruku di proyek yang berada di Jeolla-do”

.

Yoong membulatkan mulutnya membentuk huruf O. “Jadi, apa yang ingin kau katakan?”, tanya Taeyeon.

.

Yoong menyengir dan mengambil tabletnya. “Perusahaan Hyuni sudah terlibat kerjasama dengan RITZ. Kau tahu maksudku kan Hyung?”

.

“Really? Jadi mereka sudah bekerja sama. Bagaimana jika Yuri menyadari posisi perusahaanmu?”

.

“Yeah, kurasa dia sudah mengetahuinya”, jawab Yoong cuek. “Wait..”, tiba-tiba Yoong teringat sesuatu.

.

“Jessica?? Maksudmu Jessica Jung?? J&K Group? Tunangan Kwon Yuri???” Kagetnya menyadari sesuatu.

.

Taeyeon terkekeh melihat reaksi Yoong. “Mukamu sangat lucu jika seperti itu Yoong”, ejek Taeyeon.

.

“Yah!! Hyung, aku serius. Kenapa kau bekerja sama dengan J&K?”, tanyanya penasaran.

.

“Kau tidak akan paham Yoong. Sudahlah, ini urusanku. Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang jika Yuri tahu posisi perusahaanmu dan bagaimana proyek barumu itu bersama Hwang Group?”

.

Yoong mengendikkan bahu. “Kurasa Yuri akan menyesal karena menjadi donatur di perusahaan Hyuni dan proyekku”,

.

Taeyeon menggelengkan kepalanya mendengar jawaban cuek Yoong. “Berhati-hatilah Yoong, jangan sampe kau yang terjatuh. Aku menugaskanmu hanya untuk mencari tahu posisi RITZ bukan untuk bermusuhan dengan mereka”

.

“Tenang saja Hyung, aku akan berhati-hati”

.

Taeyeon mengangguk. Ia pun menatap jam tangannya dan segera mengambil beberapa berkas untuk dia bawa ke Jeolla-do.

.

“Hyung”, panggil Yoong saat melihat Taeyeon sibuk menyusun berkas.

.

“Hmmm”, jawab Taeyeon dengan deheman.

.

“Aku tetap melanjutkan rencanaku”, ucapan Yoong membuat Taeyeon menghentikan kegiatannya lalu menatap namja yang merupakan sahabat adiknya ini.

.

“Kau yakin?”, tanya Taeyeon. “Yoong, balas dendammu tidak akan membuat semuanya kembali seperti semula. Kau tahu hal itu kan?” ucap Taeyeon lagi.

.

Yoong menghembuskan nafasnya kasar. “Tapi aku harus memberinya pelajaran bagaimana menghargai kerja keras seseorang, bukan menghancurkannya. Kau harus mendukungku Hyung” Yoong berkata dengan nada memohon.

.

Taeyeon menyelesaikan terlebih dahulu berkasnya lalu ia duduk di sofa begitu pula Yoong yang menyusulnya duduk disana. Mereka kini berhadapan.

.

“Aku tidak pernah setuju dengan balas dendammu Yoong. Kau sadar? Kau kehilangan Krystal karena ini, apa kau benar-benar ingin kehilangan Krystal dan tak memiliki kesempatan untuk kembali bersama dengannya? Dia ada di Korea saat ini”

.

“WHATTT?? SHE’S HERE. For what?” Yoong terkejut dengan pemberitahuan dari Taeyeon.

.

“Dia salah satu partner Jessica dan sekarang aku dan Krystal menjadi pemegang saham di CS Group. Krystal yang memegang kendali perusahaan itu mulai sekarang”, jelas Taeyeon.

.

Yoong terdiam dan belum menanggapi ucapan Taeyeon. Pikirannya masih mencerna apa yang baru saja ia dengar.

.

“Dengarkan aku Yoong. Aku membantumu hanya untuk membuatnya jera bukan untuk menghancurkannya sama seperti yang dia lakukan pada perusahaan kakekmu dulu. Jika kau melakukan itu, lantas apa bedanya kau dan dia? Pikirkan ini baik-baik”, Taeyeon berdiri dan merapikan jasnya.

.

“Hubungi aku lagi jika kau sudah memikirkan semua ini. Ingat Yoong, jangan sampai kau menyesal. Aku pergi dulu, hmmm”

.

Taeyeon pergi dan meninggalkan Yoong yang masih berada di ruangannya. Namja itu menghembuskan nafasnya kasar lalu meneguk minumannya hingga habis.

.

.

.

———————————

.

Jessica baru saja selesai berdandan untuk pergi ke Jeolla-do hari ini bersama partner barunya. Ia keluar kamar dan berjalan menuju kamar Sooyoung. Gadis itu membuka pintu kamar Sooyoung perlahan dan mengintipnya ke dalam.

.

Ia tersenyum begitu melihat Sooyoung sedang berusaha memakai dasi. Jessica pun masuk dan langsung membantu namja itu memakai dasinya. “Ish, aku jadi kasihan sama Tiffany yang punya kekasih tapi tidak bisa memakai dasi”, omelnya sambil memakaikan dasi pada Sooyoung.

.

“Yaa~~~  ” Sooyoung mengerucutkan bibirnya mendengar komentar Jessica. Gadis itu tertawa puas karena mengejek Sooyoung.

.

“Selesai”, ucap Jessica dengan riang. Keduanya saling tatap dan tersenyum.

.

“Youngie”

.

“Hmmm”

.

Jessica langsung menghambur ke pelukan Sooyoung “Aku pasti merindukanmu” ucap Jessica dengan nada sedih. Sooyoung tahu kemana arah pembicaraan ini. Ia membalas pelukan Jessica dan meletakkan dagunya diatas puncak kepala Jessica.

.

“Kau masih bisa bertemu denganku, Sica-ah. Jangan khawatir, Baro akan membantumu untuk bertemu denganku”,

.

Jessica melonggarkan pelukan mereka dan mendongakkan kepalanya menatap Sooyoung. “Apa kau baik-baik saja dengan melepaskan mahkotamu?”

.

Sooyoung tersenyum menanggapinya. “Ini hanya untuk sementara. Bukankah CS Group akan dipimpin Krystal? Aku percaya padanya karena kau yang merekomendasikannya. Aku akan tetap mengawasi perusahan dari jauh karena perusahaan ini impian terbesarku”

.

“Oppa harus merebut mahkota Oppa lagi setelah semua ini terselesaikan. Arra!!”

.

Ancaman Jessica membuat Sooyoung tertawa kecil. Ia mencubit kedua pipi Jessica dan membuat gadis itu tersenyum “Iya my little girl”

.

Aawwwwww

.

Sooyoung menjerit kesakitan karena Jessica menginjak kakinya. “Aku sudah besar Youngi”, kesalnya sambil mempoutkan bibir dan menghentakkan kakinya ke lantai.

.

“Iya iya iya”

.

.

.

~~~~

.

“Nanti pulang jam berapa?” tanya Sooyoung.

.

“Belum tahu Youngi. Kita bertemu di rumah saja” Jessica melepaskan seatbeltnya dan keluar dari mobil Sooyoung.

.

Sooyoung pun ikut keluar dari mobil dan menemani Jessica berjalan ke lobi J&K Group. Tak berapa lama, mobil Taeyeon juga tiba dan ia mendekati Sooyoung dan Jessica. Ketiganya saling menyapa.

.

“Apa kita bisa pergi sekarang?”, tanya Taeyeon.

.

“Huum”, Jessica membalasnya. “Youngi, kami pergi dulu”, pamitnya pada Sooyoung.

.

“Ne, berhati-hatilah kalian”

.

Ketiganya kini sudah berada di depan gedung dan berpisah.

.

.

Selama perjalanan, Jessica sibuk membaca laporan proyek sedang Taeyeon sibuk mendendangkan sebuah lagu dengan pelan. “Jessica”, panggil Taeyeon untuk memecahkan kebosanan.

.

“Ya??”

.

“Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?”, izinnya.

.

“Tentang apa?”

.

Taeyeon tetap fokus pada jalanan dan berpikir sejenak untuk menyusun kalimat yang ingin ia ucapkan “Kenapa kau menangis setiap aku menatapmu? Apa ada yang salah dengan mataku?”, tanyanya dengan pelan namun Jessica masih bisa mendengar.

.

Gadis itu sedikit terhenyak karena pertanyaan yang diajukan untuknya. Jessica memasukkan berkasnya kembali ke dalam map. Taeyeon melirik gadis itu dari sudut matanya, Jessica menatap ke depan tanpa berniat menoleh ke arah Taeyeon.

.

“Entahlah, matamu mengingatkanku pada seseorang”

.

“Siapa?”
.

“My sister”

.

Taeyeon langsung menepikan mobilnya begitu mendengar satu fakta dari Jessica. “Apa? Bukankah kau putri tunggal keluarga Jung?”

.

“Mommy membungkam media untuk tidak memberitahukan pada siapapun tentang kakakku”, Taeyeon menangkap nada kesedihan sekaligus amarah dari suara Jessica.

.

“Hmmm dimana dia sekarang?”

.

Jessica menoleh ke arah Taeyeon. Matanya sedikit memerah. “She’s gone forever”,

.

Lagi-lagi Taeyeon terkejut. “Maaf, Sica. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih”, ucap Taeyeon.

.

“Its okay” jawabnya datar. “Sica?”, heran gadis itu saat menyadari sesuatu.

.

Taeyeon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Namamu terlalu panjang untuk ku eja, jadi sepertinya lebih baik memanggilmu Sica. Is it okay?”

.

Jessica meledakkan tawanya, ini pertama kali dia melihat Taeyeon yang tidak menyebalkan justru terlihat lucu karena namja itu keliatan canggung. “Whatever, aku tidak mempermasalahkan itu”, jawabnya cuek.

.

“Apa aku boleh tahu nama kakakmu?”, tanya Taeyeon hati-hati.

.

“Eunji, Jung Eunji”

.

“Berarti bukan dia. Lalu apa hubungan sang pendonor mataku dengan Ryan Jung? Khaa~~ benar kata Jongsuk, aku harus menanyakan langsung pada tuan Ryan” pikir Taeyeon.

.

“Aku turut berduka Sica, rasanya kehilangan itu terkadang menyakitkan”

.

“Tidak! aku membencinya” suara Jessica berubah menjadi dingin saat mengingat Eunji, kakaknya.

.

Taeyeon tak bisa lagi melanjutkan kata-katanya. Ia memilih mengakhiri keingintahuannya tentang keluarga Jung. Taeyeon kembali melajukan mobilnya menuju Jeolla-do. Sesampai disana, mereka benar-benar terlihat professional. Bahkan Jessica seolah-olah melupakan pembicaraan mereka di mobil tadi.

.

Taeyeon yang melihat kinerja Jessica yang begitu serius, hanya mampu memandangi partnernya itu. “Apa kau begitu mengalami kesedihan yang luar biasa, Sooyeon-ah? Hingga aku tak melihat sinar matamu yang bersinar seperti saat pertama kali aku melihatmu”

.

.

.

.

***

.

Seorang yeoja sedang berbaring di kasurnya dan menatap langit-langit kamar. Hatinya sedang bahagia walaupun di sisi lain ada kesedihan didalam hatinya. “Umma, maafkan aku. Aku menjadi anak yang buruk untuk Daddy tapi aku tidak ingin berpisah dari Youngi”, ucapnya pelan.

.

Tiffany menolehkan kepalanya ke arah samping kanan dan melihat figura dirinya bersama kedua orangtuanya. Ia lalu bangun dan menegakkan tubuhnya. Mata Tiffany melihat ke sekeliling kamar. Dia pasti akan merindukan kamar favoritnya ini. Tiffany akhirnya memilih kebahagiaannya bersama Sooyoung dan melepaskan mahkotanya, sama seperti yang Sooyoung lakukan. Dia siap menghadapi dunia di luar sana bersama Sooyoung.

.

“Sudah selesai senyum-senyumnya”, suara namja menyadarkannya. Karena sibuk dengan dunianya, Tiffany tidak sadar jika sedari tadi Yoong berdiri dengan menyandarkan tubuhnya diambang pintu.

.

Yoong berjalan masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar. Ia memilih duduk di sofa yang tak jauh dari tempat tidur. “How do you feel, nona Hwang?”

.

“Aish, jangan memanggilku seperti itu”, kesal Tiffany.

.

“Wae?? Kau merasa berhutang budi padaku, huh?” goda Yoong.

.

“Aish terserah kau sajalah”, ucapnya malas. Sejujurnya Tiffany sangat berterima kasih pada Yoong karena namja di depannya ini sudah bersedia membantunya dan Sooyoung.

.

“Ngomong-ngomong, aku kesini karena ingin menanyakan sesuatu padamu”

.

Tiffany memincingkan matanya. Nada Yoong terdengar serius. “Ada apa?”

.

“Apa Hwang Group memiliki hubungan investasi dengan RITZ?”

.

“Setahuku hanya 18 persen saham kami ada di RITZ. Kenapa kau bertanya hal ini?”

.

“Aku hanya penasaran, karena yang kudengar kau mengenal Kwon Yuri”

.

Tiffany menganggukkan kepalanya. “Ya aku mengenal dia karena dia tunangan Jessica, sahabatku dan Jessica adalah sahabat Sooyoung”, Tiffany menjelaskannya kepada Yoong.

.

“Woow, dunia sempit sekali”, suara Yoong terdengar surprise dengan fakta yang baru dia dapat.

.

“Ya, mungkin seperti itu”, jawab Tiffany yang masih tidak mengerti tujuan Yoong.

.

Tak lama kemudian, Yoong berdiri. “Aku harus pergi sekarang, ada yang harus kukerjakan di panti asuhan”

.

Tiffany pun ikut berdiri. “Maaf Yoong, aku tidak akan ke panti asuhan lagi. Semoga proyekmu terus berjalan sukses” Yoong mengangguk mengerti. Lusa adalah hari pertunangan mereka namun Yoong tahu bahwa pertunangan itu tidak akan terjadi.

.

“Kau benar-benar terlihat manis jika bersikap baik seperti ini”, wajah Tifany tiba-tiba memerah karena pujian namja kurus ini.

.

“YAHH!! Aish kau ini, aku galak dikomen aku bersikap baik juga dikomen”, kesal Tiffany.

.

Yoong hanya membalasnya dengan cengiran. “Peace”, kekehnya. “Kalau begitu aku pergi dulu, semoga kau menemukan kebahagiaanmu bersama Sooyoung”, ucap Yoong dengan tulus.

.

“Huum, sekali lagi terima kasih Yoong. Aku berterima kasih padamu”, Tiffany memeluk tubuh Yoong sesaat lalu tersenyum menunjukkan eyes smile andalannya.

.

“You’re welcome, Tiff”

.

.

.

—————————-

.

Krystal tersenyum kepada beberapa calon karyawannya sepanjang ia berjalan menuju sebuah ruangan.

.

Ceklek…

.

.

“Halo Sooyoung Oppa”, sapanya melihat Sooyoung yang sedang duduk di kursi kebesarannya.

.

“Oh Krys, kau sudah datang”, balas Sooyoung. “Silahkan duduk”, Sooyoung mempersilahkan Krystal duduk di kursi yang berada di hadapannya.

.

Tak berapa lama, seorang namja masuk ke dalam ruangan Sooyoung. Keduanya menoleh ke arah pintu. “Ah, akhirnya kau datang. Kemarilah”, panggil Sooyoung pada namja itu.

.

“Krys, ini Baro. Dia orang kepercayaanku dan mulai sekarang dia yang akan membantumu di perusahaan ini”, mereka saling berjabat tangan begitu Sooyoung memperkenalkan keduanya.

.

Sooyoung mengambil beberapa berkas dan memberikannya pada Baro agar namja itu membuat laporan segera mungkin. Begitu Baro keluar, Sooyoung kembali sibuk memisahkan berkas-berkas yang ada.

.

Krystal yang melihat keseriusan Sooyoung, membuatnya tersenyum. Mendengar cerita dari Jessica tentang Sooyoung, cukup membuat seorang Krystal mengagumi sosok di depannya ini.

.

“Andai saja kau seperti Sooyoung Oppa yang bersedia mempertahankan cintanya, bahkan rela melepas mahkota yang sedang ia pakai hanya untuk membawa kekasihnya hidup bersama”, batin Krystal.

.

Sooyoung sudah menyelesaikan kegiatannya, ia melempar senyumnya pada Krys. “Ada yang kau pikirkan, Krys?”, tanyanya saat melihat Krystal sedikit melamun.

.

“Nothing”, balas Krystal. “Aku hanya tidak habis pikir Oppa, kenapa kau rela melakukan ini? Apa kau benar-benar percaya padaku?”, Krystal mengungkapkan keheranannya pada Sooyoung.

.

“Dia satu-satunya wanita yang mencintaiku bukan karena siapa aku tapi karena ia percaya padaku. Untuk itulah aku memilihnya. Dan masalah perusahaan, Appaku sudah tahu semua rencana kita dan beliau menyetujuinya. Lagian aku yakin kau sangat baik dan dapat dipercaya, sama seperti Jessica yang percaya padamu”, jujur Sooyoung.

.

“Hmmmm, well, kau memujiku terlalu berlebihan Oppa”, Krystal terkekeh sendiri.

.

“Hahahaha” keduanya tertawa bersamaan.

.

“Aku bisa menjamin bahwa wanita itu sangat beruntung mendapatkanmu, Oppa”

.

Sooyoung menggeleng menanggapi ucapan Krystal. “Aku yang beruntung mendapatkannya, Krys”, ucap Sooyoung dengan senyumannya begitu pula Krystal yang ikut tersenyum.

.

“Kau memang yang terbaik, Oppa”, puji Krystal.

.

Sooyoung hanya tertawa menerima pujian itu “Hahaha kau ini bisa saja, Krys”

.

“Oh ya, ini daftar para pemegang saham CS Group yang baru”, Sooyoung menyerahkan berkasnya pada Krystal

.

“Tenang saja Oppa, aku akan membantu perusahaanmu semampuku”

.

.

.

.

.

***

.

Setelah mengantar Jessica pulang ke rumah Sooyoung, Taeyeon memilih melaksanakan rencananya untuk bertemu dengan Ryan Jung secara diam-diam. Sebelumnya ia sudah meminta Jongsuk untuk mencari tahu dimana Ryan Jung berada. Beruntunglah jika Ayah Jessica sedang berada di Korea.

.

.

Beep…

.

Suara pesan masuk baru saja ia terima di ponselnya. Saat lampu merah, Taeyeon membuka pesan masuk tersebut.

.

From: Im Yoong

.

Hyung!! aku menemukan beberapa fakta menarik dan aku sudah memutuskan untuk melanjutkan balas dendamku. Aku mohon bantu aku Hyung, kau seorang pemegang mahkota sedangkan aku tidak memilikinya. Aku tidak mungkin melibatkan noonaku, ia pasti tidak akan setuju. Jadi aku mohon Hyung, tolong aku. Aku janji aku tidak akan menyebabkan siapapun menderita. Aku hanya ingin memberi pelajaran pada orang itu. Bantu aku Hyung.

.

.

Huft…

.

Taeyeon menjalankan mobilnya kembali saat lampu hijau menyala. Karena ia yakin Yoong sedang menunggu balasannya, maka Taeyeon menepikan mobilnya untuk membalas pesan itu.

.

.

To: Im Yoong

.

Temui aku besok jam 10 pagi. Ingat Yoong!! Jangan menghancurkannya, kau sudah berjanji hanya membuatnya menyesal. Jika kau melanggar janjimu, aku tidak akan membantumu sama sekali.

.

.

Beep

.

.

From: Im Yoong

.

Oke Hyung, aku janji :))

Gomawo

.

.

.

Taeyeon melajukan lagi mobilnya menuju daerah Gyeonggi-do, dimana Ryan Jung sedang bermain golf bersama koleganya disana.

.

.

.

.

.

“Hari ini, aku harus menemukan satu kebenaran yang selama ini tersembunyi”

.

.

.

.

.

.

TBC

———————————–

Kira-kira ada apa ya dengan Yuri?? Terus Yoong punya dendam? wooow hahaha

Dan apa yang sebenarnya Taeyeon inginkan?? Gimana lanjutan Soofany?? Bagaiman kisah Jessica, Krystal, dan cast lainnya disini? Kalo penasaran, tungguin terus ya The Heirsnya. XD

Akan banyak hal-hal tak terduga muncul. Seperti yang gue bilang, nggak ada yang jahat ataupun baik dalam FF ini karena semua yang dilakukan para cast adalah mempertahankan atau memilih melepas mahkota kepewarisannya. So, sabar-sabar aja ngikutin FF ini :))

.

Komen gak komen itu hak lo.. hahhaha jangan memaksakan diri hanya karena sebuah pw XD

.

See you..

.

Annyeong!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

139 thoughts on “THE HEIRS (11)

  1. Semakin rumit y.. Tp seru.. Soofany semoga bersama.. Nah lho Yul ada maksud toh deketin Jessie.. Appa Yul ni yg jahat.. Yoong jgn mempunyai dendam kaya gto dunk ga baek.. Dendam akn bikin kita smkin menderita

    Like

  2. Kok ngeselin sih yuri ini kaya terpaksa gitu sama sica.
    Dan yoong kenapa sama yul? Licik kah yul? Menggenggam dunia eeerrr

    Cuma soo yg bikin melting disini *berasague tiffany* yoooo wiss 😁

    Like

  3. Waah waah waah part ini banyak kasus yg mulai nampak titik terangnya
    Yoong ada dendam ama yul? Apa karena perusahaan Ritz ganggu ama perusahaan appa yoong jd yoong demi pertahankan perusahaan jerih payah appanya bru putusin krystal,pdhl yoong n krys msng2 msh pny rasa cinta koq
    Soofany demi cinta tidak peduli lgi ama mahkota,mcm romeo juliet aja ini couple,hahaha
    Mdh2n taeng ketemu ama ryan jung n d part 12 sdh jls sapa sebenarnya pendonor mata untuk dirinya
    Ampe ketemu lgi d part 12 yg di gembok

    Like

  4. Aish….makin rumit aja ceritanya j, tapi malahan bikin semua penasaran, yoong dendamnya ke siapa sih? Ternyata yuri ambisius banget, kok gw malah tersentuh sama tae yang nasehatin yoong supaya tidak menghancurkan orang lain…gw baru komen disini soalnya gw baru sempet baca

    Like

  5. Memggenggam dunia dan mengorbankan cinta, omong kosong banget itu yuri, menyesal kehilangan sica loh….ahhh soofany yang terbaik, ingin sekali mendapatkan suami sepertinya…yoona, apa dia akan balas dendam terhadap ritz? … Taeyeon aku mendukungmu mendapatkan jessica

    Like

  6. ok..fany wanita pling bruntung pnya soo yg rela brkorban utknya..pingin namja mcm soo juga..makin seru critanya..next..maaf gak bisa komen di beberapa chapter sblm ini thor..ad problem sikit..tp aku akn slalu usahakannya..salam..

    Like

  7. ternyata yul ada maksud tertentu makanya dia mau tunangan ma jess..dan yuri jga sepertinya masih mencintai eunji..dan eunji merupakan unnienya jessica n eunji meninggal krna sakit jantung..apa mungkin jessica membenci eunji krna seharusnya eunji yg mewarisi tahta tp krna eunji meninggal maka jessica yg harus mewarisi tahta dan merelakan mimpinya menjadi seorang desighner..
    klow bukan eunji yg jdi pendonor taeyeon lalu siapa donk..tunggulah jawabannya sesaat lagi wkwkwk..hadeh makin penasaran

    Like

  8. aduh ambisi kwon bisa hancurkn persahabatn mrk.n trnyt g cm kwon aj yg pny rnc tp yoong.pusing2 ntr kwon,tggu pasti tmbh seru.
    ap y rnc soofany.jgn2 mau kawin lari…
    lanjut….

    Like

  9. Huff😧😧 makin gereget sm nie ff.. ternyata satu sama laen saling terhubungterhubunat lohh..
    Lalu klo bukan eunjin siapa yg kasi mata ke tae?!

    Like

  10. Haizzz kenapa semakin banyak teka tekia sich. Kalau bukan eunji yg jadi pendonor taeng lalu siapa?. Dan yoong sebenar punya dendam apa?.
    Yul memiliki rencana apa, kenapa dia harus bilang maaf . Hufft…… penasaran penasaran penasaraaaaa…

    Like

  11. ahelah gue trharu ama kisah Cinta soofany dsini soo bener2 namja idaman, krys aja ampek brharap yoong kyak soo, klau aja krya tau siapa yg bantuin soofany

    yoong kyaknya punya dendam deh ama prusaahn ritz tp inget yoong yg dktain taeng cukup beri pelajaran aja, gue suka karakter taeng disini dia bisa jd namja dork tp jg brkharisma taeng oppa akoh padamu :*

    yah wlau authornya bilang masih belum nentuin nanti couplenya siapa aja aku tetap brharap taengsic!! kkkk fighting thor.

    Like

  12. Penasaran sama hubungan jess dan eunji di masa lalu,, belum lagi balas dendamnya Yoong. Gua ampe lupa kalau yoong itu anak kedua dan bukan pemegang saham. Woahh krys jd mengambil alih perusaah soo jadi kesempatan dia bertemu yoong semakin besar,,, huwahh akhirnya gua nemu ff yg ada moment yoonkrys disini. Maklum gua readers baru jadi baru beberapa ff yg kebaca hehe

    Like

  13. soofanny jangg . gue suka banget perannya sooyoung disini . yul ? jadi jahat nih yul ? persahabatan sedang di uji .. dan yoong itu mau balas dendam sama siapa sih ? masih abstrak -__-

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s